Home Blog Page 5542

Tuntutan Pekerjaan 14 Alumni LP3I Binjai Tak Jelas

Teddy Akbari/sumut pos RDP: Anggota Komisi C DPRD Binjai Rapat Dengar Pendapat bersama pengurus LP3I dan Disdik Binjai terkait kejelasan nasib 14 alumni LP31 yang sampai saat ini belum bekerja.
Teddy Akbari/sumut pos
RDP: Anggota Komisi C DPRD Binjai Rapat Dengar Pendapat bersama pengurus LP3I dan Disdik Binjai terkait kejelasan nasib 14 alumni LP31 yang sampai saat ini belum bekerja.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Binjai kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) serta Dinas Pendidikan Kota Binjai di Ruang Komisi C, Senin (25/2).

Namun hingga sore, RDP lanjutan terkait dugaan penipuan publik yang dilakukan LP3I ini belum menuai hasil. Dimana 14 alumni LP3I Binjai pun terkatung-katung karena pekerjaan yang dijanjikan belum jelas.

Bahkan, mereka juga tidak dapat melanjutkan kuliah mengingat LP3I Binjai hanya merupakan tempat kursus. Bukan kampus sebagaimana yang diutarakan LP3I Binjai sebelumnya kepada mereka saat mendaftar. Ketua Komisi C DPRD Binjai, Irfan Asriandi yang memimpin RDP dihadiri BM LP3I Binjai Maulidina beserta pengurus dan Kepala Disdik Indriyani. Dihadapan wakil rakyat. Maulidina pun memaparkan tindaklanjut yang sudah dilakukan LP3I terkait polemik tersebut.

Mulai dari pengiriman surat undangan melalui WhatsApp hingga mendatangi rumah para alumni mereka. Namun diakui Maulidina, hanya 4 orang yang bersedia menghadiri undangan dari 17 yang diundang.

Mereka yang hadir, kata Maulidina, tiga di antaranya lanjut ikut program yang sudah ditentukan LP3I. “Bahkan satu dari tiga orang itu sudah masuk kerja,” ujar Maulidina.

Meski demikian, kalangan wakil rakyat menilai, LP3I Binjai harus bertanggungjawab terkait polemik yang dilanda 14 alumni. Karenanya, legislator Kota Rambutan menilai, LP3I Binjai sejatinya harus undang kembali para alumni yang disertai undangan juga kepada Disdik atau Komisi C DPRD Binjai.

“Kita pertemukan lagi semua. Sehingga kita bisa mencari apa solusi terbaiknya,” saran Anggota Komisi C DPRD Binjai, HM Yusuf.

Menindak lanjuti saran dari anggota Komisi C, LP3I menyatakan sanggup. Bahkan dalam wktu dekat, LP3I Binjai akan gelar pertemuan menyoal hal ini di gedung mereka, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Timbanglangkat, Binjai Timur.

Sementara, Disdik Binjai bersedia bantu LP3I untuk menempatkan 14 alumni mereka agar dapat bekerja sesuai kebutuhan di sekolah-sekolah. Karenanya, Disdik Binjai meminta data alumni dan jurusan yang diambil. Mereka terdiri dari 10 orang jurusan administrasi bisnis, seorang komputer akuntansi dan tiga orang lagi jurusan informatika komputer. (ted)

Terbit Rencana Pimpin Apel Perdana, ASN Harus Kerja Keras, Cerdas, dan Tuntas

BAMBANG/SUMUT POS APEL PERDANA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memimpin apel perdana di jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat.
BAMBANG/SUMUT POS
APEL PERDANA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memimpin apel perdana di jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Prestasi yang sudah dicapai oleh Ngogesa Sitepu, akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, melalui rangkaian upaya dan kerja keras. Demikian disampaikan Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memimpin apel perdana bersama Aparatur Negri Sipil (ASN) di Halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (25/2).

Dikatakannya, setelah dirinya dilantik bersama H Syah Afandin SH, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Langkat berkomitmen untuk melanjutkan dan meneruskan serta meningkatkan pembangunann Kabupaten Langkat yang telah dirintis pendahulunya, H Ngogesa Sitepu.

“Mengawalinya, kami mengistruksikan kepada seluruh ASN pemkab Langkat, untuk menguatkan komitmen, meningkatkan kinerja dengan amanah. Serta memahami tugas pokok dan fungsi kewenangan instansi masing-masing, agar kegagalan tugas tidak terjadi hanya karena kelengahan diri kita,” sebutnya.

Untuk menghindari hal itu, kata Bupati, ASN jangan ada yang bekerja setengah hati atau bekerja asal jadi dan miskin inovasi, miskin kreatifitas dan miskin kerja keras. ASN Langkat harus siap bekerja keras, siap bekerja cerdas dan siap bekerja tuntas, agar kerja yang harusnya berhasil tidak berakhir dengan kehampaan.

“Hal ini ditekankan, karena dalam memimpin kabupaten langkat, kami sangat berharap bantuan dan keseriusan seluruhnya. Tanpa dukungan ASN, sebaik apapun visi dan misi yang kami emban, tentu tidak akan berjalan, sebab eksekusinya tidak maksimal,” pungkasnya.

Kepada Kepala SKPD yaitu Sekda, berikut Staf Ahli Bupati dan Asisten, dalam koordinasi agar dapat memotivasi jajaran ASN, untuk bekerja penuh tanggung jawab.

Terbit Rencana juga mengingatkan, ASN untuk menjadikan agama sebagai sandaran utama dalam bekerja, sehingga siapapun yang mengabaikan kerja, berarti ia termasuk orang yang melecehkan agamanya sendiri. “Tunjukkan kepada rakyat bahwa kita layak menjadi ASN, yang siap sedia melayani masyarakat dengan sepenuh hati, berdasarkan kesadaran digaji oleh rakyat,”pungkasnya.

Selepas apel, Bupati Langkat langsung melaksanakan rapat koordinasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat dengan wakil Bupati, OPD beserta Camat se Kabupaten Langkat.

Turut hadir pada apel Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin SH, Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para pimpinan SKPD dan ASN jajaran Pemkab Langkat. (bam/han)

Hadiri Pesta Budaya Kerja Tahun, Terbit Rencana: Jadikan Ajang Menjalin Silaturahim

bambang/sumut pos BERIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana memberikan bantuan kepada muda-mudi Pesta Kerja Tahun di Dusun Besadi, Desa Besadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat
bambang/sumut pos
BERIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana memberikan bantuan kepada muda-mudi Pesta Kerja Tahun di Dusun Besadi, Desa Besadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menghadiri pesta budaya kerja tahun di Dusun Besadi, Desa Besadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Minggu (24/2) malam. Selepas mengujungi acara Pesta Panen (Kerja Rani), di Balai Seni Dusun III Batu Minjah, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, pada siangnya.

Bupati Langkat pada arahannya menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah salah satu adat Karo, bentuk dari wujud syukur kepada Allah SWT atas hasil panen maupun rencana penanaman bibit, yang diharapkan memberikan hasil maksimal.

“Rasa syukur ini harus diwujudkan, karena kita manusia memiliki keterbatasan, sehingga harus selalu berharap kepada sang pencipta,” sebutnya.

Selain itu, kata Bupati, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjalin kekerabatan, bersilaturahmi, serta menguatkan persaudaraan.

Untuk itu, Terbit Rencana mengharapkan dengan terselenggranya acara ini, segala permasalahan dalam hubungan sosial, dapat terselesaikan dan saling membantu, dengan semangat gotong-royong.

“Untuk hari ini dan seterusnya, mari semangat saling membantu tersebut, harus selalu kita tanamkan dan kita biasakan, karena kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,” ungkapnya.

“Jangan sampai perbedaan suku, agama maupun partai politik, membuat renggangannya persatuan, yang selama ini telah terbina dengan baik. Mari bersatu untuk membangun Langkat lebih maju dan sejahtera,”sambungnya.

Camat Kuala Imanta PA SE, mengucapkan ribuan terimakasih atas kedatangan Bupati Langkat dan rombongan, semoga arahan dan bimbingan Bupati Langkat, memberikan motivasi dan semangat dalam bergotong royong dan menjaga persatuan.

Bupati Langkat bersama rombongan kembali usai acara selesai pukul 23:55 wib, turut hadir pada acara Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, ketua TP PKK Langkat beserta unsur pengurus, para pejabat Pemkab Langkat, camat beserta unsur Forkopim Kecamatan Kuala, tokoh masyarakat, tokoh adat serta pemuka agama, Kepala Desa / Lurah beserta seluruh perangkat kelembagaannya se-Kecamatan Kuala, kepanitiaan, insan pres dan masyarakat yang hadir. (bam/han)

Sidang Pembunuhan SPG Popok Bayi Ricuh, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

TEDDY/SUMUT POS DIGIRING: Sofyan Wahid, terdakwa pembunuhan SPG popok bayi diselamatkan petugas pengawal tahanan dari amuk keluarga korban, Senin (25/2).
TEDDY/SUMUT POS
DIGIRING: Sofyan Wahid, terdakwa pembunuhan SPG popok bayi diselamatkan petugas pengawal tahanan dari amuk keluarga korban, Senin (25/2).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri Binjai kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa pembunuhan Sofyan Wahid (39) warga Desa Pematangcermai, Tanjungberingin, Serdangbedagai di Ruang Sidang Cakra, Senin (25/2) siang. Keluarga korban Indri Lestari (40) terus mengikuti jalannya sidang sejak awal.

Sebelum sidang dibuka Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi Lubis didampingi Muhammad Yusafrihardi Girsang dan Dedy, keluarga korban yang sudah menunggu, memaki-maki terdakwa yang mendekam di balik jeruji besi sel tahanan PN Binjai.

Saat terdakwa digiring ke ruang sidang, keriuhan tak terhindarkan. Namun tak berlangsung lama.

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan saksi dari polisi. Suryani Sembiring (48) warga Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur bersaksi di hadapan majelis hakim.

Guru yang berstatus PNS ini mengaku tak mengenal terdakwa. Dia hanya berjualan di persimpangan Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur.

“Saya tidak mengenal dia (terdakwa). Hanya sekali tahu waktu ke warung beli Aqua 1 botol dan permen kiss. Dia berbelanja sebelum kejadian, setahu saya cuma sekali itu (belanja),” ujar Suryani.

Saksi juga tak mengenal korban. Hanya saja, saat korban ditemukan tewas, saksi mengaku ada mendengar kejadian tersebut.

“Saya tidak perhatikan (terdakwa) naik kereta apa. Tapi waktu belanja, buka helem,” ujar Suryani.

Tidak banyak yang ditanya majelis hakim. Serupa dengan Jaksa Penuntut Umum Nova Sebayang, juga tidak banyak bertanya dengan saksi.

Sidang berakhir dan dilanjutkan Senin 4 Maret 2019 mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

“Sidang selanjutnya mendengarkan saksi dari polisi. Ada 4 orang saksi lagi,” ujar Nova di PN Binjai.

Sementara, keriuhan kembali terjadi saat Terdakwa Sofyan digiring kembali ke sel tahanan sementara PN Binjai.

Keluarga korban kembali meluapkan emosinya melihat terdakwa yang berpenampilan lugu tak banyak bicara ini. Ketua PN Binjai, Fauzul Hamdi Lubis pun turun tangan menenangkan emosi dari keluarga korban.

“Sabar, inikan lagi sidang,” ujar Fauzul.

Mantan Humas PN Medan ini menyerukan agar keluarga korban sabar. Meski demikian, tetap saja keluarga korban merasa geram.

Bahkan sepupu korban, Dwi tak kuasa menahan tangis hingga geram ingin memukul terdakwa. Karenanya, Dwi yang geram menginginkan keadilan nyawa diganti dengan nyawa.

“Pokoknya nyawa dibayar nyawa. Geram kali aku nengok muka an**ng itu,” ketus Dwi.

Tak ayal, situasi ini membuat terdakwa diistimewakan. Sofyan Wahid dilarikan lebih dulu dari tahanan lainnya ke Lapas Binjai.

Ibu korban, Zuraida berharap, majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sang ibu merasa kehilangan buah hatinya yang selama ini jadi tulang punggung keluarga dengan menjadi SPG popok bayi. Korban meninggalkan seorang anak.

“Dia nggak suka kalau anak saya dekat sama orang lain. Sama kawan-kawan yang perempuannya saja dilaga-laga biar nggak dekat lagi. Kami berharap masih ada keadilan. Keluarga tidak terima kalau terdakwa dihukum ringan. Kami nggak tahu mau kemana lagi cari keadilan kalau bukan di sini,” tandas Zuraida.

Diketahui, korban yang berstatus janda anak satu ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (21/10/2018).

Hasil otopsi, jenazah korban yang merupakan Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara ini ditemukan luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Polisi berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap Sofyan pada malam harinya. Hanya saja, sebilah pisau atau benda tajam tidak didapat polisi saat menangkap Sofyan.

Meski demikian, Sofyan Wahid sukses menikam korban sebanyak 4 kali pada bagian perut, dada, leher dan kemaluannya.

Sofyan berdalih melakukan tindakan keji ini karena bela diri yang kemudian secara refleks, lantaran permintaan korban meminta uang Rp2 juta tidak dipenuhinya. (ted/ala)

Korupsi Dana Sosialisasi Rp4,5 Miliar, Edita Siburian Dituntut 2 Tahun

Korupsi-ilustrasi
Korupsi-ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustini menuntut Eks Kepala UPT Pelayanan Sosial Anak Balita Bapemas Sumut, Edita Siburian dengan 2 tahun penjara. Dia didakwa bersalah melakukan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa TA 2015. Akibat aksinya, negara merugi Rp4,5 miliar dari total pagu anggaran senilai Rp41 miliar lebih.

Tuntutan itu dibacakan JPU Agustini di hadapan Ketua Majelis Hakim, Sri Wahyuni Batubara di ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (25/2). Sementara dalam pembelaannya, Edita Siburian melalui penasehat hukumnya meminta agar majelis hakim membebaskan dirinya dari dakwaan jaksa. Terdakwa berpendapat tidak ada korupsi dalam kasus yang menjerat dirinya hanya kesalahan administrasi saja.

“Kami mohon agar majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan maupun dakwaan jaksa,” pungkas penasehat hukum terdakwa. Akhirnya, majelis hakim menunda persidangan sampai pekan depan dengan memberikan kesempatan kepada jaksa untuk menanggapi pembelaan terdakwa.

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU menyebutkan, terdakwa Edita Siburian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa yang dilaksanakan di 15 kota/kabupaten se-Sumut tahun 2015, secara bersama-sama melakukan perbuatan korupsi. Dugaan korupsi tersebut dilakukan terdakwa bersama saksi Rahmat Jaya Pramana Suprijatna selaku Direktur PT. Ekspo Kreatif Indo, Saksi Budhianto Suryanata selaku Direktur PT. Proxima Convex, Taufik selaku Direktur PT. Mitra Multi Komunication dan Matharion Nainggolan selaku Direktur PT Shalita Citra Mandiri (berkas terpisah).

Modus yang dilakukan terdakwa dalam kegiatan sosialisasi itu, dengan cara menggelembungkan biaya rencana pelaksanaan dan operasional penyelenggaraan acara yang digelar di sejumlah hotel di Sumut.

“Terdakwa selaku PPK tidak pernah melakukan pengendalian dan pengawasan secara langsung ke lokasi kegiatan, terdakwa hanya memerintahkan kepada beberapa orang staf dari Bapemas untuk melaksanakan kegiatan tersebut sampai dengan selesai,” ucap JPU. JPU menjelaskan, pada saat pengajuan tagihan pembayaran ternyata terdakwa juga tidak ada melakukan pengujian terhadap dokumen data yang diajukan oleh pihak penyedia barang/jasa.

“Ada beberapa invoice/faktur yang dibuat oleh pihak rekanan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pihak hotel. Pada tagihan yang dibuat sendiri tersebut perusahaan penyedia jasa lainnya telah mengajukan tagihan pencairan dana seharga nilai harga satuan fullboard dalam kontrak kepada pengguna anggaran,” tutur JPU.

“Dan juga telah mengajukan invoice pembayaran untuk sewa infokus, yang ternyata dalam pelaksanaannya menggunakan infokus pihak hotel,” sambungnya. Dilanjutkan JPU, berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara, dugaan korupsi Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa tahun 2015 sebesar Rp4,5 miliar.(man/ala)

Standard Chartered Bank Luncurkan Tiga Layanan Online

Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia (kiri), didampingi Bambang Simarno, Managing Direktor & Head, Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia (tengah), dan Aldian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia, (kanan), saat temu pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).
Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO
Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia (kiri), didampingi Bambang Simarno, Managing Direktor & Head, Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia (tengah), dan Aldian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia, (kanan), saat temu pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Standard Chartered Bank meluncurkan tiga layanan yang akan semakin memudahkan nasabah Priority Banking dalam melakukan investasi. Ketiga layanan tersebut adalah Online Mutual Funds, SmartGoals, dan NewTravelPro, untuk membantu nasabah Priority Banking Standard Chartered Bank dalam melakukan transaksi reksa dana secara online melalui SC Mobile atau iBanking.

“SC Mobile atau iBanking adalah dua layanan digital yang otomatis akan dimiliki oleh setiap nasabah Standard Chartered Bank,” kata Bambang Simarno, Managing Director & Head, Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia, saat temu pers di sela-sela seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang digelar Standard Chartered Bank, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).

Seminar keuangan tahunan WoW yang dihadiri ratusan nasabah Priority Banking Standard Chartered Bank itu, mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.

Bambang menjelaskan, dalam layanan Online Mutual Funds, nasabah Priority Banking Standard Chartered Bank akan dimudahkan dalam melakukan transaksi reksa dana, seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan secara online.

“Saat ini ada sekitar 800 ribu nasabah reksadana. Dari jumlah itu, kira-kira 15 persen berinvestasi lewat produk digital Unicorn dan lewat portal-portal  investasi di Indonesia. Tahun 2018 lalu, jumlah reksadana di Indonesia yang bisa dipilih ada lebih dari 2000 varian. Generasi online ini yang kita targetkan,” katanya.

Sedangkan SmartGoals merupakan layanan yang pertama kali ada di Indonesia, yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan profil investasi masing-masing nasabah Standard Chartered Bank.

“SmartGoals memudahkan nasabah Priority Banking untuk berinvestasi secara rutin dan juga tetap dapat mengikuti perkembangan nilai investasinya secara online. Layanannya 100 persen digital,” katanya.

Untuk melengkapi pelayanan kepada nasabah Priority Banking dalam hal proteksi, Standard Chartered Bank bekerja sama dengan Allianz juga meluncurkan produk Asuransi perjalanan, NewTravelPro. Produk ini diklaim akan memberikan perlindungan  24 jam untuk perjalanan bisnis dan liburan para nasabah ke seluruh dunia

“Harga premi bisa Rp100 ribu. Cocok untuk nasabah yang hobby traveling,” katanya.

Seminar WoW, menurut Bambang, merupakan salahsatu cerminan komitmen Standard Chartered Bank untuk selalu memberikan nilai tambah terhadap produk dana layanan yang selama ini diberikan kepada nasabah Priority Banking.

“Ketiga layanan yang kami luncurkan hari ini juga bentuk komitmen kami untuk senantiasa berinovasi dalam memudahkan nasabah kami melakukan transaksi dan mengatur kebutuhan finansial mereka. Melalui peluncuran tiga layanan baru ini, kami menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah Priority Banking sebesar 15-20 persen hingga akhir tahun ini,” katanya.

Nasabah dimaksud termasuk nasabah prioritas dan generasi milenial.

Seminar ini merupakan rangkaian seminar WoW yang berlangsung di 4 kota, yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan. Diharapkan akan dihadiri oleh total 2.500 nasabah Priority Banking. Adapun topik yang diangkat yanki ‘Indonesia 2019: Unlocking Opportunities Amid Global Uncertainties’.

Sesi seminar menghadirkan pembicara papan atas, yaitu Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politica Indonesia, Aldian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia, dan Lilis Setiadi, Presiden Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. (mea)

Konsumsi Swasta Berperan 70 Persen Menjaga Ekonomi Indonesia

Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank Indonesia (kedua dari kiri), didampingi Bambang Simarno, Managing Direktor & Head, Wealth Management SC Bank Indonesia (dua kanan), dan Aldian Taloputra, Chief Economist SC Bank Indonesia (kanan), saat temu pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).
Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO
Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank Indonesia (kedua dari kiri), didampingi Bambang Simarno, Managing Direktor & Head, Wealth Management SC Bank Indonesia (dua kanan), dan Aldian Taloputra, Chief Economist SC Bank Indonesia (kanan), saat temu pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perlambatan ekonomi dunia tahun ini sebesar 3,6 persen dibanding tahun lalu sebesar 3,8 persen, diprediksi tidak terlalu memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Momentum pertumbuhan ekonomi nasional 2019 diproyeksikan tetap stabil, didukung oleh pengeluaran belanja infrastruktur pemerintah, peningkatan daya beli rumah tangga, dan pemulihan sektor investasi swasta yang mampu mengimbangi permintaan eksternal yang moderat.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap stabil sekitar 5,1 hingga 5,2 persen, seperti tahun lalu. Pertumbuhan itu didukung oleh berbagai faktor. Yakni belanja infrastruktur pemerintah, peningkatan daya beli rumah tangga, dan pemulihan sektor investasi swasta. Dalam hal ini, konsumsi swasta menyumbang 70 persen terhadap stabilnya ekonomi Indonesia,” kata Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, diamini oleh Aldian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia , saat temu pers mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019, di Hotel JW Marriot, Senin (25/2/2019).

Temu pers digelar di sela-sela seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang digelar Standard Chartered Bank, dihadiri ratusan nasabah Priority Banking Standard Chartered Bank di hotel yang sama. Seminar tersebut mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.

Selain belanja domestik pemerintah dan swasta, menurut Rino, prediksi stabilnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019, juga didukung oleh Bank Indonesia yang akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat. Kebijakan moneter itu untuk mengantisipasi naiknya suku bunga The Fed Amerika Serikat, serta defisit rekening berjalan yang sedang berlangsung.

“Kami memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga satu kali di kuartal ketiga tahun ini, sebelum BI menghentikan siklus pengetatannya,” katanya.

Proyeksi lainnya yang dikeluarkan Standard Chartered Bank terkait kondisi ekonomi nasional tahun ini, yakni pemerintah akan melanjutkan pemberian stimulus fiskal jika dilihat pertumbuhan ekonomi belum terlalu meyakinkan.

“Membaiknya sentimen terhadap negara-negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia, dan The Fed yang tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga – merupakan dua faktor yang diharapkan mampu mendorong stabilitas Rupiah. Kami memproyeksikan Rupiah akan menguat ke posisi Rp13.800 tahun ini, dan perlahan-lahan melemah ke angka Rp14.800 di akhir tahun, dipicu pembayaran bunga dan deviden akhir tahun,” katanya.

Potensi hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun ini, diperkirakan dipicu oleh efek berantai pelemahan ekonomi Cina terhadap negara-negara berkembang. Juga masalah geopolitik di Timur Tengah, turunnya harga minyak, situasi Eropa dengan Brexit dan berkembangnya kebijakan proteksionisme.

“Namun ekonomi Indonesia diperkirakan justru stabil dengan, karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memang solid,” katanya.

Adapun Pemilu 2019 deperkirakan akan berjalan dengan baik, karena kematangan demokrasi yang semakin membaik. “Sentimen pelaku usaha tahun ini lebih optimis dibanding tahun sebelumnya yang cenderung wait and see,” ungkapnya.

Senada, Aldian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia, pada kesempatan itu menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung terisolasi dari perlambatan ekonomi global. Konsumsi swasta yang besar, menurutnya tetap terjaga dengan baik karena harga barang strategis yang dijaga pemerintah agar tetap stabil. Seperti makanan, pakaian, dan energi.

“Selain itu, investasi tetap berlangsung baik, yang didukung oleh pengerjaan sejumlah infrastruktur yang sudah selesai, seperti jalan tol dan MRT di berbagai kota. Ini membuat pertumbuhan Indonesia mampu mengatasi pelemahan ekonomi global,” katanya.

Inflasi 2019 diperkirakan tetap terkendali, karena pemerintah belum akan menaikkan harga BBM sebelum Pemilu. “Proyeksinya malah cenderung deflasi,” ucap Aldian.

Investasi dalam negeri diperkirakan semakin luas, dipicu pembangunan yang dilakukan pemerintah dan perusahaan yang berhubungan dengan tambang. “Selain itu, pemerintah telah membuat paket-paket insentif  untuk reinvestement yang lebih besar. Juga paket-paket  investasi seperti tax holiday yang lebih menarik, dll. Ini akan menarik investasi,” katanya.

Karena itu, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia tahun ini diproyeksikan antara 5,1 hingga 5,3 persen. (mea)

Final Kami Datang!

pssi.org SELEBRASI: Para pemain dan ofisial Timnas Indonesia U-22 meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan Vietnam di semifinal Piala AFF U-22, Minggu (24/2) sore.
pssi.org
SELEBRASI: Para pemain dan ofisial Timnas Indonesia U-22 meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan Vietnam di semifinal Piala AFF U-22, Minggu (24/2) sore.

PHNOM PENH, SUMUTPOS.CO – Final kami datang! Begitu yang diteriakkan skuad tim nasional U-22. Kemenangan tipis 1-0 atas Vietnam pada semifinal Piala AFF U-22 di National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (24/2) petang memastikan Garuda Muda melaju ke partai final yang akan digelar di Stadion yang sama, Selasa (26/2) mendatang.

Di partai puncak, Indonesia akan bersua Thailand. Timnas Negeri Gajah Putih itu berhasil melaju ke final dan menantang Timnas Indonesia U-22 setelah mengalahkan Kamboja melalui babak adu penaltin

dengan skor 3-5 setelah dalam waktu normal dan tambahan waktu berakhir 0-0.

Perjuangan Timnas U22 benar-benar tidak mudah untuk mencapai partai puncak Piala AFF U22 2019. Vietnam yang bermain sangat rapat, menyulitkan Indonesia dalam mengembangkan permainan. Namun, sebiji gol hasil tendangan bebas Luthfi Kamal menjadi pembeda.

Pelatih Indra Sjafri mempertahankan komposisi tim saat mengalahkan Kamboja di laga terakhir fase grup B, Jumat (24/2) lalu. Sama sekali tak ada perubahan dari starter yang diturunkan untuk melawan Vietnam di semifinal Piala AFF U-22 kemarin.

Sementara pelatih Vietnam, Nguyen Quoc Tuan melakukan sejumlah perubahan untuk hadapi Indonesia. Bahkan dari strategi yang diusung, Nguyen Quoc cenderung lebih memperkuat pertahanan. Dia memasang lima permain bertahan dalam komposisi skuad untuk redam agresivitas dan kecepatan para pemain muda Indonesia.

Di atas lapangan, strategi itu dijalankan dengan disiplin oleh Tran Thanh Son dkk. Pertahanan mereka sangat ketat dan belum bisa dibongkar lini depan Indonesia. Dua sayap Witan Sulaiman dan Osvaldo Haay juga belum cukup berkembang.

Justru Vietnam yang mampu mendapat peluang emas pertama pada menit 19. Sebuah umpan silang disundul dengan baik oleh Tran Duc Nam. Beruntung arah bola masih mengarah ke atas mistar gawang Awan Setho.

Melewati menit 30, serangan Indonesia mulai lebih gencar. Terutama diawali melalui sektor sayap. Membuat pertahanan Vietnam harus melakukan sejumlah pelanggaran untuk menghentikan upaya penyerang Indonesia.

Namun Vietnam pun tak kalah panas. Sejumlah peluang mampu didapat melalui situasi set pieces. Perlahan tapi pasti, Vietnam mulai lebih berani melancarkan serangan untuk membuat pertahanan Indonesia bekerja lebih keras.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih agresif. Pressing ketat tetap diperakan Vietnam sambil menunggu peluang melakukan serangan balik. Sementara Indonesia masih terus berupaya menekan melalui open play.

Sebuah kesalahan dilakukan Nurhidayat Haris pada menit 60. Beruntung sepakan lawan tak terlalu keras. Mudah untuk diantisipasi oleh Awan Setho.

Indonesia akhirnya mendapat peluang pada menit 68 setelah pergerakan Gian Zola dihentikan paksa oleh pemain Vietnam. Sebuah set pieces didapat Indonesi nya sekitar 2 meter dari garis kotak penalti.

Luthfi Kamal yang menjadi eksekutor melakukan tendangan dengan sempurna. Sepakan kaki kanan pemain muda Mitra Kukar sempat mengenai tangan pemain Vietnam sebelum mengarah ke sudut kiri gawang Vietnam. Indonesia unggul 1-0 untuk sementara.

Situasi ini membuat Vietnam langsung bermain lebih terbuka. Serangan gencar terus dilancarkan ke area pertahanan Indonesia. Membuat skuad Garuda Nusantara harus berjibaku agar gawang mereka tak dibobol pemain Vietnam.

Bahkan sejumlah upaya yang dilakukan Indonesia untuk menghalau serangan bertubi Vietnam harus berakhir dengan pelanggaran. Di antaranya berbuah kartu kuning bagi skuad Indonesia.

Praktis, dalam 5 menit akhir laga Indonesia dipaksa bertahan oleh Vietnam. Serangan Vietnam dari berbagai penjuru muncul bak air bah. Beruntung, pertahanan Indonesia masih bisa menghalau setiap upaya lawan.

Dalam tambahan waktu 5 menit, Vietnam belum berhenti melancarkan serangan. Benar-benar menjadi waktu yang penuh tekanan bagi skuad Garuda Nusantara. Beruntung, tak ada gol yang mampu dicetak Vietnam.

“Saya pikir pertandingan menarik, kami tahu Vietnam istirahat dua hari tapi tadi kami merespon mereka dengan cepat,” kata Indra Sjafri di sesi jumpa pers.

“Secara keseluruhan kami bermain kurang maksimal, tetapi alhamdulillah satu gol sangat berharga,” ucap pelatih asal Sumatera Barat tersebut. (jpc/dkk/jpnn)

Fokus Pembebasan dan Ganti Rugi Lahan, Tol Tebing – Siantar Dibangun Tahun Ini

triadi wibowo/sumut pos RUAS TOL: Kendaraan melintasi ruas jalan tol Sei Rampah-Tebingtinggi, belum lama ini. Rencananya, ruas tol ini akan terkoneksi dengan ruas tol Tebingtinggi-Siantar yang akan mulai dibangun tahun ini.
triadi wibowo/sumut pos
RUAS TOL: Kendaraan melintasi ruas jalan tol Sei Rampah-Tebingtinggi, belum lama ini. Rencananya, ruas tol ini akan terkoneksi dengan ruas tol Tebingtinggi-Siantar yang akan mulai dibangun tahun ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Utara tahun ini tidak ada penambahan, masih sama seperti tahun 2015. Hanya saja, ada beberapa proyek yang pengerjaannya dimulai tahun ini. Seperti pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

KEPALA Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumatera Utara, H Irman mengatakan, sebagian besar PSN tahun 2015 sudah dianggap selesai, mengingat pekerjaannya yang hampir rampung meski masih ada sedikit persoalan di dalamnya. Seperti Jalan Tol Medan-Binjai, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, serta Pelabuhan Kualatanjung.

Selain itu, ada juga pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang akan mulai dikerjakan tahun ini. Namun pembangunan jalan tol ke lokasi wisata tersebut masih setengah jalan karena masih diproyeksikan dari Tebingtinggi sampai Pematangsiantar. Dan saat ini salah satu fokusnya ialah, melakukan pembebasan dan ganti rugi lahan.

Menurut Irman, pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Pematangsiantar ini masuk dalam PSN sesuai Peraturan Presiden Nomor 56/2018. Menurutnya, sudah ada kajian atas trase tersebut, hanya saja belum dilakukan pembebasan lahan. Jika memungkinkan bisa saja pembebasan lahan mulai dilakukan tahun ini secara bertahap.

“Termasuk juga jalur tol Tebingtinggi-Kualatanjung yang mana akan terkoneksi. Itu nantinya kalau dari arah Tebingtinggi mengarah langsung ke Limapuluh. Begitu juga Jalan Tol Kisaran-Rantauprapat serta jalur kereta api dari Belawan ke Pelabuhan Kualatanjung, dan masih masuk PSN 2019. Tapi memang masih terkendala di pembebasan lahan masyarakat,” kata Irman kepada Sumut Pos, Minggu (24/2).

Nemun menurut dia, sebenarnya yang paling ditunggu adalah rampungnya proyek Pelabuhan Kualatanjung, sehingga dapat segera beroperasi. “Sama seperti jalan tol Kualanamu-Tebing, yang sudah ada kajian sebelum dilakukan pembayaran ganti rugi nantinya. Sudah ada trasenya untuk itu, meski sengaja masih dirahasiakan, mengantisipasi kebocoran informasi pembebasan lahan yang bisa dimaknai berbeda oleh kelompok masyarakat. Di satu sisi, pemerintah juga tidak bisa menggusur rakyatnya begitu saja, karena meski melakukan pendekatan persuasif,” bebernya.

Mantan Kepala Bappeda Deliserdang ini menambahkan, PSN 2019 juga masih fokus pengembangan KSPN Danau Toba dan juga infrastruktur di Bandara Silangit. Di mana akan memperluas runway serta kawasan bandaranya. “Sekarang sudah ada di simpang Silangit itu bangun kawasan perhotelan, mengantisipasi bangkitan pariwisata Danau Toba. Sejauh ini masih pada PSN yang ada mau dikejar realisasinya,” pungkasnya.

Pernyataan Bappeda Sumut ini sebenarnya sejalan dengan penjelasan Kakanwil BPN Sumut, Bambang Priono beberapa waktu lalu. Di mana pengadaan tanah untuk PSN jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung sekitar 42 kilometer, ia mengungkapkan, kendalanya tidak seberat seperti yang terjadi di Tanjungmulia Hilir. Kata Bambang, tim data yuridis dan hukum mereka sudah turun ke lapangan guna mempercepat pengadaan lahan.

“Satu tahun (pengerjaan) mudah-mudahan akhir 2019 itu sudah selesai dan bisa dirasakan pembangunannya oleh masyarakat,” katanya.

Selanjutnya terhadap pengadaan tanah Tebingtinggi-Pematangsiantar, saat ini sedang dilakukan inventarisasi dan identifikasi, baik data fisik maupun yuridis. “Saya harap Satgas Yuridis dan Fisik dapat bekerja optimal sehingga pekerjaan tersebut juga tuntas. Jadi November (2018) KJPP selesai dan Desember sudah bisa dikerjakan sehingga awal Januari 2020 sudah rampung pembangunannya,” terangnya.

Perkiraan pihaknya, kalau pengerjaan bisa selesai dalam setahun, jalan tol Medan-Tebingtinggi, Tebingtebing-Kualatanjung, dan Medan-Tebingtinggi-Pematangsiantar akan terkoneksi semua. “Artinya pengadaan tanah saya mau 2018 akhir ini bisa selesai sampai ke Siantar. Pembangunan jalan tolnya kita harapkan tuntas 2019 sehingga 2020 sudah bisa dipergunakan,” ungkap dia.

Namun untuk pengadaan tanah pada ruas Tol Kisaran-Rantauprapat dan Tebingtinggi-Siantar, sebutnya masih menunggu selesainya inventarisasi dari pengerjaan yang sudah dilakukan. Dia sepakat bahwa sudah ada kajian dari stakeholder terkait sehingga pelaksanaannya tidak jauh lebih gampang untuk dilakukan. (prn)

5 Tahun Lagi, Sumut Jadi Provinsi Terbaik, APBD 2023 Ditarget Rp18 Triliun

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) diproyeksikan menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Bahkan, APBD Sumut Tahun Angaran 2023 ditarget mencapai Rp18 triliun. Mencapai target ini, pendapatan daerah dipacu dengan mengoptimalisasi pendapatan dari berbagai sumber pendapatan termasuk pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menegaskan, komitmen ini bukan sekadar wacana. Melainkan secara konkret akan dituangkan dalam dokumen resmi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018 – 2023.

Menurut Edy, dalam upaya pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD itu, diperlukan upaya maksimal memacu pendapatan daerah khususnya optimalisasi pendapatan dari BUMD. “Sumber-sumber pembiayaan alternatif akan dikembangkan melalui investasi langsung pihak swasta maupun skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dana CSR perusahaan pemerintah dan swasta, serta dukungan masyarakat lainnya,” kata Edy Rahmayadi didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Minggu (24/2).

Kepala Bappeda Sumut H Irman mengaku siap menjabarkan printah Gubsu dan Wagubsu tersebut. Menurutnya, dalam RPJMD 2018 – 2023, visi “Sumut yang maju, aman dan bermartabat” akan konkret diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkan masyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utama membangun desa menata kota.

“Saya optimis semua organisasi perangkat daerah (OPD) sudah siap menjabarkan visi misi Bapak Gubsu dan Wagubsu ini dan semua rencana strategis (Renstra) OPD akan serempak dan saling mendukung memberhasilkan visi misi dimaksud,” ujar Irman, selaku Koordinator Eksekutif RPJMD Sumut 2018 – 2023.

Disebutnya, program unggulan yang memiliki daya ungkit yang akan mendorong terjadinya lompatan dalam pembangunan Sumut antara lain, bidang pendidikan mewujudkan masyarakat yang terpelajar, berkarakter, cerdas, berdaya saing dan mandiri. Sasaran bidang pendidikan pun diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5 tahun.

Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru, penambahan gaji guru honorer, penyediaan “guru terbang” dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru di wilayah tertinggal, serta pemberian beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu juga dilakukan melalui upaya peningkatan kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan mendorong partisipasi BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat dalam pembangunan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan SMA di kecamatan sesuai dengan kebutuhan, dan pembangunan SMK yang relevan dengan kebutuhan dan potensi unggulan daerah antara lain di Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Deliserdang, Simalungun, Batu bara, Labuhanbatu Utara dan wilayah kepulauan Nias.

Bidang kesehatan diarahkan kepada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan target pencapaian usia harapan hidup 69,24 tahun. Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dalam peningkatan kompetensi SDM tenaga kesehatan, sarana prasarana, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan rumah sakit umum daerah sebagai rumah sakit rujukan. Dengan langkah-langkah dan koordinasi tersebut, maka diharapkan dapat mendorong terwujudnya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, balita stunting dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bidang ketenagakerjaan mewujudkan penyediaan lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha, dengan sasaran penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen, dilakukan upaya terobosan melalui peningkatan kompetensi dan daya saing SDM ketenagakerjaan dengan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung latihan kerja. “Berbagai hal tersebut diatas perlu dukungan dan kerja sama dengan institusi nasional dan internasional serta pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Bidang infrastruktur diarahkan kepada peningkatan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan dengan target terwujudnya jalan mantap 90 persen, mendukung pembangunan proyek strategis nasional seperti pembangunan jalan tol Sumatera, kereta api trans Sumatera dan pelabuhan Kualatanjung, pengembangan kawasan strategis nasional Mebidangro melalui pembangunan transportasi massal LRT/MRT, bendungan serbaguna Lau Simeme, pengembangan KSN Danau Toba melalui pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Parapat, serta peningkatan akses transportasi menuju destinasi wisata lainnya.

Selain itu juga dilakukan pengembangan wilayah pada 14 kawasan strategis provinsi antara lain melalui pembangunan kawasan sport center berstandard internasional dalam rangka persiapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON ke 21 tahun 2024, pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi, penataan kawasan pada koridor Sei Mangkei-Kuala Tanjung, akses jalan lingkar Pulau Nias, pemenuhan infrastruktur pelayanan dasar (irigasi, air minum, sanitasi, energi listrik, penyediaan rumah layak huni dan terjangkau, serta penataan kawasan kumuh pada sempadan sungai di wilayah perkotaan).

Bidang pertanian diarahkan kepada pencapaian target produktivitas komoditi pangan utama (padi) sebesar 8 ton per hektar, dan meningkatnya kesejahteraan petani. Hal ini dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian dan upaya pengembangan kawasan agribisnis dan agro industri berbasis produk unggulan daerah (one region one product), pengembangan kawasan agropolitan dataran tinggi bukit barisan, pengembangan sentra-sentra peternakan serta menghidupkan kembali kearifan lokal dalam pertanian melalui inovasi mina padi di seluruh wilayah sentra produksi padi sehingga dapat memenuhi target produksi pangan utama.

Di bidang pariwisata dalam rangka pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 500.000 orang, dilakukan melalui upaya pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung pariwisata dengan mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan convention center, perhotelan, restoran, sport area dan lain-lain; pembangunan “agrotechnopark” di kawasan Mebidangro, pembangunan wisata olahraga antara lain di kawasan Danau Toba dan arung jeram Asahan;

wisata budaya dan wisata bahari di kepulauan Nias dan Tapanuli Tengah–Sibolga, serta ekowisata di Danau Siais Tapanuli Selatan, Bahorok dan Tangkahan Langkat, wisata mangrove di Langkat, Serdang Bedagai, dan Batubara, serta pengembangan pusat wisata religi sejarah antara lain Islamic Center di Deli serdang, titik nol masuknya Islam di Barus Tapanuli Tengah dan situs Putri Hijau Deli Serdang. Selain itu juga pelaksanaan event wisata seperti festival kopi, festival buah dan bunga, serta karnaval kebudayaan.

Di samping pembangunan fisik, pembangun non fisik juga menjadi perhatian, dengan mengalokasikan anggaran yang signifikan antara lain pemberian bantuan kepada masyarakat untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, panti sosial, panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, dan bantuan lainnya bagi masyarakat; serta menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pakar dari perguruan tinggi. (prn)