Home Blog Page 5813

Truk Kontainer Seruduk Rumah Warga

SOPIAN/SUMUT POS SAKSIKAN: Warga sekitar lokasi kejadian ramai menyaksikan truk kontainer yang menabrak rumah warga.
SOPIAN/SUMUT POS
SAKSIKAN: Warga sekitar lokasi kejadian ramai menyaksikan truk kontainer yang menabrak rumah warga.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Truk Kontainer B 9517 DU yang dikemudikan Budi (39) menyeruduk rumah warga. Kuat dugaan, truk yang dikemudikan warga Kampung Air Joman, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan itu mengalami rem blong.

Peristiwa terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tebingtinggi-Medan. Tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso, Kota Tebingtinggi, Rabu (31/10) sekira pukul 09.00 WIB.

Bukan rumah saja yang hampir ambruk, tetapi pemilik rumah, Ahok (64), mengalami luka lecet pada tangan dan wajah. Pasalnya, warga Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan II, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi itu sempat melarikan diri saat melihat truk datang menabrak bagian depan rumahnya.

Menurut Ahok, kejadian tersebut seperti tidak masuk akal. Sebab, di depan rumah Ahok ada parit besar.

“Seharusnya truk itu sudah masuk ke parit lebar. Tapi ini truk melaju cepat menabrak bagian depan rumah,” tutur Ahok. “Seketika itu aku langsung lari dan terhempas bahan bangunan. Kalau nggak lari, kemungkinan saya sudah ditabrak,” bilang Ahok.

Akibat kejadian ini Ahok menderita kerugian jutaan rupiah. Ahok kemudian meminta kepada pihak perusahaan pengangkutan tersebut untuk ganti rugi rumahnya yang rusak.

Sementara, sang sopir mengaku, truk kontainer dalam keadaan kosong setelah membongkar muatan keramik di Kisaran. Rencananya akan kembali ke Medan. Tetapi di lokasi kejadian ingin menghindarkan tabrakan dengan kenderaan lain, akibatnya sopir banting stir ke kiri.

“Nggak tau bang, tiba tiba truk melaju kencang dan menabrak rumah warga,” kata Rudi.

Kanit Laka Ipda M Samosir membenarkan kejadian lakalantas tunggal tersebut. Menurutnya, penyebab belum diketahui secara pasti.

“Kita masih meminta keterangan supir truk dan barang bukti truk kontainer juga sudah diamankan,” tegasnya. (ian/ala)

Persoalan Air PDAM Masih Dikeluhkan Pelanggan, Paling Banyak Keluhan dari Medan Tembung

SUTAN SIREGAR/SUMUT POSPDAM TIRTANADI: Beberapa kendaraan melintas di depan kantor PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POSPDAM TIRTANADI:
Beberapa kendaraan melintas di depan kantor PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan.

MEDAN, SUMAUTPOS.CO – Masyarakat di beberapa tempat masih mengeluhkan pelayanan, khususnya ketersediaan air dari PDAM Tirtanadi. Karena itu, perusahaan ini diminta mencari terobosan agar persoalan yang muncul di masyarakat, terkait penyediaan air bersih bisa diatasi.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumut HM Nezar Djoeli kepada wartawan, Rabu (31/10). Menurutnya sampai saat ini keluhan masyarakat terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut kerap ia terima dari para konstituennya di sejumlah kecamatan. Khususnya Kecamatan Medan Tembung, pelanggan mengeluh karena air lebih sering mati.

“PDAM Tirtanadi memang kita lihat masih memiliki sekelumit persoalan yang membutuhkan sebuah terobosan dalam menyelesaikan berbagai kendalanya. Antara lain soal pencatatan meteran yang pada masa lalu menyebabkan membludaknya tagihan-tagihan air di rakyat,” ujar Nezar.

Karena kondisi itu seperti tidak ada solusi jelas dari perusahaan, maka tidak sedikit yang mempermasalahkannya hingga menjadi pertikaian antara pelanggan dan PDAM Tirtanadi sebagai penyedia air bersih.

Padahal katanya, sudah seharusnya ada perubahan metode ke arah yang lebih canggih dan modern serta dapat dipercaya. “Apalagi soal biaya rekening air yang tidak sesuai antara perkiraan pemakaian dengan jumlah hitungan di meteran,” katanya.

Dirinya menyebutkan bahwa seringkali pengaduan yang ia terima dari masyarakat adalah air bercampur angin yang lewat dari merteran dan terecatat sebagai pemakaian setiap harinya. Ditambah lagi dengan kebijakan menaikkan tarif dengan alasan peningkatan pelayanan. Meskipun menurutnya setelah tarif naik, tetap saja persoalan ketersediaan air di sejumlah tempat, tetap tidak berubah, tetap byarpet.

“Tentu masyarakat resah dan marah. Karena yang keluar itu angin, tetapi tetap tercata di meteran sebagai pemakaian. Kan kasihan pelanggan, sudah bayar mahal tetapi kualitasnya masih buruk,” kata dia yang mencontohkan kondisi pelayanan air yang buruk di Kecamatan Medan Tembung.

Dengan begitu, dirinya berharap PDAM Tirtanadi bisa turun langsung ke pelanggan satu persatu, menerima keluhan dan ditanggapi. Sebab katanya, kondisi masyarakat yang membutuhkan air bersih perlu diprioritaskan. Sehingga peningkatan kapasitas ataupun lainnya, sejalan dengan pelayanan yang diberikan kepada rakyat.

“Memang ada yang sudah lancer airnya sekarang setelah kita desak ke PDAM untuk diperbaiki. Tetapi itu mungkin hanya sebagian kecil saja dari banyak tempat. Jadi masih banyak lagi yang harus diselesaikan PDAM Tirtanadi ini,” pungkasnya seraya menegaskan bahwa kelancaran air merupakan hal mutlak yang seharusnya sudah dijalankan perusahaan plat merah itu. (bal/ila)

Sekda Medan Sindir Kadis PU

istimewa/smut pos DISKUSI: Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman diskusi bersama Kadis PU Medan Khairul Syahnan. saat meninjau saluran drainase di Jalan Guru Patimpus kawasan Podomoro, Rabu (31/10) sore. (Istimewa)
istimewa/smut pos
DISKUSI: Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman diskusi bersama Kadis PU Medan Khairul Syahnan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman melampiaskan kekecewaannya kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan Khairul Syahnan, saat meninjau saluran drainase di Jalan Guru Patimpus kawasan Podomoro, Rabu (31/10) sore.

Menurut Wiriya, banjir di seputaran Lapangan Merdeka terjadi salah satunya akibat drainase di Jalan Guru Patimpus yang bermuara ke sungai tidak maksimal. Saluran pembuangan ke sungai di hilir seharusnya semakin besar. Namun demikian, kenyataan tidak demikian. “Bagaimana tidak banjir, saluran pembuangan airnya terlalu kecil,” sindir dia kepada Khairul Syahnan yang hanya terlihat menganggukkan kepalanya saat mendengar arahan tersebut.

Wirya meminta agar saluran pembuangan di sana diperbesar. Bahkan, ditambah saluran baru. Hal itu agar genangan air tidak kembali terjadi saat hujan. “Ukuran 1,5 x 1,5 meter sudah lumayan besar. Tolong diselesaikan hari ini, kerjakan walaupun sampai malam. Selain itu, nanti saluran di dekat Grand Aston diperbesar juga. Kemudian, akan dibuat saluran pembuangan di Jalan Tembakau Deli. Semakin banyak akses pembangunan air, potensi banjir semakin berkurang,” paparnya.

Sementara, Kadis PU Medan Khairul Syahnan mengaku pihaknya memiliki stok saluran pembuangan air berukuran 1,5 x 1,5 meter. Oleh karenanya, saluran yang ada saat ini akan diganti atau diperbesar. “Nanti diganti dengan ukuran yang lebih besar,” ucapnya. (ris/ila)

Ditunda karena Kehadiran Dewan Minim

file/sumutpos Burhanuddin Sitepu
file/sumutpos
Burhanuddin Sitepu

Sidang paripurna deng-an agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi DPRD Medan dan pengambilan keputusan serta persetujuan bersama antara Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah terhadap Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan batal digelar, Rabu (31/10).

Paripurna yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB tersebut terpaksa ditunda lantaran kehadiran anggota dewan minim hingga pukul 12.00 WIB. Dari 50 anggota dewan, hanya 19 orang yang hadir. Termasuk tiga di antaranya level pimpinan. Di samping itu, sampai sidang ditutup, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota Akhyar Nasution tidak juga hadir.

Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu yang memimpin paripurna mengatakan, sidang akan dijadwalkan kembali nantinya. Sesuai ketentuan, syarat minimal kehadiran anggota dewan pada pelaksanaan paripurna pengambilan keputusan 2/3 dari jumlah keseluruhan. “Nanti dijadwalkan kembali oleh Banmus (Badan Musyawarah),” kata Burhanuddin.

Burhanuddin mengaku telah menerima masukan atas minimnya ketidakhadiran anggota dewan yang disampaikan oleh Ahmad Arif. “Masukan sudah kita terima dan nanti diagendakan dalam rapat pimpinan dengan para ketua fraksi,” ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi D Ahmad Arif kecewa berat. Bahkan Arif menilai ada yang salah dalam proses pengaturan kegiatan di lembaga legislatif tersebut. Menurutnya, pimpinan DPRD yang terdiri dari empat orang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Pimpinan DPRD seperti tidak tahu akan fungsinya. Mereka itu bukan kepala, tapi pimpinan yang sifatnya kolektif kolegial, yang secara umum tugas mereka mengatur jadwal dan agenda DPRD,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menyakini batalnya paripurna karena ketidakmampuan pimpinan DPRD. “Ketua DPRD dan Wali Kota Medan sama-sama tidak hadir, ini ada apa,” ucapnya.

Menurutnya, sejak setahun terakhir tidak pernah lagi ada rapat pimpinan DPRD bersama ketua fraksi. Tak pelak, P-APBD 2018 untuk pertama kalinya tidak dibahas. “Hal ini juga menunjukkan ketidakmampuan pimpinan dalam menjalankan tugasnya,” ketus Arif. (ris/ila)

Semifinal Liga 2 2018 Tetap Home-Away

net BERJUANG: Persiraja berjuang ke semifinal Liga 2.
net
BERJUANG: Persiraja berjuang ke semifinal Liga 2.

SUMUTPOS.CO – Babak 8 besar Liga 2 2018 memang baru memasuki pekan ke-2 dari 6 pekan yang dijadwalkan. Namun, PT Liga Indonesia Baru sudah jauh hari memastikan format di semifinal tetap sama dengan babak 8 besar. Masih menggunakan format home-away.

Babak 8 besar Liga 2 2018 memang berbeda dengan musim lalu. Di musim 2017, saat memasuki babak 8 besar hingga final menggunakan sistem home tournament. Musim ini, di babak 8 besar hingga semifinal, PT LIB memutuskan untuk gunakan sistem home-away.

Chief Operation Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalomboboy mengungkapkan alasan utama penggunaan format home-away pada Liga 2 2018. Hal tersebut dilakukan agar kualitas dan tensi pertandingan tetap bagus untuk menjaga mutu kompetisi.

Selain itu ada alasan lain kenapa PT LIB memilih format baru ini. “Stadion klub-klub yang lolos babak 8 besar ini juga layak untuk menggunakan format itu,’’ bebernya.

Namun demikian, kepastian kapan babak semifinal Liga 2 masih belum ditentukan. Diperkirakan akhir November babak semifinal sudah bisa dilangsungkan. Mengingat pertandingan babak 8 besar akan berakhir pada 20 November mendatang.

Empat tim yang tampil di semifinal ini akan memperebutkan jatah tiga tim yang promosi ke Liga 1 musim depan. Hanya juara, peringkat kedua, peringkat ketiga Liga 2 yang otomatis naik kasta musim depan.

Nah, soal babak final yang dijadwalkan pada 2 Desember mendatang, Tigor menerangkan formatnya akan kembali menggunakan home tournament. Mirip dengan musim lalu. Tapi tempatnya masih belum ditentukan. ’’Yang pasti stadion sekitaran Jakarta,’’ imbuhnya.

Tigor berharap, siapapun nanti tim yang lolos ke babak semifinal hingga final, dan naik kasta ke Liga 1 musim depan, bisa memberikan suguhan pertandingan yang menarik. Tidak kalah dengan Liga 1 yang terus berlangsung seru hingga akhir kompetisi. Karena belum ada kepastian siapa yang juara ataupun degradasi.

’’Semoga Liga 2 musim ini semakin menarik dan jadi hiburan tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional,’’ katanya.

Sejauh ini masih belum ada tim yang sudah memastikan diri lolos ke babak semifinal. Dari 8 tim yang sedang bertanding dalam dua grup, sama-sama punya kans untuk menjaga harapan lolos ke Liga 1 musim depan. (rid/jpc/don)

Pemprovsu Adopsi Sistem Tanda Tangan Elektronik

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bakal mengadopsi sertifikat dan tanda tangan elektronik. Diharapkan melalui sistem kecanggihan teknologi tersebut, urusan birokrasi dalam segala hal menjadi lebih cepat, tepat dan berdaya guna.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, HM Fitriyus mengatakan, sistem ini nantinya akan terkoneksi dengan aplikasi Smart Sumut Province yang lebih dulu diluncurkan. Namun sebelum penerapan sistem tersebut, pihaknya akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Tujuan penerapan sistem tanda tangan digital atau elektronik ini guna memangkas birokrasi pemerintahan dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan dan paling terpenting sah secara hukum,” ujarnya kepada Sumut Pos, Rabu (31/10).

Penjajakan untuk menerapkan sistem tersebut akan dilakukan Diskominfo pada November ini. Langkah awalnya dengan menandatangani MoU dengan BSSN. “Pertimbangan keamanan memakai sistem ini harus diperhatikan. Makanya kita perlu berkonsultasi ke BSSN sebelum nantinya meneken kesepahaman bersama. BSSN adalah lembaga resmi negara yang berwenang atas sertifikat tanda tangan digital ini,” ujarnya.

Diterangkan dia, menggunakan tanda tangan elektronik memiliki berbagai manfaat yang bisa langsung dirasakan baik oleh petugas pemerintahan, maupun masyarakat. Yakni dapat memangkas waktu proses pengurusan dokumen pemerintahan, setiap perubahan dalam data dan dokumen bisa dilihat oleh masyarakat.

Sehingga, proses administrasi menjadi lebih transparan, memudahkan masyarakat karena bisa menandatangani proses dokumen di mana saja tanpa harus datang ke kantor pemerintahan serta menghemat biaya peralatan kantor karena bisa mengurangi penggunaan kertas dan alat tulis.

“Dengan kata lain, kepala dinas walaupun dia berada diluar kota, bisa ditempat dia dimana berada langsung menandatangani surat menyurat melalui sistem tersebut. Sehingga, tidak ada lagi alasan pelayanan ataupun perizinan usaha lama untuk diproses,” paparnya.

Apalagi, dengan aplikasi Smart Sumut Province yang sudah ada, masyarakat bisa langsung melihat sejauh mana proses izin yang dimohonkan. “Dan satu lagi keuntungannya, gubernur bisa memiliki akses untuk melihat kinerja suatu instansi terkait pelayanan tersebut,” papar mantan Sekda Kota Medan itu.

Maraknya penggunaan tanda tangan elektronik di kalangan pemerintahan tidak lepas dari dukungan legislasi nasional. Sejak 2008, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang di dalamnya turut mengatur penggunaan dan penerapan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik.

Dalam UU ini, dijelaskan bahwa sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah—tentunya selama memenuhi beberapa persyaratan khusus.

“Inovasi ini yang akan kita terapkan dalam waktu dekat. Setelah nanti ada kesepahaman bersama BSSN, kita akan mengundang bagian keuangan, Bappeda dan OPD lain untuk menyosialiasikan penggunaannya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam sistem aplikasi ada dikenal dengan tiga unsur. Yakni Government to Government (G2G), Government to Community (G2C) dan Government to Bussines (G2B). Untuk lingkup G2G seperti yang sudah dijalankan selama ini; e-Letter, e-Budgetting, e-Performance dan lainnya. Pada lingkup G2C khusus pelayanan publik/masyarakat dimana bisa langsung terhubung dengan pemerintah dan bisa diakses siapapun.

“Sementara G2B bagi pelaku dunia usaha dalam mengurus perizinan usahanya. Dan itu bisa diurus melalui online, tidak perlu datang ke kantor tersebut serta bertemu dengan petugasnya. Sistem ini sudah kita jalankan melalui Smart Sumut Province,” katanya. (prn/ila)

Capaian Imunisasi MR di Sumut 56 Persen

VAKSIN: Seorang ibu membawa bayinya ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin campak Measles Rubella (MR), beberapa waktu lalu.
VAKSIN:
Seorang ibu membawa bayinya ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin campak Measles Rubella (MR), beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 31 Oktober 2018, pencapaian Imunisasi Measless Rubella (MR)di Sumatera Utara hanya mencapai 56 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Drs Agustama Apt melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Suhadi, Rabu (31/10).

Disebut Suhadi, hasil capaian tersebut sudah dilaporkan pihaknya ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta.

Suhadi menjelaskan, tidak tercapainya target cakupan Imunisasi MR di Sumut dikarenakan sempat adanya penolakan masyarakat.

Polemik halal atau haram vaksin imunisasi MR itu, dikatakan Suhadi menjadi alasan masyarakat tidak mengikuti program imunisasi MR. “Kita sudah berusaha maksimal. Utamanya memang di masyarakat sih, “ ucapnya.

Selain itu, Suhadi menilai rendahnya capaian imunisasi MR itu juga ada pengaruh dari komitmen Pejabat Daerah. Dia menilai, kalau Kepala Daerah di Kabupaten/Kota mau menggerakkan akan dapat mempengaruhi, walaupun dari masyarakat terjadi penolakan. “Bahkan ada daerah yang cakupannya tidak sampai 10 persen, “lanjut Suhadi.

Meski begitu, diakui Suhadi masih ada daerah di Sumut berhasil mencapai target capaian 95%. Bahkan, dia menyebut Humbang Hasundutan dan Samosir mencapai 98% serta Toba Samosir mencapai 96%. “ Untuk total sasaran Sumatera Utara sebesar 4,291,857 jiwa, “ sambung Suhadi
Disinggung apakah akan ada perpanjangan waktu lagi untuk program tersebut, Suhadi mengaku kemungkinan tidak ada lagi.

Namun disebutnya, akan ada pemberian kesempatan melalui program rutin imunisasi campak untuk usia 7 tahun sampai 15 tahun. “ Kalau untuk usia di bawah 7 tahun akan ada program lainnya, bahkan program yang sudah ada, terbilang cukup, “pungkasnya. (ain)

Hilangkan Beban Kandang

sutan siregar/sumut pos RILEKS: Frets Butuan harus lebih rileks saat bermain di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10).
sutan siregar/sumut pos
RILEKS: Frets Butuan harus lebih rileks saat bermain di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10).

Duel lawan Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10) mendatang menjadi kesempatan PSMS untuk meraih tiga poin. Namun tidak ada jaminan bermain di kandang PSMS bisa menang.

Menilik rekor kandang PSMS saat ini memang tak cukup baik. Sudah enam kali PSMS terpeleset tanpa poin di kandang sendiri. Tiga di antaranya terjadi di putaran kedua bersama Butler.

Butler mengakui jika para pemain seperti terbebani meski di kandang sendiri. Padahal itu menjadi kesempatan terbesar meraih poin karena didukung pendukung sendiri.

“Mungkin pemain sedikit takut main di sini. Mungkin beban tapi apa kita harus buat. Tetap optimis yakin dan bikin pasti tim yang masuk Sabtu. Harus fight,” kata Butler.

Butler juga sudah memikirkan kemungkinan kembali memakai tiga bek seperti di awal-awal menangani PSMS jika Reinaldo Lobo kembali dari cedera.

“Mereka punya kualitas, lebih besar dari kita. Ada banyak pemain kualitas. Kalau Lobo, Rohim balik. Mungkin kita ganti back four lagi atau tiga di belakang. Kita lihat situasi,” tambahnya.

Butler mengakui dirinya sendiri dalam posisi sulit. Namun dia tidak akan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pelatih PSMS.

Butler mengatakan dirinya masih akan tetap bertahan selama manajemen terus memberinya kepercayaan. Pasalnya dengan kondisi PSMS saat ini, posisi pelatih asal Inggris itu cukup rawan.

“Saya bisa saja pergi. Tapi saya mau tetap di sini jika manajemen mau saya di sini. Jika tidak, kami tetap bersahabat berjabat tangan, terima kasih dan saya berangkat. Tapi saya tak pernah lari dari tantangan. Ada banyak tim yang kontak saya sebelumnya,” ujar eks pelatih Persipura itu.

Butler memasrahkan posisinya kepada manajemen jika terus-terus menuai hasil buruk. Tak dipungkiri tujuh game tersisa menjadi laga final bagi PSMS. “Saya tidak bisa jawab itu kalau berdiri di situ dan tetap di sini saya tetap di sini. Tapi saya bukan pengurus, bukan Sekjen atau CEO. Dari hati saya, saya tetap di sini,” tambahnya.

Butler mengakui jika selama berkarir sebagai pelatih, baru kali ini dihadapkan pada kondisi skuad yang terbatas. Hal itu berulang kali disampaikannya. Namun dia yakin Sabtu
“Ini pertama kali dalam karir saya, saya kerjasama dengan pemain tak ada masalah. Tapi dengan pemain tak cukup kuat di Liga 1. Tapi saya harus menggunakan mereka karena tidak ada lagi. Saya tidak bisa mengeluh terus,” bebernya. (don)

Kunjungan Kerja ke Pulau Nias, Gubsu: Pulau Terluar sebagai Benteng Pertahanan Sumut

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu DiSAMBUT:Gubernur Sumut Edy Ramayadi disambut Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kepulauan Nias, Rabu (31/10).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
DiSAMBUT:Gubernur Sumut Edy Ramayadi disambut Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kepulauan Nias, Rabu (31/10).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Sebagai pulau terluar, Nias memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan yang berfungsi untuk melindungi wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara khusus, dan Indonesia pada umumnya. Untuk menunjang peran penting ini, sangat perlu untuk memastikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nias.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat beramah tamah dengan para Bupati/Walikota dan Forkopimda se-Kepulauan Nias di Ruang VIP Bandar Udara Binaka Gunungsitoli Pulau Nias, Rabu (31/10).

“Saat ingin merebut suatu daerah, pulau terluar itu, yang lebih dahulu dimasuki dan dikuasai. Jadi harus kita jaga dan majukan bersama Nias ini, agar kuat benteng pertahanan kita dan mudah kita menata yang lain-lainnya di Sumut ini,” kata Edy Rahmayadi.

Edy menyayangkan kabar-kabar tentang banyaknya orang asing yang berdatangan ke Nias, dan mulai menguasai pulau-pulau di Nias.

Kedatangan orang asing ini, kata Edy, dipicu oleh potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan keindahan daerah wisata di Nias.

“Orang luar saja menyadari betapa kayanya Nias ini. Luar biasa Nias ini, surga kecil di Sumut. Ada yang salah dengan kita kalau tidak bisa kita buat maju Nias ini, padahal semua tersedia di sini. Ayo, sama-sama kita, bantu saya para pemerintah daerah untuk memajukan Nias ini,” ujar Edy bersemangat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Nias, di antaranya untuk membuka open tournament sepakbola PSSI dan pertemuan dengan Kepala Sekolah SMK se-Kepulauan Nias.

Edy juga mengatakan akan mengadakan pertemuan Forkopimda dan OPD se-Kepulauan Nias untuk mem bahas strategi dan rencana-rencana pembangunan di Nias. Termasuk beberapa di antaranya masalah pendidikan, pertanian, infrastruktur, dan pengendalian penduduk.

Sementara itu, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely SPd, mewakili Forkopimda lainnya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Edy Rahmayadi dan OPD Pemprov Sumut yang turut hadir. “Selamat datang untuk Bapak Gubernur di Nias. Kita manfaatkan kehadiran Gubernur di tengah-tengah kita, untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dalam upaya membangun Nias,” tuturnya.

Setelah sampai di Gunungsitoli, perjalanan dilanjutkan menuju Nias Barat untuk membuka open tournament sepakbola PSSI se-Kepulauan Nias.

Turut hadir Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumut Azhar Harahap, Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Sumut Kodrat Shah, anggota DPRD Nias, OPD dan Forkopimda Nias. (prn/han)

Piala AFF Tanpa Andik dan Boaz

net TAK DIPANGGIL: Andik Vermansyah, Boaz dan Irfan Bachdim tak masuk skuad Piala AFF.
net
TAK DIPANGGIL: Andik Vermansyah, Boaz dan Irfan Bachdim tak masuk skuad Piala AFF.

PSSI Sudah memanggil 23 pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Dari 23 nama tersebut, tak nampak Boaz Solossa serta Andik Vermansah.

Keduanya tidak terpilih untuk membela tim Merah-Putih di turnamen sepak bola se-Asia Tenggara ini. Padahal Boaz serta Andik sempat mengikuti pemusatan latihan dan laga uji coba beberapa waktu lalu. Mereka sebelumnya juga tercatat sebagai langganan di Timnas Indonesia.

Tanpa Boaz, lini serang Indonesia hanya diperkuat dua pemain. Mereka adalah Dedik Setiawan dan Alberto ‘Beto’ Goncalves.

Lalu untuk posisi winger, Indonesia punya pemain lincah yang bisa menggantikan peran Andik. Di Piala AFF nanti, skuad Garuda membawa Irfan Jaya, Febri Hariyadi, serta Riko Simanjuntak.

Selain dua nama tersebut, Bima Sakti selaku pelatih tim juga melewatkan sejumlah pemain senior seperti Ahmad Jufriyanto, Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, serta Patrich Wanggai. Meski demikian, Bima Sakti optimistis dengan skuad yang sudah dipilihnya.

“Kami memanggil 23 pemain pada TC terakhir Timnas Indonesia di Cikarang. Pemain berkumpul pada 1 November dan besoknya kami langsung menggelar latihan,” kata Bima Sakti.

“Sebanyak 23 pemain ini merupakan skuad kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu dengan para pemain senior. Perpaduan ini telah kami coba saat melakoni tiga laga uji coba internasional melawan Mauritius, Myanmar dan Hongkong,” tambah pelatih berusia 42 tahun ini. (bep/jpc/don)