Home Blog Page 5907

Buka Peluang, PSMS u-19 v Persija u-19

PSMS
PSMS

PSMS U-19 berhasil bangkit pada laga keduanya di Liga U-19. Gol tunggal Hirdan Sadjali, menit 47 membuka asa PSMS Medan U-19 untuk lolos dari fase grup Liga 1 U-19 musim 2018.

Asisten pelatih PSMS, Yudha Hendrawan mengatakan kemenangan yang diraih anak asuhnya begitu penting agar bisa melanjutkan persaingan di Grup A Liga 1 U-19. Namun, dia tidak puas dengan wasit yang memimpin pertandingan.

“Kami di pertandingan kedua ini berusaha main maksimal. Memang kami butuh menang untuk ke depannya. Lalu, saya lihat wasit sangat cenderung merugikan kami. Apalagi tadi ada insiden pemain kami cedera. Kejadiannya depan hakim garis seharusnya cepat diberhentikan karena ini menyangkut nyawa,” ujarnya usai pertandingan.

Pada laga itu Persija bermajn dengan 10 pemain sejak menit ke-13 karena Al Hamra Hehanusa mendapat kartu merah langsung. Hal itu dimanfaatkan PSMS dengan baik.

Hasilnya, pada menit 47, gelandang PSMS, Hirdan Sadjali mencetak gol usai melakukan tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu diblok kiper Persija, Pancar Nur Widiastono.

Menit 86 wasit Erfan Efendi mengusir Fitrah Rial Fadhillah setelah mendapat kartu kuning kedua pada pertandingan tersebut. Bahkan, pemain tengah PSMS, Dinan Syahbani harus dilarikan ke rumah sakit lantaran ditabrak pemain Persija. Tak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak kedua usai, dan PSMS sukses mempertahankan keunggulan.

Selanjutnya, PSMS Medan akan menjamu PS Bhayangkara di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/10) malam mendatang. Dijadwalkan, kick-off pertandingan pukul 19.00 WIB. (don)

Kubur Mimpi ke Piala Dunia, indonesia v australia

doni hermawan/sumut pos PUPUS: Para pemain Timnas U-19 menyapa pendukungnya usai kalah 2-3 dari Australia di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, Senin (1/10). David Maulana dan kawan-kawan harus mengubur mimpinya untuk berlaga di Piala Dunia U-17.
doni hermawan/sumut pos
PUPUS: Para pemain Timnas U-19 menyapa pendukungnya usai kalah 2-3 dari Australia di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, Senin (1/10). David Maulana dan kawan-kawan harus mengubur mimpinya untuk berlaga di Piala Dunia U-17.

SUMUTPOS.CO – Laporan dari Kualalumpur, Sudah di depan mata, mimpi Indonesia ke Piala Dunia U-17 harus pupus. Hanya berjarak 45 menit, saat Indonesia sudah memimpin lewat gol Sutan Zico atas Australia. Namun mimpi David Maulana dkk menjejak Piala Dunia pertama sepanjang sejarah terkubur setelah tumbang 2-3 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala lumpur.

Australia memang tampil mendominasi sejak awal. Luke Duzel melepaskan tendangan yang membentur tiang gawang. Ancaman berikutnya dari Duzel diselamatkan Ernando Sutaryadi.

Indonesia yang nyaris tak punya peluang hingga menit ke-17 malah mencetak gol lebih dulu. Sutan Zico memanfaatkan kesalahan barisan belakang lawan dan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau kiper Australia, Adam Pavlesic.

Berikutnya Socceroos Muda membombardir gawang Garuda Asia. Kans Winger Australia, Jordan Bos masih bisa di selamatkannya. Bahkan Supriadi nyaris mencetak gol memanfaatkan bola tendangan rekannya yang melenceng. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di paruh kedua, apa yang ditakutkan Indonesia terjadi. Australia mencetak gol lewat tandukan Daniel Wash menit ke-51. Gol itu membangkitkan semangat Australia. Mereka berbalik unggul lewat aksi Adam Leombruno.

Bahkan Australia memperbesar keunggulan menit ke-73 lewat aksi Noah Botic setelah memperdaya Komang dan Ernando. Namun Garuda Asia belum menyerah.

Fakhri Husaini memasukkan Rendy Juliansyah menggantikan Supriadi. Hasilnya Rendy beberapa kali merepotkan hingga akhirnya memperkecil skor menit ke-89 lewat sontekan memanfaatkan umpan David Maulana.

Timnas sempag beberapa kali mengancam di injury time tapi gagal berbuah gol. Tangis pun pecah karena tiket Piala Dunia U-17 kembali tertunda.

Rendy Juliansyah menjadi salah satu yang paling terpukul. Begitu juga Sutan Zico yang sempat menghidupkan asa lewat golnya. David Maulana sang kapten anak Medan berusaha tegar menghibur teman-temannya meskipun dia tak bisa membendung air matanya.

“Kekalahan 2-3 bukan hasil yang kami inginkan. Saya sangat bangga terhadap pemain, mereka sudah memberikan segalanya. Ini pencapaian yang luar biasa sepanjang Piala Asia ini,” kata Fakhri.

Menurut Fakhri, timnya sebenarnya bermajn bagus dan terbukti sangat merepotkan Australia. Namun lawan memang punya mentalitas yang bagus.

“Anak-anak belajar untuk beradaptasi dalam pertandingan. Gol pertama lawan memang cukup berat untuk mereka. Mereka hanya anak-anak 16 tahun dan tentu saja sulit untuk bangkit dalam waktu cepat,” ucapnya.

Sementara itu Pelatih Australia, Trevor Morgan mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang berhasil bangkit dari ketertinggalan. Morgan juga mengakui mendapat perlawanan dari Indonesia.

“Indonesia memiliki beberapa pemain berkualitas secara individu dan pemain berkualitas dan transisi yang bagus. Kami dihukum dengan hal tersebut, tapi kami mengembalikan fokus dan mengatakan gol akan tercipta dan kami akan memenangkan pertandingan dan itu terjadi,” ucap Morgan. (don)

PGN Pastikan Proses Akuisisi Pertagas Tetap Lanjut

PIPA: Karyawan PGN saat sedang mengukur sekaligus pemeliharaan pipa distribusi gas di daerah Jambi.
PIPA: Karyawan PGN saat sedang mengukur sekaligus pemeliharaan pipa distribusi gas di daerah Jambi.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO –  Sebagai bagian tahapan pembentukan Holding BUMN Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan akuisisi terhadap PT Pertamina Gas atau Pertagas. Hingga kini, proses akuisisi dengan mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) tetap berada di rel yang telah ditetapkan.

Salah satu inisiatif pemerintah untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional adalah dengan membentuk induk di bidang Migas, melalui Holding BUMN Migas PT Pertamina yang mengakuisisi PGN.

Pembentukan Holding BUMN Migas ini dilakukan melalui inbreng saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Perseroan ke dalam permodalan Pertamina berdasarkan PP No.6/2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Proses pembentukan Holding BUMN Migas dilanjutkan dengan integrasi Pertagas ke dalam PGN yang dilakukan melalui pengambilalihan saham milik Pertamina pada Pertagas. Maka dari itu, antara Pertamina dan PGN sepakat melakukan jual beli saham melalui skema CSPA.

Dalam perjanjian tersebut, PGN wajib membayar kepada Pertamina sebesar Rp16,60 triliun untuk 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas. Cara pembayaran transaksi dilakukan secara lunas dengan cara pembayaran akan disepakati oleh para pihak dan menjadi bagian dari Persyaratan Pendahuluan.

Merujuk CSPA, penyelesaian akan dilakukan pada 7 hari kerja setelah tanggal diterimanya Berita Acara Pemenuhan Persyaratan  Pendahuluan yang ditandatangani Para Pihak.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan meski terdapat tenggat waktu penyelesaian sebagaimana tertera pada CSPA, namun administrasi untuk transaksi masih membutuhkan proses. Hal itu, katanya, terkait penyelesaian beberapa poin dalan CSPA antara Pertamina dan PGN.

“Keduanya mempunyai ruang menentukan tanggal atau tempo penyelesaian, karena masih terdapat hal-hal administratif yang perlu diselesaikan baik oleh Pertamina maupun PGN,” ungkapnya.

Di sisi lain, PGN telah menyiapkan dana internal untuk proses akuisisi tersebut. Sejauh ini, persoalan pendanaan telah rampung disusun oleh Perseroan.

“Untuk dana kami sudah tidak ada masalah, intinya tempo penyelesaian CSPA yang nanti disepakati Pertamina dan PGN tidak menyangkut persoalan yang substansial, hanya proses kelengkapan administrasi terhadap akuisisi Pertagas,” tegas Rachmat.

Di sisi lain, PGN meyakini pengambilalihan Pertagas akan secara langsung memberikan nilai tambah strategis terhadap Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing Perseroan. Transaksi ini juga akan memberikan manfaaat yang signifikan bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan serta menegaskan komitmen Perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.  (rel/ram)

Jurus Terbaru BI Kawal Rupiah

Mata uang rupiah baru.
Mata uang rupiah baru.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) meluncurkan aturan transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF).

Kebijakan anyar tersebut diterbitkan untuk mempercepat pendalaman pasar valuta asing (valas) sekaligus memitigasi risiko nilai tukar rupiah.

’’Aturan terkait dengan transaksi DNDF berupa peraturan Bank Indonesia (PBI) diteken hari ini (kemarin) dan diundangkan Kemenkum HAM. Sejak saat ini, DNDF berlaku,’’ ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (28/9).

Perry menuturkan, regulasi baru itu diterbitkan untuk memberikan alternatif bagi pelaku ekonomi dalam melakukan lindung nilai atau hedging di pasar valas domestik.

Hal itu sekaligus melengkapi instrumen lindung nilai yang sudah ada saat ini. Selain itu, tujuannya adalah meningkatkan keyakinan bagi eksportir, importir, serta investor dalam melakukan kegiatan ekonomi dan investasi melalui kemudahan transaksi lindung nilai terhadap risiko nilai tukar rupiah.

’’Kami infokan kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan instrumen ini. Pilihan instrumen makin lengkap, bisa swap, forward, banyak,’’ tutur Perry.

NDF adalah instrumen derivatif dari kontrak perdagangan mata uang berjangka. NDF merupakan kontrak membeli atau menjual valas dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan kurs yang ditentukan di awal.

Sementara itu, transaksi DNDF dilakukan di dalam negeri. Sebelum memberlakukan kebijakan tersebut, pihaknya berkomunikasi dengan perbankan.

Sebab, setiap bank juga membutuhkan waktu untuk mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan operasional. Misalnya, manajemen risiko, treasury, dan lainnya. (ken/rin/c14/oki/jpnn/ram)

Industri Komestik Tumbuh Positif

Salah satu etalase yang menjual kosmetik
Salah satu etalase yang menjual kosmetik

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Industri kosmetik diyakini bisa tumbuh positif hingga akhir tahun ini seiring semakin banyaknya generasi milenial yang mengenal make-up.

Ketua Harian Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAKI) Solihi Sofian mengatakan, pertumbuhan bisnis kosmetik diprediksi mencapai 12 persen sampai akhir 2018.

Menurut dia, tidak hanya karena populasi usia muda yang semakin banyak.

Namun, juga didukung tren masyarakat sekarang yang menggandrungi produk kosmetik herbal.

”Tentu, hal itu menggairahkan market kosmetik dan membuka peluang munculnya produk kosmetik berbahan alami,” ujar Solihi, Jumat (28/9). Dia menjelaskan, pertumbuhan yang sangat signifikan dialami segmen kelas menengah yang memang didominasi generasi milenial.

Kosmetik di segmen tersebut rata-rata mengalami peningkatan hingga 30 persen.

”Masyarakat zaman sekarang semakin sadar untuk memprioritaskan perawatan wajah dan tubuhnya. Juga diiringi permintaan ekspor yang positif,” terang Solihi.

Pasar ekspor kosmetik saat ini mampu tumbuh delapan persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. ”Afrika Selatan masih menjadi tujuan utama ekspor produk sabun dan skincare Indonesia,” kata Solihi.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dikhawatirkan semakin menekan kinerja sektor industri kosmetik. Sebab, industri tersebut masih mengandalkan bahan baku impor.

”Bahan baku kosmetik terdiri atas bahan baku kimia dan bahan baku penolong untuk kemasan. Dalam membuat satu produk kosmetik, dibutuhkan 15 komponen, 12 di antaranya kami dapatkan dari impor,” tutur Solihi. (car/c25/oki/jpnn/ram)

MPW PP Sumut Renungan Suci, Peringati Hari Kesaktian Pancasila

KARANGAN BUNGA: Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah didampingi Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Kodrat Shah meletakkan karangan bunga di Tugu Ampera Kampung Kolam, Percut  Seituan, Minggu (30/9).
KARANGAN BUNGA: Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah didampingi Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Kodrat Shah meletakkan karangan bunga di Tugu Ampera Kampung Kolam, Percut  Seituan, Minggu (30/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut menggelar Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Ampera Kampung Kolam, Kecamatan Percut  Sei Tuan, Deliserdang pada Minggu (30/9) sekira pukul 24.00 WIB.

Pada apel kehormatan tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara Pangdam I/BB Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah dan Komandan upacara Danramil 13/Percut Sei Tuan, Mayor Arh Nirmawan dan pembaca sejarah Peristiwa Kampung Kolam, Kades  Bandar Klippa Suparyo.

Kegiatan yang mengambil thema “Bersama Kita Bersatu Melawan Bangkitnya PKI dan Paham Komunisme di Indonesia” ini juga dihadiri Danyon Paskhas Letkol Jumongga Sitinjak, Danlanud Soewondo diwakili  Dansatpom Mayor I Gede Eka Santika, Danwing III Paskhas Kolonel Bambang Hariyono, Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, Ketua MPC PP Medan, Deliserdang, Binjai, Serdang Bedagai, Ketua PAC se-Kota Medan dan Deli Serdang serta ribuan kader Pemuda Pancasila dan masyarakat.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah kepada wartawan mengatakan,  apel kehormatan dan malam renungan suci ini merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa yang tidak bisa dilupakan. Ideologi dan kedaulatan bangsa dirongrong serta menimbulkan banyak korban. “Banyak nilai-nilai yang kita ambil dari peringatan sejarah seperti ini yakni nilai evaluasi bagi kita semua, nilai pendidikan bagi anak bangsa agar tidak terulang kembali hal-hal yang tidak baik seperti masa yang lalu, dan harapan ke depan bisa lebih baik bagi kita semua,” ujar Pangdam I/BB.

Pangdam I/BB menambahkan, rangkaian rencana pemberontakan ideologi komunis, merebut dan mengambil alih, semuanya harus dihadang. Dan harus meyakini ideologi kita yang terbaik adalah ideologi Pancasila. “Kita tak mau lagi ada peristiwa-peristiwa kelam seperti dulu di negara ini, terutama di Sumut seperti yang kita peringati sekarang ini terulang kembali. Untuk itu kita diminta lebih waspada terhadap munculnya ideologi-ideologi komunis,” pinta Pangdam I/BB.

Untuk itu, masyarakat Sumut diminta agar ideologi Pancasila membumi, mengakar serta diamalkan dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari demi menatap Indonesia yang lebih baik ke depan.

Sedangkan Ketua MPW PP Sumut, Kodrat Shah mengatakan malam renungan suci yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pemuda Pancasila di Tugu Ampera Kampung Kolam, Kec. Percut  Sei Tuan, Kab. Deli Serdang bertujuan mengingatkan kader Pemuda Pancasila Sumut agar lebih memahami perjuangan kader Pemuda Pancasila dalam memberantas PKI, walau sampai harus mengorbankan nyawanya. “Ini mengingatkan para kader Pemuda Pancasila untuk tetap cinta terhadap ideologi bangsa yakni Pancasila,” ujarnya.

Kodrat Shah juga meminta kader Pemuda Pancasila Sumut dan masyarakat agar selalu waspada terhadap gerakan-gerakan paham komunis. “Kader Pemuda Pancasila dan masyarakat harus bersatu memberantas paham komunis. Tingkatkan kewaspadaan dan lapor kalau ada ajaran-ajaran komunis yang mencoba muncul agar langsung kita tindak,” tegas Kodrat Shah.

Selesai apel kehormatan, Pangdam I/BB dan Ketua MPW PP Sumut diikuti seluruh peserta upacara melakukan tabur bunga di Tugu Ampera yang merupakan lokasi ditemukannya jasad 2 (dua) anggota Pemuda Pancasila M Jakub (PP Sei Kera Hilir) dan Adlin Prawira (PP/ HMI Kampung Banten) yang menjadi korban kebiadaban PKI.

Selain melaksanakan apel kehormatan, MPW PP Sumut juga gelar acara nonton bareng pemutaran film PKI dan pembagian sembako gratis bagi warga kurang mampu yang tinggal diwilayah Kampung Kolam. (adz/ila)

Dewan Minta Segera Tuntaskan Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Tanjungmulia

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENGERJAAN: Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol ruas Tanjung Mulia Medan, Minggu (30/9). Pengerjaan proyek Jalan Tol masih terkendala pembebasan lahan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENGERJAAN: Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol ruas Tanjung Mulia Medan, Minggu (30/9). Pengerjaan proyek Jalan Tol masih terkendala pembebasan lahan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan mendorong pembebasan lahan tol Tanjung Mulia agar segera dituntaskan. Hal ini bertujuan agar manfaat dari pembangunan infrstruktur tersebut dapat dirasakan masyarakat.

“Memang repot kalau tertunda-tunda, sehingga manfaatnya terganjal lantaran pembebasannya belum selesai. Makanya, kita dorong dan desak agar segera tuntas proses pembebasan lahannya,” kata Anggota DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu yang dihubungi, Senin (1/10).

Diutarakan mantan Ketua Komisi D ini, informasi yang diterima kabarnya penggarap mendapatkan porsi 70 persen untuk ganti untung. Sedangkan pemilik tanah Grand Sultan 30 persen.

“Dari porsi tersebut, saya kira penggarap tentu tidak keberatan. Namun, pihak Grand Sultan sepertinya keberatan karena terlalu sedikit. Soalnya, selama ini tanah mereka tidak dimaksimalkan dengan baik. Oleh karenanya, ini perlu dilakukan duduk bersama sehingga menuai kata sepakat,” tuturnya.

Menurut Sabar, untuk mensegerakan pembebasan lahan dapat menggandeng semua stakeholder. Dengan begitu, hambatan persoalan yang terjadi dapat teratasi. n nnnn“Pada prinsipnya, kami selaku legislatif mendukung proses pembangunan Kota Medan, karena untuk memperlancar roda perekonomian. Namun, jangan sampai ada yang dirugikan terutama masyarakat,” tegasnya.

Sabar menambahkan, pembebasabn lahan nantinya jangan sampai ada pemotongan. Artinya, Pemko Medan harus membayar ganti untung sesuai aturan yang berlaku. “Kalau ada oknum yang mencoba bermain, kami siap menerima pengaduan dan memperjuangkan hak mereka,” katanya.

Diketahui, ganti rugi pembebasan lahan pembangunan tol sesi I di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir belum juga tuntas. Alasannya, konsinyasi (ganti rugi) belum bisa dibayarkan, sepanjang belum ada keputusan hukum tetap (inkrah).

Dalam putusan yang dikeluarkan PN Medan dengan 12 keputusan, diantaranya memenangkan pihak Sultan Deli. Akibatnya, proses ganti rugi yang seharusnya diterima masyarakat dengan 378 kepala keluarga (KK) yang mendiami lahan seluas 150 hektar tertunda karena pemerintah melakukan banding.

“Ganti rugi belum bisa dibayarkan, sepanjang belum ada putusan yang berkuatan hukum tetap,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik.

Dia mengatakan, pengadilan telah memutus gugatan perkara ini di PN Medan. Namun, akibat adanya banding yang dilakukan, proses ganti rugi lahan juga ikut tertunda. “Jadi yang dimenangkan itu pelawan, sekarang dari pihak terlawan melakukan banding di PT,” kata Erintuah.

Sepanjang belum ada kekuatan hukum tetap, lanjut Erintuah, uang ganti rugi yang dititip ke PN Medan belum bisa diberikan. “Yang jelas ganti rugi itu masih tetap, jadi uang yang titipkan di pengadilan itu belum bisa dibayarkan kepada siapapun sebelum ada keputusan hukum tetap,” jelasnya.

Namun dari proses ganti rugi yang tertunda itu, proyek pembangunan tol Tanjungmulia tetap dilanjutkan pemerintah. “Proyek pembangunan tetap berjalan, tidak ada masalah itu. Jadi kita tunggu saja bandingnya di PT, masih diperiksa,” pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu warga, Sahut Simaremare, Rabu (12/9), mengatakan, proses ganti rugi yang akan mereka terima sebesar 70 persen, dan 30 persen kepada pemilik SHM. Namun penyerahan ganti rugi lahan itu tertunda.

Alasannya, pihak Sultan Deli menggugat pemerintah dalam hal ini BPN dan PUPR atas hak ganti rugi lahan yang mereka tempati. Dari putusan itu, PN Medan memenangkan gugatan dari Sultan Deli. “Kami sebanyak 378 KK, harus menunggu lama lagi proses ganti rugi. Karena, ada gugatan dari Sultan Deli. Anehnya, yang digugat pemerintah atas hak ganti rugi, bukan mengenai kepemilikan tanah yang kami kuasai,” kata Sahut.

Dijelaskan pria yang juga tim dari Forum Masyarakat Kawat Tanjung Mulia Bersatu ini, berdasarkan keputusan Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, sudah menetapkan ganti rugi dengan perincian 70 persen untuk masyarakat dan 30 persen pemilik SHM. Tetapi, sampai saat ini tidak terlaksana, karena masih terganjal masalah gugatan. Mereka dari masyarakat, tetap mendesak agar pemerintah mengeluarkan hak mereka 70 persen yang sudah ditetapkan, apabila ada proses gugatan yang kini berlangsung, silahkan Sultan Deli melakukan konsinyasi 30 persen di pengadilan.

“Apapun ceritanya, hak masyarakat 70 persen sudah ditetapkan. Itu harus diberikan, kalau memang ada gugatan, silahkan yang 30 persen itu. Jangan ganggu hak masyarakat, makanya kami terus mendesak menuntut hak kami yang sudah ditetapkan menteri pada November 2017 lalu,” tegasnya.

Dalam gugatan itu, kata Sahut, pihak pemerintah melalui BPN dan PUPR sedang lakukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Utara, harapannya, penegak hukum dapat memutuskan yang tidak merugikan masyarakat. “Ini lagi proses banding. Kita juga sudah menyusun program, untuk melakukan unjuk rasa ke PT Sumut agar bijaksana mengeluarkan putusan. Apabila nanti proses banding berlangsung, kita akan meminta pemerintah agar memberikan ?hak masyarakat yang sudah ditetapkan,” sebut Sahut.

Dikatakan Sahut, sejak adanya kabar ganti rugi, banyak kalangan mafia yang muncul mengakui tanah di lahan ganti rugi tol, ini merupakan konspirasi mafia untuk mengambil keuntungan di lahan pemukiman warga yang sudah menetap selama ratusan tahun.”Ini sangat aneh, kenapa di lahan bersebelahan dengan kami di kavlingan kejaksaan, bisa cepat dibayarkan. Padahal di lahan itu juga terjadi sengketa ganti rugi. Ini sudah banyak mafia yang mencoba ingin mengganggu hak masyarakat,” pungkasnya. (ris)

Jaga Keandalan Suplay Listrik, PLN Kembali Lakukan Pemeliharaan Jaringan

PLN
PLN

MEDAN,SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Area Medan kembali melakukan pemeliharaan ja-ringan selama sepekan, dimulai sejak Sabtu (29/9) hingga Kamis depan (4/10). Pemeliharaan tersebut dilakukan guna menjaga keandalan pasokan listrik di Kota Medan.

Manager PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, pemeliharaan jaringan listrik dilakukan secara berkesinambungan. “Pemeliharaan sangat perlu kita lakukan berkesinambungan. Salah satunya, melakukan rabas-rabas pohon karena ran-ting pohon yang tersentuh kabel listrik bisa mengganggu suplay listrik,” kata Lelan.

Demi keamanan petugas teknisi yang melakukan pemeliharaan jaringan, lanjut Lelan, maka terpaksa dilakukan pemadaman di lokasi ra-yon yang tengah dilakukan pemeliharaan. “Pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB di lokasi yang sudah terjadwal pemeliharaan,” kata Lelan lagi.

Dipaparkan Lelan, adapun sejumlah rayon yang dilakukan pemeliharaan hingga pemadaman, yakni Rayon Medan Kota, Sunggal, Johor, Medan Timur, Medan Selatan, n Labuhan, Belawan serta Medan Baru.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan bagi pelanggan yang mendapat pemadaman karena pemeliharaan. Semoga dengan pemeliharaan secara berkesinambungan ini membuat listrik di Kota Medan semakin andal,” ucap Lelan. (rel/ila)

LPJ 2017 Disahkan, Pelayanan Kesehatan Dikritik

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyetujui serta mensahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pelaksanaan APBD Kota Medan tahun anggaran (TA) 2017. Persetujuan dan pengesahan ini dilakukan lewat sidang paripurna di gedung DPRD Medan, Senin (1/10) sore. Dalam sidang paripurna tersebut, dewan mengkritik pelayanan kesehatan puskesmas hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Juru bicara Fraksi Partai Golkar Sabar Syamsurya Sitepu mengatakan, realisasi pendapatan daerah TA 2017 sebesar Rp4,4 triliun lebih masih kurang dari target. Oleh karenanya, realisasi ini menunjukkan belum maksimalnya Pemko Medan dalam melakukan upaya penggalian dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal.

“Pemko selama TA 2017 belum melakukan langkah konkret dan tegas terhadap penetapan prioritas kebijakan dalam upaya peningkatan pendapatan di setiap masing-masing satuan perangkat,” ungkap Sabar.

Kata Sabar, mereka berharap nantinya ada upaya optimal potensi yang terarah, terpadu dan berhasil guna perlu terus ditingkatkan. Selain itu, meminimalisir terjadinya kebocoran-kebocoran serta meningkatkan pengawasan yang intensif terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran terhadap penerimaan PAD di tahun anggaran mendatang.

“Pelaksanaan pengawasan anggaran yang intensif terhadap kemungkinan terjadinya peluang kebocoran anggaran seperti sistem pelaporan dan penerimaan perlu terus dilaksanakan secara kontinu. Tak hanya itu, pelaksanaan pembangunan yang memenuhi standar dan kualitas juga harus dipertahankan,” kata Sabar.

Lebih lanjut Sabar mengatakan, pelaksanaan BPJS di Kota Medan tahun 2017 belum sepenuhnya memenuhi harapan dan selalu menimbulkan masalah. Banyak warga tidak terdaftar yang mengakibatkan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terwujud.

Di sampingi itu, persoalan pelayanan terhadap pasien BPJS oleh rumah sakit selalu menimbulkan masalah sehingga keberadaan BPJS Kesehatan belum mampu untuk mengatasi masalah kesehatan di kota Medan. “Kami mengimbau perlu ada perhatian serius dari Dinas Kesehatan terhadap program pemutakhiran data dan pelayanan tersebut,” tegas Sabar.

Ia menambahkan, terhadap program peningkatan pelayanan di setiap Puskesmas diharapkan perlu ada perhatian serius Dinas Kesehatan, baik menyangkut obat-obatan maupun pelayanan medis. (ris/ila)

3 Rumah Dilalap Api, Aditya Tewas Terpanggang

ilustrasi-kebakaran
ilustrasi-kebakaran

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Tiga unit rumah ludes terbakar di Lingkungan 3, Gang Mesjid, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (30/9) pukul 23.30 WIB. Peristiwa kebakaran yang disebabkan arus pendek, mengakibatkan seorang remaja berusia 15 tahun bernama Aditya Andika tewas terpanggang di kamar tidur rumahnya.

Musibah kebakaran yang meludeskan rumah tiga pintu yang dihuni Antoni Sugiarto, Wak Idot dan Heri terjadi saat mereka sedang istirahat. Tak disangka, percikan api muncul dari arus pendek salah satu rumah. Kobaran api menjilat dinding rumah tiga pintu itu. Pemilik rumah kalang kabut keluar rumah. Dalam suasana panik, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Tak disangka, Aditya Andika mengalami cacat tuna rungu terjebak di kamar, terkepung api.

Akibatnya, remaja itu tidak bisa ditolong oleh keluarga dan warga tewas terpanggang. Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran dengan 4 unit armada tiba di lokasi. Petugas berusaha menjinakan api. Dalam waktu tempo lebih dari satu jam, akhirnya api dapat dipadamkan.

Setelah api padam, petugas pemadam dan polisi menemukan jenazah remaja berusia 15 tahun itu telah terpanggang di dalam kamar. Pihak keluarga yang histeris, menolak jenazah korban dibawa visum ke rumah sakit, setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan. Akhirnya, jenazah anak pasangan Antoni dan Wilda disemayamkan di rumah duka.”Malam itu, sewaktu kejadian, bapak korban kerja malam satpam di PDAM, makanya anak itu gak bisa diselamatkan mamaknya,” kata Samsul warga sekitar.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Korban tewas karena terjebak api di kamar. “Pihak keluarga keberatan divisum. Untuk penyebab api, hasil keterangan di lapangan, api diduga berasal dari arus pendek, untuk mengetahui penyebabnya, kita masih selidiki,” kata Bonar. (fac/ila)