26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 5618

Satkom Sibhara KBPP Sumut Bagi-bagi Sembako

azwandi/sumut pos BAGI SEMBAKO: Ketua Satkom Sibhara KBPP Sumut Asong (tengah) bersama Kapolsek Tanjungmorawa AKP Ilham Harahap (kanan) usai bagi sembako. dan bingkisan kepada masyarakat kurang mampu di Halaman Tanjungmorawa, Minggu (20/1)
azwandi/sumut pos
BAGI SEMBAKO: Ketua Satkom Sibhara KBPP Sumut Asong (tengah) bersama Kapolsek Tanjungmorawa AKP Ilham Harahap (kanan) usai bagi sembako.
dan bingkisan kepada masyarakat kurang mampu di Halaman Tanjungmorawa, Minggu (20/1)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Komunikasi Siaga Bhayangkara Keluarga Besar Putra-Putri Polri Sumatera Utara ( Satkom Sibhara KBPP Sumut ) menggelar bakti sosial (baksos) di Halaman Polsek Tanjungmorawa Deliserdang, Minggu (20/1) Mereka membagi-bagikan sembako kepada ratusan kaum duafa dan masyarakat yang kurang mampu.

Ketua Satkom Sibhara KBPP Sumut, Indra Gunawan alias Asong mengatakan kegiatan baksos yang mereka lakukan sebagai wujud kepedulian Satkom Sibhara KBPP Sumut kepada masyarakat yang kurang mampu terutama bagi kaum duafa.

Selain itu, kegiatan amal ini sebagai ungkapan rasa dalam menyambut kedatangan perayaan Imlek pada Februari 2019. “Intinya, kami tidak memandang suku, etnis, dan agama dalam berbagi rasa, dan dalam momen apa saja Satkom Sibhara KBPP Sumut tetap eksis melakukan bakti sosial, sesuai dengan tujuan organisasi ini yakni berbakti kepada masyarakat,” kata Asong didampingi Wakil Ketua, Anto Halim, Koordinator Herick, Humas Hengky, Seksi Sosial Tan Cun Siong serta pengurus lainnya.

Diakui Asong bahwa dalam menggelar baksos ini mereka tidak melakukannya sendiri. Satkom Sibhara KBPP Sumut melibatkan Bhabinkamtibmas, dan Polsek Tanjungmorawa. Sebelum pembagiannya, Satkom Sibhara KBPP Sumut membagi-bagikan kupon yang dipercayakan melalui Bhabinkamtibmas untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Selanjutnya dalam pembagian sembako, seperti beras 5 kilogram, makanan, dan bingkisan dilakukan secara bersama sama yang disaksikan Kapolsek Tanjungmorawa AKP Ilhasm Harahap SH MHum.

“Rencana baksos ini sebenarnya sudah lama direncanakan hanya saja waktu dan tempat yang tidak mengizinkan saat itu, maka baru kali ini bisa terlaksana, syukurlah,acara berjalan sukses dan lancar, dan mungkin dalam waktu dekat juga kami akan melakukan yang sama namun di tempat yang berbeda,” tutur Asong.

Sementara Kapolsek Tanjungmorawa AKP Ilham Harahap SH MHum merasa berterima kasih kepada Satkom Sibhara KBPP Sumut yang peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu. Kapolsek mengaku kegiatan baksos ini menjadi momen bagi Polsek Tanjungmorawa dalam melakukan sosialisasi tentang bahaya kejahatan besar yang mengancam keamanan.

Seperti narkoba, balapan liar, dan penggunaan teknologi serta medsos yang menyimpang. “Apalagi saat ini memasuki tahun politik, saya mengimbau kepada masyarakat jangan terpancing hoax dan ujaran kebencian, dan SARA, karena itu mengganggu tatanan kehidupan masyarakat, mari kita suseskasn pemilu damai ini,” kata Ilham.

Dalam kesempatan itu juga, AKP Ilham Harahap memberikan ceramah agar masyarakat menjaga anak-anaknya atas kejahatan yang mengancam kehidupan berkeluarga.Ilham juga mengimbau agar adanya peran masyarakat dalam menciptakan keamanan di lingkungannya masing. Termasuk dalam pembangunan dan penggunaan dana desa. “Kalau ada yang menyimpang segera lapor kepada kami, kami akan menindaknya,” tegas AKP Ilham.

Dalam acara baksos Satkom Sibhara KBPP Sumut ini dihadiri ratusan kader, termasuk KBPP Deliserdang yang diketuai Edy K Situmeang, serta pengurus lainnya. Anggota Polsek Tanjungmorawa, tokoh agama, masyarakat dan seluruh pengurus dan kader Satkom Sibhara KBPP Sumut. (azw/ila)

Aksi Formas Terus Berlanjut, Hari Ini Datangi Kantor Gubsu dan Balaikota

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) akan kembali berunjukrasa ke kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro dan kantor Walikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Kota Medan, Senin (21/1)n

Hal itu dikatakan Ketua Formas, Pahala Napitupulu saat diwawancarai Sumut Pos, Minggu (20/1).

Dikatakan Pahala, diperkirakan aksi akan diikuti 1500-an orang.”Pemberitahuan aksi itu sudah kita sampaikan ke pihak berwajib. Setelah dari sana, kita kembali lagi ke kantor BPN Medan, “ papar Pahala.

Dijelaskan Pahala, aksi tersebut masih menuntut hak sertifikat lahan Sari Rejo. Pihaknya meminta jawaban kembali ke Pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara. Jika memang jawabannya masih seperti sebelumnya, yakni ke Jakarta, maka pihaknya akan meminta kepastian jadwal berangkat.

“Kemarin BPN Sumut dan Medan mengajak ke Jakarta. DPRD Sumut dan Medan juga mengajak ke Jakarta. Jadi ini kita kita lihat jawaban Gubernur dan Walikota. Kalau memang ok, ya semua Muspida berangkat ke sana menjumpai Presiden, “ papar Pahala.

Amatan Sumut Pos, warga Sari Rejo masih menggelar aksi di kantor BPN Medan, Minggu (20/1). Namun, aksi sudah dilakukan di lingkungan komplek dengan aksi berdoa bersama. Setelah sebelumnya diadakan doa bersama Umat Islam, lalu doa bersama Umat Kristen, pada Minggu (20/1) dilakukan doa bersama Umat Hindu Sikh. “Mungkin beberapa hari ini giliran Umat Hindu dari Tamil, doa bersama di sini,” pungkas Pahala. (ain/ila)

Keluarga Besar Prabowo Punya Hubungan dengan Suku Batak

ISTIMEWA ZIARAH: Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim S Djojohadikusumo (kanan- depan) diulosi saat berziarah ke makam isingamagaraja, belum lama ini.
ISTIMEWA
ZIARAH: Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim S Djojohadikusumo (kanan- depan) diulosi saat berziarah ke makam isingamagaraja, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo Sandi, Hashim S Djojohadikusumo mengunjungi Tanah Batak, belum lama ini. Kunjungannya bertujuan melakukan konsolidasi internal Partai Gerindra dalam menghadapi Ppilpres dan Pileg 2019.Dalam kesempatan tersebut, adik kandung calon presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto itu, berziarah ke makam pahlawan nasional dari Tanah Batak, Sisingamagaraja XII.

Hashim bercerita, dirinya dan Prabowo serta keluarga besar Djojohadikusumo memiliki hubungan yang sangat mesra dengan suku Batak. “Selain Prabowo yang diberikan marga Lumbantobing, adik ayah Prabowo juga menikah dengan pria bermarga Silitonga,” ujar Hashim.

Keharmonisan keluarga Prabowo dengan masyarakat Batak tidak sampai di situ. Menurut Hashim, tahun 1920 Raja Buntal Sinambela yang merupakan putra Raja Sisingamangaraja XII, pernah mengungsi selama beberapa tahun di rumah ayahnya, Pak Margono karena di persekusi oleh Belanda.

“Ayah saya cerita, Raja Buntal Sinambela, pernah mengungsi beberapa waktu di rumah Eyang Kakung, untuk melepaskan diri dari persekusi Belanda,” beber Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Fakta-fakta sejarah ini membuat masyarakat sangat antusias dan mengulosi Hashim sebagai tanda kehormatan bagi masyarakat Batak. Selain mencicipi Kopi Lintong Ni Huta yang menurut Hashim merupakan salah satu kopi ternikmat yang pernah di cobanya, dalam kunjungan tersebut Hashim juga menyempatkan berkunjung ke Rumah Sakit HKBP Balige.

Di Rumah Sakit ini Hashim mendapat curhatan dari pihak rumah sakit tentang polemik kepengurusan yayasan yang berdampak pada pembekuan keuangan rumah sakit, hingga adanya mesin CT Scan yang sudah rusak sejak 6 bulan yang lalu belum diperbaiki. “Kalau masalah internal sebaiknya dibicarakan secara kekeluargaan, saya yakin ini hanya masalah miskomunikasi,” ujar Hashim.

Tapi kalau ada masalah dengan BPJS sehingga masyarakat terganggu pelayanannya, Hashim meminta kepada Gus Irawan Pasaribu dan Martin Hutabarat yang merupakan anggota DPR RI Partai Gerindra dari dapil tersebut, untuk mengajak pimpinan BPJS berdialog dan mencari jalan keluar.

“Yang penting masyarakat tidak terganggu haknya untuk mendapat pelayanan kesehatannya” ujar Hashim.

Potensi Pertanian

Dalam kesempatan sama, Hashim juga mengungkapkan potensi pertanian di daratan sekitar Danau Toba sangat baik, asal dikelola dengan benar dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Kopi daerah ini enak, tapi petaninya juga harus enak dan sejahtera. Pemerintah harus fokus memperhatikan petani kopi di daerah ini karena potensi pertaniannya sangat besar. Demikan pula pariwisatanya yang merupakan kelebihan dari Tanah Batak ini “ ungkapnya.

Alam yang indah dan cuaca yang sangat sejuk, lanjutna, menjadi daya tarik tersendiri. Namun perlu campur tangan pemerintah secara khusus. “BODT sudah bagus tapi perlu action yang lebih kongkrit lagi,” pungas Hashim.

Senada diutarakan Tokoh Masyarakat Dairi, Nikson Silalahi yang juga hadir dalam kesempatan itu. Menurutnya, dalam adat Batak, Prabowo dan Hashim merupakan hula-hula atau raja yang di hormati oleh masyarakat marga Silitonga.

“Jadi mereka ini sudah tidak asing lagi didalam adat Batak. Bahkan mereka merupakan keluarga besar suku Batak yang merupakan raja turun temurun”, paparnya.

Dalam kunjungannya ke Makam Pahlawan Sisingamangaraja, adik kandung Prabowo Subianto ini didampingi Wakil Bupati Humbang Hasudutan Saut Simamora dan Kepala Dinas Sosial Toba Samosir. (adz/ila)

Emak-emak Beri Kejutan di Ultah Ikhwan Ritonga, Ratusan Warga Jalan Bromo Gang Setuju Ikuti Senam Sehat Sejati

adezulfi/sumut pos LEPAS BALON: Ikhwan Ritonga bersama istri, Ina Faedah Nasution melepas balon ke udara sebagai tanda syukur atas bertambahnya usia, usai mengikuti Senam Sehat Sejati bersama ratusan warga. Jalan Bromo, Gang Setuju, Medan Denai, Minggu (20/1).
adezulfi/sumut pos
LEPAS BALON: Ikhwan Ritonga bersama istri, Ina Faedah Nasution melepas balon ke udara sebagai tanda syukur atas bertambahnya usia, usai mengikuti Senam Sehat Sejati bersama ratusan warga. Jalan Bromo, Gang Setuju, Medan Denai, Minggu (20/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga yg didominasi emak-emak mengikuti Senam Sehat Sejati bersama Ikhwan Ritonga, di Jalan Bromo Gang Setuju, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Minggu (20/1).

Namun, ada yang spesial dalam kegiatan rutin yang digelar Rumah Juang Ikhwan Ritonga kali ini. Ikhwan yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Medan ini mendapat kejutan dari emak-emak yang hadir, berupa nasi tumpeng dan sejumlah kado, karena tepat di hari itu Ikhwan genap berusia 38 tahun.

Usai senam bersama warga yang dipandu instruktur senam, Ikhwan naik ke panggung. Tak berapa lama, beberapa emak-emak membawa nasi tumpeng dan bolu tar ke atas panggung. Ikhwan pun terkejut. Di saat bersamaan, MC yang memandu acara menyebutkan kalau Ikhwan Ritonga sedang berulang tahun hari itu.

Kemudian Ikhwan bersama istri, Ina Faedah Nasution diminta emak-emak untuk turun dari panggung. Kemudian ditepungtawari sebagai simbol rasa syukur dan doa agar mendapat Ridho dari Allah Swtn

Ikhwan mengaku kaget sekaligus bangga atas apresiasi yang diberikan warga di hari ulang tahunnya itu. “Saya sangat terharu. Saya tak sangka bisa senam pagi bersama emak-emak di sini. Apalagi saya disuguhi nasi tumpeng dan ditepungtawari. Sungguh saya bersyukur atas doa emak-emak dan bapak-bapak yang hadir pagi ini,” kata Ikhwan yang saat itu turut didampingi istri, Ina Faedah Nasution dan anaknya, Fakhira Aqilah Ritonga.

Ikhwan mengaku, pada Sabtu (19/1) malam dia sudah mendengar dari relawannya bakal ada kejutan di acara Senam Sehat Sejati ini, namun dia tidak menyangga kejutan yang diberikan warga di ulang tahunnya yang ke-38 bakal semeriah itu. “Alhamdulillah umur saya saat ini 38 tahun. Saya anggap, usia saya sudah cukup dewasa dan cukup mampu mengemban amanah warga Kota Medan, khususnya di Dapil IV ini. Tapi ini semua tak lepas dari doa bapak ibu. Semoga apa yang kita cita-citakan dikabulkan Allah Swt  dan kita selalu diberikan kesehatan. Serta silaturahim kita tetap terjaga,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ikhwan juga mengingatkan masyarakat yang hadir untuk menggunakan hak suaranya pada 17 April mendatang. “Saya pada 17 April nanti masih tetap mencalonkan diri dari Partai Gerindra. Insya Allah amanah yang diberikan akan saya jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Sementara tokoh masyarakat, H Syaiful Bahri mengaku tidak meragukan lagi kiprah Ikhwan Ritonga dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan DPRD Kota Medan. “Ikhwan sudah membuktikan. Sudah banyak yang diperbuatnya untum masyarakat. Dia tokoh muda untuk masa depan,” kata Syaiful Bahri yang disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Syaiful juga mengatakan, ini menjadi momen spesial dan sangat membanggakan bagi warga Kelurahan Binjai, khususnya Jalan Bromo Gang Setuju. Pasalnya, tepat di hari itu Ikhwan Ritonga bisa merayakan ulang tahunnya bersama warga di sana.

“Kita harus perjuangkan Pak Ikhwan untuk kembali duduk di DPRD Medan dan harus bisa menduduki pucuk pimpinan di lembaga legislatif. Kita juga ingin di masa depan, Ikhwan menjadi orang nomor satu di Medan,” tegas Syaiful Bahri yang kembali disambut sorak-sorai warga. Diakhir kegiatan, warga berebut untuk bersalaman. Tampak beberapa ibu-ibu memberikan kado kepada Ikhwan.(adz/ila)

Jasad Pasutri Terapung di Sungai Wampu, Seluruh Korban Daihatsu Taft Tenggelam Telah Ditemukan

BAMBANG/SUMUT POS DITEMUKAN: Jasad pasutri yang ditemukan tim gabungan BPBD, kepolisian, TNI, serta masyarakat, Minggu (20/1) pagi.
BAMBANG/SUMUT POS
DITEMUKAN: Jasad pasutri yang ditemukan tim gabungan BPBD, kepolisian, TNI, serta masyarakat, Minggu (20/1) pagi.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sempat hilang, akhirnya 2 korban mobil Daihatsu Taft GT putih BK 1810 PC, yang terjun ke dalam Sungai Wampu, saat berada di rakit penyeberangan Dusun V Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di Sungai Wampu, Minggu (20/1) pagi.

Nurhayati (48), ditemukan warga di pinggiran Sungai Wampu Lingkungan Stabat, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, sekira pukul 07.00 WIB. Sedang Kliwon ditemukan di rakit Suroto Dusun II, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pukul 09.00 WIB, sekitar 10 kilometer dari mobil tenggelam.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, melalui Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Mardiyanto, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Mardiyanto menjelaskan, kedua mayat tersebut ditemukan secara terpisah oleh warga. Selanjutnya warga melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Stabat dan langsung ditindaklanjuti.

Menerima laporan itu, petugas menghubungi pihak keluarga korban. Setelah dilihat pihak keluarga, kedua mayat memang benar merupakan penumpang mobil Taft GT putih BK 1810 PC.

Selanjutnya, petugas menghubungi BPBD Kabupaten Langkat untuk mengevakuasi korban dari pinggir sungai, dan dengan menggunakan mobil ambulance, keduanya dibawa ke rumah duka di Dusun VII, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Para korban yang merupakan satu keluarga ini, dimakamkan pada satu liang lahat yang dijejerkan secara berdampingan. Ratusan pelayat turut mengantarkan jenazah hingga pembaringan terakhir di tempat pemakaman umum Muslim, yang berada di antara perkebunan karet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (18/1) sekira pukul 12.15 WIB, Suyadi Kudo Kusman dan keluarga hendak menyeberang ke Desa Selayang menggunakan rakit penyeberangan di Dusun V, Desa Stungkit, mengendarai Daihatsu Taft GT BK 1810 PC.

Setiba di lokasi kejadian, Suyadi (pengemudi) menaikkan mobil ke atas rakit penyeberangan dan diparkirkan dalam keadaan mesin menyala.

Setelah itu pengemudi hendak membeli semangka tanpa turun dari mobil. Kemudian pekerja rakit, Ngatimin alias Jon, memberikan buah tersebut kepada korban. Tidak lama kemudian, mobil tiba-tiba melaju. Ngatimin mencoba mengganjal ban belakang mobil dengan kayu. Tapi, usahanya tersebut gagal. Laju kendaraan tak bisa ditahan dan akhirnya masuk ke dalam sungai beserta seluruh penumpang.

Sabtu (19/1), sekira pukul 11.50 WIB, 5 korban meninggal dunia, yakni Suyadi Kudo Kusmono (68) dan Sujoko Arta Winata (4), yang keduanya warga Dusun II, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, dan Sarimem (78), Riski (9), serta April (4) yang ketiganya merupakan penduduk Dusun 7, Bukit Tengah, Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, telah disalatkan dan dikebumikan di Dusun VI, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. (bam/saz)

Peduli Terhadap Kabupaten Sekitar Danau Toba, Inalum Roadshow ke Tapanuli Utara

istimewa SIMBOLIS: Plt Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (kanan) saat berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Utara di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung (17/1).  
istimewa
SIMBOLIS: Plt Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (kanan) saat berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Utara di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung (17/1).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – PT  Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum kembali  menunjukkan kepeduliannya terhadap kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba.

Hal ini terlihat saat Plt. Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih didampingi Sahala Sijabat selaku Direktur Operasi dan Carry Mumbunan selaku Direktur Umum & Human Capital melakukan kunjungan silaturahim dengan  jajaran pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung (17/1).

Pertemuan ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian roadshow Direksi Inalum ke wilayah yang berada di sekitar  wilayah operasi Inalum dan  Danau Toba  sebagai jantung operasi Inalum.

Pada kesempatan ini,  Inalum juga menyerahkan beberapa program tanggung  jawab  sosial dan lingkungan yang sudah dijalankan di Kabupaten  Tapanuli Utara.

Yaitu program rehabilitasi lahan kritis di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba seluas 20 ha, pembangunan Shallow Geothermal Dryer (alat pengering komoditas pertanian), pipanisasi dan bak penampung air bersih.

Upgrade Taman Bacaan Masyarakat dan program Kemitraan dengan pengrajin kacang Sihobuk sebagai salah satu oleh-oleh khas Tapanuli Utara.

Kunjungan yang diterima langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan ini turut dihadiri oleh SEVP Pengembangan Bisnis Inalum, Dante Sinaga,  Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kementerian Keuangan Lisbon Sirait.

Hadir juga Tio Serepina Siahaan selaku Kepala Biro Advokasi Kementerian Keuangan,  Sekda  Kabupaten Tapanuli Utara, Edward Tampubolon serta  Kepala Dinas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program  Inalum dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara Inalum dengan pemerintahan kabupaten yang bersinggungan dengan operasional Inalum.

“Kabupaten Tapanuli Utara mempunyai potensi alam yang luar biasa sehingga kami terdorong untuk meningkatkan potensi yang ada.”

“Dengan program bantuan alat pengering komoditas pertanian dan kemitraan dengan pengusaha kacang Sihobuk yang diharapkan mampu meningkatkan sektor perekonomian di Kabupaten Tapanuli Utara ini,” tutur Oggy dalam kesempatan tersebut.

Sahala Sijabat  juga menjelaskan  bahwa Inalum juga  telah merumuskan beberapa program tanggung jawab sosial lainnya di tahun 2019.

“Kita akan bangun sarana air bersih di sekitar objek wisata Hutaginjang juga melaksanakan pengobatan gratis bekerjasama dengan dinas-dinas terkait,” ungkapnya.

Selain itu, jumlah penyaluran dana CSR dan PKBL di tahun 2018 sebesar Rp 31,9 Miliar diharapkan dapat meningkat sejauh kondisi keuangan dan operasional Inalum tetap stabil. (don/ram)

Kerja Sama dengan Al Muchtar dan GIL, Bank Sumut Syariah Tawarkan Talangan Umrah

istimewa BERSAMA: Direksi Bank Sumut berfoto bersama Pimpinan dan Jajaran Travel Al Muchtar dan Travel GILH serta perwakilan dari PT Askrida Syariah Gathmir usai penandatangan kerja sama talangan pembiayaan umrah di Gedung Bank Sumut, Medan, Jumat (18/1).
istimewa
BERSAMA: Direksi Bank Sumut berfoto bersama Pimpinan dan Jajaran Travel Al Muchtar dan Travel GILH serta perwakilan dari PT Askrida Syariah Gathmir usai penandatangan kerja sama talangan pembiayaan umrah di Gedung Bank Sumut, Medan, Jumat (18/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk mengakomodir minat masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah, Bank Sumut melalui unit usaha syariah, menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan talangan umrah dengan Travel Al Muchtar dan Gelora Indah Lestari (GIL) di Ballroom Bank Sumut Lantai 10 Medan, Jumat (18/1).

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama, Bank Sumut juga mensosialisasikan produk pembiayaan Bank Sumut yang dapat dipertanggungkan ke PT Askrida Syariah, termasuk produk talangan umrah.

Hadir pada acara tersebut, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut T Mahmud Jeffry, Direktur Pemasaran Abdi Santosa Ritonga, Pemimpin Unit Usaha Syariah Indra Kesuma Yuzar, dan Pemimpin Bidang Pembiayaan Kaswinata. Turut hadir, Pimpinan Travel Al Muchtar Antoni, Pimpinan Travel GIL H Soehardy Aris, dan Marketing & Technical Advisor PT Askrida Syariah Gathmir Hasbi.

Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut T Mahmud Jeffry, dalam sambutannya, mengatakan, pembiayaan talangan umrah Bank Sumut hadir untuk memenuhi minat masyarakat yang sangat tinggi untuk bisa ke Tanah Suci, khususnya masyarakat Sumatera Utara.

“Dengan waktu tunggu ibadah haji yang dirasa cukup lama, antara 15 sampai 16 tahun, maka menjadi potensi sangat besar bagi perbankan untuk menyediakan talangan umrah sebagai alternatif umat Muslim yang rindu dan ingin kembali mengunjungi Baitullah, baik sendiri maupun bersama keluarga. Kami berharap program pembiayaan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin segera berangkat ke Tanah Suci, namun belum memiliki dana yang cukup,” tutur Jeffry.

Lebih lanjut Jeffry meyakini, produk talangan umrah Unit Usaha Syariah Bank Sumut ini, nantinya akan diterima oleh masyarakat luas. Karena selain prosesya cepat, ujrah yang dibebankan juga sangat kecil.

“Bank Sumut juga akan senantiasa meningkatkan pelayanan, terutama kepada nasabah calon jamaah umrah, yang nantinya memilih pembiayaan di Bank Sumut. Termasuk bekerja sama dengan travel-travel yang telah kami seleksi, berpengalamanm, dan dapat dipercaya,” imbuhnya.

Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut, Indra Kesuma Yuzar menjelaskan, dana talangan umrah merupakan satu produk pembiayaan yang ada di Unit Usaha Syariah Bank Sumut. Produk ini memfasilitasi biaya perjalanan umrah nasabah, termasuk keluarga, yang diberangkatkan melalui travel yang telah bekerja sama dengan Bank Sumut. “Sasaran pemasaran produk ini adalah nasabah existing Bank Sumut, terutama para ASN dan nasabah baru, termasuk profesional dan wiraswasta. Selain itu, juga kalangan internal dengan jangka waktu antara 3 sampai 5 tahun,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut Bank Sumut juga turut mensosialisasikan produk-produk pembiayaan dan asuransi pembiayaan, bekerja sama dengan Askrida Syariah. Sosialisasi tersebut dilaksanakan kepada seluruh pejabat dan pegawai Bank Sumut Syariah dan Konvensional, terutama yang berasal dari wilayah Kota Medan. (rel/saz/ram)

Enam Unit Rumah Musnah Terbakar di Lubukpakam

batara/sumut pos PADAMKAN: Personel Damkar Deliserdang saat memadamkan kebakaran di akar di Jalan Cokroaminoto, Gang Budiman, Lubukpakam Pekan, Minggu (20/1).
batara/sumut pos
PADAMKAN: Personel Damkar Deliserdang saat memadamkan kebakaran di akar di Jalan Cokroaminoto, Gang Budiman, Lubukpakam Pekan, Minggu (20/1).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 unit rumah permanen musnah terbakar di Jalan Cokroaminoto, Gang Budiman, Keluarahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Minggu (20/1), sekira pukul 14.30 WIB.

Peristiwa kebakaran itu mengundang kehadiran warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sumber api diketahui dari tempat usaha pembuatan roti sagon. Diduga berasal dari hubungan arus pendek. Dan lokasi kebakaran berada di pemukiman padat penduduk warga keturunan Tionghoa.

Warga yang mengetahui kebakaran itu, menghubungi mobil kebakaran Pemkab Deliserdang. Sebanyak 6 unit Damkar Pemkab Deliserdang ke lokasi. Namun upaya pemadaman api sedikit terhambat, karena sempitnya Gang Budiman. Tapi, petugas pemadam kebakaran terus menerobos masuk Gang Budiman, hampir 3 jam dibutuhkan untuk memadamkan api.

Camat Lubukpakam, Khairul Asman mengatakan, kebakaran awalnya dari tempat usaha rumahan pembuatan roti, permen, dan limun. Pemilik usaha tersebut warga keturunan Tionghoa.

“Sementara peristiwa kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik. Kami juga sudah mendirikan posko bencana. Selain memberikan bantuan kepada korban, juga mendata warga yang mengalami kemalangan,” jelas Khairul.

Senada, Kapolesk Lubukpakam AKP Gudo, membenarkan peristiwa kebakaran itu. Meski sudah mengetahui untuk sementara penyebab kebakaran itu, namun pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan. “Kami tetap menyelidiki kebakaran itu,” pungkasnya. (btr/saz)

Tersangka Korupsi Tapian Sirisiri Belum Ditangkap, Agenda Pemilu Jadi Alasan

usman/SUMUT POS LOKASI PROYEK: Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal lokasi objek perkara yang diduga dikorupsi.
usman/SUMUT POS
LOKASI PROYEK: Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal lokasi objek perkara yang diduga dikorupsi.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) saat ini belum juga menetapkan tersangka dugaan korupsi pembangunan proyek Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal (Madina). Penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg), menjadi alasan.

“Inikan mau pemilihan pilpres dan pileg, kita tidak mau mengganggu agenda pemerintah dulu,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Minggu (20/1).

Kejatisu kata Sumanggar, berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga mengumumkan para tersangka. Namun, dia sendiri belum bisa memastikan kapan penetapan tersangka tersebut di umumkan.

“Sesuai kata Aspidsus, kita akan tetapkan tersangkanya. Bisa bulan Januari, atau bulan depan. Kita tunggu sajalah,” katanya.

Terpisah, praktisi hukum Redyanto Sidi mengaku heran dengan pernyataan Kejatisu tersebut. Menurutnya, tidak ada korelasi antara agenda politik pemerintah dengan penetapan tersangka. Dia menduga, hal itu hanya alasan Kejatisu untuk menunda-nunda penetapan tersangka.

“Hubungannya apa ya? Kalau ada di SOP (standar operasional prosedur) kejaksaan mungkin bisa diterima, namun tetap tak ada korelasinya karna jaksa adalah juga salah satu penegak hukum,” ujarnya.

“Justru dengan lambatnya menetapkan tersangka, pelaku lah yang akan menghambat agenda pemerintah yang juga tangungjawab kejaksaan untuk memberantas korupsi di Sumatera Utara,” sambungnya.

Direktur LBH Humaniora ini melanjutkan, di dalam KUHPidana juga tidak diatur hal yang demikian. Sepanjang telah memenuhi unsur pidana, maka akan ada tersangka. “Semakin cepat perkara korupsi diungkap, maka akan semakin baik bagi keadilan,” imbuh Redyanto.

Untuk itu pesan Redyanto, Kejatisu jangan terpengaruh dengan agenda politik pemerintah, yang berimbas pada dugaan dapat berkompromi. “Fokus saja pada persoalan hukum, sesuai UU No 16 2004 tentang Tupoksi Kejaksaan. Kejaksaan tidak boleh kalah dengan terduga koruptor yang berimbas kepada dugaan dapat dikompromi,” katanya.

Selain itu, Redyanto juga meminta kepada Kejatisu, untuk menjelaskan hal tersebut kepada publik secara transparan. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan, agar masyarakat dapat memahami apabila memang ada hambatan.

“Ini penting, agar jangan sampai ada berbagai dugaan apalagi bargainning case di atas uang rakyat. Siapapun yang terlibat harus dihukum,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan Tapian Sirisiri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Rajabatu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Bahkan penyidik Pidsus Kejati Sumut, sebelumnya telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU, Syahruddin untuk dimintai keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

Pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Rajabatu menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. (man/azw)

Bertemu Bupati Karo, Kepling Berharap Naik Gaji

.
.

KARO, SUMUTPOS.CO – Serap aspirasi, Bupati Karo Terkelin Brahmana menemui para kepala lingkungan (kepling) di Taman Mejuah Juah Berastagi, Jumat (18/1) lalu. Dalam pertemuan itu, Terkelin memotivasi para kepala lingkungan untuk turut menyukseskan program pemerintah pusat dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang mencakup wilayah Kabupaten Karo.

Dalam pertemuan dengan para kepala lingkungan, Terkelin menekankan agar menggelorakan slogan Pemkab Karo 2019, yakni ‘Ayo Peduli, Ayo Ikhlas, Ayo Disiplin Kebersihan’.

Terkelin mengatakan, menindaklanjuti program Menteri Bidang Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, pada rakor beberapa waktu lalu di Balige, agar 8 kepala daerah sekawasan Danau Toba, peduli terhadap kebersihan di setiap daerah wisata. “Temu muka ini, untuk menampung aspirasi para kepala lingkungan sebagai ujung tombak pemerintahan, mengawasi kebersihan dan memonitor hal-hal yang berkepentingan dengan fasilitas umum,” katanya.

Pertemuan itu juga dihadiri Anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, Kepala Dinas Pariwisata Mulia Barus, Kepala Dinas BPKPAD Andre Tarigan, Kabag Hukum Monika Purba, Sekretaris Bappeda Amal, Sekretaris Dinas Perhubungan Budiman Sinulingga, Camat Berastagi Mirton Ketaren, Kabid LHK Hotman Brahmana, lurah, dan tokoh masyarakat Albert Sembiring, serta Riyanta Ginting.

Di kesempatan itu, kepala lingkungan se-Kecamatan Berastagi, di antaranya Torison Ginting Kepling Gundaling I, Ramlan Tarigan Kepling I, Bugis Ginting Kepling Mulgap I, Jonson Purba Kepling 15, merangkum 6 usulan dan permasalahan yang disampaikan langsung kepada Bupati Karo. Pertama, penambahan tong sampah dan bin sampah di sekitar Kecamatan Berastagi, sekaligus pengangkatan sampah diintensifkan, armada kebersihan keliling seputaran Berastagi.

Kedua, menata ulang trotoar yang rusak dan ditumbuhi semak. Ketiga, di daerah Panglet dan Listrik atas rawan longsor, drainase sekitar sering meluber ke rumah masyarakat, karena tidak dapat menampung air hujan. Keempat, lampu penerangan di Jalan Trimurti tidak ada. Kelima, di Jalan Kenanga wilayah Kepling I agar tebing jalan dibolduser, rawan bencana. Dan Keenam, setiap 3 bulan diadakan pertemuan dialog dan diskusi.

“Usulan ini, murni dari semua aspirasi masyarakat yang kami dapatkan. Mudah-mudahan aspirasi kami segera terjawab oleh Pemda melalui Camat Berastagi,” imbuh Kepala Lingkungan Torison dan Ramlan Tarigan.

Kedua kepala lingkungan menyatakan apreaisasi kepada Bupati Karo dengan mengadakan dialog dan diskusi. “Harapan kami mengenai kesejahteraan para kepala lingkungan, gaji sekarang Rp600 ribu per bulan, mohon dinaikkan jadi Rp1 juta. Karena kepala lingkungan di Berastagi hanya berjumlah 36 orang,” harap Jhon Purba Kepala Lingkungan Gundaling. (deo/saz)