MEDAN,SUMUTPOS.CO – Tiga unit rumah ludes terbakar di Lingkungan 3, Gang Mesjid, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (30/9) pukul 23.30 WIB. Peristiwa kebakaran yang disebabkan arus pendek, mengakibatkan seorang remaja berusia 15 tahun bernama Aditya Andika tewas terpanggang di kamar tidur rumahnya.
Musibah kebakaran yang meludeskan rumah tiga pintu yang dihuni Antoni Sugiarto, Wak Idot dan Heri terjadi saat mereka sedang istirahat. Tak disangka, percikan api muncul dari arus pendek salah satu rumah. Kobaran api menjilat dinding rumah tiga pintu itu. Pemilik rumah kalang kabut keluar rumah. Dalam suasana panik, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Tak disangka, Aditya Andika mengalami cacat tuna rungu terjebak di kamar, terkepung api.
Akibatnya, remaja itu tidak bisa ditolong oleh keluarga dan warga tewas terpanggang. Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran dengan 4 unit armada tiba di lokasi. Petugas berusaha menjinakan api. Dalam waktu tempo lebih dari satu jam, akhirnya api dapat dipadamkan.
Setelah api padam, petugas pemadam dan polisi menemukan jenazah remaja berusia 15 tahun itu telah terpanggang di dalam kamar. Pihak keluarga yang histeris, menolak jenazah korban dibawa visum ke rumah sakit, setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan. Akhirnya, jenazah anak pasangan Antoni dan Wilda disemayamkan di rumah duka.”Malam itu, sewaktu kejadian, bapak korban kerja malam satpam di PDAM, makanya anak itu gak bisa diselamatkan mamaknya,” kata Samsul warga sekitar.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Korban tewas karena terjebak api di kamar. “Pihak keluarga keberatan divisum. Untuk penyebab api, hasil keterangan di lapangan, api diduga berasal dari arus pendek, untuk mengetahui penyebabnya, kita masih selidiki,” kata Bonar. (fac/ila)
diva/SUMUT POS
PENGHARGAAN: Serka Endra Amin saat menerima penghargaan.
diva/SUMUT POS PENGHARGAAN: Serka Endra Amin saat menerima penghargaan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara Polda Sumut) memberikan penghargaan kepada personel Polri, aparatur sipil negara bahkan anggota TNI dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan KS Tubun Polda Sumut, Senin (1/10).
Jadi perhatian dalam upacara dan penyerahan penghargaan itu yakni sosok Sersan Kepala (Serka) Endra Amin yang bertugas di Kesdam I/BB. Pengharagaan yang diterimanya lantaran ia berjasa mengagalkan aksi perampokan seorang diri.
Mewakili Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, Wakapolda Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto menyebut apa yang dilakukan Endra patut dan harus diacungi jempol. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan.
“Ini bukti TNI dan Polri selalu bersinergi memberikan perlindungan seperti salahsatunya dilakukan Serka Endra Amin. Harapan kita apa yang dilakukannya menjadi motivasi bagi anggota lainnya dalam menumpas segala bentuk kejahatan,” ungkap Mardiaz usai memberikan piagam penghargaan kepada Endra.
Menyampaikan amanat Kapolda Sumut ia berharap TNI dan Polri terus kompak dalam menjalin hubungan. Menyingkirkan ego dan arogansi yang menyebabkan konflik agar tidak terjadi konflik di antara anggota TNI dan Polri. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi TNI dan Polri yang sudah bersinergi dalam memberantas kejahatan dan melindungi serta membantu masyarakat dalam Kamtibmas,” katanya.
Cerita heroik Serka Endra, sebelumnya Serka Endra Amin melumpuhkan dua pelaku begal di Jalan Bilal, Senin (24/9) lalu. Kebetulan Endra memiliki kemampuan bela diri dan juga mahir menggunakan double stick.
Aksi heroik Serka Endra Amin ini, berawal pada saat dirinya melintas di jalan Bilal hendak berangkat kerja di Rumkit tingkat II Putri Hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan minta tolong dari seorang wanita yang berasal dari showroom sepeda motor Multi Finance.
Setelah lama mengamati, tiba-tiba muncul dua orang yang memacu kendaraan Honda Sonic dengan kecepatan tinggi karena melarikan, sedangkan korbannya seorang wanita yang bernama Ferwina Laia (19) warga jalan Veteran gang Sawit III pasar V Kelurahan Helvetia, berlari mengejar dua orang tersebut sambil berteriak rampok.
Endra Amin pun memacu sepeda motornya mengikuti kedua pelaku, hingga sampai di kompleks PJKA Brayan. Tak pikir panjang, dirinya langsung menabrakan sepeda motornya ke arah sepeda motor pelaku, hingga kedua pelaku terjatuh.
Sadar yang dihadapi adalah seorang anggota TNI, salah seorang pelaku langsung mencabut pisau dari pinggangnya dan mencoba menikam. Dengan sigap, Endra langsung mengambil double stick dan menghantamkan alat bela dirinya itu ke tangan pelaku yang menggenggam pisau.
Pisau pelaku pun terjatuh. Di saat itulah Endra Amin langsung melumpuhkan kedua pelaku dengan memainkan jurus double stick dan menghantamkannya ke arah tubuh pelaku lainnya hingga tersungkur ke tanah.
Masyarakat yang melihat kejadian itu langsung membantu Serka Endra meringkus kedua pelaku. Tak pelak kedua pelaku babak belur dihakimi masa. Selanjutnya, masyarakat langsung menghubungi kepala lingkungan sekitar dan diteruskan ke Polsek Medan Barat. Kedua pelaku diketahui bernama Andika Syahputra (18) warga Jalan Rajawali Kota Siantar dan Jimi Sinaga (22) warga Jalan Mayjend Ricardo Siahaan, Gang Pengarang no 54 Siantar.
Sementara untuk dua penghargaan lain diberikan kepada Personel Polsek Medan Kota dan kepala lingkungan (Kepling) yang bertugas di Tanjungbalai.
Wakapolda memaparkan, penghargaan lainya diberikan kepada Brigadir Rasyid Ridho, anggota Bakolsek Medan Kota. Ia mendapatkan prestasi atas kepeduliannya menolong seorang kakek terlantar usia 70 tahun, dengan memandikan, menyuapi makanan dan merawatnya layaknya orang tua sendiri selama tiga hari dan dua malam di ruang Bhayangkari Polsek Medan Kota.
Kemudian, penghargaan kedua diberikan kepada Kepling IV, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kota Tanjung Balai. Prestasi yang dicapainya karena ia membantu dalam penangkapan teroris di Jalan Garuda Lingkungan IV, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung Kota Tanjung Balai.”Kepada rekan-rekan sekalian, ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa sedikit apapun dan sekecil apapun tindakan kebaikan yang kita lakukan itu sangat berarti,” pungkasnya Mardiaz. (dvs/ila)
m idris/SUMUT POS
DIBONGKAR: Petugas Satpol PP membongkar kios tanpa Izin Mendirikan Bangunan di lahan PT KAI Belawan.
m idris/SUMUT POS DIBONGKAR: Petugas Satpol PP membongkar kios tanpa Izin Mendirikan Bangunan di lahan PT KAI Belawan.
MEDAN,SUMTUPOS.CO – Pembangunan kios di lahan PT KAI Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan tanpa mengantongi izin, akhirnya dibongkar petugas Satpol PP Kota Medan, Senin (1/10).
Petugas gabungan dari Satpol PP Kota Medan bersama petugas Kecamatan Medan Belawan serta Polres Pelabuhan Belawan, terlebih dahulu melaksanakan apel di halaman Kantor Camat Medan Belawan. Ratusan petugas gabungan langsung meluncur ke lokasi. Kehadiran petugas sempat mendapat penghadangan dari pihak yang punya kepentingan di lahan membuat suasana tegang.
Akhirnya, petugas Satpol PP telah mempersiapkan alat, langsung membongkar salah satu kios yang berada di sudut petokoan yang kondisinya belum diplester. Satu unit kios akhirnya runtuh setelah dihancurkan petugas Satpol PP. “Hari ini datang, untuk membongkar seluruh bangunan itu. Semua memang harus kita bongkar,” tegas Kasat Pol PP Kota Medan, Sofyan berada di lokasi.
Selama proses penbongkaran berlangsung, ternyata pihak utusan pengembang meminta mereka yang akan membongkar sisa bangunan. Karena ada kesepakatan itu, petugas Satpol PP tidak membongkar rata seluruh kios tersebut.
Menanggapi kesepakatan itu, petugas Satpol PP memilih meninggalkan areal lokasi, dengan membawa kembali alat berat yang sudah mereka persiapkan menuju ke Medan.
Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, pihaknya akan tetap mengawasi bangunan itu, dengan menyetop proses pembangunannya. Pembongkaran itu, telah membuktikan Pemko Medan serius untuk menertibkan bangunan ilegal di Belawan.
“Sudah jelas, tidak ada tebang pilih menertibkan bangunan ilegal di Belawan. Jadi, selama bangunan di lahan PT KAI itu tidak ada izin, bangunan itu tidak bisa dibangun, jadi kita tunggu proses izin dari pihak pengelola,” kata Ahmad. (fac/ila)
istimewa/sumut pos
DONOR DARAH: Warga saat mendonorkan darahnya ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan.
istimewa/sumut pos DONOR DARAH: Warga saat mendonorkan darahnya ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan memastikan stok darah hingga Oktober 2018 aman. Termasuk pada golongan darah tertentu.
Hal itu mengingat tingginya permintaan unit mobil donor yang masuk ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan, hingga Sabtu (29/9).
“Untuk Oktober 2018 saja, hingga siang ini kita sudah menerima permintaan 40 unit mobil donor. Jumlah itu dipastikan bertambah,” ucap Ketua PMI Kota Medan, Drs H Musa Rajekshah, M.Hum yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara kepada awak media.
Dari data yang diupdate hingga Jumat (28/9) malam, pihaknya memiliki stok darah sehat sebanyak 2.868 kantong. Dengan pembagian golongan darah A (535), B (848), AB (229) dan O (916) ditambah kom-ponen darah yang terdiri dari 100 kantong (A), 109 (B), 23 (AB) dan 108 (O).
Sementara darah yang keluar hanya 272 kantong yang terdiri dari 63 kantong dari dalam gedung (UDD PMI Medan) dan 209 kantong di Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) yang tersebar di Kota Medan.
Selama Agustus 2018, UDD PMI Medan juga dapat memenuhi kebutuhan darah di BDRS Murni Teguh sebanyak 842 kantong, RS Imelda (255), RS USU (209), RS Royal Prima (207), Santa Elisabeth (197), RS Bina Kasih (160), Mitra Sejati (144), Bunda Thamrin (139), RSUP Adam Malik (180) dan RS Colombia (168) dengan total 2.501 kantong.
Dengan rata-rata 2 ribu kantong darah perhari yang bisa dikumpulkan UDD PMI Kota Medan dari unit mobil dan dalam gendung, kebutuhan tersebut jelas dapat terpenuhi. Termasuk golongan darah tertentu seperti rhesus negatif.
“Untuk golongan darah tertentu seperti rhesus negatif, kita juga memiliki database. Jika ada permintaan, kita langsung menghubungi pendonor. Dan mereka (rhesus negatif) selalu bersedia mendonorkan darahnya,” tutur Musa Rajekshah didam-pingi Direktur UDD PMI Kota Medan dr. Harry Butarbutar, Sp.B.
Dari database yang ada, tambah dr. Harry, jumlah pendonor di UDD PMI Kota Medan hingga Agustus 2018, tercatat 6.049 orang. Terdiri dari 3.867 pendonor lama dan 2.182 pendonor baru. Dengan jumlah yang dipastikan terus bertambah, kebutuhan akan darah di Kota Medan dapat terpenuhi.
“Semua ini karena kepercayaan masyarakat kepada UDD PMI Kota Medan. Sebagai organisasi kemanusiaan, kami terus melakukan perbaikan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya menjamin kualitas darah yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas dr. Harry. (don/ila)
SOLIDEO/SUMUT POS
TINJAU:Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi anggota DPRD Karo Thomas Jeperson dan unsur muspida meninjau lokasi pembangunan jalan alternatif Karo-Deliserdang.
SOLIDEO/SUMUT POS TINJAU:Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi anggota DPRD Karo Thomas Jeperson dan unsur muspida meninjau lokasi pembangunan jalan alternatif Karo-Deliserdang.
SUMUTPOS.CO – Meski sempat tertunda, Pemkab Karo melanjutkan pembangunan dan peningkatan jalan alternatif dari Desa Serdang tembus ke Kabupaten Deliserdang. Hal ini ditegaskan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi,Jumat (28/9) siang.
Setiba di lokasi, bupati didampingi Thomas Joverson Ginting, anggota DPRD Karo, Kepala Bappeda Karo Ir Nasib Sianturi Msi, Camat Barus Jahe Drs Kalsium Sitepu, Kepala Desa Serdang, Dastanta Barus langsung menelusuri jalan sepanjang 3 Km bekas hasil TMMD ke-101 TA 2018 yang dikerjakan oleh Kodim 0205/TK.
TMMD ke-101 TA 2018 dilaksanakan sesuai program TNI Manunggal Bersama Rakyat membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa, yang sifatnya untuk saling berkoordinasi antar instansi terkait.
“Salah satu bagian dari kegiatan Operasi Bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di wilayah, khususnya di Kabupaten Karo,”ungkap Terkelin, menceritakan historisnya secara singkat
“Jalan yang sudah dibuka dan sudah berselang hampir 5 bulan lamanya ingin saya lihat, tentang kondisi fisik tanah, dalam arti kata tanah tersebut sudah padat atau masih lunak. Sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua sudah bisa melewati jalan ini, bagi masyarakat yang memiliki ladang di seputaran lokasi tersebut. Hal ini yang mau ingin saya pastikan tadi,”sambung Terkelin di lokasi.
Menurut Terkelin, pembangunan jalan akan terus ditingkatkan dengan membuka jalur yang masih buntu/belum tembus ke batas wilayah Kabupaten Deliserdang diperkirakan sepanjang 2.5 Km lagi. Oleh sebab itu, pada Jumat (28/9) kemarin, Pemkab Karo telah menampung kembali anggaran di P-APBD Karo untuk peningkatan jalan Serdang tembus Kab Deliserdang dengan anggaran Rp1,5 miliar.
Peningkatan pengerjaan jalan tersebut akan dilanjutkan oleh TNI khususnya Kodim 0205/TK , melalui “Karya Bakti” namun waktu dan pengerjaan, secara teknisnya Pemkab Karo serahkan ke Kodim 0205/TK,sesuai Program Kodim 0205/TK.
Sementara Thomas Joverson Ginting Anggota DPRD Karo mengatakan, pihak DPRD Karo selalu mendukung program Bupati Karo sepanjang demi kebutuhan masyarakat banyak.
Seperti pembukaan jalur jalan ini, sangat bermanfaat bagi perkembangan kemajuan Tanah Karo dalam beberapa aspek, baik parawisata, perekonomian dan perdagangan.
“Oleh sebabnya, DPRD Karo akan terus mendorong dan selalu berupaya untuk sampai selesai jalan ini akan monitor jangan sampai terhenti pengerjaannya gara gara tidak ada anggaran,”kata Thomas.
Camat Barus Jahe, Kalsium Sitepu menyampaikan atas perwakilan masyarakat di wilayahnya, pada prinsipnya masyarakat Serdang mendukung program Pemkab Karo, terlebih pembukaan jalan tersebut.
“Masyarakat Serdang siap membantu Pemkab Karo dalam melaksanakan pembangunan jalan tersebut,” tandasnya. (deo/han)
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Forkompinda Kota Tebingtinggi di sela-sela peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Forkompinda Kota Tebingtinggi di sela-sela peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Senin 1 Oktober 2018, di Lapangan Merdeka.
Upacara peringatan dengan mengambil tema, sebagai landasan kerja mencapai prestasi bangsa, diawali dengan pembacaan Pancasila oleh seluruh peserta upacara. Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Muhammad Yuridho Chap sekaligus penandatangan naskah.
Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan bahwa hari Kesaktian Pancasila, membuktikan Pancasila tetap eksis di Indonesia sebagai sebuah falsafah negara yang tidak bisa digantikan dengan apapun .
Dikatakannya, untuk kedepan tidak boleh adalagi penghianatan kepada bangsa dan negara, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi bahagian yang harus diutamakan.
“Kita sebagai bangsa yang dalam satu bingkai negara Republik Indonesia sudah seharusnya peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Palu dan Donggala, oleh karena itu kita harus mengumpulkan dana untuk bantu saudara-saudara kita,”ajaknya.
Hadir juga Kepala kejaksaan Negeri Tebingtinggi, Muhammad Novel selaku Inspektur Upacara, Asisten dan Staf Ahli Pemko Tebingtinggi, Forkompinda, unsur TNI, Polri, ASN dan pelajar se Kota Tebingtinggi.
Di lain tempat dengan tema yang sama, Hari Kesaktian Pancasila juga diperingati Pemko Binjai yang digelar di Lapangan Merdeka, Binjai.
Wali Kota Binjai HM Idaham SH Msi yang bertindak sebagai inspektur upacara, tiba di lokasi bersama Wakil Walikota H Timbas Tarigan, Ketua DPRD Zainuddin Purba, Kapolres AKBP Donald P Simanjuntak, Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Deni Eka Gustiana, Ketua TP PKK Hj Lisa Andriani. Usai melakukan hening cipta, dilanjutkan pembacaan naskah oleh Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba.
“Kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ujar Zainuddin Purba.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila diikuti PNS, TNI, Polri, pelajar dan pramuka, berlangsung hikmad. (ian/ted/han)
BAMBANG/SUMUT POS
DIABADIKAN: Kepala Kwarcab Pramuka Langkat, dr H Indra Salahudin MKes MM, Ketua panitia Peringatan Hari ke-57 Pramuka tahun 2018 diabadikan bersama Forkompinda Langkat di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat.
BAMBANG/SUMUT POS DIABADIKAN: Kepala Kwarcab Pramuka Langkat, dr H Indra Salahudin MKes MM, Ketua panitia Peringatan Hari ke-57 Pramuka tahun 2018 diabadikan bersama Forkompinda Langkat di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat.
SUMUTPOS.CO – Gerakan pramuka menguatkan komitmen untuk terbinanya watak generasi Indonesia yang tidak hanya terampil, unggul dan cerdas, akan tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur, sebagai kader calon pemimpin masa depan bangsa.
Demikian disampaikan Ketua Kwartir nasional gerakan Pramuka secara tertulis, yang dibacakan Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH selaku Ketua Majelis Pembimbing cabang gerakan Pramuka Langkat, melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM selaku kepala Kwarcab Langkat, saat memimpin upacara peringatan hari ke-57 Pramuka tahun 2018, di Alun – Alun T Amir Hamzah Stabat, Jumat (28/9).
Sekda mengimbau kepada publik, khususnya kepada para orangtua dan guru, agar tidak ragu-ragu memberikan kesempatan, sekaligus dukungan kepada putra putrinya, untuk mengikuti kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing.
“Sebab pendidikan kepramukaan berdasarkan pada Satya dan Darma Pramuka, yang harus menjadi pedoman bersikap dan berperilaku dalam keseharian,” tandasnya.
Selain itu, kata Sekda, gerakan Pramuka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas manusia dengan membekali pendidikan karakter dan kopentensi Iptek berbasis kecakapan.
Menyikapi tahun politik, Sekda berharap, agar anggota Pramuka jenjang, dapat memberikan suasana kesejukan, jangan terlibat hiruk pikuk perpolitikan, apalagi terlibat dalam kegiatan politik praktis.
“Saya atas nama kwartir nasional gerakan Pramuka, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah banyak memberikan bantuan dan kemajuan serta perkembangan gerakan pramuka pada setiap jenjang kewilayahan,” pungkasnya.
Ketua panitia Drs H Tengku Auzai mengatakan kegiatan Hari ke-57 Pramuka bertemakan, Pramuka Perekat NKRI, dengan moto Satya kudarmakan dan darma kubaktikan.
“Waktu pelaksanaan Kemsama mulai 27 – 28 september 2018 di bumi perkemahan Langkat,” terangnya.
Adapun para peserta, terdiri dari Penggalang, Penegak, Pandega dan Pembina yang berasal dari Kwatir Ranting se jajaran Kwartir Langkat, dengan jumlah peserta putra 804 orang, peserta putri 1.020, pembina putra 50 orang dan pembina putri 50 orang, yang keseluruhannya sebanyak 1.924 orang.
“Sedangkan acara puncaknya dihadiri kurang lebih 2.624 orang, ditambah dari para SKPD Pemkab Langkat, kepala Mabiran, kepala Kwarran, kepala Mabigus,” paparnya.
Acara puncak ditandai pemotongan tumpeng dan penandatangan MoU antara Kwartir Pramuka Langkat dan Dinas Pendidikan Langkat, serta penyerahan bendera Marcapala (markas Cabang Pramuka Langkat) oleh dr H Indra kepada Kapusdiklatcab Langkat, sebagai tanda peresmian nama Pusdiklatcab. (bam/han)
SOLIDEO/SUMUT POS
BANJIR:Jalan menuju pemandian Air Panas Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, terendam banjir.
SOLIDEO/SUMUT POS BANJIR:Jalan menuju pemandian Air Panas Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, terendam banjir.
KARO,SUMUTPOS.CO – Kondisi jalan menuju objek wisata pemandian Air Panas Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, kian memprihatinkan. Sudahlah rusak parah, di musim penghujan seperti saat ini, akses ke objek wisata andalan Pemkab Karo tersebut, sulit untuk dilalui karena terendam banjir.
Meski kondisi tersebut telah lama dikeluhkan para wisatawan, pemerintah setempat seolah tak peduli dan terkesan melakukan pembiaran. Seperti yang terjadi pada Sabtu (29/9) malam, saat hujan deras mengguyur jalan utama menuju pemandian air panas tergenang setinggi lutut orang dewasa.
Genangan air terjadi akibat kecilnya saluran pembuangan air (drainase) sehingga tidak mampu dengan cepat menyalurkan air hujan. Akibatnya, jalan menuju pemandian air panas Raja Berneh sulit untuk dilalui kendaraan. Beberapa kendaraan roda dua dan empat mengalami kerusakan dan mogok.
Bahkan pengemudi kendaraan tidak berani dan tidak mau melintasi genangan air di seluruh badan jalan, karena takut mogok dan air masuk ke kabin mobil.
Akibatnya, banyak wisatawan mengeluhkan jalan menuju ke pemandian air panas Raja Berneh. Padahal, kawasan wisata ini merupakan andalan warga Raja Berneh, pemandian air panas ini, terbukti sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo.
Terhitung ribuan pengunjung ke lokasi pemandian air panas itu dalam sebulan. Diharapkan Pemkab Karo melalui Dinas Pariwisata dapat menata jalan ke pemandian air panas ini, selain sebagai akses untuk mempermudah pengunjung ke lokasi wisata, juga sebagai penopang perekonomian masyarakat Desa Doulu/Raja Berneh dari sektor pertanian.
Banjir tersebut juga sempat membuat arus lalu-lintas dari Medan-Berastagi dan sebaliknya macet. Para pengguna kendaraan harus ekstra hati-hati melintasi kawasan itu.
“Harusnya pemerintah peka, retribusi dikutip terus tapi jalan dibiarkan babak belur begini. Padahal pengunjung sangat banyak, khususnya di hari Sabtu dan Minggu. Kami jelas sangat kecewa,” protes salah seorang pengunjung asal Kecamatan Barusjahe, Ridu Sembiring. (deo/han)
Paska bencana gempa di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, layanan komunikasi SMS dan suara sudah normal, layanan data 4G juga sudah berangsur pulih. Sebagai operator yang memiliki cakupan terluas di Sulawei Tengah, Telkomsel terus berupaya maksimal untuk memulihkan jaringan di wilayah-wilayah yang terkena bencana. Telkomsel bergerak cepat dalam waktu kurang dari 24 jam memobilisasi genset untuk catuan daya serta memasang mobile BTS. Dalam waktu yang cepat Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi
Paska bencana gempa di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, layanan komunikasi SMS dan suara sudah normal, layanan data 4G juga sudah berangsur pulih. Sebagai operator yang memiliki cakupan terluas di Sulawei Tengah, Telkomsel terus berupaya maksimal untuk memulihkan jaringan di wilayah-wilayah yang terkena bencana. Telkomsel bergerak cepat dalam waktu kurang dari 24 jam memobilisasi genset untuk catuan daya serta memasang mobile BTS. Dalam waktu yang cepat Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi
Jakarta, SUMUTPOS.CO – Jaringan 4G Telkomsel paska gempa di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, saat ini berangsur sudah dapat diakses di sebagian besar wilayah terdampak gempa. Telkomsel juga membuka posko untuk pencarian keluarga yang hilang, dapur umum serta memberikan fasilitas telepon dan SMS gratis di posko GraPARI Palu. Selain itu Telkomsel juga memfasitasi para pelanggannya untuk berdonasi bagi korban gempa Donggala melalui UMB *800*01#, aplikasi TCASH, maupun QR Code.
GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “Saat ini layanan komunikasi SMS dan suara sudah normal, sedangkan layanan data 4G juga sudah berangsur pulih di beberapa wilayah seperti di Poso, Donggala, Luwuk, Toli-Toli, Buol, Pasangkayu dan Tondo di Kota Palu. Dalam waktu yang cepat Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi.”
“Sebagai operator yang memiliki cakupan terluas di Sulawei Tengah, Telkomsel terus berupaya maksimal untuk memulihkan jaringan di wilayah-wilayah yang terkena bencana. Untuk itu, tim kami bergerak cepat dalam waktu kurang dari 24 jam memobilisasi genset untuk catuan daya serta memasang mobile BTS. Kami juga membuka posko untuk pencarian keluarga yang hilang dan dapur umum di depan GraPARI Palu,” tambah Denny.
“Kami atas nama Telkomsel turut berduka atas terjadinya bencana gempa di Sulawesi Tengah ini dan memohon maaf atas ketidaknyaman akibat gangguan layanan telekomunikasi yang terjadi. Telkomsel juga mengirimkan bantuan berbagai kebutuhan para korban seperti kebutuhan pokok, medis, dan akses telekomunikasi dengan memberikan fasilitas telpon dan SMS gratis,” tutup Denny.( rils***)
EVAKUASI KORBAN: Personel TNI menggendong seorang korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Hingga kemarin siang, BNPB mencatat 832 orang meninggal dunia dan 540 luka berat.
EVAKUASI KORBAN: Personel TNI menggendong seorang korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Hingga kemarin siang, BNPB mencatat 832 orang meninggal dunia dan 540 luka berat.
Gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) baru lalu, menyebabkan 832 orang meninggal dunia. Jumlah itu terdiri dari 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala. Korban luka berat sebanyak 540 orang. Adapun jumlah pengungsi mencapai 16.732 orang, yang tersebar di 24 titik. Ribuan pengungsi ini membutuhkan air bersih, obat-obatan, dan bahan makanan.
KEPALA Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan , jumlah pengungsi terus bertambah. Pasalnya, masyarakat yang berlari ke bukit pada saat gempa, kini sudah turun dan bergabung ke pos-pos pengungsian Menurut Sutopo, dengan banyaknya pengungsi, kebutuhan air bersih menjadi mendesak.
Termasuk, obat-obatan dan bahan makanan. “Air bersih, bahan makanan, alat penerangan, genset, kantong mayat, kain kafan, makanan bayi dan anak, serta kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya ini menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujarnya di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (30/9).
Terlebih, ketersediaan logistik yang ada di kota Palu, Kabupaten Donggala, dan daerah yang terdampak lainnya sangat terbatas. “Toko, pasar, sampai saat ini masih tutup tidak melakukan aktivitas sehingga menjadi kendala keterbatasan,” tegas dia.
Rumah sakit dadakan juga sangat dibutuhkan. Saat ini, TNI telah menambah personel tim medis dan akan membangun rumah sakit di lapangan. “Kapal rumah sakit KRI Dokter Soharso juga dikirim dari Surabaya menuju ke Palu,” tambah Soetopo.
Sementara itu, jalur darat Palu-Poso dan Palu-Mamuju kondisinya sudah bisa ditembus. “Hari ini kita mendapat laporan bahwa akses jalan sudah bisa ditembus sehingga pengiriman bantuan personel, logistik dan sebagainya bisa menggunakan jalur darat Palu-Poso dan Palu-Mamuju,” kata Sutopo.