Home Blog Page 5835

Besok Seleksi Kompetensi Dasar CASN 2018, Wajib hitam Putih

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Bagi pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 yang lolos seleksi administrasi, selanjutnya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada besok, Jumat (26/10). Untuk mengikuti SKD, peserta wajib mengenakan busana hitam dan putih.

Berdasarkan jadwal, SKD akan diselenggarakan pada 26 Oktober hingga 17 November mendatang. Seleksi tersebar di 32 titik yang menggunakan jaringan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, terdapat 237 titik lainnya yang menggunakan jaringan UNBK milik BKN.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengingatkan beberapa informasi penting terkait SKD CASN 2018. “Peserta wajib berbusana kemeja putih dengan bawahan berwarna hitam. Memakai sepatu pantofel .Wajib membawa KTP atau kartu identitas asli. Wajib membawa kartu peserta ujian. Kartu bisa dicetak melalui laman https://sscn.bkn.go.id,” ujar Ridwan dalam konferensi pers di Kantor Pusat BKN, Jakarta Timur, Rabu (24/10).

Ridwan juga mengingatkan, beberapa instansi meminta kartu tersebut dicetak menggunakan printer laser. Menurut dia, artinya kartu peserta harus dicetak berwarna.

Selain itu, para peserta juga diingatkan agar datang satu jam sebelum dimulainya tes karena ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan sebelum tes dimulai. Misalnya, pengecekan berkas hingga cara pengisian soal tes. “Karena ada pemeriksaan fisik, pemeriksaan identitas, macem-macem, masuk ruangan, termasuk penjelasan bagaimana mengisinya,” kata Ridwan.

Dalam ujian nantinya, lanjut dia, dibagi dalam lima sesi. Satu sesi berlangsung selama 90 menit, di mana peserta harus mengerjakan soal sebanyak 100 butir. Sesi pertama dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 09.30 waktu sempat, sesi kedua pada pukul 10.00 hingga pukul 11.30, sesi ketiga pada pukul 12.00 hingga pukul 13.30, sesi keempat pada pukul 14.00 hingga pukul 15.30, dan sesi terakhir pada pukul 16.00 hingga pukul 17.30.

Ridwan mengatakan, pihaknya dapat menambah satu sesi lagi jika terpaksa, yaitu pada pukul 18.30 hingga pukul 20.00. Sementara khusus hari Jumat, maksimal sesi yang diadakan adalah lima kali.

Ridwan mencontohkan, misalnya seseorang mendapatkan sesi keempat pada pukul 14.00. Orang tersebut harus sudah sampai satu jam sebelumnya. “Kami berlakukan mereka sudah harus ada satu jam sebelum sesi dirinya, jadi teman-teman yang sudah tahu akan ada di sesi keempat, dia maksimal jam satu sudah harus di tempat,” terang dia.

Sementara itu, Kepala BKD Sekdaprovsu Kaiman Turnip mengatakan, khusus pelamar CASN Pemprovsu yang dinyatakan memenuhi syarat alias lulus administrasi, akan mengikuti tahapan selanjutnya yang dipusatkan di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan. “Mengenai waktu ujiannya yang kita belum tahu kapan. Kita pun masih menunggu sejauh ini,” katanya.

Turnip menambahkan, mengenai nomor ujian dan lainnya memang belum ada dirilis BKN Pusat. Nantinya tahapan tersebut akan disampaikan langsung BKN melalui surat elektronik (e-Mail) masing-masing pelamar yabg telah lulus administrasi.

Satu Keluarga Tewas Dibantai di Samosir

Evakuasi jasad korban pembunuhan di Samosir.
Evakuasi jasad korban pembunuhan di Samosir.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pembunuhan satu keluarga kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, terjadi di Dusun Janji Mauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Rabu (24/10) siang. Satu keluarga yang tewas terdiri dari suami, istri dan 2 orang, ditemukan tewas dengan  mengenaskan di dalam rumah.

Jasad keempat korban sudah dievakuasi dan Polres Samosir guna melakukan olah TKP serta penyelidikan.

Ada empat orang dalam keluarga tersebut yang ditemukan tewas bersimbah darah yakni James Samosir (32), Lina Gultom (29) dan 2 anak balitanya masing-masing Riona Samosir (4) dan Fransiskus Isodorus Samosir (2).

Kapolres Samosir melalui Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP J Banjarnahor, membenarkan kejadian tersebut. “Semua korban ditemukan dengan kondisi luka sayatan benda tajam. Belum diketahui penyebab tewasnya satu keluarga ini dan masih diselidiki,” kata Kasatreskrim Polres Samosir, AKP J Banjarnahor.

Namun, berdasarkan hasil sementara dari olah tempat kejadian perkara (TKP), James Samosir (32) sebagai kepala rumah tangga diduga pelaku pembunuhnya lalu bunuh diri.”Dugaan sementara begitu, tapi kita tunggu hasil autopsi ya,” ujar Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat.

Senada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, dari hasil olah TKP Polres Samosir, diduga korban tewas dibunuh oleh James Samosir (32), suami dari Lina Gultom, yang kemudian bunuh diri.”Dari hasil olah TKP sementara kelihatannya pelaku adalah bapaknya sendiri,” kata Agus, Rabu (24/10).”Karena ada minum obat hama di lokasi maka pelaku melukai pergelangan tangannya sendiri,” ujar Agus.

Kades Tambu Sukkean, Robert Sinaga r mengatakan, awalnya kejadian tersebut diketahui dari masyarakat sekitar. “Keluarga korban merupakan petani dan peternak kerbau. Warga curiga karena tidak biasanya ternak kerbau mereka belum dikeluarkan dari kandang sampai siang. Jadi masyarakat pun curiga dan melihat ke rumah itu dan menemukan keluarga itu telah meninggal dunia,” kata Robert.

Menurut Robert, kehidupan sehari-hari keluarga James adalah bertani, dengan kondisi ekonomi keluarga pas-pasan. Sehari-harinya keluarga ini dikenal mudah bergaul dengan tetangga. Mereka tidak pernah memiliki masalah dengan para tetangga, bahkan keluarganya terlihat akur. (mag-8)

Dekati Mimpi

CETAK GOL Witan Sulaiman saat berhasil mencetak gol ke gawang Uni Emirat Arab (UEA).
CETAK GOL
Witan Sulaiman saat berhasil mencetak gol ke gawang Uni Emirat Arab (UEA).

SUMUTPOS.CO – INDONESIA semakin dekat untuk mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2019 mendatang. Hal itu terjadi setelah Indonesia sukses mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor 1-0 pada lanjutan Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/10).

Pertandingan ini berjalan sengit. Begitu laga dimulai, UEA berinisiatif lakukan serangan. Laga berusia lima menit, Ali Saleh sudah mengancam gawang Riyandi lewat sepakan jarak jauhnya. Beruntung bisa diblok bek Indonesia.

Tujuh menit berselang, Garuda Nusantara langsung merespons. Mendapatkan umpan dari Firzha Andika, Hanis Saghara sukses menanduk bola. Sayang bola melintas masih tipis di atas mistar gawang UEA.

Egy Maulana mencoba peruntungannya menit 20. Mendapat pengawalan ketat, dia memutuskan melepaskan tendangan jarak jauh. Namun power pemain Lechia Gdansk ini masih lemah.

Penantian Garuda Nusantara untuk mencetak gol berbuah manis pada menit 23. Sukses mencuri bola dari bek UEA, Witan Sulaiman menggiring bola dan menyelesaikannya dengan manis ke gawang UEA.

Skuad asuhan Indra Sjafri makin semangat. Saddil Ramdani gantian mendapatkan peluang menit 33, melalui skema bola mati. Sayang eksekusinya masih bisa diamankan kiper UEA, Suhail Abdulla. Skor 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga jeda.

Petaka bagi Garuda Nusantara datang di awal babak kedua. Pasalnya, Indonesia harus bermain 10 orang setelah Nurhidayat menerima kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain, UEA terus mengurung pertahanan Indonesia. Namun hingga laha usai, gawang Garuda Nusantara masih aman.

Kemenangan itu membuat Egy Maulana dkk lolos ke babak perempatfinal dengan status runner-up Grup A. Pada babak delapan besar, Garuda Muda bakal menantang Jepang di SUGBK, Minggu (28/10). Jika mampu mengalahkan Jepang, maka tiket ke Piala Dunia U-20 di Polandia 2019, menjadi milik Merah Putih.

Pelatih Indonesia, Indra Sjafri, memuji performa anak-anak asuhnya. “Kerja keras yang luar biasa dari para pemain. Ini merupakan kemenangan penting. Saya pikir para pemain akan lebih termovitasi untuk bermain pada perempat final. Walaupun sempat bermain dengan 10 orang, alhamdtullilah kami lewati dengan baik semuanya,” kata Indra setelah pertandingan.

“Saya berharap penampilan tadi bukanlah yang terbaik. Saya ingin mereka tampil total saat perempat final. Saya berharap kami bisa mewujudkan cita-cita bangsa ini,” ujar Indra. (bbs/dek)

Pemda Tak Punya Peta Rawan Bencana

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS GENDANG: Gubsu Edy Rahmayadi, Chief of UNISDR Asia Pacific Loretta Hieber Girardet, dan lainnya memukul gendang tanda dibukanya acara PRB Nasional 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
GENDANG: Gubsu Edy Rahmayadi, Chief of UNISDR Asia Pacific Loretta Hieber Girardet, dan lainnya memukul gendang tanda dibukanya acara PRB Nasional 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh pemerintah daerah yang berada di Provinsi Sumatera Utara ternyata belum memiliki peta kerawanan bencana. Untuk itu, sebelum membuat sebuah regulasi tentang kebencanaan, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar peta kerawanan bencana terlebih dahulu disusun.

“Saat ini Sumut memiliki peta resiko bencana, tapi hanya tingkat provinsi. Tidak menyeluruh seperti di DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang sudah sampai pada tingkat kabupaten/kota,” kata Sekretaris Umum BNPN Dody Riswandi kepada wartawan, disela-sela acara Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional 2018, di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (24/10).

Pihaknya menyarankan agar Sumut belajar dari DIY terkait ini. Sebab provinsi dengan jumlah 14 juta penduduk tersebut, menurutnya salah satu daerahpotensi bencana di Indonesia. “Ya, artinya tidak hanya Sumut, DIY patut dicontoh oleh provinsi lain dalam hal menyusun peta kerawanan bencana. Mereka sudah punya sampai ketingkat kabupaten/kota. Begitu juga dengan Aceh,” ungkapnya.

Setelah peta kerawanan disusun hingga ketingkat kabupaten/kota, barulah pemda membuat regulasi soal kebencanaan berdasarkan hasil pemetaan di masing-masing daerah. Sebagai contoh, sebut Dody, bagaimana caranya menangani masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) untuk mau direlokasi ke tempat yang lebih laik.

“Ini pula kenapa kita perlu menggelar Peringatan Bulan PRB setiap tahun di provinsi berbeda. Kita tak bosan mengimbau dan mengingatkan semua provinsi untuk tanggap akan bencana. Sebab menangani bencana berbeda seperti sektor lain. Harus melibatkan banyak pihak dan penanganannya secar komprehensif,” terangnya.

Dipilihnya Sumut sebagai tuan rumah PRB tahun ini, kata dia, bukan tanpa alasan. Salah satu faktornya akibat erupsi Gunung Sinabung yang sampai kini terus terjadi dan tak bisa diprediksi kapan berhenti. “Sumut adalah salah satu daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Juga ada yang unik saat ini di Sumut tentang bencananya, yaitu memiliki gunung berapi yang sampai saat ini tidak berhenti untuk erupsi. Makanya kita jadikan Sinabung sebagai pembelajaran PRB nasional, bahkan dunia,” ucapnya pria yang juga Ketua Panitia Peringatan Bulan PRB 2018.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberi sambutan berharap kegiatan tersebut bukan hanya bersifat seremonial belaka. Tetapi benar-benar nyata dan bermanfaat dalam penanggulangan bencana. “Saya ingin kegiatan seperti ini bersifat riil (nyata, Red), di sini kita diskusi dan evaluasi apa yang bisa kita lakukan. Walaupun kecil yang penting nyata, bukan mengandai-andai. Apalagi ini semua menyangkut keselamatan rakyat kita, khususnya kelompok masyarakat yang paling rentan bencana,” ujarnya.

Edy kemudian menceritakan beberapa pengalamannya terlibat dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Termasuk di antaranya Tsunami Aceh 2004 dan yang baru-baru ini terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. “Kejadian di Madina menjadi evaluasi bagi kita semua pemerintah daerah termasuk saya.

Jangan kita biarkan masyarakat kita mendirikan bangunan di sempadan sungai. Ini merupakan tindakan yang salah. Jangan setelah terjadi banjir kita saling menyalahkan,” katanya dihadapan 3.000 lebih peserta BPBD dari tingkat provinsi, kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Edy berpesan agar kegiatan seperti ini menjadi momen untuk saling berdiskusi dan evaluasi, untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan siaga bencana. “BNPB maupun BPBD, kalian sudah pasti lebih ahli dibandingkan kami terkait penanggulangan bencana. Ingatkan kami para pemimpin daerah ini. Bersinergi dan kerja sama, itu yang penting,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam pesan video menyampaikan bahwa gempa bumi di kedua provinsi, NTB dan Sulawesi Tengah, menjadi “tamparan” setelah kejadian gempa bumi dan tsunami Aceh 2004. “Di mana, dapat kita lihat secara nyata bahwa kita tidak siap dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana. Oleh karena itu, kita membutuhkan pentingnya upaya PRB dan upaya ini harus dilakukan secara terus-menerus,” ungkapnya.

Ia menekankan suatu harapan bahwa Peringatan Bulan PRB ini dapat menghasilkan deklarasi yang mendorong semua pihak untuk melakukan evaluasi terkait penanganan bencana di NTB dan Sulteng.

Chief of UNISDR Asia Pacific Loretta Hieber Girardet menyampaikan bahwa PRB menjadi sangat penting karena tanpa rencana penanggulangan dan pencegahan bencana yang baik, banyak dampak dan kerugian ekonomi yang harus ditanggung akibat bencana tersebut. “Angka kehilangan rata-rata global atas kerusakan lingkungan akibat bencana hampir US$ 314 miliar. Angka ini sama dengan GDP (Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto, Red) Malaysia, Filipina, atau negara-negara ketiga lainnya,” ungkap dia.

Loretta berpesan bahwa ada satu cara terbaik untuk membangun ketangguhan, yaitu dengan memastikan pemerintah dan lembaga usaha berkewajiban untuk berinvestasi pada masa depan dan benar-benar memperhatikan risiko bencana. “Contoh sederhana adalah mengerti risiko terhadap banjir sebelum membangun pabrik dekat dengan tepi sungai dan mengambil tindakan untuk mitigasi risiko tersebut dalam desain pabrik,” jelasnya.

Hadir pada acara itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, jajaran BNPB dan BPBD seluruh provinsi di Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga, perwakilan anggota DPR RI dan mitra penanggulangan bencana di Indonesia. Penyelenggaran Peringatan Bulan PRB Nasional mulai 21–25 Oktober ini dilakukan di lima kabupaten/kota di Sumut yaitu Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Simalungun, Karo dan Samosir.

Di Indonesia, Bulan Peringatan PRB telah menjadi agenda nasional sejak 2013. Penyelenggaraan PRB nasional sebelumnya secara berturut adalah Kota Mataram, NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015), Kota Manado, Sulawesi Utara (2016), dan Sorong, Papua Barat (2017). (prn/ila)

FSPMI Sumut Tolak Penetapan UMP Sumut 2019, Gelar Demo Setiap Senin

Ilustrasi UMP
Ilustrasi UMP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI Sumut) Sumatera Utara menolak tegas wacana Dewan Pengupahan yang mengusulkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut 2019 ke Gubernur Sumatera Utara sebesar Rp2.303.403. Mereka akan menggelar aksi demo ke Kantor Gubsu setiap hari Senin.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan, aksi demo yang akan digelar setiap hari Senin tersebut sampai tuntutan buruh akan upah layak dipenuhi Gubsun
“Kita akan mulai hari Senin besok tanggal 29 Oktober 2018. Kita akan buat aksi mimbar bebas mengajak buruh Sumut menyampaikan protes di depan kantor Gubernur Sumatera Utara,” ujar Willy didampingi Tony Rikcson Silalahi selaku Sekretaris DPW FSPMI Sumut, Apen Manurung KC FSPMI Kota Medan, Rian Sinaga KC FSPMI Deli Serdang dan jajaran pengurus lainya.

Willy mengatakan, dalam aksi nanti FSPMI Sumut akan mengerahkan massa buruh sekitar 1.000 orang. Dalam aksi nanti para buruh menuntut Gubsu menaikan UMP Sumut sebesar 25 % atau menjadi Rp2,8 juta serta UMK Medan dan Deliserdang naik menjadi Rp3,5 juta.”Jika tuntutan ini tidak di gubris Gubsu, kami akan konsolidasikan aksi buruh besar-besaran setiap hari Senin, khusus di daerah-daerah industri dan kantor pemerintahan di Sumut,” tegasnya.

Kata dia, dirinya kerap menyampaikan secara hukum PP78 tentang pengupahan yang jelas melanggar UU Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan terkait kebutuhan hidup layak (KHL). Karena itu, menurutnya, Gubsu tidak harus takut untuk menaikan UMP Sumut di atas aturan tersebut. “Kalau di atas itu dan berdasarkan survei kebutuhan hidup buruh sesuai aturan UU Ketenagakerjaan terkait KHL, itu sesuatu hal yang dimungkinkan, dan wewenang Gubsu ada di situ,” kata Willy.

Willy berharap agar Gubernur tidak langsung mengesahkan usulan Dewan Pengupahan terkait UMP Sumut 2019. Sebab, UMP Sumut sudah sangat tertinggal jauh dari daerah lain sejak kurun waktu 10 tahun terakhir. Terlebih lagi, biaya kebutuhan hidup meliputi sandang pangan dan papan terus melambung tinggi.”Gubsu harus undang semua unsur serikat pekerja dan buruh di Sumut, sebelum menetapkan.

Jangan mentah-mentah menerima usulan dari Dewan Pengupahan yang diragukan aspirasinya mewakili kepentingan buruh di Sumut,” kata Willy lagi.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Sumut Ahmadan Harahap meminta pemerintah, dalam hal ini harus seimbang dalam menentukan berapa besaran yang bisa diterima buruh setiap bulannya dari perusahaan sepanjang 2019 mendatang.

Bahwa usulan Dewan Pengupahan untuk penetapan UMP Sumut 2019 sudah berdasarkan kajian dan aturan yang berlaku. Dasar penetapan menggunakan PP 78/2015 tentang Pengupahan atas upah minimum kepada buruh, menurutnya sudah cukup matang. Sehingga, ada pertimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Dimana keduanya harus sama-sama bisa diakomodir.

“Yang jelas usulan itu kan biasanya sudah melalui kajian bersama. Antara kepentingan buruh dengan pengusaha seperti apa. Karena semuanya kan harus difikirkan, tidak serta merta naik begitu saja seperti permintaan buruh,” ujar Ahmadan, Rabu (24/10).

Sehingga, lanjutnya, jika ada kemungkinan UMP yang diusulkan Dewan Pengupahan kepada Gubernur Sumut lebih tinggi lagi, perlu ada pembahasan lebih lanjut. Pertama, kata politisi PPP ini, adalah kebutuhan hidup layak sebagaimana diatur dalam PP 78/2015 tersebut. Kemudian juga antara kemampuan pengusaha dengan permintaan buruh untuk kenaikan upah setinggi-tingginya, harus disesuaikan. Sebab jangan sampai membuat buruh kesulitan hidup, serta jangan juga merugikan bagi pengusaha.”Makanya kita lihat, usulan ini tentu sudah berdasarkan pertimbangan dari semua sektor dan pihak,” papar dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut fraksi Partai Gerindra Richard Sidabutar menyebutkan, antara kepentingan buruh dan pengusaha, sangat bertolak belakang. Sebab, satu pihak menginginkan hidup layak dengan menerima upah tinggi. Sedangkan pengusaha menginginkan kewajiban membayar upah kepada pekerjanya dengan tidak mengurangi target keuntungan yang ingin didapat sebesar-besarnya.”Sebenarnya tuntutan buruh yang ingin menaikkan upah setinggi-tingginya denga alasan kenaikan harga, bukan hanya itu. Pengusaha juga kan akan menerima dampak yang sama untuk ongkos produksinya,” kata Richard.

Pun begitu, menurutnya kenaikan sebesar Rp171 ribu dari UMP 2018, masih tergolong kecil. Mengingat, pemenuhan kebutuhan hidup setiap bulannya cukup tinggi. Selain makan dan kontrakan rumah, buruh juga harus memikirkan kebutuhan lain seperti sekolah anak bagi yang sudah berkeluarga. Bahkan katanya, pemerintah provinsi bisa aja menetapkan UMP diatas dari usulan Dewan Pengupahan.

“Masalahnya memang, apakah kajiannya ini sudah pas. Kita tidak tahu, mana pertimbangan yang paling dilihat, antara kepentingan pengusaha atau kepentingan buruh. Karena ini tak pernah ketemu kepentingannya. Makanya, perlu ada kebijaksanaan pemerintah,” kata Richard.

Menanggapi persoalan ini, Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menilai, naiknya upah tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dengan upah yang bertambah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kenaikan UMP jelas akan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Kenaikan tersebut diharapkan mampu memperbaiki daya beli masyarakat,” tutur Gunawan.

Gunawan menjelaskan, indikator daya beli masyarakat bisa dilihat dari indicator seperti melihat besaran inflasi di Sumut dengan kenaikan upah itu sendiri. Dengan ini, ada pertumbuhan ekonomi dimiliki masyarakat dari dampak kenaikan UMP tersebut.

“Artinya, jika inflasi Sumut itu sebesar 3 persenan, maka lihat angka kenaikan upahnya. Yang penting lebih besar dibandingkan dengan kenaikan inflasi sebelumnya,” ungkap Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) itu.

Di sisi lain, kenaikan UMP ini juga memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan industri di tanah air, khususnya di Provinsi Sumut. Termasuk, biaya operasional bertambah dan harga jual produk dipasaran akan mengalami kenaikan harga juga.

“Dampak buruknya tetap ada. Kenaikan UMP ini bisa menggerus daya saing industri di tanah air. Dan kenaikan UMP ini juga kerap dijadikan patokan pedaganh untuk naikin harga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Dewan Pengupahan Sumatera Utara telah sepakat akan mengusulkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 kepada gubernur sebesar Rp2.303.403. Kesepakatan itu setelah ketiga unsur yakni pemerintah, pengusaha dan serikat buruh melaksanakan rapat pembahasan UMP Sumut 2019, di Hotel Putra Mulia Medan, Selasa (23/10). (ain/bal/gus)

KPK Perpanjang Masa Penahanan 3 Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap tiga tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Negeri Medan dalam penanganann
perkara korupsi di Medan.

Ketiga tersangka itu adalah Hakim ad hoc pada Pengadilan Negeri Medan Merry Purba, pengusaha Tamin Sukardi dan panitera pengganti Helpandi. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, perpanjangan masa penahanan terhadap ketiganya dilakukan selama 30 hari ke depan. “Perpanjangan penahanan selama 30 hari mulai tanggal 28 Oktober sampai 26 November 2018 untuk tiga tersangka,” kata Yuyuk di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (24/10).

Dalam kasus ini, Merry Purba diduga menerima suap dari terdakwa Tamin Sukardi. Merry disangka menerima total 280 ribu dolar Singapura dari Tamin. Uang tersebut diduga diberikan untuk memengaruhi putusan pengadilan.

Merry merupakan salah satu satu anggota majelis hakim yang mengadili perkara korupsi penjualan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 dengan terdakwa Tamin Sukardi.

Dalam operasi tangkap tangan, KPK menangkap seorang panitera pengganti, Helpandi. Dari tangan Helpandi, petugas KPK menemukan uang 130.000 dollar Singapura di dalam amplop cokelat. Uang tersebut rencananya akan diserahkan kepada Merry.

Menurut KPK, sebelumnya Merry sudah menerima uang 150.000 dollar Singapura. Uang diserahkan Tamin melalui orang kepercayaannya, Hadi Setiawan, kepada Helpandi pada 24 Agustus 2018. (bbs/ila)

Janda Dihabisi karena Terlalu Matre dan Punya Kekasih Lain

diva/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan tersangka bersama barang bukti kejahatannya.
diva/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan tersangka bersama barang bukti kejahatannya.

SUMUTPOS.CO – Pelarian Sofyan Wahid (39) warga Desa Pematang Cermai, Tanjungberingin berakhir. Itu setelah ia menghabisi nyawa Indri Lestari (30), janda anak satu yang menjadi kekasihnya dengan 18 tikaman.

KAPOLDA Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pembunuhan itu berawal saat keduanya membuat janji bertemu, Sabtu (20/10). Sofyan yang masih memiliki istri kala itu berjanji bertemu dengan Indri di Binjai.

“Kemudian, mereka bertemu pada hari Minggu (21/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Di situ mereka sempat komunikasi melalui SMS yang menyatakan kalau tersangka akan menjemput korban menggunakan sepeda motor di Simpang Kilometer 18 Binjai,” kata Irjen Agus kepada wartawan di Mapoldasu, Rabu (24/10).

Setelah mereka bertemu di tempat yang dijanjikan, tersangka dan korban menuju rumah kosong milik kakak korban di Komplek Royal Wahidin. Tepatnya di Jalan Danau Batur, Lingkungan X, Kelurahan Sumber Mulyorejo.

“Mereka sempat singgah sebentar ke kedai untuk membeli sebotol Aqua dan permen,” ujarnya.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Sekira pukul 10.15 WIB, pasangan di luar nikah ini tiba di rumah kosong milik kakak korban.

Saat itu, korban menyuruh tersangka untuk pura-pura pergi dan tiga menit kemudian baru masuk lagi ke rumah kakak korban.

“Kemudian korban mengunci pintu rumah dari dalam. Dan mereka pun masuk ke dalam kamar,” ujarnya.

Saat di kamar, mereka sudah saling membuka baju. Namun tiba-tiba, percakapan berujung cekcok terjadi.

“Jadi saat di kamar, korban meminta uang kepada tersangka sebanyak Rp2 juta untuk membayar cicilan di pegadaian. Namun tersangka tidak bisa memenuhi permintaan korban,” katanya.

Tersangka kemudian membujuk korban. Namun korban tetap tidak terima dan berkata bahwa korban tidak mau lihat tampang tersangka lagi. Korban kemudian, mengambil sebilah pisau yang ada di bawah laci dan menghunuskan ke arah tersangka. Melihat tindakan korban, tersangka marah.

Sambil membentak korban, tersangka coba meraih pisau tersebut dengan tangan kirinya. Sehingga jari telunjuk dan jari tengah serta jari manis tangan kiri tersangka mengalami luka gores.

“Tersangka terus berusaha merebut pisau. Saat terjadi perebutan pisau, tersangka mengarahkan pisau ke perut korban sehingga perut korban tertusuk. Akibatnya, korban jatuh telentang di tempat tidur,” ujarnya.

Pergumulan perebutan pisau terus terjadi. Tersangka kembali menusuk korban untuk kedua kalinya di bagian payudara sebelah kiri. Akhirnya, tersangka berhasil meraih pisau dari tangan korban.

“Korban kemudian lari ke ruang tamu depan rumah sambil menjerit minta tolong. Tersangka mengejar lalu menusuk leher sebelah kiri korban sehingga korban jatuh ke lantai. Dalam keadaan telentang, korban masih juga berteriak meminta tolong,” urai Irjen Agus.

“Kemudian tersangka memasukkan jari tangan kirinya ke mulut korban, sementara tangan kanan tersangka menusuk kemaluan korban menggunakan pisau yang sudah ia raih dari tangan korban,” sambungnya.

Korban lalu berguling ke arah jendela sambil berteriak minta tolong. Saat itu juga, tersangka langsung menusuk punggung korban. Sedangkan korban terus berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan korban, masyarakat berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). Warga menanyakan kenapa ada keributan dan teriakan minta tolong.

“Sambil membekap korban, tersangka menjawab tidak ada kejadian apa-apa sembari memastikan masyarakat bubar,” kata Irjen Agus seraya menyatakan akhirnya korban meninggal dunia.

Setelah itu, tersangka membersihkan dan membereskan kondisi rumah. Kemudian, tersangka berganti baju dan sepatu sekaligus memastikan kematian korban.

Kemudian, tersangka mengambil kunci sepeda motor menemui temannya berinisial J alias Ceper.

“Tersangka menemui temannya untuk menjual kenderaannya dengan harga Rp5 juta. Dan pada pukul 13.00 WIB teman tersangka yang berinisial J datang ke rumah kosong lalu menyerahkan kepada tersangka uang Rp2,5 juta,” katanya.

Sekira Pukul 17.00 WIB dihari yang sama, tersangka pulang ke rumahnya. Lalu, pukul 20.00 WIB, personel gabungan Polsek Binjai Timur, Sat Reskrim Polres Binjai dan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut menangkap tersangka.

“Atas perbuatannya, kita mensangkakan Pasal 338 kepada tersangka dan kalau ditemukan bukti ada perencanaan pembunuhan akan kita kenakan juga Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku kesal lantaran korban memiliki kekasih lain. Suasana semakin diperparah dengan permintaan uang dari korban.

“Sebenarnya saya tidak berniat jahat, tapi karena korban pun menyerang, saya mencoba menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Apakah sebelum membunuh korban pelaku sempat melakukan hubungan intim? “Tidak ada kami melakukan itu sebelum dan sesudah korban tewas,” ungkapnya.

Diketahui dari hasil autopsi terhadap jenazah korban, polisi menemukan ada bercak sperma selain 18 luka tusuk di tubuh korban. (dvs/ala)

Semoga Cepat Pulih Suha!, Cedera Patah Tulang Fibula

doni hermawan/sumut pos JENGUK: Suhandi saat di jenguk rekan-rekannya di Rumah Sakit Columbia Asia.
doni hermawan/sumut pos
JENGUK: Suhandi saat di jenguk rekan-rekannya di Rumah Sakit Columbia Asia.

SUMUTPOS.CO – Suhandi harus mengakhiri musim Liga 1 2018 lebih cepat. Cedera patah tulang fibula yang dialaminya saat bentrok kontrak Mitra Kukar di Stadion Teladan, Medan, Selasa (23/10) membuatnya harus absen sampai akhir musim.

“Kami sudah melakukan operasi tadi malam. Harus operasi pasang pen agar lebih aman dan stabil untuk angkelnya. Jadi di sisa laga Liga 1 ini Suha tidak bisa tampil lagi,” kata Dokter tim PSMS, Indra Feriadi.

Suha yang baru menjalani laga comeback nya setelah absen lama pasca cedera baru menjalani satu menit di lapangan setelah masuk menggantikan Antoni Putri Nugroho menit ke-30. Laga ini sangat dinantikannya karena untuk pertama kali Peter Butler mempercayakannya turun.

Namun baru melakukan beberapa sentuhan bola dan penetrasi Suka berbenturan dengan kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana.Setelah itu Suha coba melanjutkan laga, namun hanya berselang semenit dia menyerah. Suha langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Ketika di lapangan dia coba berdiri tapi ada sedikit bunyi krekk. Dari situ tim curiga ada yang patah. Jadi dia kami bawa ke Rumah Sakit Columbia Asia dan kemudian difoto cruris kirinya,” kata Indra.

” Ternyata ditemui ada faktur fibula 1/3 distal dengan kedudukan baik yang artinya pada tulang fibula itu ada patah dengan jarak 1/3 dari angkel. Kurang lebih 8 cm. Jadi kami putuskan operasi,” bebernya.

Syukurnya operasi berjalan lancar. Namun butuh waktu pemulihan yang panjang. “Dirawat dua hari di rumah sakit selanjutnya rutin melakukan fisioterapi. Penyembuhan tergantung pertumbuhan tulang Suha. Estimasi tiga bulan tulang sudah tumbuh mengikat patahan,” ujarnya.

Suha mendapat simpati tidak hanya dari rekan-rekan setimnya. Beberapa pemain Mitra Kukar seperti Bayu Pradana, Wiganda Pradika, Hendra Adi Bayaw terlihat ikut menjenguk dan memberikan motivasi bagi Suha.

“Bayunya minta maaf, dia bilang enggak sengaja dan enggak ada niat mencederai sama sekali,” ujar Suhandi saat ditemui di Rumah Sakit Royal Prima. Suhandi merupakan andalan PSMS di putaran pertama dengan torehan empat gol. Namun sejak cedera di akhir putaran pertama meski sudah pulih dirinya belum pernah dipercaya Peter Butler untuk turun, sebelum laga kontra Mitra Kukar. “Iya begitu giliran dapat kesempatan main malah cedera. Belum sempat nunjukkin ke pelatih, baru dua kali sentuhan bola,” ujarnya.

Suhandi berusaha menerima kenyataan ini. Dan, dari tutur katanya, dia tampak tegar. “Mau bagaimana lagi, sudah terjadi. Mau emosi atau marah juga kan percuma dan enggak ada gunanya, sudah terjadi. Dan, sebenarnya enggak terkejut juga dengan diagnosa harus istirahat tiga bulan, sudah tahu banyak kawan juga yang cedera begini. Ya, mudah-mudahan bisa lebih cepat penyembuhannya,” ungkapnya. (don)

Tewas Ditabrak Pickup Lawan Arah, Calon Pengantin Gagal Nikah

Sepeda motor korban ringsek usai ditabrak pickup yang lawan arah.
Sepeda motor korban ringsek usai ditabrak pickup yang lawan arah.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sepasang kekasih di Binjai batal nikah. Calon pengantin pria tewas di tempat usai ditabrak pickup yang melaju lawan arah. Sedangkan calon pengantin wanita kritis.

SEJOLI itu masing-masing, Pramula Hadi Kesuma (28) warga Jalan Jenderal Sudirman, Lingkungan I, Gang Matseh Nomor 12, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota dan Hawa Ul Husna Nasution (21) Warga Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Binjai.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sudirman, Kota Binjai, Selasa (23/10) malam. Kejadian ini bermula saat mobil pickup carry BK 8440 RE melaju kencang melawan arus lalu lintas dengan ugal-ugalan.

Tiba-tiba, mobil tersebut menabrak kedua korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Megapro BK 3275 ACW.

Darah segar pun berceceran di aspal. Pramula tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan Hawa yang berada di boncengan terhempas hingga terpental jauh dari sepeda motor.

Kondisi sepeda motor rusak parah. Sedangkan bagian depan pickup juga rusak cukup parah. Hawa yang masih bernyawa langsung dibawa menuju RS Djoelham.

“Kencang kali tadi mobil pickupnya lawan arah, ada 120 (kecepatan) kencangnya. Mabuk itu sopir pickupnya, tadi kernetnya ngaku. Parah kali, sepasang kasih ini parah. Yang laki-laki meninggal dunia, yang perempuan kritis masih selamat,” kata Irwansyah yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Orang kampungku korbannya. Dara manis ini mereka sudah mau nikah, anak-anak muda,” sambung Irwansyah yang tinggal di Jalan Sudirman Gang Matse.

Pramula diketahui hendak mengantar pulang Hawa. Korban yang kerap disapa Pram ini, melaju dari arah gedung Sky Croos menuju Lapangan Merdeka Kota Binjai.

Saat bersamaan, pengemudi pickup memacu pedal gas datang dari arah berlawanan melawan arus lalu lintas.

Warga lain, Imada mengaku kenal dengan korban Pramula. Sebelum kejadian maut itu, Imada dan Pramula sempat bertemu sore hari dan memberi tahu dirinya (Pramula) ingin menikah. “Tadi sore jumpa pulang kerja di Melody Karaoke, mau nikah dia, sudah tunangan, sudah pakai cincin dia. Nggak sangka meninggal malam ini,” kata Imada.

Informasi dihimpun di RS Djoelham, Hawa mengalami patah kaki dan beberapa luka pada bagian tubuhnya. Hawa masih trauma berat atas kejadian itu.

Pasca kejadian, sopir maut itu sempat berusaha kabur. Namun dihadang warga yang berada di sekitar lokasi.

Dua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Unit Laka Lantas Polres Binjai.

Ps Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting membenarkan kejadian tersebut. Faktor yang mempengaruhi, kata Siswanto, sopir mobil pickup diduga lalai saat berkendara di jalan umum.

“Sebab berjalan di jalur yang berlawanan, sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan adanya korban mengalami luka dan meninggal dunia. Kerugian materil ditaksir Rp5 juta,” tandas Siswanto.(ted/ala)

Kokoh di Puncak

PSMS
PSMS

PSM Makassar sukses mengakhiri laga krusial sesama tim papan atas. Menjamu Persib Bandung di Stadion Mattoanging, Rabu (24/10) sore, tim Juku Eja menang skor 1-0 melalui tendangan Guy Junior. PSM pun makin kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 2018.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. Anak-anak Juku Eja mencoba tampil menekan di menit-menit awal laga. Namun, bola hanya berputar di wilayah tengah lapangan. Belum ada sedikit pun peluang yang tercipta.

Memasuki menit ke-20, kesempatan pertama didapat kubu tuan rumah. Guy Junior mencoba memanfaatkan umpan lambung Pluim. Tendangannya masih melambung di atas mistar gawang M Natsir.

Kesempatan kedua kembali menghampiri Guy Junior tak lama kemudian. Berhasil menyisir sektor kiri pertahan tim tamu yang dikawal Ardi Idrus, tendanganya menyamping ke tiang gawang.

Tensi permainan mulai meningkat. Kartu kuning pertama diberikan wasit kepada Bauman. Penyerang ini kedapatan mendorong Pluim hingga terjatuh ke luar lapangan. Giliran pemain tuan rumah, Rizky Pellu tak lama kemudian mendapat hadiah kartu kuning, usai mengganjal pergerakan Dedi Kusnandar.

Kembali menyerang, Pluim mendapatkan kesempatan bagus di menit ke-25. Tendangannya dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Natsir.

Menit 40, Guy Junior kembali mendapatkan peluang. Umpan cantik Pluim tak bisa dimanfaatkan dengan baik. Sundulannya mengarah ke sudut kanan atas gawang.

Satu-satunya kesempatan sekaligus peluang emas tim tamu diraih jelang pengujung waktu babak pertama. Sayang, tendangan Patrich Wanggai dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Rivky. Hingga turun minum, skor kacamata masih bertahan untuk kedua tim.

Babak kedua baru berjalan beberapa menit, Febri Hariyadi sudah meneror gawang Rivky. Beruntung tendangan menyisir tanahnya mengarah ke sudut kanan gawang.

Jual beli serangan kembali terjadi. Pluim kembali mendapatkan kesempatan matang di menit ke-53. Menerima umpan mendatar dari Rezky Pellu di depan gawang, tendangan Pluim masih bisa ditepis Natsir.

Menit 53, tim tamu kembali mendapatkan peluang. Tendangan Patrich Wanggai dari dalam kotak penalti, coba di blok sejumlah pemain belakang tuan rumah.

Mencoba menambah daya gedor, Juku Eja melakukan rotasi lini tengah dan depan. Arfan masuk menggantikan Rezky Pellu di menit ke 60. Menyusul, Saldi menggantikan Sandro di menit ke 69.

Begitupun dengan Persib. Atep dimasukkan di menit 75 menggantikan Ghozali Siregar. Bersamaan dengan itu, Ardi Idrus diberikan kartu kuning wasit karena menjatuhkan Saldi. Ritme permainan sempat menurun. Kedua tim banyak bermain di wilayah tengah.

Guy Junior akhirnya menjadi pemecah kebuntuan Juku Eja. Golnya di menit ke-81 diciptakan melalui umpan mendatar Reva Adi Utama. Tendangannya menyarangkan bola ke sudut kanan gawang Natsir. Hasil itu menambah kepercayaan diri pasukan Ramang untuk terus menekan.

Mencoba bangkit, tim tamu malah menderita kerugian. Joni Bauman kembali dihadiahi kartu kuning keduanya di menit 87 karena menyikut Reva Adi Utama.

Dalam masa tambahan waktu tiga menit, tuan rumah tetap menekan. Kesempatan terakhir datang dari M Rahmat. Sayang tendangan menyisir tanah mengarah tipis ke sudut kiri gawang lawan.

Tim tamu mencoba menyerang, namun tendangan Atep diblok Rivky. Hingga babak kedua ditutup, keunggulan 1-0 tuan rumah tidak berubah. (bbs/jpc/don)