Home Blog Page 5848

Kapolres Tebingtinggi Jenguk Balita Penderita Kanker Otak

SOPIAN/SUMUT POS BANTU: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika memberi bantuan kepada balita penderita kanker otak.
SOPIAN/SUMUT POS
BANTU: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika memberi bantuan kepada balita penderita kanker otak.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan jajarannya menjenguk balita penderita kanker otak, Zihan Faliza, di kediamannya, Jalan Persatuan, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padanghilir, Kota Tebingtinggi, Jumat (19/10).

Balita berusia 1 tahun 4 bulan tersebut merupakan anak pasangan suami istri (Pasutri)Faisal dan Dijah. Meski sudah berbagai pengobatan medis dan herbal telah dilakukan, penyakit radang otak yang sudah dialami Zihan semenjak berusia 9 bulan tak kunjung sembuh hingga sekarang.

Faisal dan Dijah pun berharap kesembuhan dari penyakit yang diidap putrinya itu dengan berobat ke rumah sakit yang memiliki peralatan canggih. Namun karena keterbatasan biaya, mereka hanya bisa membawa Zihan ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Tebingtinggi, dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

“Kami berharap ada orang yang bermurah hati untuk mengobati penyakit anaknya. Untuk saat ini biar berobat jalan aja di rumah,”ujar Dijah.

Sementara itu, Kapolres Tebing tinggi AKBP Sunadi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam melihat kondisi Zihan Faliza. Sunadi pun meminta agar kedua orangtua Zihan Faliza untuk senantiasa tawakal dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. “Sebagai umat muslim, kita harus tetap tawakal dan memanjatkan doa kepada Allah SWT, semoga ada mukzijat atas kesembuhan anak kita,”ujar AKBP Sunadi.

Pada kesempatan itu, Sunadi pun memberikan bantuan untuk meringankan beban Faisal dan Dijah untuk membawa berobat Zihan agar cepat sembuh.

“Mungkin bantuan yang kami berikan tidak besar nilainya, namun inilah bentuk kepedulian kami. Semoga bisa bermanfaat, dan kami doakan anak ini diberikan kesembuhan,”ujar AKBP Sunaidi.

Sementara, Dijah mewakili keluarga mengucapkan rasa terimakasih kepada Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan Ketua Wartawan unit Polres Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan atas kunjungan dan bantuannya. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan dimudahkan rezeki,”ucap Dijah. Tampak hadir dalam kunjungan tersebut yaitu Kabag Sumda Kompol Ismui, KasatIntelkam AKP Nazaruddin, Kasat Sahbara AKP Soya Lato dan Kasubag Humas Ipda J Nainggolan. (ian/han)

Pengurus Lama PKS Legowo

KETERANGAN: Anggota Majelis Syuro DPP PKS, Tifatul Sembiring, didampingi pengurus baru DPW Sumut memberikan keterangan pers terkait pergantian kepengurusan.
KETERANGAN:
Anggota Majelis Syuro DPP PKS, Tifatul Sembiring, didampingi pengurus baru DPW Sumut memberikan keterangan pers terkait pergantian kepengurusan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gejolak internal DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara, tidak seperti yang terjadi di provinsi lain. Meski susunan struktural di tubuh organisasi dirombak total oleh DPP, keanggotaan bekas pengurus sebelumnya masih tetap melekat.

Salah seorang mantan pengurus struktural PKS Sumut, akhirnya buka suara paskaperombakan total di tubuh organisasi mereka. Menurutnya, meski pelantikan kepengurusan yang baru terkesan mendadak, namun pihaknya menerima dengan besar hati atas apa yang sudah terjadi itu.

“Seperti kata Pak Tifatul kemarin, bahwa perombakan kepengurusan inikan murni untuk penyegaran. Sebagai prajurit tentu kami terima walau informasi (pelantikan) sangat mendadak,” kata mantan Sekretaris DPW PKS Sumut Abdul Rahim Siregar menjawab Sumut Pos, Jumat (19/10).

Rahim mengamini kalau tidak hadir waktu pelantikan kepengurusan yang baru. Dia saat itu ia sedang berada di luar kota dengan agenda konsolidasi konstituen yang sudah lama terjadwal. “Tidak mungkin saya batalkan karena sudah sejak beberapa bulan lalu agendanya. Sementara informasi pelantikan baru satu hari menjelang pelantikan diberitahu, itu pun pada malam harinya,” katanya.

Pun demikian, dirinya menggaransi meski namanya sudah tidak berada di struktur kepengurusan yang baru, sampai sekarang masih tetap sebagai kader PKS. “Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Saya pikir kita masih (kader) dan belum ada yang menyatakan keluar sebagai anggota. Apalagi kan pengurus yang baru yang dinakhodai Pak Hariyanto belum menyusun struktur pengurusnya, jadi kita belum tahu masih tetap berada didalam atau anggota biasa,” kata Abdul Rahim.

Ia mengungkapkan, para pengurus lama sangat terbuka dan siap bila diajak berkomunikasi maupun berkoordinasi. Apalagi untuk kemajuan partai menjelang Pemilu 2019 yang sudah semakin dekat.

“Ya, tentu kami sangat terbuka untuk itu. Karena kami juga sudah punya pengalaman dengan Pilkada Sumut sejak 2013 sampai 2018 waktu mengusung dan memenangkan pasangan Eramas. Mana tahu ada hal-hal yang perlu dibicarakan untuk penguatan basis suara PKS di Sumut, kami siap dan terbuka,” katanya.

Rahim juga membantah, dengan banyaknya kepengurusan lama yang dirombak tidak memengaruhi pencalegan yang sebelumnya telah ditetapkan. “Kami pikir tidak ada masalah ya. Kan sudah DCT (Daftar Calon Tetap), dan semua yang maju sebagai calon legislatif masih kader partai,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS merombak total struktur kepengurusan DPW PKS Sumatera Utara. Pengambilan sumpah sejumlah pengurus baru itu dilakukan di Hotel Madani Medan, Rabu (17/10).

Ketua DPP PKS Wilayah Daerah Sumut, Tifatul Sembiring yang sekaligus memimpin pengambilan sumpah menegaskan, perombakan pengurus tersebut tidak terkait isu pecahnya PKS yang beredar di media sosial. Menurutnya perombakan semata-mata dilakukan sebagai penyegaran mengingat Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif akan segera berlangsung.

“Kebijakan ini diambil untuk penyegaran pengurus jelang Pemilu 2019 agar lebih dinamis dalam menghadapi kompetitor. Tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan, tidak ada yang digusur dan menggusur, tidak ada yang diturunkan dan menurunkan. Para kader, anggap biasa sajalah, “ katanya.

Kata Tifatul, pelaksanaan perombakan pengurus tersebut, meski tidak dilakukan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa namun sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sah dan merupakan hal lazim setiap saat oleh DPP jika dinilai perlu.

Disinggung tidak adanya pengurus lama yang hadir dalam pengambilan sumpah itu, Tifatul menyebut pihaknya telah mengundang seluruh pengurus untuk hadir namun banyak yang izin karena ada urusan lain.

“Saya imbau seluruh kader jaga ukhuwah Islamiyah, setop info hoaks yang dapat memecah-belah kekompakan kita semua. Keputusan ini berlaku dan diharapkan semua unsur dapat menyesuaikan. Kami ucapkan terima kasih atas kerja DPW PKS Sumut sebelumnya,” tambahnya.

DPP PKS melalui surat keputusan yang ditandatangani Presiden PKS, M Sohibul Iman dan Sekjend Mustafa Kamal menetapkan sususan pengurus baru DPW PKS Sumut. Yakni antara lain Hariyanto sebagai Ketua Umum, Misno Adiansyahputra (Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah), H Ivantra Padang (Sekretaris Umum), dan Herman Nafil (Bendahara Umum Pengurus Wilayah).

Selanjutnya Dariantini (Ketua Bidang Kaderisasi), H Salman Alfarisi (Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah), Cecep Wiwaha (Sekretaris Majelis Pertimbangan), Usman Jakfar (Ketua Dewan Syariah), H Kasman Marasakti Lubis (Sekretaris Dewan Syariah). (prn/ila)

PWPM Siap Bela Abyadi

file/sumut pos Basyir
file/sumut pos
Basyir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) menilai, kinerja Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar cukup baik, khususnya dalam merespon pengaduan masyarakat.

“Pemuda Muhammadiyah sangat mengapresiasi kinerja dan peranan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di tangan kepemimpinan pak Abyadi Siregar. Sebab, kami langsung melihat bagaimana respon yang diberikan Ombudsman sumut terhadap pelaporan masyarakat,” ujar Basyir, menanggapi aksi sekelompok masyarakat atas postingan tetantang polling Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di mana Abyadi dinilai melanggar kode etik.

Basyir menjelaskan, saat ini dengan keberadaan Ombudsman Sumut dipimpin Abyadi sangat dirasakan masyarakat. Dengan kritis terhadap pelayanan publik merugikan masyarakat dengan memberikan solusi untuk perbaikan tersebut.”Jika hanya hal kecil yang di luar tugas kedinasan dijadikan alat mendiskreditkan beliau, itu gak fair,” tutur Basyir.

Dengan itu, Basyir menegaskan, bahwa pihaknya bersedia menjadi garda terdepan dalam membela Abyadi Siregar dari rongrongan dan gangguan oknum serta pihak tertentu yang berupaya menjatuhkan dan mengganggu kinerja Abyadi Siregar memimpin Lembaga Negara (Ombudsman) yang konsen terhadap perbaikan pelayanan publik.

“Demi kepentingan masyarakat banyak, kami siap di depan untuk membela, apalagi pak Abyadi sudah membuat pernyataan bahwa itu bukan urusan dengan Ombudsman dan beliau juga sudah minta maaf atas ketidaknyamaanan status di media sosial tersebut,” kata Basyir.

Selain itu, Basyir menyebutkan, pihaknya juga mengapresiasi kinerja Abyadi Siregar memimpin Ombudsman Sumut. Ia menilai banyak pelayanan publik berhasil diungkap dan selesaikan dengan memecahkan masalahnya, seperti kasus kasus siswa ‘siluman’ SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri. Kemudian, kasus dialami Mahasiswa IPB, Arnita Rodelina Turnip terkait pencabutan beasiswa oleh Pemkab Simalungun dan kasus publik lainnya.

“Apresiasi tersebut kita sampaikan kepada Abyadi Siregar dalam menangani persoalan Arnita Rodelina Turnip, mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kembali aktif menjadi peserta Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Kabupaten Simalungun setelah kasusnya ditangani Ombudsman Sumut,” kata Basyir.

Dengan kinerja baik dari Abyadi, lanjut Basyir menyebutkan banyak masyarakat terbantu dan diberikan hak-hak masyarakat dari pelayanan publik tersebut dengan sistem pelayanan publik terus diberikan solusi diperbaiki oleh Pemerintah terkait.?

“Masalah PPDB Online juga beliau (Abyadi) yang mengungkap. Dan masih banyak lagi laporan-laporan masyarakat yang berhasil dituntaskan oleh Abyadi,” pungkasnya.(gus/ila)

Diharap jadi Inspirasi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

ist HADIRI:Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Utara Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menghadiri kegiatan Temu Karya Nasional Tekhnologi Tepat Guna XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan di Graha Wisnu Kencana Cultural Park, Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (19/10).
ist
HADIRI:Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Utara Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menghadiri kegiatan Temu Karya Nasional Tekhnologi Tepat Guna XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan di Graha Wisnu Kencana Cultural Park, Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (19/10).

BALI, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menghadiri Pembukaan Temu Karya Nasional (TKN), Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX, dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDeskel) Tahun 2018 di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10). Kegiatan yang akan berlangsung hingga 22 Oktober 2018 tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kota Tebingtinggi merupakan salah satu daerah di Sumut yang terpilih finalis lomba TTG Tingkat Nasional tersebut. Rencananya, pemenang lomba akan diumumkan pada Sabtu(20/10), di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Wagubsu yang hadir bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, sangat mengapresiasi pelaksanaan TKN, TTG, dan PINDeskel 2018 di Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberi inspirasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi yang juga berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus, selain mendorong pengembangan teknologi tepat guna, juga dapat menjadi inspirasi masyarakat untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya, mengatakan kekuatan Indonesia memang terletak pada perbedaan yang besar. “Perbedaan warna warni itu kelihatan dalam tarian yang kita lihat barusan. Kalau kekuatan ini bisa kita satukan kita akan memiliki kekuatan yang besar,” kata Jokowi.

Presiden berharap, agar pembangunan bangsa dimulai dari desa. Menurutnya, pembangunan di desa harus menggunakan bahan dari desa tersebut. Dengan menggunakan teknologi tepat guna dan aplikasi sistem yang semakin terjangkau, desa bisa dipasarkan berkat itu. “Saya lihat banyak desa berhasil mengangkat desanya menjadi tempat wisata baru dengan income tidak sedikit,” kata Jokowi.

Kegiatan ini sendiri merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa PDTT. Tujuan kegiatan ini untuk mencari kreator dan inovator di daerah dalam pengembangan teknologi.

Temu karya nasional bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang perkembangan dan kemajuan administrasi pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa kelurahan. Selain itu juga temu karya merupakan sarana alih informasi tentang keberhasilan dan inovasi dalam membangun desa kelurahan antar berbagai pemangku kepentingan.

Sementara itu, kegiatan Gelar TTG bertujuan untuk mengenalkan berbagai jenis teknologi tepat guna dan produksinya kepada masyarakat. Acara pembukaan ditandai dengan pementasan kolosal berjudul “Bhinneka Tunggal Ika Maha Sakti” persembahan sanggar Mario Bros dari Kabupaten Badung.

Turut hadir pada acara tersebut Ny Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, Gubernur Seluruh Indonesia, Kepala Dinas PMD seluruh Indonesia, serta peserta kegiatan. (prn/han)

Manajemen BSM Minta Maaf

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Manajemen Binjai Supermall (BSM) selaku pemilik lokasi acara safari salah satu perusahaan pembiayaan yang berujung mendapat kecaman dari masyarakat, meminta maaf.

Soalnya, penyelenggara yang merupakan salah satu perusahaan leasing ter nama itu melalui Event Organizer Trois menampilkan model waria. Mewakili manajemen, Manajer Marketing Communication BSM, Diniasih Nasution memohon maaf atas kejadian tersebut.

Kejadian ini, kata dia, tak disangka-sangka karena penampilan model waria. Sebab, penampilan tersebut tidak ada dalam jadwal saat permohonan tempat, agenda dan sewaktu dilayangkan ke manajemen BSM.

“BSM memohon maaf, dan menyesalkan ini. Kami sangat terkejut dengan performance yang ditampilkan dalam kegiatan safari salah satu perusahaan pembiayaan yang berlangsung di BSM 12-14 Oktober di pelataran parkir yang digelar sebagai penyelenggara dan penanggungjawab,” kata Diniasih di BSM, Jumat (19/10).

Menurut Diniasih, BSM yang merupakan bagian dari Lippo Grup selama ini punya standart nilai atas entertain yang akan ditampilkan. Di antaranya, menjunjung nilai-nilai agama, norma kesusilaan dan kearifan lokal demi hubungan yang harmonis di masyarakat. Selain saranan hiburan, BSM juga berupaya memberikan nilai positif untuk masyarakat.

“Atas kejadian ini Binjai Supermall dan Lippo Mall akan melalukan evaluasi terhadap prosedur dan aturan yang berlaku untuk setiap penyelenggaraan kegaiatan yang bekerjasama dengan pihak ketiga. BSM akan lebih selektif dan optimal melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” kata dia.

“BSM mengapresiasi dan terima kasih kepada MUI Binjai, BKM Masjid Agung, Aliansi Ormas Islam Binjai, Kepolisian dan Pemko Binjai,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum MUI Kota Binjai, H Jafar Sidiq, menyebut bahwa kontroversi dan polemik yang ditimbulkan dari kegiatan salah satu perusahaan pembiayaan itu, merupakan bagian dari respon positif masyarakat dalam menjaga dan melindungi nilai dan norma ke-Islaman.

Atas dasar itu, dia meminta pihak penyelenggara, panitia pelaksana dan fasilitator acara menjadikan persoalan itu sebagai pelajaran. Kedepannya, ketiga pihak terkait lebih selektif dalam menampilkan kegiatan promosi produk, memperhatikan nilai dan kearifan lokal serta meningkatkan koordinasi lintas kelembagaan.

“Sebagai ulama dan Umat Islam, kami tidak pernah mencampuri bisnis anda. Namun, kami tetap meminta anda agar tidak menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan. Terutama dengan cara melanggar hukum syariat hingga melukai hati umat Islam,” ujarnya.

Diketahui, ratusan orang dalam Aliansi Ormas Islam mengecam acara safari salah satu perusahaan pembiayaan di Gedung Lantai II BSM yang menampilkan berbau Lesbian, Guy, Bisexual dan Transgender (LGBT) dengan menggunakan jasa waria sebagai model-model.

Ratusan massa mendesak penyelenggara, pelaksana dan fasilitator meminta maaf secara terbuka kepada para ulama dan umat Islam se-Kota Binjai.

Kecaman keras ini bermula ketika masyarakat mengetahui pada acara. Panitia pelaksana kegiatan safari perusahaan pembiayaan dianggap mempertonton penampilan Show kaum LGBT. Massa merasa kegiatan itu tidak mendidik dan merusak moral masyarakat.

Permasalahan ini sempat dibahas dalam pertemuan antara perwakilan pengurus lintas Ormas Islam dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) se-Kota Binjai dengan Manajemen BSM, perwakilan FIF Group dan panitia pelaksana kegiatan (Trois Even Organizer) di Kantor Manajemen Binjai Super Mall. Bahkan, massa semakin memanas ketika terjadi pertemuan yang difasilitasi MUI Binjai. (ted/han)

Jalan Young Panah Hijau Akhirnya Diperbaiki

Fachril/sumut pos DIPERBAIKI: Jalan Young Panah Hijau tengah dalam perbaikan.
Fachril/sumut pos
DIPERBAIKI: Jalan Young Panah Hijau tengah dalam perbaikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah mengalami rusak selama bertahun – tahun, Jalan Young Panah Hijau di Lingkungan 6,7,8 dan 9, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, akhirnya perbaiki.

Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat telah turun di lapangan. Kehadiran alat berat untuk meratakan kondisi jalan berlubang, yang akan diperbaiki secara permanen.

Berdasarkan informasi, perbaikan jalan sepanjang 1 km dengan pembetonan sekaligus menata kembali drainase. Sebelumnya, pihak Pemko Medan melalui Kecamatan Medan Marelan telah menertibkan bangunan liar di pinggir jalan.”Syukur juga, alat berat sudah datang, jadi jalan ini segera diperbaiki, kami bisa menikmati jalan ini jadi baik, karena sudah bertahun – tahum hancur,” kata Hamzah warga sekitar.

Harapan Hamzah, proses perbaikan jalan jangan asal jadi, karena wilayah tempat tinggal mereka selalu banjir karena air pasang, kalau pembangunan tidak berkualitas akan sia – sia.”Mudah – mudahan, jalan yang dibangun menghasilkan baik, tidak ada guna kalau jalannya dibangun asal jadi,” oceh Hamzah.

Sementara itu, Anggota DPRD Medan, H T Bahrumsyah mengapresiasi Pemko Medan telah mengerjakan segara perbaikan jalan itu, harapannya kualitas jalan harus dikerjakan sesuai dengan RAB.

“Kita minta, pemenang tender agar tidak main – main untuk membangun jalan itu, agar kualitasnya sesuai denga bestek. Kualitas yang diharapkan, sangat mempengaruhi daya tahan jalan dari genangan air pasang,” ujar Bahrum.

Terpisah, Camat Medan Marelan, T Chairunizza mengatakan, perbaikan jalan itu sudah tahap pengerjaan, sebelumnya terjadi kendala waktu, karena masih terhambat dari bangunan di atas drainse dan badan jalan.”Semua bangunan sudah ditertibakan, sehingga perbaikan jalan itu berjalan lancar. Kita bersyukur Pemko Medan serius membenahi insfrastruktur di Marelan,” ungkap Chairunizza. (fac/ila)

Kejatisu Tunggu Audit BPKP

Korupsi-Ilustrasi.
Korupsi-Ilustrasi.

MADINA, SUMTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), hingga kini masih berupaya menjerat tersangka dugaan korupsi pada pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu, di kawasan perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Madina.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan, pihaknya masih menunggu audit dari Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP), terkait dua kasus dugaan korupsi di Mandailing Natal (Madina) tersebut.

“Masih tahap penyelidikan. Kita masih menunggu audit investigasi dari BPKP. Kita tunggulah laporan mereka,” ujar Sumanggar kepada Sumut Pos, Jumat (19/10).

Menurut Sumanggar, Tipikor Kejatisu sangat berhati-hati dalam menjerat para pelaku. Sebab kata dia, para pelaku merupakan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Madina. Sementara untuk menetapkan tersangka, bisa dikatakan penyelidikan berlarut-larut.

“Nggak bisa kita langsung menetapkan tersangka. Kami sangat berhati-hati, apalagi mereka merupakan pejabat,” katanya.

Diakuinya, setelah dilakukan audit konstruksi bangunan fisik oleh tim ahli, ditemukan adanya penyimpangan-penyimpangan. “Namun kita masih menunggu audit dari BPKP untuk mengetahui kerugian negara,” imbuhnya.

Disinggung siapa-siapa saja yang diperiksa terkait kasus ini, Sumanggar menyebut banyak pihak hingga di antaranya Kadis.

“Udah semua, udah banyak. Pokoknya yang terlibat disitu sudah kita periksa. Udah lupa saya, termasuk SKPD-nya, Kepala Dinas-nya sudah kita periksa yang terlibat dalam kasus itu,” katanya.

Sumanggar menggaransi, bila kasus ini bakalan disidik secara serius oleh Pidsus Kejatisu. “Pokoknya kita serius lah dalam kasus ini. Nanti akan kita kabari bila ada perkembangan soal kasus ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan Tapian Siri-siri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Bahkan penyidik Pidsus Kejati Sumut, sebelumnya telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU, Syahruddin untuk dimintai keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

Pembangunan objek wisata berbasis seni dan budaya, Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. (man/han)

Jalan Penghubung Dua Desa di Tanjungpura Banyak Berlubang

Jalan berlubang
Jalan berlubang

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Pantai Cermin dan Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, mengeluhkan banyaknya lubang di desa mereka. Saking banyaknya, jalan penghubung itu disebut, ‘Wisata Seribu Lubang’.

Menurut warga, jalan penghubung tersebut rusak dan berlubang dirasakan warga sejak 3 tahun lalu. Lubang besar yang menganga di sejumlah titik jalan, membuat pengendara yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya jika tidak ingin jatuh.

Kondisi itupun semakin parah, apabila dimusim penghujan. Dan jalan sepanjang 4 kilometer tersebut, minim dari lampu penerangan. Hal ini pun tentu membuat jalan penghubung tersebut rawan bagi penggunanya. “Karena banyaknya lubang, kami menyebutnya dengan istilah Wisata Seribu Lubang,” ujar Firman, Jumat (19/10).

Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah setempat dapat segera memperbaiki jalan rusak tersebut. Karena itu sangat penting bagi masyarakat sekitar yang saban hari lalu lalang melintasinya. “Cuma itu harapan kami selaku masyarakat kecil ini,” jelasnya.

Hal senada juga sempat diutarakan Maria Ulfa, warga yang baru pertama kali melewati jalan tersebut, merasa terkejut melintasi jalan tersebut. “Saya baru pertama kali melintasi jalan ini. Kebetulan saya mau kerumah teman. Tapi baru pertama kali kesini sudah disuguhi Jalan yang penuh lumpur,” ucapnya dengan nada kecewa.

“Bah, jalan ini benar-benar parah kali bang, memang kalau tidak berhati-hati bisa jatuh kita. Lihatlah, kanan kiri lubang mengangah cukup dalam,” tegasnya. (bam/han)

Jalan Belum Diperlebar, Simpang Titipapan Makin Macet

Fachril/sumut pos MACET: Truk-truk yang membawa peti kemas di Jalan KL Yos Sudarso, Medan.
Fachril/sumut pos
MACET: Truk-truk yang membawa peti kemas di Jalan KL Yos Sudarso, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program pelebaran Jalan KL Yos Sudarso belum tuntas di simpang Titipapan, Kecamatan Medan Deli, mengakibatkan kemacetan semakin parah.

Pantauan di lapangan, kemacetan pada jalan utama yang menghubungkan Medan dan Belawan itu terjadi sejak pukul 07.00 WIB setiap harinya. Terganggunya arus lalu lintas karena kecilnya ruas jalan, menjadikan kendaraan roda empat berhenti sejajar di badan jalan negara tersebutn
Kemacetan itu juga terjadi dari arah sebaliknya yang diawali dari kawasan Bawal atau Komplek TNI hingga simpang Titi Papan dan mulai dari SPBU, Jalan Platina hingga simpang Titi Papan. Akibatnya, sejumlah mobil terutama angkutan kota (Angkot) mengambil jalan pintas dengan melawan arah. Walau resikonya sangat membahayakan.

Parahnya, kemacetan disebabkan ruas jalan sempit, tidak mampu menampung jumlah mobil yang melintas pada jam sibuk, selaim itu badan jalan dan lampu jalan yang rusak di sekitar persimpangan membuat kemacetan kerap terjadi.

Walaupun ada oknum pengatur jalan, tapi lebih mengutamakan pemilik mobil yang bayar saat melewati persimpangan itu, sehingga kemacetan semkin parah dari arah Belawan atau sebaliknya”Pak ogah yang ada di simpang lebih mengutamakan kendaraan dari arah Marelan karena umumnya mobil pribadi dan bayar setiap lewat,” kata Syaril, warga sekitar.

Kemacatan yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan tersebut tidak hanya mengganggu pengguna jalan, ribuan warga yang akan bekerja dan belajar juga terganggu dan mengalami kerugian karena sering terlambut masuk kerja dan sekolah.

“Pemerintah harus membuat jalan alternatif untuk mengatasi masalah kemacetan ini agar simpang Titi Papan terbebas dari macat terutama pada jam sibuk,” ujar Syaril.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP MH Sitorus mengatakan, kemacetan Simpang Titi Papan terjadi akibat kondisi jalan yang rusak parah. “Jalan rusak dan berloba penyebab kemacetan itu. Aku bahkan kasihan lihat anggota dan masyarakat lama terperangkap macat disitu,” katanya.

Perwira pangkat tiga balok emas ini juga meminta, sebelum dilakukan pelebaran, Balai Besar Jalan Nasional terlebih dahulu meratakan jalan yang berlobang agar arus lalu lintas agak lancar.

Terpisah, Camat Medan Deli Ferry Suheri mengatakn pihaknya sudah menyurati Balai Balai Jalan Nasional mengenai masalah tersebut dan sudah dijawab kalau dana untuk pelebaran Jl. KL Yos Sudarso, khususnya persimpangan Titi Papan dan simpang Dobi telah dianggaran untuk dikerjakan pada tahun 2019 dan 2020.

Bahkan Balai Besar Jalan Nasional sudah menyurati Pemko Medan yang tembusannya sudah sampai di kecamatan untuk segera melakukan pembebasan terhadap 156 rumah dan perkantoran yang berada di Lingkungan 4 dan 5, Kelurahan Titi Papan. “Artinya Balai Besar Jalan Nasional sudah siap melakukan pelebaran pada tahun depan, asal Pemko Medan segera melakukan pembebasan lahan,” ujar Ferry.

Ditambahkan Camat, dari 156 rumah yang akn dibebaskan masih ada yang tidak setuju namun jumlahnya hanya sekitar 20 persen.

“Kita sangat berharap tim parsil Pekim Kota Medan segera turun untuk melakukan penghitungn harga ganti rugi dan sosialisasi agar proyek pelebaran bisa terlaksana sesui jadwal,” pungkas Ferry. (fac/ila)

Adopsi Perda Pengawasan Jaminan Produk Halal dan Higienis

idris/SUMUT POS KUNJER: DPRD Pelalawan saat kunjungan kerja disambut anggota DPRD Kota Medan.
idris/SUMUT POS
KUNKER: DPRD Pelalawan saat kunjungan kerja disambut anggota DPRD Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Medan, Jumat (19/10). Dalam kunker tersebut, DPRD Pelalawan berencana mengadopsi Peraturan Daerah (Perda) Pengawasan Jaminan Produk Halal dan Higienis yang sudah dimiliki Kota Medan.

Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Suprianto mengatakan, Perda tersebut akan segera diimplementasikan sebagai produk hukum di Kabupaten Pelalawan. “Kita sedang berupaya mencari masukan untuk Perda Inisiatif di Pelalawan. Secara kebetulan, dalam kunker ke DPRD Medan ada perda jaminan makanan halal dan ini akan kita adopsi,” kata Suprianto.

Dikemukakannya, kunjungan ke Kota Medan kali ini dalam rangka memaksimalkan peran DPRD Pelalawan khususnya menciptakan Perda Inisiatif. “Kita mendapat masukan soal teknis dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengusulan serta proses pembuatan Perda Inisiatif ini. Sebab, kita serius menciptakan perda tersebut,” ujar Suprianto.

Selain Perda Inisiatif yang menjadi fokus, lanjut dia, pihaknya juga mendapatkan masukan terkait perda yang memiliki kontribusi dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Perda penghasil PAD juga menjadi perhatian kami dan kami juga menginginkan itu bisa diterapkan di Pelalawan sehingga PAD bisa terdongkrak,” sebutnya.

Suprianto mengakui pihaknya mendapatkan banyak rumusan untuk proses pembuatan Perda Inisiatif. Menurutnya, perda-perda yang diciptakan Kota Medan sangat positif bisa dijadikan rujukan. “Seperti halnya di Kota Medan, di Pelalawan kami sudah berhasil menciptakan perda terkait CSR yang pengelolaannya kini ditangani Bappeda,” jelasnya sembari mengatakan sebagai kota besar Medan sangat pas dijadikan rujukan.

Sementara, dalam kesempatan tersebut Kasubbag Kajian Perundang-undangan Sekretariat DPRD Medan, Hasanuddin mengakui banyak kendala dalam proses pembuatan Perda Inisiatif. Diantaranya terkait penyusunan naskah akademik dan ketersedian tim teknis di sekretariat. “Selama ini dalam penyusunan Perda Inisiatif DPRD sering terkendala di penyusunan naskah akademik, kemudian ketersediaan SDM,” ujarnya.

Kata Hasanuddin, ketersediaan SDM dalam hal ini tenaga ahli juga sangat dibutuhkan di Sekretariat. Sebab, selama ini dalam penyusunan Perda Inisiatif kerap ketergantungan dengan universitas dan para akademisi. “Ke depan kita mengharapkan tim ahli untuk menyusun ini bisa tersedia di Sekretariat,” tukasnya. (ris/ila)