Home Blog Page 5864

Pelindo I Perkuat Sinergitas Dengan Stakeholder

PRESENTASI: GM Pelindo 1 Lhokseumawe melakukan presentasi dalam kegiatan Port Community di Lido Graha Hotel.
PRESENTASI: GM Pelindo 1 Lhokseumawe melakukan presentasi dalam kegiatan Port Community di Lido Graha Hotel.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka meningkatkan potensi ekonomian di bidang bisnis pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melalui Pelindo I Cabang Lhokseumawe memperkuat hubungan sinergitas kepada seluruh stakeholder di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kegiatan bertema Port Community bertujuan untuk meningkatkan sinergi kemajuan dan pertumbuhan regional berlangsung Lido Graha Hotel, Kamis(11/10).

Acara itu dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Kepala KSOP Lhokseumawe Agus Sularto dan General Manager Pelindo I Cabang Lhokseumawe Budi Azmi, pejabat Syahbandar, KPLP, TNI AL, Polres Lhokseumawe serta pejabat dari berbagai instansi yang berkompeten.

General Manager Pelindo I Cabang Lhokseumawe, Budi Azmi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Port Community dilaksanakan untuk menjalin sinergi, untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Lhokseumawe. Banyak potensi bisnis dalam meningkatkan kemajuan di wilayah pelabuhan khususnya di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, kita perlu melakukan sinergi untuk saling mendukung kelancaran proses bisnis yang kita laksanakan. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa menjadi wadah pertukaran informasi dan mendengarkan aspirasi dari seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun Lhokseumawe dan Aceh Utara,” terang Budi Azmi, Dalam kesempatannya, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad mengapresiasi kegiatan Port Community yang diselenggarakan oleh Pelindo I Cabang Lhokseumawe, sehingga mampu secara bersama untuk meningkatkan kemajuan ekonomi sebagai pendukung di wilayah Pelabuhan.

“Disini, kita telah berkumpul, mari kita bersama untuk memikirkan kemajuan daerah dengan peran seluruh stakeholder. Kami berharap dengan kegiatan ini mampu mendorong kita untuk bersinergi yang nantinya bisa turut mendorong perekonomian wilayah,” sebut Yusuf Muhammad.

Hal yang sama juga dikemukakan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib turut mendukung peran Pelindo untuk meningkatkan perekonomian di wilayah pelabuhan. Sehingga mampu mendukung kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah Aceh Utara.

“Sinergitas ini, kita harapkan dapat terus berlanjut, untuk meningkatkan ekonomi yang mampu mengatasi kemiskinan di tengah masyarakat,” terang Muhammad Thaib.

GM Pelindo I Cabang Lhokseumawe kembali menjelaskan, dalam upaya mempercepat pembangunan perekonomian di wilayah Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, sebagai perluasan pembangunan ekonomi nasional.

Pemerintah Lhokseumawe dan Aceh Utara merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.

Secaea penjabarannya, KEK Arun memiliki luas lahan sekitar 2.656 hektar telah membentuk konsorsium yang terdiri dari Pelindo 1, PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, dan Perusahaan Daerah Pemerintah Aceh.

KEK Arun berada di wilayah yang strategis karena berada di lintasan jalur padat transportasi laut yang potensial di Selat Malaka. Potensi ekonomi dari pelayaran Selat Malaka sangat besar, 30% dari komoditas perdagangan dunia dan 15% dari produksi minyak mentah dan produk turunannya dikirm melalui Selat Malaka.

“Dengan hadirnya KEK, target bagi Pelindo I akan menjadikan wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara sebagai kota perdagangan. Pelindo I siap untuk melayani para investor dalam menjalankan proses bisnisnya, kami optimis dengan KEK Arun Lhokseumawe, Pelindo 1 bersinergi dengan seluruh stakeholder siap untuk berkontribusi mempercepat pertumbuhan perekonomian wilayah,” tambah Budi Azmi. (fac/ram)

Bank Dunia Kucurkan Pinjaman untuk Indonesia Rp15 Triliun untuk Rekonstruksi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani saat tampil di IMF-WB 2018.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani saat tampil di IMF-WB 2018.

BALI, SUMUTPOS.CO – Bank Dunia menyetujui mengucurkan pinjaman senilai USD 1 miliar atau Rp 15 triliun (kurs Rp 15 ribu per USD) kepada Indonesia untuk melakukan rekonstruksi di daerah yang terkena bencana alam seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah. Pendanaan ini akan diberikan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari pemerintah Indonesia.

Chief Executive Officer Bank Dunia, Kristalina Georgieva mengatakan, bantuan akan dimulai melalui hibah dari pihaknya senilai USD 5 juta atau Rp 75 miliar untuk bantuan teknis bagi perencanaan untuk rekonstruksi.

“Pada Jumat lalu saya mengunjungi Palu di Sulawesi dengan Yang Mulia Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saya sangat terharu melihat kehancuran dan mendengar kisah-kisah mereka yang terdampak bencana, ” ujarnya di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

“Tindakan segera pemerintah dalam menanggulangi bencana sangat mengagumkan dan robust (kuat). Saat kita memasuki fase rekonstruksi, kita telah menyiapkan hingga USD1 miliar untuk mendukung pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Paket bantuan yang akan diberikan Bank Dunia termasuk transfer tunai bagi 15 ribu keluarga masyarakat miskin yang terdampak gempa dengan rentang waktu antara enam bulang hingga setahun

Selain itu paket dana bantuan senilai USD 1 miliar juga termasuk program-program pemulihan masa tanggap darurat untuk membiayai oembangunan kembali sejumlah fasilitas publik utama dan aset-aset infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalanan, tol, hingga infrastruktur suplai air bersih.

“Penambahan sistem perlindungan sosial tersebut didesain dalam rangka membantu ekonomi dan pekerja lokal selama fase recover dan untuk mencegah dampak jangka panjang terhada human capital,” katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucapkan terima kasih atas bantuan dari bank dunia. Di sisi lain, dirinya juga tak lupa mengucapkan hal yang sama kepada seluruh delegasi negara yang mengapresiasi pelaksanaan IMF-WB di Bali.

“Saya berterimakasih seluruh peserta menyampaikan duka cita dan apresiasi Indonesia mampu menjadi tuan rumah dan di saat yang sama melanjutkan fokus penanganan bencana. Ini demonstrasi pemerintahan Jokowi dan JK dalam kelola Indonesia dalam menghadapi ini semua. Kami berterimakasih atas ucapan simpati dan berbagai macam keinginan untuk membantu,” tandasnya. (hap/mys/JPC/ram)

Biaya Pertemuan IMF-World Bank 2018 Diperkirakan Rp500 Miliar

Annual meetings 2018 di Bali
Annual meetings 2018 di Bali

BALI, SUMUTPOS.CO –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut anggaran yang digunakan dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, tidak mencapai Rp 855,6 miliar. Angka itu merupakan anggaran yang disiapkan pemerintah dari pagu APBN 2017 dan 2018 serta sumbangan dari Bank Indonesia (BI).

“Anggaran itu sejak awal didiskusikan dan disepakati dengan DPR sebesar Rp 855,6 miliar, itu bukan tiba-tiba datang dari batu. Sampai hari ini dana yang sudah dikontrakkan Rp566 miliar,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/10) malam.

Luhut mengungkapkan, efisiensi yang dilakukan pemerintah mampu menekan pengeluaran untuk pertemuan tahunan IMF-WB. Namun, hal itu tidak membuat kualitas penyelenggaraan menjadi berkurang.

“Kita nego dengan Pak Susiwijono (Ketua Pelaksana Harian Pertemuan IMF-World Bank) yang kecil-kecil enggak perlu dikeluarin. Setelah audit kita akan tahu berapa, mungkin di bawah Rp 500 miliar,” jelas dia.

Ia menambahkan, penghematan itu bisa dilakukan lantaran pada beberapa aspek pemerintah lebih banyak memanfaatkan layanan sewa, bukan beli baru.

“Kita hampir enggak ada beli barang baru. Kita sewa semua. Jadi kalau orang Jakarta bilang kita mewah-mewah, asbun (asal bunyi) saja,” terangnya.

Di sisi lain, mantan Menko Polhukam itu juga mengklaim para delegasi dan tamu undangan kagum dengan upaya Indonesia dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi di dalam negeri.

“Mereka juga kagum ada kasus bencana alam Sulawesi Tengah dan Lombok juga Asian paragames, tapi kita bisa mengatur dengan bagus dan ini memberikan confidence pada investor bahwa kalau mereka investasi di Indonesia,” lanjunya.

Sementara itu, dirinya memprediksi penerimaan Provinsi Bali karena kegiatan ini juga mencapai triliunan.

“Penerimaan Bali diperkirakan akan mendapat Rp 1,2 triliun. Turis asing ada 3000 orang yang daftar paket tour yang disediakan pemerintah. Ada yang ke Gili, Lombok, Labuan Bajo, Pulau Komodo sampai Toba,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10) malam.

Luhut juga memperkirakan jika dampak dari penyelenggaraan petemuan tahunan IMF-WB akan membuat pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 6,54 persen. Sebanyak 32 ribu lapangan kerja juga tercipta dari terselenggaranya acara tersebut.

“Dampaknya bagus, kita juga harus perluasan apron bandara juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penumpang yang masuk,” tuturnya.

Mantan Menko Polhukam itu juga menyebut para turis asing dan perwakilan delegasi negara sahabat puas terhadap layanan imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Mereka puas dengan pelayanan imigrasi dan beacukai. Orang Indonesia memberikan data dengan akurat,” tandasnya. (hap/JPC/ram)

Basirun Dikelewang Komplotan OKP, Rumah Diserang dan Dimolotov

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga berasal dari salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) menyerang rumah Basirun Syahputra (35) menggunakan kelewang. Tak sampai disitu, rumah warga Jalan Gunung Kinabalu, Lingkungan I, Kelurahan Tanahmerah, Binjai Selatan itu juga dilempar bom molotov.

PERISTIWA itu terjadi Minggu (14/10). Kondisi saat itu mencekam. Basirun sangat menyayangkan aksi kriminal itu. Dia menduga, kejadian tersebut berawal dari oknum OKP sedang memanen buah sawit yang bukan miliknya di perkebunan milik korban.

“Saya pergoki ada dua kali mereka mengambil buah sawit ayah saya, begitupun sudah dimaafkan. Sudah damai dua kali secara kekeluargaan. Barang bukti didapat dari tangan mereka, ada buah sawit dengan alat dodos dan mengangkutnya dengan betor,” ungkap Basirun.

“Lalu, saya anggap masalah tersebut sudah selesai. Karena sudah berdamai dengan menghadirkan Kepala Lingkungan sebagai penengah. Ternyata pihak OKP tidak senang dengan teguran kami,” sambungnya.

Korban mengaku, perutnya mendapat tebasan kelewang yang digunakan OTK terduga oknum OKP tersebut.

Beruntung aksi penyerangan tersebut tidak meluas. Petugas Polres Binjai dan Polsek Binjai Selatan yang mendapat informasi, terjun ke TKP.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Binjai Selatan, Ipda Ibrahim Sopi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP.

Seperti sebilah kelewang dan pecahan botol kaca diduga bagian dari bom molotov.

Disebut-sebut, oknum OKP itu berinisial S alias E dan H alias B yang menyerang Basirun menggunakan kelewang.

“Pengakuan korban terjatuh dan bangkit lagi saat diserang oleh pelaku. Kemudian istri korban teriak minta tolong. Lalu warga berdatangan,” ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Binjai ini.

Atas kejadian itu, sejumlah warga Jalan Kinabalu merasa resah. Menurut warga, sebelum aksi penyerangan itu terjadi, tampak tiga orang melintas mondar-mandir mengendarai Kawasaki Ninja.

“Saya enggak sangka rumah korban yang mau diserang oleh mereka,” tandas warga.(ted/ala)

Pengusaha Rumah Makan Jadi Bulan-bulanan Maling

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Afendi (44), pengusaha Rumah Makan (RM) Kawan Lamo berharap Kepolisian segera mengungkap kasus pencurian mobil pick up miliknya yang hilang dari gudang awal September lalu. Setelah ia melaporkan kasus pencurian itu ke Poldasu, kini perkaranya dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

Ditemui di ruang penyidik gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Afendi tengah mendampingi dua karyawannya Dwiki (22) dan Irsat (27). Keterangan mereka diambil terkait hilangnya mobil pengangkut barang, pick up L300 BA 8509 FN milik Afendi, 13 September 2018.

Afendi sudah melaporkan kasus ini. Pengaduannya tertuang dalam LP/1240/IX/SPKTII/17 September 2018 di Polda Sumut.

“Kasusnya dilimpahkan ke Polrestabes Medan kata orang Polda. Saya sudah diperiksa kemarin bersama penyerahan rekaman CCTV (Closed Circuit Television), tadi pemeriksaan lanjutan untuk keterangan saksi. Dua orang karyawan saya dimintai keterangan,” katanya, Sabtu (13/10). Pengusaha rumah makan padang ini mengaku curiga dengan orang dalam maupun orang di sekitar tempat tinggalnya.

Menurut dia, hilangnya pick up tersebut dari gudang sebelah usaha rumah makan miliknya saat ia sedang pergi ke Padang, Sumatera Barat menghadiri sebuah acara.

Saat itu, salah seorang saksi yang juga keponakannya, Irsat, tinggal sendiri untuk menjaga rumah.

“Pencurian mobil milik saya itu dicuri di waktu subuh dan terekam CCTV pelaku beserta mobil yang mereka (tersangka) gunakan saat beraksi,” kata Afendi. “Kalau kecurigaan saya tentang orang dalam dan orang di sekitar rumah saya itu kan asumsi. Harapan saya semoga polisi bisa benar-benar mengungkap kejadian yang merugikan saya ini,” sambungnya.

Kecurigaannya itu menguat, karena sebelumnya juga terjadi pencurian di gudang miliknya itu. Satu drum minyak goreng bernilai kurang lebih Rp2,6 juta raib pertengahan April 2018.

Selain itu, 10 karung beras juga raib. “Itu kasus hilangnya minyak 1 drum juga terekam CCTV dan sudah saya laporkan ke Polsek Helvetia dengan bukti laporan nomor STTLP/328/IV/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Helvetia. Tapi sepertinya tidak ada tindaklanjutnya,” terangnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, berjanji akan memproses kasus tersebut. (dvs/ala)

Ruko Tanpa IMB di Lahan PT KAI Belawan Tidak Diratakan, Dewan Curiga Peran Mafia tanah

m idris/SUMUT POS DIBONGKAR: Petugas Satpol PP membongkar kios tanpa Izin Mendirikan Bangunan di lahan PT KAI Belawan.
m idris/SUMUT POS
DIBONGKAR: Petugas Satpol PP membongkar kios tanpa Izin Mendirikan Bangunan di lahan PT KAI Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Pemko Medan. Hal ini terkait pembangunan 90 unit ruko atau kios di lahan PT KAI kawasan Jalan Stasiun Medan Belawan yang diduga kuat tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sewaktu dibangun.

Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong menilai, PT KAI selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layaknya menjadi contoh bagi masyarakat dan mematuhi peraturan Pemko Medan yang sudah ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Medan.

“Sudah jelas diatur sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang IMB, bila ada berdiri bangunan tanpa memiliki IMB berarti itu bangunan ilegal. Jadi, harus diratakan bangunan yang menyalah itu, biar jelas sanksi pelanggar perda dan jangan ‘ketok cantik’ saja,” ungkap Parlaungan baru-baru ini.

Kata dia, meskipun bangunan itu di atas lahan milik PT KAI namun masih di wilayah Pemko Medan. Oleh karena itu, selayaknya mengikuti peraturan yang ada. “Selain IMB, harus ada analisis dampak lingkungannya (Amdal), termasuk Amdal Lalu Lintasnya juga,” cetusnya.

Politisi Partai Demokrat ini menduga, adanya keberanian developer dan PT KAI membangun tanpa terlebih dulu mengurus IMB lantaran ada oknum-oknum yang membekingi. “PT KAI itu BUMN, dan selaku BUMN harusnya memberi contoh yang baik terhadap pemerintah kota. Jadi, ditegaskan bangunan di sana harus diratakan karena sudah jelas di perda disebutkan sanksi bagi pelanggar IMB,” tegasnya.

Lebih lanjut Parlaungan mengatakan, adanya wacana perubahan atau revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan di wilayah Medan Utara, berdampak pada pembangunan puluhan toko tersebut.

“Tak tertutup kemungkinan ini berkaitan dengan adanya revisi RTRW di kawasan Medan Utara. Tapi nanti kan ada pembahasan dan harus jelas pemetaannya. Seperti di mana lokasi pergudangan, perkantoran, ruang terbuka, ruang penghijauan, semuanya harus jelas dan dibuat petanya,” tandasnya sembari mengaku sudah menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) atas persoalan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli meminta Pemko Medan bersikap tegas membongkar bangunan ilegal di lahan milik PT KAI tersebut. Apalagi, dulunya di kawasan itu merupakan areal pemukiman warga. Namun dengan dalih akan digunakan untuk area parkir PT Pelindo, rumah-rumah warga pun digusur.

Nanda menduga ada mafia tanah bekerja sama dengan oknum dari instansi terkait yang ‘bermain’ secara struktur dan masif, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat kecil.

“Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan jangan tutup mata dengan puluhan bangunan ilegal ini. Satpol PP juga harus bersikap tegas, bongkar semua bangunannya,” kata Nanda.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah menindak bangunan yang per unitnya berukuran 8×3,5 meter tersebut. Namun pembongkaran hanya ketok cantik saja, sehingga masyarakat menduga adanya permainan oknum pemerintah dengan developer. (ris/azw)

JPO Putri Hijau Dirobohkan, Jangan Abaikan Kepentingan Umum

M. Idris/Sumut Pos BERJALAN: Seoerang warga melintasi jalan bekas bangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Balai Kota, kemarin. membongkar JPO karena jarang dipergunakan dan jadi tempat papan reklame. Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Pemko Bongkar JPO di Seberang Kantor Pos Medan, Dianggap jadi Lokasi Favorit Pemilik Papan Reklame, httpmedan.tribunnews.com20181008pemko-bongkar-jpo-di-seberang-kantor-pos-medan-dianggap-jadi-lokasi-favorit-pemilik-papan-reklame. Penulis Liska Rahayu Editor Joseph W Ginting
M. Idris/Sumut Pos
BERJALAN: Seoerang warga melintasi jalan bekas bangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Balai Kota, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif menyesalkan penertiban jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Jalan Putri Hijau yang dilakukan tim gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Medan. Sebab, JPO tersebut diyakini membantu masyarakat bila ingin menyeberang menuju arah Jalan Guru Patimpus.

“Ruas Jalan Putri Hijau itu memang membutuhkan JPO karena cukup luas, dapat dilalui hingga 6 mobil sekaligus. Sehingga, masyarakat butuh sarana bila mau menyeberang,” ujar Arif menyikapi perobohan JPO tersebut Minggu (14/10).

Diutarakan dia, apabila memang Pemko Medan melalui OPD-nya hendak melakukan penataan, cukup dengan menertibkan papan reklame. Artinya, jangan JPO dijadikan sarana bisnis bagi pengusaha.

“Penataan itu harus benar-benar untuk kepentingan umum, jangan hanya sekelompok orang atau pengusaha tertentu. Di kota-kota maju JPO itu dibutuhkan, apalagi bila arus lalu lintasnya cukup padat seperti di kawasan Jalan Putri Hijau,” sebut Arif.

Ia khawatir, ditumbangkannya JPO di Jalan Putri Hijau akan berakibat meningkatnya kecelakaan lalu lintas di kawasan itu. Sebab, masyarakat terpaksa menghentikan satu persatu kendaraan bila hendak menyeberang atau menunggu kosong.

“Kita dukung Pemko Medan melakukan penertiban untuk menata estetika kota Medan. Namun jangan sampai mengabaikan kepentingan orang umum. Penertiban yang dilakukan harus benar-benar adil dan membela warga kota Medan. Untuk itu, segera bangun kembali JPO di kawasan itu dan awasi agar tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Komisi A DPRD Medan Zulkarnaen Yusuf menuturkan, pascadirobohkannya JPO tersebut diminta Pemko Medan untuk segera mencari solusi lain agar warga yang hendak menyeberang tetap terjaga keselamatannya. Seperti, dengan fasilitas umum lainnya.

“Setelah dirobohkan, Pemko juga harus memikirkan bagaimana warga yang menyebarang tetap aman dan selamat. Zebra Cross dan lampu peringatan untuk jaga kecepapan harus dimaksimalkan dan tempatkan petugas disitu,” ujarnya.

Diketahui, pada Minggu dini hari sepekan yang lalu (7/10) tim gabungan OPD Pemko Medan merobohkan JPO di Jalan Putri Hijau. Perobohan jembatan tersebut dilakukan sesuai menumbangkan dua reklame yang didirikan di atasnya. (ris/azw)

Paripurna Penataan Papan Reklame Batal, Pemko Dinilai Tak Serius

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dinilai tak serius melakukan penataan terhadap kota Medan, khususnya dalam bidang penataan reklame. Salah satunya, terbukti akibat ketidakhadiran wali kota maupun perwakilannya, paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap nota pengantar kepala daerah atas rancangan peraturan daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Reklame terpaksa ditunda. Selain itu, hingga kini masih banyak berdiri reklame di kawasan zona larangan dan belum ditertibkan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Hasyim menyesalkan ketidakhadiran pihak eksekutif dalam paripurna tersebut. Padahal, ranperda yang akan dibahas tersebut merupakan usulan dari pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Tertundanya paripurna itu bentuk ketidakseriusan wali kota. Kalau wali kota serius, pasti akan mengarahkan wakil wali kota atau setidaknya plt sekda, sehingga paripurna itu tidak perlu ditunda. Apalagi perda ini usulan mereka, jadi harus beri atensi lebih,” ujar Hasyim kepada wartawan akhir pekan lalu.

Menurut anggota Komisi C DPRD Medan ini, paripurna di DPRD Medan telah terjadwal dan diinformasikan kepada pihak eksekutif jauh-jauh hari. Kehadiran eksekutif di setiap paripurna sangat dibutuhkan untuk pembangunan kota Medan yang lebih baik.

“Kalau sudah dijadwalkan, harus dijalankan. Pembangunan Kota Medan tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemko Medan sendiri atau sebaliknya. Lembaga eksekutif dan legislatif harus bersinergi dengan baik untuk membangun kota ini,” sebut Hasyim.

Ia meminta wali kota dapat mengikuti jadwal-jadwal yang telah ditetapkan DPRD Medan. Atau, setidaknya dapat mengutus utusan yang kompeten bila tidak dapat menghadirinya langsung.

“Jadwal di Pemko Medan itu harus ada perencanaan, jangan mendadak semua. Kan lucu juga semua tidak bisa ikut paripurna di DPRD Medan. Ke depan, mereka harus menyesuaikan jadwalnya untuk kepentingan pembangunan,” tegasnya.

Sementara, Penasihat Fraksi PPP DPRD Medan Abdul Rani menyesalkan Wakil Wali Kota Medan AKhyar Nasution yang tidak dapat mewakili wali kota untuk mengikuti paripurna tersebut. Padahal, ketika itu Akhyar berada di Medan.

“Seharusnya paripurna itu tidak sampai batal, kan masih ada wakil wali kota. Dia bisa kok hadir pada paripurna itu, kecuali tadi paripurna yang beragendakan pendapat fraksi. Kita sangat menyesalkan ketidakhadiran eksekutif, dalam hal ini pak wakil. Jangan dia sibuk ke sana ke sini tapi tidak mau ikut paripurna,” cetus Abdul Rani. Dia meminta, ke depan agar serius dalam melakukan penataan reklame.

Diketahui, Ketua DPRD Medan, Henry J Hutagalung terpaksa menunda rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap nota pengantar kepala daerah atas Ranperda Penyelenggaraan Reklame setelah sebelumnya sempat dibuka, Rabu (10/10) lalu. Penundaan itu karena wali kota, wakil wali kota maupun sekda tidak menghadiri paripurna tersebut. (ris/azw)

Sabrina: Juara III Sudah Luar Biasa

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS SIARAN PERS: Ketua Umum MTQN XXVII, R Sabrina memberi keterangan kepada wartawan di Media Center MTQN Komplek GSG Pancing, Jumat (12/10).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
SIARAN PERS: Ketua Umum MTQN XXVII, R Sabrina memberi keterangan kepada wartawan di Media Center MTQN Komplek GSG Pancing, Jumat (12/10).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) berhasil duduk di ranking tiga dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII/2018. Hasil tersebut dianggap sudah melebihi ekspektasi meski sebelumnya Gubernur Edy Rahmayadi menginginkan Sumut menjadi juara umum, “Juara tiga itu sudah luar biasa, bahkan di luar ekspektasi kita.

Pada waktu MTQN sebelumnya (NTB 2016) kita (Sumut) secara umum hanya berada di ranking 23. Kita sudah melompat jauh dari sebelumnya,” ujar Ketua Umum MTQN XXVII, R Sabrina kepada wartawan di Media Center MTQN Komplek Gedung Serba Guna Pancing, usai acara penutupan MTQN, Jumat (12/10) malam.

Menurutnya, harapan tiga hal kesuksesan dalam MTQN sudah dilalui dengan sangat baik oleh Sumut. Yakni sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Tinggal lagi sukses yang terakhir, yaitu laporan pertanggungjawaban acara.

“Kafilah kita bersemangat karena menjadi tuan rumah. Di babak final kita mempunyai 22 finalis. Hasilnya, 4 orang mendapat juara 1, 3 orang mendapat juara 2, dan 8 orang memeroleh juara 3. Itu belum dihitung yang menjadi juara harapan. Nampaknya kita diberkati Tuhan bahwa kita sukses dalam penyelenggaraan dan juga perlombaan,” katanya didampingi Ketua Harian Zonny Waldi dan Ketua Bidang Publikasi, Dokumentasi, Siaran dan Media Center, Ilyas Sitorus.

“Begitupun kita jangan berpuas diri dulu, sebab masih ada juara 2 dan 1 yang perlu kita kejar dan raih pada MTQN ke-28 di Sumatera Barat. Mudah-mudahan kita bisa meningkat lagi,” imbuhnya.

Sekdaprovsu ini menambahkan, kesuksesan dalam ajang sekelas MTQN takkan mampu diraih tanpa adanya rasa kebersamaan dan persatuan antarkomponen masyarakat Sumut. “Termasuk kerja sama dan dukungan dari rekan-rekan media semua. Even nasional maupun internasional tanpa publikasi tidak akan diketahui khalayak,” katanya.

Sejak awal, kata Sabrina, suksesi MTQN menjadi tugas besar pihaknya, seluruh stakeholder dan masyarakat Sumut. Bahkan kepanitiaan yang ada menurut dia hanya struktural saja dan sebagai roda penggerak. “Tetapi seluruh masyarakat Sumut adalah tuan rumah. Kami mengamati semua pihak telah memberikan pelayanan dengan sebaik baiknya termasuk rekan-rekan media. Tentu hal itu menjadi wujud kebersamaan dan persatuan di antara kita untuk menyukseskan MTQN, yang merupakan kehormatan (Sumut) ditunjuk sebagai tuan rumah. Atas hal ini kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,” katanya.

Pemprovsu berharap kesuksesan penyelenggaraan MTQN tidak sekadar menjadi output melainkan outcome atau manfaat dari kegiatan tersebut. “Promosi itu mahal. Tetapi dengan pena, berita, dan foto rekan-rekan media, semua telah mempromosikan Sumut. Dengan itu Sumut jadi dikenal orang. Dan ini tentunya sangat menguntungkan Sumut, dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Seperti diketahui, Provinsi DKI Jakarta menjadi juara umum di MTQN XXVII yang digelar di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, mulai 4-13 Oktober 2018 kemarin.

Pada malam penutupan acara secara resmi dilakukan Wakil Presiden Republik Indonesia, M Jusuf Kalla itu, DKI mengumpulkan poin sebanyak 64, disusul Provinsi Banten dengan poin 51.

Sementara Sumut menempati urutan ketiga dengan poin 37, disusul Kepulauan Riau dan Jawa Timur. Posisi keenam hingga sepuluh yakni Riau, Jawa Barat, Aceh, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

Dalam penilaian yang dibacakan Ketua Dewan Hakim, Rom Rowie, DKI mengumpulkan 10 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Sedangkan Sumut meraih 15 juara dengan rincian 4 peringkat pertama (emas), 3 perak, dan 8 perunggu. Adapun empat peserta Sumut yang meraih emas itu dari cabang; Hifdzil 10 Juz dan Tilawah putra, Fahmil Quran putri, Syarhil Quran putra dan Hifdzil 1 Juz dan Tilawah putri.

Tiga peserta yang meraih peringkat kedua ada pada Cabang Hifdzil Quran Putri Golongan 5 Juz dan Tilawah, Cabang Makalah putra dan Cabang Kaligrafi Putri Golongan Kontemporer. Sedangkan untuk delapan peserta peringkat ketiga diraih pada golongan Cabang Fahmil Quran putra, Cabang Hifdzil Quran Putri 30 Juz, Cabang Kaligrafi Golongan Kontemporer Putra, Cabang Makalah Putri, Cabang Tafsir Putri Golongan Bahasa Arab, Cabang Tilawah Putri Golongan Anak-Anak, Cabang Tilawah Putri Golongan Qiraat Sab’ah Murattal Dewasa, dan terakhir Cabang Tilawah Putri Golongan Remaja. (prn/azw)

Senam Massal di Ulang Tahun Sumut Pos

Triadi Wibowo/Sumut Pos ANTUSIAS: Ratusan peserta antusias mengikuti Senam Masal saat Care Free Day yang digelar Sumut Pos di Jalan Pulau Pinang Medan.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
ANTUSIAS: Ratusan peserta antusias mengikuti Senam Masal saat Care Free Day yang digelar Sumut Pos di Jalan Pulau Pinang Medan.