Home Blog Page 5915

Zulkarnain Amrullah Divonis 5,5 Tahun

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungbalai, Zulkarnain Amrullah, divonis 5 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Tipikor yang bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (27/9).

Zulkarnain dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi pembangunan Rumah Sakit Type C yang bersumber dari dana APBD sebesar Kota Tanjungbalai TA 2015 sebesar Rp3,5 miliar.

Majelis hakim yang diketuai Mian Munthe menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. “Mengadili menyatakan terdakwa Zulkarnain Amrullah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dalam dakwaan primair. Menjatuhkan hukuman pidana 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan,” ucap Mian Munthe, di Ruang Kartika PN Medan.

Putusan yang dijatuhkan sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Tanjungbalai, Yosep Antonius. Menanggapi putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Diketahui dalam proyek ini Zulkarnain Amarullah, menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemudian, terdakwa menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) dan memenangkan PT Care Indonusa dalam hal ini Direkturnya Dedi Hermawan sebagai pemenang lelang. Sedangkan dua perusahaan lain digugurkan.

Ternyata dalam pengerjaan ini proyek ini, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh Ahli dari Politeknik Negeri Medan,  bahwa progres pekerjaan adalah 41,03 persen, terdapat kekurangan volume terpasang dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu:

Bahwa terdapat CCO (Contract Change Order) dilaksanakan namun terdapat beberapa bagian perkerjaan yang tidak dikerjakan dalam pekerjaan lanjutan Pembangunan Rumah Sakit Type C tersebut, belum selesai dikerjakan oleh PT Care Indonusa.

Bahwa terdakwa, selaku Pejabat Pembuat Komitmen menyetujui CCO yang tidak memiliki dasar pertimbangan/perhitungan teknik, menyetujui pembayaran kemajuan pekerjaan yang tidak sesuai aktual terpasang, dan tidak mengendalikan pelaksanaan kontrak sehingga pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan kontrak.

Bahwa terdakwa telah memperkaya diri sendiri atau setidak-tidaknya orang lain yaitu Dedi Hermawan, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,013 miliar. (man/han)

 

Akses ke Terminal KA Tak Jalan

SUMUTPOS.CO – Jembatan penyebrangan atau sky cross di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan belum berfungsi. Akibatnya, akses sinergitas menghubungkan Terminal Kereta Api penguna jasa KM Kelud tidak berjalan.

Pantauan Sumut Pos, Kamis (27/9) di lapangan, akses penyebrangan yang berdiri menyebrangi Jalan Stasiun, Belawan, yang seyogianya untuk mempermudah penumpang yang menggunakan jasa Kereta Api ke Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, hanya sebagai pajangan.

Humas PT Pelindo I Cabang Belawan, Muftirakhman dikonfirmasi mengatakan, jembatan penyebarangan itu mereka bangun untuk memudahkan akses transportasi penghubung dengan kereta api. Namun, pihak kereta api sampai saat ini belum mengoprasikan jadwal kereta api yang disesuaikan dengan jadwal KM Kelud.”Yang jelas, fasiilitas sudah kita bangun, cuma kendalanya di kereta api, untuk lebih jelas coba tanya kepada pihak kereta api,” kata pria akrab disapa Alung.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Sumut, Ilud Siregar yang dikonfirmasi berulang kali tidak menjawab ponselnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman mengharapkan kepada perusahaan BUMN yang memiliki peran serta, dalam memberikan pelayanan  bagi masyarakat, untuk segera memfungsikan jembatan penyebrangan itu, jembatan itu dibangun untuk memfungsikan kereta api sebagai jasa angkutan masyarakat menuju ke Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.

“Kita tahu, masyarakat yang naik KM Kelud, pasti banyak membawa barang. Kalau kereta api difungsikan, selain murah, memudahkan masyarakat untuk membawa barang ke Pelabuhanm Belawan. Selain itu, akan mengurangi kemacetan. Jadi, kita minta kereta api harus bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan sesuai dengan KM Kelud,” harap pria akrab disapa Atan.

Dijelaskan pria yang juga menjabat Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka Sumatera Utara ini, dengan difungsikannya jembatan penyebrangan itu, yang disesuaikan dengan beroperasinya kereta api, akan membuka peluang perkembangan perekonomian Belawan.

“Kalau berfungsi, maka cerminan perkembangan budaya dan perekonomian di Belawan dapat meningkat secara signifikan, jadi kita minta keseriusan pihak PT KAI, agar mampu mengoperasikan kereta api Medan – Belawan,” kata Atan.(fac/ila)

 

Pemerintah Diminta Serius

SUMUTPOS.CO – Wacana pemerintah untuk melakukan normalisasi Sungai Deli di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di ujung Utara Kota Medan belum juga terlaksana. Padahal, banjir sering melanda Medan Utara bila hujan deras. Karenanya, Pemerinta Kota (Pemko) Medan diminta serius menangani normalisasi Sungai Deli. Penegasan ini disampaikan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awaluddin

Dikatakannya, pemerintah diminta untuk lebih konsentrasi dengan tanggung jawabnya dalam melakukan normalisasi Sungai Deli. Belum terlaksananya program normaliasi dalam bentuk pembentangan secara permanen, pengerukan kedangkalan sungai serta menertibkan bangunan liar di pinggiran benteng suangi, akan mengkhuatirkan terjadinya luapan bajir.

Selama ini, lanjutnya, kawasan Medan Utara adalah bagian ujung mengalirnya air dari segala penjuru, dengan usianya benteng yang sudah tua serta belum permanen, mengancam terjadinya musibah alam yang tidak diketahui kapan terjadi menyebabkan kebanjiran yang luar biasa.

“Kita lihat kondisi benteng sudah sangat mengkhawatirkan,. Jangan sempat musibah yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, kembali terjadi. Sebelumnya pernah terjadi jebolnya tanggul yang merendam ribuan rumah di kawasan Medan Labuhan, jadi kita minta normalisasi Sungai Deli harus menjadi prioritas,” tegas pria akrab disapa Awel ini.

Dikatakan Ketua Bapillu DPD PAN Kota Medan ini, pemerintah melalui Pemko Medan, sudah harus mensegerakan untuk mendesak pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) II, agar program yang tertunda ini segera dilaksanakan, sebelum terjadinya musibah alam yang mengancam keselamatan masyarakat di Medan Utara. “Harapan kita, ini untuk segera dilaksanakan. Jangan sempat benteng jebol pemerintah baru sibuk. Agar masyarakat tidak dihantui rasa kekhuatiran banjir bila terjadi hujan dan banjir kiriman dari gunung,” tegas Caleg DPRD Sumut untuk pemilihan Sumut I.

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, masalah normalisasi Sungai Deli sudah masuk tahap pembahasan, pihaknya sudah mengundang BWS II untuk membicarakan masalah normalisasi Sungai Deli. Ternyata, pembenahan normalisasi Sungai Deli terkendala oleh masalah bangunan liar yang banyak berdiri di atas benteng Sungai Deli.

Untuk mengatasi itu, perlu dana yang harus dialokasikan. Sehingga, perlu adanya kordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan pembebasan bangunan liar untuk direlokasi agar normalisasi dalam bentuk pembentengan secara permanen dapat terlaksana.”Makanya, kita minta kepada Pemko Medan untuk bisa turut serta, agar pembebasan lahan dapat terlaksana, agar normlaisasi Sungai Deli dapat dilaksanakan Kementrian PUPR melalui BWS II,” jelas Sutrisno.

Dikatakan Politisi PDI Perjuangan ini, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan rapat kerja kordinasi, untuk mematangkan normlisasi Sungai Deli dengan melibatkan BWS II, Pemko Medan Dinas Pengolahan Air Sumatera Utara dan pihak lainnya.

“Pertemuan yang akan kita lakukan, untuk membahas kembali program normalisasi sungai, baik itu dengan masalah kanal dan saluran primer, karena dampak banjir belakangan ini sudah sangat mengkhuatirkan,” pungkas Sutrisno. (fac/ila)

 

 

Jepang Kagumi Batik Tebingtinggi

Salah satu motif batik tebing tinggi
Salah satu motif batik tebing tinggi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, Takeshi Iishi mendukung kerja sama Pemerintah Kota Tebingtinggi dengan Jepang dan siap memberikan masukan melalui Dubes yang ada di Indonesia.

Hal itu disampaikan Takeshi Iishi saat kunjungan kerja ke Kota Tebingtinggi disambut Wali Kota H Umar Zunaidi Hasibuan bersama Asisten Ekbang Muhammad Dimiyathi, Kadis Kawasan Pemukiman Perumahan dan Kebersihan Zubir Husni Harahap, serta Kabag Humas PP H Abdul Halim, di rumah dinas Wali Kota, Jalan Sutomo, Kamis (27/9).

Dalam kunjungannya, Takeshi menyempatkan meninjau sanggar produksi batik khas Tebingtinggi. Itu dilakukannya karena sangat mengagumi batik khas kota Lemang tersebut.

”Ini saya jahit di Medan, kain dan coraknya sangat bagus,”kata Takeshi menunjukkan kemeja batik yang dikenakannya.

Dikatakan Takeshi Iishi, Tebingtinggi merupakan sebuah kota yang sangat potensial untuk pengembangan dan pertumbuhan ekonomi di bidang UMKM, salah satunya industri batik. Apalagi Tebingtinggi telah direkomemdasikan bekerjasama dengan Kota Toyama, Jepang. “Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya,”ujar Takeshi.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban tersebut, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan beberapa program pembangunan yang sedang dilaksanakannya. “Kota Tebingtinggi merupakan salah satu kota di Indonesia di Sumatera Utara yang direkomemdasikan pemerintah pusat melalui Kemendagri melakukan kerja sama dengan Kota Toyama Jepang, dan tindak lanjutnya saat ini dalam penjajakan,”terang Umar Zunaidi.

Disampaikan Wali Kota Tebingtinggi, bahwa kerja sama yang dilakukan di antaranya bidang teknik, kesehatan, persampahan, pendidikan, ketenagakerjaan dan UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota memberikan seperangkat pakaian adat Kerajaan Negeri Padang yang dikenakan langsung kepada Takashi, sebagai pertanda Konjen Jepang merupakan tamu kehormatan di Kota Tebingtinggi.

Sementara itu, Takeshi IIshi memberikan oleh oleh berupa coklat yang pernah dibuat sebagai tanda persahabatan 60 tahun yang dibuat di Kota Medan.

Dalam kunjungannya ke kota Tebingtinggi, Takashi Iishi meninjau langsung tempat pembuatan batik khas Tebingtinggi Karya Berseri di Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, dan berkesempatan memborong beberapa helai kain batik yang akan dipromosikan di Jepang. (ian/han)

 

 

Parkiran Plaza Medan Fair Tak Aman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agaknya parkiran Plaza Medan Fair semakin tak aman saja. Pasalnya, kaca mobil seorang pengunjung dipecah, Rabu (26/9) malam. Uang Rp13 juta yang tersimpan di dalam tas raib digondol pelaku.

Peristiwa itu menimpa Erwiana (48) warga Kecamatan Medangderas, Kabupaten Batubara. Saat itu, korban dan suaminya mengunjungi Plaza Medan Fair.

Mobil Toyota Avanza hitam BK 1355 JR yang mereka kendarai kemudian diparkir di Blok H 11. Usai berbelanja, korban keluar gedung menuju mobilnya sekira pukul 19.15 WIB.

Alangkah terkejutnya korban melihat kaca sisi samping kanan belakang ujung sudah pecah. Uang Rp13 juta yang tersimpan di dalam tas raib digondol pelaku.

Pihak Security Plaza Medan Fair yang diwakili Rutdin Saragih mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Namun, hanya sebatas mengganti rugi kaca mobil yang dipecahkan.

“Kita ganti kerugian kaca jendela yang pecah. Di karcis parkir sudah tertulis dan tercantum peringatan kepada pengunjung agar tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di Plaza Medan Fair. Sebelumnya, kata Rutdin, korbannya oknum anggota TNI. Kaca mobilnya dipecah dan tas di dalamnya diambil.

“Namun tas yang berisi senpi ditinggalkan pelaku. Waktu itu kami bertanggungjawab sebatas mengganti kerugian kerusakan mobil saja, sama halnya seperti yang dialami korban saat ini,” terang Saragih

Setelah selesai melapor ke pihak security, korban meninggalkan gedung Carefour. Korban menuju Polsek Medan Baru untuk membuat laporan polisi.

Hasil rekaman CCTV, pelaku beraksi sekira pukul 19.04 WIB. Terlihat pelaku meninggalkan mobil dengan membawa tas korban.

“Pelaku satu orang laki-laki. Di CCTV terlihat setelah beraksi, pelaku tidak langsung meninggalkan gedung, baru sekitar  jam 21.00 WIB meninggalkan area Carefour,” jelas Tomo, salah satu petugas keamanan. (dvs/ala)

Warga Jalan Malaka Sebar Hoax Perampokan Cemara Asri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebarkan video hoax soal perampokan yang terjadi di Komplek Cemara Asri, seorang pemilik akun instagram @medaninfo88, Jiwi, meringkuk di sel. Ia diciduk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan.

Warga Jalan Malaka, Kelurahan Pandau Hilir, Medan Timur ini ditangkap di tempat kerjanya. Tepatnya di pusat jajanan Medan Night Market, Jalan Adam Malik, Medan, Selasa (25/9).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira menyebut, Jiwi ditangkap karena dilaporkan seorang warga bernama Desrazeki Putra (38). Pelapor resah lantaran informasi palsu (hoax) yang disebar Jiwi melalui akun media sosial instagram miliknya.

Jiwi memosting, sebuah potongan video peristiwa penjambretan di negara lain.  Namun memberi caption peristiwa itu terjadi di dalam Komplek Cemara Asri, Medan.

“Di dalam Kompleks saja sudah berani. Berhati-hati selalu walau lokasi aman,” tulis caption tambahan yang diposting Jiwi.

“Laporan Desrazeki Putra (38) warga di Kompleks Taman Alaman Indah Indonesia, Jalan Bunga Sakura kita terima dengan tanda bukti Laporan Polisi: LP/2071/K/IX/2018/SPKT Restabes Medan Sabtu 22 September 2018,” kata Putu.

“Berdasarkan laporan itu, akhirnya kita menangkap tersangka. Sekarang masih di tahan,” sambungnya, Kamis (27/9).

Diterangkan Putu, pelapor yang resah

mencari tahu kebenaran soal perampokan yang terjadi di Kompleks Perumahan Cemara Asri dan menanyai sekuriti serta warga.

Akhirnya setelah diselidiki, tidak ada perampokan terjadi seperti yang diviralkan Jiwi melalui akun instagram nya itu.

“Ternyata video itu bukan di Indonesia, tapi di Penang, Malaysia. Cuma videonya sudah keburu viral,” jelas Putu.

Polisi pun menyita barang bukti handphone Samsung yang digunakan Jiwi mengunggah berita bohong tersebut dan mengembangkan penangkapan ini. Polisi menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam penyebaran berita hoax ini.

“Tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE tentang menyebarkan berita bohong atau hoax secara online dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara,” tegasnya.

Putu mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menyebar berita ke media sosial sebelum mencari kebenarannya.  “Intinya saring dulu sebelum sharing,” pungkas Putu.(dvs/ala)

 

Bank Sinarmas Luncurkan Tabungan Simas Haji

PELUNCURAN: Bank Sinarmas Meluncurkan Tabungan Simas Haji di di Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Al-Akbar di Medan.(Foto : Bagus Syahputra/sumut Pos)
PELUNCURAN: Bank Sinarmas Meluncurkan Tabungan Simas Haji di di Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Al-Akbar di Medan.(Foto : Bagus Syahputra/sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Sinarmas meluncurkan program terbaru yaitu Tabungan Simas Haji di Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Al-Akbar di Jalan Pelajar Ujung, Medan, Kamis (27/9). Kelebihan dari tabungan Simas Haji ini adalah bebas dari biaya administrasi dan nasabah mendapatkan bagi hasil.

Direktur Syariah Bank Sinarmas, Halim menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) kepada Bank Sinarmas melalui Unit Usaha Syariah sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji.

“Kita dari Bank Sinarmas mengucapkan terima kasih Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diberikan kepercayaan dan izin sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji. Untuk selanjutnya Bank kita, dapat melayani pendaftaran haji melalui jaringan cabang Bank Sinarmas,” ujarnya saat memberikan kata sambutan dalam pelucuran Tabungan Simas Haji .

Halim menjelaskan Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas telah dapat melayani nasabah untuk pendaftaran dan pelunasan haji bekerjasama dengan Kementerian Agama dan BPKH. Selain itu Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas juga ditetapkan sebagai Bank Penempatan untuk mendukung BPKH dalam mengelola dana haji.

“Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas memfasilitasi nasabah calon haji dalam mendapatkan porsi haji dengan Tabungan Simas Haji IB sebagai tabungan persiapan haji yang bebas biaya administrasi, mendapatkan bagi hasil, dan bertransaksi dengan kartu ATM GPN kami,” tutur Halim.

Pihaknya juga akan membimbing nasabah untuk displin menabung. Karena, Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas memberikan Tabungan Simas Rencana Haji dengan fitur autodebet persiapan setoran awal BPIH dan terakhir Rekening Tabungan Jamaah Haji yang dikhususkan sebagai rekening pembayaran setoran awal dan pelunasan BPIH yang terkoneksi online dengan SISKOHAT atau Sistem Komputerisasi Haji Terpadu.

“Dengan jaringan cabang yang ada, harapan kami penerimaan setoran Haji dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang Bank Sinarmas dan memberikan kemudahan bagi calon Jemaah Haji yang ingin mendaftar Haji,” sebut Halim.

Halim pun, menjelaskan untuk saat ini, sudah 60 setoran awal tabungan sejak diluncurkan pertama kali pada pertengah September lalu di Jakarta. Sedangkan tabungan haji yang sudah mendaftar mencapai 160 account.

“Target kita di tahun 2019, mencapai 2600 setor awal. Mengingat Umat islam di Indonesia banyak akan melaksanakan rukun Islam kelima,” tutur Halim.

Peluncuran Simas Haji di Medan merupakan kota kedua setelah Jakarta. Bank Sinarmas juga berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan menyediakan solusi nasabah yang memenuhi prinsip Syariah.

“Produk Tabungan Simas Haji diharapkan bisa menjadi solusi bagi para nasabah calon haji,” tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Tuan Syaekh Ali Akbar Marbun menyambut baik dan mendukung Bank Sinarmas pada peluncuran Tabungan Simas Haji. Ia mengharapkan Bank Sinarmas memberikan pelayanan terbaik dan memprioritaskan bagi calon haji.

“Apa dilakukan Sinarmas, kita mendukung. Kalau ilmu perbankan saya tidak tahu. Kalau ilmu agama saya sangat bisa. Saya senang kali, bapak-bapak dari Bank memberikan pengarahan. Kalau cerita agama, kami belajar agama sehari-hari kita terus belajar agama,” ucap Ali Akbar.(gus/ram)

 

SMKN 3 Pariaman dan SMKN 1 Batam Melaju ke Final

BERSAMA: Dari kiri, Ketua pengwil APJII sumut, Bambang Heru wijaksono, Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, Dekan Fakultas Teknik USU Ir Seri Maulina MSi PhD, Operational Director Citraweb Debyo Surya Setiawan dan kepala Departemen Tehnik Elektro Fahmi foto bersama.( Foto : Istimewa/Sumut Pos)
BERSAMA: Dari kiri, Ketua pengwil APJII sumut, Bambang Heru wijaksono, Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, Dekan Fakultas Teknik USU Ir Seri Maulina MSi PhD, Operational Director Citraweb Debyo Surya Setiawan dan kepala Departemen Tehnik Elektro Fahmi foto bersama.( Foto : Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pariaman, Sumatera Barat dan SMKN 1 Batam berhasil melaju ke babak final Olimpiade Jaringan Mikrotik 2018 untuk Region Sumatera bagian Utara, yang meliputi daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepri.

Pada kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Kamis (27/9), SMKN 3 Pariaman dan SMKN 1 Batam berhasil melaju ke babak final setelah menyisihkan 23 peserta lainnya, baru-baru ini.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza didampingi Ketua Pengurus Wilayah Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono kepada wartawan mengungkapkan, penyelenggaraan  Olimpiade Jaringan antar SMK TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) Nasional ini memasuki tahun ke-3. Kompetisi ini merupakan hasil kerja sama APJII dengan MikroTik.

Diungkapkan Jamalul, antusiasme SMK yang ikut dalam kegiatan ini sangat menggembirakan. Ini ditandai dengan meningkatkan jumlah peserta pada tahun ini.

Jamal juga berharap melalui Olimpiade Jaringan Mikrotik  ini akan tersaring SDM-SDM berkualitas yang bisa berkarya di industri IT dan internet. Apalagi menurutnya, siswa-siswa SMK yang mengikuti olimpiade ini biasanya lebih siap menghadapi dunia kerja. “Bagi perusahaan penyelenggara jaringan yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas, olimpiade ini tentu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Jamalul Izza.

Sementara itu, Bambang Heru mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kontribusi APJII kepada masyarakat Indonesia untuk melatih SDM di bidang Teknologi informasi yg paham konsep jaringan dan mampu mengoperasikan perangkat router sehingga nantinya bisa menjadi bekal para siswa untuk masuk ke dunia kerja.

Executive Director Citraweb distributor MikroTik, Valens Riyadi mengatakan, tahun pertama kegiatan hanya dibuat dalam 5 region, tahun berikutnya 6 region dan tahun ini 8 region meliputi 2 region wilayah Sumatera, Region DIY dan Jawa Tengah, Region Sulawesi dan Indonesia Timur, Region Kalimantan, Region Jawa Timur, Bali dan NTT serta Region Jabodetabek, dan Banten.

Ia menuturkan, tujuan diselenggarakannya Olimpiade Jaringan Mikrotik adalah untuk mempertemukan antara SMK TKJ dengan dunia pendidikan tinggi atau universitas dan juga dunia industri. “Anak SMK biasanya memiliki dua pilihan setelah lulus, antara melanjutkan kuliah atau bekerja. Dalam event ini kita juga melibatkan dunia kampus agar bisa menjadi pilihan bagi adik-adik SMK ini dan sekaligus dunia industri karena kita juga menggandeng APJII,” ujar Valens.

Operational Director Citraweb, Debyo Surya Setiawan mengungkapkan penyelenggaraan Olimpiade Jaringan SMK ini juga melibatkan pendidikan tinggi di setiap regionnya. “Untuk region Sumatera bagian Utara kita bermitra dengan Universitas Sumatera Utara,”kata Dibyo.

Dibyo menyebutkan salah satu tantangan dalam pendidikan SMK khususnya jurusan TKJ saat ini adalah bagaimana menyamakan kualitas pendidikan TKJ. “Dunia industri memantau ajang ini sehingga banyak juara atau yang lolos dalam kompetisi langsung mendapat tawaran pekerjaan. Namun yang menjadi tantangan bagaimana kualitas adik-adik ini dapat merata di setiap sekolah,” ujarnya.

Ditambahkan, Dibyo, ini bukan suatu hal yang mustahil mengingat saat ini infrastrukur pengadaan laboratorium TKJ tidak lagi semahal dulu. Bahkan lebih murah dibanding membangun lapangan basket. “Guru memegang peranan yang sangat penting. Oleh karenanya, kita aktif datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan pelatihan bagi para guru agar para guru memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang TKJ ini,” tandasnya. (ris/azw)

Terlapor Mengaku Diintimidasi Oknum Polsek Hiliduho

 

SUMUTPOS.CO – Lewi Gulo (40) alias Ama Putri merasa diintimidasi dan diperas oknum Polsek Hiliduho. Warga Desa Tuhegafoa II Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias itu dimintai uang Rp25 juta. Uang itu untuk perdamaian perkara penganiyaan yang menyeret dirinya sebagai terlapor.

DUGAAN pemerasan itu berawal saat Ama Putri dilaporkan Anwar Gulo alias Ama Berta. Ama Putri dituding telah menganiaya Ama Berta.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi Sabtu (8/9) lalu. Saat itu, istri Ama Putri (Ina Putri) dan anaknya hendak belanja di pekan Kecamatan Hiliduho.

Di tengah perjalanan, tepat di halamam rumah Raradodo Gulo alias Ama Tanti, Ina Putri dicegat oleh Ama Berta.

Ama Berta kemudian menuding Ina Putri telah mencuri kayu di kebun miliknya.

“Saya dihampiri Ama Berta yang hanya mengenakan celana pendek tanpa baju dan langsung menuduh saya mencuri kayu dikebunnya,” ujar Ina Putri didampingi suaminya kepada Sumut Pos, Rabu (26/9).

“Lalu karena saya membantah, dia malah bilang saya jangan macam-macam,” sambung Ina Putri.

Ina Putri ketakutan, lalu pergi meninggalkan Ama Berta yang terus mengoceh. Sepulang dari pekan, Ina Putri langsung menceritakan peristiwa ini kepada suaminya.

Ama Putri yang tidak terima istrinya diancam dan dibentak orang, langsung mendatangi Ama Berta yang kebetulan berada di rumah Ama Tanti. Ama Putri berniat meminta klarifikasi atas tuduhan tersebut.

“Waktu saya sampai di rumah Ama Tanti, saya hanya memegang tangan Ama Berta, bermaksud mengajak dia bicara. Saya tidak pernah berniat memukul ataupun menyakitinya,” ungkap Ama Putri.

Namun, beberapa hari setelah itu, Ama Putri dikabari kepala desanya. Kepala desa memberitahu jika Ama Putri telah dilaporkan oleh Ama Berta atas kasus penganiayaan di Mapolsek Hiliduho.

Kemudian, 15 September 2018, ditemani istrinya Ama Putri mendatangi Mapolsek Hiliduho. Disana mereka bertemu dengan Ama Berta beserta beberapa keluarganya.

“Belum kami mulai pembicaraan, saya di suruh oleh salah seorang anggota Polsek bermarga Sihombing untuk meminta maaf kepada Ama Berta. Saya menghormatinya, langsung saya salam Ama Berta dan minta maaf,” timpal Ama Putri.

Selanjutnya, Sihombing menyarankan agar Ama Putri berdamai dengan Ama Berta. Syaratnya, mencabut perkara serta membayar biaya visum sebesar Rp25 juta.

Namun karena Ama Putri tak mampu membayar uang sebesar itu, Sihombing mengancam Ama Putri akan segera menjadikannya tersangka.

“Kalau tidak berdamai juga, Senin depan kau sudah jadi tersangka. Dan Sihombing ini akan menjadi hantu, mencarimu siang maupun malam,” kata Ama Putri menirukan ancaman oknum polisi bermarga Sihombing itu.

Ama Putri sangat kecewa melihat kinerja oknum polisi tersebut. Sebab, setelah minta maaf, ia masih dipaksa menyediakan uang sebesar Rp25 juta rupiah untuk biaya perdamaian.

“Saya kecewa, dari mana saya peroleh uang sebesar itu, saya ini hanya petani,” keluhnya.

Sementara, Kapolsek Hiliduho AKP Des Rahman Jaya Hia mengatakan, soal uang perdamaian itu merupakan urusan keduabelah pihak yang berperkara.

Mengenai ancaman yang dilakukan anggotanya, kapolsek mengaku tak tahu.

“Kasus ini masih dalam proses belum ada tersangka, terkait uang perdamaian itu antara kedua belah pihak, kami tidak campuri,” kata kapolsek saat dihubungi Sumut Pos via selular, Rabu (26/9).

“Sementara perkataan oknum polisi dimaksud belum saya dengar. Pertemuan di Mapolsek sudah saya percayakan kepada anggota, karena kebetulan ada kegiatan lain,” sambungnya.

Terpisah, Perdamaian Gulo saksi yang melihat kedatangan Ama Putri di rumah Ama Tanti mengaku, tidak ada terjadi penganiayaan. Masih hanya sebatas perbincangan biasa.

“Waktu itu kebetulan saya berada di dalam rumah Ama Tanti, saya lihat tidak terjadi penganiayaan. Ama Putri hanya bertanya terkait tuduhan Ama Berta kepada Ina Putri. Persoalan ini telah selesai waktu, mereka sudah bersalam, bahkan saling pelukan,” terang Perdamaian.(mag-5/ala)

GO-JEK Hibahkan 100 Alquran

 

SUMUTPOS.CO,  GO-JEK, –  penyedia layanan on-demand berbasis terdepan di Indonesia, pada Selasa (27/9), menghibahkan 100 Aquran kepada masyarakat Kota Medan melalui Masjid Raya Al-Mashun Medan.

Keseratus Alquran tersebut diserahkan pada kesempatan silaturrahim yang diadakan di lingkungan masjid tersebut. Kegiatan ini diadakan untuk mempererat tali silaturahim antara GO-JEK, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat Medan.

VP Corporate Communication GO-JEK, Michael Say mengatakan, sejak GO-JEK hadir di Kota Medan pada tahun 2015, pihaknya terus berkomitmen untuk membantu meningkatkan perekonomian Kota Medan. “Kami berharap bahwa melalui acara ini, tali silaturahim dan hubungan baik kami dengan masyarakat Medan dapat semakin diperkuat,” harap Michael yang didampingi Head of Regional Corporate Communication dan para staf  GO-JEK lainnya.

Michael memaparkan, berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2017 menemukan bahwa GO-JEK telah berkontribusi sebesar Rp216 miliar per tahun untuk perekonomian Medan melalui penghasilan mitra pengemudi.

Para mitra pengemudi ini pun mengalami peningkatan penghasilan sebesar 39% setelah bergabung dengan GO-JEK. Hasil yang serupa juga ditunjukkan oleh mitra UMKM, di mana penghasilan para mitra UMKM GO-JEK berkontribusi sebesar Rp118 miliar kepada perekonomian Medan dan 67% di antara mereka mengalami peningkatan volume transaksi setelah menjadi mitra GO-JEK.

“Pencapaian ini tentunya tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan Silaturrahim dan hibah 100 Al-Qur’an ini pun juga merupakan bentuk apresiasi GO-JEK terhadap dukungan yang terus diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat kepada perusahaan teknologi seperti GO-JEK sehingga dapat terus memberikan dampak positif kepada masyarakat,” kata Michael.

  Acara silaturrahim ini dihadiri oleh Ustadz Abdul Latief Khan, Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, dan 4.000 masyarakat Kota Medan termasuk para mitra pengemudi GO-JEK.