Home Blog Page 5935

Pengkajian Bisa ke Kanal

Kanal
Kanal

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan kembali mengkaji dan mengevaluasi semua teknis pengendali banjir di Kota Medan, termasuk kanal di daerah Titi Kuning. Tim terpadu pengkajian banjir diberi waktu selama dua minggu ke depan.

“Tim dikoordinir Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II dan Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provsu. Jadi sejak habis rapat kemarin (Senin, Red), dikasih waktu 2 minggu,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provsu, Riadil Akhir Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (20/9).

Memang, kata Riadil, waktu pertemuan kemarin, secara eksplisit, penanganan banjir Kota Medan tidak ada membahas soal optimalisasi kanal. Namun bila memang nantinya pengkajian dari tim terpadu ada mengarah ke kanal, dimungkinkan agar optimalisasi terhadap kanal yang ada tersebut. “Itu nanti yang dikaji ulang dan dievaluasi kembali. Makanya dilibatkan para tenaga ahli banjir, akademisi dan unsur sipil,” katanya.

Berdasarkan pertemuan kemarin pula, lanjutnya, ada disinggung salah satu solusi pengendalian banjir di Kota Medan dan sekitarnya melalui optimalisasi kanal Sungai Deli-sungai Percut.

Di samping itu juga, pembangunan atau normalisasi Sungai Kera, Sungai Badera, Babura, Percut, Belawan, dan Sungai Serdang Hiur yang berfungsi sebagai drainase primer, serta rencana pembangunan Bendungan Lau Simeme.

“Sebenarnya, secara prinsip, proses normalisasi ini bertujuan untuk mengalihkan kapasitas banjir dari sungai Deli ke sungai Percut dengan membangun kanal di Titi Kuning dengan kapasitas banjir 25 tahunan yang dilaksanakan pada 2008,” terangnya.

Riadil Ia melanjutkan, untuk pembangunan Bendungan Lau Simeme pada 2015, di mana dimulai dari pembebasan tanah dengan tujuan utama menambah kapasitas banjir Kota Medan 40 tahunan, untuk pembangkit listrik 2,5 MW, air baku 3.000 L/detik dan wisata.

“Saat ini pembebasan tanah belum selesai, tapi terkait pemindahan penduduk untuk APL sudah disetujui Kementerian Lingkungan Hidup. Dan Kota Medan telah melaksanakan revitalisasi drainase dihampir seluruh wilayah Kota Medan melalui dana dari Prancis,” katanya.

Solusi lain atas pengendalian banjir Kota Medan, lanjut mantan Kepala Bappeda Sumut, melalui langkah identifikasi semua sungai penyebab banjir dengan melibatkan tenaga ahli banjir, pendampingan TNI/Polri dan sipil secara teknokratik dan partisipatif.

Selanjutnya, pemetaan semua hulu dan hilir sungai-sungai yang mengancam kehidupan perekonomian masyarakat, permukiman perumahan, infrastruktur dan bangunan.

“Lalu akan dilakukan pemetaan dan pengecekan lahan-lahan kritis (hutan) pada DAS normalisasi sungai (pendalaman, pelebaran, penanaman pohon), penanganan teknis outlet-outlet pengendali banjir sungai, dan penataan kembali tata ruang sempadan sungai,” katanya.

Pemprovsu juga ikut mendorong peraturan daerah yang mengatur perlunya sumur resapan atau bak penampung air pada setiap rumah tangga dan bangunan.

Kemudian, pengalokasian anggaran prioritas pengendalian banjir pada masing-masing wilayah kabupaten/kota, mengusulkan anggaran ke Kementerian PUPR yang menjadi kewenangan pusat, dan mengantisipasi dampak banjir bagi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan selama bencana.

“Seperti ketersediaan air minum, evakuasi dan penanganan darurat. Selain itu, secara kelembagaan segera aktifkan fungsi forum DAS Deli dan forum DAS Sumut, serta mendetailkan dan memberdayakan fungsi kelembagaan perkotaan Mebidangro sesuai Pergubsu No.5/2016,” pungkasnya.

Orangtua Minta SPM Jangan Dihapus

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos BERSAMA: Direktur Polmed, Syahruddin foto bersama BEM Polmed.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
BERSAMA: Direktur Polmed, Syahruddin foto bersama BEM Polmed.

SUMUTPOS.CO – Orangtua siswa dan alunmi menyayangkan kebijakan Inspektorat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menghapuskan dana sumbangan peningkatan mutu (SPM). Para orangtua dan alumni menilai, penghapusan SPM selain berdampak terhadap peningkatan Akreditasi Politeknik Negeri Medan (Polmed) juga terhadap kegiatan peningkatan mutu di kampus.

Hal ini disampaikan Direktur Polmed M Syahruddin saat menerima audiensi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi kemahasiswaan lainnya dan ratusan mahasiswa di Lantai 5 Gedung Z Polmed, Kamis (20/9) siang.

Dengan itu, keterbatasan dana SPM, muncul inisiatif para orangtua untuk menggalang dana agar anaknya kembali mengikuti kegiatan di kampus. Salah satunya mengadakan kegiatan pembentukan karakter mahasiswa bekerja sama Rindam I/Bukit Barisan.

“Banyak para orangtua yang dulu pernah menimba ilmu di Polmed berkeinginan agar anaknya kembali kuliah di kampus ini. Mereka mengetahui bahwa dana SPM sudah dihapuskan. Nah, timbullah ide para orangtua untuk menggalang dana agar masa depan anaknya di kampus lebih terjamin dengan berbagai kegiatan yang kita adakan,” jelas Syahruddin.

Diingatkannya, bahwa Keputusan penggalangan dana SPM dicetuskan dalam rapat pleno bersama para senat pada Maret 2016 silam. Dalam rapat itu diputuskan dibuat SK agar setiap mahasiswa membayar dana SPM senilai Rp 4juta. Pada sesi diskusi, Ketua BEM Polmed Raja Siregar mempertanyakan pengutipan dana SPM ini yang sebelumnya sudah bergulir sejak tahun 2017. Sebab, mahasiswa stambuk 2015 ini menyebut, dirinya sudah membayar uang senilai Rp2 juta.

Menjawab pertanyaan itu, Syahruddin mengatakan, dahulunya dana pengutipan bernama bantuan orangtua siswa (BOM) dan memang benar senilai Rp2 jIuta.

“Namanya bukan SPM, tapi bantuan orangtua mahasiswa atau BOM sebesar Rp2 juta. Kedua dana ini, BOM dan saat ini bernama SPM, menggunakan satu rekening yang sama yang kegunaannya untuk digunakan ke Rindam dan kegiatan di kampus. Tujuannya, untuk sumbangan peningkatan mutu dan juga meningkatkan akreditas kampus,” ucapnya.

Ia menjelaskan meningkatnya kualitas mahasiswa atas peningkatan karakter mahasiswa ini menurut Syahruddin memberi sumbangsih besar dalam memudahkan peningkatan akreditasi mereka. Saat ini, dari 17 program study yang ada seluruhnya sudah berakreditasi A dan B. Secara institusi Polmed sendiri saat ini sudah memiliki akreditasi B.

“Kalau akreditasi kita sudah B itu ikut memudahkan alumni melamar CPNS. Karena kalau akreditasinya C itu tidak diterima, bahkan diperusahaan-perusahaan juga akan sulit mereka diterima,” tutur Syafruddin.

Akan tetapi peningkatan kualitas ini menurutnya tidak membuat mereka terbebas dari berbagai tudingan pungli. Alhasil, pihak inspektorat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan audit kepada mereka dan memerintahkan penghentian SPM tersebut. Meski tidak ditemukan adanya pelanggaran, namun pihak inspektorat memerintahkan agar hal itu dihentikan.

“Kami patuhi, namun ini akan berimplikasi pada penghentian berbagai upaya peningkatan mutu yang bersumber dari dana SPM tersebut. Kami tidak dapat berbuat banyak, karena disisi lain Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang harusnya menjadi hak mahasiswa juga tidak kami terima dari negara sesuai jumlah yang dibutuhkan,” katanya.

Polmed menurut Syahruddin akan tetap berupaya untuk menjaga proses pendidikan tetap berjalan meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada. Mereka memastikan seluruh upaya peningkatan mutu akan kembali berjalan tanpa adanya SPM dengan catatan bantuan operasional Perguruan tinggi negeri (BOPTN) dapat mereka terima dari pemerintah sesuai kebutuhan mahasiswa.

Pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan itu, para mahasiswa terlihat semangat memberikan masukan dan pertanyaan kepada pimpinan lembaga yang juga dihadiri Wakil Direktur I Bidang Akademik Nursiah, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Abdul Rahman, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Nisfan Bahri, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Berta Br Ginting, dan beberapa pejabat Polmed lainnya.

Usai pertemuan, pengurus BEM dan mahasiswa lainnya menyempatkan berfoto bersama sebagai bagian melengkapi pertemuan yang dilakukan. (gus/azw)

Sikat Habis Preman dan Tuntaskan Kemacetan, Kapoldasu Beri Mata Kuliah Umum di UMSU

solideo/Sumut Pos Kapoldasu Irjen Pol AgusAndrianto
solideo/Sumut Pos
Kapoldasu Irjen Pol AgusAndrianto

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Drs Agus Andrianto menyatakan akan ‘sikat’ habis preman di Kota Medan. Selain itu, 100 hari program kerja Agus menjabat sebagai orang nomor satu Polda Sumut akan menuntaskan kemacetan dan kesemrawutan di ibu kota Provinsi Sumut ini.

Hal ini, diungkapkan Agus saat memberikan kuliah umum kepada 3.800 mahasiswa baru dalam acara masa taaruf/masta (perkenalan) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Selasa (19/9) kemarin.

“Saya tidak ingin UMSU ‘dipalak’ preman. Kemacetan dan kesemrawutan selama ini terjadi menggambarkan kota ini seperti tidak punya negara melainkan dikuasai kelompok tertentu yang ingin meraup keuntungan sendiri,” kata mantan Waka Poldasu itu.

Medan, Kepala Polisi Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Agus Andrianto memberikan kuliah umum kepada 3.800 mahasiswa baru dalam acara masa taaruf/Masta (perkenalan) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Selasa (19/9).

Kapoldasu yang hadir didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto, mengimbau kepada mahasiswa UMSU untuk mahasiswa untuk cerdas menggunakan media sosial dan menghindari penyebarluasan informasi yang dapat memecah belah bangsa.

“Saya bangga menjadi keluarga besar UMSU, apalagi setelah saya menjadi mahasiswa tingkat Pasca (Strata 2) di UMSU mengambil Ilmu Hukum, saya mendapat amanah menjadi Kapoldasu Sumut,” ucap Jendral Berbintang Dua itu.

Agus mengajak mahasiswa baru agar menjadi yang lebih baik dari generasi yang lalu. UMSU adalah perguruan tinggi yang terpercaya dalam mengelola pendidikan. Sebagai perguruan tinggi yang Islami, maka mahasiswa harus menjadi Islam yang rahmatan lil alamin yakni orang yang memberikan kemaslahatan untuk seluruh alam ini.

“Saya sudah dua kali memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru. Yang pertama tahun 2017/2018 hadir di UMSU sebagai Wakapoldasu,” tandasnya.

Sementara Rektor UMSU Dr Agussani MAP mengatakan kerja sama UMSU dan Poldasu sudah terjalin lama terutama dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto. Kehadiran Kapoldasu ini adalah kali kedua pada acara yang sama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapoldasu telah menjadi keluarga besar UMSU,” tutur Agussani.

Rektor Dr Agussani mengatakan, Masta IMM adalah rangkaian dari empat hari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKM). Mahasiswa sangat beruntung mendapat motivasi dan bimbingan dari Gubsu H Edy Rahmayadi dan Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto.

Diharapkan dari Masta IMM ini lahir kader IMM yang berbudaya akademik sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif untuk masyarakat.

Rektor Dr Agussani menilai IMM pada tiga tahun terakhir ini tidak bisa diragukan lagi kiprahnya. Tentu keberadaan IMM selama ini, lanjutnya, turut mendukung suasana kampus yang kondusif sehingga turut berkontribusi menjadikan UMSU menjadi PTS yang meraih ranking I terbaik di Sumatera Utara.

“Untuk itu saya mengajak IMM untuk sama-sama mengelola universitas ini sesuai ranah kepemimpinan masing-masing,” sebut Agussani.

Selain itu, IMM harus memberi contoh yang baik agar mendapat simpatik mahasiswa secara luas.

Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo mengajak mahasiswa peserta Masta IMM untuk terus meningkatkan literasi sehingga generasi muda dapat diharapkan menjadi pemimpin bangsa masa depan.

Di akhir acara, Rektor UMSU dan Kapoldasu turut menyematkan selempang Masta IMM kepada perwakilan mahasiswa baru, disusul saling tukar cenderamata antara UMSU dan Poldasu.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Rektor (WR) I Dr Muhammad Arifin Gultom, WR II Akrim MPd, WR III Dr Rudianto MSi, serta pimpinan fakultas, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution. (gus/azw)

Bidan Harus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

solideo/Sumut Pos WISUDA: Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang menghadiri wisuda.
solideo/Sumut Pos
WISUDA: Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang menghadiri wisuda.

BERASTAGI,SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang menghadiri wisuda ahli Madya Kebidanan Mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, angkatan XVII yang diselenggrakan di Sibayak Hotel, Berastagi, Rabu (19/9).

Direktur Akbid Pemkab Karo Siang br Tarigan SPd SKep MKes menjelaskan Mahasiswa Ahli Madya Kebidanan yang diwisuda berjumlah 41 orang, dengan IP tertinggi peringkat I diraih oleh Bethesda Fatria Sidabutar dengan IP 3,57 (cumlaude). Selanjutnya peringkat II diraih Basaria Elisabeth Simaremare dengan IP 3,56 (cumlaude) dan peringkat III diraih oleh Mutiaranta br Ginting dengan IP 3,50 (sangat memuaskan).

Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang dalam sambutannya mengatakan, prioritas utama pembangunan kesehatan dalam pencapaian Milenium Development Goals (MDGs) yakni untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan serius memberi perhatian terhadap pencapaian tujuan MDGs,ungkap Wakil Bupati Karo mengawali sambutannya.

Cory juga mengatakan agar para lulusan Akademi Kebidanan menimba ilmu lagi sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualiatas khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Selamat atas wisuda ahli madya kebidanan, selamat bertugas di tengah masyarakat dan jadilah pioneer dalam membangun kesehatan menuju program Indonesia sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di Tanah Karo Simalem ini,” ungakapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten II Jernih Tarigan SH, Kadis PPPA dr Hartawaty, Sekretaris DPRD Petrus Ginting, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kajur Kesehatan Lingkungan Poltekes Medan, Kabag Humas Protokol Drs Djoko Sujarwanto, Ikatan Bidan Indonesia, rohaniwaan dan para orangtua/keluarga wisudawati. (deo/azw)

Nerre Akui Kualitas Lawan, Timnas Putri U-16 Dibantai Australia

pssi LUMBUNG: Timnas putri U-16 jadi lumbung gol Australia.
pssi
LUMBUNG: Timnas putri U-16 jadi lumbung gol Australia.

SUMUTPOS.CO – Timnas Putri Indonesia U-16 harus mendapati kenyataan kalah telak 0-11 saat menghadapi Australia, Rabu (19/9). Pelatih Rully Nere mengungkapkan timnya mendapat pelajaran berharga dalam laga tersebut.

Indonesia benar-benar tak berdaya menghadapi Australia. Padahal, dalam dua laga perdana Kualifikasi AFC Womens U-16 Championship 2019, Timnas Putri Indonesia meraih hasil gemilang. Bertanding di Stadion Dolen Omurzakov, Kyrgyzstan, gawang Timnas Putri Indonesia U-16 digelontor 11 gol.

Kekalahan itu membuat Garuda Pertiwi Muda harus turun ke posisi runner-up dengan enam poin hasil dari tiga pertandingan. Indonesia mencetak enam gol, tapi gawang mereka kebobolan 13 gol.

Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan diakui timnya kalah kelas dibanding Australia. Meski begitu, dia tetap mengapresiasi anak asuhnya yang telah bertanding maksimal.

mi mengakui kualitas permainan Australia di atas kami. Kami juga ada kendala pemain cedera saat awal pertandingan. Kami minta maaf. Selanjutnya kami akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan atas Taiwan. Peluang lolos masih ada,” sebut Rully Nere seperti dilansir laman resmi PSSI.

Garuda Pertiwi Muda sendiri memang masih memiliki peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi. Itu dengan mengambil jatah sebagai dua tim dengan peringkat kedua terbaik. Timnas Putri Indonesia U-16 menyisakan satu pertandingan lagi yakni melawan Taiwan, Jumat (21/9). (epr/jpc/don)

Wajib Tiga Poin, PSMS v PERSELA

DIPERHITUNGKAN: Shohei Matsunaga pemain yang paling diperhitungkan pelatih Persela Aji Santoso di laga sore nanti di Stadion Teladan.
DIPERHITUNGKAN: Shohei Matsunaga pemain yang paling diperhitungkan pelatih Persela Aji Santoso di laga sore nanti di Stadion Teladan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Hanya tersisa enam laga kandang lagi bagi PSMS di Liga 1. Keenam laga kandang itu menjadi kesempatan terbesar untuk meraih tiga poin. Kini, PSMS harus menjaga  kehormatannya di Stadion Teladan Medan dari ancaman Persela Lamongan, Jumat (21/9) sore Sudah lama PSMS tidak merasakan kemenangan. Terakhir kali PSMS meraih kemenangan saat bersua PSM Makassar di akhir putaran pertama, Juli lalu. Selebihnya, PSMS kalah tiga kali dan imbang dua kali.

Termasuk kalah dua kali di pertandingan kandang kontra Bali United dan PSIS Semarang.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan, PSMS sudah menemukan lagi kepercayaan dirinya pasca kalah di kandang. Modal satu poin di kandang Perseru berdampak besar untuk tim. “Mereka (PSMS) harus percaya diri, karena Persela merupakan lawan yang tidak mudah,” ujar Peter, Kamis (20/9).

Tiga poin memang tak bisa ditawar agar PSMS tak semakin terpuruk di papan bawah. Meskipun kemenangan atas Persela belum mampu mengangkat PSMS dari dasar klasemen, namun setidaknya mereka bisa menyamai koleksi poin PSIS yang unggul head to head atas PSMS.

Sayangnya skuad PSMS tak komplet. Setelah beberapa laga terakhir tanpa Firza Andika yang dipanggil Timnas U-19 untuk persiapan Piala Asia U-19, penggantinya Gusti Sandria juga harus absen karena akumulasi. Reinaldo Lobo juga absen di posisi stoper. “Kami harus main kolektif saya yakin kita bisa jadi lebih baik,” ucapnya.

Kendati diakuinya cukup sulit untuk bisa keluar dari zona degradasi, dia masih yakin dengan semangat yang ditunjukkan pemainnya. “Ada enam pertandingan yang sudah dimainkan pasca saya bergabung. Saya tahu kualitas kita kerja. Performa pemain naik, begitu pula kepercayaan diri mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, bek PSMS yang akan diturunkan mengganti Lobo, Rony Fatahillah siap menjalankan instruksi pelatih saat menghadapi Persela. “Apa yang diinstruksikan pelatih, misalnya ada penjagaan khusus, saya jag. Kalau tidak ada, kita maksimalkan kerja sama tim,” ucapnya.

Felipe Martins masih diandalkan untuk bisa mencetak gol perdananya di Liga 1. Felipe didampingi Frets Butuan dan Rachmat Hidayat yang sudah kembali dari akumulasi kartu. Sementara itu Shohei Matsunaga juga diharapkan bisa on fire menghadapi mantan klubnya.

Pelatih Persela, Aji Santoso juga menilai kehadiran Matsunaga bisa menjadi ancaman bagi timnya. Apalagi gelandang asal Jepang itu membawa perubahan besar di tubuh PSMS Medan. “Ketika melawan PSIS, Matsunaga cukup impresif, mencetak dua gol, cukup bagus. Selama membela PSMS ada big influence (pengaruh besar) terhadap tim ini,” ungkap Aji.

Persela tak mau menganggap remeh PSMS yang sudah lama tak merasakan kemenangan kandang. Laskar Joko Tingkir juga hanya mencoba mencuri satu poin. “Menurut saya, tugas yang tidak mudah menghadapi PSMS. Perbedaan klasemen bukan jaminan dapat poin dengan mudah. Kita tahu PSMS di papan bawah, bagi kami perlu perjuangan keras. Satu poin saja sudah bagus, syukur-syukur tiga,” ucapnya.

“Gol (gol pertama PSIS) pun ada unsur lucky. Dalam sepakbola itu ada unsur lucky walau kecil bisa menentukan. Dan gol itu tercipta dari tendangan corner (sudut). Gol tercipta itu bukan proses open play, tapi bola mati,” katanya.

Belum lagi kata dia, hasil imbang 1-1 PSMS saat laga tandang menghadapi Perseru Serui, Minggu (16/9) lalu juga merupakan modal positif bagi tim besutan Peter Butler tersebut. “Apalagi sebelumnya, PSMS main cukup positif, bisa menahan imbang Perseru 1-1, paling tidak ini bisa meningkatkan mental dari pemain PSMS,” ucapnya lagi.

“Selama ini Lobo merupakan pilar pemain belakang. Dia bisa build-up, dia juga kuat duel bola atas, bola bawah. Saya dapat informasi Lobo tidak bisa main. Paling tidak kami akan mencoba bisa memanfaatkan situasi ini, walaupun di tim kami, Atayev (Ahmet Atayev), gelandang andalan saya tidak bisa main. Besok pertandingan saya akan berusaha maksimal,” ucapnya.

Ahmad Birrul Walidain, pemain Persela yang mendampingi Aji mengatakan, perlu kerja keras untuk menghadapi PSMS Medan. “Kami siap menghadapi PSMS Medan, kami akan kerja keras,” ucapnya.(don)

Memulai Mimpi, iran U-16 v Indonesia u-16

doni hermawan/sumut pos START: Kapten Timnas U-16 asal Medan, David Maulana siap memimpin timnya hadapi Iran.
doni hermawan/sumut pos
START: Kapten Timnas U-16 asal Medan, David Maulana siap memimpin timnya hadapi Iran.

SUMUTPOS.CO – Timnas U-16 akan segera mengawali perjuangan besar mereka di Piala Asia U-16 2018. Iran yang akan jadi lawan pertama tim Garuda Asia punya keunggulan postur tubuh. Namun, pelatih Fakhri Husaini sudah menyiapkan antisipasi. Fakhri mengakui telah mengantongi kekuatan dan kelemahan calon lawan skuad asuhannya.

Laga lawan Iran ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Jumat (21/9) besok. Sebuah laga pembuka yang pasti tidak mudah bagi Bagas Kahfa dan kolega. Namun, bukan tidak mungkin bisa meraih hasil positif.

Memang, selama ini David Maulana dkk belum pernah bertemu Iran. Karena itu Fakhri menekankan, bahwa timnya harus mewaspadai keunggulan postur lawan. Sebab, dari hasil pengamatannya, secara individu tidak ada pemain Iran yang harus mendapat perhatian khusus dari pelatih asal Aceh itu.

”Mereka (Iran) punya postur yang lebih tinggi dari kita,” kata Fakhri saat ditemui Jawa Pos di sela sesi latihan di Lapangan UM B, Kuala Lumpur, Rabu (19/9). ”Saya yakin mereka akan memanfaatkan keunggulan itu (postur, Red). Mereka tidak ada yang menonjol. Mereka bermain layaknya sebuah tim.”

Mantan gelandang Timnas Indonesia ini pun sudah mengantisipasi keunggulan lawan tersebut. Dalam sesi latihan kemarin, Fakhri lebih banyak menerapkan materi bertahan dan upaya yang harus dilakukan ketika kehilangan bola.

Fakhri menyadari, kalau Iran punya pengalaman dan reputasi yang lebih bagus di ajang Piala Asia. Iran adalah runner up di Piala Asia edisi sebelumnya.

Namun, bukan berarti Timnas kalah kelas. Untuk mengimbangi kekuatan Iran, Fakhri sudah mengantisipasinya dengan menjajal kekuatan Oman di laga uji coba pada 12 September lalu.

Nah, pada uji coba tersebut, tim Garuda Asia berhasil menahan imbang Oman dengan skor 3-3. Meski tidak 100 persen merepresentasikan kekuatan Iran, setidaknya Sutan Zico dan kawan-kawan punya gambaran saat menghadapi tim dengan tipikal yang sama.

”Paling tidak kami tahu cara main mereka, determinasi mereka, termasuk provokasi-provokasi yang mereka lakukan,” jelas Fakhri.

Parlindungan Pimpin KONI Tebingtinggi 2018-2022

Sopian/Sumut Pos BERSAMA: Ketua terpilih KONI Kota Tebingtinggi, Parlindungan SE berfoto bersama unsur pengurus KONI Sumatera Utara usai pemilihan suara.
Sopian/Sumut Pos
BERSAMA: Ketua terpilih KONI Kota Tebingtinggi, Parlindungan SE berfoto bersama unsur pengurus KONI Sumatera Utara usai pemilihan suara.

Parlindungan SE terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tebingtinggi periode 2018-2022 pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) di Hotel Amanda Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (20/9). Parlindungan menggantikan H Muhammad Daniel Sutan yang sebelumnya sudah memimpin KONI Tebingtinggi selama dua periode.

Parlindungan SE meraih 17 suara, mengalahkan Chaidir Candra dengan perolehan suara 4 dari Pengurus cabang olahraga yang aktif. Musorkot tersebut merupakan lanjutkan dari Musorkot Koni Tebingtinggi sebulan yang lalu, dimana sebelumnya Pengcab tetap memilih H Muhammad Daniel Sutan untuk melanjutkan Koni Tebingtinggi. Namun Daniel mengundurkan diri.

“Jalannya sebuah organisasi ibarat seperti arloji, meski jarum jam dan menit penunjuk waktu yang tampil didepan, tapi kalau satu saja per atau komponen lainnya rusak maka arloji tersebut akan mati dan tidak berfungsi, saya berharap organisasi KONI Tebingtinggi berjalan seperti arloji, tetap jaga sportivitas, jaga kekompakan dan silaturahmi baik diantara sesama pengurus juga dengan pelatih dan para atlet, anggaplah atlit seperti anak kita sendiri,”pesannya.

Sementara ketua terpilih, Parlindungan SE yang akrab dipanggil Koko mengucapkan terimakasih kepada para pengurus cabang olahraga yang telah mengamanahkan jalannya organisasi KONI Tebingtinggi kepada dirinya. “Terima Kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, saya juga berharap dukungan dan kerjasama dari kita semua,” katanya.

Turut hadir Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Provsu H Sakiruddin SE, Kabid Organisasi Muhammad Syahrir dan Kabid Humas Monang Panggabean. (ian/don)

Muhammadiyah Dukung Parpol Gerakkan Dakwah

IST SILATURAHIM: Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia didampingi pengurus berfoto bersama dengan pengurus PW Muhammadiyah Sumut usai bersilaturahmi di Kantor PW Muhammadiyah Jl. SM. Raja Medan, Selasa (18/9) malam.
IST
SILATURAHIM: Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia didampingi pengurus berfoto bersama dengan pengurus PW Muhammadiyah Sumut usai bersilaturahmi di Kantor PW Muhammadiyah Jl. SM. Raja Medan, Selasa (18/9) malam.

SUMUTPOS.CO – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara mendukung DPD Partai Golkar Sumut jika ikut mendukung dalam menjalankan gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Demikian terungkap dari silaturahim pengurus Partai Golkar Sumut ke kantor PW Muhammadiyah Sumut, di Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (18/9) malam. Pengurus Golkar yang dikomandoi Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tandjung, diterima langsung Ketua Muhammadiyah Sumut, H Hasyimsyah Nasution, Wakil Ketua H Kamal Basri Siregar, Abdul Hakim Siagian dan Sekretaris Irwan Syahputra.

Hasyim mengucapkan terima kasih kepada pengurus Golkar yang sudah mau meluangkan waktu untuk bersilaturahmi ke kantor mereka. Kata dia, sejatinya Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan itu bukan semata-mata menyeru kebaikan dan mencegah yang munkar.

Kata dia, gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar tersebut mengandung tiga hal yakni liberasi, humanisasi dan transendensi. Dia menjelaskan membebaskan manusia dari ketertindasan, dalam arti kebodohan, penyakit, kelompok rentan, serta tentunya kemiskinan merupakan suatu hal yang mendasari gerakan dari Muhammadiyah, dan hal itu yang disebut liberasi.

“Seperti halnya pada saat KH Ahmad Dahlan mendirikan rumah sakit untuk membantu umat dalam pelayanan kesehatan. Karena pada saat itu kebanyakan umat tidak memiliki keuangan yang cukup untuk berobat di rumah sakit yang dikelola oleh Belanda. Ini merupakan salah satu penindasan. Oleh sebab itulah KH. Dahlan mendirikan rumah sakit, dan itu merupakan gagasan yang keluar dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” paparnya.

Kemudian humanisasi ujar dia dapat diartikan memanusiakan manusia. Maknanya lebih luas dan universal Atau. “Dan yang terakhir adalah transendensi yang memiliki artian membawa manusia pada keimanan dan kesalehan,” pungkasnya.

Ahmad Doli sangat berterima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah yang sudah mau menerima kunjungan mereka. Katanya, banyak kader Golkar yang juga kader Muhammadiyah dan organisasi keislaman lainnya. “Itu menandakan bahwa Golkar sangat dekat dengan umat Islam dan Golkar adalah partainya umat,” katanya.

Ia mengatakan, di masa kepengurusannya sebagai Plt ketua, dirinya ingin membenahi Golkar agar ke depan tidak lagi mempunyai jarak yang terlampau jauh dari masyarakat. “Golkar dilahirkan oleh rahimnya rakyat, dan Golkar dididirikan oleh para ulama. Oleh sebab itu, rakyat dan ulama harus bersama-sama dengan Golkar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Polisi Jangan Tutup Mata

diskotik new zone
diskotek new zone

SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan tewas over dosis (OD) yang menimpa Dinar Dela Silalahi (30) di Diskotek New Zone belum lekang dari ingatan. Namun, polisi agaknya ogah menyelidiki kasus ini. Ada apa?

ITU terlihat saat Sumut Pos coba menanyakan hasil otopsi korban kepada Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani. “Oh kasusnya bukan kita lagi yang menangani. Sudah diambil alih Polrestabes Medan,” elaknya, kemarin (20/9).

“Coba ditanyakan ke Satres Narkoba, mereka yang menangani sekarang,” katanya.

Namun saat dihubungi, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Priambodo tidak bersedia menjawab telepon genggamnya.Pesan singkat yang dilayangkan berisi pertanyaan hasil otopsi korban, juga berbalas. Menyikapi hal itu, Ketua Gerakan Anti Narkotika Sumatera Utara (Granat Sumut), Hamdani Harahap meminta agar polisi tidak tutup mata.

“(Polisi) jangan tutup mata lah. Buka ke masyarakat apa penyebab kematiannya. Jangan sampai masyarakat tak percaya kepada polisi,” tegasnya. “Sebutkan saja, apa yang terjadi di sana. Apa hasil autopsi yang menyebabkan korban meninggal dunia, itu nyawa,” ujarnya.

Apabila memang benar kematian itu lantaran overdosis narkoba, Hamdani berharap polisi tidak lagi setengah hati melakukan penertiban di sana. “Kenapa saya bilang begitu, banyak kejadian di sana, tapi sepertinya pelaku nggak kapok-kapok juga. Ini fakta ya, bukan cerita-cerita belaka. Kita bukan mau menggurui polisi, mereka itu sudah lebih profesional sekarang ini,” ungkapnya. Kepada Pemko Medan melalui dinas terkait, Hamdani meminta agar menindak Diskotek New Zone bila terbukti.

“Saya rasa kepada Pemko Medan juga harus tegas. Jangan cuma membebankan kepada polisi saja. Buat MoU ke tempat-tempat hiburan malam tadi, kalau kedapatan ada peredaran narkoba, tutup,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

“Jadi biar jangan ada dalih kalau itu dibawa pengunjung, kan security bisa memeriksa sebelum ada yang masuk,” pungkasnya. Seperti ramai diberitakan, Dinar tewas di Diskotek New Zone setelah menenggak pil ekstasi, Kamis (30/8) sekira pukul 03.00 WIB.

Saat tiba di rumah sakit Advent, wajah korban sudah membiru. Dari mulutnya keluar buih. Kuat dugaan, korban tewas akibat over dosis di lokasi hiburan malam yang berada di Jalan Wajir Kecamatan Medan Kota. Diketahui, Oktober 2017, seorang wanita bernama Fitri juga pernah tewas di Diskotek New Zone. Kuat dugaan karena over dosis. (dvs/ala)