KARO, SUMUTPOS.CO – Setelah sempat buron, polisi akhirnya berhasil menangkap Erwinan Ginting (34) warga Desa Bulanjahe Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Pria yang sehari-sehari bekerja sebagai pengepul jeruk itu ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Barusjahe, Jumat (18/1) sekitar pukul 23.00 WIB di Tiga Lingga, Kabupaten Dairi.
Tertangkapnya tersangka berkat kerja sama antara pihak kepolisian dengan keluarga tersangka. Ginting ditangkap petugas sesuai dengan LP No: 31/I/2019/SU/Res T Karo tertanggal 16 Januari 2019 dalam kasus pembunuhan terhadap korban Efendi Sembiring Kembaren (49) warga desa Bulanjahe Kecamatan Barusjahe.
Pembacokan ini terjadi Rabu (16/1) sekitar pukul 20.00 WIB di depan rumah salah seorang warga Sesaa Bulanjahe. Saat diperiksa, tersangka yang saat menjalani pemeriksaan mengakui semua perbuatannya.
Menurut pengakuannya di malam kejadian itu, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB, dia berniat membeli rokok ke sebuah kedai kopi. “Aku berjalan dari samping kede dan saat itu kulihat korban sedang duduk di teras kede tersebut. Begitu dekat, korban langsung melotot denganku sambil mengatakan ‘Kai Atem’ (apa maumu) sambil berdiri. Mendengar itu aku langsung tarik piso panjang dari punggungku dan nyangkut dijacket yang kupakai,” kenangnya.
Tak mau mati konyol, korban memilih pergi dengan berjalan meninggalkan kedai. “Melihat itu aku kejar dia (korban). Dalam jarak lebih kurang 10 meter korban sudah dapat kuhampiri dari belakang, dan saat itu piso panjang yang ada padaku langsung kuarahkan ke bagian kepala korban bagian belakang dan mengenai bagian samping kepala belakang. Darahpun muncrat dan akupun semakin beringas langsung kubacok kebagian muka dan tangannya sehingga korban terjatuh,” katanya.
Melihat korban terjatuh dan bersimbah darah, korban langsung meninggalkan lokasi. “ Aku meminjam sepeda motor warga jenis Astrea BK 5141 DN dan langsung melarikan diri kearah Desa Sinaman. Sepeda motor kutinggalkan selanjutnya aku berangkat ke Tiga Lingga,” katanya.
Kapolsek Barusjahe AKP Firman Tarigan melalui Kanit Reskrim Aiptu Antoni Ginting saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Sabtu(19/1) sekitar pukul 12.30 WIB membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap tersangka. “Kini sedang dilakukan pemeriksaan yang intensif terhadap tersangka, barang bukti yang diamankan berupa 1 sendal, 1 sarung piso, topi dan sebuah sepeda motor jenis honda BK 5141 DN.
Kepada tersangka dijerat dengan Pasal 340 Sub 338 lebih Subs 351dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tegas Antoni. Dugaan sementara, pembacokan itu bermotif dendam. Karena beberapa bulan sebelum kejadian, korban pernah bertengkar dengan abang pelaku. Saat itu, korban sempat membacok lengan abang tersangka hingga putus. (deo/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat terdakwa pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) dalam kasus pungutan liar (pungli) dan pemerasan terhadap lapak pedagang, ternyata tidak ditahan. Hal itu pula yang menyebabkan keempat terdakwa, beberapa kali gagal disidangkan lantaran mangkir dipersidangan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian turut mengakuinya. “Memang tidak ditahan, sewaktu dari Polda (Sumut) juga tidak ditahan. Kita hanya melanjutkannya saja,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (20/1).
Saat dijelaskan padanya, akibat tidak ditahannya keempat pengurus P3TM tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap kesulitan menghadirkan Ketua P3TM, Ali S.
Begitupun dengan JPU Rehulina Sembiring, juga kesulitan menghadirkan tiga terdakwa lainnya, yakni Roni Mahera selaku wakil sekretaris, M Ali Arifin selaku Bendahara dan Rasdi Hasibuan selaku staf P3TM.
“Meski tidak dilakukannya penahanan, bukan berarti menghapus hukumannya. Pasti JPU bisalah menghadirkan para terdakwa ke persidangan,” tandas Sumanggar.
Menanggapi hal itu, praktisi hukum Redyanto Sidi mengatakan, seharusnya kasus ini menjadi pertimbangan hakim untuk mencabut penangguhan keempat terdakwa untuk memudahkan proses persidangan.
“Jaksa bertanggungjawab menghadirkan terdakwa di setiap persidangan. Aneh juga kalau JPU dan hakim tidak punya sikap atas terdakwa,” ucap Direktur LBH Humaniora ini.
Untuk itu, kata Redy, diperlukannya pegawasan terhadap perkara ini, agar kasus ini tuntas hingga menjatuhkan hukuman kepada terdakwa. Apalagi sebutnya, PN Medan sedang berbenah, yang dapat merusak kembali citranya.
“Pengawas hakim dan kejaksaan harus turun cek and ricek, ini diduga dapat mengarah kepada dagelan hukum,” katanya, seraya menduga dalam kasus ini, hakim dan JPU telah ‘main mata’. “Karna ada dugaan main mata atas kepentingan siapapun,” imbuhnya.
Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin menyatakan, untuk menghadirkan terdakwa ke persidangan merupakan tanggungjawab JPU.
“Kita (hakim) tinggal meminta kepada JPU, untuk menghadirkan terdakwa ke persidangan. Karna kalau terdakwa tidak ditahan, kan ada penjaminnya,” ujarnya, Jumat (18/1) kemarin.
“Kalau pada sidang selanjutnya terdakwa tidak hadir juga, hakim bisa mengambil ketegasan dengan meminta JPU untuk menitipkan terdakwa ke rutan,” sambung Jamaluddin.
Sebagaimana diketahui, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), Ali S (57) dua kali gagal disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Terdakwa dinilai tidak kooperatif dalam sidang dakwaan pungutan liar (pungli) dan pemerasan terhadap kios pedagang Marelan.
Dalam sidang perdana yang digelar di ruang Cakra 6 PN Medan pada, Senin (7/1) lalu, Majelis hakim yang dipimpin Abdul Kadir, menunda sidang lantaran Jaksa Penunut Umum (JPU) dari Kejatisu, tidak bisa menghadirkan terdakwa Ali S.
Kemudian, pada sidang Senin (14/1) lalu, dengan agenda dakwaan di ruang Cakra 5, Majelis hakim kembali menunda sidang dengan alasan yang sama. Majelis hakim menunda sidang, hingga Senin (21/7) mendatang, dengan agenda pembacaan dakwaan.
Terdakwa Ali S diketahui, tidak dilakukan penahanan alias menjadi tahanan kota sejak tanggal 5 Desember 2018.
Ali S dan ketiga pengurus P3TM lainya, yakni Roni Mahera (47) selaku wakil sekretaris, M Ali Arifin (50) selaku Bendahara dan Rasdi Hasibuan (49) selaku staf dituntut secara terpisah. Tiga terdakwa dengan JPU Rehulina Sembiring, disidangkan pada Selasa (8/1) lalu.
Dalam dakwaan JPU disebutkan, keempat terdakwa memberlakukan harga meja dan kios kepada para pedagang, sesuai ketentuan mereka secara sepihak.(man/azw)
yang tidak mendapat persetujuan dari PD Pasar Kota Medan.
Dimana pembayaran, dapat dilakukan lunas atau mencicil beberapa kali dan apabila tidak melunasi sesuai ketentuan harga dari P3TM tersebut, maka para pedagang mendapat peringatan dari P3TM. Yaitu, berupa ancaman bahwa meja yang sudah dibeli para pedagang akan dialihkan kepada orang lain.
Akibat ancaman tersebut, saksi Rotua Ester Maria Sinaga dan pedagang lainnya, membayar harga meja dan kios yang sangat tinggi. Selain itu juga terjadi kesemerautan di pasar Marelan yang disebabkan oleh posisi meja, kios dan stan tempat berjualan para pedagang yang sudah membayar tidak sesuai dengan harapan para pedagang.
Kemudian, pada tanggal 24 Agustus 2018, petugas dari Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap Roni Mahera, M Ali Arifin dan Rasdi Hasibuan, sewaktu melakukan pengli kepada Rotua, untuk pembayaran meja sayur sebesar Rp12 juta. Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 368 Ayat (2) Ke-2 KUHP. (man/azw)
batara/sumut pos
MENIKMATI: Sejumlah wisatawan lokal saat mengunjungi lokasi Agrowisata Paloh Naga di Dusun IV, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Deliserdang.
batara/sumut pos MENIKMATI: Sejumlah wisatawan lokal saat mengunjungi lokasi Agrowisata Paloh Naga di Dusun IV, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Deliserdang.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pagi-pagi buta, Faisal dan Fikri mengendarai sepeda motornya menuju lokasi Angrowisata Paloh Naga yang berada di Dusun IV, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Deliserdang. Kedua pria lajang itu berangkat dari rumahnya di Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu, untuk mengambil kepentingan cover lagunya.
Rencananya, gambar susana Agrowisata Paloh Naga yang asri menjadi video klip lagu mereka yang berjudul ‘Zona Nyaman’ dari grup Fourtwnty.
Kami akan posting di Youtube dan Instagram,” ungkap keduanya dengan bersemangat.
Keduanya mengetahui Agrowisata Paloh Naga dari Facebook dan Instagram. “Kami taunya dari Instagram dan Facebook. Sama sekali belum pernah ke sini,” beber Faisal.
Tak sulit bagi keduanya, menuju lokasi destinasi wisata yang menawarkan pemandangan hamparan padi dan petak sawah. Cukup mengikuti petunjuk Google Map, keduanya tiba di sana sekira pukul 07.30 WIB. “Target harus sampai pukul 07.00 WIB. Biar suasana sunrise terlihat. Sebenarnya masih bisa sih ambil gambar tadi. Tapi kami dilarang masuk. Katanya mau ada peresmian. Terpaksa nunggu. Katanya Bupati Ashari Tambunan mau penguntingan pita,” kata Fasial lagi.
Tertahan tak bisa mengambil gambar. Keduanya mengarahkan sepeda motor ke destinasi wisata lainnya, Pantai Putra Deli. Pantai Putra Deli berada sebelah timur dari Agrowisata Paloh Naga.
Setelah sekian waktu berada di Pantai Putra Deli, keduanya kembali ke Agrowisata Paloh Naga. “Kami kembali ke sini sekira pukul 12.00 WIB. Padahal acara gunting pitanya pukul 14.00 WIB,” jelasnya.
Faisal dan Fikiri adalah 2 pemuda yang tertarik serta penasaran dengan keberadan Angrowisata Paloh Naga yang menawarkan pemandangan hamparan tanaman padi serta petak sawah. Luas areal persawahan disana ada 35 hektare. Kemudian di atas tanaman padi itu, disediakan spot tracking bamboo.
Tracking dengan lebar satu meter yang terbuat dari bahan bambu memanjang mengular berkelok-kelok, menambah sensasi bila berjalan di atasnya. Di sana juga disediakan tempat duduk terbuat dari bambu. Jarak antara tempat duduk itu, sekitar 10 meter.
Memang, sebelum memasuki lokasi tracking, pengunjung melintasi gapura terbuat dari bambu. Kemudian jalan yang sudah dibeton. Selanjutnya, menuju tracking ada pondok besar yang di kanan dan kirinya ada tempat duduk. Tujuannya, sebelum memasuki atau keluar dari tracking bamboo pengunjung dapat beristirahat.
Pengelola tidak mengutip biaya bagi pengunjung yang hendak berwisata ke sana. Pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp5.000 untuk sepeda motor, dan Rp20.000 per kendaran roda empat. Di sana ada payung yang bisa disewa pengunjung. Per payung Rp5.000.
Umumnya pengunjung berwisata ke sana untuk menikmati suasana pertanian yang masih kental dengan suasana pedesaan. Terpaan angin akan menghampiri wajah setiap pengunjung yang melintas di tracking bamboo. Beberapa pangunjung rela mempercepat kedatangannya ke lokasi Agrowisata Paloh Naga untuk menikmasi sunrise, dan bertahan sampai Magrib untuk menyaksikan sunset.
“Sunrise dan sunset di sini beda dibanding tempat wisata lainnya. Kalau sunset kita seakan-akan jadi petani yang pulang dari sawah,” ungkap Wulan Sari, pengunjung lainnya yang datang bersama temannya.
Di sana juga berdiri beberapa warung yang siap melayani pengujung. Memang menu yang dijual masih sederhana. Tapi lumanyan untuk mengatasi kondisi lapar dan haus. “Ini masih 10 persen dari rencana. Nanti ada kolam renang. Kami buat kolam renang di tengah-tengah sawah, dan jalur tracking-nya diperpanjang. Kemudian buat aula besar, dapat digunakan untuk acara acara,” jelas Irfan, petugas pengelola Agrowisata Paloh Naga.
Irfan juga menerangkan, biaya pembuatan Agrowisata Paloh Naga berasal dari BUMDes serta bantuan Pemkab. Sejak dibukanya Agrowisata Paloh Naga, melibatkan pemuda setempat. Selama ini banyak yang nangur, kini mereka dilibatkan, mulai pembuatan sampai pengelolaan. “Tumbuh kesadaran di masyarakat sekitar Agrowisata Paloh Naga. Kebersihan serta ketertiban membawa keuntungan secara ekonomi. Bila lokasi Agrowisata Paloh Naga jorok, tentu membuat pengunjung malas datang,” pungkasnya. (btr/saz)
ist
KECELAKAAN: Polisi saat hendak mengevakuasi jenazah Delfina boru Siahaan yang tewas di lokasi kecelakaan di jalur tol Medan-Tebingtinggi.
ist KECELAKAAN: Polisi saat hendak mengevakuasi jenazah Delfina boru Siahaan yang tewas di lokasi kecelakaan di jalur tol Medan-Tebingtinggi.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait tabrakan beruntun yang terjadi di KM 37+400 Jalan Tol Medan-Tebingtinggi Sabtu (19/1) pagi. Dalam lakalantas yang terjadi di sekitar Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang itu, satu orang nyawa melayang.
Diketahui kecelakaan lalu lintas dialami tiga mobil yang saling seruduk di Jalan Tol tepatnya di kilometer 37+200 Medan, di kawasan Dusun I, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang Sabtu (19/1) pagi. Paling parah dalam insiden itu dialami mobil Toyota Innova BK 1558 NC. Hampir seluruh bagian mobil ringsek. Sedangkan Toyota Calya BK 1781 0X dan Nissan X-Trail BK 1339 KI hanya mengalami penyok di beberapa bagian.
Kasat Lantas Polres Deliserdang AKP Budiono Saputro mengatakan, dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecepatan mobil sekitar 100 KM per jam. Dengan kecepatan itu, diduga sopir tidak mampu mengendalikan mobil saat bersenggolan, sehingga kecelakaan terjadi.
Budiono memaparkan, mobil Toyota Innova BK 1558 NC melaju dari arah Tebingtinggi menuju Medan. Dikemudikan Wivandy Januari Santy Pausoan, (35) warga Jalan Sudirman No 297 Kecamatan Bandar, Simalungun dengan membawa penumpang Delfina Br Siahaan, (67) dan Wariel Situmorang, (69), keduanya warga Jalan Sudirman No 297 Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.
Saat mendahului tersebut, terjadi tabrakan dengan mobil Toyota Calya yang dikemudikan Abdullah Rachman Ashari, (25) warga Jalan Sei blutu No 76 Padang Bulan Selayang 1 Kecamatan Medan Selayang.
“Akibat kecelakaan itu, satu orang penumpang Innova atas nama Delfina boru Siahaan (67) meninggal dunia. Lalu Wariel Situmorang (68) mendapat luka robek di kepala dan Wilpari Situmorang, 35 patah bahu,” paparnya.
Sedangkan pengemudi mobil Toyota Calya, Abdullah Rachman Ashari, 25 warga Jalan Sei Belutu Pasar IX, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang, mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan, dada terasa sakit berobat di RSU Grand Medistra Lubuk Pakam.
Masih kata Budiono, korban luka ringan lainnya berada di Xtrail yakni Dermawan Sipayung (45) warga Kota Wisata Amerika Blok A 8/23, Kabupaten Bogor.
Sementara itu, untuk kecelakaan tersebut, dia mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh saksi dan sopir yang ada di lokasi. “Untuk laporan selanjutnya, nanti saya kabarkan. Kami masih melakukan penyelidikan soal itu,” pungkasnya.
Direktur Teknik dan Operasi Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) Agus Choliq menjelaskan, ini adalah kali pertama kecelakaan di tol yang mereka kelola. “Kecelakaan diperkirakan terjadi pada pukul 08.30 WIB,” kata Agus, Sabtu.
Agus juga sudah mendapat keterangan dari pengemudi Calya Abdullah Rahman Ashari (25). Saat kejadian, mobilnya sedang melaju di lajur cepat. Namun dari sisi kanan belakang, ada Innova yang akan menyalipnya.
Rahman pun memberikan jalan dan pindah ke lajur lambat. Saat itu juga Nissan X Trail masuk dari sebelah kirinya. “Mobil Calya menabrak belakang mobil Innova yang mendahului dari sebelah kanan. Sehingga sopir Calya itu blank,” ucap Agus berdasarkan laporan yang diterima. (dvs/ila)
diva/sumut pos
DISAMBUT: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto disambut saat berkunjung ke Dairi.
diva/sumut pos DISAMBUT: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto disambut saat berkunjung ke Dairi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkunjung ke Kabupaten Dairi, Irjen Pol Agus Andrianto agaknya tak bisa melupakan banyaknya kenangannya selama bertugas di kabupaten penghasil durian itu. Polres Dairi memang adalah tempatnya pertama kalinya jendral bintang dua ini meniti karir sebagai inspektur polisi.
Sesampai di Dairi, Agus turun ke Pusat Pasar Sidikalang. Di sana ia disambut sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas masyarakat di sana. Membawa rombongannya, ia disambut langsung Bupati Dairi, Jhonny Sitohang Adinegoro dan Wakil Bupati Dairi Irwasnyah Pasi bersama sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Dairi.
Berkunjung ke Dairi layaknya nostalgia bagi Agus. Banyak cerita selama bertugas di daerah itu. Ia beralasan selama menjadi Wakapolda Sumut, sudah begitu lama ia ingin berkunjung ke sana. “Saya bersyukur masih diberi nafas, sehingga bisa kembali bersilaturahim ke Dairi. Selain melihat kesiapan masyarakat dan Polres Dairi menghadapi Pemilu 2019, sekaligus juga nostalgia. Pengalaman tugas saya sebagai polisi yang pertama di Kabupaten Dairi, yaitu selama tiga tahun sembilan bulan,” kata Agus ketika berada di Dairi Jumat (18/1) lalu.
Selama di Dairi, di tahun 1990-1993 Agus pernah diberi jabatan sebagai Kapolsek Tigalingga dan Kapolsek Sumbul. Menurutnya, selama bertugas di sana, masyarakat di dua daerah itu begitu membantunya.
“Dairi ini luar biasa, sangat berkesan bagi saya. Dari dulu saya ingin kembali ke sini, sudah cukup lama. Waktu saya Wakapolda Sumut belum kesampaian, karena nggak mungkin balapan dengan Kapolda saya dulu. Namun setelah jadi Kapolda baru bisa datang ke sini, ingin balas budi, jangan jadi manusia lupa diri,” ucapnya.
Apalagi ia mengaku, selama bertugas di Kabupaten Dairi banyak pihak yang mengingatkan dirinya untuk terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak. “Mudah-mudahan pada sisa perjalanan hidup saya, ada manfaat yang bisa saya berikan. Apalagi warga Dairi yang mendidik saya sehingga bisa seperti sekarang ini. Jadi sangat wajar apabila saya mengucapkan rasa terima kasih,” ujarnya.
Selain dihadiri oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, MH, Ketua DPRD Dairi, Ketua Pengadilan Negeri Dairi, Kapolres Dairi, Dandim 0206 Dairi, Bupati Kab. Dair, Kajari Kab. Dairi diwakili Kasi Intel, Ka Lapas Dairi, Ketua MUI Dairi, Kakakemenag Dair, Ketua forum komunikasi antar lintas adat Kabupaten Dairi, Komunitas Abang dan puluhan komunitas. Pada kegiatan temu ramah tersebut, Kapolda Sumut memberikan Sentuhan Tali Asih dan sembako kepada sejumlah kelompok komunitas di Dairi sebanyak kuranglebih 750 orang dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. (dvs/ila)
istimewa/sumut pos
BANTUAN: Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya (GMP-MS) memberikan bantuan bahan pokok kepada anak Panti Asuhan Bait Allah.
, Jalan Binjai Km 7,5 Medan.
, Sabtu (19/1/2019) sore. ()
Foto: Istimewa BANTUAN: Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya (GMP-MS) memberikan bantuan bahan pokok kepada anak-anak Panti Asuhan Bait Allah, Jalan Binjai Km 7,5 Medan, Sabtu (19/1/2019) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kunjungan kasih dengan memberikan bantuan bahan pokok kepada anak-anak panti asuhan kembali dilakukan Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya (GMP-MS). Kali ini bantuan diberikan kepada anak-anak PA Bait Allah di Jalan Binjai Km 7,5 Medan Sunggal Kota Medan, Sabtu (19/1) sore.
Di samping untuk membantu meringankan beban anak-anak panti, pemberian bantuan itu merupakan rangkaian perayaan Natal GMP-MS Tahun 2018, sekaligus sebagai ungkapan syukur memasuki Tahun Baru 2019.
Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa beras, gula pasir, minyak goreng, telur, susu kaleng, bubuk teh dan mi instan. GMP-MS juga memberikan pakaian layak pakai yang merupakan sumbangan pribadi para anggota GMP-MS dan sejumlah pihak.
Di samping memberi bantuan, GMP-MS juga menyemangati dan memotivasi para anak panti untuk menjalan hidup, yakni dengan hiburan lagu, games dan kuis berhadiah. Bahkan sumbangan berupa sejumlah uang diberikan kepada anak-anak panti yang mempersembahkan hiburan lagu dan tari.
Sebelumnya kegiatan pemberian bantuan itu dikemas dalam acara ibadah singkat, yang intinya menekankan agar para anak panti setia dalam tiga thema, yaitu mengasihi, bersyukur dan bersukacita dalam hidup.
“Ini adalah berkat Tuhan yang disalurkan lewat kami GMP-MS. Mudah-mudahan bantuan ini berguna bagi adik-adik kami penghuni panti ini,” ujar Ketua Panitia Perayaan Natal GMP-MS 2018, Ferdinan Pasaribu ST.
Ketua Umum BPH GMP-MS Victor Pasaribu SKom MKom mengatakan, bantuan yang diberikan itu adalah wujud syukur GMP-MS telah merayakan Natal dan juga wujud syukur dalam menjalani Tahun Baru 2019.
Foto: Istimewa BANTUAN: Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya (GMP-MS) memberikan bantuan bahan pokok kepada anak-anak Panti Asuhan Bait Allah, Jalan Binjai Km 7,5 Medan, Sabtu (19/1/2019) sore.
Ketua Badan Pembina GMP-MS Benny Pasaribu SE meminta agar para pengurus PA Bait Allah terus bersemangat mengasuh dan membimbing anak panti untuk menatap masa depan meskipun dalam kondisi keterbatasan.
“Kunjungan kasih seperti ni adalah yang ketiga kami laksanakan sejak GMP-MS resmi berdiri sebagai organisasi pada Agustus 2017, yaitu di PA El Shaddai Desember 2017, PA Ecclesia Agustus 2018 dan Januari 2019 hari ini. Mudah-mudahan ke depan kami bisa melakukan kegiatan seperti ini lagi, “ tambah Benny.
Sementara itu, Pengurus PA Bait Allah diwakili Martha Pardede menyampaikan ungkapan terima kasih atas bantuan tersebut. Martha menyampaikan bantuan itu menyambung harapan hidup sekitar anak-anak panti yang diasuhnya.
“Semoga niat baik ini diberkati Tuhan. Dan kami juga semakin bersemangat mengasuh para anak panti kami ini, seraya terus berharap semakin banyak lagi tangan-tangan baik yang berkenan memperhatikan harapan hidup para anak panti di tempat ini,” ujarnya Martha.
Ditambahkan anak panti yang diasuh sebanyak sekitar 80 orang, mulai dari bayi berusia tujuh bulan, seusia anak SD, SMP dan SMA bahkan usia dewasa. Mereka berasal dari berbagai suku, seperti Batak, Nias, Jawa dan India. (rel/mea/ila)
Artis Raline Shah, bersama para pemain film Orang Kaya Baru.
Artis Raline Shah, bersama para pemain film Orang Kaya Baru, Refal Hady, dan Fatih Unru, di Ringroad City Walk Medan, Minggu (20/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi pecinta film Kota Medan, sebab untuk pertama kalinya warga Kota Medan dapat menyaksikan lebih dulu film drama komedi produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini, yakni Orang Kaya Baru.
Minggu (20/1), sejumlah cast film Orang Kaya Baru, yakni Raline Shah, Refal Hady, dan Fatih Unru, menyambangi Kota Medan, tepatnya di Ringroad City Walk. Mereka menyapa pengunjung saat meet and greet yang digelar pukul 15.00 WIB. Setelah sesi acara panggung, Raline, Refal, dan Fatih, menyapa para penonton yang sudah membeli tiket special screening Orang Kaya Baru di dalam Studio XXI.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan promosi bagi mereka yang telah lama menantikan Orang Kaya Baru. Kota Medan menjadi kota pertama yang dapat menyaksikan Orang Kaya Baru, Minggu (20/1), seminggu lebih cepat dari jadwal penayangannya di bioskop. Tambah spesial lagi, Kota Medan adalah kota kelahiran Raline, bintang utama Orang Kaya baru.
Orang Kaya Baru mengisahkan keluarga sederhana yang terdiri dari Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), serta 3 anaknya Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru). Mereka hidup pas-pasan dan apa adanya. Tapi di tengah keterbatasan mereka tetap kompak, selalu makan bersama. Tiap karakter memiliki keunikan, seperti Bapak yang selalu fun walau tidak ada uang. Ibu yang selalu masak dan antar jemput Dody menggunakan sepeda motor lama. Kemudian Tika yang pulang pergi kuliah naik metromini. Rutinitas mereka menjadi penuh warna warni, walau bukan orang kaya.
Dan suatu saat, Bapak meninggal dunia dan ternyata menyimpan rahasia, dia memiliki harta yang sangat banyak. Warisan tersebut diberikan kepada istri dan anak-anaknya. Mereka menjadi orang kaya baru yang bisa membeli apa saja yang mereka inginkan, mulai dari rumah baru, baju baru, sepatu baru, hingga mobil baru, meskipun sebenarnya tidak ada yang bisa menyetir. Tapi justru masalah datang saat mereka tajir.
“Film ini ditujukan kepada semua orang, saya rasa film ini lebih kepada filosofi hidup, yakni tentang kebersamaan sebuah keluarga. Harta memang bisa mengubah kondisi, tapi jika tidak digunakan dengan baik, malah bisa merusak hidup,” kata Raline.
Premis yang disajikan dalam film Orang Kaya Baru sangat menarik dan merefleksikan fenomena sosial yang ada di sekitar masyarakat. Orang Kaya Baru ditulis oleh Joko Anwar. Proses pembuatan skenario ini ditulis berdasar cerita masa kecilnya yang berandai-andai apabila dia memiliki ayah yang super kaya.
Akan ada banyak pesan sosial dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, bagi penonton yang menyaksikan film ini. Orang Kaya Baru akan tayang reguler di bioskop pada 24 Januari mendatang.
Public Relations Manager Screenplay Films, Jessica Pingkan menyebut, di Kota Medan dibuka 2 studio dalam special screening ini. Sekitar 500 masyarakat telah membeli tiket dan menyaksikan film ini. “Tentunya kami sangat apresiasi antusias masyarakat Medan untuk menonton film ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semuanya,” pungkasnya. (rel/mea/saz)
Mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810G, semua lini terbaru ZenBook lolos berbagai pengujian ekstrem mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.
Mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810G, semua lini terbaru ZenBook lolos berbagai pengujian ekstrem mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS memperkenalkan seri ZenBook terbaru, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533, di Jakarta, Kamis (17/1). Ketiganya merupakan ultrabook premium yang menggunakan desain frameless NanoEdge Display yang menghadirkan bezel ultra-tipis. Bezel tersebut membuat tiga ultrabook ini dapat menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dengan screen-to-body ratio mencapai 95%. NanoEdge Display juga membuat tiga seri laptop ini memiliki bodi yang lebih ringkas, bahkan paling ringkas di antara laptop sekelasnya.
“Lini ZenBook terbaru kali ini bukan hanya sekadar canggih, tetapi juga sangat elegan berkat bezel-nya yang sangat tipis,” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Dengan screen-to-body-ratio mencapai 95%, laptop ini mampu menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dan belum pernah ada sebelumnya. Ia merupakan standar baru untuk perangkat ultraportable.”
Khusus ZenBook 13 UX333 dan ZenBook 14 UX433, keduanya hadir dengan numpad virtual yang bisa diaktifkan melalui tombol khusus. Ketika tombol ditekan, numpad akan muncul di touchpad menggunakan LED khusus dan menggantikan fungsinya. Semua model ZenBook terbaru ini juga sudah dilengkapi dengan kamera infra-merah yang terintegrasi dengan sistem face login menggunakanWindows Hello.
Kombinasi performa dan mobilitas adalah ciri khas utama seri ZenBook, tentu saja lini terbaru ZenBook kali ini masih hadir dengan ciri khas tersebut. Tiga lini ZenBook terbaru sudah ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 yang hemat daya sekaligus memiliki performa yang tinggi. Selain itu, ultrabook ini juga sudah dilengkapi dengan chip grafis dari NVIDIA dan menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat cepat.
Tidak hanya elegan dan berperforma tinggi, lini ZenBook terbaru juga tampil dengan bodi yang lebih kokoh dari sebelumnya. Mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810G, semua lini terbaru ZenBook lolos berbagai pengujian ekstrem mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.
Peluncuran seri ZenBook terbaru ASUS, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533, di Jakarta, 17 Januari 2019.
Standar Baru Laptop Ultraportable
Seri ZenBook terbaru kali ini hadir sebagai standar baru untuk ultracompact dan ultralight laptop karena memiliki dimensi paling ringkas di kelasnya berkat penggunaan teknologi NanoEdge Display. Teknologi tersebut mampu menghadirkan desain frameless dengan bezel sangat tipis di keempat sisi layar. NanoEdge Display mampu memaksimalkan tampilan layar dan meminimalisir penggunaan rangkamembuat layar seri ZenBook terbaru kali ini memiliki screen-to-body ratio hingga 92%.
Penggunaan teknologi NanoEdge Display pada seri ZenBook terbaru menghasilkan tampilan visual yang belum pernah ada sebelumnya. Didukung dengan resolusi tinggi teknologi NanoEdge Display mampu menghadirkan pengalaman visual yang lebih immersive dengan distraksi visual lebih minim, sangat cocok untuk ZenBook yang menyasar penggunaan di bidang kreatif dan hiburan.
Melengkapi NanoEdge Display yang inovatif adalah desain elegan pada bodi laptop ini. Sama seperti pendahulunya, desain bodi seri ZenBook terbaru menggunakan konsep Zen dengan spun-metal finish di bagian belakang layarnya. Dua pilihan warna juga telah disediakan, yaitu Royal Blue yang memberikan kesan mewah dan premium. Sementara warna Icicle Silver hadir dengan nuansa unik dan elegan. Pilihan warna Burgundy Red juga akan hadir pada ZenBook 13 UX333FN.
Dirancang untuk Produktivitas
Dirancang sebagai perangkat penunjang produktivitas on-the-go, ZenBook 13 dan 14 telah hadir dengan fitur eksklusif ASUS NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad.
NumberPad berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data ataupun melakukan perhitungan lewat aplikasi kalkulator. Sementara di ZenBook 15, ASUS tetap menghadirkan tombol numpad fisik karena dimensi laptop ini cukup besar untuk menampung tombol tersebut.
Semua model seri ZenBook terbaru kali ini hadir dengan 3D infrared (IR) camera yang memiliki kemampuan untuk memindai wajah bahkan dalam kondisi gelap. Penggunaan kamera canggih ini memungkinkan proses pemindaian wajah untuk login menggunakan Windows Hello menjadi sangat cepat. Tidak seperti laptop lain yang memposisikan kameranya di bawah layar agar bezel bagian atasnya tetap tipis, seri ZenBook terbaru kali ini tetap hadir dengan kamera yang diposisikan berada di atas layar.
Laptop yang dirancang untuk para pekerja mobile tentu saja wajib memiliki fitur konektivitas yang sangat baik. Untuk itulah seri ZenBook terbaru kali ini tetap tampil dengan USB 3.1 Type-A sehingga penggunanya tetap bisa menghubungkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Untuk perangkat modern, ASUS menyediakan port USB 3.1 Gen 2 Type-C yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10Gbps. Sebagai tambahan, port HDMI, combo audio jack, dan pembaca kartu MicroSD ikut dihadirkan di jajaran laptop ZenBook terbaru ini.
Sama seperti seri ZenBook lainnya, kenyamanan penggunaan merupakan salah satu prioritas ASUS. Kali ini, seri ZenBook terbaru hadir dengan fitur ErgoLift Design yang akan mengangkat bodi laptop dan membentuk sudut 3 derajat ketika digunakan. Sudut tersebut dapat meningkatkan kenyamanan saat mengetik sekaligus meningkatkan performa audio serta pendinginan.
Semua model ZenBook terbaru kali ini juga sudah menggunakan NVMe PCIe SSD berperforma tinggi dengan kapasitas hingga 512GB, serta dilengkapi dengan RAM hingga 16GB.
Performa Tanpa Kompromi
Seri ZenBook terbaru hadir dengan performa terbaik untuk pengguna on-the-go. Lini laptop terbaru ASUS ini ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 serta didukung oleh GPU NVIDIA GeForce untuk performa komputasi dan grafis terbaik di kelasnya. Opsi GPU NVIDIA GeForce MX150 tersedia untuk ZenBook 13 dan 14. Sedangkan ZenBook 15 ditenagai oleh GPU yang lebih kencang yaitu NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q.
Semua model ZenBook terbaru kali ini juga sudah menggunakan NVMe PCIe SSD berperforma tinggi dengan kapasitas hingga 512GB, serta dilengkapi dengan RAM hingga 16GB. Semua spesifikasi tersebut membuat lini ZenBook terbaru sangat ideal digunakan sebagai laptop sehari-hari yang serba guna, baik itu untuk bekerja, menikmati hiburan, membuat konten, hingga bermain game kasual.
Sebagai laptop yang bisa menemani berbagai kegiatan penggunanya, semua model ZenBook terbaru sudah dilengkapi dengan gigabit-class WiFi serta ASUS WiFi Master Technology, memastikan jajaran laptop ini selalu memiliki koneksi jaringan yang stabil. Sebagai tambahan, Bluetooth 5.0 memungkinkan ZenBook terbaru dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat terkini.
Didesain untuk penguna dengan mobilitas tinggi, ASUS ZenBook terbaru hadir dengan ketahanan baterai yang tinggi yaitu 14 jam untuk seri ZenBook 13 dan 14, serta 16 jam untuk seri ZenBook 15. Ketahanan baterai tersebut memastikan penggunanya untuk beraktivitas seharian tanpa perlu mengisi daya baterai laptop ini.
Tangguh, Bersertifikasi Military Grade
Seri ZenBook terbaru sudah mengantongi sertifikasi Military Grade MIL-STD-810G, menandakan bahwa laptop ini memiliki durabilitas tinggi. Selain lolos standar uji ketahanan internal ASUS, jajaran laptop terbaru ini juga lolos berbagai pengujian ekstrem termasuk pengujian pada ketinggian dan kelembapan ekstrem. ZenBook merupakan laptop ultra-tangguh sekaligus ultra-portabel yang tepat untuk para profesional on-the-go.
Kolaborasi Eksklusif dengan Sebastian Gunawan
Sejak pertama kali diperkenalkan, ZenBook merupakan seri laptop yang tidak hanya mengedepankan performa dan fitur, tetapi juga estetika. Untuk itulah ASUS berkolaborasi dengan desainer fashion ternama Sebastian Gunawan. Dalam kolaborasi kali ini, ASUS menghadirkan tas ZenBook yang didesain secara eksklusif oleh Sebastian Gunawan.
Pembeli ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 433, dan ZenBook 15 UX533 pada periode 17 Januari hingga 17 Februari berkesempatan untuk mendapatkan tas eksklusif ini secara cuma-cuma selama persediaan terbatas. Untuk mengklaim, pembeli dapat mengunjungi situs ASUS dan memasukkan kode serial number dari perangkat yang dibeli.
Pembeli juga bisa mendapatkan tas eksklusif ini secara langsung (selama persediaan masih ada) jika membeli ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 433, atau ZenBook 15 UX533 pada periode promosi di ASUS Exclusive Store. (rel/mea)
Main Spec.
ASUS ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, ZenBook 15 UX533
CPU
Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz)
Intel Core i7 8565UQuad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz)
Operating System
Windows 10 Home
Memory
Up to 16GB LPDDR3 RAM
Storage
Up to 512GB M.2 NVMe PCIe SSD
Display
13,3” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX333)
14” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX433)
15,6” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX533)
1 x USB3.1 Type-C (GEN2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen 1), 1 x HDMI, 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x MicroSD Card Reader
Camera
HD IR/RGB Combo Camera
Connectivity
Dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi, Bluetooth 5.0
Audio
Harman Kardon certified audio system with ASUS SonicMaster surround-sound technology, Array microphone with Cortana voice-recognition support
istimewa for SUMUT POS
SUDAH BERSIH: Material longsor yang menimpa Jembatan Sidua-dua , Simalungun, sudah dibersihkan. Sehingga, arus lalu lintas Siantar-Prapat sudah lancar.
istimewa for SUMUT POS SUDAH BERSIH: Material longsor yang menimpa Jembatan Sidua-dua , Simalungun, sudah dibersihkan. Sehingga, arus lalu lintas Siantar-Prapat sudah lancar.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus lalu lintas Jalan Lintas Siantar-Parapat atau persis di Jembatan Sidua-dua Kabupaten Simalungun, sudah lancar dilalui kendaraan bermotor. Pasalnya, material longsor sudah bisa diatasi.
Meski demikian, petugas dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II dan instansi terkait, tetap berjaga-jaga kalau-kalau terjadi longsor susulann
“Lancar, tidak ada gangguan lalu lintas. Material longsor juga sudah bisa di atasi, makanya lalu-lintas sekarang lancar,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBPJN II, Bambang Pardede menjawab Sumut Pos, Jumat (18/1).
Ia mengatakan, pihaknya hanya akan fokus pada dampak bencana yang menerjang badan jalan. Sementara untuk permasalahan di hulu, akan dibahas lebih lanjut oleh pemangku kepentingan terkait lainnya.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Kalau hujan, baru ada kendala. Makanya petugas kita yang bertugas di wilayah sana, selalu standby bila hujan deras turun yang kerap terjadi longsor lagi,” katanya.
Bambang menambahkan, dalam hal penanganan dan pencarian solusi longsor Jembatan Sidua-dua, pihaknya bersama stakeholder terkait sedang menunggu surat keputusan (SK), mengingat permasalahan ini mesti dilakukan secara terpadu.
“Kalau masing-masing instansi, saya kita sudah mengerti soal tugas dan tanggung jawabnya. Memang ada rencana kita lakukan rapat pembahasan lagi, kalau ada progres nanti saya kabari,” katanya.
Pembangunan benteng atau jembatan baru sebagai salah satu solusi atas bencana longsor yang berulangkali menerjang Jembatan Sidua-dua, juga masih akan dipertimbangkan. “Lagi dipertimbangkan, belum diputuskan. Kita masih mau rapat koordinasi dulu dengan stakeholder terkait,” kata Bambang belum lama ini.
Pihaknya berharap dalam rapat koordinasi lanjutan nantinya, seluruh instansi terkait lebih serius melakukan pembahasan guna mencari solusi atas peristiwa bencana alam ini. Terlebih, berkenaan sumber bencana yang diduga berasal dari hulu sungai. “Di hilir (Jembatan Sidua-dua) ini kan dampaknya. Yang perlu kita koordinasikan lebih jauh bagaimana di hulunya itu kita duga sumber bencana,” katanya.
Pekan depan, akan dilaksanakan rapat teknis antarpemangku kepentingan, membahas tindakan mengurangi bencana (mitigasi) secara umum di Sumut. Selain itu secara khusus pada titik longsor di Jalan Lintas Siantar-Parapat, baru akan dibentuk tim terpadu dalam upaya mencari penyebab berikut solusi atas bencana alam tersebut.
Demikian terungkap dalam rapat koordinasi antarstakeholder di Sumut menyikapi peristiwa bencana alam yang menyelimuti daerah ini secara keseluruhan, di Kantor Gubernur Sumut, Jl. P Diponegoro Medan, Senin (14/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut menjadi leading sector dalam rakor yang dibuka Sekdaprovsu, R Sabrina. Pertemuan tertutup itu dihadiri pihak BBPJN II, Dishub Sumut, Polda Sumut, Badan Geologi, BMKG dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, salah satu poin dalam rakor yakni, akan melakukan rencana aksi minggu depan yang akan dilakukan masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah) baik provinsi dan kabupaten/kota bersama instansi vertikal.
Diakuinya akan segera dibentuk tim terpadu terkhusus penanganan longsor Jembatan Sidua-dua, seraya diminta kepada masing-masing OPD untuk melakukan supervisi. “Tim terdiri dari lintas sektoral nantinya. Dan akan bersinergi dengan tim ahli Kemen PUPR yang sudah turun sebelumnya. Kepada seluruh kepala daerah juga diminta untuk dapat mengatur tata ruang wilayahnya. Lakukan audit kebencanaan sehingga kedepan lebih muda melakukan upaya antisipasinya,” katanya.
Menurut dia, aturan tata ruang yang tidak terkontrol selama ini, membuat masyarakat menjadi korban bila terjadi bencana alam. Karenanya ke depan Pemprovsu berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya bermukim di area rawan bencana alam seperti di pinggir sungai, lereng gunung dan tebing.
Secara umum pembahasan dalam rakor tersebut terhadap potensi bencana alam di daerah-daerah rawan bencana di Sumut. Termasuk penanganan banjir bandang dan longsor di Ulu Pungkut, Madina, Nias, Toba Samosir dan daerah lainnya.
“Khusus di Jembatan Sidua-dua, dugaan sementara kita adanya aktivitas pertanian dan perkebunan yang bisa dikatakan sebagai penyebab bencana alam. Tapi kita gak bisa simpulkan dulu, dan baru sebatas menduga. Masing-masing OPD kita juga sudah memberikan analisis terhadap longsor di sana,” kata mantan Kepala Bappeda Sumut itu.
Bahkan, Gubernur Sumatera Utara sudah menginstruksikan lagi semua kepala daerah untuk antisipasi bencana dan menata ulang tata ruang wilayah masing-masing. (prn)
bambang/SUMUT POS
EVAKUASI: BPBD Langkat dengan dibantu warga sekitar, berusaha mengevakuasi para korban di dalam mobil Taft yang jatuh ke Sungai Wampu. Lima korban ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut, sedangkan dua korban hanyut.
bambang/SUMUT POS EVAKUASI: BPBD Langkat dengan dibantu warga sekitar, berusaha mengevakuasi para korban di dalam mobil Taft yang jatuh ke Sungai Wampu. Lima korban ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut, sedangkan dua korban hanyut.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hendak menyeberang melewati Sungai Wampu, Kabupaten Langkat, pemilik mobil Daihatsu Taft menaikkan mobilnya ke atas rakit penyeberangan. Naas, mobil tergelincir masuk ke sungai yang sedang mengalir deras. Akibatnya, tujuh orang penumpang mobil ikut hanyut terbawa arus bersama mobil tersebut, Jumat (18/1) siang. Lima penumpang ditemukan tewas di Dusun V Stungkit, Kecamatan Wampu, Langkat. Dua korban lainnya hilang.
INFORMASI dihimpun, saat itu para penumpang mobil Taft hendak menyeberang dari hulu ke hilir Sungai. Untuk itu, mobil pun dinaikkan ke atas rakit.
Setelah berhasil naik ke atas rakit, tanpa sengaja pengemudi mobil menginjak pedal gas saat hendak mematikan mesin mobil. Akibatnya, mobil bergerak tanpa kendali dan akhirnya tergelincir masuk ke dalam derasnya Sungai Wampu.
Masyarakat yang berada di lokasi kejadian langsung panik dan berusaha mencari serta berupayan menyelamatkan para korban yang diketahui satu keluarga.
Wardi (45), saksi mata yang juga warga sekitar mengatakan, tenggelamnya mobil Taft berwarna putih itu, karena sang pengemudi tiba-tiba menginjak pedal gas, muncullah getaran yang membuat mobil berjalan saat berada di atas rakit.
“Mereka warga Desa Stungkit. Setelah sopir menginjak pedal gas, mobil langsung terjun bebas ke dalam sungai,” ujarnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, mobil yang tenggelam tersebut berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam. Warga dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat serta aparat kepolisian berhasil mengevakuasi para korban di dalam mobil yang berjumlah 5 orang. Sedangkan dua korban lainnya masih hilang.
Adapun 5 korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yakni; Suyadi Kudo Kusmono (68) adalah sang pemilik mobil; Sarimem (78), ibu kandung Suyadi; Sujoko Arta Winata alias Tata (4), anak Yadi; Riski (9), serta April (4). Sementara dua korban yang hanyut terbawa arus sungai yakni Kliwon (50) dan istrinya Nurhayati (48).
Kepala Dusun setempat, Sunardi mengatakan, seluruh penumpang yang ada di dalam mobil Taft tersebut berjumlah 7 orang dan para korban masih ada hubungan keluarga. Kabarnya, para korban hendak ke Mandailing Natal (Madina) untuk mengantar Kliwon pindahan.
“Penumpang di dalam mobil ada 7 orang. Tapi waktu dievakuasi hanya 5 orang di dalam mobil. Sedangkan dua korban lagi hanyut. Mungkin kedua korban berupaya menyelamatkan diri dengan membuka pintu mobil,” ujar Sunardi.
Saat ini, jasad para korban sudah dibawa ke rumah duka di Dusun V dan Dusun VII Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. “Kemungkinan besok (hari ini,red) dikebumikan. Sementara Kliwon dan istrinya masih terus dilakukan pencarian jasadnyai,” ujarnya.
Kapolsek Stabat, AKP B Girsang mengatakan, pihaknya turun ke lokasi membantu mengevakuasi. Ada lima korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dua korban lainnya hanyut terbawa arus sungai.
“Ceritanya, orang ini (korban) baru naik ke rakit penyeberangan. Itu lah tiba-tiba terpijak sopirnya pedal gas, mobil langsung melaju dan nyebur ke sungai. Lima orang sudah dievakuasi ke atas (daratan), dua lagi belum ditemukan. Masih kita lakukan pencarian,” katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Iwan Syahri mengatakan, saat ini belasan personel dari BPBD Langkat masih menyisir Sungai Wampu, guna mencari dua korban lainnya (Kliwon dan istrinya) yang hanyut terbawa derasnya air Sungai Wampu.
“Ada 12 personel BPBD yang kami kerahkan untuk mencari keberadaan korban. Para personel menyisir Sungai Wampu dengan menggunakan perahu karet,” kata Iwan Syahri.
Mengingat arus air yang deras, Iwan Syahri memperkirakan jika kedua korban yang hanyut bisa saja sudah jauh dari lokasi musibah yang terjadi. “Arus air agak deras. Bahkan saat ini di lokasi sedang hujan dan airnya keruh. Perkiraan kami, bila korban tersebut hanyut, mungjkin sudah jauh terseret derasnya air sungai,” ujar Iwan.
Begitupun, sambung Iwan Syahri, pihaknya terus bekerja sama dengan warga sekitar hingga kedua korban yang hanyut bisa ditemukan kembali. Untuk itu, BPBD Langkat akan mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi tenggelamnya mobil tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban terus dilakukan. (bam)