Home Blog Page 5533

Solok Selatan Diguncang Gempa 5,3 SR, 398 Rumah Rusak, 200 Orang Mengungsi

IST MENGUNGSI: Masyarakat korban gempa Solok Selatan, Sumbar, mengungsi ke lokasi penampungan, usai rumah mereka mengalami rusak berat diguncang gempa berkekuatan 5,3 SR, Kamis (28/2), sekira pukul 06.27 WIB. Foto kanan, kondisi rumah masyarakat yang mengalami rusak berat.
IST
MENGUNGSI: Masyarakat korban gempa Solok Selatan, Sumbar, mengungsi ke lokasi penampungan, usai rumah mereka mengalami rusak berat diguncang gempa berkekuatan 5,3 SR, Kamis (28/2), sekira pukul 06.27 WIB. Foto kanan, kondisi rumah masyarakat yang mengalami rusak berat.

SUMBAR, SUMUTPOS.CO – Dampak kerusakan bangunan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akibat guncangan gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR), terus bertambah. Total sementara kerusakan rumah warga mencapai 398 unit.

Hingga Kamis (28/2) sore, data sementara yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Solok Selatan, masing-masing 103 unit rumah rusak di Nagari Sungai Kunyit Barat, 187 unit di Nagari Sungai Kunyit. Lalu, 35 unit rumah di Nagari Talunan Maju, 21 unit di Nagari Talao, 21 unit di Nagari Bidar Alam, 11 unit di Nagari Lubuak Malako, dan 30 unit di Nagari Ranah Pantai Cermin. Dari total kerusakan itu, diketahui sebanyak 182 unit rusak ringan, 121 rusak sedang, dan 95 unit rusak berat.

Selain bangunan rumah warga, sejumlah fasilitas umum (fasum) juga mengalami kerusakan. Beberapa fasum rusak di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, antara lain satu unit Pustu, Puskesmas Mercu, SDN 02 Sungai Kunyit, SD PT KSI, SMAN 11 Solok Selatan, dan SMKN 2 Solok Selatan. Gempa juga merusak Masjid Baitul Muhajirin, dan Musala Tauhid. Di Nagari Talunan Maju, dilaporkan kerusakan satu unit Musala Albaraqah dan satu unit Posyandu. Sedangkan di Nagari Sangir Jujuan, gempa tektonik itu juga merusak satu unit masjid, MIN 3 Solok Selatan, dan bangunan SMPN 28 Solok Selatan.

“Di lihat dari dampaknya, ini bukan bencana kecil. Dampaknya sangat luas dan kerugian yang dialami korban sangat besar,” tutur Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Kamis (28/2).

Rahman juga mengatakan, hampir sebagian besar rumah-rumah warga di 3 kecamatan terdampak gempa mengalami kerusakan. “Sebanyak 90 persen rumah warga di Sungai Kunyit rusak. Sebagian sudah tidak bisa ditempati. Makanya, pemerintah menyediakan tenda untuk tempat berteduh sementara,” bebernya.

Rahman menjelaskan, pihaknya akan mengerahkan semua tenda yang dimiliki Dinas Sosial, BPBD, dan instansi terkait, untuk pengungsian warga sementara. “Semua pihak terkait juga harus tetap di sini (lokasi) untuk membantu masyarakat,” tegasnya. Hingga kini, Pemkab Solok bersama BPBD gabungan dan berbagai relawan, masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.

Gempabumi tektonik yang mengguncang Solok Selatan ini, terjadi sekira pukul 06.27 WIB, Kamis (28/2), dan disebutkan berkekuatan 5,6 SR. Namun, hasil pemuktakhiran analisis BMKG menunjukkan, jika gempabumi ini memiliki kekuatan 5,3 SR.

Episenter gempabumi ini berada di koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, pada kedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, pasca diguncang gempa, ratusan warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa tidur di tenda pengungsian. Data sementara, warga yang mengungsi akibat rumahnya mengalami rusak parah berjumlah 200 jiwa, dari 45 kepala keluarga (KK).

Semua pengungsi berasal dari Kecamatan Sangir Balai Janggo. Masing-masing, 16 KK dengan 88 jiwa dari Nagari Sungai Kunyit, 17 KK dengan 74 jiwa dari Nagari Sikunyit Barat, 7 KK dengan 30 jiwa dari Nagari Talunan, dan 2 KK dengan 8 jiwa dari Nagari Talao.

Rahman pun menjelaskan, saat ini, BPBD gabungan bersama relawan masih fokus terhadap penanganan bencana, pendataan kerusakan, dan memastikan masyarakat mendapatkan tempat berteduh. “Tempat berlindung sementara, pemerintah menyediakan tenda. Kami pastikan dulu warga dapat tempat berlindung dan menerima bantuan logistik,” ungkapnya.

Posko utama berada di Kantor Camat Sangir Balai Janggo, sebagai kecamatan terparah terdampak bencana. Sedangkan beberapa posko alternatif lainnya disebar di beberapa titik. “Lokasinya tidak ditentukan. Disesuaikan dengan kebutuhan lapangan saja,” jelas Rahman.

Rahman memastikan, pihaknya akan menempatkan semua sumber daya untuk membantu penanganan bencana. Hingga kondisi stabil, seluruh tim akan tetap berada di posko bencana. (jpc/saz)

Hindari Kesalahpahaman Jelang Pemilu, Pencetakan e-KTP WNA Ditunda

no picture
.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri memberikan klarifikasi terkait kisruh e-KTP untuk warga negara asing (WNA). Mereka menegaskan, telah terjadi kesalahan input data oleh KPU Cianjur. Meski begitu, agar polemik tidak semakin panjang, Ditjen Dukcapil memutuskan, menunda penerbitan e-KTP bagi WNA untuk pengajuan baru.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, sejak dia menjabat, tidak pernah ada problem terkait dengan e-KTP WNA. Penerbitannya merupakan implementasi UU No 23 Tahun 2006, yang diubah lewat UU No 24 Tahun 2013, tentang Administrasi Kependudukan.

Kasus di Cianjur merupakan masalah pertama sejak revisi Undang-Undang Administrasi Kependudukan berlaku. Sampai saat ini, lanjut Zudan, ada 1.600 e-KTP khusus WNA yang dicetak sejak 2013.

Penggantian warna atau desain e-KTP untuk WNA, juga sudah dilakukan. Bila kisruh berlanjut, penggantian warna atau desain akan diterapkan. ‘’Saya paham ini memang sedang Pemilu, makanya pencetakan e-KTP WNA akan kami berhentikan sampai Pemilu selesai,’’ tegas Zudan.

Sekilas, e-KTP milik WNI dan WNA memang tidak memiliki perbedaan berarti. Bentuk, warna, hingga font-nya pun mirip. Meski demikian, lanjut Zudan, ada cara yang mudah untuk membedakan mana e-KTP WNI dan WNA. Dalam kolom kewarganegaraan, Ditjen Dukcapil akan mengisi negara orang itu berasal untuk WNA. Sementara itu, bagi WNI, kolom kewarganegaraannya ditulis WNI.

Kolom agama, status perkawinan, dan pekerjaan akan diisi dengan menggunakan bahasa asing. ‘’Itu pembedanya,’’ lanjut Zudan.

Sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan beredarnya e-KTP seorang WNA bernama Guohui Chen. Bentuknya sama persis dengan e-KTP WNI. Hal itu memicu spekulasi, KTP tersebut sengaja dipalsukan. Tujuannya untuk kepentingan politik.

Belakangan, KPU mengklarifikasi, memang ada kemungkinan salah input data. NIK milik Guohui terdaftar ke dalam DPT dengan nama Bahar, warga Desa Sayang, Kabupaten Cianjur. Bahar berstatus WNI. Hanya, NIK di e-KTP-nya berbeda yang mungkin akibat salah input.

Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga menyayangkan kesalahan KPU Cianjur. Mereka telah salah memasukkan data DPT ke database. Karena input dilakukan secara manual, human error mungkin terjadi.

‘’Saya harap KPU juga tidak lagi meng-input satu per sastu data pemilih. Tapi, menggunakan akses di Ditjen Dukcapil yang password-nya pun sudah kami berikan,’’ pungkasnya. (jpc/saz)

Diduga Dibekingi “Orang Kuat”, Tender di BWSS II ’Beraroma’ Persekongkolan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan persekongkolan masih saja terjadi di pelaksanaan tender di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. Pada tender BWSS II tahun anggaran 2019 yang tengah berlangsung saat ini, praktik persekongkolan itu dinilai semakin parah.

Oleh sejumlah kalangan, semakin parahnya praktik persekongkolan tersebut, diduga karena dibekingi oknum “orang kuat”, yakni yang berpengaruh untuk menentukan pemenang tendern

Seperti halnya dalam tender paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi daerah irigasi perkotaan Kabupaten Batubara dengan nilai HPS Rp18.976.336.842,82, dituding kental dengan praktik persekongkolan.

PT Kalitra Bersinar Mandiri (KBM) keberatan dengan dikalahkannya dalam tender, di mana kekalahan itu menurut Pokja Tender karena alasan tidak memenuhi syarat pada evaluasi teknis. David Nababan dari PT KBM mengatakan, pihaknya bukan tak berdasar memprotes kekalahan itu.

“Antara lain, pertama karena harga penawaran kami Rp15,622 miliar sangat wajar. Kedua, karena kami heran, sebab perusahaan pemenang tender rehabilitasi jaringan irigasi Batubara itu adalah penawar tertinggi kedua dari 13 peserta yaitu Rp17,558 miliar,” sebutnya kepada wartawan di Medan, Rabu (27/2).

Terkait kalah pada evaluasi teknis yang menurut Pokja Tender karena Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang diajukan PT KBM tidak memenuhi syarat, menurut dia terkesan mengada-ada. Sebab PT KMB sudah menyampaikan RKK sebagaimana ketentuannya.

“Dan kalau mau jujur Pokja Tender BWSS, mengapa dalam pekerjaan tahun-tahun sebelumnya, yang meskipun suatu RKK perusahaan kurang sempurna, tetapi bisa dimenangkan? ‘Kan kekurangan RKK bisa disempurnakan dalam Pre Construction Meeting (PCM),” katanya.

Kemudian dalam kaitan RKK, terang David, pihaknya telah memiliki Sertifikat SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja yang teregister pada 30 Juli 2018. Di mana sebelum penerbitan sertifikat SMK3, telah terlebih dahulu dilakukan audit oleh auditor independen dari Jakarta dan ISO.

Lebih lanjut dikatakannya, keberatan atas kekalahan ini telah disampaikan PT KBM lewat surat sanggah ke Pokja Tender BWSS II pada 14 Februari 2019. “Dan karena dugaan kuatnya praktik persekongkolan ini, kami meminta agar Pokja melakukan tender ulang. Dan jika tidak dilakukan, maka kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum,” tambahnya.

Secara terpisah, M Rizki dari Divisi Investigasi Forum Jasa Konstruksi Sumatera Utara (Forjasi) juga menyebutkan dugaan kuatnya terjadi persekongkolan di setiap tender di BWSS II. “Jadi bukan di satu dua tender saja,” bebernya.

Bahkan ia mengungkapkan, pihaknya memiliki rekaman percakapan dari salah satu oknum rekanan yang mengaku mendapatkan arahan sebagai pemenang dengan membawa-bawa nama kepala BWSS II. Oleh karena itu, katanya, sudah seharusnya KPK melakukan penyelidikan atas kuatnya dugaan persekongkolan dan praktik suap menyuap di dalam pelaksanaan tender BWSS II.

“Apalagi bahwa oknum petinggi Ditjen SDA Kementerian PUPR, telah terjaring OTT KPK dalam kasus suap proyek air minum, akhir 2018. Artinya sangat kental dugaan kita bahwa praktik suap menyuap di BWSS II,” katanya.

Pokja Tender BWSS II tidak berhasil dikonfirmasi, kemarin. Demikian juga kepala BWSS II, tidak berada di kantor. Oleh petugas keamanan, baik Pokja maupun kepala BWSS II sedang bertugas ke luar kota.

Namun, Pokja Tender BWSS II dalam surat jawaban atas sanggahan PT KBM pada 18 Februari 2019, membantah tegas adanya praktik persekongkolan dalam tender paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi daerah irigasi perkotaan Kabupaten Batubara itu.

Dalam surat jawaban atas sanggahan PT KBM itu, Ketua Pokja Tender Rahmad Danny menegaskan, kekalahan PT KBM adalah karena PT KBM tidak memenuhi syarat pada evaluasi teknis penawaran, yakni pada RKK yang tidak mencantumkan penjelasan manajemen risiko dan rencana tindakan.

Ia mengatakan Pokja telah melakukan evaluasi sesuai dokumen pemilihan. Pokja tidak melakukan rekayasa yang mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat. (prn)

Akui Event Danau Toba Tak Maksimal, Tahun Ini Dispar Promosi ke Luar Negeri

Humas Provsu DISAMBUT TORTOR: Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah disambut tarian Tortor saat membuka puncak perayaan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Samosir di Pangururan, Rabu (27/2). Perayaan ditandai penekanan tombol sirene dan pelepasan balon gas, setelah dilakukan pemotongan kue ulang tahun. Berita terkait baca di halaman 4.
Humas Provsu
DISAMBUT TORTOR: Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah disambut tarian Tortor saat membuka puncak perayaan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Samosir di Pangururan, Rabu (27/2). Perayaan ditandai penekanan tombol sirene dan pelepasan balon gas, setelah dilakukan pemotongan kue ulang tahun. Berita terkait baca di halaman 4.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan sejumlah event di Danau Toba selama ini kerap dinilai tidak maksimal. Penyebabnya, promosi sangat minim, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tak ingin hal itu terulang untuk 17 event dalam Calender of Event (COE) Danau Toba 2019 yang baru diluncurkan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sumut, Wan Hidayati, berencana promosi ke luar negeri mulai tahun ini.

“Selama ini kegiatan pariwisata di daerah sangat minim promosi. Termasuk event-event yang digelar di kawasan Danau Toba. Belum ada satu pun event di Danau Toba yang dipromosikan hingga ke luar negeri. Tahun ini, kita usahakan (ikut),” kata Wan Hidayati kepada wartawan di Medan, Rabu (27/2).

Minimnya promosi, diakui Hidayati, menjadi salah satu faktor mengapa event-event yang dilaksanakan di Danau Toba kurang sukses dan kurang meriah. Dia mencontohkan seperti yang terjadi pada Festival Danau Toba (FDT) 2018 di Kabupaten Dairi. Karenanya, dia berharap FDT 2019 yang direncanakan akan digelar di Parapat, Kabupaten Simalungun pada 9 hingg 12 Desember 2019 dapat terlaksana maksimal.

“Tahun ini, FDT kita upayakan benar-benar spektakuler. Ada niatan lebih lagi, dari tahun-tahun sebelumnya,” harap Hidayati.

Sayangnya, dia belum mau memaparkan secara detail seperti apa konsep FDT yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

Dia juga menyebutkan, selama ini event-event yang dilaksanakan di kawasan Danau Toba juga belum berstandar internasional. Padahal, sudah ada event internasional seperti Samosir Music International yang melibatkan musisi dari sejumlah negara.

Demikian juga dengan Grand Fondo New York Lake Toba. “Harus kita akui, kalau eventnya begitu-begitu saja,” cetus Hidayati.

Di sisi lain, dia juga mengkritik masyarakat di sekitar objek wisata di Sumut, yang menurutnyan

masih kurang sadar wisata dan cinta budaya. Namun begitu, menurut dia, akan dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kemudian, fasilitas sarana dan prasarana belum memadai. Seperti amenitas (fasilitas pariwisata seperti rumah makan, restoran, toko cenderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain), rest area, termasuk destinasi tertata dan bersih,” tutur Hidayati.

Dengan begitu, ia meminta kepada delapan kabupaten di kawasan Danau Toba untuk mengajukan event-event yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. “Pemprov Sumut akan membantu dalam anggaran event tersebut. Event-event yang diusulkan, bukan event masyarakat local. Bukan begitu juga. Setidaknya, berstandar nasional,” sebut Hidayati.

Menurut Hidayati, untuk membangun pariwisata dengan baik harus ada kordinasi vertikal antara provinsi dan Kabupaten yang dioptimalkan. “Kemudian, senergi dengan pelaku usaha pariwisata seperti Asita, paket-paket perjalanan wisata. Kalau ini dijalani semuanya, kita yakin bisa berkualitas,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan, untuk pembangunan infrastruktur, Pemprov Sumut sudah menyediakan anggaran tahun 2019 ini. Termasuk, untuk pengembangan pariwisata di daerah ini. “Total anggaran kita di Dinas Pariwisata Sumut ada sekitar Rp25 miliar,” pungkasnya.

COE Danau Toba 2019 Disusun Kurator dan BPODT

Senada, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sumut, Muchlis Nasution juga meminta koordinasi dan sinergitas yang solid kepada pemkab sekawasan Danau Toba, guna menyukseskan Calender of Event (COE) Danau Toba 2019. Muchlis mengatakan, COE yang telah disusun dan dirilis bertujuan baik terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Sumut.

“Tidak hanya even, kita juga harapkan dari sisi bisnis ikut berpengaruh. Harus ada orang yang datang, harus ada orang menginap di hotel dan orang yang belanja sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat kita. Kemudian keterlibatan orang di daerah juga semakin bagus, artinya kehadiran banyak even ini bagus untuk masyarakat terutama di seputar even itu berlangsung. Untuk itu diperlukan sinergitas dan koordinasi yang kuat antarpemda dalam menyukseskan even yang ada ini,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (27/2).

Dari sisi anggaran, dia mengungkapkan, sebenarnya sudah ada ditampung pada masing-masing pemkab terkait. Sebab menurut dia, di masing-masing kegiatan bidang Dinas Pariwisata Pemkab se kawasan Danau Toba, sudah ada alokasi anggaran untuk kegiatan maupun promosi pariwisata mereka. “Untuk anggarannya sebenarnya masing-masing kabupaten/kota, seperti di kami (Disbudpar) itu terpisah anggarannya. Tergantung apa even yang digelar,” katanya.

Guna mendukung promosi COE Danau Toba 2019, Disbudpar Sumut sudah menyiapkan program partisipasi even di luar negeri. Pihaknya akan melibatkan stakeholder terkait seperti perusahaan travel untuk menjual paket pariwisata Sumut. “Untuk dalam negeri (promosi Danau Toba) kita sebenarnya sudah bagus ya, makanya kita mau tingkatkan promosi luar negeri. Tahun ini kita ada dikasih anggaran lebih baik dari sebelumnya untuk promosi ke luar negeri,” katanya.

Sesuai rencana dan program yang telah disusun, promosi COE Danau Toba dan pariwisata Sumut di luar negeri 2019 seperti di Kota Berlin, Jerman, Italia, Korea dan Malaysia yang memang menjadi pasar wisman terbesar bagi Sumut. “Eropa juga perlu kita masuki mengingat dekat-dekat even pariwisata dunia yang diselenggarakan tahun ini,” katanya.

Kesempatan itu disampaikannya, seingat dia pada tahun lalu tidak ada peluncuran secara eksklusif daftar COE Danau Toba seperti 2019 ini oleh Kemenpar. Dia juga tak mengingat persis dari 16 daftar COE 2019 itu, apakah ada penambahan atau kegiatan yang baru. “Jadi tahun ini ada kurator namanya yang menyusun even-even itu, dimana mereka juga sebagai penilai atas kegiatan yang sudah berjalan tahun lalu. Kemasannya sudah sebaik tahun ini, tapi saya tidak ingat, apakah ada perubahan. Beberapa diantaranya sudah terselenggara di kawasan Danau Toba,” katanya.

Selain ada kurator dari pusat, imbuh dia, sebagai pelaksana atas terkonsepnya COE Danau Toba 2019 berkat kerja dari BPODT. Oleh kedua unsur inilah dibahas lebih komprehensif daftar kalender even Danau Toba tersebut. “Dari even itu barulah dikurasi maka muncullah COE ini. Tapi saya tak tahu detil kegiatan tahun lalu dan tahun ini. Namun tetap ada kami pernah dimintai saran untuk mengkurasi kalender even, meski semua hasilnya diputuskan oleh usulan dari BPODT,” katanya.

Anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mengingatkan Pemprovsu untuk lebih meningkatkan target kunjungan wisatawan mancanegara dari 320 ribu pengunjung menjadi 500 ribu pengunjung per tahun. Penetapan target pengunjung wisman itu, menurut dia, masih jauh dari target nasional yaitu satu juta pengunjung. “Oleh karenanya diminta kepada Pemprovsu khususnya Disbudpar agar dapat menaikkan target kunjungan wisman mengingat Danau Toba salah satu KSPN,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan agar Pemprovsu jangan hanya fokus pada pengembangan KSPN Danau Toba, sebab Sumut punya banyak potensi pariwisata seperti Bahorok dan Tangkahan di Langkat, Nias serta daerah lainnya. “Pemprov sebagai perpanjangan tangan pusat dan koordinator wilayah, tentu harus mensinergikan semua ini supaya peningkatan PAD kita dari sektor pariwisata menjadi lebih optimal lagi,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Dukung Festival Seni Budaya DKSU

Sementara Gubsu Edy Rahmayadi mengapresiasi serta mendukung penuh Festival Seni dan Kebudayaan Sumut yang akan dilaksanakan Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) pada 19-24 Maret 2019. Menurutnya, kegiatan-kegiatan seperti festival tersebut berpotensi semarakkan pariwisata Sumut.

“Bagus ini, festival inikan merupakan salah satu metode sosialisasi seni dan budaya. Sehingga lebih banyak masyarakat yang kenal dengan keberagaman seni dan budaya kita di Sumut ini, dengan begitu menarik minat orang untuk berwisata ke sini,” ujarnya saat menerima kunjungan dari Ketua DKSU Baharuddin Saputra beserta rombongan di ruang kerjanya lantai 10, Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (27/2).

Pariwisata sebagai salah satu sektor yang juga diprioritaskan oleh Pemprov Sumut, kata Edy, membutuhkan strategi dan rencana-rencana yang mantap untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumut. “Festival ini salah satu contohnya, semakin banyak event-event seperti ini, apalagi tersebar di media, akan memberi kesan positif tentang Sumut,” ucapnya.

Saat ini, kata Gubernur, Pemprov sedang berusaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari 230.000 hingga 500.000 pengunjung. Karena itu disayangkan, jika masih ada kesan-kesan negatif yang ditampilkan tentang Sumut di media, seperti demo, kriminal, dan lainnya. “Hal-hal seperti ini kan tentu mengurangi minat orang untuk datang dan berinvestasi, nah kita butuh kegiatan seperti ini yang menyejukkan,” tuturnya.

Edy Rahmayadi kemudian berpesan agar kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut direncanakan dengan baik dan detail. Seluruh kesenian dan kebudayaan dari delapan etnis harus tergambar pada festival nantinya. “Hubungan kita dengan seni dan budaya kental sejak dulu, tolong hidupkan dan kembalikan lagi itu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DKSU Baharuddin Saputra menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Edy yang telah menerima dirinya dan rombongan. Baharuddin menjelaskan bahwa DKSU berencana untuk menyelenggarakan Festival Seni Budaya Sumut pada tanggal 19-24 Maret 2019 di Taman Budaya Sumut.

“Di sana nantinya akan digelar parade budaya dimulai dari Lapangan Merdeka hingga lokasi utama. Setelah itu beralngsung beberapa lomba, pameran lukisan dan fotografi, pertunjukan dan atraksi, intinya akan ada banyak stage di sana. Kita harapkan kehadiran Bapak untuk membuka festival nantinya,” ucapnya.

Baharuddin juga menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya ini merupakan festival perdana dan merupakan gebrakan dari kepengurusan DKSU periode 2017-2022 untuk tahun 2019. Seluruh kabupaten/kota akan diinformasikan untuk turut memeriahkan festival. (gus/prn)

Gubsu Dukung Tol Medan-Berastagi

istimewa TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi menerima buku sebagai cenderamata dari Ketua ICK Sumut Budi Sinulingga usai beraudiensi di ruang kerja, Kantor Gubsu, Rabu (27/2).
istimewa
TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi menerima buku sebagai cenderamata dari Ketua ICK Sumut Budi Sinulingga usai beraudiensi di ruang kerja, Kantor Gubsu, Rabu (27/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) terus berjuang menggolkan konsep yang mereka susun dalam mengatasi kemacetan di jalur Medan-Berastagi dengan membangun jalan tol atau jalan layang. Jika sebelumnya ICK telah memaparkannya ke Kementerian PUPR di Jakarta, kini mereka memaparkan konsep tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi pun menyambut baik konsep penyelesaian kemacetan Jalan Medan-Berastagi yang ditawarkan ICK dengan membangun jalan tol Medan-Berastagi ini. Apalagi, kemacetan merupakan salah satu persoalan yang kerap dialami setiap daerah, termasuk Sumut. Edy pun yakin, rencana itu dapat menjadi solusi kemacetan yang kerap terjadi pada jalur lintas yang menghubungkan beberapa kabupaten/kota di Sumut itu.

“Ini sangat baik sekali, karena ini merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi pada jalan tersebut,” ujar Edy saat menerima audiensi ICK yang dipimpin Budi Sinulingga, di ruang kerjanya, Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (27/2).

Selain itu, katanya, bila rencana ini bisa diwujudkan akan menjadikan masyarakat Kabupaten Karo lebih sejahtera. “Masyarakat Kabupaten Karo akan lebih sejahtera, karena hasil alamnya yang terkenal berupa sayuran dapat dijangkau dan disalurkan lebih cepat dengan perbaikan infrastruktur ini,” katanya.

Karenanya, ia mengajak kepada ICK untuk segera menyusun konsep jalan layang atau jalan tol terkait solusi kemacetan tersebut. “Mari kita bersatu, Pemprovsu punya anggaran. Apa yang bisa kita lakukan dengan anggaran ini dan apa yang bisa para cendikiawan gambarkan tapi riil, bukan seremonial,” katanya menambahkan Pemprovsu akan menindaklanjuti akan rencana tersebut.

Edy juga mengharapkan masukan-masukan yang dapat membangun Provinsi Sumut tidak hanya didapat dari ICK Sumut, namun lebih banyak lagi dari masyarakat. “Pemprov masih memerlukan banyak masukan dari masyarakat untuk membawa Sumatera Utara ini lebih baik kedepan,” ujarnya.

Ketua ICK Sumut Budi Sinulingga sebelumnya mengatakan, beberapa konsep memang telah disusun pihaknya, salah satunya konsep penyelesaian permasalahan kemacetan jalur Medan-Berastagi. “Ini sudah sangat parah, sering macet lima hingga tujuh jam. Macet yang terakhir bahkan hingga sepuluh jam,” katanya.

Konsep ini, lanjut dia, sudah disusun ICK Karo dan telah memaparkannya di kementerian PUPR beberapa waktu lalu. Kementerian pada kesempatan itu, ungkapnya, menyambut positif. “Tetapi kami merasa bila bapak gubernur Sumut bisa mengadakan kunjungan ke Kementerian PUPR, kemungkinan ini akan segera diproses,” ujarnya.

Dibahas di Rakornas

Sebelumnya, Komisi D DPRD Sumut sudah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PUPR pada 7 Februari lalu. Kesimpulannya, Kementerian PUPR menyambut positif rencana ini. Anggota Komisi D DPRD Sumut, Aripay Tambunan mengatakan, hal yang mereka sampaikan ke Kementerian PUPR waktu kunker lalu, tidak sebatas wacana pembangunan jalan tol Medan-Berastagi saja, juga rencana pembangunan jalan alternatif Deliserdang-Karo. “Inikan beberapa hal yang sudah kita bahas sebelumnya, dimana turut melibatkan stakeholder terkait, maka dari itu kita tidak lanjuti bersama ke pusat,” katanya menjawab Sumut Pos, tadi malam.

Kementerian PUPR, sebutnya, sudah menampung usulan tersebut dan akan menindaklanjutinya melalui Rapat Koordinasi Nasional yang melibatkan Kementerian Bappenas dan BBPJN II Kementerian PUPR Sumut. “Rencana Rakornas Maret mendatang, supaya nanti bisa menjadi prioritas usulan kita tersebut,” katanya.

Politisi PAN ini menambahkan, pihaknya juga bakal agendakan kunker lanjutan ke Kementerian LHK guna membicarakan masalah izin kawasan hutan yang akan terpakai untuk pembangunan jalan tersebut. “Karena kan ada hutan lindung yang mesti dipinjampakaikan atau diminta. Pada prinsipnya Kemen PUPR kemarin sudah oke dengan usulan tersebut,” ujarnya.

Urgensi soal pembangunan jalan tol Medan-Berastagi ini sebelumnya juga pernah ditegaskan Anggota DPRD Sumut, Nezar Djoeli. Meski begitu diakuinya, soal pembebasan lahan untuk rencana pembangunan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mengingat banyak melewati kawasan hutan lindung yang tentu dibutuhkan izin dari kementerian terkait. “Tapi kalau tidak dimulai, tentu rencana itu tidak akan pernah jadi juga. Makanya harus dimulai. Paling tidak dari FS (field study) dulu ada dibuat,” katanya.

Hemat politisi Partai NasDem itu, kebutuhan masyarakat bila dilihat sesuai kenyataannya sekarang ini, wacana pembangunan jalur tol Medan-Berastagi lebih prioritas dibanding ruas tol Kisaran-Rantauprapat dan Tebingtinggi-Siantar, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “Jadi begini, supaya fair dan adil, maunya dibuat lagilah kajian teknis lintas harian antara jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan Tebingtinggi-Siantar, dengan lintas harian untuk wacana jalur tol Medan-Berastagi. Mana yang angkanya tertinggi, bisa dari aspek volume kendaraan yang melintas atau lainnya, jika diperoleh angka terbanyak itu jadikan skala prioritas,” katanya. (prn)

Sidang Suap ‘Ketok Palu’ Mantan Gubsu Helmiati Stroke, Jaksa Tunda Tuntutan

istimewa TERDAKWA: Mantan anggota DPRD Sumut Muslim Simbolon dan Sonny Firdaus saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (27/2).
istimewa
TERDAKWA: Mantan anggota DPRD Sumut Muslim Simbolon dan Sonny Firdaus saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (27/2).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sidang tuntutan tiga terdakwa anggota DPRD Sumut terkait perkara suap ‘ketok palu’ dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, ditunda. Pasalnya, salah satu terdakwa, Helmiati diketahui mengalami sakit stroke.

Ketiga mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang bakal dibacakan tuntutannya kemarin, yakni Helmiati, Muslim Simbolon dan Sonny Firdaus.

“Perkembangan (kesehatan Helmiati) terakhir yang sampai ke kami, perkembangannya masih belum memungkinkan, sehingga kami meminta waktu lagi kepada yang mulia untuk menunda pembacaan tuntutan,” ucap jaksa KPK Luki Dwi Nugroho dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/2).

“Rencananya kalau memang memungkinkan, hari ini kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Ibu Helmiati, tetapi perkembangan terakhir masih belum memungkinkan,” lanjut Luki.

Karenanya, dia meminta Majelis Hakim menjadwalkan ulang agenda sidang yang tertunda hari ini. Dia meminta agar pembacaan tuntutan tetap dilakukan meski hanya dengan dua orang terdakwa.

“Dalam kondisi ini, pada minggu depan bisa dibacakan untuk dua orang saja begitu?,” tanya Ketua Majelis Hakim Muhammad Sirad.

“Bisa yang mulia,” jawab Jaksa Luki.

Hakim Sirad kemudian mempersilakan JPU KPK untuk mengajukan dan menyusun kembali tuntutan. Sidang akan dijadwalkan pada Rabu, 6 Maret 2019. “Untuk minggu depan tetap kita tuntut selain Bu Helmiati, Pak Sonny dan Muslim Simbolon,” kata Jaksa Luki usai persidangan.

Usai persidangan, jaksa menyebut, Helmiati mengalami stroke. Kondisi Helmiati disebut jaksa masih terlalu lemah untuk mengikuti persidangan. “Sakit stroke, ternyata informasi yang kami dapatkan beliau masih dalam kondisi lemah,” ucap jaksa.

Helmiati, Sonny, dan Muslim didakwa menerima uang suap ‘ketok palu’ dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Uang suap tersebut dimaksudkan untuk pengesahan APBD Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012 sampai tahun 2015.

Jaksa menyebut Helmiati, Muslim Simbolon dan Sonny Firdaus menyetujui menarik usulan hak interpelasi tahun 2015. Jumlah uang yang diterima mereka berbeda-beda, Helmiati menerima uang Rp 495 juta, Muslim Simbolon menerima uang Rp 615 juta, dan Sonny Firdaus menerima uang Rp 495 juta.

Para terdakwa diyakini melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP. (bbs)

Menembus Hutan Batangtoru, Rimba Terakhir Pulau Sumatera (2), Lestarikan Orangutan dari Ancaman Kepunahan

TERANCAM: Orangutan Tapanuli yang ada di Hutan Batangtoru yang keberadaannya kini mulai terancam punah.
TERANCAM: Orangutan Tapanuli yang ada di Hutan Batangtoru yang keberadaannya kini mulai terancam punah.

Sesi ramah tamah dengan penghuni Camp Mayang Sabtu (23/2) pagi itu usai. Perut saya sudah terisi penuh setelah menyantap sarapan. Masakannya sederhana, tapi tak sederhana sekali. Masakan ala anak pecinta alam lebih tepatnya: ringkas bernutrisi.

Saat itu Sheila ambil tanggung jawab sebagai pelayan bagi seisi pondok. Sejak subuh, tepatnya pukul 05.00 WIB, ia sudah sibuk dengan barang-barang dapur. Kebetulan hari itu jadwalnya piketn

Piket juga berlaku bagi 6 pemuda lain yang terlibat dalam konservasi Orangutan Tapanuli di kamp.

Setidaknya ada 8 orang tamu yang datang ke kamp itu, termasuk saya dan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut. Kami sejatinya ingin melihat langsung dari dekat, bagaimana kehidupan Orangutan Tapanuli yang berada di ekosistem Batangtoru.

Tas, sepatu bot, tempat makan dan minum untuk santap siang, menjadi hal dasar yang harus disiapkan sebelum masuk ke hutan. Total ada 5 tim yang terdiri dari 3 sampai 4 orang akan menelusuri rute jalan setapak areal konservasi, setelah briefing malam sebelumnya.

Saya dan seorang lagi rekan media dari Jawa Pos, memilih menelusuri hutan rimba Batangtoru itu bersama Sheila. Kami memilih jalur ke arah Timur kamp.

Langkah kami dipandu Sheila masuk ke hutan belantara. Sepanjang perjalanan, jejer baris pohon hutan primer Batangtoru seakan bercerita akan keanggunannya. Masih alami belum terjamah.

Terkadang terderngar suara-suara fauna yang bersembunyi dari balik pohon dan kejauhan hutan. Saya penasaran, ada berapa banyak macam fauna di sana. “Selain Orangutan Tapanuli, ada 23 jenis satwa dilindungi lain di sini, seperti Harimau, Macan Dahan, Siamang, Kambing Hutan,” terang Sheila sembari memimpin jalan kami.

Mendengar kata harimau, ia sendiri belum pernah bertemu dengan binatang buas dan paling kuat di ekosistem Hutan Batangtoru. ‘Kucing besar’ itu katanya lebih memilih menjauhi manusia bila dia sedang tidak lapar.

“Gak usah takut. Harimau pada dasarnya lebih memilih menjauhi manusia ketimbang datang mendekat. Itu kalau tidak lapar. Makanya kalau ada harimau yang masuk ke wilayah manusia, itu tandanya hutan sudah tak lagi menyediakan makanan,” terangnya.

Kembali kami berjalan, masuk lebih dalam ke hutan. Semakin ke dalam, barisan pohon-pohon semakin sempit. Rute observasi yang kami ikuti semakin tak bersahabat. Tanjakan, turunan, hingga menyeberangi sungai melewati batang pohon tumbang, jadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.

Tetiba terdengar samar-samar suara dari atas pohon, Sheila pun berhenti. Perempuan ini pun mengamati bila saja suara itu datang dari pergerakan Orangutan Tapanuli. “Oh cuma suara daun jatuh, ayok kita jalan lagi,” ajaknya.

Kami pun kembali melanjutkan perjalanan, hingga pada titik di pedalaman hutan kuranglebih satu setengah jam perjalanan dari kamp. Lokasinya cukup terbuka dan berada agak tinggi. Spot yang baik mengamati Orangutan Tapanuli.

Sheila bercerita, Orangutan Tapanuli sifatnya pemalu. Begitu mengetahui ada manusia yang mendekatinya ia akan bersembunyi. “Selain jumlahnya yang semakin menipis. Orangutan juga pemalu. Jadi tidak sulit juga untuk mengungkap,” ungkapnya.

Di momen santai itu, saya tanyai Sheila soal hasil penelitiannya ketika meneliti perilaku Orangutan Tapanuli yang menjadi tugas akhirnya S1 saat di IPB. Dari hasil penelitian skripsinya, ia belajar tentang cara anak Orangutan Tapanuli dalam mencari makan.

“Dari hasil dari penelitian ku, anak Orangutan Tapanuli punya indepensi tinggi dalam mencari makan. Sedangkan berdasarkan teorinya anak Orangutan tidak se-independen itu. Ada banyak faktor sih yang menyebabkan hal itu. Tapi sewaktu saya membuat skripsi, saya hanya memiliki waktu 21 hari jadi teori yang saya dapat dari penelitian belum cukup,” ungkapnya.

Dari pemaparan Sheila, Orangutan Tapanuli berbeda dengan Orangutan Sumatera maupun Orangutan Kalimantan. Perbedaan itu ketahuan sejak 2017 lalu, sementara Orangutan Tapanuli sendiri sudah ditemukan sejak 2007.

Sampai saat ini Sheila sendiri masih melakukan observasi mendalam soal perbedaan perilaku antara Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera. Tapi yang sudah pasti, katanya, adalah soal populasi mereka yang tak banyak di ekosistem Hutan Batangtoru.

Perjalanan pun berlanjut, sejak pagi hingga hari mulai sore, tak satupun Orangutan Tapanuli yang kami temukan. Padahal, rute yang kami lewati merupakan daerah yang sempat jadi tempat bersarangnya primata itu.

Mereka sendiri, sebagai tim observasi dalam 1 tahun tidak sering bertemu dengan Orangutan Tapanuli. Demikian halnya yang dialami Sheila. Kuranglebih setahun baru ia baru beberapa kali bertemu dengan Orangutan Tapanuli.

“Namun fakta soal Orangutan Tapanuli maupun Orangutan Sumatera dan Orangutan Kalimantan lebih kepada genetikanya. Untuk perilaku kita masih melakukan observasi lebih lanjut. Jadi perlu diketahui orang awam, saat ini Indonesia memiliki tiga spesies kera besar sehingga perlu dijaga kelestariannya. Artinya Indonesia ini punya keanekaragaman fauna yang luar biasa,”sebutnya.

Hari pun mulai senja. Perburuan kami mencari Orangutan Tapanuli berakhir. Kami pun bergegas menuju rute arah kembali ke Kamp Mayang. Sekira pukul 15.00 WIB kami pun tiba dan beristirahat dari perjalanan yang menyita tenaga itu.

Kelima tim yang turun juga tak mendapat apa-apa. Nasibnya sama seperti kami, belum berhasil melihat langsung Orangutan Tapanuli di habitat asalnya.

Di Kamp Mayang, kami bertemu dengan pengamat primata asal Cekoslovakia, Stan Lotha. Ia sudah 14 tahun meneliti primata yang tersebar di Indonesia. Ia memilih tak ikut masuk ke hutan memilih untuk menyelesaikan hasil risetnya. “Halo, selamat malam,” sapa Stan berbahasa Indonesia ke saya.

Sembari menikmati santap malam, kami banyak bercerita soal keberadaan Orangutan Tapanuli yang kini terancam habitatnya. Ia mengatakan, di Hutan Batangtoru, distribusi primata ini terbagi di tiga blok. “Blok Barat, Blok Timur dan Blok Sibualbuali. Dan yang paling banyak terdapat di Blok Barat bagian dataran rendah,” katanya.

Banyaknya populasi Orangutan Tapanuli di kawasan dataran rendah Blok Barat karena ketersediaan pakan yang banyak. “Orangutan Tapanuli kan makannya buah berdaging, dan itu banyaknya ada di dataran rendah, Berbeda dengan keberadaan Orangutan di kawasan dataran tinggi Blok Barat. Makanya penyebaran mereka lebih banyak di kawasan dataran rendah,” sebutnya.

Pernah suatu ketika primata itu berada di pemukiman manusia dan bertemu dengan warga. Kala itu Orangutan tersebut sedang menunggu buah durian dari kebun warga. Konflik antara Orangutan Tapanuli dengan warga pun terjadi dan mengharuskan pihak YEL-SOCP dari Kamp Mayang turun mengusir kembali Orangutan itu ke habitatnya.

“Dan dengan rencana keberadaan pembangunan PLTA Batangtoru yang berlokasi di kawasan dataran rendah, tempat populasi terbanyak Orangutan Batangtoru, itu mengancam keberadaan Orangutan Tapanuli,” ungkapnya.

Ketika pembangunan itu terjadi, distribusi Orangutan Tapanuli akan terputus. Teori yang ia dapat, perlu ada distribusi antara Orangutan Tapanuli dari tiga blok tersebut.

“Jadi ketika kembangbiak Orangutan itu hanya sebatas komunitasnya saja, akan terjadi incest (perkawinan sedarah) yang terus-menerus. Dan itu tidak baik bagi kesinambungan mereka. Akan ada genetika Orangutan Tapanuli yang hilang dan lambat laun menuju kepunahan,” sebutnya.

Ia berharap pemerintah setempat dan pusat berpikiran konkrit bagaimana melestarikan keberadaan Orangutan Tapanuli. Menurutnya, keberadaan Orangutan Tapanuli saat ini berada di posisi terancam punah.

Kata Stan, informasi yang didapat, YEL akan membangun koridor hutan berupa pohon buatan yang akan menghubungkan distribusi Orangutan Tapanuli dari tiga blok tadi. “Tujuannya agar distribusi Orangutan itu bisa berjalan baik dan kembangbiak mereka bisa sempurna. Harapan saya semua pihak peduli akan hal itu. Tidak memandangnya sebelah mata dan semakin menambah cepat kepunahan Orangutan Tapanuli itu dari Pulau Sumatera,” pungkas Stan. (*)

Inalum Cup 2019, PS Sergai Optimis Tekuk Tuan Rumah

Surya/Sumut Pos PENGARAHAN: Ketua KONI Sergai memberi pengarahan kepada skuad PS Sergai.
Surya/Sumut Pos
PENGARAHAN: Ketua KONI Sergai memberi pengarahan kepada skuad PS Sergai.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – PS Sergai siap menghadapi semifinal Piala Inalum 2019. Mereka akan menghadapi tuan rumah Inalum FC di Lapangan Tanjunggading, Kabupaten Batubara, Kamis (28/2) sore nanti.

Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Serdangbedagai, Siswanto atau yang kerap disapa Iwan Batok kepada Sumut Pos, Rabu (27/2) di Dalanta Coffe, Pelataran parkir Pemkab Sergai. Dalam laga ini Siswanto mengatakan sudah mempersiapkan tim suporter untuk mendukung para pemain putra terbaik Sergai di pertandingan semifinal melawan PT Inalum FC.

“Kita sudah siapkan suporter untuk mendukung para pemain PS Sergai dalam laga melawan Inalum FC, saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Sergai, apa pun ceritanya PS Sergai harus menang untuk melaju ke babak final,” bilang Siswanto.

Sementara itu pelatih PS Sergai Fendi Armin mengatakan, dalam laga semifinal ini, PS Sergai siap beradu strategi demi menumbangkan Inalum di kandangnya. “Kalau kita lihat memang belum tahu strategi apa yang dipakai tuan rumah nantinya, tentunya dalam permainan ini, pasti ada titik kelemahan dari tim lawan tersebut,” kata Fendi.

Untuk itu Fendi berharap, para pemain tim PS Sergai agar tetap menjaga kekompakan dan kerjasama tim dalam bertanding saat melawan tuan rumah.

Sebelumnya PS Sergai lolos dari grup D yang dihuni PS Bintang Batu Bara, dan PSDS Deli Serdang. PS Sergai berhasil meraih juara grup setelah mengalahkan PSDS 1-0 dan PS Bintang Batubara 2-1. Di babak delapan besar mereka menumbangkan PS Simalungun 2-0. (sur/don)

Jokdri Hanya Diperiksa Empat Jam, Bahas Piala Presiden

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemeriksaan ketiga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono tak berlangsung lama. Pria yang akrab disapa Jokdri itu hanya menjalani pemeriksaan selama 4 jam lebih, sejak pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 14.00 WIB.

Usai diperiksa, tersangka kasus perusakan barang bukti berupa dokumen pengaturan skor Liga Indonesia tersebut tidak menyampaikan bagaimana proses penyidikan berlangsung. Hanya saja ia mengatakan bahwa pemeriksaan ketiga itu merupakan permohonan pribadi pada saat BAP kedua.

“Ada dua poin saja. Pertama memang konfirmasi ulang BAP kedua hari Kamis 21 Februari, minggu yang lalu. Kemudian yang kedua, saya secara pribadi menyampaikan permohonan untuk datang kembali minggu depan (hari ini),” ujar Jokdri usai keluar dari ruangan penyidik, Rabu (27/2).

Ia mengatakan, pemeriksaannya berhubungan dengan beberapa agenda yang sedang dipersiapkan, khususnya menjelang kick off Piala Presiden.

“Ini juga ada hubungannya dengan beberapa agenda yang sedang kami persiapkan, khususnya menjelang kick off piala presiden. Alhamdulillah disetujui oleh penyidik,” ujarnya.

Diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sejak Kamis, (14/2) lalu. Hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap Jokdri atas kasus penghancuran barang bukti pengaturan skor itu.

Jokdri terancam dijerat dengan pasal berlapis. Ia disangka melanggar Pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.

Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233.

Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi. (bbs/jpc/don)

3 Maret Perkenalkan Manajemen Baru PSMS, NorthCliff Maju Terus

doni hermawan//sumut pos LANJUT: Keputusan NorthCliff untuk menjadi sponsor dan mengambil alih manajemen PSMS tetap akan dilakukan meski PT tengah bergejolak.
doni hermawan//sumut pos
LANJUT: Keputusan NorthCliff untuk menjadi sponsor dan mengambil alih manajemen PSMS tetap akan dilakukan meski PT tengah bergejolak.

Niat NorthCliff untuk lanjut menjadi sponsor utama PSMS dan terlibat lebih jauh dengan mengambil alih manajemen PSMS dipastikan tak surut. Meski masih adanya sengketa dualisme di PT Kinantan Medan Indonesia dengan PT PeSeMeS.

Kabar soal bakal adanya perubahan manajemen baru PSMS memang sudah santer terdengar dalam dua pekan terakhir. Meskipun memang belum ada pengumuman resmi ke publik. Namun saat publik menantikan kabar baik itu, justru diselingi kabar soal PSMS yang terancam dualisme karena PT PeSeMeS muncul lagi ke publik dengan melakukan pergantian direksi baru.

Direktur Utama NorthCliff Sport, Muslich Widjaya mengatakan pihaknya tetap akan maju untuk membantu PSMS di Liga 2 ini. Soal sengketa dua PT tersebut, pria yang akrab disapa Wiwid ini ogah berkomentar.

“Kalau soal itu kami tahu, tapi kami tidak mau banyak komentar. Karena itu belum ranahnya kami. Yang penting saat ini kami masih siap membantu dan mengelola PSMS,” beber Wiwid.

NorthCliff sebelumnya sudah setahun terakhir menjadi sponsor utama PSMS. Kedekatan emosional antara Erry Sulistio selaku CEO NorthCliff yang merupakan anak mantan pengurus PSMS, Muslimin membuat hubungan NorthCliff dan PSMS tak sebatas sponsorship.

Selain itu mereka juga membentuk keagenan untuk pemain. Eks PSMS seperti Firza Andika berhasil diorbitkan ke klub Belgia, AFC Tubize.

“Kami juga masuk ke PSMS ini tidak ada unsur politik atau kepentingan yang lain. Kami fokus membantu PSMS karena punya hubungan emosional kuat terhadap tim ini,” ungkap Muslich.

Untuk itu NorthCliff mulai menunjukkan kepastian kapan peresmian mereka mengambil alih manajemen PSMS. “Tanggal 3 Maret nanti akan kami perkenalkan manajemen yang baru,” katanya.

Sebagai pihak ketiga, Muslich mengatakan untuk menyerahkan proses sengketa kepada PSMS. Dia yakin akan segera tuntas.

“Soal itu sudah ada yang urus, biar saja dari pihak PSMS yang atur semua. Kita mau dukung PSMS Medan kok, kita enggak ada unsur politiknya,” pungkasnya. (don)