Foto: Corcomm Martabe
Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 mewawancarai perwakilan PT Vale Indonesia Tbk. di sela-sela kunjungan.
Foto: Corcomm Martabe Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 mewawancarai perwakilan PT Vale Indonesia Tbk. di sela-sela kunjungan.
Suplai yang terbatas dan meningkatnya konsumsi pasar dunia, membuat komoditas nikel matte dan logam emas tak perlu repot mencari pasar. Nikel Sorowako misalnya, sudah ditunggu pembeli tetapnya di Jepang. Harga mengikuti fluktuasi dolar. Sementara logam emas dari Tambang Emas Martabe, dilempar ke pasar spot melalui bursa Hong Kong. Pembelinya antri.
———————————————————
Dame Ambarita, Sorowako & Batangtoru
———————————————————
“Seluruh nikel matte hasil produksi Vale di Sorowako ini diangkut menggunakan kapal ke pabrik pemurnian di Jepang. Penjualan berdasarkan kontrak jangka panjang dalam mata uang dollar Amerika Serikat. Tidak ada yang dijual dalam negeri atau ke pembeli lain,” kata Senior Manager of Communications PT Vale Indonesia, Budi Handoko, kepada wartawan, Selasa (23/10).
Semua produksi nikel matte terikat dalam penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (SMM). Perjanjian penjualan mengatur bahwa 80 persen dari produksi tahunan PT Vale dibeli oleh VCL dan 20 persen lainnya oleh SMM berdasarkan formula harga LME.
Nikel matte yang diproduksi PT Vale diekspor dalam bentuk butiran, seperti pasir. Produk ini memiliki unsur nikel sebanyak 78 persen, cobalt 1 persen, sulfur 20 persen, serta material lainnya.
Dalam sebulan, PT Vale melakukan dua kali ekspor ke Jepang.
“Nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain, untuk membentuk campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi. Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin, peralatan makan bahkan gerbong kereta,” kata Budi.
Untuk menjaga kesinambungan produksinya, PT Vale membangun pabrik pengolahan di Sorowako dengan tiga tanur pengering berbahan bakar minyak, lima tanur pereduksi berbahan bakar minyak, empat tanur listrik, dan tiga converter Pierce-Smith.
“Kami juga membangun dan memelihara infrastruktur pendukung yang mencakup fasilitas pelabuhan dan jalan, untuk mengangkut dan mengapalkan produk akhir kami, serta terminal bahan bakar minyak di Mangkasa Point. Juga membangun dan mengoperasikan tiga fasilitas pembangkit listrik tenaga air dengan total kapasitas rata-rata 365 megawatt (MW),” jelasnya.
Ketiga PLTA itu memanfaatkan air di tiga danau yang berlokasi dekat tambang. Yakni PLTA Larona kapasitas 85 MVA, PLTA Balambano kapasita 80 MVA, dan PLTA Karebbe kapasitas 78 MVA. Listrik yang dihasilkan untuk mengoperasikan tanur peleburan dan pengolahan bijih nikel di Sorowako.
Ketiga PLTA ini secara keseluruhan menghasilkan 365 mega watt tenaga listrik. Setiap satu kuartal, PT Vale membayar retribusi air rata-rata 1,9-2,2 juta dolar AS ke kas pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan. Juga membayar pajak penerangan jalan (PPJ) rata-rata Rp950 juta-Rp1 miliar per bulan ke kas pendapatan Kabupaten Luwu Timur.
Foto: Corcomm Martabe PLTA BALAMBANO: Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 Tambang Emas Martabe, mendengar penjelasan mengenai PTLA Balambano milik PT Vale Indonesia Tbk, di Sorowako, Sulawesi Selatan, Selasa (23/10/2018).
Sebagai program CSR, PT Vale mendistribusikan listrik dari PLTA sebesar 8 MW kepada PLN dan Pemkab Luwu Timur untuk kebutuhan listrik masyarakat. “PT Vale juga membantu peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui proyek terpadu pengamanan 127 tower dari ketiga PLTA melalui Badan usaha Milik Desa,” kata Budi.
Dengan beroperasinya ketiga PLTA, PT Vale menghemat 1,47 juta barel BBM sekaligus mengurangi jutaan metrik ton emisi karbon.
“Dengan investasi lanjutan sebesar AS$2 miliar, PT Vale menargetkan peningkatan produksi tahunan menjadi 120 ribu metrik ton nikel matte dalam lima tahun ke depan,” kata Budi.
Tahun lalu, Vale Indonesia berhasil menjual 77.643 nikel matte. Angka ini turun 2 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 78.976 ton nikel matte.
Tim Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources saat bekerja.
Berbeda dengan PT Vale yang mengikat kontrak jangka panjang dengan pembelinya, PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe, tidak mengikat kontrak penjualan dengan salahsatu buyer. Mereka memilih melempar produknya di pasar spot melalui bursa Hong Kong. Pilihan itu dilakukan karena harga emas dunia berada di level ekonomis bahkan cenderung terus bergerak naik. Calon pembelinya juga sangat banyak.
“Pembeli emas Martabe pada antri di bursa. Emas Martabe pasti habis diserap pasar berapapun hasil produksinya,” kata Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono.
Selain emas, Tambang Emas Martabe juga memproduksi perak. Meski harganya lebih rendah dibanding emas, tetapi produksinya yang tinggi memberi keuntungan yang cukup besar.
Basis sumber daya Tambang Emas Martabe per tanggal 31 Desember 2017 adalah 8,8 Moz emas dan 72 Moz perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe lebih dari 5 juta ton bijih per tahun, untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.
Saat ini, Tambang Emas Martabe menjadi salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, dengan tingkat produksi nomor 2 di Indonesia setelah tambang Grasberg, dan dengan cadangan emas nomor 4 terbesar di tanah air.
Mengenai pemanfaatan logam emas, umumnya digunakan sebagai investasi dalam bentuk emas batangan.
Pemanfaatan emas di bidang industri antara lain dikonsumsi oleh industri elektronik dan industri rekayasa listrik. Mulai dari pelapis pipa vakum, material khusus kontak listrik, kawat listrik, konduktor kualitas tinggi, untuk mencetak sirkuit komputer, radio, dan televisi. Juga digunakan sebagai bahan pelapis khusus alat kimia dan nuklir, inframerah dan reflektor panas pada pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa.
Selain itu, emas banyak digunakan menjadi berbagai perhiasan untuk wanita. Untuk membuat medali emas dalam berbagai event lomba, dan terapi kecantikan. Sejumlah kecil emas juga dipakai untuk mewarnai gelas, sedikit garam emas digunakan pada proses fotografi tertentu dan persiapan medis.
Sedangkan perak banyak dibentuk menjadi berbagai jenis benda. Antara lain perhiasan, alat transaksi dalam bidang investasi, kerajinan perak, sebagai campuran bahan untuk membuat perlengkapan medis, produksi medali, dll. (bersambung/mea)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalangan DPRD Sumut meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera menyampaikan nota Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2019, agar pembahasan secepatnya dilakukan. Bahkan, jika belum juga ada revisi atas draf yang ditandatangani Pj Gubernur Eko Subowo sebelumnya, legislatif siap mendorong dan menjemputnya ke Eksekutif .
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pihaknya telah menargetkan untuk dilakukan pembahasan atas KUA-PPAS. Yakni mulai awal hingga akhir November selama kurang lebih satu bulan, sebelum segera disahkan sebagiannya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2019. Karena itu, dirinya mempertanyakan bagaimana kesiapan Pemprov mengirimkan nota yang baru atau telah direvisi menyesuaikan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur baru.
Meskipun, katanya dalam hal penandatanganan kesepakatan nota KUA-PPAS dimaksud sudah dilakukan oleh Pj Gubernur Eko Subowo pada Agustus lalu, namun ternyata penyesuaian harus dilakukan dengan mengacu pada Permendagri 38/2018. Di mana, di dalamnya mengkhususkan bagi daerah yang baru melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab secara otomatis, dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)-nya, juga berakhir.
“Sejak awal sebenarnya kita menunggu nota (KUA-PPAS) yang sudah ditandatangani oleh Pj Gubernur Eko Subowo, ditarik kembali oleh Pemprov. Tetapi akhirnya legislatif (melalui Ketua DPRD Sumut) berinisiatif menyerahkan draf tersebut untuk diperbaiki kembali sesuai aturan. Jadi sebenarnya, perubahan (penyesuaian) itu adalah perintah Permendagri,” ujar Sutrisno kepada Sumut Pos, Jumat (26/10).
Sebagaimana disebutkan dalam Permendagri 38/2018 dimaksud, yakni teknis penyusunan APBD 2019, pada poin 2, ‘Dalam hal daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 dan/atau dokumen RPJMD berakhir, penyusunan prioritas daerah dalam rancangan KUA dan PPAS berpedoman pada RKPD Tahun 2019 yang mengacu pada: arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, program prioritas nasional dalam RKP, program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah dan memperhatikan visi, misi, program Kepala Daerah terpilih, serta mempedomani peraturan daerah mengenai organisasi perangkat daerah’.
“Jadi harusnya semangat untuk menempatkan penyesuaian dengan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur yang baru ini ada di eksekutif. Nyatanya, untuk menarik nota KUA-PPAS saja, harus kita yang antarkan,” kata politisi PDIP ini.
Selain itu lanjut Sutrisno, batas waktu pengambilan keputusan persetujuan bersama (DPRD-Kepala Daerah), Ranperda APBD 2019, selambatnya satu bulan sebelum di dimulai tahun anggaran (1 Januari 2019). Sehingga batas waktu tersebut, harus sudah diputuskan pada 30 November 2018. Hal ini juga diatur dalam ketentuan Pasal 312 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
“Kita kan sudah menjadwalkan setelah selesai reses (awal November), maka selanjutnya kita fokus ke pembahasan R-APBD Sumut 2019 sampai selesai (sebelum 30 November). Makanya kalau bisa lebih cepat, kan bisa dibahas lebih jauh. Atau kalau Pemprov tidak tahu ada ketentuan mengubah (menyesuaikan) sesuai visi misi Gubernur-Wakil Gubernur yang baru, kita siap menjemput notanya (KUA-PPAS),” sebutnya.
Untuk itu Sutrisno mengingatkan kembali, bahwa legislatif dalam hal ini jangan dianggap sebagai pihak yang punya kepentingan tertentu. Tetapi mereka sebagian lembaga perwakilan rakyat, menegaskan aturan yang ada, dijalankan oleh Pemprov. (bal/ila)
istimewa/sumut pos
JELASKAN: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus dan lainnya saat menjelaskan proses Absensi Berbasis Online.
kepada ASN Biro Humas dan Keprotokolan di Press Room Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat (26/10).
istimewa/sumut pos JELASKAN: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus dan lainnya saat menjelaskan proses Absensi Berbasis Online.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Absensi Berbasis Online atau e-Absensi akan diterapkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai 1 November 2018. Penerapan e-Absensi akan banyak memberikan kemudahan. Selain terbebas dari antrian, absensi juga lebih mudah dan cepat.
Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi penerapan e-Absensi bagi ASN di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Jumat (26/10) di Press Room, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus tersebut menghadirkan nara sumber Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Dinas Kominfo Provinsi Sumut M Alfian Jauhari SHut.
“Rencananya e-Absensi akan diterapkan mulai 1 November, karena itu seluruh ASN, terutama di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan diharapkan sudah memahami dan tahu bagaimana menggunakan aplikasi tersebut,” ujar Ilyas Sitorus.
Dikatakan Ilyas, acara sosialisasi e-Absensi ini penting bagi ASN untuk mengenal, memahami dan menggunakan aplikasi berbasis android tersebut. Karena itu, seluruh ASN yang hadir diharapkan dapat mengikuti dan mendengarkan dengan baik seluruh yang disampaikan oleh nara sumber. “Ini penting, karena itu, jika nanti ada yang kurang paham, kurang jelas atau masalah yang berkaitan dengan penerapan e-Absensi, bisa langsung ditanyakan kepada nara sumber,” ujar Ilyas.
Sementara itu, Kasi Pengembangan Aplikasi Dinas Kominfo Alfian Jauhari menyampaikan, e-Absensi merupakan aplikasi absensi berbasis online menggunakan android. Karena itu, untuk dapat menggunakan e-Absensi, para ASN harus memiliki smartphone berbasis android.
Alfian menyampaikan, e-Absensi memiliki beberapa kelebihan dibanding abensi konvensional. Dengan menggunakan e-Absensi, ASN akan terbebas antrian di depan mesin absen. Absensi juga lebih cepat dan mudah dilakukan. “Cukup datang ke kantor, login, cek lokasi, swafoto dan selesai. Jadi memang lebih mudah dan cepat,” ujar Alfian.
Dijelaskannya, aplikasi e-Absensi hasil karya anak Sumut ini berbasis lokasi. Jadi, ASN yang akan melakukan absensi harus datang ke kantor atau lokasi tertentu yang telah ditetapkan. Absensi tidak dapat dilakukan dari rumah atau lokasi lain yang tidak dikenal oleh aplikasi. “Jika ada upaya memanipulasi lokasi, hal tersebut akan terdeteksi oleh system dan absensinya akan dibatalkan,” jelasnya.
Kemudian, e-Absensi juga berbasis foto. ASN yang melakukan absensi harus melakukan swafoto. Sehingga absensi tidak dapat diwakilkan oleh orang lain. Selain itu, e-Absensi juga open data (transparan) dan terintegrasi dengan aplikasi lainnya, sehingga pimpinan dapat melihat langsung siapa saja ASN yang sudah atau belum hadir di kantor.
“Dengan e-Absensi, penghitungan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau pemotongan tunjangan, jika ada, juga akan dilakukan secara otomatis oleh sistem aplikasi,” jelasnya. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan memproyeksikan penerimaan pajak daerah tahun 2019 meningkatkan dari tahun 2018.
Kepala BPPRD Medan Zulkarnain mengungkapkan pajak daerah 2019 yang diproyeksikan berjumlah Rp1.667.283.270.510. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mencapai Rp156.283.270.510. “Secara persentase, kenaikan pajak daerah yang diproyeksikan tahun depan mencapai 6,49 persen,” ujar Zulkarnain.
Dikatakannya, ada 9 jenis pajak daerah yang dikelola BPPRD saat ini. dari 9 jenis pajak tersebut akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mencapai target tersebut.
“Pajak hotel kita proyeksikan Rp128.700.000.000, pajak restoran Rp187.000.000.000, pajak hiburan Rp47.300.000.000, pajak reklame Rp107.229.883.742, pajak penerangan jalan Rp273.821.952.000, pajak parkir Rp27.500.000.000, pajak BPHTB Rp370.085.122.322, PBB Rp510.795.969.214 dan pajak air tanah Rp14.850.343.250,” beber dia.
Zulkarnain mengaku, untuk hingga triwulan ketiga tahun ini realisasi penerimaan sudah mencapai Rp1,003 triliun. Dari 9 jenis pajak daerah yang dikelola, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang tidak bisa diprediksi penerimaannya. “Penerimaan BPHTB tergantung transaksi jual beli tanah masyarakat. Saat ini, realisasi BPHTB hingga triwulan ketiga hanya 54,7 persen. Jadi, memang sulit diprediksi penerimaannya,” tuturnya.
Menurutnya, penerimaan BPHTB triwulan ketiga di tahun 2017 jauh lebih baik dibandingkan tahun ini. Sebab, pada waktu itu ada program sertifikasi aset milik salah satu BUMN. “Aset BUMN itu mau seluruhnya disertifikasi. Karena itu, makanya harus terlebih dahulu bayar BPHTB. Tapi, tidak setiap tahun seperti itu, beda dengan jenis pajak daerah lain makanya sulit diprediksi penerimaannya,” pungkasnya.
Sementara, Anggota DPRD Medan Godfried Efendi Lubis mengatakan untuk meningkatkan capaian realisasi pajak daerah diminta melakukan evaluasi nilai jual objek pajak (NJOP) terhadap penerimaan PBB. Sebab, tidak ada salahnya melakukan evaluasi terhadap NJOP karena di satu sisi masyarakat ingin transaksi jual beli mereka naik.
“Realisasi tahun 2018 harus ditingkatkan, apalagi targetnya meningkat. Makanya, mengevaluasi ulang NJOP harus segera dilakukan dan bukan hanya sekedar masukan,” tuturnya.
Menurut Godfried, kemungkinan yang terjadi pada NJOP di Medan baru sekitar 500 ribu rumah dan masih banyak belum ter-cover. Oleh karenanya, diyakini ketika NJOP naik paling tidak pendapatan naik juga. “Banyak informasi yang diterima dari laporan objek pajak tidak menunjukkan nilai otentik atau sebenarnya sesuai fakta,” pungkasnya. (ris/ila)
SEKALI LAGI
Selangkah lagi Saddil Ramdani dan kawan-
kawan berlaga di Piala Dunia
U-20 jika mampu mengalahkan Jepang, Minggu (28/10) malam.
SEKALI LAGI Selangkah lagi Saddil Ramdani dan kawan- kawan berlaga di Piala Dunia U-20 jika mampu mengalahkan Jepang, Minggu (28/10) malam.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-19 ingin menatap sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia U-20. Prestasi yang terakhir kali diukir tahun 1979. Hanya berjarak 90 menit menuju ke sana, mereka harus lebih dulu menghadapi raksasa Asia Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (28/10).
Timnas U-19 seakan ingin membuktikan pesimisme terhadap mereka di awal turnamen. Tim besutan Indra Sjafri awalnya dianggap tak superior dengan sederet hasil ujicoba sebelumnya. Ekspektasi lebih besar justru ada pada timnas U-16 yang juga nyaris lolos ke Piala Dunia U-17 namun tersingkir oleh Australia.
Garuda Nusantara tentu tak mau hal tersebut terjadi. Setelah libur latihan sehari, timnas U-19 kembali digenjot. Ini lantaran fisik penggawa timnas Indonesia U-19 terkuras setelah bertarung habis-habisan melawan Uni Emirat Arab U-19 (24/10).
Nah, saat pemain beristirahat, staf pelatih memanfaatkan waktu untuk meracik strategi menghadapi Jepang. Indra juga sudah mengintip kekuatan Jepang saat membantai Irak 5-0.
Yang terpenting timnas U-19 tak keder dengan lawannya. Tak silau dengan kekuatan Jepang.
Asisten pelatih sekaligus psikolog timnas, Guntur mengatakan, siapapun lawannya, sepak bola adalah sepak bola. Mau semifinal ataupun final, pemain harus fokus untuk bisa mencetak gol dan mengamankan gawangnya. Cara berpikir skuad Garuda Nusantara harus diubah untuk hadapi Jepang.
’’Jadi bukan berpikir lawan lebih kuat atau lebih lemah. Tapi berpikir bagaimana bereaksi menghadapi lawan. Jadi harus tetap tenang.’’ kata Guntur.
Guntur juga memantau penampilan Jepang. Terutama, bagaimana cara Jepang bertanding dan merespons lawan-lawan dalam pertandingan. ’’Dari situ saya bisa menganalisis segala macam yang berkenaan dengan Jepang,’’ bebernya.
Optimisme dilontarkan. Gelandang Timnas U-19 Syahrian Abimanyu yang menilai, setiap tim memiliki peluang yang sama sebelum peluit panjang tanda pertandingan usai dibunyikan. “Kami optimistis, apalagi kami tuan rumah. Sama-sama makan nasi, sama-sama main bola,” katanya.
Timnas U-19 menjanjikan kekuatan berbeda dari pertemuan tujuh bulan lalu di tempat yang sama. Ketika itu timnas U-19 Indonesia kalah dengan skor telak, 1-4. Berbeda dengan saat ini yang dilatih Indra Sjafri, saat itu Garuda Muda masih dinakhodai Bima Sakti.
Jepang U-19 memang menjadi favorit juara karena selain merupakan juara bertahan, mereka kali ini diperkuat pemain yang pernah mengenyam pendidikan di akademi La Massia, Barcelona. Pemain itu bahkan disebut Messi-nya Jepang, yakni Takefusa Kubo.
Meski demikian, Abimanyu menilai, Indonesia tak boleh gentar meski lawan dinilai memiliki pemain sekelas Messi. “Kubo (Messi-nya Jepang U-19, red), ya? Kami juga punya Messi-nya Indonesia (Egy Maulana Vikri, red). Tetapi, mereka bermain secara tim, tidak terpaku sama satu orang. Ini yang harus kami waspadai,” ungkapnya.
Namun timnas U-19 akan kehilangan bek tengah andalannya, Nur Hidayat. Pemain Bhayangkara FC itu harus absen lantaran kartu merah yang diterimanya ketika melawan UEA. Posisi Pria asli Makasar itu bakal digantikan oleh Indra Mustofa yang bermain cukup apik dalam dua pertandingan terakhir. Sementara Egy Maulana Vikri kemungkinan bisa turun meski harus ditarik keluar saat bersua UEA.
Di kubu lawan, Jepang juga tak mau kecolongan. Pelatih Jepang Masanaga Kageyama senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya selama penyisihan. Itu menjadi modal untuk menghadapi Indonesia.
’’Kami sekarang berpikir bagaimana melawan Indonesia. Indonesia tim yang kuat. Saya sudah menyaksikan semua pertandingannya, baik melawan Qatar (21/10) ataupun Uni Emirat Arab (24/10),’’ tuturnya.
Tiga nama menjadi perhatian Kageyama. Dia mewaspadai Egy Maulana Vikri, Todd Rivaldo, dan Witan Sulaeman. Ketiganya dinilai bisa menyulitkan Jepang. Faktor lain yang ditakutinya adalah teror suporter.
Dia menyadari Stadion Utama Gelora Bung Karno akan dipenuhi oleh suporter lawan. ’’Sementara kami? Anda tahu bagaimana. Sekarang kami fokus memulihkan kondisi terlebih dahulu,’’ ucapnya. (bbs/jpc/don)
istimewa/sumut pos
TERIMA: Kepala DLH Sumut, Binsar Situmorang saat menerima apresiasi dari Kementerian LHK baru-baru ini.
di Kantor Sekretariat Pengurus Wilayah IPHI Sumut,Jl. Nibung Raya, Medan,
istimewa/sumut pos TERIMA: Kepala DLH Sumut, Binsar Situmorang saat menerima apresiasi dari Kementerian LHK baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima Apresiasi Pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim) 2018.
Penyerahan apresiasi diberikan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya didampingi Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Ruandha Agung S kepada gubernur Sumut diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Binsar Situmorang.
Kegiatan tersebut sekaligus memeringati Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim 2018, yang dipusatkan di Auditorium Manggala Wanabakti KLHK Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).
Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi kepada para gubernur, bupati dan wali kota se Indonesia yang telah mampu menjaga perubahan iklim dan lingkungan di daerahnya.
“Tingkatkan terus kinerja dan tetap waspada dalam menjaga perubahan iklim yang terjadi. Yakni dengan memerhatikan komponen perubahan iklim yakni adaptasi, mitigasi dan aspek keberlanjutan,” katanya.
Dijelaskan dia, dalam aspek adaptasi dilihat dari sisi pengendalian kekeringan, banjir dan longsor; peningkatan ketahanan pangan. Sedangkan dari sisi mitigasi dilihat pada pengelolaan sampah, limbah padat dan cair; peningkatan tutupan vegetasi dan penggunaan energi terbarukan, konservasi dan penghematan energi; pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.
“Selanjutnya dari sisi aspek keberlanjutan dilihat pada kepentingan masyarakat, dukungan kebijakan, dinamika dan kapasitas masyarakat serta manfaat sosial, ekonomi, lingkungan dan pengurangan resiko bencana iklim,” ujarnya.
Kadis Lingkungan Hidup Sumut, Binsar Situmorang atas nama gubernur berterima kasih kepada semua elemen masyarakat atas penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat tersebut. Kata dia, apresiasi yang diterima ini merupakan bukti bahwa Sumut aktif melaksanakan pendampingan dan pembinaan Program Kampung Iklim.
“Kita pantas mengucapkan syukur atas apresiasi yang diterima Sumut. Diharapkan kedepan apresiasi yang berkaitan dengan pengelolaan dan perlindungan hutan bisa kembali diraih, sehingga bermuara pada terjaganya lingkungan dan kelestarian hutan dan makin sejahteranya masyarakat,” katanya. (prn/ila)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan, M Nasir Jonan melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 10 tahun 2017 tentang pengawasan serta jaminan produk halal dan higienis, bagi kalangan remaja di kawasan Medan bagian Utara.
Sosialisasi Perda Kota Medan ke-2 tahun 2018 ini, disampaikan anggota Komisi A DPRD Medan berlangsung di Kampung Jajan Kelurahan Titipapan, Kamis (25/10). Dalam pemaparannya, Nasir Johan menyebutkan, sosialisasi yang dilaksanakan, setelah Perda itu disahkan pada Juli tahun lalu.
Melalui Perda ini, konsumen bisa nyaman dan aman membeli produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik di pasaran.
“Karena produk seperti makanan dan minuman yang beredar di pasar seperti swalayan telah dijamin higeinisnya setelah melalui pengawasan Tim Satgas,” kata Nasir.
Apalagi dalam Perda ini juga sangat tegas menindak produsen agar tidak asal-asalan dalam memasarkan produk, menginggat sanksi yang diterapkan bagi produsen melanggar cukup keras. Dalam kegiatan ini Muhammad Nasir juga menyosialisasikan Perda tentang pengangkangtan dan pemberhentian kepala lingkungan. Puncak program ini para peserta sosialisasi dihibur dengan aksi standup comedy. (fac/ila)
BERSAMA: Dandim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah bersama para ulama dan lainnya dalam acara silaturahim.
BERSAMA: Dandim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah bersama para ulama dan lainnya dalam acara silaturahim.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komandan Kodim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah memimpin kegiatan silaturahim bersama umat Islam di Aula Makodim 0201/BS Jalan Pengadilan Medan. Silaturahim tersebut digelar menguatkan persatuan umat Islam dengan melawan segala bentuk provokasi.
Dandim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga dan menguatkan persatuan umat Islam khususnya di Medan. Salah satunya dengan upaya menghindari dan melawan segala bentuk provokasi yang terjadi di Indonesia.
“Bersama ulama, untuk memperkuat silaturahim dan menguatkan persatuan umat Islam agar terhindar dari provokasi dengan segala bentuk isu yang dapat mengancam persatuan,” ujarnya.
Dandim menilai, Islam di Kota Medan kuat yang ditandai dengan kerukunan yang terus terjaga walau dengan kemajemukan dengan banyaknya keragaman suku dan agama yang ada di dalam masyarakatnya. “Yang saya senangi di Kota Medan ini adalah Islamnya sudah kuat, sehingga di Kota Medan kerukunan terus terjaga,” kata Dandim.
Wakil Ketua MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg menyampaikan, terima kasih kepada Kodim 0201/BS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai tanda kesigapan dan renponsif atas isu-isu yang tengah hangat terjadi di Tanah Air. “Beberapa waktu yang lalu kita semua banyak yang tahu kejadian yang menimpa dunia Islam di Indonesia yaitu adanya pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh salah satu kelompok ormas Islam sendiri. Sangat kita sayangkan, mengapa bendera itu tidak disimpan saja, mengapa harus dibakar?,” ujarnya.
Dandim menyampaikan, perjalanan para wali dan ulama terdahulu yang dengan susah payah dalam mendirikan NKRI. Hal ini yang ditandai perjalanan panjang terbentuknya organisasi Islam modern pertama di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan disusul dengan Nahdlatul Ulama.
Dandim juga menceritakan tentang peran para ulama dan TNI dalam mempertahankan keutuhan NKRI dari para pemberontak yang ingin merubah ideologi Pancasila yang berpuluh tahun digunakan sebagai landasan bernegara dan ideologi bangsa. Ia juga menyampaikan selain provokasi dan isu SARA, juga terdapat masalah besar lain yang menjadi musuh negara.
“Permasalahan narkoba juga saat ini sangat mengkhawatirkan khususnya di Kota Medan. Ini bukan suatu hal yang biasa namun dapat merupakan setingan dari negara lain karena sejarah sudah membuktikan betapa suatu negara dapat hancur karena perang candu, peredaran narkoba yang saat ini merupakan salah satu dari bentuk perang proxy war,” jelasnya.
Wakil Ketua MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Kodim 0201/BS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai tanda kesigapan dan renponsif atas isu-isu yang tengah hangat terjadi di Tanah Air.
“Beberapa waktu yang lalu kita semua banyak yang tahu kejadian yang menimpa dunia Islam di Indonesia yaitu adanya pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh salah satu kelompok ormas Islam sendiri. Sangat kita sayangkan, mengapa bendera itu tidak disimpan saja, mengapa harus dibakar?,” ujarnya.
Ia menilai, karena tindakan itulah yang memicu terjadinya banyak disharmoni dan ketidaknyamanan yang dirasakan umat Islam saat ini yang ditandai banyaknya aksi yang dilakukan kelompok masyarakat di beberapa daerah. “Yang paling kita sayangkan adalah mengapa harus dibakar, mengapa tidak disimpan saja. Hal itulah yang memicu terjadinya banyak ketidaknyamanan yang dirasakan umat Islam Indonesia,” pungkasnya.
Ia menilai, hal ini sangat disayangkan mengingat sejarah Indonesia, bahwa peran Islam melalui ulama-ulamanya yang bersatu menyusun kekuatan dan menyatukan rakyat untuk memerdekakan Indonesia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Menurut pantauan, kegiatan ini berjalan dengan tertib dan aman dan tetap mengusung nilai kekeluargaan dan persatuan umat demi keutuhan NKRI. (dvs/ila)
Diva Suwanda/Sumut Pos
PAPARKAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha memaparkan kasus perampokan motif mengaku anggota Polri.
Diva Suwanda/Sumut Pos PAPARKAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha memaparkan kasus perampokan motif mengaku anggota Polri.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mengungkap komplotan perampok dengan modus mengaku polisi, Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap kasus yang sama. Namun, komplotan ini berbeda.
KAPOLRESTABES Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengaku, anggotanya sudah sudah mengamankan 4 pelaku. Aksi komplotan ini terungkap berkat laporan korban yang berhasil lolos dari penyekapan.
“Korbannya adalah seorang sopir taksi online, kejadiannya awal Oktober lalu,” ungkap Dadang, Jumat (26/10)
Diceritakan Dadang, komplotan tersebut terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki-laki. Kejadian berawal saat, Mikhael Sihotang (korban), seorang sopir taksi online menerima orderan dari tersangka Auryn Kenekeysia (23).
“Selanjutnya korban, Mikhael menjemput tersangka di Pasar Simalingkar dan minta diantarkan ke Lapas Pancurbatu. Saat itulah mereka berkenalan dan saling bertukar nomor handphone,” ungkap Dadang.
Selanjutnya, Selasa (9/10) sekira pukul 01.00 WIB, tersangka Auryn menghubungi korban dan minta dijemput di depan Hotel Cemara, Jalan Jamin Ginting, Medan.
Saat korban tiba, Auryn minta ikut kemana saja. Tersangka berdalih sedang dalam masalah.
“Kepada tersangka, korban mengaku kalau dia saat itu sedang menginap di Hotel Hawai. Selanjutnya mereka kesana masuk ke kamar korban dengan dalih menumpang ke toilet,” tutur kapolres.
“Tak berapa lama, empat orang yang mengaku polisi datang ke Hotel Hawai. Mereka mengetuk pintu dan masuk, kemudian langsung memukuli wajah, mata dan tubuh korban. Salah satu pelaku mengeluarkan pistol ke arah korban dan memborgol tangan korban,” sambungnya.
Korban pun berteriak minta tolong. Petugas hotel kemudian mendekati kamar tempat korban dianiaya.
Para pelaku mengancam karyawan hotel agar tidak ikut campur dengan mengaku sebagai polisi. Selanjutnya, para pelaku memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil korban.
“Para pelaku menyebut korban pengguna narkoba dan menyatakan mereka polisi,” katanya.
Sekira pukul 03.30 WIB, pelaku membawa korban ke Hotel Meliala, Jalan Medan -Binjai. Kemudian, memaksa korban untuk memegang narkoba dan memfotonya dengan kondisi kedua tangan terborgol.
Kemudian, sekira pukul 04.30 WIB para pelaku tertidur. Saat itulah korban memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari sekapan dan membawa salah satu handphone miliknya yang sedang dicas pelaku.“Setelah korban keluar dari kamar hotel, bersama adiknya yang merupakan anggota Polres Binjai, mereka memburu para pelaku ke Hotel Meliala. Namun para pelaku kabur dengan membawa mobil korban merek Datsun Go B 1136,” katanya.
Korban kemudian membuat pengaduan ke Polrestabes Medan. Tim Pegasus yang menerima laporan itu, kemudian turun melakukan cek TKP.
Petugas juga menyita rekaman CCTV dari Hotel Hawai. Kemudian melakukan penyelidikan terhadap tersangka Auryn Kenekeysia.
Tak lama, Auryn ditangkap di rumahnya, Jalan Damar 16 Perumnas Simalingkar Medan. Darinya, tim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap
Budi Hardi, seorang otak pelaku.
Budi kemudian menyebut nama Alvy Syahrin alias Alvi yang mengaku sebagai polisi. Alvi pun kemudian ditangkap.Dari keterangan Alvi, petugas kemudian menciduk Nurhayani alias Naya, orang yang menjual mobil korban.
“Sementara masih ada dua lagi orang yang sedang dikejar dan masuk dalam DPO kita,” katanya.
Untuk tersangka Budi, polisi terpaksa menembak kakinya. Karena melawan dan coba melarikan diri.
Kepada polisi, Budi mengaku sudah 50 kali beraksi di lokasi berbeda dengan modus yang sama.
Pelaku menjabar beberapa lokasi tempatnya beraksi dan kerugian korban. Masing-masing di Jalan Sunggal, Kampung Lalang (hasil Rp5.000.000), Jalan Tani Asli (hasil Rp5.000.000), Jalan Martubung (hasil Rp10.000.000), Jalan Sei Kambing Kutilang (hasil Rp6.000.000) dan Jalan Kampung Lalang, Komplek Cina (hasil Rp5.000.000).
Kemudian, di Jalan Delitua (hasil Rp15.000.000), Jalan Kampung Lalang (hasil Rp2.000.000), Jalan Mencirim (hasil Rp5.000.000), Jalan Kampung Lalang (hasil Rp2.000.000) dan Perumnas Simalingkar (hasil Rp10.000.000).
Selain itu, di Jalan Simalingkar (hasil Rp5.000.000), Jalan Garu (hasil Rp20.000.000), Jalan Petisah (hasil Rp12.000.000), Jalan Helvetia (hasil Rp2.000.000) dan Jalan Kelambir V (hasil Rp2.000.000).
Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 365 Juncto 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.
“Untuk dua tersangka lagi yang menjadi DPO atas nama AS (50) dan FE (45), dalam waktu dekat akan segera ditangkap,” pungkas Dadang. (dvs/ala)
ISTIMEWA/sumut pos
KETERANGAN: Iptu Siswanto Ginting memberi keterangan.
ISTIMEWA/sumut pos KETERANGAN: Iptu Siswanto Ginting memberi keterangan.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Partai Golkar Binjai Timur, Dani Permana alias Cecep tidak kooperatif memenuhi panggilan penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Binjai. Alhasil, rumah Dani di Jalan Sisingamangaraja pun digerebek polisi.
Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting membenarkan penggerebekan rumah Dani. Pasalnya, terlapor mangkir dua kali dari panggilan polisi. “Benar kita sudah datangi rumahnya (Dani Permana, red). Dia tidak berada di rumah. Dua kali terlapor mangkir dari panggilan penyidik,” ujar Siswanto, Jumat (26/10).
Karenanya, Siswanto mengajak masyarakat untuk membantu mencari keberadaan Cecep.
“Jika ada mendapatkan informasi keberadaan terlapor, mohon diberikan kepada polisi. Pemanggilan ketiga ini yakni panggilan membawa, di bawah setingkat penangkapan,” tandas mantan Kanit Intelkam Polres Binjai.
Beredar kabar, perkara ini telah terjadi perdamaian antara pelapor dengan terlapor.
Sebelumnya, Dani Permana merupakan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar menjadi terlapor di Polres Binjai dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan. Laporan korban diterima polisi dengan Nomor 584/IX/2018 tanggal 28 September 2018.
Dani Permana bertarung di pesta demokrasi 2019 untuk meraih kursi DPRD Binjai dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Binjai Timur dengan nomor urut 1.
Pelapor yang melaporkan Dani, Hijrah Ginting. Saat ini, perkara dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp250 juta itu tengah ditangani penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Binjai.(ted/ala)