31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5679

Polda Sumut Selidiki Kebocoran PAD Kota Medan, Dewan: Itu Warning..

Sutan Siregar/SUMUT POS KETERANGAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (13/12).
Sutan Siregar/SUMUT POS
KETERANGAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi D DPRD Medan mendukung langkah Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto menyelidiki kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Langkah kepolisian tersebut tak lain bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di kota terbesar ketiga Indonesia ini.

“Sudah seharusnya demikian, sehingga Pemko Medan benar-benar bekerja maksimal. Apa yang disampaikan Kapolda Sumut menjadi catatan penting dan warning, sehingga oknum-oknum (pegawai) yang nakal betul-betul bekerja,” kata Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani, kemarin.

Diutarakan dia, kalau ada pejabat yang memikirkan kontribusinya untuk pembangunan Kota Medan khususnya, tentu harus didukung hal yang positif. “Kemungkinan Kapolda Sumut ingin mengejar ketertinggalan dari kota-kota besar lainnya seperti Surabaya,” ucapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah mengapresiasi dilakukannya penyelidikan kebocoran PAD tersebut. Tentunya, langkah Polda Sumut patut didukung dan harus transparan. “Ini hal yang positif dan perlu diapresiasi, karena Kapolda Sumut peduli terhadap pembangunan Kota Medan. Ini merupakan wujud nyata dengan mendorong Pemko Medan untuk menertibkan reklame bermasalah. Bahkan, pos-pos polisi yang berdiri menyalahi aturan dibongkar,” katanya.

Anggota dewan dari Partai Golkar ini menuturkan, diharapkan dengan sorotan dari kepolisian membawa pengaruh terhadap keberlangsungan pembangunan di kota ini. Dengan begitu, potensi-potensi PAD yang hilang dapat diambil. “Semoga ini menjadi momen untuk memaksimalkan pembangunan Kota Medan,” imbuhnya.

Sementara, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman yang dihubungi belum memberikan komentar.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan, kebocoran PAD Kota Medan menjadi perhatian pihaknya terutama dari sektor pajak IMB, reklame dan retribusi parkir. Ketiga sektor PAD tersebut, realisasinya minim dari target. Rata-rata realisasi hingga November 2018 di bawah angka 50 persen.

Target pajak IMB tahun ini sekitar Rp147 miliar, namun hingga November hanya Rp23 miliar. Artinya, ada sekitar Rp124 miliar kehilangan potensi. Kemudian, potensi pajak reklame Rp107 miliar, tetapi baru tercapai Rp12 miliar (kehilangan Rp95 miliar). Selanjutnya, retribusi parkir target Rp43,8 milia, tapi hanya Rp16,8 miliar terealisasi (kehilangan Rp27 miliar).

Selain itu, dugaan kebocoran PAD ini terjadi dikarenakan adanya oknum yang bermain. Seperti, OTT terhadap oknum pegawai BPPRD Medan pada Agustus lalu. (ris/azw)

Anggaran Relokasi Rp4 Miliar, Lapak Pedagang di Belawan Harus Layak

Fachril/sumut pos PERSIAPAN: Lahan yang akan dijadikan relokasi bagi pedagang di Belawan.
Fachril/sumut pos
PERSIAPAN: Lahan yang akan dijadikan relokasi bagi pedagang di Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Relokasi untuk pedagang yang berjualan di Pasar Inpres Belawan menyerap anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemko Medan senilai Rp4 miliar. Kini, proses relokasi untuk areal lokasi dan pembangunan lapak sedang berlangsung. Informasi yang diperoleh, lokasi yang akan dijadikan tempat penampungan sementara para pedagang di Pasar Jalan Jawa Belawan akan dipindahkan ke lokasi Jalan Sumatera belakang Stasiun PMB Belawan.

Lokasi dengan luas 4 rante, rencananya akan dijadikan lapak jualan bagi pedagang dengan jumlah diperkirakan 400 pedagang yang akan berjualan di lokasi tersebut.

Melihat kondisi itu, areal yang akan dibuka dinilai tidak layak. Karena tidak sesuai dengan luas lokasi tersebut.

Anggota DPRD Medan, HT Bahrumsyah, Jumat (14/12), mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi sikap Pemko Medan yang akan mensegerakan revitalisasi Pasar Inpres Belawan. Harapannya, pembangunan pasar untuk menata pedagang lebih tertib dan moderen, dan tidak menimbulkan masalah di belakang hari.

Milihat waktu sudah masuk akhir tahun, anggaran relokasi pedagang menyerap APBD 2018 sebesar Rp4 miliar. Jumlah tersebut merupakan anggaran yang cucuk besar. Katanya, kuasa pengguna anggaran (KPA) harus mencari tempat dan membangun lapak pedagang yang layak dan nyaman.

“Ini sudah mau tutup tahun, kita lihat belum ada tanda-tanda relokasi. Kita dengar ada lapak yang sudah disewa, melihat tempatnya tidak sesuai luasnya. Jangan relokasi itu dipaksakan, kita ingatkan jangan main-main dengan anggaran sebesar itu,” tegas anggota dewan akrab disapa Bahrum.

Dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Medan ini, pihaknya akan mengawasi proses relokasi yang akan berlangsung. Sebagai Ketua Pansus DPRD Medan, pihaknya akan mengawal budget dan bestek relokasi lapak jualan yang akan dilaksanakan.

Selain itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini menegaskan, kepada pihak yang dipercayakan untuk melaksanakan relokasi pasar di Belawan itu nantinya tidak bermain-main dengan anggaran untuk kepentingan pribadi. Sehingga, proses relokasi 400 pedagang nantinya membuat mereka tidak nyaman.

“Kita tidak mau terulang seperti tahun 2015, pejabat di dinas terkait harus dipenjara karena menyelewengkan dana relokasi untuk kepentingan pribadi. Makanya, kita minta kepada segala pihak dan masyarakat untuk turut serta mengawasi relokasi dan pembangunan pasar tersebut,” ungkap Bahrum.

Mengenai pembangunan Pasar Inpres, akan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menyerap APBD sebesar Rp20 miliar. Kepada PD Pasar selaku otoritas yang bertanggung jawab terhadap pedagang, harus memberikan validasi dan verifikasi data pedagang untuk disesuaikan terhadap bestek bangunan

“Untuk pembangunan pasar, dilengkapi meja dan kios. Jadi, kalau bangunan itu selesai tidak ada lagi jual beli kios, kita tidak mau ada pungli kepada pedagang. Makanya, kita tegaskan, revitalisasi itu jangan menimbulkan masalah dan merugikan pedagang,” tegas Bahrum lagi.

Sementara, Kepala Cabang (Kacab) III PD Pasar, Ismail Pardede mengatakan, pihaknya tidak terlibat dalam proses relokasi tempat dan pembangunan lapak sementara pedagang. Namun, pihaknya hanya membantu untuk pendataan pedagang dan proses pemindahan di lokasi baru.

“Untuk mencari tempat dan bangun lapak, itu wewenang perkim. Kita tidak ikut, memang kita sudah dengar tempatnya di belakang PMB, tapi sampai saat ini belum tahu kapan pedagang direlokasi, kita masih menunggu,” ungkap Ismail.

Terpisah, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, berdasarkan laporan yang mereka terima, relokasi pedagang eksisting atau pedagang pemegang kartu biru akan segera dilaksanan ke lokasi yang telah disewa. Proses relokasi kemungkinan dalam waktu.

“Untuk lokasi sudah ditetapkan, kapan pedagang dipindahkan, kita belum tahu. Itu wewenang PD Pasar, yang jelas sudah ada tempatnya, jadi masih menunggu pihak Perkim untuk membangun tempat lapak jualan di areal relokasi,” ujar Ahmad. (fac/azw)

I Ride 4 Peace akan Diikuti 3.000 Pesepeda, Satlantas Imbau Pengendara Gunakan Jalan Alternatif

TITIK KUMPUL: Lapangan Benteng Medan menjadi titik kumpul untuk acara I Ride 4 Peace, Minggu (16/12).
TITIK KUMPUL: Lapangan Benteng Medan menjadi titik kumpul untuk acara I Ride 4 Peace, Minggu (16/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu-lintas Polrestabes Medan akan melakukan rekayasa lalulintas di sejumlah titik. Hal ini dilakukan sehubungan berlangsungnya acara I Ride 4 Peace, yang diselenggarakan komunitas pesepeda, Minggu (16/12).

Kepala Satuan Lalu-lintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini mengatakan, setidaknya akan hadir sekira 3000-an pesepeda dari komunitas pesepeda yang akan tur bersepeda mengelilingi rute yang telah ditentukan di dalam kota.

“Titik kumpul acaranya nanti di Lapangan Benteng, Minggu pagi dengan start mulai pukul 06.00 WIB. Nah, pada saat acara berlangsung, dengan memohon maaf kita akan menutup sejumlah jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan jalur alternatif atau menghindari jalan yang akan menjadi rute jalan yang akan dilintas ribuan pesepeda nantinya.

“Demi kenyamanan bersama mohon kepada masyarakat agar berhati-hati atau menghindari rute yang akan dilintasi dengan mencari jalur alternatif,” bebernya.

Rencananya, 3000-an pesepeda akan melintasi rute dengan start dari Lapangan Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Putri Hijau, Jala Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan S Parman, Jalan Sudirman, Jalan Suprapto, Jalan Pemuda, Jalan A Yani, Jalan Perdana dan finish kembali ke Lapangan Benteng.

“Untuk itu kita mengimbau agar pengguna jalan menghindari jalan yang menjalur rute jalur pesepeda tersebut,” pungkas Juliani.

Ia mengatakan, penutupan jalan di seputar Lapangan Benteng akan dilakukan mulai pukul 05.00 WIB. Kegiatan tersebut diprediksi akan selesai pada pukul 11.00 WIB. “Demi kenyamanan bersama, mohon kerja sama pengguna jalan agar tetap tertib dan berhati-hati,” pungkasnya. (dvs/azw)

Jelang Natal dan Tahun Baru, 15 Ribu Polisi Disiagakan

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS BERJAGA: Seorang petugas kepolisian berjaga-jaga di depan pintu masuk Stasiun Besar Kereta Api Jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
BERJAGA: Seorang petugas kepolisian berjaga-jaga di depan pintu masuk Stasiun Besar Kereta Api Jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan pemantapan pengamanan. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan rapat evaluasi jelang operasi.

Sementara itu, yang bisa dia ungkapkan, setidaknya akan dikerahkan 2/3 personel Polda Sumut dalam pengamanan.

“Jadi ada sekitar 15 ribu personel dari 22 ribu personel di jajaran Polda Sumut yang akan turun mengamankan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Jumlah ini merupakan dua pertiga pasukan Polri yang ada di Sumatera Utara,” katanya kepada Sumut Pos kemarin.

Jenderal bintang dua ini, menjelaskan bahwa pada tahun 2018 Mabes Polri beserta jajarannya akan melaksanakan operasi khusus ‘Lilin Terang’ yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Untuk operasi khusus Lilin Terang di Sumut itu adalah Operasi Lilin Terang Toba 2018, di mana sasarannya adalah menjelang Natal dan Tahun Baru. Kita akan bersama-sama dengan komponen keamanan yang lain untuk melakukan pengamanannya,” jelas Agus.

Agus juga menambahkan bahwa dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan TNI untuk mengamankan pusat-pusat keramaian dan rumah ibadah.

“Kita juga akan mengamankan rumah-rumah ibadah dan tempat keramaian yang sering dikunjungi masyarakat. Pengamanan Natal dan tahun baru juga dibantu pihak TNI sebagaimana yang sudah kita rapatkan. Jadi kita bersama Pangdam I/BB, Pangkosek dan Danlantamal siap mengamankan operasi tersebut untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Sumatera Utara,” sebutnya.

Disinggung mengenai ada tidaknya larangan menyalakan kembang api di malam pergantian tahun, mantan Wakapolda Sumut ini menegaskan ada pasal yang mengatur untuk tidak menyalakan kembang api di atas dua inci.

“Pemko Medan kalau tidak salah juga bakal menyelenggarakan pesta kembang api. Intinya mohon kesadaran bersama untuk menjaga Sumatera Utara, karena tanpa dukungan masyarakat, kita akan sulit mewujudkannya,”ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang ditanyai terkait kawasan-kawasan mana saja yang menjadi titik rawan, perwira berpangkat tiga melati emas ini menyebut masih didata.

“Kemarin kan sudah ada dilakukan rapat lintas sektoral di Polda Sumut. Baru setelahnya akan dilakukan lagi rapat di masing-masing wilayah untuk memetakan daerah-daerah mana saja yang rawan,” katanya.

Rencananya, Operasi Lilin Terang Toba akan digelar paling lambat 10 hari menjelang akhir tahun. “ Nanti kalau sudah ada data di mana-mana saja yang menjadi titik kerawanan akan kita informasikan ke media agar masyarakat bisa waspada,” pungkas Tatan. (dvs/azw)

Peduli Pendidikan, Ditpolair Sumut Sumbang Alat Belajar SD

fachril/sumut pos BANTUAN: Ditpolair Sumut memberikan bantuan kepada SD Negeri Nelayan Seberang, Jumat (14/12).
fachril/sumut pos
BANTUAN: Ditpolair Sumut memberikan bantuan kepada SD Negeri Nelayan Seberang, Jumat (14/12).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumut menggelar kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan dilakukan berupa memberikan alat tulis kepada siswa-siswi dan meja belajar yang rusak di Sekolah Dasar (SD) Negeri Nelayan Seberang, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (14/12).

Rombongan polisi seragam coklat datang dengan menggunakan kapal perpustakaan terapung dipimpin Wadir Polair, AKBP Ir Untung Sangaji didampingi Kasatrolda, Kompol Jony Aroma Siregar dan Kompol DJ Naibaho bersama Iptu Airidawati. Anggota polisi tersebut datang membawa sejumlah buku tulis dan peralatan belajar. Mereka disambut kepala sekolah (Kasek), Sri.

“Kita bersyukur, anak-anak kita diberi bantuan buku sekolah. Kami menyadari, anak yang sekolah di sini merupakan anak nelayan yang punya keterbatasan ekonomi. Dengan bantuan ini, kami yakin ini sangat meringankan siswa-siswi kami,” tutur Kasek, Sri.

Dalam kesempatan itu, pejabat Ditpolair langsung melihat dan mengecek kondisi fasilitas belajar di sekolah negeri tersebut. Ternyata, meja belajar yang dijadikan sebagai fasilitas bagi siswa-siswi sangat memprihatinkan. Sejumlah, meja belajar sudah rusak perlu diperbaiki.

Dari situlah, pejabat Ditpolair mempunyai niat untuk membantu meja-meja yang rusak. “Kita kemari untuk memberikan bantuan alat tulis. Melihat meja belajar banyak yang rusak, kita akan segera memprogramkan untuk memperbaiki,” ujar Wadir Polair, AKBP Ir Untung Sangaji.

Untuk itu, pihaknya akan segera mencari tukang dan mengecek jumlah meja dan kursi yang akan dibenahi. Harapannya, kegiatan yang mereka lakukan dapat bermanfaat bagi peserta didik khususnya bagi anak nelayan.

“Kita ingin, anak nelayan harus pintar. Makanya, kita galakkan kegiatan peduli pendidikan, agar penerus bangsa harus bisa mengubah nasib mereka menjadi orang yang sukses bagi bangsa dan negara,” pungkas Untung. (fac/azw)

Ada Distributor Enggan Beberkan Stok Beras

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan distributor beras, Kamis (13/12) pagi. Sidak yang dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Bukhori serta instansi terkait menemukan distributor yang enggan menunjukkan stok untuk keperluan Natal dan Tahun Baru.

“Dalam rangka menghadapi hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, kebutuhan bahan pangan biasanya meningkat. Hal itu juga akan mempengaruhi harga. Oleh karena itu, kita memantau ketersediaan sehingga pemerintah dapat menentukan langkah,” kata Muslim.

Amatan Sumut Pos sidak dimulai dari pusat pasar. Sejumlah pedagang didata dan ditanyai seputar harga serta stok. Dari para pedagang itu diketahui sejumlah kebutuhan pokok sedikit mengalami kenaikan dan ada juga yang mengalami menurun. “Untuk stok masih aman pak, barang masih ada aja, kalau permintaan belum meningkat,” jawab seorang pedagang.

Setelahe meninjau di pusat pasar, tim bergerak menuju Jalan Sibayak untuk meninjau beras. Diketahui juga harga dan stok beras masih aman. Bahkan, beberapa distributor mengaku memiliki stok sebanyak permintaan. Hal tersebut dikatakan mereka karena menurunnya penjualan. Untuk harga, disebut mereka belum ada kenaikan.

“Pokoknya stok cukup. Berapa saja yang saya minta dari kilang selalu ada,” kata seorang distributor singkat.

Sementara itu, saat tim mengunjungi satu distributor di Jalan Sibayak, pihak distributor enggan menyampaikan stok beras yang dimilikinya. Tim sempat curiga. Namun tim tetap bertanya dengan baik, tapi sang distributor tetap tidak mau memberitahukan jumlah stok beras yang dimiliki. Selain itu tim juga menemukan kelapa kemasan yang diduga impor dari ruku bernomor 56 tersebut.

“Ada peraturan Menteri Perdagangan bahwa stok harus disampaikan. Kalau tidak itu mengindikasikan penimbunan. Kita akan laporkan ke polisi soal hal ini, agar polisi yang bertindak, karena polisi termasuk dalam Satgas Pangan juga,” tegas Muslim.

Disinggung soal hasil sidak, Muslim menyebut stok bahan pangan masih aman. Begitu juga dengan harga, diakui Muslim masih stabil.

Kendati begitu, Muslim mengingatkan untuk membeli bahan pangam sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. Karena membeli bahan pangan yang berlebihan dapat mengganggu stabilitas harga.(ain/azw)

Kejatisu Limpahkan Berkas Pungli P3TM ke Pengadilan

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah melimpahkan berkas perkara empat tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT), pungli Persatuan Pedagang Pasar Marelan (P3TM), ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Berkasnya sudah lengkap dan sudah kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum Kejatisu) Sumanggar Siagian, Jumat (14/12).

Menurut Sumanggar, berkas para tersangka sudah diterima Kejatisu sejak seminggu lalu, dan sudah ditunjuk jaksa yang akan menangani perkara tersebut.

“Keempat berkas tersangkanya sudah kita limpahkan dan mengenai jadwal sidangnya kita masih menunggu koordinasi dari pengadilan,” kata Sumanggar.

Keempat berkas tersangka yang dilimpahkan yakni milik, Aliswan, Roni Mahera, Resty dan M Ali Arifin. “Jaksanya Rehulina br Sembiring dan Abdul Hakim Harahap,” sambung Sumanggar.

Sebagaimana diketahui, Ketua P3TM Aliswan, sempat diburon polisi lantaran kabur pascaditetapkan menjadi tersangka. Ia ditangkap Sabtu (15/9) lalu, di Pagurawan, Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara.

Aliswan ditangkap berdasarkan pengakuan anggotanya yang telah terjaring OTT Polda Sumut dan sudah mendekam dalam sel.

Ketiganya adalah, Roni Mahera, warga Jalan Takenaka Gang Family, Lingkungan V Paya Pasir Marelan, Resty , warga Pasar Nippon Siombak Labuhandeli Marelan dan M Ali Arifin, warga Marelan Raya, Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan.

Aliswan disebut-sebut merupakan aktor utama terjadinya pungli yang dilakoni tiga pengurus P3TM. Dalam penangkapan itu, diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp2 juta, 1 buah tas ransel warna ungu berisikan berkas-berkas dan kwitansi, serta 4 unit handphone. (man/azw)

Terkait Perusahaan Mencemari Danau Toba, DPRD Sumut: Pemda Setempat Harus Tegas

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumber pencemaran air Danau Toba harus diatasi dengan segera. Bila ada perusahaan yang dinilai mencemari kualitas air Danau Toba, izinnya harus dicabut dan dibawa ke jalur hukum.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir kepada Sumut Pos, kemarin. “Sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dan cabut izin perusahaan-perusahaan yang terbukti merusak lingkungan Danau Toba. Jangan lagi ada toleransi,” ujarnya, Jumat (14/12).

Menurutnya, upaya penegakan aturan terkait keberadaan perusahaan di kawasan Danau Toba yang dinilai sudah sangat mencemari lingkungan hidup, tidak hanya sebatas imbauan dan peringatan semata. Tetapi bagaimana pemerintah menunjukkan langkah nyata, sebagai bukti keseriusan menjaga dan menyelamatkan kawasan pariwisata andalan Sumatera Utara.

“Kita harus punya iktikad baik terhadap keberlangsungan pelestarian lingkungan di Danau Toba. Sebagaimana perjuangan para pendiri Geopark Kaldera Toba (GKT) untuk mewujudkan pengakuan UNESCO sebagai Taman Bumi,” sebutnya.

Tidak hanya itu, politisi PKPI ini juga berharap, jika ada instansi pemerintah yang tidak peka terhadap pencemaran Danau Toba,  perlu ada sanksi bahkan bila perlu diproses hukum.

Khususnya oknum pejabat yang diduga terindikasi lalai dan sengaja membiarkan, untuk dievaluasi sampai hukuman berat.

Pengembangan kawasan Danau Toba sendiri lanjut Juliski, harus konsisten. Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah dan perusahaan dalam mendukung pembangunan, serta bersama-sama melestarikan danau Supervolcano kebanggaan masyarakat Sumut.

Juliski pun menyinggung soal pernyataan Menko Maritim RI Luhut Panjaitan, dimana semua perusahaan yang terbukti punya kontribusi mencemari dan merusak lingkungan Danau Toba akan dievaluasi oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Ungkapan Menko Maritim RI Luhut Panjaitan itu harusnya jadi dasar bagi pemerintah daerah membersihkan Danau Toba dari segala bentuk pencemaran,” katanya.

Apalagi pungkas Juliski, Danau Toba dalam hal ini tengah diperjuangkan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota UNESCO yang mendapat pengakuan. Sehingga perusahaan yang ada di dalamnya, harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Bagi yang tidak jelas komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan tidak tanggap, harus ditindak tegas tanpa terkecuali,” pungkasnya. (bal/han)

Warga Tebingtinggi Hibahkan Tanah untuk Jalan

PENGHARGAAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan.
PENGHARGAAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota TebingtinggI Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada warganya yang telah memberikan harta dan tanah secara cuma-cuma untuk pembangunan jalan baru.

Ucapan itu disampaikan Wali Kota saat membuka peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-46 tingkat Kota Tebingtinggi tahun 2018 di Jalan Karya Gang Buntu, Lingkungan III, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Jumat  (14/12).

Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi juga berharap aksi gotong-royong masyarakat tidak dilaksanakan setiap bulan, namun harus menjadi bahagian dalam kehidupan sehari-hari.

“Gotong royong itu dilakukan untuk kepentingan bersama. Bila selokan didepan rumah kotor dan tidak kita gotong royongkan untuk membersihkannya, nanti yang sakit juga kita sendiri dan bila kita tidak bisa memanfaatkan sampah untuk meningkatkan pendapatan, maka sampah itu yang akan memakan kita karena akan menimbulkan bakteri dan penyakit,”terangnya.

Kepada Tim Penggerak PKK, Umar Zunaidi meminta untuk menjalankan tugas pertamanya, adalah bagaimana menata laksana rumah tangga yang bisa berjalan harmonis. Ketahanan rumah tangga  adalah nomor satu, karena menjadi modal dasar ketahan nasional bangsa.

“Kalau anak-anak kita tidak terkena narkoba, Insya Allah bangsa dan lingkungan kita bebas dari narkoba, maka dari itu, tata laksana rumah tangga menjadi bahagian yang sangat penting dan perlu ditingkatkan,”harapnya.

Kegiatan tersebut diwarnai dengan penyerahan penghargaan terhadap masyarakat penghibah tanah, pemberian peralatan gotong royong dan lainnya, pemberian hadiah pemenang lomba HKG PKK dan PTP2WKSS, serta pelepasan balon berhadiah dari PT Bank Sumut.

Hadir dalam kegiatan Kapolres diwakili Kapolsek Rambutan AKP Hendrik Surbakti, Wakil Ketua TP PKK Kota Tebingtinggi Nyonya Oki Doni Siregar bersama seluruh unsur tim TP PKK, para OPD dan Seluruh masyarakat lingkungan III, Kelurahan Karya Jaya. (ian/han)

Masyarakat Langkat Diminta Jaga Hasil TMMD

DIABADIKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu diabadikan bersama Wasev Mabes TNI AD Mayjen Joni Tobing, dalam rangka evaluasi hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018.
DIABADIKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu diabadikan bersama Wasev Mabes TNI AD Mayjen Joni Tobing, dalam rangka evaluasi hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018.

LANGKAT, SUMUTPSO.CO – Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menyambut kunjungan Wasev Mabes TNI AD Mayjen Joni Tobing, dalam rangka evaluasi hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018.

Sebelum dilakukannya evaluasi, Dandim 0203/Langkat Letkol (Inf) Deni Eka Gustiana memaparkan hasil TMMD di hadapan Bupati Langkat dan Mayjen Joni Tobing.

Mayjen Joni Tobing menilai dari hasil pemaparan TMMD tersebut, pelaksanaan pembangunan fisik TMMD telah dilakukan  sesuai dengan yang diharapkan. Karena tujuannya membantu pemerintah daerah dalam rangka mempercepat akselerasi dengan terpenuhinya pembangunan daerah. Selain itu, dirinya juga menilai program non fisik dalam TMMD tersebut juga terlaksana dengan baik.

“Sebab program pembinaan dan penambahan wawasan kebangsaan, untuk menanamkan rasa nasionalisme dikalangan generasi muda, semuanya terlaksana,” terangnya.

Untuk itu, Mayjen Joni Tobing berharap pembangun fisik dari hasil pelaksanaan TMMD dapat dirawat dan dijaga oleh semua masyarakat Langkat.

Bupati Langkat mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya TMMD tahun 2018 ini di desa terpencil yang berada di wilayah Pemkab Langkat.

“Saya yakin hasil pembangunan dari TMMD ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup warga di desa tersebut. Semoga apa yang telah dibangun akan selalu dijaga dan dirawat oleh masyarakat dengan baik. Atas nama Pemkab Langkat dan masyarakat Langkat, saya ucapkan terimakasih,” sebutnya.

Letkol (Inf) Deni Eka Gustiana pada pemaparannya menjelaskan, pelaksanaan TMMD selama 30 hari dimulai dari 15 Oktober sampai 13 Nopember 2018 di dua desa yang berada di Kecamatan Wampu, yaitu Desa Palu Pakih dan Desa Mekar Jaya. Untuk kegiatan fisik, terang Dandim, membangun dan merehab fasilitas umum, di antaranya di Desa Palu Pakih yaitu pembentukan dan perbaikan badan jalan sepanjang 5.000 m X 6 m, rehab lantai jembatan ukurang 10 m X 6 m di Dususn I Makmur, pembuatan jembatan ukuran 10 m X 5m di Dusun  I Makmur, rehab Masjid Al-waqiah di Dusun III Benteng,  rehab Musala Al-jihad di Dusun VII Berseri, rehab TPA Ar-Tidho sebanyak 2 lokal di Dusun VI, pembuatan gorong–gorong ukuran 1×6 M, pembuatan Pos Kamling 3X2 M.

“Sedangkan di Desa Mekar Jaya merehab Masjid  Baiturahman di Dusun VIII, rehab TPA Al- Zadtin Anhar sebanyak 3 lokal di Dusun VII dan pembuatan Pos Kamling ukuran 3×2 Meter,” ungkapnya.

Untuk kegiatan non fisik, sambung Dandim,  sosialisasi penerimaan prajurit TNI di SMAN Wampu, penyuluhan bela negara di balai Desa Paluh Pakih, penyuluhan wawasan kebangsaan di balai Desa Mekar Jaya, penyuluhan pertanian di balai Desa Palu Pakih, penyuluhanm peternakan di Desa Mekar Jaya, penyuluhan hukum, narkoba dan Kamtibnas di balai Desa Paluh Pakih, penyuluhan kesehatan, pelayanan KB dan pengobatan gratis di Lapangan sepak bola Desa Palu Pakih, ceramah agama di masjid atau balai Desa Palu Pakih.

Turut hadir Staf Ahli Kodam 1 Bukit Barisan Kolonel Infatri Sitorus, Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, ketua DPRD Langkat, Bupati dan Wakil Bupati Langkat terpilih Terbit Rencana PA SH dan H Syah Afandin SE, unsur Forkopimda plus, sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Langkat. (bam/han)