Home Blog Page 5490

Pengambilalihan Paksa Pasar Kampunglalang, Dinas Perkim-PR Medan Minta Bantuan Poldasu

markus pasaribu/sumutpos RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.
markus pasaribu/sumutpos
RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rekomendasi Komisi C DPRD Medan untuk mengambil paksa bangunan Pasar Kampunglalang dari kontraktor PT Budi Mangun KSO, sepertinya tidak bisa dijalankan Dinas Perkim-PR Medan. Hingga kini, bangunan pasar yang telah rampung direvitalisasi tersebut masih di tangan kontraktor.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim-PR Medan, Benny Iskandar menyatakan, tidak bisa melakukan pengambilan paksa terhadap bangunan Pasar Kampunglalang, meskipun masa kontrak kerja telah habis. Alasannya, tidak ada payung hukum yang mengatur. “Tidak ada aturan yang mengatur untuk mengambil paksa bangunan fisik. Jadi, kami tidak bisa,” kata Benny, Senin (18/3).

Sekretaris Dinas Perkim-PR Medan ini mengaku, pihaknya terus berupaya agar kontraktor menyerahkan bangunan pasar segera mungkin. Dengan begitu, bisa dilakukan serah terima kepada PD Pasar untuk dioperasikan. “Kita tidak tinggal diam, berbagai upaya terus dilakukan. Saat ini, yang sedang dilakukan adalah membujuk pihak kontraktor untuk melakukan penagihan dan serah terima,” akunya.

Benny juga mengaku dalam persoalan ini meminta bantuan kepada Polda Sumut. Bahkan, dirinya sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Termasuk, dengan pihak-pihak terkait. “Semoga bisa ketemu titik terangnya, apalagi sudah dibantu oleh Polda Sumut,” ucapnya.

Sementara, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman berharap bisa diserahkan secara baik-baik tanpa dilakukan pengambilan paksa. Wiriya mengaku terus mengupayakan. Di sisi lain, pedagang sudah disampaikan agar bersabar. “Kami terus berusaha dengan segala upaya. Tidak perlu saya ceritakan bagaimana upaya yang dilakukan,” katanya.

Kata dia, terkait persoalan ini sudah menyampaikan kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan meminta waktu. “Dua atau tiga hari ini diharapkan kontraktor mau menyerahkan. Karena pada saat duduk bersama, mereka sudah mau menyerahkan tetapi meminta waktu lagi,” aku mantan Kepala Bappeda Medan ini.

Terkait alasan kontraktor belum juga menyerahkan kepada Dinas Perkim-PR, Wiriya menyatakan tidak tahu. “Kita terus melakukan upaya mendorong kontraktor untuk menyerahkan, sehingga pedagang bisa segera masuk dan menempati bangunan pasar. Jadi, sekarang tinggal bagaimana si kontraktor itu mau menjalankan komitmennya dengan menyerahkan kepada Dinas Perkim-PR, walaupun pembayaran belum dilakukan. Sebab, kontraktor sendiri yang membuat surat untuk menunda pembayaran proyek tersebut,” cetusnya.

Semakin cepat diserahkan, sambung dia, maka semakin baik. Dengan begitu, pedagang bisa berjualan di dalam pasar. “Untuk pembayaran proyek, kami siap membayarnya. Namun, dibayar pada P-APBD 2019 karena belum dianggarkan sewaktu pengesahan anggaran,” tandas Wiriya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan merekomendasi Pemko Medan untuk mengambil paksa bangunan Pasar Kampunglalang. Sebab, meski telah habis masa kontrak dan diberi waktu tambahan untuk menyelesaikan beberapa hal pada proyek senilai Rp26 miliar lebih tersebut, ternyata tak juga menyerahkan kepada Dinas Perkim-PR Medan.

Menurut Boydo, Pemko Medan tak perlu menunggu lama lagi kontraktor untuk menyerahkan bangunan pasar. Apalagi, kontrak kerja proyek ini sudah habis masanya. (ris/ila)

Peringati Hari Kesadaran Nasional, Eldin Ajak ASN Pacu Pembangunan

foto-foto pemko medan for sumut pos PIMPIN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman depan Balai Kota Medan, Senin (18/3). Pada upacara ini, Eldin mengajak seluruh ASN untuk terus bekerja keras dan bekerja ikhlas untu memacu pembangunan di wilayahnya masing-masing.
foto-foto pemko medan for sumut pos
PIMPIN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman depan Balai Kota Medan, Senin (18/3). Pada upacara ini, Eldin mengajak seluruh ASN untuk terus bekerja keras dan bekerja ikhlas untu memacu pembangunan di wilayahnya masing-masing.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebab, ASN merupakan abdi negara sekaligus pelayan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Medan saat memimpin upacara bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman depan Balai Kota Medan, Senin (18/3). Upacara ini dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan OPD, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial Musaddad Nasution, Kepala Dinas Kominfo Zain Noval, dan Kepala Satpol PP M Sofyan.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Wali Kota Medan juga mengemukakan penyelenggaraan pemerintahan tingkat kecamatan dan kelurahan merupakan bentuk pelayanan dasar yang berada pada garis terdepan, yang berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Untuk itu Kecamatan dan Kelurahan, bahkan kepala lingkungan harus mampu berkomunikasi, berinteraksi dengan masyarakat, dengan baik serta mampu membangun citra pelayanan umum yang semakin baik di tengah-tengah masyarakat.

“Penyelenggaraan pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan, memiliki dimensi yang luas, baik di bidang pemerintahan, pembangunan, maupun pembinaan kemasyarakatannya. Oleh karena itu, baik camat, lurah maupun kepala lingkungan, harus memiliki kecakapan berkomunikasi sehingga dapat mengajak masyarakat turut terlibat dalam pembangunan,” tutur Wali Kota Medan.

Selain kemampuan berkomunikasi, sambung Wali Kota Medan, camat, lurah, serta aparatur kecamatan dan kelurahan, harus memiliki sikap cepat tanggap dan responsif terhadap berbagai aspirasi dan keluhan yang muncul pada masyarakat. Karenanya, menurut Wali Kota Medan, camat dan lurah harus lebih banyak berdialog dan mengunjungi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Baik camat, lurah serta aparatur kecamatan haruslah bersikap cepat tanggap dan responsif terhadap keluhan yang muncul pada masyarakat. Untuk itu para camat dan lurah harus lebih banyak berdialog dan mengunjungi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Wali Kota Medan berharap, camat dan lurah merencanakan program-program yang ada di kecamatan untuk membangun kota dan benar-benar memprioritaskan kepada penyediaan sarana/prasarana publik serta pelayanan umum yang diselenggarakan di tingkat kecamatan/kelurahan, termasuk dalam pengembangan aspek-aspek pemberdayaan masyarakat.

“Saya harap program-program pembangunan kecamatan benar-benar diprioritaskan kepada penyediaan sarana/prasarana publik serta pelayanan umum, yang diselenggarakan di tingkat kecamatan/kelurahan, termasuk pengembangan aspek-aspek pemberdayaan masyarakat,” sebutnya.

Kemudian Wali Kota Medan menjelaskan, dalam menyusun program kerja Tahun 2020 nantinya, agar setiap OPD mempedomani usulan-usulan pembangunan yang masuk dari hasil-hasil Musrenbang Kecamatan, reses, forum OPD, serta Musrenbang RKPD yang baru saja dilaksanakan beberapa hari yang lalu, untuk dimasukkan ke dalam rencana kerja pembangunan 2020.

“Setiap OPD harus mempedomani usulan-usulan pembangunan yang masuk dari hasil-hasil Musrenbang Kecamatan, reses, forum OPD, serta Musrenbang RKPD yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu, untuk dapat dimasukkan ke dalam rencana kerja pembangunan 2020 mendatang,” jelasnya.

Apalagi pesta demokrasi sudah semakin dekat, untuk seluruh ASN agar netral dalam menentukan pilihan nantinya. “Kinerja pembangunan dan pelayanan umum tidak boleh terganggu, bahkan harus lebih ditingkatkan. Pembangunan yang bersifat partisipatif harus terus ditumbuhkembangkan,” imbuh Wali Kota Medan.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Medan mengingatkan untuk terus meningkatkan pelayanan kebersihan, penciptaan ketentraman umum dan ketertiban masyarakat. “Pemeliharaan berbagai infrastruktur kota yang yang sudah tersedia, pemeliharaan drainase, pembuatan taman-taman lingkungan, dan lain-lain, sehingga seluruh lingkungan masyarakat menjadi sehat dan layak untuk semua orang,” tegasnya.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota Medan menyerahkan Surat Keputusan dan memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada 10 ASN, yakni dr Daud Ginting Dokter Pendidikan Klinis RSUD dr Pirngadi Medan, Nurizah Kepala Sub Bagian Keuangan Kecamatan Medan Labuhan, Zulham Pelaksana Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kota Medan, Hj Rosmanida Guru SD Negeri 060829 Kecamatan Medan Kota, Haposan Guru SMP Negeri 29 Medan, Rukiah Iriani Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Zulham Pelaksana Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kota Medan, Endang Rita Ayunda Kepala Seksi Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Amdal Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Anwar Pelaksana Dinas Perindustrian Kota Medan, dan Zulfizar Pelaksana Dinas Perhubungan Kota Medan.

Selanjutnya Wali Kota Medan juga menyerahkan Surat Keputusan dan memberikan penghargaan kenaikan pangkat ASN Periode 1 April, kepada 2 ASN, yakni Martinijal Kepala Seksi Bina Ketahanan Remaja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, serta Buhari Akbar Nasution Analis Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Medan. (ris/saz)

Tebingtinggi Menjadi Kota Jasa, Umar Zunaidi Hasibuan Tingkatkan Pembangunan

PERESMIAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM bersama Gubsu Edy Ramayadi saat peresmian Gedung Balai Kota, kemarin.
PERESMIAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM bersama Gubsu Edy Ramayadi saat peresmian Gedung Balai Kota, kemarin.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tebingtinggi menjadi kota jasa, memotivasi Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM terus melakukan peningkatan pembangunan di berbagai sektor. Mengingat Kota Tebingtinggi kini menjadi tujuan wisata, terutama di bidang kuliner dan lainnya.

Usai rampungnya jalan tol Tebingtinggi-Medan dan pembangunan Pelabuhan Pelindo II di Kabupaten Batubara serta pembangunan kawasan ekonomi bagian barat Sei Mangkei, Kota Tebingtinggi semakin siap untuk mewujudkan perkembangan dua kawasan tersebut.

Menyikapi semua itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi tidak berpangku tangan. Suatu sikap untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dan memperkenalkan Kota Tebingtinggi secara nasional dan internasional. Di tangan dan kepemimpinan Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan berbagai fasilitas menuju kearah tersebut sudah selesai dibangun.

Di antaranya, pembangunan Gedung Balai Kartini di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi yang dapat menampung 3.000 orang. Hal ini membuktikan bahwa Tebingtinggi siap menampung even-even kegiatan, baik tingkat nasional dan internasional. Bahkan informasinya pembahasan Musrembang tingkat Provinsi Sumatera Utara akan diadakan di Kota Tebingtinggi.

“Saya ingin Kota Tebingtinggi lebih maju dan masyarakat bisa merasakan hal itu,” ujar Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan.

Tak terlepas dari itu, keberhasilan Pemko Tebingtinggi dalam pembangunan ekonomi masyarakat yaitu dengan mengaktifkan beberapa pasar kecamatan yang sudah selesai pembangunannya. Dengan adanya pasar kecamatan ini perekonomian masyarakat akan bangkit. “Kami juga berharap kepada pedagang untuk menjaga pelanggannya agar terus mau belanja di pasar kecamatan,” katanya.

Sedangkan di bidang keagamaan, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan juga telah mewujudkan selesainya pembangunan Masjid Agung yang berada di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

Masjid Agung ini bisa menampung 5.000 jamaah. Masjid ini juga dilengkapi dengan islamic center. Bahkan, saat ini Masjid Agung yang terletak di Jalan Lintas Tebingtinggi Medan dan Kisaran tersebut menjadi ikon Kota Tebingtinggi.

Banyak pendatang yang melintas untuk singgah. Selain menunaikan ibadah, masyarakat juga banyak mengabadikan Masjid Agung melalui foto foto.

“Setelah selesai dibangun, jadikanlah Masjid Agung ini sebagai kebanggaan masyarakat Kota Tebingtinggi, maka dari itu, mari kita sama sama menjaganya serta memakmurkan Masjid Agung,” tuturnya.

Bukan itu saja. Keberhasilan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Tebingtinggi, baru-baru ini Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi didampingi Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan meresmikan Gedung Balai Kartini. Termasuk Masjid Agung yang megah itu. Dengan selesainya Gedung Balai Kota berlantai empat di Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi itu, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mewujudkan pembangunan Gedung Balai Kota. Mengingat gedung yang lama sudah tua.

Seorang warga, Zainal warga Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi mengaku sangat bangga melihat keberhasilan Wali Kota Tebingtinggi dalam mewujudkan pembangunan di berbagai sektor. Mengingat, masa kepemimpinan Umar Zunaidi Hasibuan banyak hasil yang sudah terlihat dan yang paling sangat menyentuh hati masyarakat. Termasuk, pembangunan Masjid Agung yang sekarang dimanfaatkan oleh warga Tebingtinggi dan masyarakat lainnya untuk beribadah.

“Sangat indah Masjid Agung di Kota Tebingtinggi ini, termasuk juga Gedung Balai Kartini dan pembangunan Gedung Balai Kota. Di tangan beliau semua bisa terwujud, dan dialah Wali Kota Tebingtinggi yang berhasil membangun Tebingtinggi ini,” pungkas warga. (ian/azw)

Penandatanganan Pakta Integritas di Lapas Kelas IIB Panyabungan, Warga Binaan Dilarang Pegang Rupiah

ISMED/SUMUT POS TERIMA: Kalapas Kelas IIB Panyabungan Indra Kesumah menerima berkas penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai dan warga binaan, Senin (18/3).
ISMED/SUMUT POS
TERIMA: Kalapas Kelas IIB Panyabungan Indra Kesumah menerima berkas penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai dan warga binaan, Senin (18/3).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Untuk menciptakan instansi yang bersih dari korupsi, Kalapas Kelas IIB Panyabungan akan memberlakukan koin sebagai pengganti uang rupiah milik warga binaan.

Hal itu disampaikan Indra Kesumah dalam kegiatan penandatanganan Pakta Integritas untuk membangun basis Zona Integritas bersama seluruh pegawai dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (18/3)

“Saya memberikan waktu kepada warga binaan, agar uang rupiah yang disimpan untuk ditukarkan melalui bank koin yang telah kita siapkan, atau dikoordinasikan kepada bapak pengayom masing-masing sebelum diberlakukannya uang rupiah digantikan koin yang beredar sebagai alat pembelian,”ujar Indra Kesumah.

“Dan bila nanti masih ditemukan, saya halalkan untuk dilakukan penyitaan,”sambungnya.

Ditegaskan Indra Kesumah, penandatangan Pakta Integritas tersebut sesuai instruksi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenhumkam), dalam mewujudkan revitalisasi pemasyarakatan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapas se-Indonesia.

Indra Kesumah menekankan kepada seluruh pegawai, agar secara aktif melakukan pemantauan dan koordinasi kepada anak binaannya, terkait apa saja yang menjadi keluhan pada tempat yang telah disediakan.

”Kita harus memberikan contoh kepada Lapas yang ada di Sumut, bahwa kita mampu memberikan contoh yang positif mengenai pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat khususnya terhadap warga binaan,”tandasnya.

Kepada seluruh warga binaan, Indra Kesumah juga meminta kepada seluruh warga binaan agar dapat mengetahui sampai dimana batas dan haknya. Dan semua itu tak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh bapak pengayomnya masing-masing. (mag-7/han)

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Wali Kota: Bekerjalah Ikhlas Tanpa Meminta Imbalan

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Muhammad Arif Nuryanta bersama Forkompimda menunjukkan penandatanganan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Bersih, Senin (18/3).
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Muhammad Arif Nuryanta bersama Forkompimda menunjukkan penandatanganan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Bersih, Senin (18/3).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Saat ini, pelayanan kepada masyarakat sudah yang terbaik dan transparan. Tidak ada lagi antrian membuat laporan dan langsung dilayani.

Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Kota Tebingtinggi Muhammad Arif Nuryanta pada penandatanganPencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih, Senin (18/3).

Muhammad Arif Nuryanta juga mengatakan, berkomitmen untuk menjadikan Tebingtinggi menuju wilayah yang bebas dari korupsi, serta birokrasi yang bersih.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunadi Hasibuan yang turut hadir didampingi para Forkompimda mengatakan, ketulusan menunjukkan minat dan keinginan untuk menjadikan Pengadilan Negeri TebingtinggI menuju zona integritas bebas korupsi.

Menurut Umar Zunaidi, zona integritas wilayah bebas korupsi sudah lama ada, tapi tetap saja ada yang melanggar apa yang telah disepakati dan ditentukan.

“Tekad dan kemauan dari individu dari unsur aparatur yang ada didalamnya sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan yang menjadi tantangan terberat ada pada diri kita sendiri,”katanya.

Terpenting, lanjut Wali Kota, sebagai aparatur harus bekerja dengan ikhlas dan tidak ada maksud tertentu untuk mendapatkan imbalan.

“Bekerjalah dengan tulus dan ikhlas, jangan suka mengharapkan imbalan tetapi karena pengabdian kita kepada negara dan pertanggung jawaban kepada Allah,”tegasnya. (ian/han)

Pimpinan OPD Sergai Teken Perjanjian Kinerja Tahun 2019

SURYA/SUMUT POS TANDA TANGAN : Bupati Sergai Ir H Soekirman melakukan penandatanganan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2019 bersama seluruh Kepala OPD Pemkab Sergai, Senin (18/3).
SURYA/SUMUT POS
TANDA TANGAN : Bupati Sergai Ir H Soekirman melakukan penandatanganan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2019 bersama seluruh Kepala OPD Pemkab Sergai, Senin (18/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO -Bupati Sergai Ir H Soekirman bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Sergai (OPD) melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kinerja tahun 2019, yang digelar di Aula Sultan Serdang Kantor Bupati Sergai, Senin (18/3).

Dikatakan Soekirman, perjanjian kinerja adalah dokumen yang berisikan penugasan dari bupati kepada seluruh pimpinan OPD untuk melaksanakan program kegiatan disertai dengan indikator kinerja.

Dijelaskannya, berdasarkan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, laporan kinerja dan tata cara review atas laporan kinerja instansi pemerintah, melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja yang terukur, sesuai dengan tugas dan fungsi dan sumberdaya yang tersedia.

Sebab, lanjut Bupati Soekirman, perjanjian kinerja disusun berdasarkan tujuan sebagai wujud nyata komitmen, antara penerima dan pemberi amanah dalam meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur.

Oleh karena itu, sambung Soekirman, setiap pekerjaan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan terutama kepada masyarakat. Perjanjian Kinerja ini tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi OPD, sesuai dengan indikator yang terukur dan sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) OPD. Kedepannya, lanjut Soekirman, melalui perjanjian kinerja yang juga merupakan bagian dari implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Tanah Bertuah Negeri Beradat. (sur/han)

Kejatisu dan PT Pelindo I Jalin Kerja Sama Bidang Datun

AGUSMAN/SUMUT POS MoU: Kajatisu Fachruddin Siregar dan para General Manager PT Pelindo I, foto bersama usai melakukan MoU bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, Senin (18/3).
AGUSMAN/SUMUT POS
MoU: Kajatisu Fachruddin Siregar dan para General Manager PT Pelindo I, foto bersama usai melakukan MoU bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, Senin (18/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejati Aceh, menandatangani kesepakatan bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) bersama PT Pelindo I (Persero), di Medan, Senin (18/3).

Kajati Sumut (Kejatisu) Fachruddin Siregar dalam sambutannya mengatakan, kesepakatan bersama bidang Datun tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pemerintah, khususnya PT Pelindo I, sekaligus merupakan wujud nyata dalam upaya meningkatkan fungsi dan peran antar kedua lembaga dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional sesuai tugas dan wewenang masing-masing.

“Di dalam pelaksanaan dan fungsinya, PT Pelindo I akan terlibat dengan berbagai kegiatan administrasi dan kegiatan pelayanan, yang bukan tidak mungkin dapat menimbulkan sengketa, baik Perdata, maupun Tata Usaha Negara,” kata Fachruddin di hadapan Kajari se-Sumut dan Aceh serta perwakilan PT Pelindo I.

Kajatisu berharap dengan kesepakatan yang dilakukan, kedua lembaga bisa saling bersinergi dalam mewujudkan kerja sama dalam bidang hukum tersebut.

Ia juga meminta agar PT Pelindo I terbuka dalam memberikan data. Demikian halnya bila nanti jaksa kurang aktif menjalankan MoU ini agar kiranya disampaikan.

“Apabila nanti para Kejari yang MoU ini tidak aktif, dan tidak ada respon supaya disampaikan. Sebab, tujuan kita semua untuk negara, serta berkontribusi bagi pembangunan nasional, seperti masalah tanah berikan data tidak usah takut terbuka,” terangnya.

“Kami juga di kejaksaan tidak menahu apa yang dibutuhkan oleh Pelindo di lapangan. Sampaikan saja apa yang dibutuhkan, apabila ada Kejari tidak ada respon beritahukan kepada saya biar langsung ditegur,”sambung Kajatisu.

Direktur Operasional Pelindo I, Syahputra Sembiring mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu atas kerja sama antara Pelindo dan kejaksaan. “Kerja sama seperti ini sudah berjalan lama. Kita lakukan per dua tahun sekali. Memang kita rasakan memberi manfaat yang besar dalam bisnis Pelindo di pelabuhan. Kita dapatkan bantuan hukum, misalnya bantunan legal opinion dalam hukum Datun,” katanya. (man/han)

Bupati Sergai Sampaikan LKPJ 2018, PDRB Sergai Naik Menjadi Rp36 Juta Perkapita

SURYA/SUMUT POS LKPJ: Bupati Sergai Ir H Soekirman sampaikan LKPJ 2018 kepada Ketua DPRD Sergai, H Syahlan Siregar ST dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sergai, Senin (18/3).
SURYA/SUMUT POS
LKPJ: Bupati Sergai Ir H Soekirman sampaikan LKPJ 2018 kepada Ketua DPRD Sergai, H Syahlan Siregar ST dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sergai, Senin (18/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2018 pada Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sergai Seirampah, Senin (18/3).

Disampaikan Soekirman, bahwa LKPJ merupakan catatan kinerja pemerintah daerah secara utuh atas penyelenggaraan kebijakan pembangunan daerah dalam pencapaian visi dan misi Kabupaten Sergai, serta implementasi pencapaian agenda pembangunan yang tertuang dalam RPJMD tahun ketiga.

Dijelaskan Soekirman, dalam pencapaian indikator Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Sergai pada tahun 2017 sebesar 5,16 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp22.113.820.000 dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp16.656.170.000.

Disamping itu, PDRB per kapita ADHB tahun 2017 meningkat menjadi Rp36.198.410,- dan PDRB per kapita ADHK juga meningkat menjadi Rp27.264.690.-

Selanjutnya, sambung Bupati Soekirman dalam peningkatan capaian indikator makro sosial untuk indikator kemiskinan dan ketenagakerjaan pada tahun 2018 tercatat dari jumlah penduduk Kabupaten Sergai sebesar 614.152 jiwa, jumlah penduduk miskin tahun 2017 sebesar 56.930 jiwa atau sebesar 9,30 persen, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,98 persen dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 67,00 persen.

Kemudian, khusus mengenai target dan realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari PAD, dana perimbangan dan dana lain-lain yang sah pada tahun 2018 ditergetkan pendapatan sebesar Rp 1.596.461.917.689 dan terealisasi sebesar Rp1.561.914.781.031,04 atau sebesar 97,84 persen.

Ditambahkan Soekirman, adapun target dan realisasi belanja daerah pada tahun 2018 sebesar Rp1.673.713.231.217,32 dapat terealisasi sebesar Rp1.493.450.933.490 atau sebesar 89,23 persen. Total anggaran belanja daerah tersebut terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 770.294.588.854 dapat terealisasi sebesar Rp625.202.785.607 atau 81,16 persen. Sedangkan target anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp 903.418.642.363,32 terealisasi sebesar Rp868.248.147.883 atau 96,11 persen.

Setelah itu, pada tahun 2018 Pemkab Sergai menyelenggarakan 6 urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, 16 urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, 5 urusan pilihan dan 6 fungsi penunjang urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh 47 OPD di Pemkab Sergai. “Selain melaksanakan urusan wajib, urusan pilihan dan fungsi penunjang, Pemkab Sergai juga menyelenggarakan program yang pendanaannya bersumber dari dana tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan lainnya,” katanya.

Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut, ketua DPRD Sergai H. Syahlan Siregar, ST, Wakil Ketua DPRD H. Hasbullah Hadi Damanik, SE dan Riadi, S.Pd, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Sergai.(sur/han)

Pemerintah Tak Setujui Pembangunan Tol Medan-Berastagi, Diganti Dua Jalan Layang

no picture
no picture

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR menolak usulan pembangunan Tol Medan-Berastagi. Meski demikian, pemerintah menjanjikan akan segera membangun penggantinya dengan dua jalan layang.

Dengan Jalan layang tersebut nantinya, dinilai sudah mampu mengatasi kemacetan dan kepadatan kendaraan jalur Medan-Berastagi, sebaliknya. Rencananya, jalan layang tersebut akan dibangun di dua titik padat kendaraan, masing-masing di Desa Bandar Baru dan di depan PDAM Tirta Malem, Kabupaten Deliserdang.

Hal ini dikatakan Kepala Bappeda Karo, Nasib Sianturi Msi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (18/3) siang. “Iya, pembangunan jalan tol Medan-Berastagi batal karena pemerintah pusat mengaku tak punya anggaran yang cukup. Sebagai penggantinya, pemerintah pusat bersedia membangun dua jalan layang di dua titik,” katanya.

“Tahun ini rencana akan dibuat study kultilefer (tiang pancang) untuk tikungan PDAM Sibolangit dan Bandar Baru. Saat ini kita sedang mengkomunikasikan agar jalan layang ini juga dibangun di satu titik lagi, tepatnya di tikungan Aqua Desa Daulu. Ini usulan kita untuk peningkatan jalan existing,” paparnya.

Lalu berapa panjang volume jalan layang tersebut, berapa anggaran yang dibutuhkan? Ditanya demikian, Sianturi mengaku belum mengetahui pasti. “Tahun ini rencana kita akan menggelar studynya melalui Balai Besar Jalan Provinsi. Tahun 2020 mendatang, pembangunan fisik akan mulai dikerjakan. Setelah study ini baru akan ditentukan volumenya,” ujarnya.

Meski kedua lokasi jalan layang tersebut berada di Kabupaten Deliserdang, namun Pemkab Karo kata Sianturi juga wajib terlibat, terutama untuk menentukan desainnya. Meski turut dilibatkan dalam proyek tersebut, namun pembangunan jalan layang tersebut sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Nasional Wilayah I Medan.

Seperti diketahui, gagasan pembangunan jalan tol ini juga sudah dibahas pihak Ikatan Cendikiawan Karo dengan komisi D DPRD Karo, bahkan sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

Hal ini dikatakan Ketua ICK Budi Derita Sinulingga saat pembukaan rapat kerja Komisi D DPRD Sumut, Bappeda Provsu, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Balai Besar Pelaksanaan Nasional Wilayah I Medan, Bupati Karo, Bupati Dairi, Bupati Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Pakpak Bharat, Selasa (4/12) lalu.

“Kami selaku ICK ingin mendengar langsung komitmen dari para kepala daerah terkait usulan pembanguna jalan tol Medan- Berastagi ini. Sebab terobosan kami ke tingkat pusat akan sia-sia jika tak mendapat dukungan dari para kepala daerah,” kata Budi seraya meminta Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan selaku pimpinan rapat menanyakan langsung hal tersebut pada para kepala daerah yang hadir, kala itu.

Sutrisno sendiri menegaskan pihaknya sudah mendengar komitmen dari para kepala daerah yang hadir. “Bupati Karo Terkelin Brahmana sangat mendukung pembangunan tol Medan – Berastagi, jika butuh dukungan administrasiPemda Karo bersedia melengkapinya, jika diminta,”kata Sutrisno membacakan komitmen Bupati Karo.

Hal senada juga disampaikan para kepala daerah lain seperti, Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing menegaskan, pada prinsipnya Kab. Dairi sangat mendukung pembangunan tol Medan – Berastagi, karena selama ini banyak masyarakat Dairi mengeluh jika terjadi kemacetan berjam jam.

Dimana hasil pertanian yang mau dijual ke Medan seperti jeruk dan durian sering terlambat, hingga pengusaha dan petani mnegakami kerugian. Hal yang sama juga dikatakan oleh Pemkab Pakpak Bharat yang diwakili pihak PUPR Pakpak Baharat. “Jadi kesimpulan rapat ini, para kepala daerah mendukung gagasan ICK untuk melobi pusat terkait tol Medan – Berastagi, ini,” tegas Sutrisno.

Hasil rapat ini juga sudah dibawa ke Kementerian PUPR dan Komisi V DPR RI. Karena pembangunan jalan tol Medan- Berastagi sangat dibutuhkan bagi beberapa Kabupaten Sumatera Utara, plus Propinsi Aceh. Namun sayang, perjuangan ini kandas karena keterbatasan anggaran oleh pemerintah pusat. (deo/han)

Buka Pelatihan Peningkatan Produktivitas, Idaham: Agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing

teddy/sumut pos PELATIHAN: Wali Kota Idaham saat membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM Binjai.
teddy/sumut pos
PELATIHAN:
Wali Kota Idaham saat membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Agar mampu bersaing dengan daerah dan negara lain, Wali Kota Binjai, HM Idaham membuka pelatihan peningkatan produktifitas terhadap pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Binjai.

Pelatihan tersebut diselenggarakan selama tiga hari oleh Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesiam di Pendopo Umar Baki Binjai, Senin (18/3). Pelatihan itu dilakukan di lima tempat, yakni di Kelurahan Tangsi, Kelurahan Payaroba, Kelurahan Sukaramai, Kelurahan Sukamaju dan Kelurahan Limau Sundai.

Dikatakan Idaham, saat ini perkembangan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Binjai berjalan dengan baik. Tercatat sebanyak kurang lebih 700 pelaku UMKM dan IKM yang ada di Binjai.

Mereka terus bergerak dan berinovasi, sehingga membutuhkan peningkatan kualitas. “Maka salah satu cara untuk meningkatkan kualitas para pelaku UMKM yakni dengan memberikan pelatihan kepada mereka. selain itu pembinaan dari segi kualitas, pelatihan mengemas hasil produksi, sehingga mereka siap bersaing. Dan tak lupa sebagai pemerintah kita juga harus mampu menciptakan pasar, agar produk yang dihasilkan dapat terjual,” ucap Wali Kota dua periode ini.

Bahkan saat ini, Pemko Binjai juga telah menyiapkan satu kolaborasi untuk peningkatan UMKM dan IKM dengan melakukan kerjasama dengan Buka Lapak, PT Bank Sumut dan Bank Indonesia. “Hanya dengan kolaborasi kita akan mampu untuk bersaing.

UMKM membutuhkan modal dan permodalan akan disediakan oleh PT Bank Sumut dengan pemberian Kredit Usaha (KUR), selain itu kita juga akan menggandeng BI, karena BI memiliki beberapa program untuk meningkatkan kualitas, baik pembinaan, pendampingan, dan penyediaan bahan atau alat-alat yang diperlukan para pelaku UMKM, serta yang tidak kalah penting kita juga telah bekolaborasi dengan salah satu market place terbesar di Indonesia yakni Buka Lapak, sebagai tempat memasarkan produk,” jelas Wali Kota.(ted/han)