26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5723

Damri Buka Trayek Silangit-Danau Toba

triadi wibowo/sumut pos BUS: Seorang warga memperhatikan bus Damri dari Kemenhub, belum lama ini.
triadi wibowo/sumut pos
BUS: Seorang warga memperhatikan bus Damri dari Kemenhub, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembangan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, terus bergulir. Mulai Desember 2018, Damri Cabang Medan akan membuka trayek baru dari Bandara Silangit Internasional Airport di Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), ke sejumlah di kawasan Danau Toba.

“Damri akan menjadi shuttle bus dalam pengelolaan pariwisata Danau Toba. Karena Pak Menpar menargetkan 1 juta wisatawan ke Danau Toba tahun 2019. Sebelum Natal, Damri sudah beroperasi. Sekarang masih sedang on proses,” ucap General Manajer Damri Cabang Medan, Ahmad S kepada wartawan di Medan, Kamis (29/11).Damri akan menerjunkan 9 unit bus untuk trayek dari Bandara Silangit.

Rinciannya, 7 unit bus yang beroperasi, dan 2 unit bus cadangan. Damri akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membangun halte Bus Damri. “Kita akan buat halte dan ditata tidak macet,” tutur Ahmad.

Rute Damri antara lain, Silangit-Parapat, Silangit- Simalungun, dan Silangit-Balige. Tiga bus untuk tiap rute, masing-masing bus melayani 3 trip perjalanan.

“Kita minta teman-teman media untuk mensosialisasikan program ini, BPODT juga. Moment untuk membangun Sumatera Utara, slogan Damri Maju bersama dan berkembang dengan pelanggan,” kata Ahmad.

Menurutnya, kontribusi Damri dalam memajukan wisata Danau Toba, yakni menjadi moda transportasi yang diperuntukkan untuk mengangkut wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisman), melalui Bandara Silangit ke Danau Toba. Kehadiran Damri akan berdampak baik untuk perkembangan pariwisata.

“Selama sebulan awal, ongkos digratiskan untuk turis dan warga yang memilik boarding pass. Turun dari Silangit menunjukkan boarding pass. Baliknya, dia bisa menunjukkan tiket mau ke Silangit,” kata Ahmad.

Selain itu, Damri Cabang Medan akan membuka rute reguler yang melayani rute dari Bandara Silangit hingga Pematangsiantar. Bus ini juga akan beroperasi dalam waktu dekat. Dengan hadirnya Damri, akses menuju Danau Toba diharapkan lebih dekat, setelah wisatawan menumpang pesawat terbang dan kereta api.

“Trayek dari Silangit ke Parapat, Tarutung, Dolok Sanggul dan terakhir dari Silangit ke Stasiun Kereta Api Siantar, sudah mendapat persetujuan dari Manajemen Bandara Silangit. Dulu sudah kita lakukan. Dalam dekat ini akan kita eksekusi lagi,” tandasnya.

Tomok Peringkat 1 Nasional
Terpisah, Kabupaten Samosir meraih Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 dari Kementerian Pariwisata RI, dengan kategori Objek Wisata Belanja Unggulan. Wisata belanja di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Tomok terpilih sebagai Peringkat 1 Nasional.

Trofi API 2018 diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, kepada Bupati Samosir, Rapidin Simbolon di Jakarta, Rabu (28/11) malam.

“Penghargaan ini menunjukan Kabupaten Samosir sebagai daerah yang terus berkembang dalam bidang pariwisata di Danau Toba. Penghargaan ini hasil kerjasama antara pencinta, pendukung, dan simpatisan pariwisata Danau Toba di Kabupaten Samosir. Sudah tepat anugrah ini dipersembahkan kepada Samosir,” ucap Kadis Pariwisata Samosir, Ombang Siboro, kepada Sumut Pos, Kamis (29/11).

Ombang mengungkapkan, API bukan tujuan terakhir. Namun API membuktikan, Danau Toba di Samosir menjadi destinasi wisata yang tidak perlu diragukan lagi untuk didatangi. “Anugerah ini akan memicu semangat kawan-kawan untuk tampil lebih baik dan lebih melayani. Sehingga orang datang ke Samosir akan bercerita kesenangan, kepuasan dan kembali lagi,” jelas Ombang.

Menurutnya, Pemkab Samosir akan terus mengembangkan pariwisata, untuk menarik kunjungan 1 wisman ke danau vulkanik terbesar di dunia ini.

Jalan Tol Tingkatkan Kunjungan Wisman
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Hidayati mengatakan, infrastruktur dan akses yang semakin mudah menuju destinasi wisata Danau Toba, menjadi salah satu faktor penunjang peningkatan jumlah kunjungan wisman. “Faktor infrastruktur sangat berpengaruh untuk peningkatan kunjungan wisman ke destinasi wisata di Sumut, terutama Danau Toba. Secara pribadi saya identifikasi, infrastruktur di kawasan tersebut tinggal menunggu program-program dari pusat,” ujarnya, Kamis (29/11).

Berdasarkan data yang Dispar miliki, jumlah kunjungan wisman ke Danau Toba hingga November 2018 berkisar 250 ribu orang. Jumlah tersebut hampir serupa dengan jumlah kunjungan tahun sebelumnya.

“Kisarannya sudah mencapai 250 ribu wisman. Kemungkinan bisa bertambah sampai akhir Desember nanti. Tahun lalu angka sampai Desember jumlahnya 261 wisman,” katanya.

Hidayati mengatakan, pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sangat membantu kemudahan akses para wisatawan menuju Danau Toba. Ditambah lagi Bandara Internasional Silangit yang sudah aktif beroperasi.

“Orang sekarang sudah mulai mengenal Silangit. Bahkan banyak turis dari Malaysia menggunakan penerbangan ke sana. Jadi selain infrastruktur, akses flight ke Silangit sangat membantu meningkatnya kunjungan wisman. Apalagi sekarang sudah ada flight Penang-Silangit. Yang mau via darat juga sudah dekat aksesnya lewat tol,” imbuhnya.

Dengan semakin lengkapnya infrastruktur menuju Danau Toba, pihaknya berencana pada 2019 akan lebih gencar menggelar promosi dan even-even berskala internasional. Selain Danau Toba, Hidayati berniat akan menggali potensi wisata lain, seperti Bahorok, Langkat, Kepulauan Nias dan juga Mandailing Natal (Madina).

“Program ini sudah saya masukkan di APBD 2019. Kita juga akan coba menjadi tuan rumah Nias Sale 2019 seperti Sabang Sale 2017 yang merupakan program pusat (Kemenpar). Kemudian promosi-promosi kita harus lebih ditingkatkan sampai ke luar negeri. Lalu akan lebih banyak melaksanakan even dengan skala internasional, sehingga pariwisata kita yang ada di Sumut dapat lebih mendunia,” ungkapnya.

Untuk itu, Dispar membutuhkan dukungan banyak pihak. Tidak hanya pelaku pariwisata semata. Tapi juga para kepala daerah. “Saya tidak hanya ingin fokus Danau Toba saja, tapi juga Bahorok-Langkat, Nias, serta Madina dengan berbagai situs sejarah di sana. Begitu juga Batubara yang dekat dengan Pelabuhan Kualatanjung. Empat wilayah ini saja dulu kita kerjakan dan fokus tahun depan. Itu sudah keren,” pungkasnya. (gus/prn)

Harga TBS Sawit Anjlok, Berharap KEK Sei Mangkei Produksi Turunan CPO

Buat Sawit-Ilustrasi.
Sawit

SUMUTPOS.CO – Anjloknya harga TBS sawit saat ini membuat petani merugi. Selain karena kendali harga bergantung pada mekanisme pasar, black campaign (kampanye hitam) tentang produk CPO (Crude Palm Oil) Indonesia dinilai turut mempengaruhi penurunan harga “Kita tidak bisa berbuat banyak mengintervensi pasar. Sebab penentu harga adalah mekanisme pasar global. Apalagi ada black campaign dari LSM/NGO tentang produk CPO Indonesia,” ujar perwakilan Humas PTPN III, Ridho Asril, kemarin.

Pun begitu, menurutnya, para produsen CPO seperti PTPN dan perusahaan swasta lainnya, terus berupaya memerangi black campaign tersebut. Sebab kampanye hitam NGO di luar negeri sangat tidak berdasar. Terlebih Sumatera Utara merupakan satu dari beberapa daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia.

“Salahsatu upaya kita saat ini adalah berusaha memajukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei menjadi pusat industri berskala global. Terutama untuk produk turunan CPO,” sebutnya.

Senada dengan PTPN III, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengatakan, mekanisme pasar sangat mempengaruhi harga TBS sawit.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Parlindungan Lubis, kepada Sumut Pos, mengatakan perekonomian dunia sedang lesu. “Tiga bulan ini daya beli pasar dunia terhadap produk-produk kita terasa jauh menurun,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya pasar Indonesia terkhusus Sumut, sangat besar dan potensial untuk komoditas CPO. Namun konsumsi terhadap produk itu lebih banyak dimanfaatkan untuk hasil minyak. Padahal banyak celah dan peluang atas komoditas itu yang dapat dimanfaatkan, antara lain menjadi biodiesel, sehingga produk dalam negeri lebih kompetitif bersaing di pasar dunia.

“Pemanfaatan biodiesel dari minyak kelapa sawit bisa maksimal. Karena itu, kita mendorong pengusaha membuat produk turunan CPO, agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Sebab bisa membawa dampak negatif bagi penerimaan devisa kita,” katanya.

Parlindungan menganalisis, turunnya harga TBS sawit pasti memengaruhi perputaran atau pergerakan ekonomi di Sumut. Petani akan lebih sulit menjual produknya untuk menjual ke mata rantai berikutnya.

“Alurnya ‘kan dari petani, ke PKS, dan PKS untuk ekspor, pajak ekspor ke negara, negara ke rakyat. Kalau barang tersendat di mata rantai terbawah atau barang menumpuk, maka semua sektor pasti terpengaruh,” katanya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat memiliki solusi konkrit atas persoalan ini.

Menanggapi anjloknya harga TBS sawit, anggota Komisi B DPRD Sumut, Richard Sidabutar, menyebutkan pemerintah harus bisa mencari jalan keluar mengatasi persoalan ini. Selain menghilangkan pungutan ekspor CPO, jangka panjangnya adalah adanya instrument yang bisa menghempang intervensi pasar terhadap harga komoditi ini.

“Ke depan pemerintah harus melakukan terobosan untuk mengatur harga TBS sawit. Jangan hanya diserahkan kepada mekanisme pasar saja. Sebab perkebunan sawit di Sumut termasuk yang terbesar di Indonesia. Khususnya petani kecil, tentu mengalami kerugian yang besar,” sebut Richard.

Mengontrol mekanisme pasar ini, menurut Richard, antara lain menetapkan ketentuan batas terendah harga TBS. Dengan begitu, masyarakat merasa terlindungi. Sekaligus juga mendorong industri turunan CPO dalam negeri. Sehingga Indonesia tidak hanya memproduksi dan mengekspor CPO saja.

“Tentu produksi turunan ini pengaruhnya besar. Seperti CPO untuk sabun mandi, kosmetik dan sebagainya. Peluang ini yang belum diolah maksimal,” jelasnya lagi.

Alasan itu pula, politisi Partai Gerindra ini berharap KEK Sei Mangkei bisa menjadi andalan masyarakat dan negara dalam memanfaatkan CPO menjadi berbagai produk turunan.

Pungutan Sawit Dinolkan
Terkait anjloknya harga TBS sawit, pemerintah memutuskan untuk menghapus sementara pungutan bagi produk minyak sawit mentah (crude palm oil/cpo) dan seluruh turunnya, dari sebelumnya sebesar US$50 per ton. Kebijakan ini ditempuh guna membantu industri yang tengah kesulitan akibat anjloknya harga sawit.

“Setelah berdiskusi panjang kami kemudian sepakat bahwa pungutan kelapa sawit dan turunan untuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) itu dengan harga yang sangat rendah diputuskan untuk dinolkan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Senin (26/11) lalu.

Ia menuturkan harga CPO dalam seminggu terakhir cukup memprihatinkan, yakni hanya mencapai US$420 per ton. Padahal sekitar dua pekan lalu, harga CPO masih di kisaran US$530 per ton. “Padahal harga US$530 per ton sempat bertahan cukup lama, sehingga kami tadi komite pengarah melihat ini (harga US$420 per ton) sudah urgensi keadaan yang mendesak terutama bagi petani dan semua pemain kelapa sawit,” imbuhnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2018, besaran pungutan ekspor sawit terbagi menjadi US$50 per ton untuk CPO, US$30 untuk produk turunan pertama dari CPO, dan US$20 untuk turunan kedua. “Nah itu yang sekarang kami nol kan,” terangnya.

Ia melanjutkan, jika harga membaik menjadi US$500 ton, maka pungutan akan dinaikkan menjadi US$25 per ton untuk CPO, US$10 untuk produk turunan pertama dari CPO, dan US$5 untuk turunan kedua. Lalu jika harga sudah kembali menyentuh US$550 per ton, maka aturan pungutan kembali seperti semula.

Darmin mengatakan aturan tersebut rencananya akan dibahas bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat ini masih berada untuk kepentingan dinas di Argentina. “Jadi berlakunya setelah beliau pulang tanggal 2 Desember,” ujarnya. (bal/prn/uji/JPC)

Usut Pemalsuan Legalisir Ijazah JR Saragih

DIVA/SUMUT POS UNJUKRASA: Ratusan tenaga honorer Pemkab Simalungun datangi Poldasu meminta mengusut kasus pemalsuan legalisir Ijazah JR Saragih.
DIVA/SUMUT POS
UNJUKRASA: Ratusan tenaga honorer Pemkab Simalungun datangi Poldasu meminta mengusut kasus pemalsuan legalisir Ijazah JR Saragih.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dugaan pemalsuan legalisir ijazah palsu Bupati Simalungun JR Saragih kembali disoal. Kali ini, ratusan tenaga honor kesehatan dan guru di Simalungun yang tergabung dalam Forum Honorer Simalungun Berjuang (FHSB) meminta Polda Sumut untuk mengusut pemalsuan legalisir ijazah JR Saragih saat maju sebagaui Cagubsu.

Dalam orasinya, massa menyebut kepemimpinan JR Saragih di Kabupaten Simalungun, terdapat banyak permasalahaan yang terjadi. Bahkan, salah satunya dugaan perambahan hutan yang sempat menyeret Amran Sinaga saat menjabat Kadis Kehutanan. Disebut-sebut hutan lindung itu sudah dijadikan kebun kelapa sawit.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ganda Armando menyebut, kasus dugaan perambahan hutan itu sempat pula ditangani Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut.

Menurut Ganda, meski Amran Sinaga dan sejumlah pihak terkait telah diperiksa. Kasus pembalakan itu kini senyap bak ditelan bumi.

Ganda menduga, kasus tersebut mendapat intervensi sehingga kasusnya berhenti begitu saja. Termasuk kasus-kasus lainnya, aparat penegak hukum tak mampu mengungkap segala permainan yang ada di Pemkab Simalungun.

“Tuntutan kami yang utama ialah meminta dan mendukung pihak kepolisian agar mengusut kasus dan menangkap JR Saragih. Karena akibat mandegnya pengusutan yang dilakukan, membuat banyak permasalahan terjadi di Kabupaten Simalungun,” ungkap korlap aksi, Ganda Armando Silalahi kepada wartawan, Kamis (29/11).

Ganda yang juga merupakan guru mengaku, JR Saragih dalam kepemimpinannya sebagai Bupati, diktator dan semena-mena. Dimana gaji mereka di tahun 2016 tidak dibayarkan selama 6 bulan sejak Juli sampai Desember.

Malah sejak Juli 2018, gaji mereka juga diturunkan dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta.

“Jadi kami merasa ditindas, seluruh honorer di Kabupaten Simalungun ada sekitar 5000 orang. Alasannya karena PAD (Pendapatan Asal Daerah) tidak sampai target,” jelasnya.

Selain itu, sambung Ganda pihak pemerintahan Simalungun juga kerap melakukan pungli kepada mereka. Yakni sebesar Rp 15-20 juta untuk memperpanjang kontrak mereka.

“Kami sudah melakukan lima kali aksi di Simalungun, tapi nggak ada tanggapan. Jadi kami ingin JR Saragih ditangkap, agar terjadi perubahan di Simalungun,” tandasnya.

Sementara itu dalam orasinya, salah seorang massa aksi menyatakan, jika mereka sudah bosan dipimpin oleh seorang diktator yang menjalankan pemerintahan secara sewenang-wenang. Bahkan ia menyebutkan, pada tahun 2019 mendatang, sejumlah tenaga honor di Kabupaten Simalungun juga berencana akan dipecat dari pekerjaan.

“Kepada Kapolda, tolong usut tuntas, dan tangkap JR Saragih. Hukum jangan tajam kebawah tapi tumpul keatas,” sebutnya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi mengenai aksi ini mengaku telah menerima aspirasi dari para pengunjuk rasa tersebut.”Tuntutan massa sudah kita terima dan selanjutnya akan dipelajari,” tandasnya. (dvs/han)

Forkompinda Harus Jaga Kekondusifan

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan ketika bersama Forkompinda dan tokoh agama Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan ketika bersama Forkompinda dan tokoh agama Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menegaskan bahwa Forum pertemuan yang dilakukan antara Forkopimda dengan para tokoh masyarakat, agama, pemuda dan ormas bukan sekedar pemanis bibir saja, melainkan harus dilanjutkan dengan tindakan nyata dari semua elemen masyarakat dan pemerintah.

“Saya berharap forum pertemuan ini akan dapat menjaga kondusifitas di Kota Tebingtinggi dan bebas dari politis, sama sekali tidak ada muatan politik dari partai manapun,”hal itu ditegaskan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam forum pertemuan, Kamis (29/11) di Gedung Hj Sawiyah, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Pertemuan itu dilakukan untuk memperoleh informasi terkait aksi turun ke jalan yang dilakukan salah satu ormas keagamaan terkait maraknya berbagai kegiatan maksiat, di antaranya judi togel, laga ayam, narkotika dan judi samkwan di kota Tebingtinggi.

Salah seorang peserta pertemuan yang juga Ketua Forum Pembela Islam (FPI) Muslim Istiqomah menyampaikan, kemaksiatan yang terjadi selama ini seakan terjadi pembiaran oleh aparat penegak hukum dan Pemko Tebingtinggi dan adanya oknum yang membacking kegiatan (maksiat) tersebut.

Menjawab hal tersebut, Forkopimda melalui Wali Kota, Kapolres, Kajari dan Kodim 0204-DS, menegaskan, bahwa apa yang diisukan tentang adanya pembagian jatah kepada Forkopimda tidak ada sama sekali. “Jika ada aparat yang membacking silahkan catat namanya dan sampaikan kepada kami, jika dia anggota TNI silahkan sampaikan kepada kami, kami pasti ambil tindakan tegas, tidak perlu takut,”tegas Kasdim 0204-DS Mayor Inf Muchsin.

Sementara itu Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi menyatakan, sebagai manusia biasa sudah pasti berdosa dan banyak kekurangannya, untuk itu dirinya menyampaikan permohonan maaf. Namun jika pihak kepolisian dikatakan melakukan pembiaran hal itu sama sekali tidak benar.

“Banyak kasus kejahatan dan kemaksiatan yang sudah ditangani polisi, dalam tahun 2018 ada 693 kasus kriminal yang terjadi dan 481 kasus sudah dituntaskan, dan ini semua fakta yang terjadi di lapangan,”jelas Kapolres AKBP Sunadi.

Diakhir pertemuan, Umar Zunaidi berharap pertemuan selanjutnya dilakukan setiap bulan sekali untuk saling bertukar informasi. “Dalam pertemuan itu akan dibahas tindak lanjut apa yang harus dilakukan, jika ada yang perlu segera diambil tindakan dan dilakukan secara bersama-sama seperti halnya kita menutup lokasi perjudian di kawasan Sungai Mati tahun 2016 lalu,”terang Umar Zunaidi.

Menurutnya kita semua bertanggung jawab atas kedamaian, ketentraman dan kodusifitas Kota Tebingtinggi. (ian/han)

TPL Salurkan 300 Tong Sampah di Parmaksian

ist SERAHKAN: Manager CSR PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Ramida Siringoringo (Kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan tong sampah kepada Camat Parmaksian Paiman Butarbutar.
ist
SERAHKAN: Manager CSR PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Ramida Siringoringo (Kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan tong sampah kepada Camat Parmaksian Paiman Butarbutar.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Sebagai komitmen untuk mendukung kecamatan Parmaksian sebagai kecamatan terbaik di kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan di Provinsi Sumatera Utara khususnya di bidang lingkungan, PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melalui program community development (CD), kembali menyerahkan 285 unit tong sampah kepada pemerintah kecamatan Parmaksian, Kamis (29/11). Selanjutnya, ratusan tong sampah itu disalurkan ke sejumlah sekolah dan desa yang ada di kecamatan Parmaksian.

Camat Parmaksian, Paiman Butarbutar, mengapresiasi kepedulian perusahaan yang terus menerus mendukung kecamatan Parmaksian menjadi lebih bersih dan asri.

“Kami terus berbenah diri dan berusaha semaksimal mungkin agar Parmaksian semakin bersih. Kepada seluruh warga kami terus mengimbau untuk membiasakan hidup bersih dan selalu membuang sampah pada tempatnya, karena tong sampah dan bak sampah permanen sudah disediakan TPL sebanyak 300 unit,” ujar Paiman Butarbutar.

Hal senada diungkapkan Kepala SDN (Sekolah Dasar Negri) 173642 Hasahatan, Taruli Butarbutar. “Bantuan yang diberikan perusahaan sangat baik dan bagus. Kami berterimakasih karena sekolah kami menerima dua unit tong sampah, sehingga total tong sampah yang kami miliki menjadi tiga tong sampah,” ujar Taruli Butarbutar. SDN (Sekolah Dasar Negri) 173642 Hasahatan, Taruli Butarbutar saat ini memiliki 143 siswa.

Kepala SDN 173643 Pangombusan, Erika Purba, juga menyambut baik peran serta TPL dalam menjalankan program Sekolah Adiwiyata terhadap sekolah yang memiliki jumlah siswa 268 orang.

Sementara itu, Manajer CD TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa perusahaan mendukung penuh kecamatan Parmaksian sebagai contoh dan menjadi inspirasi bagi kecamatan lainnya di kabupaten Tobasa sebagai kecamatan yang bersih dan asri.

“Kami berharap bantuan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh warga dan adik-adik siswa sekolah di kecamatan Parmaksian sehingga pola hidup bersih dan sehat sudah tumbuh sejak dini,” ujar Ramida.

Sebelumnya, PT Toba Pulp Lestari, Tbk juga menyerahkan 15 unit tong sampah di desa Siantar Utara (Siruar) dan 12 unit bantuan bak sampah permanen kepada 11 desa di wilayah Kecamatan Parmaksian, Oktober lalu. Bantuan 12 ini menggunakan Dana CD TPL, yang menelan angaran sebesar Rp51,4 juta. Bak sampah permanen ini berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter.

Selain itu, TPL juga telah menyerahkan satu unit truk sampah kepada kecamatan Parmaksian untuk mengangkut sampah warga dari bak sampah permanen dan tong sampah. (rel/han)

Serahkan Buku Perjalanan Prangko

sopian/sumut pos SERAHKAN: Anggota DPRD Kota TebingtinggI Ir Pahala Sitorus saat menyerahkan sumbangan kepada Kadis Perpustakaan Drs Khairil Nasution.
sopian/sumut pos
SERAHKAN: Anggota DPRD Kota TebingtinggI Ir Pahala Sitorus saat menyerahkan sumbangan kepada Kadis Perpustakaan Drs Khairil Nasution.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Ir Pahala Sitorus menyerahkan satu buah buku yang menceritakan sejarah perjalanan prangko kepada Perpustakaan Kota Tebingtinggi, Kamis(29/11).

Dalam kesempatan tersebut, Ir Pahala Sitorus yang diterima Kadis Perpustakaan Drs Khairil Nasution menyampaikan, buku yang diserahkan berisi tentang ilmu pengetahuan perihal perjalanan prangko di Indonesia. Pahala merasa, buku yang diberikan sangat berguna untuk menambah koleksi buku di perpustakaan Kota Tebingtinggi.

“Jika buku ini saya simpan sendiri, paling hanya berguna untuk saya dan anak-anak saya. Tapi kalau saya berikan buku ini keperpustakaan, pastinya akan sangat berguna untuk semua orang yang membaca, khususnya para pelajar,”ujar Pahala.

Dijelaskan Pahala, buku yang diserahkan tersebut adalah buku berbahasa Inggris yang dibagikan sebagai souvernir kepada 189 negara perwakilan dalam sebuah acara internasional yang diadakan beberapa waktu lalu di Bali.

“Diperpustakaan di seluruh Indonesia, baru di Kota Tebingtinggi yang ada, sehingga yang selama ini prestasi perpustakaan Tebingtinggi yang luar biasa makin bertambah nilainya dengan adanya buku ini. Selain untuk menambah aset perpustakaan, buku ini juga untuk menambah wawasan anak-anak kita tentang sejarah, khususnya tentang prangko yang dibuat sejak tahun 1945 hingga tahun 2012, karena pada prangko ini terdapat gambar-gambar para pahlawan, para presiden serta flora dan fauna,”terangnya.

Kadis Perpustakaan Kota Tebingtinggi, Drs Kairil Nasution menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan dan kehadiran Ir Pahala Sitorus untuk bersilaturahmi sekaligus untuk melihat langsung dan memberikan buku bagi perpustakaan Kota Tebingtinggi.

“Pahala Sitorus adalah salah satu anggota DPRD yang cukup peduli dengan perkembangan perpustakaan. Selain itu, Pahala juga tokoh yang cukup peduli dengan segala persoalan yang dialami masyarakat, mulai dari masalah administrasi, pemerintah, pendidikan, kesehatan, ak te dan lainnya,”terang Khairil. (ian/han)

Ketua PWI Pusat Kunjungi Karo, Pengelolaan Tongging Perlu Dibenahi

.

KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat priode 2018-2023, Atal Sembiring Depari berkunjung ke kantor Bupati Karo, Kamis (29/11).

Atal didampingi Ketua PWI perwakilan Karo, Dairi dan Pakpak Alexander Ginting bersilaturahmi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dan berdiskusi terkait insan pers mitra pemerintah.

Dalam diskusi tersebut, Atal memberikan sejumlah catatan penting dan saran positif bagi Pemda Karo.

Sesuai dengan dinamika berkembang di lapangan, hal ini dicetuskan, untuk kedepan dapat sebagai konsolidasi bagi Pemda Karo dan insan pers. “Terkait sektor parawisata di Tongging, perlu dibenahi kembali, baik kebersihannya dan pengelolaannya, anggaran Humas Pemda Karo Rp.300 juta tidak maksimal memperdayakan insan pers yang ada di Kabupaten Karo.

Tahun depan ditambah, keberadaan insan pers baik media online dan cetak agar di data ulang melalui administrasi, verifikasi, sertifikas dan Humas Karo buatkan pelatihan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) untuk penjaringan keabsahan sesuai peraturan dewan pers,” kata Atal.

Lebih jauh dikatakan Atal, tujuan UKW ini untuk mendapatkan kewartawanannya, sebab melalui kompetensi diperoleh kategori Muda, Madya dan Utama. “UKW dari PWI pusat itu ada 10 kegiatan bagi pers, dimana kegiatan 1-9 semuanya terkait pelatihan-pelatihan untuk pers, sedangkan kesepuluh kegiatan dan lain-lain ini tergantung program wartawan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengucapkan terima kasih kepada Atal Sembiring yang meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Tanah Karo. “Terima Kasih abang Atal Sembiring Depari, jauh-jauh dari Jakarta sudah meluangkan waktunya untuk berdiskusi demi kemajuan Tanah Karo, sehingga apa yang disebutkan tadi, sejumlah catatan akan menjadi evaluasi apa saja yang akan dibenahi, akan segera kita tindak lanjuti, “ ujarnya.

“Iya, ada beberapa point sudah dicatat oleh humas kita, terlebih terkait insan pers Tanah Karo akan kita konsolidasikan kepada PWI Karo, agar dapat diperdayakan sebagai mitra pemerintah, sebab selama ini hubungan kita dengan pers cukup baik sebagai pembeckup untuk mengkritik kinerja SKPD Karo,” tambahnya. (deo/han)

Kreativitas Membuat Manusia Lebih Produktif

ISTimewa/sumut pos ARAHAN: Kadisdik Karo Edi Surianta Surbakti saat memberi arahan pada lomba Kreativitas Anak-ank PAUD.
ISTimewa/sumut pos
ARAHAN: Kadisdik Karo Edi Surianta Surbakti saat memberi arahan pada lomba Kreativitas Anak-ank PAUD.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH melalui Kepala Dinas Pendidikan Dr Drs Eddi Surianta Surbakti, MPd membuka lomba kreativitas anak-anak PAUD dan TK se-Kabupaten Karo, di Gedung SKB Kabupaten Karo, Berastagi, Kamis (29/11).

Dalam sambutannya Eddi didampingi Kabid PAUD, Riawati Br Karo Sekali mengatakan kreativitas akan membuat manusia lebih produktif. Selain itu, kreativitas juga dapat meningkatkan kualitas hidup serta dapat mempermudah mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan. “Usia tersebut akan lebih mudah untuk menstimulasi kreativitas. Caranya dengan memberikan materi yang sesuai dengan level perkembangan anak,” kata Eddi.

“Suatu karya kreatif sebagai hasil kreativitas seseorang dapat menimbulkan kepuasan pribadi yang tak terhingga nilainya. Dengan kreativitas tinggi yang dimilikinya, maka seseorang akan mempunyai pengembangan diri secara optimal,” imbuhnya.

Khususnya kepada orang tua dan para pendidik anak usia dini, kami berharap benar-benar dapat memahami pentingnya kreativitas dalam kaitannya dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar dalam membimbing dan mengantarkan anak didik kita kepada pertumbuhan dan perkembangan prestasinya secara optimal, jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, pendidikan anak usia dini merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia harus dipandang sebagai titik sentral yang memegang peranan yang sangat penting dalam membantu pemerintah mempersiapkan generasi muda sedini mungkin.

Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan positif seperti ini, maka karakter anak akan terbentuk dan meningkatkan sumber daya manusia, sehingga kedepan dapat menjadi generasi penerus bangsa.

Usai membuka lomba kreativitas anak-anak PAUD dan TK Se-Kabupaten Karo, memberikan bimbingan dan arahan pada pelatihan guru SD kerjasama dengan Tanoto Foundation di Perguruan Masehi Berastagi dalam rangka peningkatan kompetensi guru untuk mewujudkan misi Pendidikan Karo, yakni Karo Strong From Classroom.

Dalam arahannya, Kadisdik meyatakan bahwa, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH berharap seluruh stakeholder pendidikan, baik kepala sekolah, guru, pengawas bahkan dunia usaha dan industri untuk saling bergotong royong membangun pendidikan di Kabupaten Karo yang lebih baik. “Mari kita tinggalkan sikap dan pemikiran yang saling menyalahkan satu sama lain. Saatnya kita tunjukkan dan kerjakan sekecil apa pun itu untuk mebantu peningkatan mutu pendidikan,” tandasnya.

Kadis Pendidikan juga mengucapkan terima kasih kepada para dunia usaha/industri yang telah membantu peningkatan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Karo.(deo/han)

Pakpak Bharat Gelar Festival Budaya Daerah

Sumut Pos/Tamba Tinendung FESTIVAL: Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi menukul gong tanda dibukanya Festival Budaya Daerah Pakpak Bharat di dampingi Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Leonardo David Simatupang, SIK dan Dandim 0206 Dairi-Pakpak Bharat.
Sumut Pos/Tamba Tinendung
FESTIVAL: Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi menukul gong tanda dibukanya Festival Budaya Daerah Pakpak Bharat di dampingi Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Leonardo David Simatupang, SIK dan Dandim 0206 Dairi-Pakpak Bharat.

PAKPAK BHARAT – Sebagai upaya melestarikan, mengembangkan, sekaligus mengenalkan budaya dan seni Pakpak. Pemkab Pakpak Bharat menggelar Festival Budaya Daerah di Lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (29/11).

“Penyelenggaraan Festival Budaya ini merupakan media bagi seniman untuk menampilkan kreativitasnya. Namun tidak kalah pentingnya, masyarakat juga diberi kesempatan untuk menikmati dan memberi masukan”,ujar Sekda Kab. Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi saat membuka acara.

Sekda juga menyatakan rasa senang dan bangga karena tepat seminggu yang lalu, budaya Pakpak mendapat penghargaan tingkat nasional, yaitu Anugerah Pesona Indonesia, untuk Mejan Pakpak yang meraih peringkat kedua dalam kategori Situs Sejarah Terpopuler se-Indonesia. “Terima kasih pada semuanya sehingga berlangsung dengan sukses”, tandasnya.

Salah seorang pemuka masyarakat, Krisman Banurea, menyampaikan harapan agar generasi muda dapat memprioritaskan kegiatan seperti ini agar tunas-tunas muda Pakpak dapat mempertahankan eksistensi budaya Pakpak.

Sementara itu, Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Leonardo David Simatupang, SIK, berharap agar dengan kegiatan ini budaya Pakpak semakin dikenal melalui eksplorasi seperti ini. “Budaya juga untuk mempersatukan kita”, pungkasnya.

Pantauan di lokasi, puluhan tim yang berasal dari perwakilan sekolah, sanggar seni dan Kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat tampak memberikan penampilan terbaiknya. Bidang yang diperlombakan terkonsentrasi pada tari tradisional dan bela diri Moccak (pencak silat khas Pakpak) dan diikuti para remaja dan pemuda/pemudi. (tam/han)

TP PKK Deliserdang Raih 5 Kategori Kejuaraan

ISTimewa/sumut pos DIABADIKAN: Ketua TP PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi diabadikan Ketua TP PKK deliserdang di sela-sela Puncak HKG PKK ke-46.
ISTimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Ketua TP PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi diabadikan Ketua TP PKK deliserdang di sela-sela Puncak HKG PKK ke-46.

DELISERANG, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Deliserdang berhasil meraih 5 kategori kejuaraan, pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 dan Jambnore Kader PKK tahun 2018 tingkat Sumatera Utara.  Hari Kesatuan Gerak dan Jambnore itu berlangsung tanggal 21- 23 Nopember.

Masing-masing kategori yang direbut adalah Juara II kategori KDRT/PAAR Desa Marindal II Kecamatan Patumbak. Juara III Tertib Administrasi PKK Desa Sei Mencirim Kec Sunggal, Juara Harapan I UP2PKK Desa Timbang Deli Kec Galang, Juara Harapan III Hatinya PKK Desa Pagar Merbau I Kec Pagar Merbau dan Harapan III IVA Test Kec Tanjung Morawa.

Karena itu, Tim Pengerak PPK Deliserdang berhak menerima penghargaan serta hadiah yang diserahkan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Hj Nawal Edy Rahmayadi.

Ketua TP PKK Ny Hj Yunita Ashari Tambunan didampingi Ketua GOP TKI Ny Hj Asdiana Zainuddin, menyebutkan cara pelatihan dengan mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi murid TK/RA se-Kabupaten Deliserdang tahun 2018, ketika ditemui di Gedung serbaguna PKK Kabupaten Deliserdang, Lubukpakam.

Yunita Ashari Tambunan menyampaikan terimakasih kepada seluruh Kader PKK yang telah berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Deliserdang lewat peran sertanya menggerakkan 10 program PKK, hingga ke tengah-tengah masyarakat.

Dengan keberhasilan meraih berbagai kejuaraan ini hendaknya tidak terus berpuas diri, tetapi harus menjadi motivasi untuk terus berbuat sehingga dapat meraih nilai yang lebih baik lagi sehingga cita-cita kita mewujudkan Deli Serdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinekaan segera terwujud.

Hj Yunita juga mengingatkan bahwa Guru selaku Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan TK/RA harus dapat meningkatkan kompetensinya, tidak hanya pada saat mengikuti pelatihan saja, tetapi guru harus selalu mengadakan aktivitas-aktivitas seperti diskusi dalam kelompok kerja, studi banding,belajar dari berbagai sumber, karena sebagai guru dituntut lebih kreatif dan inovatif menciptakan gagasan yang bermanfaat bagi murid terlebih bagi anak Usia Dini agar mereka banyak beraktivitas, berexplorasi dan berpikir lewat bermain. (btr/han)