Tim Gegana meledakkan 3 kg bahan peledak milik terduga teroris, di Sibolga, Kamis (14/3/2019).
Tim Gegana meledakkan 3 kg bahan peledak milik terduga teroris, di Sibolga, Kamis (14/3/2019).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bahan peledak yang dimiliki kelompok Husein alias Abu Hamzah alias Uppang di Sibolga, mencapai 300 kg. Hal tersebut menjadi tanda tanya besar dari mana kelompok itu bisa mendapatkan bahan peledak tersebut. Karena itu, Polri diminta mendorong peningkatan pengawasan jual beli bahan peledak. Mulai bahan peledak siap pakai hingga berbagai bahan campurannya.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, Densus 88 Antiteror masih mendalami asal muasal bahan peledak tersebut. Bisa jadi ada pemasok bahan peledak untuk kelompok Abu Hamzah. “Tidak menutup kemungkinan,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan pengawasan terhadap jual beli bahan peledak sangat penting. Apabila pembelian bahan peledak terdeteksi sejak awal, tentu upaya pencegahan lebih cepat dilakukan. “Makanya kami kaji untuk mengetahui apa solusinya,” ucapnya.
Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar menjelaskan, selama ini bahan peledak atau zat kimia yang bisa diracik untuk menjadi bahan peledak memang dijual bebas. “Sebenarnya bukan bahan peledak, tapi bisa digunakan untuk menjadi bahan peledak,” paparnya.
Karena itu, lanjut dia, menjadi penting untuk mendata setiap orang yang membeli bahan peledak atau bahan yang bisa diracik menjadi bahan peledak. “Setiap pembelian perlu untuk menyertakan identitas sehingga dapat diawasi,” jelasnya. (idr/far/c17/git)
Sebuah mobil terjungkap, dalam banjir bandang di Sentani, Jayapura. Hingga Minggu siang, tercatat ada 50 orang meregang nyawa.
Sebuah mobil terjungkap, dalam banjir bandang di Sentani, Jayapura. Hingga Minggu siang, tercatat ada 50 orang meregang nyawa.
SENTANI, SUMUTPOS.CO – Evakuasi korban banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Papua terus dilakukan. Jumlah korban terus bertambah, 50 orang dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, tujuh jenazah di RS Marthin Indey, dan lima jenazah di RS Yowari.
“Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan satu jenazah masih dalam proses identifikasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/3).
Sementara itu, 59 orang luka-luka dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara, dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.
Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur, dan material banjir banjir bandang.
Menurutnya, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang.
‘Kepala BNPB bersama unsur dari Kementerian/Lembaga hari ini berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua,” pungkas Sutopo. (JPC)
Presiden Jokowi meresmikan Pelabuhan Sibolga, di Sibolga Sumut, Minggu (17/3/2019).
Presiden Jokowi meresmikan Pelabuhan Sibolga, di Sibolga Sumut, Minggu (17/3/2019).
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 pada Minggu, (17/3). Dalam kesempatan itu, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana, serta jajaran Direksi Pelindo 1 dan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutahuruk.
Pelindo 1 telah menyelesaikan seluruh pengembangan Pelabuhan Sibolga. Hal itu meliputi, penataan terminal multipurpose termasuk perluasan dermaga untuk petikemas dan general cargo; perluasan dermaga ferry 400 m2; pembangunan container yard; perkuatan dermaga; trestle; dan breasting dolpin; serta pemasangan crane dermaga (fix crane).
Selain itu, juga dilakukan penataan Terminal Penumpang dan pembangunan skybridge dengan panjang 150 meter. Yang mana skybridge itu menghubungkan dermaga ferry dengan terminal penumpang yang bertujuan untuk meningkatlan keselamatan penumpang karena jalur penumpang terpisah dari jalur kendaraan. Pengembangan Pelabuhan Sibolga secara keseluruhan sudah mencapai 100 persen.
“Saya menyambut baik penyelesaian penataan Pelabuhan Sibolga yang dilengkapi dengan menambah fasilitas. Sehingga bisa mengakomodir peningkatan jalur logistik barang dan jasa. Harapannya, nanti kita bisa menambah fasiilitas storage CPO (Crude Palm Oil). Sehingga ekspor langsung CPO melalui Pelabuhan Sibolga,”terang Presiden RI, Joko Widodo.
Ia melanjutkan, dengan penataan Pelabuhan Sibolga yang memiliki lokasi strategis, mampu meningkatkan perekonomian khususnya untuk masyarakat sekitar.
Ground breaking pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, dilakukan pada tahun 2016. Saat itu, Presiden Joko Widodo hadir secara langsung melakukan ground breaking. Dan saat ini, pengembangan telah selesai 100 persen, Pelabuhan Sibolga siap digunakan.
Sebagai Pelabuhan Pengumpul, Pelabuhan Sibolga telah dilengkapi dermaga Multipurpose dengan panjang keseluruhan 153 meter yang memiliki panjang tambatan 405 meter. Dermaga ini mampu disandari empat kapal sekaligus atau maksimal ukuran kapal 6.000 GT, kedalaman kolam 6-7 MLWS dan luas lapangan penumpukan 6.061 m2. Saat ini, dermaga Pelabuhan Sibolga dapat menampung petikemas hingga 20 ribu TEUs/tahun yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 7 ribu TEUs/tahun.
Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit Fix Crane dengan kapasitas 40 Ton. Fix Crane itu mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 Box/Crane/Hour (BCH) menjadi 25 BCH untuk peti kemas dan general cargo dari 60 ton/jam menjadi rata-rata 120 ton per jam, serta 1 unit reachstaker.
Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam kesempatan itu mengungkapkan, terus mendorong BUMN untuk terus meningkatkan perannya. Terutama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi melalui ketersediaan infrastruktur pelabuhan yang memadai.
“Saya bangga pengembangan pelabuhan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi telah dilakukan oleh Pelindo 1. Pelabuhan Sibolga saat ini sudah jauh lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya, fasilitas sudah memadai. Semoga ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa,” ungkap rini Soemarno.
Dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, diharapkan mampu menekan biaya logistik arus barang yang melewati Pelabuhan Sibolga. Dengan Fasilitas yang telah disediakan, diharapkan mampu memudahkan penumpang pengguna transportasi laut dan pengoperasian fix crane dalam menjalankan aktivitas bongkar muat barang untuk kegiatan ekspor impor.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimis Pelabuhan Sibolga akan membawa dampak positif secara nasional. “Pelabuhan Sibolga ini diharapkan mampu menjadi contoh pelabuhan yang bagus, indah, dan produktif yang berada di Pantai Barat Sumatera,” jelas Budi Karya Sumadi.
Lebih lanjut, Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana mengungkapkan, dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga, saat ini telah terjadi peningkatan kinerja pelayanan. Hal itu terlihat dari peningkatan arus barang dimana jumlah bongkar muat peti kemas tahun 2018 mencapai 7.105 TEUs meningkat dibandingkan periode tahun 2017 sebesar 6.739 TEUs.
“Sementara untuk layanan penumpang, jumlah total penumpang yang memanfaatkan jasa pelabuhan selama 2018 mencapai tujuh puluh tiga ribu delapan puluh lima orang. Meningkat tiga puluh empat koma delapan puluh persen jika dibanding tahun 2017 sebesar lima puluh empat ribu dua ratus lima belas orang,” tambah Bambang Eka Cahyana.
Penataan Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga dengan luas keseluruhan 2.786 m2, mampu menampung sebanyak 500 orang. Jumlah yang meningkat jika dibandingkan dengan terminal penumpang lama yang hanya mampu menampung 80 orang.
Terminal Penumpang ini mengusung konsep modern dengan sentuhan etnik yang diharapkan mampu menjadi icon baru bagi Kota Sibolga. Serta dapat menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan terutama di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias dan daerah disekitarnya.
Pelabuhan Sibolga juga diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentra produksi/industri dan hasil tambang, transportasi dan logistik di kawasan pantai Barat Sumatera Utara.
“Pengembangan kapasitas layanan Pelabuhan Sibolga yang kami lakukan ini merupakan wujud dukungan kami atas visi Nawacita serta konsep membangun dari pinggiran yang ditetapkan Pemerintah. Kami optimis, ke depan, Pelabuhan Sibolga mampu membawa multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian. Sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara khususnya dan Indonesia bagian Barat,” tutup ” tandas Bambang Eka Cahyana. (rel/budi)
istimewa
RENOVASI: Bandara Internasional Silangit akan dilakukan renovasi agar mampu menampung satu juta penumpang.
istimewa Bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara-Ilustrasi. Dalam waktu dekat, Bandara Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal, akan dibangun
MANDAILING NATAL, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Bandara Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara akan segera dilaksanakan.
Pembangunan tersebut bisa dimulai karena bandara ini telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis pembangunan bandara berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1278 tahun 2018, tentang penetapan lokasi Bandar Udara Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga telah menyerahkan sertifikat tanah kepada Kemenhub.
“Kalau saya lihat tanah sudah diserahkan, kami antusias untuk melaksanakannya dan Inshaa Allah akhir 2021 selesai,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat peninjauannya ke titik lokasi pembangunan bandara, Sabtu (16/3).
Bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal ini akan dibangun dengan panjang runway 1.600 m dan terminal penumpang dengan kapasitas 500 ribu penumpang per tahunnya.
“Memang kami rencanakan untuk bisa didarati oleh pesawat ATR 72, sehingga panjang runway 1.600 meter, serta bangunan terminal nya kira-kira untuk kapasitas 500 ribu penumpang dalam setahun,” jelasnya. (chi/jpnn)
Menarikkah debat calon wakil presiden nanti malam?
Kalau topik debatnya bisa diubah tentu kejadian di Selandia Baru lebih aktual. Juga sangat mendasar. Bagaimana seorang teroris memakai kamera di tubuhnya. Menyiarkan secara live aksinya: memarkir mobil, membuka bagasi, mengambil senjata api, memasuki masjid, menembaki jemaah yang lagi salat Jumat. Semua dilakukannya dengan tenang. Sampai 49 jemaah meninggal dunia.
Bagaimana teroris itu memosting seluruh rencananya. Cukup detil. Bahkan menyiarkan lewat medsos saat-saat keberangkatannya. Menuju masjid yang disasarnya.
Tentu KPU tidak akan mengubah topik. Sudah terlanjur dibocorkan kisi-kisinya.
Maka kita akan mengikuti debat cawapres nanti dengan prihatin.
Keduanya tentu akan berebut menarik simpati. Teror di masjid Selandia Baru itu akan jadi pembuka.
Saya kenal dua-duanya. Kyai Ma’ruf Amin, cawapresnya Pak Jokowi itu, adalah komisaris Bank Nusumma. Saat saya menjadi direktur utamanya. Kami sering rapat yang dipimpin Gus Dur. Yang saat itu menjadi komisaris utama Nusumma.
Kyai Ma’ruf juga sering ikut rapat kabinet. Di zaman Pak SBY sebagai presiden. Beliau anggota dewan pertimbangan presiden. Saya sebagai sesuatu di situ. Kami sering bertegur sapa. Sebelum sidang. Kadang sesudahnya. Atau saat sama-sama ke musala di dekat ruang sidang.
Sandiaga Uno, cawapresnya Pak Prabowo, juga saya kenal. Sesama pengusaha. Dan sesama penggemar olahraga. Bahkan saya mengenalnya sejak ia masih di awal karirnya. Itu pernah saya ungkapkan di layar TV. Agak panjang lebar. Sebelum saya tahu ia akan jadi cawapres. Dan tentu diungkapkan juga oleh Sandi sendiri. Saat ia jadi cawapres.
Kyai Ma’ruf Amin tentu lebih unggul dalam bersilat lidah. Seorang kyai, apalagi kelas beliau, sudah terlatih bicara di depan publik. Tanpa teks. Pun tanpa persiapan.
Kyai sekelas beliau sangat mahir dalam ilmu mantiq. Tahu cara berdiplomasi. Piawai dalam mengelak. Pandai dalam membuat tamsil. Bahkan, dalam kadar tertentu, juga pandai dalam menyelipkan humor.
Hanya saja di kalangan ulama Kyai Ma’ruf tergolong sangat serius. Kebalikan dengan Kyai Said Agil Siraj. Ketua Umum NU itu. Yang humornya hampir sebanyak Gus Dur.
Kyai Ma’ruf bukan jenis kyai sufi. Bukan kyai tarekat. Yang lebih banyak diam. Yang lebih banyak mendengar. Yang tidak tergiur kedudukan. Yang tidak mau bicara vokal.
Beliau tergolong kyai publik. Bahkan kini jadi kyai politik. Ambisinya menjadi cawapres saja sudah menunjukkan di kelas mana keulamaannya.
Dari situ saya menduga Kyai Ma’ruf akan memenangkan debat nanti.
Saya kan juga tahu Sandi. Pengusaha itu jarang yang pandai bicara. Pandainya cari uang. Atau memimpin perusahaan.
Maka bagi Sandi harusnya akan lebih menonjolkan gestur tubuhnya. Mimik wajahnya. Yang bisa lebih menarik simpati. Untuk menutupi kekurang ahliannya berdiplomasi.
Tentu ada beberapa pengusaha yang pandai bicara. Seperti Ciputra. Atau Mochtar Riady. Yang kalau berbicara bukan main menariknya. Dan bukan main berbobotnya.
Inilah debat Utara-Selatan. Yang satu sangat tua. Satunya sangat muda. Yang satu ulama, satunya pengusaha. Yang satu berpendidikan pesantren, satunya Amerika.
Tapi semua itu sebenarnya tidak penting. Yang esensi adalah: apakah seorang wapres akan benar-benar ‘dipakai’ oleh presidennya nanti.
Kita semua tahu bagaimana Wapres Jusuf Kalla kecewa saat berpasangan dengan pak SBY. Merasa kurang dipakai.
Publik juga tahu bagaimana Pak JK bahkan sudah kecewa sejak di minggu pertamanya dengan pak Jokowi. Juga karena tidak dipakai.
Kita tentu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Itu bagian dari rahasia mereka berdua. Mungkin saja pak SBY yang duluan kecewa dengan pasangannya itu. Mungkin juga pak Jokowi yang justru kecewa sejak minggu pertamanya.
Kelak mereka pasti akan menulis memoar. Sesuai dengan masing-masing versinya.(dahlan iskan)
KARTU
Presiden Jokowi berdialog dengan siswa SLTA pada acara penyerahan KIP secara simbolis kepada pelajar SD hingga SLTA di Lapangan SMKN 1 Balige, Kabupaten Tobasa, Jumat (15/3).
KARTU Presiden Jokowi berdialog dengan siswa SLTA pada acara penyerahan KIP secara simbolis kepada pelajar SD hingga SLTA di Lapangan SMKN 1 Balige, Kabupaten Tobasa, Jumat (15/3).
TOBASA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis kepada para siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di lapangan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Balige, Kabupaten Toba Samosir, Jumat (15/3). Diharapkan, KIP digunakan hanya untuk membeli peralatan sekolah.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, 2.000 siswa SD, SMP, SMA/SMK penerima KIP se Kabupaten Tobasa, serta para guru pendamping.
Sedikitnya ada 339.998 siswa calon penerima KIP untuk seluruh jenjang pendidikan di seluruh Sumut. Nilai dana KIP yang akan dikeluarkan sebesar Rp173 miliar. Untuk SD, dana yang diterima sebesar Rp450 ribu/siswa, SMP Rp750 ribu/siswa, dan SMA/SMK sebesar Rp1 juta/siswa. “Beli pulsa boleh tidak? Tidak boleh, uang itu hanya dibelikan untuk hal-hal berkaitan dengan pendidikan, di luar itu tidak boleh,” kata Jokowi.
Presiden juga menyampaikan, pemerintah telah melaksanakan program revitalisasi SMK. Dengan direvitalisasi itu diharapkan sekolah akan mendapatkan bantuan pembangunan dan peralatan praktik. Tujuannya agar lulusan SMK dapat diterima di setiap lapangan pekerjaan yang ada. “Akan ada pembangunan di SMKN 1, juga diberikan peralatan untuk praktik anak-anak dalam menuju ke proses diterimanya baik di kantor maupun industri yang ada,” ujarnya.
Kesempatan itu Jokowi bertanya kepada siswa, apakah setuju jika sekolahnya direvitalisasi. Kemudian disambut jawaban serempak; “Setuju!”.
Namun, ada yang menggelitik saat penyerahan KIP kemarin. Bahkan, Jokowi tertawa lebar mendengar jawaban Josep, siswa SMPN 4 Balige. Dimana saat itu Jokowi mempertanyakan apa cita-citanya kelak. Pelajar itu, justru memberikan jawaban yang mengundang gelak tawa.
“Cita-cita kamu apa,” tanya Jokowi kepada Josua.
“Saya ingin Bapak menang di Pemilu 2019,” jawab Josua.
Mendengar jawaban itu, semua yang hadir tertawa, termasuk Presiden Jokowi sendiri. Sambil tertawa, Jokowi menyebutkan, pernyataan seperti itu tidak boleh disampaikan. “Itu ndak boleh,” kata Jokowi sambil tertawa, kemudian kembali mempertegas pertanyaannya yang kemudian dijawab Josua, bahwa cita-citanya ingin menjadi dokter.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di hadapan presiden menyampaikan, SMKN 1 Balige telah ditetapkan menjadi sasaran program vokasi dalam rangka revitalisasi SMK. Program tersebut merupakan terobosan Pemprovsu dalam mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. “Revitalisasi tersebut berdampak memacu SMK di bidang seni dan kreatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Sumut,” katanya.
Gubsu mengatakan, para siswa sangat gembira lantaran kedatangan presiden ke daerah mereka. Ia pun berterima kasih atas kedatangan presiden untuk melihat langsung kondisi daerah di Sumut.
Untuk itu, Gubsu mengharapkan arahan dan bimbingan presiden guna meningkatkan semangat belajar dan kualitas para siswa di Sumut. “Atas nama Pemprovsu kami berterimakasih atas perhatiannya di bidang pendidikan khususnya di Sumut,” katanya.
Senada dengan Gubsu, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, SMKN 1 Balige telah masuk ke dalam daftar sekolah yang mengikuti program revitalisasi 2019. Pada tahun ini Kemendikbud telah mengagendakan 70 SMK yang akan mengalami proses revitalisasi. Total SMK yang telah memasuki proses revitalisasi sebanyak 280 sekolah. “Kami akan terus mempercepat proses revitalisasi sekolah SMK guna melahirkan insan handal sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja,” ujar Muhadjir.
Mengenai KIP, ia mengatakan, pada 2019 ada 339.998 siswa calon penerima KIP untuk seluruh jenjang pendidikan di Sumut. Nilai dana KIP yang akan dikeluarkan sebesar Rp173 miliar. Namun data tersebut diakuinya masih tentatif. “Secara nasional, yang kami siapkan Rp4 triliun, dan akan didistribusikan saat tahun ajaran baru,” katanya.
Kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Kabupaten Toba Samosir disambut antusias oleh puluhan ribu masyarakat. Puncaknya adalah saat Joko Widodo sambangi ‘Onan’ (Pasar) Balairung Balige Kecamatan Balige, Toba Samosir, Jumat (15/3).
Dari berbagai penjuru yang ada di Kabupaten Toba Samosir yang sengaja datang ke Balige, rela berdesakan demi melihat wajah Presiden RI Joko Widodo secara langsung dan bahkan ada yang ingin menjabat tangan presiden ataupun berfoto selfi dengannya.
Seperti pengakuan Boru Sirait (35) yang secara sengaja datang dari Kecamatan Ajibata untuk dapat melihat langsung wajah presiden. Ia mengatakan bahwa selama ini wajah Presiden RI Joko Widodo hanya dapat dilihatnya melalui layar kaca televisi di rumahnya.
“Saya sangat senang sekali bisa melihat wajah Pak Presiden kita ini bah! Ternyata Bapak Jokowi sangat ramah sekali sama masyarakat. Saya lihat, tidak sedikit masyarakat dapat berselfie dengan beliau. Biarpun saya tidak dapat berselfie dengan Pak Presiden, saya sudah merasa puas dan senang,” akunya dengan wajah gembira.
Presiden RI Joko Widodo bersama rombongan tiba di Onan Balige sekira pukul 08.30 WIB dengan penjagaan ketat oleh Paspampres, TNI dan Polri. Di sana ia langsung menemui para pedagang yang ada di Balairung Balige ditemani oleh Bupati Toba Samosir Darwin Siagian.
Selain mengunjungi Onan Balige, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta Gubsu Edy Rahmayadi dan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga mengunjungi Pasar Onan Baru, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Rombongan Presiden dan Gubsu ini disambut Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan Ketua Dekranasda Humbahas Lidia Kristina Panjaitan, serta OPD Kabupaten Humbahas. Seribuan warga juga yang memadati Pasar Onan Baru juga antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.
Warga berebut ingin bersalaman dan berswafoto dengan Jokowi dan Edy Rahmayadi. Beberapa warga yang beruntung berhasil berswafoto tampak gembira. Usai menyapa warga dan pedagang, Jokowi berkeliling pasar dan berbelanjan beberapa barang, Termasuk membeli ulos salah satu pedagang pasar bernama Juniarti br Simbolon. Juniarti mengaku senang ulosnya dibeli oleh Presiden RI Jokowi.
“Senang kalilah bang bisa jumpa sama Pak Jokowi, apalagi dia beli ulosku. Maunya bapak-bapak yang lain juga belilah,” kata Juniarti, usai rombongan presiden berlalu.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Jokowi juga sempat berbelanja buah-buahan dan kacang. Kacang dagangan Boru Purba adalah salah satu yang dibelinya. Seperti pedagang lainnya, Boru Purba pun mengaku sangat bergembira, karena dagangannya dibeli oleh Ibu Negara.
Apalagi, dibeli dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal. “Tadi dibeli Rp 100.000. Saya sangat terharu. Dan sebenarnya agak berat menerimanya, tapi mungkin itulah rezeki saya,” katanya.
Usai berkeliling Pasar Onan Baru, Presiden Jokowi dan rombongan menuju Masjid Raya Al-Amin Humbahas untuk melaksanakan sholat Jumat. Jokowi dan Edy Rahmayadi terlihat masuk ke mobil kepresidenan menuju masjid. Usai dari masjid rombongan akan bertolak ke Medan. (prn/os/ft/smg)
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – WARGA Jalan Cendrawasih kembali heboh. Sekira pukul 15.30 WIB pada Jumat (15/3), satu lagi jenazah ditemukan sekira 20 meter dari lokasi meledaknya bom di kediaman Abu Hamzah. Namun kondisi mayat sudah gosong dan berada di atap rumah warga.
Menurut warga sekitar, mayat tersebut ditemukan seorang warga saat hendak membersihkan puing-puing rumahnya. “Sewaktu mau membersihkan rumah. Dilihat ada mayat di atap, langsung dilaporkannya,” kata seorang pria yang tak ingin namanya disebutkan.
Hal tersebut dibenarkan Kabag Humas Polres Sibolga Iptu Ramadhansyah Sormin. “Iya benar, sekarang sudah dibawa oleh tim DVI,” kata Sormin.
Namun dia tidak merinci seputar penemuan tersebut. Sehingga, belum diketahui identitas jenazah tersebut.
Amatan, dari postur jenazah, diperkirakan usianya masih balita. Namun, belum diketahui apakah mayat tersebut merupakan anak Abu Hamzah yang hingga kini belum jelas kebaradaannya. Kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan gosong tanpa kepala dan tangan. Posisinya telungkup di atap rumah warga. Hampir seluruh tubuh gosong menjadi arang, hanya kaki sebelah kanan yang nampak masih utuh.
Kesedihan Mendalam Warga
Pasca ledakan bom bunuh diri istri dari terduga teroris Abu Hamzah bersama anaknya Ab, menyisakan kesedihan bagi warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas. Meski telah diperbolehkan untuk menempati rumah, namun banyak yang memilih tetap mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Sebagian warga masih belum yakin dengan keamanan daerah sekitar TKP. Mereka merasa masih ada bom yang tertanam di sekitar rumah terduga teroris. Sementara sebagian lainnya masih trauma, mengingat kerasnya dentuman ledakan bom yang mereka saksikan sendiri. Terlebih terhadap warga yang berdampingan rumah dengan terduga teroris.
Seperti yang dirasakan Poltak Siahaan, meski rumahnya terbilang masih layak dihuni, namun dia dan keluarganya lebih memilih untuk mengungsi sementara. “Ah, gak tahu-tahu kita itu, lebih baguslah mengungsi dulu,” katanya sambil membenahi barang-barang yang mau dibawa.
Menurutnya, risiko besar bila memaksakan diri untuk tetap tinggal di sekitar lokasi ledakan. Melihat, kerusakan yang terjadi pada rumahnya akibat goncangan ledakan tersebut. “Di belakang rusak semua, belum berani saya memeriksanya. Tapi, kulihat parah. Walapun dibilang besok sudah bebas, sudah dibuka pembatasnya, tapi kami masih belum berani tinggal disini,” pungkasnya.
Senada dikatakan seorang wanita, yang sedang mencari barang-barang yang masih layak dipakai di puing-puing rumahnya yang rusak parah, yang berada persis disebelah rumah Abu Hamzah. “Habis semua, gak ada yang tinggal,” kata wanita yang tidak ingin disebutkan namanya ini kepada wartawan.
Termasuk katanya seluruh ijazahnya dari mulai SD sampai Perguruan Tinggi. “Kebetulan, saya waktu itu lagi mengajar. Jadi, gak sempat mengambil apa-apa. Ijazah dari mulai SD sampai sarjana habis. Gak ada yang selamat,” ketusnya.
Sama dengan Poltak, dia dan keluarganya berencana akan tinggal sementara di rumah keluarga dekat mereka. “Mengungsilah dulu kami. Kalau ijazah, terpaksa harus mengurus lagi ke medan” pungkasnya.
Amatan, tak hanya mereka, masih banyak warga lainnya yang mengemasi barang-barang mereka untuk segera mengungsi dari sekitar lokasi ledakan bom. Sementara, korban yang rumahnya rata dengan tanah, masih berusaha mengais tumpukan reruntuhan bangunan, mencari barang-barang yang masih layak dipakai.
Untuk radius 100 meter dari lokasi ledakan, polisi masih membatasi warga yang masuk. Hanya warga yang tinggal di sekitar yang diperbolehkan keluar masuk dari lokasi ledakan.
Sebelumnya, pihak kepolisian melalui pengeras suara masjid mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap berhati-hati. Bilamana ada yang menemukan benda yang mencurigakan, agar tidak menyentuh dan langsung melaporkannya.ke petugas yang masih berjaga disekitar lokasi kejadian. (ts/smg)
SUMUTPOS.CO – Tim Densus 88 Antiteror menangkap tujuh orang terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, sejak Selasa (12/3) lalu. Tiga dari tujuh orang yang diamankan tersebut adalah wanita. Bahkan satu diantaranya istri Abu Hasan, Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah nekat meledakkan diri saat Kepolisian hendak menggeledah rumahnya.
KAROPENMAS Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan, ada tiga wanita yang tercatat masuk di lingkaran jaringan Sibolga. Ada pun ketiga wanita tersebut adalah istri Abu Hamzah, R, dan Y alias Khodijah. Y alias Khodijah ditangkap Densus 88 di Klaten Jawa Tengah, Kamis (14/3), pukul 16.00 WIB.
“Jadi di (jaringan) AH sudah ada tiga wanita. Yang satu istrinya yang meledakkan diri, kedua adalah R yang direkrut sebagai istri keduanya, dan yang tadi Y ditangkap di Klaten,” ungkap Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).
Dedi mengatakan, Y diduga bergabung di kelompok yang sama dengan dengan Abu Hamzah, yakni jaringan Sibolga. “Y masih satu jaringan dengan Abu Hamzah, ia ditangkap berdasarkan informasi dari Putera Syuhada dan Abu Hamzah,” ungkap Dedi.
Y diduga sebagai inisiator amaliyah. Menurut Dedi, Y mengajak Putera Syuhada, Abu Hamzah dan Syaefuddin Hidayat untuk melakukan aksi teror di Pulau Jawa. Ia menjelaskan, sosok R adalah calon istri dari Abu Hamzah yang juga direkrut untuk melakukan aksi amaliyah.
Menurut Dedi, R juga merupakan mantan istri dari seorang terduga teroris berinisial A, yang tewas karena melawan aparat kepolisian.
dan diberikan tindakan tegas di wilayah Tanjungbalai, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. “R ini direkrut oleh AH sebagai calon istri kedua. Pola rekrutannya dia (AH) sudah mulai merekrut perempuan,” jelas Dedi.
“R ini ialah mantan istri terduga teroris atas nama A kelompok Tanjungbalai, yang pada saat menjalankan aksinya ditangkap melawan kami. Diambil tindakan tegas oleh kami hingga meninggal dunia,” sambungnya.
“Oleh karena itu mantan istri A (R) ini ialah mantan pelaku istri teroris, direkrut dan akan dinikahi oleh AH,” jelasnya.
Lebih lanjut, jenderal bintang satu itu menuturkan, pihaknya menangkap R berdasarkan analisa jejak digital yang dibuatnya sendiri. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa busur panah, karena R akan melakukan aksi amaliyah menggunakan panah.
Densus 88 terus memantau keseharian dari yang bersangkutan dan tidak dalam waktu yang sebentar hingga proses penangkapan ini. “(Pemantauan itu) Untuk memastikan apakah yang bersangkutan sudah terpapar ideologi ISIS. Setelah dirasakan cukup, maka berdasarkan UU No 5 Tahun 2018 Polri melaksanakan preventive strike atau pencegahan secara awal,” terangnya.
Menyikapi aksi teroris jaringan Sibolga ini, mantan terpidana teroris dalam aksi perampokan CIMB Niaga, Khairul Ghazali menilai, kelompok-kelompok radikal di Indonesia, khususnya Sumut, eksistensinya masih kuat, termasuk Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Khairul Ghazali yang belasan tahun mengikuti paham radikal ini, mengaku paham betul doktrin apa yang ditanamkan pada mereka yang terpapar pemikiran sempit arti jihad.
“Dalam doktrin jihad mereka (pelaku teror) bertitik tumpu dalam ayat Alquran. Saya bacakan artinya dalam Bahasa Indonesia yang berbunyi; Berjihadlah kamu di jalan Allah dengan harta kamu dan diri kamu di jalan Allah. Inilah dasarnya. Kemudian selain dengan harta dan diri, maka di ayat lain memerintahkan pelihara diri kamu dan keluargamu dari api neraka. Kemudian selain dengan diri sendiri, doktrin yang diajarkan agar juga berjihad dengan keluarga, bukan cuma harta. Jadi keluarga itu diajak ikut masuk surga dengan pemahaman jihad mereka yang sempit,” ujar Khairul kepada Sumut Pos, Jumat (15/3).
Setidaknya, hal itu yang menjadi dasar kenapa istri Abu Hamzah nekat mengajak anaknya melakukan aksi jihad, bom bunuh diri di rumahnya. “Jadi jalan masuk ke surga itu bukan sendiri, tapi keluarga itu diajak ikut masuk ke surga. Kalau umpamanya sarapan paginya sama-sama di dunia, nanti makan malamnya bisa makan sama-sama juga di surga, bareng anak dan istri. Itulah doktrin yang tak bisa ditukar dengan tawaran apapun di dunia. Sehingga segala bujuk rayu (polisi dan tokoh agama) seperti yang di Sibolga itu tak mempan, karena mereka sudah terbius, mereka bisa masuk surga,” paparnya lagi.
‘Bius’ pemahaman Islam yang salah itu sudah begitu merasuk ke dalam jiwa para pelaku teror. Alhasil, mereka menganggap setiap tindakan jihad versi pelaku itu hadiahnya mutlak adalah surga. Menurut Khairul, doktrin sudah ada sejak lama dari Timur Tengah.
“Jadi di depan matanya itu sudah tergambarkan surga. Dan kepada anak, itu dibius akan masuk surga bareng. Dan ini doktrin sudah sejak lama mulai dari Timur Tengah. Terinspirasilah mereka dengan pola jihad di Timur Tengah, Siria, Irak, Palestina. Dan itu masih akan terjadi lagi di tempat lain, bukan hanya di Indonesia,” jelasnya.
Pria yang dulunya terlibat dalan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak pada Tahun 2010 ini meyakini, aksi yang terjadi di Sibolga tak terkait paut dengan Pemilu 2019 yang akan berlangsung. “Saya tekankan, aksi terorisme kemarin tidak terkait dengan Pemilu 2019. Karena itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” tambah pria yang kini mendirikam Ponpes Al Hidayah di Deliserdang, yang berisikan mata pelajaran deradikalisasi bagi anak-anak mantan teroris.
Pemahaman para pelaku teror yang menyasar aparat dalam aksinya, katanya kini menjadi arah jihad para pelaku terorisme. Aparat kepolisian menjadi penghalang utama dalam jihad mereka menghancurkan kaum non muslim. Dalam hal ini mereka dihalangi oleh Densus 88 Antiteror. “Tapi kan mereka tidak bisa menemukan Densus, jadi aparat kepolisian yang didapat saja yang mereka target,” sebutnya.
Artinya, lanjut Khairul, aparat menjadi musuh mereka. “Bukan musuh jihad ya. Karena pemahaman jihad inikan luas, bukan seperti pemahaman mereka yang sempit soal jihad. Jadi jihad dalam perspektif mereka bukan perspektif jihad mayoritas umat islam dan ulama islam yang mereka bajak dan memanipulasi makna jihad berdasarkan pemikiran mereka yang dangkal,” bebernya.
Khairul melabeli dengan tegas, ajaran agama islam yang dogmatis bagi para pelaku teror ini telah membuat mereka keliru dalam memahami apa itu ajaran Islam. “Jadi perlu ditekankan apa yang mereka lakukan itu tidak mewakili umat islam, ya. Tidak bisa mereka dikatakan Islam,” jelasnya.
Terkahir soal kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia, khususnya Sumut eksistensinya masih kuat, apalagi Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok radikal yang kemarin jaringannya diburu di Sibolga. Eksistensi kelompok ini di Sumut menurut Khairul masuk dalam kategori mengkhawatirkan. “Soal JAD, semenjak ada ISIS, kelompok teror yang memiliki negara, pemimpin, wilayah, rakyat, uang dan bank jadi mereka ini lah yang memperkuat kelompok radikal yang kecil-kecil di Indonesia ini, JAD, Jamaah Islamiyah, Alqaeda ini melebur ke ISIS. Dan mereka menyebar di Indonesia. Sementara JAD ini menurutnya eksistensinya cukup rawan dan kelompok yang beresiko tinggi di Sumut ini,” pungkas Khairul.(dvs/bbs)
isitmewa
TERCIDUK : Ketum PPP Romahurmuziy tertunduk saat digiring petugas KPK usai terjaring OTT di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3).
isitmewa TERCIDUK : Ketum PPP Romahurmuziy tertunduk saat digiring petugas KPK usai terjaring OTT di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga tadi malam belum menentukan status hukum politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy, yang terjaring operasi tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3) pagi. Rommy ditangkap KPK terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan, ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah disegel KPK.
Rommy tiba di gedung KPK tadi malam sekitar pukul 20.13 WIB. Legislator Komisi IX DPR itu memilih bungkam. Dia tampak menggenakan jaket, topi dan celana yang berwarna hitam. Mukanya ditutup masker abu-abu. Ia tiba dengan diantar mobil Innova warna hitam dan dikawal beberapa petugas KPK.
Ketika turun dari mobil, dia tampak tertunduk malu dan memilih bersembunyi di balik petugas KPK yang membawanya, begitu banyak pertanyaan yang dicecar awak media terhadapnya. Namun, Romy tetap memilih bungkam.
Selain Rommy, lima orang lainnya tiba di gedung KPK. Serupa dengan Rommy, mereka memilih bungkam. Diduga mereka yang diamankan penyidik KPKitu merupakan Staf Anggota DPR, pejabat Kemenag daerah, pihak swasta dan dua orang supir yang belum diketahui secara pasti namanya. Pantauan JawaPos.com, orang yang diduga pejabat kemenag daerah itu datang dengan menggenakan masker muka dan kemeja batik. Dia tampak santai ketika hendak masuk dalam gedung lembaga antikorupsi ini.
Sementara, empat pihak lain tampak malu menutupi wajah menggunakan tangannya dan serempak menggenakan masker bewaran abu-abu. Namun, tetap tak ada kata yang terlontar dari mulut mereka. Awak media pun tampak geram karena masker mereka semua tak dilepas
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaidtan menyebut, ditangkapnya Rommy ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi pengisian jabatan di Kemenag. Atas dasar itulah, Satgas KPK mengkroscek sesuai kewenangannya sebagai lembaga antikorupsi. “Sesuai pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK, tentu kami harus menindaklanjuti hal tersebut,” ucap Basaria.
Kemudian, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dugaan transaksi yang dilakukan bukan hanya pertama kali melainkan sudah beberapa kali. Namun, dia tak merinci berapa nominal uang yang diamankan terkait transaksi ini. “Ada enam orang yang dibawa ke Jakarta, unsurnya ada Anggota DPR, Staf Anggota DPR, pejabat Kemenag daerah dan swasta,” tukasnya.
Atas dasar itu juga, tim akan melakukan pemeriksaan kembali di gedung KPK guna menentukan status hukum terhadap rommy. “Soal rencana konferensi pers malam ini atau besok pagi,” jelasnya.
Selain menangkap enam orang, termasuk Rommy, KPK juga menyita uang tunai dalam pecahan rupiah terkait OTT ini. Namun, mantan peneliti ICW ini belum dapat memastikan nominal uang yang disita tim di lapangan.
Aksi Kejar-kejaran
Penangkapan Rommy kemarin pagi, ternyata diwarnai drama kejar-kejaran dan teriakan yang menegangkan. Menurut sejumlah saksi mata yang bertugas sebagai penjaga JPO (jembatan penyeberangan orang) Basuki Rahmat menceritakan ada beberapa orang yang keluar dari tempat parkir di samping kiri Hotel Bumi Surabaya. “Pukul 08.00 WIB, ada orang keluar dari hotel. Keluar dari lobi. Ada ramai-ramai gitu,” kata saksi mata.
Saksi yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, dari lokasinya yang berada di seberang jalan, terlihat ada dua orang yang ditangkap. Sementara itu, ada sekitar lima orang yang melakukan penangkapan.
Dia menyebut, saat ditangkap, salah satu orang tersebut dipegang pada kedua tangannya. Sedangkan satu orang lainnya terlihat dipiting atau lehernya dikalungi tangan. Namun beberapa orang yang menangkap tersebut tidak memakai seragam. “Ada dua orang yang ditangkap. Satunya dikekep, satunya dipegang tangannya gitu. Ada rame-rame orang, tapi ndak pakai seragam,” lanjutnya.
Selain itu, saksi tersebut melihat beberapa orang yang menangkap sambil membawa selembar kertas HVS putih. Dia menduga bisa saja itu surat penangkapan. “Dua orang ini dikejar sama kurang-lebih lima orang. Ada salah satu yang bawa kertas (bisa jadi surat OTT),” imbuhnya.
Saksi lainnya juga berbagi cerita. Petugas Linmas wanita yang enggan disebutkan namanya itu awalnya mendengar ada keributan di lokasi. Dia mendengar ada suara ramai orang-orang yang berteriak hendak menangkap. “Iya ramai gitu, denger teriakan juga,” lanjutnya.
Petugas Linmas itupun bergegas menghampiri keributan tersebut. Dia akhirnya naik lift untuk menyeberangi JPO. Namun, saat dia masih berada di JPO, keributan itu telah usai.
Sementara itu, Direktur Sales dan Marketing Hotel Bumi Surabaya Endah Retnowati membenarkan Ketum PPP Romahurmuziy saat itu memang menginap di Hotel Bumi. Namun pihaknya sama sekali tidak mengetahui soal penangkapan yang dilakukan KPK. “Saya tidak tahu detailnya. Dan saya tidak bisa memberikan informasi apa pun karena saya tidak tahu kejadiannya. Betul, Pak Rommy memang menginap di Hotel Bumi Surabaya,” kata Retno melalui sambungan telepon.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK soal lokasi pasti penangkapan Romahurmuziy. “Betul ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK, bertempat di Polda Jatim,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo. Namun Agus tidak menyebut siapa saja yang ditangkap. Dia juga belum menyebutkan kasus apa yang melatari OTT itu.
Sementara itu, seorang penyidik membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebut Rommy ditangkap pada pukul 09.00 WIB. Polisi juga memberikan pembenaran. “Benar,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera saat dimintai konfirmasi. Pemeriksaan Romi dan pihak-pihak lainnya dilakukan di Mapolda Jatim.
Terkait penyelidikan kasus ini, penyidik KPK juga telah menyegel ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Iya (disegel), iya benar. Jadi itu bagian dari proses yang memang harus dipenuhi oleh KPK,” kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki.
Dari foto yang diterima redaksi, pintu ruang kerja Kemenag terlihat tertutup rapat. Pegangan pintu itu diikat dengan KPK Line. Ada juga stempel KPK di pintu itu. Selain ruang Menteri Agama, ruang kerja Sekjen Kemenag juga disegel KPK.
Tim KPK juga mendatangi rumah Rommy di Jakarta Timur. Tim KPK tampak membawa tas ketika memasuki rumah Rommy. Mereka menyambangi rumah Rommy di Jalan Batu Ampar III RT 04 RW 03, Kramat Jati sekitar pukul 19.30 WIB. Ada empat orang dalam tim KPK itu yang semuanya mengenakan masker.
Tim KPK sempat tidak diizinkan masuk ke rumah itu. Seorang petugas KPK meminta agar pintu dibuka. Apabila tidak, maka seluruh rumah akan disegel. “Pak, bukain pak kalau nggak dibukain, saya segel satu rumah pak,” kata seorang petugas KPK perempuan.
Tim KPK itu akhirnya bisa masuk karena bantuan pihak RT. Keempat orang dari KPK langsung masuk ke dalam rumah Rommy.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mau berbicara banyak tentang operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Jokowi menunggu keterangan resmi dari KPK. “Saya masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Sebelum ada keterangan resmi dari KPK, saya tidak mau berkomentar,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di Gedung Serbaguna T Rizal Nurdin, Medan, Jumat (15/3).
Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar menyatakan, partai berlambang Kakbah itu tetap optimistis terkait elektabilitas, meski kini sang ketua umum, Romahurmuziy berurusan dengan KPK. Rommy terjaring dalam OTT KPK. “Kami dari dulu diajarkan optimis. Jadi tidak ada kekhawatiran, selalu optimis dan kami sudah berpengalaman untuk itu,” kata Hasrul di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/3).
Dia yakin elektabilitas PPP tidak tergerus karena peristiwa yang berkaitan dengan Rommy. Hasrul menyatakan PPP merupakan partai dengan pengalaman politik yang panjang.
Hasrul menceritakan saat Pileg 2014, PPP kerap diprediksi berbagai lembaga survei nasional tidak lolos ke parlemen. Namun, kenyataan berkata lain. “Tidak ada kekhawatiran bagi kami terkait elektabilitas. PPP sudah teruji,” tegas dia.
Namun, Hasrul mengaku belum bisa banyak berkomentar mengenai kasus hukum yang menjerat Rommy. PPP, kata dia, menunggu keterangan resmi dari KPK. “Kami menunggu keterangan resmi dari KPK. Sudah domainnya KPK, jadi kami tidak bisa menduga-duga, yang tahu persis adalah KPK,” tutur Hasrul.
Bukan secara kebetulan Ketua Umum PPP Romahurmuziy terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya. Rommy, sapaan akrabnya, punya agenda sejak Rabu (13/3) di Jawa Timur.
Hari pertama, Rommy menghadiri acara halaqoh ulama terkait legislasi bernuansa syariah di Malang Raya. Hari Kamis (14/3) safari Rommy berlanjut ke Blitar dan Kediri bersama pimpinan daerah setempat.
Ketua DPW PPP Jatim, Musyafa Noer mengaku dirinya turut mendampingi Rommy, saat itu. Namun, Musyafa mengaku memilih pulang ke rumah tanpa ikut menemani ketuanya beristirahat di hotel.
“Nah kemarin malam (14/3) istirahat di Hotel Bumi Surabaya. Pagi jam 10 atau jam berapa, rencananya pulang. Saya sebagai DPW turut mendampingi karena sudah protap,” kata Musyafa kepada JawaPos.com, Jumat (15/3).
Terkait penangkapan Rommy oleh KPK, Musyafa mengaku baru tahu dari media, kemarin. Dia juga belum mengetahui pasti kasus seperti apa yang menjerat ketua partainya tersebut.
Musyafa menyatakan, akan menunggu informasi penetapan status Rommy dari KPK. Jika KPK menetapkan Rommy jadi tersangka, dirinya akan berkonsolidasi dengan DPP PPP masalah pemilihan pelaksanan tugas ketua umumnya. ”Kami harus hargai proses hukum oleh KPK. Kalau memang KPK menyatakan positif, tentu partai akan tegas dan strategis. Soal apakah ada Plt dan Plth, itu hak penuh DPP PPP. Yang penting tidak terjadi kekosongan,” kata Musyafa.
Plt atau Plh itu nanti yang akan mengomandani semua unsur partai untuk menghadapi Pemilu 2019 pada April mendatang. Meski, dirinya mengakui penangkapan Rommy, juga berdampak pada para caleg.
Musyafa mengatakan, beberapa caleg sempat down mendengar kabar penangkapan ketuanya. Untuk itu, dia berharap agar semua kader, terutama caleg PPP, tetap konsisten berkonsolidasi untuk upaya pemenangan.
“Sehingga, itu (penangkapan Rommy) lebih kepada pribadi. Bukan institusi partai. Kemudian, (caleg) harus menyadarkan masyarakat bahwa tetap PPP eksis dan konsis. Jangan putus asa,” tuturnya. (cuy/jpnn)
deking sembiring/sumut pos
BERSAMA: Skuad Mantan PSMS bersama Pewarta PSMS dan panitia penyelenggara Rumah Kita Cup saat laga ekshibisi di Stadion Kebun Bunga.
Deking sembiring/Sumut pos BERSAMA: Skuad Mantan PSMS bersama Pewarta PSMS dan panitia penyelenggara Rumah Kita Cup saat laga ekshibisi di Stadion Kebun Bunga.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Turnamen Sepak Bola Old Crack Rumah Kita 2019 resmi dibuka pada Jumat (15/3) sore di Stadion Kebun Bunga. Pada pertandingan perdana, PS Pemprovsu sukses mengalahkan PS Keluarga USU dengan skor 6-0.
PS Pemprovsu yang diperkuat sejumlah mantan pemain PSMS dan Timnas Indonesia seperti Sugiar, M Halim, hingga Ansyari Lubis, tidak kesulitan untuk menumbangkan PS Keluarga USU. Gol Pemprovsu dicetak oleh Ansyari Lubis (2 gol), Alamsyah, Gunawan, Ardi Mulyono dan Edy Syahputra. Hasil ini membuat PS Pemprovsu lolos ke babak semifinal.
Turnamen Rumah Kita 2019 ini dibuka oleh Ketua Asprov PSSI Sumut diwakili Sekretaris Umum Fityan Hamdi. Dalam sambutannya, Asprov PSSI Sumut memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menggelar turnamen ini.
“Meski bersifat silatirahmi, tapi turnamen ini setidaknya bisa menggairahkan sepak bola di Sumut,” ujar Fityan.
Fityan menambahkan, Kebun Bunga merupakan rumah bagi pemain sepak bola Kota Medan. Sudah banyak pemain PSMS dan Timnas lahir dari Kebun Bunga. “Nah, melalui turnamen ini, para legenda tersebut bisa kembali mengenang saat mereka masih bermain,” jelasnya.
Hal sama juga dikatakan Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggaben. Dia mengapresiasi turnamen ini, karena menjadi ajang silaturahmi mantan pemain PSMS dan nasional dari Sumut. “Itulah indahnya olahraga, banyak mantan pemain banyak berkumpul di sini,” sebut Monang.
Ketua Panitia, M Said Harahap MIkom, mengatakan turnamen ini berlangsung mulai Jumat (15/3) hingga Minggu (17/3). Dijelaskan, diberi nama Rumah Kita Cup karena dikaitkan dengan Stadion Kebun Bunga sebagai rumah para pemain sepakbola di Kota Medan. Stadion ini harus terus dipertahankan keberadaannya sebagai tempat lahirnya pemain-pemain andal.
“Kami berharap turnamen ini selain menjadi ajang mempererat silaturahim sesama mantan pemain sepakbola, juga sebagai inspirasi banyak pihak untuk bersama-sama mendukung meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga, khususnya sepakbola di Medan dan Sumatera Utara,” ucap Said.
Turnamen ini diikuti delapan tim yang bertanding adalah SIWO PWI Sumut, Bank Sumut, PS Pemprovsu, PS Pelindo, PS Kosek Hanudnas, Pertamina, PS Keluarga USU, dan tuan rumah mantan PSMS Remaja dan Junior tahun 1985-1988.
“Pertandingan sistem gugur. Tim pemenang di laga pertama langsung ke semifinal,” jelas Said.
Pembukaan turut dimeriahkan pertandingan eksibisi antara Pewarta PSMS melawan Mantan PSMS Medan. Laga ini dimenangkan Mantan PSMS dengan skor 4-1. Satu-satunya gol Pewarta PSMS lahir dari kaki Doni. (dek/don)