25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5724

Sindikat Penyeludupan Internasional Sasar Indonesia, 80% Lewat Selat Malaka

Ilustrasi penyeludupan
Ilustrasi penyeludupan

SUMUTPOS.CO – Indonesia masih menjadi sasaran empuk penyelundupan narkoba dan barang-barang ilegal lainnya, mayoritas lewat jalur laut. Sebanyak 80 persen kasus penyelundupan dilakukan lewat jalur Selat Malaka. Barang yang diselundupkan mulai dari narkoba jenis sabu, minyak, rokok, miras, bahkan sepeda motor. Mereka masuk mulai dari Aceh hingga ke pesisir timur Sumatera, Tanjung Balai-Karimun, dan Batam.

RATUSAN kasus penyelundupan digagalkan dalam Patroli Koordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima), yang digelar Direktorat Jenderal Bea Cukai Indonesia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) di perairan Selat Malaka.

Untuk narkoba, sejak Januari hingga 31 Oktober 2018, Direktorat Jendral Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 3,952 ton. Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan, jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari tangkapan narkoba pada 2017 lalu.

“Di tahun 2017, sebanyak 2,139 ton sabu. Jadinya, hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Sehingga Indonesia merupakan salah satu sasaran pemasaran sabu sindikat-sindikat Internasional,” sebut Heru dalam jumpa pers Patroli Koordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima) mengamankan Selat Melaka di Kantor Gedung Keuangan di Medan, Rabu (28/11).

Heru menjelaskan, sindikat narkoba jaringan internasional yang menjadi pusat perhatian khusus Bea Cukai adalah sindikat narkoba asal Myanmar. Sementara sebelumnya, sindikat narkoba yang banyak beroperasi di Indonesia berasal dari Tiongkok dan Taiwan. “Sindikat yang lagi gencar-gencar menyelundupkan narkoba itu dari Myanmar,” ungkap Heru.

Dengan begitu, pencegahan dilakukan di level nasional bekerja sama dengan Badan Narkoba Nasional, Polri dan TNI. Untuk bilateral bekerja sama dengan Kastam Diraja Malaysia dan Bea Cukai lainnya dari sejumlah negara. “Ini kita lakukan secara regular, tangkapan besar.

Sementara ini, dari Myanmar banyak kita tangkap. Semua Bea Cukai terlibat, tidak ada berpikir dengan negara masing-masing. Tapi, berpikir bersama. Narkoba sudah menjadi masalah dunia,” jelasnya lagi.

Tahun ini, Kastam Diraja Malaysia juga mengamankan sabu-sabu sebanyak 300 kilogram yang akan dikirim ke Filipina dan 1,2 ton sabu akan diselundupkan ke Indonesia. Namun berhasil diamankan. Narkoba itu milik sindikat narkoba Myanmar. “Kita melakukan join melakukan operasi. Kuat penguasaan dari pintu keluar dan pintu masuk, pelabuhan gelap.

Tidak berlaku modus operandi,” ucap Timbalan Ketua Pengarahan Kastam Diraja Malaysia, Datok Sri Zulkifili.

Zulkifli mengungkapkan, kerja sama ini terus dilakukan untuk pencegahan penyelundupan narkoba dan barang-barang ilegal lainnya.”Kami punya petugas dan petugas Bea Cukai petugas beronda bersama untuk berjaya barang terharam itu,” tutur Zulkifli.

Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp5,6 Triliun
Selain narkoba, Patroli Koordinasi Kastam Indonesia-Malaysia yang beroperasi di wilayah sektor barat yakni Aceh hingga ke pesisir timur Sumatera, Tanjung Balai-Karimun dan Batam dengan melibatkan 17 kapal baik berukuran besar (60 meter) maupun kecil dengan kekuatan 267 personel ini juga mengamankan kapal tanker berisi minyak.

“Minyak ini merupakan hal yang sangat sensitif bagi kedua Negara (Indonesia-Malaysia, Red). Sebab, saat ini baik mengenai harga maupun pergerakannya menjadi perhatian. Selain itu, kapal bermuatan rokok, miras, bahan bangunan. Secara keseluruhan, total nilai barang yang ditangkap selama patroli bersama senilai Rp28,5 miliar,” beber Heru.

Lebih lanjut Heru mengatakan, secara nasional pada 2018, Bea Cukai telah melakukan penindakan terhadap 185 kasus, dengan berbagai komoditi. Mulai dari sembako, pakaian bekas, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), hasil tembakau hingga narkotika. Jumlah kerugian negara bila dihitung mencapai Rp5,6 triliun.

“Lebih dari 80 persen hasil penindakan tersebut dilakukan di wilayah perairan Selat Malaka. Untuk jumlah kerugian ini naik 20 kali lipat dibanding 2016. Sedangkan 2017 naik 10 kali lipat,” papar Heru.

Meski secara jumlah kerugian mengalami kenaikan, sambung Heru, dari sisi kuantitas kasus penangkapan cenderung menurun. Pada 2016 ditangkap sebanyak 405 kasus. Sedangkan 2017 menjadi 299 kasus dan 2018 menjadi 185 kasus. “Menurunnya jumlah kasus yang dilakukan penangkapan, menjadi indikator semakin menurunnya penyelundupan,” pungkasnya.

Heru menambahkan, pada operasi kali ini juga telah melakukan penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan di wilayah Selat Malaka. Tercatat terdapat 12 penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang telah berhasil digagalkan, dan 6 kasus pelanggaran dengan bawaan barang ilegal di antaranya bahan bangunan, sepeda motor, hingga kayu papan.

Timbalan Ketua Pengarah JKDM Datuk Zulkifli mengatakan, untuk mengantisipasi tindak penyelundupan itu, pihaknya bersama Bea Cukai mengambil langkah taktis dan sinergis. “Kami ingin membuat Selat Malaka bersih dari penyelundupan yang merugikan kedua negara, sehingga tercipta iklim yang kondusif yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran,” pungkasnya.

12 Tersangka dan 41,3 Kg Sabu Diamankan
Selain Bea Cukai, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut juga membeberkan keberhasilannya menggagalkan penyelundupan sabu-sabu ke Sumatera Utara. Tehitung mulai 14 hingga 27 November 2018, Direktorat Narkoba Polda Sumut mengamankan 12 orang tersangka kurir sabu-sabu jaringan internasional dengan barang bukti 41 kg dari tujuh kasus. Pengungkapan tersebut merupakan hasil tangkapan dari tujuh kasus pertanggal 14-27 November 2018.

Direktur Ditnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung menyebutkan, dari ketujuh kasus itu, dua di antaranya merupakan jaringan internasional yakni Malaysia-Sumut dan Malaysia-Aceh-Sumut. “Dari 12 tersangka, empat di antaranya kita beri tindakan tegas terukur di bagian kaki, karena tidak kooperatif saat dilakukan penangkapan,” ujar Hendri saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (28/11).

Sementara, Wakil Direktur Ditnarkoba Polda Sumut, AKBP Frenky Yusandy menyebutkan, saat ini pintu masuk peredaran narkotika kebanyakan masih melalui jalur pantai timur Sumut. Menurutnya, banyak sekali aliran-aliran sungai kecil yang bisa dimasuki oleh kapal-kapal kecil.

“Memang kawasan Pantai Timur ini selain menjadi perlintasan narkotika asal luar, juga memungkin untuk menjadi pintu masuk. Begitu banyak sungai-sungai kecil yang bisa langsung sampai di belakang rumah warga dan jumlahnya itu ratusan sungai kecil sepanjang pantai timur Sumut,” katanya.

Alhasil, katanya, kalau polisi tidak meminta bantuan dari masyarakat sekitar pesisir pantai, polisi bakal kesulitan mendeteksi masuknya narkoba melalui kawasan pesisir pantai timur. Modusnya, kata Frenky, sabu yang berasal dari kapal besar kemudian dipecah di tengah laut dan dibawa dengan kapal kecil masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus milik warga. “Dari 100 Kg misalnya, dipecah jadi 5 Kg terus diselundupkan melalui pelabuhan kecil tadi,” paparnya.

Ia menerangkan, karena begitu gencarnya penindakan di pantai timur, para pelaku mulai menggunakan jalur lain. “Kalau yang kebanyakan dari Aceh, turun ke Sumut terus lanjut ke Jakarta, sekarang jalurnya sudah beda.

Beberapa waktu lalu ada kita temukan masuknya dari Bengkalis, Riau, terus masuk ke Sumut. Ada lagi, dari Aceh kemudian melewati jalur Karo selanjutnya langsung ke Jakarta melalui Sibolga. Nah, pemeriksaan domesti itu tidak begitu ketat. Kalau sudag lewat saja pemeriksaan domestik bandar di Sibolga, turunnya di Jakarta sudah aman,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan di terminal keberangkatan domestik di Kualanamu saja masih bisa dibobol. “Karena kalau perjalanan domestik, metode body checkingnya tidak terlalu ketat, hanya melewati metal detector tanpa digeledah. Itu kondisi di Kualanamu.

Lebih longgar lagi di Bandar FL Lumbang Tobing, Sibolga, dan Bandara Silangit di Siborong-borong Taput. Makanya jalur dari sana sekarang jadi pilihan khususnya keberangkatan domestik. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan bea cukai di sana untuk melakukan pengawasan lebih ketat,” pungkasnya. (gus/ris/dvs)

Hasil Perangkingan SKD, BKN: Rajin-rajin Saja Cek Situs SSCN

Triadi Wibowo/Sumut posBUKA SITUS: Seorang pria membuka situs SSCN untuk melihat hasil SKD, Rabu (28/11).
Triadi Wibowo/Sumut posBUKA SITUS: Seorang pria membuka situs SSCN untuk melihat hasil SKD, Rabu (28/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga kini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 belum memberi tahu perihal peserta yang lulus tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD) sesuai perangkingan.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI pun tak bosan meminta, agar para peserta rajin memantau pengumuman tersebut melalui situs resmi BKN atau SSCN.

“Belum. Sampai sekarang belum ada disampaikan Panselnas ke kami soal peserta yang lulus itu. Peserta kami harapkan rajin-rajin mengecek situs BKN dan portal SSCN. Sebab Panselnas akan mengumumkan langsung di situ,” kata English Nainggolan, menjawab Sumut Pos, Rabu (28/11).

Senada, Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengakui belum ada informasi terbaru tentang peserta SKD yang lulus berdasarkan perangkingan. “Para peserta bersabar saja menunggu pengumuman siapa yang ikut SKB. Biasanya pengumuman disampaikan langsung via portal SSCN,” katanya.

Mengenai waktu ujian seleksi kompetensi bidang (SKB), BKN Regional VI Medan menyebut, akan digelar pada 4 Desember mendatang. Ujian akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari formasi instansi pusat dulu, lalu dilanjutkan instani pemerintah daerah. Selain itu, keterbatasan perangkat turut menjadi kendala kenapa ujian dilakukan secara bertahap.

Seperti diketahui, Menpan RB Syafruddin telah menandatangani Peraturan Menteri PANRB Nomor 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, dalam permenpan itu ditegaskan, peserta seleksi CPNS 2018 yang mengikuti SKD dapat melanjutkan ke tahapan SKB dengan syarat, yakni: Peserta SKD yang memenuhi Nilai Ambang Batas; Peserta SKD yang tidak memenuhi Nilai Ambang Batas, namun memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini.

Peserta SKD yang tidak memenuhi Nilai Ambang Batas namun memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD, menurut Permenpan ini, berlaku ketentuan sebagai berikut: Nilai kumulatif SKD formasi Umum paling rendah 255; Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Dokter Spesialis dan Instruktur Penerbang paling rendah 255.

Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Petugas Ukur, Rescuer, Anak Buah Kapal, Pengamat Gunung Api, Penjaga Mercu Suar, Pelatih/Pawang Hewan, dan Penjaga Tahanan paling rendah 255; Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude) dan Diaspora paling rendah 255.

Nilai kumulatif SKD formasi Penyandang Disabilitas paling rendah 220; Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat paling rendah 220. Nilai kumulatif SKD formasi Tenaga Guru dan Tenaga Medis/Paramedis dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II paling rendah 220.

Ketentuan sebagaimana dimaksud diberlakukan, apabila: Tidak ada peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CASN Tahun 2018, pada kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan; atau Belum tercukupinya jumlah peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 untuk memenuhi jumlah alokasi kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan.

Permenpan ini menyebutkan, peserta yang mengikuti SKB berlaku ketentuan sebagai berikut: Peserta yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dan berperingkat terbaik sesuai dengan jenis formasi jabatan diikutsertakan sejumlah paling banyak tiga kali jumlah alokasi formasi. Apabila terdapat peserta yang mempunyai nilai kumulatif SKD sama, penentuan didasarkan secara berurutan mulai dari nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Apabila terdapat peserta yang mempunyai nilai TKP, TIU, dan TWK sama, serta berada pada batas jumlah tiga kali alokasi formasi, keseluruhan peserta dengan nilai sama tersebut diikutsertakan.

Peserta yang mengikuti SKB sebagaimana dimaksud berlaku ketentuan sebagai berikut: Peserta yang telah memenuhi nilai ambang batas diikutsertakan sebagai peserta SKB kelompok pertama. Apabila jumlah peserta SKB pada kelompok pertama masih berada di bawah jumlah alokasi formasi, dibuat peserta SKB kelompok kedua yang berasal dari peserta lain yang memenuhi ketentuan dan berperingkat terbaik. Jumlah peserta SKB pada kelompok kedua paling banyak tiga kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama.

Apabila terdapat peserta pada kelompok kedua mempunyai nilai kumulatif SKD sama, penentuan didasarkan secara berurutan mulai dari nilai TKP, TIU, dan TWKApabila terdapat peserta pada kelompok kedua mempunyai nilai TKP, TIU, dan TWK sama serta berada pada batas jumlah tiga kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama, keseluruhan peserta dengan nilai sama tersebut diikutsertakan.

Ditegaskan dalam Permenpan ini, peserta SKB berkompetisi pada kelompoknya masing-masing. Sedangkan peserta SKB pada kelompok kedua berkompetisi untuk mengisi formasi sebanyak selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama.

268 Peserta CPNS Kemenlu Lolos dan Ikuti Tes SKB
Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mengumumkan hasil tes seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018 yang melamar di instansinya. Pengumuman tersebut disampaikan di situs CPNS Kemenlu melalui surat resmi bernomor Pengumuman/23517/KP/11/2018/03.

Dalam informasi yang ada, turut dilampirkan nama-nama peserta yang lolos tes SKD dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tes seleksi kompetensi bidang (SKB). Data tersebut menunjukkan sebanyak 268 orang peserta dinyatakan dapat mengikuti tes SKB.

Sebagai tambahan informasi, total pelamar yang dinyatakan lolos administrasi Kemenlu sebanyak 1.303 orang, kemudian yang mengikuti SKD sebanyak 1.218 orang. Tes SKB CPNS di Kemenlu terbagi menjadi tiga tes SKB, yaitu tes pertama berupa ujian kemampuan bahasa asing, tes kedua berupa ujian tulis substansi menggunakan CAT (computer assisted test) dan esei, serta tes ketiga berupa wawancara substansi.

Di sela-sela tes SKB yang kedua dan ketiga terdapat tiga tes kesehatan, yaitu tes tertulis psikologi, wawancara psikologi, dan kesehatan fisik. Pengumuman hasil akhir tes CPNS Kemenlu akan dilaksanakan pada 28 Desember 2018. (prn/kps/net)

Anthony Ginting Pun Ikut Tes CASN
Sementara itu, sejumlah atlet bulu tangkis nasional mengikuti tes CASN di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Rabu (28/11/2018). Setelah mengikuti ujian SKD dengan menggunakan CAT itu, mereka pun angkat bicara, di antaranya adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Anthony Sinisuka Ginting.

Anthony menyatakan sudah sempat mencari informasi dari keluarganya seputar tes tersebut. Namun, tetap saja saat menghadapi ujian, dia merasakan kesulitan, terutama saat berhadapan dengan soal yang berkaitan dengan undang-undang dan matematika.

“Tadi soal paling sulit mengenai undang-undang karena saya tidak hafal isi pasal dan ayatnya. Soal matematikanya juga cukup sulit, semoga hasil ujian saya bagus,” kata Anthony dikutip dari badmintonindonesia.org, Rabu (28/11/2018). Hal serupa juga diungkapkan Marcus. Walau demikian, pebulu tangkis ganda putra itu menyatakan mengerjakannya tanpa beban. “Ada 100 soal, pilihan ganda dan susah semua, haha. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberi perhatian dan penghargaan kepada para atlet berprestasi,” kata Marcus.

Para pebulu tangkis diketahui mengikuti tes CPNS untuk formasi Olahragawan Berprestasi Internasional. Tes SKD yang mereka ikuti merupakan syarat untuk pengangkatan sebagai PNS (kini dikenal dengan istilah aparatur sipil negara). Seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 36 Tahun 2018, pengangkatan sebagai ASN merupakan salah satu hadiah dari pemerintah atas prestasi yang mereka torehkan untuk Indonesia, selain bonus uang dan rumah. Tercatat ada 197 atlet berprestasi yang mengikuti program ini. Setelah menjadi ASN, para atlet tersebut tetap dapat menjadi atlet olahraga. (prn/kps/net)

Libur Natal dan Tahun Baru, Tol Rampah-Tebingi Bisa Digunakan, Tebing-Kualatanjung & Tebing-Siantar Dikebut

Triadi Wibowo/Sumut Pos GERBANG TOL: Kendaraan hendak memasuki Gerbang Tol Seirampah, belum lama ini. Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Tol Rampah-Tebing bisa digunakan.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
GERBANG TOL: Kendaraan hendak memasuki Gerbang Tol Seirampah, belum lama ini. Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Tol Rampah-Tebing bisa digunakan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Progres pembangunan ruas tol Seirampah-Tebingtinggi sudah mencapai 93 persen. Diperkirakan, pada libur Natal dan Tahun Baru 2019 nanti ruas tol tersebut sudah dapat digunakan.

Selanjutnya, proyek jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan Tebingtinggi-Pematangsiantar tengah dikebut. Ditargetkan, pembebasan lahan sudah rampung Desember 2018, sehingga Januari 2019 pengerjaan sudah dapat dilaksanakan.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq mengakui, riil progres pembangunan ruas tol Seirampah-Tebingtinggi sudah mencapai 93 persen. Pihaknya menargetkan pada 20 Desember mendatang konstruksi pembangunan selesai dikerjakan. “Sehingga akhir Desember diharapkan bisa difungsionalkan untuk jalur Natal dan Tahun Baru,” katanya kepada Sumut Pos, Rabu (28/11).

Begitupun soal pembebasan lahan, dikatakan Agus, sudah rampung seratus persen sejak 22 Oktober lalu. Namun, ada satu kendala yang dihadapi tim di lapangan saat ini, dimana intensitas hujan yang terjadi setiap hari menyebabkan perlambatan pekerjaan pengerasan beton. “Ya, kendalanya di situ. Karena musim penghujan sehingga pekerjaan perkerasan beton sedikit terhambat. Tapi untuk pembebasan lahan sudah tidak ada masalah lagi,” pungkasnya.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Bambang Priono sebelumnya mengungkapkan, untuk ruas tol Sei Bamban-Tebingtinggi, masalah pengadaan tanah sudah tuntas. Pihaknya optimis pada Desember 2018 ruas tersebut sudah bisa dipergunakan sehingga pengendara dari Medan maupun Tebingtinggi sudah bisa melalui jalan tol.

“Dan tidak akan lama lagi jarak tempuhnya apabila masyarakat mau menuju dan dari Jalan Megawati ataupun ke Kualanamu. Tempo hari memang di titik tersebut kendalanya. Tapi sekarang sudah tidak ada masalah lagi dan sedang dikerjakan,” katanya.

Tak hanya itu, pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung sekitar 42 kilometer, ungkap dia, kendalanya tidak seberat seperti yang terjadi di Tanjungmulia Hilir atau ruas tol Medan-Binjai. Kata dia, sekarang ini tim data yuridis dan hukum sudah turun ke lapangan guna mempercepat pengadaan lahan.

“Desember 2018 harapannya semua sudah diganti rugi (khusus Tebingtinggi-Kualatanjung). Dengan begitu awal Januari pekerjaan sudah bisa jalan. Satu tahun (pengerjaan) mudah-mudahan akhir 2019 itu sudah selesai dan bisa dirasakan pembangunannya oleh masyarakat,” katanya.

Selanjutnya terhadap pengadaan tanah Tebingtinggi-Pematangsiantar, ujar Bambang, saat ini sedang dilakukan inventarisasi dan identifikasi oleh pihaknya baik data fisik maupun yuridis. “Saya harap di November ini Satgas Yuridis dan Fisik dapat bekerja optimal sehingga pekerjaan tersebut juga tuntas. Jadi November KJPP selesai dan Desember sudah bisa dikerjakan sehingga awal Januari 2020 sudah rampung pembangunannya,” terangnya.

Perkiraan pihaknya kalau pegerjaan bisa selesai dalam setahun, jalan tol Medan-Tebingtinggi, Tebingtebing-Kualatanjung, dan Medan-Tebingtinggi-Pematangsiantar akan terkoneksi semua. “Artinya pengadaan tanah saya mau 2018 akhir ini bisa selesai sampai ke Siantar. Pembangunan jalan tolnya kita harapkan tuntas 2019 sehingga 2020 sudah bisa dipergunakan,” ungkap dia. (prn)

7 Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Suap dari Gatot, Rp15 Juta untuk Cabut Interpelasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hak interpelasi yang digulirkan 57 anggota DPRD Sumut pada Maret 2015 lalu ternyata membuat Gatot Pujo Nugroho yang saat itu masih menjabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) panik. Karenanya, untuk menggagalkannya, Gatot memberikan Rp15 juta kepada anggota dewan untuk mencabut usulan interpelasi tersebut.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut KPK terhadap tiga anggota DPRD Sumut yakni Helmiati, Muslim Simbolon, dan Sonny Firdaus yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (28/11). Selain ketiganya, empat mantan anggota DPRD Sumut lainnya yakni Arifin Nainggolan, Mustofawiyah Sitompul, Sopar Siburian, dan Analisman Zalukhu juga menjalani sidang perdana, namun mereka disidang secara terpisah dari ketiga anggota dewan sebelumnya.

Menurut jaksa, pada Maret 2015, sebanyak 57 anggota DPRD Sumut mengajukan hak interpelasi dengan alasan adanya dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri. Dugaan pelanggaran itu terkait Evaluasi Raperda Provinsi Sumut tentang APBD Tahun 2014 dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang penjabaran RAPBD Tahun 2014.

Selanjutnya, menurut jaksa, Gatot menghubungi Ketua DPRD Sumut Ajib Shah. Gatot meminta agar anggota DPRD Sumut tidak mengajukan hak interpelasi. Untuk memenuhi permintaan Gatot, lalu Ajib menghubungi Indra Alamsyah agar menyiapkan hotel sebagai tempat pertemuan antara Gatot dengan anggota DPRD.

Di hotel tersebut, ada 15 orang yang hadir mewakili fraksi-fraksi diantaranya terdakwa Sonny Firdaus. Di pertemuan itu, Muhammad Affan menanyakan kepada Gatot mengenai jumlah uang yang akan diberikan kepada anggota DPRD Sumut yang menolak dan menarik usulan interpelasi.

“Gatot menanggapi agar semua fraksi menolak interpelasi dengan alasan materi interpelasi merupakan materi yang sama dari tahun-tahun sebelumnya. Terkait materi poligami merupakan urusan yang sifatnya pribadi dari Gatot. Untuk itu, Gatot akan memberikan uang ke anggota DPRD yang menolak dan menarik usulan hak interpelasinya,” ungkap Jaksa KPK.

Atas pernyataan Gatot, Affan dan anggota DPRD Sumut yang hadir dalam pertemuan itu menyetujui untuk menarik usulan interpelasi dengan kompensasi Rp15 juta untuk masing-masing anggota yang didistribusikan oleh Indra Alamsyah segera setelah menerima uang kompensasi dari Gatot.

Kemudian pada April 2015, Gatot meminta Pandapotan Siregar dan Ahmad Fuad menyediakan uang Rp1 miliarý untuk diberikan ke anggota DPRD Sumut sebagai kompensasi atas penolakan interpelasi tersebut.

Untuk anggota DPRD Sumut Fraksi PDI-Perjuangan mendapat sejumlah Rp240 juta yang diterima oleh Tulus. Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar menerima Rp175 juta yang diterima oleh Indra Alamsyah. Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra sejumlah Rp195 juta yang diterima oleh Fahrizal Dalimunte dan anggota DPRD Sumut Fraksi PAN sejumlah Rp90 juta yang diterima oleh Syah Affandin. “Partai Hanura sebanyak dua orang, Aduhot Simamora dan Zulkifli Effendi ýoleh Guntur Manurung diserahkan melalui Aduhot Simamora dan untuk Fraksi Gerindra satu orang, terdakwa Sonny Firdaus diserahkan oleh Guntur Manurung,” ungkap jaksa.

Pada 19 Desember 2014, terdakwa Helmiati, Biller Pasaribu, Tiasiah Ritonga, Jamaludin Hasibuan dan Brilian Muchtar menerima uang dari Ahmad Fuas Lubis melalui Zulkarnain alias Zul Jenggot masing-masing Rp50 juta saat rapat di Hotel Grand Mutiara Brastagi.

Atas perbuatannya, mereka didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam kasus ini, Helmiati didakwa menerima uang Rp495 juta. Kemudian, Muslim Simbolon menerima Rp615 juta. Sementara, Sonny Firdaus menerima Rp 495 juta. Kemudian Arifin sebesar Rp560 juta, Mustofawiyah dan Sopar masing-masing sebesar Rp480 juta serta Analisman sebesar Rp970 juta.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar para terdakwa memberikan pengesahan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2012, dan pengesahan APBD Perubahan TA 2013.

Kemudian, agar memberikan persetujuan pengesahan APBD TA 2014 dan APBD Perubahan TA 2014. Selain itu, persetujuan pengesahan APBD TA 2015. Selain itu, agar ketiganya menyetujui LPJP APBD Tahun Anggaran 2014.

JC Sopar Tak Menguntungkan
Terkait pengajuan justice collaborator (JC) oleh Sopar Siburian, terdakwa kasus dugaan suap DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, praktisi hukum Julheri Sinaga SH beranggapan, jika yang bersangkutan memanfaatkan situasi di tengah proses penyidikan yang tengah berlangsung.

“Kecuali proses hukum belum berlanjut, dia (Sopar Siburian) menawarkan diri untuk menjadi justice collborator boleh diterima akal sehat. Kalau sudah bermasalah malah jadi tersangka menawarkan diri, saya pikir tak perlu lagi. Tapi itupun pertimbangannya tetap pada penyidik (KPK). Karna apa pemanfaatannya dia menjadi JC, kalau tidak ada keuntungannya untuk apa,” ungkap Julheri kepada Sumut Pos, Rabu (28/11).

Pun begitu, kata Julheri, tidak serta merta menghapus sanksi pidana terhadap Sopar dengan mengajukan JC. Sebab terangnya, dalam undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor), penyelesaian aspek perdata tidak menghapus aspek pidana. “Artinya, walaupun uang yang diduga dikorupsi itu dikembalikan, tidak secara otomatis menghapuskan perbuatan pidananya. Meringankan bisa jadi. Jadi jangan sementang udah dibayar, terus dihapus pidana. Ndak mungkin, azasnya tidak seperti itu, tetap proses hukum harus berjalan,” tegasnya.

Julheri sendiri beranggapan, pengajuan JC bagi seorang tersangka dinilai sebagai suatu target. “Bisa saja keinginan hukumannya lebih ringan, atau bisa saja memang itikadnya baik. Kalau sudah berjalan proses hukum, ya itu tidak bisa lagi. Kecuali mungkin (subjektif), penyidik menganggap keterangan dia sangat dibutuhkan kalau bertindak sebagai JC. Tapi dengan ada putusan dari berbagai pihak, saya pikir nggak dibutuhkan lagi, karna sudah ada hukuman,” urainya.

Diapun tidak mempersoalkan bila 38 tersangka kasus suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengajukan JC. Kata Julheri, hal itu akan lebih bagus untuk memudahkan proses hukum. “Cuma yang mau diambil keterangannya apa? Dengan kemampuan penyidik kan tak perlu dia menjadi JC, kan sudah cukup bukti. Keterangan mereka dipersidangan kan sudah menjadi dasar untuk menghukum yang lain. Banyak bukti kok, dalam pidana itu ada 5 bukti yang bisa dijadikan dasar,” pungkas Julheri. (bbs/adz/man)

Chelsie v Paok, Jaga 100 %

AMANKAN: Oliver Giroud diharapkan mampu amankan 100 persen kemenangan Chelsea.
AMANKAN: Oliver Giroud diharapkan mampu amankan 100 persen kemenangan Chelsea.

LONDON, SUMUTPOS.CO – Chelsea sudah memastikan tiket lolos ke babak 32 besar Liga Eropa. Namun duel lawan wakil Yunani, PAOK Thessaloniki pada matchday ke-5 babak penyisihan Grup L Liga Europa di Stamford Bridge, Jumat (30/11).

dinihari nanti tetap berarti. Pasalnya mereka ingin menjaga rekor 100 persennya di Liga Eropa.

Chelsea memang tak terbendung, terutama dalam kampanye Liga Europa musim ini. Mereka telah membukukan 12 poin luar biasa dalam empat pertandingan yang selalu berakhir dengan kemenangan. The Blues juga sukses mencetak enam gol dan hanya kebobolan satu gol.

Selain itu, Chelsea juga butuh poin untuk mengunci posisi juara grup. Satu poin saja cukup. Namun PAOK tentu berambisi untuk bangkit.

Apalagi Chelsea juga butuh momentum untuk mengembalikan lagi rasa percaya diri. Sebelumnya mereka tumbang dari Tottenham Hotspur 1-3 yang membuat rekor tak terkalahkan di Eropa menjadi goyang.

Selain itu Maurizio Sarri, pelatih Chelsea mungkin bakal melakukan rotasi. Pasalnya mereka bermasalah dengan kondisi fisiknya. “Dua pekan yang lalu, saya sudah bicara kepada para pemain dan mengatakan saat ini kami memiliki masalah. Selepas pertandingan melawan Tottenham, saya semakin yakin kami memiliki masalah yang cukup besar,” ujar Sarri dikutip dari laman resmi Chelsea.

“Masalah kami ada di sisi fisik dan mental dari para pemain. Saya merasa masalah ini akan cukup sulit untuk segera diselesaikan. Karena, kami harus bermain setiap tiga hari sekali. Tapi, saya berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini,” imbuh pelatih asal Italia tersebut.

Kemungkinan Chelsea akan menyimpan Eden Hazard pada laga ini. Pemain sayap asal Belgia itu mendapat tekel keras dari bek Tottenham Hotspur, Serge Aurier, saat Chelsea kalah 1-3 akhir pekan lalu. Hazard kemudian tampak terpincang-pincang saat meninggalkan lapangan.

Eden Hazard mengatakan, dia alami terkilir di bagian pergelangan kakinya dalam laga tersebut. Dia bahkan mengaku, tidak akan tersedia di laga melawan PAOK, meskipun Maurizio Sarri berharap dia pulih tepat waktu untuk bermain saat Chelsea menjamu Fulham.

“Hazard bukan cedera serius. Saya pikir, dia tidak akan bisa bermain besok (malam ini), tapi saya pikir dia bisa pulih untuk pertandingan berikutnya, pertandingan Liga Premier,” tambahnya.

Sarri pun berharap anak asuhnya dapat segera bangkit dan meraih kemenangan atas PAOK pada Jumat, 30 November nanti. “Tentu saja saya berharap pemain dapat segera bangkit di partai selanjutnya. Saya yakin para pemain saat ini siap bekerja keras demi memecahkan masalah yang saat ini kami hadapi,” beber eks pelatih Napoli itu.

Sementara itu PAOK kini menempati posisi dasar klasemen grup L dengan hanya kantongi tiga poin dari empat pertandingan. Tim ini hanya berhasil raih satu kemenangan dan alami kekalahan tiga kali, dengan mencetak empat gol dan kebobolan hingga lima gol.

PAOK menang 2-0 melawan Xanthi dalam pertandingan Liga Super Yunani. Dua gol di babak kedua membuat PAOK meraih tiga poin di laga tersebut. Anak asuh Razvan Lucescu itu akan tampil tanpa beban di markas Chelsea. Mereka mengandalkan Prijovic. Itu bisa menjadi sinyal bahaya. (bbs/don)

Pedagang Es Tiga Kali Coba Bunuh Diri, Ketiga Bakar Diri Sendiri

Kapolsek Medan Area Kompol K Sianturi saat berada di rumah Syaiful Azahar Chaniago, Rabu (28/11/2018).
Kapolsek Medan Area Kompol K Sianturi saat berada di rumah Syaiful Azahar Chaniago, Rabu (28/11/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Syaiful Azahar Caniago (57) sudah dua kali ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Pertama, ia mencoba gantung diri, tapi masih bisa diselamatkan anaknya. Kali kedua, warga Jalan Jermal V, Lingkungan IX, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan ini kembali coba mengakhiri hidup dengan meminum racun serangga. Lagi-lagi, ia masih bisa selamat.

Hari ini, Syaiful kembali ingin mengakhiri hidup dengan cara menyirami tubuhnya dengan bensin lalu membakarnya. Kebetulan, saat itu dirinya sendirian di rumah karena istrinya sedang sakit dan dirawat di rumah anaknya. Supaya tak ada orang yang bisa menolongnya, pria yang sehari-hari berdagang es keliling ini menggembok pintu pagar.

Api langsung membakar tubuhnya, Syaiful terkapar. Warga yang melihat ada api menyala dari dalam rumahnya langsung berhamburan menolong dengan menyirami tubuhnya. Api padam, tapi Syaiful menderita luka bakar serius, hampir 80 persen. Masih dibantu para tetangga, dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Muhammadiyah.

“Menurut keterangan para saksi, sudah tiga kali korban melakukan percobaan bunuh diri. Dugaan sementara, motif bunuh dirinya karena depresi dengan beban hidup. Di mata tetangga, korban ini orangnya alim,” kata Kapolsek Medan Area Kompol K Sianturi, Rabu (28/11/2018).

Akibat luka bakar yang dideritanya, Syaiful dirujuk ke ICU Rumah Sakit Umum Haji Medan untuk perawatan intensif.  (mei/kps)

Djanur: PSMS Medan Belum Ada Perubahan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SALAM_Coach PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Suhandi (kiri) memberi kan keterangan saat Conferensi Pers di Mess Kebun bunga Medan, Jumat (04/5) Hari ini Psms medan akan menjamu Barito putra dalam lanjutan Liga 1 indonesia di Stadion Teladan medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Mantan pelatih PSMS Medan, Djajang nurjaman (kanan) didampingi Suhandi (kiri).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan menyisakan tiga laga sisa yang sangat krusial hingga penghujung musim Liga 1 2018. Pasalnya, skuat Peter Butler harus bisa memenangi tiga laga sisa tersebut jika ingin bertahan di Liga 1.

Tiga klub yang wajib dikalahkan adalah Persebaya, PS Tira dan PSM Makassar.

Dari tiga laga tersebut, melawan Persebaya adalah pertandingan yang sangat istimewa. Pasalnya, Legimin Raharjo dkk harus berhadapan dengan sosok pelatih yang pernah sangat mereka hormati sepanjang putaran I.

Ya, dia adalah Djajang Nudjaman yang kini membesut Persebaya. Di tangannya, The Green Force mampu bangkit dan mendulang hasil positif di tujuh partai terakhir di putaran II dengan enam kali menang (atas Persib, Madura United, Persija, PSM, Bali United, Bhayangkara dan sekali kalah dari Persipura).

Lini depan Persebaya juga paling moncer dengan memasukkan gol paling banyak yaitu 59 gol. Dan, sang striker David Aparecido Da Silva menjadi topskor sementara Liga 1 dengan 20 gol. Kini, Persebaya ada di peringkat 6 dengan poin 47.

Medan sejatinya tempat yang sangat ramah buat Djanur-sapaan akrab Djajang Nurdjaman. Namun, dia harus meninggalkan PSMS pada putaran I dengan kondisi tidak mengenakkan. Dia didepak manajemen, begitu juga dengan dua asistennya, Muhammad Yusuf Prasetyo dan Suwanda.

Di tengah tim lawan yang butuh poin, sanggupkah Djanur, pelatih yang membawa PSMS dari Liga 2 ke Liga 1 mengalahkan Ayam Kinantan?

Djanur dengan tegas mengatakan ke Medan ingin menang. “Saya bersama tim datang ke Medan ingin menang. Secara pertandingan ini memang menentukan buat PSMS. Tapi apa boleh buat, saya sebagai pelatih punya misi untuk menang di dua pertandingan terakhir untuk memperbaiki posisi,” ujarnya kepada pojoksatu (Jawa Pos Group), saat dihubungi, Rabu (28/11/2018) siang.

Dia juga menjelaskan akan melepaskan semua perasaan tak mengenakkan yang telah terjadi dan dilakukan manajemen PSMS padanya pada putaran I. “Kesampingkan sajalah perasaan emosional, saya profesional saja. Sekarang saya bawa Persebaya, tentu ingin menang bersama Persebaya,” ungkapnya.

Meski secara pribadi, dia juga ingin unjuk gigi di hadapan tim yang pernah mendepaknya. “Orang dipecat ya manusiawi. Pastilah ingin membuktikan, saya jujur saja ingin menang,” tegasnya.

Soal kondisi PSMS saat ini, diakuinya tak banyak perubahan dengan saat ditinggalkannya. “PSMS masih sama. Masih belum ada perubahan.Kita lihat saja dari klasemen sekarang masih tetap di bawah. Walau ada perbaiki di pertandingan away,” tuturnya.

Skuat Persebaya sendiri akan tiba di Medan, Kamis (29/11/2018) sore. (nin)

Boru Sirait Diterkam Buaya Saat Cuci Pakaian di Sungai

Diterkam buaya-Ilustrasi
Diterkam buaya-Ilustrasi

MADINA, SUMUTPOS.CO – Seorang perempuan bernama Loide Sirait, 45, tewas diterkam buaya di Sungai Kunkun Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang mencuci pakaian di Sungai Kunkun bersama temannya Martianna Panjaitan, 40, kemudian teman korban melihat kemunculan seekor buaya dengan ukuran kurang lebih 4 meter dan langsung menerkam korban dan menenggelamkannya ke dalam air dengan menggunakan mulutnya.

“Kebetulan saya dan Ibu Loide sore itu mencuci pakaian di pinggir sungai, tiba-tiba seekor buaya menerkamnya dan menyeretnya ke dalam sungai, ia sempat minta tolong-tolong,” kata Martianna Panjaitan, kepada wartawan, Selasa (27/11).

Selanjutnya Martiana Panjaitan berlari ke rumah yang berjarak sekitar kurang lebih 25 meter dari Sungai Kunkun, dan meminta tolong kepada suaminya Alboin Sitorus untuk membantu korban. Tetapi korban sudah menghilang dibawa Buaya.

“Saya sangat takut melihat kejadian itu, saya pun minta tolong kepada warga,” ujarnya.

Kemudian warga mencari keberadaan korban ke arah hulu Sungai Kunkun, sehingga korban ditemukan oleh warga Mukmin Hasibuan sekitar 500 meter dari TKP.

Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan lengan tangan kanan mengalami patah tulang, luka robek bagian bahu sebelah kiri, luka robek bagian dada sebelah kiri dan luka mata sebelah kiri.

Kapolsek Natal AKP J.R Purba membenarkan kejadian tersebut, rencananya jenazah korban akan dibawa ke Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa untuk dikebumikan.

“Memang benar ada laporan yang kami terima korban dimangsa buaya, kemudian kami beberapa personel langsung menuju ke lokasi kejadian,” ungkapnya.

Pihak kepolisian pun langsung berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani satwa liar tersebut, yang dikhawatirkan terus membahayakan warga sekitar.

“Tindakan selanjutnya kami bersama BKSDA menanganinya agar keresahan masyarakat tidak bertambah dari ancaman buaya di Sungai Kunkun tersebut,” imbuhnya lagi. (jpg)

Mayat Mr X Mengambang di Perairan Pulau Pandan

Mayat Mr X dievakuasi petugas dari perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Sumut, Selasa (27/11) pukul 20.30 WIB.
Mayat Mr X dievakuasi petugas dari perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Sumut, Selasa (27/11) pukul 20.30 WIB.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Sesosok mayat tanpa identitas (Mr X) berjenis kelamin laki-laki ditemukan di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Sumut, Selasa (27/11) pukul 20.30 WIB.

Mayat tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa tim Basarnas Tanjungbalai ke RSUD dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk divisum.

Pihak RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai melalui dokter jaga dr. Sabrin kepada wartawan, Rabu (28/11/2018) mengatakan, dari hasil visum yang telah dilakukan pihaknya bahwa ciri-ciri mayat Mr X itu menggunakan baju kaus putih bertuliskan I Love Thailand dan tanpa menggunakan celana.

Diperkirakan, mayat itu sudah mengapung lebih dari 3 hari. Pasalnya, kondisi tubuhnya seperti jari tangan sudah nampak tulang, kulit wajahnya sudah terkelupas sehingga nyaris tidak dapat dikenali lagi.

“Mayat Mr X itu tadi pagi sudah dijemput kepolisian Polres Batubara dan rencananya mau ke Medan untuk di autopsi,” ucap Ilham. (cr1)

Sapi di Australia Ini Tumbuh Terlalu Besar hingga Tak Laku-laku

DAILY MIRROR / 7 NEWS Knickers, sapi jantan di Australia, yang memiliki tinggi 194 sentimeter, jauh lebih besar dibandingkan ternak sapi lainnya.
DAILY MIRROR / 7 NEWS
Knickers, sapi jantan di Australia, yang memiliki tinggi 194 sentimeter, jauh lebih besar dibandingkan ternak sapi lainnya.

PERTH, SUMUTPOS.CO – Seekor sapi di sebuah peternakan di Australia telah tumbuh menjadi sangat besar sehingga pemiliknya kesulitan untuk menjual maupun membawanya ke rumah pemotongan hewan. Sapi jenis Holstein Friesian yang diberi nama Knickers oleh pemiliknya itu kini memiliki bobot hampir 1,4 ton dan tinggi 194 sentimeter.

Pemiliknya, Geoff Pearson, pertama kali membeli sapi jantan tersebut untuk memimpin kawanan ternaknya di ladang. Dia membeli Knickers bersama sejumlah sapi lainnya yang sejenis. Menurut Pearson, sejak pertama dibeli, sapi jantan itu sudah lebih menonjol dibandingkan ternak lainnya.

“Dia selalu sedikit lebih besar dan lebih menonjol dibandingkan ternak lainnya,” kata Pearson dilansir Daily Mirror.

Namun yang tidak disangka, seiring waktu Knickers tumbuh semakin besar, bahkan menjadi jauh lebih besar dari sapi lain sejenisnya. Pearson mengaku sempat mencoba menjual sapi itu dalam sebuah lelang yang digelar bulan lalu. Namun lantaran ukurannya yang terlalu besar, para pemilik rumah pengolahan daging mengaku tidak bisa mengangkutnya.

Knickers si sapi jantan raksasa tersebut hanya akan dibiarkan berkeliaran di ladang peternakan yang berlokasi di dekat Danau Preston, kawasan Myalop, sekitar 136 kilometer arah selatan Perth.

“Sapi itu terlalu berat. Saya tidak bisa memasukkannya melalui fasilitas pemrosesan,” kata Pearson kepada harian Perth Now. “Jadi saya pikir dia akan hidup bahagia selamanya,” tambahnya yang memiliki peternakan dengan sekitar 20.000 ekor ternak.

Pearson meyakini, sapi raksasanya itu masih akan hidup hingga beberapa tahun mendatang, dikelilingi dengan sapi lain yang selalu mengikutinya. Sapi itu juga telah menjadi sorotan media lokal selama beberapa tahun terakhir.

Knickers disebut sebagai sapi ternak terbesar di Australia, meski hal itu belum resmi. Menurut catatan dalam buku rekor Guinness, sapi ternak terbesar di dunia yang masih hidup adalah Belino di Roma, yang tercatat pada Maret 2010 memiliki tinggi 198 sentimeter. (agni/kps)