Home Blog Page 5845

Dewan: R-APBD 2019 Harusnya Rp8 Triliun

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENGERJAAN DRAINASE: Beberapa pekerja menyelesaikan proyek drainase di Jalan Juanda Medan, beberapa waktu lalu.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENGERJAAN DRAINASE: Beberapa pekerja menyelesaikan proyek drainase di Jalan Juanda Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Formulasi jumlah Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (R-APBD) tahun 2019 sebesar Rp5,94 triliun lebih telah diajukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Jumlah anggaran tersebut hanya naik Rp500 miliar lebih dari tahun 2018 sebesar Rp5,4 triliun.

Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong mengatakan, kondisi pembangunan Kota Medan saat ini kurang maksimal. Seperti penataan parkir, perbaikan jalan, drainase, penanganan banjir dan reklame serta stetika kota masih butuh penanganan serius.

“Nilai yang diajukan dalam R-APBD 2019 sebesar Rp5,94 triliun dinilai terlalu kecil. Pemko Medan harus berani menaikkan jumlah formulasi R-APBD tersebut dan diyakini mampu mencapai Rp8 triliun. Sebab, masih banyak sumber potensi PAD yang belum tergali,” kata Parlaungan akhir pekan lalu.

Karena itu, sebutnya, dia mendorong Wali Kota Medan Dzulmi Eldin melakukan terobosan baru mengatasi semua masalah dengan merangkul seluruh pihak untuk serius mencermati guna mencari solusi. “Ke depan, pihak eksekutif, legislatif, yudikatif dan masyarakat harus bersatu serta sepaham mencari solusi membangun Kota Medan lebih baik,” cetusnya.

Menurut Parlaungan, upaya dalam memaksimalkan atau menggali potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dapat dilakukan dari sektor pajak dan retribusi seperti parkir, izin mendirikan bangunan (IMB), hotel, restoran dan lainnya. Selain itu, bsia juga dengan memberdayakan lahan tidur atau yang tidak dimanfaatkan dengan baik. “Makanya, diharapkan ASN di jajaran Pemko Medan mampu berinovasi mendatangkan PAD,” tuturnya.

Lebih lanjut Parlaungan mengatakan, ia juga mendorong seluruh organisasi pimpinan daerah (OPD) di satuan unit kerja Pemko Medan untuk melakukan lobi-lobi atau kerja sama ke Pemprovsu dan pemerintah pusat. Hal ini untuk mendatangkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan bagi hasil serta bantuan penyertaan modal lainnya.

“Upaya lain untuk menggali potensi dapat dilakukan Pemko Medan dengan pengawasan Perda sejak dini, seperti terhadap berdirinya reklame menyalah, bangunan tanpa izin dan penataan pedagang kaki lima. Sebab, untuk biaya penertiban pelanggaran Perda itu saja menghabiskan biaya yang cukup besar. Padahal, itu karena kelalaian dan tidak adanya pengawasan,” beber Parlaungan.

Ia menambahkan, diyakini dengan upaya-upaya tersebut dapat menaikkan APBD Pemko Medan pada tahun 2019. “Pasti jumlah APBD dapat ditingkatkan, asalkan pemimpinnya serius,” tandas dia.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Hasyim. Kata Hasyim, R-APBD 2019 yang diajukan dinilai menggambarkan wali kota tidak serius menggali sumber-sumber yang berpotensi sebagai PAD. “Peningkatan anggaran yang diajukan tersebut terlalu kecil. Seharusnya, peningkatan dapat dimaksimalkan lagi dari tahun 2018,” ujarnya.

Sebagaiman diketahui, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, R-APBD 2019 sebesar Rp5,94 triliun terdiri dari belanja tidak langsung yang diperkirakan Rp2,07 triliun lebih (34,93 persen) dan belanja langsung Rp3,87 triliun lebih (65,07 persen).

“R-APBD 2019 diformulasikan berdasarkan pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp5,69 triliun lebih. Proyeksi pendapatan ini meningkat 0,02 persen dibanding tahun 2018,” katanya dalam nota pengantar pada sidang paripurna di gedung DPRD Medan, Senin (15/10) lalu.

Menurut Eldin, rancangan anggaran tersebut direncanakan dengan komposisi dan proporsi belanja pegawai dengan belanja pembangunan yang semakin ideal pada tahun depan. Sesuai dengan tema pembangunan kota tahun 2019, maka secara umum keseluruhan belanja daerah diprioritaskan pada upaya beberapa hal.

Antara lain, membangun infrastruktur yaitu merawat dan membangun jalan, jembatan, drainase, sekaligus meningkatkan kebersihan kota. Kemudian, pendidikan dan kesehatan yakni menyediakan akses yang semakin baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas.

Selanjutnya, melakukan penataan pasar tradisional sehingga lebih sehat dan nyaman serta memiliki daya saing. Lalu, menjaga secara berkesinambungan kualitas toleransi beragama, pelayanan administrasi kependudukan, keamanan serta kenyamanan warga, iklim investasi dan menata atau menambah fasilitas publik.(ris/azw)

Traffic Light Rusak Simpang Bahagia Macet

agusman/sumut pos Rawan macet: Traffic light simpang bahagia tak berfungsi menyebabkan rawan kemacetan.
agusman/sumut pos
Rawan macet: Traffic light simpang bahagia tak berfungsi menyebabkan rawan kemacetan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persimpangan Jalan HM Joni Medan dan AR Hakim Medan atau yang lebih dikenal dengan simpang Bahagia, merupakan jalur persimpangan rawan kemacetan. Pasalnya, traffic light (rambu lampu) di persimpangan tersebut tidak berfungsi yangn menyebabkan kendaraan saling mendahului.

Menurut pengakuan warga sekitar, bila pada hari-hari tertentu dan pada jam-jam padat biasanya terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan tersebut.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu, biasanya simpang ini selalu ramai kendaraan. Semakin ramainya, semua kendaraan ingin selalu mendahului hingga terjadi kemacetan ditengah simpang ini,” ungkap T Sinambela kepada Sumut Pos, Minggu (21/10).

Bila sudah macet kata dia, arus kendaraan pun menjadi lumpuh total. Sebab, semua kendaraan ingin selalu mendahului. “Semua mau cepat. Mobil mau cepat, sepedamotor mau cepat jadi numpuk ditengah,” katanya.

Penyebabnya tak lain, tutur dia, tidak berfungsinya lampu merah pada persimpangan tersebut. Lampu yang sejatinya mengatur lalu-lintas kendaraan, hanya menyisakan besi tua dengan lampu yang padam.

“Gak berfungsi lampu merah disini. Lampu-lampunya pada mati semua, satupun tak ada yang hidup,” kesalnya.

Sayangnya, kata dia lagi, jika sudah terjadi kemacetan, tidak ada satupun petugas kepolisian yang bisa melakukan pengaturan.

“Mau tidak mau, warga sini dan tukang becak yang biasa mangkal di sini turun langsung mengatur jalan. Saya sendiri pun sering turun langsung,” katanya.

Rasa kesalnya saat pernah mengurai kemacetan, manakala pemilik kendaraan saling berebut mendahului dar segala arah. Di saat itulah rasa dia, tugas yang seharusnya menjadi tugas kepolisian sama-sama tidak berfungsi.

“Kalau kesalnya ya kesal kalilah. Seharusnya inikan tugas polisi,” ucapnya.

Untuk itulah, dia berharap kepada pemerintah Kota Medan untuk memperbaiki rambu lampu lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan di perspangan ini.

“Harapan saya ya diperbaikilah lampunya. Supaya tertib semua, kalau bisa disiagakan polisi lalulintas satu disini,” pintanya.

Kesemerautan tak hanya persoalan lampu merah saja yang padam. Di samping itu, persis pada persimpangan ini, jalan juga tampak berlubang. Kembali kata Sinambela, agar persimpangan tersebut juga diperbaiki.

“Kalau bisa jangan ditambal, sama aja nanti bakal rusak juga. Diaspal semualah biar cantik,” pungkasnya. (man/azw)

Nyaris Saja Todd!

istimewa GOL: Kiper Qatar, Nasir gagal menghalau bola tendangan bebas Luthfi Kamal pada penyisihan grup A AFC Cup U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10) malam. Dalam laga ini, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Qatar dengan skor 5-6.
istimewa
GOL: Kiper Qatar, Nasir gagal menghalau bola tendangan bebas Luthfi Kamal pada penyisihan grup A AFC Cup U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10) malam. Dalam laga ini, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Qatar dengan skor 5-6.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (21/10) malam WIB. Meski sudah berjuang hebat dan nyaris melakoni comeback, Indonesia tetap kalah dengan skor 5-6.

Toh, aksi para penggawa Garuda Nusantara tetap membanggakan. Tertinggal 1-6, Indonesia nyaris mampu mengejar dengan mencetak 4 gol di babak kedua .

Adalah Todd Rivaldo Ferre yang menjadi inspirasi dengan mencetak hattrick meski baru masuk babak kedua.

Memulai laga, Garuda Nusantara langsung tancap gas. Pertandingan baru berusia tiga menit, Saddil Ramdani nyaris membuka gol. Berawal dari penetrasi, sayang penyelesaiannya kurang baik.

Tiga menit berselang, gantian Witan Sulaeman yang mendapatkan peluang emas. Kali ini melalui skema tendangan bebas. Hanya saja, eksekusinya bisa ditepis Salah Zakaria Hasan.

Asyik menyerang, Indonesia justru tertinggal pada menit 11. Berawal dari kesalahan bek dalam mengantisipasi bola silang, Hashim Ali mampu menyerobot bola dan menceploskan bola ke dalam gawang Muhammad Riyandi.

Hanya butuh dua menit buat Qatar menambah keunggulannya. Mendapatkan umpan panjang, Abdulrasheed Umaru mampu memperdaya Riyandi.

Qatar sukses mencetak gol ketiganya pada menit 24 melalui Mohammed Waad. Dia sukses melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat berbelok akibat sundulan bek Indonesia dan masuk ke gawang Riyandi.

Indonesia berhasil memperkecil kedudukan melalui Luthfi Kamal pada menit 28. Dia sukses memanfaatkan skema bola mati setelah eksekusi tendangan bebasnya tak mampu dijangkau Nasir.

Akan tetapi, Qatar malah berhasil menambah skor melalui Abdulrasheed Umaru. Mendapatkan umpan dari Ahmed Al Minhali, dia melepaskan sepakan keras tanpa bisa dibendung Riyandi. Skor 4-1 untuk Qatar bertahan hingga turun minum.

Lima menit babak kedua berjalan, Garuda Nusantara kembali kebobolan melalui Hashim Ali yang kembali memanfaatkan kesalahan bek Indonesia. Qatar unggul 5-1.

Abdulrasheed Umaru mencetak hat-trick dalam laga ini pada menit 57. Kali ini dia kembali lolos dari pengawalan dan mampu melepaskan tendangan keras yang tak mampu diadang Riyandi. Qatar menjauh dengan keunggulan 6-1.

Garuda Nusantara kembali coba mengais asa usai mencetak gol pada menit 64. Skemanya sama melalui tendangan bebas. Todd Rivaldo Ferre yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memperkecil skor menjadi 2-6.

Gol itu ternyata menjadi pemacu semangat Garuda Nusantara. Lima menit berselang, Indonesia kembali sukses mencetak gol melalui skema bola mati. Kali ini Saddil Ramdani yang mampu memanfaatkannya dengan baik. Skor menjadi 3-6.

Garuda Nusantara mendapat angin segar setelah Todd Ferre menambah gol dan membuat kedudukan menjadi 4-6. Todd Ferre mengemas hat-trick dan membuat skor menjadi 5-6. Sayang hingga peluit panjang, tak ada lagi tambahan gol. Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 5-6.

Mesku kalah Indonesia masih berpeluang lolos karena masih menyisakan satu laga kontrak Uni Emirat Arab. (bbs/jpc/don)

Terbanyak Berikan Layanan Transportasi Online Gratis

idris/SUMUT POS KETERANGAN: Asisten Manager Marketing Grab Medan Amelia Liem (kanan) bersama Wakil Direktur MURI Osmar (kiri) dan Regional Ops Sumatera OVO, Stefano (tengah).
idris/SUMUT POS
KETERANGAN: Asisten Manager Marketing Grab Medan Amelia Liem (kanan) bersama Wakil Direktur MURI Osmar (kiri) dan Regional Ops Sumatera OVO, Stefano (tengah).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati hari jadi yang ke-2 (anniversary 2 tahun), Grab Medan mencatatkan nama di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor yang dicatat, sebagai layanan jasa transportasi online gratis terbanyak khususnya di Kota Medan.

Asisten Manager Marketing Grab Medan Amelia Liem menjelaskan, rekor yang dicatat ini berupa layanan jasa transportasi online roda dua atau Grab Bike. Di mana, pada momen anniversary kedua atau tepatnya tanggal 20 Oktober diberikan secara gratis untuk 1.000 orang pengguna atau pelanggan Grab.

“Jadi, untuk mencatatkan rekor kita harus memberikan secara gratis layanan Grab Bike minimal kepada 1.000 orang dengan nilai Rp15.000. Kita sudah buktikan dan tunjukkan kepada MURI untuk dicatat kemarin (Sabtu, 20/10),” kata Amelia di sela-sela kegiatan Grab Medan 2 Tahunn
Anniversary di Plaza Medan Fair, Minggu (21/10).

Menurut dia, pemberian layanan secara gratis tersebut sebagai bentuk apresiasi dan komitmen Grab kepada warga Kota Medan sekitarnya. Selain itu, ada juga promo-promo lainnya yang diberikan dan masih terus berlanjut hingga sekarang. “Selama dua tahun ini kita terus berusaha meningkatkan pelayanan dan inovasi demi kepuasan warga Kota Medan.

Keberadaan kami di Medan awalnya hanya jasa transportasi online, kini sudah bertambah seperti food delivery (jasa antar makanan), barang dan lainnya,” tutur Amelia didampingi Wakil Direktur MURI, Osmar.

Ke depan, sambung Amelia, akan ada layanan inovasi lagi dari Grab. Sebab, di luar Pulau Sumatera khususnya Jawa sudah beroperasi seperti jasa berbelanja (Grab Fresh) dan sewa mobil (Grab Rental).

Lebih lanjut Amelia mengatakan, untuk memeriahkan anniversary 2 tahun Grab Medan ini digelar berbagai kegiatan di pelataran Plaza Medan Fair. Antara lain, konser musik dengan menghadirkan musisi ibu kota yaitu Tipe-X dan artis lokal. “Tak hanya konser musik, ada juga bazaar serta kegiatan yang sifatnya menghibur lainnya. Semua kegiatan ini digelar sebagai apresiasi kepada warga Medan karena telah setia mendukung kehadrian Grab,” ujarnya yang juga didampingi Regional Ops Sumatera OVO, Stefano.

Sementara, Wakil Direktur MURI, Osmar mengatakan rekor yang dicatatkan bukan baru pertama kalinya melainkan sudah beberapa kali. “Ada beberapa kriteria untuk bisa mencatatkan rekor MURI, salah satunya bisa dari kategori terbanyak seperti yang dilakukan Grab Medan. Kemudian, bisa juga terunik, terlangka dan lainnya yang bisa terukur,” ujar Osmar. (ris/azw)

Medan Utama Lolos ke Babak Pendahuluan Nasional

doni hermawan/sumut pos LOLOS: Pelatih Medan Utama, Zefrizal berbicara usai lolos ke babak nasional.
doni hermawan/sumut pos
LOLOS: Pelatih Medan Utama, Zefrizal berbicara usai lolos ke babak nasional.

Medan Utama FC memastikan tiket ke babak pendahuluan dua nasional Liga 3 Indonesia. Kemenangan atas Batang Anai 4-2 di Stadion Mini USU, Sabtu (20/10) memastikan Medan Utama lolos dengan agregat 5-3.

Faisal Ramadoni tampil gemilang dengan mencatat hattrick lewat gol menit 10, 26, 49 dan satu gol Muhammad Uday menit -84. Sementara dua gol Batang Anai diciptakan kapten Randy Chandra menit 71 dan M Jeri menit 76.

Usai pertandingan, Pelatih Medan Utama FC, Zefrizal, menilai, modal hasil seri di leg pertama menjadi acuannya meracik strategi untuk tim asuhannya memaksimalkan performa timnya yang menargetkan kemenangan.

“Ada pertemuan, ada obrolan panjang lebar dengan tim bagaimana kita mengaplikasikan hasil seri yang lalu untuk pertandingan ini. Kita tetap main open play (bermain terbuka) dan harapan terjawab. Saya akui lawan bagus, tapi udah tahu bagaimana mereka bermain sehingga kita bisa buat gol lebih dulu,” ujar Zefrizal usai pertandingan didampingi kapten, Haris Abdiansyah Nasution.

Unggul satu gol, membuat semangat pemain semakin tinggi untuk mencetak gol berikutnya, kendati sempat lengah di pertengahan babak kedua yang berujung terciptanya dua gol lawan.“Terciptanya gol pertama membuat pemain semakin semangat. Kami apresiasi kerja keras mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Abdiansyah menyatakan, kunci kemenangan timnya lantaran bisa menerjemahkan apa uang diinginkan pelatih. “instruksi pelatih dilaksanakan dengan baik sehingga bisa membawa kemenangan,” ucapnya.

Tim tamu, Batang Anai FC menilai, wasit yang memimpin pertandingan, Abdullah menjadi biang kerok kekalahan tim besutan Aminuddin itu. Manajer Batang Anai, Suhatri Bur menyebut, hadiah penalti yang diberikan kepada tuan rumah meruntuhkan semangat wakil Sumatera Barat itu.(don)

Gelar Festival Vokal Solo Tingkat Sekolah

LOMBA: Festival vokal solo antar-Sekolah Minggu se-Kota Medan, Sabtu (20/10). Kegiatan itu digelar untuk Jubelium 50 Tahun GKPI Gang Sado Medan.
LOMBA: Festival vokal solo antar-Sekolah Minggu se-Kota Medan, Sabtu (20/10). Kegiatan itu digelar untuk Jubelium 50 Tahun GKPI Gang Sado Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Gang Sado Medan menggelar festival vokal solo antar-Sekolah Minggu se-Kota Medan, Sabtu (20/10). Kegiatan itu digelar dalam rangka perayaan Jubelium GKPI Gang Sado Ke-50 Tahun.

Ketua Panitia Jubelium 50 Tahun GKPI Gang Sado Medan, Frans Manullang, SH.MSi mengatakan, kegiatan yang dibuka oleh Pendeta HB Simanjuntak STh MPdK itu bertujuan menjadi motivasi bagi semua anak-anak sekolah minggu di manapun berada, di lintas denominasi Gereja. “Sekaligus untuk menambah minat para generasi penerus Gereja, atas kecintaan terhadap dunia seni yang dalam acara ini termasuk seni tarik suara, “ ucap Frans.

Untuk itu, Frans mengaku sangat berterima kasih atas respon positif dari para orangtua, guru-guru sekolah minggu dan gereja yang bersedia mendaftarkan dan mengutus peserta pada Festival ini. Disebut Frans, festival tersebut merupakan perlombaan, makanya harus dan wajib mendapatkan siapa peserta terbaik di antara yang terbaik.

Oleh karena itu, Frans mengingatkan bagi yang belum beruntung menjadi pemenang, jangan bersedih dan putus asa. “Tetap semangat dan semakin menjadi motivasi karena bagi Tuhan, kita semua adalah pemenangnya, “ tambahnya.

Sebelum mengakhiri, Frans mengatakan pada perayaan Jubelium 50 Tahun GKPI Gang Sado Medan, akan diisi berbagai kegiatan. Dijelaskan Frans, 27 Oktober 2018 akan digelar donor darah dan cek kesehatan gratis serta ada pembagian kacamata gratis.

Selanjutnya, 28 Oktober 2018, digelar jalan sehat bersama seluruh Jemaat GKPI Gang Sado Medan. Seluruh kegiatan digelar di GKPI Gang Sado Jalan Taduan Sidorejo, Medam Tembung.

“Acara ini sifatnya terbuka untuk umum, dengan hadiah doorprize kulkas, mesin cuci, televisi, mixer, blender, rice cooker serta puluhan hadiah doorprize menarik lainnya. Untuk acara puncak Perayaan HUT 50 Tahun GKPI Gang Sado Medan dilaksanakan pada hari Sabtu di tanggal 3 November 2018,” pungkas Frans. (ain/azw)

LPJU Banyak Padam akibat Tangan Jahil

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Pekerja memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) yang rusak di Kawasan Jalan SMAN 2 Medan, Rabu (6/1). Perbaikan tersebut untuk memberikan kenyamanan bari pengguna jalan dan pejalan kaki pada malam hari.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Pekerja memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) yang rusak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Medan masih belum maksimal. Sebab, hingga kini banyak yang padam dan rusak.

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan Zulfakhri Ahmad mengaku, LPJU ada yang padam atau rusak karena banyak tangan-tangan jahil. “Kami akui banyak penilaian masyarakat tentang kami yang buruk, salah satunya persoalan lampu jalan yang padam. Namun, padahal tidak demikian banyaknya LPJU yang padam bukan karena petugas tidak bekerja tapi memang ada tangan-tangan jahil,” ujarnya, kemarin.

Ia mencontohkan, kawasan di seputaran Pusat Pasar yang LPJU-nya sering padam. Setelah ditelusuri, memang pedagang yang sengaja mematikan LPJU karena memang mereka tidak ingin barang dagangannya tersinari lampu. “Kami berharap masyarakat ikut turut berpartisipasi menjaga fasilitas yang ada,” tuturnya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong meminta agar dinas terkait memaksimalkan kinerjanya. Selain itu, kegiatan yang sudah dialokasikan jangan sampai tidak terlaksana.

“Berdasarkan pengaduan dari masyarakat, banyak mengeluhkan padam dan rusaknya LPJU. Oleh karenanya, diimbau agar melakukan pemeliharaan LPJU secara berkala dan segera meresepon keluhan masyarakat tersebut,” tukasnya. (ris/azw)

Dhika Siap Dipercaya Lagi

Sutan Siregar/sumut pos SIAP: Dhika Bhayangkara siap kembali menggantikan Abdul Rohim jika masih cedera.
Sutan Siregar/sumut pos
SIAP: Dhika Bhayangkara siap kembali menggantikan Abdul Rohim jika masih cedera.

Cederanya Abdul Rohim saat PSMS kontra Sriwijaya FC, Kamis (18/10) lalu membuatnya terancam absen saat bersua Mitra Kukar pada lanjutan Liga 1 di Stadion Teladan, Selasa (23/10) besok. Jika itu terjadi, Dhika Bhayangkara akan kembali dipercaya di bawah mistar.

Dhika tampil menggantikan Rohim. Dhika pun cukup menjanjikan dengan membuat beberapa penyelamatan gemilang. Salah satunya saat Dhika melakukan dua penyelamatan beruntun untuk menghalau tendangan Esteban Vizcara dan Alberto Goncalves di babak kedua. Dhika juga berhasil tampil tenang meskipun sudah lama diparkir.

Dhika tak memungkiri jika dirinya sempat grogi setelah lama tak merumput. Apalagi ada beban berat karena kala itu PSMS sedang unggul 1-0. “Grogi pasti ada, tapi saya berusaha bagaimana bisa keluar dari situasi itu. Akhirnya saya lega kamj berhasil menang,” ujar Dhika.

Dhika terakhir kali bermain saat laga kontra Persib Bandung di Stadion Teladan Juni lalu. Ketika itu PSMS tumbang 0-3. Kembali Rohim dari cedera kembali menggeser posisinya di bawah mistar.

Eks kiper PS TNI itu pun tak masalah jika dirinya harus turun karena kondisi Rohim sedang cedera. Menurutnya itu biasa dalam sepak bola. “Saya oke-oke saja. Tidak jenuh, kecuali saya sudah tidak bisa main bola lagi. Motivasi saya selalu tinggi, Alhamdulillah saya mencintai pekerjaan ini,” tambahnya.

Kemenangan ini membuat Dhika semakin percaya diri jika mendapat kepercayaan lagi di laga kontra Mitra Kukar. “Insha Allah doain saja. Semua pemain di sini ingin PSMS keluar dari zona degradasi,” ucapnya.

Sementara itu pelatih kiper PSMS, Sahari Gultom mengatakan siapapun kiper yang akan turun nanti adalah kiper yang dalam kondisi siap.

“Kondisi Rohim mudah-mudahan tidak apa-apa. Lebih jelasnya tanya dokter. Tapi saya harap para penggantinya juga bisa terus stabil,” ujar Gultom.

Sementara itu Dokter tim PSMS, Indra Feriadi mengatakan pergantian Rohim bukan diakibatkan karena cedera PCL yang dialaminya kambuh. “Kalau dilihat dari pertandingan kemarin, Rohim tidak berbenturan, jadi bukan cedera PCL yang kambuh tapi bagian otot betisnya yang kena,” kata Indra.

“Pergantian kemarin kami melihat dari pemain ya. Pemain terlihat tidak nyaman dan kesakitan, kami ganti. Itu sebagai langkah preventif saja,” ujarnya. (don)

Pengendara Motor Tabrak Truk Berhenti

SOPIAN/SUMUT POS TEWAS: Risky sekarat setelah menabrak bagian belakang truk.
SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Risky sekarat setelah menabrak bagian belakang truk.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pengemudi sepeda motor jenis Suzuki Smash BK 3790 NU, tewas setelah menabrak bagian belakang truk yang sedang berhenti. Peristiwa terjadi di traffic light Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Sabtu (20/10) sekira pukul 23.30 WIB.

Korban diketahui bernama Risky (17) warga Jalan Danau Maninjau, Lingkungan V, Kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi. Usai kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk divisum.

Kanit Laka Polres Tebingtinggi Ipda M Samosir mengatakan, jenis truk dan nopol tidak diketahui. Karena setelah kejadian pelaku melarikan diri.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, awalnya sepeda motor yang dikendarai Risky datang dari arah Pematang Siantar menuju Kota Tebingtinggi dengan kecepatan tinggi.

Diduga tidak memperhatikan truk yang sedang berhenti di persimpangan, korban menabrak bagian belakang truk.

“Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor meninggal dunia di perjalanan menuju RS Bhayangkara. Kerugian materi ditaksir Rp500 ribu,” terangnya.(ian/ala)

Cuca Ekstrem Rawan Penyakit

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cuaca ekstrem yang terjadi di kota Medan saat ini, rawan penyakit. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menginstruksikan Puskesmas dan kader posyandu meningkatkan edukasi ke masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan, drg Usma Polita melalui Kabid Layanan Kesehatan Masrita, Jumat (19/10).

“Ibu Kadis mengintruksikan untuk melakukan penyuluhan kesehatan ke masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, “ ungkap Masrita.

Lebih lanjut, diakui Masrita sejauh ini tidak ada laporan kenaikan jumlah kunjungan ke Puskesmas. Begitu juga dengan laporan peningkatan penyebaran penyakit terkait cuaca ekstrem, disebutnya belum ada. Namun, Masrita mengingatkan kondisi cuaca ekstrem rawan serangan penyakit, khususnya flu, diare dan penyakit kulit.

“Makanya kita mengingatkan meningkatkan kesehatan dari diri sendiri. Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun, tidak menggunakan air yang sudah terkontaminasi dengan genangan air dan lainnya, “ ujar Masrita.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bestari dr Indra mengaku cuaca ekstrem saat ini tdak membuat kunjungan ke Puskesmas meningkat. Namun, Indra menilai hal tersebut karena cuaca ekstrem yang terjadi belum berlangsung lama. Untuk itu, pihaknya terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat sebagaimana instruksi Kepala Dinas Kesehatan. Hal senada juga diakui Kepala Puskesmas Kampung Baru, dr Erwina. Katanya jumlah kunjungan ke Puskesmas tidak meningkat terkait cuaca ekstrem saat ini. Begitu juga dengan laporan pihak Kelurahan Aur, di mana lokasi itu sering terjadi banjir ketika intensitas hujan tinggi. Namun hinga kini belum terjadi.

“Meskipun begitu kita tetap standby di Puskesmas. Kita akan melayani setiap masyarakat yang datang ke Puskesmas dan selalu siap membuka posko kesehatan apabila terjadi banjir, “ ungkap Erwina. Kepala Puskesmas Sentosa, dr Yusuf P Ginting juga mengaku jumlah kunjungan ke Puskesmas, masih normal. Namun, dia mengaku cuaca ekstrem yang terjadi rentan memicu penyakit. Oleh karena itu dikatakannya pihaknya melakukan edukasi dan penyuluhan kesehatan. (ain/azw)