27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 5556

Terbit Rencana Dilantik jadi Bupati Langkat

Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra Gubsu, Edy Rahmayadi melantik Terbit Rencana Perangin-Angin dan Syah Afandin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Langkat Periode 2019-2024 di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/2/2019).
Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra
Gubsu, Edy Rahmayadi melantik Terbit Rencana Perangin-Angin dan Syah Afandin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Langkat Periode 2019-2024 di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/2/2019).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik Terbit Rencana Perangin Angin dan Syah Afandin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Langkat Periode 2019-2024 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (20/2). Keduanya diminta dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di Langkat, khususnya stunting.

Hadir pada acara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Ketua TP PKK Provsu Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Ketua TP PKK Provsu Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, mantan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, Sultan Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj, Tokoh Masyarakat Syamsul Arifin, Ketua DPD Partai Hanura Sumut Kodrat Shah, Wakil Ketua TP PKK Langkat Endang Kurniasih, Anggota DPRD Sumut dan Langkat, OPD Pemprovsu dan Langkat, serta unsur Forkopimda Langkat.

Gubsu Edy Rahmayadi menyebut, stunting merupakan salah satu masalah yang dihadapi Kabupaten Langkat. Karena itu, kepada keduanya, diminta agar menekan jumlah stunting. “Saya mau ini ditekan, jangan mau jadi juara yang negatif, bagaimana masa depan bangsa ini, jika anak-anaknya banyak kena stunting,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Gubsu mengharapkan Bupati dan Wakil Bupati Langkat agar bekerja sama dengan berbagai komponen. “Rangkul itu tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda, ajak semuanya, saya yakin Pak Terbit pasti bisa,” katanya.

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengatakan, akan menjalankan apa yang telah disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi pada sambutannya. Dirinya akan menjalankan program sesuai dengan visi dan misi yang telah dibuatnya, terutama mengenai kesehatan dan pendidikan.

Mengenai stunting yang disebut Gubsu, Terbit mengatakan akan segera mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Langkat dan pihak terkait untuk membahas hal tersebut. “Sesuai arahan Pak Gubernur kita lihat nanti, akan kita rapatkan di OPD terkait,” ujar Terbit, usai pelantikan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat Tio Rita br Surbakti. Usai melantik, Ketua TP PKK Provsu Nawal Edy Rahmayadi mengharapkan agar Tio Rita dapat bekerjasama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga di Langkat. (rel)

Penilaian Geopark Kaldera Toba Segera Umumkan, Unesco Tak Puas SDM Danau Toba

PRAN HASIBUAN /SUMUT POS JUMPA PERS: Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba (dua dari kiri) didampingi Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N Makki saat jumpa pers di Samosir Cottages, Jl. Lingkar Luar Tuktuk, Samosir, Selasa (19/2).
PRAN HASIBUAN /SUMUT POS
JUMPA PERS: Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba (dua dari kiri) didampingi Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N Makki saat jumpa pers di Samosir Cottages, Jl. Lingkar Luar Tuktuk, Samosir, Selasa (19/2).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Geopark Kaldera Toba (GKT) terus diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Sejak tahun 2014, sudah dua kali GKT diajukan ke UNESCO demi mendapatkan titel UNESCO Global Geopark (UGG). Namun gagal. Tahun 2014 ditolak. Begitu juga tahun 2017. UNESCO pun akhirnya memberikan saran yang harus dibenahi. Nah, akankah yang ketiga kali ini akan berhasil?

PENGAKUAN Danau Toba sebagai salah satu keajaiban dan warisan dunia pada tahun ini, masih menunggu pengumuman hasil penilaian UNESCO. Dari penilaian yang dilakukan, ada satu hal yang paling disorot UNESCO, yaitu mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba mengungkapkan, Danau Toba sebagai GKT sebagaimana informasi yang ia ketahui, akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Dalam penilaian yang sudah dilakukan UNESCO itu, diakuinya masalah SDM masyarakat di kawasan Danau Toba masih belum memuaskan. Untuk itu, ke depan hal yang perlu dibangun dan ditingkatkan ialah, kreativitas SDM terutama generasi muda dalam hal memanfaatkan warisan budaya yang dimiliki, menjadi sumber potensi keberlangsungan perekonomian maupun pembangunan.

“Dalam situs UNESCO, hutan hujan Sumatera jadi perhatian kami. Kami melihat SDM-nya masih kurang dipromosikan dan ini yang buat UNESCO kurang puas. Pembangunan infrastruktur semata kurang tepat kalau tidak diikuti pembangunan manusia dan pembangunan skill. Jadi itu akan sia-sia,” katanya dalam temu pers usai pembukaan Camp Both Young Entrepreneur 2019, di Samosir Cottages Jalan Lingkar Tuktuk Danau Toba, Pulau Samosir, Selasa (19/2).

“Sebenarnya ada unit kami bilamana kawan-kawan perlu klarifikasi atau pertanyaan khusus soal itu. Penilaian itukan sudah selesai dan saat ini sedang proses administrasi,” sambung Moe.

Kreativitas dan inovasi sangat penting dan harus terus digali, sehingga SDM masyarakat di kawasan Danau Toba mampu menghargai warisan budaya.

Selanjutnya dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dengan banyak stakeholder yang bertujuan menghasilkan inovasi. “Memang keuntungan dari mendapatkan geopark semua pihak akan ikut terlibat mempromosikan dan melestarikan situs warisan budaya tersebut. Serta akan berimplikasi pada bidang pendidikan, lingkungan hidup sampai peningkatan mata pencaharian,” katanya.

UNESCO, kata dia, tidak pada konteks membangun jalan dan gedung-gedung besar. Melainkan fokus membangun kreativitas manusianya. Pihaknya juga meminta agar pemda dan stakeholder terkait terus melanjutkan program yang sudah dicanangkan dan terlaksanan

Ia mencontohkan, gedung Kota Tua Jakarta yang hingga kini juga sedang berjuang mendapat pengakuan UNESCO. “Yang terpenting bukanlah sekadar label warisan budaya, melainkan mampu merawat situs warisan dunia nantinya, untuk tetap dilestarikan. Jadi untuk GKT tinggal menunggu waktu saja,” katanya.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon yang hadir dalam kesempatan itu mengakui, kawasan Danau Toba sekarang ini lagi berproses di dalam penilaian geopark oleh UNESCO. Dikatakannya, tahun sebelumnya memang ada kegagalan atas penilaian GKT karena belum siap baik dari infrastruktur, objek-objek wisata maupun peninggalan-peninggalan Kaldera Toba, yang belum mampu memberikan manfaat ekonomi signifikan.

“Apakah tahun ini Danau Toba bisa masuk menjadi salah satu warisan dunia, ini kita masih menunggu. Saya selaku bupati Samosir optimis itu mampu kita wujudkan. Apalagi sekarang dengan adanya program pemerintah pusat pembangunan infrastruktur dan objek-objek wisata oleh masing-masing daerah menjadi nilai yang dipertimbangkan UNESCO,” katanya.

Pihaknya mengaku, sudah berusaha semaksimal mungkin guna mewujudkan mimpi besar itu. Juga telah membenahi apa yang mesti dilakukan sesuai ketentuan asesor. Tahun ini, sambung dia, semua pihak baik di Samosir maupun tujuh kabupaten kawasan Danau Toba, sudah bergerak dan sekarang berlomba- lomba.

“Orang sebenarnya tertarik (ke Danau Toba). Cuma promosinya tidak segencar tahun ini. Ini akan menjadi awal, di samping pembangunan infrastruktur dan pembangunan penataan objek wisata yang semakin kita kebut dan pembangunan objek wisata baru. Saya paling optimis kawasan Danau Toba akan berkembang seperti Bali,” katanya.

Lantas apa langkah dan program konkretnya tahun ini? Rapidin menjelaskan di daerahnya sudah ada pembangunan samburan efalta sebagai objek air terjun. Kemudian ada penataan Pantai Batu Goda, Pantai Nainggolan dan beberapa pantai lainnya sudah dikerjakan. “Begitupun pembangunan objek wisata hutan pinus misalnya, ini yang kami permak dengan bagus kemudian wisata lantai juga banyak yang kita kembangkan sejak pemrintah pusat mencanangkan Danau Toba sebagai wilayah prioritas,” ujarnya.

Wirausaha Muda

Sebelumnya, UNESCO Jakarta bersama Citi Indonesia (Citibank) memberi pendampingan kepada 117 wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites di 5 kabupaten/kota kawasan Danau Toba.

Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N Makki mengatakan, kawasan Danau Toba merupakan satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata sehingga dengan pendampingan wirausaha muda nya dapat memajukan industri kreatif dan peningkatan pendapatan ekonomi.

“Ada 5 kabupaten/kota yang kita lakukan pembinaan yakni Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir dan Tapanuli Utara. Dengan rangkaian pelatihan kewirausahaan ini, kita berharap peserta memiliki keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial serta sumber daya lain yang dapat mengarahkan mereka menuhu sukses,” ujarnya kepada wartawan diacara Boot Camp Wirausaha Muda 2019 di Samosir Cottages, Selasa (19/2).

Dijelaskannya, untuk penerima manfaat program ini yakni yang bergerak pada tradisi budaya khas Sumatera Utara yakni tenun, ulos dan pahat gorga serta industri kreatif lainnya. Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan dibidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, serta promosi melalui sosial media dan metode pengambilan gambar berkualitas menggunakan ponsel pintar.

Setelah mengikuti program boot camp, para penerima manfaat akan mendapatkan online mentoring pengembangan rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan. Proses mentoring dan pendampingan teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan dan masing-masing sektor yang mengikuti program ini. “Informasi terkini mengenai program dapat disaksikan di akun sosial media @kitamudakreatif yang berfungsi juga menjadi sarana promosi untuk produk dan jasa daro para anak muda penerima manfaat,” katanya.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, anak-anak muda di kawasan Danau Toba mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan perlu mendapatkan bimbingan untuk memajukan usaha sekaligus melestarikan budaya yang ada. “Kami berharap kegiatan ini bisa memperluas jejaring usaha mereka sehingga peningkatan ekonomi dengan memasarkan produk lokal. Sebab pengembangan SDM sangat penting dibandingkan pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Pelatihan sendiri berlangsung dua hari sampai 20 Februari dan sebagai trainer dari kalangan profesional dan ahli di bidangnya. (prn)

Atl Madrid vs Juventus, Pertarungan Para Mantan

UEFA Champion league
UEFA Champion league

MADRID, SUMUTPOS.CO – Atletico Madrid akan coba memanfaatkan kandangnya Wanda Metropolitano untuk bisa membungkam Juventus pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (21/2) dini hari. Menjadi tugas berat bagi si Nyonya Tua mencuri kemenangan dari El Atleti.

Ada dua mantan yang kini berlawanan menghadapi mantan klubnya. Alvaro Morata di kubu Atletico Madrid dan Mario Mandzukic di kubu Juventus. Keduanya berpeluang menjadi mimpi buruk bagi mantan timnya.

Selain itu harus diingat, Wanda Metropolitano adalah venue final Liga Champions. Maka El Atleti pun bermimpi berada di sana. Mereka harus lebih dulu melewati Juventus. “Kami punya pemain yang sudah pernah main di final Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia. Kami makin percaya diri di laga-laga dan momen penting dan saya kira saat itulah kami meningkatkan permainan dan itu membantu kami main lebih baik,” ujar penyerang Atletico Antoine Griezmann kepada situs resmi UEFA.

“Ada wajah-wajah baru di tim, tapi saya kira basis pentingnya tetap sama dan itulah yang membantu kami untuk melangkah jauhn

(Jadi tuan rumah final) memberi kami dan fans motivasi berlebih. Selalu ada atmosfer yang luar biasa dan itulah yang kami butuhkan, itulah yang kami inginkan sebagai pemain,” tambahnya.

Atletico sedikit kesulitan di fase grup. Mereka mencetak sembilan gol dan kebobolan enam dalam enam pertandingan untuk finis sebagai runner-up Grup A di bawah Borussia Dortmund.

Atletico juga masih belum stabil. Di La Liga mereka baru saja mengakhiri dua kekalahan beruntun dengan menumbangkan Rayo Vallecano 1-0. Antoine Griezman mencetak gol ke-13. Striker Prancis itu juga sudah mencetak sepuluh gol dalam 11 penampilan terakhirnya. Alvaro Morata yang juga berstatus eks striker Juventus juga bisa menjadi mimpi buruk.

Sementara itu Juventus datang dengan mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan empat. Jika ada satu pemain Juventus yang benar-benar harus diwaspadai oleh barisan pertahanan Atletico, dialah Cristiano Ronaldo. Gawang Atletico Madrid memang menjadi salah satu favorit CR7.

Ronaldo total mencetak 22 gol ke gawang Los Colchoneros, itu membuktikan ia benar-benar menjadi momok untuk Atletico. Dia juga tiga kali membukukan hattrick. Ronaldo juga cukup tajam musim ini dengan mencetak 19 gol di Serie A.

Juventus kembali komplet dengan kembalinya duet bek sentral utama Juventus, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, dari cedera. Bonucci bahkan menyumbang satu gol untuk membantu timnya mengamankan tiga angka. Gol-gol lainnya dicetak oleh Ronaldo dan Paulo Dybala. Mario Mandzukic, sang mantan striker Atletico Madrid juga bisa kembali ke Madrid sebagai ancaman.

“Pertandingan melawan Atletico akan sangat berbeda, kami harus lebih waspada dan menemukan momen yang tepat untuk mencetak gol. Sangat penting kami mendapatkan gol di sana, jika tidak tiket kelolosan sulit diraih,” ujar Allegri menjelaskan.

Allegri akan menempatkan Mario Mandzukic dengan Cristiano Ronaldo di lini serang, dan memberikan satu tempat lainnya untuk Cancelo, selagi Dybala dan Federico Bernardeschi di bangku cadangan.

Pertemuan kedua tim terakhir terjadi di fase grup Liga Champions 2014/15. Atletico, yang waktu itu masih diperkuat Mario Mandzukic, menang 1-0 lewat gol tunggal Arda Turan di kandang sendiri dan imbang 0-0 di Italia. (bbs/don)

Proyek LRT dan BRT Terganjal Pembiayaan, Dibantu Pusat pun Pemko Tak Mampu

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dorongan DPRD Sumut agar Pemko Medan segera merealisasikan pembangunan Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit disikapi Pemko Medan. Menurut Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, besarnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk membangun kedua moda transportasi masal itu, menjadi kendala utama. Pasalnya, APBD Kota Medan tak mampu menampung anggarannya meski dibantu pemerintah pusat.

Eldin mengakui, proyek infrastruktur ini masih dalam pembahasan. Ada pembiayaan sarana dan prasarana yang harus diurus Pemko Medan ke pemerintah pusat. “APBD kita masih tidak mampu menanggung beban biaya pembangunan proyek infrastrutktur tersebut. Persoalannya tinggal itu saja, pembiayaan yang membangun sarana dan prasarana,” kata Eldin.

Menurut dia, dalam proyek ini sebenarnya yang menjadi sasaran utama bukan provit atau keuntungan. Sebab, hampir sama sekali tidak ada keuntungannya. “LRT dan BRT dibangun tujuannya untuk mengurangi kemacetan di Kota Medan. Jadi, tidak ada untungnya itu. Karena, nantinya akan disubsidi dari pemerintah pusat mengenai ongkos moda transportasi tersebut, ongkosnya cuma Rp10.000,” sebutnya.

Eldin berharap, kalau sudah disubsidi dari pemerintah pusat, Pemko Medan harusnya tidak dibebani lagi biaya pembangunan dan perawatan. Namun yang terjadi, pemko tetap dibebankan sementara APBD Kota Medan tidak sanggup.

Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan dalam proyek ini hanya Rp10 triliun. Namun menurutnya, meski mendapat bantuan tersebut, Pemko Medan tetap tidak sanggup membangun proyek angkutan massal ini.

Sebab, kemampuan fiskal Kota Medan tidak cukup untuk mencicil kewajiban yang harus dibayar dalam skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Makanya, kita meminta kepada pemerintah pusat jangan hanya Rp10 triliun bantuan yang diberikan tetapi ditambah,” kata Wiriya belum lama ini.

Dikatakannya, Pemko Medan sedang mengajukan kembali penambahan bantuan anggaran untuk proyek tersebut. Penambahannya paling tidak Rp2,5 triliun lagi. “Sudah kita ajukan dan sedang dalam proses. Kita berharap dan mudah-mudahan disetujui,” ucapnya.

Wiriya menegaskan, Pemko Medan tidak mau menggadaikan APBD untuk proyek tersebut. Sebab, pembiayaan rolling stock atau sarana dan prasarana kereta api dan pendukungnya terlalu tinggi. Kedua proyek ini secara keseluruhan hampir menghabiskan anggaran sekitar Rp13 triliun. “Pembiayaan (rolling stock) pokoknya harus pemerintah pusat yang membiayai. Kalau Pemko Medan tidak mampu,” tuturnya.

Ia mengaku, kalau kendala anggaran sudah diputuskan dan teratasi maka selanjutnya masuk ke tahap transaksi. “Proses pengkajian proyek ini sudah hampir final, hanya tinggal struktur pembiayaannya saja. Kalau sudah menemukan solusi, tentu akan segera ditenderkan,” tukas dia.

Lebih lanjut Wiriya mengatakan, arus lalu lintas di kota ini kian padat. Hal itu disebabkan pesatnya pertumbuhan laju kendaraan setiap tahunnya, namun tidak dibarengi dengan pertumbuhan infrastruktur jalan. Oleh karenanya, jika keadaan ini terus dibiarkan maka pada tahun 2024 diprediksi Kota Medan akan mengalami gridlock.

“Proyek ini rencananya akan dibangun pada tahun 2020 mendatang. Jika sampai tahun 2024 transportasi yang ada di Kota Medan tidak segera ditangani maka Kota Medan akan mengalami gridlock. Artinya, lalu lintas akan berhenti. Tidak ada yang bisa jalan, karena jumlah luas jalan sama dengan luas kendaraan bahkan mungkin melebihi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya infrastruktur ini diharapkan dapat mengubah minat masyarakat Kota Medan yang tadinya mengendarai kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum yang sudah disediakan oleh pemerintah. Dengan begitu, tentunya mendorong pertumbuhan pendapatan kota ini.

“Pembangunan LRT dan BRT bukan hanya persoalan mengatasi kemacetan, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Medan. Konektivitas yang dibangun melalui ketersediaan infrastruktur transportasi, akan memudahkan masyarakat melakukan aktivitas sehingga dapat tumbuh semakin pesat,” tandasnya.

Benahi Tata Ruang

Menyikapi kebutuhan yang urgens dalam mengatasi kemacetan di Kota Medan, Komisi D DPRD Kota Medan malah berpendapat lain. Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah mengatakan, untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kota Medan seharusnya membenahi tata ruang kota. Misalnya, seperti membuat zonasi pusat-pusat keramaian, perkantoran dan lain sebagainya.

“Saya melihat wacana pembangunan kedua jalan tol tersebut belum menjadi hal yang urgensi. Bagaimana tidak macet? Semua menumpuk di inti kota. Mulai dari perkantoran, mal, pasar tradisional, hotel dan lainnya. Jadi, coba diatur tata ruangnya dengan membuat zonasi, sehingga arus lalu lintasnya tidak menumpuk karena sudah terbagi-bagi,” ungkap Ilhamsyah, kemarin (19/2).

Selain itu, lanjut dia, kemacetan di Medan akibat tidak tertibnya angkutan kota (angkot). Kendaraan umum tersebut kerap menjadi pemicu kemacetan. “Lihat saja di pusat-pusat keramaian, seringkali angkot mangkal hingga memakan ruas jalan. Akibatnya, pengendara yang ingin melintas terhambat sehingga terjadi kemacetan. Makanya, ini perlu juga ditertibkan budaya berlalu lintas,” tukasnya.

Tak jauh beda disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani. Menurutnya, pembangunan jalan tol untuk sepeda motor maupun lingkar luar belum efektif karena melihat ketersediaan lahan. Terlebih, menambah beban masyarakat. “Mau dibangun di mana coba jalan tolnya? Tahu sendirilah di Medan lahannya terbatas. Kemudian, biayanya dari mana karena bangun tol itu anggarannya tidak sedikit dan butuh pembebasan lahan,” ujarnya.

Dikatakan Rani, daripada dibangun jalan tol lebih baik membangun underpass atau fly over seperti yang sudah dilakukan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Sebab, keberadaannya sangat efektif mengatasi kemacetan. “Bisa dilihat di Titi Kuning sekarang, sudah lancar kan karena dibangun underpass. Begitu juga di Amplas dan Simpang Pos yang dibangun fly over, sekarang tidak macet lagi. Jadi, di titik-titik yang macet seperti Simpang Juanda dan lainnya perlu dibangun underpass atau fly over. Selain lebih efektif, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat,” ujarnya. (ris)

Ditempatkan di Nias, 4 CASN Mundur

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 1.032 orang CASN 2018 Pemprovsu yang lulus seleksi, kini berkurang empat orang. Keempat CASN Pemprovsu tersebut memilih mengundurkan diri karena tak mau ditempatkan di Nias.

“Kini tinggal 1.028 CASN yang lulus, karena berkurang empat orang. Salah satu alasannya karena mereka tak mau ditempatkan di Nias, makanya mundur,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu Kaiman Turnip kepada Sumut Pos, Selasa (19/2).

Kaiman mengungkapkan, hal itu diketahui setelah pihaknya memverifikasi pemberkasan peserta yang telah diterima sebelumnya. “Mengenai penempatan tugas sebenarnya sudah ada sejak awal dia melamar. Itu alasan yang kami terima (tidak mau ditempatkan ke Nias, Red),” katanya.

Pihaknya mengaku sudah menyerahkan berkas 1.032 CASN ke BKN Regional VI Medan. Di mana selanjutnya tinggal menunggu Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dari pemerintah.

Mengenai waktu serah terima atau penempatan mereka bertugas di masing-masing instansi, Kaiman menyebut tergantung kapan NIK tersebut keluar. “Belum tahu, tapi yang pasti pemberkasan ke BKN Regional sudah kami sampaikan. Selanjutnya kita menunggu verifikasi NIK dari BKN,” katanya.

Disinggung kembali soal rekrutmen P3K, Kaiman masih bersikukuh mengatakan bahwa Pemprovsu belum akan membuka penerimaan tersebut. “P3K itu yang pertama harus ada Anjab ABK, yang sampai sekarang memang belum ada kita buka,” katanya. Ia juga sebelumnya mengakui kalau Pemprovsu tidak ada mengalokasikan di APBD 2019 untuk melaksanakan rekrutmen tersebut.

Tak Punya Data

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan mengakui tak punya data ihwal sudah berapa pemda yang membuka rekrutmen P3K di Sumut. “Saya tak punya data, saya sedang rapat,” ujarnya singkat. Meski begitu ia sebelumnya mengatakan, pihaknya sedang fokus menyusun formasi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Rencana kita dalam waktu dekat soal PPPK itu dulu. Itu pun terbatas untuk tenaga honorer Kategori Dua (K-2) yang selama ini ada, namun belum diangkat PNS. Kebetulan sudah ada databasenya sama kita,” katanya.

Ia melanjutkan, tenaga P3K yang akan diambil dari honorer K-2 ini juga diperuntukkan pada bidang-bidang tertentu seperti guru, tenaga medis, dan penyuluh bidang pertanian. “Jadi tiga bidang itu saja. Dan saya kira dilingkungan Pemprovsu juga termasuk. Apalagi sekarang mereka sudah menaungi guru-guru SMA/SMK sederajat. Nanti mereka bisa saling koordinasi ke kabupaten untuk databasenya itu,” katanya.

222 Peserta Lamar P3K Deliserdang

Di Deliserdang, 222 dari 296 orang honorer K2 mendaftar seleksi P3K. Dari 222 peserta yang mendaftar itu, 158 peserta tenaga guru dan 64 penyuluhan pertanian. Sedangkan tenaga Kesehatan nihil.

Kepala Bidang Pengadaan Pegawai dan Mutasi BKD Deliserdang, Syahrul mengatakan, dari 296 honorer K2 di Deliserdang, ada 74 orang yang tidak mendaftar. Menurutnya, itu disebabkan tidak adanya informasi dari satuan tempat tugas mereka. “Umumnya guru. Kata mereka yang datang ke BKD, tidak adanya pemberitahuan. Padahal BKD sudah menyurati dinas pendidikan agar diteruskan ke sekolah-sekolah tempat mereka bertugas,” sebutnya.

Disebutnya, data para peserta yang mendaftar sesaui dengan data yang bersumber dari BKN. Sedangkan ujian yang akan dilakukan dengan sistem CAT. “Nanti ujianya di sekolah-sekolah yang ada fasilitas komputernya di Deliserdang,” sebutnya.(prn/btr)

Gaji Perangkat Desa Setara PNS Efektif 2020

.
.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rencana kenaikan gaji untuk perangkat desa setara dengan pegawai negeri sipil (PNS) Golongan II-A pada Maret 2019 sulit dipenuhi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memperkirakan rencana itu baru terealisasi pada tahun depan.

“Itu diputuskan Januari tahun 2020,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa (19/2).

Dia menjelaskan, target Maret sulit dilakukan karena anggaran APBD 2019 sudah diketok. Untuk menaikkan gaji perangkat desa dibutuhkan penambahan alokasi dana desa (ADD) pada APBD yang menjadi sumber pendanaannya.

“Kan nggak mungkin perubahan APBD (bulan Maret). Serupiah saja tidak mungkin,” imbuh Tjahjo.

Namun, Tjahjo membantah jika pemerintah dinilai tidak konsisten. Dia beralasan, yang ingin dituntaskan sesegera mungkin adalah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) 43/2014 dan PP 47/2015. “Siapa yang bilang Maret. Enggak,” pungkasnya.

Sebelumnya, kenaikan gaji perangkat desa disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Dengan disetarakan PNS Golongan II-A, maka perangkat desa bisa mendapat gaji di kisaran Rp 1,9 – Rp 3,2 juta per bulan.

Dana gaji perangkat desa berasal dari alokasi Dana Desa yang tercantum di APBD. Selain itu, pemerintah juga menargetkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Desa untuk perbaikan kesejahteraan perangkat desa selesai pada bulan ini.

“Pokoknya janji pemerintah revisi ini selesai bulan Januari. Tadi dipastikan selesai bulan ini,” ujar Tjahjo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan perangkat desa di seluruh Indonesia akan segera mendapatkan perbaikan kesejahteraan. Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan gaji perangkat desa.

“Yang paling penting, sudah kita putuskan penghasilan tetap perangkat desa disetarakan dengan (PNS) golongan IIA,” kata Jokowi disambut sorak sorai para perangkat desa yang hadir di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selain gaji, menurut Jokowi, perangkat desa juga akan mendapatkan layanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Menurut dia, perbaikan kesejahteraan para perangkat desa itu akan dilakukan lewat revisi peraturan pemerintah PP 47 Tahun 2015 tentang Desa. (jpg/kps)

Diperiksa Lagi Kamis, Joko Driyono Belum Ditahan

net DIPERIKSA: Plt Ketum PSSI, Joko Driyono saat memenuhi panggilan Satgas.
net
DIPERIKSA: Plt Ketum PSSI, Joko Driyono saat memenuhi panggilan Satgas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyidik Satgas Antimafia Bola bakal kembali memeriksa Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) untuk menyelesaikan pertanyaan lanjutan. Sebab, dari 32 pertanyaan yang disiapkan dalam agenda penyidikan, baru 17 pertanyaan yang sudah terjawab.

Untuk itu, tim penyidik akan memanggil kembali tersangka perusakan barang bukti pengaturan skor itu guna melengkapi proses penyidikan. Dengan begitu, Jokdri belum bisa dilakukan penahanan. Mengingat, proses penyidikan masih berlangsung.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, saat berlangsungnya penyidikan di pertanyaan ke-17, proses pemeriksaan terhadap pimpinan tertinggi PSSI itu dihentikan. Pasalnya pemeriksaan dilakukan hingga pukul 03.30 WIB, Selasa (19/2).

“Satgas Antimafia Bola sudah memeriksa tersangka JD. Dijadwalkan ada 32 pertanyaan yang diagendakan. Baru sampai pertanyaan ke-17, kemudian ditutup pada jam 03.30 WIB,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/2).

Jokdri diduga terlibat langsung dalam pengaturan skor di beberapa pertandingan sepak bola Indonesia. Adapun dia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pencurian dan perusakan barang bukti di Kantor Komdis PSSI.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditanyai sepenting apa barang bukti yang disita Satgas Antimafia Bola dari kantor Jokdri. Ia justru membeberkan mengenai peran dari Jokdri dalam pengaturan skor.

“Mengatur jadwal, mengatur perangkat pertandingan. Kan sebelas tersangka yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka sebagian besar apa? Perangkat pertandingan,” tegas Dedi di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/2).

Namun ketika ditanya apakah Jokdri termasuk aktor intelektual pengaturan skor tersebut, Dedi masih enggan menyebutnya seperti itu. “Terlalu sumir. Kecepaten (disebut itu),” singgungnya.

Kepolisian tidak berspekulasi. Mereka bekerja sesuai bukti-bukti yang ada. Saat ini, bukti-bukti tersebut sedang dianalisa penyidik.”Tetap fakta hukum step by step. Nggak boleh terburu-buru. Asas praduga tak bersalah dijunjung tinggi,” sebutnya.

Namun yang pasti Dedi menerangkan, salah satu barang bukti yang disita dari tempat Jokdri yakni terkait laporan Lasmi Indaryani. Yaitu soal pengaturan skor di pertandingan Persibara Banjarnegara dengan PS Pasuruan. “Laporan terkait Lasmi yang Banjarnegara dengan beberapa klub,” pungkasnya.

Pemeriksaan terhadap Jokdri berkaitan dengan peristiwa pengamanan barang bukti berupa laptop yang diduga berisi data dugaan kasus pengaturan skor Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. “Barang bukti itu sedang dalam pengawasan penyidik dan sudah diberi police line,” ujar Argo. (bbs/jpc/don)

Dikejar Deadline, PSSI Sumut Daftarkan Tim Pantauan Porwilsu

doni hermawan/sumut pos KEBUT: Sekjen Asprov PSSI Sumut, Fityan Hamdi mengatakan akan kebut bentuk tim Pra PON Sumut.
doni hermawan/sumut pos
KEBUT: Sekjen Asprov PSSI Sumut, Fityan Hamdi mengatakan akan kebut bentuk tim Pra PON Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara dikejar waktu untuk mempersiapkan tim Pra PON Sumut. Sementara KONI Sumut meminta paling lambat, Rabu (20/2) hari ini, nama-nama sudah masuk menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) menuju Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.

Pelatda sendiri dijadwalkan akan mulai terlaksana pada 1 Maret mendatang. Sekum Asprov PSSI Sumut Fityan Hamdi, saat ini nama – nama pemain yang akan dimasukkan dalam program pelatda berjalan merupakan hasil dari Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumut tahun 2018. Fityan mengaku, pihaknya tidak mungkin kembali melakukan seleksi dalam waktu yang singkat. Maka, Fityan mengaku opsi terbaik adalah hasil pantauan di Porwil Sumut tahun lalu.

“Kemarin ketua umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menelpon PSSI, kok belom ada didaftarkan. Sekarang begini, PSSI Kita tanggungjawab tiga persiapan penting, pertama sepakbola pria, sepakbola wanita, dan futsal. Kalo futsal kita sudah komunikasi dengan AFI,” jelas Fityan ditemui di Sekretariat Asprov PSSI Sumut di Medan, Selasa (19/2) sore.

Meski diakui Fityan, sebelum ini telah dilakukan jadual rapat pengurus dengan anggota Executive Committee (Exco) PSSI. Namun, karena tidak mencapai qorum sehingga rapat penentuan seleksi pemain tertunda. Sementara KONI Sumut mendesak agar nama – nama pemain harus masuk dalam daftar pelatda awal. Maka, Fityan mengambil opsi nama pemain yang didaftarkan adalah hasil pantauan tim talent scouting pada Porwil Sumut.

“Kita sudah agendakan rapat dengan Exco. Tapi tidak mencapai qorum karena mereka juga banyak kesibukan. Opsi kita pemain yang kita daftarkan merupakan hasil dari Porwil tahun lalu. Kita sudah dikejar dengan tanggal. Tapi KONI membolehkan promosi dan degradasi pemain kepada Asprov PSSI,” ucapnya.

Selain seleksi, sampai saat ini diakui Fityan, Asprov juga belum menunjuk tim pelatih. Asprov PSSI Sumut masih menunjuk Liestiadi sebagai direktur teknik yang nantinya menunjuk tim pelatih dan program latihan menuju Pra PON 2019.

“Untuk tim sepakbola pria belum kita tentukan tim. Tapi untuk sepakbola wanita sudah. Begitu juga pelatih. Tapi direktur teknis kita tunjuk Liestiadi, meskipun sebelumnya kita ditawari dia sebagai pelatih tidak mau. Liestiadi sudah rekomendasi sejumlah nama seperti Suharto AD, Khaidir, dan Ansyari Lubis. Sedangkan asisten terserah pilihan pelatih kepala,” jelas Fityan.

Meski begitu, Fityan menjamin ke 30 nama pemain yang nantinya didaftarkan bukanlah pemain sembarangan. Mereka juga hasil pantauan PSSI, tim pemantau, dan monitoring sepakbola dari KONI Sumut. Mereka merupakan hasil pantauan dari Porwil Sumut yang diikuti delapan Kabupaten/kota. Diantaranya Medan, Deliserdang, Dairi, Asahan, Labura, Tapteng, Madina, dan Binjai. Namun tidak tertutup kemungkinan dari daerah lain juga akan dipantau.

“Panitia lokal ada kita kirim tim pemantau dua hingga tiga orang. Tim Monitoring KONI Sumut untuk cabor sepakbola juga ada. Jadi kami masukkan nama ini tidak sembarangan. Nantinya juga ada promosi dan degradasi,” kata Fityan.

Lebih lanjut dikatakan Fityan, meski 30 nama telah didaftarkan ke KONI Sumut, namun dalam pekan ini bakal dilaksanakan rapat Exco untuk membahas jadual seleksi pemain dan membahas program yang telah disusun oleh direktur teknik sebelum Maret nanti. (don)

Danie Pratama Tiba

Sutan Siregar/Sumut Pos GABUNG: Danie Pratama kembali bergabung dengan PSMS.
Sutan Siregar/Sumut Pos
GABUNG: Danie Pratama kembali bergabung dengan PSMS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS akan kembali melanjutkan aktivitas latihannya di Stadion Kebun Bunga, Rabu (20/2). Pasca penetapan 22 nama yang lolos sementara, PSMS akan kedatangan satu pemain yang sudah dinantikan.

Dia adalah Danie Pratama. Bek yang dipertahankan dari skuad musim lalu ini sebelumnya merupakan salah satu pemain yang ingin dipertahankan Gurning dari skuad musim lalu. Namun Danie baru tiba hari ini.

Danie sebelumnya sempat dikait-kaitkan dengan klub promosi Liga 1, PSS Sleman. Namun pada akhirnya Danie tak kunjung bergabung dengan klub tersebut.

Musim lalu Danie lebih banyak jadi penghangat bangku cadangan. Namun di putaran kedua bersama Peter Butler, dia mulai sering dimainkan, terutama 10 laga terakhir.

Sementara Pelatih PSMS, Abdurahman Gurning tidak mengetahui siapa saja yang datang besok. Ia sudah sodorkan nama-nama pemain, tinggal Manajemen yang mengeksekusi kedatangan mereka.

“Saya kurang tahu siapa yang datang besok. Karena yang datangkan bukan aku. Yang pasti pemain itu langsung bergabung dengan tim. Aku hanya menunjuk pemain saja,” ujar Gurning, Selasa (19/2).

Walaupun tak begitu tahu siapa yang akan merapat, Gurning menegaskan pemain itu statusnya trial. Gurning beserta Tim Pelatih lainnya seperti Edy Syahputra dan Sugiar akan melakukan seleksi terlebih dahulu terhadap beberapa pemain tersebut.

“Datangkan pun mereka, masih kami seleksi dulu. Bukan berarti permintaan kami didatangkan langsung oke,” katanya.

Sebelumnya Gurning juga menyebut nama-nama seperti Wanda Syahputra, Dolly Gultom, Tri Handoko, Aldino Herdianto, Wiganda Pradika dan beberapa pemain naturalisasi. (don)

Tekad Putus Rekor Buruk, indonesia u-22 v malaysia u-22

KOMPAK: Tim nasional Indonesia U-22 harus kompak saat menghadapi Malaysia di National Stadium Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore ini.
KOMPAK: Tim nasional Indonesia U-22 harus kompak saat menghadapi Malaysia di National Stadium Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore ini.

SUMUTPOS.CO – Hasil imbang kontra Myanmar pada laga perdana grup B Piala AFF U-22 harus segera dilupakan. Kini tim tim nasional U-22 fokus untuk menghadapi rivalnya, Malaysia U-22 pada laga di National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengaku sudah melupakan hasil imbang di laga perdana grup B Piala AFF U-22 lawan Myanmar. Kini, dia mengalihkan target kemenangan menghadapi tim dari tetangga itu.

Menghadapi Malaysia, Indra menyebut bakal ada penyesuaian materi untuk Skuat Garuda Muda. Karena itu, bakal ada sedikit rotasi.”Enggak ada alasan bagi saya untuk lakukan rotasi besar dalam satu turnamen, tidak mungkin. Tapi ada rotasi, pergantian di beberapa posisi yang kami rasa cocok lawan Malaysia mungkin kami lakukan,” ungkap Indra, Selasa (19/2).

Meski melakukan perubahan dari starter yang biasanya, Indra menegaskan bahwa langkahnya itu bukanlah sebuah eksperimen.

“Jadi ini bukan eksperimen tapi pergantian yang dilakukan sesuai kebutuhan tim dengan lawan yang akan kami hadapi,” tegasnya.

“Soal kondisi lapangan, itu bukan alasan. Harus adaptasi memang iya, saya setuju. Tapi bukan alasan kita tidak bisa poin penuh,” tegasnya.

Namun Indra dihadapkan dengan rekor tak pernah menang ketika mengawal tim bertemu Malaysia, di seluruh kelompok umur. Catatan itu jelas ingin diputus oleh Indra. “Saya punya banyak pengalaman bahwa ketika menghadapi Malaysia pada laga selanjutnya selalu berat. Tapi kita akan tetap terapkan attacking game dan target harus menang,” tutup eks pelatih Bali United.

Sementara itu Malaysia menempati peringkat buncit karena kalah 0-1 dari tuan rumah Kamboja di matchday 1. Mereka pun bertekad bangkit lawan Indonesia. “Dalam partai kedua, kami harus dapatkan satu atau tiga poin untuk membuka peluang ke babak berikutnya,” kata pelatih timnas U-22 Malaysia, Ong Kim Swee.

Timnas Malaysia U-22 tak diperkuat beberapa pemain andalan yang tak dilepas klub masing-masing maupun memang tak mendapat panggilan, seperti Syahmi Safari, Akhyar Rashid, dan Safawi Rasid. Kondisi yang mirip dengan Indonesia. Selain itu mereka tanpa R Kogilesawaran (cedera) dan Danial Haqim (skors). (bbs/don)