Home Blog Page 60

Tifatul Sembiring: Keadilan Sosial Kunci Harus Diaplikasikan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Tifatul Sembiring, menegaskan, pengamalan nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan solusi fundamental dalam mengatasi berbagai problematika bangsa yang masih terjadi hingga saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Hotel Grand Darussalam, Jalan Darussalam, Medan, Selasa (17/3).

Dalam paparannya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden SBY ini menyoroti sejumlah isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, mahalnya biaya pendidikan berkualitas, hingga ketimpangan fasilitas kesehatan.

“Permasalahan bangsa hari ini seyogianya dapat kita selesaikan jika keadilan sosial diaplikasikan secara sempurna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Tifatul di hadapan para tokoh agama dan pemuda Kota Medan.

Menurutnya, sila kelima Pancasila harus menjadi kompas dalam pengambilan kebijakan agar tidak ada lagi diskriminasi di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara untuk mengakses pendidikan bermutu dan jaminan kesehatan tanpa terkecuali.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi sekat atau diskriminasi. Semua rakyat Indonesia harus memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan hidup layak,” tambahnya.

Selain menyinggung persoalan domestik, Tifatul juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang ada di Indonesia. Ia memandang perbedaan bukan sebagai pemecah belah, melainkan anugerah yang justru memperkuat soliditas bangsa.

Di sisi lain, dalam konteks kemanusiaan internasional, Tifatul secara konsisten mengajak konstituennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kolonialisme harus dihapuskan dari muka bumi.

Sosialisasi ini juga menjadi ruang edukasi mengenai pilar kebangsaan lainnya, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari peserta yang hadir. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa edukasi mengenai Empat Pilar sangat krusial bagi generasi muda guna memupuk rasa cinta tanah air dan memperkokoh rasa nasionalisme di era modern. (adz)

Tasyakuran Juara 1 Forsa Idol 2026: DPW Forsa Sumut Tepung Tawari Syifa Ramadhani

Syifa Ramadhani menyerahkan Piala Bergilir Forsa Idol 4 Tahun 2026 kepada Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH, di sela tasyakuran yang digelar di Kantor DPW Forsa Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Selasa (28/4/2026).
Syifa Ramadhani menyerahkan Piala Bergilir Forsa Idol 4 Tahun 2026 kepada Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH, di sela tasyakuran yang digelar di Kantor DPW Forsa Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Selasa (28/4/2026).

MEDAN, SumutPos.co– Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Sekretariat DPW Fans of Rhoma Irama and Soneta (Forsa) Sumatera Utara di Jalan TB Simatupang, Medan, pada Selasa (28/4/2026). Puluhan anggota dan pengurus berkumpul menggelar tasyakuran atas prestasi gemilang Syifa Ramadhani.

Syifa Ramadhani, duta berbakat dari Sumatera Utara, baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 Forsa Idol 2026 dalam babak final yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Kemenangan ini menjadi kebanggaan besar bagi insan musik dangdut, khususnya para penggemar Raja Dangdut Rhoma Irama di Sumatera Utara. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari soliditas pengurus di bawah komando Burhanuddin Sitepu SH dan Eko Blangkon.

Ketua DPW Forsa Sumut, Burhanuddin Sitepu SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Syifa yang mampu membawa pulang piala bergengsi tersebut ke tanah Deli.

Burhanuddin menekankan, prestasi ini merupakan buah dari disiplin dan kecintaan yang tulus terhadap karya-karya Rhoma Irama. “Kemenangan Syifa membuktikan talenta musik di Sumut tetap diperhitungkan di kancah nasional,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menegaskan, keberhasilan Syifa Ramadhani menjuarai Forsa Idol 2026 bukanlah titik akhir, melainkan awal dari kebangkitan talenta-talenta muda Forsa di Sumatera Utara. “Kemenangan Syifa adalah bukti bahwa pembinaan yang kita lakukan berjalan di jalur yang benar. Ke depan, target kami adalah menjadikan DPW Forsa Sumut sebagai barometer nasional dalam pelestarian karya Bang Haji Rhoma Irama,” tegasnya.

“Kami akan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat DPC agar semakin banyak ‘Syifa-Syifa’ baru yang lahir, yang tidak hanya pandai bernyanyi, tetapi juga mampu mengamalkan pesan moral serta dakwah yang terkandung dalam musik Soneta,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPW Forsa Sumut, Eko Blangkon, menambahkan bahwa keberhasilan Syifa diharapkan dapat memotivasi anggota Forsa lainnya di Sumatera Utara untuk terus berkarya dan menjaga marwah organisasi. “Syifa diharapkan terus konsisten menyebarkan pesan moral dalam lagu-lagu Rhoma Irama,” harap Eko.

Dalam sambutan singkatnya, Syifa Ramadhani menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Forsa Sumut yang telah memberikan dukungan luar biasa selama ia berjuang di Jakarta. “Ini adalah kemenangan kita bersama. Terima kasih kepada Bapak Burhanuddin, Mas Eko, dan seluruh rekan-rekan Forsa Sumut yang sudah menjadi rumah sekaligus sistem pendukung terbesar bagi saya,” ujar Syifa dengan haru.

Acara tasyakuran diisi dengan tepung tawar dan marhaban serta ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama sebagai simbol syukur serta upaya mempererat tali silaturahmi antaranggota. (adz)

Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Hadirkan Make Up Class Eksklusif dengan Cara Mastershade Architect Bersama Make Over

MEDAN, SumutPos.co- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Reiz Suites menghadirkan pengalaman spesial yang memadukan keindahan, kepercayaan diri, serta nilai budaya melalui kolaborasi bersama Makeover pada tanggal 21 April 2026 kemarin. Mengangkat semangat emansipasi perempuan masa kini, kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk Make Up Class dengan pendekatan personal melalui treatment Mastershade Architect dari Makeover.

Sesi ini diawali dengan proses analisa karakter wajah setiap peserta mulai dari bentuk, tone, hingga fitur unik untuk menentukan gaya riasan yang paling sesuai. Pendekatan ini menekankan bahwa setiap perempuan memiliki keunikan tersendiri, yang dapat ditonjolkan melalui teknik makeup yang tepat.

Setelah sesi analisa, para peserta melanjutkan ke kelas makeup yang dipandu langsung oleh profesional dari Make Over, sehingga tidak hanya mendapatkan hasil riasan yang optimal, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai teknik aplikasi yang sesuai dengan karakter masing-masing. Melalui rangkaian ini, Make Over menghadirkan pengalaman kecantikan yang tidak hanya berfokus pada tampilan luar, tetapi juga pada peningkatan rasa percaya diri.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini, seluruh peserta diwajibkan mengenakan dress code kebaya, menciptakan suasana yang anggun dan sarat makna. Selaras dengan semangat tersebut, seluruh karyawan The Reiz Suites juga turut berpartisipasi dengan mengenakan kebaya dan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menghadirkan atmosfer budaya yang kuat di seluruh area properti.

Bapak Anton Subiyakto, Cluster General Manager menyatakan, “Melalui kolaborasi bersama Make Over, kami ingin menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perempuan masa kini bahwa kecantikan tidak hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang memahami diri sendiri dan berani mengekspresikannya. Semangat inilah yang kami yakini sejalan dengan nilai-nilai Kartini yang terus hidup hingga hari ini”.

Melalui inisiatif ini, The Reiz Suites berharap dapat terus menghadirkan program yang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga makna, sekaligus menjadi ruang yang mendukung perempuan untuk tumbuh, berekspresi, dan percaya diri. (adz)

Kunjungi RSUD Kota Bekasi, Menko AHY Minta Penanganan Korban Kecelakaan Kereta Api Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

BEKASI, SumutPos.co— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) setelah sebelumnya memimpin rapat darurat di lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Menko AHY menjelaskan, korban yang berhasil dievakuasi saat ini tersebar di sejumlah rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, dengan RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu pusat penanganan utama. Sejumlah korban mengalami berbagai luka, mulai dari patah tulang hingga dislokasi, dan memastikan mereka dalam kondisi tertangani dengan baik.

“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya,” tuturnya.

Dalam keterangannya kepada media, Menko AHY menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menelan korban jiwa. Hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat tabrakan keras yang melibatkan rangkaian kereta. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.

“Tentu ini adalah kehilangan besar, duka, cita terdalam. Kita aturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik,” ujar AHY.

Proses evakuasi yang berlangsung cepat pada malam kejadian menjadi faktor krusial dalam penyelamatan korban. Sebanyak 163 ambulans dikerahkan secara serentak untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Menko AHY mengapresiasi sinergi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Bekasi, tenaga medis, PT KAI, Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.

“Saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani di perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” kata Menko AHY.

Selain memastikan penanganan korban, pemerintah juga tengah fokus pada langkah evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa. Menko AHY menyampaikan bahwa investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan komprehensif, mencakup berbagai aspek, termasuk sistem persinyalan dan operasional.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan pada titik-titik perlintasan sebidang yang masih memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover dan underpass perlu dipercepat, disertai peningkatan sistem pengamanan berbasis teknologi.

“Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” jelasnya.

Menanggapi tingginya jumlah korban perempuan dalam insiden tersebut, Menko AHY menyatakan bahwa hal itu menjadi bagian dari evaluasi, namun menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang, tanpa terkecuali, harus menjadi fokus utama.

Menko AHY juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan perlintasan kereta, guna mencegah potensi kecelakaan yang dapat berdampak luas, tidak hanya pada keselamatan jiwa tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengawal proses penanganan korban, pemulihan layanan, serta tindak lanjut kebijakan strategis demi memastikan sistem transportasi yang lebih aman dan andal di masa depan.

Menko AHY meninjau insiden KA bersama Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono; Direktur Sarana Prasarana KAI, Heru Kuswanto; Direktur Portofolio Management KAI, I Gede Darmayusa; Kepala Daerah Operasi 1 KAI, Wahyu Cahyono; Kepala Stasiun Bekasi Timur, Wiseno.

Menko AHY juga didampingi oleh Sekretaris Kemenko Infra Ayodhia GL Kalake, Deputi Bidang koordinasi Konektivitas, Odo R.M Manuhutu; Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol Arif Rahman, dan Merry Riana, serta jajaran Tenaga Ahli Menteri. (adz)

Tinjau Langsung Insiden KA di Stasiun Bekasi Timur, Menko AHY Tekankan Fokus Pemulihan Korban dan Perbaikan Infrastruktur

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

BEKASI, SumutPos.co— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Pemerintah terus memastikan penanganan korban, evakuasi, serta langkah-langkah pemulihan infrastruktur berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menurut Menko AHY, berdasarkan laporan resmi hingga pukul 13.00 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga orang dalam kondisi kritis yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Menko AHY menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, seraya mendoakan para korban luka segera pulih.

“Kita mendoakan para korban, semoga husnul khatimah dan diterima segala kebaikannya selama hidup di dunia. Kita juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Yang paling utama tentu melakukan evakuasi terhadap korban, dan itu sudah dilakukan. Bisa dikatakan seluruh korban berhasil dievakuasi, dikeluarkan dari gerbong yang tertabrak tadi malam. Alhamdulillah, tiga korban yang sempat terjepit di gerbong, bisa dikeluarkan dengan selamat setelah proses evakuasi selama kurang lebih delapan jam,” tutur Menko AHY.

Menko AHY menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan serta penanganan medis seluruh korban. Tahap berikutnya yang sedang dilakukan adalah pemulihan di lokasi, termasuk proses evakuasi gerbong yang rusak akibat tabrakan.

“Tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat atau diangkut dari rel kereta, yaitu gerbong khusus wanita KRL yang saat ini masih dalam proses evakuasi atau recovery,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi selesai, pemerintah akan berfokus pada normalisasi jalur dan sistem kelistrikan agar layanan kereta dapat kembali beroperasi secara aman. Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kecelakaan secara komprehensif.

Dari temuan awal, diketahui lintasan sebidang antara rel kereta dan jalur darat masih menjadi titik rawan yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi publik.

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang juga telah meninjau langsung lokasi kejadian, Menko AHY menegaskan seluruh jajaran pemerintah akan melakukan evaluasi dan koreksi menyeluruh terhadap sistem transportasi dan keselamatan publik, baik pada tingkat strategis maupun teknis.

“Arahan Presiden sangat jelas, lakukan pembenahan dan penataan secara menyeluruh, dari kebijakan hingga lapangan. Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi,” tegasnya.

Menko AHY juga memastikan proses investigasi oleh KNKT akan dikawal secara transparan dan akuntabel.

“Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia. Kita akan pastikan setiap langkah dilakukan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada pencegahan agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Pemerintah akan terus memperkuat peningkatan keselamatan transportasi, mempercepat pembangunan infrastruktur rel yang modern dan aman, serta meminimalkan risiko lintasan sebidang di seluruh wilayah Indonesia. Menko AHY menutup pernyataannya dengan menegaskan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mengawal seluruh proses tindak lanjut hingga situasi sepenuhnya pulih.

Menko AHY meninjau lokasi insiden bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono; Direktur Sarana Prasarana, Heru Kuswanto; Direktur Portofolio Management, I Gede Darmayusa; Kepala Daerah Operasi 1, Wahyu Cahyono; serta Kepala Stasiun Bekasi Timur, Wiseno.

Selain itu Menko AHY didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Odo R.M Manahutu, Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol. Arif Rachman, Merry Riana serta jajaran Tenaga Ahli Menteri. (adz)

Libur Panjang Hari Buruh, KAI Divre I Sumut Siapkan 23 Ribu Kursi

KERETA API: Penumpang kereta api di Stasiun Besar Kereta Api Medan.  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut menyediakan 23.352 tempat duduk selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional.(Dok: PT. KAI Drive I Sumut)
KERETA API: Penumpang kereta api di Stasiun Besar Kereta Api Medan.  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut menyediakan 23.352 tempat duduk selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional.(Dok: PT. KAI Drive I Sumut)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyediakan total 23.352 tempat duduk untuk mengakomodasi perjalanan masyarakat selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional.

Momen libur yang berlangsung pada 1 hingga 3 Mei 2026 ini bertepatan dengan libur nasional yang berlanjut dengan akhir pekan, sehingga KAI Divre I Sumut memastikan ketersediaan sarana tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa ketersediaan tempat duduk tersebut berasal dari pengoperasian 20 perjalanan kereta api setiap harinya dengan kapasitas harian mencapai 7.784 kursi.

“Momen libur panjang sering dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk tujuan wisata maupun pulang ke kampung halaman. Kami memastikan ketersediaan kursi agar mobilitas masyarakat di Sumatera Utara tetap terakomodasi dengan baik,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Senin (27/4/2026).

Sebanyak 20 perjalanan kereta api melayani mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Layanan tersebut meliputi enam perjalanan KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantauprapat (PP), enam perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP), empat perjalanan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar (PP), serta empat perjalanan KA Datuk Blambangan relasi Tebing Tinggi–Lalang (PP).

Anwar menambahkan, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu libur menuju wilayah dataran tinggi, KA Siantar Ekspres dapat menjadi salah satu pilihan transportasi.

Penumpang yang turun di Stasiun Siantar dapat melanjutkan perjalanan darat sekitar 40 hingga 60 menit menuju kawasan wisata seperti Kebun Teh Sidamanik yang dikenal dengan udara sejuk serta pemandangan alamnya.

Masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi Access by KAI, laman booking.kai.id, maupun mitra penjualan resmi lainnya guna memastikan ketersediaan tempat duduk sesuai waktu keberangkatan yang diinginkan.

KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan kesiapan dalam mengawal operasional perjalanan kereta api agar tetap berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar pelayanan. “Fokus kami adalah memastikan layanan tetap berjalan stabil dan nyaman bagi seluruh pelanggan. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen memberikan pelayanan terbaik pada periode libur panjang Hari Buruh ini agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung lancar dan menyenangkan,” pungkas Anwar.(san/ila)

UU PPRT Resmi Disahkan, Perlindungan ART Butuh Aksi Nyata

Meryl Rouli Saragih.
Meryl Rouli Saragih.

Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) oleh DPR RI disambut positif berbagai kalangan. Regulasi ini dinilai sebagai langkah maju dalam memberikan kepastian hukum bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia yang selama ini berada dalam posisi rentan.

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Meryl Rouli Saragih, menyebut kehadiran UU PPRT menjadi jawaban atas penantian panjang para asisten rumah tangga (ART) yang membutuhkan perlindungan hukum yang jelas.

“Selama ini pekerja rumah tangga berada dalam posisi yang sangat rentan tanpa perlindungan yang memadai. UU ini menjadi langkah penting untuk menjamin hak dan keselamatan kerja mereka,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengingatkan bahwa pengesahan undang-undang bukanlah akhir dari perjuangan.

Ia menegaskan, implementasi di lapangan menjadi faktor kunci agar regulasi tersebut benar-benar memberikan dampak nyata. “Pengesahan ini harus diikuti langkah konkret dari pemerintah. Tantangan sesungguhnya ada pada implementasi, negara harus hadir memastikan undang-undang ini berjalan, tidak hanya simbolis,” tegasnya.

Sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital PDIP Sumut, Meryl juga mengungkapkan bahwa pihaknya di DPRD telah lama mendorong isu perlindungan pekerja rumah tangga, termasuk memastikan adanya payung hukum yang kuat.

Ke depan, DPRD Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan UU PPRT, khususnya di daerah, agar hak-hak pekerja rumah tangga benar-benar terlindungi dan tidak lagi terabaikan.

“Kami akan memastikan implementasi undang-undang ini berjalan dengan baik, sehingga memberikan perlindungan nyata bagi para pekerja rumah tangga,” pungkasnya.

Dengan disahkannya UU PPRT, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja rumah tangga, tetapi juga mendorong terciptanya hubungan kerja yang lebih adil, manusiawi, dan berkeadilan di Indonesia. (map/ila)

 

Pemprovsu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Partisipasi Aktif Pelaku Usaha

FOTO BERSAMA: Kepala BPS kabupaten/kota serta jajaran BPS Sumut dan lainnya, foto bersama.(san)
FOTO BERSAMA: Kepala BPS kabupaten/kota serta jajaran BPS Sumut dan lainnya, foto bersama.(san)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmen penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Dukungan ini diarahkan untuk memastikan ketersediaan data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan relevan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, melalui Kepala Bidang Statistik Sektoral Ika Hardina Lubis, usai menghadiri sosialisasi SE2026 sekaligus peluncuran Dashboard Analisis & Laporan Indikator Pencapaian (Dalian) di kantor Badan Pusat Statistik Sumut, Senin (27/4/2026).

Menurut Ika, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, khususnya di Sumatera Utara. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kominfo Sumut siap mendukung dari sisi diseminasi informasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan sensus ini berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan data yang valid. Tanpa keterlibatan luas, hasil sensus dikhawatirkan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Kepala BPS Sumut Asim Saputra, menjelaskan bahwa SE2026 akan menyajikan informasi terkait struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital yang kian pesat.

Menurutnya, peran BPS kini semakin strategis sebagai pengelola data nasional, tidak hanya sebatas pembinaan. Dua basis data utama, yakni data tunggal ekonomi nasional dan statistik bisnis register, terus dimutakhirkan sebagai pijakan pelaksanaan sensus.

“Pengalaman dari kegiatan sebelumnya seperti Regsosek, Sensus Pertanian 2023, hingga pendataan UMKM menjadi bekal penting. Dengan dukungan teknologi dan metodologi terbaru, kami optimistis pelaksanaan SE2026 akan lebih baik,” jelas Asim.

Meski menghadapi berbagai tantangan, BPS tetap yakin pelaksanaan sensus akan berjalan sukses berkat kolaborasi lintas sektor. Bahkan, dukungan konkret juga datang dari Kominfo Sumut berupa penyediaan 12 titik videotron untuk sosialisasi secara gratis.

SE2026 dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Sebagai bagian dari inovasi, pemerintah akan meluncurkan aplikasi “Ngisi Bareng” (Ngibar) pada 1 Mei 2026 yang direncanakan diperkenalkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Aplikasi ini diharapkan mempermudah pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, dalam mengisi data secara mandiri. (san/ila)

Transformasi Smart City Berbuah Prestasi, Pengamat Puji Rico Waas

Rafriandi Nasution.
Rafriandi Nasution.

Upaya transformasi digital yang digencarkan Pemerintah Kota Medan membuahkan hasil manis. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, Kota Medan berhasil meraih penghargaan nasional di bidang layanan publik digital.

Penghargaan tersebut berupa predikat Excellent City in Digital Public Service Transformation dalam ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Pengamat politik Sumatera Utara, Rafriandi Nasution, menilai capaian ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan digitalisasi layanan publik yang diterapkan Pemko Medan sudah berada di jalur yang tepat.

“Langkah menjadikan Medan sebagai smart city terbukti efektif. Penghargaan ini menunjukkan transformasi layanan digital mulai berjalan dan dirasakan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota itu menambahkan, digitalisasi yang dilakukan tidak hanya mengikuti tren teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Ia menyebut, transformasi tersebut penting untuk memperkecil kesenjangan antara layanan manual dan digital, sekaligus mendorong akses pelayanan yang lebih cepat dan efisien.

Rafriandi juga memuji dan mengapresiasi kinerja Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap yang dinilai konsisten mendorong pelayanan publik yang profesional dan mudah diakses.

Meski demikian, ia mengingatkan agar penguatan layanan digital tidak berhenti pada penghargaan semata. Menurutnya, perluasan implementasi hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi langkah krusial.

“Pelayanan digital harus menyentuh level paling bawah. Misalnya melalui Pos Digital di kelurahan, serta sosialisasi aplikasi yang lebih masif kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses layanan digital agar tidak hanya kuat di internal aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Selain itu, penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital. Ketersediaan internet publik yang stabil serta peningkatan kapasitas SDM digital dinilai harus menjadi prioritas.

“Jika sistem berjalan optimal, kepala daerah akan lebih mudah memantau kinerja hingga ke tingkat bawah dan merespons persoalan masyarakat secara cepat,” ujarnya.

Rafriandi menilai, digitalisasi layanan publik tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas konektivitas ekonomi perkotaan. (map/ila)

Groundbreaking PSEL Medan, Target Operasional Oktober Ini

Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana.
Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana.

Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Terjun terus bergerak maju. Pembangunan fisik proyek ini ditargetkan dimulai pada Oktober 2026, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana, menjelaskan bahwa saat ini proyek PSEL tengah memasuki tahap lelang. Progres tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemko Medan dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah pusat dan mitra terkait.

“Proses lelang sedang berjalan. Target kita, groundbreaking bisa dilaksanakan pada Oktober 2026,” ujar Melvi saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

Sebagai bentuk komitmen terhadap program nasional pengelolaan sampah, Pemko Medan telah menyiapkan lahan seluas 4,98 hektare di kawasan TPA Terjun. Lahan tersebut sudah dibebaskan sejak akhir 2025 dan kini tengah dalam tahap pematangan oleh dinas terkait. “Dinas Perkim sedang mematangkan lahan tersebut sebelum dilakukan pembangunan fisik di Bulan Oktober nanti,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Pemko Medan juga merencanakan penambahan lahan sekitar 9 hektare pada tahun ini. Penambahan ini bertujuan mendukung kebutuhan pengembangan fasilitas serta infrastruktur pendukung PSEL ke depan.

“Standar minimal dari pemerintah pusat adalah 5 hektare, namun kami berupaya menyiapkan lebih luas agar operasional dan pengembangan ke depan lebih optimal,” ujarnya.

Di tingkat nasional, proyek PSEL merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, sebelumnya menyampaikan bahwa lima proyek PSEL di berbagai daerah akan lebih dulu memulai groundbreaking pada Juni 2026.

Program ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang menargetkan pengelolaan 100 persen sampah secara nasional pada 2029. Dengan volume sampah yang telah mencapai lebih dari 141 ribu ton per hari, kehadiran PSEL di berbagai daerah, termasuk Medan, diharapkan menjadi solusi berkelanjutan sekaligus sumber energi alternatif.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek PSEL di Kota Medan tidak hanya akan mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi energi listrik yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. (map/ila)