ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres dan Pemkab Asahan menggelar konser amal atas musibah banjir bandang dan Tsunami yang digelar di kafe, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (29/12).
Konser amal tersebut diisi dengan lagu-lagu aliran pop, rock dan lagu daerah. Hasilnya akan ditujukan untuk membantu para korban tertimpa musibah bencana alam di Bandar Lampung, Selat Sunda dan Palu.
Pada kesempatan itu, Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu mengajak masyarakat untuk mempertahankan keberagamaan yang ada.
Faisal pun menegaskan, pihaknya akan memproses hukum dan menyikat aksi-aksi kejahatan, serta penyalahgunaan narkoba.
“Tentulah akan kami sikat dan tindak tegas pelaku kejahatan, maupun penyalahgunaan narkoba. Karena kita mau Asahan yang sehat dan cerdas, namun tetap mampu berkreasi dengan hasil yang positif,”bilang Faisal.
Perwira dengan pangkat bunga melati dua di pundaknya itu juga mengingatkan agar masyarakat memiliki toleransi tinggi dalam keberagaman yang ada di Kabupaten Asahan. “Diharapkan untuk tetap menjaga toleransi yang telah terpupuk selama ini,”tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dam Informatika Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar mengapresiasi pihak Polres Asahan yang menggelar konser amal untuk membantu musibah banjir bandang dan tsunami.
“Tentulah Pemkab Asahan sangat mengapresiasi dan mendukung konser amal yang dibuat Polres Asahan, “bilang Dayat. (omi/han)
Teddy Akbari-sumut pos
MELINTASI: Pengendara sepeda motor melintasi jalur alternatif Langkat-Tanah Karo dengan badan jalan yang sudah diaspal, persisnya di Desa Pamah Semelir, Sei Bingai, Langkat.
Teddy Akbari-sumut pos MELINTASI: Pengendara sepeda motor melintasi jalur alternatif Langkat-Tanah Karo dengan badan jalan yang sudah diaspal, persisnya di Desa Pamah Semelir, Sei Bingai, Langkat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Setelah sekian lama dinanti, akhirnya jalur alternatif Langkat-Karo sudah bisa dilalui. Jalur yang melalui Kecamatan Sei Bingei inipun hanya memakan waktu 90 menit menuju Tanah Karo.
Hasil penelusuran reporter Sumut Pos, Sabtu (30/12). Badan jalan jalur alternatif bagi warga Stabat, Langkat yang ingin menuju Tanahkaro itu kini sudah dilapisi aspal.
Dengan menumpangi kendaraan roda empat, dari Stabat menuju Tanah Karo, awak koran ini melintasi Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan. Berjalan mengikuti jalur yang sudah tersedia, juga melintasi Markas Komando Batalyon Infanteri 100/Prajurit Setia.
Ada sekitar 50 km lebih jalan yang harus dilintasi untuk menuju perbatasan Karo, tepatnya di Desa Pamah Semelir, Sei Bingai.
Cukup banyak perkampungan yang harus dilintasi. Mulai dari Desa Namu Ukur Utara, Rumah Galuh, Simpang Kuta Buluh hingga tiba di Pamah Semelir. Kondisi badan jalannya yang dilalui pun terbilang cukup mulus.
Sebelum tiba di Desa Pamah Semilir, anda juga wajib melintasi daerah wisata Pelaruga. Di Desa Pamah Semelir, suasana alam kian sejuk. Anda dibuatnya nyaman. Dibanding melintas jalur Kota Medan, yang dikhawatirkan macet.
Meski hanya ditempuh 90 menit, jalur alternatif menuju Tanahkaro ini belum dipasang marka jalan, lampu penerangan jalan umum. Karena di perbatasan yang dikelilingi bukit, dan sejumlah lokasi tidak terdapat sinyal untuk melakukan kontak telepon.
Kepala Dinas Perhubungan Langkat, Alders Syam pun menyampaikan bahwa jalan alternatif Langkat-Karo saat ini tengah tahap penyempurnan. Dikatakannya, untuk Binjai-Berastagi sekira 70 kilometer.
“Kalau berangkat dari Langkat, rute yang dilewati Simpang Durin Mulo (Kecamatan Kuala)-Simpang Rumah Galuh (Kecamatan Sei Bingai)-Desa Rumah Galuh-Desa Telagah-Desa Pamah Semelir, menuju perbatasan Langkat dengan Karo,” jelasnya, Minggu (30/12).
Sementara dari arah sebaliknya, perkampungan yang harus dilalui yakni, Desa Kutarakyat-Bamanteran-Sukandebi-Simpangempat-Gajah dan Tugu Kol Beratasi. Menurut Alders, kondisi jalan di Desa Rumahgaluh hingga Pamah Semelir sudah diaspal hotmix.
“Dari Pamah Semelir sampai perbatasan, aspal kondisi baik. Dari perbatasan sampai Desa Kutarakyat aspal kondisi baik. Dari Kutarakyat sampai Desa Simpang Empat aspal kondisi mantap. Dari Desa Simpang Empat sampai Tugu Kol Berastagi aspal kondisi mantap,” urai dia.
Terpisah, warga yang melintasi jalur alternatif Langkat-Karo mengapresiasi pemerintah yang membuka jalur alternatif tersebut.
“Dari Langkat sudah bisa tembus ke Karo, tepatnya di Lau Kawar. Mungkin karena hujan, aspal baru masih licin. Waktu (perjalanan) juga hemat. Bisa 1 sampai 1,5 jam. Malam belum ada penerangan,” ujar Fatwa Lubis warga.
Pandangan senada juga diucapkan Dian, warga Kota Binjai yang tengah beristirahat di Desa Pamah Semelir, Sei Bingai Langkat. Dikatakannya, untuk menuju Tanah Kar, hemat waktu 60 sampai 90 menit.
“Aspal sudah halus, kondisi akses lancar sampai Berastagi. Penerangan belum ada, signal di perbatasan juga belum, (galon) minyak belum ada,”kata warga yang sudah dua kali melintasi jalur alternatif tersebut.
Perekonomian Masyarakat Meningkat.
Dibukanya jalur alternatif Langkat-Karo, diyakini berdampak baik dengan perekonomian masyarakat sekitarnya.
Selain memanfaatkan jalur alternatif tersebut, pemandangan pegunungan dan udara yang sejuk sepanjang jalan menjadi potensi bagi masyarakat untuk membuat tempat persinggahan dan membuka warung bagi pelancong dan masyarakat yang melintas.
Seperti diungkapkan Menda Sembiring, salah satu pemilik warung di sepanjang jalur alternatif.
“Sekarang sudah ramai lewat sini. Yang berkunjung dan membeli semakin bertambah, lumayan lah bertambah omzet rezeki. Apalagi nanti kalau sudah ada lampu penerangan jalan, mungkin pada malam hari terus ramai yang melintasi jalan ini,”pungkasnya sambil tersenyum lebar. (ted/han)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Selama tahun 2018, Polres Deliserdang menangani kejahatan atau gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebanyak 2.089 kasus. Bila dibandingkan tahun 2017, terjadi peningkatan sebanyak 204 kasus dari 1.885 kasus yang ditangani.
Hal itu disampaikan Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigak SIk pada konfrensi pers akhir tahun 2018 yang dihadiri Dandim 0204 Deli Serdang dan Kadis Infokom Deli Serdang.
Selain itu, pelanggaran kode etik profesi jauh meningkat. Jika tahun 2017 lalu hanya 2 kasus, untuk tahun 2018 pelanggaran kode etik profesi sebanyak 10 kasus dengan penyelesaian sebanyak 9 kasus. “Pelanggaran disiplin tahun 2017 sebanyak 28 kasus dan semuanya selesai ditangani. Sedangkan tahun 2018 pelanggaran disiplin sebanyak 20 kasus dan selesai ditangani sebanyak 11 kasus. Saat ini penanganan kasusnya masih berjalan,”beber Eddy.
Untuk kasus narkoba, lanjut perwira berpangkat dua melati emas dipundaknya ini, tahun 2017 jumlah barang bukti sabu seberat 8.769,19 gram, ganja 6.281,24 gram ektasi 50 butir.
Sedangkan tahun 2018 barang bukti sabu seberat 4.073 gram, ganja 23.220,38 gram dan ektasi sebanyak 21 butir.
Kecelakaan lalu lintas terjadi peningkatan. Tahun 2017 jumlah kejadian sebanyak 432 sedangkan tahun 2018 sebanyak 455 kejadian sehingga terjadi peningkatan 5,32 persen. “Korban meninggal dunia tahun 2017 sebanyak 150 orang dengan kerugian materil Rp 213.430.000. Sedangkan tahun 2018 korban meninggal dunia sebanyak 118 orang dengan kerugian materil Rp 233.300.000 sehingga terjadi penurunan korban meninggal dunia sebanyak 22,33 persen,” ujarnya
Pelanggaran lalu lintas terjadi peningkatan. Tahun 2017 jumlah pelanggaran tilang 11.587 dan teguran sebanyak 1.794. Tahun 2018 jumlah pelanggaran tilang 18.309 dan teguran 5270. (btr/han)
istimewa/SUMUT POS
pelabuhan: Bangunan terminal pelabuhan Sibolga saat dalam pembangunan yang akan ditarget selesai akhir januari 2019.
istimewa/SUMUT POS pelabuhan: Bangunan terminal pelabuhan Sibolga saat dalam pembangunan yang akan ditarget selesai akhir januari 2019.
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Terminal Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara ditargetkan rampung paling lambat akhir Januari 2019. “Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 96% atau tinggal sedikit lagi,” kata Supervisor Lapangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, Juarto kepada wartawan, baru-baru ini. Menurutnya, pada tahap awal proyek ini, pemerintah pusat melalui PT Pelindo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar.
Selanjutnya, masih akan ada pengerjaan tahap berikutnya (tahap kedua) untuk interior (bagian dalam) ruangan bangunan terminal pelabuhan.
“Cuma kapan tahap kedua ini, kita belum tahu,”tandasnya. Pembangunan ini merupakan proyek strategis Presiden RI, Ir Joko Widodo dan dikerjakan setelah proses ground breaking pengembangan Pelabuhan Sibolga pada 2016 silam.
Dijelaskan General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Sibolga, Agust Deritanto, terminal Pelabuhan Sibolga dengan luas 300 meter persegi tersebut dibangun tiga lantai.
Terminal ini dibangun mirip bandara, di dalam bangunan ada ruang tunggu, ruang VIP, ruang menyusui, ruang panel, ruang perkantoran untuk Syahbandar, Imigrasi, Kesehatan, Karantina, ruang loket dan lainnya. “Termasuk ruang untuk merokok dan swafoto (selfi) di lantai III,” ujarnya.
Nantinya, semua penumpang wajib melalui Garbarata (tangga belalai) atau jembatan langit (fly over) yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke dermaga pelabuhan.(bbs/han)
BAMBANG/SUMUT POS
DIABADIKAN: Presiden RI Ir Joko Widodo diabadikan bersama Tuan Guru Babusallam Syekh H Hasyim Al Sarwani dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.
BAMBANG/SUMUT POS DIABADIKAN: Presiden RI Ir Joko Widodo diabadikan bersama Tuan Guru Babusallam Syekh H Hasyim Al Sarwani dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebelum menghadiri perayaan Natal Nasional di gedung Serbaguna Pemrovsu. Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Tuan Guru Babusalam di Perkampungan Tariqaat Naqsabandiyah, Desa Besilam Babussalam, Kecamatan Padangtualang Langkat, Sabtu (29/12) siang.
Kedatangan Jokowi bersama rombongan inipun disambut Gubernur Sumataera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH dan warga Langkat. Setelah menyapa warga, Jokowi langsung naik ke masjid persulukan Babussalam menemui Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Sarwani.
Dalam pertemuan itu, Presiden diberikan selendang putih (syal) oleh Tuan Guru Syech H Hasyim Al Sarwani. Keduanya pun berbincang serius. Jokowi pun mendapat restu Tuan Guru Babussalam, dalam Pilpres 2019 mendatang. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat warga Langkat dan Keluarga Besar Tariqat Naqsabandiyah Babussalam.
“Sebelumnya kami sudah lama berencana berkunjung ke perkampungan religius Babussalam untuk bertemu Tuan Guru, Allhamdulilah sekarang dapat bertemu,” kata Jokowi. Di hadapan Tuan Guru, Jokowi juga memohon doa restu agar diberikan keselamatan, keamanan dan kesejahteraan rakyat dalam mengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Saya juga memohon doa agar diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai bencana, cobaan dan ujian dalam mengelola Negeri ini,” tuturnya.
Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Sarwani dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada Presiden Joko Widodo, diperkampung religius Besilam Babussalam Kabupaten Langkat. “Kami mendoakan agar kelak Presiden RI dapat berhasil memajukan bangsa ini, serta selalu diberkahi Allah SWT,”kata Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Sarwani.
Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan rasa syukur nya kepada Allah SWT, atas kelancaran kunjungan Presiden ke perkampungan religius Babussalam untuk bertemu Tuan Guru Babussalam.
“Juga memohon maaf bila terdapat penyambutan yang kurang berkenan di sana sini, mengingat waktu persiapan yang sangat singkat,” ungkapnya.
Begitu juga dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu mengucapkan terimakasih atas kesediaan Presiden untuk meluangkan waktu berkunjung ke Langkat. “Saya dan seluruh masyarakat Langkat, sangat senang atas kedatangan Presiden, sebab kerinduan kami telah terobati, dengan bisa bertegur sapa dan berjabat tangan secara langsung dengan Presiden,” kata Bupati.
Kehadiran Presiden di perkampungan religius itu turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Kepresidenan Marsda TNI Trisno Hendarti, Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Yayat Hidayat, serta bersama Danpaspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Mensesneg Prof Dr Pratikno, MSocSc, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadillah, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH. (bam/han)
TEDDY/SUMUT POS
Launching: Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Wakil Pimpinan Wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan, Guntoro dan Pimpinan BRI Cabang Binjai Gaib Prawata melaunching 13 unit kios pedagang bantuan Yayasan Baitul Mal (YBM).
di halaman parkir Masjid Agung Binjai, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Timbanglangkat, Binjai Timur, Sabtu (29/12).
TEDDY/SUMUT POS Launching: Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Wakil Pimpinan Wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan, Guntoro dan Pimpinan BRI Cabang Binjai Gaib Prawata melaunching 13 unit kios pedagang bantuan Yayasan Baitul Mal (YBM).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Wakil Pimpinan Wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan, Guntoro dan Pimpinan BRI Cabang Binjai Gaib Prawata melaunching 13 unit kios pedagang bantuan Yayasan Baitul Mal (YBM) di halaman parkir Masjid Agung Binjai, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Timbanglangkat, Binjai Timur, Sabtu (29/12).
Bantuan ke 13 kios tersebut merupakan Program Benah Warung Berbasis Masjid yang pertama kalinya, dan dirangkai dengan kegiatan Program Peningkatan Ketrampilan Usaha Rakyat Unit Usaha Jamur Tiram dan Aneka Warung Makanan.
“Atas nama pribadi dan juga Pemko Binjai, saya mengucapkan terimakasih kepada YBM BRI atas kepedulian terhadap para pedagang di seputaran Masjid Agung ini,” ujar Idaham.
Walikota dua periode ini menilai, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Karenanya, dia berharap kepada penerima bantuan, agar selalu bersyukur atas bantuan yang diberikan YBM BRI. “Mari kita buktikan bahwa bantuan yang diberikan dapat lebih maju. Tidak menyia-nyiakan kesempatan baik yang diberikan.” katanya.
Idaham menambahkan, Pemko Binjai menargetkan membangun Smart Ekonomi dan juga Smart People pada tahun 2019 mendatang. “Januari tahun 2019 ini, Pemko Binjai dengan menggandeng beberapa instansi mau launching UKM, kolaborasi antara Pemko Binjai, Bank Indonesia dan Buka Lapak. Sebab, UKM bagian dari smart ekonomi,” ujar dia.
Karenanya, Wali Kota berharap, bantuan ini dapat menjadi pioner kedepan, dan juga memotivasi diri agar lebih baik lagi kedepan.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada YBM BRI. Semoga BRI semakin tambah sukses,” serunya.
Sementara, Wakil Pimpinan Wilayah BRI Medan, Kuntoro mengatakan, bantuan seperti ini merupakan program rutin. Namun, program Benah Warung Berbasis Masjid ini baru pertama kalinya di Indonesia dari YBM BRI.
“Terima kasih atas kehadiran Pak Wali Kota. Kota Binjai menjadi contoh pertama. Dan program seperti ini dapat kita jalankan di seluruh Masjid yang ada di Indonesia nantinya, “ serunya seraya diamini para tamu undangan. Ketua YBM BRI Binjai, M Nazli mengatakan, kios ini dibangun menggunakan dana dari YBM BRI “Dananya ini dari hasil pengumpulan zakat mal dari seluruh karyawan BRI setiap bulan, yang kita salurkan melalui kegiatan sosial” katanya.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Cabang BRI juga memberikan bantuan Alquran kepada pengurus BKM Masjid Agung dan juga memberikan bantuan usaha program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat sebesar Rp 84.893.000 kepada pesantren yang membudidayakan jamur tiram. (ted/han)
foto-Foto: bagus/sumut pos
SIAP BERLAYAR: Kapal Motor Penyeberangan )KMP) Ihan Batak bersiap untuk berlayar mengantarkan penumpang dari dermaga Ajibata menuju Ambarita, Samosir, Jumat (27/12).
foto-Foto: bagus/sumut pos SIAP BERLAYAR: Kapal Motor Penyeberangan )KMP) Ihan Batak bersiap untuk berlayar mengantarkan penumpang dari dermaga Ajibata menuju Ambarita, Samosir, Jumat (27/12).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Ihan Batak akhirnya benar-benar beroperasi di Danau Toba, Kamis (27/12). Beroperasinya KMP Ihan Batak ini, diklaim dapat mengurai kepadatan angkutan saat liburan Tahun Baru 2019 di Danau Toba dan menjadi trendsetter pelayaran.
KAPAL berbobot 300 Gross Ton (GT) milik PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) tersebut dapat menjadi contoh dalam keselamatan pelayaran di danau vulkanik terbesar ini. Selain itu, keberadaannya juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kita sangat menyambut baik soft-launching KMP Ihan Batak ini. Dioperasikan di saat yang memang sangat diperlukan,” kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo kepada wartawan, Jumat (28/12).
Arie berharap, kapal itu bisa mengurai kepadatan angkutan liburan. Dalam pemantauan pihaknya, sejak 21 Desember 2018 ada lonjakan signifikan hingga tanggal 26 Desember di kawasan Danau Toban
“Sejak kemarin siang, hingga malam tadi sudah terjadi antrean panjang di beberapa pelabuhan utama, di antaranya Ajibata dan Tigaras,” ungkapnya.
Dengan adanya KMP Ihan Batak bisa memangkas waktu antrean di pelabuhan. Sehingga para wisatawan bisa memaksimalkan waktu berliburnya. “Kami berharap KMP Ihan Batak ini dapat memberikan pelayanan prima dan bisa menjadi trendsetter baru dalam hal keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Tetap waspada dan jaga keamanan serta keselamatan dan patuhi peraturan,” harapnya.
Arie juga menjelaskan, soft-launching ini sebagai pemenuhan amanah dari Kementrian Perhubungan untuk menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan di Danau Toba. “Pesan kami, selamat menikmati liburan di Danau Toba. Tetap waspada dan jaga keamanan serta keselamatan. Patuhi peraturan,” tutur Arie.
Arie mengungkapkan, untuk saat ini sedang dibangun juga dua unit kapal serupa. Jadi, pada tahun 2019, akan ada tambahan tiga unit kapal lagi yang beroperasi atau berlayar di Danau Toba. Pembangunan kapal-kapal itu, tengah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
“Sementara sedang jalan pembangunan dua kapal lagi, satu sudah 40 persen merupakan kapal yang dibangun oleh Kemenhub, satu lagi kapal sejenis akan dibangun oleh PT.ASDP. Jadi di 2019 akan ada tiga kapal,” kata Arie.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini menjelaskan, pengoperasian KMP Ihan Batak oleh ASDP, diharapkan dapat menjadi momentum dalam menghadirkan layanan transportasi ferry yang andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.
“Pengoperasian awal KMP Ihan Batak pada pekan ini, diharapkan juga dapat membantu dalam mengurai kepadatan layanan angkutan Natal dan Tahun Baru yang mengalami peningkatan. Rencananya, KMP Ihan Batak akan melayani rute Ajibata-Ambarita sebanyak 6 trip per harinya,” ungkap Imelda.
Imelda mengungkapkan, KMP Ihan Batak merupakan kapal pertama jenis Ro-Ro berukuran 300 Gross Tonage (GT) yang dibangun pertama di Kawasan Danau Toba. Kapal ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Adapun nama kapal Ihan Batak diambil dari nama ikan asli yang ada di Danau Toba. “Kapal ini mampu mengangkut 280 orang penumpang, 35 hingga 40 unit mobil pribadi atau sekitar 22 unit kendaraan jenis campuran,” sebut Imelda.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya mengharapkan hadirnya layanan kapal ferry yang memenuhi aspek keselamatan di daerah Danau Toba sudah menjadi prioritas yang harus diperhatikan oleh masyarakat, operator, maupun pemerintah daerah.
“Masuk kapal langsung catat manifest dan pakai life jacket. Marilah kita bersama menciptakan sistem keselamatan pelayaran yang baik karena tahun depan ditargetkan 1 juta wisatawan akan datang ke Danau Toba. Pada masa pengoperasian awal (soft launching) ini, ASDP akan terus memperhatikan animo dan feedback masyarakat sebagai masukan untuk peningkatan layanan dan operasional yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Mengenai jadwal beroperasi, dalam salinan jadwal disebutkan, KMP Ihan Batak beroperasi empat kali dalam sehari pulang pergi (PP) untuk lintas Ajibata-Ambarita. Dari Ajibata, KMP Ihan Batak berangkat pukul 06.30 WIB, 10.30 WIB, 14.30 WIB dan 18.30 WIB. Sedangkan dari Ambarita pukul 08.30 WIB, 12.30 WIB, 16.30 WIB dan 20.30 WIB. Rata-rata lama perjalanan Ajibata-Ambarita (PP) satu jam.
Adapun tarif (angkutan dan asuransi) Ajibata – Ambarita diatur menurut golongan. Golongan I ekonomi dewasa Rp9.000 dan ekonomi anak-anak Rp6.000. Golongan II sepeda dayung Rp13.000, sepeda motor Rp22.000, Golongan III becak dan sepeda motor di atas 500 cc Rp45.000, Golongan IV minibus/sedan sejenis Rp135.000 dan pick up Rp135.000.
Golongan V bus sedang Rp287.000 dan colt diesel/5-7 meter Rp234.000, Golongan VI bus besar Rp487.000 dan fuso 7-10 meter Rp384.000, Golongan VII tronton Rp482.200, Golongan VIII trailer Rp715.000 dan Golongan IX trailer di atas 16 meter Rp1.065.000. Tarif itu berdasarkan Surat Kepala Dinas Perhubungan Sumut Nomor 551.4/451/AJ/PHB/2018 tertanggal 24 Desember 2018.
Kadishub Sumut, M Zein, menegaskan tarif KMP itu bersifat sementara. “Tarifnya sifatnya sementara ya. Itu kita atur melancarkan lintas angkutan dalam rangka Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” ujarnya. (gus)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, ribuan umat Kristen se-Indonesia akan merayakan Natal Nasional di GOR Serbaguna, Jalan Wiliem Iskandar/Pancing Medan. Presiden Joko Widodo dipastikan hadir untuk ikut bersama-sama masyarakat merayakan sukacita Natal.
Kepastian presiden hadir disampaikan Wakil Ketua Panitia Jhon Eron Lumban Gaol kepada wartawan, Jumat (28/12). “Selama ini kedatangan kepala negara diragukan terkait banyaknya tugas-tugas kenegaraan yang harus diselesaikan. Tapi kami sudah mendapat informasi dari Jakarta bahwa Presiden Jokowi hadir untuk ikut memeriahkan Natal Nasional. Kami sudah dipanggil pihak Kodam I/BB untuk melakukan rapat, membahas hal-hal teknis tentang protap kedatangan presiden,” katanyan
Ibadah Natal, kata mantan anggota DPRD Sumut ini, dimulai pukul 14.00 WIB dan selesai pukul 18.10 WIB. Untuk itu, ia mengimbau kepada jemaat dan peserta Natal agar hadir lebih awal, yakni pukul 13.00 WIB.
Soal kesiapan teknis acara, Eron mengatakan, semua hal-hal teknis untuk acara seperti pentas, sound system, pentas berbentuk kapal Nuh, genset pendukung daya, ketersediaan air bersih, toilet, parkir umum, VIP dan VVIP dan lainnya sudah siap. “Kesiapan acara sudah ready, kita berdoa acara Natal Nasional sukses dan Tuhan memberi cuaca yang baik,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Natal Yasonna Laoly mengatakan, kepastian kehadiran Presiden Jokowi baru diperolehnya kemarin sore. Menurut Menteri Hukum dan HAM ini, dengan dipastikannya kehadiran Presiden ini, berakibat pada perubahan rundown. Dari jadwal semula acara dimulai pada pukul 14.00 WIB, dipercepat 45 menit. “Segera beritahu kepada seluruh pendeta acara dimajukan 45 menit karena Presiden Jokowi akan hadir,” kata Yasonna menginstruksikan kepada panitia lokal saat berlangsungnya rapat mendadak.
Disebutkannya, Presiden sudah berada di panggung utama Perayaan Natal pada pukul 16.30 WIB. Sekitar 15 sebelumnya kehadirannya disambut oleh Yasonna dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.
Terlepas dari perubahan rundown yang tengah disusun, tertera bahwa selain menyampaikan Pesan Natal, Jokowi juga akan menabuh uning-uningan. Alat musik gendang tradisional Batak, dalam ukuran lebih kecil bentuknya menyerupai gordang sambilan.
Pukul 17.00 WIB, Jokowi sudah harus berangkat ke Bandara Kualanamu. Sebab satu jam sesudahnya atau pukul 18.00 WIB dia sudah harus balik ke Jakarta. Dari percakapan pada rapat antara Yasonna dengan aparat kepolisian yang dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz serta TNI, Jokowi akan lebih dulu mengunjungi pimpinan pondok pesantren Al-Akbar Al-Kautsar Syeikh Ali Akbar Marbun dan para ulama lainnya.
Yasonna juga memastikan, pada perayaan Natal hari ini lalu lintas bakal terganggu. Karenanya, Dinas Perhubungan dan kepolisian akan melakukan rekayasa jalan (pengalihan) arus.
Adanya gangguan lalu lintas selama perayaan Natal nanti, Yasonna meminta maaf kepada masyarakat Sumut terkhusus warga Kota Medan yang melintasi Jalan Pancing dan sekitarnya.
“Tentu pengguna jalan terganggu, karena selama perayaan ada arus massa yang datang sehingga dilakukan rekayasa jalan. Untuk itu, saya atas nama panitia memohon maaf kepada masyarakat akibat ketidaknyamanan dalam berlalulintas,” tuturnya.
Diisi Artis Ibukota
Sekretaris Panitia Lokal, Jadi Pane mengungkapkan, perayaan Natal Nasional 2018 yang digelar hari ini akan dikemas semenarik mungkin. Sejumlah artis nasional tercatat sebagai pengisi acara. Mereka akan melantunkan suaranya memuji Tuhan Allah sekaligus menghibur sekitar 15.000 undangan yang bakal hadir. Diantaranya ada nama Tio Fanta Pinem, Berlian Hutauruk, Rita Butar-butar, Dewi Novita Marpaung, artis cilik Romaria Simbolon dan lainnya.
Menurut Jadi Pane, selain para artis tersebut juga akan tampil Orkestra Simponi yang akan mendampingi seribu penyanyi. Akan tampil pula 200 penyanyi orkestra cilik. “Di setiap lagu pujian saat ibadah berlangsung akan ada 200 penari tampil,” ujar Jadi.
Secara keseluruhan acara Perayaan Natal Nasional terbagi atas dua acara, yakni pra-ibadah dan ibadah. Karena kehadiran Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pukul 16.30 wib di atas panggung utama, acara dipercepat 45 menit dari jadwal semula. Selain menyampaikan Pesan Natal dia juga akan menabuh uning-uningan. Alat musik gendang tradisional Batak, dengan ukuran lebih kecil bentuknya menyerupai gordang sambilan.
Kalangna DPRD Sumut meminta pelaksanan Perayaan Natal Nasional 2018 berlangsung sukses, aman dan nyaman. Karena itu pemerintah daerah diharapkan mendukung penuh serta penjagaan keamanan maksimal. “Kita berharap Perayaan Natal kali ini berjalan lancar. Baik dari segi acara maupun keamanannya,” ujar Anggota DPRD Sumut Sarma Hutajulu kepada wartawan, Jumat (28/12).
Adapun perayaan Natal Nasional yang akan digelar hari ini, Sabtu (29/12) dan akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo, tentu diperlukan persiapan matang. Karena itu kata Sarma, dukungan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan, khususnya Medan dan Deliserdang. “Kita juga berharap dukungan masyarakat Sumut untuk ikut membantu menyukseskan acara Perayaan Natal ini. Karena kita tahu, Sumatera Utara adalah miniatur Indoensia,” katanya.
Meskipun dengan masyarakat yang beragam, Sumatera Utara menurut Sarma telah dilihat sebagai provinsi yang warganya menjaga toleransi, harmonis, serta saling membantu. Namun yang terpenting adalah, mampu menjaga dan menghargai keberagaman.
“Saya kira ini ujian kedua bagi Sumut. Pertama kita sudah sukses menjadi tuan rumah MTQ Nasional Oktober lalu. Hari ini, di penghujung tahun, kita kembali diberi kepercayaan untuk Perayaan Natal Nasional. Mari sama-sama Ita sukseskan,” jelasnya.
Sedangkan terkait keamanan, Sarma menyebutkan bahwa selain aparat, masyarakat juga perlu ikut berpartisipasi. Namun dirinya tidak setuju jika pengamanannya terlalu berlebihan. Sebab justru akan memberikan ketidaknyamanan perayaan itu sendiri. “Saya memang kurang setuju kalau pengamanan itu terlalu berlebihan. Karena memang keamanan itu bisa maksimal, tanpa harus berlebihan,” katanya.
Dirinya menanggapi pernyataan Kapolri bahwa tidak akan dilakukan sweeping menjelang kehadiran RI Satu hari ini. Sebab pada dasarnya hal itu memang tidak perlu dilakukan. Hal ini agar perayaan hari besar keagamaan seperti ini, dilaksanakan riang gembira oleh seluruh rakyat yang punya keyakinan dan agama masing-masing.
“Kalau kelihatannya berlebihan, seolah Sumut ini sudah tidak terjamin lagi keamanannya. Kita berharap aparat itu bisa mengamankan arus lalu lintas dan lokasi acara. Saya yakin masyarakat masih tetap menjaga keharmonisan dan bisa hidup berdampingan dengan damai,” katanya.
Pesan ini pula katana yang hara disampaikan kepada publik. Baik melalui pemerintah, pemuka agama, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya. Sehingga Sumut kembali sukses sebagai tuan rumah event Nasional. (prn/bal)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang tahun 2018, Polda Sumut menangani 6.375 kasus kejahatan. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 6.255 kasusn
Dari jumlah itu, kasus Narkoba masih bertengger di urutan pertama dengan 5.926 kasus. Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya, sebanyak 5.897 kasus.
Kasus narkoba memang tidak bisa terelakkan masuk dalam posisi satu. Peredarannya semakin masif hingga menjangkau pasar Internasional. Para kartel tidak pernah jera meski sudah banyak yang dihukum ataupun tewas di tembak polisi.
Selain Narkoba, kejahatan siber (Cyber Crime) juga meningkat tajam. Sesuai data Polda Sumut, kejahatan siber yang ditangani sebanyak 273 kasus pada 2017. Kemudian tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 394 kasus.
Kasus terbanyak yang ditangani Polda Sumut adalah penyalahgunaan media sosial. Salah satunya ujaran kebencian yang disebarkan lewat media sosial. Misalnya, kasus yang menjerat dosen Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial HD (46). Dia ditangkap setelah membuat postingan yang menyebut teror bom di Surabaya merupakan skenario. Sang dosen terancam dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronil (ITE).
Lalu kasus penghinaan Suku Batak di media sosial yang dilakukan pria berinisial FA. Dia ditangkap sesuai Laporan Polisi (LP) nomor LP/822/VI/2018/SPKT III tertanggal 29 Juni 2018. Pelapor atas nama Dewan Pengurus Pusat Parsadaan Pomparan Raja Lontung Drs Manganar Situmorang MSi, tentang dugaan penghinaan terhadap suku Batak dengan cara menulis dalam akun Facebook atas nama FA.
“Polda Sumut sudah bekerja sama dengan Mabes. Akan ada lembaga antara polda dan Siber Nasional untuk berkoordinasi dengan polres-polres. Bila ada berita hoaks agar diketahui siapa yang menyebar dan mengunggah. Sehingga bisa ditentukan pelanggaran yang diberikan,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Jumat (28/12).
Kemudian kasus penyelundupan. Pada 2018 ada 11 kasus atau turun dari tahun lalu dengan 34 kasus. Lalu traficking 5 kasus atau turun dari 9 kasus pada tahun lalu. Hate speech sebanyak 15 kasus atau naik dari 3 kasus di tahun lalu. Kemudian untuk penyalahgunaan senjata dan bahan peledak, sepanjang 2018 terdapat sebanyak 24 kasus. Jumlah ini turun dari tahun lalu sebanyak 39 kasus.
Program Infrastruktur Jadi Lahan Korupsi
Sementara, berdasarkan catatan Sentral Advokasi untuk Hak dan Pendidikan Rakyat (SaHdar) sepanjang 2018, program pembangunan infrastruktur paling banyak di korupsi. Setidaknya, terdapat 79 kasus korupsi yang dituntut oleh penegak hukum, dimana kasus korupsi mark-up pada Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah menempari posisi pertama yakni sebanyak 42 kasus. Kemudian disusul kasus korupsi proyek infrastruktur dengan 37 kasus.
Menurut Koordinator Eksekutif SaHdar, Ibrahim, catatan akhir tahun yang mereka buat berdasarkan pemantaun sidang di Pengadilan Tipikor PN Medan, sepanjang tahun 2018. “Apabila dianalisis lebih lanjut, 37 kasus korupsi infrastruktur tersebut diantaranya adalah korupsi pada pembangunan jalan sebanyak 16 kasus, korupsi pembangunan gedung sebanyak 8 kasus, korupsi pembangunan sarana dan prasarana seperti lampu jalan 7 kasus, korupsi pembangunan drainase sebanyak 3 kasus, dan masing-masing 1 kasus pembangunan jembatan dan perumahan rakyat,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Jumat (28/12).
Selain itu, sebut Ibrahim, sebanyak 37 kasus tersebut, 20 kasus terjadi di arena kerja Dinas Pekerjaan Umum. Hal ini menjadikan Dinas Pekerjaan Umum sebagai satuan kerja nomor satu paling rawan terjadi kasus korupsi di tahun 2018. Satuan kerja lain yang tercatat memiliki kerentanan yang sama adalah Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dengan jumlah 7 kasus. “Hal ini menjadikan tiga sektor ini menjadi arena korupsi yang paling tinggi terus menerus kasus korupsi di pembangunan infrastruktur terjadi dengan berbagai macam modus, terbanyak adalah mark up pada proses pengerjaan barang dan Jasa, dan melalui suap Kepala Daerah,” terangnya.
Di tahun 2018, lanjutnya, jumlah kasus korupsi yang disidangkan mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang hanya berjumlah 66 Kasus. “Yang menarik adalah di tahun ini terjadi perubahan modus kasus korupsi, dimana terjadi peningkatan fenomena kasus suap dan pungli dalam 2 tahun terakhir. Data yang ada di 2016 hanya ada 3 kasus sejenis, namun dalam waktu 2 tahun terakhir terjadi lonjakan yang sangat tinggi hingga menembus angka 23 kasus,” urainya.
Dari catatan lembaga yang konsen menyeroti kasus korupsi ini, Sibolga menjadi daerah dengan kasus korupsi terbanyak dengan total 14 kasus, dengan jumlah kerugian Rp9.209.812.070. Posisi kedua ada Kota Medan dengan 6 kasus, total kerugian Rp22.097.343.235, dan posisi ketiga Serdang Bedagai sebanyak 5 kasus dengan total Rp2.817.665.122.
Disimpulkannya, pelaku yang terjerat korupsi di tahun 2018 mencapai angka 135 orang, dengan pelaku terbesar adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 79 orang, Kepala Dinas sebanyak 19 orang, pihak swasta yang menjadi rekanan sebanyak 31 orang dan Kepala Daerah sebanyak 2 orang. “Catatan kami dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sudah ada 18 orang Kepala Daerah yang tersandung kasus korupsi, terbanyak berkaitan dengan suap, izin dan mark up di projek pembangunan infrastruktur. Nilai kerugian yang timbul akibat kasus korupsi di tahun ini mencapai angka Rp192.845.956.077. Sedangkan nilai suap dan pungutan liar mencapai angka Rp50.120.600.000,” pungkasnya. (pra/jpc/man)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Spekulasi yang dilakukan mafia tanah, menjadi salah satu penghambat yang cukup berpengaruh dalam proses pengerjaan proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah pusat di Sumut. Seperti yang terjadi dalam proses pembangunan jalan Tol Medan-Binjai di Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.
Dalam kasus ini, Polda Sumut telah menangkap empat orang tersangka atas kasus dugaan pemalsuan surat tanah (grant sultan) seluas 800 meter pada lahan tol tersebut. Padahal di tahun 2019, masih banyak proyek pembangunan pemerintah yang masih akan dijalankan. Karenanya, untuk mencegah kasus ini berulang, Polda Sumut telah menjalin koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut. Koordinasi itu dilakukan secara intens.
Kabarnya, masih ada enam gugatan perdata lagi yang dihadapi Tim Pengadaan Tanah pembangunan jalan tol Medan-Binjai dengan motif memiliki alas hak Grant Sultan. Kini, keenam gugatan tersebut menjadi perhatian Polda Sumut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan mafia tanah dalam gugatan tersebut. Untuk itu, Andi mengaku masih menunggu data dari BPN yang sedang mempelajari guagatan-gugatan itu. “Sampai saat ini, penyidik masih menunggu data dari BPN soal enam gugatan perdata yang dihadapi Tim Pengadaan Tanah pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai,” katanya kepada wartawan, kemarin.
Ia menyebut, saat ini Polda Sumut terus memantau setiap pembangunan proyek strategis nasional yang ada di Sumut. Hal ini dilakukan agar pembangunan proyek itu berjalan maksimal tanpa hambatan. Salah satunya, pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai. “Polda bertanggung jawab memastikan proses pembangunan semua proyek strategis nasional yang ada di wilayah Sumut bisa berjalan secara benar dan lancar, baik jalan tol, rel kereta api, pelabuhan, dan lainnya,” sebutnya.
Andi juga menjelaskan, Kanwil BPN sendiri berperan sebagai Tim Pengadaan Lahan untuk setiap proyek strategis nasional. Sehingga untuk memastikan kelancaran hukumnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan mereka.
Sedangkan terkait penetapan empat tersangka komplotan mafia tanah kemarin, Andi menerangkan, penyidik masih terus melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi-saksi diperiksa guna merampungkan berkas perkara. “Kita segerakan berkas perkaranya rampung. Saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,” terangnya.
Saat ditanya, apakah ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus tersebut? Perwira Polisi berpangkat tiga melati emas ini mengatakan, bisa saja. “Tapi berdasarkan fakta yang didapat, untuk saat ini masih keempat tersangka itu saja,” pungkas Andi Rian.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, pembebasan Tol Medan-Binjai selama ini mengalami kendala oleh gugatan perdata menggunakan grandsultan palsu, sehingga pembangunannya terhambat. Adapun keempat tersangkanya, terdiri dari satu pengacara yakni Afrizon SH, dan tiga warga sipil yaitu, Tengku Awaluddin Taufik, Tengku Isyiwari, serta Tengku Azan Khan, namun Tengku Azan tidak dilakukan penahanan, karena sedang menderita stroke.
Agus menjelaskan, modus para pelaku, ialah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN, tapi surat jawaban BPN kemudian dipalsukan, lalu menempelkannya pada dokumen yang dibuat sendiri. “Surat yang mereka foto copy itu ternyata tidak terdata di BPN. Selain itu, pelaku juga sama sekali tidak pernah melihat (dokumen asli grandsultan) nya,” jelasnya.
Atas pemalsuan ini, sambung Agus, telah menghambat proyek pembangunan infrastruktur yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo. Untuk itu, Jenderal Bintang Dua ini berharap, agar pengadilan segera memutuskan perkaranya, sehingga pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai dapat segera dilaksanakan.
Andi Rian sendiri saat itu menyebutkan, laporan atas kasus ini diterima Poldasu pada bulan Oktober 2018. Dimana selang dua bulan kemudian, para pelakunya dapat diamankan. Para pelaku itu tuturnya, membuat surat hak lahan yang disengketakan seolah asli dari BPN, agar dapat memperoleh ganti rugi. Karenanya keempat pelaku, ujar akan dipersangkakan dengan Pasal 263 dan 266 KUHPidana dengan ancaman 8 tahun. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, dapat kita lakukan tahap 1. Saat ini kita sudah koordinasi dengan kejaksaan,” terangnya. (dvs)