Home Blog Page 5916

Akhir Duet Della/Rizki

GAGAL: Pasangan Della Destiara/Rizki Pradipta kembali gagal di ajang Korea Terbuka. Kegagalan ini membuat pasangan ini bakal dicerai.
GAGAL: Pasangan Della Destiara/Rizki Pradipta kembali gagal di ajang Korea  erbuka. Kegagalan ini membuat pasangan ini bakal dicerai.

SUMUTPOS.CO – Duet Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta tidak bisa dipertahankan. Setelah gagal di Jepang Terbuka 2018 dan Tiongkok Terbuka 2018, mereka kembali kandas di Korea Selatan Terbuka 2018, Kamis (27/9).

Untuk diketahui, PBSI sudah mengeluarkan ultimatum kepada Della/Rizki bahwa jika mereka tidak mampu meraih setidaknya satu gelar juara di bulan September, mereka akan dicerai dan dipasangkan dengan partner baru. Peringatan tersebut ternyata tidak membuat Della/Rizki berkembang.

Pasangan Jepang lagi-lagi menjadi batu sandungan Della/Rizki. Setelah dipecundangi Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di Jepang dan Tiongkok, giliran Kurumi Yonao/Naoko Fukuman yang mempermalukan mereka.

Sama seperti dua kekalahan terakhir, Della/Rizki juga kalah dalam laga rubber game. Kurumi/Naoko resmi membuat mereka bercerai setelah menang dengan skor 19-21, 22-20, dan 19-21.

– Meski fisiknya masih cukup kelelahan karena baru menjuarai Tiongkok Terbuka 2018, performa Anthony Sinisuka Ginting belum terlihat mengendor. Ia masih bermain dengan apik di Korea Selatan Terbuka 2018, Kamis (27/9).

Ginting merebut tiket babak perempat final usai menundukkan wakil Taiwan Wang Tzu Wei di babak kedua Korea Selatan Terbuka 2018. Ia menang dua gim langsung dengan skor kembar 21-18 dan 21-18.

Tantangan Ginting di Korea Selatan Terbuka 2018 akan dimulai di babak perempat final. Ia akan kembali bersua dengan Chou Tien Chen.

Kemenangan Ginting membuat Indonesia masih menyisakan tiga wakil tunggal putra di babak perempat final. Dua kolega Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto sudah lolos lebih dulu dari babak kedua.

Dengan demikian, sebagaimana yang disampaikan pelatih kepala ganda putri PBSI Eng Hian, Della akan dipasangkan dengan Anggia Shitta Awanda, sementara Rizki akan diduetkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani di bulan Oktober nanti.

Anggia/Ketut sendiri masih bisa bertahan di Korea Selatan Terbuka 2018. Menang dari pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen 21-19, 19-21, dan 21-18, Anggia/Ketut akan menghadapi Kurumi/Naoko di babak perempat final.

Jojo berhasil memenangi laga babak kedua melawan pebulu tangkis Hongkong Hu Yun. Jawara Asian Games 2018 tersebut memulangkan Yun dengan skor 21-12 dan 21-14.

Jojo akan menghadapi pemain Tiongkok Zhao Junpeng di babak perempat final. Berstatus sebagai pemain yang lebih diunggulkan, Jojo semestinya bisa melewati rintangan tersebut.

Sementara, Tommy membuktikan tajinya sebagai pemain senior usai mengandaskan pemain Malaysia Daren Liew. Tommy menang dengan skor 21-15 dan 21-16. (isa/jpc/don)

Minggu, Ladon Matic Race di Stabat

Minggu, Ladon Matic Race di Stabat (Foto : Ist/Sumut Pos)
Minggu, Ladon Matic Race di Stabat (Foto : Ist/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Klub Otomotif Ladon Club Indonesia (LCI) menggelar arena balapan bermotor Ladon Matic Race 2018 di sirkuit Non Permanen Alun-alun Kantor Bupati Langkat, Kab. Stabat, Minggu (30/9).

Kejuaraan memperlombakan 10 kelas dengan menyediakan hadiah uang bagi para pemenang dengan nilai total Rp 40,4 juta. Kita target balapan bisa diikuti 300 starter”, sebut Ketua Panpel Munandar Nasution di Medan, Kamis (27/9) malam.

“Event merupakan peran serta dan wujud kepedulian LCI sebagai salah satu klub tertua di daerah ini, untuk pembinaan generasi muda khususnya bagi yang hobby balap motor,” ucap Munandar didampingi Sekretaris Nunung Pamela serta Bendahara H. Sutan Lubis. Juga hadir mendampingi Ketua Umum LCI H. Zaidan Indra Jaya, Ketua Harian H. Hendra DS, Sekretaris Nanang Sutarjo, dan Bendahara M. Akram Ray.

“Event juga didukung Tokoh Masyarakat Stabat Abangda Eliando Martinus Simarmata yang peduli olahraga khususnya otomotif”, ungkap pria yang akrab disapa Nday ini. Informasi dan pendaftaran peserta, di Warkop Ladon, Jl. Nusantara Medan dan di Jl. Proklamasi (Depan Perhubungan Bengkel Gas Pol) Stabat, atau contact person Nunung P (HP 0813 7656 1300).

“Event ini juga untuk menggali bibit-bibit balap di daerah. Karenanya Panpel menggelar beberapa katagori lokal yang diperuntukkan bagi pebalap muda di Stabat,” ungkap Nday lagi.

Kelas yang diperlombakan adalah Bebek 4 T 125cc Std Open, Matic 125cc Std Open, Bebek 4T 125cc Std Pemula, Matic 125cc Std Pemula, Vespa TU 200cc Open, Vespa FFA 200cc Open, Bebek 4T 125 cc Std Lokal (Kab/Tk II) Pemula Open, Matic 125cc Std Lokal (Kab/Tk II) Pemula Open, Campuran Matic Std 125cc & Bebek 4T Std 125cc Lokal (Kab Tk II) Pemula Open dan kelas Bebek 2T 125cc Std Open. (dek)

 

Perut Rata dalam 30 Menit

COBA: Seorang pasien saat mencoba teknologi Emsculpt di The Clinic Beautylosophy, Jakarta.(
COBA: Seorang pasien saat mencoba teknologi Emsculpt di The Clinic
Beautylosophy, Jakarta.(

SUMUTPOS.CO – Pertama di Indonesia, The Clinic Beautylosophy menjadi pionir hadirnya alat termutakhir di dunia yang bisa membentuk tubuh dengan cara non-invasif, yaitu Emsculpt.

The Clinic Beautylosophy sebagai klinik kecantikan terlengkap nomor satu di Indonesia hadir untuk mengatasi permasalahan kecantikan from head to toe dengan mengusung tagline One Stop Aesthetic Clinic.

Klinik ini terus mengembangkan sayap untuk kemajuan dunia estetika di Indonesia.

Selain itu, The Clinic Beautylosophy mencoba menjadi klinik kecantikan yang memberikan pelayanan terbaik dengan menghadirkan dokter yang bersertifikasi untuk menangani permasalahan aesthetic, dental, surgery and hair.

Kali ini The Clinic Beautylosophy kembali bekerja sama dengan BTL Aesthetic yaitu perusahaan yang menyediakan teknologi terbaik di bidang perawatan untuk meluruhkan lemak, mengencangkan kulit, anti-selulit dan anti-keriput.

Perusahaan itu telah memperoleh sertifikasi di antaranya telah memperoleh persetujuan dari US FDA, serta sejumlah badan pengawas lainnya.

Emsculpt menggunakan teknologi High Intensity Focused Electro-Magnetic (HIFEM) untuk menginduksi kontraksi otot supramaximal yang tidak dapat dicapai melalui kontraksi normal.

“Emsculpt merupakan inovasi terbaru dan satu-satunya di dunia yang bisa membentuk tubuh secara non-invasif, alat ini menghasilkan impuls pada frekuensi yang cepat sehingga tidak memungkinkan fase relaksasi antara kontraksi otot, memaksa jaringan otot untuk beradaptasi dan merespon dengan merombak struktur yang ada sehingga menghasilkan pembentukan otot dan pembakaran lemak,” ujar Dokter Danu Mahandaru, dari The Clinic Beautylosophy.

Dia mengatakan alat itu menghasilkan perut sixpack secara instan. Treatment ini bisa memberi hasil yang setara dengan 20.000 kali sit up.

Selain itu, alat ini juga bisa menjadi sarana butt lift treatment bagi yang ingin memiliki bokong kencang dan tampak menawan.

“Emsculpt dirancang untuk pria ataupun wanita dan merupakan perawatan pembentukan tubuh yang tidak hanya membakar lemak, tetapi juga mengencangkan dan membentuk otot-otot yang mendasarinya tentunya No Needles and No Downtime,” imbuh Dokter Danur.

Sementara itu, Putri Vika Noerindah, Chief Marketing Officer – The Clinic Beautylosophy mengatakan Emsculpt ini sudah sangat booming di Amerika, sehingga tidak perlu jauh-jauh pergi untuk merasakan manfaatnya, cukup datang ke The Clinic Beautylosophy.

“Lakukan treatment Emsculpt dalam waktu 30 menit dan rasakan sendiri hasilnya. Tentunya kami sangat bangga menjadi klinik pertama di Indonesia yang menawarkan revolusi ini dalam perawatan tubuh non-invasif. Tidak perlu khawatir, Emsculpt ini tidak akan memberikan Anda rasa sakit ataupun adanya banyak keringat yang keluar saat melakukan treatment. Booking appointment Anda sekarang juga melalui Hotline 24 jam kami atau online chat di www.theclinicindonesia.com,” ujar Putri. (flo/jpnn/ram)

 

Belum Jadwalkan Uji Coba

UJICOBA: Frets Butuan saat menghadapi PSIS Semarang beberapa waktu lalu. PSMS belum menjadwalkan laga uji coba.(Foto : Sutan Siregar/Sumut Pos)
UJICOBA: Frets Butuan saat menghadapi PSIS Semarang beberapa waktu lalu. PSMS belum menjadwalkan laga uji coba.(Foto : Sutan Siregar/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Kompetisi yang ditunda membuat Pelatih PSMS, Peter Butler mengubah sejumlah program dalam masa persiapan kompetisi. Butler lebih menginstruksikan skuadnya untuk memperbanyak latihan di gym.

Ya, seperti Kamis (27/9) kemarin, para pemain lebih banyak menghabiskan waktunya di Vizta Gym untuk melakukan beberapa gerakan untuk menjaga kondisi fisik pemain.

“Kami telah menjalani latihan dalam seminggu ini dengan sangat baik. Kami punya sesi terakhir besok di Vizta Gym untuk menjaga stabilitas. Juga ada yoga, circuit tranining dan 4 ball work,” ungkapnya, Kamis (27/9).

Menurut Butler, para pemain enjoy menjalani latihan di gym meskipun dia beberapa kali meliburkan sesi latihan di lapangan.

“Pemain kami sangat menikmatinya dan mengikuti semua sesi dengan profesional,” lanjutnya.

Dengan tidak adanya jadwal pertandingan, pemain tentu akan kembali kehilangan atmosfer pertandingan untuk waktu yang tidak ditentukan karena belum dipastikan kapan liga kembali bergulir. Biasanya tim akan melakukan uji coba.

Namun eks pelatih Persipura itu belum memastikan soal jadwal uji coba. “Kami akan melihat peluang uji coba. Tapi, seperti kemungkinan trial akan sangat kecil. Apalagi harus menjalani uji coba yang keras. Jadi kami akan lebih memilih game internal saja,” jelasnya.

Saat ini PSMS masih berada di posisi buncit klasemen sementara Liga 1. Lawan Barito Putera pada laga tandang yang sejatinya akan digelar pada awal Oktober, Butler masih menunggu kabar selanjutnya dari PSSI. “Kami akan menanti kapan Liga 1 dimulai lagi,” bebernya.

Di sisi lain, Reinaldo Lobo sedikit mengalami masalah dengan pahanya. Namun diyakini Butler tidak parah. “Ya ada sedikit saja masalah. Mungkin dua hari saja. Tapi kami punya banyak waktu saat ini dan dia tidak apa-apa. Yang terpenting dia sudah kembali dari akumulasi dan bisa bermain untuk laga berikutnya,” pungkasnya pelatih asal Inggris itu.(don)

Kelas.com, Layanan Kursus Online dari Pakar

PELUNCURAN: CEO Kelas.com William Sutrisna di peluncuran Kelas.com di Jakarta, kemarin.(Foto : JawaPos/Sumutpos)
PELUNCURAN: CEO Kelas.com William Sutrisna di peluncuran
Kelas.com di Jakarta, kemarin.(Foto : JawaPos/Sumutpos)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Platform belajar Kelas.com resmi diluncurkan. Kelas.com menyuguhkan beragam kursus melalui video pembelajaran dengan bermacam tema yang disediakan langsung dari para pakar.

CEO Kelas.com William Sutrisna mengatakan, kelas online ini didedikasikan untuk pemerataan pengetahuan dan keterampilan di Indonesia.

“Indonesia masih belum banyak metode belajar secara online yang bisa diajarkan langsung oleh pakar terbaik di bidangnya,” ujarnya di acara peluncuran Kelas.com.

“Hal ini yang menjadikan Kelas.com sebagai peluang untuk mengedukasi masyarakat sesuai minat mereka masing-masing. Inilah saatnya untuk beralih dari proses pembelajaran konvensional menjadi digital,” imbuh William.

Lebih jauh, meski era digital saat ini banyak platform serupa bermunculan, konsep belajar yang interaktif serta materi kurikulum yang disusun secara eksklusif menjadi nilai plus dari Kelas.com.

William mengaku bahwa materi-materi yang diajarkan langsung oleh para mentor ini dapat diakses dalam bentuk video dengan durasi 2-5 jam setiap kelasnya dan dapat ditonton berulang kali. Selain itu, ada pula workbook yang bisa diunduh sebagai latihan agar para murid lebih memahami teknik yang disampaikan serta bisa mempraktikkannya di rumah

.Sebagai permulaan, Kelas.com telah menggandeng tiga tokoh inspiratif untuk bergabung menjadi mentor, yaitu Chef Juna mengajarkan teknik memasak, Rio Motret mengajarkan beauty portrait photography, serta Ryan Ogilvy yang akan membagikan rahasia self makeup flawless dalam kelasnya.

Untuk saat ini, video dan materi workbook hanya dapat diakses melalui situs resmi Kelas.com. Ke depannya, Kelas.com akan merambah ke aplikasi smartphone serta menggaet lebih banyak mentor dari beragam komunitas, sehingga dapat mengakomodir berbagai minat masyarakat yang ingin belajar lebih dalam mengenai suatu bidang. Kelas.com juga tengah mempersiapkan kelas-kelas berikutnya dan akan ada banyak kategori lain seperti fashion design, menulis, musik, jurnalisme, dan banyak lagi. (ryn/azw/JPC)

PT Pos Berikan Tarif Murah untuk UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pos Indonesia Regional I memberikan dukungan untuk pengembangan bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara. Dukungan tersebut berupa tarif khusus untuk pengiriman barang baik untuk area domestic maupun internasional.

Manajer Penjualan Kantor Pos Medan, Alex Tomasa mengatakan tarif yang diberikan untuk pelaku UMKM berbeda bila dibandingkan dengan harga normal yang berlaku. Tepatnya, untuk UMKM diberikan dengan di bawah tarif reguler atau umum.

“Kita bisa berikan tarif lebih murah di luar tarif reguler. Pembayaran bisa satu bulan. Syaratnya, harus melapor ke Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Bu Ana. Nantinya pembayaran kita tagih ke asosiasi,” kata Alex kepada wartawan di Medan, Kamis (27/9).

Dijelaskannya, kerja sama dengan Asosiasi UMKM ini tertuang dalam nota kesepahaman anatar Asosiasi UMKM dan PT Pos Indonesia. Dalam kerja sama tersebut, PT Pos akan menyanggupi berapapun UMKM yang akan melakukan pengiriman.

Walaupun sudah berkerja sama dengan Asosiasi UMKM, tetapi PT Pos tidak menutup kesempatan bagi pelaku usaha lainnya yang tidak tergabung dalam Asosiasi ini. Kemudian, pihak PT Pos akan mendaftarkannya sebagai produk UMKM.

“Selain mengirimkan barang UMKM, PT Pos juga ikut serta untuk mempromosikan produk tersebut. Kita ikut menyebarkan produk UMKM ke mana-mana. Belum lama ini,  kita kirim pancake ke Bandung dan Semarang dari Medan, setelah kita beli dari produsen. Insya Allah ke depannya mereka ada yang pesan,” ucapnya.

Sebagai sahabat UMKM, Alex mengungkapkan bahwa pihaknya bertekad membantu perkembangan pelaku ekonomi kreatif. Dan bentuk kreatifitas tersebut, bukan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang saja, sebaliknya bias semuanya.

Oleh karena itu, tariff khusus UMKM ini bukan hanya untuk domestic tetapi juga untuk pengiriman internasional. Bentuk dukungan perkembangan pelaku UMKM ini, PT Pos akan membantu untuk dokumen pengirimannya melalui Asosiasi UMKM Sumut,” lanjutnya.

Dengan kerja sama ini, PT Pos Indonesia berharap UMKM di Sumatera Utara semakin berkembang, baik ditingkat nasional maupun internasional. Perkembangan UMKM, dipastikan memberikan dampak positif baik bagi kehidupan suatu daerah

“Harapannya kami juga bisa berkontribusi untuk memajukan UMKM Sumut, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

“Tantangan UMKM adalah ketidaktahuan tentang Kantor Pos yang punya berbagai macam layanan, ada port to port dan door to door, hal ini yang coba kita asosiasikan kepada para UMKM,” jelas Alex.

Kantor Pos menggaransi apabila kiriman tersebut tidak terkirim atau rusak.

Keyakinan-keyakinan layanan yang dimiliki oleh Kantor Pos ini agar UMKM jadi lebih semangat untuk mengembangkan bisnisnya dan menawarkan produk UMKM ke pasar domestik dan Internasional.

“Apabila kiriman tidak terkirim atau rusak, Kantor Pos akan ganti sesuai harga yang dipertanggungkan. Kalau harga yang dipertanggungkan Rp 100 ribu, kita ganti Rp 100 ribu. Bila harga yang dipertanggungkan Rp 1 juta, kita ganti Rp 1 juta,” ungkapnya. (gus/ram)

USU Sumbang Alat Uji Emisi Gas

UJI EMISI: Perwakilan USU dan pemilik bengkel saat mencoba alat uji emisi gas buang pada kendaraan mobil.( Foto : Istimewa/Sumut Pos)
UJI EMISI: Perwakilan USU dan pemilik bengkel saat mencoba alat uji emisi gas buang pada kendaraan mobil.( Foto : Istimewa/Sumut Pos)

MEDANm SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menyumbangkan dua alat uji emisi gas kepada dua bengkel; bengkel mobil Anugrah di Jalan Menteng Raya Nomor 236 A Medan Denai dan bengkel Cipuga Motor di Jalan Perjuangan Nomor 22 Medan Denai.

Ketua kegiatan, Lukman Hakim mengatakan, alat ini cukup langka dan harganya juga cukup mahal. Maka dari itu USU berinisiatif untuk merakit sendiri alat uji emisi gas buang ini yang hasilnya bisa langsung terlihat di ponsel android. “Kami sengaja merakit sendiri alat ini sehingga harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan buatan Korea yang kualitasnya sama,” ujar Lukman.

Dikatakan Lukman, alat ini dapat mendeteksi gas buang pada kendaraan bermotor sehingga bengkel dapat mendeteksi apakah kendaraan yang mereka service sehat atau tidak. Alat tersebut juga membantu mengurangi polusi udara karena dapat mendeteksi dini gas buang yang tak bagus.

“USU menyumbangkan alat tersebut kepada bengkel yang memang level usahanya menengah ke bawah agar bengkel yang dibantu dapat lebih semangat dan juga dapat lebih mengembangkan usaha bengkelnya agar lebih maju,” kata Lukman lagi.

Ali Baster Simbolon yang menerima alat uji emisi gas ini mengucapkan terima kasihnya kepada USU. “Kami akan mempergunakan dan merawat alat ini sebaik baiknya,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan pengabdian adalah Lukman Hakim Ssi MSi dengan anggota Dr Fauzi MSi turut juga dihadiri asesor dari lembaga pengabdian kepada masyarakat USU Dr. Basyumi pada saat monitoring dan evaluasi kegiatan. (rel/ila/azw)

Diajak Bersetubuh, Salsabila Dihabisi Kekasih

 

SUMUTPOS.CO – Personel Satreskrim Polres Deliserdang sukses mengungkap kasus penemuan mayat perempuan yang sudah membusuk. Jenazah itu ditemukan di  perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Sei Merah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Senin (24/9) lalu.

MAYAT perempuan tersebut teridentifikasi sebagai Salsabila Aidil Adha (15) warga dusun IX Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjungmorawa. Ia merupakan siswa kelas IX SMK Tunas Karya Batang Kuis.

Polisi juga sudah menangkap tiga orang pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Satu diantaranya adalah pacar korban, Beni warga Desa Sei Merah Kecamatan Tanjungmorawa.

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan membenarkan anggotanya sudah membekuk tiga orang pelaku. Saat ini, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka

Ketiganya masing-masing, Danu (14), Beni (17) serta M (50). Sedangkan pelaku Alex hingga saat ini masih buron.

“Iya otak pelakunya si B (Beni) itu. Jumlah tersangkanya ada tiga orang dan saat ini sudah kita tahan. Korban merupakan S,” kata Eddy, Kamis (27/9).

Dijelaskan kapolres, setelah mendapat informasi temuan mayat korban, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan. Saat itu, sekitar 60 meter dari lokasi temuan mayat ditemukan pakaian-pakaian korban.

Pakaian-pakaian itu kemudian diperlihatkan kepada orangtua korban yang sempat membuat laporan di Polsek Tanjungmorawa. Karena orang tua korban mengakui pakaian tersebut milik anaknya, polisi kemudian melakukan pengembangan.

Setelah menyesuaikan dengan keterangan pihak keluarga korban, selanjutnya polisi mencari tahu siapa orang yang terakhir kali menghubungi korban.

“Setelah kita ketahui, barulah kemudian si B ini kita cari. Karena pengakuannya ada temannya juga yang ikut melakukan barulah kita tangkap si D. Ada satu lagi temannya si A yang saat ini sedang kita kejar,” jelas kapolres.

“Motifnya itu ingin menguasai barang-barang korban seperti kalung, handphone dan sepeda motornya. Untuk lebih jelasnya nanti setelah dilakukan rekonstruksi lah,” sambungnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman menambahkan saat Beni mereka tangkap langsung diketahui siapa saja orang-orang yang terlibat. Disebutnya, banyak petunjuk yang didapat setelah membuka handphone pelaku Beni.

“Jadi waktu mayat korban ditemukan warga si B ini berkomunikasi sama temannya. Dibilang enggak usah panik diam saja jangan ada yang banyak-banyak ngomong nanti salah. Seperti itulah. Si A ini belum kita tangkap karena dia berpindah-pindah,” kata Ruzi.

Kepada polisi, otak pelaku pembunuhan Salsabila mengaku menyesal. Pelaku tak lain merupakan pacar korban, Beni.

Pelaku yang masih pelajar SMK ini sempat membantah kabar kalau ia dan dua orang rekannya ini telah memperkosa korban.

“Memang ada rencana awalnya gitu (untuk memperkosa) tapi rupanya dia (korban) sedang haid. Makanya enggak jadi. Nyesal lah bang,” ujar Beni.

Pelaku mengaku tega membunuh Salsa karena ingin menguasai kalung emas dan ponselnya. Selain itu, ia juga tertarik untuk memiliki sepeda motor Honda Beat yang dibawa Salsa.

“Awalnya aku memang sayang kali sama dia, bukan karena mau menguasai barangnya saja. Kami sama-sama suka nonton keyboard (organ tunggal) makanya kami jadian,” kata Beni.

Beni mengaku membunuh korban dengan cara mencekik leher korban. Saat itu, ia sengaja membawa korban terlebih dahulu ke areal perkebunan kelapa sawit PT Lonsum.

Tak lama, dua temannya Danu dan Alex datang.

“Sempat kuajak dia untuk main (berhubungan) tapi itulah dibilangnya lagi haid. Baru enggak lama kawanku juga datang (tersangka D dan A) ke sawitan. Disitu dia kami bunuh. Hasilnya mau untuk beli sepeda motor rencananya,” kata Beni.

Korban dibunuh pada 2 September sekira pukul 16.00 WIB. Ada empat orang yang terlibat dalam kasus ini. Tiga terlibat dalam kasus pembunuhan dan satu orang terlibat dalam kasus penadahan sepeda motor milik korban.

Seperti ramai diberitakan, warga yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Sei Merah mendadak geger. Mayat perempuan ditemukan sudah membusuk, Senin (24/9).

Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi kepala yang sudah menjadi tengkorak. Taufik merupakan orang yang pertama kali menemukan jenazah korban.(btr/bbs/ala)

Ketua Fraksi Golkar Ditangkap KPK

DITANGKAP: Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut MUhammad Faisal saat ditangkap petugas KPK dari rumahnya di Jalan Asoka, Asam Kumbang, Medan Selayang, Rabu (26/9).(Foto: Sumut Pos)
DITANGKAP: Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut MUhammad Faisal saat ditangkap
petugas KPK dari
rumahnya di Jalan
Asoka, Asam Kumbang, Medan Selayang,
Rabu (26/9).(Foto: Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjemput paksa tersangka penerima suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu (26/9). Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Muhammad Faisal dijemput petugas KPK dari rumahnya di Perumahan Villa Asoka, Asam Kumbang, Medan Selayang karena dua kali mangkir dari pemeriksaan.

SEBANYAK dua mobil petugas KPK datang menjemput Faisal di Komplek Perumahan Villa Asoka Nomor 9 A. Didampingi kepala lingkungan (Kepling) setempat dan petugas kepolisian dari Polsek Sunggal, Faisal menurut saja saat diboyong ke Mapolsek Sunggal.

Mengenakan pakaian kaos berwarna putih, ia digiring ke mobil avanza yang ditumpangi petugas KPK. Tak banyak bicara, Faisal hanya tertunduk. Dari rumah Faisal, petugas KPK membawa beberapa berkas yang dimasukkan ke koper.

Menurut sekuriti komplek perumahan elit itu, petugas KPK datang sekira pukul 10.00 WIB. Mereka langsung menuju ke rumah Faisal. “Ada bersama Polisi juga, ada Kanit Reskrim, Budi sama kepling,” ungkap sekuriti yang tidak ingin namanya dikorankan ini.

Kejadian itu sempat membuat heboh dan menjadi tontonan penghuni komplek perumahan itu. Tapi, lantaran sudah diketahui kepling setempat, tidak ada keributan saat petugas KPK datang. “Ya setahu saya dia orangnya pasaran, kawannya banyak, tapi tadi adem-adem saja. Karena sudah ada kepling dan polisi juga,” ungkapnya.

Setibanya di Mapolsek Sunggal, Faisal langsung dibawa naik ke lantai dua. Penyidik KPK langsung mengamankannya untuk dimintai keterangan. Awak media yang hendak mengambil gambar langsung dihadang oleh penyidik KPK yang tidak diketahui identitasnya. “Sudah-sudah keluar, bang. Jangan difoto-foto. Tolong keluar semuanya,” ungkap petugas tersebut sembari menutup pintu ruangan.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak yang dikonfirmasi mengatakan, mereka hanya menyediakan tempat sesuai permintaan dari KPK. “Iya tadi kami cuma mengawal, terus dibawa ke sini. Mereka minta pinjam tempat ya kita berikan,” katanya.

Ia sendiri mengaku tidak diberikan kesempatan bertanya, apalagi mengambil gambar ketika Faisal diperiksa di dalam ruangan. “Biasanya kan gitu KPK ini, jangan kan wartawan, kami saja tidak diperbolehkan mengambil gambar, apalagi tanya-tanya,” ungkapnya.

Sekira lima jam diperiksa di Mapolsek Sunggal, atau sekira pukul 14.50 WIB, dua unit mobil petugas KPK yang sebelumnya terparkir di halaman Mapolsek Sunggal, kemudian keluar dengan memboyong Faisal. Tidak diketahui kemana mereka akan pergi. Tak ada yang bisa dimintai keterangan soal kemana petugas KPK membawa Faisal. Tapi kemungkinan, Faisal langsung diboyong ke Gedung KPK di Jakarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi mengakui, Faisal langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di KPK, kemarin sore. Menurut Febri, penangkapan dilakukan karena Faisal tidak kooperatif terhadap panggilan yang mereka layangkan. Dari tiga kali pemanggilan yang mereka lakukan, Faisal hanya menghadirinya 1 kali yakni pada 16 Juli 2018. “Tanggal 7 dan 24 September 2018 tidak hadir,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, kata Febri, KPK sudah memperingatkan kepada para tersangka agar kooperatif demi menjalani proses penyelidikan untuk datang ke kantor KPK. “Jemput paksa ini menjadi pelajaran agar para tersangka memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Muhammad Faisal bersama tiga tersangka lainnya yakni Washington Pane, Syafrida Fitri, dan Arifin Nainggolan sempat melakukan perlawanan kepada KPK dengan melakukan praperadilan di Pengadilan Negeri Medan. Dalam permohonan praperadilan itu, Faisal mengungkapkan, penetapan tersangka oleh KPK kepada dirinya merupakan rekayasa. Selain itu, Faisal meminta kepada majelis agar proses penyidikan terhadap dirinya diberhentikan dan batal demi hukum.

Namun hakim tunggal yang memimpin praperadilan itu Erintuah Damanik, menolak permohonan para tersangka. “Menyatakan Pengadilan Negeri Medan tidak berwenang mengadili perkara Praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi,” tandas Erintuah Damanik.

Ketua PKPI Desak Ketua Dewan Lakukan PAW

JELASKAN: Ketua DPK PKPI Kota Tebingtinggi Paulus Rido Darma Naibaho didampingi Ketua Bidang Politik dan HAM memberikan penjelasannya terkait lambatnya proses PAW( Foto : Sumut Pos)
JELASKAN: Ketua DPK PKPI Kota Tebingtinggi Paulus Rido Darma Naibaho didampingi Ketua Bidang Politik dan HAM memberikan penjelasannya terkait lambatnya proses PAW( Foto : Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Proses Pengganti Antar Waktu (PAW) terhadap dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kota Tebingtinggi yang pindah partai politik dinilai lambat. Dampak lambatnya  melakukan PAW terhadap dua mantan kader PKPI, Edi Saputra pindah ke Partai Gerinda dan Samsul Bahri pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) akan berpengaruh kepada kinerja organisasi partai.

Ketua DPK PKPI Kota Tebingtinggi, Paulus Rido Darma Naibaho didampingi Ketua Bidang Politik dan HAM, Omrin Silalahi mengatakan bahwa dua kader PKPI Tebingtinggi yang pindah partai untuk kembali pencalegkan Pemilihan Umum tahun 2019 itu sudah membuat surat penguduran diri sebagai kader PKPI Tebintinggi. Surat pengunduran diri mereka ditandau di atas meterai pada tanggal 28 Juli 2018. Atas pengunduran diri anggota DPRD tersebut, pihak Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI langsung menerbitkan surat Nomor : 105/KEP/DPN PKP IND/VIII/2018 atas nama Edi Saputra berikut Nomor : 106/KEP/DPN PKP IND/VIII/2018 atas nama Syamsul Bahri pada 21 Agustus 2018.

“Dengan terbitnya keputusan DPN PKPI terhadap kedua anggota DPRD Tebingtinggi atas dasar mencalonkan diri menjadi caleg dari partai lain dan sebelumnya merupakan anggota DPRD dari PKPI, maka untuk mengisi kekosongan anggota DPRD Tebingtinggi dari PKPI, maka DPK PKPI Tebingtinggi melayangkan surat perihal PAW pada 29 Agustus 2018 yang di tandatangani Ketua Umum, Diaz Faisal Malik Hendropriyono dan Sekjen beserta surat DPK PKPI tentang surat usulan PAW pada 3 September 2018,” urai Ridho, Rabu (26/9)

Menurutnya, dengan adanya surat pengusulan PAW tersebut pihak pimpinan DPRD Tebingtinggi belum melaksanakan sidang paripurna tanpa alasan jelas.

Kata Ridho, padahal PKPI tidak terjadi silang sengketa terhadap kedua anggota DPRD Kota Tebingtinggi yang telah kembali mencalonkan diri menjadi caleg PAN dan Partai Gerindra.

“Jadi apa yang salah administrasi dari PKPI, sehingga proses PAW tidak dilaksanakan. Apabila hal ini ditanyakan pada pihak sekwan, jawabannya selalu, silahkan tanya langsung pada ketua DPRD, karena pihak sekretariat hanya menerima berkas dan selanjutnya yang memproses adalah Ketua DPRD,” jelas Paulus.

Sebelumnya Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Muhammad Yuridho Chap mengatakan bahw PAW terhadap anggota DPRD dari partai PKPI atas nama Syamsul Bahri dan Edi Saputra masih menunggu keputusan hukum tetap. Artinya, keputusan hukum yang berkekuatan tetap, karena kawan kawan dari PKPl saat ini sedang menggugat.

Sementara Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM PKPI Kota Tebingtinggi, Omryn Silalahi mengatakan di tubuh PKPI tidak terjadi silang sengketa terhadap kedua anggota DPRD yang telah mengundurkan diri dari anggota DPRD maupun PKPI dengan dasar menjadi caleg dari PAN maupun Gerindra.

“Terkait adanya pihak yang mengaku berhak menjadi pelaksana PAW dari PKPI, silahkan pihak legislatif langsung menanyakan pada KPU maupun Kesbang Linmas Kota TebingtinggI bahwa PKPI yang legal dan diakui Kemenkunham maupun yang illegal. Jadi tidak beralasan Ketua DPRD mencari alasan yang tidak tepat untuk memperlambat proses PAW terhadap kedua anggota DPRD dari PKPI yang telah menjadi DCT di PAN maupun Gerindra,” jelasnya.

Pemerhati politik di Kota Tebingtinggi, Taufik Pardamean Sipayung mengatakan terkait dengan lambannya proses PAW yang dilakukan lembaga Legislatif Kota Tebingtinggi menyatakan bahwa PKPI berhak meminta pada Ketua DPRD untuk sesegera mungkin lakukan PAW terhadap kedua anggota DPRD yang sebelumnya merupakan perwakilan PKPI di DPRD Tebingtinggi. (ian/azw)