Home Blog Page 5934

Adira Finance Gelar Festival Pesona Lokal , Lomba Karnaval Budaya, Mural, hingga Kreasi Masakan Daerah

istimewa for sumut pos BERSAMA: Kiri ke kanan, Account Manager Area Sumbagut Adira Insurance Djadi Djoentak, Kepala Wilayah Area Adira Finance Sumbagut Agus Hartanto dan Regional Sales Manager Durable Area I, Dedi Kurniawan foto bersama usai konferensi pers, Jumat (21/9).
istimewa for sumut pos
BERSAMA: Kiri ke kanan, Account Manager Area Sumbagut Adira Insurance Djadi Djoentak, Kepala Wilayah Area Adira Finance Sumbagut Agus Hartanto dan Regional Sales Manager Durable Area I, Dedi Kurniawan foto bersama usai konferensi pers, Jumat (21/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) menggelar program Festival Pesona Lokal di sembilan kota besar Indonesia. Di Kota Medan, event ini digelar pada 21 Oktober 2018.

Selain digelar di Kota Medan, Festival Pesona Lokal juga digelar di Bandung (2/9), Solo (9/9), Bali (23/9), Makasar (7/10) Pontianak (14/10), Malang (14/10), Palembang (4/11) dan Jakarta (11/11).

Kepala Wilayah Area Sumatera Bagian Utara, Agus Hartanto mengatakan, Festival Pesona Lokal merupakan progam Corporate Social Responsibility (CSR) Adira bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan iNews TV.

Kegiatan ini akan diperkenalkan potensi satu daerah agar dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri. Begitu pula dengan kearifan lokal yang dimiliki. Kaitannya dengan pariwisata, budaya, pendidikan dan usaha kecil menengah.

“Kegiatan CSR Festival Pesona Lokal ini bertujuan untuk mempromosikan daerah yang memiliki potensi untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun luar negeri serta mendukung kearifan lokal dari suatu daerah sehingga pada akhimya dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah mereka,” katanya, Jumat (21/9).

Agus mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak seluruh masyarakat dan keluarga besar Adira Finance (nasabah, mitra bisnis. dan karyawan Adira Finance) untuk berpartisipasi mendukung serta mempromosikan kearifan lokal melalui Lomba Karnaval Budaya, Lomba Mural, Kreasi Masakan Daerah, dan Pasar Rakyat (Otomotif, Produk UMKM, Kuliner) dan penghargaan UMKM Terbaik.

Nantinya dalam Festival Pesona Lokal akan diberikan penghargaan Kota Paling Mempesona dari Kemenpar (Pesona Indonesia), Adira Finance dan iNews kepada kota yang paling baik menampilkan pesona lokal daerah, serta partisipasi masyarakat dan penyelenggaraan kegiatan Festival Pesona Lokal di kota tersebut. “Penganugerahan penghargaan akan dilaksanakan pada program tv Indonesia Award yang akan ditayangkan di iNews,” papar Agus.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Adira Finance ingin juga mengajak seluruh masyarakat dan keluarga besar Adira Finance (nasabah, mitra bisnis, dan karyawan Adira Finance) untuk berpartisipasi mendukung serta mempromosikan kearifan lokal melalui berbagai lomba.

“Kementerian Pariwisata menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan Festival Pesona Lokal. Dalam pengembangan sebuah destinasi harus terpenuhi 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.”

Menurutnya, Festival Pesona Lokal merupakan salah satu bentuk atraksi yang mampu menarik wisatawan untuk mengujungi destinasi. “Semoga Festival Pesona Lokal dapat berkontribusi dalam mendukung tercapainya target 275 juta pergerakan wisatawan nusantara dan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” harapnya.

Agus menambahkan, pihaknya menargetkan 5.000 peserta dalam acara tersebut. Masyarakat yang ingin menyaksikan dipersilahkan hadir.

Regional Sales Manager Durable Area I, Dedi Kurniawan mengungkapkan, untuk mengikuti berbagai perlombaan di Festival Pesona Lokal tersebut, bisa didaftarkan melalui microsite Festival Pesona Lokal di bit.ly/festivalpesonalokal. Pemanfaatannya telah dibuka sampai 5 Oktober 2018.”Kami juga akan menghadirkan artis ibu kota Siti Badriah dan artis lokal lainnya untuk menghibur para pengunjung yang hadir,” ungkapnya.

Account Manager Area Sumbagut Adira Insurance, Djadi Djoentak, menambahkan, untuk memaksimalkan acara tersebut, pihaknya juga menyediakan asuransi personal accident kepada para pengunjung.”Para pengunjung bisa mendaftarkan asuransinya saat menyaksikan acara itu dengan membawa KTP atau KK. Sehingga mereka tak perlu khawatir dan merasa aman selama menyaksikan berbagai rangkaian acara Festival Pesona Lokal itu,” ungkapnya.

Sejalan dengan ajang festival ini, lanjutnya, pihaknya juga mendorong penerapan program keselamatan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mendukung aksebilitas kawasan daerah wisata yang aman, melalui Program Indonesia Road Safety Award. (rel/ila) 

Antisipasi Hama Tanaman Buah dan Sayur Dilarang Masuk KNIA

file/sumut pos KNIA: Suasana cargo di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA). Penumpang bandara dilarang bawa oleh-oleh buah dan sayur dari luar negeri.
file/sumut pos
KNIA: Suasana cargo di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA). Penumpang bandara dilarang bawa oleh-oleh buah dan sayur dari luar negeri.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi masuknya haman tanaman berupa penyakit ataupun virus dari luar Indonesia, pihak Kantor Karantina Tumbuhan Medan Cabang Bandara Kualanamu melarang warga Indonesia membawa oleh oleh buah dan sayuran dari luar negeri melalui Bandara Kualanamu. Demikian dinyatakan Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Medan cabang Bandara Kualanamu, Happy Diati SP, Jumat (21/9).

Menurutnya hal itu dikatakannya karena masih banyaknya para penumpang maskapai penerbangan yang datang dari luar Indonesia membawa oleh oleh berupa buah dan sayuran masuk Bandara Kualanamu.

Padahal, Permentan Nomor 42 Tahun 2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan buah segar dan sayuran segar kedalam wilayah RI telah ditentukan hanya Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya, Pelabuhan Laut Belawan, Sumut, Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta, Makassar dan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta saja yang bisa.

enurutnya harus lebih dulu dilengkapi dengan syarat yang sudah ditentukan dalam Permentan Nomor 42 Tahun 2012. “Hanya 3 pelabuhan dan 1 bandar udara saja yang bisa. Itupun harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan dalam Permentan Nomor 42 Tahun 2012”, tegas Heppy Diati SP.

Dikatakannya, jika barang ataupun oleh oleh buah maupun sayuran yang dibawa para penumpang dari luar Indonesia masuk dan tidak mematuhi peraturan yang ada dipastikan nya akan diberi sanksi pemusnahan karena untuk mengantisipasi bibit penyakit tumbuhan ataupun virus yang dikhawatirkan bisa berdampak pada tumbuhan di Indonesia.

“Bila tidak ada surat surat resmi nya dari negara asal yang dikhawatirkan buah ataupun sayuran itu membawa bibit penyakit yang bisa berdampak luas. Contohnya bibit penyakit lalat buah,” terangnya.

Terkait diamankannya buah maupun bibit tumbuhan yang dibawa oleh para penumpang dari luar Indonesia melalui bandara Kualanamu merupakan tindakan yang sudah sesuai peraturan yang ada. Jadi dihimbau kepada masyarakat jika membawa oleh oleh buah, sayuran ataupun tumbuhan seyogianya harus sesuai peraturan yang ada. “Semua persyaratan sudah diatur dalam Permentan Nomor 42 Tahun 2012,” terang Heppy Diati SP. (btr/ila)

FKPT Deklarasi Komunitas Jurnalis Damai

Pran Hasibuan/sumut pos SAMBUTAN: Inspektur BNPT RI, Amrizal menyampaikan sambutan dalam seminar dan deklarasi KJD yang diinisiasi FKPT Sumut, di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (20-9).
Pran Hasibuan/sumut pos
SAMBUTAN: Inspektur BNPT RI, Amrizal menyampaikan sambutan dalam seminar dan deklarasi KJD yang diinisiasi FKPT Sumut, di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (20-9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia melalui Forum Komunikasi Pencegahan Teroris (FKPT) Sumatera Utara mendeklarasikan Komunitas Jurnalis Damai (KJD) Sumut, di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (20/9).

Pembentukan KJD berdasarkan Surat Keputusan FKPT Sumut Nomor 32/SK/FKPT-Sumut/IX/2018 tentang Komunitas Jurnalis Damai yang ditandangani Ketua FKPT Sumut, Zulkarnain Nasution dan Sekretaris Ishaq Ibrahim pada 17 September 2018.

Adapun susunan pengurus KJD antara lain; Penasehat Sofyan Harahap, Ketua Zulfikar Tanjung (Mimbar Umum), Sekretaris Danres Saragih (Sinar Indonesia Baru), Bendahara Eli Marlina (Medan Pos), Koordinator Bidang Pemberitaan Pran Hasibuan (Sumut Pos), Koordinator Bidang Kerjasama Nirwansyah Sukartara (Analisa), Koordinator Bidang Kerukunan Rahmat Utomo (Waspada), dan Koordinator Bidang Umum, Rozie Winata (Medan Bisnis).

Dalam sambutannya, Zulkarnain Nasution yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan, mengatakan deklarasi KJD Sumut diharapkan mempunyai kepedulian terhadap perdamaian, menantang penyebaran paham radikal terorisme dan menjaga Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui media cetak dan elektronik.

“Jangan sampai anak-anak muda Kota Medan dan Sumut terjerumus paham radikal baik individu maupun jaringan. Untuk itu kita harapkan peran KJD memberi edukasi dan informasi bahaya paham radikal dan terorisme,” katanya.

Provinsi Sumut terkhusus Kota Medan, ungkap dia, punya aneka ragam komunitas anak muda. Antara lain pegiat media sosial seperti facebooker, youtuber dan juga komunitas wartawan dari media mainstream.

5 Kemewahan yang Terlihat dari Konser Syahrini

Syahrini dalam konser 10 tahun perjalanan karirnya di industri musik tanah air.
Syahrini dalam konser 10 tahun perjalanan karirnya di industri musik tanah air.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyanyi Syahrini sukses menghibur sekitar seribu orang yang memadati Ciputra Artpreneur Jakarta, Kamis (20/9) malam. Selama hampir 2,5 jam, pemilik nama asli Fatimah Syahrini Zaelani tak hanya membius penonton dengan suaranya. Tetapi, juga sukses membuat seisi tempat konser tertawa lepas.

Di atas panggung, Syahrini kerap melontarkan celotehan atau perkataan yang jujur mengenai dirinya sendiri. Seperti saat dia menertawakan diri sendiri yang kerap dibuatkan meme oleh warganet.

Namun, di balik tingkah manja dan lucu Syahrini di atas panggung, konser bertajuk Journey Of Syahrini (JOS) tersebut menunjukkan betapa spesial dan glamour-nya sosok Syahrini.

Berikut 5 kemewahan dari konser yang menjadi penanda 10 karir berkarir Syahrini di industri musik tanah air.

 

  1. Harga Tiket Konser

Untuk menyaksikan penampilan Syahrini, tiket yang dibenderol tidaklah murah. Harga tiket paling murah, kelas Silver dibaderol hampir Rp 500 ribu.

Fantastisnya, kelas Incess Seat harganya mencapai Rp 25 juta. Harga tersebut langsung mensejajarkan konser Syahrini dengan diva internasional Celine Dion. Gilanya, ternyata ada yang membeli tiket dengan harga fantastis tersebut.

Untuk mengapresiasi mereka yang membeli tiket dengan harga mahal, Syahrini memberikan cincin emas 24 karat dan sejumlah hadiah lainnya.

 

  1. Dihadiri Selebriti Hingga Pejabat Negara Tetangga

Tak hanya harga tiket konsernya yang fantastis, Konser JOS juga bertabur selebriti. Mulai dari diva tanah air, seperti Krisdayanti, Titi DJ, dan Rossa. Hingga sejumlah penyanyi solo pria, seperti Cakra Khan dan Vidi Aldiano.

Musisi Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Andien, Soimah, Tika dan Udjo dari Project Pop juga terlihat menikmati konser Syahrini.

Terlihat juga aktris Wulan Guritno, Ririn Ekawati, dan Ayu Dewi turut hadir.

Namun, yang tak kalah cetar, konser Syahrini dihadiri oleh Menteri Ekonomi Malaysia, Lim Guan Eng. Serta, sejumlah anggota keluarga dari Kerajaan di Malaysia.

 

  1. Mengenakan Mahkota dan Headpiece Terbesar

Tampil layaknya princess (putri), sebagaimana dia menjuluki dirinya, Syahrini mengenakan mahkota karya Rinaldy A Yunardi.

Berwarna putih dan dihiasi penuh permata, mahkota tersebut tampak serasi dengan busana karya Didi Budiardjo.

Meskipun tak dikatakan harganya, dapat dipastikan sangat mahal. Sebab, karya Rinaldy Yunardi kerap dipakai selebriti dunia, seperti Madonna, Kylie Jenner, dan Beyonce Knowless.

 

  1. Melibatkan 3 Desainer Kenamaan

Berbeda dari konser diva atau penyanyi perempuan pada umumnya, Syahrini hanya berganti baju sebanyak 3 kali.

Namun, ketiga busana yang dikenakan Syahrini ternyata buah karya 3 desainer kenamaan tanah air, yakni Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo dan Eddy Betty.

Sesuai dengan karakternya yang mewah, ketiga baju tersebut dipenuhi dengan bilng bling dan permata.

 

  1. Melibatkan Musisi Kenamaan Hingga Presenter Terkenal

Konser JOS semakin istimewa karena di atas panggung Syahrini berkolaborasi 3 musisi pria yang terkenal bertalenta dan tampan.

Pertama, Syahrini berduet dengan musisi muda Rendy Pandugo. Keduanya menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan Syahrini bersama Anang Hermansyah, ‘Jangan Memilih Aku’.

Kemudian, Syahrini berduet dengan Glenn Fredly menyanyikan lagu Cinta dan Rahasia. Dilanjutkan berduet dengan Tompi untuk lagu Salahkah.

Menariknya, kemudian Glenn dan Tompi berduet membawakan lagu Kau Yang Memilih Aku milik Syahrini. Lagu yang diklaim di-download 20 juta kali tersebut menjadi berbeda dibawakan Glenn dan Tompi. Sebab, diubah menjadi lebih jazzy.

Hal yang paling tak terduga adalah ketika Najwa Shihab berada di atas panggung. Ternyata, presenter yang terkenal dengan program Mata Najwa ini diminta memberikan testimoni mengenai Syahrini.

Secara keseluruhan, konser Syahrini berlangsung meriah. Walaupun, penonton yang berada di tribun atas sempat kecewa saat tak bisa melihat idolanya menyapa langsung penggemarnya ke bangku penonton di bagian bawah. Pasalnya, adegan tersebut tidak ditampilkan di layar. (str/JPC)

Angel Lelga Beri Izin Vicky Prasetyo Gugat Cerai

Angel Lelga dan Vicky Prasetyo, saat masih mesra.
Angel Lelga dan Vicky Prasetyo, saat masih mesra.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Angel Lelga akhirnya memberi penjelasan terkait gugatan cerai Vicky Prasetyo. Dia mengaku sudah memberi izin kepada sang suami untuk melayangkan gugatan cerai.

“Assalamualaikum, lewat pesan di sini saya mohon maaf lahir batin atas pertimbangan saya yang cukup lama, dan memberikan izin kepada vicky Prasetyo agar menggugat dikarenakan saya ada kesibukan di dapil yang tidak bisa saya tinggalkan, dikarenakan pencalonan saya,” ungkap Angel Lelga di akun Instagram miliknya beberapa jam yang lalu.

Namun sayang perempuan yang kini terjun ke dunia politik itu enggan menyebut masalah yang terjadi di rumah tangga mereka. Dia hanya memastikan bahwa keputusan untuk cerai sudah bulat.

“Keputusan saya tidak bisa menerima Vicky kembali karena banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan. Dan saya tidak mau membuka aib keluarga ini dan saya tidak ingin anak-anak Vicky Prasetyo yang saya sayangi melihat hal yang mereka tidak inginkan. Biarlah itu menjadi keikhlasan saya dengan semua cobaan yang sudah direncanakan Allah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Angel Lelga menyebut alasan kenapa dirinya baru memberi konfirmasi terkait gugatan cerai. Menurutnya dia tengah sibuk dalam kancah politik. “Untuk semua media saya mohon maaf tidak bisa menemui kalian saya sangat menghargai awak media dan saya tidak bisa menerima undangan bintang tamu apapun untuk membicarakan keputusan saya yang sudah bulat ingin mengakhiri semua ini,” tutup Angel Lelga. (mg3/jpnn)

Tiga Alasan Syahrini Belum Menikah

Syahrini saat konser.
Syahrini saat konser.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini.

Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski sudah berusia 36 tahun. Alasan pertama yakni karena ingin fokus pada karier.

“Incess (sapaannya) pengin fokus karier dulu,” kata Syahrini di panggung konser Journey of Princess Syahrini di Ciputra, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/9) malam.

Alasan kedua, pemilik jargon Sesuatu itu belum mendapatkan pria yang dirasa cocok dijadikan suami.

Apalagi dia mengaku sangat selektif memilih calon pendamping. “Pastinya Incess ingin memilih yang tepat,” ujarnya.

Sementara alasan ketiga yang membuat Syahrini belum juga naik ke altar pernikahan adalah faktor sang adik, Syahrani.

Menurutnya, adik sekaligus manajernya itu kerap melarang dia dekat dengan pria mana pun. Hal itu tentu semakin mempersulit Syahrini bisa menemukan pria idaman.

“Karena adik saya, dia suka melarang saya dekat sama yang ini atau yang itu,” imbuh Syahrini. (mg3/jpnn)

Resmi Cerai, Lina Tak dapat Gana Gini dari Sule

Sule dan Lina.
Sule dan Lina.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komedian Sutisna alias Sule telah resmi bercerai dari Lina, Kamis (20/9). Majelis hakim Pengadilan Agama Cimahi, Jawa Barat, telah mengabulkan gugatan cerai yang dilayangkan Lina.

Sayang, majelis hakim tidak mengabulkan permintaan Lina soal harta dari Sule. “Gugatan yang ditolak oleh majelis hakim berkaitan dengan mut’ah,” tutur kuasa hukum Lina, Abdurrahman T Pratomo.

Alasan penolakan itu lantaran Lina yang menggugat cerai Sule. “Jadi Lina tidak mendapatkan harta sedikitpun dari Sule,” ujar Abdurrahman.

Meski demikian, Lina sudah menerima semua keputusan majelis hakim. Mut’ah kata Abdurrahman, adalah pemberian tali kasih selama berumah tangga.

“Tapi karena penggugatnya adalah pihak istri, mut’ah tidak berikan,” jelas Abdurrahman.

Seperti diketahui, Lina mendaftarkan gugatan cerai terhadap Sule pada 26 April 2018 di Pengadilan Agama (PA) Cimahi Kabupaten Bandung.

Selama berumah tangga, Lina dan Sule dikaruniai empat orang anak, salah satunya adalah penyanyi Rizky Febian. (mg7/jpnn)

Humbahas Jadi Pilot Project

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos LAUNCHING: Kemenpar Arif Yahya, Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan lainnya saat launching pilot project pariwisata di Humbahas, Kamis (20/9).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
LAUNCHING: Kemenpar Arif Yahya, Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan lainnya saat launching pilot project pariwisata di Humbahas, Kamis (20/9).

SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus berupaya mengembangkan pariwisata di Danau Toba. Terbaru, pemerintah menumbuhkan kewirausahaan sektor homestay dan tourist guide di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Ini ditandai dengan peluncuran pilot project sektor pariwisata di Desa Tipang, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut).

MENTERI Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi proses transformasi ekonomi nasional, dari yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi ekonomi yang mengembangkan sumber daya yang dapat menciptakan value added bernilai tinggi.

“Proses transformasi ini juga didorong oleh terus melemahkan harga komoditas internasional sejak tahun 2012, yang menyebabkan turunnya pertumbuhan ekspor nasional,” sebut Arief Yahya saat launching pilot project tersebut yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubenurnur Sumut. Edy Rahmayadi, dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Tobasa Darwin Siagaian dan tokoh masyarakat, Kamis (20/9).

Salah satu prioritas yang didorong dan mempunyai potensi untuk meningkatkan value added tinggi, lanjut Arif, adalah sektor pariwisata. “Sektor ini tidak hanya akan dapat meningkatkan devisa nasional, juga mempunyai kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ucap Arief.

ýPengembangan homestay dan tourist guide di Humbahas diharapkan dapat mendorong seluruh lapisan masyarakat menjadi wirausaha. Serta menjadikan perekonomian masyarakat sekitar lebih baik dengan modal yang tidak terlalu besar. “Permintaan wisatawan baik asing maupun domestik terhadap homestay dan tourist guide makin meningkat,” jelas Arief Yahya.

Ada beberapa pertimbangan kenapa Humbahas dipilih sebagai pilot project. Selain berlokasi di Danau Toba yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas Nasional, Humbahas juga mempunyai potensi pariwisata yang besar.

Antara lain Danau Toba yang dijuluki Monaco of Asia, Geopark Kaldera Toba yang saat ini dalam proses mendapatkan penghargaan dari UNESCO dalam Bidang Geologi, Biologi, dan Kebudayaan. Kemudian Sipinsur merupakan puncak vegetasi tanaman pinus, ýAir Terjun Janji yang merupakan tempat para Raja-Raja Batak terdahulu berikrar atau berjanji dalam kesetiaan di masa perang, dan objek wisata budaya lainnya.

“Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada tiga tahun terakhir, pada 2018-2019 memfokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia,”ý ungkapnya.

Keunikan dari pilot project ini, kata Arif, adalah menggunakan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi. “Terintegrasi artinya pengembangan kewirausahaan homestay dan tourist guide tidak hanya melatih SDM untuk dapat menjadi wirausaha,” ungkap Arief.

Pemerintah dari kementerian terkait akan juga menyiapkan sarana pendukung, seperti pembangunan homestay, listrik air bersih, instalasi listrik dan menumbuhkembangkan budaya lokal, seperti sejarah budaya, seni musik dan tari, kuliner lokal. “Terkoordinasi artinya, bukan hanya melibatkan Kementerian Pariwisata, namun juga kementerian terkait lainnya, agar pembangunan pariwisata dapat terintegrasi dan tidak parsial,” tandas Arief.

Massa Pro dan Kontra Pemerintah Saling Lempar

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DIAMANKAN: Petugas mengamankan mahasiswa yang terlibat bentrok saat demo di DPRD Sumut, Kamis (20/9).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DIAMANKAN: Petugas mengamankan mahasiswa yang terlibat bentrok saat demo di DPRD Sumut, Kamis (20/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Pergerakan Mahasiswa se-Kota Medan kocar-kacir diserbu polisi saat berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut. Akibatnya, mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus di Kota Medan ini, meminta perlindungan ke Markas Kodim 0201/BS tak jauh dari lokasi unjuk rasa, Kamis (20/9).

Selain meminta perlindungan dari kejaran Polisi, kelompok mahasiswa ini juga meminta kepada personel TNI yang berada di markas tersebut untuk turut menyelamatkan rekan-rekan mereka yang sudah terlebih dulu diamankan petugas Kepolisian. “Tolong pak, selamatkan kawan kami yang ditangkap orang itu. Kereta (sepeda motor, Red) kami juga dirusak polisi juga, tolong kami lah pak,” ucap seorang mahasiswa kepada personel Kodim 0201/BS yang sedang piket.

Kedatangan puluhan mahasiswa ke markas Kodim itu mengundang perhatian personel TNI yang berada di dalam Makodim, dan langsung berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi. “Tenang-tenang ada apa ini. Silakan sampaikan keluhan kalian,” ucap anggota TNI melalui pengeras suara.

Kemudian, salah satu mahasiswa yang ikut berdemo bernama Yuka, mengaku tidak mengetahui alasan Polisi mengamankan rekan mereka. Ia mengatakan, kejadian tersebut berawal dari lemparan botol air mineral dan batu dari pihak demonstran pendukung Presiden Jokowi.

“Begini bang. Ini yang demo ada dua kubu. Kubu pro dan kontra. Kami dari kubu yang kontra. Sebelumnya, aksi berjalan damai, namun terjadi pelemparan botol air mineral kepada kami. Awalnya kami sempat menahan diri, namun akhirnya kami berinisiatif melindungi diri dengan merespon lemparan mereka. Tapi malah jadi kami yang dikejar-kejar Polisi,” ungkapnya.

Yuka menyayangkan tindakan Polisi yang dinilai berpihak kepada demonstran pro Pemerintahan Presiden Jokowi. Yuka juga merasa heran, sepeda motornya dan mahasiswa demonstran lainnya turut menjadi sasaran tindakan anarkis Polisi.

Menyikapi pengaduan mahasiswa ini, personel Kodim berinisial AH kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Medan terkait permintaan-permintaan mahasiswa tersebut. Selain membebaskan mahasiswa yang sebelumnya sudah diamankan polisi, para mahasiswa juga meminta bantuan kepada Dandim agar menyampaikan kepada Kapolrestabes terhadap keselamatan mereka saat keluar dari markas Kodim.

“Komandan sudah meluncur menemui Kapolrestabes kok, berkoordinasi, bantu adik-adik ini, keselamatan mereka saat keluar dari markas Kodim,” tandas TNI berpangkat Sersan Mayor ini.

1.242 Formasi Pemprovsu Masih Diverifikasi

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Formasi atau kebutuhan calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 untuk Provinsi Sumatera Utara masih diverifikasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Birokrasi Reformasi. Bukan hanya Pemprovsu, sejumlah daerah di Sumut juga masih ada yang belum mendapatkan kuota formasi CASN 2018, termasuk Kota Medan.

“Kabar terakhir yang kami peroleh, formasi CASN untuk Sumut masih diverifikasi Kemenpan RB. Ya, kita menunggu surat edaran resmi soal formasi ini turun dari pusat,” kata Kepala Bagian Formasi Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Menan kepada Sumut Pos, Kamis (20/9).

Dijelaskannya, verifikasi tersebut berdasarkan usulan kuota yang sebelumnya telah mereka sampaikan ke Kemenpan RB. Yakni secara gelondongan, kuota yang diusulkan BKD Setdaprovsu sebanyak 1.242. “Namun dari total kuota itu, kita mengusulkan revisi untuk kualifikasi pendidikan. Sehingga nantinya calon pelamar mengetahui mau mencoba ke mana,” katanya.

Jangankan formasi untuk provinsi, sambung Menan, kabupaten/kota lain di Sumut masih banyak juga yang belum menerima hingga saat ini. Ia menyebut, seperti Kota Medan, dan kabupaten kota lainnya. “Bagi daerah yang sudah menerima, biasanya mereka sudah berani umumkan detil kualifikasi dan kuota yang tersedia,” ujar pria yang pada pekan lalu mengurus langsung soal formasi CASN ke Kemenpan RB.

Menurutnya, ada tantangan cukup berat ketika mengurusi soal formasi CASN kali ini di kantor Kemenpan RB, di Jakarta. Sebab kondisi di kantor tersebut ibarat seperti pasar lantaran hampir seluruh daerah datang ke sana untuk berkonsultasi. “Ramai betul orang BKD se-Indonesia datang ke sana. Bahkan hotel-hotel di sekitar kantor tersebut full. Saya saja dua hari ke sana tak selesai urusan karena lamanya antrian,” katanya yang mengaku dipercaya Kepala BKD Kaiman Turnip untuk bergantian mengurus formasi CASN di Jakarta.

“Kualifikasi pendidikan itu harus cermat dan hati-hati kita baca. Karena dari usulan kuota yang kita sampaikan sebelumnya, harus disesuaikan lagi dengan formasi yang dibuka tahun ini. Kalau salah sedikit, sementara saya tidak bisa putuskan saat itu juga, harus mengulang antrian lagi. Sampai pukul 24.00 WIB atau Sabtu-Minggu, kantor Kemenpan itu tetap buka melayani soal formasi ini,” sambungnya.