Home Blog Page 5904

Dewan Nilai Persoalan di Eksekutif

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy menilai bahwa produk hukum berupa peraturan gubernur (Pergub) yang akan digunakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjadi hak bagi eksekutif. Namun terkait persoalan ketiadaan Perda P-APBD, ada di internal lembaga tersebut.

“Pergub itu hanya boleh mengakomodir terjadinya perubahan plafon anggaran ketika adanya regulasi di atas peraturan daerah (Perda) yang mengamanahkan. Misalnya ada Peraturan Pemerintah (PP), Kepres atau Undang-Undang. Jadi kalau terkait itu, seperti gaji 13 dan 14, itu boleh diakomodir. Demikian pula UU tentang masalah pendidikan 20 persen dan kesehatan 5 persen. Itu dibolehkan saja untuk mengakomodir itu semua,” ujar Ikrimah kepada wartawan, Senin (1/10).

Sedangkan untuk plafon di luar yang diatur Undang-Undang atau regulasi yang diatasnya, tidak boleh ada perubahan sama sekali, baik ditambah maupun dikurangi. Begitu juga terkait adanya perubahan yang dibolehkan dalam detail kegiatan seperti pembangunan jalan, harus mengacu pada APBD induk 2018.

“Bisa saja diubah, misalnya kegiatan yang sama tidak efektif, kemudian mau diganti dengan yang lain. Seperti jalan, mau dipindah pengerjaannya boleh saja, tetapi tidak boleh lain dari plafon, tidak boleh lebih,” sebutnya.

Pun begitu lanjut politisi PKS ini, untuk perubahan tersebut bisa daja dilakukan namun harus masuk dalam rencana kerja (renja). Jika tidak, tetap juga tidak boleh diganti. Sedangkan untuk renja sendiri sebagaimana diketahui, ditetapkan pada 2017 lalu.

Selain itu, Ikrimah menegaskan bahwa secara hubungan politik anggaran, DPRD Sumut merasa tidak ada hubungan antara kesepahaman Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan ketiadaan P-APBD atau tidak ditandatanganinya draf KUA-PPAS.]

“Ini tidak ada hubungannya dengan DPRD. Ini masalah kan di internal Pemprov sendiri. Karena banyak informasi yang kita dapatkan, Pak Edy (Gubernur) itu kurang setuju melakukan (dilakukan) Perubahan-APBD. Jadi kesannya agak terpaksa, beliau kan tidak terlalu ngotot untuk mengubah,” katanya.

Sementara pihaknya mengaku, perubahan dimaksud karena ketika pembahasan KUA-PPAS ada plafon yang diubah dan disepakati bersama. Selanjutnya TAPD memberikan paraf sebagai tanda kesepahaman bersama antara eksekutif dan legislatif. Namun kemudian, apa yang sudah disepakati, berubah.

“Makanya kemarin kita menolak. Jadi bukan karena yang lain. Tetapi karena tidak solidnya TAPD itu sendiri. Tetapi itupun tidak masalah juga,” pungkasnya. (bal/ila)

OTT BPPRD Medan, Kejatisu Teliti Berkas Tersangka

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Berkas 2 tersangka oknum Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, dan seorang Gereral Manager (GM) Ayam Penyet Ria yang terjaring OTT Polda Sumut, hingga masih diteliti Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan, saat ini jaksa penuntut umum (JPU) tengah meneliti berkas tahap satu dari ketiga tersangkan
“Info dari Tindak Pidana Khusus Kejatisu, BP ke 3 tersangka masih tahap I untuk penelitian oleh JPU. Jadi kita tunggu aja hasil penelitian JPU ya,” ujarnya kepada Sumut Pos, Selasa (2/10).

Sumanggar melanjutkan, apabila dalam penelitian JPU dirasa masih ada kekurangan, maka Kejatisu akan mengembalikan berkas tersebut ke Polda Sumut.”Bila masih ada kekurangan, berkasnya akan dikembalikan untuk kemudian dilengkapi,” katanya.

Kata Sumanggar, berkas tersebut sebelum masuk ke persidangan, nantinya akan diteliti selama 14 hari kedepan. “Masanya 14 hari dalam penelitian,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Subdit III/Tipikor mengamankan dua pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan, pada Sabtu (18/8) lalu. Dalam penangkapan yang dilakukan tersebut, selain dua pegawai UPT BP2RD Kota Medan, M Haris Hasibuan dan Daud Saringan, pihaknya juga mengamankan RC yang merupakan General Manager (GM) Ayam Penyet Ria.

“Keduanya merupakan pegawai honor. Dimana mereka melakukan pengutipan liar dengan mendatangi perusahaan Ayam Penyet Ria di Sun Plaza, kemudian melakukan negosiasi, supaya tidak melakukan wajib pajak yang seharusnya dibayarkan 10% dari pendapatannya,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan, Selasa (21/8).

Toga menjelaskan, perbuatan ini sudah dilakukan para tersangka untuk kali kedua dalam dua bulan. Harusnya dalam pembayaran tersebut, Negara dapat memperoleh pajak sebesar Rp31 juta, yang berasal dari setoran bulan Juni (dibayar Juli) Rp18 juta, dan kemudian bulan Juli (dibayar Agustus) sebesar Rp13 juta.

“Tapi tersangka tidak menyetornya ke Negara. Sehingga mendapat bagian Rp8 juta (pembayaran pertama) dan Rp6 juta (pembayaran kedua), dengan total Rp14 juta masuk ke kantong pribadi petugas,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, ujar Toga, Polda Sumut hanya mengamankan uang Rp6 juta dari pembayaran di bulan kedua, beserta sejumlah dokumen administrasi pajak dan handphone. Sedangkan uang Rp8 juta lagi sudah diterima oleh kedua pegawai honor UPT BP2RD tersebut. (man/ila)

20 Liter Pertamax Hanya Rp20 Ribu, SPBU Polonia Diserbu Pengendara Mobil

Bagus/sumut pos ANTREAN: Mobil mengantre panjang di SPBU Polonia, untuk membeli Pertamax.
Bagus/sumut pos
ANTREAN: Mobil mengantre panjang di SPBU Polonia, untuk membeli Pertamax.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kemacetan lalu lintas mengular panjang di Jalan Mustang, tepatnya, di persimpangan Jalan Juanda/Jalan Mustang dan Jalan persimpangan tiga antara Jalan Mustang, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Avros, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (2/10) sore.

Hal itu, dipicu antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU 11.201.106 atau disebut SPBU Polonia, Medan.

Antrean panjang di SPBU milik PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I, dikarenakan ada promo murah pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Pertamax dilakukan Pertamina dan Bank Mandiri dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-20 tahun.Untuk antrean BBM Pertamax dalam rangka HUT Bank milik BUMN itu, mengakibatkan kemacetan sekitar 3 kilometer.

Dari Pantau Sumut Pos, terlihat petugas kepolisian lalulintas kewalahan untuk mengatur lalu lintas yang macet tersebut.

Antrean panjang tersebut didominasi oleh kendaraan mewah roda empat. Petugas keamanan SPBU juga memberikan arahan bahwa kesediaan Pertamax habis di SPBU tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan menggunakan alat pengeras suara.”Ibu/bapak persediaan Pertamax kita sudah habis silakan melajuti perjalanannya biar tidak macet lagi,” ucap seorang petugas sekuriti SPBU tersebut.

Para pengemudi kendaraan yang sudah mengantre lama tampak kecewa dan bermacet-macetan untuk mendapatkan 20 liter Pertamax dengan harga Rp 20 ribu. Kemacetan terus terjadi hingga pukul 16.00 WIB. Melihat kecametan tersebut, seorang petugas TNI menggunakan sepeda motor terjebak macet, memakirkan sepeda motornya di pinggir jalan dan ikut mengatur lalulintas untuk mengurai kemacetan di kawasan SPBU tersebut.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengungkapkan, Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Pertamina mengeluarkan program 20L Pertamax seharga Rp20 Ribu.

“Program ini dalam rangka HUT Mandiri ke-20 kepada seluruh pemegang Mandiri. Dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit, dan E-Money, yaitu transaksi Rp 20 Ribu mendapatkan 20L Pertamax,” tutur Rudi kepada wartawan, kemarin sore.

Promo ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia Jalan Mustang, Medan, serta berlaku mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.? Dengan ketentuan promo tersebut, untuk 200 voucher saja.

“Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, Pertamina selalu memberikan produk-produk dan layanan terbaiknya. Rangkaian dan informasi lebih lanjut dapat langsung didapatkan konsumen dengan menghubungi Contact Pertamina 1 500 000 atau email ke pcc@pertamina.com,” pungkasnya.(gus/ila)

INALUM Ekspor Aluminium Primer ke Pasar Dunia

ist JAJARAN DIREKSI DAN MANAJAMEN INALUM (dari kiri ke kanan) : SEVP Pengembangan Bisnis, Dante Sinaga, Direktur Produksi, S.S.Sijabat, Direktur Layanan Strategis, Ogi Prastomiyono, Direktur Utama, Budi G. Sadikin, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A. Kosasih, Direktur Umum dan Human Capital, Carry EF. Mumbunan, dan SEVP Finance, Anton Herdianto.
ist
JAJARAN DIREKSI DAN MANAJAMEN INALUM (dari kiri ke kanan) : SEVP Pengembangan Bisnis, Dante Sinaga, Direktur Produksi, S.S.Sijabat, Direktur Layanan Strategis, Ogi Prastomiyono, Direktur Utama, Budi G. Sadikin, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A. Kosasih, Direktur Umum dan Human Capital, Carry EF. Mumbunan, dan SEVP Finance, Anton Herdianto.

SUMUTPOS.CO – PT INALUM (Persero) sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia, terus bergerak mewujudkan visinya sebagai perusahaan aluminium global. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan melakukan ekspor ke Malaysia.

INALUM memproyeksikan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar US$ 2,51 miliar di tahun 2018 ini, atau meningkat sebesar 33% dibanding realisasi 2017 sebesar US$ 1,89 miliar. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Dari Januari hingga Agustus 2018, Holding Industri Pertambangan mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar.

Peningkatan kinerja ekspor ini sesuai dengan mandat pembentukan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Untuk itu, INALUM terus mengejar berbagai target seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa negara melalui kegiatan ekspor aluminium.

INALUM juga terus menjalin kerja sama dengan pembeli di luar pasar Indonesia, seperti yang dilakukan hari ini dengan mengekspor 20.000 ton aluminium ingot ke Trafigura Pte. Ltd, di Port Klang Malaysia.

Pelepasan produk ekspor ini dilakukan di Pelabuhan INALUM Kuala Tanjung dihadiri oleh Direktur Utama PT INALUM (Persero) Budi G Sadikin, Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A. Kosasih dan jajaran direksi lainnya.

Dalam sambutannya, Budi G Sadikin mengatakan, “Pengeskporan aluminium ingot menuju Malaysia ini akan menjadi langkah nyata untuk menjadikan INALUM sebagai perusahaan global terkemuka. Ke depan, INALUM diharapkan mampu membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar aluminium.”

Ekspor INALUM, khususnya aluminium ingot tahun ini diproyeksikan mencapai 40 kilo ton, senilai US$ 79 juta dengan tujuan ekspor ke negara-negara Jepang, Swiss, Singapura, Inggris, Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda. (rel/tri/han)

Ratna Sarumpaet Disebut Jadi Korban Penganiayaan

jawa pos DIALOG: Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan sejumlah masyarakat beberapa waktu lalu.
jawa pos
DIALOG: Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan sejumlah masyarakat beberapa waktu lalu.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Seniman panggung dan aktivis hak asasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, dikabarkan menjadi korban penganiayaan. Ratna dianiaya oleh kekelompok orang pada Senin (1/10) petang.

Informasi di jejaring sosial menyebutkan, Ratna masih dirawat di rumah sakit. Foto yang beredar memperlihatkan perempuan mirip Ratna, mengenakan baju pasien, tengah terduduk dengan wajah lebam.

Kedua matanya tampak lebam. Foto itu juga beredar di sejumlah grup WhatsApp. Laman RMOL (Grup Sumut Pos) yang menghubungi kolega dekat Ratna, membenarkan soal insiden penganiayaan itu. Menurutnya, Ratna kini masih dalam kondisi trauma.

Sementara Polda Jawa Barat, langsung bergerak cepat menindaklanjuti kabar penganiayaan yang dialami Ratna di Bandung, belum lama ini.

Bahkan, pengecekan dilakukan terhadap puluhan rumah sakit dan Bandara Husein Sastranegara Bandung, untuk mengetahui apakah ada Ratna dirawat atau akan melakukan penerbangan.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, setidaknya ada 22 rumah sakit dan satu Puskesmas di Bandung yang didatangi polisi. Terhadap seluruh rumah sakit dan Puskesmas, tidak didapati nama Ratna Sarumpaet sebagai pasien untuk dirawat.

“Polda Jabar sudah melakukan penyelidikan dan hasilnya nihil,” kata Setyo, Selasa (2/10).

Tak hanya itu, pengecekan di bandara juga dilakukan sedetail mungkin. Menurut Setyo, anggota Polda Jabar mengecek ke pos satu hingga 4 di bandara.

Lalu menanyakan juga ke pihak Angkasa Pura, seluruh sopir taksi, tukang parkir, dan porter bandara. Hasilnya, dalam pengecekan itu juga tak didapati nama Ratna atau sosok dirinya di sana.

Anggota Polda Jabar bahkan mengecek seluruh manifes penerbangan, baik kedatangan atau keberangkatan, untuk mencari nama Ratna, apakah benar ada di bandara pada 21 September lalu. Namun, hasilnya sama, nama Ratna tak ditemukan.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI Jazuli Juwaini, prihatin atas musibah yang menimpa Ratna.

Jika informasi yang beredar ternyata benar, maka Jazuli meminta aparat penegak hukum menindak tegas upaya-upaya persekusi yang dilakukan oleh siapa pun.

Ia menegaskan, siapa pun aktor intelektualnya harus ditangkap, supaya bisa terungkap apa motif di balik dugaan penganiayaan itu.

“Apalagi kita sekarang kan menjelang pilpres. Kita sudah sepakat menjaga kebhinekaan dan kebersamaan,” ungkap Jazuli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

Ia mengatakan, persekusi itu bagian dari perusak kebhinekaan sesungguhnya. Karena itu, tegas Jazuli, siapa pun tidak boleh melakukan perbuatan tersebut.

“Karakter demokrasi itu adalah kita harus bisa menerima perbedaan, termasuk perbedaan pilihan,” tegasnya.

Jazuli mengatakan, kalau orang berbeda pilihan tidak dapat ruang, dan kemudian ada pihak-pihak gelap yang memperkusi, maka hal ini berarti upaya besar membunuh demokrasi itu sendiri.

“Itu tidak boleh di zaman modern ini terjadi,” ungkap anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini.

Lebih lanjut Jazuli meminta, aparat harus bisa menciptakan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga dan rakyat Indoensia. Termasuk kepada orang yang vokal memberikan kritik. Kalau mereka salah, silakan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Katanya negara kita ini negara hukum. Kalau negara hukum, berarti tidak boleh main hakim sendiri, orang dibikin babak belur sendiri. Kami tidak menuduh siapa yang melakukan, karena itu kewenangan dan kewajiban aparat untuk mengungkap siapa,” jelasnya.

Namun, Jazuli juga menjelaskan, ada beberapa kasus begitu cepat terungkap siapa pela kunya. Ada beberapa kasus begitu lama, dengan alasan hati-hati dalam mengungkapnya.

“Memang harus hati-hati, tidak boleh salah. Tapi penanganan itu harus sama, karena kalau ini terus berlarut, berdampak secara sosial dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (dem/rmol/jpg/cuy/boy/jpnn/saz)

Belum Resmi Dipecat, Sudah Dilarang Bekerja, Mantan Karyawan PT Waruna Belawan Mengadu ke Dewan

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14 mantan karyawan PT Waruna Shipyard Indonesia di Jalan Bagan Deli Lama Gabion Belawan delegasi ke Fraksi PAN DPRD Medan, Selasa (2/10). Mereka mengadu karena dilarang masuk kerja, yang diduga karena karyawan membentuk serikat pekerja.

Delegasi karyawaan diterima Ketua Fraksi PAN DPRD Medan HT Bahrumsyah dan menyerap aspirasi karyawan. Menurut penuturan perwakilan karyawan, Rachmat, ke 14 karyawan sudah bekerja 5 hingga 20 tahun. Namun, sekitar 2 bulan lalu mereka dilarang masuk kerja melalui security.

Masih menurut pengakuan Rachmat, pelarangan mereka untuk tidak kerja namun belum menerima surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kuat dugaan karena membentuk serikat. Dimana setelah karyawan melaporkan pembentukan Serikat Pekerja Multi Sektor (SPMS) Waruna Shipyard Indonesia mulai saat itu pula ada pelarangan untuk tidak kerja.

Sedangkan sebagian karyawan yang masuk pengurus dan anggota SPMS mendapat intimidasi dan mutasi unit kerja. “Kami tidak diperbolehkan kerja. Ketika kami minta surat PHK, pihak perusahaan tidak dapat menyerahkan,” terang Rachmat.

Untuk itu kata Rachmat, pihaknya berharap DPRD Medan dapat memfasilitasi keluhan karyawan. “Kami hanya menuntut hak, karena kami ketahui membentuk serikat kerja diperbolehkan undang-undang,” tambah Rachmat.

Sebagaimana diketahui, PT Waruna Shipyard Indonesia salah satu perusahaan unit galangan kapal terbesar di Sumut. Saat ini diperkirakan memiliki sekitar 700 karyawan.

Menyikapi keluhan para pendelegasi, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, HT Bahrumsyah mengaku prihatin ketika mendengar pengakuan karyawa. Hanya karena membentuk serikat kerja lantas tidak diperbolehlan kerja lagi.

Untuk itu, Bahrumsyah akan menyampaikan persoalan kepada Ketua Komisi B dan pimpinan DPRD Medan untuk menghadirkan pimpinan perusahaan PT Waruna Shipyard Indonesia di gedung DPRD Medan dilakukan rapat dengar pendapat. Pada RDP nanti akan dipertanyakan kewajiban perusahaan.

Bahrumsyah bilang, perubahan nama perusahaan yang sebelumnya Waruna Sentana ke PT Waruna Shipyard Indonesia patut dipertanyakan. Karena dalam perubahan nama perusahaan dimaksud harus ikut berganti dokumentasi. Perubahan itu juga harus merobah dokumentasi AMDAL. “Kita khawatir dengan perubahan nama perusahaan lantas merubah masa kerja karyawan. Hukum harus ditegaskan,” pungkas Bahrumsyah. (ris/ila)

Rumah Dilalap si Jago Merah, Sekeluarga Tewas Berpelukan

sopian/sumut pos DISEMAYAMKAN:Jasad pasutri dan anaknya saat disemayamkan di rumam duka.
sopian/sumut pos
DISEMAYAMKAN:Jasad pasutri dan anaknya saat disemayamkan di rumam duka.

SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (pasutri) dan seorang anaknya tewas berpelukan, saat si jago merah melalap rumah mereka, di Dusun II Mangga Dua, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdangbedagai, Selasa (2/10)sekira pukul 05.30 WIB.

Peristiwa maut tersebut terjadi saat korban Abdul Azis Saragih(31), hendak menyalakan lampu teplok sebagai alat penerang di rumah mereka di karenakan pemadaman listrik dari PLN.

Namun saat menyalakan lampu teplok tersebut, api menyambar bensin yang ada di dalam botol air mineral.

Seketika, api pun langsung berkobar dan melalap rumahnya. Saat terjadi kebakaran, Samsul Saragih (63) dan Rumaidah Purba (61), keduanya orangtua Abdul, berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Abdul Azis Saragih, istrinya Karmila alias Mila (22) dan anaknya Aulia Agustina berusia 2 bulan, tewas berpelukan di kamar tidur mereka.

Menurut Samsul, kebakaran yang menimpa anak, menantu dan cucunya itu, sekitar pukul 05.00 WIB. Abdul bangun melakukan aktivitas kegiatan sehari-hari sebagai pedagang eceran bensin dan gas elpiji ukuran 3 kg. Subuh itu, listrik padam. Abdul pun mencari lampu teplok. Sembari menuangkan bensin ke jireken ke botol mineral, api pun langsung menyambar.

“Melihat ada kebakaran, kami berdua (Samsul dan Rumaidah ) berlari keluar yang di ikuti oleh anak saya, Abdul Azis. Tetapi begitu keluar, saya tanya dimana istrimu, dia masih tidur di dalam kamar,”terangnya.

Melihat tidak ada istrinya, Abdul nekad kembali memasuki rumah dengan kondisi kobaran api yang sangat besar, tetapi setelah masuk, Abdul Azis tidak muncul kembali keluar.

Melihat ada rumah yang terbakar, warga yang terbangun mencoba memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. Karena kobaran api terus membesar, usaha warga sekitarpun sia-sia.

Setelah api padam, warga mencoba masuk kedalam rumah mencari korban. Alangkah terkejutnya, Abdul, istri dan anaknya tewas di dalam kamar dengan kondisi berpelukan.

Sementara itu, Kepala Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah, Muhammad Nasir mengatakan, “Kami mendapat informasi ada kebakaran dan adanya korban meninggal dunia dari warga setempat, korban berprofesi sebagai pedagang,”bilangnya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP TP Butar-Butar didampingi Kapolsek Bandar Khalifah AKP Sopian membenarkan kejadian kebakaran tersebut, dugaan sementara penyebab kebakaran dikarenakan korban menuangkan bahan bakar jenis premium (bensin) kedalam botol kemasan air mineral dengan menyalakan lampu teplok dan menyambar bensin dan membakar rumahnya.

“Ketiga korban disemayamkan di rumah keluarga dan akan dimakamkan di pemakaman umum dekat Desa Bandar Tengah,”ujarnya. (ian/han)

USU Kirim Tim Medis ke Palu dan Donggala

Prof Runtung Sitepu
Prof Runtung Sitepu

SUMUTPOS.CO – Duka mendalam dirasakan bangsa Indonesia. Dampak gempa bumi 7,7 SR di Kota Palu dan Kabupaten Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah, membuat Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menurunkan tim kemanusian dan tim medis.

“Dalam waktu dekat ini kami akan kirim tim medis ke Palu dan Donggala untuk terlibat langsung memberikan bantuan kepada para korban bencana,” ucap Rektor USU, Prof Runtung Sitepu kepada wartawan usai acara Dies Natalis USU 2018, Minggu (30/9) kemarin.

Runtung menilai melahirkan rasa kesedihan dan bentuk kepedulian dan prihatin kepada para korban gempa dan tsunami itu, USU akan mengirimkan bantuan secepatnya. Untuk saat ini, akses menuju lokasi bencana belum bisa akses untuk umum. Setelah bisa diakses, Ia mengatakan akan segera menerjukan bantuan tersebut.

“Bentuk kepeduliannya itu seiring adanya imbauan dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palu yang membutuhkan bantuan tim medis berikut obat-obatan di daerah yang terkena musibah bencana alam,” sebut Runtung.

Runtung mengungkapkan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait di lokasi bencana alam tersebut. Kemudian, mengidentifikasi bantuan tenaga medis yang akan dikirim, seperti dokter spesialis apa saja dibutuhkan di sana. Selain itu pihaknya juga akan mengumpulkan sumbangan bagi para korban.

“Demikian pula halnya dengan para korban yang mengalami luka-luka, diharapkan segera pulih. Kita sedih dan prihatin terhadap derita yang dialami para korban yang juga adalah derita kita semua,” tutur Runtung dengan nada sedih.

Dijelaskan Runtung, bentuk kepedulian USU juga diberikan kepada korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu dengan mengirim enam anggota tim untuk yang antara lain terdiri dari tim anestesi maupun tim psikologi dengan melakukan konseling penanganan psikologis untuk menghapus trauma bencana.

Selain memberikan bantuan tim medis USU juga menyerahkan dua buah genset dan bantuan obat-obatan, popok bayi dan air minum untuk seluruh korban. (gus/azw)

David Targetkan Timnas U-19

Doni Hermawan/Sumut Pos SEDIH: Ekspresi kapten timnas U-16, David Maulana saat timnya tumbang dari Australia di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Senin (1/10).
Doni Hermawan/Sumut Pos
SEDIH: Ekspresi kapten timnas U-16, David Maulana saat timnya tumbang dari Australia di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Senin (1/10).

Doni Hermawan, Kualalumpur– Kegagalan tim nasional U-16 menembus Piala Dunia U-17 merupakan hal yang menyesakkan. Namun para pemain tak mau terlalu larut dalam kesedihan. Pasalnya masa depan masih terbentang luas di level usia yang lebih tinggi.

Seperti kapten tim, David Maulana. Pemain asal Medan ini menjadi salah satu pemain yang terlihat tegar saat mendapat kenyataan timnya gagal saat peluang ada di depan mata. Dia coba membangkitkan semangat rekan-rekannya. Namun saat harus menghadapi suporter yang terus memberikan semangat di lapangan, David juga tak kuasa membendung luapan emosinya dan berteriak mengeluarkan air mata.

David menyadari jika masa depannya masih panjang dan tidak berhenti pasca kekalahan dari Australia tersebut. Dia mengatakan akan berusaha meningkatkan kemampuannya agar bisa terus dipercaya memakai jersey Merah Putih. “Ke depan saya akan berusaha lebih baik lagi, lebih keras lagi. Menatap timnas U-19. Itu target saya,” kata David saat ditemui di tempat tim menginap di Dorsett Grand Subang, Kualalumpur, jelang pulang ke Indonesia, Selasa (2/10).

Timnas U-19 memang merupakan jenjang usia berikutnya bagi timnas U-16. Namun untuk mencapai itu, David harus kerja keras dan berkompetisi agar namanya tetap masuk radar PSSI.

David juga akan terus berkomunikasi dengan Fakhri Husaini. Tak dipungkiri kemampuannya banyak meningkat sejak ditangani Fakhri di timnas. “Saya juga akan berkomunikasi lagi dengan tim pelatih tentang program latihan saya. Saya harap bisa lebih baik ke depan,” tambah pemain asal Desa Sei Rotan, Percutseituan, Deliserdang itu.

Eks pemain PSMS U-15 itu juga belum memikirkan soal masa depannya di klub. Dia ingin kembali ke rumah dulu dan melepaskan kerinduannya kepada orang tua dan saudara-saudaranya. “Kalau ke klub saya belum tahu. Saat ini saya ingin fokus dulu ke keluarga dan habiskan waktu dulu bersama mereka. Baru saya pikirkan yang lain,” bebernya.

Ya, selama ini David memang hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya lewat telpon. Apalagi di saat rekan-rekannya yang lain bisa ditonton keluarganya langsung, tak demikian dengan David. Tentu saja karena keterbatasan finansial.

David juga percaya dengan potensi rekan-rekan setimnya. Jika terus bersama di jenjang usia berikutnya menurutnya akan menjadi potensi yang menjanjikan. Meskipun itu bakal sulit. “Kalau tim ini bisa sama-sama bisa dibina terus saya yakin kami akan lebih baik lagi. Itu bakal lebih sulit karena gak mungkin kan kami bersama terus,” kata pemain kelahiran 25 Februari 2002 itu.

Tak lupa David mengucapkan terima kasihnya kepada para suporter. Dukungan terus menerus diberikan selama mereka berlaga di Kualalumpur. Bahkan di laga terakhir, penonton Indonesia mencapai 13 ribu penonton. Hebatnya lagi, nyanyian dukungan dan terima kasih diberikan kepada David. “Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia baik dari tv maupun langsung. Support kami terus agar ke depannya bisa lebih baik,” pungkasnya.

Timnas U-16 langsung pulang ke Indonesia, Selasa (2/10) lewat penerbangan pukul 18.00 WIB. Setibanya di Indonesia, timnas akan disambut Menpora dan rencananya dipanggil Presiden Joko Widodo. (don)

Pencairan Jadup Belum Final, Pengungsi Sinabung Diharap Bersabar

ist AUDIENSI: Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH didampingi beberapa anggota DPRD Karo, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Kades Berastepu Gemok Sitepu dan beberapa warganya saat audiensi ke kantor Kemensos, di Jakarta, Selasa (2/10).
ist
AUDIENSI: Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH didampingi beberapa anggota DPRD Karo, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Kades Berastepu Gemok Sitepu dan beberapa warganya saat audiensi ke kantor Kemensos, di Jakarta, Selasa (2/10).

KARO,SUMUTPOS.CO – Pengungsi erupsi gunung Sinabung, khususnya asal Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat diminta lebih bersabar. Pasalnya, dana Jadup (Jaminan Hidup) yang mereka tuntut dalam aksi demo kemarin dipastikan belum bisa dicairkan dalam waktu dekat ini.

Kepastian itu diungkapkan Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH didampingi beberapa anggota DPRD Karo, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Kades Berastepu Gemok Sitepu dan beberapa warganya saat audensi ke kantor Kemensos di Jakarta, Selasa (2/10) siang.

Audiensi ini sebagai tindaklanjut keputusan bersama antara Pemkab Karo, DPRD Karo dan Kepala Desa Berastepu Gemok Sitepu serta perwakilan masyarakat Berastepu yang tergabung dalam 348 KK/1.019 jiwa berunjukrasa di Kantor Pemda Karo, pekan lalu.

Warga menuntut dana Jadup tahap II terminal ke III tahun 2018 ini segera dicairkan. Rombongan Bupati Karo ditetima Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Kemensos, Tetrie Darwis diruang kerjanya lantai 7 Kemensos.

Tetrie Darwis didampingi stafnya Ari Wibowo mengakui pihaknya telah menerima proposal dari Pemkab Karo mengenai pengusulan jaminan hidup by name by addres Hunian Tetap Tahap II pengungsi Gunung Sinabung tertanggal 14 Mei 2018.

“Pada prinsipnya pihak Kemensos telah mencatat dan memproses pengajuan tersebut. Namun ditanya waktu dan kapan akan disalurkan, saya belum bisa menjawab, akan tetapi kemungkinan Kemensos akan cairkan,” tegasnya.

Dia juga meminta diberikan waktu, sebab saat ini Kemensos butuh skala prioritas ke daerah-daerah lain, mengingat beruntunnya bencana alama terjadi di Indonesia. Setelah lombok, muncul lagi daerah Palu, jadi hampir semua Kemensos fokus ke daerah Palu termasuk semua anggaran tersedot kesana, urainya.

“Untuk Karo bersabarlah, apa yang masyarakat Berastepu keluhkan kami sudah tahu. Jangan terus salahkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah atas belum tersalurnya Jadup ini. Alat-alat isi perabot rumah hunian , dan bantuan rehabilitasi anak-anak pengungsi semua sudah kita catat. Namun yang akan diprioritaskan Jadup dan bantuan rehabilitas anak-anak pengungsi, “jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karo berterimakasih atas kesediaan Kemensos menerima rombongan dari Pemkab Karo. “Kami memahami dan menyadari segala upaya dan kepedulian Kemensos. Akan tetapi adanya desakan masyarakat Berastepu yang mengalir terus bertanya dan bertanya, sehingga kami datang untuk kembali mengkomunikasikan.

Agar perwakilan yang ikut dari pihak masyarakat tahu persoalan yang sebenarnya terjadi dan penyebab belum tersalurkan Jadup ini. Mudah-mudahan dengan adanya masukan dan saran yang diberikan Kemensos, pihak perwakilan dapat menymapikan hasil pertemuan tersebut ke masyarakat, ini harapan kita,” kata Terkelin.

Kades Berastepu Gemok Sitepu berharap Jadup tersebut cair sebelum tahun 2018 habis. “Tolonglah bu, kalau bisa jangan habis tahun 2018 ini sudah bisa dicairkan Kemensos,” pintanya. Dia juga berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan dengan Kemensos tersebut pada warganya.

“Jika memang dana ADD dapat dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat yang mendesak,ini sebagai masukan bagi saya selaku Kades,”ujarnya. (deo/han)