Tamba Tinendung/Sumut Pos
SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).
Tamba Tinendung/Sumut Pos SERAHKAN: Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP, MM menyerahkan alat kebersihan kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11).
PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata terus melakukan terobosan untuk menggenjot kunjungan wisatawan. Salah satunya, melalui kampanye Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona secara serentak.
Kali ini kampanyenya dilakukan di Kabupaten Pakpak Bharat di Lapangan Napasengkut, Salak, Selasa (27/11). Gerakan sadar wisata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di sekitar destinasi pariwisata.
Asisten Pemerintahan, Supardi Padang, SP MM menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Menurutnya, pariwisata mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat jika dikelola secara maksimal. “Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menjaga daerah wisata di daerah kita dengan melaksanakan secara nyata nilai-nilai yang terdapat dalam sapta pesona yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” jelasnya.
Hadir dalam acara tersebut Rinto Taufik Simbolon (Analis Fungsional Asisten Deputi (ASDEP) Pengembangan Masyarakat Parawisata Kemenpar),Lutfi Daud, Kepala Desa Salak 1, Sahat Banurea,Pengurus Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Pancasila (IPK), Pemuda Kebasmisi, beberapa siswa/i SMA,dan masyarakat di sekitar Daerah Tempat Wisata (DTW), LSM Sada Ahmo. Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan alat kebersihan secara simbolis kepada masyarakat peserta Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, seperti sapu,dan tempat sampah. (tam/han)
solideo/sumut pos
BERSAMA: Camat Berastagi Mirton Ketaren diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta rombongan saat berada di Kampung Listrik Bawah.
solideo/sumut pos BERSAMA: Camat Berastagi Mirton Ketaren diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta rombongan saat berada di Kampung Listrik Bawah.
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Kampung Listrik Bawah ‘disulap’ jadi lokasi wisata baru di Kota Berastagi. Kampung yang dihuni sekitar 125 KK itu kini berubah menjadi Kampung Warna Warni. Kampung Listrik Bawah ini sudah lama diincar oleh Persatuan Warga Berastagi Sekitarnya (PWBS) sehingga didominasi sebagai kampung Warna Warni.
Hal ini dikatakan Camat Berastagi Mirton Ketaren saat mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH beserta rombongan mengunjungi Kampung Listrik Bawah, Senin (26/11). Menurut Mirton, Kampung Listrik Bawah sudah lama menjalin kerja sama dengan PWBS Berastagi. Dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk merangkul dan merembukkan kepada warga agar Kampung Listrik dijadikan menjadi Kampung Warna Warni, seperti yang ada di Malang.
Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, MSi, Kadishub Gelora Fajar Purba, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Camat Kabanjahe Leo Frans Surbakti saat melakukan peninjauan di Kampung Listrik Bawah sangat kagum dan mengapresiasi langkah yang dilakukan PWBS yang diketuai oleh Dalwan Ginting untuk menjadikan Kampung Listrik Bawah menjadi Kampung Warna Warni.
“Patut kita bersyukur, sebab bagi wisatawan lokal dan luar negeri yang suka berfoto akan berdatangan. Tidak perlu lagi jauh-jauh lagi ke kota Malang, sudah ada di Karo. Ada banyak gambar 3D yang jadi spot foto-foto keren nanti,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, sangat mendukung apa yang telah diperbuat PWBS terhadap Kampung Listrik Bawah yang ingin dijadikan menjadi Kampung Warna Warni.”Saya bersama DPRD Karo sangat mendukung dan saya minta kepada Pemda Karo menjadi atensi, jika perlu ajukan anggarannya ke DPRD Karo dalam hal pemeliharaan kebersihan dan perawatan catnya agar dijaga dan terpelihara,” ucapnya.
“Ini moment yang harus Pemkab Karo dukung. Mudah mudahan Dinas Parawisata akan mengajukan anggaran terkait Kampung Warna Warni ini. Saya akan bantu di DPRD Karo,” kata Thomas kepada Bupati Karo.
Kepling Listrik Bawah Dapot Tigor Pandiangan menuturkan, saat bertemu dengan Bupati Karo, kami masyarakat Listrik Bawah sudah siap dinobatkan sebagai Kampung Warna Warni. “Hal ini kami warga sudah sepakat semua, 125 KK rumahnya siap dicat dengan cat yang berbeda-beda,” ucap Kepling. Dijelaskannya, pengecatan sudah berlangsung selama 5 (lima) hari sampai sekarang dan rumah yang sudah selesai dicat sekitar 30 rumah.
“Diperkirakan rumah warga selesai dicat semuanya selama 40 hari, sesuai kesepakatan kami bersama tim pemodal dari PWBS yang sudah menyediakan cat dengan gratis,” jelasnya. Lanjut Kepling, rencana kedepan, Kampung Listrik Bawah setelah selesai di cat, maka gerbang pintu masuk akan dibentuk menjadi 2 (dua) dan yang akan ditutup untuk mempermudah akses. Gerbang gapura juga akan dicat sedemikian rupa. (deo/han)
Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.
Aparat PM menutupi jenazah Jani yang tewas tersambar KA.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jani Indrianto S, 36, warga Jalan Panca, Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas tewas dilindas kereta api di perlintasan Jalan Mandala By Pass, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (27/11) sekira pukul 10.00 WIB.
Informasi yang diperoleh, sebelum peristiwa itu terjadi, korban terlihat sedang berjalan kaki di rel tersebut.
Korban diduga tidak menyadari adanya kedatangan kereta api, sehingga tertabrak dan terlindas lalu tewas seketika.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini pun sontak mengerumuni jasad korban yang telah berlumuran darah itu. Tak lama berselang petugas Unit Kecelakaan (Laka) Polsek Percut Seituan datang ke lokasi.
Dengan dibantu warga, petugas mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.
“Dari pemeriksaan ditemukan identitas korban berupa KTP atas nama Jani Indrianto Sitanggang warga Medan Amplas,” ungkap salah seorang warga.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang kembali di dapat, jasad korban dibawa oleh petugas ke ruang instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.
Sedangkan keluarga korban diketahui juga sudah menyusul korban ke rumah sakit tersebut. (fir)
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018).
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/11/2018).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf didakwa menerima gratifikasi senilai lebih dari Rp 41 miliar. Menurut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penerimaan uang tersebut dilakukan melalui sejumlah orang dan pola transaksi yang berbeda.
Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (27/11/2018), Irwandi didakwa dua perkara gratifikasi. Pertama, Irwandi didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 8,7 miliar. Salah satunya, menurut jaksa, sejak November 2017 hingga Mei 2018, Irwandi menerima uang dari Muklis yang merupakan pengusaha.
Uang Rp 4,2 miliar dari Muklis diberikan melalui transfer bank. Namun, sebelumnya Muklis menyerahkan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) beserta nomor PIN kepada Irwandi. Kartu ATM diserahkan di rumah pribadi Irwandi di Jalan Salam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.
Menurut jaksa, Muklis 14 kali mengirimkan uang ke rekening bank yang telah dikuasai Irwandi tersebut. Dalam surat dakwaan, Irwandi disebut menggunakan beberapa orang dekatnya untuk menerima uang. Salah satunya adalah mantan model Steffy Burase.
Dalam persidangan untuk terdakwa lainnya, Irwandi dan Steffy mengakui bahwa mereka memiliki hubungan cukup dekat. Keduanya bahkan berencana menikah. Namun, pernikahan batal dilakukan karena Irwandi lebih dulu ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa sejak Oktober 2017 sampai akhir Januari 2018, Irwandi menerima uang melalui Steffy dengan total nilai sebesar Rp 568 juta. Uang tersebut berasal dari Teuku Fadhilatul Amri. Dalam dakwaan gratifikasi pertama, rekening Steffy 15 kali menerima uang dari Teuku Fadhilatul Amri. (abba/kps)
MADINA, SUMUTPOS.CO – Seorang remaja bernama Sopri, 17, di Mandailing Natal (Madina) tewas secara mengenaskan setelah ditebas dengan sebilah parang oleh sepupunya sendiri, Rafii, 35.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (24/11/2018) sekira pukul 23.00 WIB.
“Motif sementara karena sakit hati. Korban bersama teman-temannya sedang berada di belakang rumah pelaku dan menyetel musik sambil nyanyi sehingga pelaku merasa terganggu. Kemudian, pelaku mengingatkan korban supaya berhenti, namun korban dan temannya tidak peduli,” terang Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi kepada Metro Tabagsel (Sumut Pos Group), Senin (26/11/2018).
Merasa sakit hati, pelaku keluar dari rumahnya dan membawa sebilah parang, dia lalu menemui korban bersama teman-temannya.
“Di situlah terjadi keributan, saat itu teman-teman korban kabur, sementara korban masih adu mulut dengan pelaku. Karena sudah emosi dan merasa sakit hati, pelaku lalu membacok korban dan mengenai kepala dan telinganya, parang tersebut dibawa pelaku dari rumahnya,” ujar Andi.
Usai dibacok, korban masih berusaha menghindar dan melarikan diri. Tetapi tak lama kemudian, korban jatuh dan tidak sadarkan diri, Sopri pun akhirnya meninggal dunia karena pendarahan.
Lalu, pihak keluarga menghubungi petugas kepolisian, dan Sopri dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan untuk kepentingan visum.
“Kita mendapat laporan dari warga, dan langsung mencari pelaku. Sekarang pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti,” terang Kapolsek.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (wan)
pasangan Andar Amin Harahap-Hariro Harahap resmi menjadi Bupati-Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), usai dilantik di Kantor Gubsu, Selasa (27/11).
pasangan Andar Amin Harahap-Hariro Harahap resmi menjadi Bupati-Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), usai dilantik di Kantor Gubsu, Selasa (27/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik pasangan Andar Amin Harahap-Hariro Harahap sebagai Bupati-Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta).
Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati, serta Ketua TP PKK/Dekranasda Paluta, berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (27/11).
Gubernur Edy Rahmayadi meminta pasangan itu untuk segera bekerja menjalankan tugas mensejahterakan rakyat. Pesan tersebut mengingat tanggungjawab besar harus diemban ke depan.
“Pastinya, yang datang pada hari ini, tentu mendoakan saudara-saudara (Bupati-Wakil Bupati Paluta) agar bisa mensejahterakan rakyat Paluta,” ujar Edy.
Hadir di antaranya Ketua TP-PKK Sumut Hj Nawal Lubis Edy Rahmayadi, mantan Bupati Paluta yang juga ayah kandung Andar, H Bahrum Harahap beserta istri, sejumlah pejabat Pemkab Paluta, Forkopimda Paluta, serta anggota DPRD Paluta.
Dalam sambutannya, Gubernur menyebutkan bahwa Paluta merupakan bagian penting dari Sumatera Utara. Karenanya kesejahteraan masyarakat daerah ini menjadi tugas penting baginya, bersamaan 32 kabupaten/kota lainnya di Sumut.
“Anda (Andar) sudah lebih dulu memimpin rakyat (Walikota Padangsidimpuan). Jadi saya dapat ilmu. Karenanya ini seperti murid melantik guru,” sebut Gubernur, disambut senyum para hadirin.
Bupati Paluta Andar Amin Harahap mengaku siap menjalankan tugas sebagaimana dipesankan Gubernur. Untuk itu, selain segera berkoordinasi terkait program kerja, mereka siap menjalankan tugas memperbaiki infrastruktur dan sarana lainnya mendukung kesejahteraan rakyat.
Dalam agenda itu, Ketua TP PKK/Dekranasda Sumut, Hj Nawal Lubis Edy Rahmayadi juga melantik Ketua TP PKK/Dekranasda Paluta, Ade Aan Rosdiani Andar Amin Harahap. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Raline Shah pulang kampung ke Kota Medan pada Jumat (30/11) mendatang. Setidaknya kepulangan aktris berdarah campuran ini terkait film komedi pertama yang dibintanginya. Film berjudul Orang Kaya Baru yang diproduksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini dirilis tahun depan (2019).
Sejak menetap di Jakarta, kini Raline jarang berkunjung ke Kota Medan. Jika bukan karena urusan keluarga, praktis perempuan berambut panjang ini tak pernah menginjakkan kakinya di Kota Medan. Kepulangannya kali ini tentu merupakan kebahagiaan bagi pribadinya. Meskipun kepulangannya kali ini karena urusan pekerjaan, namun Raline juga senang karena bisa bertemu dengan keluarganya.
Raline dijadwalkan selama dua hari berada di Kota Medan. Selain memenuhi jadwal talk show di salah satu televisi lokal, dia juga dijadwalkan melakukan Meet & Greet di Kota Medan.
Berperan sebagai Tika dalam film yang ditulis oleh Joko Anwar, film ini begitu syarat dengan kehidupan masyarakat di masa sekarang. Meskipun boleh dibilang, tema yang ditawarkan tidak baru yakni tentang ‘’kaya mendadak’, namun sang penulis membuat jalan cerita film dengan bumbu komedi yang fresh, apalagi skenrio tersebut divisualisasikan melalui pengarahan yang pas oleh Sutradara Ody C. Harahap.
Raline Shah bersama awak film Orang Kaya Baru.
Keterlibatan Raline dalam film ini membuat film ini menjadi spesial. Apalagi penguasaan karakter peran yang ditunjukkan Raline begitu pas dengan tema cerita film. Raline didaulat sebagai pemeran utama bersama Refal Hadi. Sesuai dengan judulnya yang cukup unik, tema ‘kaya mendadak’ dialami oleh sebuah keluarga yaitu seorang ibu yang diperankan Cut Mini, dan ayah diperankan Lukman Sardi. Mereka memiliki tiga orang anak bernama Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero), dan Dodi (Fatih Unru).
Keluarga ini sebelumnya selalu menjalani kehidupan sehari-sehari mereka dengan serba apa adanya. Ketika sang ayah meninggal, barulah diketahui bahwa selama ini ayah mereka ternyata orang yang sangat kaya. Hartanya pun diwariskan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Seperti mendapat ‘uang kaget’, harta yang diwariskan itu kemudian digunakan oleh istri dan anak-anaknya. Mereka yang tadinya hidup susah, kini menjadi orang kaya dadakan, mereka membeli rumah, mobil hingga barang-barang mewah lainnya. Segala ‘kenorakkan’ dan tingkah laku mereka menjadi Orang Kaya Baru inilah yang akan menjadi jalan cerita menarik di film ini. (rel/mea)
ZenBook S_UX391. ASUS menghadirkan varian warna Burgundy Red yang memiliki nuansa elegan yang berbeda.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bulan lalu ASUS resmi memperkenalkan ZenBook S UX391UA di Indonesia. Laptop ultra tipis dan powerful tersebut hadir dengan desain mewah dibalut kombinasi warna Deep Dive Blue yang elegan. Kali ini, ASUS menghadirkan varian warna Burgundy Red yang memiliki nuansa elegan yang berbeda. Varian warna kemerahan ini juga hanya akan dipasarkan secara terbatas di Indonesia.
“Dengan bangga ASUS memperkenalkan ZenBook S versi Burgundy Red ke Indonesia,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia. “ZenBook S Burgundy Red ini sangat cocok untuk menggambarkan pengguna yang sangat dinamis dan tidak takut dengan tantangan dunia digital saat ini. Hal tersebut tentu saja sejalan dengan spesifikasi powerful yang tetap ada di ZenBook S,” lanjutnya.
ZenBook S Burgundy Red, Jimmy menyebutkan, akan menambah kesan berkelas bagi para profesional penggunanya, baik pria ataupun wanita. “Membawa perangkat komputasi ringan dan ultra tipis dengan warna yang mewah, apalagi jika di diharmonisasikan dengan perlengkapan aksesoris sehari-hari lainnya yang senada, dipastikan perhatian orang disekeliling akan berpusat pada pemiliknya,” sebut Jimmy.
ASUS ZenBook SUX391UA hadir dengan layar 13,3 inci dan dirancang khusus untuk pengguna yang beraktivitas secara mobile. Desainnya yang ultra-portable dikombinasikan dengan performa tangguh membuatnya cocok dijadikan sebagai perangkat komputasi on-the-go. Tidak hanya itu, ASUS ZenBook SUX391UA juga memiliki bodi tangguh berstandar militer.
Jimmy mengatakan, ultrabook ini menggunakan prosesor Intel Core i7-8850U yang sangat powerful sehingga penggunanya bisa melakukan berbagai aktivitas. “Mulai dari hanya sekadar browsing, membuka dokumen, menonton, bahkan hingga bermain game ringan dan mengolah video. Semua bisa dilakukan dengan ultrabook yang ramping ini,” kata Galip.
ASUS ZenBook S_UX391_Burgundy Red tampil dengan desain inovatif ErgoLift terbaru yang dirancang khusus agar pengguna ultrabook ini bisa mengetik dengan nyaman.
Inovatif dan Semakin Elegan
Sama seperti versi Deep Dive Blue, ASUS ZenBook SUX391UA versi Burgundy Red tetap tampil dengan desain inovatif ErgoLift terbaru yang dirancang khusus agar pengguna ultrabook ini bisa mengetik dengan nyaman. ErgoLift memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan keyboard membentuk sudut 5,5 derajat – sudut paling optimal untuk mengetik.
Tidak hanya itu, desain ErgoLift juga memungkinkan layar ZenBook SUX391UA bisa terbuka dengan sudut hingga 145 derajat, lebih luas dari sebagian besar ultrabook yang ada di pasar Indonesia. Ketika laptop ditutup, penyangga pada desain ErgoLift akan tersembunyi secara otomatis, sehingga bentuk ultrabook ini tetap ramping dan mudah dibawa ke mana pun.
“Desain inovatif ErgoLift membuat pengguna ZenBook SUX391UA menjadi semakin nyaman ketika mengetik. Selain itu, ErgoLift memungkinkan audio Harman Kardon yang tersemat di ultrabook ini tampil lebih prima,” jelas Jimmy.
Layar ASUS ZenBook SUX391UA menggunakan bezel NanoEdge yang memiliki ketebalan hanya 5,9mm dan memiliki 85% screen-to-bodyratio. Pengalaman visual pengguna juga semakin optimal berkat dukungan 100% sRGB color gamut dan resolusi Full HD (1920×1080) dengan viewing angle hingga 178 derajat.
Ultrabook ini memuat prosesor Intel Core i7-8550U berkecepatan 1,8 GHz dengan yang dapat dipacu hingga 4,0GHz.
Tetap Portabel dan Powerful
ASUS ZenBook SUX391UA versi Burgundy Red masih tampil ramping dengan ketebalan hanya12,9mm serta serta bobot sekitar 1Kg. Dimensinya juga kurang lebih sama dengan ukuran kertas A4, sehingga membuatnya layak dijuluki sebagai salah satu ultrabok paling ringkas di dunia.
Pada aspek performa, ultrabook ini mengusung komponen hardware kelas atas namun memiliki konsumsi daya yang rendah. Ultrabook ini memuat prosesor Intel Core i7-8550U berkecepatan 1,8 GHz dengan yang dapat dipacu hingga 4,0GHz. Prosesor Intel Core generasi ke-8 ini mengusung arsitektur 14nm yang hemat daya sehingga membuat bateraiZenBook SUX391UA bisa bertahan dengan penggunaan hingga 13,5 jam.
ASUS ZenBook SUX391UA juga didukung oleh RAM LPDDR3 dengan kapasitas hingga 16GB. Sementara penyimpanannya menggunakan PCIe SSD dengan kapasitas 512GBagar pengalaman penggunaannya lebih optimal. (rel/mea)
Main Spec.
ASUS ZenBook UX391UA
CPU
Intel® Core™ i7-8850U Processor, 8M Cache, up to 4.00 GHz
Operating System
Windows 10 Home
Memory
16GB 2133MHz LPDDR3
Storage
512GB PCIe 3.0 x4 SSD
Display
13.3″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) ultra slim,60Hz, 300 nits
Graphics
Intel UHD 620
Input/Output
1x audio jack combo, 1x Type C USB3.1 Gen 1, 2x Type C USB3.1 Gen 2 (Thunderbolt™ 3) with fast charging and display connectivity support, WiFi
Camera
HD Webcam
Connectivity
Built-in Bluetooth V4.2
Audio
High-quality stereo speakers (with smart amplifier), Harman Kardon-certified ASUS SonicMaster Premium audio system
KENA OTT
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (kanan) saat tiba di gedung KPK Jakarta, Minggu (18/11). Politikus Partai Demokrat itu diamankan KPK seusai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
KENA OTT Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (kanan) saat tiba di gedung KPK Jakarta, Minggu (18/11). Politikus Partai Demokrat itu diamankan KPK seusai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Brutu. Kini, penyidik KPK mulai menggarap saksi-saksi terkait kasus tersebut.
Senin (26/11), ada 7 saksi yang diperiksa mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), swasta hingga sopir. Hal itu dibenarkan Jubir KPK, Febri Diansyah.
“Tujuh saksi tersebut akan diperiksa untuk tersangka RYBý,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (26/11).
Adapun saksi dari kalangan ASN yakni Togap PandapotanTambunan, Mangaraja P Simamora, Sukardi Purba alias Tumpal alias Tabes, Gugung Banurea, dan Rudiyar Simbiring.
Kemudian, seorang sopir bernama Jonsen Sinamo dan pihak swasta Dedy Dharma PML. Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan keterangan apa yang digali penyidik dari para saksi tersebut.
Terkait ASN Pakpak Bharat dipanggil sebagai saksi, Pelaksana Harian (Plh) Bupati, Sahat Banurea sudah menjamin kalau seluruh ASN di jajarannya akan kooperatif bila sewaktu-waktu dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangan. Pernyataan itu disampaikan Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pakpak Bharat Arianto Tinambunan pada Jumat (23/11) lalu.
“Dari Pemkab Pakpak Bharat dengan seizin Pak Sekda, menyampaikan bahwa kami akan kooperatif membantu penyidik dalam hal kasus ini. Jadi kami tidak akan halang-halangi,” kata Arianto.
Dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Pemkab Pakpak Bharat ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu; Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK); dan Hendriko Sembiring (HSE) dari swasta setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Dalam OTT di Medan, Jakarta, dan Bekasi menangkap 6 orang termasuk 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 3 orang lainnya adalah Reza Pahlevi dari swasta, Jufri Mark Bonardo Simanjuntak selaku ajudan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Barutu; dan Syekhani selaku pegawai honorer pada Dinas PU Pemkab Pakpak Bharat.
Bupati Remigo diduga menerima uang sejumlah Rp550 juta melalui orang-orang kepercayaannya yang merupakan fee sejumlah proyek di Dinas PUPR Pemkab Pakpak Bharat. Uang tersebut di antaranya Rp150 juta yang disita KPK hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Uang Rp150 juta itu diduga diberikan melalui David Anderson Karosekali. Uang tersebut diduga berasal dari mitra atau rekanan yang sedang mengerjakan sejumlah proyek di Pemkab Pakpak Bharat tahun anggaran 2018. Adapun sisanya Rp250 juta pada 17 November dan Rp150 juta juga diduga pada hari yang sama.
KPK menyangka Remigo Yolando Barutu, David Anderson Karosekali, Hendriko Sembiring, selaku penerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (bbs/adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1440 Hijriah/2019 M ditetapkan dengan dolar Amerika Serikat, yaitu sebesar USD 2.675. Artinya, tarif haji tahun depan naik USD 43 atau senilai Rp627.198 dengan kurs Rp14.586, dari tahun sebelumnya USD 2.632.
MENURUT Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ada tiga variabel yang menyebabkan usulan kenaikan biaya ibadah haji itu. Pertama, ujar dia, terkait dengan pesawat udara. Kedua, kebijakan pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya transportasi. Ketiga, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.
Menurut Lukman, biaya sewa maupun avtur atau bahan bakar pesawat mengalami kenaikan. “Pesawat udara baik biaya sewa maupun bahan bakar mengalami kenaikan sampai USD 43,” katanya Lukman usai rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (26/11).
Kedua, pemerintah Arab Saudi melakukan kebijakan menaikkan biaya angkutan atau transportasi darat dari Jeddah ke Mekkah atau sebaliknya. “Pemerintah Saudi Arabia secara resmi menaikkan harganya karena mereka pengin meremajakan bus-bus yang digunakan jemaah kita,” kata Lukman di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/11).
Ketiga, memang ada upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah, khususnya di Arafah. Termasuk, perbaikan tenda hingga penyejuk udara atau AC. ”Di Arafah ini tahun 2019 nanti akan kita lengkapi dengan air conditioner (AC). Penyejuk udara ini tentu menambah biaya SAR 50,” jelas dia.
Menurut Lukman, sebenarnya kenaikan itu rilnya bisa sampai USD 143 hingga USD 148. Namun, pemerintah Indonesia mencoba menyeimbangkan dengan indirect cost-nya. “Sehingga kenaikan yang harus dibayar jemaah itu hanya 43 US dolar,” tegasnya.
Sehingga, BPIH yang diusulkan dengan rincian, biaya penerbangan sebesar USD 2.096, akomodasi di Arab Saudi USD 178,13, biaya hidup USD 401. Usulan BPIH sebesar USD 2.675 ditetapkan dengan asumsi nilai tukar (kurs) USD terhadap rupiah sebesar Rp14.586 per 19 November 2018. Kemudian, juga asumsi kurs SAR 3,75 per USD atau setara Rp3.887,74 per SAR. Sehingga, dalam rupiah, tarif haji tahun depan naik Rp627.198 menjadi Rp39.017.550.
Lukman mengatakan, tiga hal tersebut telah melalui pertimbangan oleh pihaknya. Namun, besaran kenaikan BPIH ini baru sekadar usulan dari Kemenag. Menurut dia, tentu nanti akan dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) bersama DPR.
“Tentu sangat dinamis sampai kemudian kita menyepakati berapa biaya haji yang paling rasional untuk 2019. Jumlahnya 2675 US dolar yang kami usulkan,” ungkap Lukman.
Dia berharap semoga saja pembahasan BPIH bisa cepat sehingga bisa dengan cepat pula diputuskan. Karena itu, Lukman berharap selama Desember 2018 nanti pembahasan dilakukan intensif. Dia berharap pertengahan Januari, atau sebelum DPR reses, BPIH sudah bisa ditetapkan.
Menurut Lukman, lazimnya untuk waktu pelunasannya akan ditetapkan dengan keputusan presiden (Keppres) setelah ada persetujuan DPR ihwal BPIH tersebut.
“Saat keppres keluar maka sejak saat itulah dibuka pelunasan sampai biasanya sekitar satu bulan jangka waktunya. Lalu kemudian bisa melalukan persiapan untuk haji 2019,” ungkap Lukman.
Dia menambahkan kuota haji Indonesia 2019 tetap sama dengan 2018 yakni sebanyak 221 ribu jemaah. Terdiri dari 204 ribu jemaah reguler, dan 17 ribu untuk haji khusus.
Dia menegaskan fokus pemerintah tidak pada penambahan kuota selama sarana dan prasarana Mina belum ditingkatkan dengan baik.
Menurut dia, kondisi tenda dan toilet yang ada sekarang ini saja masih dikeluhkan. Sebab, tingkat kepadatan tenda itu luar biasa. Toilet juga jumlahnya sangat terbatas. Karena itu, ujar Lukman, tanpa didahului penambahan sarana dan prasarana, menambah kuota jemaah itu bisa menyebabkan tragedi kemanusiaan. “Karena itu mengancam keselamatan jiwa semua,” kata Lukman. (yes/jpc/boy/jpnn)