Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara – Unggul Sitanggang, Ketua Komite II DPD RI SUMUT – Parlindungan Purba S.H., MM, dan General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel – Agus Sumirat saat melakukan prosesi tanya jawab dalam acara penyerahan donasi berupa baju seragam untuk 730 Pramuwisata Sumut yang dilakukan di Graha Merah Putih Telkomsel (2/12).
(Ki-ka): Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara – Unggul Sitanggang, Ketua Komite II DPD RI SUMUT – Parlindungan Purba S.H., MM, dan General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel – Agus Sumirat saat melakukan prosesi tanya jawab dalam acara penyerahan donasi berupa baju seragam untuk 730 Pramuwisata Sumut yang dilakukan di Graha Merah Putih Telkomsel (2/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mewujudkan kerjasama yang baik dengan pemerintah Indonesia, Telkomsel kembali memberikan dukungannya bagi sektor pariwisata Sumut, dengan menyiapkan baju seragam khusus yang akan dipakai oleh para pramuwisata selama melayani para wisatawan baik domestik dan luar negeri.
Baju seragam berbentuk rompi ini nantinya akan digunakan oleh seluruh tour guide yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia selama bertugas memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung.
General Manager Sales Regional Sumbagut – Agus Sumirat mengatakan “ Telkomsel kembali berkontribusi bagi sektor pariwisata SUMUT dengan memberikan bantuan donasi berupa baju seragam kepada para pramuwisata. Dengan memakai rompi dari Telkomsel ini diharapkan dapat menjadi atribut pendukung yang positif bagi para tour guide dalam menjalankan tugasnya”.
Penyerahan bantuan seragam dilaksanakan di Gedung Graha Merah Putih Telkomsel Medan (4/12). Pihak Telkomsel turut hadir yakni Agus Sumirat, General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel yang secara langsung menyematkan rompi kepada perwakilan pramuwisata yang hadir dan disaksikan langsung oleh Ketua Komite II DPD RI Sumut – Parlindungan Purba.
Disiapkannya seragam khusus ini, tentu memiliki arti sendiri bagi Telkomsel. Pentingnya berpakaian yang baik dan rapi didukung dengan komunikasi yang baik tentu akan memberikan kesan yang baik dimata pengunjung yang datang. Ditambah lagi dengan rompi ini, tentu akan memberi nilai tambah penampilan para pramuwisata saat berinteraksi mempromosikan berbagai destinasi wisata kepada wisatawan.
Lewat kerjasama ini pula, Telkomsel akan menjadikan 732 tour guide yang tersebar di seluruh wilayah yang tersebar di Sumatera Utara untuk dijadikan sebagai promotor resmi (reseller) berbagai produk-produk Telkomsel untuk para wisatawan. Harapan kedepan, Telkomsel dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas sebagai operator Telekomunikasi yang memiliki jaringan dan koneksi terluas dan terdepan di Indonesia.
“Dengan memastikan bahwa eksosistem pariwisata di SUMUT berjalan optimal, tentunya Telkomsel juga memastikan bahwa optimalisasi jaringan komunikasi selular berjalan dengan baik di daerah-daerah pelosok terutama di berbagai destinasi wisata lokal. Dengan demikian, baik pramuwisata, wisatawan serta masyarakat luas dapat terus berkomunikasi dengan lancar setiap hari”, tutup Agus. (rel)
NDUGA, SUMUTPOS.CO – Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri terus berupaya mengevakuasi korban pembantaian yang merupakan pekerja PT. Istaka Karya, di Nduga, Papua.
Sedikitnya ada 19 orang tewas dibantai kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Menurutnya, dari keterangan salah satu korban selamat dengan inisial JA, kejadian bermula ketika PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja pada 1 Desember.
Pasalnya, pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.
Lalu, pada pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangi tempat PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar. Mereka digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer.
“Lalu, Minggu, 2 Desember 2018 pukul 07.00 seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok,” kata Aidi dalam keterangannya, Rabu (5/12).
Tidak lama kemudian, para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah.
Setelah itu KKB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. Sementara, sebelas orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya, mereka terlihat oleh KKB sehingga dikejar.
“Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKB (meninggal di tempat), enam berhasil melarikan diri ke arah Mbua. Dua orang di antaranya belum ditemukan dam empat orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” katanya.
Insiden ini berlanjut pada 3 Desember sekitar pukul 05.00 WIT, pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak, rupanya mereka tetap melakukan pengejaran.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usulan pembangunan jalan tol atau jalan layang di jalur lintas Medan-Berastagi terus diseriusi. Rencananya hari ini, Rabu (5/12), Komisi D DPRD Sumut bersama enam kepala daerah akan mendatangi Komisi V DPR RI untuk menyampaikan usulan pembangunan jalan tol/layang tersebut. Mereka ingin mendorong percepatan proyek infrastruktur tersebut agar segera terealisasi dalam waktu dekat.
SEKRETARIS Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menyebutkan, perlu ada dorongan langsung dari legislatif tingkat provinsi maupun kepala-kepala daerah ke tingkat pusat. Sebab, kondsi jalur Medan-Karo memiliki medan yang cukup rawan, khususnya pada tikungan di Sibolangit dan Bandar Baru. Sebab selain curam, seringkali menyebabkan macet panjang saat arus kendaraan padat.
“Karena ini kan proses penyusunan anggarannya bertingkat. Jadi harus berasal dari bawah dulu. Sehingga mungkin Kementerian Pekerjaan Umum (PU) belum melihat ini sebagai sesuatu yang mendesak,” ujar Sutrisno usai rapat kerja bersama Bappeda Provsu, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu, Balai Besar Pelaksanaan Nasional Wilayah I Medan, Bupati Karo, Bupati Dairi, Bupati Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, dan Pemkab Pakpak Bharat, Selasa (4/12).
Sutrisno sendiri mengaku sudah mendengar komitmen dari para kepala daerah yang hadir. “Bupati Karo Terkelin Brahmana sangat mendukung pembangunan tol Medan – Berastagi. Jika butuh dukungan administrasi, Pemkab Karo bersedia melengkapinya, jika diminta,” kata Sutrisno membacakan komitmen Bupati Karo.
Hal senada juga disampaikan para kepala daerah lainnya. Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing menegaskan, pada prinsipnya Pemkab Dairi sangat mendukung pembangunan tol Medan-Berastagi, karena selama ini banyak masyarakat Dairi mengeluh jika terjadi kemacetan berjam-jam. Dimana hasil pertanian yang mau dijual ke Medan seperti jeruk dan durian sering terlambat, hingga pengusaha dan petani mnegakami kerugian.
Hal yang sama juga dikatakan Pemkab Pakpak Bharat yang diwakili pejabat di Dinas PUPR. Dengan begitu, sebut Sutrisno Pangaribuan, para kepala daerah mendukung penuh gagasan Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) untuk melobi pemerintah pusat terkait jalan tol Medan-Berastagi ini. “Kalau ini sudah bisa diusulkan dan masuk di anggaran APBN, tentu kita akan mendesak segera diproses. Seperti lelang, sudah bisa dilakukan lelang konsultan. Karena seperti di Sibolangit itu tikungan patah. Jadi perlu dibangun agar medannya jadi lebih mudah,” ungkapnya.
Usulan pembangunan tersebut, lanjut Sutrisno, seperti yang dibuat di Sumatera Barat tepatnya di Kelok Sembilan. Dimana jalur yang lama, dibangun jalan layang memutar dengan badan jalan yang lebih lebar dan memutar. Sehingga kondisinya tidak lagi membahayakan dan rentan terjadi macet. “Jadi nanti usulannya seperti di Sumatera Barat, dibuat jalan memutar lebih jauh. Kita akan bawa ini ke Komisi 5 DPR RI. Anggaranya sekitar Rp500 Miliar. Ini yang sudah digagas para cendikiawan Karo,” sebutnya.
Selain itu, Sutrisno juga mengatakan, rencananya hari ini, mereka membawa sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Medan, Bupati Deli Serdang, Karo, Dairi, Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan ke Jakarta. Sebab, keenam daerah ini yang akan terdampak rencana pembangunan jalan tol/layang tersebut. Ditambah lagi, banyak objek wisata yang berada di lima kabupaten tersebut.
Sebelumnya Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) mengatakan, jalan Medan-Berastagi saat ini sangat tidak layak sebagai akses utama penghubung dua daerah ini. Pasalnya, selain volume kendaraan yang terus meningkat, beberapa titik di kawasan perbukitan dan pegunungan, rawan longsor. Kedua kondisi itu, bisa membuat antrean kendaraan hingga kemacetan sampai enam jam lebih.
Ketua ICK Dr Budi D Sinulingga saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi D DPRD Sumut bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Medan beberapa waktu lalu. Menurutnya fokus pembangunan infrastruktur jalan dari Medan menuju Danau Toba sudah sangat banyak. Diantaranya tol Medan-Sei Rampah, Bandara Silangit, Bandara Sibisa, Kereta Api Medan-Pematang Siantar serta jalur umum. Ditambah lagi rencana tol Tebing Tinggi-Parapat. Sedangkan Medan-Berastagi, kondisinya sudah sangat kurang.
“Kami khawatir akan terjadi perpindahan minat turis dari kawasan utara Danau Toba ke selatan dan timur. Kemudian, komoditi kawasan utara akan kurang memiliki daya saing sehingga terjadi disparitas pembangunan serta terjadi gangguan aktivitas sosial budaya misal acara adat perkawinan dan kematian,” sebutnya.
Pihaknya pun mengusulkan peningkatan jalan Medan-Berastagi memakai jembatan beton (cantilver) pada black spot seperti pola jalan Kelok Sembilan di Sumatera Barat. “Atau penembokan pada titik rawan longsor, pelebaran pada titik yang bisa dikabarkan atau pembangunan jalan Rawasering menjadi tol atau non tol 3 jalur dengan panjang 90 km,” tambahnya yang juga mengatakan, estimasi anggaran untuk peningkatan Jalan Medan-Brastagi sekitar Rp4 Triliun.
Berdasarkan pengalaman yang terjadi, jalan Medan-Berastagi kerap mengalami kemacetan panjang, khususnya pada akhir pekan dan hari libur nasional. Seperti pada libur panjang Hari Raya Idul Fitri, 20 Juni 2018 lalu. Kemacetan berjam-jam terjadi di jalan Medan-Berastagi dan sebaliknya. Dampak kemacetan ini sangat dirasakan pedagang sayur mayur dari Tanah Karo. Distribusi terganjal karena kemacetan yang hingga kini belum ada jalan keluar.
Padahal Kabupaten Karo setiap hari memasok ratusan ton kebutuhan sayur mayur ke Kota Medan dan sekitarnya.
Hingga kini belum ada solusi yang diberikan pemerintah walaupun keluhan masyarakat sudah disampaikan. Memang sudah ada wacana yang digaungkan elemen masyarakat akan dibangunnya jalan tol, jalan layang, dan jalan alternatif. Namun belum mendapat respons positif dari pemerintah.
Prof Johannes Tarigan pemerkarsa jalan tol Medan-Berastagi pernah menyampaikan paparan di depan Gubsu HT Erry Nuradi dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba saat rapat koordinasi jalan tol beberapa tahun lalu . Dipaparkan jalan tol Medan-Berastagi sangat penting untuk kemajuan daerah Berastagi dan kawasan seputarnya. Jalan biasa yang saat ini ada, tidak bisa menjadi jaminan untuk kemajuan yang lebih pasti. Karena, jarak tempuh yang seharusnya hanya dua jam, dalam kondisi tertentu seperti adanya kecelakaan lalulintas, jarak tempuh 60 kilometer bisa menjadi 12 jam.
Kondisi ini, sangat tidak efektif dan efisien. Proyek ini diperkirakan pengerjaannya akan menghabiskan dana sekira Rp 4 triliun. Jika dikelola swasta, diperkirakan dalam waktu 12 tahun, investor akan break even point (BEP).
Dalam sket gambar yang sudah dirancang, jalan tol Medan-Berastagi akan terhubung dengan jalan tol Amplas. Dari tol Amplas akan terus ke Barusjahe hingga ke Karo. Di Karo juga perlu dibuat ringroad. Bahkan, jika sudah terbangun jalan tol Medan-Berastagi, maka jarak tempuh yang sebelumnya dua jam semakin berkurang. Cukup 45 menit dari Medan ke Berastagi. Hal ini sangat efektif dan efisien. Nilai ekonomisnya tinggi.
Tidak saja arus lalulintas orang, tapi juga lalulintas barang yang diyakini akan berkembang pesat. Setidaknya, Berastagi sebagai kota wisata akan kebanjiran arus wisatawan lokal. Turis lokal diharapkan dari Medan-Deliserdang, Langkat dan Binjai. Tinggal bagaimana keseriusan pemerintah dalam mewujudukannya. (bal/deo)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menetapkan dua orang mantan pimpinan DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi buronan. Keduanya yakni mantan Ketua DPRD Tapteng Sintong Gultom dan Wakil Ketua DPRD Awaluddin Rao. Mereka terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi perjalanan dinas.
Sintong Gultom dan Awaluddin Rao ditetapkan sebagai buronan karena beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik Polda Sumut. “Itu (Awaluddin dan Sintong) orangnya belum dapat. Masih dalam pengejaran Polda,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (4/12).
Ia melanjutkan, Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut juga melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Tapteng untuk mencari petunjuk kasus itu. Saat ini, Polda Sumut juga sudah menahan tiga anggota DPRD lainnya pada Jumat (30/11) lalu. Mereka adalah Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban, dan Hariono Nainggolan. “Mereka ditahan di Polda Sumut,” ungkapnya.
Mereka sebelumnya dijemput oleh penyidik. Karena ketiganya sudah dua kali mangkir dari panggilan. Bahkan sebelumnya, mereka beralasan tidak bisa hadir karena banyak kegiatan sebagai wakil rakyat.
Kelima anggota Dewan ini, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan belanja perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggran 2016 dan 2017.
Sebagaimana dimaksud dalam Laporan Polisi Nomor:LP/766/VI/2018/SPKT III tgl 08 Juni 2018. Mereka disangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 655.924.350. Selain ada perjalanan fiktif, para tersangka diduga telah menggelembungkan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada 2016 dan 2017.
Kelimanya disangka telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa 49 saksi.
Para saksi terdiri dari PNS hingga manajemen hotel di Medan, Samosir, Tarutung, Jakarta, Bandung, dan Manado. Sejumlah barang bukti, berupa surat perintah perjalanan dinas, tanda terima uang, tagihan hotel dan buku registrasi, pun telah diamankan. (dvs/pra/jpc)
file/SUMUT POS
FDT: Sejumlah penari menampilkan tarian multi etnis saat Festival Danau Toba 2104 lalu. Tahun ini, Dairi menjadi tuan rumah FDT 2018.
file/SUMUT POS FDT: Sejumlah penari menampilkan tarian multi etnis saat Festival Danau Toba 2104 lalu. Tahun ini, Dairi menjadi tuan rumah FDT 2018.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Even tahunan Festival Danau Toba (FDT) bakal kembali digelar. Rencananya, FDT 2018 yang digelar di Desa Silalahi 1, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi hari ini, Rabu (5/12).
Selain Gubsu, pembukaan FDT ini juga dihadiri Deputi Pemasaran Pariwisata Kementerian Periwisata Republik Indonesia, Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto, serta jajaran Muspida Provsu, Bupati Dairi Johnny Sitohang serta Forkopinda Dairi.
Kepala Seksi (Kasi) Kebudayaan dan Lembaga Adat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi, Siswati Solin menyebutkan, persiapan sudah maksimal. “Di sana telah disiapkan panggung utama. Sebelum pembukaan yang dijadwalkan sekitar pukul 15.00 WIB. Pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB akan dilakukan kirab budaya dan fashion carnaval yang diikuti peserta se-kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Rute kirab budaya dan fashion carnaval akan dimulai dari depan halaman Gereja HKBP Silalahi menuju panggung utama di lapangan Desa Silalahi 1. Setelah itu, tamu kehormatan akan diera-era (daerah, red) atau disambut tarian Pakpak merupakan khas budaya kesenian Kabupaten Dairi.
Sedangkan persiapan dalam menampung pengunjung yang ingin menyaksikan kegiatan ini, di Dairi hanya ada 150 kamar hotel dan 15 homemstay dengan kapasitas masing-masing 5 kamar. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang mengatakan, mereka berjibaku dengan keterbatasan tempat dan ruang, namun tetap berupaya maksimal dan berharap ke depan pariwisata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sedikitnya jumlah kamar dan homestay tidak menyurutkan penyelenggaraan FDT dan menggandeng masyarakat dengan konsep menginap di tenda. Pihaknya menargetkan peserta mencapai 5.000 tenda meramaikan even tahunan tersebut.
Sementara, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara berharap, ke depan ada investor yang tertarik berinvestas,i baik hotel, restoran atau fasilitas yang mendukung pariwisata di Dairi. Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, dirinya tidak update mengenai tingkat hunian hotel di Dairi berkaitan dengan penyelenggaraan FDT 2018, karena tidak memiliki cabang di sana. Menurutnya, dengan terbatasnya hotel di Dairi, dia berharap ke depan akan ada investor yang tertarik berinvestasi untuk membangun hotel, restoran atau fasilitas yang mendukung pariwisata lainnya. “Karena pasti Dairi punya nilai positif di pariwisatanya,” katanya kepada medanbisnisdaily.com, Selasa (4/12).
Apalagi, Danau Toba sudah menjadi salah satu prioritas tujuan wisata di Indonesia. Namun yang paling penting adalah, bagaimana penyelenggaraan FDT ke depan bisa dilakukan secara pasti dengan adanya kalender even yang tetap. Jika penyelenggaraan di Bulan Desember, maka di tahun berikutnya juga harus di Bulan Desember. Ketetapan waktu menjadi penting mengingat untuk wisatawan mananegara selalu menjadwalkan tujuan wisatanya sejak jauh-jauh hari.
Mengenai berpindahnya lokasi penyelenggaraan FDT, menurutnya, tidak menjadi masalah mengingat Danau Toba dikelilingi oleh 7 kabupaten, seperti Karo, Dairi, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Samosir.
Intinya, pihaknya berhadap pemerintah kabupaten masing-masing memiliki standar bagaimana tujuan FDT mendatangkan wisatawan lebih banyak sesuai dengan target yang sudah dicanangkan. “Begini, FDT ini siapa dulu target pengunjungnya, wisatawan mancanegara atau wisatawan domestik. Lalu tinggal bagaimana menjualnya, bagaimana packagingnya, karena ada wisman yang menjadi terget, maka harus dari jauh-jauh hari kita promosinya,” katanya.(bbs/adz)
AMBRUK:
Polisi berada
di lokasi penginapan yang ambruk di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa ini, 7 mahasiswa UNPRI Medan tewas tertimpa.
AMBRUK: Polisi berada di lokasi penginapan yang ambruk di Pemandian Air Panas Daun Paris, Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa ini, 7 mahasiswa UNPRI Medan tewas tertimpa.
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Pemandian air panas Daun Paris, di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, ditutup sementara. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pantauan di lokasi, terlihat bebatuan dan sejumlah barang-barang milik korban masih berserakan di pondok yang tertimpa reruntuhan tembok. Untuk menjaga TKP tetap steril, sekitar satu meter di depan joglo, terlihat garis polisi berwarna kuning telah terpasang.
Kemarin (4/12), tim dari Sat Reskrim Polres Tanah Karo bersama tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karo terjun ke lokasi untuk melihat kondisi tembok yang ambruk. Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan menyebutkan, hingga kini peristiwa yang menewaskan tujuh orang mahasiswi itu, diduga disebabkan karena konstruksi tembok yang kurang baik.
“Kami tadi sudah langsung ke lapangan bersama Dinas PU untuk melakukan penyelidikan kembali tentang apakah tembok itu yang menjadi penyebab kejadian kemarin,” ujar Ras Maju, Selasa (4/12).
Selain mengecek kondisi TKP, dia menyebutkan, pihaknya juga telah melakukan interogasi terhadap keluarga pemilik tempat wisata yang sedang berada di sekitar lokasi. Tujuannya juga untuk mendapatkan kepastian penyebab kejadian tersebut, apakah ada unsur kelalaian atau murni karena bencana.
Dirinya menyebutkan, saat ini tim ahli dari Dinas PU sedang mendalami konstruksi bangunan. Setelah itu, dirinya menyebutkan akan memeriksa para saksi ahli untuk mendapatkan keterangan penyebab kejadian tersebut secara pasti. “Kita juga harus mengumpulkan bukti-bukti dulu, jika nanti para ahli memang mengatakan human error, seperti konstruksi bangunannya memang tidak bagus, atau murni karena bencana,” katanya.
Ras Maju juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan interogasi awal terhadap pemilik tempat tersebut. Dirinya menyebutkan, jika nantinya setelah proses pemeriksaan ternyata ditemukan ada unsur kelalaian, maka penanganan kasus tersebut akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Bagi siapa saja yang terbukti terlibat dalam kelalaian itu, dirinya menyebutkan akan dipersangkakan pasal 359 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Market bisnis rumah toko (ruko) dan rumah komersil lainnya di Kota Medan dalam beberapa tahun belakangan ini memang mengalami kelesuan. Namun begitu, bukan berarti peluang bisnis property ini tak menjanjikan lagi. Karenanya, dibutuhkan strategi jitu dalam memasarkan ruko dan rumah komersil lainnya.
“Bisnis ruko masih tetap menjanjikan, tetapi dengan lokasi yang terbatas. Artinya, lokasi-lokasi yang strategis seperti di inti kota yang dekat dengan pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan dan faktor pendukung lainnya, bisnis tersebut memiliki potensi yang besar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Real Estate Indonesia (REI), Tomi Winstan kepada Sumut Pos saat dihubungi, Selasa (4/12).
Selain faktor lokasi harus strategis, menurut Tomi, bisnis ruko harus down grade dan harga yang ditawarkan jangan terlalu tinggi. “Down grade maksudnya diturunkan tingkat bangunan fisiknya. Misalnya, ruko yang tadinya dibangun tiga lantai diefisiensi menjadi dua lantai. Begitu juga dua lantai, menjadi satu lantai. Dengan begitu, harga jual yang ditawarkan tidak terlalu tinggi,” jelas pengusaha property ini.
Tak hanya itu, sambung Tomi, masih ada faktor lain yang membuat bisnis rumah komersil ini menjanjikan. Faktor lain tersebut adalah dari sisi developer atau pengembang yang membangun ruko. “Pengembang yang membangun ruko harus melihat lokasi yang benar-benar memiliki nilai mobilitas tinggi. Apalagi, ruko yang dibangun dijadikan tempat bisnis,” sebutnya.
Kemudian, tambah dia, ruko yang dibangun menawarkan program hadiah menarik atau promo. Akan tetapi, hadiah atau promo ini tidak terlalu menarik pembeli lantaran iklim properti memang lagi melambat.
Meski menjanjikan, diakui mantan Ketua REI Sumut, sektor rumah komersil masih melambat. Hal itu disebabkan karena permintaan yang menurun. Selanjutnya, regulasi yang terus berubah. “Sejak tahun 2013, regulasi yang menyangkut properti terus berganti sehingga berdampak terhadap permintaan. Regulasi tersebut seperti loan to value (LTV), perpajakan dan lainnya. Ditambah lagi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” bebernya.
Tomi memprediksi, bisnis ruko akan mulai menggeliat pada tahun 2020. Namun, dengan catatan kondisi perekonomian cukup baik. “Pada 2019 cenderung masih wait and see. Hal ini seiring dengan pesta demokrasi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden/wakil presiden. Akan tetapi, pengaruhi lebih kuat dari siapa yang menduduki jabatan menteri, seperti perdagangan, perekonomian, PUPR, dan sebagainya,” tukasnya.
Sementara, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menuturkan, pembangunan ruko di Kota Medan memang masih terus tumbuh. Akan tetapi, pertumbuhannya tak sejalan dengan penjualannya yang disebabkan akibat dampak ekonomi yang kurang bergairah. “Saya masih optimis pembangunan ruko akan terus tumbuh setiap tahunnya, walau tidak siginifikan. Sebab, bisnis sektor properti merupakan jangka panjang dan harga jualnya tak pernah turun meskipun kondisi ekonomi lagi lesu,” ujarnya.
Diutarakan Gunawan, pada tahun ini pertumbuhan ekonomi dianggap paling rendah dari beberapa tahun terakhir siklusnya. Pasalnya, tidak menunjukan realisasi kinerja yang cukup bagus. “Itulah makanya, kondisi ekonomi yang lesu ini investasi menjadi solusi yang paling tepat. Apalagi, di sektor properti sehingga kedepannya tinggal menuai hasil yang berlipat. Terlebih, didukung dengan kondisi infrastruktur yang memadai seperti dekat jalan tol, bukan tidak mungkin harga ruko bakal tinggi walau proses penjualannya tidak seperti membalik telapak tangan,” katanya.
Senada disampaikan pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan, M Ishak. Ia menilai, pertumbuhan ruko yang tidak diimbangi dengan serapan pasar ini dikarenakan pihak properti memiliki keyakinan jika ruko tersebut pasti laku. Sedangkan yang tidak laku itu biasanya di kawasan yang letaknya tidak stategis dan akses jalan yang tidak mendukung.
“Bisnis properti ini nilainya tidak akan turun. Di sisi lain, untuk sektor riil mulai jenuh dan umumnya dikuasai pihak tidak memiliki modal besar. Sehingga, mereka yang punya dana menilai jika menyimpan uang di bank tidak menguntungkan dan lebih baik ke properti. Karena tanah tidak pernah turun harganya, kecuali bermasalah,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk ruko yang tidak dihuni atau disewakan bahkan dijual, ini indikasinya karena kawasan tersebut bermasalah dengan akses jalan dan keamanannya kurang mendukung. Dengan kata lain, lokasi tidak strategis. (ris)
sutan siregar/sumut pos
CEDERA: Alexandros Tanidis diragukan tampil melawan PS Tira, karena mengalami cedera saat bentrok dengan Persebaya di Teladan, Sabtu (1/12).
sutan siregar/sumut pos CEDERA: Alexandros Tanidis diragukan tampil melawan PS Tira, karena mengalami cedera saat bentrok dengan Persebaya di Teladan, Sabtu (1/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasib PSMS Medan di Liga 1 ditentukan dalam dua laga sisa, menjamu PS Tira di tempat netral dan di jamu PSM di Makasar. Ayam Kinantan kini berada di posisi 17 klasemen. Koleksi 37 poin hanya unggul satu poin dari PS Tira.
Kemenangan kontra PS Tira di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (5/12) sore ini (siaran langsung Indosiar pukul 18.30 WIB), membuat PSMS bisa naik ke posisi 14 klasemen, dua strip di atas zona merah.
Ibarat final, PSMS kembali harus habis-habisan. Performa gemilang saat menekuk Persebaya 4-0 ingin diulangi lagi. “Ini pertandingan final. Satu pertandingan satu waktu. Tidak bisa cari poin, harus dapat semua, harus. Saya pelatih harus perbaiki, coba motivasi pemain. Saya selalu bantu mereka, kondisi pemain untuk besok bagus, mentalitas oke, ada sedikit masalah, itu biasa,” ujar pelatih PSMS Peter Butler pada sesi temu pers, Selasa (4/12).
Meski tidak main di Stadion Teladan karena mengacu pada regulasi di mana tuan rumah gagal menggelar laga pada jadwal yang ditetapkan, Butler tetap yakin. Sejauh ini timnya sudah dua kali menang di kandang lawan dan tiga kali imbang. “Kapan kita main luar selalu main performances bagus. Dalam situasi di mana kita banyak tantangan, pemain selalu kejutkan saya, kerja keras jadi lebih bagus. Saya senang sekali mereka improvement sangat bagus,” tegasnya.
Dalam situasi terjepit seperti ini, Butler melihat timnya justru menunjuklam skill yang meningkat. “Kadang-kadang lebih bagus main di situasi seperti ini. Dari pada main game yang tidak ada keseriusan. Banyak pemain muda di tim saya, di situasi pengalaman mereka dapat dan pasti kondisi ini bikin mereka lebih kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil kapten PSMS, Roni Fatahillah menegaskan, kendati kedua tim sama-sama bertekad meraih poin penuh, PSMS menurutnya lebih termotivasi untuk mendapatkan poin penuh. “Kita sama-sama mencari poin penuh, tapi kami lebih penGen mencari poin penuh,” ucapnya.
Pada laga ini PSMS tampil dengan kekuatan penuh. Reinaldo Lobo sudah kembali dari akumulasi. Namun tidak ada jaminan dia akan dipasang mengingat bagusnya performa Danie Pratama, Roni Fatahillah dan Tanidis di laga kontra Persebaya. Sementara di depan Frets Butuan yang sedang on fire diharapkan dapat kembali mengobrak-abrik lini pertahanan lawan.
Di kubu lawan, PS Tira akan sulit keluar dari zona degradasi jika kalah dari PSMS Medan. “Kalau kita tidak bisa menang besok, sudah susah untuk kita keluar dari zona degradasi. Tapi kalau menang besok kita ada peluang untuk bisa meninggalkan zona degradasi. Jadi pertandingan sangat luar biasa, pertandingan sangat krusial. Mudah-mudahan tekad anak-anak besok bisa mencapai keinginannya,” sebut pelatih PS Tira, Nilmaizar.
Sayangnya, menatap laga kontra tim Ayam Kinantan tersebut, PS Tira memiliki modal kurang baik yakni kalah di kandang 0-1 saat menjamu Arema FC, Minggu (2/12) lalu. Diakui Nil, kekalahan tersebut sangat menyakitkan. Namun, mau tidak mau, timnya harus bisa melupakan laga tersebut dan fokus untuk pertandingan selanjutnya. “Karena kekalahan 1-0 di kandang sangat menyakitkan sekali. Tapi, kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik kami,” tegasnya. (don)
FACHRIL/SUMUT POS
CEK KORBAN: Petugas Polsek Medan Labuhan mengecek Pangeran Adi Guna sebelum meregang nyawa, Senin (3/12) malam.
FACHRIL/SUMUT POS CEK KORBAN: Petugas Polsek Medan Labuhan mengecek Pangeran Adi Guna sebelum meregang nyawa, Senin (3/12) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pangeran Adi Guna (32) tewas diamuk massa, Senin (3/12) malam. Ia tertangkap warga sedang mencuri di rumah tetangganya, Ramli (53). Sedangkan seorang teman pelaku , berhasil kabur.
PERISTIWA itu terjadi di Jalan Baru, Kelurahan Terjun, Kecamatam Medan Marelan. Kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor, merusak pintu belakang rumah korban.
Saat itu, penghuni tidak berada di dalam rumah. Sial, aksi kedua pelaku dipergoki tetangga.
Tanpa dikomando, warga langsung berteriak sembari mengejar kedua pelaku. Naas, Pangeran tertangkap massa dan dihakimi hingga babak belur. Sedangkan teman Pangeran berhasil kabur.
Peristiwa itu diketahui pemilik rumah yang sedang berjualan. Malam itu juga, korban pulang ke rumah mengecek kamera Canon miliknya.
Kamera tersebut telah raib dicuri pelaku yang sudah babak belur diamuk massa. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan.
Polisi datang ke lokasi membawa Pangeran ke RS Bhayangkara, kemudian mengarahkan korban untuk membuat laporan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya Pangeran menghembuskan nafas terakhirnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihak keluarga telah membawa pulang jenazah untuk disemayamkan. Keluarga tidak keberatan dan telah mengiklaskan kematian korban.
“Keluarga sudah buat surat tidak keberatan, karena selama ini yang tewas memang sudah sering melakukan tindakan kejahatan, makanya keluarga mengiklaskan,” ungkap Bonar.(fac/ala)
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres Asahan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) seorang oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Asahan berinisial LS, Selasa (4/12) pagi.
OKNUM aparatur sipil negara (ASN) yang terjating OTT polisi itu, disebut-sebut menduduki jabatan Kepala Seksi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan. Informasi yang dihimpun, OTT dikabarkan berkaitan dengan pungutan liar (pungli) dengan modus pengurusan administrasi kependudukan.
“Sewaktu saya berada di kantor ini, tiba-tiba ada orang yang berpakaian sipil melakukan penangkapan terhadap seorang wanita berjilbab dan berpakaian dinas ASN di kantor tersebut,” ujar Amin, salah seorang warga yang mengurus dokumen di Disdukcapil kepada wartawan.
Menurut warga Sei Alim Harsak ini, setelah itu wanita berjilbab dan berpakaian dinas ASN tersebut dibawa menggunakan mobil menuju Polres Asahan.
“Belakangan saya mendapatkan info bahwa orang itu tertangkap tangan melakukan pungli dengan dalih pengurusan administrasi kependudukan,” akunya. Sekretaris Disdukcapil Asahan, Darmawan, membenarkan adanya staf Disdukcapil berinisial LS dibawa pihak kepolisian. Dia mengaku staf itu dibawa berkaitan dengan dugaan pungli.
“Kronologisnya saya tidak mengetahui berhubung sedang ada rapat di kantor bupati,” ujarnya singkat. Sementara Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky Pripurna Atmaja yang dikonfirmasi wartawan melalui selularnya tidak banyak berkomentar. “Sabar, masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.(jpc/ala)