Home Blog Page 5909

Portal Masih Sulit Diakses, BKN: Dicoba Saja Terus

triadi wibowo/sumut pos PORTAL SSCN: Seorang warga membuka portal SSCN untuk mendaftar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 melalui situs sscn.bkn.go.id, Jumat (28/9).
triadi wibowo/sumut pos
PORTAL SSCN: Seorang warga membuka portal SSCN untuk mendaftar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 melalui situs sscn.bkn.go.id, Jumat (28/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Hingga Minggu (30/9) kemarin, portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) Badan Kepegawaian Negara melalui sscn.bkn.go.id, masih sulit untuk diakses. Terutama bagi calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 yang ingin melihat informasi seputar lowongan atau formasi.

Amatan Sumut Pos saat mencoba portal tersebut, ketika sudah mengklik pencarian lowongan, kondisi portal atau halaman tidak berfungsi dengan tampilan yang terlihat dalam gambar hanya layar putih Berbeda saat mengklik kolom lain seperti registrasi dan alur petunjuk, yang dengan mudah untuk diakses.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu mengakui bahwa hingga kemarin portal sscn.bkn.go.id belum dapat diakses. Pihaknya mengaku, setiap waktu mengikuti perkembangan yang terjadi. “Sekarang portal SSCN bermasalah dan tidak bisa diakses,” ujar Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

Pihaknya juga mengaku sudah mengirimkan semua kualifikasi formasi CASN ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan untuk diverifikasi lebih seksama dan teliti. “Sudah bisa atau tidaknya diakses, kan tentu tergantung BKN. Tapi bagaimana kita mau lihat lowongan yang tersedia kalau portalnya saja tak dapat diakses. Kalau untuk urusan (kualifikasi formasi/pendidikan), sudah di ranahnya BKN,” katanya.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan saat dikonfirmasi mengamini bahwa pihaknya sudah selesai melakukan verifikasi atas kualifikasi formasi CASN untuk Provinsi Sumut. “Ya, sudah selesai,” ujarnya. Kata dia, saat ini masyarakat sudah bisa mengajukan lamaran sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. “Dan setahu saya banyak juga yang sudah melamar,” ungkap English.

Pihaknya pun mengakui bahwa untuk aksebilitas portal tersebut yang masih dalam kondisi down, menjadi domain dari BKN Pusat. Dia hanya bisa menyarankan kepada calon pelamar untuk tidak berhenti mencoba mengakses portal dimaksud. “Dicoba saja terus,” katanya.

Disebutnya, masyarakat yang ingin melamar masih memiliki waktu hingga 10 Oktober 2018 mendatang untuk mendaftarkan diri. “Bagi pendaftar masih ada waktu sampai tanggal 10 Oktober masih berjalan,” ujar English.

Diketahui, adapun kuota formasi CASN Provinsi Sumut sebanyak 1.242. Dimana terdiri dari guru 892 orang; tenaga kesehatan 250 orang dan tenaga teknis sebanyak 100 orang. Sementara itu secara keseluruhan, pada tahun ini pemerintah akan membuka 238.015 Iowongan CASN yang terdiri dari 51.271 formasi instansi pusat di 76 kementerian/Iembaga dan 186.744 di 525 instansi daerah sejak Rabu, 19 September lalu.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengakui ada permasalahan teknis di website SSCN. Sebagai solusi, pihaknya sudah menambah kuota jaringan atau bandwidth hingga 5 kali lipat.

Dia menjelaskan, kuota bandwidth yang sebelumnya diberikan untuk situs Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebesar 2 megabyte per detik (megabyte per second/mbps). Hal tersebut yang menyebabkan penumpukan saat melakukan registrasi. “Dukcapil kita lebarkan hingga 10 mbps, sebelumnya 2 mbps. Kita tingkatkan lima kali lipat. Untuk yang SSCN kita tingkatkan dua kali lipat jadi 4 mbps mudah-mudahan cukup,” ujar Bima di gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), akhir pekan lalu.

Proses penambahan bandwith sudah dilakukan sejak Jumat (28/9) malam. Dengan begitu, dia berharap tidak akan ada lagi masalah terkait akses website ke depannya. “Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi karena jaringannya itu sudah bekerja sama dengan Telkom, dan Telkom bersedia untuk membantu,” paparnya.

Meski disebutkan bandwidth akses portal sscn.bkn.go.id sudah diperbesar, BKN menyebut per 30 September pukul 00.00 – 05.00 WIB kemarin, juga masih dilakukan upgrading jalur komunikasi. Informasi tersebut di unggah akun Twitter Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun setelah perbaikan selesai, pengguna internet akan dapat kembali mengakses website secara normal untuk pendaftaran CPNS 2018.(prn/bbs/adz)

Satu Kampung Hilang Tertimbun Tanah, Satu Kecamatan Terendam Lumpur 4 Meter

istimewa BANTU KORBAN: Personel TNI mengevakuasi korban gempa dan tsunami yang selamat ke pengungsian, Minggu (30/9). Sementara foto kanan, rumah-rumah penduduk rusak berat diguncang gempa.
istimewa
BANTU KORBAN: Personel TNI mengevakuasi korban gempa dan tsunami yang selamat ke pengungsian, Minggu (30/9). Sementara foto kanan, rumah-rumah penduduk rusak berat diguncang gempa.

SUMUTPOS.CO – GEMPA bumi disusul tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), benar-benar meluluhlantakkan banyak bangunan. Bahkan, ada satu kampung di Palu yang hilang ditelan tanah. Hal itu diceritakan Arman (45), seorang pengungsi yang ditemui JawaPos.com (grup Sumut Pos) di rumah dinas Gubernur Sulteng, Jalan M Yamin, Minggu (30/9).

Dia mengatakan, kampung itu sudah lenyap. Gempa bumi yang mengguncang Palu membuat kontur tanah bergeser hingga menimbulkan longsor. “Di situ pak kalau kita mau lihat. Itu kasihan satu kampung habis ditimbun sama longsor pas gempa sama tsunami itu datang. Jalan lubang, putus semua rumah-rumah penduduk sampai tidak kelihatan karena sudah tenggelam ditutup tanah langsung. Hilang itu kampung,” ujar Arman.

Sesuai dengan arah yang ditunjukkan Arman, kampung itu berada di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Arman sendiri sempat mendatangi lokasi kampung yang sudah kehilangan peradaban tersebut. Menurut Arman, sebagian besar bangunan baik permanen maupun semi peramanen tertimbun di bawah tanah kering.

Jalan aspal yang membentang menuju pusat kampung itu terbelah. Aksesnya terputus. “Kemungkinan pak, di sana pas sebelum air datang, gempa dulu, karena agak lama gempanya. Langsung terbelah jalan, sampai masuk di kampung baru langsung tertimbun, seperti diisap, ditarik masuk ke dalam tanah. Kayak digulung begitu baru ditutup tanah,” paparnya.

Di sana, ia bahkan sempat meminta sedikit keterangan dari warga asli setempat terkait terimbunnya lokasi tersebut. Amran juga sempat memperlihatkan sejumlah dokumentasi foto kondisi kampung yang disebut dihuni ratusan jiwa penduduk itu kepada JawaPos.com.

Di foto yang diperlihatkan, puing-puing bangunan rumah nyaris tak terlihat akibat tertimbun tanah. Di atas timbunan terpampang pemandangan layaknya pematang sawah yang ditumbuhi rerumputan dan ladang tandus.

Sayangnya, Amran enggan memberikan gambar itu kepada awak media. Alasannya dia tidak ingin menambah beban kekhawatiran dan membuat suasana di Palu semakin genting. “Saya kasih liat saja karena kami ini sebelum ke sini (rumah dinas gubernur, Red) singgah dulu ke sana, lihat betul itu kenyataannyan disana. Ternyata memang parah sekali,” ucapnya.

Sejauh ini sama sekali belum ada bala bantuan di kampung tersebut. Diperkirakan banyak korban yang masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang roboh.

LADK Parpol di Sumut, PAN Rp35 Juta, Hanura Rp0

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN,SUMUTPOS.CO – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara menjadi partai politik dengan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) terbanyak dibanding 15 parpol lain, yakni Rp35.655.000 Sementara Partai Hanura Sumut menjadi parpol paling sedikit LADK yaitu Rp0.

Hal ini terlihat dari LADK yang diserahkan seluruh parpol ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut pada 22 September lalu. Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Sumut, Partai Golkar menyusul terbanyak kedua menyerahkan besaran LADK dengan saldo awal pembukaan rekening Rp10 juta. Selanjutnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan masing-masing Rp5 juta.

Lalu Partai Demokrat Rp2 juta, Partai Keadilan Sejahtera Rp1,1 juta, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dan Partai Persatuan Indonesia masing-masing Rp1 juta. Kemudian Partai Beringin Karya Rp634.942.00, Partai Nasional Demokrat dan Partai Bulan Bintang masing-masing Rp500 ribu.

Namun dari aspek kas bendahara partai sesuai data LADK, PKS menjadi parpol terbanyak yang melaporkan sebesar Rp101.100.000, disusul Partai Perindo sebanyak Rp12 juta. Terkhusus Golkar dan PKPI, mereka mencantumkan penerimaan dari calon legislatifnya yakni Rp1,2 juta dan Rp10 juta. Sedangkan mayoritas besaran kas bendahara dan rekening khusus parpol, berada di kisaran Rp1 juta ke bawah.

Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap mengatakan, dana partai yang mereka laporkan ke penyelenggara Pemilu bersumber dari iuran pengurus, kader dan juga iuran dari semua caleg yang ikut berkompetisi di Pemilu 2019. Namun soal besaran angka sesuai yang pihaknya laporkan tersebut, dirinya tidak mengetahui persis. “Kan ada tim khusus yang menangani itu. Saya tidak tahu kali soal hal tersebut,” ujarnya.

Sementara Sekretaris DPD Partai Hanura Sumut Edison Sianturi yang juga dikonfirmasi Sumut Pos beberapa hari lalu menyebutkan, dana yang tersimpan di RKDK partainya masih nihil atau nol. Meskipun begitu, pihaknya telah mempersiapkan rencana untuk pengisian sekaligus penggunaannya setelah ada program kampanye yang akan dijalankan selama tahapan tersebut berjalan. “Sekarang masih nol. Jadi itu nanti akan kita isi setelah kita disiapkan rencana program kampanye. Saat inikan masih tahap awal,” katanya.

Disebutkan Edison, dari pengumuman DCT uang ditetapkan KPU Sumut, mereka akan menyusun rencana program kampanye sekaligus menyiapkan berapa perkiraan taksasi dananya. Setelah itu, baru laporan pendanaan di rekening dan penggunaannya dilaporkan juga secara berkala ke penyelenggara.

Samosir Butuh Hotel Bintang Lima

HOTEL BERBINTANG: Suasana di salah satu hotel di Samosir. Untuk memajukan pariwisata di Danau Toba diharapkan pemerintah membangun hotel bintang lima.
HOTEL BERBINTANG: Suasana di salah satu hotel di Samosir. Untuk memajukan pariwisata di Danau Toba diharapkan pemerintah membangun hotel bintang lima.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mengharapkan kepada Pemerintah Pusat, untuk mendatangkan pelaku-pelaku usaha yang sukses skala internasional, untuk memberikan pengalaman di bidang usaha pariwisata di Danau Toba. Tujuannya, untuk mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

“Contohnya, Samosir memerlukan hotel-hotel ternama bintang lima. Mengapa? Karena di Samosir hotel-hotel kebanyakan dikelola dengan pemahaman lokal. Ada hotel berbintang. Tetapi karena manajemennya lokal tastenya pun lokal, dan hasilnya pun standar lokal,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro kepada Sumut Pos, Minggu (30/9).

Menurutnya, jika manajemen hotel dilakukan secara profesional, hasilnya pasti lebih baik lagi. Contohnya, masih banyak wisatawan yang bertanya ke pihka hotel: ada air panasnya? “Jika ada hotel-hotel dikelola dengan manajemen profesional, tidak akan ada lagi pertanyaan tersebut,” ucap Ombang.

Untuk itu, Ombang berharap kepada Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, untuk memerintahkan 8 Pemkab yang berada di Danau Toba, agar serius mengelola dan mengembangkan Danau Toba ke depannya.

“Kemendagri berwenang memerintahkan Pemkab yang ada di kawasan Danau Toba, agar menjadikan pariwisata sebagai prioritas. Cek SKPD-nya, sudah sadar pariwisata atau belum. Cek lembaganya, apa pariwisata bercampur-campur? Misalnya, dinas pariwisata, olahraga, dan perindustrian. Kadisnya apa berkompeten mengelola pariwisata atau tidak,” tutur Ombang.

Menurutnya, target Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 1 juta wisatawan tahun 2019, merupakan target yang harus dicapai bersama.”Kita berlari kencang untuk mengalahkan Malaysia. Dari 10 destinasi prioritas yang dikembangkan, Danau Toba menjadi super prioritas.

Jadi kita tidak bisa bermain-main,” sebut Ombang.

Ia juga mengkritisi soal indikasi pencemaran alam dan air di Danau Toba. Ombang meminta Pemerintah Pusat menyelesaikan permasalahan tersebut, demi kelestarian alam Danau Toba.

“Langkah-langkahnya harus jelas. Jangan berhenti di forum-forum diskusi. Pakailah time line.

Petakan siapa perusak-perusak Danau Toba. Time line pembangunan infrastruktur sudah ada. Tapi penindakan perusahaan-perusahaan pencemar Danau Toba, kapan?” tanyanya.

Jika ada time line, menurutnya, masyarakat akan sadar dan tidak membuka keramba baru. “Harus ada instrumen clear untuk itu semua, di sini saya memakai istilah time line,” jelas Ombang.

Di sisi lain, Ombang menilai Kemenpar masih minim melakukan promosi-promosi terhadap objek wisata Danau Toba, dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia. “Aku melihat dari slot-slot di televisi, promosi Danau Toba masih kurang. Danau Toba ada di 8 Kabupaten, ‘kan banyak harus dipromosikan? Apalagi di Danau Toba banyak yang baru. Harusnya promosinya diblow up. Banyak event-event di Danau Toba yang tidak pernah masuk di slot-slot televisi,” kata Ombang.

Ia juga berharap Pemerintah Pusat membangun perguruan tinggi, yakni akademi pariwisata di Danau Toba. “Untuk pembangunan SDM, harus membangun akademi pariwisata di Danau Toba. Itu menjadi tanda dibukanya tenaga-tenaga profesional dalam bidang pariwisata,” sebutnya.

Ia menilai, perkembangan pariwisata di Bandung terjadi berkat Akademi Pariwisata. “Kabupaten Samosir juga perlu sadar pariwisata. Tetapi yang dibangun baru SMK Pariwisata. Nah, itu bisa ditingkatkan menjadi Akademi Pariwisata Danau Toba,” jelasnya.

Pemerintah Pusat bersama pemkab se-kawasan Danau Toba diharapkan bekerja sama memberikan edukasi sadar pariwisata kepada masyarakat. Sehingga Danau Toba semakin banyak pengunjungnya.

“Untuk pendidikan informal melakukan advokasi kepada masyarakat, anggarannya diperbanyak. Pendidikan kepada masyarakat itu digarap beramai-ramai, untuk mengubah mindsetnya,” pintanya. (gus)

Kapoldasu dan Ribuan Bikers Salat Gaib, Sebagai Bentuk Rasa Persaudaraan terhadap Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala, Sulteng

SOPIAN/SUMUT POS GALANG DANA: Seorang anggota ontelist sedang mengumpulkan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang di Ketuai AKBP Safwan Khayat dan Suhu Darma Surya, Minggu (30/9).
SOPIAN/SUMUT POS
GALANG DANA: Seorang anggota ontelist sedang mengumpulkan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang di Ketuai AKBP Safwan Khayat dan Suhu Darma Surya, Minggu (30/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sejumlah kelompok bikers di Kota Medan berkumpul bersama di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, menggelar Salat Gaib atas korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9) malam.

Sebagai bentuk rasa persaudaraan kepada korban gempa dan tsunami tersebut, ribuan bikers bersama Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, bersama masyarakat Sumut, juga mengumpulkan tali asih.

Pengumpulan dana dilakukan dengan rasa persaudaraan dan kesederhanaan. Dengan menggunakan kotak biasa, seluruh yang menghadiri kegiatan turut berbelasungkawa.

Sumbangan donasi diawali oleh Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, selanjutnya diikuti oleh seluruh bikers dan masyarakat Sumut yang hadir. Setelah dihitung, jumlah donasi yang terkumpul mencapai Rp47 juta.

Putra, seorang bikers, mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa. Mereka dapat bergabung dengan Kapolda Sumut dalam suasana haru.

“Kami juga merasakan kesedihan yang dialami oleh saudara kami di Palu dan Donggala. Terima Kasih Pak Agus Andrianto,” ucapnya dan diamini oleh bikers lainnya.

Hal senada dikatakan Budi, bikers lainnya. Menurutnya, pengumpulan donasi sebagai tali asih merupakan bentuk rasa persaudaraan. “Kami juga mengharapkan agar kegiatan berlangsung kembali. Kami sangat mendukung kegiatan Polda Sumut,” kata pria berkacamata ini.

Sementata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, menyam paikan belasungkawa terhadap para korban yang terdampak bencana. “Salat Gaib yang dilakukan ini, untuk men doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,” ungkapnya.

Ia berharap, keluarga yang mendapat musibah dapat diberikan kesabaran. “Semoga arwah para korban diterima di sisi-Nya. Kita tidak pernah menduga, bencana alam ini terjadi sehari sebelum acara, sehingga kami mengawali kegiatan silaturahim ini dengan Salat Gaib,” kata Agus.

Kejurnas PPLP Bakal Rangsang Pegulat Pelajar

Rajamin Sirait
Rajamin Sirait

SUMUTPOS.CO – Ketua Pengprov PGSI Sumatera Utara Rajamin Sirait mengaku senang dengan terpilihnya Sumut menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPLP, SKO dan PPLPD cabang gulat. Pasalnya kejuaraan ini akan merangsang pelajar untuk menekuni olahraga gulat.

“Suatu kebanggaan bagi masyatakat Sumut terpilih menjadi tuan rumah Kejurnas antar PPLP, SKO dan PPLPD cabang gulat. Kejurnas itu akan memberikan banyak manfaat bagi Sumut,” ujar Rajamin pada pembukaan Kejuaraan Gulat Pelajar Piala Wali Kota Medan, Jumat (28/9).

Menurut Rajamin, menjadi tuan rumah kejurnas akan mempopulerkan gulat di kalangan pelajar. Secara tidak langsung akan lebih banyak pelajar mengenal gulat. “Even seperti Kejurnas PPLP akan membuat gulat semakin populer di kalangan pelajar. Sekolah-sekolah juga akan semakin banyak membina gulat. Untuk sekarang ini, memang masih minum sekolah yang membina gulat,” paparnya.

Selain itu, kejurnas itu akan memberikan kesempatan kepada wasit-wasit gulat Sumut. Tokoh pemuda Sumut tersebut mengakui selama ini sulit bagi wasit-wasit asal Sumut menembus level nasional, karena kesempatan kurang. “Nah, dengan adanya even seperti Kejurnas PPLP tersebut, mereka akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” paparnya.

Rajamin mengakui, Sumut harus bangga karena banyak putra-putra terbaiknya duduk di kepengurusan PB PGSI. Dia yakin ke depan semakin banyak even-even nasional digelar di Sumut. “Ke depan, Sumut akan mendapat porsi lebih besar dibanding daerah lain di cabang gulat,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Rajamin juga memberikan apresiasi kepada Pengcab PGSI Medan yang telah menggelar Kejuaraan Gulat Pelajar. Dia berharap evsn ini terus dipertahankan karena sangat berperan melahirkan pegulat-pegulat berbakat. ” Harus kita akui, PGSI Medan memang cukup aktif selama ini. Mereka rutin menggelar kejuaraan pelajar. Tentu akan lahir pegulat-pegulat berbakat,” pujinya.

Rajamin mengakui langkah yang sama sebenarnya harus dilakukan kabupaten/kota lainnya. Namun dia sadar hal itu tidak mudah, karena butuh pemimpin-pemimpin yanh cinta olahraga. “Tidak semua pemimpin kita di Sumut ini suka olahraga, sehingga sulit mengikuti langkah PGSI Medan tersebut. Tapi kita akan terus berusaha mendorong pengcab melahirkan atlet. Sebab atlet itu berada di pengcab,” pungkasnya. (dek/don)

Tebus Kesalahan, Persija U-19 v PSMS U-19

doni hermawan/sumut pos MISI: Duel pemain PSMS U-19 kontra Sriwijaya U-19 di Stadion Teladan, Sabtu (29/9). PSMS U-19 mengusung misi bangkit saat bersua Persija U-19 sore ini.
doni hermawan/sumut pos
MISI: Duel pemain PSMS U-19 kontra Sriwijaya U-19 di Stadion Teladan, Sabtu (29/9). PSMS U-19 mengusung misi bangkit saat bersua Persija U-19 sore ini.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kekalahan 0-3 dari Sriwijaya U-19 di laga pembuka Liga U-19 menjadi awal yang buruk bagi PSMS U-19. Namun kekalahan itu harus segera dilupakan. Pasalnya Persija U-19 telah menunggu pada laga lanjutan grup A di Stadion Teladan, Medan, Senin (1/5).

Pada laga itu PSMS U-19 memang gagal tampil sesuai harapan. Akibatnya Sriwijaya U-19 mampu memberondong gawang Ernesto Ganis Siregar, kiper PSMS U-19 dengan tiga gol lewat Riski Fajar Putra menit ke-47, Rafif Putra menit ke-52, dan gol bunuh diri Saut Turnip menit ke-86.

Apalagi PSMS U-19 juga harus menelan kerugian karena kehilangan Aldi Bagoes Pratama karena kartu merah pada menit ke-55. Akibatnya lini pertahanan dikhawatirkan bakal pincang di laga nanti.

Asisten Pelatih PSMS U-19, Dasrul Bahri mengatakan timnya terbawa emosi sehingga tak mampu menerapkan instruksi yang diberikan pelatih dengan baik. Alhasil, Sriwijaya U-19 bisa memanfaatkan kelemahan timnya.

“ Apa yg kita sampaikan ke anak-anak tidak berjalan. Anak-anak kehilangan peluang dan mental jatuh. Lawan mampu memanfaatkannya,” ujar Dasrul.

Memang tensi laga cukup tinggi sepanjang pertandingan. Beberapa kali pemain dari kedua kubu bersitegang di lapangan. Puncaknya Aldi Bagoes terkena kartu merah di babak kedua. Hal itu tak boleh lagi terjadi di laga hari ini.

Sementara itu gelandang PSMS U-19, Ridho Kalfi mengatakan yakin bisa memenangkan laga kontra Persija ini.

“Kami optimis menang lawan Persija. Semua pemain yakin termasuk saya juga yakin untuk pertandingan besok kami siap kerja keras demi poin. Saya tahu Persija memang menang semalam, tapi semua bisa dikalahkan dan tentu pertandingan besok adalah pertandingan harga mati buat kami,” katanya, Minggu (30/9).

Dengan dukungan dari suporter, Ridho yakin bisa meraih kemenangan perdana di Liga U-19. “Kami juga butuh suport dari kelompok suporter dan masyarakat Medan. Karena yang kami bawa di kompetisi ini adalah tim kebanggaan Kota Medan. Jadi saya harap minta doa dan dukungannya,” ucapnya.

Namun untuk mewujudkan ambisi itu tidak mudah. Terbukti Persija U-19 punya modal positif dengan menumbangkan Bhayangkara FC 3-1, Sabtu (29/9). Macan Kemayoran Muda tentu lebih percaya diri untuk menghadapi PSMS nanti.

Selain itu laga lainnya hari ini akan mempertemukan Sriwijaya U-19 kontra PS Tira U-19 di Stadion Teladan. Sriwijaya U-19 harus menang untuk memperkokoh posisinya di puncak klasemen grup A. (don)

Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Tanjungmulia, Afrizon: Ya, Kita Bagilah…

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENGERJAAN: Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol ruas Tanjung Mulia Medan, Minggu (30/9). Pengerjaan proyek Jalan Tol masih terkendala pembebasan lahan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENGERJAAN: Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol ruas Tanjung Mulia Medan, Minggu (30/9). Pengerjaan proyek Jalan Tol masih terkendala pembebasan lahan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Proses konsinyasi (ganti rugi) pembebasan lahan tol sesi I di Kelurahan Tanjungmulia Hilir, Kecamatan Medan Deli yang tertunda, ditanggapi Kuasa Hukum Sultan Deli Afrizon SH, MH. Agar proses ganti rugi tidak berlarut-larut, dia menawarkan kepada 380 masyarakat dan 8 sertifikat hak milik (SHM) yang berdiri di tanah Grand Sultan untuk ‘berdamai’ agar uang ganti rugi bisa dibagi-bagi kepada warga, pemilik SHM dan pihak Sultan Deli.

“Kepada warga masyarakat dan pemilik SHM bodong, untuk dimusyawarahkan kita buat perdamaian. Dari 100 persen, untuk tanah 40 persen please untuk warga masyarakat, SHM porsi 30 persen kami porsi 30 persen,” ujar Aprizon kepada wartawan, Minggu (30/9).

Menurut Aprizon, hal tersebut merupakan jalan terbaik bagi kedua belah pihak. Apalagi, pengadilan telah memutuskan sebelum ada kekuatan hukum yang mengikat (inkrah), maka proses ganti rugi belum bisa dibayarkan.

“Karena perdamain lebih win-win solution. Kalau menunggu inkrah berarti menang kalah, dan prosesnya bisa sampai 3 sampai 4 tahun. Pasti ada yang dirugikan, sekarang kami mengajak jangan sampai ada yang dirugikan. Ya kita bagilah, ambil sama masyarakat sikit, SHM sikit, sama kami sikit,” katanya.

Aprizon menjelaskan, jauh-jauh hari pihaknya telah menawarkan perdamaian dan menjelaskan duduk persoalan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Sebelum ini dihitung ganti rugi, kami sudah sampaikan kepada BPN bahwa kami pemilik sebenarnya. Kami sudah menangkan putusan, batal itu semua sertifikat. Kami minta bagi-bagi sajalah, kita tidak menuntut semua,” terangnya.

Panglima TNI Harus Bentuk Tim Investigasi

Ilustrasi pengrusakan
Ilustrasi pengrusakan

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kalangan aktivis mendorong Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk membentuk tim investigasi dalam meng-usut kasus atas hancurnya toko “Tomb Rider” oleh oknum berseragam loreng di Jalan Brigjen Hamid Medan, Minggu (23/9) lalu. Penyelidikan sampai tuntas ini perlu dilakukan agar nama baik TNI tidak tercemar atas rekaman video kasus dugaan pengrusakan yang sudah viral tersebut.

“Pembentukan tim investigasi ini penting untuk perbaikan dalam melaksanakan tugas. Jika menemukan indikasi pelanggaran, tidak hanya oknum yang terlibat saja ditindak. Kita juga mendorong supaya Panglima TNI juga mencopot jabatan komandan dari aparat berseragam itu,” ujar aktivis anti kekerasan, Agus Yohanes melalui siaran persnya, Minggu (30/9).

Agus mengatakan, pimpinan tertinggi TNI tidak melakukan kesalahan jika melakukan evaluasi. Ini dapat dilakukan jika hasil penyelidikan oleh internal Mabes TNI menemukan adanya dugaan pelanggaran anggotanya. Banyak alasan jika pergantian itu dilakukan. Sebab, orang bersangkutan tidak bisa membina anak buahnya. Selain itu, tindakan pengrusakan itu sudah mencoreng citra TNI.

“Kita juga siap membantu dalam mengungkap kebenaran dari kasus tersebut. Kita memberikan dukungan ini karena tetap menginginkan TNI menjadi bagian dari masyarakat. Kita tidak menginginkan adanya stigma negatif di masyarakat, bahwa TNI sudah kembali ke masa orde baru, dan tidak lagi bersahabat dengan masyarakat,” katanya.

Agus mengungkapkan, banyak kejanggalan yang mereka temukan saat melakukan investigasi kasus dugaan penyerangan dan pengrusakan toko PlayStation (PS) milik Jhoni tersebut. Dimana, closed circuit television (CCTV), berdasarkan keterangan keterangan dari masyarakat, tidak ada ditemukan. Padahal, pemilik toko diketahui memasang kamera perekam itu.

“Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu, kamera pengawas dihancurkan. Kita tidak menuduh siapa orang yang dengan sengaja menghancurkan CCTV tersebut. Patut diduga, ini sengaja dilakukan pihak tertentu agar rekaman wajah saat peristiwa itu sedang berlangsung, supaya tidak terlihat. Barang bukti itu pun sengaja dihilangkan,” katanya.

Sebagai pihak independen, Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pembelaan terhadap salah satu pihak yang bertikai dan sudah berdamai itu. Investigasi yang mereka lakukan hanya untuk mengungkap kebenaran. Sehingga, kejadian itu tidak serta merta menyudutkan institusi militer. Sebab, TNI sudah banyak melakukan transformasi, yang kehadirannya dinilai positif oleh masyarakat.

Secara terpisah, video dengan judul “Anggota TNI di Medan, Disekap dan Dipukul Orang Cina” sempat menghebohkan masyarakat. Dalam rekaman video yang ditampilkan itu, ternyata tidak ada rekaman penyiksaan. Sebaliknya, rekaman video memperlihatkan kehancuran toko. Bahkan, ada teriakan yang bernuansa provokasi dalam rekaman video itu. Dimana, ada suara yang berteriak agar toko “Tomb Rider” dibakar.

Sayangnya, beberapa saat setelah video yang menggegerkan itu muncul di media sosial (Medsos), tidak lama kemudian video langsung terhapus. Banyak kalangan yang sudah melihat rekaman video tersebut. Namun, masyarakat juga tidak mengetahui alasan rekaman video hilang secara tiba – tiba. Kendati demikian, masyarakat tetap menilai penghilangan rekaman video di medsos itu dengan tujuan positif.

“Mungkin ada alasan tertentu yang membuat orang yang sebelumnya menampilkan rekaman video itu, melakukan pencabutan. Misalnya, demi situasi keamanan tetap kondusif. Apalagi, pihak yang berpekara kan sudah berdamai. Kita juga mengapresiasi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Suwondo, Kolonel Dirk P Lengkey. Sebagai pimpinan, Dirk P Lengkey bijaksana menyelesaikan perselisihan anak buahnya dengan Jhoni selaku pengusaha PS,” ujar pemerhati masalah keamanan, Andi Panggabean.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Suwondo, Kolonel Dirk P Lengkey, melalui rekaman video saat diwawancarai wartawan, yang juga beredar di medsos menyampaikan, kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada kerusakan di lokasi usaha PS itu, terjadi karena Jhoni meminta biaya cash PS anak Muhammad Chalik meski belum diperbaiki.

“Biaya yang diminta itu sebesar Rp 100 ribu. Kejadian ini memanas karena Jhoni tidak mau menyerahkan PS itu. Muhammad Chalik kemudian mendatangi lokasi, dan terjadi keributan. Anak buah saya dicegat penjaga toko, dan Jhoni mengaku secara spontas langsung memukul anak buah saya menggunakan stik besi. Muhammad Chalik mengalami luka sampai berdarah di bawah mata sebelah kiri. Ada luka memar di bawah mata sebelah kanan dan punggung,” jelasnya.

Ditambahkan, pascakejadian saat kedua pelaku diamankan, mereka sudah memohon-mohon untuk berdamai. Namun, keluarga dari korban penganiayaan masih keberatan atas kejadian kekerasan tersebut. Bahkan, pihaknya sudah menyampaikan kasus ini sebelumnya ke Polrestabes Medan. Perdamaian anggotanya dengan Jhoni akhirnya dilakukan setelah ada kesepakatan, Senin malam.

Menurutnya, pihaknya bersama korbandan keluarga korban bersedia berdamai lantaran atas pemikiran ke depan yang lebih panjang. Ditambah lagi, karena tahun ini merupakan tahun politik, sehingga pihak TNI AU beralasan bahwa keharusan bagi prajurit dalam menyambut Pilpres yang netral dan tidak mengganggu dengan adanya perkara tersebut.

“Alasan kita damai, kalau masalah ini berlanjut maka seterusnya bisa gak selesai-selesai.

rosesnya kan makin panjang. Karena kita melihat, ini tahun politik. Secara pribadi sebenarnya korban sendiri bisa dikatakan terima, tapi keluarganya yang tidak terima. Kemudian, kita kasih pengertian bahwa, kalau permasalahan ini terus diangkat, kedua belah pihak ini bisa saling dendam. Keluarga anak buah saya akhirnya menerima,” jelasnya.

Disebutkan, beberapa anggota TNI AU turun ke lokasi setelah mendapatkan laporan tentang anggotanya yang dianiaya dan disekap di lokasi usaha PS. Kedatangan anggota TNI AU itu merupakan tindakan pengamanan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. Di lokasi, ada kejadian saling melempar. (azw/ila)

Kantor LSM Dijadikan Rumah Kos-kosan, 10 Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

diva/SUMUT POS DIAMANKAN: 10 pasangan kumpul kebo diamankan polisi dari kantor LSM Pakar di Jalan Sisingamangaraja, Medan.
diva/SUMUT POS
DIAMANKAN: 10 pasangan kumpul kebo diamankan polisi dari kantor LSM Pakar di Jalan Sisingamangaraja, Medan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Tidak kurang 10 pasangan tanpa status pernikahan alias kumpul kebo diamankan petugas kepolisian dari penginapan Naibaho, sebuah bangunan kantor LSM Pakar yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Pasangan kumpul kebo ini dirazia Tim Pegasus Polsek Patumbak, Sabtu (29/9) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin mengatakan, kesepuluh pasangan tersebut langsung dibawa ke Polsek Patumbak untuk dilakukan penyelidikan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya yang bisa mencoreng keluarganya, apalagi sudah meresahkan warga sekitar.

“Dari tempat tersebut, selain mengamankan sepuluh pasangan bukan suami istri, kita juga mengamankan empat unit sepeda motor yang terparkir di penginapan Naibaho yang berkedok sebagai kantor LSM. Kemungkinan ini untuk mengelabui petugas,”katanya, Sabtu (29/9).

Penginapan ini, lanjutnya, memang sudah menjadi perhatian pihaknya.

Sejumlah warga banyak yang resah. “Belum lagi sudah banyak warga yang resah dan mengadu ke kita. Makanya kita lakukan razia dan kita juga mengikutsertakan Kepling dalam razia ini,’ujarnya.

Terkait kesepuluh pasangan bukan suami istri ini, polisi meminta mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya memalukan itu agar dilakukan pembinaan dengan memanggil pihak keluarga mereka.”Kita juga meminta kepada pihak penginapan agar tidak menerima pasangan yang bukan suami istri untuk menginap di sini. Jadi harus menunjukkan identitas sebelum menginap di sini,” katanya.

Adapun 10 pasangan bukan suami istri ini yaitu, Zulkifli Nasution (36) warga Panyabungan dan Endang (48) warga Jalan Bajak V, Medan Amplas. Parlin Sihombing (38) warga Jalan Binjai dan Meliaki Simbolon (28) warga Jalan Mandala. M Alazhab (36) warga desa Sipaku dan Tia Mariati (20) warga Medan Amplas.

Kemudian Amri Nasution dan Tari Citra, Beni Simanungkalit dan Ris Alda Sigalingging, Rahmat Siregar dan Nurini. Selanjutnya, M Paringunan Panggabean dan Mila Harahap, Ranap Pandiangan dan Sahbanum, M Afandi dan Evi Anggraini, Wakijan dan Dila. (dvs/ila)