Home Blog Page 5847

Zahir Bangga dengan Masyarakat Batubara

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA - LOKASI: MAPOLRES BATUBARA BATUBARA: Kadis Sosial Batubara Drs Bahrumsyah mewakili Plt Bupati Batubara bersama Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang dan Perwakilan ACT Sumut Rahmadani Pulungan dan sejumlah pejabat Pemkab Batubara.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA – LOKASI: MAPOLRES BATUBARA
BATUBARA: Kadis Sosial Batubara Drs Bahrumsyah mewakili Plt Bupati Batubara bersama Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang dan Perwakilan ACT Sumut Rahmadani Pulungan dan sejumlah pejabat Pemkab Batubara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Batubara diwakili Kadis Sosial Batubara Drs Bahrumsyah dan Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang SH, menyerahkan bantuan masyarakat Batubara yang peduli terhadap musibah gempa bumi dan tsunami yang menimpa masyarakat Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Bantuan berupa beras 3.671 kilogram atau lebih 3,6 ton dan uang Rp191.621.500. Bantuan diserahkan Plt Bupati Batubara diwakili Bahrumsyah bersama Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang kepada Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Perwakilan Sumut, Rahmadani Pulungan dari halaman kantor Polres Batubara di Limapuluh, Jumat (19/10).

Plt Bupati Batubara yang diwakili Kadis Sosial Batubara Drs Bahrumsyah didampingi Kabag Kesra Batubara Syahrisam SPd menjelaskan, bantuan yang diserahkan merupakan wujud nyata dan kepedulian masyarakat Batubara dengan pemerintah daerah dan kecamatan terhadap korban musibah bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah.

Dengan bantuan ini, kata Bahrumsyah, masyarakat di Palu, Donggala dan Sigi merasa diringankan.

“Pengumpulan bantuan juga mendidik masyarakat di Batubara untuk saling peduli terhadap saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang, atas nama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Batubara mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Batubara yang telah menunjukkan jiwa cinta sesama cinta NKRI dengan rasa senasib dan sepenanggungan.

“Sehingga secara bergotong royong berbagi kasih,” ujar kapolres didampingi Kabag Sumda Kompol M Ritonga, Kabag Ren Kompol Tanjung, Kasat Reskrim AKP Hery Tambunan dan Kasat Intel AKP Romi Manik.

Perwakilan ACT Sumut Rahmadani Pulungan yang menerima bantuan menyatakan, bahwa bantuan akan dikirim Selasa (23/10) dengan kapal laut. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, kapolres dan jajaran, camat serta seluruh masyarakat Batubara.

Sementara, Bupati terpilih Ir H Zahir MAP merasa bangga dengan masyarakat Batubara. Sebab, masyarakat telah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Kapolres Batubara menghimpun bantuan untuk saudara-saudara di Palu, Sigi dan Donggala yang mendapat musibah bencana gempa dan tsunami.

Dengan semangat gotong royong dan peduli sesama, Zahir yakin penderitaan saudara-saudara di Sulawesi Tengah dapat teratasi.(*)

12 Jeriken Tuak Suling Diamankan

DIAMANKAN: Sebanyak 12 jerigen tuak suling diamankan dari satu dumptruk, Sabtu (20/10) malam.
DIAMANKAN: Sebanyak 12 jerigen tuak suling diamankan dari satu dumptruk, Sabtu (20/10) malam.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Petugas Kepolisian Sektor Lolowau Polres Nias Selatan Sumatera Utara menangkap 1 unit kendaraan roda 6 jenis dumptruk. Truk tersebut membawa 12 jeriken minuman keras jenis tuak suling.

Kendaraan tersebut dihentikan di jalan umum Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (20/10) malam.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebut, ada truk yang melintas dari Desa Ehosakhozi Kecamatan Huruna menuju Desa Lolowau Kecamatan Lolowau membawa 12 jeriken tuak suling.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menghentikan truk tersebut di kawasan jalan umum Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Florentinus Napitupulu SIK MH melalui Kapolsek Lolowau Iptu A Yunus Siregar, membenarkan penangkapan tersebut.

“Kita dapat info. Dari informasi tersebut saya perintahkan anggota untuk melakukan monitoring di lapangan. Kemudian kita temukan 2 unit mobil dumptruk yang melintas. Setelah dilakukan pemeriksaan, satu diantaranya membawa 12 jeriken tuak suling,” kata Yunus, Minggu (21/10).

Setiap jeriken berisi 35 liter tuak. Sehingga total tuak yang diamankan sebanyak 420 liter. Pengemudi mobil beserta barang bukti langsung diamankan ke Polsek Lolowau untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Menurut keterangan pengemudi dumptruk bernama Martinus Halawa (25) warga Desa Lolohowa Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan, Tuak Nias tersebut dibeli dari Ama Yeni (50) di desa Ehosakhozi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan. Harganya Rp420.000 per jeriken. Martinus mengaku diupah sebesar Rp300.000 untuk mengantarkan tuak suling tersebut,” papar Yunus.

“Dumptruk dan 12 jeriken tuak suling akan kami limpahkan ke Polres Nias Selatan,” tambahnya.

Yunus menegaskan, akan terus melakukan operasi pemberantasan minuman keras.(dvs/ala)

Sumut Terpilih sebagai Tuan Rumah PRB Nasional 2018

.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO -Setelah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-27, Sumatera Utara (Sumut) kembali terpilih menjadi tuan rumah kegiatan nasional Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional yang akan diselengggarakan pada 21-25 Oktober 2018.

Peringatan Bulan PRB merupakan kegiatan rutin tahunan yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, di sela-sela acara Pameran Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana Nasional 2018, di Astaka Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Minggu (21/10).

Riadil menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk mengurangi indeks risiko bencana sedang hingga tinggi pada kabupaten/kota di Indonesia. “Dengan kegiatan ini diharapkan ada pemahaman yang sama pada konsep PRB tersebut,” jelasnya.

PRB juga selaras dengan aktivitas global yang dimotori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui badannya, United Nations International Strategy for Disaster Reductions (UNISDR) yang telah menetapkan 13 Oktober sebagai hari peringatan Pengurangan Risiko Bencana Internasional.

Tema yang diangkat pada kegiatan peringatan bulan PRB ke-6 ini adalah “Aksi Solidaritas Untuk (NTB) dan (Sulteng) Melalui Kemitraan Pemerintah, Masyarakat Dan Lembaga Usaha.” Tema ini menurut Riadil diangkat sebagai bentuk solidaritas para pelaku penanggulangan bencana di seluruh Indonesia terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) yang baru saja tertimpa musibah.

Peringatan Bulan PRB bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan dan memperkuat aksi-aksi pengurangan risiko bencana, membangun kerja sama dan meningkatkan komitmen pemangku kepentingan untuk pengurangan risiko bencana dan membangun ketangguhan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB seluruh Indonesia, serta menjadi ajang pembelajaran bersama sebagai investasi ketangguhan terhadap bencana alam.

Peringatan Bulan PRB akan diselenggarakan dari tanggal 21-25 Oktober di lima Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara yaitu Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir.

Acara ini diisi dengan kegiatan talkshow, berbagi pengetahuan, peningkatan kemampuan teknis, pelatihan yang dipandu oleh ahli-ahli bidang kebencanaan. Ada juga pameran, jalan sehat, lomba pengenalan kebencanaan kepada remaja, kampanye PRB, rally and field trip kemanusiaan dari Medan ke Parapat, tangguh award, apel siaga untuk solidaritas Sulteng dan tentunya puncak acara aksi solidaritas untuk NTB dan Sulteng.

Peserta kegiatan ini diperkirakan lebih dari 3.000 orang yang terdiri dari Kepala Daerah, DPR/DPD/DPRD, Kementrian/Lembaga, pejabat OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, pejabat dan staff organisasi nasional/daerah/internasional, Forum PRB, praktisi kebencanaan, akademisi dan lainnya.(prn/han)

Hasil Panen Meningkat dan Berkualitas

Bawang merah
Bawang merah

KARO, SUMUTPOS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut melakukan pembinaan Klaster Bawang Merah kepada kelompok tani Tebing Latersia di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumut.

Dibawah binaan BI Sumut, hasil tanaman para kelompok tani menghasilkan pertanian yang sangat baik secara kualitas dan kuantitas. Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Tani Tebing Latersia, Budi Tarigan kepada wartawan, usai acara Phasing Out atau mengakhiri binaan di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Kamis (18/10) siang.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Demina Sitepu dan Wakil Bupati Karo, Corry S Sebayang.

“Selain hasil panen yang baik, banyak kami dapatkan dari binaan BI Sumut ini. Misalnya, soal ilmu, BI Sumut mendatangkan narasumber berasal dari Brebes, Jawa Tengah,” sebut Budi.

Budi menyebutkan, Kelompok Tani Tebing memiliki 52 anggota dengan luas lahan sebanyak 23 hektar. Dengan ilmu yang diberikan, hasil panen mencapai tarbet. bisa melakukan panen mencapi 20 ton lebih per hektare. Yang sebelumnya, hasil panen jauh dari angka tersebut.

Sekarang masuk musim hujan, kami cuma bisa panen 18 ton perhektare, atau turun 20 hingga 30 persen dari hasil panen. Kalau cuaca baik, bisa diatas 20 ton perhektar,” jelas Budi.

Terkait kendala cuaca, lanjut Budi, tidak menyurutkan para petani untuk menanam bawang merah dengan jenis Varietas Bauji, Varietas Tajuk dan Varietas Maja.

Dimana, bibit bawang merah dikirim langsung dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. “Untuk binaan Klaster Bawang Merah, kami sudah diberikan binaan sejak tahun 2014 dan sudah 4 tahun berjalan lah ini. Banyak keuntungan yang tak ternilai kami terima,” tutur Budi.

Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Demina Sitepu mengungkapkan sebagai salah satu komoditas unggulan utama di Sumut, permintaan bawang merah untuk konsumsi masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari.

“Untuk di Sumut ada sentra pengembangan bawang merah, salah satunya dI Kabupaten Karo, Dam, Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara dengan produksi rata-rata masih rendah yakni mencapal 8 ton perhektar. Angka ini masuh lebih rendah dan rata rata produksi dI pulau Jawa,” kata Demina dalam memberikan kata sambut pada acara Phasing Out tersebut.

Wakil Bupati Karo, Corry Sebayang mengapresiasi BI Sumut kepada Kelompok Tani Tebing Latersia. Dengan binaan tersebut, ia berharap program tersebut Karo menjadi Kabupaten yang mampu memproduksi bibit dan produk bawang merah berkualitas. Cory menegaskan kepada petani bawang merah, untuk terus meningkatkan kualitas hasil pertanian. Kemudian, jadikan Kabupaten Karo menghasilkan dan penangkaran bawang merah terbaik untuk Sumut.

“Kami berpesan, soal rumah bawng bisaa disimpan, Kalau harga turun?. Di Kabupaten Karo cuma di sini ada rumah bawang,” tandasnya. Kantor Perwakilan BI Prov Sumut menyerahkan bantuan berupa lampu sebagai penangkap hama bagi kelompok tani yang diterima langsung Wakil Bupati Karo, Corry Sebayang dan perwakilan kelompok tani sebanyak 95 unit. (gus/han)

Target 10 Ribu Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Bagus/sumut pos JUMPA PERS: Pemkab Samosir dan BPODT pada keterangan pers Samosir Jazz Season 2018 di Medan.
Bagus/sumut pos
JUMPA PERS: Pemkab Samosir dan BPODT pada keterangan pers Samosir Jazz Season 2018 di Medan.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, Sumut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) kembali menggelar Samosir Jazz Seasons 2018, di Pesisir Pantai Danau Toba, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sabtu (27/10) mendatang.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan Jazz Seasons didukung oleh BPDOT dan pihak penyelenggara World Event Management (WEM). Ia menyebutkan, seluruh penampilan dievent tersebut akan mempersembahkan kolaborasi antara musisi Jazz nasional, internasional dan musisi etnis batak.

“Yang tampil di Jazz acara yang sangat bergensi. Karena event luar biasa, saya datang bersama BPODT pada jumpa pers hari ini di Medan (kemarin,red). Bagaimana kolaborasi antara Jazz dengan musik tradisional musik batak. Patut untuk kita saksikan bersama,” ungkap Rapidin pada jumpa pers di Kafe Potret di Medan, Minggu (21/10) sore.

Dijelaskannya, tujuan dari event musik ini merupakan untuk menarik wisatawan baik dari dari Nusantara maupun international dengan target 10 ribu penonton.

CEO WEM, Erucakra Mahameru menyebutkan untuk menggelar event Samosir Jazz Seasons 2018 sudah melakukan riset dan penelitian dari musik digelar di Danau Toba, Kabupaten Samosir. Yang baru-baru Samosir Musik Internasional.

Untuk diketahui, Samosir Jazz Season 2018 merupakan kalender event tahunan Danau Toba 2018. Yang digelar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, khususnya ke Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara pada umumnya. Diharapkan turut menggaungkan potensi pariwisata Kawasan Danau Toba ke Nusantara dan dunia Internasional.

Sebagai pelaksana, WEM kemudian mengundang para artis penyanyi dan musisi jazz Indonesia terkemuka.

Erucakra & C Man akan tampil mengedepankan konsep istimewa, dimana akan disajikan musik kontemporer bertemakan Sriwijaya Kronologi. Di dalamnya akan didukung oleh musisi internasional, Rodrigo Parejo, flutist asal Spanyol. Serta musisi asal Amerika Serikat, Edward Van Ness.

Samosir Jazz Season 2018 akan tambah semarak karena akan dimeriahkan oleh dua sosok artis Syaharani, yang bakal didukung kelompoknya sendiri, Syaharani & Queenfireworks. Lalu penyanyi jazz pop yang telah eksis sejak era 1980-an, Dian Pramana Poetra, tentunya juga dengan grup musiknya sendiri. (gus/han)

Draf KUA-PPAS RAPBD Sumut TAPD Masih Pakai Tekenan Eko Subowo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumatera Utara memastikan bahwa tetap memakai draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2019, semasa Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo.

Sekretaris TAPD Sumut, Agus Tripriyono mengatakan, draf yang sudah diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut itu hanya tinggal disinkronisasi sesuai visi misi kepala daerah yang baru. “Berdasarkan surat menteri Dalam Negeri, rancangan APBD mesti memasukkan visi misi kepala daerah. Yang sebelumnya (diserahkan ke Banggar) masih berlaku. Tinggal nanti waktu pembahasan akan dimasukkan,” katanya kepada wartawan di kantor Gubsun
Jumat (19/10) sore.

Dia menjelaskan, visi misi kepala daerah yang akan dimasukkan saat pembahasan RAPBD 2019 nanti tidak jauh berbeda berdasarkan keinginan gubernur sebelumnya. “Untuk pak gubernur yang baru inikan ada lima prioritas program yang akan dijalankan. Yakni infrastruktur, tenaga kerja, pendidikan, kesehatan dan agraria. Dan itu sudah pasti akan masuk (di RAPBD),” ungkapnya.

Agus menegaskan pihaknya tidak akan menyerahkan draf KUA-PPAS yang baru lagi ke Banggar DPRD Sumut. Sebab sesuai permendagri pembahasan setelah pengajuan draf akan dilakukan secara simultan atau bersamaan. Itu artinya draf KUA-PPAS yang ditandatangani Eko Subowo masih tetap dipakai untuk melanjutkan pembahasan RAPBD.

“Artinya draf KUA-PPAS dan RAPBD bisa dilakukan bersamaan. Draf yang lama tersebut masih tetap berlaku dan tinggal sinkronisasi saja,” kata kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Setdaprovsu itu.

Lantas kapan jadwal pembahasan RAPBD bersama Banggar DPRD Sumut dilakukan? Ia menyebut pihaknya sedang menunggu jadwal dari sekretaris dewan sembari berupaya meminta arahan lebih lanjut dari Gubernur Edy Rahmayadi. “Ya, tinggal nunggu (jadwal) sekwan,” katanya.

Disinggung mengenai peraturan gubernur sebagai pengganti peraturan daerah Perubahan APBD Sumut 2018, ia mengatakan sudah tidak ada masalah sebab pelaksanaan kegiatan yang berjalan hingga akhir tahun memakai biaya di APBD induk.

“Permendagri memperbolehkan itu, bilamana tak ada kesepakatan KUA-PPAS PAPBD dapat diganti dengan memakai pergub. Jadi semua berjalan memakai dana APBD murni,” pungkasnya. (prn/azw)

Perusahaan Jangan Sampai Tutup, Gubsu Masih Pelajari Kenaikan UMP 2019

Edy Rahmayadi Gubernur Sumut
Edy Rahmayadi
Gubernur Sumut

SUMUTPOS.CO – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar 8,03 persen menuai pro dan kontra dari pengusaha dan elemen buruh. Karenanya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi tak mau gegabah dalam mengambil kebijakan dalam menetapkan UMP 2019. Dia mengaku akan mempelajarinya demi kepentingan bersama.

Saat ditanya Sumut Pos soal kenaikan UMP 2019, Edy Rahmayadi mengaku belum bisa menjawab berapa perkiraan kenaikan UMP Sumut 2019. Menurutnya, dia harus mengetahui betul rincian kebijakan menaikkan UMP sebesar 8,03 persen yang sebelumnya disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri. “Saya harus tahu dulu (kebijakan kenaikan UMP, Red)n
baru bisa saya jawab,” katanya kepada Sumut Pos, Jumat (19/10).

Menurut Edy, UMP bukan semata-mata perkara menaikkan atau menurunkan nilai besaran upah. Melainkan harus diketahui rumusan yang jelas tentang faktor kenapa harus dinaikkan. Hal ini pula kata dia ingin diketahui lebih detil sehingga tidak salah ketika nanti mengambil sebuah keputusan. “Jadi bukan perkara menaikkan atau menurunkan. Kalau tiba-tiba (UMP) dinaikkan, tapi pengusaha tidak mampu, kan tutup (perusahaan) semuanya,” pungkasnya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adiyaksa mengaku menghargai keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) terkait kenaikan UMP 2019 sebesar 8,03 persen. Menurut Laksamana, keputusan tersebut ditetapkan Menaker pasti sudah melalui pertimbangan yang matang dan sesuai dengan PP 78/2015.

Dia juga mengatakan, kenaikan UMP ini setiap tahun terjadi dan sudah ada ketentuan yang mengaturnya. Dan dia juga mengamini, keputusan Menaker tersebut pasti menuai pro dan kontra di kalangan pengusaha dan pekerja atau buruh. “Jadi, mari lah sama-sama kita menghargai peraturan itu. Kan itu (PP 78/2015) belum berubah. Kalau bukan kita, siapa lagi yang memau menghargai keputusan pemerintah itu,” kata Laksamana.

Ia juga mengaku dapat memaklumi jika elemen buruh menolak kebijakan Menaker tersebut. Karena itu merupakan hak para buruh dalam menyikapi kenaikan UMP tersebut. Namun begitu, Laksamana mengatakan, Apindo akan menjalani putusan tersebut.

“Kalau sudah ditentukan, mari kita ikuti bersama-sama. Kalau cerita masalah PP 78, ini sebenarnya menguntungkan kawan-kawan pekerja. Jujur saja, dulu inflasi berapa presen? Ini inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi. Jadi, sekarang komponen angkanya lebih besar,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, sebelum keluarnya kebijakan dari Menaker terkait UMP 2019 ini, pada Agustus 2018 lalu, sudah digelar rapat dewan pengupahan se-Indonesia di Jakarta. Semua provinsi hadir, termasuk Sumatera Utara yang diwakili semua komponen pekerja, buruh, pengusaha, pemerintah dan perguruan tinggi. Sehingga, UMP 2019 yang ditetapkan Menaker tersebut sebenarnya sudah ideal dan tidak merugikan pihak manapun.

Untuk itu, dia berharap UMP Sumatera Utara tahun 2019 juga harus memperhatikan kondisi pengusaha. “Jangan sampai kenaikan UMP berdampak pada biaya operasional tinggi. Perusahaan bisa tutup dan bakal berdampak pada terjadinya pemutusan kerja besar-besaran. Makanya, mari sama-sama kita menjunjung tinggi peraturan yang ada. Selama perubahan sudah ada, kita jalani. Sama-sama kita menghargai lah,” tandasnya.

Berencana Serang Vihara dan Kantor Polisi, Dua Teroris Tanjungbalai Ditembak Mati

bagus syahputra/sumut pos BOM: Petugas penjinak bom meledakkan bom pipa yang diamankan dari terduga teroris yang ditembak mati di Kota Tanjungbalai, Sumut, Jumat (19/10).
bagus syahputra/sumut pos
BOM: Petugas penjinak bom meledakkan bom pipa yang diamankan dari terduga teroris yang ditembak mati di Kota Tanjungbalai, Sumut, Jumat (19/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Densus 88 Mabes Polri menembak mati dua pria terduga teroris dalam penyergapan yang dilakukan di Jalan Jumpul, Lingkungan IV, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nbung, Kota Tanjungbalai, Kamis (18/10).

Mereka adalah Hendry Syahli Manurung (26) dan M Rival Alwis alias Rivai (22), warga Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan. Keduanya dilumpuhkan berkat informasi masyarakat yang menemukan dan memberikan petunjuk kepada petugas mengenai keberadaan para pelaku.

“Tersangka meninggal dunia pada saat dilakukan penindakan, karena adanya perlawanan menggunakan senjata api maupun senjata tajam,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, saat memberikan keterangan di Polres Tanjungbalai, Jumat (19/10) siang.

Dikatakan Agus, selain kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu buah senjata api rakitan, satu selongsong peluru yang sudah diledakkan, 27 peluru sisa, senjata tajam berupa sebilah pisau, dan 5 box kontainer berisi bahan peledak.

“Saat dilakukan penggeledahan di kediaman pelaku, ditemukan 3 rompi dengan 7 tabung yang berisi bahan peledak dan paku. Termasuk serbuk dan bahan-bahan untuk membuat bom rakitan,” ujar Agus.

Jenderal bintang dua tersebut membeberkan, dua orang terduga teroris yang tewas ditembak terindikasi merupakan bagian dari anggota kelompok Syaiful Cs. Syaiful adalah salah seorang terduga teroris yang tewas ditembak di Tanjungbalai pada Mei 2018 lalu. “Kelompok ini menjadikan sasaran peledakan di Mako Polri, vihara-vihara, dan objek-objek lain yang menjadi sasaran,” tukas Agus.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai menambahkan, status Kota Tanjungbalai sudah menjadi siaga satu antisipasi gangguan Kamtibmas. Begitupun, kejadian tersebut tidak berdampak pada rangkaian kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019.

Sementara, Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri menyebutkan, Hendry Syahli Manurung dan M Rival Alwis alias Rivai merupakan sel Jamaah Ansaru Daulah (JAD) Tanjungbalai. Keduanya diamankan pada Kamis (18/10) petang sekira pukul 15.05 WIB. Saat itu Densus melakukan surveilance di rumah kontrakan yang berada di Jalan Sipori-Pori, Tanjungbalai, Sumatera Utara.

“Pada saat dilakukan surveillance, sambil menunggu tim tindak datang, tiba-tiba tersangka Hendry menghampiri anggota dan melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau,” kata Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (19/10).

Kemudian, lanjut Dedi, petugas memberikan tembakan peringatan namun tersangka Hendry tetap menyerang sehingga dilakukan penembakan untuk melumpuhkan. Saat itulah tersangka Rivai datang dan membantu Hendry. Dia membawa lari Hendry dan pada saat kedua tersangka lari melewati pemukiman warga terdapat empat buah bom pipa milik mereka yang terjatuh.

Bom ini ditemukan warga yang kemudian memberikan informasi kepada petugas yang kemudian menyisir. Warga juga memberi info bahwa tersangka bersembunyi ke arah WC umum.

“Pada saat dilakukan penyisiran di arah larinya para tersangka, memang terdapat WC umum yang salah satu pintunya mencurigakan karena tidak bisa dibuka, seperti terganjal,” imbuh Dedi.

Oleh petugas, pintu itu didobrak dan mendadak para tersangka kembali melakukan penyerangan dengan menembak petugas hingga kemudian terjadi kontak tembak. Tersangka juga sempat melakukan pelemparan sebuah bom pipa kepada petugas yang lalu dibalas dengan tembakan. Mereka dilumpuhkan hingga tewas.

Lalu, kedua jenazah pelaku terduga terorisme itu dibawa ke rumah sakit terdekat di Kota Tanjungbalai, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. (dvs/omi)

BPBD Siapkan Relokasi Warga Ulu Pungkut

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca banjir bandang yang melanda wilayah Mandailing Natal (Madina) Sabtu (13/10) malam lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara masih intens melakukan proses evakuasi desa-desa yang terisolasi. TNI, Polri, Tim SAR, BPBD dan para relawan masih berada di Kecamatan Ulu Pungkut, guna membersihkan material dan puing-puing pascabandang.

“Untuk pengoptimalan tanggap darurat di Madina, status bencana diperpanjang satu minggu ke depan,” kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, menjawab Sumut Pos, Jumat (19/10).

Ia menjelaskan, para pengungsi masih berada di tenda-tenda pengungsian. Karena itu, BPBD menyiapkan relokasi bagi mereka. “Kegiatan evakuasi masih berlangsung di Ulu Pungkut. membersihkan kayu dan batu mulai dari atas hingga kebawah,” katanya.

Tentang Desa Tagilang Julu, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang terisolasi akibat terjangan banjir bandang, Riadil mengatakan, belum mendapat informasi rinci. “Saya cek dulu informasi akuratnya ya,” katanya.

Namun sepengamatan dirinya saat meninjau langsung ke lokasi bersama Gubsu pekan lalu, diakuinya, memang ada beberapa desa yang masih terisolasi dan dalam kondisi memprihatinkan. “Kalau saya tidak salah, desa tersebut terimbas air itu keluarnya dari bukit-bukit. Akses menuju lokasi tersebut memang sulit dituju,” katanya.

Apalagi malamnya ada banjir bandang susulan. Air yang turun datangnya dari gunung menuju ke jalan. “Kami tengok waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB. Macam air pancoran dari bukit paling tinggi. Begitupun saya akan cek lagi kalau ternyata sampai ada lima unit rumah warga yang hanyut akibat bandang,” katanya.

Selain melakukan evakuasi dan mempersiapkan relokasi, pemerintah juga bakal menyiapkan sekolah untuk masyarakat di daerah itu, dan menggerakkan ekonomi rakyat di bidang perkebunan. Apalagi pembangunan sekolah perkebunan di sana merupakan permintaan masyarakat dan Pemkab Madina.

“Saya sudah koordinasikan dengan Kadisdik Arsyad Lubis untuk menyiapkan sekolah pengganti di sana. “Kan sekarang SMA/SMK berada di bawah naungan Pemprovsu,” ujar mantan kepala Bappeda Sumut ini.

Mengenai infrastruktur jalan, sambung Riadil, terutama di Kecamatan Natal saat ini sedang ditangani langsung oleh pihak Balai Besar Jalan Nasional.

Sejak dilanda banjir bandang, Sabtu (13/10) malam lalu, Desa Tagilang Julu hingga saat ini masih terisolir. Kondisi warga di kampung itu masih memprihatinkan. Bantuan pemerintah belum bisa disalurkan akibat sulitnya akses menuju kampung tersebut.

Informasi diperoleh, sedikitnya lima unit rumah milik warga hanyut diseret banjir beberapa hari lalu. Selain itu, belasan rumah warga rusak parah. Warga terpaksa menumpang di rumah warga lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan makanan, warga menyediakan sendiri karena belum ada bantuan dari pemerintah.

Camat Muara Batang Gadis, Sahrul Matondang mengatakan, sulitnya akses ke Desa Tagilang Julu, lantaran sisa dari longsor dan banjir belum bisa dibersihkan. Sejumlah akses yang rusak seperti jalan yang sulit dilalui, jaringan telpon terputus. “Desa Tagilang Julu dan Dusun Baronjong terparah. Naik roda dua saja harus ditarik. Makanya bantuan sulit dikirim, jaringan pun baru bisa, mau ke Natal jalan terputus,” ujarnya.

Sahrul mengatakan, bencana banjir Desa Tagilang Julu mengakibatkan 5 rumah hanyut, 11 rusak berat, dan 33 rusak ringan akibat luapan sungai Tagilang. Di Dusun Baronjong telah menghanyutkan 1 unit rumah, di Desa SP 1 dan 2 Singkuang. Sementara di Manuncang masih terendam banjir sampai sekarang. Banjir yang terjadi di Hutarimbaru, Lubuk Kapundung mulai surut.

Menurut Sahrul, sebanyak 49 rumah wajib direlokasi akibat terkena banjir dan longsor. “Kondisi ke-49 rumah warga sudah tidak layak huni. Selain itu rawan bencana dari Sungai Tagilang,” ujarnya.

Kapolres Tebingtinggi Jenguk Balita Penderita Kanker Otak

SOPIAN/SUMUT POS BANTU: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika memberi bantuan kepada balita penderita kanker otak.
SOPIAN/SUMUT POS
BANTU: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika memberi bantuan kepada balita penderita kanker otak.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan jajarannya menjenguk balita penderita kanker otak, Zihan Faliza, di kediamannya, Jalan Persatuan, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padanghilir, Kota Tebingtinggi, Jumat (19/10).

Balita berusia 1 tahun 4 bulan tersebut merupakan anak pasangan suami istri (Pasutri)Faisal dan Dijah. Meski sudah berbagai pengobatan medis dan herbal telah dilakukan, penyakit radang otak yang sudah dialami Zihan semenjak berusia 9 bulan tak kunjung sembuh hingga sekarang.

Faisal dan Dijah pun berharap kesembuhan dari penyakit yang diidap putrinya itu dengan berobat ke rumah sakit yang memiliki peralatan canggih. Namun karena keterbatasan biaya, mereka hanya bisa membawa Zihan ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Tebingtinggi, dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

“Kami berharap ada orang yang bermurah hati untuk mengobati penyakit anaknya. Untuk saat ini biar berobat jalan aja di rumah,”ujar Dijah.

Sementara itu, Kapolres Tebing tinggi AKBP Sunadi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam melihat kondisi Zihan Faliza. Sunadi pun meminta agar kedua orangtua Zihan Faliza untuk senantiasa tawakal dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. “Sebagai umat muslim, kita harus tetap tawakal dan memanjatkan doa kepada Allah SWT, semoga ada mukzijat atas kesembuhan anak kita,”ujar AKBP Sunadi.

Pada kesempatan itu, Sunadi pun memberikan bantuan untuk meringankan beban Faisal dan Dijah untuk membawa berobat Zihan agar cepat sembuh.

“Mungkin bantuan yang kami berikan tidak besar nilainya, namun inilah bentuk kepedulian kami. Semoga bisa bermanfaat, dan kami doakan anak ini diberikan kesembuhan,”ujar AKBP Sunaidi.

Sementara, Dijah mewakili keluarga mengucapkan rasa terimakasih kepada Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan Ketua Wartawan unit Polres Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan atas kunjungan dan bantuannya. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan dimudahkan rezeki,”ucap Dijah. Tampak hadir dalam kunjungan tersebut yaitu Kabag Sumda Kompol Ismui, KasatIntelkam AKP Nazaruddin, Kasat Sahbara AKP Soya Lato dan Kasubag Humas Ipda J Nainggolan. (ian/han)