26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5776

Mantan Bupati Tapteng Segera Disidang

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkas perkara Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Berkas sudah dilimpahkan. Tinggal menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim PN Medan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian, Minggu (11/11).

Selain berkas Sukran Jamilan Tanjung, Kejatisu juga melimpahkan berkas Amirsyah Tanjung yang merupakan abang dari Sukran. Keduanya, merupakan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp450 juta untuk pemberian proyek kontruksi di Kabupaten Tapteng.

“Amirsyah Tanjung juga sudah dilimpahkan. Jadi keduanya akan menunggu pemanggilan untuk disidangkan,” kata Sumanggar. Sumanggar menambahkan, Kejatisu menunjuk Kadlan Sinaga yang menjadi ketua tim JPU atas keduanya.

Paling lama, lanjut Sumanggar, keduanya akan disidangkan dalam dua pekan mendatang. “Dalam dua minggu ini. Kalau Senin depan, sepertinya belum,” katanya.

Dikatakan Sumanggar, Sukran dan Amirsyah Tanjung sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sumut, atas laporan korban Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 lalu. “Jadi yang melaporkan ini adalah seorang kontraktor yang juga rekanan Pemkab Tapteng,” tuturnya.

Sumanggar menambahkan, keduanya dilaporkan karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan sebesar Rp450 juta dengan korban Joshua Maruduttua Habeahan. Awalnya Sukran yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tapteng menjanjikan akan memberikan proyek kontsruksi senilai Rp5 miliar kepada korban.

Kemudian, Sukran memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi pada korban.

Setelah uang dikirim Rp450 juta, namun korban tak kunjung mendapat proyek itu.

“Jadi setelah uang diberikan oleh korban, ditunggu-tunggu proyek itu tidak juga diberikan,”pungkasnya. (man/han)

Pengurus Ranting IPK Binjai Estate Dilantik

IPK
IPK

BINJAI, SUMUTPO.CO – Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pemuda Karya Binjai Selatan, Supris melantik pengurus Ranting Binjai Estate di Lapangan Sepakbola, Jalan Gunung Bendahara.

Ketua Ranting IPK Binjai Estate, Surwanto didampingi Sekretaris Noval dan Bendahara Rudi mengikuti proses sumpah janji setia saat menerima bendera pataka organisasi IPK dan Surat Keputusan (SK).

Ketua PAC IPK Binjai Selatan Supris mengatakan, pelantikan digelar demi terbentuknya seluruh pengurus ranting pada setiap kelurahan. Supris berjanji, tetap menjalin kerja sama dengan seluruh pihak demi terciptanya situasi yang kondisif di Binjai Selatan.

“Kepada seluruh pengurus ranting yang telah dilantik, agar dapat melaksanakan tugas sebagaimana semestinya. Mari rapatkan barisan, ingatkan yang lupa dan jemput yang tertinggal,” ujar Supri.

Sementara, pelantikan Pengurus Ranting IPK Binjai Estate juga diiringi dengan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa yang dilakukan Ketua DPD IPK Binjai, Samsul Tarigan. Pemberian santunan ini rutin dilakukan Samsul dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang digelar keluarga besar IPK.

Menurut Samsul, IPK siap bersinergi dengan aparat keamanan demi menjaga serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Menurut dia, pelantikan ini merupakan bentuk komitmen dari pengurus DPD IPK Kota Binjai dalam mengembangkan organisasi di Kota Rambutan.

Selain itu, ia juga mengaku siap bersinergi dengan aparat keamanan guna ciptakan pemilu damai. “Terkhusus untuk seluruh kader IPK agar satu suara. Ingat, satu suara demi nama kebesaran IPK,” tandasnya. (ted/han)

PT Medan Jamin Banding Tamin Sukardi Tanpa Intervensi

Tamin Sukardi selama menjalani persidangan di PN Medan, Senin (6/8).
Tamin Sukardi selama menjalani persidangan di PN Medan, Senin (6/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi  (PT) Medan menjamin penanganan perkara banding terdakwa Tamin Sukardi akan dilakukan sesuai fakta tanpa intervensi dari luar.

Humas Pengadilan Tinggi Medan, Adi Sutrisno mengatakan, hakim yang menangani perkara banding Tamin Sukardi sudah terukur kredibilitas serta integritasnya dalam menangani perkara-perkara besar. Ia yakin para hakim Pengadilan Tinggi tidak akan mau diintervensi oleh siapapun dalam menangani sebuah perkara.

“Hakim di sini sudah menyadari betul integritas dia sebagai hakim. Hakim punya kredibiltas, punya integritas untuk memutus sesuai fakta, bukan memutus karena intervensi dari luar. Saya yakin betul, hakim di sini tidak akan berpengaruh dari luar,” kata Adi Sutrisno kepada wartawan di kantornya akhir pekan lalu.

Adi menyatakan, bahwasannya saat ini Pengadilan Tinggi Medan tengah mempelajari putusan banding untuk perkara nomor 20 pidsus-TPK/2018/PT MDN atas nama Tamin Sukardi. Adi menyebut ada tiga orang hakim yang ditunjuk untuk menangani kasus ini yaitu Dasniel, SH MH, DR Albertina Ho dan DR Mangasa Manurung, SH.MKN.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan bulan Agustus lalu memvonis Tamin Sukardi dengan hukuman 6 tahun penjara dan ganti rugi Rp 232 miliar karena melakukan tindak pidana korupsi penjualan lahan eks HGU PTPN II di desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Atas putusan ini, kuasa hukum Tamin Sukardi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan.

Kuasa hukum Tamin Sukardi, H Fachruddin Rifai, SH MHum menyatakan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang memutuskan Tamin Sukardi bersalah melakukan tindak pidana korupsi penjualan lahan eks HGU PTPN II merupakan keliru besar.

Fachruddin menyatakan bagaimana mungkinTamin Sukardi dinyatakan bersalah, sementara fakta-fakta dan saksi-saksi yang terkutip di transkrip pengadilan menyatakan sebaliknya. Fachruddin menilai putusan persidangan Tamin Sukardi di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu sangat dipaksakan dan sarat tekanan.

Diutarakan Fachruddin, lahan eks HGU PTPN II dimaksud sesungguhnya sudah ada putusan perdata yang berkekuatan hukum tetap yang menyebutkan para ahli waris pemegang hak tahun 1954 adalah pemilik sah atas lahan eks HGU dan sudah dilakukan eksekusi tahun 2011. “Pertanyaannya, apakah penetapan eksekusi oleh pengadilan sudah tidak lagi berharga di negeri ini,” ujar Fachruddin.

Ia menjelaskan adalah fakta hukum bahwa lahan eks HGU tersebut sudah tidak lagi menjadi milik PTPN II, dan seharusnya dilakukan hapusbuku sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Fachruddin menambahkan hal ini didukung oleh fatwa Pengadilan Tinggi Medan bahwa proses penghapusbukuan merupakan tindakan administrasi yang berlaku secara internal di lingkungan BUMN dan tidak menghalangi proses permohonan hak baru.

“Kita bertanya kenapa “kealpaan” PTPN II dalam menghapusbuku lahan yang sudah dieksekusi oleh pengadilan menjadi masalah Tamin Sukardi,” kata Fachruddin dengan nada heran.

Fachruddin mengungkap bahwa lahan 106 hektar di Desa Helvetia yang dipersoalkan telah dilakukan hapusbuku oleh PTPN II pada Desember 2017 setelah memperoleh Legal Opini dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada Maret 2017. “Isi Legal Opini Kejati Sumut menyatakan tidak ada ganti rugi, itu artinya tidak mungkin ada kerugian. Namun, kenapa Kejaksaan Agung justru mentersangkakan Tamin Sukardi dan menahannya sejak 30 Oktober 2017,” ungkapnya.

Menurut Fachruddin, ini sangat ironis dimana pertimbangan hukum legal opini Kejati Sumut  tidak dihiraukan oleh Kejaksaan Agung, padahal dalam pasal 2 ayat 3 UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan,  terdapat  asas  ‘Kejaksaan satu dan tidak terpisahkan’ (openbaar ministerieis een en ondwelbaaren de procurwur generaal aan het hoofd).

Ia juga menyoal Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk kejaksaan juga tidak pernah hadir di persidangan untuk membuktikan hasil audit yang hanya diambil dari catatan keuangan PT ACR. “Selama proses persidangan berlangsung terkesan ada personal vendetta terhadap klien kami dan itu nampak dari putusan Pengadilan Negeri yang aneh itu,” tandas Fachruddin.

Menanggapi keanehan ini, Adi menyatakan bahwa mereka tidak boleh mengomentari sebuah perkara yang sudah diputus oleh hakim.

“Kode etik tidak mengizinkan kami sebagai hakim Pengadilan Tinggi untuk mengomentari putusan hakim Pengadilan Negeri Medan,” tandasnya. Adi menerangkan bahwa pihaknya hanya berkewajiban memeriksa dan mengadili sesuai dengan hasil kajian dan hukum dan tentu tidak akan keluar dari koridor hukum.  “Kami hanya bisa mengadili ketika perkara itu sudah dibawa ke sini (PT Medan),” kata Adi.

Ia juga menyatakan yang terpenting bagi hakim adalah hakim tidak boleh keluar dari frame surat dakwaan Jaksa. “Terbukti atau tidak, kalau terbukti dinyatakan salah, dipidana. Kalau tidak terbukti dibebaskan. Kalau terbukti perbuatannya tapi bukan merupakan tindak pidana itu nanti dionslag atau dibebaskan dari segala tuntutan,” ujarnya.

Kepala Laboratorium Fakultas Hukum USU, Dr Edi Yunara mengungkapkan dalam proses hukum yang terjadi terhadap Tamin Sukardi cukup ganjil. Edi menyebur proses hukumnya bila dikaji dalam teori, menerapkan Crime Control Model yang secara sederhana menekankan kepada asas praduga bersalah.

Menurut Edi, dalam perkara ini putusan hukum terhadap terdakwa bersumber dari dakwaan jaksa dinilai keliru. Sebagai contoh, sebut Edi, pelakunya satu orang tetapi diterapkan Pasal 55 KUHP. Hal ini jelas bertolak belakang, karena dalam penerapan pasal tersebut cenderung lebih dari satu orang pelakunya.

“ Kalau seperti ini kondisi hukum kita, tentu masyarakat akan takut menjadi saksi karena bakal terlibat lantaran mengetahui,” (azw)

Pemkab Deliserdang Hapus Sanksi Denda PBB-P2

Ilustrasi Pajak
Ilustrasi Pajak

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Mengundang minat masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkantoran (PBB-P2), Pemkab Deliserdang terapkan penghapuskan sanksi denda PBB-P2. Penghapusan sanksi denda itu sudah berjalan sejak 27 Oktober lalu dan akan berakhir hingga 15 Desember 2018.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang, Taufik Isryad Harahap mengatakan penghapusan denda atas dasar dikeluarkannya Peraturan Bupati Deliserdang nomor 24 tahun 2018 tentang penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 di Kabupaten Deliserdang. Penghapusan denda untuk pajak mulai dari tahun 1994 – 2018.

“Untuk 12 hari saja realisasinya sudah tercapai Rp1,6 miliar. Antusias masyarakat tinggi saya lihat dan bagi yang baru mengetahuinya dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Batas waktu memang sampai tanggal 15 Desember mendatang. Tujuan dibuat seperti ini untuk menambah realisasi penerimaan sektor PBB dan meminimalisir piutang PBB,” ujar Taufik.

Disebutnya, Pemkab pada program penghapusan sanksi denda dengan target piutang capaian sebesar Rp 25 miliar. “Sebenarnya pada tahun 2017 program ini sudah pernah dilakukan juga diakhir tahun. Hanya saja saat itu waktunya lebih singkat karena hanya seminggu dan dibuat di komplek MMTC Kecamatan Percut Seituan. Dalam waktu satu minggu itu realisasi yang didapat hanya sekitar Rp 2 miliar,” papar Taufik.

Menurutnya, target di tahun 2017 lalu Rp237,5 miliar tetapi kalau realisasi yang didapat dari PBB-P2 pada hanya Rp 141.364.788.988 atau 59,52 persen. “Untuk tahun 2018, kalau bisa lebih banyak lagi capaiannya. Karena program ini saja waktunya panjang dibuat. Kalau untuk pokok tetap, hanya dendanya saja yang dihapuskan. Jadi ini bukan pemutihan namanya,” terang Taufik.

Ia mengharapkan, selain dipublis dengan brosur dan pemasangan spanduk di kecamatan, pihak Camat melalui Kepala Desa dapat menginformasikannya dan menggiring si wajib pajak. Pembayaran hanya bisa dilakukan melalui Bank Sumut atau 18 kantor UPT Bapenda Kecamatan, ATM Bank Sumut atau tempat pembayaran PBB-P2 terdekat.

“Syaratnya cukup tunjukkan surat pemberitahuan pajak terutang atau sebutkan saja nomor objek pajak. Untuk dapat merealisasikan target yang kita pasang saat ini, kita juga buat acara massal di 5 kecamatan seperti di Percut Seituan, Tanjungmorawa, Sunggal, Pancurbatu dan Delitua. Untuk satu kecamatan ada dua loket yang kita buat selain di kantor Camat, juga di tempat keramaian,” tutup Taufik.(btr/han)

Nek Soudah Tak Menyangka Rumahnya Dibedah

bambang/sumut pos BEDAH RUMAH: Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Deni Eka Gustiana Kapendam I/BB Roy Hansen J Sinaga saat mengecek renovasi RTLH milik Soudah sebagai salahsatu program Satgas TMMD 103 Kodim 0203/Langkat.
bambang/sumut pos
BEDAH RUMAH: Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Deni Eka Gustiana Kapendam I/BB Roy Hansen J Sinaga saat mengecek renovasi RTLH milik Soudah sebagai salahsatu program Satgas TMMD 103 Kodim 0203/Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Soudah masih belum percaya. Tempat tinggalnya selama puluhan tahun itu kini jauh berbeda dari sebelumnya. Tampak rasa bingung, linglung bercampur senang, tergurat di wajah renta janda veteran perang ini.

Ya, dia merupakan salah seorang warga yang mendapat kesempatan rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Desa Palupakih Babussalam, Kecamatan Batang Serangan, Langkat. Program RTLH ini merupakan salah satu dari program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-102. Nah, Kodim 0203/Langkat merasa rumah janda veteran perang ini layak untuk direhab. Kini rumah itu nyaris rampung.

Atapnya rumah Nek Soudah yang dulunya terbuat dari rumbia, kini sudah berubah jauh lebih baik. Dinding rumah yang terbuat dari papan boleh dikatakan busuk, sekarang telah berganti batu permanen kokoh. “Nenek sampai bingung, ini rumah dia atau bukan,” ujar cucu Soudah, Rizal, ketika ditemui belum lama ini. Rizal merupakan orang yang selama ini menjaga Soudah.

Sudah puluhan tahun ia bersama-sama Soudah di Desa Palupakih itu. Ia mengisahkan, Soudah sempat merasa sedih saat rumahnya dihancurkan oleh prajurit Kodim 0203/Langkat untuk dibangun pada 22 Agustus kemarin. Ia sudah tinggal di rumah itu sejak 35 Tahun silam, tepatnya tahun 1984.

“Pertamanya setengah tidak percaya, setelah berjalan, terbukti rupanya direnovasi. Nenek merasa terharu saat pembongkaran rumah. Ia menangis sendiri di belakang,” ucap Rizal dengan matanya berbinar. “Begitu berdiri bangunan, nenek bilang besar sekali rumahku siapa yang mengisi,” tegasnya.

Rizal sendiri merupakan Kepala Desa Palupakih Babusalam. Ia mengatakan, ada 12 RTLH yang dibedah, kemudian pembangunan 4 jembatan, renovasi mushallah, masjid, TPA dan Pos Kamling. “Kampung kami ini begitu terpelosok. Pembangunan kurang menyasar kemari, program TMMD ini benar-benar luarbiasa, kami warga Langkat yang berada di pelosok begitu terbantu,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan program TMMD yang dilakoni Kodim 0203/Langkat juga membangun jalan sepanjang 5 kilometer. Profesi warga sekitar yang rata-rata merupakan yang seotang petani sawit, sangat membantu perkonomian warga desa.

Komandan Kodim (Dandim) 0203/Langkat Letkol Inf Deni Eka Gustiana mengatakan kesulitan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan TMMD tersebut adalah jarak. Salahsatunya pembawaan material yang diperlukan. “Sudah jaraknya jauh dan pada saat hujan lebat, kondisi jalanannya sulit untuk dilalui kendaraan. Kalau kita tadi menyebrang dengan perahu seadanya, itu bisa. Tapi kalau kita bawa material seperti batu, kayu, semen, itu tidak mungkin,” katanya.

Dalam program TMMD ini masyarakat tak hanya merasakan manfaat pembangunan infrastruktur saja. Kedekatan antara warga sekitar dan prajurit TNI begitu terasa. Tak lagi warga merasa segan dengan keberadaan prajurit TNI yang banyak beredar di desa itu.

Usnan, Kepala Dusun 7 Berseri, Desa Palupakih Babussalam, Kecamatan Batangserangan, Langkat mengaku keberadaan prajurit TNI di kampungnya, warga merasa begitu aman. “Ini menjadi pembuktian akan cerita miring selama ini terbangun soal prajurit TNI itu semena-mena dengan memanfaatkan pangkat dan jabatannya. Ternyata tidak, kok. Mereka ikut solat, ikut pengajian sama kami warga sini,” katanya.

Ia mengatakan, warga sekitar dan prajurit TNI bersama-sama melakukan rehab mushalla. “Pokoknya warga sini sangat berterimakasih dengam program TTMMD, alhamdulillah mushallah kita telah direhab dan hampir rampung. Sebelumnya usang sekali. Malah kalau warga lihat kayaknya seperti dibangun ulang,” ungkap Usnan.

Ia mengaku keberadaan prajurit TNI di tengah-tengah mereka sangat membantu. Mereka merasa begitu terjaga. “Bahkan jadi tempat curhatan kita. Ada masyarakat yang kesusahan, sekarang curhatnya ke tentara, bukan lagi ke kepala dusun,” katanya berkelakar.

Sementara itu, warga lainnya, Satini (74) wanita yang mengaku berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah, ini tidak segan-segan mengatakan prajurit TNI yang sekarang berbeda jauh dari dulu. “Kalau dulu tentara itu seram ya. Kita warga takut, sekarang enggak. Memang harus beginilah, dekat sama masyarakat. Pokoknya TNI hebat,” terangnya. (dvs/bersambung)

39 Tim Bersaing di Festival U-12 Anniversary ke-12 Patriot

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Ketua Umum SSB Patriot, Hendra DS saat melakukan tendangan pertama pembukaan Festival U-12 Anniversary ke-12 SSB Patriot di Lapangan Air Bersih, Jumat (9/11).
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Ketua Umum SSB Patriot, Hendra DS saat melakukan tendangan pertama pembukaan Festival U-12 Anniversary ke-12 SSB Patriot di Lapangan Air Bersih, Jumat (9/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  SSB Patriot kembali menggelar kegiatan tahunannya, Festival Sepakbola U-12 se-Sumut di Lapangan Patriot Jalan Air Bersih, 9-11 November. Sebanyak 39 SSB bersaing pada Festival yang digelar untuk memperingati 12 tahun SSB Patriot.

Festival dibuka resmi Kadisporasu H Baharuddin Siagian mewakili Wagubsu, Musa Rajekshah yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Kadisporasu mengapresiasi SSB Patriot yang terus konsisten melakukan pembinaan pemain usia dini dan muda dengan rutin menggelar festival sepakbola.

“Apa yang dilakukan SSB Patriot ini harus menjadi contoh dan model pembinaan bagi SSB lainnya di Sumut. Di sini dibina pemain berbagai kelompok umur. Sehingga SSB Patriot sudah banyak melahirkan pemain muda berbakat,” ujar Baharuddin.

Baharuddin juga mengatakan Disporasu juga turut andil dalam mendukung pembinaan pemain yang dilakukan SSB Patriot melalui klub PS Patriot Disporasu sebagai wadah pemain alumni SSB Patriot untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. “Intinya Pemprovsu mendukung pembinaan yang dilakukan SSB Patriot,” jelas Baharuddin.

Ketua Patriot, Drs H Hendra DS mengatakan festival tersebut digelar sebagai bukti eksistensi SSB Patriot hingga saat ini. Dia salut akan kekompakan manajemen SSB Patriot yang tetap solid dan rutin menggelar festival tersebut.

“Seyogiyanya event dibuka oleh Wagubsu, namum beliau ada halangan dan diharapkan akan hadir pada penutupan nantinya,” katan Hendra DS diampingi Kepala SSB Patriot, Fityan Hamdy.

Hendra DS berharap festival tersebut terus mendukung pembinaan pesepakbola muda yang ada di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Pihaknya mengharamkan namanya pencurian umur karena event bertajuk festival merupakan pembinaan pesepakbola mua yang menjadi faktor utama.

“Sejak awal berdiri, Patriot sangat mengharamkan pencurian umur. Festival ini terpenting pembinaan, jadi evaluasi hasil latihan untuk diterapkan dalam pertandingan. Semoga festival ini berjalan baik. Terima kasih kepada panitia dalam hal ini orangtua siswa yang telah mensukseskan turnamen,” sambungnya.

Pembukaan festival ini turut dihadiri tokoh pemuda, M Ricky Pangeran Siregar yang merupakan caleg DPRD Sumut dari Hanura, Sekretaris Camat Medan Kota , Rudi Asriandi, Asprov PSSI Sumut dan para tamu dan undangan. “Bertandinglah sportif. Mari kita dukung festival ini untuk pembinaan, bukan malah mengejar juara. Juara tetap penting tapi bukan target utama,” kata Ricky.

Sementara Ketua panpel, Abdul Harris Siregar melaporkan turnamen diikuti 30 tim yang dibagi 12 pool. Adapun turnamen memperebut hadiah juara 1 Rp3 juta, runner up Rp2 juta, posisi 3 Rp1 juta dan posisi 4 Rp1 juta. Sedangkan pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak mendapatkan Rp500 ribu.

“Terima kasih kepada SSB Patriot yang telah mempercayakan kepanitiaan ini kepada kami (orangtua SSB). Ini amanah. Kami ingin beri dukungan terbaik dan kami akan bersatu demi kelancaran turnamen ini,” pungkasnya. (don)

Ayam Kinantan is Back!

DIJEGAL Alexandros Tanidis dijegal pemain Persib Bandung di laga el clasico lanjutan Liga 1, di Stadion Wayan Dipta, Bali, Jumat (9/1). sukses menekuk Persib dengan skor 0-1.
DIJEGAL
Alexandros Tanidis dijegal pemain Persib Bandung di laga el clasico lanjutan Liga 1, di Stadion Wayan Dipta, Bali, Jumat (9/1). sukses menekuk Persib dengan skor 0-1.

SUMUTPOS.CO – PSMS is back. Begitulah ungkapan yang cocok menggambarkan hasil positif yang diraih PSMS pada laga el clasico Indonesia kontra Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (9/11) kemarin. Legimin Raharjo dkk menang 1-0 lewat gol tunggal Felipe Martins.

Pada laga ini PSMS yang tampil tanpa sejumlah pilar inti. Masih tanpa Lobo, Butler menduetkan Roni dan Danie Pratama di posisi stoper. Butler juga menyimpan Shohei Matsunaga. Kejutan juga terlihat dengan menempatkan Alwi Slamet di posisi back kiri karena memang PSMS tak punya stok bek kiri.

Namun PSMS justru tampil garang. Mereka meladeni permainan terbuka Maung Bandung. Serangan sayap lewat Rachmad Hidayat berkali-kali merepotkan pertahanan Persib.

Sementara Persib  bermain lebih sabar untuk kemudian melakukan serangan balik. Ezechiel N’Douassel dibiarkan di depan sendiri untuk menyambut umpan lambung serangan balik Persib.Namun, strategi ini kurang berjalan maksimal. Karena pertahanan PSMS cukup solid. Sehingga Ezechiel tak bisa mudah menembus pertahanan tim tamu.

Justru PSMS yang lebih banyak menekan pertahanan Maung Bandung. Baik melalui sektor sayap, umpan teroboson, termasuk situasi set pieces. Kondisi terakhir sempat menciptakan peluang terbaik PSMS di laga ini pada menit 27.

Sayang, peluang itu disia-siakan Tanidis.

PSMS kembali mendapat peluang pada menit 41. Rahmat Hidayat menerima umpan lambung dari sisi kiri dan mengarah tepat ke gawang. Membuat kiper I Made Wirawan harus melakukan penyelamatan melalui jari tangannya.

Persib sendiri baru mendapat peluang terbaik di dalam kotak penalti saat babak pertama memasuki injury time. Berawal dari tendangan bebas Supardi yang ditepis Rohim, Bojan Malisic coba melakukan tendangan first time. Sayang tendangannya melambung jauh di atas mistar.

Di babak kedua, PSMS terus menggempur. PSMS sempat menggetarkan gawang Made Wirawan. Melalui situasi set pieces, Tanidis sukses mencocor bola sebelum diamankan Made. Sayang, posisi Tanidis sudah terlanjur offside.

Gawang Persib akhirnya benar-benar jebol pada menit 52. Diawali pergerakan cepat Frets Butuan yang kemudian mengirim umpan mendatar ke depan gawang Persib. Felipe Martins yang tak terkawal dengan mudah melanjutkan bola ke dalam gawang dengan kaki kirinya. Persib tertinggal 0-1.

Persib pun untuk bangkit. Serangan demi serangan mulai lebih banyak dilancarkan. Sayang, belum ada yang maksimal. Termasuk ketika Atep melakukan tendangan voli first time yang hanya melambung di atas mistar. Hingga akhir laga, skor 1-0 untuk PSMS tak berubah.

“Sebelum game, sangat sulit karena kami hilang lima pemain akumulasi dan cedera, ada banyak pemain muda (diturunkan). Ucil (Fredyan Wahyu), dan Alwi di bek kiri pertama kali dia main di PSMS (putaran II). Terus ada Danie. Ada banyak pemain yang kurang pengalaman. Tapi PSMS main lebih bagus bola hari ini, mereka (Persib) main langsung dan cari freekick terus,” ujarnya usai laga.

“Tapi saya bangga sekali dengan pemain saya, dari provokasi. Game yang sulit. Saya senang sekali, mereka (pemain) ikut strategi,” tegasnya.

Persib di mata Butler jelas tim yang kuat dan menyulitkan sepanjang pertandingan. “Saya tahu mereka berbahaya sekali. Anda harus mengerti Persib punya banyak pemain berkualitas. Ini tim besar mungkin paling besar di sepak bola Indonesia,” ungkapnya.

Kemenangan ini membuat kans PSMS bertahan terbuka lebar. Tiga poin melambungkan PSMS ke posisi ke-15 dengan 33 poin. Ini pertama kalinya dalam empat bulan terakhir Ayam Kinantan keluar dari zona degradasi. Meskipun berpotensi tergeser karena Sriwijaya belum main.

Namun untungnya PSMS punya satu laga tunda kontra PS Tira. Laga itu akan digelar 14 November namun venuenya masih tanda tanya. PSMS masih punya lima sisa laga lagi yakni kontra PS Tira (netral), Madura United (kandang), Persipura (tandang), Persebaya (kandang) dan PSM (tandang).

Poin maksimal yang bisa dikumpulkan PSMS adalah 45 poin (jika menang seluruhnya). Situasi cukup menguntungkan jika PSMS mampu menyapu bersih dua laga kandang sisa dengan kemenangan plus menang atas PS Tira. Sembilan poin tambahan kemungkinan akan membuat PSMS aman.

Pasalnya Sriwijaya FC dan PS Tira masih akan saling jegal. Keuntungannya PSMS menang head to head dari Sriwijaya dan Perseru jika di klasemen akhir nanti ada koleksi poin yang sama. Mitra Kukar juga bakal masuk persaingan degradasi karena kemarin imbang lawan Persela dan hanya berbeda tiga poin dari PSMS.

Sementara bagi Persib, kekalahan ini yang kedua kali sejak bermarkas di I Wayan Dipta. Kekalahan ini membuat mereka semakin tertinggal dari PSM. (don)

3 Kecamatan Terisolasi, BPBD Percepat Perbesihan Material Longsor

m iqbal/SUMUT POSMELINTAS: Sejumlah warga mengatur bus ALS melintasi ruas jalan di Desa Saba Pasir, Kotanopan yang sempat amblas dihantam air sungai Batang Gadis, Jumat (9/11).
m iqbal/SUMUT POSMELINTAS: Sejumlah warga mengatur bus ALS melintasi ruas jalan di Desa Saba Pasir, Kotanopan yang sempat amblas dihantam air sungai Batang Gadis, Jumat (9/11).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Banjir bandang yang kembali terjadi di Mandailing Natal pada Kamis (8/11) lalu, mengakibatkan longsor dan 77 rumah hanyut. Bahkan, tiga kecamatan yakni Batang Natal, Lingga Bayu, dan Muara Batang Gadis hingga Jumat (9/11), masih terisolasi karena akses menuju ke sana belum bisa ditembus.

TERDAPAT tiga titik longsor yang masih menutup permukaan jalan. Dua alat berat diturunkan ke lokasi. Petugas BPBD, aparat Kepolisian dan TNI serta warga saat ini masih bahu-membahu mengurai material longsor agar jalan kembali dapat dilalui.

“Ada sekitar 30 titik longsor menuju ketiga kecamatan tersebut. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama aparat kepolisian, TNI dan dibantu masyarakat, masih bekerja untuk membuka jalan itu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Madina Yasir, Jumat (9/11).

Yasir mengatakan, dua alat berat juga diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor yang memutuskan jalan penghubung di sana. Bahkan, akses jalan sebagai penghubung transportasi antara Sumut dengan Sumatera Barat (Sumbar), sempat terputus. “Banjir yang kembali melanda pemukiman penduduk itu mengakibatkan 78 rumah mengalami kerusakan yang parah. Selain itu, sekitar 400 orang warga terpaksa mengungsi. Belum ada laporan korban jiwa akibat banjir yang melanda daerah tersebut,” katanya.

Menurutnya, petugas gabungan dibantu masyarakat masih berusaha akses jalan menuju Batang Natal, Lingga Bayu dan Batang Gadis. Seluruh warga korban yang terdampak banjir tersebut, untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga, keluarga maupun kantor kecamatan yang berada di dataran lebih tinggi.

“Untuk kebutuhan sandang maupun pangan terhadap pengungsi sudah ditangani dengan baik. Petugas kita di sana sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat. Selain itu, petugas lainnya juga berusaha membuka akses jalan yang tertimbun longsor. Soalnya, tidak sedikit akses transportasi yang tertutup akibat hujan disertai longsor,” jelasnya.

Selain Kecamatan Lingga Bayu, Batang Natal dan Muara Batang Gadis, kecamatan lain di Madina yang terdampak banjir disertai longsor juga terjadi di Kecamatan Penyabungan, Kotanopan, Tambangan, Hutabargot, Penyabungan Selatan, Naga Juang dan Penyabungan Timur.

Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji mengharapkan, masyarakat yang tinggal di pinggiran aliran sungai supaya tidak mengambil risiko untuk bertahan di rumah bila hujan deras sedang melanda daerah tersebut. Pasalnya, intensitas hujan di daerah itu masih tinggi. “Untuk masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai, kalau memang sudah hujan deras berlebihan segera menepi untuk mencari perlindungan dulu. Jangan bertahan di rumah. Karena kita tidak tahu nanti tergerus pinggir-pinggir rumah bisa hanyut rumahnya,” sebutnya.

Irsan juga menyarankan kepada pengguna jalan, bagi yang melewati sepanjang jalan ada tebing agar berhati-hati dan bisa membaca situasi. “Saat hujan dan melihat di tebing ada aliran air yang berwarna cokelat, coba untuk menahan diri hingga hujan reda. Takutnya aliran air berwarna cokelat berarti dari arah tebing ada tanah yang tergerus oleh air,” sebutnya.

Lebih lanjut, Irsan berharap hujan cepat reda. Karena hujan sebenarnya juga berkah dari Tuhan. Tapi faktanya, sesuai data dari BMKG terjadi penumpukan awan yang sangat banyak di Sumut, hingga menyebabkan hujan terus menerus terjadi. “Kita kan tidak bisa menghindari hujan. Jadi kita semua harus berdoa kalau perlu melakukan Istighosah, berdoa bersama masyarakat seperti Banjir Bandang beberapa waktu lalu agar permasalahan-permasalahan cepat selesai, ekonomi bisa berjalan lancar dan aktifitas masyarakat bisa berjalan lancar,” pinta Irsan.

Masih kata Irsan, ia berpesan agar masyarakat di Madina bisa saling bahu membahu membantu untuk meringankan beban. Dan peran serta pemerintah diharapkan semakin aktif. “Namanya musibah pasti tidak bisa dihindari. Tapi diharapkan semua perannya aktif untuk membantu. Kalau memang kira-kira ada yang bisa memberikan bantuan makanan saat nanti dibutuhkan paling tidak ada yang membantu,” harapnya.

Hasil Ujian SKD Diserahkan ke BKD, Rekap Data Masih Manual

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pemerintah daerah di Sumut sudah menyelesaikan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018. Untuk hasilnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) langsung menyerahkan ke masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Apalagi, semua hasil ujian tersebut akan ditembuskan kepada kepala daerah masing-masing “Kalau kami nggak sempat mengurusi semuanya. Data sudah kita serahkan ke BKD langsung,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan kepada Sumut Pos, Jumat (9/11).

Menurutnya, seluruh data hasil ujian SKD sudah diserahkan langsung kepada pemerintah daerah setempat yang membuka rekrutmen CASN. Apalagi diakuinya, untuk pengecekan ataupun rekap data jumlah peserta yang lolos ujian SKD masih menggunakan cara manual, yaitu dihitung satu persatu. “Tetapi kalau memang pemerintah sudah bisa mengolahnya dengan menggunakan aplikasi tambahan melalui komputer akan lebih mudah. Memang untuk hasil yang keluar juga dilihat satu persatu masih menggunakan manual, tetapi kalau mereka mau buat Excel lebih bagus untuk merekapnya karena lebih cepat,” ucapnya.

Ia menambahkan, semestinya bagi instansi pemda yang telah selesai pelaksanaan ujian SKD sudah memiliki data jumlah peserta yang lolos ke tahap berikutnya. “Pihak BKD setempat semestinya sudah pegang data itu. Mereka harusnya sudah melakukan indentifikasi berapa jumlahnya, dan untuk jabatan juga sudah harus terdata terbanyak ataupun tersikit,” katanya.

Ujian SKD yang masih berlangsung saat ini, sambung English, berjalan dengan aman dan lancar.

Baik yang berlangsung di Kanreg VI Medan maupun Makodam I/BB. “Untuk di Kodam sampai tanggal 21 November, di Kanreg sampai tanggal 17 November. Khusus di kantor kami ada ujian SKD formasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan. Begitupun instansi pemerintah kabupaten/kota lain di Sumut,” ujarnya seraya menegaskan lagi bahwa pihaknya tidak ada memegang data peserta yang lulus ujian SKD.

Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengatakan hingga kini pihaknya belum ada menerima data peserta lulus ujian SKD formasi Pemprovsu. Kata dia, tidak ada istilah lulus atau tidak lulus melainkan yang ada passinggred Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75. “Untuk hasilnya kita tidak tau berapa yang lolos pasinggred, dilihat di portal BKN (SSCN) saja,” katanya.

Seperti diketahui, ujian SKD formasi Pemprovsu sudah terlaksana mulai 3-5 November lalu. Dimana diikuti 9.617 peserta yang sebelumnya lulus tahapan administrasi berkas. Dari tiga hari pelaksanaan SKD, terhitung ada 575 peserta CASN tidak hadir mengikuti ujian tersebut. “Jadi begini, kalau memang dia tidak lolos pada tiga tahap tersebut, maka dia tidak akan mendapatkan panggilan untuk dapat mengikuti ujian selanjutnya,” pungkas Kaiman. (prn)

Hujan di Sumut Dampak Cuaca di Laut Cina Selatan

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – HUJAN dengan intesitas sedang hingga lebat masih akan terjadi, 2-3 hari ke depan. Berdasar pemantauan angin, hujan diperkirakan terjadi pada sore dan malam hari. “Anginnya berubah-ubah, masih belum konstan.

Jadi masih ada hujan, “ kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah I Medan, Syahan melalui stafnya, Wahyuni, Jumat (9/11) siang.

Menurutnya, hingga akhir November, diperkirakan hujan masih terjadi di Sumatera Utara. Terlebih, saat ini sedang ada gangguan cuaca atau gangguan tekanan rendah di Laut Cina Selatan, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan di Sumatera Utara.

Disinggung soal hujan berpotensi bajir, Wahyuni mengakuinya. Untuk itu, bagi masyarakat di pesisir pantai timur dan barat dimbau untuk waspada. Termasuk masyasrakat di kawasan pegunungan, disebutnya juga harus waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat inin
Untuk daerah rawan banjir di Sumatera Utara, Wahyuni mengirimkan peta.

Pada peta itu, ada kesimpulan yang menyebut daerah berwarna merah, kerawanannya tinggi. Tampak pada peta itu, di wilayah Mandailing Natal diberi warna merah. Begitu juga wilayah Sibolga dan wilayah di Kepulauan Nias, terlihat diberi warna merah sebagai tanda rawan banjir.

Sementara sebagian besar wilayah di Sumatera Utara, terlihar diberi warna kuning sebagai tanda tingkat kerawanan banjir menengah. Terlihat Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi dan Kabupaten Langkat diberi warna kuning. Termasuk beberapa wilayah di Kepulauan Nias dan derah di sekitar Kabupaten Mandailing Natal tampak diberi warna kuning.

Sebelumnya, Lestari Irene Purba, Prakirawan BMKG Wilayah I Medan juga menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi atau di atas 100 mm telah terjadi di Madina dan sekitarnya sejak Selasa (6/11). BBMKG juga sudah mengumumkan peringatan dini kepada masyarakat. “Cuaca ini akan terus terjadi hingga dua hari ke depan. Di hari ketigalah baru hujan akan turun dengan intensitas ringan,” jelas Lestari Irene Purba.

Kondisi ini katanya, disebabkan gangguan cuaca di daerah tekanan rendah di Samudera Hindia. BBMKG Wilayah I Medan telah melansir peringatan dini cuaca ekstrem, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang yang masih berpeluang terjadi di kawasan Madina dan sekitarnya.

Kemarin, juga masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat terjadi sekitar pukul 11.00 WIB hingga 14.30 WIB. “Wilayah terdampak pun akan meluas hingga ke kawasan lain di Pantai Barat Sumut. Seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.

Kondisi ini dapat menyebar hingga ke kawasan pegununugan di Sumut, seperti Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, dan Karo,” paparnya.

“Peringatan dini dari kami telah kami teruskan ke sejumlah pihak, seperti BPBD untuk mengambil langkah antisipasi. Masyarakat juga kita imbau untuk tetap waspada,” imbuh Lestari.