Home Blog Page 5543

Kisah Ferianti Sidabutar, Wirausaha Muda dalam Boot Camp 2019, Pakai Medsos, Banyak Pesanan Ulos dari Luar Provinsi

pran Hasibuan/Sumut Pos SEMRINGAH: Wirausaha muda asal Samosir, Ferianti Sidabutar semringah saat disambangi Tim UNESCO, City Indonesia dan wartawan di kediamannya di Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pengururan, Kabupaten Samosir, Sumut, Senin (18/2) lalu.
pran Hasibuan/Sumut Pos
SEMRINGAH: Wirausaha muda asal Samosir, Ferianti Sidabutar semringah saat disambangi Tim UNESCO, City Indonesia dan wartawan di kediamannya di Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pengururan, Kabupaten Samosir, Sumut, Senin (18/2) lalu.

SUMUTPOS.CO – Kehadiran teknologi berwujud media sosial, sungguh membantu para penenun ulos di Tanah Toba. Jika dulu mereka kesulitan berbelanja bahan baku hingga memasarkan produknya, kini semua lebih mudah dan terbuka. Para penenun Tanah Toba siap menatap masa depan gemilang dari hasil karyanya. Semua karena media sosial alias medsos.

Ferianti Sinabutar, satu di antara 117 wirausaha muda beruntung asal Tanah Toba. Ini dikarenakan ia berkesempatan ikut dalam Boot Camp Youth Entreprenuer, inisiasi City Indonesia dan UNESCO. Selama acara berlangsung dua hari (19-20/2) pekan lalu, Ferianti tampak antusias ingin mendalami pengetahuan seputar usaha yang kini ia tekuni, yakni menenun ulos.

Tak sekadar soal bagaimana cara memasarkan produk yang dihasilkan, melalui boot camp, peserta juga diajarkan pendekatan asal usul dan sejarah ulos. Begitupun tren dan perkembangan ulos, variasi motif, dan cara modifikasinya, sehingga tidak hanya dapat digunakan pada acara adat.

“Kalau dulu (motif ulos) yang kami tenun, itu ada gambar cicak, gorga, dan bintang. Kalau sekarang, kami tambahi pernak-perniknya seperti bunga tabur untuk latarnya, sehingga dia kelihatan lebih cantik,” ujar Ferianti saat disambangi tim City Indonesia, UNESCO, dan wartawan di kediamannya, Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pengururan, Kabupaten Samosir, Sumut, Senin (18/2).

Sebelum menggeluti tenun ATBM, Ferianti mengaku fokus menenun ulos secara tradisional. Keahliannya diperoleh dari nenek. Pemasaran produk ulos mereka hanya di sekitaran Pulau Samosir dan kawasan Danau Toba saja. Sejak mendapat banyak pelatihan dan binaan dari Deskranasda Samosir serta City Indonesia dan UNESCO, kini dia bisa menjual hasil karyanya hingga ke Bogor, Jawa Barat.

“Itu semua setelah saya diajari bisnis pemasaran melalui medsos Instagram. Kalau dulu itu bingung, karena pasarnya mentok di sini-sini aja. Setelah dilatih cara berbisnis melalui medsos, banyak pesanan datang dari luar provinsi. Medsos sangat membantu saya memasarkan hasil tenun ulos,” ujar wanita berparas sawo matang ini semringah.

Untuk produksi ulos, kini ia sudah menggunakan alat tenun semi modern. Dalam seminggu, ia bisa membuat tiga stel untuk bakal baju. “Jika kita fokus dan konsern siapkan satu bakal, paling cepat itu bisa selesai dalam dua hari. Itu untuk bakal baju ya. Dulu produksinya dijual melalui Deskranasda di sini. Tapi sejak diajari jualan menggunakan Instagram dan Facebook, sekarang semuanya jauh lebih mudah,” ujarnya.

Saat ini, fokus UNESCO dan City Indonesia dalam membimbing wirausaha muda di Tanah Toba, masih tahap marketing dan pemasaran. Para wirausahawan diajari cara mengemas hasil produk dan karya mereka, yang ditampilkan melalui akun medsos pribadi si penenun dan akun resmi instansi.

Diharapkan setiap kali hasil produk itu terpampang di medsos, mampu menggugah calon pembeli, baik dari dalam negeri hingga mancanegara.

“Produksi ulos paling murah itu harganya kisaran Rp450 ribu, paling mahal bisa sampai Rp1,8 juta. Tergantung jenis bakal kain dan motifnya. Semakin rumit membuatnya, semakin mahal harganya,” kata Ferianti.

Hasil produk Ferianti dan 116 wirausaha muda di lima kabupaten se kawasan Danau Toba, sering dipamerkan setiap kali ada event kebudayaan dan UMKM. Baik di Samosir sebagai inisiator dari Pemkab, juga dari pemda lainnya di Sumut. Bukan tak hanya itu, hasil karya wirausaha muda dibawah masing-masing Deskranasda mereka, juga kerap dipamerkan melalui acara Inacraft yang mewakili Provinsi Sumut.

Ajang sebesar Inacraft, diakui Ferianti, membantunya mendapatkan keuntungan lumayan besar dari biasanya. Sebab tamu yang hadir datang dari banyak belahan dunia dan juga daerah.

“Iya, setiap Inacraft hasil-hasil tenun ulos saya selalu dibawa untuk dipajang. Saya tentu senang bisa jalan-jalan ke daerah lain setiap tahunnya, dan mengenalkan ulos kepada banyak pengunjung,” kata wanita 22 tahun yang sudah menenun ulos sejak SMP tersebut.

“Jika dulu itu bahan baku susah kita dapat dari sini, tapi sejak belajar jualan di medsos saya bisa pesan motif-motif baru untuk diproduksi, sehingga banyak variasi yang nantinya akan dipasarkan,” pungkasnya.

Prioritas Pendampingan

Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N Makki, mengatakan kawasan Danau Toba merupakan satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata. Sehingga dengan pendampingan wirausaha mudanya, diharapkan dapat memajukan industri kreatif dan peningkatan pendapatan ekonomi.

“Ada 5 kabupaten/kota yang kita lakukan pembinaan. Yakni Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, dan Tapanuli Utara. Dengan rangkaian pelatihan kewirausahaan ini, kita berharap peserta memiliki keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial serta sumber daya lain yang dapat mengarahkan mereka menuhu sukses,” ujarnya menjawab wartawan, di Samosir Cottage, Selasa (19/2).

Adapun penerima manfaat program ini, yakni yang bergerak pada tradisi budaya khas Sumut. Seperti tenun, ulos, pahat gorga, serta industri kreatif lainnya. Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, serta promosi melalui sosial media dan metode pengambilan gambar berkualitas menggunakan ponsel pintar.

Setelah mengikuti program boot camp, para penerima manfaat akan mendapatkan online mentoring pengembangan rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan. Proses mentoring dan pendampingan teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan dan masing-masing sektor yang mengikuti program ini.

“Informasi terkini mengenai program dapat disaksikan di akun sosial media @kitamudakreatif yang berfungsi juga menjadi sarana promosi untuk produk dan jasa dari para anak muda penerima manfaat,” katanya. (**)

Peserta P3K Tahap I Ikuti Ujian Seleksi, Eldin: Semoga Semua Peserta Lulus

Teddy Akbari/sumut pos LIHAT HASIL: Seorang Honorer K2 Binjai mengabadikan nilai ujian P3K usai mengikuti ujian seleksi di Ruang Komputer SMKN 1 Binjai, Sabtu (23/2).
Teddy Akbari/sumut pos
LIHAT HASIL: Seorang Honorer K2 Binjai mengabadikan nilai ujian P3K usai mengikuti ujian seleksi di Ruang Komputer SMKN 1 Binjai, Sabtu (23/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk tenaga honorer kategori dua (K-2) di Pemkab dan Pemko se-Sumut memasuki tahap tes atau ujian, Sabtu (23/2). Seluruh peserta yang dinyatakan lolos administrasi, hadir dalam seleksi P3K tahap satu tersebut.

Di Medan, ujian seleksi P3K dilaksanakan di SMK Negeri Binaan Provinsi Sumut, Jalan Karya Dalam, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat, yang diikuti 197 orang peserta untuk formasi tenaga pendidikan dan penyuluhan pertaniann

Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin SMSi MH didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & Pengembangan SDM) Kota Medan Muslim Harahap meninjau pelaksanaan ujian tersebut. Eldin menyaksikan para peserta yang dibagi dalam lima ruang tersebut, serius mengerjakan soal ujian langsung di komputer, sebab ujian diselenggarakan dengan sistem online.

Kepada para peserta ujian, selain terus berdoa, wali kota juga berpesan agar mengerjakan soal dengan benar, teliti dan tidak terburu-buru. Disarankannya, mana soal-soal yang mudah untuk dikerjakan lebih dahulu setelah itu barulah menyusul soal-soal yang sukar. Dengan demikian wali kota berharap seluruh peserta yang mengikuti ujian lulus sehingga menjadi P3K. “Kita melihat mereka cukup serius, semoga mereka dapat menjawab seluruh soal yang diajukan dengan baik dan benar. Kita doakan agar mereka semua lulus dan diterima menjadi P3K,” kata Eldin.

Dalam peninjauan itu, Eldin tak lupa berpesan agar seluruh peserta ujian jangan mengharapkan bantuan orang lain. Artinya, seluruh peserta harus percaya dengan kemampuan dirinya masing-masing. “Di samping itu konsentrasi penuh, insya Allah semua jawaban yang diajukan dapat dijawab dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Apalagi sambung Eldin, seluruh peserta langsung tahu hasil ujian yang baru diikutinya. Tak lama setelah ujian selesai, nilai ujian langsung keluar. “Jadi tidak bisa diotak-atik lagi. Tidak ada yang bisa membantu kecuali diri peserta sendiri,” pesannya.

Sementara Kepala BKD dan PSDM Kota Medan, Muslim Harahap mengatakan, penerimaan P3K 2019 ini ditentukan langsung oleh pemerintah pusat, mulai peserta yang ikut ujian, soal serta penetapan yang lulus ujian. Artinya, Pemko Medan hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan ujian agar berjalan dengan sukses dan lancar. “Ujian penerimaan P3K 2019 di Pemko Medan ini diikuti 197 orang. Mereka merupakan tenaga pendidikan dan penyuluhan pertanian. Perinciannya, 180 orang tenaga pendidikan, sedangkan sisanya 17 orang lagi merupakan tenaga penyuluh pertanian,” jelas Muslim.

20 Honorer K2 Binjai Ikut Ujian

Di Binjai, sebanyak 20 honorer K2 mengikuti ujian di Ruang Komputer SMK Negeri 1 Binjai, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Sabtu (24/2). Ujian berjalan tertib yang turut diawasi Kepala Inspektorat Aspian, didampingi Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian BKD Binjai Hendra Januar. “Enggak ada kuota-kuota. Sudah ditetapkan sama pusat,” jelas Hendra ketika disoal jumlah P3K yang dibutuhkan Pemerintah Kota Binjai tahun 2019 ini.

Menurutnya, mereka yang mengikuti ujian ini sudah dinyatakan Lulus verifikasi atau memenuhi syarat. “Hasil yang mengumumkan pusat, BKN atau Menpan RB. Untuk mengetahui soal (ujian peserta P3K), dapat dilihat dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 dan Permenpan RB Nomor 4 Tahun 2019,” beber Hendra, Minggu (24/2).

Usai ujian, peserta ujian yang semuanya mengenakan kemeja putih tangan panjang dan celana panjang hitam ini tampak melihat layar monitor yang menunjukkan skor atau nilai hasil ujian mereka. Menurut Hendra, hasil yang diketahui ini langsung diupload ke BKN atau Menpan RB.

Ditanya kapan hasil ujian diumumkan, Hendra mengaku tidak tahu. “Setelah pengumuman, pasti ada pemberkasan untuk mereka yang dinyatakan lulus nantinya. Tapipun kami belum dapat petunjuk teknisnya. Intruksinya sebatas melaksanakan ujian seleksi,” tandas Hendra.

216 Peserta di Deliserdang

Di Deliserdang, sebanyak 216 peserta mengikuti ujian P3Kdi SMKN 1, Percut Seituan, Sabtu (23/2). Turut hadir memantau pelaksanaan ujian mewakili Kementerian Pertanian, Sekdakab Deliserdang Darwin Zein SSos, Kepala BKD Yudi Hilmawan SE MM, Sekretaris Inspektorat Usron, Kabid Pengadaan Pegawai dan Mutasi Drs Syahrul MPd.

Syahrul mengatakan, pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar. “Ujian PPPK ini dilakukan cukup sekali saja dengan kelulusan peserta tergantung standar passing grade yang ditetapkan Kemenpan RB. Berbeda dengan seleksi CASN baru-baru ini yang dilakukan beberapa tahap,” terang Syahrul.

Kelulusan peserta nantinya tergantung dari Kemenpan RB dan akan diumumkan secara resmi melalui portal.deliserdangkab.go.id. “Tahapan selanjutnya bagi yang lulus yaitu pemberkasan untuk mendapatkan nomor induk PPPK,” imbuh Kabid Pengadaan Pegawai dan Mutasi tersebut.

Lebih lanjut dijelaskannya, 216 peserta yang ikut ujian itu terdiri dari 64 Penyuluh Pertanian dan 152 tenaga guru eks tenaga honor kategori 2. Sementara yang tidak hadir dalam ujian tersebut walau sudah mendaftar sebanyak 2 peserta.

“Memang awalnya kita buka penerimaan PPPK sebanyak 296 orang sesuai data dari Kemenpan RB dengan kriteria 1 tenaga kesehatan eks tenaga honor kategori 2, 225 tenaga guru eks tenaga honor kategori 2 dan 70 Penyuluh Pertanian. Namun saat mendaftar hanya 64 Penyuluh Pertanian dan 152 tenaga guru eks tenaga honor kategori 2, sementara 1 peserta tenaga kesehatan tidak ikut mendaftar,” beber Syahrul.

Ditanya mengapa bisa terjadi demikian, Syahrul menerangkan sudah mengumumkan dan menyurati dinas terkait untuk mengerahui kuota pendaftaran. “Kita tidak tahu alasan beberapa orang lagi yang tidak mendaftar, mungkin sudah bekerja di tempat lain atau mungkin juga tidak berminat dan mungkin juga terlalu jauh. Itulah kemungkinan alasan yang tidak mau mendaftar,” tutupnya.

///218 Peserta Ikuti Seleksi P3K di Asahan

Pemkab Asahan juga menggelar ujian seleksi P3K yang diikuti 201 peserta. Ujian ini digelar di Ruangan Komputer SMKN 2 Kisaran Jalan Sei Rengas, Kecamatan Kisaran Barat, Sabtu (23/2). Kepala BKD Asahan, Nazaruddin mengatakan, ada 218 orang yang mendaftar. Namun yang lulus seleksi administrasi sebanyak 201 orang. Sementara Pemkab Asahan memiliki kuota 284 orang. “Dari 201 yang lulus seleksi administrasi itu, tenaga pendidik ada 134 orang dan penyuluh pertanian 67 orang,” bilang Nasaruddin.

Karena fasilitas tidak memadai, maka ujian dilaksanakan dua gelombang, yakni gelombang pertama dilaksanakan pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dan gelombang kedua pukul 13.00 WIB hingga 15.15 WIB. (ris/ted/btr/omi)

Per 1 Maret, Obat KankerNasofaring dan Usus Harus Bayar, BPJS Kesehatan Tak Lagi Jamin 2 Obat Kanker

istimewa KEMOTERAPI: Seorang pasien saat menjalani kemoterapi di satu rumah sakit pemerintah, baru-baru ini. Kini BPJS Kesehatan tak lagi menjamin 2 obat untuk kanker nasofaring dan usus.
istimewa
KEMOTERAPI: Seorang pasien saat menjalani kemoterapi di satu rumah sakit pemerintah, baru-baru ini. Kini BPJS Kesehatan tak lagi menjamin 2 obat untuk kanker nasofaring dan usus.

Menteri Kesehatan melalui Keputusan Menkes Nomor: HK.01.07/MENKES/707/2018, telah mengeluarkan obat kanker bevacizumab dan cetuximab dari Formularium Nasional (Fornas)
per 1 Maret 2019.

Ini artinya, kedua obat kanker tersebut, per 1 Maret 2019 tidak lagi dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Obat kanker bevacizumab dengan sangat jelas memang dikeluarkan dari Fornas. Sementara obat cetuximab, walaupun masih ada di Fornas, namun obat ini tidak lagi dijamin untuk kanker kolorektal metastatic dan kanker nasofaring. Sehingga pasien peserta BPJS Kesehatan yang menggunakan obat tersebut, harus membayar,” tutur Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.

Menurut Timboel, keputusan tersebut akan menurunkan manfaat bagi peserta JKN penyintas kanker. Tidak hanya pasien JKN, keputusan Menkes tersebut, dikhawatirkan akan membatasi kalangan dokter dalam memberikan obat-obatan sesuai indikasi medis. “Bahwa kami meyakini, Keputusan Menkes ini, dibuat hanya untuk diabdikan bagi pengendalian defisit program JKN, dengan mengorbankan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN,” jelasnya.

Sehingga dengan adanya keputusan ini, Timboel menganggap, pemerintah belum mampu mencarikan solusi atas masalah defisit tanpa menurunkan manfaat pelayanan kesehatan. “Pemerintah tidak belajar dari kasus tahun lalu, yang mengeluarkan obat kanker transtuzumab dari Fornas. Setelah digugat oleh Ibu Yuni, dan dilakukan perdamaian di pengadilan negeri, akhirnya obat kanker ini kembali dimasukkan dalam Fornas,” ungkapnya.

Dia meminta, agar Kemenkes dan BPJS Kesehatan, menghentikan pembuatan regulasi yang menurunkan manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Menurut Timboel, seluruh proses pembuatan regulasi harus melibatkan publik dengan melakukan uji publik dan sosialisasi.

Sementara itu, di kalangan dokter, penghapusan obat masih kontroversi. Dokter spesialis bedah kepala leher RSUD dr Soetomo, dr Urip Murtedjo menyatakan, obat cetuximab jarang digunakan sebagai obat kanker nasofaring. Sehingga jika dihapus pun, tidak menjadi masalah. “Selama ini saya menggunakan kemoterapi dan radiasi dengan obat selain itu (cetuximab, red). Jadi, tidak masalah,” bebernya.

Bahkan Urip sempat menanyakan dengan beberapa koleganya, apakah ada yang menggunakan obat tersebut? Dia mendapati jawaban, cetuximab yang merupakan obat untuk kemoterapi, jarang digunakan. “Mungkin di beberapa negara digunakan, jadi ada dokter yang juga menggunakan,” imbuhnya, saat dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos).

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas, menanggapi hal ini. Menurutnya, kewe- nangan BPJS Kesehatan hanyalah menjalani regulasi. Sedangkan Permenkes yang menyebutkan, 2 obat kanker tersebut dikeluarkan dari Fornas, merupakan rekomendasi oleh Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (KPTK).

Sehingga, ketika obat tidak tercantum dalam Fornas, maka BPJS Kesehatan tidak akan memberikan klaim. “Kalau manfaat langsung ke BPJS Kesehatan tentu bukan tentang menutup pembiayaan,” pungkas Iqbal. (lyn/jpnn/saz)

Waspadai Hujan Deras dan Angin Kencang di Sumatera

triadi wibowo/sumut pos ANGIN KENCANG: Kendaraan melintasi jalan saat cuaca hujan badai di Fly Over Amplas, belum lama ini.
triadi wibowo/sumut pos
ANGIN KENCANG: Kendaraan melintasi jalan saat cuaca hujan badai di Fly Over Amplas, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi terjadinya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut akan berlangsung hingga akhir Februari 2019.

Peningkatan curah hujan disebabkan sirkulasi sirklonik di sekitar wilayah Sumatera. Selain itu, ada juga sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan selat Makassar, yang membentuk belokan dan pertemuan angin, yang menyebabkan massa udara a kan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

“Kondisi udara yang relatif lebih lembab, juga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Diprakirakan keadaan ini akan berlangsung hingga 3 hari ke depan,” tutur Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (24/2).

Selanjutnya, aktivitas sirkulasi tersebut akan menurun dan digantikan dengan area pertemuan atau belokan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Jawa, yang terbentuk karena sirkulasi siklonik di wilayah Australia bagian utara. “Area pertemuan atau belokan angin ini, juga akan mendukung pertumbuhan awan,” jelas Mulyono.

Adapun wilayah-wilayah yang berpotensi hujan deras serta hujan disertai kilat, petir, serta angin kencang untuk periode 23-25 Februari, antara lain Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Sementara itu, potensi hujan deras disertai kilat, petir, dan angin kencang untuk periode 26-28 Februari, antara lain di Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.

BMKG juga memprediksi gelombang tinggi 2,5-4 meter di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Laut Maluku bagian utara, perairan Raja Ampat-Sorong, perairan Manokwari, Samudera Pasifik utara Halmahera, hingga Papua, perairan utara Biak, perairan utara Jayapura-Sarmi.

“Masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” pungkasnya. (jpc/saz)

Pangdam I/BB: Tugas Bawaslu Berat

ISTIMEWA SAMBUTAN: Pangdam I/BB Mayjend TNI Sabrar Fadhilah, didampingi Anggota Bawaslu Sumut Marwan, Johan Alamsyah, Henry Sitinjak, Herdi Munte, dan Suhadi Situmorang, saat menyampaikan sambutan dalam acara Rakor Bawaslu Kabupaten Kota se-Sumut di Le Polonia Hotel, Jumat (22/2).
ISTIMEWA
SAMBUTAN: Pangdam I/BB Mayjend TNI Sabrar Fadhilah, didampingi Anggota Bawaslu Sumut Marwan, Johan Alamsyah, Henry Sitinjak, Herdi Munte, dan Suhadi Situmorang, saat menyampaikan sambutan dalam acara Rakor Bawaslu Kabupaten Kota se-Sumut di Le Polonia Hotel, Jumat (22/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Sabrar Fadhilah mengatakan, tugas Bawaslu sangatlah berat menjelang Pemilu 2019 ini. Bahkan tugasnya hampir sama dengan TNI.

“Bawaslu adalah pengawal demokrasi. TNI pengawal NKRI. Tugas Bawaslu ini adalah tugas yang sangat mulia. Saya yakin para komisioner Bawaslu di seluruh kabupaten kota di Sumatera Utara ini, semuanya memiliki integritas yang sangat tinggi,” tutur Fadhilah pada acara Rapat Koordinasi Bawaslu Kabupaten Kota se-Sumut di Le Polonia Hotel, Jumat (22/2) lalu.

Fadhilah menjelaskan, integritas itu adalah soal hati. Hati yang paling dalam untuk bertugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Jadi, tugas ini sangat berat. Tugas ini sangat mulia. Saya yakin sahabat semuanya akan bisa mengemban amanah ini,” katanya.

Dia juga menjelaskan, pengawas pemilu meski menjadi penyelenggara, tapi tetap memiliki hak pilih. Dengan begitu, jajaran Bawaslu di Sumut juga harus bisa menjaga net-ralitas. “Baik dan buruknya penyelenggaraan Pemilu 2019 ini di Sumut, semuanya ada di tangan rekan-rekan Bawaslu. Kalau TNI itu netral dan tidak ada hak pilih, beda dengan Bawaslu yang memiliki hak pilih. Jadi, jaga betul netralitas ini,” harap Fadhilah.

Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumut, Jumsadi Damanik menyakini, kinerja Bawaslu merupakan tonggak demokrasi bangsa. Bawaslu sesuai kewenangannya akan mampu menegakkan keadilan Pemilu khususnya di wilayah Sumut.

“Saya tadi mendengar alunan Mars Bawaslu yang sangat menginspirasi, sangat menggugah semangat. Saya yakin jajaran Bawaslu di Sumut sudah bertugas sesuai dengan isi Mars Bawaslu ini,” katanya.

Dia juga optimistis jajaran Bawaslu Sumut dan juga seluruh Bawaslu kabupaten kota memiliki integritas yang sangat tinggi, dalam rangka suksesi Pemilu serentak kali ini.

Koordinator Bidang Organisasi Bawaslu Sumut, Johan Alamsyah mengatakan, dalam rakor tersebut, turut dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh Bawaslu kabupaten kota se-Sumut. “Jajaran Bawaslu se-Sumut harus selalu menjaga integritas dan tingkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Tanpa itu, keadilan Pemilu sulit ditegakkan oleh Bawaslu,” jelasnya.

Jajaran Bawaslu juga harus mampu mewujudkan harapan seluruh pemangku kepentingan dan rakyat, yakni sebagai tonggak demokrasi yang konsisten mengawasi Pemilu, dan menegakkan keadilan Pemilu di Sumut. “Semangat untuk bekerja lebih baik dari hari ke hari harus dipelihara terus menerus,” pungkas Johan. (prn/saz)

Selaraskan Persepsi Regulasi Penghitungan Suara, KPU dan Bawaslu Ikuti Bimtek

ist BIMTEK: Ketua KPU Sumut Yulhasni sampaikan sambutan pada bimbingan teknis yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra pada 23-25 Februari.
ist
BIMTEK: Ketua KPU Sumut Yulhasni sampaikan sambutan pada bimbingan teknis yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra pada 23-25 Februari.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) se-Sumatera Utara menyamakan persepi terkait regulasi proses pemungutan, perhitungan suara, rekapitulasi hasil penghi- tungan suara, dan penetapan kursi dan calon terpilih dalam Pemilu 2019.

Penyamaan persepsi tersebut diwujudkan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra pada 23-25 Februari. Kegiatan yang difasilitasi KPU Sumatera Utara ini, dihadiri lebih dari 200 peserta, dan menghadirkan narasumber Biro Teknis KPU RI, KPU Sumut, dan Bawaslu Sumut.

Ketua KPU Sumut Yulhasni, dalam sambutannya berharap, hasil bimtek dapat menyamakan persepsi masing-masing penyelenggara Pemilu, yakni KPU dan Bawaslu agar dapat mengatasi masalah yang ditemukan saat penghitungan suara.

Di dalam bimtek, lanjutnya, turut diadakan diskusi tentang Peraturan KPU (PKPU) lalu disandingkan dengan PKPU terkait seperti logistik dan data pemilih.

“Kami berharap, nanti tidak ada masalah di TPS akibat ketidaktahuan penyelenggara,” kata Yulhasni.

Selain diskusi tentang regulasi, juga dilaksanakan bimtek aplikasi situng (sistem perhitungan) yang diarahkan langsung Sekretariat KPU RI, simulasi pengisian C1, arahan dari anggota KPU Sumut, Bawaslu, serta simulasi logistik ke TPS.

Acara ini dihadiri KPU RI, KPU Sumut, Bawaslu Sumut, KPU kabupaten kota, dan Bawaslu kabupaten kota se-Sumut.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang, mengapresasi kegiatan ini. Dia berharap, Bawaslu se-Sumut juga memahami dan menyamakan persepsi terkait regulasi tentang proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Kita ingin Pemilu 2019 berjalan dengan sukses dan didukung oleh kesiapan penyelenggaranya,” pungkasnya. (prn/saz)

Dua Artis Meriahkan HMAF 2019

KARATE: Andika Yudatama, siswa Kelas X IPA 1 SMA Harapan Mandiri meraih medali emas Kejuaraan Karate Lemkari Sumut pada 9-10 Februari 2019.
KARATE: Andika Yudatama, siswa Kelas X IPA 1 SMA Harapan Mandiri meraih medali emas Kejuaraan Karate Lemkari Sumut pada 9-10 Februari 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Artis ibukota Cynthia Gabriella dan Wahyu Selow akan memeriahkan Harapan Mandiri Art Fair (HMAF) 2019 di Jalan Brigjend Zein Hamid Nomor 40, Medan pada 1-2 Maret 2019.

Koordinator OSIS Perguruan Harapan Mandiri Fritz HS Damanik di Medan, Minggu (24/2), mengatakan, kehadiran Cynthia Gabriella dan Wahyu Selow akan menghibur siswa/siswi Perguruan Harapan Mandiri Medan dengan menyanyikan lagu-lagunya.

“Kita adakan acaranya dua hari. Hari pertama ada perlombaan modern dance, dance cover K-Pop, modern dance, modeling, dan kompetisi PUBG mobile. Hari kedua sebagai puncak acara, ada penampilan artis ibukota Wahyu Selow dan Cynthia Gabriella,” ujar Fritz HS Damanik didampingi Ketua OSIS Nicolas dan Wakil Ketua OSIS Dimas.

Untuk lomba pop karaoke dibagi menjadi 3 kategori, yakni SD, SMP, dan SMA/SMK atau yang sederajat. Sedangkan lomba modeling dibagi menjadi tiga kelompok yakni 4-8 tahun, 9-12 tahun, dan 13-18 tahun.

Pengunjung juga bisa menikmati makanan dan minuman di stan-stan yang tersedia, termasuk berbelanja aksesoris dan kosmetik-kosmetik. Perguruan Harapan Mandiri Medan juga membuka stan per unit bagi yang mendapatkan informasi lebih mengenai sekolah tersebut.

Selain digelar sebagai wadah belajar berorganisasi bagi anak-anak didik, kata Fritz, HMAF 2019 juga ajang promosi bagi sekolah.

Sejak 2003, Perguruan Harapan Mandiri telah tercatat sebagai sekolah swasta di Medan yang terakreditasi A dan sudah banyak mencetak prestasi mulai dari unit PG, TK, SD, SMP, SMA bahkan SMK.

Adapun fasilitas yang sudah tersedia, menurut dia, mulai dari kelas yang nyaman, full AC, free WiFi, laboratorium komputer, biologi, kimia, bahasa dan seni, perpustakaan, ruang serba guna, kamar mandi, hingga lapangan olahraga, indoor dan outdoor, playground, serta kolam renang.

Kepala SMA Harapan Mandiri, Kwok Hin menyebutkan, HMAF 2019 merupakan komitmen Perguruan Harapan Mandiri menyediakan pendidikan berkualitas.

‘’Yang bertujuan mengembangkan Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spritual Quotient (SQ), Creativity Quotient (CQ) dan Adversity Quotient (AQ).

Kalau IQ, EQ, dan SQ jelas tidak asing lagi. Namun kami menambahkan CQ dan AQ,’’ imbuhya.

CQ adalah cara kita untuk menumbuhkan anak-anak yang kreatif dan inovatif. ‘’Sedangkan AQ adalah menumbuhkan kemampuan anak didik untuk bertahan dalam kesulitan sehingga tidak mudah menyerah,” tutur Kwok Hin.

Selain itu, dirasa perlu untuk mendukung kegiatan akademis dan non-akademis para anak didik. Untuk itu perguruan ini menyediakan banyak kegiatan ektrakulikuler yang mendukung siswa memperoleh pengajaran di luar mata pelajaran umum di sekolah.

“Kami memperhatikan bakat anak didik. Sehingga kami bisa kembangkan melalui kegiatan luar sekolah. Ada teater, cheers, Paspandri atau Pasukan Pengibar Bendera Harapan Mandiri dan Pahamri atau Pramuka Harapan Mandiri,” tuturnya.

Seluruh kegiatan ektrakulikuler tersebut sudah meraih prestasi baik didalam dan diluar Kota Medan. Seperti halnya Paspandri, seorang anggotanya dari tingkat SMA yakni Dinda Ayuni terpilih menjadi anggota Paskibra Kota Medan melalui seleksi ketat dengan 800 siswa lainnya. Ia langsung dikukuhkan oleh Wali Kota Medan dan mengibarkan bendera di Lapangan Benteng pada ulang tahun RI ke 73.

Dalam olahraga, M Ilham Effendi, siswa SMP Harapan Mandiri meraih gelar juara III di perlombaan Bulu Tangkis O2SN Tingkat SMP se Kota Medan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan pada 30 Juli 2018. (*)

Dua Rumah Rusak Diterjang Puting-Beliung

no picture
no picture

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Hujan deras disertai angin puting-beliung yang melanda kawasan Kota Binjai mengakibatkan dua rumah rusak, dan seorang warga mengalami luka-luka ketimpa tenda, Sabtu (23/2) sore.

Informasi diperoleh, cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan dua pohon tumbang di Jalan Gunung Kerinci, Kelurahan Tanahmerah dan Kelurahan Bhaktikarya, Binjai Selatan. Akibatnya, badan jalan tertutup tumbangan pohon.

Meski demikian, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai bergerak cepat usai hujan reda. Dua pohon yang menutup badan jalan sudah dilakukan evakuasi.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani, tiga rumah yang mengalami rusak sedang milik Suryatin di Jalan Samanhudi, Lingkungan III, Kelurahan Bhaktikarya, Binjai Selatan dan Novianti (31) warga Jalan Gunung Kerinci, Kelurahan Tanahmerah, Binjai Selatan.

“Satu rumah lagi milik Ibu Novianti yang saat terjadi bencana, sedang dalam keadaan kosong. Selain dua rumah, juga ada satu tempat usaha ternak ayam milik Fulay yang mengalami rusak sedang,” jelas Yani, Minggu (24/2).

Dalam kejadian ini, BPBD melaporkan tidak ada korban meninggal dan juga yang mengungsi. Menurut Yani, BPBD Kota Binjai sudah mengerahkan 1 regu yang terdiri dari 30 personel untuk membantu evakuasi sekaligus patroli pascacuaca ekstrem tersebut. “Puing-puing dan pohon yang tumbang sudah dievakuasi yang berakhir pukul 17.00 WIB (semalam sore),” ujar dia.

Kemarin (24/2), BPBD Binjai menunjukkan rasa empatinya dengan memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya dihantam angin puting beliung. “Ada 8 jenis paket bantuan yang diserahkan. Semoga bermanfaat,” tandas Yani. (ted/han)

Syukuran HUT ke-15, PFI Medan Berbagi Hadiah

.
.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan merayakan syukuran HUT ke-15 di Berastagi, Karo, Sabtu (23/2) kemarin. Ada berbagai acara yang dilaksanakan dalam perayaan ini, mulai lomba foto antar anggota, hingga pemberian piagam kepada anggota kehormatan.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi menyatakan perayaan ini sebagai wujud rasa syukur dan ajang silaturahim. Apalagi karena kesibukan para anggota, membuat pertemuan semakin sulit dilaksanakan. “Perayaan ini juga sebagai ajang reuni. Karena kita juga memperkenalkan para anggota baru, yang baru saja bergabung dengan PFI Medan,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini jumlah total anggota PFI Medan berjumlah 102 orang, dimana 18 di antaranya merupakan anggota baru.

Sebelum dinyatakan resmi menjadi anggota, setidaknya 18 orang tersebut terlebih dahulu mengisi formulir dan ikut seleksi yang dilakukan oleh anggota dewan kehormatan PFI Medan.

“Dengan bertambahnya anggota PFI Medan, kita berharap semakin mempererat rasa silaturahim, dan regenerasi dalam foto jurnalistik terus berkembang,”harapnya.

Dalam acara ini, PFI Medan menyerahkan 3 piagam penghargaan kepada orang-orang yang telah membantu kinerja anggota PFI Medan saat menjalankan tugasnya. Adapun yang mendapatkan penghargaan, yaitu Dedi Nelson, Anto Sembiring, dan Tibta Nangin.

Seperti diketahui, merayakan HUT ke-15 ini, PFI Medan melaksanakan lomba foto untuk para anggota. Adapun lomba foto ini dimenangkan oleh Sutanta Aditya, Tibta Perangin-angin, dan Kristanto Sembiring.

“Tema foto tidak ada, ini hanya untuk memeriahkan acara. Dan banyak yang ikut serta dalam lomba ini,” tutupnya. Kemeriahan acara HUT PFI Medan ke-15 didukung oleh berbagai pihak, seperti XL Axiata, dan Noerlen oleh-oleh khas Medan. (ram)

Bupati Karo Tinjau Pasar Rakyat

Solideo/SUMUT POS TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau Pasar Rakyat yang merupakan revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.
Solideo/SUMUT POS
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau Pasar Rakyat yang merupakan revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau Pasar Rakyat Desa Munte,Jumat (22/2). Pasar rakyat ini merupakan program revitalisasi Kementerian Perdagangan melalui Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Terkelin Brahmana menegaskan, pasar rakyat identik sebagai pasar tradisional yang ada sejak dulu. Keberadaan pasar rakyat sangat dibutuhkan, sebagai sarana distribusi dan memperlancar proses penyaluran barang, jasa dari produsen kepada konsumen.

“Pasar Rakyat juga berfungsi mempertemukan penjual dan pembeli. Selain itu, fungsi pasar rakyat juga sebagai sarana promosi hasil pertanian Desa Munte maupun sekeliling desa yang menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan barang atau jasa pada konsumen,” kata Terkelin.

Bupati Karo dalam kunjungannya di Pasar Rakyat Desa Munte, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo, Almina br Bangun, Kepala Dinas Pertanian Karo, Sarjana Purba, Camat Munte, Edi Ginting Manik, staf PUPR Hendra Mitcon Purba, meninjau kondisi Pasar Rakyat Munte yang selesai dibangun.

Disebutkan Terkelin, keberadaan pasar rakyat membantu masyarakat Desa Munte menjual langsung hasil produksi mereka, serta memudahkan memperoleh barang atau jasa. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karo, Almina br Bangun menyebutkan bahwa Pasar Rakyat Desa Munte dibangun Kementerian Perdagangan dengan menggunakan angaran TP (Tugas Pembantuan) dengan nilai Rp6 miliar.

Anggaran itu, sebut Almina, untuk pembangunan Pasar Rakyat Desa Munte dedi atas lahan 55 meter kali 23 meter, dengan jumlah bangunan kios 83 unit yang berukuran 2 meter kali 3 meter. Juga, bangunan balai sebanyak 117 unit dengan ukuran 1,5 meter kali 1 meter. Dikatakan Almina, sudah 61 pedagang terpilih (berhak) menempati kios yang dibangun.

“61 orang (pedagang) ini sebelumnya, kita minta kerja sama dan membuahkan kesepakatan jika sudah selesai pasar rakyat dibangun, maka mereka diperbolehkan kembali berjualan, berusaha sesuai haknya. Sedangkan sisa 22 unit kios lagi, belum ada pemiliknya. Maka sesuai dengan ketentuan, ke depan akan kita undi. Bagi yang berminat silakan daftar dan ajukan, namun tidak mengabaikan persyaratan yang disediakan nantinya,” tegas Almina.

Ditambahkannya, peresmian pengoperasian Pasar Rakyat Munte masih menunggu dari Kementerian Perdagangan. “Sesuai informasi yang kita terima dari Kementerian Perdagangan, peresmian rencananya Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 Maret 2019 di Jakarta. Tapi ini masih tentatif. Jika ada perubahan maka kita sampaikan lagi,” pungkas Almina. (deo/han)