SEMBAKO: Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan SH MH memberikan sembako kepada warga Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu.
SEMBAKO: Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan SH MH memberikan sembako kepada warga Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu.
PANCURBATU, SUMUTPOS.CO – Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Polsek Pancurbatu melaksanakan Jumat Barokah bersama pengemudi betor, petugas kebersihan dan warga Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu.
Sebanyak 200 kotak nasi pemberian Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto disampaikan staf koorpripim Kapoldasu, AKP Rita Halbani SH membagikan nasi kota kotak kepada para pengemudi betor dan anggota dinas kebersihan di Halaman Polsek Pancurbatu.
Dihari yang sama, jajaran Polsek Pancurbatu juga memberikan 50 paket Sembako kepada warga Desa Tengah yang dinilai sangat membutuhkan uluran tangan. Kegiatan bakti sosial itu juga dihadiri pihak kecamatan dan tokoh masyarakat.
“Pada kesempatan itu juga, kita menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan mengajak warga untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan SH MH, Jumat (14/12) siang.
Dengan dilaksanakannnya kegiatan ini, lanjut Faidir, warga sangat senang dan berterimakasih atas kepedulian Polri dengan masyarakat sekitarnya. (rel/han)
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima sertifikat ISO dari Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja di Kantor Dinas Ketenagakerjaan, Kabupaten Asahan, Jalan Mahoni, Kecamatan Kisaran Barat, Jumat (14/12).
Sertifikat itu langsung diserahkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Ir Maruli A Hasoloan MA PhD dan diterima Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Nurdin.
Nurdin mengatakan, penghargaan ISO merupakan penghargaan pertama yang didapat oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.
“Yang mendapatkan penghargaan ISO ini sebanyak 18 Kabupaten/Kota se Indonesia di antaranya Kabupaten Asahan,”kata Nurdin.
Untuk mendapatkan penghargaan ISO, sebut Nurdin, harus memiliki kriteria di antaranya mengikuti implementasi ISO selama kurang lebih 3 bulan, prosesnya antara lain Training pemahaman ISO 9001:2015, melakukan gap analysis, pengadaan dokumen implementasi ISO 9001:2015, Pelatihan Internal Audit ISO 9001:2015, melakukan internal audit dan proses terakhir adalah pelaksanaan eksternal audit dari badan sertifikasi luar dan sebelum dilakukannya proses implementasi Dinas.
“Artinya kita harus mengirimkan proposal ke kementrian tenaga kerja untuk dilakukannya verifikasi, apakah dinas tersebut sudah mengikuti pelayanan AK 1 sampai AK V dan ruang pelayanan tertata rapi,”bilangnya.
Untuk itulah, Nurdin berharap Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan mendapat penghargaan ISO kembali serta meningkatkan kembali kinerja. (omi/han)
Teddy/sumut pos
DILANTIK: Zuraida Hanum saat diambil sumpah dan jabatan sebagai anggota DPRD Kota Binjai periode 2014-2019.
Teddy/sumut pos DILANTIK: Zuraida Hanum saat diambil sumpah dan jabatan sebagai anggota DPRD Kota Binjai periode 2014-2019.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pasca aksi demo DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Binjai untuk mendesak Pergantian Antar Waktu (PAW) Maruli Malau, akhirnya Ketua DPRD Binjai, H Zainuddin Purba menggelar sidang paripurna istimewa PAW di Gedung Sementara DPRD Binjai, Jumat (14/12).
Posisi Maruli Malau pun digantikan oleh Zuraida Hanum dalam proses PAW sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Nomor 188.44/1470/Kpts/2018. “Oleh karena itu, dengan terbitnya SK Gubernur Sumut menjadi dasar untuk meresmikan pengangkatan Zuraidah Hanum menjadi anggota DPRD Binjai,”ujar Zainuddin. Sekwan juga membacakan SK Gubernur Sumut tentang peresmian, pemberhentian dan pengangkatan anggota dewan berdasarkan Pasal 193 ayat 1 huruf c dan huruf e.
Atas paripurna istimewa PAW ini, Maruli Malau tidak lagi menjadi anggota legislatif Kota Binjai.
Saat pengambilan sumpah dan janji jabatan, Zuraida Hanum yang mengenakan kebaya abu-abu tak kuasa meneteskan air mata. “Amanah ini akan saya jalankan dengan benar. Alhamdulillah ya allah, saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah mendukung. Tahun depan masa pemilu. Jaga kondisi yang sudah kondusif ini agar lebih kondusif lagi,” ujar Zuraida.
Disebut Zuraida, sebelum aktif di dunia polisi dan bergabung di PPP. Dirinya merupakan seorang pensiunan Bank Syariah Mandiri. “Terharu saya karena perjuangannya teman-teman. Teman-teman sangat mensupport, karena memang kita di PPP ini solid. Partai akan menjadi besar demi mementingkan suara umat. Kalimat sumpah yang keluar (dari mulutnya) itu yang buat saya terharu?,” ujar Caleg PPP nomor urut 1 Dapil Binjai Utara ini.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Binjai, Irhamsyah Putra Pohan mengatakan, Maruli Malau di PAW karena tidak menyalurkan kontribusinya ke partai dan proses PAW nya sudah sesuai prosedur.
“Adanya gugatan Maruli, silahkan saja. Kalau menang seandainya tidak membatalkan PAW ini,” tandas pria yang akrab disapa I’am ini. (ted/han)
Diva Suwanda/Sumut Pos
Asfan Helmi Wanty Hasibuan alias Asfan
Diva Suwanda/Sumut Pos Asfan Helmi Wanty Hasibuan alias Asfan
MEDAN, SUMUTPSO.CO – Asfan Helmi Wanty Hasibuan alias Asfan (30) dibekuk personel Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Senin (12/12). Bersama seorang rekannya, Asfan membobol brankas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) unit Marindal di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (14/11) lalu.
KASAT Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, pelaku kini sedang dalam pengembangan.
Warga Jalan Garu 8, Lingkungan 10, Kelurahan Harjo Sari, Kecamatan Medan Amplas itu ditangkap berkat rekaman CCTV di ruang mesin ATM yang dibongkarnya sekira pukul 03.36 WIB. AKBP Putu menyebut, dalam beraksi, tersangka tidak sendirian. Ia dibantu oleh rekannya yang kini tengah diburon petugas berinisial N (30) warga Jalan Gaharu Medan.
“Tersangka dan temannya membongkar bagian brankas bawah di mesin ATM hanya menggunakan tangan (tanpa menggunakan alat). Pelaku kemudian mengambil uang di dalam brankas senilai Rp200 juta,” ungkapnya Jumat (14/12) pagi.
Pasca pembobolan itu, pihak bank belum mengetahui kalau uang di dalam ATM itu telah dicuri. Kamis (15/11), Selamet Widodo selaku Kepala Cabang Medan PT Beringin Gigantara (vendor Bank BRI), baru menyadari kejadian tersebut.
Saat itu, Selamet melakukan pendataan dan mengetahui bahwa ATM Bank BRI unit Marindal offline. Selanjutnya, ia menyuruh M Ikhsan dan Zulfirman memeriksa bagian bawah mesin ATM. Ternyata brankas bawah tempat penyimpanan uang tidak dikunci.
“Setelah diperiksa, ternyata uang yang ada di dalam kotak rak ke 2 dan ke 3 sudah hilang. Jumlahnya sebanyak Rp200 juta dan pintu brankas tidak ada kerusakan karena memang tidak terkunci,” terang AKBP Putu. “Menurut pelapor, bahwa brankas tersebut terakhir di isi uang sebanyak Rp300 juta, pada Rabu (14/11) pukul 19.45 WIB oleh petugas pengisi, Wahyu dan dibantu rekannya Dani,” terangnya.
Berbekal keterangan para saksi dan barang bukti rekaman CCTV, petugas kemudian bergerak. Senin (11/12) sekira pukul 19.00 WIB, Tim Pegasus Polrestabes Medan mengetahui keberadaan salah seorang pelaku bernama Asfan. “Tepatnya Jalan SM Raja, tersangka Asfan berhasil kita ringkus,” terang AKBP Putu.
“Sedangkan salah seorang pelaku berinisial N masih DPO. Kedua tersangka masing-masing mendapat bagian Rp100 juta,” sambungnya.
Kepada penyidik, uang hasil curiannya telah digunakannya untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, digunakan untuk bermain judi online poker.
“Barang bukti yang kita amankan darinya berupa, 1 unit HP merk Xiaomi dan 1 buah kartu ATM BRI,” katanya. Hasil penyelidikan terhadap Asfan, tersangka merupakan residivis atas kasus pencurian serta kasus narkoba.
“Tersangka pernah ditangkap pada 2008 kasus narkoba dan ditahan 3 tahun penjara di LP Tanjung Gusta Medan. Kemudian, kasus pencurian hukuman 1 tahun 6 bulan penjara tahun 2016,” pungkasnya.(dvs/ala)
teddy/sumut pos
DISKUSI: Beberapa narasumber memberikan tips tentang penggunaan media sosial yang baik dan benar pada diskusi Forwaka Binjai.
teddy/sumut pos DISKUSI: Beberapa narasumber memberikan tips tentang penggunaan media sosial yang baik dan benar pada diskusi Forwaka Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.
Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut, bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah.
Atas dasar itu pula, wartawan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka)Negeri Binjai menggelar acara diskusi bertemakan, ”Jadikan Medsos Sarana Interaksi Bermanfaat” di Army Coffee, Jalan Soekarno – Hatta, Km 19, Binjai Timur, Rabu (12/12).
Dalam kegiatan itu, dihadirkan narasumber di antaranya Kabag Humas Pemko Binjai, Rudi Baros, Jaksa Fungsional Kejari Binjai, Herlina Sihombing, tokoh masyarakat, Busrikal Juwong, tokoh pemuda, Ahmadi dan Al Ustadz Abdul Ridho mewakili tokoh Agama.
Ketua Panitia, Rahmad F Sirait menyatakan, diskusi digelar mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengerti dampak penyebaran berita bohong dan fitnah di medsos.
“Diskusi ini tak lain untuk memberikan masukan kepada masyarakat, bagaimana menggunakan medsos dengan baik dan benar,” kata Rahmad, Ketua Forwaka Binjai.
Hal senada dikatakan Pembina Forwaka Binjai, Victor Antonius Sidabutar yang juga Kajari Binjai berharap, diskusi yang dilakukan memberikan dampak positif di tengah masyarakat tentang penggunaan medsos.
Dikatakan Victor, seseorang dapat dikenakan melanggar Undang – Undang Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE), apabila menyebarkan informasi yang tidak benar di medsos.
“Ada aturan yang bisa dikenakan kepada siapapun yang menyebar berita bohong melalui media sosial. Kita berharap, masyarakat lebih paham untuk menghindari hal itu,” harap Kajari.
Diskusi yang dihadiri 150 peserta tersebut, panitia memberi kesempatan untuk tanya-jawab kepada para narasumber, tentang penggunaan media sosial yang baik dan apa saja tips yang bisa diterapkan untuk menghindari penyebaran berita bohong di medsos. (ted/han)
BATARA/SUMUT POS
BERDIRI: Seorang warga mengabadikan bangunan tembok setinggi 3 meter berdiri tanpa IMB di Desa Emplasmen Kualanamu.
BATARA/SUMUT POS BERDIRI: Seorang warga mengabadikan bangunan tembok setinggi 3 meter berdiri tanpa IMB di Desa Emplasmen Kualanamu.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bangunan tembok sepanjang ratusan meter dengan ketinggian 3 meter berdiri tanpa dilengkapi plank Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Jumat (14/12).
Berdirinya tembok tanpa IMB itupun membuat warga sekitarnya kebingungan. Sebab, tembok berdiri di lahan puluhan hektar yang diketahui lahan eks PTPN 2. “Kalau tukangnya kami tanya, mereka selalu bilang pemiliknya warga Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal,”kata Ando (34) warga setempat.
Warga sekitarpun semakin bingung, karena setiap pekerja bangunan yang bekerja dikawal h beberapa orang berbadan tegap. “Bingung kami melihat bangunan itu entah untuk apa. Entah siapa-siapa saja yang bermobil datang kesitu melihat bangunan itu,”timpal Rudi Kurniawan (45) warga yang sama.
Sementara itu, Camat Beringin Ahmad Turmuzi SSTP melalui Kasi Pemerintahan M Ridwan yang dikonfirmasi terkait berdirinya tembok tersebut, juga mengaku pihaknya belum mengetahui siapa pemilik bangunan tersebut.
Namun Ridwan menyebutkan, jika pihaknya melalui Trantib pernah mengimbau secara lisan agar pembangunan tembok dari batu bata tersebut terlebih dahulu mengurus IMB-nya. “Kami juga belum tahu siapa pemiliknya, dan belum pernah melapor ke kantor. Tapi secara lisan sudah pernah kita sampaikan kepada orang disitu untuk mengurus IMB nya. Saya pastikan bangunan itu tidak memiliki IMB”, terang M Ridwan. (btr/han)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh Kepala Desa (Kades) antar waktu dilantik Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan di Aula Cendana Kantor Bupati, Jumat (14/12).
Ketujuh Kades antar waktu itu, Juliadi Kepala Desa Antar Waktu Desa Mekar Sari Kecamatan Deli Tua. Misman Kepala Desa Antar Waktu Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Muhammad Ruslan Kepala Desa antar waktu Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Suhendra Kepala Desa antar waktu Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak.
Selanjutnya, Sidin Sembiring Kepala Desa antar waktu Desa Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa, Natanail Pelawi Kepala Desa antar waktu Desa Kuta Tengah Kecamatan Namorambe dan Sunarto Kepala Desa antar waktu Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli.
Bupati Ashari dalam sambutannya mengingatkan, agar para Kades antar waktu yang baru dilantik akan diperhadapkan pada berbagai tugas dan tanggung jawab yang cukup berat.
“Sebagai Kepala Desa, saudara-saudara akan diperhadapkan pada berbagai tugas dan tanggung jawab yang cukup berat, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Karna itu saudara dituntut untuk mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.
Diterangkan Ashari, dirinya yakin para Kades yang dilantik itu mampu dan dapat menjalankan amanah yang diberikan ini dengan sebaik baiknya.
“Mari kita bulatkan tekad, untuk bersama-sama membangun desa menuju deli serdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinnekaan”, ucapnya.
Sementara Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Citra Effendi Capah usai acara pelantikan, mengatakan bahwa Kepala desa antar waktu itu akan menjalan tugas jabatan Kepala Desa sampai dengan 20 Mei 2022.(btr/han)
DIAMANKAN: Bambang (tengah) bersama Agung dan Angga diamankan di Mapolres Binjai, Jumat (14/12).
DIAMANKAN: Bambang (tengah) bersama Agung dan Angga diamankan di Mapolres Binjai, Jumat (14/12).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai sukses menangkap bandar sabu, Bambang Prayugo alias Bembeng (27) warga Jalan Umar Baki, Gang Tampah, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara. Selain Bambang, ada dua pria yang diamankan.
Keduanya masing-masing, Agung Abdillah alias Agung (23) warga Jalan Cut Nyak Dhien, Gang Akasia, Kelurahan Jatinegara, Binjai Utara dan Angga Prastowo alias Angga (24) warga Jalan Umar Baki, Gang Tampah, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara.
Mereka ditangkap di rumah Bambang, Rabu (12/12) pukul 15.00 WIB. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 53,08 gram.
“Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkotika di TKP penangkapan. Atas informasi ini, petugas kemudian melakukan penyelidikan,” jelas Ps Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, Jumat (14/12).
Ketiganya ditangkap polisi melalui modus undercover buy atau menyaru sebagai pembeli. Siswanto menambahkan, petugas mulanya memesan sabu kepada Agung. Kemudian Agung menghubungi Bembeng.
“Selanjutnya Agung mengarahkan petugas untuk datang ke rumah Bambang,” sambung Siswanto.
Setiba di rumah Bambang, polisi kemudian bertemu. Oleh Bambang yang sudah kedatangan calon pembeli, menyuruh adiknya Angga untuk mengambil sabu yang disimpan dalam tong sampah belakang rumah.
“Angga kemudian menyerahkan barang bukti sabu kepada Bambang. Saat mau diserahkan kepada petugas, di situ kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku,” ujar Siswanto.
Menurut Siswanto, petugas juga melakukan penggeledahan terhadap rumah Bambang setelah menangkap ketiganya.
“Namun, petugas tidak menemukan barang bukti lainnya,” ujar dia.
Kepada polisi, ketiga tersangka mengaku, barang bukti sabu ini milik Bambang. Menurut Siswanto, sabu milik Bambang ini untuk dijual.
Ketiganya saat ini sudah mendekam di Rumah Tahanan Polisi Polres Binjai. “Sabu ini milik Bambang. Dua lainnya (Agung dan Angga) turut serta,” timpal Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto.
Oleh polisi, ketiga tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(ted/ala)
Direktur Marketing Telkomsel, Alistair Johnston ketika memberikan paket sembako murah untuk kaum dhuafa di Rumah Retret Laverna Lampung, Kamis (13/12)
Direktur Marketing Telkomsel, Alistair Johnston ketika memberikan paket sembako murah untuk kaum dhuafa di Rumah Retret Laverna Lampung, Kamis (13/12)
LAMPUNG, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Raya Natal 2018, Telkomsel menggelar rangkaian kegiatan kepedulian sosial di empat kota, yakni Tangerang Selatan (6 Desember 2018), Palangkaraya (10 Desember 2018), Lampung (13 Desember 2018), dan Denpasar (20 Desember 2018).
Dalam kegiatan tersebut, Telkomselmenyerahkan perlengkapan kebutuhan anak kepada 2.500 anak yatim/piatu atau kurang mampu melalui berbagai yayasan sosial, bantuan sosial untuk yayasan/panti asuhan, memberikan paket sembako murah untuk 2.500 kaum dhuafa, serta melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama di yayasan dan gereja yang berada di sekitar lokasi operasional Telkomsel.
Direktur Marketing Telkomsel Alistair Johnston mengatakan, “Telkomsel selalu berupaya untuk menghadirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat seluas-luasnya. Oleh karenanya, dalam menyambut momentum hari raya Natal 2018 ini, kami berbahagia dapat berbagi kasih dan sukacita bersama masyarakat khususnya bagi umat Kristiani yang merayakan. Kegiatan ini merupakan wujud syukur kami atas pencapaian perusahaan dan kami berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak dan yayasan yang menaunginya, serta bagi masyarakat luas.”
Lebih lanjut Alistair menambahkan, kegiatan kepedulian sosial ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mewujudkan good corporate citizenshipsebagai perusahaan yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. “Seiring dengan kepedulian melayani pelanggan dan industri telekomunikasi sebagai bisnis utama, Telkomsel berkomitmen untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan yang selalu menjadi bagian dari kemajuan Telkomsel,” jelas Alistair.
Foto bersama Direksi beserta Management Telkomsel ketika menyerahkan perlengkapan kebutuhan anak kepada 2.500 anak yatim/piatu atau kurang mampu serta memberikan paket sembako murah untuk 2.500 kaum dhuafa di Rumah Retret Laverna Lampung, Kamis (13/12)
Dalam kegiatan sosial tersebut, jajaran direksi dan manajemen Telkomsel turun langsung untuk menyerahkan santunan kepada masyarakat di Rumah Retret Laverna Lampung. Selain menyerahkan bantuan sosial, karyawan Telkomsel juga turun tangan dalam melakukan edukasi pemanfaatan internet secara bijak, aman, inspiratif, dan kreatif (#internetBAIK) di empat lokasi dan melakukan kerja bakti untuk membersihkan yayasan atau gereja bersama komunitas masyarakat di 4 area di Indonesia.
Momen kegiatan kepedulian sosial tersebut juga dimanfaatkan jajaran direksi dan manajemen Telkomsel untuk memastikan kesiapan jaringan dan pelayanan Telkomsel. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi pada periode Natal dan Tahun Baru, di mana umumnya terjadi lonjakan trafik layanan dibandingkan hari biasa.
Saat ini Telkomsel telah melayani lebih dari 168 juta pelanggan secara nasional. Layanan Telkomsel didukung 184.000 base transceiver station (BTS), termasuk di antaranya lebih dari 132.000 BTS broadband (3G/4G) untuk menghadirkan kenyamanan dalam menggunakan layanan data.
Sutan Siregar/Sumut Pos TIBA: Jamaah haji saat tiba di Komplek Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, beberapa hari lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lamanya antrean pelaksanaan ibadah haji yang mencapai 15 tahun, mengakibatkan meningkatnya animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh. Namun sayang, masih banyak masyarakat yang kurang memahami hal-hal penting terkait pelaksanaan ibadah umroh tersebut, karena minimnya sosialisasi yang dilakukan. Akibatnya, banyak calon jamaah umroh yang tertipu.
“Di Sumut sendiri, kalau kita mendaftar haji sekarang, maka kita harus menunggu 15 tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Sehingga masyarakat beralih untuk melaksanakan ibadah umroh,” kata Direktur Haji Khusus dan Umroh Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut), M Arfi Hakim dalam acara Jagong Masalah Umroh dan Haji (Jamarah) Kemenang Sumut di Medan, Kamis (13/12).
Acara ini juga dihadiri beberapa narasumber, di antaranya, Drs Marwan Dasopang dari Komisi VIII DPR RI, Direktur Haji Dalam Negeri yang diwakili Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Dr H Nasrullah Hasan Lc MA, Kakanwil Kemenag Sumut H Iwan Zulhami, Kepala Biro Binsos Kantor Gubernur Sumut, Rektor UINSU dan lembaga terkait.
Arfi Hakim menjelaskan, sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA), untuk Jakarta, biaya umroh minimal Rp20 juta. Jadi kalau ada travel yang menganggarkan biaya di bawah Rp20 juta, patut dipertanyakan travel tersebut. Selain itu, sebut Arfi, lama waktu menunggu untuk ibadah umroh adalah maksimal enam bulan. “Jadi kalau ada travel yang melakukan waktu tunggu pelaksanaan ibadah umroh lebih dari 6 bulan, maka travel tersebut harus dilaporkan ke Kemenag terdekat. Karena kuota umroh itu bebas tidak ada batasan, sehingga bisa kapan saja dilaksanakan,” ungkapnya.
Nah, hal-hal seperti inilah yang belum diketahui masyarakat banyak. Ini disebabkan karena minimnya sosialisasi yang dilakukan. Menurut Arfi, minimnya sosialisasi yang mereka lakukan disebabkan tidak adanya anggaran untuk sosialisasi kepada masyarakat. Karenanya, dia meminta kepada Komisi VIII DPR RI untuk dapat menampung anggaran sosialisasi tentang haji dan umroh. “Boleh ditanyakan Pak Marwan, bahwa di Kemenag Provinsi dan kabupaten/kota tidak ada dana sosialisasi soal haji dan umroh ini,” ucap Arfi.
Arfi kembali mengingatkan, agar DPR RI khususnya Komisi VIII bisa menampung anggaran sosialisasi pelaksanaan haji dan umroh agar masyarakat bisa tahu persoalan haji dan umroh tersebut, termasuk persoalan penyelenggara haji dan umroh nakal. Diakuinya, saat ini Kanwil Kemenag Sumut tengah membangun ‘only warning system’, yakni pencegahan deteksi dini preventif. Namun menurutnya, itu semua tidak akan berarti tanpa dukungan Kanwil Kemenag, Kakan Kemenag kabupaten/kota sampai ke KUA.
“Karena informasi pengaduan dan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, justru itu adalah ujung tombaknya jajaran dari Kanwil sampai ke bawah. Dengan jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah umroh sabanyak 1.005.000, katakanlah dikalikan dengan biaya Rp20 juta, sehingga setahun itu kurang lebih ada Rp21 triliun, perputaran dana dalam penyelanggaraan ibadah umroh,” jelasnya.
Sehingga, umroh sekarang ini sudah seperti industri jasa yang luar biasa melebihi bisnis. “Nah, kami mengambil inisiatif, mengajak stokeholder lain untuk melakukan kerja sama yang dalam waktu dekat akan terbentuk satgas penanganan, pencegahan dan pengawasan ibadah umroh yang melibatkan 19 kementerian dan lembaga,” urainya.
Untuk itu, Arfi berpesan kepada Kakanwil Kemenag Sumut dan jajarannya, untuk memonitoring keberangkatan jamaah umroh di Bandara Kualanamu, yang bekerja sama dengan Polda Sumut, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengetahui jumlah jamaah umroh yang berangkat.
“Karena sistem apapun yang kami bangun, itu tidak afdol atau kurang sempurna kalau tidak dilakukan pengawasan langsung di lapangan. Dalam hal ini di bandara, jadi bisa kerja sama dengan Polda (Sumut) berserta Angkasapura di bandara untuk melakukan sidak dan sweeping,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menyampaikan, komponen terbesar dari penyelenggaraan ibadah haji yakni pesawat yang biayanya mencapai Rp32 juta. “Jadi kalau yang kita bayarkan Rp35 juta itu, Rp32 juta lebih itu hanya untuk pesawat. Sementara ongkos haji ini besarannya Rp66 juta lebih di 2018. Untuk menutupinya, dikutip dari nilai manfaat pendaftaran haji yang telah dikelola oleh Kementerian Agama dan sekarang telah dikelola oleh BPKH,” jelas Marwan.
Selain itu, Komisi VIII DPR juga menyoroti masalah kesehatan dalam pelaksanaan ibadah haji. Walau kata Marwan, untuk tahun 2018 masalah kesehatan jauh berkurang, namun harus tetap diperketat. “Istitoah kesehatan itu harus diperketat. Yang menjadi resiko tinggi tidak diberangkatkan,” tegasnya.
Kemudian, kata Marwan lagi, Komisi VIII juga menyoroti ibadah haji 2019 mengenai cap. Menurutnya, pada pelaksaan ibadah haji 2018, jamaah haji Indonesia cuma diwajibkan visa biometrik. “Kita berharap, pada 2019 seluruh jamaah di cap di Tanah Air sehingga dapat masuk dengan bebas,” katanya.
Marwan mengakui, saat ini Komisi VIII juga tengah membahas RUU penyempurnaan ibadah haji dan umroh serta haji khusus. “Di 2018 kita masih punya sisa utang kepada masyarakat, atas kelakukan beberapa yang disebut travel. Komisi VIII masih meminta pertanggungjawaban menteri agama, kenapa deteksi dini tidak bisa dibunyikan, ketika mulai dicurigai orang melakukan penipuan,” katanya.
“Makanya sekarang Komisi VIII sedang membahas RUU umroh dan haji, agar terdeteksi dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumut, Iwan Zulhami juga mendukung pernyataan Komisi VIII DPR RI. Dia mengatakan, perlunya dilakukan pengawasan yang ketat terhadap jamaah haji dan umroh. “Harus lebih ketat, jangan ada jamaah yang menjadi korban penipuan umroh,” tegasnya. (man)