Home Blog Page 5865

Penutup Limbah Hilang, PDAM Tirtanadi Diminta Bertindak

Agusman/sumut pos HILANG: Penutup limbah PDAM Tirtanadi yang hilang di Jalan Medan Area Selatan.
Agusman/sumut pos
HILANG: Penutup limbah PDAM Tirtanadi yang hilang di Jalan Medan Area Selatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak tahun 1991, sepanjang Jalan Medan Area Selatan telah menjadi tempat saluran air limbah milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di Medan. Tak heran bila melalui jalan tersebut, maka tiap beberapa meter dapat dijumpai pipa yang tertutup besi menyerupai sumur.

Namun apa jadinya, bila besi sebarat 10 kg yang menutup saluran pipa limbah tersebut hilang dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tentunya, akan membayakan bagi pengguna Jalan Medan Area Selatan persisnya di depan Gang Delapan.

Menurut Kepala Lingkungan 8, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Sabari, penutup limbah itu hilang sejak Sabtu (13/10) kemarin.

“Sudah dari kemarin (Sabtu) hilang. Warga sini tak tau siapa yang mencurinya,” ujarnya saat ditemui Sumut Pos, Minggu (14/10).

Apalagi kata dia, hilangnya penutup limbah itu, hanya beberapa meter saja dari kediamannya. “Pada hal rumah saya ini poskamling, warga yang berjaga biasa sampai jam 3 pagi. Untuk mengangkatnya saja, diperlukan 2 orang itu,” katanya.

Ternyata, hilangnya penutup limbah ini bukan kali ini saja terjadi. Sabari membeberkan, paling tidak sudah lebih dari 3 kali penutup limbah di sepanjang Jalan Medan Area Selatan hilang.

“Sudah sering, ada 5 kali kalau tidak salah. Karna memang ada beberapa penutup limbah yang longgar dan gampang terbuka dilanggar-langgar mobil. Yang terbuka itulah yang dicuri orang,” sebutnya.

Dia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PDAM. Namun hingga kini, belum ada realisasi yang dilakukan.

“Sudah saya lapor ke PDAM di Jalan Garuda. Tapi belum ada juga ditutup mereka,” sesal Sabari.

Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya kecelakaan, Sabari bersama warga membentangkan batang kayu dengan tulisan ‘hati-hati’ sebagai tanda bahaya bagi pengendara mobil dan sepedamotor.

“Kalau tidak diberi tanda bisa bahaya bagi pengendara. Lubangnya saja dalamnya 5 meter kebawah,” katanya.

Untuk itu, Sabari menyarankan agar pihak PDAM mengecor sisi lubang dengan semen yang lebih tinggi. Gunanya, selain tidak gampang hilang, juga tidak longgar jika dilalui kendaraan.

“Kalau bisa dicor lebih tinggi, apalagi jalan ini kan mau diaspal sebentar lagi. Jadi antara aspal dengan coran bisa sama rata nantinya,” pungkasnya.

Amatan wartawan, jika dilihat kedalam lubang yang menganga ditengah Jalan Medan Area Selatan tersebut, maka terlihat air kotor bercampur sampah. Sementara pengendara tampak berhati-hati bila melalui jalan tersebut. (man)

Kumpulkan Bantuan, Gandeng Forkopimda Sumut

ISTIMEWA/sumut pos AUDENSI: Dari kiri ke kanan, Tomi Wistan, dr Indra Wahidin, Anwar Susanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhila, Juswan Tjoe, Ardjan Leo, dan Solihin Chandra.
ISTIMEWA/sumut pos
AUDENSI: Dari kiri ke kanan, Tomi Wistan, dr Indra Wahidin, Anwar Susanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhila, Juswan Tjoe, Ardjan Leo, dan Solihin Chandra.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tionghoa Sumatera Utara (Sumut) peduli akan derita korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesai Tengah (Sulteng). Mereka berkumpul dan sepakat membentuk panitia bersama mewakili sebagian dari komunitas, yayasan, perhimpunan, perkumpulan maupun organisasi komunitas masyarakat Tionghoa.

“Kami dari MITSU (Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumatera Utara, PSMTI Sumatera Utara, Yayasan Sosial Angsapura, Kompak, Sad Putra Persada, Perkumpulan Hakka, Perhimpunan Teochew, Kuangzhau, Hubei, Hainan, Yayasan Marga seperti Wang, Tan, Lim, Ong, Goh, Zhuang & Yan serta organisasi Tionghoa lainnya yang bergabung, menyatu, dan saling melengkapi, bergandengan tangan untuk meringankan beban, saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Mamaju dan Sigi Sulawesi Tengah,” ujar Juswan, dari Perhimpunan MITSU selaku Ketua Panitia Pelaksana yang didampingi Anwar Susanto dari INTI Sumut selaku Bendahara Panitia Pelaksana, Iwan Hartono Alam dari Kompak, Tomi Wistan dari INTI Sumut, Ardjan Leo dari Perhimpunan MITSU/Yasora dan Solihin Chandra dari PSMTI Sumut/Walubi Sumut usai audiensi kepada Kapoldasu (10/10), Gubernur Sumatera Utara dan Pangdam-I/BB (11/10) yang juga dihadiri oleh dr Indra Wahidin dari Walubi
Sumut .

MITSU Peduli Palu INI bertekad untuk senantiasa transparan menyangkut arus bantuan sosial kemanusiaan yang diberikan oleh Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara. Dan ini sebagai bentuk empati terhadap korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Mamaju, dan Sigi, Provinsi Sulteng.

Menurut Juswan, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh masyarakat Tionghoa Sumatera Utara selaku para pemberi bantuan sosial kemanusiaan, akan benar-benar mengkelola secara terbuka dan akuntabel bantuan yang diberikan.

Menurutnya, transparansi bantuan dana sosial kemanusiaan masyarakat Tionghoa Sumatera Utara tersebut akan dilakukan bukan hanya dalam bentuk.

pemberitahuan harian melalui media massa, tetapi juga akan disalurkan kepada saudara-saudara korban gempa dan tsunami di Sulteng melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara. Dalam hal ini, smabungnya,

Kapoldasu, Pangdam- I/BB dan Gubernur Sumatera Utara sebagaimana arahan dan petunjuk yang diberikan Forkopimda Sumatera Utara saat audiensi.

Menurut Juswan, sikap terbuka dan dukungan Forkopimda Sumatera Utara tersebut dirasakan perlu, karena menyangkut bantuan dana sosial kemanusiaan dari seluruh Masyakarat Tionghoa Sumatera Utara yang menjadi hak milik dari saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Tionghoa Sumatera Utara
atas bantuannya dan kepada Kapoldasu, Pangdam-I/BB dan Gubernur Sumatera Utara atas dukungannya,” pungkas Juswan. (rel/azw)

DKM Hijir Ismail Rutin Subuh Berjamaah

istimewa/sumut pos BERSAMA: DKM Masjid Hijir Ismail di Komplek Graha Indah Kelapa Gading Jalan Klambir 5 Tanjunggusta.
istimewa/sumut pos
BERSAMA: DKM Masjid Hijir Ismail di Komplek Graha Indah Kelapa Gading Jalan Klambir 5 Tanjunggusta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Hijir Ismail di Komplek Graha Indah Kelapa Gading Jalan Klambir 5 Tanjunggusta rutin mengadakan Subuh Berjamaah. Seperti kemarin, kembali lagi digelar.

Setelah melaksanan Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan langsung dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Al Ustaz Zaky Ahmad Rifai. “Subuh berjamaah memang sengaja kami rutinkan setiap hari agar kebangkitan ummat dapat dimulai dari Masjid. Maka dari itu kami mengajak para jamaah Masjid Hijir Ismail untuk terus memenuhi shaf shaf yang ada setiap Salat Subuh,” ujar Risdianto SE, Wakil Ketua DKM Masjid Masjid Hijir Ismail.

Surono, salah seorang jamaah mengatakan, temanya sangat menarik, apalagi di tengah problematika ummat yang saat ini cukup kompleks. “Tema ini sangat pas dan menarik untuk diangkat,” kata Surono. Subuh berjamaah kali ini ditutup dengan sarapan pagi bersama Al Ustaz Zaky Ahmad Rifai dan para jamaah Masjid Hijir Ismail. (ila/azw)

Jalan Young Panah Hijau Kian Sulit Dilintasi

Fachril/sumut pos RUSAK: Jalan Young Panah Hijau yang kini semakin rusak parah, kemarin.
Fachril/sumut pos
RUSAK: Jalan Young Panah Hijau yang kini semakin rusak parah, kemarin.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang Jalam Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan semakin hancur dan sulit dilintasi kendaraan serta menggangu aktivitas masyarakat sekitar.

Dengan tegas, Anggota DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah meminta kepada Pemko Medan agar segera merealisasikan pengerjaan jalan itu, karena sudah masuk tahap tender. Sehingga tidak mengulur waktu, yang dapat mengakibatkan jalan itu semakin hancur dan sulit dilintasi masyarakat.

“Jalan itu harus jadi skala prioritas, jangan lagi tunggu waktu. Program pengerjaan itu sudah lama diwacanakan, kemarin kita dengar Oktober dikerjakan. Tapi, kenapa belum juga terlaksana, ada apa ini,” singgung wakil rakyat akrab disapa Bahrum.

Dijelaskan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan ini, jalan itu adalah akses utama sebagai jalan pintas, untuk itu Pemko Medan harus peka dengan kondisi jalan itu, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat Medan Utara khususnya di Kelurahan Labuhandeli.

Ini sebagai bukti, Pemko Medan setengah hati membangun Medan Utara, padahal wali kota dam wakil wali kota banyak memperoleh suara di Medan Utara, tapi programnya untuk masyarakat Medan Utara tidak sebanding untuk kepentingan pembangunan di Medan Utara,” kesal Bahrum.

Harapannya, Pemko Medan tidak menunggu waktu lama memperbaiki Jalan Young Panah Hijau, dengan mementingkan pemenang lelang dari oknum yang punya kepentingan, sehingga mengakibatkan jalan itu terbengkalai tidak dikerjakan sesuai waktu.

“Seharusnya, pada semester pertama, sudah harus dilakukan lelang. Kita lihat, dengan cuaca buruk seperti ini, pengerjaan dilaksanakan pasti hasil kualitasnya tidak bagus, ini bukti Pemko Medan setengah hati bangun insfrastruktur di Medan Utara,” tegas Bahrum.

Terpisah, Camat Medan Marelan, T Charunizza dikonfimasi soal pengerjaan jalan itu belum dapat penjelasan pasti. Hanya saja, pihaknya sudah diperintahkan untuk menertibkan banguna liar yang berdiri di atas drainase dan memakan badan jalan.

“Mungkin dalam waktu dekat ini juga dikerjakan, karena bangunan liar sudah kami tertibkan, untuk lebih jelas tanya ke Pemko Medan pelaksanaan pengerjaan jalan itu, “sebut Chairunizza.

Sebelumnya, pengerjaan Jalan Young Panah Hijau sepanjang 1 kilometer di Lingkungan 6,7,8 dan 9, Kelurahan Labuhandeli Kecamatan Medan Marelan, diperkirakan akan dikerjakan pada awal Oktober 2018. Namun, hingga kini, belum juga proses pengerjaan, mengakibatkan kondisi jalan semakin hancur. Ditambah lagi musim hujan berkepanjangan membuat jalan tergenang air sulit dilintasi kendaraan. (fac/azw)

Pemkab Diminta Peduli Pesantren, PB IKLAS Silaturahmi ke Beberapa Pondok Pesantren di Labusel

ISTIMEWA FOTO BERSAMA: Ketua PB IKLAS Drs Rivai Nasution foto bersama pengurus pesantren Ahmadul Jariah di Kotapinang, Minggu (14/10).
ISTIMEWA
FOTO BERSAMA: Ketua PB IKLAS Drs Rivai Nasution foto bersama pengurus pesantren Ahmadul Jariah di Kotapinang, Minggu (14/10).

KOTAPINANG, SUMUTPOS.CO – Kondisi pesantren di Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperihatinkan. Hal ini terungkap dalam silaturahmi Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB IKLAS ) ke beberapa pesantren di Labusel, Minggu (14/10).

Adapun pesantren yang dikunjungi PB IKLAS di antaranya Pesantren Ar Rasyid di Pinang Awan, Pesantren Irsyadul Islamiyah di Tanjung Medan, Pesantren Ahmadul Jariah di Kotapinang, Pesantren Darul Falah di Langga Payung, Pesantren Tarbiyah Islamiyah di Hajoran dan Pesantren Darul Maarif di Basilambaru Kotapinang.

Ketua Umum PB IKLAS Drs Rivai Nasution mengatakan, selaku organisasi kedaerahan dan masyarakat PB IKLAS merasa terpanggil untuk melihat secara langsung kondisi kekinian pondok pesantren yang ada di Labusel. Dari hasil silaturahmi dengan yayasan dan pengurus pondok pesantren, diketahui kalau kondisi masing-masing pesantren masih memperihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, terutama Pemkab Labusel.

“Perhatian pemkab sangat minim sekali dalam mengembangkan pesantren di Labusel,” kata Rivai Nasution didampingi Sekretaris Yayasan Pesantren Ar Rasyid Andrii Ismail Nasution, Andi syahputra Nasution, dan Abdul Kholik Hasibuan.

Rivai juga menyayangkan minimnya perhatian Pemkab selama ini terhadap pesantren yang di Labusel. “Dari keterangan beberapa pengurus pesantren, mereka harus lebih mandiri dalam pengelolaannya, karena keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana seperti ruangan asrama dan ruang belajar yang belum memadai, ruang laboratorium yang belum ada serta perlu adanya peningkatan SDM di kalangan pendidik,” ungkapnya.

Untuk itu, Rivai menyarankan agar dibentuknya Forum Komunikasi dan Silaturrahmi Pesantren se Labusel, melalui lembaga dan wadah ini dapat saling bertukar informasi dan saling berkolaborasi secara bersama dalam meningkatkan pengembangan pesantren di Labusel.(adz)

Bus Bayu Raja Tabrak Sepedamotor, Tiga Orang Luka-luka

SOPIAN/SUMUT POS DIRAWAT: Dua dari tiga korban yang ditabrak bus Bayu Raja saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
DIRAWAT: Dua dari tiga korban yang ditabrak bus Bayu Raja saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Bus penumpang umum CV Bayu Raja Transport BK 7703 TL menabrak dua pengendara sepeda motor di Jalan Sutoyo, tepatnya dekat SPBU Simpang Jalan Delima, Kelurahan Rambong, Kecamatan Tebingtinggi Kota Tebingtinggi, Minggu (14/10) sekira pukul 09.30 WIB. Akibatnya, tiga orang pengendara mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Usai menabrak dua pengendara sepedamotor, sopir bus CV Bayu Raja Transport melarikan diri.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui melalui Kanit Laka Ipda M Samosir mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi di lokasi, kecelakaan tersebut terjadi bermula saat Irmansyah (16) mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa TNKB keluar dari SPBU yang berada dipinggir badan jalan sebelah kanan dari arah Simpang Medan menuju arah Simpang Rambong Kota Tebingtinggi, langsung menyeberang menuju arah Simpang Rambong.

Tanpa memperhatikan arus lalulintas. Tak dinyana, bus penumpang umum CV Bayu Raja Transport BK 7703 TL yang melaju dari arah Simpang Rambong menuju arah simpang Medan, menabrak Irmansyah.

“Sebelum tabrakan, bus itu berusaha mengelak dengan cara banting setir ke kanan jalan, namun pada saat yang bersamaan dari pengendara sepeda motor vario yang dikendarai Hamuda (47) melaju dari arah Simpang Medan menuju arah Simpang Rambong sehingga sopir bus kembali menabrak,”terang Samosir.

Akibat kejadian itu, lanjut Samosir, Edi Irmansyah (16) warga Jalan Cemara, Gang Keluarga, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi mengalami luka koyak dan patah pada tangan kanan, bengkak pada kepala bagian kening dan tidak sadarkan diri.

Kemudian, Hamuda (47) dan anaknya, Naisila (7) warga Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi mengalami luka pada tangan kanan dan pinggul, sedangkan anaknya mengalami luka lecet pada lutut kaki kanan.”Korban meninggal dunia tidak ada, namun kerugian material ditaksir sebesarRp5 juta,”ungkap Samosir lagi. (ian/han)

Keterangan Foto:SOPIAN/SUMUT POS
DIRAWAT: Dua dari tiga korban yang ditabrak bus Bayu Raja saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Polres Tebingtinggi Bagikan Sembako untuk Parbetor

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi memberikan sembako dan tali asih kepada pengemudi betor.
SOPIAN/SUMUT POS
BERIKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi memberikan sembako dan tali asih kepada pengemudi betor.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Untuk menjalin silaturahmi, Polres Tebingtinggi membagikan sembako dan tali asih kepada 50 pengemudi bettor (abang becak) di halaman Mapolres, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Sabtu (13/10).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan untuk menjalin silaturahmi antara Polri dan pengemudi bettor yang ada di Tebingtinggi.

Selain itu juga, tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kota Tebingtinggi. Di mana dari Bulan Januari 2018 hingga September 2018, tercatat 48 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas.

Kepada kesempatan itu juga, AKBP Sunadi berpesan kepada pengemudi becak bermotor untuk konsentrasi mencari nafkah bagi keluarga, disiplin dalam mengendari kendaraan, tidak terlibat dalam politik praktis, pilihlah pasangan calon sesuai dengan hati nurani. “Terutama tidak gampang menerima berita hoax, ujaran kebencian dan isu sara,”pintanya.

Sunadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kekondusifan Kota Tebingtinggi supaya masyarakat merasa aman agar perekonomian Kota Tebingtinggi maju. (ian/han)

Kadinsos Karo Siap Dipanggil Polisi

KARO, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Karo Benyamin Sukatendel mengaku siap dipanggil pihak kepolisian, dan Kejari Karo jika kasus dugaan pungli di Dinas Sosial masuk ke ranah hukum.

“Saya siap,” kata Benyamin saat dikonfirmasi, Kamis (11/10). Selain dugaan pungli, ternyata ada fakta baru yang mulai terungkap. Dimana ada beberapa orang anggota Tagana diduga merupakan famili dari Kadis Sosial Karo.

Menenggapi hal itu, Benyamin mengatakan bahwa tidak ada saudaranya yang dijadikan anggota Tagana. “Cuma ada satu orang dari Desa Gamber yang tadinya dia anggota Tagana tiba-tiba dia dikeluarkan, dan dia sudah punya pakaian dan sertifikat. Ia juga pernah ikut latihan di Batalyon 125 smb. Kan sayang kok dikeluarkan, itu sebelum saya jadi Kadis Sosial. Terlebih- lebih dia anak Penggungsi. Dan kalau ada saudara saya yang jadi relawan apa salah saya masukkan,” tanyanya.

Untuk warga Desa Gamber, ia berusaha agar warga tersebut dipanggil kembali untuk jadi relawan. “Saya coba usahakan ke provinsi ya, puji Tuhan dia diterima kembali,” katanya.

Dia juga meminta agar mengumpulkan semua relawan Tagana Kabupaten Karo. “Panggil aja orangnya (yang dari Desa Gamber) wawancara semua kawan-kawan dia yang ikut latihan di Batalyon semua keluar sebelum saya jadi Kadis,” bebernya.

Sekedar latar, pencairan Dana Tali Asih bagi relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kabupaten Karo diduga berbau pungli. Pasalnya, berdalih uang minum, oknum Dinas Sosial Karo “menyunat” Rp250.000 ribu/anggota. Data yang dihimpun, saat ini Tagana Kabupaten Karo beranggotakan 105 orang. Namun hanya 66 orang anggota yang dinyatakan berhak menerima dana tersebut. Sesuai dengan usulan pihak Dinas Sosial Karo ke Dinas Sosial Provinsi, anggota Tagana memperoleh dana tali asih Rp1.500.000 juta/orang.

Namun saat pencairan di Dinas Sosial Karo pada Selasa (9/10) siang, anggota Tagana Karo hanya menerima tali asih Rp1.250.000 juta/orang. Jika dikalkulasikan, 66 anggota Tagana yang menerima tali asih dikalikan Rp250.000, pihak oknum Dinas Sosial Karo meraup untung sebanyak Rp16.500.000.

“Kami hanya menerima Rp1.250.000 kata salah seorang anggota Tagana Karo yang minta namanya dirahasiakan. Lalu apa tindakan para anggota Tagana yang dipungli? Ditanya demikian, pria bertubuh tegap itu mengaku nggak bisa berbuat apa-apa. “Mau gimana lagi, namanya kami hanya anggota,” ungkapnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Usaha Purba selaku Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Karo, berkelit pihaknya melakukan pungutan liar (pungli. Dipaparkan Usaha lagi bahwa setiap anggota Tagana berhak memperoleh tali asih Rp1.500.000/orang. “Para anggota Tagana berhak menerima tali asih Rp250.000/bulan dan pencairanya dilakukan setiap 6 bulan sekali, Ini tali asih bukan gaji ya, karena jumlahnya dibawah UMK,” ujar Usaha Purba berdalih.

Untuk itu kata Usaha Purba, Tali asih ini seharusnya sudah cair dari bulan Juli lalu. Karena keterlambatan itulah, kemarin pihaknya menjemput langsung uang itu ke Dinas Sosial Sumut. “Saya sendiri yang menjemput uang ini, jumlah keseluruhannya Rp.99.000.000,” kata Usaha yang 6 bulan lagi bakal pensiun itu. Lalu bagaimana dengan pemotongan tersebut? Usaha mengaku tak memaksakan potongan.

“Kami tidak memaksa, kalau dikasih uang rokok yang syukur. Kalau tidak dikasih, ya mau gimana lagi,” elaknya seraya menyarankan agar wartawan menemui Kordinator Tagana. Usaha berdalih, kalau pun ada pemotongan, Kordinator Tagana yang ber-urusan langsung dengan para anggotanya. (deo/han)

Kader Golkar Serahkan Sembako untuk 160 KK

istimewa/sumut pos BANTUAN: Kader Partai Golkar Langkat H Rizky Yunanda Sitepu menyerahkan bantuan sembako kepada 160 KK korban banjir di Stabat,  Sabtu (13/10).
istimewa/sumut pos
BANTUAN: Kader Partai Golkar Langkat H Rizky Yunanda Sitepu menyerahkan bantuan sembako kepada 160 KK korban banjir di Stabat,  Sabtu (13/10).

STABAT, SUMUTPOS.CO – Prihatin dengan bencana banjir yang dialami warga yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Langkat, kader Partai Golkar H. Rizky Yunanda Sitepu, S.TP, putra kedua Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu ini mengunjungi sejumlah posko banjir dan menyerahkan bantuan sembako, Sabtu siang (13/10).

Bersama rombongan, di antaranya Ka BPBD Langkat Drs Irwan Syari, Camat Stabat Nuriadi, S.sos, H. Rizky Yunanda Sitepu, STP yang juga caleg DPRD Sumut nomor 3 daerah pemilihan Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini, mengunjungi salah satu posko bencana banjir yang berada di Dusun Pasar Baru, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupeten Langkat.

Di lokasi posko yang dihuni 160 kepala keluarga (KK) tersebut, H Rizky Yunanda Sitepu, yang juga Ketua KNPI Kabupaten Langkat ini menyampaikan rasa prihatinnya kepada para korban bencana banjir tersebut. “Atas nama pribadi dan keluarga, saya merasa prihatin atas peristiwa ini,” ujarnya.

Pada peninjauan terhadap korban banjir itu, Rizky yang sudah dikenal warga Binjai dan Langkat menyerahkan bantuan berupa pemberian sembako kepada 160 kepala keluarga berupa 5 kg beras, 2 liter minyak makan dan 15 bungkus Indomie untuk per KK-nya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh sejumlah perwakilan warga, disaksikan oleh Kepala Desa Ara Condong Hasan Basri dan sejumlah pejabat dari pihak kecamatan dan kabupaten Langkat yang berada di seputaran posko benca banjir.

Banjir sebelum nya melanda wilayah Kabupaten Langkat sejak Selasa malam, di mana, lima kecamatan di antaranya Kecamatan Binjai, Stabat, Sei Lepan, Secanggang, Tanjung Pura, merendam pemukiman warga dengan ketinggian air mulai dari 50 centimeter hingga satu meter. Kini, sejumlah lokasi banjir berangsur surut. (rel/ila)

Anak Harus Dapat Perhatian Serius

Teddy Akbari/sumut pos Bersama: Wali Kota Binjai HM Idaham foto bersama peserta jambore forum anak daerah di Taman Edukasi, Binjai Selatan.
Teddy Akbari/sumut pos
Bersama: Wali Kota Binjai HM Idaham foto bersama peserta jambore forum anak daerah di Taman Edukasi, Binjai Selatan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebagai generasi penerus dan pewaris bangsa, keberadaan anak sangat penting serta harus mendapatkan perhatian yang serius. Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi sesuai dengan harkat hingga martabat manusia.

“Kita ketahui bahwasanya masa anak-anak adalah bahagian persiapan menuju masa remaja. Anak membutuhkan pengalaman dan pengetahuan, sehingga dapat terbentuk akhlak, pengetahuan dan keterampilan pada seorang anak,” ujar Wali Kota Binjai, HM Idaham saat menghadiri Jambore Forum Anak Daerah di Taman Edukasi, Gang Cempaka, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, Sabtu (13/10) sore.

Generasi muda adalah bahagian penerus bangsa dan negara. Satu negara yang tidak mampu mendidik dengan baik generasi mudanya, maka bangsa itu akan punah. Satu negara akan tertinggal jika pemerintahnya kurang memberikan edukasi kepada generasi muda.

“Hari ini Pemko Binjai menggelar kegiatan jambore forum anak dengan tujuan memberikan satu pengalaman kepada anak untuk dapat belajar, saling bertukar informasi, dan lebih mencintai alam. Pemko Binjai akan mempersiapkan generasi mudanya dengan baik,” tegasnya.

Seluruh peserta jambore forum anak nantinya akan belajar berinteraksi dengan kelompok, membangun jejaring dan mendapatkan pemahaman bahwa alam merupakan bahagian dari kita.

“Saya berpesan kepada anak-anak peserta jambore, manfaatkanlah pengalaman ini dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini merupakan satu pembelajaran di luar dari sekolah,” seru Wali Kota.

Jambore forum anak diikuti sebanyak 120 siswa-siswi yang berasal dari siswa SMP se-Kota Binjai. (ted/han)