26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 5622

Pemprovsu Dukung Penyelamatan Situs Benteng Tanduk Benoa

ist AUDIENSI: Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi menerima audiensi Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut di ruang kerjanya, Jumat (18/1).
ist
AUDIENSI: Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi menerima audiensi Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut di ruang kerjanya, Jumat (18/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung dan mengapresiasi upaya penyelamatan situs bersejarah Benteng Tanduk Benoa, yang akan dilakukan oleh Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumatera Utara (Sumut).

Rencana penyelematan situs bersejarah tersebut disampaikan oleh Wan Chaidir Barus selaku Ketua Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut.

Wan Chaidir serta rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (18/1).

“Kami selaku Pemprovsu tentunya sangat mendukung upaya ini, situs sejarah merupakan akar budaya yang harus kita lestarikan,” ujar Sabrina.

Sabrina pun menceritakan, bahwa Pemprovsu juga baru-baru ini telah melakukan penyelamatan situs bersejarah Benteng Putri Hijau dan pemugaran makam Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah. Untuk mengawali upaya ini, Sabrina menyarankan agar memperhatikan status lahan dan keberadaan orang-orang yang menduduki lahan.

“Selain itu, upayakan pula untuk mencari tahu hal-hal apa lagi yang terkait dengan benteng tersebut. Seperti disebutkan Bapak Wan bahwa di sekitar tembok terdapat tumbuhan herbal. Nah, itu juga perlu diteliti, bawa pakar tanaman ke sana,” saran Sabrina.

Sabrina pun menyampaikan, bahwa Pemprovsu senantiasa bersedia memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut untuk melakukan upaya penyelamatan situs ini. “Penyelamatan situs bersejarah adalah bukti kecintaan kita pada sejarah dan budaya yang kita miliki,” ucapnya.

Ketua Majelis Raja-Raja Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut, Wan Chaidir Barus menjelaskan, bahwa rencana awal upaya penyelamatan situs bersejarah Benteng Tanduk Benoa akan dilakukan dalam bentuk seminar terlebih dahulu pada Februari 2019.

Seminar, kata Wan, akan mensosialisikan dan mengakrabkan masyarakat dengan sejarah Benteng Tanduk Benoa yang berkaitan dengan Perang Sunggal.

“Kampung Tanduk Benoa adalah sebuah dusun kecil yang masuk ke dalam struktur pemerintahan desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Jadi, Tanduk Benoa ini, dulunya adalah markas dan benteng perjuangan rakyat Karo melawan Belanda pada perang sunggal,” jelas Wan.

Wan berharap upaya penyelamatan situs bersejarah melalui seminar yang bekerja sama dengan LIPI dan Magister Sejarah USU ini akan berlanjut pada upaya-upaya lanjutan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hidayati, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprovsu Afifi Lubis, mewakili Bappeda, dan mewakili Dinas Pendidikan. (prn/han)

PAUD Menentukan Perkembangan Anak

SOPIAN/SUMUT POS DILANTIK: Ketua HIMPAUDI Sumut menyerahkan bendera pataka kepada Ketua HIMPAUDI Kota Tebingtinggi priode 2017-2021 yang baru dilantik.
SOPIAN/SUMUT POS
DILANTIK: Ketua HIMPAUDI Sumut menyerahkan bendera pataka kepada Ketua HIMPAUDI Kota Tebingtinggi priode 2017-2021 yang baru dilantik.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu, dan sangat strategis. Maka dari itu, PAUD memegang peranan penting dalam menentukan perkembangan anak selanjutnya. Sebab, merupakan pondasi dasar kepribadian anak, sejak dilahirkan hingga memasuki pendidikan dasar dan masa keemasan atau disebut golden age.

Demikian disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya, saat menghadiri pengukuhan pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) masa bhakti 2017-2021 Kota Tebingtinggi, di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (18/1) dengan tema, menuju organisasi mandiri dan profesional.

Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, HIMPAUDI merupakan sebuah organisasi yang berperan penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan PAUD, diantaranya mensosialisasikan pentingnya PAUD yang berkualitas, melakukan pembinaan dan pengembangan organisasi secara berjenjang.

“Menampung, memperjuangkan dan mewujudkan aspirasi profesi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini,”bilang Umar Zunaidi.

Dikatakan Wali Kota, masa keemasan merupakan masa yang tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, seni moral dan nilai nilai agama yang bermuara pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat, cerdar serta mandiri.

“Pemerintah sejak tahun 2003 melalui Presiden RI telah mencanangkan pelaksanaan PAUD se Indonesia, dan diharapkan setiap kelurahan yang ada di Indonesia didorong untuk memiliki minimal satu PAUD,”pinta Umar.

Sementara Ketua HIMPAUDI Sumut, Hj Aminah Yusuf Rasyid dalam amanatnya meminta seluruh pengurus HIMPAUDI yang dilantik pada periode 2017-2021, untuk terus menjalankan program demi kelangsungan kedepannya.

Aminah berharap kepada pengurus HIMPAUDI Kota Tebingtinggi yang baru dilantik untuk membuat program kerja, dan diyakini pengurus dari orang-orang yang profesional dibidangnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi Pardamean Siregar, Ketua Himpaudi Tebingtinggi Hj Nur Aisyah Siregar. (ian/han)

Kantin Jambur Lige Terbakar

Kantin Jambur yang terbakar
Kantin Jambur yang terbakar

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Kantin Jambur Lige yang berada di Jalan Mariam Ginting, Kelurahan Gung Letto, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, ludes dilalap si jago merah, Jumat (18/1) pagi. Meski tak ada korban jiwa dan luka, peristiwa ini menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Polres Tanah Karo masih menyelidiki asal api. Besar kemungkinan, api berasal dari dalam kantin pemilik Jambur Lige, Makmur Barus (52) warga Jalan Mariam Ginting nomor 33 F, Kelurahan Gung Letto, Kecamatan Kabanjahe, yang dijaga atau dikelola Rajin Angkat (51) warga yang sama.

“Kami tahu kebakaran itu dari dalam kantin, sebab asap hitam terlihat menjulang naik ke atas dari dalam kantin,” ucap kedua saksi mata pria bermarga Barus dan Sembiring.

Informasi yang dihimpun dari unit Intelkam Polres Tanah Karo, asal api masih dalam lidik, korban jiwa tidak ada dan kerugian mencapai Rp125 juta. Untuk memadamkan si jago merah, petugas pemadam Pemkab Karo menurun 3 unit mobil pemadam kebakaran. (deo/han)

Ancam Demo Korupsi Penyimpangan Anggaran, Dua Aktivis Diciduk Peras Pejabat Kemenag Asahan

DIAMANKAN: Umam dan Kepay saat diamankan di Polres Asahan karena memeras pejabat Kemenag Asahan
DIAMANKAN: Umam dan Kepay saat diamankan di Polres Asahan karena memeras pejabat Kemenag Asahan

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dua oknum aktivis diringkus polisi karena melakukan pemerasan terhadap salah seorang pejabat di kantor Kemenag Asahan.

Kedua aktivis tersebut adalah Muhammad Khairul Umam Damanik alias Umam (21) dan Efin Hamdan alias Kepay (42).

“Tindakan yang dilakukan kedua aktivis ini sudah menyalahi aturan dan harus dihukum,”kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Kasat Reskrim Polres Asahan, Ricky Pripurna Atmaja, Jumat (18/1).

Dijelaskan Faisal, kedua pelaku beraksi diawali ancaman akan melakukan aksi demonstrasi terkait dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan kantor Kemenag Asahan.

Ancaman aksi demo itu disampaikan pelaku kepada Suasti Sagala, yang menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah di Kemenag Asahan.

Kepada Suasti, kedua pelaku meminta uang sebesar Rp15 juta agar aksi unjukrasa dibatalkan.

Mendapat ancaman itu, Suasti pun melapor kepada atasannya, Syarial yang menjabat Kabag.

Selanjutnya, diantara pelaku dan kedua oknum pejabat terjadi kesepakatan sebesar Rp8 juta. Dan penyerahan disepakati dilakukan Rumah Makan Pondok Kelapa, di Jalan Imam Bonjol, Rabu (9/1)

“Artinya jika kedua pelaku tidak diberikan sejumlah uang, maka mereka akan melakukan demonstrasi,”bilang AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kasatreskrim, AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Merasa diperas, korban dari Kemenag Asahan menghubungi petugas Polres Asahan. Akhirnya, Umam dan Kepay pun diringkus dengan barang bukti uang Rp8 juta.

“Kedua pelaku dikenakan pasal 368 Jo pasal 55 atau pasal 335 ayat (1) dari KUHPidana tentang tindak pidana pemerasan dan atau menyuruh, turut serta melakukan kejahatan atau mengancam sebagai mana dimaksud, dengan ancaman hukuman penjara selama 1 tahun,” kata Faisal.

Sementara itu, saat ditemui di Polres Asahan, kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan aktivis lainnya, dan tidak akan melakukan kembali perbuatan yang sama. (omi/han)

Warga Desa Gung Pinto Butuh Embung

ist BERKUNJUNG: Kepala Desa Gung Pinto, Roy Pranata Bangun diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahma saat berkunjung ke kantor Bupati Karo.
ist
BERKUNJUNG: Kepala Desa Gung Pinto, Roy Pranata Bangun diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahma saat berkunjung ke kantor Bupati Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Roy Pranata Bangun mendatangi kantor Bupati

Karo, Senin (14/1) sore. Dalam pertemuannya dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kepala BPMD Abel Tarigan Tarawai, Roy yang datang seorang diri itu mengeluhkan tak kunjung dibangunnya embung di desa mereka.

“Desa kami sangat membutuhkan pengairan irigasi lahan pertanian, sebab selama ini masih banyak warga membeli air pakai tangki. Solusi untuk mengatasi masalah kami ini adalah pembangunan embung,” ujar Roy. Padahal lanjut Roy, pihaknya sudah menyediakan

lahan yang berstatus aset desa. “Inilah niat saya mengajukan kepada pihak yang berwenang, agar dapat segera dibangun,” harapnya.

Menurut Roy, selain untuk mengairi pertanian, warga juga bisa memanfaatkan embung tersebut sebagai destinadi wisata dan menambah pendapatan dengan memelihara ikan air tawar. Dalam kesempatan itu, Roy juga menyampaikan surat No.610.534/SK/GP/2019 perihal permohonan embung ke Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II Sumut. Namun sampai detik ini belum mendapat tanggapan.

Menyahuti usulan Kades Gung Pinto, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapreisasi langkah kepedulian dan kreatif Roy yang mengajukan permohonan pembangunan embung ke dinas terkait.

Dia menegaskan kepada BPMD bagian dari tupoksinya agar memfasilitasi dan membantu kepada pihak yang berkompeten dalam pembangunan embung.

“Kita selaku pemerintah wajib membantu dan mendorong hal-hal yang sifatnya positif, yang dibutuhkan warga. Terlebih lahannya sudah ada,” katanya. Semnetara itu, Kepala Dinas BPMD Abel Tarawai Tarigan mengatakan akan segera menindaklanjuti permintaan warga tersebut. (deo)

Karaoke Gunung Mas Disegel

batara/sumut pos DISEGEL: Petugas Satpol PP Pemkan Deliserdang menempelkan stiker segel di pintu Karaoke Gunung Mas karena tak mengantongi ijin operasinal.
batara/sumut pos
DISEGEL: Petugas Satpol PP Pemkan Deliserdang menempelkan stiker segel di pintu Karaoke Gunung Mas karena tak mengantongi ijin operasinal.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tak miliki ijin operasional, karaoke Gunung Mas (GM) yang berada di Jalan Sudirman, Dusun 2, Kelurahan Palukemiri, Kecamatan Lubukpakam, di Segel Satpol PP Pemkab Deliserdang, Jumaat (18/1).

Kasatpol PP Pemkab Deliserdang, Suryadi Aritonang, membernakan penyegelan tempat usaha hiburan Karaoke Gunung Mas. Disebutkannya, sebelum melakukan penyegelan, pihaknya memberikan surat peringatan kepada pengusaha karaoke agar mengurus ijin.

Namun sesuai dengan batas waktu yang diberikan, pemilik Karoke Gunung Mas tak mengurus ijinnya. “Penyegelan bertujuan untuk penertiban, agar si pemilik segera mengurus ijin operasionalnya,”ujar Suryadi. (btr/han)

Sri Wahyuni Pimpin Forda UKM Sumut Periode 2019-2022 

ist BERSAMA: Sri Wahyuni Nukman (7 dari kiri) diabadikan bersama sejumlah pelaku usaha usai terpilih menjadi Ketua Forda UKM Sumut periode 2019-2022.
ist
BERSAMA: Sri Wahyuni Nukman (7 dari kiri) diabadikan bersama sejumlah pelaku usaha usai terpilih menjadi Ketua Forda UKM Sumut periode 2019-2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sri Wahyuni Nukman terpilih secara aklamasi untuk memimpin Forda UKM Sumut periode 2019 -2022 dalam Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub) yang digelar, Kamis (17/1).

Sri Wahyuni Nukman terpilih sebagai Ketua, sedangkan Chairul Huda sebagai sekteratis dan Juniati sebagai bendahara.

Acara Konferdalub dengan pimpinan sidang Nur Halim Tanjung ini, untuk memilih pengganti Ketua Forda UKM Sumut priode 2016-2019, Lie Ho Pheng yang mengundurkan diri dari kepemimpinan yang seharusnya akan berakhir Desember mendatang.

Usai terpilih, Sri Wahyuni Nukman mengaku amanah yang diembannya cukup berat. Sehingga membuatnya harus lebih fokus dalam menjalankan Forda UKM dengan baik serta meneruskan roda organisaisi dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), agar pelaku usaha bisa mengelola, menjalankan usahanya dengan aman dan nyaman.

Selain itu, program kedepannya, kepengurusan Forda UKM priode 2019-2022 ini, akan fokus dalam melakukan sosialiasi, agar pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya dengan baik dan benar, disamping juga memperluas jaringan bisnis. “Kedepan fokus kita tetap pada bidang advokasi, sosialisasi dan peningkan sumber daya manusia,”ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini wadah tersebut memiliki seratusan anggota dengan berbagai ragam usaha. Kedepan jumlah ini ditargetkan akan terus bertambah.

Sementara Founder Forda UKM Sumut, Sofyan Tan yang hadir dalam kesempatan tersebut menyebutkan kehadiran forum tersebut awalnya untuk membangun UKM yang lebih kuat sekira tahun 1997.

Sebab awalnya persoalan usaha ini, diurus pejabat, bukan pengusaha. Sehingga persoalan pengusaha tidak teraspirasikan.

Sofyan Tan yang mengaku saat menjadi seorang pengusaha disebabkan kecelakaan, membuatnya paham dan mengerti jika dalam membangun usaha banyak sekali hambatan yang dihadapi. Sehingga forum ini menjadi wadah untuk  memperjuangkan UKM lebih baik.

Sebelum digelar Konferdalub, Lie Ho Pheng menyebutkan Forda UKM fokusnya membela pelaku UKM. Namun pilihannya untuk mengundurkan diri disebabkan adanya urusan yang hendak diselesaikannya, di samping keinginannya untuk mengembangkan kampung halamannya, Serdangbedagai. Sebab baru-baru ini ada investor yang serius untuk membangun industri di daerah tersebut.

Untuk diketahui, hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Forda UKM Riau, Ketua Forda UKM Tebing Tinggi, Ketua Forda UKM Serdangbedagai, Ketua Forda UKM Deliserdang, Ketua Forda UKM Langkat, Ketua Forda UKM Karo, Ketua Forda UKM Binjai, Ketua Forda UKM Asahan serta tamu dan undangan lainnya.(adz)

Ahok Berencana Nikahi Puput 15 Februari

BAKAL NIKAH: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan), dikabarkan segera meminang Bripda Puput Nastiti Devi (kiri) menjadi istrinya.
BAKAL NIKAH: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan), dikabarkan segera meminang Bripda Puput Nastiti Devi (kiri) menjadi istrinya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Basuki T Purnama akan bebas dari penjara pada 24 Januari 2019 pekan depan. Kurang dari sebulan kemudian, tepatnya pada 15 Februari 2019, pria yang akrab disapa Ahok ini akan menikah.

“Benar, Pak Basuki Tjahaja Purnama merencanakan pernikahannya tanggal 15 Februari,” ujar Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Jumat (18/1/2019), seperti dikutip dari Detik.

Prasetio merupakan sahabat Ahok. Politikus PDIP ini juga merupakan mantan ketua timses Ahok-Djarot saat Pilgub DKI 2017.

Ahok akan menikahi Puput Nastiti Devi. Puput merupakan mantan ajudan dari mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Selain pernah menjadi ajudan Vero, Puput juga pernah bertugas di Polda Metro Jaya bagian Direktorat Objek Vital. Terakhir diketahui, Puput bertugas di Detasemen Pelayanan Markas Mabes Polri.

Ahok bercerai dengan Veronica Tan lewat keputusan pengadilan yang diketok pada 4 April 2018. Seluruh proses perceraian dilalui Ahok saat masih berada di balik jeruji besi.

Ahok dipenjara sejak 9 Mei 2017 karena diputus bersalah dan dihukum 2 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus penistaan agama. (dtc)

ASUS Gandeng Sebastian Gunawan Hadirkan Tas Eksklusif

Peluncuran seri ZenBook terbaru ASUS, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533, di Jakarta, 17 Januari 2019.
Peluncuran seri ZenBook terbaru ASUS, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533, di Jakarta, 17 Januari 2019.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS memperkenalkan seri ZenBook terbaru, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533. Ketiganya merupakan ultrabook premium dengan desain frameless NanoEdge Display, yang menghadirkan bezel ultra-tipis, serta desain super ringkas. Tidak hanya tampil powerful, ZenBook terbaru kali ini juga hadir dengan desain menawan serta fashionable.

Untuk itulah, dalam peluncuran kali ini ASUS berkolaborasi dengan desainer fashion ternama Sebastian Gunawan untuk menghadirkan tas eksklusif ZenBook. Tas tersebut tersedia secara terbatas untuk pembeli ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533.

“Bagi saya fashion itu adalah magic yang selalu membuat saya terpesona,” ujar Sebastian Gunawan. “Kolaborasi saya kali ini dengan ASUS menggunakan inspirasi ‘Zen’. Untuk itulah saya menggunakan motif-motif diagonal yang menggambarkan teknologi, aktivitas, dan juga kreativitas.”

Sejak pertama kali diperkenalkan, ZenBook merupakan seri laptop yang tidak hanya mengedepankan performa dan fitur, tetapi juga estetika. Tidak heran jika ASUS menggandeng Sebastian Gunawan yang sudah sangat berpengalaman di dunia fashion.

“Kolaborasi ZenBook dengan Sebastian Gunawan sangat pas karena keduanya memiliki spirit yang sama,” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Sebastian Gunawan merupakan seorang desainer fashion profesional yang sudah menciptakan banyak karya berkelas. Hal tersebut sejalan dengan ZenBook yang memang dirancang khusus untuk para profesional dengan performa powerful, serta memiliki desain yang sangat estetik.”

Seri ZenBook terbaru ASUS, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533, dijual dengan harga seperti di foto.

Eksklusif untuk pengguna ZenBook terbaru

Pembeli ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 433, dan ZenBook 15 UX533 pada periode 17 Januari hingga 17 Februari berkesempatan untuk mendapatkan tas eksklusif ini secara cuma-cuma selama persediaan terbatas. Berikut adalah syarat dan ketentuan untuk mengklaim tas ZenBook eksklusif Sebastian Gunawan:

  1. Khusus pembelian periode 17 Januari 2019 – 17 Februari 2019
  2. Promo ini hanya berlaku untuk pembelian tipe Zenbook UX333, UX433 dan UX533
  3. Untuk mendapatkan limited edition Sebastian Gunawan Laptop bag ini setelah pembelian, pembeli wajib untuk mendaftarkan Nomor Seri (Serial Number) dari laptop yang dibeli beserta invoice pembelian untuk divalidasi
  4. ASUS akan melakukan validasi Nomor seri yang didaftarkan
  5. Promo ini hanya akan berlangsung selama persediaan Sebastian Gunawan Laptop bag masih ada karena quantity terbatas
  6. ASUS akan mengirimkan Sebastian Gunawan Laptop bag mulai tanggal 28 Februari 2019.

Pembeli juga bisa mendapatkan tas eksklusif ini secara langsung (selama persediaan masih ada) jika membeli ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 433, atau ZenBook 15 UX533 pada periode promosi di ASUS Exclusive Store. (rel/mea)

Berikut adalah daftar ASUS Exclusive Store di seluruh Indonesia:

 

 

Kota Nama Lokasi
Medan Plaza IT Sun Plaza LG – Medan
Medan Softcom Plaza Medan Fair Lt 4 – Medan
Yogyakarta CV Kana Jogjatronik Lt 2 Jl. Brigjen Katamso No. 77 – Yogyakarta
Jakarta IT Gallery Mall Taman Anggrek Lt 3 E10 – Jakarta
Jakarta MEGACOM Mangga Dua Mall Lt. 4 No 6 – Jakarta
Jakarta Victory Mangga Dua Mall Lt. 3 No 10A – Jakarta
Jakarta Sinar Bintang Mangga Dua Mall Lt. 3 No 15B – Jakarta
Jakarta JIIFO Harco Mangga Dua Lt 1 Blok B No. 88
Jakarta Mitra Sentosa Harco Mangga Dua Lt 1 Blok B No. 86
Jakarta Istana Computer Ratu Plaza Lt 3 No. 16 – Jakarta

 

Satgas Panggil PSSI Soal Dugaan, Penyimpangan Anggaran

net DIPERIKSA: Ratu Tisha turut diperiksa soal anggaran.
net
DIPERIKSA: Ratu Tisha turut diperiksa soal anggaran.

SUMUTPOS.CO – Terkait kasus pengaturan skor, Satgas Anti Mafia Bola memanggil kembali beberapa pejabat PSSI. Namun, kali ini pemanggilan tidak hanya berkutat terhadap masalah itu saja, tetapi juga terkait dugaan penyimpangan anggaran.

“Minggu ini target Satgas memeriksa beberapa pejabat struktural di PSSI, baik Sekjen, Waketum, Bendahara, dan EXCO PSSI. Itu semua dimintai keterangan,” ucap Brigjen Dedi Prasetyo selaku Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri.

Dedi mengaku ada dua fokus utama yang ingin digali Satgas dalam pemanggilan pejabat-pejabat PSSI tersebut. Fokus pertama terkait mekanisme regulasi jadwal pertandingan dan penunjukkan wasit. Sedangkan fokus kedua mengenai masalah adanya dugaan penyimpangan aggaran dalam penyelenggaraan Liga.

“Nanti ada dua sisi berbeda. Ada menyangkut anggaran Liga, ada kaitan match fixing, ada kaitan Liga 2, dan Liga 3. Yang sudah terindikasi Liga 2. Nah, Liga 1 baru minggu depan. Apabila pemeriksaan sudah tuntas baru akan ada upaya paksa lanjutan lagi,” jelasnya.

Dedi mengungkapkan sebetulnya pada Kamis (17/1) ini, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono datang untuk memenuhi panggilan tersebut. Namun sayangnya, Jokdri – sapaan akrabnya, berhalangan hadir karena harus mempersiapkan Kongres tahunan PSSI di Bali.

Sebelumnya, Sekjen PSSI, Ratu Tisha dan Bendahara Umum PSSI, Berlinton Siahaan sudah terlebih dahulu hadir memenuhi panggilan. Dedi mengaku saat itu keduanya diperiksa terkait mekanisme jalannya Liga di Indonesia.

“Ya, pemeriksaan Bendum, terkait match fixing Liga 3, 2, dan 1. Liga 1 dia ikut kontrol mekanisme regulasi kemudian bagaimana mengatur wasit. Ini sistematis masalahnya. Kalau Satgas cukup hati-hati tetapkan tersangka,” ujarnya.

“Terkait pemainggilan Sekjen PSSI, tentang seluruh regulasi Liga di Indonesia. Dan, semua penyelenggaraannya,” imbuh Dedi Prasetyo. (bbs/jpc/don)