Home Blog Page 5495

Ribuan Kader PP Sumut Hadiri Apel Siaga dan Bela Negara, Kodrat Shah: Kita Tidak Boleh Terpecah

ISTIMEWA APEL SIAGA: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah menaiki mobil Jeep memeriksa kesiapan kader pada Apel Siaga di halaman Regale Convention Center, Sabtu (16/3).
ISTIMEWA
APEL SIAGA: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah menaiki mobil Jeep memeriksa kesiapan kader pada Apel Siaga di halaman Regale Convention Center, Sabtu (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan Kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara menghadiri Apel Siaga dan Seminar Bela Negara yang diselenggarakan di Regale Convention Center Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (16/3)2019.

Seminar bela negara ini diawali dengan Apel Siaga, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu sebagai narasumber didampingi Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara Kodrat Shah melakukan pemeriksaan pasukan yang digelar di halaman Regale Convention Center.

Selain ribuan kader Pemuda Pancasila, tampak hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajek Shah, Sekjen MPN PP Arif Rahman, Kakanwil Kemenhan Sumut Kolonel Infanteri Nazar Mulyadi, mewakili Pangdam I Bukit Barisan Kolonel Tedi Halilintar, Sekretaris MPW PP Sumut Ali Madhy, Forkompida Sumatera Utara, Pengurus MPW PP Sumut, Pengurus Srikandi Sumut, Pengurus dan Kader Sapma PP Sumut, Pengurus MPC dan PAC se-Sumatera Utara.

Dalam sambutannya Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah berterima kasih kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu atas kesediaannya memberikan arahan tentang Bela Negara untuk membangkitkan semangat bela Negara di kalangan Kader Pemuda Pancasila. Karena hari ini sudah mulai muncul musuh utama Pemuda Pancasila yaitu paham Komunis. “Kita harus siap setiap saat untuk menghadapi itu, apapun taruhannya, nyawa sekalipum kita harus siap,” tegas Kodrat Shah.

Kodrat Shah juga menghimbau agar di tahun politik ini, PemudaPancasila bersatu tidak boleh terpecah belah. “Kita harus bisa membaca kemana arah Ketua Umum kita, kita harus patuh dan loyal pada pimpinan kita,” tambah Kodrat Shah.

Sementara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kuliah umumnya menyampaikan tentang pentingnya membela negara dari ancaman nyata paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila yang mengancam keutuhan NKRI dan Ideologi Pancasila.

Ryamizard mengatakan TNI dan juga semangat masyarakat membela tanah air adalah tolak ukur dari kekuatan sebuah negara. Ia pun menyinggung tentang 4 faham atau ideologi yang berkembang saat ini di dunia, yaitu Liberal, Sosial, Komunis dan Faham Radikal. Ini semua faham yang diciptakan oleh manusia sedangkan Ideologi Pancasila lahir dari kultur Bangsa Indonesia yang ditemukan hidup dan berkembang ditengah masyarakat. “Saat ini bangsa kita dihadapkan pada ancaman nyata seperti Teroris, Narkoba, Bencana Alam, Pemberontakan Cybercrime, Wabah Penyakit. Mari kita jadikan hal itu sebagai musuh kita bersam, mari kita bersatu menghadapi ancaman itu, jangan malah diantara kita saling berhadap-hadapan dan gontok-gontokan,” kata Ryamizard..

Ryamizard juga menyinggung kesamaan antara Pemuda Pancasila yang merupakan adalah anak kandung dari TNI, dimana kita ketahui Pemuda Pancasila didirikan oleh sesepuh TNI seperti AH Nasution, Ahmad Yani dan Gatot Subroto, memiliki kesamaan kesamaan dengan TNI dalam hal Ideologi Pancasila dan NKRI yang merupakan harga mati dan tidak boleh didiskusikan lagi. “Bersama TNI dan masyarakat, Pemuda Pancasila diminta untuk terus mengawal serta menjaga kedaulatan NKRI dari pihak-pihak maupun paham-paham yang mengganggu kedaulatan NKRI apapun resikonya,” tegas Ryamizard.

Ryamizard juga menyampaikan bahwa sebagai Menteri Pertahanan yang bertugas mendesain pertahanan negara yang kemudian dilaksanakan oleh alat pertahanan negara yaitu TNI, didalam menyusun pertahanan negara tidak melulu tentang alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) tetapi yang paling penting adalah kekuatan aksi bela negara yang militan dari seluruh rakyat Indonesia.(adz)

Hadiri Gendang Guro-Guro Aron di Desa Beruam, Kabupaten Langkat, Terbit Rencana: Kuatkan Persatuan Melalui Acara Budaya

no picture
no picture

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menghadiri acara Gendang Guro – Guro Aron Mburo Ate Tedeh/Kerja Tahunan di Dusun Tanjung Balai, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Jumat (15/3) malam.

Bupati Langkat pada sambutannya mengajak masyarakat melalui kegiatan ini untuk kembali menguatkan persatuan dan kesatuan, bersatu, berkarya dan berdaya sehingga apa yang diharapkan dalam kemajuan daerahnya cepat tercapai.

“Saya berharap, kegiatan ini sebagai wadah untuk mempererat persatuan masyarakat Langkat,”sebutnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat mengungkapkan, bahwa program kerja tahun 2020 untuk membangun Langkat sedang proses pembahasan yang akan dibawa ke DPRD Langkat. Bila nantinya disetujui, lanjut Terbit Rencana, usulan pembangunan untuk tahun 2020 dapat direalisasikan.

“Sebab penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD maupun APBN, tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Semua memiliki aturan dan pengawasan, harus melalui mekanisme usulan dan perencanaan, serta persetujuan DPRD,” terangnya.

Untuk itu, Bupati menjelaskan, jika ingin mempercepat daya dorong pembangunan di daerahnya, maka harus memiliki perwakilan dari Kecamatannya yang duduk di DPRD, yang nantinya berfungsi untuk menyalurkan aspirasi masyarakatnya, dengan melihat skala prioritas. Sebab kemajuan sebuah wilayah tidak boleh meninggalkan wilayah yang lainnya.

“Upayakan melalui Pemilu 2019 ini, Kecamatan Kuala memiliki keterwakilannya, untuk duduk di DPRD Langkat. Dengan memilih calon yang dinilai memiliki nilai positif, pemikiran tajam, peka dan peduli kepada kebutuhan masyarakatnya,”bilangnya.

Terbit Rencana juga menyarankan

agar kegiatan budaya tahunan ini terus dilestarikan dan dijaga, sehingga dapat diwariskan kepada anak generasi selanjutnya.

Camat Kuala Imanta PA SE, mengucapkan terimakasih atas kesedian Bupati Langkat beserta rombongan, untuk hadir pada acara Gendang Guro-guro tersebut, serta memohon maaf jika dalam penyabutan dan penyedian tempat, masih memiliki kekurangan disana sininya.

“Kami juga berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Bupati Langkat dan pihak lainnya, baik bantuan moril maupun materil hingga acara budaya ini dapat terlaksana dengan semestinya,” ujarnya. (bam/han)

Kunjungan Presiden RI Jokowi ke Medan, Ashari dan Terkelin Bahas Jalan Tembus Karo-DS

istimewa/sumut pos DIABADIKAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Bupati Karo Terkelin Brahmana diabadikan di sela-sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada acara Lintas Etnis se-Sumut di Stadion Teladan Medan.
istimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Bupati Karo Terkelin Brahmana diabadikan di sela-sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada acara Lintas Etnis se-Sumut di Stadion Teladan Medan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kabupaten Deliserdang sangat mendukung penuh pembangunan jalan alternatif tembus Karo-Deliserdang.

Hal itu disampaikan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat berdiskusi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmna di sela-sela acara pertemuan Lintas Etnis se-Sumatera Utara yang dihadiri Presiden RI Ir Joko Widodo dalam rangka “Menyapa Suku etnis Se-Sumatera, Sabtu (16/3) malam, di Lapangan Stadion Teladan Medan.

Awalnya, Terkelin menanyakan sudah sejauh mana perkembangan di lapangan dan bagaimana dukungan masyarakat atas pembangunan jalan tembus Karo-Deliserdang kepada Ashari.

Dikatakan Terkelin, agar jalan tembus tersebut segera selesai dan terwujud, pihak Kabupaten Karo siap menggandeng semua pihak, asal mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak meninggalkan kearifan lokal dalam Suku Karo, yakni Merga Silima Rakut Sitelu Tutur Siwaluh, Perkaden Kaden Sepuluh Dua Tambah Sada.

Menanggapi hal ini, Ashari merespon positif dan menyambut baik dan menegaskan, masyarakat Deliserdang setuju serta ingin jalan tembus Karo-DS segera selesai.

Meski demikian, sebelumnya Ashari mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Merga Sembiring (PMS), Mbelin Brahmana di kantornya.

Dalam kesempatan itu, PMS juga menegaskan sangat mendukung jalan tembus ini. “Untuk itu, apa salahnya pak Bupati Karo kontak beliau, agar PMS diajak kerja sama sebagai mediator dan mensosialisasikan ketengah-tengah masyarakat Deliserdang. Sebab, PMS sangat tepat sebagai ujung tombak sosialisasi karena masyarakat Deliserdang tak luput sebagian dari etnis Karo,” katanya.

Apalagi, lanjut Ashari, PMS adalah bagian dari mempersatu masyarakat Karo, khususnya dengan kearifan lokalnya Merga Silima Rakut Sitelu, Tutur Siwaluh Perkaden Kaden Sepuluh Dua Tambah Sada, diyakini dapat mensosialisasikan kepada masyarakat.”Eencana kedua kabupaten yang memiliki historis strategis sejak zaman dulu. Saat ini ingin menghubungkan kembali jalur alternatif Karo-Deli Serdang,”kata Ashari. (deo/han)

Kapolres Binjai Bantu Penderita Hydrosephalus

TEDI/SUMUT POS BANTUAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberikan bantuan kepada Nursifah di kediamannya.
TEDI/SUMUT POS
BANTUAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memberikan bantuan kepada Nursifah di kediamannya.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto menunjukkan empatinya terhadap Nursifah, balita yang menderita penyakit Hydrosephalus.

Empati tersebut dilakukan Nugroho dengan menjenguk balita malang tersebut di rumahnya, di Dusun V, Desa Purwobinangun, Seibingai, Langkat, Sabtu (16/3).

Kunjungan mantan Danyon A Pelopor Satbrimobda Sumut inipun mendapat sambutan dari kedua orangtua Nursifah yang terharu. “Terimakasih kepada Pak Kapolres Binjai atas bantuan dan keringanan langkahnya melihat anak kami,” kata Suherni, Ibu Nursifah sembari meneteskan air mata.

Menurut Suherni, buah hatinya menderita penyakit hidrosefalus atau penumpukan cairan di dalam rongga jauh pada otak ini sejak tiga tahun belakangan. “Sekali lagi terimakasih atas bantuannya Pak. Bantuan yng diberikan ini akan saya gunakan untuk merawat dan mengobati anak saya,” kata dia.

Sementara, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto yang datang ke rumah Nursifah untuk memberikan semangat. Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban untuk mengobati penyakit yang diderita Nursifah. “Semoga Tuhan yang maha esa memberikan kemudahan dalam menyembuhkan penyakitnya,”imbuhnya. (ted/han)

Jalan Berlubang, Narkoba hingga Bom, Ali Umri Tampung Aspirasi Warga

istimewa/sumut pos BERSAMA: Anggota DPR RI H.M. Ali Umri bersama Caleg Binjai Timur HM. Rizki Syahputra (kanan) saat di Desa Sei Limbat, Kabupaten Langkat Minggu (17/3).
istimewa/sumut pos
BERSAMA: Anggota DPR RI H.M. Ali Umri bersama Caleg Binjai Timur HM. Rizki Syahputra (kanan) saat di Desa Sei Limbat, Kabupaten Langkat Minggu (17/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem HM Ali Umri SH, MKn saat melakukan kunjungan kerja daerah pemilihan Sumut III, Minggu (17/3).

Misalnya saja, di Dusun I Jalan Imam Bonjol Desa, Sei Limbat dan di Kelurahan Pekan Selesai  simpang mancang Langkat, Ali Umri meminta warga bersatu dan jangan sampai terpecah karena perbedaan pilihan baik memilih anggota DPRD, DPR RI, dan pemilihan Presiden.

“Kita semua harus menyatukan tekad dengan menjaga keutuhan NKRI. Apa lagi dalam aksi teror bom yang membuat rasa takut rakyat, dan semua kita harus ikut berperan membantu aparat keamaanan dengan cara melaporkan kalau melihat ada warga pendatang, yang baru pindah kedaerah tempat tinggal kita,” kata Ali Umri.

Begitu juga kepling dan lurah, lanjutnya, harus aktif mendata warganya. Apalagi yang baru datang dengan menetap lama, laporkan kepada pihak kepolisian kalau melihat warganya yang mencurigakan dan jarang bergaul dengan tetangganya.

“Saat ini menjelang pemilihan umum, semua saling menjelekan dan memfitnah dengan menebarkan berita bohong, berita ujaran kebencian dengan menyudutkan presiden Jokowi. Kita harus akui saat ini Joko Widodo adalah Presiden yang sah sampai bulan Oktober nanti. Selaku Presiden beliau telah banyak melakukan perubahan diseluruh pelosok tanah air dibangun jalan, jembatan, irigasi, bandara, pelabuhan, bendungan yang semuanya untuk kepentingan rakyat,” ujar Ali Umri yang juga Caleg DPR RI nomor urut I Dapil Sumut 3.

Sedangkan dalam kunjungan ke Kelurahan Pekan Selesai dan Desa Sei Limbat ini, warga mengeluhkan jalan yang berdebu dan hancur berlubang dan sekian tahun tidak diperbaiki oleh Pemkab Langkat.

“Kami ingin Pak Ali Umri menyampaikan keluhan kami ini kepada Bupati Langkat yang merupakan putra Langkat Hulu di daerah kami ini,” ujar Ali Fahmi warga Desa Sei Limbat.

Anggota DPR RI Ali Umri berjanji akan menyurati Bupati Langkat Terbit Rencana untuk memperhatikan dan memperioritaskan jalan menuju kecamatan Selesai.

Sebelumnya di Desa Karang Anyar Marlintung Kecamatan Secanggang, Desa Slotong, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat dan Desa Pantai Gemi Langkat, Ali Umri juga menyampaikan kinerja pemerintahan Jokowi saat ini yang diinginkan masyarakat dengan terus membangun insfrastruktur.

Di Kabupaten Batubara di Kecamatan Medan Deras dan Kecamatan Lima Puluh dan di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Ali Umri menghadiri acara bakti sosial sunat massal 100 orang dan pengobatan gratis untuk 500 warga Jumat (15/3). Anggota DPR RI Ali Umri didampingi Caleg M.Armansyah dari Langkat dan Caleg Binjai Timur HM.Rizki Syahputra SH.M.Kn.

Di Kabupaten Langkat, Batubara dan Simalunggun juga disinggung masalah maraknya narkoba yang diperjual belikan seakan bebas begitu saja. Ali Umri meminta masyarakat juga ikut berperan sebagai Polisi dengan melaporkan bila melihat orang yang mengedarkan sabu, ganja, pil ekstasi dengan melaporkan kepada polisi. (rel/ila)

Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sentani Capai 73 Orang

ANTARA FOTO/GUSTI TANATI Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Jumlah korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam kemarin, hingga data yang masuk pada Minggu sore, terus bertambah menjadi 63 orang.
ANTARA FOTO/GUSTI TANATI
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Jumlah korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam kemarin, hingga data yang masuk pada Minggu sore, terus bertambah menjadi 63 orang.

TIMIKA, SUMUTPOS.CO – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Jayapura mencapai 73 orang. Berdasarkan sumber data Posko Induk Penanggulangan Bencana di Kantor Bupati Jayapura, hingga Minggu (17/3/2019) pukul 20.00 WIT, untuk korban tewas akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura berjumlah 66 orang.

Sedangkan korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kotamadya Jayapura berjumlah tujuh orang. Korban yang belum ditemukan berjumlah 43 orang yang tersebar di Kampung Milimik Sentani berjumlah 34 orang, Kompleks Perumahan Inauli Advent 6 orang, dan Doyo Baru 3 orang. Sementara untuk jumlah pengungsi mencapai 4.153 jiwa.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Personil TNI/Polri dikerahkan di setiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa guna melakukan pencarian.

“Anggota masih terus melakukan pencarian para korban yang belum ditemukan dan untuk korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara dan untuk korban luka-luka masih dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Yowari Sentani, RS Dian Harapan Waena dan RS Bhayangkara Jayapura,” ujar Kamal, dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam. (irsul/kps)

Jokowi Sambangi Lokasi Bom Bunuh Diri di Sibolga

Presiden Jokowi menyambangi lokasi ledakan bom di rumah terduga teroris Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara.
Presiden Jokowi menyambangi lokasi ledakan bom di rumah terduga teroris Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi lokasi ledakan bom di Sibolga, Sumatera Utara. Kedatangannya untuk menemui ratusan warga yang kehilangan rumah akibat ledakan tersebut.

Usai meresmikan pelabuhan, Jokowi menyambangi lokasi ledakan di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas. Dia didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dan politikus senior Golkar kelahiran Sibolga, Akbar Tanjung.

Dengan pengamanan standar untuk level presiden, Jokowi dan rombongan menelusuri gang sempit ke lokasi yang berada di tengah pemukiman padat. Setelah berjalan sekitar 100 meter baru terlihat kerusakan akibat ulah seorang teroris perempuan itu.

Rumah pelaku yang merupakan sumber ledakan, kini sudah jadi tanah lapang. Sementara puluhan rumah di sekitarnya rusak parah.

Di tengah tanah lapang itu Jokowi mendengarkan penjelasan Wali Kota Syarfi Hutahuhuruk tentang dampak ledakan. Menurut Syarfi, total ada 161 rumah terdampak.

Setelah meninjau lokasi ledakan, Jokowi mendatangi posko tanggap darurat BNPB. Ratusan warga korban ledakan sudah menunggunya di tempat itu.

Pada kesempatan itu Jokowi menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 1 miliar kepada para korban. Dia pun menjanjikan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

“Saya akan perintahkan Menteri Sosial ke sini,” ujarnya.

Seperti diketahui, bom meledak di Sibolga pada Rabu (13/3) dini hari. Bom diledakkan Solimah, istri teroris Abu Hamzah. (dil/jpnn)

Jokowi Terhipnotis Goyang Sigale-gale

Prayugo Utomo/ JawaPos.com Warga berebut untuk bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat Pagelaran Lintas Budaya, Lintas Etnis Provinsi Sumatera Utara di Stadion Teladan, Medan, Sabtu malam (16/3).
Prayugo Utomo/ JawaPos.com
Warga berebut untuk bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat Pagelaran Lintas Budaya, Lintas Etnis Provinsi Sumatera Utara di Stadion Teladan, Medan, Sabtu malam (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Jumat petang (16/3), seputaran Stadion Teladan, Kota Medan begitu sesak. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam Pagelaran Lintas Budaya, Lintas Etnis Provinsi Sumatera Utara.

Kawasan itu macet total. Banyaknya kendaraan warga yang diparkir di pinggir jalan menyebabkan akses menyempit. Kemacetan bahkan terasa sampai jalan-jalan tikus.

Warga dari berbagai daerah memang sudah datang ke kandang PSMS itu sejak sore. Jumlahnya semakin membludak menjelang azan Magrib. Pintu gerbang stadion disesaki antrean. Mereka yang mau masuk ke dalam harus melalui pemeriksaan ketat dari pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Selepas Magrib, acara dimulai. Lampu sorot mulai memancar ke berbagai arah.

Sekitar pukul 19.30 WIB, rombongan Jokowi tiba. Jokowi tampak gagah dengan balutan busana teluk belanga Melayu berwarna hitam. Warnanya begitu hidup. Makin gemerlap dengan aksen benang berwarna emas. Di kepalanya tersemat Tengkolok. Kain songket yang dijadikan ikat kepala.

Busana yang dipakai Jokowi ternyata sama dengan yang dipakainya saat menjalani prosesi pemberian gelar bangsawan Kesultanan Deli, Oktober tahun lalu. Dia disematkan gelar Tuanku Seri Indra Utama Junjungan Negeri.

Makna gelar yang diberikan adalah harapan agar Jokowi senantiasa menjadi pemimpin yang baik. Gelar yang disematkan termasuk gelar tertinggi bangsawan di kesultanan.

Iriana juga tampak cantik dengan balutan busana Melayu berwarna ungu. Lengkap dengan selendang berwarna terang.

Seperti biasa, Jokowi menjadi rebutan bersalaman dan berswafoto. Untuk menuju panggung saja, rombongan tampak kesulitan. Sebab harus menerobos lautan manusia.

Di panggung utama, Jokowi disuguhi tarian berbagai etnis. Senyum semringah terpancar di wajah Jokowi saat boneka gale-gale mulai bergoyang. Menari dengan rancak. Pandangan Jokowi tampak fokus, seolah-olah terhipnotis dengan penampilan tarian khas Batak Toba itu.

Ditambah lagi alunan musik khas daerah Toba yang semakin menyemarakkan acara. Kakek dari Jan Ethes Sri Narendra itu tampak begitu menikmati jalannya acara.

Usai beberapa pertunjukan, Jokowi berpidato. Dia mengapresiasi pertunjukan yang disuguhkan.

Mertua Bobby Afif Nasution itu mengatakan, pertunjukan itu adalah buah dari kekayaan perbedaan etnis di Indonesia. Hal membanggakan buat Indonesia yang punya beragam budaya.

Lantaran sedang musim Pemilu, dia kembali mengingatkan kepada masyarakat agar perbedaan pilihan tak sampai memicu konflik.

“Saya tahu sejarah di Sumut, tidak ada yang namanya perpecahan, tidak ada yang namanya perbedaan. Oleh sebab itu jangan sampai karena urusan pilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden, kita merasa tidak sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” pesan Jokowi.

Dia juga menyebut Sumatera Utara adalah miniatur Indonesia. “Di sini ada suku Batak, Karo, Mandailing, ada suku pakpak. Ada suku Melayu, ada suku Noas, ada etnis Tionghoa dan India,” lanjutnya.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 17 April mendatang. Sebab partisipasi masyarakat menentukan nasib Indonesia lima tahun mendatang. (yugo/JPC)

Kenaikan Gaji PNS Paling Tinggi Rp300 Ribu

Ilustrasi PNS. Pemerintah memasikan ada kenaikan gaji untuk PNS. Kenaikan itu nilai tertingginya mencapai Rp 300 ribu.
Ilustrasi PNS. Pemerintah memasikan ada kenaikan gaji untuk PNS. Kenaikan itu nilai tertingginya mencapai Rp 300 ribu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aturan terkait kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) akhirnya terbit. Yakni, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019. Dalam PP tersebut, dipastikan bahwa kenaikan gaji PNS sebesar 5 persen. Kenaikan gaji pokok PNS tersebut bervariasi. Mulai Rp 81.500 hingga Rp 300.900.

Berdasar PP yang diteken 13 Maret tersebut, kenaikan gaji PNS tahun ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan abdi negara. Pencairan gaji baru PNS selama Januari-Maret 2019 akan dirapel dan dibayarkan secara penuh pada April. Aturan lebih detail terkait kenaikan gaji PNS tersebut akan dimuat dalam peraturan menteri keuangan (PMK). “PMK ini menjadi petunjuk teknis,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menilai, keputusan Presiden Jokowi menaikkan gaji PNS menjelang pemilu menunjukkan bahwa itu merupakan kebijakan populis. Dia menyebutkan, di awal pemerintahan, Jokowi berjanji bahwa APBN akan diarahkan untuk belanja infrastruktur yang produktif. Kenyataannya, menjelang Pemilu 2019, belanja pegawai justru naik 22 persen dan belanja barang naik 18,4 persen dalam periode yang sama. Sementara itu, belanja modal yang berkaitan dengan infrastruktur turun 9,25 persen.

Bhima mempertanyakan dampak kenaikan gaji PNS terhadap perekonomian domestik. “Naiknya gaji PNS belum mampu mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara nasional,” lanjutnya. (ken/c10/fal)

Pecahan JAD, Kelompok Sibolga Beraksi Tanpa Perintah

Rumah yag dikontrak terduga teroris di Sibolga, dijaga aparat kepolisian.
Rumah yang dikontrak terduga teroris di Sibolga, dijaga aparat kepolisian.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jaringan Ansharut Daulah (JAD) ternyata terpecah. Diperkirakan sejak 2016 lalu terbentuk jaringan baru bernama Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN).

“Iya terpecah. Antara JAD dan JADKN. Tadinya satu kelompok,” kata Pengamat Terorisme Al Chaidar Abdul Rahman Puteh, seperti dikutip dari JawaPos.com, Minggu (17/3).

Ia menerangkan, anggota JADKN lah yang belakangan ditangkap aparat Kepolisian. Salah satunya, Husain alias Abu Hamzah yang diciduk di Sibolga, Sumatera Utara.

Ciri dari jaringan JADKN yakni melakukan aksi secara tunggal atau lonewolf. Mereka juga melakukannya tanpa perintah.

Sebab bisa dibilang, jaringan ini tidak memiliki pemimpin seperti JAD yang dulu di bawah hirarki Aman Abdurrahman. “Polanya lonewolf. Tanpa hirarki yang ketat,” ungkap Al Chaidar.

Lalu, ciri khas lain dari JADKN yakni melibatkan keluarga dalam aksi teror. Bahkan tak segan-segan mereka melakukan aksi bom bunuh diri melibatkan istri dan anak-anak.

Seperti yang dilakukan Solimah, istri Abu Hamzah yang memilih bom bunuh diri ketimbang menyerah ke tangan aparat keamanan usai suaminya ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Jika ditarik ke belakang, ada pula aksi bom di Surabaya dengan pelibatan serupa.

“Ya, inilah yang kita sebut familial suicide terrorism atau familial suicide bombing. Bom bunuh diri sekeluarga,” beber Al Chaidar.

Bom bunuh diri satu keluarga ini katanya, merupakan ciri-ciri aksi yang dilakukan ISIS (Negara Islam di Iraq dan Suriah). “Ini adalah ciri bom ISIS,” imbuhnya.

Dan hal ini yang menjadi pembeda antara JAD dan JADKN. “Aman Abdurrahman (pemimpin JAD) tidak setuju dengan bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak dan istri,” pungkas Al Chaidar. (desyinta/JPC)