31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5758

LBHWI Inisiasi FGD Penanggulangan LGBT, Terbentur HAM, Rangkul Melalui Agama

prans/Sumut pos DISKUSI: LBHWI saat berdiskusi FGD seputar penanggulangan LGBT di Hotel Saka Medan, Jalan Gajah Mada Medan, Kamis (15/11).
prans/Sumut pos
DISKUSI: LBHWI saat berdiskusi FGD seputar penanggulangan LGBT di Hotel Saka Medan, Jalan Gajah Mada Medan, Kamis (15/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau lebih dikenal LGBT, hampir semua ada di belahan dunia. Kehadiran mereka masih menjadi perdebatan di forum internasional. Penanggulangannya adalah dengan merangkul mereka melalui pendekatan agama.

Tak dipungkiri, pola hidup hedonis dinilai sebagai salah satu pemicu prilaku LGBT. Kembali kepada aturan agama dan mencintai budaya lokal itulah, dianggap akan dapat memulihkan prilaku menyimpang tersebut. Sebab, mereka juga memiliki Hak Azasi Manusia (HAM).

“Pembahasan soal LGBT memang lagi viral dibicarakan di belahan dunia manapunn
termasuk Indonesia. Dan sejauh ini pemerintah kita belum menunjukkan sikap tegas soal LGBT,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Warga Indonesia (LBHWI), Adamsyah kepada Sumut Pos di sela-sela Fokus Grup Diskusi (FGD) membahas tentang penanggulangan LGBT dari berbagai aspek, di Hotel Saka Medan, Jalan Gajah Mada Medan, Kamis (15/11).

Adamsyah mengungkapkan, pembahasan LGBT penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat luas di Indonesia, terkhusus Kota Medan, agar para orang tua, stakeholder terkait dan pemerintah, mampu bersinergi meminimalisir ‘wabah’ berbahaya itu di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Banyak faktor kenapa prilaku LGBT santer terjadi dewasa ini. Salah satu yang sudah kami kaji dari berbagai aspek dan juga diskusi dengan banyak komunitas, lantaran prilaku hedonis dari kalangan milineal kita. Lalu faktor lingkungan juga tidak dapat dikesampingkan. Contoh, dia dulunya datang dari kampung dan masih lugu, ketika sampai di kota semua budaya dan kearifan lokalnya hilang terikut arus pergaulan,” ungkapnya.

Pada diskusi kali ini, pihaknya sengaja menghadirkan para narasumber yang pro akan adanya komunitas LGBT namun menolak keras prilaku LGBT. Baik dari perspektif agama, psikologis, ideologis/filosofis, sosiologis dan yuridis. “Diskusi seperti ini akan coba rutin kami adakan ke depan. Tujuannya bakal membuat sebuah buku tentang pendekatan dan penanggulangan LGBT di Indonesia. FGD ini terselenggara juga berkat kerja sama dengan Pusat Studi Konstitusi dan Perundang-undangan “ATRYNAMS” dan DPD Kongres Advokat Indonesia Sumut,” katanya.

Dalam diskusi dihadirkan para narasumber untuk melihat permasalahan ini dari berbagai aspek. Antara lain, Kepala Pusat Studi HAM (Pusham) Universitas Negeri Medan, Majda El Muhtaj, membahas perspektif HAM, Ramlan membahas perspektif agama, ideologis/filosofis, dan Eka N.A.M Sihombing dari unsur akademisi membahas aspek yuridis.

Majda El Muhtaj mengungkapkan LGBT hampir ada di semua negara. Bahkan dari literatur yang dia baca, komunitas LGBT harus dianggap bagian dari komunitas positif lainnya. “Dalam konteks HAM, semua orang yang dilahirkan itu harus merdeka. Dan memang persoalan transgender ini masih menjadi perdebatan di forum internasional,” katanya.

Menurutnya tidak ada satu regulasi apapun di Indonesia yang bisa menghukum komunitas LGBT. Malah negara harus hadir untuk melindungi mereka, dengan merangkul atau melibatkan banyak stakeholder di dalamnya. “Yang dibangun itu adalah dialog, tidak mengecap mereka sebagai umat Nabi Luth. Kita berbeda seperti Thailand, yang nilai dan norma-norma negaranya bisa menganut paham seperti itu. Namun kita sepakat bahwa prilaku LGBT dapat merusak moral bangsa, ini yang harus kita pikirkan bersama formulanya,” katanya.

Pembicara kedua, Ramlan, lebih banyak mengupas korelasi antara prilaku LGBT dengan pengalaman pancasila. Kemudian dia menyatukan kehadiran komunitas itu sesuai perspektif agama yang ada di Indonesia. Kesimpulannya, ia menegaskan tidak ada satu pun agama yang memperbolehkan prilaku keji seperti LGBT untuk dianut dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat. Begitu juga tentang pendekatan pancasila, di mana keseluruhan sila merupakan satu kesatuan yang bulat sehingga tidak ada di dalamnya yang mendukung kehadiran prilaku LGBT.

Sementara Eka N.A.M Sihombing, sepakat dengan dua pembicara sebelumnya. Ia menyebutkan konstitusi justu mengalir dari ideologi dan falsafah bangsa yakni Pancasila. “Konstitusi kita mengandung/terkandung pengakuan atas ketuhanan. Implementasi sinar ketuhanan bahwa setiap membentuk perundang-undangan tidak sebatas slogan, tetapi mesti diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Bahkan sesuai hukum yang ada di negeri ini, sebut dia, perkawinan yang sah itu antara laki-laki dan perempuan meski hak semua orang pula untuk melakukan perkawinan. “Di sini yang sering berbenturan. Ketika orang ingin melakukan perkawinan sesama jenis, dia wajib mengikuti aturan konstitusi yang berlaku. Sebab Adam diciptakan untuk Hawa, bukan Adam untuk Jordan,” katanya yang disambut tawa peserta FGD dari elemen mahasiswa Kota Medan. (prn/ila)

Pencairan Dana PKH Kemensos 2018, Peraturan Baru Belum Disosialisasikan

Menunjukkan kartu PKH
Menunjukkan kartu PKH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga miskin maupun lanjut usia (Lansia) yang menerima dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, menduga ada pemotongan dana tahap IV tahun 2018 yang mereka terima dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Padahal sesungguhnya, pemotongan tersebut tidak ada.

Ini akibatnya kurangnya sosialisasi dari Pendamping Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) RI atas adanya peraturan baru melalui surat keputusan Direktur Jaminan Sosial Keluarga Nomor : 606/SK/LJS.JSK.TU/09/2018 tentang indeks dan komponen bantuan sosial PKH 2018.

“Jadi sesuai dengan peraturan peserta pada tahap kedua hanya mendapatkan Rp266.350. Jadinya, tidak ada pemotongan tersebut,” ungkap Kordinator PKH Kota Medan, Dedy Irwanto pada jumpa pers di Medan, Kamis (15/11) petang.

Dedy mengakui, pihaknya belum melakukan sosialisasi terhadap keputusan Direktur Jaminan Sosial Kemensos tersebut. Sebab, saat surat keputusan dikeluarkan dan pencairan tahap IV selang beberapa hari saja.

“Untuk keseluruhan penerima pada tahun 2018 ini, sebesar Rp1.766.350. Tahap pertama, kedua dan ketiga masing-masing Rp500 ribu. Sisanya, tahap IV Rp266.350 ribu. Surat keputusan keluar tak lama tahap IV cair,” tutur Dedy.

Namun begitu, setiap bulannya peserta mendapatkan sosialisasi atas perubahan peraturan dalam pertemuan kelompok PKH minimal sekali dalam satu bulan. Dedy mengatakan hal tersebut, sudah disampaikan juga kepada Ombudsman Perwakilan Sumut.

“Hak pendampingan, menyangkut advokasi, mediasi dan memfasilitasi. Peningkatkan kemampuan dan kapasitas keluarga. Kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Makanya kita selalu melakukan pertemuan antara pendamping dan peserta PKH,” tutur Dedy.

Kordinator PKH Regional Sumatera, Ivo Nilasari menyebutkan, program PKH dari Kemensos sudah berlangsung sejak 2008. Dengan data terakhir peserta PKH pada tahap III 2018 di Kota Medan sebanyak 42.248 peserta.”Secara nasional ada penurunan 2 hingga 5 persen untuk penerima PKH. Kemudian, setiap pergantian pemimpin negeri dan menteri ada perubahan peraturan. Namun, kita selalu melakukan sosialisasi,” tutur Ivo.

Sementara itu, dalam jumpa pers tersebut juga hadir Wakil Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wilayah Medan, Guntoro Wakil Pimpinan Wilayah Medan. Ia memastikan tidak ada pemotongan dana PKH. Karena, mereka hanya sebagai juru bayar yang ditunjuk oleh Kemensos.”BRI tidak melakukan pemotongan, di Bank kami memiliki standart operasional.

Kalau ada yang aneh dan ada pemotongan dilakukan karyawan, kami pecat,” kata Guntoro.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Medan, Endar Sutan Lubis menyebutkan, pertemuan dalam jumpa pers ini, untuk memberikan penjelasan sebenarnya atas pencairan dana PKH melalui masing-masing pihak dan tidak ada keliruan di tengah masyarakat.

“Kami mengharapkan kordinasi lebih valid lagi, untuk ke depannya,” ucap Endar.

Terpisah, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, belum bisa memutuskan dihentikan penanganan pengaduan peserta PKH Kemensos. Meski sudah diklarifikasi oleh Pendamping Peserta PKH dan Perwakilan BRI tidak ada pemotongan, namun penyesuaian pada pengambilan tahap IV.

“Sudah dijelasi BRI dan Pendamping. Namun, rapat penerima, verifikasi laporan baru nanti ditentukan. Belum tahu apa dihentikan atau tidak, dalam rapat diputuskan,” kata Abyadi saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin siang.

Dalam kesimpulan klarifikasi tersebut, Abyadi menilai Pendamping Peserta PKH Kemensos itu, minim memberikan sosialisasi dan informasi terhadap program-program dan kebijakan serta peraturan yang baru dikeluarkan oleh Kemensos.

“Dalam hal ini, masyarakat yang mengadu tidak salah. Mereka tidak tahu alasan uang dipotong, masyarakat mengadu juga tidak salah, harus pendamping menjelaskan itu semua,” kata Abyadi.

Apalagi, lanjut Abyadi, ada penerima manfaat dari kelompok Lansia tidak memahami tentang prosedur pencairan PKH. Dengan itu, Ombudsman mendorong untuk pihak terkait memberikan informasi yang jelas.

“Kalau masyarakat mendapat penjelasan yang terang benderang, saya kira tidak akan ada kesimpangsiuran informasi,” tegasnya.(gus/ila)

Raih Juara I di Pekan Inovasi 2018, BPPRDSU Pertahankan Gelar

istimewa for SUMUT POS JUARA: Kepala BPPRDSU Sarmadan Hasibuan diwakilkan oleh UPT Penyuluhan menerima hadiah juara I yang diberikan Kepala Badan Penanaman Modal Sumut. , di panggung utama Pekan Inovasi 2018 di Lapangan Benteng, Kamis (15/11).
istimewa for SUMUT POS
JUARA: Kepala BPPRDSU Sarmadan Hasibuan diwakilkan oleh UPT Penyuluhan menerima hadiah juara I yang diberikan Kepala Badan Penanaman Modal Sumut.
, di panggung utama Pekan Inovasi 2018 di Lapangan Benteng, Kamis (15/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara (BPPRDSU) meraih juara 1 dalam kegiatan Pekan Inovasi 2018 di Lapangan Benteng yang berlangsung sejak 15 hingga 18 November 2018.

Dengan demikian, BPPRDSU sukses mempertahan gelar stan inovasi terbaik, setelah sebelumnya juga menjadi yang terbaik pada 2017 dengan predikat Juara 1 Dengan demikian, BPPRDSU sangat serius dalam memberikan inovasi terhadap pelayanan, khususnya layanan kesamsatan.

Kali ini BPPRDSU menampilkan salah satu sentra layanannya yaitu Samsat Masuk Kampung. Dimana layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajaknya karena Samsat Masuk Kampung dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun.

Samsat masuk kampung, merupakan layanan yang terdiri dari petugas samsat dan polisi yang datang ke suatu daerah dengan mengendarai motor trail. Selanjutnya petugas membuka layanan berupa posko dengan menampilkan banner layanan dan masyarakat dapat membayar pajak tahunannya atau stnk.

Ketika pembukaan berlangsung, Wagubsu Drs H Musa Rajekshah MHum mengunjungi langsung stan BPPRDSU yang terletak di pintu 2. Wagubsu menyampaikan untuk menambah armada Samsat Masuk Kampung. “Samsat Masuk Kampung seperti ini sangat bagus dan harus segera ditambah agar pelayanannya lebih optimal” ujar Wagubsu.

Sejauh ini BPPRDSU memiliki 28 armada Samsat Masuk Kampung yang tersebar di UPT/Samsat se Provinsi Sumatera Utara. Selain itu stan BPPRDSU juga membuka layanan kesamsatan khusunya untuk pembayaran pajak tahunan /STNK selama 3 hari atau selama pekan inovasi berlangsung. Dan bagi pengunjung yang bayar di stan BPPRDSU akan mendapatkan souvenir.

BPPRDSU bekerjasama dengan Jasa Raharja turut memberikan layanan berupa cek kesehatan dan gula darah yang berada disamping stan BPPRDSU.

Pengumuman pemenang, disampaikan kemarin sore di panggung utama Pekan Inovasi 2018 di Lapangan Benteng. Pemberian Hadiah diberikan langsung oleh Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Sumatera Utara dan turut menerima penghargaan tersebut Kepala BPPRDSU Dr. Sarmadan yang diwakilkan oleh UPT Penyuluhan.(adz/ila)

KKP Fasilitasi Asuransi Nelayan di Belawan

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi asuransi kepada nelayan dan pemberdayaan kerajinan bagi keluarga nelayan di Kelurahan Bagan Deli, Belawan, Kamis (15/11).

Sosialisasi yang bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bersama Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), dihadiri ratusan nelayan dan keluarga nelayan.

Ketua KNTI Kota Medan, Isa Al Basir selaku pelaksana, mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan, adalah program dari KKP. Bentuk sosialiasi yang dilaksanakan adalah asuransi nelayan dan pemberdayaan nelayan wanita serta keluarga nelayan.

Untuk pemberdayaan bagi wanita nelayan dan istri nelayan, diberikan bantuan dalam bentuk kerajinan atau kemahiran trampil dalam bidang usaha. Misalnya, menjahit baju dan jaring, membuat makanan serta souveri ciri khas Belawan.

“Semua program itu, akan segera terlaksana di awal tahun 2019, bentuknya akan diberikan dalam bentuk barang dan uang. Harapannya, agar memperdayakan wanita nelayan atau istri nelayan membantu kesejahteraan keluarga nelayan,” ungkap Isa.

Mengenai asuransi nelayan, kata aktivis nelayan ini, untuk kalangan nelayan telah dibuat program asuransi jiwa dengan nama ‘ Asuransi Kusuka’. Tujuannya, untuk melindungi nelayan untuk kecelakaan dan membantu kehidupan nelayan di hari tua.

“Progam ini juga, sangat membantu kesejahteraan nelayan, agar terlindungi untuk masa tuanya. Pembiayaan premi pada tahun pertama, akan ditanggung oleh pemerintah, untuk kelangsungan di tahun berikutnya menuggu keputusan selanjutnya,” sebut Isa.

Harapan Isa, dengan adanya program dari KKP, mampu mendorong kesejahteraan nelayan yang ada di Belawan. Sehingga, taraf ekonomi nelayan dapat menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.”Kita bersyukur ada sebanyak 1000 nelayan dan ratusan wanita nelayan serta istri nelayan yang mendapat program ini, pada tahun depan mudah – mudahan terlaksana,” ungkap Isa.

Seorang ibu rumah tangga, mengaku sangat berterima kasih adanya program bantuan yang membuka peluang kerja bagi istri nelayan. Sehingga, mampu bantu nelayan menambah penghasilan bagi keluarga mereka.

“Kami tahu, cari ikan sekarang sulit dan tidak setiap hari suami kami bisa melaut. Dengan adanya peluang kerja, kami bisa punya keahlian dan pendapatan membantu suami menafkahi keluarga,” kata Sri. (fac/ila)

Kejatisu Gelar In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa

agusman/sumut pos BERSAMA: Aspidum Edyward Kaban bersama lainnya di acara In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa.
agusman/sumut pos
BERSAMA: Aspidum Edyward Kaban bersama lainnya di acara In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar acara In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Pemilihan Umum, Rabu (13/11). Acara yang dibuka oleh Kajatisu, Fachruddin Siregar yang diwakili oleh Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Edyward Kaban yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Aspidum Kejatisu Edyward Kaban yang juga Ketua Panitia acara menyampaikan bahwa In House Training diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaksa dalam menangani tindak pidana Pemilu.

“Pemilu 2019 sudah sangat dekat, tepatnya tanggal 17 April 2019 untuk pemilihan DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden menjadi agenda lima tahunan. Pilkada yang digelar tahun 2018, ada dugaan pelanggaran yang tidak bisa diselesaikan karena berkasnya tidak bisa dinyatakan lengkap P21. Hal ini terjadi karena berbeda pemahaman terhadap undang-undang yang ada,” kata Kaban.

Acara training dihadiri 110 orang peserta dari seluruh Kejari, Kacabjari, Kasi dan Jaksa Fungsional di lingkungan kerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Hadir juga Aspidsus Agus Salim, Kabag TU Edy Sumarman, Kasi Penkum Sumanggar Siagian, perwakilan dari Polda Sumut, KPU Sumut serta undangan lainnya.

Koordinator Haedar sebagai moderator dan pemateri pertama Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum dan Pengawasan Ira Wirtati, menyampaikan bahwa KPU Sumut sampai hari ini masih melakukan tahapan-tahapan dan persiapan menghadapi Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

“Kendala yang dihadapi di lapangan adalah masih banyak warga masyarakat yang tidak masuk dalam daftar pemilih, KPU Sumut masih melakukan perbaikan dan plen terhadap permasalahan daftar pemilih ini,” kata Ira Wirtati.

Acara in house training akan berlangsung dari 13 November sampai dengan 16 November 2018 menghadirkan pembicara dari Pemprovsu, KPU Sumut, Bawaslu Sumut, Poldasu, Pengadilan Tinggi dan pakar di bidang hukum tata negara. (man/ila)

Dipulangkan, Warga Rohingya Unjuk Rasa

UNJUK RASA: Warga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh. Mereka menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11).
UNJUK RASA: Warga pengungsi Rohingya menggelar aksi demonstrasi di dekat perbatasan Bangladesh. Mereka menolak rencana repatriasi ke Myanmar, Kamis (15/11).

SUMUTPOS.CO – Hari pertama pemulangan warga Rohingya dari kamp pengungsi di Bangladesh kembali batal terlaksana. Itu terjadi, setelah ratusan penduduk yang dijadwalkan untuk dipulangkan Kamis (15/11), menolak dan menggelar demonstrasi.

Ratusan warga pengungsi Rohingya tersebut menggelar aksi memprotes pemulangan di dekat perbatasan Myanmar. “Kami tidak akan pergi,” kata warga Rohingya yang ikut dalam aksi demonstrasi.

Pada Kamis (15/11) ini, seharusnya sebanyak 150 warga Rohingya pertama yang masuk dalam daftar yang telah disetujui pemerintah Myanmar, dikirim kembali ke kampung halaman mereka di Rakhine. Namun tidak satu pun dari mereka menyatakan bersedia dipulangkan, bahkan tidak ada yang muncul saat tiba waktunya pemulangan.

Para tokoh Rohingya mengatakan banyak dari warga yang ada dalam daftar 2.260 orang yang akan direpatriasi telah kabur atau bersembunyi ke kamp pengungsi lain. Komisioner pengungsi Bangladesh yang sudah berada di titik transit perbatasan untuk menyerahan pengungsi tidak menemukan ada warga Rohingya yang hadir untuk diangkut oleh bus dan melintas ke Myanmar.

Lima bus yang telah menunggu pada akhirnya tidak dapat membawa satu pun pengungsi melintasi perbatasan. “Mereka membunuh dua anak laki-laki saya. Saya melarikan diri ke Bangladesh bersama dua anak lainnya.” “Tolong jangan kirim kami kembali. Mereka akan membunuh sisa keluarga saya yang lain,” kata Tajul Mulluk (85), seorang warga Rohingya yang ada di daftar repatriasi.

PBB telah mendesak Bangladesh untuk menangguhkan program pemulangan tersebut. Komisioner pengungsi pemerintah Bangladesh, Mohammad Abul Kalam mengatakan timnya benar-benar siap untuk memulai proses pemulangan, tetapi dia menekankan bahwa Rohingya harus pulang dengan sukarela.

“Jika kita mendapatkan siapa pun yang bersedia diberangkatkan, kami akan membawa mereka ke titik perbatasan dengan hormat dan bermartabat,” ujarnya. Kalam mengatakan tidak akan ada pemulangan paksa dan mengakui bahwa badan pengungsi UNHCR tidak menemukan keluarga yang siap untuk dipulangkan. “Tidak ada yang merasa aman untuk kembali sekarang,” kata Kalam kepada AFP.

Sementara, dalam KTT Asean di Singapura, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi kurang mendapat sambutan hangat dari pemimpin negara yang hadir. Itu akibat kegagalannya menangani masalah Rohingya. Selama ini, Suu Kyi tetap enggan berkomentar terkait warga minoritas Rohingya yang mendapatkan persekusi dan kekerasan sehingga harus mengungsi ke Bangladesh.

Kebungkamannya membuat Suu Kyi terisolasi dari dunia internasional dan bahkan berbagai penghargaan yang pernah disandangnya satu persatu dicabut. Dan pekan ini, kondisi itu semakin memburuk bagi Aung San Suu Kyi yang sempat didaulat sebagai pahlawan demokrasi Myanmar. Pada Senin lalu, Amnesti Internasional yang kampanyenya di masa lalu mengukuhkan posisi Suu Kyi sebagai pejuang demokrasi, mencabut penghargaan yang pernah diberikan Sehari kemudian dalam KTT Asean di Singapura, kritik tajam menghujani Suu Kyi saat menghadiri pertemuan regional itu.

Salah satu yang mengecam Suu Kyi secara terang-terangan adalah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. “Seseorang yang pernah merasakan dipenjara seharusnya memahami penderitaan dan bukannya menciptakan kemalangan,” ujar Mahathir beberapa saat sebelum KTT Asean dibuka, Selasa (13/11). “Namun, nampaknya Aung San Suu Kyi mencoba mempertahankan sesuatu yang tak bisa dipertahankan,” tambah Mahathir, melawan tradisi KTT Asean yang biasanya diwarnai kesopanan.

Terkucilnya Suu Kyi semakin bertambah ketika Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Mike Pence mengatakan kepada Suu Kyi bahwa kekerasan dan persekusi terhadap Rohingya terjadi tanpa alasan. Suu Kyi yang tampak terkejut mendapatkan serangan langsung seperti itu langsung menggunakan jawaban normatifnya. “Dalam hal ini, kami bisa katakan, kami  memahami negeri kami jauh lebih baik ketimbang negara lain,” kata dia. (bbs/azw)

Hasil Jejak Pendapat, Warga AS Tak Ingin Trump Jadi Presiden

Donald Trump
Donald Trump

WASHINGTON DC, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 59 persen warga Amerika Serikat tidak menginginkan Donald Trump memenangkan pemilihan presiden pada 2020. Demikian hasil jajak pendapat terbaru yang digelar Universitas Monmouth dan hasilnya dirilis Kamis (14/11). Pekan lalu, Trump menegaskan dia sudah memasukkan semua dokumen untuk mencalonkan diri kembali pada 2020 dan tetap bersama Wapres Mike Pence.

Kejutannya, dalam jajak pendapat yang dilakukan terhadap 850 orang itu menunjukkan 92 persen pendukung Demokrat dan 59 warga independen tidak menginginkan Trump kembali menghuni Gedung Putih.

Sementara itu, sebanyak 16 persen pendukung Partai Republik mengatakan, mereka lebih memilih melihat orang lain memimpin AS. “Amat menarik melihat jumlah warga AS yang merasa Trump layak terpilih kembali jauh lebih kecil dibanding jumlah yang memberinya nilai buruk,” kata Patrick Murray, direktur Institut Polling Monmouth University. “Nampaknya saat ini rakyat AS masih merasa ‘oke’ dengan Trump tetapi tak ingin dia memerintah empat tahun lagi,” ujar Murray.

Angka penerimaan Trump di mata rakyat AS tetap rendah. Jajak pendapat ini menunjukkan hanya 43 persen warga yang puas dengan kinerja Trump.

Sementara, jumlah warga yang tidak puas dengan Donald Trump mencapai 49 persen. Sebagian besar responden yaitu 52 persen mengatakan, prioritas Kongres dengan parlemen dikuasai Demokrat dan Senat yang didominasi Republik adalah untuk mengawasi Trump.

Hal menarik lain adalah meski ramai berbagai pendapat yang meminta agar Trump dimakzulkan tetapi jajak pendapat menunjukkan hanya 36 persen warga yang sepakat dengan hal itu. Hampir 60 persen responden tak ingin Trump dimakzulkan. Mereka yang ingin Trump bertahan adalah pendukung Republik dan mereka yang tak ingin Pence menjadi presiden.

Sementara itu, masih beredar rumor soal kemungkinan kandidat Partai Demokrat untuk melawan Donald Trump, dan nama Hillary Clinton kembali muncul. Nama-nama lain adalah senator Kamala Harris, Elizabeth Warren, Bernie Sanders, dan mantan wapres Joe Biden. Biden bahkan sudah mengatakan, pada Januari mendatang dia akan  mengumumkan apakah akan mencoba maju dalam pemilihan presiden atau tidak. (bbs/azw)

Sebelum Dimutilasi Khashoggi Disuntik Mati, Saudi: Putra Mahkota Tidak Terlibat Pembunuhan

BERJALAN: Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (tengah).
BERJALAN: Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (tengah).

RIYADH, SUMUTPOS.CO – Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mojeb menuturkan, dia menuntut hukuman mati bagi lima pelaku pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dalam pernyataannya, Mojeb mengatakan ada 21 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, dengan 11 di antaranya bakal menjalani persidangan. “Kami menuntut hukuman mati kepada lima orang karena dianggap memerintahkan pembunuhan tersebut,” kata Mojeb dikutip Al Jazeera Kamis (15/11).

Mojeb melanjutkan dengan membeberkan kronologis kematian kolumnis media Amerika Serikat (AS) The Washington Post tersebut. Khashoggi, kata Mojeb, tewas setelah disuntik dengan cairan oleh lima pelaku di dalam gedung konsulat di Istanbul, Turki, oleh lima orang.

Kelima pelaku kemudian memutilasi jenazahnya, dan potongannya diserahkan ke seorang agen yang telah menunggu di luar gedung. “Selain hukuman mati, kami bakal memberikan hukuman yang pantas kepada para pelaku lainnya,” ujar Mojeb dilansir SPA via AFP.

Khashoggi dibunuh ketika memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahannya pada 2 Oktober lalu. Media Turki Daily Sabah memberitakan telah mendapatkan citra sinar-X isi tas dari 15 pelaku pembunuhan Khashoggi.

Tim tersebut dipimpin Maher Abdulaziz Mutreb yang dilaporkan merupakan pengawal Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Sementara harian AS, The New York Times, mewartakan, Mutreb kemudian melakukan panggilan telepon untuk melaporkan misinya. “Pergi, katakan kepada bos Anda bahwa operasi telah berhasil diselesaikan,” demikian ucapan Mutreb yang sering tertangkap kamera berada di samping MBS.

Pejabat intelijen Turki percaya perkataan “bos Anda” merujuk kepada MBS, dan Mutreb saat itu sedang menelepon salah satu asisten sang putra mahkota. Jenazah jurnalis berusia 59 tahun tersebut dimutilasi dan dilenyapkan di kediaman dinas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Mohammed al-Otaibi.

Penasihat Presiden Recep Tayyip Erdogan Yasin Aktay menuturkan, jenazah Khashoggi dimutilasi agar lebih mudah dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Sementara, Kantor Jaksa Penuntut Saudi menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) tidak terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rilis sebagaimana diberitakan kantor berita AFP Kamis (15/11).

Kantor jaksa Saudi menyatakan, perintah untuk membawa paksa Khashoggi diberikan Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri. (bbs/azw)

Desak Akte HGU PT Amal Tani Dibatalkan, Ratusan Petani Geruduk BPN Langkat

BAMBANG/SUMUT POS UNJUKRASA: Ratusan masyarakat dari dua kelompok tani berunjukrasa di kantor BPN Langkat, meminta agar akte HGU PT Amal Tani di batalkan.
BAMBANG/SUMUT POS
UNJUKRASA: Ratusan masyarakat dari dua kelompok tani berunjukrasa di kantor BPN Langkat, meminta agar akte HGU PT Amal Tani di batalkan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Kelompok Tani Jaya dan Kelompok Tani Sumber Rejeki asal Desa Seibertung, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, menggeruduk Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Pemkab Langkat, Kamis (15/11).

Dengan membawa peralatan dapur, mereka menuntut agar BPN Kabupaten Langkat segera membatalkan HGU PT Amal Tani atas lahan di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat.

Sebab menurut mereka, HGU yang dikeluarkan tersebut cacat hukum karena di dalamnya terdapat 1.500 hektare lahan masyarakat, dan telah memiliki akte.

Diungkapkan M Ramidi Tarigan (53), salah satu masyarakat dari kelompok tani tersebut, persoalan lahan tersebut juga pernah dilaporkan ke pihak kepolisian. Bahkan hingga pertemuan masyarakat dengan pihak PT Amal Tani, yang juga tidak membuahkan hasil kesepakatan.

Terkait lahan, kata Ramidi, dahulunya sekitar tahun 70-an, ia bersama keluarga besarnya membuka lahan hingga menanam pohon karet yang kini sudah tumbuh besar. Namun, pada tahun 1984, segerombolan preman menebangi pohon karet mereka. Bukan hanya milik kelurganya saja, tetapi semua milik masyarakat petani yang ada di sana.

“Bahkan warga yang saat itu memberi perlawanan meninggal dunia dibantai para preman kala itu. Karena merasa terancam, kami banyak yang mundur. Dan pada saat itulah lahan kami dikuasai PT Amal Tani,” beber petani asal Desa Suka Rejo, Kecamatan Serapit ini.

Sembari meneteskan air mata, Ramidi dan kaum ibu terus bercerita pahit dan kelamnya membuka lahan yang mereka kelola. Karena tidak ada terbentuknya tim terpadu sesuai penunjukan Tim Saber Pungli Pusat. “Permasalahaan ini sempat dibahas beberapa kali, sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya,” lirih mereka.

Diungkapkan mereka, untuk penyelesaian masalah lahan tersebut, banyak juga pihak – pihak yang menjanjikan penyelesaian penyerobotan lahan, sehingga masyarakat pada Minggu tanggal 11 Oktober 2018, kembali melakukan pertemuan difasilitasi Polres Langkat.

Namun sampai saat ini tidak ada kabar penyelesaian. “Tidak ada upaya pihak Pemkab Langkat dan BPN Langkat serta pihak terkait dalam penyelesaian perampasan lahan, kemana lagi kami harus mencari keadilan,” tanya mereka meniteskan air mata.

“Atas dasar aksi inilah, kami lakukan untuk menagih janji bapak-bapak yang terhormat,” timpal Brawijaya Meliala sebagai ketua Kelompok Tani Jaya.

Menurutnya, dari ratusan orang yang berunjuk rasa tersebut, mereka membagi dua grup, satu grup di kantor BPN dan satu lagi di Kantor Bupati Langkat. “Kami hanya ingin minta keadilan,” sebut dia.

Unjuk rasa petani tersebut berjalan tertib dibawah pengawalan personel Polres Langkat dan Satpol PP Kabupaten Langkat. Selanjutnya, sebanyak 6 orang perwakilan petani masuk menemui pihak BPN Langkat.

“Apa yang mau dibicarakan, kalau hanya penjelasan kami tidak mau. Kami mau batalkan HGU PT Amal Tani, karena kami sudah jenuh menunggu hasilnya terangnya dan menolak permintaan pihak BPN,” tutur Brawijaya.

Pertemuan antara perwakilan petani pengunjuk rasa dan BPN Langkat masih berlangsung, para wartawan pun tidak dibolehkan untuk mengikuti pertemuan kedua belah pihak. (bam/han)

Menkumham RI Isi Penerbangan Perdana Jakarta-Nias

Tamba Tinendung/Sumut Pos GUNTING PITA:Menkumham RI DR H Yasona Laoly Msc menggunting pita, pertanda dimulainya operasional pembukaan rute baru langsung Jakarta-Gunungsitoli (Nias).
Tamba Tinendung/Sumut Pos
GUNTING PITA:Menkumham RI DR H Yasona Laoly Msc menggunting pita, pertanda dimulainya operasional pembukaan rute baru langsung Jakarta-Gunungsitoli (Nias).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Penerbangan perdana rute Jakarta-Nias oleh maskapai Garuda Indonesia menggunakan armada CRJ Bombardier 1000 Next-Gen berkapasitas 96 penumpang, dengan nomor penerbangan GA 260 berhasil mendarat mulus di Bandara Binaka Gunungsitolu (Nias) tepat pada Pukul 09.45 WIB, Kamis (15/11).

“Kebetulan cuaca lagi cerah pak, dan seperti yang kita saksikan pendaratan perdana ini sangat sempurna. Dari yang semula direncanakan pukul 09.55 Wib, namun tiba lebih awal pukul 09.45 Wib”, kata Benny Manager Unit Garuda Gunungsitoli kepada wartawan di bandara Binaka Gunungsitoli.

Selain rombongan Menkumham RI Yasonna Laoly, penerbangan perdana ini seluruh seat juga terisi dengan masyarakat umum yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah memesan tiket, dengan harga mulai Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta. Begitu pun sebaliknya, keberangkatan GA 260 menuju Jakarta seluruh seat terisi masyarakat umum, maupun para ASN yang berpergian ke Jakarta urusan dinas.

Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM pada sambutannya mengatakan, penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – Gunungsitoli merupakan sebuah cita-cita yang melewati proses panjang dan telah diperjuangkan bersama-sama oleh Pemerintah Daerah se-Kepulauan Nias. “Ini dilakukan upaya meningkatkan aksesibilitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata”, Ujar Sokhiatulo, Kamis (15/11).

Sokhiatulo membeberkan perjuangan panjang hingga dibukanya rute Jakarta – Gunungsitoli ini atas inisiatif dirinya yang menyurati Dirut Garuda Indonesia, Dirut PT Lion Group, Dirut Sriwijaya Air dan Menteri Perhubungan RI pada tanggal 2 Mei 2018, yang difasilitasi oleh Yasonna Laoly selaku Menkumham RI.

Menurutnya, dari beberapa maskapai tersebut, Garuda Indonesia member respon positif yang ditindaklanjuti dengan kunjungan team Garuda Indonesia untuk melakukan verifikasi kesiapan yakni pada tanggal 10 Agustus 2018.

“Untuk itu kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Menteri Hukum dan HAM yang telah mendukung setiap tahapan yang ditempuh selama ini. Kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada rekan-rekan Kepala Daerah serta DPRD seKepulauan Nias yang telah memberikan dukungan, sumbangsih pemikiran serta semangat dalam mewujudkan penerbangan baru rute Jakarta – Gunungsitoli ini”, Ucap Sokhiatulo.

Menkumham RI, DR H Yasona Laoly Msc dalam arahannya mengatakan, kedatangannya di Kepulauan Nias sebagai putra daerah yang punya tanggung jawab moral untuk membantu memediasi suksesnya pembangunan di Kepulauan Nias.

“Kedepan saya berharap Pemerintah daerah selalu kompak untuk membangun Pulau Nias ini, dengan didukung seluruh elemen masyarakat. Atas keberhasilan ini saya ucapkan terimakasih termasuk kepada masyarakat yang telah merelakan lahannya untuk pembangunan Bandara Binaka ini”,Ucap Yasonna.

Kata Yasonna, tahun ini Nias akan melaksanakan Yaahowu Nias Festival dan tahun depan akan ada Sail Nias. Ini semua adalah upaya kita menyukseskan kejuaraan surfing kelas dunia di Pantai Sorake, Telukdalam, Nias Selatan yang akan datang”,kata Yasonna.

Dengan dibukanya penerbangan langsung Jakarta-Nias akan memudahkan turis berwisata ke Pulau Nias. Selain itu, masyarakat dan unsur pemerintah daerah yang berurusan ke Jakarta akan menghemat biaya dan waktu perjalanan lebih singkat.

Tahun ini kita akan melaksanakan Yaahowu Nias Festival yang sudah terdaftar sebagai event salah satu dari 100 wonderfull Indonesia dan tahun depan akan ada Sail Nias. Ini semua adalah upaya kita menyukseskan kejuaraan surfing kelas dunia di Pantai Sorake, Telukdalam, Nias Selatan yang akan datang”,kata Yasonna. (mag-8/han)