32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 5745

Menunggu Keputusan APH dan BPK, Kontraktor Jembatan Sicanang Terancam Sanksi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS JEMBATAN: Warga melintasi jembatan darurat di Jalan Sicanang Medan Labuhan, Rabu (31/10). Jembatan Titi II yang dibangun PT Jaya Suskes Prima, rubuh sebelum rampung.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
JEMBATAN: Warga melintasi jembatan darurat di Jalan Sicanang Medan Labuhan, Rabu (31/10). Jembatan Titi II yang dibangun PT Jaya Suskes Prima, rubuh sebelum rampung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontraktor proyek pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang, Roro Susilawati terancam dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa pengembalian down payment (DP) atau uang muka yang telah diambilnya dari kas Pemko Medan. Hal itu bila Roro terbukti lalai dalam pengerjaan proyek tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Medan, Irwan Ibrahim Ritonga mengatakan, ini akan ditentukan Kadis Pekerjaan Umum (PU), apakah tetap mengerjakan proyek itu atau tidak. “Tadi kadis bilang, kesimpulan APH (Aparat Penegak Hukum) dan pemeriksaan BPK (RI Perwakilan Sumatera Utara) bakal segera keluar,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Medan, Irwan Ibrahim Ritonga kepada wartawan, kemarin.

Diutarakan Irwan, bila berdasarkan kesimpulan APH dan BPK amblasnya jembatan tersebut karena faktor alam, maka Roro dapat melanjutkan untuk mengerjakan proyek itu. Namun, bila faktor lain tentu Roro harus mengembalikan uang DP.

“Kelalaian itu bisa saja karena kesalahan konstruksi sehingga jembatan atau tanahnya amblas. Kalau memang karena faktor alam, dia harus kembalikan uang DP yang sudah diambil. Tapi itupun, kita tunggu hasil keputusan dari lembaga terkait (APH dan BPK),” kata Irwan.

Irwan mengaku, masyarakat setempat tidak menginginkan Roro untuk melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. Masyarakat ingin Pemko Medan mengganti rekanan yang mengerjakan proyek itu. Hal ini sebagaimana disampaikan Anggota DPRD Medan yang juga sebagai Wakil Ketua Pansus R-APBD Kota Medan 2019, Bahrumsyah. “Masyarakat sana sudah tidak mau dia (Roro) yang mengerjakannya lagi, begitu kata Pak Bahrum,” tutur Irwan.

Irwan mengatakan, jika Roro tidak terbukti lalai, sesuai aturan yang berlaku berhak untuk melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. Roro masih diperkenankan mengerjakan proyek itu sampai 90 hari di awal tahun 2019.

“Kita belum tahu apakah dilanjutkan atau tidak, karena kita masih tunggu keputusan. Kalau memang dilanjutkan, tidak dianggarkan kembali tahun depan karena masih tahun berjalan, dan dia masih bisa kerja sampai 90 hari kerja. Tapi kalau memang tidak dilanjutkan, kita akan anggarkan lagi. Kasihan masyarakat disana,” pungkasnya.

Sementara, Bahrumsyah mengatakan, pengerjaan jembatan itu sudah dilakukan sejak 2017 lalu namun tetap bermasalah. Pengerjaannya, tetap dilakukan oleh orang yang sama dan hanya mengganti perusahaan saja. “Kenapa bisa diberikan, apa pertimbangan yang mendasar padahal sudah gagal. Tahapan proyek ini diduga ada kongkalikong,” ujarnya.

Diutarakan Bahrumsyah, seharusnya Dinas PU maupun Pokja Unit Layanan Pengadaan Kota Medan jeli dan paham dalam meloloskan rekanan yang dipercaya untuk mengerjakan proyek. Artinya, pihak-pihak terkait harus menelusuri rekam jejak rekanan tersebut.

“Kita melihat ada indikasi bahwa pemborong merupakan titipan orang-orang tertentu. Sudah tahu pada tahun 2017 bermasalah, kenapa tahun 2018 diberikan lagi untuk mengerjakan proyek itu. Kadis PU dan Pokja ULP Kota Medan harusnya tahu kalau rekanan yang mengerjakannya itu-itu juga,” cetusnya.

Menurut dia, pimpinan kontraktor bernama Roro terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan proyek tersebut. Padahal, Roro diduga tidak memiliki kompetensi dan profesional dalam mengerjakan proyek jembatan itu. “Sudah dua tahun dikerjakan, tetap tidak selesai. Hal ini jelas mengindikasikan rekanannya tidak profesional,” tegas dia.

Bahrumsyah menilai, alasan kontraktor terkait amblasnya jembatan itu karena faktor alam terlalu mengada-ada. “Sudah dari dulu kawasan itu mengalami pasang surut. Semestinya, sudah punya kajian untuk mengatasi pasang surut air,” cetusnya.

Bahrumsyah menambahkan, dibanding dengan Titi Labuhan, pengerjaan terhadap jembatan Titi II Sicanang harusnya lebih mudah. Sebab, aliran air di Sicanang tidak terlalu besar. “Aliran air di Labuhan lebih besar dari Sicanang dan pembangunan sudah selesai. Baik jembatan lama maupun baru bisa digunakan masyarakat di sana. Sementara di Sicanang belum juga selesai.

Untuk itu, Pemko Medan diminta untuk memberikan pengerjaan proyek tersebut kepada pihak yang profesional. Jangan karena dekat penguasa, sehingga proyek itu dibiarkan berlarut-larut dikerjakan dia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jembatan tersebut pertama kali dikerjakan pada Oktober 2017 oleh PT Jaya Star Utama dengan pimpinan proyek Roro dengan anggaran Rp8 miliar lebih. Namun, belum selesai dikerjakan ternyata pada 6 November 2017 jembatan tersebut roboh.

Setelah terhenti beberapa bulan, maka pembangunan dilanjutkan dengan tender ulang dan dikerjakan PT Pillaren. Akan tetapi, kontraktornya merupakan orang yang sama dengan perusahaan sebelumnya. Lantas, pada 29 Agustus 2018 jembatan amblas lagi yang dianggap human error bukan faktor alam.

Usai longsor berhasil diatasi, pengerjaan kembali diteruskan. Kontraktor yang mengerjakan dengan nama berbeda yakni PT Jaya Suskes Prima dengan anggaran Rp13.642.000.000. Namun, oknum kontraktor ternyata sama yaitu Roro. Pada 20 Oktober 2018 tanah di sekitar jembatan kembali amblas dengan diameter yang lebar. Akibatnya, 11.000 jiwa lebih warga Kelurahan Sicanang terisolir dan aktifitasnya menjadi terkendala. (ris/ila)

Warga Kelurahan Mangga Curhat ke Burhanuddin Sitepu, Mengeluh Kesulitan Bawa Jenazah ke TPU

GUSMAN/SUMUT POS DI MASJID: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, di Masjid Al-Ikhlas Jalan Nilam, Medan Tuntungan, Selasa (20/11) malam.
GUSMAN/SUMUT POS
DI MASJID: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, di Masjid Al-Ikhlas Jalan Nilam, Medan Tuntungan, Selasa (20/11) malam.

Masyarakat Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, khususnya di Lingkungan 23 mengaku kesulitan untuk menguburkan sanak keluarganya yang meninggal dunia. Pasalnya, Taman Pemakaman Umum (TPU) sangat jauh dari tempat tinggal mereka, sehingga membutuhkan ambulans atau angkutan lainnya untuk membawa jenazah ke TPU.

Hal ini disampaikan masyarakat saat curhat kepada Wakil Ketua DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah yang digelar di Masjid Al Ikhlas, Jalan Nilam, Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, Selasa (20/11) malam.

Peringatan Maulid Akbar ini dihadiri Kepala Lingkungan 23 Hasanuddin Sitepu ST, Ketua BKM Al-Ikhlas H Kasno Islani dan sekitar 500 jamaah dari 19 Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan 16 pengajian ibu-ibu se-Kelurahan Mangga.

Menurut warga yang diwakili Kepala Lingkungan 23 Hasanuddin Sitepu ST, selama ini jika ada yang kemalangan, mereka selalu kesulitan untuk membawa jenazah ke lokasi TPU di kawasan Simalingkar B. Pasalnya, lokasi TPU sangat jauh, sehingga dibutuhkan sarana transportasi seperti ambulan atau lainnya.

Untuk itu, mereka berharap kepada Burhanuddin Sitepu yang sengaja diundang di acara tersebut sebagai tokoh masyarakat Kota Medan, dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat di sana.

Selain itu, warga juga mengeluhkan persoalan banjir yang kerap mereka alami, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Bekala. Rumah-rumah warga menjadi langganan banjir, setiap air sungai meluap. Untuk itu, warga berharap dibangun bronjongan untuk mengantisipasi luapan air sungai menggenangi rumah warga. Bahkan, ada ruas jalan yang terancam amblas akibat tebing sungai terkikis air.

Apalagi, dalam beberapa bulan belakangan ini, intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga menyebabkan genangan air di mana-mana. Dampaknya, wabah demam berdarah menghantui masyarakat. Untuk itu, masyarakat berharap agar dilakukan pemogingan.

Ketua STM yang juga tokoh masyarakat sekitar juga mengungkapkan, saat ini di Masjid Al Ikhlas ada dibuka Taman Pendidikan Alquran (TPA) bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Namun, proses belajar mengajarnya masih menggunakan fasilitas madjid. Untuk itu, masyarakat berkeinginan membangun ruang kelas untuk anak-anak usia dini tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia HM Nuh Harahap mengaku bersyukur atas terlaksananya kegiatan Maulid Akbar ini. Pasalnya, selama 30 tahun masjid ini berdiri, baru kali ini digelar kegiatan sebesar ini. Bahkan, dia mengaku terharu dengan antusias masyarakat yang hadir di acara ini.

Sementara menyikapi aspirasi masyarakat, dalam sambutannya di acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Burhanuddin Sitepu mengaku prihatin atas apa yang dirasakan masyarakat di Kelurahan Mangga tersebut.

Mengenai permintaan warga terkait sarana transportasi untuk mengangkut jenazah ke TPU dan pemogingan, Burhanuddin menyanggupinya. “Saya siap untuk menyediakan ambulans. Kapan saja bapak ibu membutuhkan ambulans, bisa langsung menelepon saya. Saya akan kirimkan ambulans untuk kebutuhan masyarakat di sini,” kata Burhanuddin.

Demikian juga dengan permintaan warga agar dilakukan fogging, Burhanuddin juga menyanggupinya. Menurutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan fogging di lingkungan 23 untuk mencegah penyebaran wabah DBD. “Saya meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan mempersulit proses pemogingan,” kata Burhanuddin Sitepu.

Sedangkan menyikapi permintaan warga untuk membangun ruang kelas bagi anak-anak TPA/RA, menurut Burhanuddin hal itu butuh pembahasan lebih lanjut dengan pengurus BKM Al-Ikhlas.(adz/ila)

Gas 3 Kg Langka di Asahan

sopian/sumut pos LANGKA:Tumpukan tabung gas 3 kg tidak berisi di salah satu pengecer karena pasokan gas di Kota Tebingtinggi menurun pasca hari libur Idul Adha. Kondisi tersebut mengakibatkan kelangkaan dan masyarakat sulit mendapatkan gas 3 kg.
sopian/sumut pos
LANGKA:Tumpukan tabung gas 3 kg tidak berisi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan gas 3 Kg atau elpiji melon dirasakan warga di Kabupaten Asahan, dalam sepekan terakhir. “Kalau pun ada, pengecer menjual per tabung seharga Rp28.000 sampai Rp30.000,”ungkap salah seorang warga Kisaran, Paija kepada Sumut Pos, Rabu (21/11).

Ibu rumah tangga (IRT) berusia 45 tahun itu berharap, agar pihak Pertamina mensuplay gas ke pangkalan-pangkalan yang ada di Kabupaten Asahan.

“Kami minta janganlah gas sampai mahal dibeli,”keluhnya. Hal serupa juga dikatakan IRT lainnya mengaatakan bahwa keberadaan gas elpiji berukuran 3 kg yang di subsidi Pemerintah tersebut juga dialami oleh masyarakat di Kecamatan Kisaran Barat.

“Kalaupun ada di Pangkalan, katanya habis dan jatah dikurangi,”ungkapnya.

Untuk itulah dirinya meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Asahan, agar bekerjasama dengan Pertamina untuk menyediakan gas 3 Kg di sejumlah pangkalan yang ada di Kabupaten Asahan.

“Mau tak mau saat ini beli gas di warung. Itu gas yang jual di kedai.kebanyakan juga tidak ada dan habis,”bilangnya.

Menanggapi kelangkaan tersebut, Gerakan mahasiswa pemuda pelajar Asahan (GMPAH), Adit Satria Tanjung menyebutkan kalau kiranya Pemkab Asahan dan tim pengawas untuk dapat menindak tegas dan mencabut izin usaha pangkalan elpiji 3 kg yang melakukan kecurangan dalam mendistribusikan gas bersubsidi tersebut.

”Saya rasa tim pengawas harus bisa mengatasi kelangkaan gas elpiji tersebut,”katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbang Pemkab Asahan, Sorimuda Siregar didampingi Sekretaris Dinas PMD, Paijan dan Kabid Ekonomi Masyarakat, Muad Fauzi menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kelangkaan elpiji 3 kg tersebut.

“Pemkab Asahan akan secepatnya bergerak melakukan monitoring,” bilang Sorimuda.(omi/han)

Sambut Pemilik Saham Baru, Tambang Emas Martabe Gelar Upacara Adat Mamborgo-borgoi

Corcomm PT Agincourt Resources DAUN SIRIH: Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy memberikan daun sirih kepada Frans Kesuma, sebagai perwakilan pemegang saham baru PT Agincourt Resources. Pemberian daun sirih ini sebagai salah satu bagian dari rangkaian prosesi upacara adat Mamborgo-borgoi dalam rangka menyambut pemegang saham baru Tambang Emas Martabe, Rabu (21/11).
Corcomm PT Agincourt Resources
DAUN SIRIH: Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy memberikan daun sirih kepada Frans Kesuma, sebagai perwakilan pemegang saham baru PT Agincourt Resources. Pemberian daun sirih ini sebagai salah satu bagian dari rangkaian prosesi upacara adat Mamborgo-borgoi dalam rangka menyambut pemegang saham baru Tambang Emas Martabe, Rabu (21/11).

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe menggelar acara Mamborgo-borgoi, sebuah upacara adat Tapanuli Selatan guna menyambut pemegang saham baru Tambang Emas Martabe, Rabu (21/18).

Upacara adat yang digelar di lokasi Tambang Emas Martabe, di Batangtoru, Tapanuli Selatan ini melibatkan ratusan karyawan serta perwakilan masyarakat setempat, kepala desa dan tokoh adat dari 15 desa lingkar tambang, serta perwakilan Lembaga Komunikasi Masyarakat Martabe (LKMM).

Setelah proses perubahan kepemilikan saham tuntas, Presiden Komisaris baru PT Agincourt Resources akan dijabat Frans Kesuma, sedangkan Presiden Direktur baru PT Agincourt Resources akan diemban Muliady Sutio. Keduanya hadir dalam upacara adat yang juga dihadiri beberapa perwakilan dari konsorsium EMR Capital, termasuk Owen Hegarty sebagai Presiden Komisaris, Anwar Nasution (Komisaris) dan Noke Kiroyan (Komisaris).

Proses akuisisi Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources ditargetkan selesai pada akhir November 2018. Sebelumnya, pemegang saham utama PT Agincourt Resources adalah konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital, sebuah perusahaan dana ekuitas pertambangan swasta asal Australia dengan komposisi kepemilikan saham EMR 61,4%, Farallon Capital 20,6%, Martua Sitorus 11% dan Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono 7%.

Kini kepemilikan PT Agincourt Resources selaku Tambang Emas Martabe, resmi diganti PT Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT United Tractors Tbk, salah satu anak perusahaan PT Astra Internasional, Tbk. Sementara itu kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara (Pemda) melalui PT Artha Nugraha Agung sebesar 5 % tidak mengalami perubahan.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy menyatakan 2017 merupakan tahun yang paling sukses untuk eksplorasi dan produksi di Tambang Emas Martabe. Cadangan emas meningkat menjadi 4,8 juta ons dan produksi emas meningkat hingga mencapai rekor baru sebesar 355.000 ons.

”Kami optimistis, dengan pemegang saham baru kinerja Tambang Emas Martabe akan terus tumbuh dan memberi kontribusi yang lebih signifikan bagi masyarakat sekitar khususnya dan umumnya bagi masyarakat Indonesia,” kata Tim Duffy.

Tambang Emas Martabe merupakan tambang emas dan perak terbesar di pulau Sumatera, yang akan terus memberikan manfaat substansial kepada pemerintah Indonesia melalui pajak, royalti, dan deviden. Perusahaan ini telah menyerap lebih dari 2.700 tenaga kerja di mana lebih dari 70 persennya berasal dari masyarakat setempat, dan telah secara intensif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Tambang ini akan beroperasi setidaknya hingga 2033 dan akan terus membuka peluang pembangunan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan bertahun-tahun kemudian. Banyak keluarga yang akan mengalami peningkatan kualitas kehidupan sebagai dampak perkembangan Tambang Emas Martabe.

Pencapaian operasional dan eksplorasi pada 2017 telah memperkuat fakta, bahwa Tambang Emas Martabe merupakan aset emas berkelas dunia. Terdapat dua potensi optimalisasi aset untuk memanfaatkan sumber daya mineral dan cadangan bijih yang diketahui secara terbaik. Perluasan sumber daya mineral dan cadangan bijih melalui program eksplorasi yang agresif dan berkualitas tinggi. Strategi pertumbuhan perusahaan sangat berhasil pada tahun lalu. Peningkatan produksi dan penghematan biaya yang signifikan ditambah dengan hasil luar biasa program eksplorasi yang telah meningkatkan umur tambang.

Sementara itu untuk program pada 2018 akan berfokus pada peningkatan produksi dan produktivitas, konversi sumber daya tambahan menjadi cadangan, dan juga memulai studi prakelayakan awal untuk mineralisasi “sulfida”. Ketiga program tersebut berpotensi untuk meningkatkan cadangan dan umur tambang lebih lanjut.

“Kami gembira menyambut kehadiran para pemegang saham baru. Tambang Emas Martabe terus menjalankan kegiatan usaha seperti biasa dan tetap fokus memperhatikan para pemangku kepentingan eksternal kami, izin sosial dan beroperasi secara aman, efisien, dan berbiaya rendah,” kata Tim Duffy.

Sementara itu Frans Kesuma menyatakan sangat terharu dengan sambutan yang diberikan tokoh-tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat atas kehadirannya sebagai pemegang saham baru proyek Tambang Emas Martabe. “Sambutan melalui upacara adat ini sangat serius, bukan main-main, bagi kami maknanya dalam sekali, yang berarti bahwa Bapak-bapak menerima kami dengan tangan terbuka sebagai pemegang saham baru,” kata Frans
Terkait program manajemen baru ke depannya, untuk program CSR perusahaan menurut Frans tetap berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat di lingkar tambang.

“Sebagai pemilik baru proyek Tambang Emas Martabe kami akan leluasa mengembangkan masyarakat di sekitar tambang. Sejalan dengan kebijakan kami, tentunya kami sangat mendukung apa yang telah dikerjakan oleh manajemen sebelumnya. Kami berkomitmen tetap melanjutkan kebijakan yang sudah ada bahkan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat sekitar tambang.

Kami berniat mengembangkan proyek ini semakin baik, untuk itu kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat dan para pihak terkait,” kata Frans. (rel/mea)

Pengadilan Negeri di Sumut Bertambah Dua

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri Seirampah, yang berada di Kabupaten Serdangbedagai dan Pengadilan Negeri Sibuhuan, di Kabupaten Padanglawas, menambah jumlah pengadilan yang ada di Sumatera Utara.

Pengadilan Negeri Seirampah dan Sibuhuan, adalah dua dari 85 pengadilan yang diresmikan oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof Hatta Ali secara serentak di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada 22 Oktober 2018 lalu. Adapun rinciannya, 30 Pengadilan Negeri, 50 Pengadilan Agama, 3 Mahkamah Syariah dan 2 Pengadilan Tata Usaha Negara. Humas Pengadilan Tinggi Medan, Adi Sutrisno mengaku kehadiran dua pengadilan negeri baru tersebut atas dasar kebutuhan.

“Jadi Mahkamah Agung meresmikan Pengadilan baru tersebut berdasarkan kebutuhan penegakan hukum sendiri. Contohnya, untuk Pengadilan Negeri Lubukpakam, selama ini ramai melayani kasus-kasus dari Serdangbedagai, untuk kali ini akan terurai karena Sergai memiliki pengadilan negeri sendiri yaitu PN Seirampah yang baru diresmikan,” ungkap Adi Sutrisno, kepada wartawan Senin (19/11).

Adi menuturkan, bahwa hadirnya dua Pengadilan Negeri dibawah Pengadilan Tinggi Medan akan mengurai keramaian perkara yang ditangani hakim dan efisiensi waktu dan tenaga untuk antar-jemput tahanan.

“Saya contohkan, selama ini tahanan asal Padanglawas harus berjalan lebih lama dan butuh tenaga untuk diadili ke Pengadilan Negeri Padangsidempuan. Kan itu sudah melelahkan tahanan,” sambungnya.

Adi menolak, hadirnya dua Pengadilan Negeri di dua daerah di Sumatera Utara dikarenakan tingginya tingkat kejahatan.

“Enggak juga ya. Kan gak semua perkara pidana. Mungkin daerah tersebut sedang tumbuh ekonomi dan sosialnya sehingga banyak sengketa perdata yang sangat terbantu dengan hadirnya Pengadilan Negeri,” tandasnya.

Pengadilan Negeri Seirampah direncanakan akan menangani sejumlah perkara dari Kejaksaan Negeri Serdangbedagai, yang sebelumnya diadili melalui Pengadilan Negeri Lubukpakam dan Pengadilan Negeri Tebingtinggi. (man/han)

Rivai Ajak Generasi Muslim Makmurkan Masjid

ISTIMEWA MOTIVASI: Ketua Umum PB Iklas Sumut, Rivai Nasution (tiga kanan) saat menghadiri motivasi enterpreneur di Masjid Jami’, Kotapinang, Selasa (20/11).
ISTIMEWA
MOTIVASI: Ketua Umum PB Iklas Sumut, Rivai Nasution (tiga kanan) saat menghadiri motivasi enterpreneur di Masjid Jami’, Kotapinang, Selasa (20/11).

KOTAPINANG, SUMUTPOS.CO – Puluhan pemuda dan remaja dari berbagai wilayah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengikuti motivasi enterpreuneur yang dibawakan Ketua Generasi Muslim Millenial, Syahlan Juhkri Nasution di Masjid Jami’, Kotapinang, Selasa (20/11). Tampak hadir pada kegiatan yang dilaksanakan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-Iklas) itu, Ketua Umum PB Iklas Sumut, Drs Rivai Nasution MM.

Selain penyampaian motivasi enterpreuneur, pada kegiatan itu Rivai mewaqafkan ratusan buku Yasin kepada sejumlah pengajian di Kabupaten Labusel. Rivai Nasution pada kesempatan itu mendorong para remaja dan pemuda yang hadir untuk kembali menggelorakan kegiatan-kegiatan berbasis masjid.

Menurutnya, masa depan pemuda dan remaja merupakan pelaku utama dalam perubahan masyarakat, sehingga maju mundurnya kehidupan mendatang ada di tangannya.

“Saya mendukung pemuda dan remaja untuk menjadi generasi muslim millenial. Ini sangat penting, untuk menghadapi tantangan zaman, khususnya di Kab. Labusel. Remaja masjid harus diaktifkan kembali, sehingga remaja dan pemuda dapat berkiprah positif,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Generasi Muslim Millenial, Syahlan Juhkri Nasution.

“Persoalan utama umat Islam saat ini yakni, belum memiliki sebuah gerakan konkret dan mengakar di atas semua persoalan keumatan yang terjadi saat ini. Sementara ancaman terhadap generasi sangat besar,” kata Syahlan.

Karenanya lanjut dia, sebagai solusi, umat Islam harus segera membangun berbagai instrumen gerakan revitalisasi keumatan dalam berbagai wadah, yang salah satunya GMM. Untuk itu kata dia, generasi muda harus direvitalisasi agar kembali mengakar dan berbasis di masjid.

“Banyak hal yang dapat dilakukan melalui remaja masjid, yakni pendidikan, binsis atau enterpreuneur, dan ketahanan lingkungan,” katanya. (adz)

Lomba Pengucapan Panca Prasetya Korpri RI Jadikan Motivasi saat Bertugas

bambang/sumut pos IKUTI: Staf Diskominfo Edi Erwanto dan Marwiyah saat mengikuti perlombaan pengucap panca prasetya Korpri RI dan anggaran dasar Korpri RI.
bambang/sumut pos
IKUTI: Staf Diskominfo Edi Erwanto dan Marwiyah saat mengikuti perlombaan pengucap panca prasetya Korpri RI dan anggaran dasar Korpri RI.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untuk memeriahkan HUT ke 47 Korps Kopri, Pemkab Langkat menggelar berbagai perlombaan. Salah satunya pengucapan Panca Prasetya Korpri RI dan Pengucapan Anggaran Dasar Korpri RI yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Senin (19/11).

Terlihat dalam pertandingan ini, suasana sangat mencair, sebab antara ASN dari masing-masing Dinas, Kantor, Badan dan Kecamatan saling tegur sapa dan penuh canda keakraban.

Kepala Bapeda H Sujarno Ssos Msi selaku ketua pelaksana pada sambutanya, berharap agar perlombaan yang digelar sebagai motivasi dan semangat para ASN dalam bertugas.

Selain itu, diharapkan kepada peserta lomba, jangan hanya lancar mengucapkannya, namun harus disertai intonasi dan penghayatan yang dalam, sehingga dapat benar-benar mengerti penjiwaannya.

“Nantinya peraih juara I akan ditampilkan pada acara puncak HUT Korpri, serta akan menjadi perwakilan Kabupaten Langkat, mengikuti perlombaan tingkat provinsi,” katanya.

Sujarno juga meminta kepada tim yang kalah tidak berkecil hati, dikarenakan masih ada kesempatan pada tahun mendatang.

“Jadi perlombaan ini, sebagai motivasi bersama, dalam menghayati isi Panca Prasetya Korpri RI dan anggaran dasar Korpri RI, untuk diamalkan dalam bertugas. Jadi jangan jadikan perlombaan ini untuk mencari kemenangan dan hadiah semata,” ujarnya.

Jumlah peserta dalam perlombaan ini diikuti 49 orang ASN, terdiri dari 19 wanita dan 30 pria. Selain perlombaan ini, trup gembira juga dipertandingkan di Alun-Alun T Amir Hamzah Stabat. (bam/han)

Lomba Desa Terbaik, Desa Raya Nominasi Terbaik se-Indonesia

solideo/sumut pos BERkUNJUNG: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat berkunjung ke Desa Seribu Bunga Berastagi.
solideo/sumut pos
BERkUNJUNG: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat berkunjung ke Desa Seribu Bunga Berastagi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo yang berjuluk Desa Seribu Bunga, masuk nominasi kategori Desa Terbaik dari 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

Nominasi itu tercatat dalam surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Pembangunan, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi kepada Pemerintah Kabupaten Karo nomer 1143/Hm.07/XI/2018 tertanggal 9 November 2018 tentang Pemberitahuan 33 daerah yang berhak menerima Penghargaan Desa terbaik, berdasarkan pengukuran IDM (Indeks Desa Membangun) 2018.

“Selain kategori pembangunannya yang merata dengan dana desa dan penghasil bunga, mata pencarian warga cukup membuat Desa Raya dapat masuk nominasi desa terbaik perwakilan Sumatera Utara,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana saat mengunjungi desa tersebut, Senin (19/11).

Sementara jadwal penerimaan penghargaan desa terbaik dari Kementerian Desa belum ditentukan. Sedangkan prestasi lain yang pernah ditorehkan Kabupaten Karo antara lain, Gerakan Revolusi Mental masuk lima besar seluruh Indonesia, prestasi Layak Pemuda dari Kemenpora masuk 20 besar kabupaten kota seluruh Indonesia.

Warga Desa Raya, T Ketaren berharap, Pemkab Karo membantu meningkatkan keunikan bunga yang ada di Desa Seribu Bunga. “Agar eksis mendukung, baik pengelolaan melalui mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) nantinya,” kata Ketaren.

Dia juga berharap Pemkab Karo memajukan desa-desa lain, sehingga layak diberi predikat desa terbaik oleh pemerintah pusat pada tahun berikutnya. (deo/HAN)

Sekda Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Kapolres

Tamba Tinendung/Sumut Pos PISAH SAMBUT:Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi saat memberikan cenderamata kepada Kapolres yang baru AKBP David
Tamba Tinendung/Sumut Pos
PISAH SAMBUT:Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi saat memberikan cenderamata kepada Kapolres yang baru AKBP David.

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – ”Dua lubang ni sige, sada mahan gerit-gerriten, Tah soh pe ke mi ladang dike, Ulang mo mbernit-mberniten (Dua lubang kepiting, hanya satu yang dipegang, ntah sampai ke negeri mana pun, semoga sehat walafiat),” demikian umpama yang disampaikan Sekda Pakpak Bharat, Sahat Banurea, SSos MSi pada acara pisah sambut Kapolres Pakpak Bharat di Balai Diklat Cikaok, STTU Julu, Rabu (21/11).

Pada kesempatan itu, Sekda Sahat Banurea menyampaikan selamat datang kepada Kapolres Pakpak Bharat yang baru, AKBP AKBP Leonardo David Simatupang, SIK serta selamat jalan kepada AKBP Ganda MH Saragih, SIK yang mendapat tugas baru sebagai Kapolres di Polres Metro Lampung.

Turut hadir pada pisah sambut Kapolres tersebut anggota DPRD, Mansehat Manik, SPd MPd bersama Perwakilan Pengadilan Negeri Sidikalang, Kodim 0206 Dairi, para pimpinan OPD, perwakilan FKPD, BUMN, dan instansi vertikal, perwakilan pemuka masyarakat dan adat, tokoh pemuda, jajaran Polres Pakpak Bharat serta undangan lainnya.

Diakhir acara, Sekda mendapat kehormatan mengolesi kedua Kapolres dan memberikan cenderamata. (tam/han)

Limbah Terminal Bandara Kualanamu Tebarkan Aroma Busuk

BATARA/SUMUT POS BAU BUSUK: Kawasan terminal Bandara Kualanamu yang tercium bau busuk dari limbah.
BATARA/SUMUT POS
BAU BUSUK: Kawasan terminal Bandara Kualanamu yang tercium bau busuk dari limbah.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pengunjung maupun penumpang yang berada di Bandara Kualanamu merasa tak nyaman. Pasalnya, tumpukan limbah dari hotel, resto, serta kafe mengeluarkan aroma busuk.

Bau busuk itu juga berdampak kepada pelaku usaha yang berada di area pooltaxi bandara. Di area pool taxi berdekatan dengan kios, kios UMKM yang tentunya sangat mengutamakan kenyamanan.

Faisal seorang pekerja di Stand UMKM yang berdekatan dengan area buangan limbah mengatakan, kalau limbah terminal yang mengalir ke parit telah mengeluarkan bau busuk.

“Baunya tak sedap, dan kami jualan makanan di sini merasa tak nyaman apalagi pengunjung yang mau santai di kios kami tak betah ,” pungkasnya.

Amatan Sumut Pos, penyebab timbulnya aroma busuk itu dalam kondisi perbaikan. Sumbernya berasal dari saluran pembuang yang sudah terlalu banyak, hingga gorong gorong yang ada di bawah lantai terminal tak lagi sanggup menampung banyaknya air dan kotoran yang keluar.

Terkait limbah yang mengeluarkan aroma tak sedap tersebut, Maneger Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, dikonfirmasi Rabu (21/11) mengaku belum mendapat informasi terkait adanya komplen terkait aroma busuk tersebut.

“Saya belum mendengar keluhan itu, namun hal ini akan kami informasikan pada petugasnya , dan atas ketidak nyamanan yang terjadi kami mohon maaf ,” pungkasnya.(btr/han)