Home Blog Page 59

Peringatan May Day 2026 di Medan Penuh Sukacita dan Kebersamaan

KATA SAMBUTAN: Wali Kota Medan Rico Tri Putra saat memberikan kata sambutan di acara Hari Buruh, Jumat (1/5/2026)
KATA SAMBUTAN: Wali Kota Medan Rico Tri Putra saat memberikan kata sambutan di acara Hari Buruh, Jumat (1/5/2026)

MEDAN – Peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Kota Medan dirayakan dengan penuh sukacita dan kebersamaan dengan berbagai kegiatan yang dihadiri langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Gedung Pardede Hall, Medan Baru, Jumat (1/5/2026).

Dalam momen tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bernyanyi bersama buruh bahkan turun dari panggung berbaur dengan ribuan buruh lainnya.

Selain bernyanyi, peringatan May Day juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Medan Rico Waas yang diberikan kepada perwakilan buruh. Kemudian Rico Waas yang hadir bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Anggota DPRD Medan Lailatul Badri, serta unsur Forkopimda lainnya juga menarik kupon Lucky draw dan memberikan hadiah berupa Handphone, sepeda dan smart TV kepada buruh yang beruntung.

Dalam sambutan yang penuh semangat, Rico Waas menegaskan bahwa kaum buruh merupakan pilar utama dan denyut nadi ekonomi serta pembangunan Kota Medan.

“Buruh adalah denyut nadi ekonomi, kekuatan pembangunan, dan tonggak masa depan. Tanpa buruh, pembangunan hanyalah wacana belaka,” kata Rico Waas di hadapan ribuan pekerja yang memadati lokasi acara.

Rico Waas juga menyoroti pentingnya kepastian kerja dan perlindungan hak tenaga kerja. Dirinya berjanji bahwa aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi akan terus diteruskan secara resmi oleh Pemko Medan. Oleh karena itu pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja melalui dialog terbuka dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan kesejahteraan buruh secara nyata.

Pemerintah Kota Medan, lanjut Rico, berkomitmen untuk terus mengawal hak-hak pekerja, mulai dari kepastian kerja, perlindungan tenaga kerja, hingga sistem pengupahan yang berkeadilan.

“Kami memahami aspirasi buruh dan akan terus mengawal agar kesejahteraan, kepastian kerja, serta perlindungan hak dapat terwujud secara nyata,” ujarnya

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan pekerja, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan 10 poin komitmen strategis Pemerintah Kota Medan. Poin-poin tersebut mencakup penguatan sinergi tripartit, pengawasan ketat terhadap hak normatif pekerja, hingga upaya penentuan Upah Minimum Kota (UMK) yang lebih berkeadilan dan layak.

Selain membahas aspek teknis kesejahteraan, Rico mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas kota melalui dialog yang komunikatif dan penuh rasa persaudaraan. Ia menegaskan bahwa Kota Medan adalah milik semua pihak, bukan hanya segelintir golongan.

“Kota ini bukan hanya milik pemerintah atau pengusaha, tapi milik para buruh dan seluruh masyarakat Medan. Mari kita perjuangkan hak-hak buruh demi Medan yang berkeadilan,” tegasnya yang disambut teriakan “Hidup Buruh!” dari para peserta.

Peringatan May Day 2026 ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur pekerja, perusahaan, dan pemerintah dengan mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sekaligus Ketua Panitia Ramaddan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun komunikasi yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian acara, perwakilan buruh membacakan pernyataan sikap yang kemudian diserahkan kepada Wali Kota Medan. Selain itu, Pemko Medan juga menyerahkan bantuan sosial berupa 1.100 paket sembako kepada para pekerja.

Acara yang berlangsung tertib ini menjadi momentum refleksi bagi Pemko Medan untuk terus menghormati hak konstitusional buruh, termasuk hak dalam menyampaikan aspirasi. Peringatan May Day 2026 di Medan ditutup dengan pesan kolaborasi demi mewujudkan visi “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan”. (map/ila)

David PNS Tambunan Kembali Pimpin KADIN Dairi

PATAKA: Ketua KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KADIN Dairi David PNS Tambunan saat pelantikan, Rabu (29/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PATAKA: Ketua KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KADIN Dairi David PNS Tambunan saat pelantikan, Rabu (29/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI — David Partahan Najogi Sasta Tambunan kembali terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Dairi untuk masa bhakti 2026–2031. Ia terpilih kembali dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) V yang digelar di Sasta Hotel, Sidikalang, Rabu (29/4/2026).

Pemilihan tersebut menandai kepercayaan kedua kalinya bagi David atau yang akrab disapa Jogi Tambunan untuk kembali menakhodai organisasi dunia usaha di Kabupaten Dairi. Usai terpilih, Ketua KADIN Sumatera Utara KADIN Sumatera Utara, Firsal Ferial Mutyara, langsung melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru KADIN Dairi.

Dalam sambutannya, David PNS Tambunan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran KADIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami akan semakin kencang mendorong pertumbuhan ekonomi Dairi. Fokus utama kita adalah penguatan UMKM yang sejalan dengan program nasional,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, KADIN Dairi menggandeng Bank Sumut Cabang Sidikalang dalam program penguatan modal usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari kerja sama tersebut, sebanyak 11 pelaku UMKM telah menandatangani kesepakatan awal untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Menurut Jogi, para pelaku UMKM tersebut diberikan fasilitas kredit dengan plafon hingga Rp200 juta tanpa agunan, dengan bunga nol persen pada tahun pertama implementasi program 2026.

Selanjutnya, bunga akan naik menjadi 3 persen pada tahun 2027, dan kembali normal di angka 6 persen pada tahun berikutnya.“Kita ingin UMKM benar-benar terbantu. Ini kesempatan untuk memperkuat usaha agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kepengurusan KADIN Dairi kali ini akan lebih inklusif dengan melibatkan lebih banyak perempuan, yang dinilai memiliki peran penting dalam penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.“Kami melibatkan banyak ibu-ibu karena mereka adalah penopang ekonomi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus baru KADIN Dairi. Ia menegaskan bahwa KADIN harus menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi nasional.

“Ekonomi saat ini memang tidak sedang baik-baik saja, tetapi dengan kepengurusan baru ini kita berharap ada dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi Dairi,” ujarnya.

Firsal juga menyoroti potensi besar Kabupaten Dairi yang bertumpu pada sektor pertanian, khususnya hortikultura. Komoditas seperti cabai, kopi, dan jagung disebut sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan fluktuasi harga cabai yang sempat mengalami penurunan akibat melimpahnya produksi, sehingga diperlukan strategi hilirisasi dan diversifikasi produk agar nilai ekonomi petani meningkat.

“Ini peluang bagi pengusaha lokal untuk mengolah dan mengekspor hasil pertanian agar harga di tingkat petani tetap stabil,” katanya.

Ia juga meminta dukungan perbankan di Dairi untuk terus bersinergi dengan pelaku usaha lokal dalam memperkuat ekonomi daerah.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Dairi, Fatimah Boangmanalu, menyampaikan apresiasi atas peran KADIN dalam mendukung program pembangunan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa ekonomi Kabupaten Dairi masih didominasi sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti kopi, jagung, dan hortikultura lainnya.

Namun, menurutnya, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya nilai tambah produk karena sebagian besar dijual dalam bentuk mentah.

“Kami mendorong KADIN untuk membantu pengolahan produk agar memiliki nilai tambah, sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” ujarnya.

Fatimah juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang dikembangkan pemerintah, dan berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan usaha di tingkat desa. (rud/ila)

Pemkab Karo Tingkatkan PAD, Optimalkan Gate Parkir Otomatis

GATE: Pemkab Karo memasang gate parkir otomatis di lokasi wisata.
GATE: Pemkab Karo memasang gate parkir otomatis di lokasi wisata.

KARO – Bupati Karo Antonius Ginting melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Karo tengah melakukan langkah strategis untuk memodernisasi layanan publik melalui optimalisasi Gate Parkir atau Palang Parkir Otomatis di kawasan Open Stage Berastagi.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan efisiensi arus kendaraan, mempercepat proses transaksi, serta mengoptimalkan pengelolaan data parkir secara real-time. Optimalisasi perangkat teknologi ini bertujuan utama untuk meminimalisir kebocoran retribusi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo dari sektor perparkiran.

Sebelum dilakukan peluncuran (launching) secara resmi kepada masyarakat luas, Dishub Karo memastikan seluruh sistem pendukung telah siap beroperasi secara maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Frolin A. Perangin-Angin, menyampaikan bahwa persiapan teknis mencakup pengujian menyeluruh terhadap mekanisme palang pada jalur masuk dan keluar. Selain kesiapan perangkat keras, petugas juga difokuskan pada penguasaan perangkat aplikasi pengelola data yang terintegrasi di dalam sistem tersebut.

“Kami sedang memastikan bahwa seluruh sistem, mulai dari alur kendaraan hingga aplikasi pencatatan data, berfungsi dengan sempurna. Hal ini penting agar saat launching nanti, masyarakat dapat merasakan kemudahan dan transparansi dalam bertransaksi,” ujar Kadishub.

Pemerintah Kabupaten Karo berharap hadirnya teknologi ini dapat mengubah budaya parkir menjadi lebih tertib dan efisien. Masyarakat yang berkunjung ke kawasan Open Stage Berastagi diimbau untuk selalu mematuhi aturan penggunaan fasilitas baru ini demi kenyamanan bersama.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dari setiap lapisan masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan yang berlaku tidak hanya akan memperlancar lalu lintas, tetapi juga memastikan alat ini memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui sistem otomatisasi ini, diharapkan pengelolaan parkir di titik-titik keramaian seperti Berastagi dapat menjadi percontohan bagi tata kelola transportasi yang lebih modern dan akuntabel di Kabupaten Karo. (deo/ila)

PKL Akhirnya Bertemu Wali Kota Binjai, Tawarkan Relokasi dan Bantuan CSR

BERDIALOG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah saat berdialog dengan perwakilan PKL dari Jalan Bandung, Jalan Olahraga dan Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
BERDIALOG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah saat berdialog dengan perwakilan PKL dari Jalan Bandung, Jalan Olahraga dan Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI — Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai Amir Hamzah dalam sebuah pertemuan di Ruang Rapat III Balai Kota Binjai, Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pedagang terkait penataan ulang lokasi berjualan di sejumlah titik kota.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menawarkan tiga opsi lokasi relokasi bagi para PKL yang sebelumnya ditertibkan dari tiga kawasan utama, yakni Jalan Olahraga, Jalan Bandung, dan Jalan Sudirman.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, Pemko menawarkan relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai, area samping perpustakaan Kantor MUI, serta pelataran Stadion Binjai. Sementara bagi pedagang di Jalan Bandung, opsi relokasi diberikan ke Pasar Rambung, pelataran Rumah Sakit Bangkatan, dan Taman PUPR.

Adapun untuk PKL di Jalan Sudirman, pemerintah menyediakan lokasi relokasi di Pasar Bundar serta Jalan Mahkamah sebagai tempat berjualan baru yang dinilai lebih tertata.

Namun, tidak semua pedagang menyetujui opsi yang ditawarkan. Dari ratusan PKL yang terdampak penertiban di tiga titik tersebut, sebagian menerima relokasi, sementara lainnya masih bertahan dengan keinginan untuk tetap berjualan di lokasi semula.

Mewakili pedagang Jalan Olahraga, Firman mengatakan sekitar 50 PKL telah menyetujui relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai. “Para pedagang di Jalan Olahraga setuju berjualan di halaman Masjid Agung,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang dari Jalan Bandung masih menginginkan lokasi di pelataran RS Bangkatan, sedangkan pedagang Jalan Sudirman sebagian besar bersikukuh tetap ingin berjualan di lokasi awal dan menolak relokasi.

Perbedaan pandangan ini membuat jalannya dialog antara Wali Kota dan para pedagang berlangsung cukup dinamis dan sempat berjalan alot. Meski demikian, suasana tetap kondusif dengan adanya ruang diskusi antara kedua pihak.

Selain menawarkan lokasi relokasi, Pemko Binjai juga memberikan perhatian berupa bantuan bagi para pedagang terdampak. Bantuan tersebut berupa gerobak dan steling yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut.

Firman alias Wak Man menyebutkan bahwa bantuan tersebut disambut positif oleh para pedagang. “Pak Wali menjanjikan bantuan gerobak dan steling gratis untuk semua pedagang. Bantuan ini berasal dari Bank Sumut dengan total sekitar Rp127 juta untuk 84 pedagang di tiga lokasi,” ujarnya.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah menegaskan bahwa relokasi dilakukan tanpa pungutan biaya dan bertujuan untuk menata kota agar lebih tertib dan nyaman. “Kami sudah menawarkan tempat relokasi untuk pedagang berjualan. Semua gratis, tidak ada biaya,” tegasnya.

Amir menjelaskan, untuk pedagang Jalan Bandung yang bersedia, mereka dapat langsung berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung tanpa menunggu waktu lama. Namun, untuk opsi pelataran RS Bangkatan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut karena lahan tersebut merupakan aset milik PTPN I, bukan Pemko Binjai.

“Kalau hari ini atau besok mereka mau berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung, silakan. Tapi kalau di RS Bangkatan masih perlu proses karena bukan aset pemerintah kota,” jelasnya.

Sementara itu, untuk PKL Jalan Sudirman, Pemko memastikan relokasi ke Pasar Bundar dan Jalan Mahkamah akan difasilitasi penuh, termasuk kebutuhan sarana dagang.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, pemerintah menawarkan tiga alternatif lokasi yang dinilai lebih tertata, yakni halaman Stadion, samping perpustakaan MUI, dan pelataran Masjid Agung Binjai.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penataan kota agar lebih rapi tanpa mengabaikan keberadaan pedagang kecil.

“Kami sangat berpihak kepada pedagang. Tapi penataan kota juga harus dilakukan agar masyarakat lebih nyaman dan lalu lintas lebih tertib,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa realisasi bantuan CSR dari Bank Sumut akan segera direalisasikan melalui koordinasi dengan Sekretaris Daerah dan pihak terkait.

“Sudah saya minta segera diproses. Termasuk koordinasi dengan PTPN terkait lokasi RS Bangkatan juga akan segera dilakukan,” pungkasnya. (ted/ila)

Polsek Kotapinang Turun Dalam Perbaikan Jembatan Titi Kembar

PERBAIKAN: Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan Kampung Bedagai.
PERBAIKAN: Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan Kampung Bedagai.

KOTAPINANG, SUMUTPOS.CO – Upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat terus dilakukan jajaran kepolisian. Pada Rabu (29/4), kegiatan pengaspalan badan Jembatan Titi Kembar di Jalan lintas lingkungan Kampung Bedagai, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) resmi dilaksanakan hingga selesai dalam kondisi aman dan terkendali.

Kegiatan ini melibatkan personel Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan.
Perbaikan tersebut bertujuan untuk

memperlancar mobilitas warga yang selama ini melintasi jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya SP Sembiring M SIk melalui Kapolsek Kotapinang, AKP Maruli Tua Siregar SH MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman
dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga di sekitar Kampung Bedagai.” ujar Kapolsek.

la juga menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan di wilayah hukum, terutama yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah warga setempat menyambut baik kegiatan

tersebut. Mereka mengaku akses jembatan kini jauh lebih layak dilalui. Terutama saat cuaca hujan yang sebelumnya membuat permukaan jembatan licin dan rawan kecelakaan.

Dengan selesainya pengaspalan ini, diharapkan Jembatan Titi Kembar dapat menjadi jalur penghubung yang lebih representatif dan aman, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.(rel/azw)

Partai Gelora Gelar 3 Agenda Besar di Medan: Pertajam Ideologi dan Siapkan Kader untuk Indonesia Superpower Baru

MEDAN, SumitPos.co– Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bersiap menghentakkan konstelasi politik di wilayah Sumatera bagian utara dengan menggelar rangkaian agenda strategis nasional. Bertempat di Hotel AIHO Medan, partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini dijadwalkan melaksanakan tiga kegiatan besar secara simultan pada 2 – 3 Mei 2026.

Rangkaian agenda tersebut meliputi Ideologisasi Partai Tingkat Dasar, Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I, dan Training for Facilitator (TFF). Kegiatan yang menjadi momentum krusial bagi perjalanan organisasi ini akan dihadiri langsung oleh jajaran narasumber elite dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora Indonesia yang bertolak dari Jakarta untuk memberikan pembekalan eksklusif bagi para kader di daerah.

Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara, Muhammad Nasir, didampingi Sekretaris Purna Irawan menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan fondasi partai. Menurutnya, Sumatera Utara memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis dalam peta pengembangan Partai Gelora di kawasan barat Indonesia.

“Kami ingin Partai Gelora tumbuh dengan kekuatan gagasan dan kualitas kader yang mumpuni. Pembinaan ideologi dan peningkatan kapasitas bukan sekadar rutinitas, melainkan keniscayaan agar kader Gelora hadir membawa solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar pelengkap dalam politik elektoral,” ujar Nasir kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Lebih jauh, Nasir memaparkan bahwa agenda Ideologisasi Dasar merupakan proses krusial untuk memastikan setiap fungsionaris memahami tiga pilar utama: destinasi (goals) partai, alasan (reasoning) di balik cita-cita tersebut, serta peta jalan (roadmap) untuk mencapainya.

Dalam sesi ini, para peserta akan digembleng dengan materi-materi berat yang relevan dengan tantangan zaman, mulai dari analisis Krisis Global, dinamika Dunia Islam dan Nasional, hingga pemahaman mendalam mengenai Perang Kognitif.

Salah satu materi inti yang menjadi sorotan adalah “Roadmap Indonesia Menuju Super Power Baru Dunia”. Partai Gelora meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global jika dikelola dengan gagasan yang tepat. Materi “The Great Realities” serta analisis mendalam mengenai bonus demografi Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, juga menjadi poin utama dalam pengkaderan ini.

“Dari pemahaman materi-materi inilah kami berharap lahir keyakinan kuat di hati para kader. Perjuangan ini adalah wujud cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia, sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan para founding fathers kita,” tambah Nasir.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman ideologi ini hingga ke tingkat lingkungan (PAC) agar masyarakat luas dapat ikut mengambil peran dalam perubahan nasional.

Di sisi lain, agenda Training for Facilitator (TFF) akan diikuti oleh perwakilan delegasi dari lima provinsi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Teritorial (BPT) 10 Sumbagut, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Program ini dirancang khusus untuk melahirkan instruktur-instruktur politik yang kompeten.

Ketua Panitia Pelaksana, Herry AH, didampingi Koordinator Acara Syaiful Arifin, menjelaskan bahwa TFF bertujuan melahirkan fasilitator terbaik yang akan menjadi penggerak organisasi di daerah masing-masing.

“Fasilitator inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam pendidikan politik, kaderisasi, dan penguatan struktur partai di tingkat akar rumput. Kami ingin proses pembinaan kader berjalan sistematis, terukur, dan berdampak luas,” jelas Herry.

Menurutnya, partai yang besar tidak hanya diukur dari jumlah suara, tetapi dari kualitas kader yang memahami arah perjuangan dan memiliki integritas moral yang tinggi. Dengan hadirnya fasilitator yang andal, internalisasi nilai-nilai dasar dan visi misi partai dapat tersampaikan secara utuh hingga ke pelosok desa.

Melengkapi dua agenda pengkaderan tersebut, Rakorwil I Partai Gelora Sumut akan menjadi wadah evaluasi program kerja dan perumusan strategi politik ke depan. Agenda ini akan menyatukan langkah organisasi dalam memberikan pelayanan masyarakat yang lebih efektif.

Partai Gelora menegaskan komitmennya bahwa politik harus menghadirkan solusi nyata, mendorong kemajuan bangsa, dan memperkuat persatuan nasional. Melalui tiga agenda besar ini, Gelora memposisikan diri sebagai partai masa depan yang modern, berintegritas, dan berorientasi penuh pada kepentingan rakyat demi membawa Indonesia terbang lebih tinggi di kancah internasional. (adz)