Home Blog Page 5859

Pengendara Sepeda Motor Sekarat Ditabrak KA

Sekarat setelah di tabrak kereta
Sekarat setelah di tabrak kereta

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pengendara sepeda motor Yamaha Mio, BK 6055 AGS, sekarat ditabrak kereta api (KA) di Jalan Platina II, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Selasa (16/10) sore.

Korban Aswin Bana (19), warga Pulau Lama, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, mengalami luka patah pada rahang, dan menjalani perawatan di RSU Delima.

Informasi yang diperoleh, menyebutkan, korban menggunakan sepeda motor saat melintas di lokasi, tak sadar ada kereta api melintas dari Medan menuju Belawan. Akibatnya, korban ditabrak kereta api tersebut.

Korban terkapar bersimbah darah, langsung dilarikan ke RSU Delima. Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi melakukan olah TKP.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah menangani kecelakaan kereta api tersebut. “Korban masih sekarat, kini masih menjalani perawatan di rumah sakit,” pungkasnya. (fac/saz)

Promosi Wisata Karo Dengan Jelajahi Hutan Siosar

Solideo/sumut pos PROMOSI:Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara dan lainnya diabadikan usai menjelajahi Hutan Siosar.
Solideo/sumut pos
PROMOSI:Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara dan lainnya diabadikan usai menjelajahi Hutan Siosar.

KARO, SUMUTPOS.CO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0205/Tanah Karo menggelar event Adventure Jelajah Hutan Siosar di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (13/10) hingga Minggu (14/10). Event ini merupakan raingkaian HUT ke-73 TNI.

Dengan mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Berdaulat, Berkepribadian, Adil dan Makmur” gelaran ini tersenggara kerja sama Kodim 0205/TK, Karo Trail Mania (KTM) 0205, yang disponsori Bank BRI dan Gudang Garam Surya Nation.

Adventure Jelajah Hutan Siosar diikuti 140 raider trail adventure dari daerah Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa timur. Para raider akan menjelajahi rute kawasan Hutan Siosar, daerah kawasan hunian tetap (Huntap) relokasi pengungsi Sinabung.

Pembukaan hari pertama Adventure Jelajah Hutan Siosar dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Danyonif 125/SMB Letkol Inf Viktor, pimpinan cabang BRI Karo, serta 3.600 masyarakat.

Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara menyampaikan terimakasih kepada seluruh para peserta yang mengikuti Adventure Jelajah Hutan Siosar.

“Jaga sportifitas dalam kegiatan serta menjaga keamanan diri selama kegiatan,” ujar Letkol Inf Rizal dalam sambutan pembukaan Adventure Jelajah Hutan Siosar.

Rizal mengajak para raider dan masyarakat yang hadir menggalang dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.

“Masyarakat yang hadir untuk dapat menyisihkan rezeki membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah gempa di Palu, Sigi, Donggala,” ujar Dandim 0205/TK.

Rizal menyampaikan terimakasih kepada pihak BRI Kabupaten Karo yang telah mendukung sepenuhnya Adventure Jelajah Hutan Siosar.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menilai event Adventure Jelajah Hutan Siosarmenjadi ajang memperkenalkan wisata daerah Siosar.

“Terimakasih kepada seluruh raider yang ikut kegiatan. Semoga acara ini dapat menjadi sarana hiburan, memperkenalkan daerah Siosar menjadi daerah wisata (Negeri Di Atas Awan),” kata Bupati Karo.

Acara pembukaan Adventure Jelajah Hutan Siosar dimeriahkan dengan penarikan undian Simpedes Bank BRI periode Maret-Agustus 2018.

Salmon Sembiring nasabah Bank BRI unit Simpangempat, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Karo, berhasil meraih juara pertama dengan hadiah mobil.

Untuk peraih hadiah termasuk hadiah berupa 10 sepeda motor masing-masing dimenangkan Ledinsius Sipayung (unit Seribudolok), Gloria Milala (unit Dolatrayat), Norma Purba (unit Saribudolok), Pelajaren Sitepu (unit Lau Cimba), Monika Elsa Silitonga (unit Saribudolok), Manogutua Simbolon (unit Lau Cimba), Tammat Br Sembiring (unit Berastagi), Rajadi Purba (unit Saribudolok), Johan Aries Armando (unit Berastagi) dan Bulan Br Ginting (unit Simpangempat). Ratusan nasabah lainnya mendapatkan hadiah yang disediakan BRI. (deo/han)

Terdakwa Dituntut 3 Tahun

GUSMAN/SUMUT POS DITUNTUT: Gidion Peranginangin saat duduk di kursi pesakitan Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/10). Gidion dituntut 3 tahun penjara atas kasus penipuan wisata religi ke Jerusalem.
GUSMAN/SUMUT POS
DITUNTUT: Gidion Peranginangin saat duduk di kursi pesakitan Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/10). Gidion dituntut 3 tahun penjara atas kasus penipuan wisata religi ke Jerusalem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gidion Peranginangin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan majelis hakim yang dipimpin Richard Silalahi. Ia dituntut bersalah melakukan penipuan wisata religi ke Jerusalem oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Yanti Panjaitan.

Pada agenda tuntutan di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/10), pria berusia 44 tahun tersebut, dianggap melanggar pasal 378 KUHAPidana tentang Penipuan.

“Menuntut majelis hakim menghukum terdakwa Gidion Peranginangin dengan pidana penjara selama 3 tahun penjara,” ungkap Sri.

Mendengar tuntutan tersebut, Gidion langsung menghampiri penasihat hukumnya yang duduk di sebelah kanannya. Kepada hakim, ia meminta waktu satu pekan untuk membuat pembelaan.

“Mohon diberikan waktu satu minggu untuk buat pembelaan Pak Hakim,” kata Gidion, yang mengenakan kaos merah tahanan Kejari Medan.

Diketahui, Gidion Peranginangin, warga asal Jalan Vanili, Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan ini, didakwa melakukan tindak pidana penipuan wisata religi pada 31 Agustus 2014 silam.

Gidion bersama rekannya Roni Tampubolon, serta Gidion Simanjuntak, menawarkan paket perjalanan religi ke Jerusalem kepada Wilmar, M Min, dan Risdo Ompusunggu, dengan biaya Rp10 juta. Adapun agar meyakinkan ketiga konsumen tersebut, para tersangka menyertakan brosur perjalanan, izin usaha, dan surat perjanjian pemberangkatan.

Hingga April 2013, yang merupakan waktu perjanjian keberangkatan terakhir, ketiga pelanggan Gidion pun belum juga diterbangkan ke Jerusalem. Gidion pun meminta Wilmar, M Min, dan Risdo, untuk menunggu hingga Agustus 2014.

Ketidaksabaran ketiga pelanggan memuncak, setelah mengetahui Gidion menggunakan uang tersebut untuk membeli saham di satu perusahaan. Gidion pun dilaporkan ke Polrestabes Medan terkait penipuan wisata religi ke Jerusalem. (man/saz)

Berusaha Kabur, Tahanan Kejari Babak Belur Dihajar Petugas

BULAN-BULANAN: Seorang tahanan Kejari Medan, Natalis Marganda Samosir, menjadi bulan-bulanan petugas usai gagal melarikan diri saat akan disidangkan di PN Medan, Selasa (16/10).
BULAN-BULANAN: Seorang tahanan Kejari Medan, Natalis Marganda Samosir, menjadi bulan-bulanan petugas usai gagal melarikan diri saat akan disidangkan di PN Medan, Selasa (16/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, nyaris melarikan diri saat akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/10). Alhasil, Natalis Marganda Samosir, warga Gang Buah, Kota Kabanjahe, Kabupaten Karo, menjadi bulan-bulanan petugas.

Aksi percobaan melarikan diri ini, bermula saat rombongan mobil tahanan Kejari Medan, baru saja tiba membawa ratusan tahanan yang akan disidangkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjunggusta. Proses pemindahan para tahanan dari mobil menuju sel awalnya berjalan lancar.

Namun suasana seketika berubah, manakala suara kepanikan mulai terdengar. Pun, suara hentakan kaki yang terdengar hingga ke areal belakang gedung. Ternyata, seorang tahanan yang mengenakan kaos kerah putih-biru sedang dikejar-kejar pengawal tahanan (waltah) dibantu pihak kepolisian.

Aksi percobaan melarikan diri tahanan ini, tak berlangsung lama. Pria berbadan kurus tersebut hanya mampu berlari keluar pagar belakang. Sontak, tahanan yang tak sanggup lagi berlari menuai bogem mentah secara bertubi-tubi oleh waltah.

Ia pun tersungkur di jalan, namun tetap saja petugas melayangkan pukulan, karena merasa emosi.

Saat digiring kembali ke dalam Gedung PN Medan, sorakan provokasi dari tahanan yang masih berada di dalam mobil tahanan juga membuat waltah emosi.

“Diam kau! Diam kau,” ucap waltah, sembari melempar sendal ke lubang ventilkasi mobil.

Tahanan yang mencoba melarikan diri, diamankan waltah dibantu polisi, kemudian memasukkannya ke dalam sel. Dari dalam tahanan, terdengar rintihan, teriakan tahanan tersebut, diduga kembali dihajar sesama tahanan.

Kasi Intel Kejari Medan Yusuf, membenarkan usaha percobaan melarikan diri yang berhasil digagalkan. “Bahkan pelaku sudah merencanakan usaha melarikan diri, karena ada sebatang bambu kecil yang terselip dipinggangnya,” katanya.

Adapun kronologis dari pengakuan tahanan tersebut, Yusuf menceritakan, pelaku telah mengamati situasi dan kondisi secara matang. “Persiapan itu digunakannya saat turun dari bus tahanan Kejari Medan, dan melihat pintu gerbang pengadilan terbuka dan lari ke sebelah kanan yang mengarah di belakang Kantor Kodim 0201/BS. Namun aksi itu digagalkan, selain petugas berhasil mengejarnya, juga dibantu warga sekitar, sehingga pelaku dapat ditangkap,” bebernya.

Yusuf mengatakan, ke depan pihaknya mengingatkan agar para waltah meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu tahanan mencoba untuk melarikan diri. “Untuk pelaku saat ini telah diamankan dan diinterogasi,” pungkasnya. (man/saz)

Hanya Satu Pintanya: Kembali Bisa Mengaji

Foto: Dame/Sumut Pos PASIEN KATARAK: Arnan Nasution, salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Losung Batu Padangsidimpuan, sehari pascaoperasi di Makodim Sidimpuan, Senin (15/10/2018).
Foto: Dame/Sumut Pos
PASIEN KATARAK: Arnan Nasution, salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Losung Batu Padangsidimpuan, sehari pascaoperasi di Makodim Sidimpuan, Senin (15/10/2018).

Dia ahli pertukangan. Full time jadi tukang sejak lulus SMP. Baru menderita mata rabun sejak empat tahun terakhir. Meski anak-anaknya terancam putus sekolah jika dirinya tak bisa kembali bertukang, tidak banyak yang ditangisinya dalam hidup. Tidak bisa mengaji lagi, adalah sebuah kepedihan besar baginya.

———————————–

Dame Ambarita, Medan

———————————–

Wajahnya menengadah. Mencegah obat tetes mata pascaoperasi katarak, mengalir turun ke pipi. Tapi saat disapa, ia memberi senyum hangat.

Namanya Arnan Nasution. Salahsatu dari sekitar 70-an orang warga Sabajior, Panyabungan, Kabupaten Madina, yang ikut operasi katarak gratis yang digelar di RS TNI Losung Batu Padangsidimpuan. Senin (15/10/2018), adalah hari di mana dirinya dan ke-70 pasien lainnya masuk masa pemulihan pascaoperasi. Dan akan segera pulang ke  Madina.

Operasi katarak gratis yang diikutinya digelar oleh PT Agincourt Resources –pengelola Tambang Emas Martabe–  bekerjasama dengan Kodam I/BB dan ANV. Tahun 2018 ini merupakan baksos ke-7. Hingga ditutup Selasa (16/10) kemarin, total peserta operasi katarak gratis mencapai 1.200-an orang. Arnan salahsatu di antaranya.

Ditanya penyebab dirinya kena katarak, pria berusia 56 tahun ini mengaku tidak pasti. Tapi seingatnya, matanya mulai rabun sejak tahun 2015 lalu. Diduga karena diabetes. Pasalnya, gula darahnya naik tinggi saat itu hingga mencapai 600.

Sejak saat itulah, setiap kali ia mengaji, matanya selalu bercucuran airmata di menit ke-4. Makin lama jangka waktunya makin pendek. Tiga menit sejak mulai mengaji, airmata mulai bercucuran. “Mata tidak tahan lagi membaca ayat-ayat untuk mengaji,” kisahnya.

Tak hanya mengaji yang dia sulit. Ia juga kurang bisa mengenali orang dari jarak 3 meter. Bertukang pun hanya bisa kerja ringan dan paling jauh jarak 1 meter. Padahal sebagai kepala tukang, ia haruslah mampu mengawasi seluruh pembangunan.

Akibat sakit diabetes, tubuhnya makin lama makin kurus. “Saat itu, tangan saya ini tinggal tulang dibalut kulit,” katanya sembari memegang tangan kanannya, mengenang. Ia sempat opname 3 hari di RS.

Tiang ekonomi keluarga terpaksa diambil alih istrinya. “Saya yang membanting tulang menghidupi keluarga selama 4 tahun ini sejak bapak sakit. Pengasilan Cuma dari mangongkos (menggarap sawah orang dengan sistem bagi hasil, Red),” kata istrinya boru Rangkuti lirih, dalam bahasa daerah.

Atas saran dokter, Arnan mengurangi makan makanan manis. Tak boleh lagi tidur siang. Dan hindari makan malam.

Alhamdulillah, tubuhnya mulai berisi kembali. Tapi pandangan tetap kabur. Bahkan setahun terakhir ia samasekali tak mampu lagi membaca ayat-ayat Alquran. Padahal sejak muda, ia suka sekali mengaji.

Apakah penyakitnya dipicu pekerjaannya sebagai tukang?

Ayah 4 anak ini mengangkat bahu. “Seingat saya, nggak pernah ada masalah. Sejak lulus SMP, saya sudah bekerja sebagai tukang bangunan. Belum berkumis pun saat itu,” candanya.

Tukang bangunan dilakoninya mengikut sang ayah yang juga tukang. Sebelum full time sebagai tukang, ia kerap membantu-bantu ayahnya. Di usia 21 tahun, ia sudah dipercaya sebagai kepala tukang. Semua ilmu belajar di lapangan, terutama dari ayah tercinta.

“Saya diajari mengukur menggunakan rumus anak korek api dan pisau silet. Kedua benda itu untuk mengukur pemotongan broti dan kuda-kuda bangunan. Itu rumus ahli bangunan zaman dulu,” jelasnya sarat nada bangga.

Foto: Dame/Sumut Pos
BERSAMA ISTRI: Arnan Nasution, salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Losung Batu Padangsidimpuan, didampingi istrinya sehari pascaoperasi di Makodim Sidimpuan, Senin (15/10/2018).

Meski tidak pernah mengecap pendidikan formal, berbagai model bangunan bisa dikerjakannya,. “Kalau ada model bangunan baru yang ingin kita tiru, pesan ortu: minta izin sama tukangnya. Agar rezeki kita sebagai tukang berkah. Itu saya turuti sampai sekarang,” cetusnya membeber kode etik para tukang.

Dengan semangat, ia mengisahkan proyek-proyeknya sebagai tukang. “Tahun 90-an, saya pernah mengerjakan perumahan karyawan pabrik milik Ibu Tien di Merak. Saya kepala tukangnya,” cetusnya bangga.

Ia kerap mendapat proyek-proyek membangun gedung sekolah. Terakhir membangun Sopo Gordang di Lumban Dolok Kayu Laut Panyabungan Selatan. Tapi sejak pandangannya mulai kabur, ia terpaksa menolak sejumlah pekerjaan. “Kata dokter sih, karena diabetes,” cetusnya.

Setelah bertahun menderita pandangan kabur, pertengahan September lalu ia mendengar pengumuman di masjid. Tentang adanya operasi katarak gratis. Mereka disuruh mendaftar ke kepala desa setempat. Ia memberanikan diri ikut pemeriksaan mata. Kata paramedis, ia kena katarak. Maka dirinya pun mendaftar ikut ke RS TNI di Padangsidimpuan.

“Senang dan bersyukur karena ada operasi gratis. Saya nggak tau siapa yang membiayai. Tapi siapapun itu, terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan tambah rezekinya,” katanya.

Yang membuatnya bersemangat, baru satu hari pascaoperasi, mata kirinya sudah bisa melihat jelas. “Mata kanan masih kabur. Tapi kata relawan seminggu lagi akan terang,” katanya sumringah.

Menurutnya, yang pertama bakal dilakukannya setelah pulang ke Panyabungan, adalah kembali mengaji seperti dulu. “Itu yang utama,” tandasnya bersemangat. (mea)

21 Oktober Diumumkan Hasil Seleksi Administrasi CASN 2018

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 sudah ditutup Senin (15/10), pukul 23.59 WIB. Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis, hingga pukul 16.00 WIB kemarin, total akun pelamar CASN 2018 sebanyak 4.410.228 orang. Dari total tersebut, terdapat jumlah pelamar yang telah selesai mendaftar sebanyak 3.470.567 orang sesuai yang tertera di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN). Sedangkan pengumuman kelulusan seleksi administrasi pada 21 Oktober 2018.

KEPALA Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada 21 Oktober 2018 ini. Sedangkan jumlah formasi dengan peminat tertinggi pelamar tahun ini, termasuk untuk jumlah peserta atau pendaftar khusus di Pemprov Sumut, secara rinci belum diperolehnya.

“Datanya kebetulan tidak sama saya. Untuk sementara data yang bisa diberikan cuma itu sesuai update harian kami pukul 16.00 WIB. Pendaftaran sendiri akan ditutup hari ini (kemarin,Red) sampai pukul 23.59 WIB,” ujarnya. Dikatakannya, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan.

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) mengumumkan hanya membuka sebanyak 238.015 formasi di CPNS kali ini. “Secara umum, tahapan seleksi CPNS tahun ini ada tiga, yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang,” ujar Ridwan.

Berdasarkan informasi resmi dari situs Kemenkumham, lanjutnya, adapun pengumuman seleksi administrasi, lanjutnya, masing-masing, untuk formasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2018.

Kemenkumham menyatakan bahwa rentang waktu dalam setiap tahapan seleksi tergatung kepada jumlah peserta yang mengikuti seleksi dan ketersediaan sarana. Kemenkumham membuka formasi dari jenjang SMA, Diploma-III, Diploma-IV, Sarjana, Dokter, dan Pendidikan Magister. “Total alokasi yang disediakan untuk CPNS 2018 dari Kemenkumham sebanyak 2.000 formasi,” kata dia.

8.570 Honorer K2 Terdaftar di SSCN

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Jelang penutupan pendaftaran CPNS 2018 kemarin, baru 8.570 honorer K2 (kategori dua) yang terdaftar di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN). Itu berarti ada 4.777 honorer K2 yang belum mendaftar.

Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengungkapkan, hingga 15 Oktober pukul 16.00 WIB total akun pelamar mencapai 4.410.228 orang. Pelamar yang selesai daftar sebanyak 3.470.567 orang. Untuk formasi umum, akun pelamar mencapai 4.338.661 orang. Pelamar yang selesai daftar 3.434.712 orang.

Sedangkan formasi khusus, yang ramai pelamar hanya untuk formasi lulusan terbaik. Di mana akun pelamar mencapai 21.348 orang. Sedangkan pelamar yang selesai daftar 23.944 orang. “Khusus formasi honorer K2, dari 13.347 orang, yang baru membuat akun pelamar sebanyak 8.707 orang. Pelamar yang selesai daftar 8.570 orang,” kata Ridwan, Senin (15/10).

Formasi penyandang disabilitas, akun pelamarnya 2.645 orang. Pelamar selesai daftar 1.559 orang. Formasi putra/putri Papua, akun pelamar mencapai 5.882 orang. Pelamar selesai daftar 3.198 orang.”Formasi diaspora masih sepi peminat. Pelamar yang membuat akun 99 orang. Yang selesai daftar 15 orang. Sedangkan untuk atlet berprestasi belum satu pun yang terdaftar,” ucapnya.

Adapun instansi pusat yang kurang diminati adalah Badan Pengawas Tenaga Nuklir (686 pelamar), Kemenkopolhukkam (703). Kemudian Sekretariat Jenderal KY (744), Sekretariat Jenderal MPR (750) dan Badan Informasi Geospasial (823). (esy/jpnn)

Gubsu Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Madina, Janji Relokasi 22 Rumah Korban

humas pemprovsu for sumut pos MENINJAU: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meninjau lokasi banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Senin (15/10).
humas pemprovsu for sumut pos
MENINJAU: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meninjau lokasi banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Senin (15/10).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Paskabanjir bandang melanda Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau langsung ke lokasi bencana, Senin (15/10).

Saat peninjauan itu, Gubernur berjanji merelokasi 22 rumah dan sekolah yang diterjang banjir bandang, untuk dipindahkan ke tempat yang lebih layak dihuni. Sebelum turun meninjau, Gubsu melaksanakan salat gaib di Masjid Agung Panyabungan.

Didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan sejumlah Pimpinan OPD Pemprov, pejabat setempat serta perwakilan pemerintah pusat, Gubernur langsung turun melihat kondisi di lokasi terdampak bencana.

Dari reruntuhan rumah dan sempadan sungai di Desa Huta Na Godang, terlihat sisa banjir seperti beberapa kayu besar yang melintang di badan jalan, terus di evakuasi. Petugas TNI/Polri dan Basarnas nampak menggunakan sejumlah peralatan.

Setelah melihat pemukiman penduduk, Gubernur berjalan ke tempat lain melihat kondisi perbukitan dan tebing curam yang menurutnya rawan terjadinya longsor jika intensitas curah hujan tinggi. Karena itu, ia juga meminta pemerintah setempat memperhatikan semua aktifitas penggunaan lahan oleh warga agar tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Pertama ini wujud belasungkawa kita kepada rakyat kita. Kedua, kita mencarinya solusinya. Ini musibah yang harus kita cari jalan keluarnya sekarang. Jadi secepatnya kita kerjakan,” ujar Gubernur yang ditemui di sela peninjauannya di lokasi.

Sementara di tempat pengungsian, Gubernur pun menegaskan bahwa mendirikan bangunan di sempadan sungai merupakan tindakan yang salah dan bahkan membahayakan nyawa. Apalagi, dalam aturan memang hal tersebut tidak dibenarkan. Karena itu, pihaknya mendorong agar para korban yang kehilangan tempat tinggal, bisa difasilitasi untuk relokasi ke lahan yang akan dicarikan tempatnya.

“Setuju kan kalau bapak/ibu dipindahkan dari sana? tanya Edy disambut kata setuju para pengungsi yang berjumlah 75 KK di tenda pengungsian.

Bersama para korban selamat dan warga di Kecamatan Ulu Pungkut, Gubernur menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk belasan anak yang selamat dari musiba, berikut santunan untuk para orang tua. Setelah itu, Edy pun memimpin seluruh warga yang hadir di pengungsian untuk memanjatkan doa dan membaca Alfatihah kepada korban meninggal.

Namun untuk meninjau beberapa lokasi yang dianggap rawan, waktu dan kondisi cuaca tidak memungkinkan, sehingga guna mengitari tempat lainnya dan melanjutkan penelusuran, dilakukan hari berikutnya. Gubernur pun memutuskan bermalam di rumah warga bersama rombongan.

Turut mendampingi Kepala BPBd Sumut Riadil Akhir, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Azhar Harahap, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Abdul Haris Lubis, Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Lukmanul Hakim, Kadis Kesehatan Agustama, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Kehutanan Harlen Purba, Kepala BWSS II Pardede, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sementara Buapti Madina Dahlan Hasan Nasution mengapresiasi dan berterimakasih kepada Gubernur yang bersedia turun langsung melihat kondisi masyarakat yang tertimpa bencana banjir bandang. Selain itu, dirinya juga bersyukur atas rencana pembangunan sekolah (SMK) Perkebunan yang akan dibangun di Kecamatan tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Riadil Lubis mengatakan, Pemerintah provinsi dan Pemkab Mandailing Natal berencana merelokasi 22 unit rumah di Desa Muara Saladi, Ulu Pungkut, Mandailing Natal, yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10) lalu.

Selain rumah warga, kata Riadil, pemerintah juga akan merelokasi sekolah dasar sekaligus madrasah yang turut hancur akibat banjir bandang. Relokasi dilakukan, karena pemukiman serta gedung sekolah tersebut terletak pada lokasi yang masih berpotensi diterpa bencana.

Sementara itu, ratusan warga asal Desa Muara Saladi sudah diungsikan ke Balai Naposo Nauli Bulung, Kelurahan Hutagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Lokasi ini berjarak sekitar lima kilometer dari Desa Muara Saladi.

Demokrat PAW Tiga Tersangka

Demokrat PAW
Demokrat PAW

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumatera Utara menggelar paripurna istimewa Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Sumatera Utara pengganti antar waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019, terhadap tiga anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat.

Ketiganya menggantikan tiga anggota dewan sebelumnya yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tiga anggota DPRD Sumatera Utara yang diambil sumpah/janji tersebut adalah Arfan Maksum Nasution, Zulkifli dan Safaruddin Siregar. Mereka menggantikan Mustopawiyah Sitompul, Tiaisah Ritonga dan Arifin Nainggolan yang saat ini ditahan KPK.

“Pengangkatan ini untuk menggantikan saudara Arifin Nainggolan, Mistopawiyah Sitompul dan Tiaisah Ritonga karena yang bersangkutan diberhentikan dari keanggotaan Partai Demokrat sesuai dengan keputusan DPP Partai Demokrat Nomor 355/SA/DPP-PD/VII/2018 tanggal 14 Juli 2018,” kata Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman saat memimpin rapat paripurna, di gedung dewan, Senin (15/10).

Selain karena diberhentikan partai, PAW tiga anggota DPRD Sumut tersebut juga berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 161.12-6174 tahun 2018 dan Nomor 161.12-6176 tahun 2018 serta Nomor 161.12-6178 tahun 2018 tanggal 20 September 2018 tentang pengangkatan pengganti antar waktu anggota DPRD Sumut.

Setelah diambil sumpah/janji yang dipandu Wagirin Arman, tiga anggota DPRD Sumut tersebut selanjutnya duduk di kursi anggota dewan. Ketiganya juga ditempatkan di komisi sesuai anggota dewan yang mereka gantikan.

Sementara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam pidatonya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut Zonny Waldi mengatakan, PAW bagi anggota dewan merupakan keadaan yang telah diatur dalam hukum dan perundang-undangan.

Pemrov Sumut memaknai PAW tersebut sebagai upaya meningkatkan kinerja DPRD yang menjadi partner Pemprov Sumut dalam pembangunan Sumut. “Saya yakin dan percaya PAW ini menambah potensi khasanah pemikiran kita dalam setiap pembangunan Sumut ke depan,” ujar gubernur.

Diketahui, tiga anggota DPRD Sumut yang diganti yani Mustopawiyah Sitompul, Tiaisah Ritonga dan Arifin Nainggolan menjadi tahanan KPK karena terlibat dalam kasus suap APBD dan interpelasi dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. (bal)

Warga Enggan Keluar dari Pengungsian

RERUNTUHAN BANGUNAN: Kondisi reruntuhan bangunan akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (15/10).
RERUNTUHAN BANGUNAN:
Kondisi reruntuhan bangunan akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal
(15/10).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Pascabanjir bandang yang melanda kawasan Kecamatan Ulu Pungkut, Madina Jumat (12/10) lalu, sejumlah titik masih rawan banjir dan longsor Warga yang dievakuasi pun masih enggan keluar dari pengungsian melihat kondisi ladang tempat pencaharian mereka.

Pantauan Sumut Pos, Desa Muara Saladi yang terkena dampak banjir bandang masih tertimbun kayu gelondongan dari perbukitan. Meskipun sejumlah kayu berukuran besar sedikit demi sedikit telah disingkirkan dari kawasan aliran sungai kecil dan jalan, namun beberapa patahan kayu yang hanyut bersama akarnya, belum sepenuhnya dibersihkan. Selain kondisi air yang terus mengalir, cuaca hujan juga membuat proses pembersihan sedikit terkendala.

Meskipun begitu, puluhan personel TNI/Polri, Basarnas bersama warga setempat ikut membersihkan puing kayu yang tertumpuk di sepanjang kaki bukit hingga pinggir sungai Pungkut (besar). Sementara di beberapa titik lainnya, intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan tebing yang ada di sepanjang jalan menuju Desa Huta Godang itu mengalami longsor dan menutupi sebagian badan jalan.

Bahkan sisi jalan yang bersebelahan dengan sempadan sungai ambrol dan hanya bisa dilalui satu kendaraan. Petugas dan warga hanya memasang tanda seadanya untuk mengantisipasi pengendara yang melintas di malam hari dalam kondisi gelap.

Sekitar pukul 18.10 WIB, warga pun mendapat informasi adanya banjir susulan di Desa Simangambat Kecamatan Ulu Pungkut. Namun kondisinya dinilai tidak berpotensi banjir bandang. Meskipun begitu masyarakat sekitar tiga desa terus berjaga terhadap kemungkinan terburuk.

Sedangkan korban banjir bandang dari Desa Muara Saladi masih trauma dan belum berkenan melihat kondisi lahan tempat mereka mendirikan bangunan yang rata dihantam kayu gelondongan. Hanya petugas dan warga sukarelawan yang berada di sekitar lokasi, berikut para warga yang rumahnya tidak habis dihantam banjir.

“Sampai sekarang kami masih di sini saja (pengungsian). Tidak berani saya ke bawah (lahan pertanian), karena harus lewat dari kampung (Desa Muara Saladi) itu. Di sini saja dulu,” ungkap AR Lubis yang anaknya menjadi korban meninggal dunia pada Jumat lalu.

S ementara kehadiran Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi menjadi penyemangat bagi warga di pengungsian. Bahkan tahlilan malam ketiga diikuti langsung oleh Edy didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Hari ini direncanakan, Gubernur masih akan menyusuri lokasi lain yang dianggap rawan. Termasuk melakukan pemetaan kawasan untuk dijadikan lahan relokasi warga. Masyarakat yang sebelumnya bertempat tinggal di bantaran sungai pun diminta untuk tidak lagi kembali dan membangun rumah di tepat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di tiga desa yakni Simangambat, Muara Saladi maupun Huta Godang masih rawan dan warga terus berjaga. Gubernur pun memutuskan tidur di rumah warga bersama rombongan.

Semewntara Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) H Wagirin Arman menginstruksikan anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 7 (Tabagsel) untuk turun langsung ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Madina dan memberikan laporan tertulis kepada pimpinan dewan.

“Saya selaku pimpinan DPRD Sumut mengimbau dan menginstruksikan pada anggota dewan dapil Sumut 7 untuk segera turun ke lokasi kejadian dan memberikan laporan tertulis ke pimpinan DPRD. Dan kepada Pemprov Sumut kami minta segera merespon dan memberikan bantuan (merata) kepada masyarakat yang terkena bencana,” tegas Wagirin Arman disela-sela rapat paripurna istimewa Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Sumatera Utara pengganti antar waktu (PAW), Senin (15/10).

Politisi dari Partai Golkar itu juga menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan berdoa agar keluarga tetap bersabar dan tabah atas musibah tersebut.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sumut Ahmadan Harahap meminta aparat penegak hukum mengusut penyebab terjadinya banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang memporakporandakan pesantren dan kampung penduduk beberapa hari lalu. Sebab, dia menduga banjir bandang tersebut terjadi akibat perambahan hutan di hulu sungai.

“Pertama saya mengucapkan turut berduka cita kepada korban banjir, semoga keluarga korban tabah dan sabar menghadapi musibah yang tidak kita inginkan ini. Kedua, saya melihat banyak kayu-kayu yang hanyut diduga akibat perambahan hutan di hulu sungai. Kita minta diusut tuntas pelaku perambahan hutan yang ada di Kabupaten Madina,” katanya. (bal)