26 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 5775

Kemenpar Promosikan Danau Toba di Jawa Barat

triadi wibowo/sumut pos BERPERAHU: Warga sekitar Danau Toba melintas menggunakan perahu di daerah Samosir, belum lama ini. Kementerian PUPR diminta bangun ikon yang identik dengan danau terbesar di Asia itu.
triadi wibowo/sumut pos
BERPERAHU: Warga sekitar Danau Toba melintas menggunakan perahu di daerah Samosir, belum lama ini. Kementerian PUPR diminta bangun ikon yang identik dengan danau terbesar di Asia itu.

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Sales Mission Danau Toba Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Bandung berlangsung di Trans Studio Mall Bandung pada 9 hingga 11 November 2018. Acara tersebut benar-benar memanjakan para pengunjung. Betapa tidak, industri-industri yang ikut pameran menawarkan paket-paket wisata menarik bagi masyarakat Jawa Barat.

“Industri ikut dengan mengedepankan paket wisata baru dan juga kamar hotel dengan beragam potongan harga menarik. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi acara kami, semoga hasil transaksinya bagus dan cocok dengan masyarakat Jawa Barat,” ujar Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani yang juga diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh.

Giri mengambil contoh paket wisata Narasindo Tour. Paket tersebut menawarkan terbang dari Bandung langsung ke Medan, dan berwisata selama 5 hari di Medan serta Danau Toba. Para wisatawan akan diajak ke Parapat, Pulau Samosir, Berastagi, dan Medan City Tour.

“Jadi silahkan pilih. Banyak sekali paketnya. Karena kami mengakomodir sebanyak 30 industri wisata asal Sumut yang menjual sejumlah paket tur Danau Toba dan hotel. Ke-30 industri wisata Sumut yang juga menjadi sellers table top kali ini terdiri atas 15 travel agent dan 15 hotel. Sementara buyers-nya puluhan travel agent yang tergabung dalam ASITA Jabar,” terangnya.

Giri memaparkan banyak paket menarik lainnya. Di antaranya yang ditawarkan Tour & travel Lovely Holidays, Medan. Industri ini menjual tiga paket tur terbarunya yakni Paket Lovely Mutiara Danau Toba, Lovely Medan Danau Toba, dan Paket Lovely Danau Toba.

Paket Lovely Mutiara Danau Toba ini, harga aslinya lebih dari Rp3 juta. Tapi khusus di acara Sales Mission Danau Toba 2018 di Bandung ini dijual dengan harga promo Rp2.725 ribu per orang minimal 4 orang.

Kalau paket Lovely Medan Danau Toba yang semula hampir Rp3 juta menjadi Rp 2.150 ribu per orang minimal 4 orang dan Paket Lovely Danau Toba cuma Rp5.875 ribu per orang juga minimal 4 orang dari harga aslinya Rp6 juta lebih.

Paket promo ketiga paket tur itu berlaku sampai Maret 2019. Paket Lovely Mutiara Danau Toba yang berdurasi 4 hari 3 malam ini menawarkan pesona Danau Toba dengan suasana santai. Sedangkan paket Lovely Danau Toba yang berdurasi 10 hari 9 malam menyuguhkan pesona alam, budaya, dan sejarah yang ada di 7 kawasan sekitar Danau Toba.

Sementara PT. Graha Travel & Tour dari Medan menawarkan 6 paket tur terbarunya yakni Paket Wisata Medan-Danau Toba durasi 5 hari 4 malam, durasi 4 hari 3 malam, 3 hari 2 malam dan durasi 2 hari 1 malam serta Paket Wisata Danau Tiba start Silangit durasi 4 hari 3 malam dan durasi 3 hari 2 malam.

Harga masing-masing paket tersebut disesuaikan dengan hotel yang dipilih dan jumlah pesertanya. Misalnya kalau Paket Wisata Medan-Danau Toba durasi 5 hari 4 malam dengan pilihan hotel bintang 3 harga paket low season-nya Rp3.250.000 per orang minimal 2-3 orang. Kalau pesertanya 30 orang ke atas, harganya cuma Rp1,9 juta per orang di luar tiket pesawat dan tips guide dan driver.

Begitupun dengan sejumlah hotel turut memberikan harga promo, salah satunya Samosir Resort & Cottages yang berada di Tuk Tuk Pulau Samosir Danau Toba. Diskonnya hampir 50 % dan berlaku sampai Maret 2019. Jumlah kamar yang superrior ada 150 kamar. Selain itu ada juga yang tipe executive suite room dengan harga Rp2,5 juta per malam.

“Pokoknya silahkan berwisata ke Danau Toba, selamat menikmati paketnya, selamat menikmati bintang tamu kami Maria Simorangkir,” katanya. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh menjelaskan, Sales Mission Danau Toba 2018 di Bandung ini merupakan program lanjutan yang sebelumnya digelar di sejumlah kota antara lain Yogyakarta pada 7-9 September. Kemudian Surabaya 14-16 September, dan Jakarta 19-20 Oktober.

“Danau Toba juga dipromosikan di Car Free Day Jakarta, Minggu (4/11) lalu, dan kami bersyukur berjalan meriah dan sukses” terangnya. Seperti diketahui, Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam mengembangkan kawasan wisata Danau Toba tidak akan hanya berhenti pada penerbangan internasional ke Bandar Udara Silangit. Lebih dari itu, ia akan melakukan promosi yang efektif guna mengenalkan Danau Toba sehingga dapat menarik minat wisatawan yang lebih luas.

“Lupakan batas-batas administrasi. Lupakan wilayah. Pariwisata itu tentang proximity, kedekatan budaya dan jarak. Ayo sambut wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dengan ramah di Danau Toba,” ucap Menpar Arief.(okz/ala)

Blanko e-KTP Kembali Kosong

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Medan yang ingin mencetak e-KTP tampaknya harus bersabar. Pasalnya, stok blanko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan sudah kosong, sejak beberapa hari lalu.

“Ya, kita berharap agar masyarakat yang ingin mengurus e-KTP bersabar dulun
Sebab, stok blanko e-KTP sedang kosong,” ujar Kadisdukcapil Kota Medan OK Zulfi, Minggu (11/11).

Dikatakan OK Zulfi, Pemko Medan telah menyurati Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk meminta blanko e-KTP sebanyak 101.000 keping. “Mudah-mudahan surat itu langsunh ditangapi pusat, sehingga blanko itu bisa segera dijemput,” sebutnya.

Kata OK Zulfi, sebelumnya pihaknya telah menyurati Ditejdukcapil untuk meminta blanko sebanyak 30.000 keping. Namun yang diberikan hanya sebanyak 2000 keping. Sementara blanko sebanyak 2000 keping tersebut telah habis.

“Jadi Pemko menyurati lagi sebanyak 101.000 keping blanko untuk persiapan Pilpres ini, dan nanti kalau sudah ada, kita akan cetak dan kontribusikan kepada masyarakat. Tapi sampai saat ini belum ada kabar dari pusat,” katanya.

Disinggung mengenai kesiapan Disdukcapil agar masyarakat dapat memegang e-KTP sebelum Pilpres 2019, ia mengatakan pihaknya berharap dapat memenuhi hal tersebut. Sebab, memiliki e-KTP adalah syarat wajib untuk dapat memilih pada Pilpres mendatang.

“Harapan kita sebelum Pilpres, e-KTP sudah berada di tangan masyarakat. Karena kan itu syarat mutlak untuk pemilihan Presiden. Ini yang wajib adalah e-KTP. Jadi kalau itu memang enggak ada, kita tunggu arahan dari pusat. Kita berharap pusat bisa memenuhi blanko e-KTP,” katanya.

Namun OK Zulfi mengakui, jumlah 101.000 keping blanko e-KTP tersebut dipersiapkan untuk Pilpres mendatang. Sehingga masyarakat yang mengurus e-KTP baru-baru ini, harus bersabar menunggu giliran dicetak.

“Yang daftar sekarang, mungkin dia harus menunggu giliran. Ini yang sebelum-sebelumnya masih banyak yang belum memiliki e-KTP, tapi sudah rekam. Dia sudah rekam, tapi belum memiliki e-KTP. Jadi itu giliran. Makanya kita minta lebih banyak, supaya nanti bisa kita cetak dan kontribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong meminta agar Disdukcapil Medan pro aktif mengejar blanko e-KTP itu. Pasalnya, masih banyak warga Kota Medan hingga kini belum memiliki e-KTP.

“Disdukcapil Medam harus pro aktif. Kalau perlu, datangi saja ke pusat. Kasian warga, masih banyak yang belum memiliki e-KTP, sehingga urusan mereka menjadi terkendala, karena sekarang semua harus menggunakan e-KTP,” tegasnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini mengaku heran dengan persoalan e-KTP tersebut. Sebab dari dulu masalahnya itu-itu saja. “Dulu juga masalahnya blanko kosong. Sepertinya memang tidak ada niat menyelesaikan persoalan ini, sehingga bisa berlarut-larut,” pungkasnya. (ris/ila)

Revitalisasi Pasar Kampunglalang Rampung, Pedagang Minta Kios Diserahkan

Sutan Siregar/sumut pos RAMPUNG: Pasar Kampunglalang rampung dikerjakan. Namun, serahterima kios belum dilakukan kepada pedagang.
Sutan Siregar/sumut pos
RAMPUNG: Pasar Kampunglalang rampung dikerjakan. Namun, serahterima kios belum dilakukan kepada pedagang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun sempat gagal dan bermasalah, proyek revitalisasi Pasar Kampunglalang akhirnya rampung juga Namun, proyek yang dibangun kontraktor PT Budi Mangun KSO belum diserahterimakan.

Ketua Pedagang Pasar Kampunglalang, Erwina Pinem mendesak agar segera diserahterimakan kepada pedagang. Sebab, pedagang sudah cukup lama terlantar akibat pembangunan tersebut. “Sudah 20 bulan kami berjualan di pinggir jalan. Makanya, kami mendesak segera cepat diserahterimakan,” ujar Erwina kepada Sumut Pos, Minggu (11/11).

Erwina mengaku, informasi yang diterima dari para pedagang memang secara kasat mata bangunannya sudah selesai. Namun, jika dilihat ke dalam masih perlu dilengkapi lagi. “Para pedagang yang lama sudah didata dan bahkan daftar ulang. Setelah itu, dibentuk panitia untuk pencabutan nomor kios/lapak dan selanjutnya serahterima,” ujar Erwina.

Erwina berharap serahterima kepada pedagang dilakukan pada bulan ini juga dan jangan ditunda-tunda lagi. “Kata Dirut (Direktur Utama) PD Pasar begitu, dalam waktu dekat ini tetapi belum dipastikan kapan waktunya. Saat ini kita masih menunggu kabarnya,” cetusnya.

Menurutnya, jumlah kios dan lapak yang terdapat dari bangunan baru Pasar Kampunglalang mencapai 741 unit. Jumlah itu sudah mengakomodir dari seluruh pedagang yang akan menempati nantinya. “Sudah dihitung sendiri oleh pedagang jumlah kios dan lapak yang dibangun, totalnya 741 unit. Sedangkan untuk jumlah pedagang 732 orang. Jadi, masih lebih 9 unit lagi tapi kami kurang tahu akan diberikan kepada siapa. Karena, yang penting bagi kami seluruh pedagang terakomodir,” jelas Erwina.

Disinggung soal biaya untuk menempati kios atau lapak, Erwina mengaku gratis. “Ini beda dengan Pasar Marelan sehingga tidak dikutip biaya lagi sewaktu menempati kios/lapak. Soalnya, kalau di Pasar Marelan yang bangun organisasi pasar bukan dari APBD,” akunya.

Namun demikian, pedagang nanti dikenakan biaya untuk perawatan per tahun. Tapi, sekarang belum ditentukan berapa biayanya. “Katanya nanti ada pertemuan atau musyawarah untuk menetapkan biaya perawatan tersebut. Namun yang jelas enggak lebih dari Rp1 juta per pedagang,” ucapnya.

Kata Erwina, untuk pembagian zona pedagang belum ditentukan. Nantinya, akan digelar pertemuan membahas pembagian zonanya karena dikhawatirkan muncul masalah.

“Misalnya, apabila pedagang kain ditempatkan di bawah semua tentu tidak cukup lantaran ada toko emas dan kelontong.

Apabila dipaksakan pembagian zonanya seperti itu, maka amburadul dan muncul masalah. Sebab, pernah kami dapatkan, suratnya untuk berjualan emas ternyata berdagang kain. Hal ini jelas merusak zona yang telah ditentukan. Maka dari itu, ini harus dibahas dan disepakati para pedagang terhadap pembagian zona yang nantinya ditentukan,” tuturnya.

Sementara, Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya mengakui memang akan dilakukan serahterima dalam waktu dekat ini. Namun, sebelum diserahterimakan kepada pedagang terlebih dahulu ke Pemko Medan.”Masih rencana (serahterima), Pemko dulu yang lakukan baru kepada kami untuk dikelola. Jadi, belum tahu kapan. Tapi, semuanya tergantung kesiapan bangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkim-PR Medan Samporno Pohan mengakui proyek tersebut sudah rampung pembangunannya dan tinggal diisi oleh pedagang. Namun, pengisian lapak atau kios sedang dalam proses oleh PD Pasar.

Sebagaimana diketahui, kontrak kerja pembangunan Pasar Kampung Lalang dengan PT Budi Mangun diperpanjang. Padahal, sebelumnya kontraktor itu sudah gagal mengerjakan proyek tersebut.

Kabar diperpanjangnya kontrak kerja dengan pihak swasta itu, diperoleh berdasarkan Addendum Ke-3 Surat Perjanjian Pekerjaan (Kontrak Kerja) dengan nomor: 2.1.2/Add-3/KPA-PPP/SPP/III/2018. Dalam surat tersebut, ditandangani Kuasa Pengguna Anggaran atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Khairudi Hazfin Siregar dan Kuasa KSO PT Budi Mangun, Dedy Stefanus tertanggal.

Permohonan surat itu dilakukan sejak 12 Maret 2018, sebelum masa perpanjangan kontrak kerja berakhir pada 24 Maret. Adapun beberapa poin penting di antaranya, PT Budi Mangun dinilai memiliki keahlian, profesional, personil dan sumber daya teknis.

Kemudian, nilai kontrak biaya yang dibebankan (borongan) Rp26.288.350.000. Pembayaran biaya pelaksanaan pekerjaan dilakukan 6 tahap dengan sistem dan jumlah sesuai kesepakatan.

Pertama, pembayaran uang muka sebesar 20 persen.

Kedua, setelah pembangunan mencapai 30 persen dilakukan pembayaran 25 persen. Ketiga, dibayar 25 persen lagi apabila kemajuan fisik bangunan 55 persen. Keempat, dibayar 20 persen bila sudah 100 persen pembangunan. Terakhir, sisa 5 persen dibayar pada masa pemeliharaan bangunan selesai 100 persen.

Namun sayang, dalam kontrak kerja tersebut tidak dijelaskan berapa lama waktu yang harus ditargetkan pembangunan selesai mencapai 30 persen. Hanya saja, waktu penyelesaian proyek ini yang tercantum selama 300 hari terhitung masa perpanjangan kontrak kerja. (ris/ila)

Pembetonan Jalan Gaperta Ujung, Ganggu Kenyamanan Pengendara

idris/sumut pos AMBURADUL: Pengendara melintas di atas proyek pembetonan Jalan Gaperta Ujung, Helvetia. Proyek ini dikeluhkan warga karena amburadul.
idris/sumut pos
AMBURADUL: Pengendara melintas di atas proyek pembetonan Jalan Gaperta Ujung, Helvetia. Proyek ini dikeluhkan warga karena amburadul.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembetonan Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia, dinilai tak memikirkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Sebab, proyek yang sudah berlangsung sekitar dua minggu tersebut nyaris melumpuhkan aktivitas warga di sana.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah mempertanyakan proyek pembetonan tersebut. Sebab, minim solusi dari kontraktor dan pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan sehingga membuat warga dan pengendara tak nyaman.

“Kalau begitu model pemborongnya bisa jadi tak beres dan sistem pengawasannya juga harus dipertanyakan. Apa mereka (pemborong) tak berpikir tentang jalan alternatif dan lainnya. Padahal, kalau jalan itu ditutup sementara waktu ketika pengerjaan, itu kan salah satu solusi,” ujarnya kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut Ilhamsyah, konsep pengerjaan proyek sepertinya kurang matang. Terlebih, sempitnya lokasi pengerjaan harusnya menjadi pertimbangan pemborong dan Dinas PU Medan sebelum mengerjakan proyek.

“Seingat saya, drainase atau parit di Jalan Gaperta Ujung belum tersentuh pengorekan. Seharusnya, parit dulu dibeton baru kemudian jalan. Kalau seperti ini kan sudah terbalik, karena ketika parit dikorek maka tanahnya akan berdampak terhadap kualitas jalan,” katanya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Medan daerah peilihan Medan Helvetia Dame Duma Sari Hutagalung mengaku berang. Kata Dame, banyak warga da pengguna jalan yang sudah komplain kepada dirinya. “Warga dan pengendara sudah mengeluhkan soal itu sama saya. Saya pun sudah meninjau langsung ke lokasi dan ternyata jelas merugikan masyarakat,” ujarnya.

Diutarakan Dame, bukannya tak mendukung pembangunan tetapi harus dipikirkan juga solusi jitu untuk kenyamanan warga dan pengguna jalan. “Kalau mau dikerjakan boleh saja, siapapun pasti setuju dengan kemajuan pembangunan. Tapi, maunya ada koordinasi dengan instansi terkait untuk menguraikan padatnya kendaraan,” tegasnya. (ris)

Ajak Melek Teknologi, Rangkul UMKM, Manajemen GO-JEK Sambangi Gedung Graha Pena

Triadi Wibowo/Sumut Pos CENDERAMATA: GM Harian Sumut Pos, Goldian Purba menerima cinderamata dari Marketing Manager GO-JEK, Susan, didampingi Head of Regional Corporate Communication Tengku Parvinanda (kiri), Operation Manager Aditya Pranata (dua kiri) dan Manajemen Harian Sumut Pos.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
CENDERAMATA: GM Harian Sumut Pos, Goldian Purba menerima cinderamata dari Marketing Manager GO-JEK, Susan, didampingi Head of Regional Corporate Communication Tengku Parvinanda (kiri), Operation Manager Aditya Pranata (dua kiri) dan Manajemen Harian Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Siang kemarin, rekasi Harian Sumut Pos kedatangan tamu istimewa. Tiga anak muda yang merupakan managemen GO-JEK, yakni Head of Regional Corporate Communication Tengku Parvinanda, Marketing Manager Susan dan Operation Manager Aditya Pranata.

KEDATANGAN mereka bukan tanpa alasan. Selain menjalin silaturahim, sekaligus juga ing-in merangkul Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin mempromosikan produk makanannya melalui aplikasi GO-JEK.

Ya, GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis teknologi terdepan di Indonesia. Bentuk nyata usaha GO-JEK untuk memerkuat pelaku UMKM adalah dengan membuka akses teknologi kepada para pelaku sektor informal dan UMKM untuk mengatur keuangan dengan baik dan memerluas pangsa pasar industri kuliner melalui layanan GO-FOOD dan GO-PAY.

“Saat ini membuka usaha makanan gak perlu mengeluarkan modal yang banyak, seperti beli kursi, meja ataupun menyewa tempat. Cukup mengolah makanan/minuman yang enak, kemudian dipromosikan melalui aplikasi Go-Food GO-JEK. Nah inilah cara GO-JEK merangkul pelaku usaha makan UMKM,” ujar Head of Regional Corporate Communication Tengku Parvinanda.

Kata Tengku, di usia GO-JEK yang sudah 8 tahun, inovasi terus dikembangkan. Awalnya, GO-JEK hanya mengandalkan driver motor (Go-Ride). Namun kini sudah banyak inovasi yang berkembang. Mulai dari adanya aplikasi Go-Food, Go Clean, Go-Shop, Go Car, Go-Send dan lainnya.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat, misalnya aplikasi Go-Send, driver bisa mengantarkan barang milik konsumen ke tujuan, jadi gak perlu repot dan buang waktu. Saat kita terburu waktu ke kantor, begitu tiba di kantor ada tertinggal dokumen di rumah, gak perlu repot dan buang waktu. Serahkan sama driver Go-Send, siap mengambil dokumen yang tertinggal dan mengantarkannya sampai tujuan. Ini semakin memudahkan masyarakat,” kata Tengku.

Meski begitu, kata Tengku, GO-JEK tak melulu meningkatkan pelayanan saja, tapi juga memperhatikan kesejahteraan para mitra (driver). Termasuk, dalam merancang program GO-JEK SWADAYA yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. “Jadi, ini sangat membanggakan kita, sudah lebih dari 250.000 mitra driver dan keluarganya saat ini telah terlindungi asuransi. Bahkan, lebih dari 400 mitra sudah memiliki rumah idaman melalui KPR BTN,” kata Tengku.

Tak hanya itu, kata Tengku, pihaknya juga merangkul para mitra driver dengan mengdengarkan keluhan mereka melalui Kopdar (Kopi Darat). Di acara Kopdar inilah, pihaknya mendengarkan aspirasi mitra driver dan berdialog bersama. “Keluhan para mitra driver kita tampung, kita carikan solusi. Sehingga kita tak hanya menganggap mereka mitra kita saja, tapi juga bagian dari keluarga GO-JEK,” bilang Tengku lagi.

Marketing Manager Susan menceritakan bagaimana usaha anak-anak muda di Kota Medan yang sukses setelah mempromosikan produk makanan/minuman olahan mereka. “Ada sebuah usaha minuman kopi di Jalan WR Supramatman Medan yang dikelola kumpulan anak muda.

Mereka meracik kopi di dalam rumah tanpa membuka warung. Mereka kemudian mempromosikannya melalui instagram GO-JEK maupun aplikasi GO-JEK. Tiap hari omset cukup lumayan. Ini sebuah keutungan yang menjanjikan,” kata Susan.

Susan tak menampik, secara langsung GO-JEK melatih melek teknologi ponsel bagi masyarakat melalui aplikasi GO-JEK. Sebab, bagi generasi tua yang sebelumnya tidak begitu paham soal aplikasi di ponsel, mau tak mau harus belajar mempromosikan usaha makanan mereka melalui aplikasi Go-Food GO-JEK.

“Cukup mudah bisa bergabung dengan Go-Food GO-JEK bagi UMKM yang ingin mempromosikan makan/minumannya melalui aplikasi GO-JEK. Datang saja ke kantor untuk registrasi dan bawa dokumen seperti KTP, KK dan sertakan email, kemudian mengisi formulir. Soal angka biaya memang kami kenakan, tapi gak banyak. Sebab kita ingin membuka kesempatan seluas mungkin bagi UMKM tanpa kita persulit,” kata Susan.

Pun begitu juga kata Operation Manager Aditya Pranata. Ibunya sendiri tadinya tidak paham bagaimana menggunakan teknologi ponsel. Tapi akhirnya menjadi bisa karena belajar menggunakan aplikasi GO-JEK. “Ya awalnya ibu saya gak paham bagaimana menggunakan ponsel android.

Tapi sekarang sudah pintar karena belajar dari GO-JEK. Misalnya, ibu saya jadi tahu bagaimana memesan Go-Food. Ibu saya juga tahu bagaiamana memesan driver di aplikasi GO-JEK. Ibu saya jadi melek teknologi,” ujar Aditya sambil tertawa.

GM Sumut Pos, Goldian Purba sangat mendukung program GO-JEK. Sebab, keberadaan GO-JEK di tengah masyarakat banyak memberikan kemudahan, baik pelayanan driver hingga aplikasi Go-Food yang sangat senangi masyarakat.

“Apalagi tren masyarakat Kota Medan yang ingin praktis saat ingin makan. Cukup memesan aplikasi Go-Food di GO-JEK, tinggal tunggu setengah jam, makanan langsung diantar driver,” ujar Goldian Purba.

Untuk itulah, kata Goldian, Sumut Pos mensuport program GO-JEK. Sebab, Sumut Pos juga hadir di tengah masyarakat dan siap membantu GO-JEK sebagai mitra bisnis. “Sumut Pos dan GO-JEK bisa bersinergi untuk sama-sama saling mendukung karena sama-sama hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Goldian Purba.

Seperti diketahui, driver GO-JEK tak hanya digeluti kaum adam, namun juga kaum hawa. Di Kota Medan, jumlah driver GO-JEK yang dikendarai kaum hawa ini mencapai sekitar 20-an. Mereka ini dinamakan Srikandi. Bahkan, di antara driver Srikandi di Kota Medan, digeluti oleh Dosen bergelar S3 yang mengajar di salah satu universitas di Medan.

Namun, nasib driver motor (Go-Ride) yang dikemudikan wanita, sering kali mengalami nasib tidak beruntung ketika mendapat orderan dari konsumen pria. “Ini sering kali terjadi ketika driver motor kita dikendarai wanita, sedangkan pengordernya pria. Begitu tiba dan melihat pengemudinya wanita, mereka gak mau dan langsung membatalkan orderan (cancel).

Mungkin karena canggung di bonceng wanita. Tapi harus kita pahami, mereka berpeluh demi mencari nafkah. Mereka sering menjadi tulang punggung di keluarganya karena suaminya meninggal atau suaminya sakit menahun. Ini lah yang masih menjadi kesedihan kami dan kasihan melihat driver motor kaum Srikandi kami,” tutup Tengku. (ila)

Jadi Buronan Kejati Sumut sejak 2016, Mantan Kadis PU Deliserdang Akhirnya Tertangkap

GUSMAN/SUMUT POS DIAMANKAN: Terpidana mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Deliserdang Faisal, saat diamankan di Kejatisu, Sabtu (10/11).
GUSMAN/SUMUT POS
DIAMANKAN: Terpidana mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Deliserdang Faisal, saat diamankan di Kejatisu, Sabtu (10/11).

SUMUTPOS.CO – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dan Kejari Deliserdang, menangkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deliserdang Faisal, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), di Jalan Yos Sudarso, Kota Tebingtinggi, Jumat (9/11) malam.

Usai diamankan, Faisal yang merupakan terpidana dalam kasus korupsi anggaran Dinas PU Deliserdang Tahun Anggaran 2010 tersebut, diboyong ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan.

“Terpidana sudah memiliki putusan inkrah dari Mahkamah Agung, tertanggal 15 Februari 2016. Yang bersangkutan dipidana 12 tahun penjara,” ungkap Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak, Sabtu (10/11).

Lebih lanjut Leo menjelaskan, anggaran di Dinas PU Kabupaten Deliserdang yang dikorupsi Faisal mencapai Rp105,83 miliar. Dia dinyatakan DPO sejak putusan hukumnya berkekuatan tetap pada awal 2016. Karena tidak kunjung menjalankan eksekusi, ia kembali ditetapkan sebagai DPO pada awal 2018. “Kami sudah intai sejak 3 bulan terakhir, dan kemudian kami ke rumahnya yang berada di Lubukpakam, Deliserdang. Namun tidak ada. Akhirnya tim kami mengetahui keberadaannya di rumahnya di Tebingtinggi,” bebernya.

Leo menambahkan, selanjutnya Faisal akan dibawa ke Lapas Kelas I Medan, untuk menjalankan eksekusinya yang tertunda. Dalam putusan perkara korupsi yang menjerat Faisal, selain dihukum 12 tahun penjara, dia juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta, dan digantikan 6 bulan kurungan penjara bila tidak sanggup membayar denda.

Selain itu, Faisal juga dibebankan uang pengganti (UP) sebesar Rp98 miliar lebih, dengan catatan, jika tidak dibayar, maka jaksa akan melelang harta bendanya. “Jika itu juga tidak mencukupi, maka terpidana yang bersangkutan akan dikenakan pidana subsider selama 6 bulan kurungan penjara,” jelas Leo, sembari menyebutkan selama jadi DPO, terpidana Faisal bekerja dengan membuka usaha di rumahnya.

Leo juga mengungkapkan, dalam kasus korupsi tersebut Faisal tidak berperan sendirian, tapi dilakukan bersama Elvian, mantan Bendahara Dinas PU Kabupaten Deliserdang. “Untuk Elvian belum ditemukan. Kami tidak akan berhenti, kami akan terus berusaha untuk menangkapnya,” tegasnya.

Diketahui, Faisal selaku Kepala Dinas PU Kabupaten Deliserdang, dinyatakan telah mengalihkan kegiatan-kegiatan yang terdaftar dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas PU Kabupaten Deliserdang dari kegiatan bersifat tender menjadi kegiatan swakelola, sehingga telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang jumlahnya mencapai Rp105,83 miliar. (man/saz)

Polsek Medan Kota Gerebek Kampung Narkoba, Seorang Wanita Ketangkap Jual Sabu

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nur Awani (25), warga Gang Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, tak bisa mengelak ketika petugas kepolisian datang menciduknya. Ia ditangkap saat sedang menunggu pembeli narkoba jenis sabu-sabu langganannya di Gang Badur, Jalan Letjen Suprapto Medan, Jumat (9/11) malam.

Nur ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Kota, yang malam itu dipimpin Kanit Reskrim Iptu Deny Indrawan Lubis. Dia diamankan ketika tengah berada di kawasan pinggir sungai dengan barang bukti sabu-sabu.

“Awalnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap warga yang sedang duduk-duduk. Namun pada saat itu, pelaku melemparkan botol redoxon berwarna kuning yang diambil dari balik bajunya,” ungkap Deny kepada Sumut Pos, Minggu (11/11).

Melihat itu, lanjut Deny, petugas pun memeriksa isi botol tersebut, yang ternyata berisi 2 paket kecil sabu-sabu. Sehingga Nur pun langsung diboyong ke kantor polisi, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. “Selain 2 paket kecil sabu-sabu, kami juga mengamankan barang bukti uang Rp155 ribu,” bebernya.

Setelah menciduk Nur, pihak kepolisian kemudian lanjut menyisir Jalan Brigjen Katamso, Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, yang dikenal marak peredaran narkoba. Kembali, polisi mengamankan seorang pria diduga penjual sabu-sabu, Rahmad Syahputra (35). “Seorang lagi kami amankan, pria atas nama Rahmad Syahputra. Dia tampak mencurigakan ketika polisi datang. Kami geledah, terbukti dia menyimpan sabu-sabu di dalam kotak korek api,” kata perwira polisi berpangkat 2 melati emas itu.

Saat diinterogasi, kepada petugas, Rahmad mengaku barang tersebut untuk dijual masing-masing seharga Rp50 ribu. Selanjutnya, dia pun diboyong ke Polsek Medan Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Dari tersangka diamankan barang bukti 3 plastik klip berisi sabu-sabu, serta 2 plastik klip kosong yang disimpannya dalam kotak korek api,” jelasnya.

Deny juga menjelaskan, pihaknya akan terus memaksimalkan operasi GKN di wilayah hukum yang dipimpinnya. “Sesuai arahan atasan saya, Kapolsek, untuk menyukseskan operasi tersebut, kami akan terus melakukan penggerebekan lokasi-lokasi diduga sarang narkoba. Mohon dukungannya,” pungkasnya. (dvs/saz)

APBD Tebingtinggi 2019 Naik Rp14,277 Miliar

sopian/sumut pos TANDA TANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umur Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani Rencana Peraturan Daerah APBD Tahun 2019.
sopian/sumut pos
TANDA TANGAN: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umur Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap menandatangani Rencana Peraturan Daerah APBD Tahun 2019.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan nota pengantar APBD Tebingtinggi tahun anggaran 2019 pada rapat paripurna DPRD,
Jumat (9/11).

Di hadapan Ketua DPRD Muhammad Yuridho Chap dan Wakil Ketua Hazly Ashari Hasibuan serta Chairil Mukmin Tambunan, Wali Kota membacakan nota pengantar RAPBD 2019 diajukan untuk pendapatan sebesar Rp718.449.973.219, dan bila dibandingkan dengan APBD induk tahun 2018 sebesar Rp 704.172.428.178. Dan untuk tahun 2019, hanya mengalami kenaikan sebesar Rp14.277.545,041.

Sementara untuk anggaran belanja terjadi penurunan sebesar Rp 82.630.512.442, yang semula tahun 2018 sebesar Rp790.416.665.396 dan pada tahun 2019 menjadi Rp 707.786.152.954.

Dari penambahan pendapatan tahun 2019 berasal dari pajak daerah Rp3.477.057.507, Retrebusi daerah Rp1.242.000.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 5.122.868.292 dan lain-lain pendapatan asli daerah berkurang Rp 6.898.898.544.685.

Berasal dari dana perimbangan yang merupakan dana transfer umum bertambah Rp 22.208.598.000, terdiri dari DAU Formula Rp 9.672.466.000 dan DAU tambahan (Dana Kelurahan) Rp 12.954.830.000. Lain-lain pendapatan daerah yang sah berasal dari dana hibah Rp 22.487.200.000, Dana bagi hasil Provinsi berkurang Rp 5.725.670.573 dan hibah PDAM Rp 3 miliar.

Sementara belanja disampaikan sebagai belanja tidak langsung sebesar Rp306.717.451.811, yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 293.527.092.169, Belanja bunga sebesar Rp 2.757.720.000, bantuan social sebesar Rp 3.042.641.950, Bantuan keuangan kepada Partai Politik Rp 908.596.500 dan Belanja tidak terduga Rp 600 juta.

Belanja langsung berkurang Rp 78.830.088.857 dan dalam pembiayaan Rp 25.913.768.292 yang terdiri dari penyertaan modal Rp 14.122.868.292 dan pembayaran pokok utang Rp 11.790.900.000.

Disampaikan Umar Zunaidi Hasibuan, nota pengantar ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi tambahan kepada anggota dewan dalam rangka pembahasan Ranperda tentang APBD 2019 Kota Tebingtinggi dan dibahas bersama-sama untuk disetujui menjadi Peraturan Daerah. (ian/han)

Peringatan Hari Pahlawan Pelajar Harus Pahami Lagu Kebangsaan

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidin Hasibuan didampingi Kapolres AKBP Sunadi dan Dandim 0204 DS Letkol Syamsul Arifin menyambangi pelajar tingkat SMP usai pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidin Hasibuan didampingi Kapolres AKBP Sunadi dan Dandim 0204 DS Letkol Syamsul Arifin menyambangi pelajar tingkat SMP usai pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan kepada para pelajar sangat pentingnya lagu kebangsaan dan nasional. Sebagai anak bangsa, diharapkan mengetahui lirik dan siapa pencipta lagunya.

“Teruslah belajar dengan sunguh-sungguh untuk meraih prestasi, tetapi sebagai generasi penerus harus bisa menghargai jasa para pahlawan dan mencintai lagu-lagu nasional kebangsaan,”ujar Wali Kota Tebingtinggi menguji pemahaman para pelajar SMP usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Sutomo, Deliserdang, Sabtu (10/11).

Sementara itu, Dandim 0204 DS Letnan Kolonel Syamyul Arifin mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan Negara di hati sanubari bangsa Indonesia.

Permudah Akses Perbankan, MUI Gelar Diskusi dan Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Umat

SYARIAH: Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut yang juga Ketua Kadin Sumut H Ivan Iskandar Batubara pada Diskusi dan Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Umat di Aula MUI Sumut.
SYARIAH: Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut yang juga Ketua Kadin Sumut H Ivan Iskandar Batubara pada Diskusi dan Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Umat di Aula MUI Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Sumut menggelar kegiatan Diskusi dan Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Sumut, Rabu (7/11). Diskusi dan koordinasi digelar di Aula MUI Sumut Jalan Sutomo Medan menghadirkan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut, perwakilan Bank Indonesia Medan, Bank Muamalat Sumut, Bank Mandiri Syariah dan Bank Sumut.

Pemimpin Unit Usaha Syariah PT Bank Sumut Indra Kesuma Yuzar mengungkapkan pentingnya revitalisasi peran lembaga-lembaga ekonomi Islam dalam pemberdayaan umat.

Sebab meski terus memperbaiki kinerja selama kurun waktu namun market share aset perbankan syariah baru mencapai lima persen. Seyogianya sudah mencapai 50 persen.

Kedepan ia berharap semakin besarnya keberpihakan pemerintah antara lain dengan semakin banyak dana pemerintah yang disimpan di bank-bank syariah. Indra Kesuma Yuzar juga merinci besar potensi perekonomian umat Islam. Demografi umat Islam di Indonesia hingga 87 persen namun penguasaan faktor ekonomi hanya 12 persen.

“Saatnya bersinergi. Umat Islam harus bersatu dan bersinergi dalam membangun ekonomi umat. Bank syariah harus berada di garda depan untuk membangun ekonomi umat yang kokoh,” harapnya.

Basrah Siregar dari Bank Mandiri Syariah Sumut juga berharap dukungan semua pihak terhadap perbankan syariah dalam pemberdayaan ekonomi umat. Basrah memaparkan bahwa perbankan syariah menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan, melaksanakan workshop dan membentuk bank wakaf melalui pondok pesantren.

Hamzah dari Bank Muamalat Sumut juga memaparkan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat. Namun diakui kendala aturan mengakses perbankan syariah yang lebih sederhana. Terutama bagi usaha kecil yang belum memiliki tata kelola belum baik, masalah agunan dan baru memulai usaha atau kurang dari dua tahun. “Harus ada keberpihakan pemerintah. Ulama pun menggerakkan umat untuk menabung di bank syariah,” pintanya.

Kusnadi dari Perwakilan Bank Indonesia Sumut dalam diskusi yang dibuka ketua MUI Sumut menjelaskan program mitra umat dalam merahur sinergi membahagiakan umat. Dijelaskan keberadaan program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri (BSM), inisiasi BSM umat, BSM Mengalir Berkah (BMB), UKM berdaya, pesantren berdaya dan program lainnya.

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut yang juga Ketua Kadin Sumut H Ivan Iskandar Batubara memberi dukungan untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ivan Iskandar Batubara pun mendorong program labelisasi halal produk makanan dan minuman yang baru digunakan 5 persen dari usaha kuliner.

Demikian juga pengembangan pariwisata halal di Sumut ditengah berkembangnya mobile banking perbankan. Untuk menjadi UKM maju, Ia setuju bila umat diberi kemudahan dalam mengakses perbankan. (rel/dmp/ram)