31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5681

Zenfone Max Pro M2 Hari Ini Mulai Dijual di Medan

Zenfone Max Pro M2 di Jakarta.
Peluncuran smartphone gaming Zenfone Max Pro M2 di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –   Zenfone Max Pro M2 tak lagi menjadi ponsel gaib. Mulai hari ini, Jumat (14/12/2018), smartphone gaming jawara ini dijual offline di pasaran Medan, persisnya di ASUS Exclusive Store di Plaza Medan Fair, Lantai 4 No. 40-42 Medan.

“Kami pastikan ZenFone Max Pro M2 sudah bisa didapatkan segera setelah peluncurannya. Untuk itu kami telah siap menghadirkan smartphone ini melalui jaringan retail offline Asus,” ujar Regional Director ASUS South East Asia Jimmy Lin, saat peluncuran di Jakarta, Rabu.

Selain di Medan, Asus juga telah menunjuk 11 toko pertama lainnya di seluruh Indonesia untuk melakukan penjualan perdana. Setiap pembelian ZenFone Max Pro M2 di toko tersebut, pembeli akan mendapatkan power bank ZenPower Duo berkapasitas 10.000 mAh secara cuma-cuma.

Berikut adalah daftar 12 toko yang akan melakukan penjualan perdana ZenFone Max Pro M2:
1. Asus Exclusive Store – Medan Plaza Medan Fair Lt.4 No. 40-42 Medan
2. Duta Ponsel Jl. Jend. Sudirman No. 79, 81, 83, Pekanbaru
3. Maxx Mobile Jl. Kolonel Abunjani, Sipin – Jambi
4. Goeboek Imut Expo BEC 2, Jl. Purnawarman 13-15, Lt. LG Main Road (Depan Blok G)
5. Sinar Mas Selular Matahari Plaza Simpang Lima, Lt. 1 Semarang (Depan Escalator naik)
6. Hartono Mobile (Hartono Elektronika) WTC Lt. 5 No. 5028 E-Mall Surabaya
7. Cellular World Jl. Teuku Umar, Denpasar
8. (M) Deltasindo Sagita Mandiri – Jayapura Jl. Raya Sentani Rt.001/010 Waena Jayapura
9. Surya Phone – Samarinda Jl. KH. Abul Hasan No.36 Samarinda
10. Rappang Cellular (AES Bekasi) Bekasi Cyberpark, Lt. GFX-AT03 – Bekasi
11. Prima Phone (AES Roxy) ITC ROXY MAS Lt. Dasar No 5 – Jakarta Pusat
12. CV Mobile generation/Aries Cell (AES Cempaka Mas) ITC CEMPAKA MAS Lt.4 Blok G No. 491, Jakarta

Zenfone Max Pro M2 hadir dengan bentangan 6,3 inch dengan resolusi Full HD. Bagian layar ini dilindungi Corning Gorilla Glass 6.

Ponsel ini ditengarai Snapdragon 660. Ada tiga pilihan RAM yakni 3 GB, 4 GB dan 6 GB. Sementara ruang penyimpanannya 32 GB dan 64 GB. Bila kurang terdapat slot microSD yang mendukung hingga 2 TB.

Kamera utama di belakang mengusung sensor Sony IMX486 dengan ukuran 12 MP dan aperture f/1.8. Kamera keduanya berukuran 5 MP. Untuk selfie ada kamera 13 MP.

Zenfone Max Pro M2 punya baterai 5.000 mAh, mendukung dual SIM Card. Koneksi yang tersedia WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth 5.0 dan 4G LTE.

Berikut harganya:

– Zenfone Max Pro M2 RAM 3 GB/ROM 32 GB Rp 2,799 juta
– Zenfone Max Pro M2 RAM 4 GB/64Gb Rp 3,199 juta
– Zenfone Max Pro M2 RAM 6 GB/ROM 64 GB Rp 3,699 juta. (rel/mea)

Tunjukkan Boarding Pass, Naik Damri Gratis

Trans Mebidang
Trans Mebidang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara yang ingin berlibur ke Danau Toba. Selama libur Natal dan Tahun Baru, para wisatawan akan mendapatkan fasilitas gratis berkeliling menggunakan shuttle bus Damri hanya dengan menunjukkan boarding pass. Fasilitas tersebut akan memudahkan wisatawan berkunjung ke tempat-tempat atraksi di Danau Toba.

Fasilitas transportasi ini buah dari kerja sama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan Damri yang menyelenggarakan paket wisata agar wisatawan bisa bergerak di Danau Toba. Di mana, alat transportasi juga menjadi isu penting dalam pariwisata Danau Toba. Apalagi selama ini, banyak masyarakat yang juga menggunakan kendaraan pribadi ke Danau Toba. Sehingga, di saat tertentu bisa menyebabkan kemacetan.

Karenanya, BPODT menyediakan transportasi terjadwal yang gratis untuk wisatawan dengan bus DAMRI selama Bulan Desember dan cukup menunjukkan boarding pass.

“Kita bikin empat rute, Silangit-Parapat, Silangit-Hutaginjang jadi ada shuttle return. Lalu ada shuttle yang berkeliling di Balige dan Parapat,” kata Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo kepada wartawan dalam Seminar Menggali Narasi Toba di Gaharu Room, Hotel Grand Aston, Kamis (13/12).

Dia berharap, dengan adanya bus Damri ini, wisatawan bergerak sehingga hotel dan restoran semakin banyak mendapatkan tamu.

“Jadi nanti wisatawan tidak perlu membawa kendaraan pribadi, karena sudah ada DAMRI. Rute ini kita arahkan untuk datang ke tempat atraksi. Misalnya kita mau promosi monkey forest di Parapat. Nah, shuttle ini akan ke sana sehingga monkey forest akan terpromosikan lagi dan bicara ekonomi, tentunya akan terpengaruh,” katanya

Berbicara infrastruktur, menurutnya tahun 2019 akan selesai. Pemerintah membangun infrastruktur untuk menjawab target 1 juta wisatawan. Jalan tol pasti akan jadi di Medan-Tebingtinggi selesai dan kemungkinan 2019 akan sampai Pematangsiantar.

“Kalau sampai Siantar akan sangat berbeda melihat pariwisata ke Danau Toba. Dinas Perhubungan juga sudah menganggarkan perbaikan kereta api dari Medan-Siantar sehingga waktu tempuh akan lebih cepat,” katanya.

Begitu juga dengan pelabuhan. Nantinya, pelabuhan akan dikelola secara profesional. Kapal Ihan Batak, tanggal 20 Desember sudah bisa beroperasi. Menurutnya, menyambut libur akhir tahun ini masyarakat maupun wisatawan tidak perlu antre dan kehilangan waktunya di antrean sehingga kelelahan dan menyebabkan sepinya hotel dan restoran. “Mereka harus punya waktu untuk membelanjakan uangnya mengunjungi tempat-tempat yang menarik,” sebutnya.

Selain infrastruktur, yang juga perlu dipersiapkan adalah sumber daya manusianya. Selain itu, industri travel operator lokal yang siap melayani wisatawan, lebih banyak restoran yang menyajikan beragam. “Tidak hanya kuliner lokal. Kalau kita ke Bali juga tak setiap hari kita disajikan makanan Bali. Ada Chinnese food, European & American food, Thailand food,” ungkapnya.

Arie juga menyebutkan, sudah ada dua akses atau pintu gerbang untuk berwisata ke Danau Toba, yakni Bandara Intenasional Kualanamu dan Bandara Internasional Silangit. Untuk Bandara Silangit, sudah ada penerbangan langsung dari Malaysia sebanyak 4 kali seminggu.

Dia berharap, akan ada penambahan frekuensi maupun airline yang baru, baik dari Malaysia dan lainnya. Pasalnya, market pertama pariwisata Danau Toba adalah Malaysia dan Singapura. Saat ini pihaknya sedang membangun koneksi dengan Tiongkok.

Selain Malaysia, Singapura dan Tiongkok, market lainnya adalah Thailand, Eropa dan Amerika. Namun untuk Eropa dan Amerika, menurutnya bisa transit di beberapa hub yang established seperti Singapura dan Malaysia.

“Kualanamu sendiri sudah bertambah, ada penerbangan langsung dari Hongkong setiap hari. Penang, Thailand dan Singapura juga sudah ada. Begitu juga dengan India yang sebenarnya juga market potensial. Dengan adanya penerbangan langsung dari sana, bisa ada peningkatan kunjungan wisata,” bebernya.

Arie menambahkan, dari target kunjungan wisata baik dari dalam dan mancanegara sebanyak 1 juta orang hingga 2019, tahun ini ditargetkan sebanyak 300.000 wisatawan asing. Sedangkan wisatawan dalam negeri, dia tidak disebutkannya. “Tapi tetap lebih tinggi angkanya dari wisatawan mancanegara,” katanya.(bbs/adz)

Erupsi Sinabung Menurun, Karo Genjot Wisata Baru

M IDRIS/Sumutpos Kepala Dinas Kabupaten Karo Mulia Barus didampingi GM Hotel Internasional Sibayak memaparkan potensi wisata baru, saat berbincang kepada wartawan, kemarin. 
M IDRIS/Sumutpos
Kepala Dinas Kabupaten Karo Mulia Barus didampingi GM Hotel Internasional Sibayak memaparkan potensi wisata baru, saat berbincang kepada wartawan, kemarin.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pascamenurunnya intensitas erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo, beberapa bulan terakhir tahun ini, kunjungan wisatawan ke daerah tersebut terus meningkat. Terlebih, terdapat kawasan wisata baru yang tengah dikembangkan oleh pelaku wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Mulia Barus mengaku, berdasarkan data terakhir tercatat 700 ribu lebih wisatawan yang telah berkunjung baik itu domestik maupun mancanegara. “Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karo mencapai 700 ribu lebih. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu (2017). Kita berharap dan yakin angka itu akan terus meningkat hingga akhir tahun dengan tambahan 10 persen lagi,” ungkap Mulia Barus saat berbincang kepada wartawan di Hotel Internasional Sibayak, kemarin.

Menurut Mulia, meningkatnya kunjungan wisatawan pada tahun ini di Tanah Karo tidak terlepas dari peran serta pelaku wisata, Taman Simalem Resort. Sebab, Taman Simalem Resort terus mengembangkan potensi-potensi wisata baru dengan bekerja sama kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

“Taman Simalem Resort telah mendapat penghargaan Indonesian Suitainable Tourism Award (ISTA), yang menduduki peringkat kedua setelah Bali pada tahun 2017. Lalu, pada tahun ini juga mendapat penghargaan sebagai Pamong Wisata Berkelanjutan. Jadi, apa yang telah diperbuat mereka patut dicontoh, karena membenahi wilayah tanpa merusak, sehingga dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang. Mereka menggabungkan sektor pariwisata dengan pertanian, yaitu agrowisata dan ecowisata,” papar Mulia.

Di antara, destinasi wisata baru di Karo yang dibenahi, jelas Mulia yakni beberapa desa di kawasan Kecamatan Merek. Seperti di Desa Dokan yang dijadikan wisata budaya kearifan lokal. Desa ini juga dikembangkan sektor pertaniannya dengan sistem organik, dimana kelompok tani diberikan pelatihan dan pembekalan untuk menerapkannya. Hasil dari pertanian organik bisa dijadikan buah tangan oleh para wisatawan, dan bahkan disuplai ke beberapa kabupaten/kota di Sumut hingga ke provinsi lain.

“Selain Desa Dokan, Desa Pangambaten, Desa Regaji, dan Desa Mulia Rakyat juga dibudidayakan tanaman organik. Sedangkan di Desa Tongging yang terdapat Air Terjun Sipiso-piso dikembangkan dengan menampilkan atraksi budaya dan tempat souvenir yang dibangun serta paket edukasi pertanian,” sebutnya.

Diutarakan Mulia, sektor pariwisata di Tanah Karo menjadi prioritas setelah pertanian. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan taraf hidup masyarakat. Karena, masyarakat yang sudah terpola dalam mata pencahariannya bertani, perlu dikembangkan ke sektor pariwisata dengan membuat kerajinan dan lainnya. “Pariwisata ini bisa dirasakan oleh semua kalangan, akan tetapi butuh kreativitas,” tuturnya.

Lebih lanjut Mulia mengatakan, dengan pengembangan wisata baru itu wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam saja di bumi Tanah Karo maupun Danau Toba. Melainkan, juga dapat memiliki pengetahuan tentang budaya dan pertanian.

“Kecamatan Merek menjadi kawasan strategis potensi pariwisata yang bernilai jual tinggi. Oleh sebab itu, makanya perlu terus dikembangkan dengan kreativitas. Untuk itu, sebagai dukungan pemerintah tengah diwacanakan membuat akses baru atau infrastruktur jalan menuju Tanah Karo. Jadi, nantinya tidak hanya mengandalkan jalur Medan-Berastagi tetapi jalur lain lewat di Kecamatan Merek,” imbuh Mulia.

Ia menambahkan, harapannya ke depan tetap ada yang dikembangkan Taman Simalem Resort, sehingga menjadi daya tarik atau warna tersendiri bagi destinasi wisata di Tanah Karo.

Sementara, mewakili Taman Simalem Resort, General Manager Hotel Internasional Sibayak, Dedi Nelson mengaku cukup bangga dengan sambutan dan dukungan Pemkab Karo yang terbuka untuk mengembangkan potensi wisata berkesinambungan yang ada. “Kalau kita cermati erupsi Sinabung tidak sekuat yang lama setelah Februari lalu. Karena tidak begitu aktif, ini menjadi momen atau kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk bisa lebih meningkat lagi potensi wisata,” kata Dedi.

Ia menuturkan, pada wisata baru yang terus digalakkan Taman Simalem Resort sejalan dengan harapan Menteri Pariwisata, bahwa pariwisata berkesinambungan sangat menarik untuk terus dieksplor dengan melibatkan masyarakat. “Kehadiran Taman Simalem Resort tak sekedar untuk bisnis tetapi juga memberikan kontribusi kepada pemerintah dan juga masyarakat,” tuturnya.

Dedi mengatakan, Kabupaten Karo memiliki potensi pariwisata dengan keindahan alam yang begitu luar biasa. Oleh sebab itu, sangat disayangkan bila tidak dioptimalkan dengan. Namun, perlu suatu terobosan untuk terus mengembangkan potensi wisata tersebut.

“Dalam mengembangkan ini semua, konsep utama yang perlu ditanamkan yakni melestarikan peninggalan sejarah daerah itu sendiri. Sebab, itulah yang menjadi daya tarik. Selain itu, dukungan infrastruktur dan sumber daya alam (SDM) juga dibutuhkan. Khusus SDM, perlu kreativitas dalam mengangkat potensi wisata dengan menggali kekayaan alam serta budaya lokal,” tandasnya. (ris/azw)

Pangonal Tak Ajukan Eksepsi

gusman/SUMUT POS SIDANG: Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap menjalani sidang perdana sebagai terdakwa penerima suap di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (13/12).
gusman/SUMUT POS
SIDANG: Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap menjalani sidang perdana sebagai terdakwa penerima suap di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap menjalani sidang perdana sebagai terdakwa penerima suap di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (13/12). Dalam sidang di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan itu, Pangonal yang mengenakan baju batik, tertunduk di hadapan majelis hakim yang dipimpin Irwan Efendi.

Saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dody Sukmono dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan dakwaan, Pangonal tampak tenang sembari sesekali melirik ke arah JPU. Pangonal didakwa dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Sejak 2016 sampai 2018 bertempat di Labuhanbatu atau suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Pengadilan Tipikor Medan, Pangonal Harahap menerima hadiah uang yang seluruhnya Rp42.280.000.000, serta uang sejumlah SGD 218.000 dengan rincian pada 2016 sejumlah Rp12.480.000.000, pada 2017 sejumlah Rp12.300.000.000 dan pada 2018 sejumlah Rp17.500.000.000,00 dan pecahan dollar Singapura sejumlah SGD 218.000,” ucap Dody.

Lanjut Dody, uang tersebut diserahkan Effendi Syahputra melalui orang-orang kepercayaan Pangonal, yaitu H Thamrin Ritonga, Umar Ritonga (Timses Pangonal), Baikandi Harahap (Anak) dan Abu Yazid Hasibuan yang merupakan adik ipar Pangonal. Selanjutnya, Pangonal disebutkan JPU mengkoordinir pejabat-pejabat di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu untuk mematuhinya dan meminta agar perusahaan Asiong dimenangkan dalam proyek pekerjaan.

“Bahwa Terdakwa selaku Bupati Labuhanbatu bersama-sama dengan Thamrin Ritonga (berkas terpisah) dan Umar Ritonga (buron) mengetahui atau setidaknya patut menduga bahwa penerimaan uang yang seluruhnya sejumlah Rp42.280.000.000 dan uang sejumlah SGD218.000 dari Asiong merupakan fee proyek atas pemberian beberapa proyek pekerjaan di Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018,” ucap Dody Sukmono.

JPU Dody Sukmono mengatakan, penerimaan tersebut bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku penyelenggara negara. Menanggapi itu, Hakim Ketua Irwan Effendi mempersilakan terdakwa untuk mengajukan eksepsi pada pekan depan. Irwan Effendi menanyakan pemahaman terdakwa Pangonal Harahap terhadap dakwaan yang disematkan JPU. “Paham pak. Kami tidak mengajukan eksepsi,” ucap Pangonal, yang kemudian sidang ditutup Majelis hakim hingga satu pekan ke depan.

Usai sidang, Dody Sukmono yang diburu wartawan mengatakan, kemana uang tersebut mengalir akan diungkap di persidangan, termasuk uang yang disebut Pangonal Harahap digunakan untuk biaya kampanye salah satu pasangan calon Gubernur Sumatera Utara. “Semuanya akan kita uji di persidangan. Karena Pangonal tidak mengajukan eksepsi, maka sidang akan kita lanjutkan dengan pemeriksaan saksi terkait kasus PUPR tahun 2016 hingga 2018 ini. Semuanya akan kita uji kemana uang-uangnya,” pungkas JPU.

Terpisah, Herman Kadir selaku penasehat hukum Pangonal Harahap membeberkan, jika uang hasil suap yang diterima kliennya diperuntukkan untuk pemenangan salah satu calon Gubernur Sumut lalu. Uang itu bersumber dari gratifikasi yang diduga diterima dari sejumlah proyek yang diberikan Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA), Asiong. “Dia (Pangonal) kan salah satu tim sukses, jadi dia mengeluarkan uang pribadinya sebesar Rp1,5 miliar untuk membantu tim sukses. Uang itu diakui dari gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek. Jadi memang benar itu diakui, jika uang tersebut digunakan untuk memenangkan salah satu calon,” ungkapnya.

Selain untuk pemenangan, Herman Kadir juga tidak menampik, jika uang hasil suap tersebut digunakan untuk membangun gedung kantor PDIP. “Gedung kantor PDIP salah satunya,” sebutnya.

Asiong Divonis 3 Tahun Penjara

Sementara dalam sidang terpisah, Effendy Syahputra alias Asiong terdakwa penyuap Pangonal Harahap divonis bersalah oleh majelis hakim yang dipimpin Irwan Efendi. Majelis menghukum Asiong dengan penjara 3 tahun dan denda Rp100 juta, yang juga digelar di ruang sidang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/12). “Memutuskan, mengadili terdakwa Effendy Syahputra alias Asiong dengan pidana penjara selama 3 tahun, Denda Rp100 juta Subsider 3 bulan kurungan,” ucap hakim Irwan Efendi.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan JPU dari KPK, Dody Sukmono yang menuntutnya 4 tahun penjara. Atas putusan tersebut, Asiong tidak melakukan banding dan menerima hukuman yang dijatuhkan kepadanya. “Saya terima Pak Hakim,” ucap Asiong setelah berdiskusi dengan penasihat hukumnya.

Sementara usai persidangan, Asiong mengatakan, tak bisa berbuat apa-apa. Dia mengaku telah kooperatif dalam mengungkap kasus penyuapan dari sejumlah proyek di Labuhanbatu. “Semuanya sudah saya ungkapkan di persidangan,” tandasnya.

Dalam pengakuannya, Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA) ini menyatakan, dia telah turut membantu KPK membongkar kasus tersebut. Dia juga mengatakan, selama penyidikan kooperatif dan turut mencocokkan fakta penyidikan.

Dengan kerja samanya, lanjut Asiong, Operasi Tangkap Tangan (OTT) senilai Rp500 juta yang tidak memiliki barang bukti, karena penerima uang Umar Ritonga (orang kepercayaan Pangonal) masih melarikan diri, pun menjadi kasus pemberian uang kepada Pangonal yang nilainya melebihi Rp40 miliar. “Saya ungkap semua, tidak hanya pada 2018, tapi juga pemberian pada 2016 dan 2017,” sebut Asiong.

Asiong bercerita, jerat hukum yang dihadapinya berawal saat Thamrin Ritonga, salah seorang tim sukses Pangonal Harahap, datang menemuinya pada 2016. Ketika itu Pangonal sudah terpilih, namun belum dilantik sebagai bupati.

Thamrin meminta Asiong memberikan Rp7 miliar untuk membayar utang-utang Pangonal semasa kampanye. Pengusaha ini kemudian dipertemukan dengan Pangonal di salah satu hotel di Medan, untuk membicarakan mekanisme pengembalian uang itu nantinya.

Berdasarkan dakwaan, uang itu dibayar dengan proyek yang akan didapatkan Asiong. Uang yang diberikan kepada Pangonal merupakan bagian atau fee proyek untuknya. Setelah pertemuan itu, Asiong mengatakan, dia bertemu lagi dengan Pangonal. Pertemuan itu dilakukan di pendopo Bupati Labuhanbatu, setelah pelantikan.

Asiong mengaku pihak Pangonal kerap meminta uang. “Saya terkadang kesulitan untuk memenuhinya, bahkan saya harus berutang,” ucapnya.

Meskipun pengembalian uangnya diberikan dalam bentuk proyek, Asiong mengklaim pengerjaannya tetap sesuai ketentuan. “Saya tetap menjaga kualitas proyek karena itu untuk kepentingan masyarakat Labuhanbatu,” ucap Asiong.

Dengan dasar sikap kooperatif dan turut membantu membongkar pemberian uang yang jumlahnya melebihi Rp40 miliar kepada Pangonal, Asiong memohon kepada hakim agar dia menjadi JC. Dalam perkara ini, Asiong merasa bukan pelaku utama. “Saya tidak pernah menyuap bupati. Mereka datang kepada saya untuk meminta uang. Saya tidak menyuap uang, tapi diminta. Tak pernah meminta proyek, tapi diberi proyek,” katanya.

Sebelumnya, Asiong dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (man)

48 Unit Kendaran Dinas Dilelang

.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Diperkirakan puluhan unit kendaran dinas dilingkungan Pemkab Deliserdang akan dilelang dalam waktu dekat. Disebutkan kendaran dinas yang akan dilelang itu jenis mini bus, ambulan, truk, pikap dan kendaran lainnya.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Bidang Aset Dinas Keuangan dan Aset Pemkab Deliserdang, Sarifudin Lubis, ketika dihubungi, Kamis (14/12).

Menurutnya kendaraan-kendaraan dinas itu sebelumnya dipakai beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Diterangkanya totalnya 48 unit terdiri 20 unit mini bus, ambulan 4 unit, truck 4 unit, pikap 1 unit dan kendaran roda 2 sebanyak 19 unit. Sementara lelangnya dilakukan secara terbuka oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang ada di Medan.

Katanya,untuk kendaran yang banyak dilelang berasal dari Sekretariat DPRD. Namun, untuk memastikan barang yang akan dilelang Syarifuddin Lubis melakukan peninjauan dan pengecekan ke kantor Sekretariat DPRD, Kamis, (13/12). “Sekarang lagi prosesnya penarikan dari OPD untuk kumpulin. Setelah dikumpulkan di kantor Bupati. Kemudian di satukan ke  gudang yang ada di Lubukpakam disewa. Kendaraan yang mau dilelang adalah kendaraan yang usianya 10 tahun keatas. Januari tahun depan sudah bisa dilakukanlah lelangnya,” ujar Syarifuddin Lubis.

Ia menjelaskan ada beberapa hal yang menentukan mengapa kendaraan dinas itu masuk dalam daftar lelang. Pertama karena dianggap kendaraan dinas di OPD itu melebihi dari batas maksimal jumlah kendaraan. Disebut setiap OPD, jumlah kendaraan dinas sekarang ini sudah cukup.

Selain itu umur masa manfaat kendaraan sudah habis dimana sesuai ketentuan untuk mobil bisa dilelang jika sudah memasuki usia 8 tahun.” Selain itu karena memang sudah rusak berat . Sudah ada ketentuannya itu dan diatur di Permen No 19 tahun 2016. Kalau yang ini memang banyak juga yang sudah rusak memang,”kata Syarifuddin Lubis.

Terpisah Kepala Dinas Keuangan dan Aset Pemkab Delisedang, Agus Ginting, menjelaskan sebelum digelarnya lelang kendaran dinas tersebut. Dirinnya mengundang para pimpinan OPD. Tujuanya adalah untuk menginfentalisir kendaran dinas yang akan dilelang.

“Soalnya, posisi kendaran dinas itu berada di dinas-dinas. Tentu, kendaran mana yang akan ikut sertakan untuk dilelangkan merupakan usulan dari OPD yang bersangkutan,”terangnya.

Kemudian menjadi tanggung jawab OPD bersangkutan menghadirkan kendaran dinas yang akan dilelang. Sehingga saat lelang nanti unit kendara yang akan dilelang harus tampak. Kemudian kendaran yang diusulkan dilelang harus ditarik dari pemakainnya sebelumnya.

Lanjut Agus hasil lelang kendaran dinas itu akan masuk ke Kas Daerah. Hal itu menjadi bagian Pendapatan Asli Daerah (PAD).(btr/azw)

PAD Kota Medan Bocor hingga Ratusan Miliar, Poldasu Tengah Selidiki

Sutan Siregar/SUMUT POS KETERANGAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (13/12).
Sutan Siregar/SUMUT POS
KETERANGAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan tengah dibidik aparat kepolisian. Praktik penyelenggaraan yang karut marut, kabarnya menjadi penyebab. Miliar rupiah potensi pemasukan diduga diselewengkan oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Karenanya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto tengah menyelidiki kebocoran PAD ini dan menjadi salahsatu perhatiannya. Sebab, dari hasil analisisnya, potensi PAD di tahun 2018 katanya mencapai Rp139 miliar. Namun per Oktober kemarin hanya Rp8-9 miliar.

“Ini tak wajar. Maka dari itu, tengah kita selidiki, kenapa bisa begitu. Pemerintah daerah ini kan perpanjanjangan tangan pemerintah pusat. Intinya, bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran negara di dalam kehidupannya,” ungkap Irjen Pol Agus Andrianto ketika berkunjung ke Warkop Jurnalis Jalan H Agus Salim, Kamis (13/12).

Kapoldasu menyinggung soal penyelewengan pajak dan retribusi dari sejumlah pos-pos pemasukan daerah. Di antaranya, pajak reklame, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bahkan sampai ke pemasukan dari retribusi parkir yang terjadi di Medan. Maka dari itu, Polda Sumut juga akan selidiki potensi kebocoran PAD dari pajak dan retribusi Kota Medan. Di antaranya parkir, pajak reklame, pajak IMB.

Kata Kapoldasu, data terakhir yang didapat, dari IMB target pemasukan pada 2018 yakni Rp147 miliar. Tapi sampai November baru Rp23 miliar. Berarti ada sekitar Rp124 miliar potensi lost (kehilangan). Kemudian, potensi pajak reklame ditarget Rp107 miliar dan yang baru diserap sebesar Rp12 miliar. Artinya, ada potensi lost Rp95 miliar.

Kemudian, lanjutnya, potensi parkir Rp43,8 miliar, tapi yang diserap Rp16,8 miliar. Berarti ada potensi lost Rp27 miliar. “Padahal ini kan kalau bisa diserap dengan baik, bisa digunakan untuk masyarakat,” tegas Kapoldasu.

Kapoldasu mengaku, pihaknya sudah memperingatkan Pemko Medan agar benar-benar bekerja mengumpulkan potensi-potensi pendapatan daerah.  “Inilah kesempatan saya, selama ini saya tinggal di Sumut, dan ini kesempatan terakhir saya selagi menjabat Kapolda Sumut. Kita dorong dan desak Pemko Medan untuk meraup seluruh potensi-potensi itu demi kebaikan. Masa untuk yang baik gak mau,” katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtama yang turut hadir dalam kesempatan itu mengaku, pihaknya sudah mengimbau secara persuasive, selain akan melakukan tindakan tegas terkait dugaan penyelewengan-penyelewengan yang berpotensi menyebabkan kebocoran PAD tersebut.

“Seperti kemarin, kita ada melakukan OTT soal permainan pajak restaurant. Pertama, caranya akan diimbau untuk berbenah, kalau tidak mau dicubit, kalau gak juga mau kita tindak,” tegasnya.

Rony Samtama mengatakan, sejumlah penyelewengan-penyelewengan itu dikarenakan adanya tangan-tangan tak terlihat dan tersentuh yang bermain. “Ada banyak invisible hand yang bermain di sana. Makanya, itu yang menyebabkan kebocoran-kebocoran tadi terjadi,” kata Rony Samtama.

Rony menyebut, selama ini modus yang dilakukan oleh para pelaku pengemplang pajak reklame itu adalah dengan memajang foto-foto pejabat daerah. “Tujuannya agar reklame-reklame bermasalah itu tidak ditertibkan. Nah, hal ini sedang kami selidiki dan akan dicari siapa yang bertanggungjawab mulai penyedia hingga penggunanya,” tegas Rony.

Pos-pos yang menjadi potensi penyelewengan, menurut perwira polisi berpangkat tiga melati emas itu, di antaranya, pendidikan, kesehatan, pelayanan terpadu, dinas sosial, Badan Lingkungan Hidup (BLH), kebersihan, Pekerjaan Umum (PU).

“Dalam program 100 hari Kapolda Sumut, beliau sudah menegaskan dan memaksa agar Pemko Medan bekerja maksimal. Jangan sampai ada penyelewengan. Bila tidak, akan ditindak,” bilang Rony.

Kata dia, untuk di Medan sudah 2408 reklame tak berizin yang ditindak dan masih sisa 600-700 reklame besar yang berjalan untuk ditertibkan. (dvs/ila)

Bupati Langkat Kukuhkan FPK

Foto Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH saat melantik pengurus FPK Kabupaten Langkat priode 2017-2022
Foto Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH saat melantik pengurus FPK Kabupaten Langkat priode 2017-2022

LANGKAT, SUMUTPOS.COM – Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH melantik dan mengukuhan pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Langkat priode 2017-2022 di Euang Pola Kantor Bupati Langkat Stabat, Rabu (12/12).

Bupati Langkat pada sambutannya, selain mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang telah dilantik, juga menyarankan, agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah jabatanya, sesuai ketentuan organisasi.

“Organisasi ini kedudukannya sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI, untuk itu diharapkan dikepengurusan yang baru ini, mampu menjalankan dari masing-masing  fungsinya dengan baik,” ujarnya.

Bupati Langkat juga  berharap,  forum ini  dapat menjadi pengajar semangat persatuan, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, untuk berfikir cerdas dan jernih serta bertidak secara terhormat dan berlaku secara santun dalam menyikapi suatu persoalan.

“Untuk itu, kepada seluruh pegurus FPK, tampilah sebagai pribadi yang bijak dan penuh ketauladanan agar marwah forum ini terjaga dengan baik dan menjadi contoh generasi muda,” imbuhnya.

Sembari menyarankan agar FPK  dapat mengutamakan koordinasi serta komunikasi ke berbagai pihak termasuk Ormas dan OKP  agar saling bersinergi dalam pelaksanan tugas dan fungsi organisasi. Seperti menjaga kenyaman dan ketentraman bumi bertuah ini, terutama menjelang tahun politik 2019 mendatang.

Ketua FPK priode 2017-2021 Drs Syahrizal MZ, mengucapakan terima kasih atas dukungan Bupati Langkat pada acara pengukuhan ini. Serta berharap kepada Bupati Langkat terpilih nantinya juga mendukung program FPK dalam menjaga kebhinekaan di bumi bertuah khususnya.(bam/azw)

LPTQ Jaring 23 Hafizh dan hafizah Cilik Masa Depan Sumut

ZAHRA: Ketua Harian LPTQ Sumut Dr H Asren Nasution MA menyerahkan hadiah pada hafizhah terbaik 1 Juz dan tilawah Zahra Shafira (10 tahun).
ZAHRA: Ketua Harian LPTQ Sumut Dr H Asren Nasution MA menyerahkan hadiah pada hafizhah terbaik 1 Juz dan tilawah Zahra Shafira (10 tahun).

SUMUTPOS.CO – Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut yang digelar pada 10-12 Desember 2018 di Kampus Univa Medan berlangsung sukses. Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut berhasil menjaring 23 hafizh dan hafizah cilik masa depan Sumut.

KEBERHASILAN LPTQ Sumut menjaring 23 hafizh dan hafizhah cilik masa depan dalam Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut yang pertama kali diadakan ini langsung disyukuri.

‘’Ternyata Sumut sudah punya kader muda berbakat untuk cabang Tahfizh 1 juz hingga 30 juz. Alhamdulillah. Target kami tercapai. Kita sudah bisa petakan basis-basis pembinaan cabang Tahfizh,’’ kata Ketua Harian LPTQ Sumut, Dr H Asren Nasution MA pada penutupan MHQ Tahun 2018 tersebut.

Asren Nasution mengakui bahwa dalam MHQ perdana ini sebenarnya masih banyak siswa maupun santri dari seluruh sekolah, madrasah maupun pesantren di Sumut yang belum ikut menjadi peserta.

‘’Tapi LPTQ Sumut sudah punya gambaran pola pembinaan untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) 2020 di Sumatera Barat. Prestasi tiga besar pada MTQN 2018 di Sumut diharapkan dapat dipertahankan. Bahkan Sumut dapat menjadi juara umum,’’ harap Asren Nasution.

Ia menegaskan, bahwa pola pencarian bibit hafizh dan hafizhah melalui musabaqah terbuka ini akan terus dilanjutkan dengan ruang lingkup lebih luas lagi dimasa mendatang. ‘’Luar biasa. Moral dan moril hafizh dan hafizhah cilik terangkat. Mereka bisa tampil dilevel provinsi. Ini efektif sekali,’’ imbuh Asren Nasution.

PENUTUPAN: Ketua Harian LPTQ Sumut Dr H Asren Nasution MA memberi sambutan pada penutupan MHQ Tahun 2018, Rabu (12/12).

Staf Ahli Gubsu ini menambahkan, bahwa hasil MHQ Tahun 2018 ini diserahkan kepada LPTQ kabupaten/kota di Sumut sesuai dengan posisi sekolah dan madrasah dari para juara MHQ. ‘’Kita berharap hasil MHQ dapat diteruskan oleh LPTQ kabupaten maupun kota di Sumut. Sehingga pada saat STQ dan MTQ Nasional dimasa mendatang, mereka dapat memperkuat kabupaten/kota masing-masing. Ini bentuk kerja sama sinergitas LPTQ Provsu dan LPTQ kabupaten/kota dengan sekolah, madrasah maupun pondok pesantren. Kita berhasil hebat jika mampu bersinergi,’’ tegasnya.

Perlu diketahui Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi diwakili Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah membuka MHQ antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut menyebutkan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata untuk pembinaan dan pengembangan hafizh dan hafizah potensial berprestasi di Sumut.

Pembukaan MHQ Tahun 2018 ini dihadiri Kepala Kemenag Sumut H Iwan Zulhami SH MAP, Ketua Harian LPTQ Sumut Dr H Asren Nasution MA dan undangan lain. Sedangkan acara penutupan MHQ Tahun 2018, dihadiri Rektor Univa Medan Drs H Jamiluddin Marpaung MA dan Kabid Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Sumut, Drs H Abdul Rahman Harahap MA dan sejumlah undangan.

Asren Nasution, Abdul Rahman Harahap dan Jamiluddin Marpaung menyerahkan piala dan uang pembinaan ke para juara MHQ Tahun 2018. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. (*)

4 Rumah di Tobasa Diterjang Longsor, 8 Orang Tewas, 2 Hilang, 5 Selamat

istimewa for sumut pos LONGSOR: Warga berkerumun ingin menyaksikan tim gabungan melakukan pencarian para korban yang tertimbun longsor, Kamis (13/12).
istimewa for sumut pos
LONGSOR: Warga berkerumun ingin menyaksikan tim gabungan melakukan pencarian para korban yang tertimbun longsor, Kamis (13/12).

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Bencana longsor kembali terjadi di Sumatera Utara. Setelah Mandailing Natal dan Nias Selatan, kali ini Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mengalami cobaan serupa. Sedikitnya 8 orang yang masih memiliki ikatan keluarga, meninggal dunia dalam bencana alam tersebut.

BERDASARKAN data yang diperoleh Sumut Pos dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, total sementara korban longsor yang terjadi di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Tobasa berjumlah 15 orang. Delapan orang di antaranya meninggal dunia atas nama Jones Tambunan, Nurcahaya Marpaung, Sumadi Tambunan, Amri Tambunan, Sarli Tambunan, Mantu Tambunan, Rosdiana Nainggolan dan Nia Marpaung.

Selanjutnya, korban selamat atas nama Jecky Marpaung, Alfeno Marpaung, Saur Sitorus, Jefri Simangunsong dan Lisbet. “Sisa dua orang lagi belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim,” kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos, tadi malam.

“Longsor terjadi Kamis, 13 Desember dini hari pukul 02.00 WIB, diakibatkan hujan dengan intensitas lama dan terjadi di wilayah Kecamatan Pintu Pohan. Akibat peristiwa ini, empat rumah tertimbun longsor,” sambungnya.

Dia mengungkapkan aksi darurat yang sudah dilakukan antara lain; tim terpadu sudah siaga sejak pagi (tengah malam) di lokasi kejadian, di mana, terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Tagana dan Satpol PP, melakukan evakuasi dan pencarian korban dan membersihkan lokasi, mengerahkan alat berat sejak tengah malam dan sampai dengan sekarang. “BPBD Provsu sudah melakukan pendampingan kepada jajaran Pemkab Tobasa. Alat berat dari Dinas PU pun senantiasa di-standby-kan di beberapa lokasi jalan nasional dan provinsi pada titik rawan longsor dan di kawasan permukiman,” katanya.

Pada kesempatan itu pihaknya kembali mengingatkan tentang surat edaran Gubernur Sumut kepada bupati/wali kota akan peringatan dini cuaca yang dikirimkan sebelumnya. “Begitupun kami akan menginfokan itu kembali kepada seluruh kepala daerah di Sumut untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan, mengingat cuaca ekstrem akan terus terjadi sampai akhir Desember 2018. Selain itu sesuai saran kami ke bapak gubernur, agar Pemprovsu dapat memberi santunan sebagai bukti pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat (korban, Red). Petunjuk selanjutnya kami masih menunggu dari beliau,” katanya.

Sementara adapun upaya lain yang telah dilakukan Pemkab Tobasa, lanjut Riadil, sudah mengevakusi korban pada dini hari itu juga dengan mengerahkan satgas BPBD yang dibantu instansi terkait dan masyarakat, mendirikan posko bencana di Inalum dan memberikan santunan melalui Dinsos kepada korban longsor.

“Disampaikan juga bahwa situasi di lokasi saat ini hujan, dan tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian korban,” katanya seraya belum dapat memastikan korban meninggal dunia merupakan satu keluarga.

 

Longsor Terjadi Tiga Kali

Kepala Pelaksana BPBD Tobasa, Herbet Pasaribu mengakui, hingga Kamis (13/12) sore total delapan korban tewas yang ditemukan, serta tiga orang lagi dalam pencarian, dan juga tiga orang selamat. “Tadi (Rabu) malam, dua tewas ditemukan dan tiga selamat, lalu pada hari ini (Kamis) ditemukan lagi enam korban tewas. Sementara yang lain masih dalam proses pencarian,” ujar Herbet.

Menurutnya, timbunan longsor bercampur lumpur serta tanah liat yang tebal mempersulit pencarian. Badan jalan yang menghubungkan kabupaten Tobasa ke Kabupaten Asahan itu sempat lumpuh hingga pukul 16.00 WIB. Panjangnya longsoran tersebut kurang lebih 300 meter dengan lebar 100 meter. Saat evakuasi, tanah liat yang menimbun rumah korban tersebut dialiri air yang berasal dari tebing yang kontur kemiringan tanahnya cukup terjal.

Warga setempat sekaligus keluarga korban, Surung Panjaitan (50) mengaku, saat kejadian tidak ada suara gemuruh. Proses longsor berlangsung cepat. Tidak sampai satu menit, empat rumah tersebut langsung tertimbun. “Tidak sempat ada suara gemuruh, longsornya berlangsug cepat dan rumah berlangsung tertimbun,” ujar pria yang masih memiliki hubungan kerabat dengan para korban.

Posisi rumah tersebut berbeda dengan rumah lainnya. Satu rumah di sebelah atas atau sebelah kiri badan jalan jika dari Arah PT Inalum dan sebaliknya, tiga rumah di sebelah bawah atau sebelah kanan badan jalan.

Mengetahui longsor, Surung keluar dari rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Dia membangunkan tetangganya untuk ikut mencoba memberikan pertolongan. Namun, timbunan longsor terlalu tinggi serta disertai hujan turun.

Katanya, longsor besar terjadi hingga tiga kali. Pertama pada pukul 00.00 WIB, yang langsung menimbun empat rumah sekaligus. Lalu, longsor kedua terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat longsor kedua, seorang warga bernama Sultan Japri Marpaung hilang dan kini masih dalam pencarian. Kemudian longsor ketiga terjadi pada Kamis (13/12) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Longsor susulan ini sempat menyeret alat berat yang sedang beroperasi mengevakuasi ke dalam jurang. Beruntung operator alat berat, Alexander Simorangkir berhasil menyelamatkan diri.

Menurut Surung, semua korban masih ada ikatan keluarga, dan masih kakak beradik antara rumah yang satu dengan rumah yang lainnya. Adapun pada posisi rumah sebelah atas badan jalan yakni dihuni Jones Tambunan (45), istrinya Nurcahaya Marpaung (40), lalu Ambrin Tambunan (13), Ahmadi Tambunan (23) serta ayahnya Bantu Tambunan (70). Semuanya meninggal dunia. Sedangkan Easter Tambunan (30), dan Reihand Siagian (3), keduanya berada di Pekanbaru.

Saat dievakuasi, Jones Tambunan dan keluarganya terlihat sudah mengenakan selimut. Diyakini, mereka sudah tertidur saat kejadian.

Sedangkan korban yang rumahnya di bawah badan jalan yakni lima orang, Kasmer Marpaung (39) belum ditemukan, istrinya Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15) meninggal. Sedangkan dua anaknya yang selamat yakni Alpen Marpaung (12) dan Jelli Marpaung (5). Sedangkan satu rumah yang terimbun longsor merupakan rumah yang tidak berpenghuni.

Sedangkan rumah paling pinggir, dihuni Saor Sitorus, selamat, Jetro Simangunsong pun selamat karena sedang tidak di rumah, termasuk Elisabet br Sihotang juga selamat. “Kebetulan mereka mungkin masih menonton dan nantulang itu sudah tidur. Dari belakang mereka lari. Itulah yang selamat dan yang paling pinggir rumahya,” tambah Surung.

Sementara Bupati Toba Samosir Darwin Siagian dan wakilnya Hulman sitorus langsung meninjau lokasi longsor. Menurut Darwin, semua korban dilarikan ke klinik PT Inalum. Sedangkan warga lainnya yang selamat mengungsi.

Disebutkannya, peristiwa longsornya bukit dan menimpa rumah warga sekaligus penghuninya itu, kini dalam penanganan dan pencarian, baik tim Basarnas, warga, polisi,TNI, elemen masyarakat, dan instansi di lingkungan Pemkab Tobasa, juga dari PT Inalum dan TPL.

Darwin yang didampingi Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus menyebutkan, terjadinya longsor diduga karena intensitas hujan tinggi yang berlangsung setiap hari. “Seminggu terakhir hujan deras. Kemungkinan itulah yang membuat tanah bergeser dan terjadinya longsor dan menutup jalan sekaligus rumah warga,” paparnya.

Menindaklanjuti pencarian warga yang saat ini diperkirakan hilang sebanyak 3 orang, kata Hulman Sitorus, akan tetap diupayakan pencarian oleh tim. “Alat berat dari Pemkab, PT Inalum, dan PT TPL masih tetap bekerja keras mencari korban serta membuka jalan agar warga pengguna jalan bisa melanjutkan aktivitasnya,” pungkas Bupati.

 

Sejak Januari, 430 Kali Longsor di Indonesia

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, memasuki musim penghujan periode ini, bencana longsor akan terus terjadi. Frekuensi longsor terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. “Jutaan masyarakat terpapar dari ancaman longsor dengan  kemampuan mitigasi bencana yang masih minus. Akibatnya, longsor sering menelan korban jiwa,” kata Sutopo.

Menurutnya, longsor terus terjadi cukup merata di beberapa wilayah di Indonesia. Tercatat, sudah terjadi 430 kejadian bencana longsor di Indonesia sejak 1 Januari hingga 13 Desember 2018. Dampak yang ditimbulkan, 129 orang meninggal dan hilang, 115 orang luka-luka, 37.933 orang mengungsi dan terdampak, dan 1.948 rumah rusak.

Diperkirakan bencana longsor akan terus meningkat seiring meningkatkan curah hujan. Puncak hujan periode ini sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari-Februari 2019 mendatang. “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Prediksi daerah rawan longsor bulanan di seluruh Indonesia dapat dilihat pada website PVMBG. Bahkan hingga tingkat kecamatan dengan tingkat bahayanya dari rendah, sedang dan tinggi. BPBD, aparat lain dan masyarakat dapat menggunakan peta tersebut sebagai rujukan untuk meningkatkan sosialisasi dan kewaspadaannya,” bebernya.

Mitigasi bencana longsor, baik struktural dan nonstructural, masih perlu ditingkatkan. Sistem peringatan dini longsor masih sangat terbatas jumlahnya. Hanya sekitar 300-400 unit yang ada di daerah rawan longsor, sementara kebutuhannya lebih dari ratusan ribu unit. “Terbatasnya anggaran baik APBN dan APBD menyebabkan belum semua daerah rawan longsor memiliki peringatan dini longsor. Peran dunia usaha dan BUMN/BUMD juga masih sangat minim membantu pengadaaan alat ini di daerah operasinya. Begitu juga sosialisasi masyarakat mengenai antisipasi longsor juga masih perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya.  (prn)

14 Unit Papan Reklame Dibongkar

istimewa/sumut pos PAPAN REKLAME: Tim Gabungan Pemko Medan menumbangkan papan reklame bermasalah mulai Rabu (12/12) malam sampai Kamis (13/12).
istimewa/sumut pos
PAPAN REKLAME: Tim Gabungan Pemko Medan menumbangkan papan reklame bermasalah mulai Rabu (12/12) malam sampai Kamis (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Pemko Medan kembali  menggebrak papan reklame bermasalah.  Sebanyak 14 unit papan reklame bermasalah mulai Rabu (12/12) malam sampai Kamis (13/12) telah ditumbangkan. Dari 14 papan reklame yang ditumbangkan itu, 4 unit ditumbangkan tim gabungan, sedangkan 10 unit lagi bongkar sendiri papan reklamenya.

Meski  pembongkaran  dimulai pukul 22.00 WIB, namun  tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sebab, tim gabungan lebih dulu menutup sebagian jalan dan turun mengatur arus lalu lintas sehingga kendaraan bermotor yang melintas berjalan dengan lancar. Ditambah lagi, personel yang diturunkan melakukan pembongkaran pun sudah terlatih sehingga pembongkaran berjalan lancar.

Ada pun lokasi 4 papan reklame bermasalah yang dibongkar tim gabungan berada di Jalan Gator Subroto dengan ukuran 5 x 10 meter sebanyak 2 unit dan 4 x 6 meter sebanyak 2 unit.  Guna mendukung kelancaran proses pembongkaran yang dilakukan, mobil crane dan peralatan las pun diturunkan .

Sebelum  keempat papan reklame diratakan dengan tanah, tim gabungan lebih dahulu memutuskan aliran listrik. Tanpa kesulitan tim gabungan pun berhasil  ‘menebang’ keempat papan reklame bermasalah yang selama ini berdiri tanpa izin. Seluruh  material papan reklame yang dibongkar selanjutnya dibawa menuju Lapangan Cadika  Pramuka di Jalan Karya Wisata Medan.

“Pembongkaran dilakukan karena keempat papan reklame itu tidak memiliki izin. Pemiliknya sudah kita ingatkan terkait pelanggaran yang telah dilakukan dan kita minta dibongkar sendiri. Lantaran tak kunjung dibongkar, malam ini kita turunkan tim gabungan untuk membongkarnya. Alhamdulillah, proses pembongkaran berjalan dengan lancar,” kata Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan.

Mantan Kabag Tata Pemerintahan Setdako Medan itu selanjutnya kembali menghimbau kepada pengusaha advertising untuk segera membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya yang sampai saat ini masih berdiri. Sebab, Pemko Medan tidak mentolerir sedikit pun keberadaan papan reklame.

“Tinggal pilih saja, kalau tidak dibongkar sendiri, kita lah yang membongkarnya. Cuma saja kalau kita yang membongkar, seluruh material  papan reklame hasil pembongkaran kita amankan,” tegasnya.

Selain  menumbangkan 4 papan reklame bermasalah, tim gabungan juga memutuskan aliran listrik yang mengaliri 7 titik papan reklame di Jalan Kapten Muslim, persisnya seputaran Millenium Plaza sampai dengan simpang Jalan Gaperta. Ketujuh meteran listrik milik PLN itu diamankan tim gabungan.

Di saat tim gabungan melakukan pembongkaran papan reklame bermasalah di Jalan Gatot Subroto,  sejumlah pengusaha advertising juga membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya di lokasi yang sama. Ada 7 unit papan reklame bermasalah yang dibongkar sendiri berukuran 4 x 6 meter sebanyak 1  unit dan 4 x 8 meter sebanyak 5 unit . Kemudian  Jalan Kapten Muslim ada 3 unit ukuran 5 x 10 meter.

Sebelumnya, Senin (10/12) jelang tengah malam, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) juga telah membongkar 2 unit videotron tanpa izin diJalan Imam Bonjol ( trotoar Bank Sumut) dan Jalan Sisingamangaraja. (trotoar Yuk Simp Raya).

Dengan demikian sudah 7 unit videotron yang telah dibongkar bekerjasama dengan tim teknis dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan  serta berkoordinasi dengan PLN untuk memutuskan aliran listrik. Denagn pemutusan aliran listrik yang dilakukan ada 3 VT telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya dan 4 lainnya tdk bisa tayang materi. (ris/ila)