26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 5740

Presiden Resmi Lantik KSAD Jenderal Andika Perkasa

istimewa SALAM: Presiden Joko Widodo bersalaman, usai melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai KSAD, Kamis (22/11).
istimewa
SALAM: Presiden Joko Widodo bersalaman, usai melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai KSAD, Kamis (22/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Kamis (22/11). Lulusan Akademi Militer 1987 itu, menajdi KSAD menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang segera memasuki masa pensiun pada Januari 2019 mendatang.

Jokowi mengaku, punya pertimbangan khusus dalam menunjuk Andika sebagai KSAD. Satu di antaranya adalah rekam jejak tentara yang juga menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono itu.

“Saya melihat rekam jejak Pak Andika pernah di Kopassus, Kodiklat, Pangdam, Kostrad, dulunya di penerangan, serta Danpaspampres, saya kira komplet. Ya me mang ada beberapa kandidat, tapi inilah yang telah kami putuskan,” tutur Jokowi.

Soal karir Andika yang tergolong cepat mencapai posisi KSAD, karena jabatannya sebagai Panglima Kostrad cuma 4 bulan, Jokowi menanggapinya secara singkat. “Coba dilihat sajalah perjalanan karir Pak Andika, sudah memenuhi itu semua,” katanya.

Jokowi menegaskan, penunjukan Andika sebagai KSAD bukan soal usia. Sebab, dia sebelumnya sudah menimbang 4 kandidat KSAD yang semuanya letnan jenderal. “Semuanya kan ada hitung-hitungannya, terutama pengalaman, rekam jejak. Kemudian berkaitan dengan pendidikan-pendidikan yang telah dijalani. Semuanya kami lihat,” jelasnya.

Sementara Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku, tidak ada pesan khusus dari Presiden. “Pesan beliau secara khusus sih tidak ada, hanya beliau memberikan kepercayaan kepada saya. Saya secara otomatis kemudian harus menerjemahkan. Saya harus jaga kepercayaan ini, Presiden yang telah memberikan kesempatan,” ujarnya usai dilantik.

Pelantikan Andika di Istana Negara pada Kamis (22/11), dihadiri para pimpinan lembaga tinggi negara, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan tamu undangan. Termasuk dari jajaran Mabes TNI.

Setelah resmi menjadi KSAD, Andika yang sebelumnya menjabat Pangkostrad, mengaku masih harus melakukan orientasi, karena di level jabatannya sekarang lebih banyak pada aspek pembinaan. “Itu yang harus saya lihat dulu, karena ini tiba-tiba, enggak tahu. Kemarin saja belum tahu (akan jadi KSAD). Saya mau orientasi dulu, pelajari. Setelah itu melihat apakah perlu diubah. Yang jelas banyak yang perlu dilanjutkan dari kepemimpinan Pak Mulyono,” pungkasnya. (fat/jpnn/saz)

PKS Janji Perjuangkan RUU, Pajak Sepeda Motor Bakal Dihapus

PKS
PKS

SUMUTPOS.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempunyai sejumlah kebijakan strategis, seandainya parpolnya menjadi pemenang di Pemilu 2019 mendatang. Satu di antaranya, partai berbasis massa Islam itu, berjanji akan memperjuangkan rancangan undang-undang (RUU) penghapusan pajak sepeda motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf, dalam jumpa pers dengan awak media di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (22/11). Almuzzammil mengatakan, terbosan itu dinilai dapat mengurangi beban rakyat yang semakin berat. “Dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik dan harga pangan yang melambung, PKS memperjuangkan RUU penghapusan pajak sepeda motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup,” tutur Almuzzammil.

Almuzzammil mencatat, Indonesia memiliki 105 juta pengguna sepeda motor aktif. Sebagian besar pemilik sepeda motor itu merupakan kalangan wong cilik. Itulah kenapa, kebijakan ini dapat berdampak signifikan dengan perekonomian bangsa.

Selain itu, lanjut Almuzzammil, kebijakan penghapusan pajak itu juga mengurangi kerepotan, kerumitan, dan waktu produktif untuk mengurus administrasi. Sebaliknya, waktu pengurusan itu dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna, seperti bekerja. “Mereka adalah orang-orang yang paling diuntungkan dari kebijakan ini. Mereka adalah orang-orang kelas bawah menuju kelas menengah. Jadi penghapusan ini mengurangi beban 105 juta pengguna sepeda motor,” jelasnya.

Legislator andalan PKS itu, menilai, sepeda motor merupakan alat produksi yang baik untuk masyarakat pedesaan dan perkotaan. Itu terbukti, alat transportasi itu mulai beralih menjadi sarana pengangkut hasil pertanian di pedesaan. Di perkotaan, sepeda motor mulai beralih jadi sarana transportasi online dengan ribuan pekerja.

Di sisi lain, penghapusan pajak sepeda motor itu dipastikan tidak akan mengganggu secara signifikan keuangan APBD provinsi. Berdasarkan data yang dimiliki Almuzzammil, pajak sepeda motor hanya menyerap sekitar 7-8 persen dari total pendapatan daerah. “Porsi pendapatan pajak sepeda motor itu sekitar 7-8 persen dari total APBD,” bebernya.

Dia menambahkan, pemberlakuan SIM seumur hidup dinilai untuk penghematan waktu produktif masyarakat. Almuzzammil juga mencontohkan, KTP yang telah diberlakukan seumur hidup, terbukti berdampak positif bagi masyarakat. “Tujuan utamanya agar biaya yang dibayar masyarakat ringan. Cukup sekali saja membayar biaya pembuatan SIM. Selain itu, pemberlakuan SIM seumur hidup juga diiringi syarat pembuatan SIM yang ketat,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, pajak sepeda motor yang dimaksudkan adalah pajak kenderaan bermotor (PKB), pajak bea balik nama kendaraan bermotor (PBBNKB), tarif sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan, biaya administrasi surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), dan biaya administrasi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) untuk sepeda motor ber-cc kecil. Di sisi lain, SIM yang bakal diberlakukan seumur hidup adalah SIM A, B1, B2, C, dan D.

Sementara itu, wacana ini menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, perlu kajian akademis yang komprehensif. Selain itu juga perlu pembahasan yang mendalam antar pihak terkait jika ingin mewujudkannya. “Tidak bisa hanya diputuskan secara sepihak,” tegasnya, melalui pesan singkat, Kamis (22/11).

Soal alasan PKS mewacanakan kebijakan itu guna mengurangi kerepotan, kerumitan, dan waktu produktif masyarakat dalam mengurus administrasi, menurut Dedi tidak bisa digeneralisasi. Perlu pembuktian oleh lembaga survei tentang persepsi masyarakat tersebut. “Kalau ini harus didukung oleh hasil survei. Beropini kurang pas,” singgungnya.

Terlebih beberapa waktu ke belakang, pelayanan pajak sepeda motor dan SIM sudah dilakukan secara online. “Pelayanan sudah dengan sistem online, mudah, cepat, dan transparan dengan biaya sudah tertera di PNBP,” jelasnya.

Sementara terkait penghapusan pajak sepeda motor, yang ditujukan sebagai insentif fiskal kepada pengguna, seperti pengendara mobil yang selama ini mendapat fasilitas tol, Dedi berpendapat itu hanya asumsi saja. “Apakah sudah ada survei atau kajian yang komprehensif dari berbagai perspektif? Perlu pemikiran yang lebih menyeluruh,” sergahnya. (aim/dna/jpc/saz)

Optimisme Sang Kapten

net YAKIN: Kapten PSMS, Legimin Raharjo masih yakin PSMS bisa bertahan di Liga 1.
net
YAKIN: Kapten PSMS, Legimin Raharjo masih yakin PSMS bisa bertahan di Liga 1.

PSMS siap menghadapi ujian dari Persipura di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (24/11). Meski dalam posisi terpejit karena masih berada di posisi juru kunci, para pemain PSMS tetap optimis.

Salah satu yang percaya diri adalah sang kapten, Legimin Raharjo. Pemain paling senior PSMS itu yakin timnya masih bisa survive di Liga 1 musim in i. “Dari empat pertandingan sisa ini, kami harus betul bisa memaksimalkannya. Baik luar apa tandang kita harus dapat poin. Termasuk laga lawan Persipura ini,” ujar Legimin.

Menurut Legimin dari hitung-hitungan di klasemen, peluang PSMS tak kalah besar dibanding rival lainnya untuk bertahan dari degradasi. Meski di posisi terakhir dengan 33 poin, PSMS punya satu tabungan laga sisa kontra PS Tira.

Jika PSMS mampu menang, mereka unggul satu poin dibanding dengan Mitra Kukar dan Sriwijaya. Selain itu jika nantinya poin sama di akhir klasemen, PSMS unggul head to head atas Perseru dan Sriwijaya.

Hal itu yang menjadi pemain tetap yakin hingga match ke-34. “Saya masih optimis PSMS lolos degradasi. Kami akan berjuang hingga menit akhir laga terakhir. Ini juga yang sudah ditekankan pelatih. Bahwa apapun masih bisa terjadi. Kami tidak boleh pesimis,” tegasnya.

Dia pun enggan mengomentari soal julukan PSMS yang dulu terkenal dengan jago kandang kini kian luntur. Sebelumnya, PSMS imbang 3-3 lawan Madura dan kalah dari Mitra Kukar.

“Saat ini semua tim punya pencapaian yang berbeda. Bukan soal kelas kandang atau tandang, sebab tak bisa diprediksi lagi. Yang kami tahu bermain maksimal di lapangan, tentu semua pemain senang menang di hadapan pendukung di kota sendiri. Tapi, kalau hasilnya tak sesuai, kami juga sedih sebagai pemain. Harapan kami saat ini hanya satu PSMS bisa bertahan di Liga 1,” bebernya.

Legimin merupakan sosok yang turut menjadi saksi jatuh bangunnya PSMS. Saat degradasi tahun 2002, Legimin menjadi bagian dari tim. Kemudian tahun 2003 Legimin ikut menaikkan tim promosi. Kemudian tahun 2007, Legimin turut membawa PSMS ke final Liga Indonesia. Selanjutnya tahun 2015, Legimin turut membawa PSMS juara Piala Kemerdekaan dan tahun 2017 membawa PSMS kembali promosi ke Liga 1.

Untuk itu Legimin tak mau di penghujung karirnya ini harus berakhir dengan turun kasta. “Ya pastinya gak mau. Saya masih yakin kok, teman-teman juga,” pungkasnya. (don)

1.500 Anak PAUD Se-Asahan Ikuti Manasik Haji

.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.550 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung di Lembaga Pendidikan setingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Asahan melaksanakan peragaan Manasik Haji di Gedung Tahfiz Mesjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran, Jalan Sudirman Kisaran, Kamis (22/11).

Ketua Panitia peragaan manasik haji Irfan Juhandi menyampaikan terimakasih kepada Bunda PAUD Kabupaten Asahan yang selama ini telah membantu membimbing dalam mendidik anak-anak PAUD.

Dimana, sebanyak 63 lembaga setingkat PAUD se-Kabupaten Asahan terdiri dari Taman Kanak Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Satuan Paud Sejenis (SPS) mengikuti peragaan manasik haji. “Artinya ada sebanyak 63 Lembaga PAUD mengikuti manasik haji,” bilangnya.

Dilanjutkannya, kalau dari 63 lembaga setingkat PAUD sebanyak 1.550 siswa mengikuti sebagai peserta.

Sementra itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Asahan yang diwakili Kepala Bidang Paud dan Pendidikan Non Formal Musa Al-Bakrie, SE MSi juga menyampaikan terimakasih kepada Bunda PAUD Kabupaten Asahan yang telah mendukung dan memotivasi, sehingga dapat terlaksana kegiatan peragaan manasik haji untuk Lembaga Pendidikan setingkat PAUD.

“Tentulah atas nama keluarga besar PAUD se-Kabupaten Asahan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Asahan pada acara Peragaan Manasik Haji Tingkat PAUD,” ucap Musa, Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Asahan Hj Winda Fitrika Gama Simatupang dalam bimbingan dan arahannya, menyampaikan harapan kepada para pendidik dapat memberikan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak ke depan.

Kepada para orangtua anak-anak, Winda Fitrika berharap agar memberikan pengawasan dan pendidikan yang baik pada saat anak-anak di rumah.

“Pendidikan agama kepada anak-anak kita ketika sedang berada di rumah. Memberikan pendidikan agama secara dini kepada anak-anak kita adalah hal sangat baik, untuk membentuk ahklak anak, “ ujar Bunda Fitrika.

Untuk itulah dirinya berharap, agar anak-anak membiasakan diri bersih dan cuci tangan pakai sabun. Pada kesempatan itu, Bunda Fitrika berkesempatan memberikan penali kasih kepada Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dan narasumber.

Adapun yang hadir pada acara itu, Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Asahan Sutono, SPd, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Asahan Dedi Saputra, Ssos I, Laila Sari selaku narasumber dan para PAUD se-Kabupaten. (omi/han)

Revitalisasi SMK, Angkat 72 Ribu Guru

istimewa PRAKTIK: Pelajar SMK Pancabudi sedang melakukan praktik memasak kue di sekolah.
istimewa
PRAKTIK: Pelajar SMK Pancabudi sedang melakukan praktik memasak kue di sekolah.

BOGOR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan melakukan revitalisasi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) secara besar-besaran, termasuk mengangkat puluhan ribu gurunya dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, usai rapat terbatas tentang pembangunan SDM untuk akselerasi pembangunan ekonomi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Rabu (21/11).

Pada rapat itu, Presiden Joko Widodo meminta revitalisasi pendidikan vokasi dilakukan secara besar-besaran pada tahun depan, dan menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Untuk SMK, perombakan dilakukan lewat penyesuaian kurikulum maupun penataan kompetensi. Termasuk untuk para guru yang sudah berjalan.

Nah, Menteri Muhadjir mengatakan untuk pembangunan fisik SMK, mulai tahun depan langsung ditangani oleh Kementerian PUPR. Target pemerintah tidak main-main, yakni merevitalisasi ribuan sekolah kejuruan.

“Kami hanya mengajukan skema-skema SMK mana saja yang harus direvitalisasi. Itu kami harapkan ada sekitar tiga sampai empat ribuan SMK. Terutama SMK prioritas, SMK kelautan, pariwisata, pertanian, kemudian ekonomi kreatif,” ungkap Muhadjir usai rapat tersebut.

Kemudian untuk para gurunya, Kemendikbud mengusulkan agar tahun depan dilakukan pengangkatan pulhan ribu guru SMK menjadi PPPK pada 2019 mendatang.

“Kami mengajukan ada sekitar 72 ribu guru SMK yang diangkat dengan skema PPPK. Sehingga mereka bisa dikontrak, satu dua tahun, tiga tahun, tergantung mereka,” kata Muhadjir.

Terlebih lagi, saat ini telah dijalankan program keahlian ganda, di mana dibutuhkan 90 ribuan guru SMK yang punya keahlian produktif. Saat ini jumlahnya baru terisi sekitar 15 ribu guru.

“Memang jumlahnya kurang yang berkeahlian dan sesuai dengan keahlin sekarang, ya sudah ada keahlian-keahlian tapi sudah kelewat, sudah kedaluwarsa,” tandasnya.

Sedangkan perubahan kurikulum SMK, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah melakukannya. Di mana perumusan kurikulum melibatkan dan mengacu kebutuhan dunia usaha saat ini.

“Sekarang sekitar 70 persen kurikulum keahlian itu diusulkan dari dunia industri dan dunia usaha, termasuk peralatan-peralatan dari rekomendasinya dunia industri dan dunia usaha,” tambah Muhadjir. (fat/jpnn)

USU Terima 7.759 Mahasiswa

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran (TA) 2019/2020 sebanyak 7.759 orang. Penerimaan mahasiswa baru tersebut, dilakukan melalui 3 jalur yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu mengatakan, tiga jalur penerimaan tersebut, adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan jalur mandiri USU.

“Adapun jumlah daya tampung untuk ketiga jalur tersebut adalah sebanyak 7759 orang, dengan perincian 2.288 untuk jalur SNMPTN, 3.275 untuk jalur SBMPTN dan 2.196 untuk jalur Mandiri,” ungkap Runtung kepada wartawan di Kampus USU, Kamis (22/11) siang.

Dikatakan Runtung, untuk seleksi penerima baru tahun ajaran 2019/2020, yakni Jalur SNMPTN, pengisian, verifikasi, dan pendaftaran dilaksanakan pada 4 Januari hingga 14 Februari 2019. Pelaksanaan akan dilakukan oleh pihak Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru USU untuk 3 jalur tersebut.

“Sementara itu, untuk jalur SBMPTN. Secara nasional akan dilaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang pendaftarannya akan dibuka mulai 12 Januari hingga Maret 2019 dan ujian akan dilaksanakan selama 24 hari dari Maret s/d Mei 2019,” tutur Runtung.

Dalam hal penerimaan mahasiswa baru, SBMPTN dan Mandiri. Pihak Panitia USU menunggu petunjuk teknis selanjutnya dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemen Ristekdikti) RI.” Informasi selanjutnya akan disampaikan kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kemristek Dikti mengeluarkan kebijakan atau perubahan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020. Namun, realisasi perubahan akan dilaksanakan pada tahun depan.

Untuk seleksi masuk PTN di Indonesia, Kemen Ristekdikti membentuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2019. Untuk seleksi masuk PTN hanya ada satu metode tes, yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan. Sedangkan, UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan dan akan masih dikembangkan.

Seleksi Masuk PTN berlaku SNMPT, SBMPTN dan jalur Mandiri di masing-masing PTN di Indonesia. Materi tes yang dikembangkan dalam UTBK tahun 2019, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dengan kelompok ujian Saintek atau Soshum.

Bagi prodi Keolahragaan dan Seni cukup mengunggah dokumen prestasi atau portofolio saja, tidak ada Ujian Keterampilan (UK). Pelaksanaan UTBK dilakukan beberapa kali dan hasilnya akan diinformasikan kepada peserta dan PTN tujuan. (gus/han)

Karaoke Grand D’Blues Sarang Narkoba

DIAMANKAN: Ketiga tersangka pengedar ekstasi di Kraoke Grand D’Blues diamankan di Ditres Narkoba Polda Sumut.
DIAMANKAN: Ketiga tersangka pengedar ekstasi di Kraoke Grand D’Blues diamankan di Ditres Narkoba Polda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Dugaan Karaoke Grand D’Blues sebagai sarang peredaran narkoba menjadi kenyataan. Pasalnya, dua pekerja di lokasi hiburan malam itu ditangkap mengedar ekstasi. Bahkan, satu penyalurnya ikut diringkus.

KETIGANYA masing-masing, berinisial R (kapten), M (kasir) dan Y (pemasok pil ekstasi). Ketiganya dibekuk petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut Selasa (20/11) sekira pukul 02.00 WIB.

Informasi dihimpun, penangkapan Y dan M berawal dari tertangkapnya R di Jalan Kapten Muslim, Helvetia. Tepatnya di lokasi hiburan malam Grand D’Blues. Saat itu, R melakukan transaksi narkoba dengan petugas yang menyaru sebagai pembeli. Dari R didapati barang bukti pil ekstasi.

Kepada petugas, R mengaku mendapat pil setan tersebut dari tersangka M yang bertugas kasir.

Dari M, polisi langsung melakukan pengembangan. M mengaku barang haram itu diperoleh dari Y yang diketahui sebagai pemasok pil ekstasi tersebut.

Polisi langsung menangkap Y yang saat itu sedang asik dugem di lokasi tersebut.

“Tersangka tiga orang, satu perempuan dan dua laki-laki,” ujar salah seorang pengunjung yang menyaksikan penangkapan tersangka.

Usai melakukan penggeledahan di lokasi hiburan malam itu dan mengamankan barang bukti pil ekstasi, ketiga tersangka diboyong ke Poldasu.

Wadir Res Narkoba Poldasu AKBP Frenky Yusandy yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan yang dilakukan anggotanya.“Masih disini pemeriksaannya, setiap perkara yang ditangani dilakukan gelar perkara untuk menetapkan statusnya,” kata AKBP Frenky Yusandy kepada wartawan, Kamis (22/11). “Barang buktinya 3 butir,” sambungnya.

Sementara, Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan akan mengecek informasi penangakapan tersebut. “Saya baru kembali ke kantor dari luar. Biar saya cek terlebih dulu ya, kalau boleh tahu di unit mana yang menangkap,” katanya.(dvs/ala)

Tersangka Pembakar Mantan Pacar Kembali Dioperasi

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka pembakar mantan pacar Herald Hasibuan kembali menjalani operasi debridement atau pembersihan luka, Kamis (22/11) pagi. Setelah selesai menjalani operasi, pria 27 tahun itu kembali dirawat di ruang rawat inap Rindu B RSUP H Adam Malik.

“Pertama kali masuk 15 November 2018 sekira pukul 20.30 WIB juga sudah dilakukan operasi debridement,” ungkap Humas RSUP H Adam Malik, Rosario, Kamis (22/11).

Wanita yang akrab disapa Ocha itu menyebut, operasi dapat dilakukan hingga beberapa kali. Hal itu karena operasi debridement bertujuan mengangkat kulit mati akibat luka bakar.

“Setelah ini, dilihat dulu nanti hasilnya. Apakah akan dioperasi lagi atau tidak,” tambah Ocha.

Bagaimana soal biaya? Ocha mengatakan, pasien rujukan Rumah Sakit TK II Bhayangkara Medan itu merupakan pasien umum. Terhitung sejak dirawat di RSUP H Adam Malik, biaya atas pasien sudah mencapai Rp11 Juta.

“Untuk luka bakarnya 9% di wajah dan telapak tangan. Oleh karena itu, dokter yang menangani adalah Dokter Spesialis Bedah Plastik,” tandas Ocha. Sebelumnya, keluarga Herald menolak untuk diwawancara. Pria yang tinggal diJalan Garu III, Harjosari I, Medan Amplas pada bagian wajah dan kedua tangannya diperban.

Sedangkan Hovonly Aprista Simbolon alias Ivo (27), masih trauma akibat ulah mantan kekasihnya itu. Mahasiswi pascasarjana Unimed tersebut juga masih dirawat.(ain/ala)

Perampok Aniaya & Sekap Penghuni Rumah, Gasak Mobil, Laptop, Handphone dan Uang

FACHRIL/SUMUT POS OLAH TKP: Petugas Polsek Medan Labuhan melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Kamis (22/11).
FACHRIL/SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Polsek Medan Labuhan melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Kamis (22/11).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Selain maksiat dan narkoba, wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan juga rawan perampokan. Terbukti, kawanan rampok bersenjata linggis menganiaya dan menyekap penghuni rumah di Jalan Marelan Raya, Pasar IV, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

PERISTIWA tersebut terjadi Kamis (22/11) sekira pukul 04.00 WIB. Pelaku berkisar tiga orang, membawa kabur satu unit mobil Toyota Avanza, handphone, laptop, perhiasan dan sejumlah uang dollar milik pengusaha grosir.

Kejadian itu menimpa Edi Gunawan (58) dan cucunya, Silvia (24). Keduanya sedang istirahat di rumah toko (Ruko) berlantai 4 itu. Kawanan rampok yang diduga telah merencanakan aksinya, masuk melalui ruko kosong. Tepat di sebelah ruko yang dihuni korban.

Kawanan rampok berhasil masuk melalui lantai 4 dengan cara merusak pintu dengan linggis. Satu-persatu kawanan rampok, menyisir seluruh bagian ruko itu. Silvia yang saat itu berada di kamar lantai 2, langsung diikat dan disekap. Edi Gunawan juga diserang saat ingin membangunkan Silvia dari kamar di lantai 4.

Edi Gunawan pingsan. Pelaku membawa Edi Gunawan ke kamar cucunya. Keduanya pun diikat dan disekap di kamar lantai 2 tersebut. Semua harta benda Edi Gunawan dibawa kabur para pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza miliknya.

Setelah para pelaku kabur, Silvia yang masih terikat bersama kakeknya menjerit minta tolong. Mendengar teriakan Silvia dan melihat pintu ruko terbuka, warga sekitar langsung memberikan memberikan pertolongan.

“Tadi, tetangga dengar ada suara menjerit dan pintu terbuka, langsung mengecek, rupanya kakek dan cucunya disekap di kamar. Tetangga, melaporkan dengan keluarga untuk memberikan pertolongan,” kata Aguan kerabat dekat korban.

Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi itu, turun ke lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Ternyata, pelaku yang lebih dari satu orang itu merusak CCTV dari rumah tersebut.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, pelaku sebanyak 3 orang. Mereka masuk ke rumah itu dari lantai 4 merusak pintu dengan linggis.

“Pelaku sempat memukul satu korban, Edi Gunawan yang mau membangunkan cucunya. Kemudian, pelaku menyekap keduanya dan membawa kabur harta milik korban. Untuk ciri-ciri pelaku sudah kita ketahui, kita masih lakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku,” ungkap Rosyid.(fac/ala)

Dua Kurir Sabu dan Ekstasi Divonis Mati

AGUSMAN/SUMUT POS VONIS MATI: Zulkifli, terdakwa sopir pembawa sabu dan ekstasi divonis mati di persidangan, Kamis (22/11).
AGUSMAN/SUMUT POS
VONIS MATI: Zulkifli, terdakwa sopir pembawa sabu dan ekstasi divonis mati di persidangan, Kamis (22/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zulkifli bin Ismail dan Dedi Syahputra Marpaung divonis mati karena membawa belasan kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi. Keduanya diputus terpisah.

“Menghukum terdakwa Dedy Syahputra Marpaung dan terdakwa Zulkifli dengan hukuman mati,” ucap majelis hakim yang diketuai Idris Aswardi dan Domingus Silaban secara bergantian di ruang sidang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (22/11).

Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Idris Aswardi, menghukum Dedy Syahputra Marpaung dengan hukuman mati. Hal yang sama untuk Zulkifli, juga divonis mati oleh Ketua Majelis Hakim Domingus Silaban.

Dalam amar putusannya, terdakwa merupakan sopir sekaligus suruhan Amrizal (meninggal dunia), untuk membawa 2 tas ransel hitam berisi 15 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi.

Berat masing-masing sabu, 14.552,4 gram. Sedangkan pil ekstasi berjumlah 70.905 butir berat brutto 20.099 gram. Barang haram itu diangkut menggunakan minibus Avanza Putih nomor polisi B 2139 SZK ke Medan.

Namun aksi kedua kurir antar provinsi ini telah diketahui petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Petugas kemudian menangkap Amiruddin karena membawa mobil Avanza putih ke Hotel Antara Jalan Gatot Subroto, pada 25 Februari 2018.

Sebab sesuai arahan Amrizal, setelah mobil yang dibawa Zulkifli dan Dedi tiba di depan loket bus Simpati Star Jalan Asrama Medan, maka kemudi diambil alih oleh Amiruddin dan membawanya ke Hotel Antara Jalan Gatot Subroto.

Usai membacakan putusan, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan banding atas putusan majelis hakim. Sedangkan dua JPU Kejari Medan, Sarjani dan Dewi Tarihoran, menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, Amiruddin satu dari tiga terdakwa pembawa sabu dan ekstasi asal Aceh dihukum seumur hidup oleh Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti. Sedangkan jaksa sebelumnya menuntut ketiganya dengan tuntutan mati.(man/ala)