BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
JUMPA PERS: Manajemen BCA Finance saat menggelar jumpa pers di Atrium Plaza Centre Point Medan.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos JUMPA PERS: Manajemen BCA Finance saat menggelar jumpa pers di Atrium Plaza Centre Point Medan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Untuk peningkatan penjualan mobil bagi dealer mobil di Kota Medan. Bank Central Asia (BCA) Finance Medan menggelar Pekan Raya Otomotif 2018 di Atrium Mall Centre Point di Jalan Jawa, Medan, berlangsung sejak 17-23 September 2018 mendatang.
Manager Medan NC BCA Finance, Tubagus Hermawan mengatakan untuk Pekan Raya Otomotif 2018 ini, pihaknya melakukan penjualan mobil via kredit untuk unit mobil baru dan tidak melayani pembelian unit mobil bekas.
“Periode ini, memproses via kredit mobil baru. Dengan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) Tembus 200 Unit mobil,” ucap Tubagus dalam jumpa pres di Atrium Mall Centre Point Medan, kemarin sore.
Tubagus menjelaskan Pekan raya otomotif tersebut, merupakan bagian dari acara yang sudah dilaksanakan secara nasional di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali, Pekanbaru, Bandung, dan lain-lain.
“Kami ingin PRO BCAF 2018 ini berhasil menjadi ajang apresiasi bagi para nasabah setia BCA Finance selama ini,” kata Tubagus.
Selain itu, BCA Finance juga ingin agar acara ini, dapat menjadi media integrasi bisnis antara BCA Finance dan para dealer mobil di Kota Medan. Dalam pekan otomotif tersebut, sejumlah dealer mobil di Kota Medan siap memamerkan mobil mobil andalannya kepada nasabah dan pengunjung.
“Mereka di antaranya Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Mazda, Nissan, Wuling Motors, dan DFSK,” ucap Tubagus.
Dalam bidang pembiayaan, sampai dengan saat ini. Menurutnya, Perusahaan masih tetap fokus di sektor pembiayaan mobil. Dari waktu ke waktu BCA Finance berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan market share Perusahaan.
“Baik dengan penerapan strategi yang tepat, melakukan ekspansi pembukaan cabang-cabang baru maupun dengan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada para customer-nya. Perusahaan telah memiliki jaringan usaha yang relatif luas yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh lndonesia,” tutur Tubagus.
Ia mengungkapkan dalam pekan raya otomotif ini, BCA Finance bersama dealer juga menawarkan banyak keuntungan agar nasabah maupun pengunjung lebih mudah membeli mobil, dari mulai diskon biaya administrasi bunga 0%. Kemudian, gratis biaya asuransi, dan lain sebagainya.
“Banyak juga doorprize dan souvenir yang akan dibagikan kepada pengunjung pekan raya. Pameran mobil bukan berarti hanya untuk orang dewasa saja, tapi juga bisa sekaligus menjadi ajang anak-anak untuk bersenang-senang. PRO BCAF 2018 juga menggelar kontes menyanyi untuk anak usia 7-15 tahun dan kompetisi menggambar untuk anak usia 4-7 tahun,” ungkap Tubagus.
Pekan Raya Otomotif ini, juga akan diramaikan oleh sejumlah pertunjukan seni dan kreatifitas seperti musikal dan tarian dari sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar di Medan. Penyanyi cilik berprestasi Lyodra Ginting pun turut berpartisipasi. Gadis pemenang pertama Sanremo Music Festival di Italia ini akan menjadi guest star yang akan menghibur pengunjung pekan raya otomotif.
Selain Lyodra, akan hadir juga Hillarius Satrio, jurnalis Autonet Magz sekaligus vlogger otomotif. Hillarius akan mengisi sesi talkshow dan sharing moment tentang dunia otomotif.
“Semoga dengan acara ini, kami dan BCA Finance Medan dapat menyampaikan rasa terima kasih kami untuk nasabah setia. Kami juga berharap penjualan para dealer mobil semakin meningkat setelah acara,” tandasnya.(gus/ram)
SOLIDEO/sumutpos
BERSAMA: BERSIHKAN:Warga dan Rumah Baca diabadikan usai membersihkan sampah di lembah Sibayak.
SOLIDEO/sumutpos BERSAMA: BERSIHKAN:Warga dan Rumah Baca diabadikan usai membersihkan sampah di lembah Sibayak.
SUMUTPOS.CO – Dalam mendukung program pemerintah, Indonesia bebas dari sampah pada tahun 2020 mendatang. Sekaligus juga mengambil Momentum World Clean up Day atau Hari Bersih Sampah se dunia, dimanfaat Rumah Baca Lembah Sibayak melakukan aksi bersih sampah.
Bersama masyarakat dan beberapa komunitas dari Medan, mereka pun melakukan gotong royong di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, dan Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Minggu (16/7).
Pilihan aksi bersih sampah di lembah Sibayak, dikarenakan salah satu tempat sampah yang dibuang para pengunjung saat berwisata. Sampah dapat ditemui sepanjang jalan di lembah Sibayak, sehingga tempat ini terlihat seperti kumuh.
Volunteer leader RBLS, Aris menjelaskan, kegiatan ini merupakan kampanye global dengan aksi membersihkan sampah plastik di seluruh dunia, tak kurang 150 negara dan 13 juta relawan ikut dalam aksi pada hari ini. Di Indonesia sendiri, lanjut Aris, kegiatan ini dilakukan di 34 provinsi dengan puluhan kota, dan desa.
“Sementara di Sumatera Utara, kegiatan ini dilakukan di berbagai titik, seperti di Kabupaten Karo ada aksi serupa dilakukan di Puncak Gunung Sibayak, dan di lembah Sibayak”, ucapnya. Dimana 16 relawan dalam aksi selama 3 jam berhasil mengumpulkan 300 kg sampah, sepanjang 1 km di sekitaran lembah Sibayak. Aksi bersih-bersih tersebut di apresiasi Kabid Kebersihan Karo,
Hotman Brahmana mengatakan, kegiatan tersebut sangat bagus, ini yang kita harapkan dari masyarakat, yaitu bersama sama bergandeng tangan menjadikan Karo ini tanah yang bersih, kami siap turun kapan saja bila dibutuhkan, dan memfasilitasi yang bisa kami fasilitasi. Tetap semangat buat RBLS, Relawan, dan masyarakat di lembah Sibayak.(deo/han)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebar Hoaks Kerusuhan MK Ingin Ajak Mahasiswa Demo Turunkan Jokowi", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/17/11081691/penyebar-hoaks-kerusuhan-mk-ingin-ajak-mahasiswa-demo-turunkan-jokowi#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=polritangkappenyebarhoaks_11.35&webPushId=Nzcy.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : Ana Shofiana Syatiri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, SSA, pria yang menyebarkan berita bohong mengenai kerusuhan di Mahkamah Konstitusi (MK), bertujuan mengajak mahasiswa di Jakarta untuk berunjuk rasa. Padahal, ia telah mengetahui bahwa video yang ia unggah di media sosial adalah video simulasi penanganan demo oleh kepolisian.
“Dengan adanya simulasi itu, oleh tersangka dibuat seolah-olah nyata, agar yang lain (benar-benar) ikut turun unjuk rasa,” ujar Argo, Senin (17/9/2018). Argo mengatakan, SSA berharap semakin banyak warganet yang mengetahui kabar itu dan terprovokasi.
sebelumnya, Polri mengamankan empat tersangka penyebar video hoaks tentang kerusuhan unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Keempat tersangka menyebarkan video hoaks melalui media sosial Facebook.
“Jadi tujuannya ingin meyampaikan berita dan berbagi info untuk mengajak agar berita menjadi viral dan tersebar melalui online bahwa mahasiswa Jakarta sudah turun ke jalan untuk melaksanakan demo dengan tuntutan menurunkan presiden,” ucap Argo.
SSA ditangkap jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Argo menjelaskan, pada tanggal 15 September 2018 pelapor mendapat informasi tentang postingan akun facebook atas nama Syuhada Al Aqse yang telah memposting video aksi demo didepan MK dengan diberi caption sebagai berikut: “JAKARTA SUDAH BERGERAK, MAHASISWA SUDAH BERSUARA KERAS DAN PESERTA AKSI MEGUSUNG TAGAR #TurunkanJokowi MOHON DIVIRALKAN KARENA MEDIA TV DIKUASAI PERTAHANA.” Baca
Argo menjelaskan, padahal video tersebut sebenarnya adalah video simulasi yang dilakukan pihak kepolisian untuk menangani unjuk rasa yang dilakukan didepan gedung MK. Video Pilihan SSA akan dikenakan Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 01 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (sherly/kps)
DELISERDANG,SUMTUPOS.CO – Polres Deliserdang mengungkap 9 kasus perjudian di berbagai tempat di wilayah hukum Polres Deliserdang. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi menahan 18 tersangka serta barang bukti.
Menurut, Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suriyantha Tarigan didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzy Gusman menjelaskan pengungkapan kasus perjudian itu berlangsung selama hampir dua pekan dalam bulan September, Sabtu (15/9).
“Polres Deliserdang berkomitmen memberantas segala macam perjudian, karena judi adalah penyakit masyarakat,” tegas Kapolres Eddy Suriatha Tarigan.
Katanya tersangka pelaku judi merupakan, pelaku judi dadu kopyok dengan jumlah 3 tersangka, Gelora Sinuhaji (GS) Warga Tiga Juhar STM Hilir, Khairudin (KD) warga STM Hulu, dan Awel zahari (AZ) warga STM Hulu .
Kemudian 2 tersangka pelaku pemain domino, Indra Syahputra (IS) Warga Desa Denai Sarangburung Kecamatan Pantailabu dan Zulkifli Rambe (ZR) Warga Labuhanbatu ditangkap di Kecamatan Pantailabu.
Lima tersangka penulis togel dua Warga Desa Seituan Kecamatan Pantailabu, Atan (AT) dan Musa Judian (MJ), Mansyur Syahputra (MS) Warga Tanjungmorawa, Mangara Tua Manihuruk (MT) Warga Desa Sidodadi II Ramunia Pantailabu, dan Girang Aditia (GA) warga Desa Karang Anyer Kecamatan Beringin .
Tiga tersangka lainnya judi joker Warga Desa Pematang Biara Kecamatan Pantailabu, Rudi (RD), Wahyu Candra (WC) dan Zulkifli (ZK) .
Lima pemain judi jackpot, Ipendis (IP) Warga Jalan Selambo Amplas dan empat Warga Desa Paya gambar Kecamatan Batang Kuis, Yusmanto (YM) , Zoemarno (ZM) Muhamad Wahyu (MW) dan Khairul (KH) .
Dari tersangka Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 set dadu kopyok, kartu domino, kartu joker, tiga unit mesin jackpot, kertas rekapan togel, uang ratusan ribu yang digunakan para pelaku dan alat alat lain yang digunakan saat berjudi .
Para pelaku menjalani pemeriksaan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatan ini, tersangka dapat dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman 4 sampai 10 tahun penjara.(btr/azw)
CUCI BAJU
Dua ibu-ibu mencuci baju dari tangga rumah yang direndam banjir di Gang Merdeka Jalan Brigjen Katamso Medan, Minggu (16/9) pagi. Sejumlah lokasi terendam banjir di Kota Medan pasca hujan deras sejak Sabtu (15/9/) malam.
CUCI BAJU Dua ibu-ibu mencuci baju dari tangga rumah yang direndam banjir di Gang Merdeka Jalan Brigjen Katamso Medan, Minggu (16/9) pagi. Sejumlah lokasi terendam banjir di Kota Medan pasca hujan deras sejak Sabtu (15/9/) malam.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Setiap kali hujan deras selama beberapa jam, Kota Medan nyaris bisa dipastikan banjir. Seperti Sabtu (15/9) hingga Minggu (16/9) dinihari kemarin. Hujan yang turun selama berjam-jam menyebabkan Kota Medan banjir di puluhan titik.
Konon penyebabnya, lima dari 9 sungai yang melintasi Kota Medan, mengalami penyempitan dan pendangkalan. Sehingga tidak mampu dengan cepat mengalirkan kiriman air hulu ke laut. Untuk mencegah banjir, kelima sungai harus secepatnya dinormalisasi.
MANAGER Pusat Pengendalian Data dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Yunus mengatakan, sejak Sabtu (15/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB, tinggi muka air di kawasan beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS), mengalami peningkatan cukup signifikan. Selain itu, arus air juga deras.
“Ada lima aliran sungai yang tinggi permukaan airnya meningkat sejak Sabtu malam. Antara lain Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Sunggal, Sungai Sei Sikambing, dan Sungai Denai,” ungkap Yunus, Minggu (16/9) .
Berdasarkan hasil pemantauan tim BPBD ke lapangan, tumpahan air sungai mulai masuk ke pemukiman warga pada pukul 00.00 WIB. Yakni di Lingkungan VIII & IX Gang Merdeka & Gang Bidan di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Ketinggian airnya mencapai 1,5-1,7 meter.
“Rumah warga yang terdampak di Gang Merdeka ada 38 rumah dengan jumlah 92 KK (kepala keluarga). Sedangkan di Gang Bidan sekitar 428 rumah 527 KK. Warga mengungsi ke tempat/daerah yang lebih tinggi dan ada juga ke posko pengungsian di Kantor Lurah Sei Mati,” sebutnya.
Selain itu, air juga masuk ke rumah warga di Jalan Mantri Lingkungan III & IV, Kelurahan Aur, Medan Maimun. Ketinggiannya, sekira 30-50 cm. Rumah warga terdampak banjir 5 unit milik 9 KK.
Kemudian, di Jalan Karya Wisata Lingkungan X, Pangkalan Mansyur, Medan Johor dengan ketinggian air 40-50 centimeter. Jalan Karya Bakti Gang Cinta Damai Lingkungan X, Pangkalan Mansyur, Medan Johor dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
Jalan Jamin Ginting Perumahan Pamen, Padang Bulan, Medan Baru, ketinggian air 80-120 cm. Sedangkan di Gang Napindo Lingkungan VII, ketinggian air 130-150 cm. Jalan Saudara Lingkungan VI, Kelurahan Beringin, Medan Selayang, ketinggian air 100-120 cm.
Jalan Karya April Lingkungan VII, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, ketinggian air 60-90 cm. Jalan AH Nasution Gang Damai, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, ketinggian air 60-80 cm dengan rumah terdampak 98 Rumah/120 KK.
Lalu, Jalan Luku I Gang Bersama Lingkungan III, Kwala Bekala, Medan Johor, ketinggian air 100 cm dan Lingkungan VII 50 cm. Jalan Jamin Ginting Lingkungan VII, Kelurahan Titi Rante, Medan Baru, ketinggian air 100-150 cm.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan & Lingkungan setempat untuk mengimbau warga, agar segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kemudian, meminta warga segera melaporkan apabila ada yang masih terjebak di rumah masing-masing,” paparnya.
Warga yang rumahnya terdampak banjir, panik menyelamatkan barang-barangnya. Sebagian warga mengungsi ke tempat pengungsian terdekat. Namun ada juga warga yang tidak mengungsi dan bertahan di bagian atas rumahnya.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Terkait banjir yang kerap melanda di Kota Medan, DPRD Medan mengaku sangat kecewa dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU). “Kita sangat kecewa terhadap kinerja Kadis PU. Sebab, pengerjaan drainase yang dilakukan sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan,” kata Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli, kemarin.
Diutarakan Nanda, Kota Medan sesungguhnya membutuhkan daerah serapan air. “Kalau ada serapan air, kan bisa lebih cepat dia surutnya,” ucapnya.
Menurut Nanda, Pemko Medan harus bekerja keras menangani masalah banjir ini. Pemko Medan diharapkan secepatnya bisa berusaha agar BWS (Badan Wilayah Sungai) melakukan pengorekan. “Sebab penampang sungai tidak bisa lagi menampung volumen air,” cetusnya.
Dia juga menyebutkan, dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Medan, harus ada perencanaan yang matang. “Dinas PU harus benar-benar memperhatikan pengerjaan drainase yang dilakukan. Artinya, dilihat lagi ke mana arah airnya. Selain itu, ketika mengaspal jalan, perhatikan dulu drainasenya. Karena kalau aspal dibuat tapi drainase tidak ada, aspal akan rusak juga,” tutur Nanda.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyatakan pihaknya berharap ada keseriusan Pemko Medan mencari solusi mengatasi persoalan banjir. “Selama ini, sudah ada upaya normalisasi beberapa sungai, tapi hasilnya belum kelihatan. Untuk itu, perlu dibangun sinergitas dengan BWS, yang hingga kini belum terealisasi mengorek sungai,” kata Paul.
Paul mendorong Wali Kota Medan agar mencari sosok kepala dinas PU yang memiliki pemikiran mengatasi persoalan banjir. “Kalau banjir terus terjadi di Kota Medan, lebih baik copot segera Kadis PU-nya. Cari sosok yang memiliki pemikiran terbaik dalam mengatasi persoalan banjir. Sehingga kita tidak malu sebagai warga Kota Medan,” ujarnya.
menurutnya, anggaran pembenahan jalan yang mencapai Rp1 triliun, lebih dialihkan untuk membangun waduk. “Untuk apa dianggarkan pembenahan jalan yang begitu besar, tapi yang dibenahi hanya jalan itu-itu saja? Itupun terkesan tambal sulam? Lebih baik dianggarkan untuk pembuatan waduk, sehingga banjir di Kota Medan bisa diatasi,” tandasnya. (ris)
Foto: Idris/Sumut Pos
DORONG ANGKOT:
Wali Kota Medan dan Kapolrestabes Medan ikut mendorong angkot yang mogok karena banjir di Jalan Dr Mansyur, Minggu (16/9) siang.
Foto: Idris/Sumut Pos DORONG ANGKOT: Wali Kota Medan dan Kapolrestabes Medan ikut mendorong angkot yang mogok karena banjir di Jalan Dr Mansyur, Minggu (16/9) siang.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Saat hujan lebat melanda Kota Medan, biasanya Jalan Dr Mansyur Medan di depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), jadi langganan banjir. Ketinggian airnya mencapai 90 cm, sehingga banyak kendaraan bermotor mogok saat melintas.
Namun akibat hujan deras sejak Sabtu (15/9) sore hingga Minggu (16/9) dini hari tak hanya jalan Dr Mansyur yang banjir. Air juga menggenangi kampu USU, mulai dari Pintu 1, 2 dan 3 USU, hingga ke Fakultas Kedokteran Gigi. Banjir kali ini sebagai dampak luapan Sungai Sikambing yang melimpah hingga ke jalan besar.
Pantauan di Jalan Dr Mansyur, kemarin, kendaraan bermotor mengurangi laju kenderaan bermotor saat melintas genangan banjir itu. Terlihat sejumlah roda dua dan angkutan umum mogok dan harus didorong.
Sejumlah pemuda setempat membantu mendorong kendaraan bermotor yang kejebak banjir. Kemudian, meminta uang seikhlas hati dari para pengguna jalan dengan sebuah kardus.
Seorang warga sekitar, Sueb Sitorus mengatakan ketinggian air mulai merendam sekitar USU sejak Minggu dini hari dan naik terus hingga Minggu pagi.”Tadi malam sekitar jam 1, air sudah ada dan naik terus sampai pagi ini,” kata Sueb yang memantau aktivitas lalu-lintas yang lumpuh karena banjir itu.
Banjir di kampus USU juga dirasakan para peserta ujian seleksi penerimaan pegawai Bank Indonesia (BI) tahun 2018. Ujian berlangsung di Gedung Fakultas Farmasi USU. Untuk mencapai lokasi ujian, para peserta harus berjibaku melewati banjir. Karena kses jalan ke lokasi banyak ditutup dengan portal. Pintu 1 dan Pintu 4 USU hanya dibuka gerbangnya, karena ketinggian air terus naik.
Kebanyakan peserta ujian seleksi Pegawai BI itu memilih melepaskan sepatu dan berjalan kaki melewati banjir. Sedangkan peserta yang menumpang ojek online, mengangkat tinggi celana panjang atau roknya.
“Tidak tahu ada banjir. Pas masuk ke dalam USU dari pintu 4, air sudah tinggi,” ucap seorang peserta ujian, Septian Ningsih kepada Sumut Pos.
Septian mengungkapkan, sepeda motor ditumpanginya sempat mongok di depan Kampus USU jalan Dr Mansyur. Alhasil, ia pun turun dan mendorong motornya. “Mogok keretanya. Basah sepatu dan kaus kakiku,” tuturnya, sembari menepi ke lokasi yang kering.
Tidak tampak petugas kepolisian atau petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan di lokasi. Petugas baru tampak hadir menjelang siang. Itu pun setelah Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin turun memantau banjir di depan Kampus USU.
Hingga pukul 13.30 WIB siang kemarin, Jalan Dr Mansyur mulai pintu satu masuk USU sampai jembatan depan PPIA English Course, masih tergenang air dengan ketinggian 50 cm.
Sementara itu, Wali Kota Medan bersama Dandim 0201/BS dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, juga meninjau banjir di Jalan Dr Mansyur usai meninjau banjir di Jalan Luku.
Saat Wali Kota tiba di pintu masuk Satu USU, kawasan terlihat sepi dari kenderaan bermotor. Namun tiba-tiba, satu unit mobil penumpang jenis KPUM 95 nekat menerobos banjir dari arah Jalan Setia Budi/Dr Mansyur.
Jelang 20 meter dari pintu satu masuk USU, KPUM 95 itu mendadak mogok. Meski berulangkali sopir menstater, mesin tak kunjung hidup. Melihat itu, spontan Wali Kota, Dandim dan Kapolrestabes ramai-ramai mendorong angkot hingga keluar dari kawasan banjir.
Dengan sedikit malu-malu, sang sopir pun mengucapkan terima kasih. Setelah itu Wali Kota bersama Dandim dan Kapolrestabes Medan menerobos banjir dengan menggunakan satu unit mobil double cabin milik BPBD Kota Medan, untuk melihat kondisi terparah di sepanjang Jalan Dr Mansyur.
Runtung: Kuliah Tetap Berjalan
Meski banjir menggenangi kawasan USU, pihak rektorat USU memastikan tidak akan meliburkan aktivitas akademis pada Senin (17/9) hari ini. “Jika seandainya pun malam ini hujan dan terjadi genangan di jalan-jalan menuju kampus, kuliah tetap berjalan,” kata Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, kepada wartawan, Minggu (16/9) sore.
Pantauan Sumut Pos, banjir di kawasan USU tampak sejak persimpangan Jalan Jamin Ginting/Jalan Dr Mansyur Medan, mulai dari Pintu 1, 2, 3, dan 4… hingga ke arah Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi.
Runtung mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah, bila hujan turun pada malam hari dan air banjir tidak surut hingga pagi. “Jika diperlukan, pimpinan USU akan mengerahkan bus USU untuk mengangkut mahasiswa ke fakultas-fakultas. Hal itu dilakukan agar aktivitas akademis tetap berjalan seperti biasa,” ucap Runtung.
Sungai Mencirim Meluap, Binjai Banjir
Tak hanya Kota Medan, banjir juga melanda Kota Binjai akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, sejak Sabtu hingga Minggu (15-16/9). Ratusan rumah terendam banjir di di empat titik di tiga kecamatan Kota Binjai.
Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani, menyatakan air mulai melewati ambang batas pada aliran Sungai Mencirim sejak Minggu (16/9) pukul 02.00 WIB dinihari. Mendapat informasi banjir, Yani beserta 70 personel BPBD terjun ke lokasi.
“Aliran Sungai Mencirim ini sulit dipantau pergerakannya. Enggak bisa terprediksi. Enggak tahu pos pantauannya. Alirannya dari Deliserdang, Kutalimbaru. Dari Sembahe, Sibolangit sana, pecahannya juga mengalir ke sini (Sungai Mencirim),” ujar Yani di lokasi banjir.
Yani tiba bersama tim sekitar pukul 02.30 WIB. Sesampai di lokasi, Yani bersama regu kemudian membantu warga mengevaluasi barang berharganya. Sebanyak 546 Kepala Keluarga menjadi korban banjir pada tiga kecamatan di Kota Binjai.
“Sebanyak 7 KK di Simpang Kramat, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan. 14 KK di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Lingkungan X, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan. 20 KK di Jalan Jambi, Lingkungan V, Kelurahan Rambungbarat, Binjai Selatan,” urainya.
Dampak korban banjir paling banyak di Lingkungan I sampai Lingkungan VI, Kelurahan Setia, Binjai Kota yakni sebanyak 350 KK. Sedangkan pada Lingkungan I dan Lingkungan II, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur sebanyak 155 KK. “Ketinggian banjir berkisar dari lutut sampai pinggang orang dewasa,” jelas Yani.
Pada pukul 08.20 WIB, volume air di aliran Sungai Mencirim mulai surut. Saat membantu warga menyelamatkan barang berharganya, Yani mengerahkan 7 unit perahu karet.
Yani mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, terutama pada aliran sungai.
Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada instansi terkait bila ada hal-hal yang sifatnya bencana. “Kondisi terkini masih dalam pantauan BPBD Kota Binjai. Saat ini, banjir sudah mulai surut. Meski demikian, BPBD Kota Binjai masih menyiagakan satu regu penanggulangan bencana di lokasi banjir,” ujar Yani.
Anggota DPRD Binjai, Ardiansyah Putra mengapresiasi kesigapan petugas BPBD membantu evakuasi warga. Dirinya juga terlibat membantu mengevakuasi ibu kandungnya, Yusnani Nasution (80). “Lebih berharga orangtua daripada yang lain. BPBD sudah aktif membantu. Terimakasih BPBD gerak cepat,” ujarnya. (gus/ris/ted)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Data 33 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang terlibat tindak pidana korupsi tapi masih menerima kucuran gaji tiap bulan, ternyata belum diserahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) ke instansi terkait Pemprovsu. Ini karena Pemprovsu belum bisa mendeteksi ASN koruptor tersebut.
Selain Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, pihak Inspektorat juga mengaku belum pernah menerima data valid sekaitan itu. Karenanya, sebanyak 33 ASN yang masuk daftar merah itu sampai kini belum diketahui identitasnya dan bertugas di organisasi perangkat daerah mana.
“Inspektorat Provinsi Sumut hingga kini belum ada data valid seputar hal tersebut. Kita belum ada menerima tembusan apapun dari BKN maupun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujar Inspektur Provinsi Sumut, OK Henry saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (16/9).
OK Henry lantas menyarankan wartawan menanyakan ke BKD Setdaprovsu sekaitan data dimaksud. “Mungkin saja ada di BKD Sumut. Sebab kami sampai sekarang belum menerima data tersebut,” katanya.
BKD sendiri sebelumnya mengaku tidak bisa mendeteksi ASN di lingkungan Pemprovsu yang terbukti korupsi namun belum dipecat. Mengingat, sampai kini belum menerima tembusan surat keputusan bersama tiga menteri/kepala lembaga secara resmi mengenai data dimaksud.
Berdasarkan data BKN itu, menurut Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip, ASN Pemprovsu berada di peringkat dua sebagai pengoleksi ASN terkorup dibawah DKI Jakarta. “Sebenarnya Sumut itu posisi kedua, terbanyak provinsi yang pegawainya melakukan korupsi adalah Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (14/9).
Surat yang ia maksud yakni sudah mempunyai putusan hukum tetap atau inkrah. Sebelumnya, Pemprovsu melalui BKD sudah menuntut untuk mengupayakan agar SK dari tiga menteri ini dapat segera diberikan, agar para ASN yang bandel bisa dilakukannya pemecatan.
Data BKN menyebutkan, sebanyak 298 PNS di seluruh Sumut terlibat tindak pidana korupsi. Terkhusus, Pemprovsu, terdapat 33 ASN dan di bawah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 55 orang. Secara keseluruhan, terdapat 2.357 orang PNS koruptor di seluruh Indonesia.
“Kami masih menunggu surat dari tiga menteri ini, setelah mendapatkan SK baru kami pecat mereka secara tidak terhormat. Sebelumya kami sudah mengupayakan untuk meminta surat tersebut, tapi belum juga diberikan,” kata Kaiman.
Diketahui, Kemendagri, Kementerian PAN-RB serta BKN telah bersepakat mengenakan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) alias pemecatan bagi koruptor yang sudah mempunyai putusan hukum tetap (inkrah). “Kalau sudah ada mereka berikan suratnya, kami tinggal enak, tinggal kami pecat aja mereka yang bandel-bandel itu,” pungkasnya.
Diminta Segera Eksekusi
Menyikapi hal ini, Pengamat Anggaran Elfenda Ananda mengatakan, belum dipecatnya puluhan aparatur sipil Negara (ASN) dinilai sangat miris. Sebab masyarakat sebagai pembayar pajak memberikan uangnya untuk ‘pencuri’ uang rakyat. Untuk itu eksekusi pemecatan yang diminta KPK harus dilakukan secepatnya.”Jadi kita ngasih uang untuk pencuri yang sudah mencuri uang kita (rakyat). Itu lah yang sangat miris. Artinya tidak diberikan hukuman yang sepantasnya karena mereka (ASN koruptor) mencuri,” ujar Elfenda, Minggu (16/9).
Disebutkan Elfenda, bahwa secara hukum, vonis pengadilan mungkin sudah diterima dan dijalani seorang oknum ASN. Namun setelahnya, pemerintah jangan lagi memberikan kepercayaan kepada yang bersangkutan untuk menduduki satu jabatan atau menerima haknya seperti gaji penuh dan tunjangan. Karena itu dari sisi keadilan, hal ini tidak adil.
“Mereka (koruptor) kan belum dipecat. Yang sebenarnya kalau masih pegawai mereka masih menerima berbagai macam hak. Inikan secara prinsip keuangan, keadilan itu dihilangkan semuanya.
Walaupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Pemprov) bisa saja beralasan kepada proses administrastif menunggu turunnya keputusan dari pusat, namun kata Elfenda, perlu ada kebijakan di daerah untuk memberikan sanksi kepada pelaku korupsi.
“Ini bukan soal aturan saja, tetapi soal kebijakan, political will. Tidak harus menunggu desakan dari berbagai pihak. Pemerintah provinsi maju di depan, kalau katanya mau memberantas korupsi. Untuk membuktikan mereka komitmen menegakkan aturan,” katanya.
Untuk itu Elfenda mendesak Pemprov segera menyurati pemerintah pusat, meminta agar proses pemecatan bisa dilakukan. Dengan begitu, masyarakat akan melihat adanya komitmen pemerintah daerah menegakkan hukum dan mencegah peluang korupsi itu sendiri.
“Tentu ini kan membebani uang rakyat. Banyak program penting yang bisa dialihkan dari menggaji mereka (ASN koruptor). Maka segera saja surati pusat, minta prosesnya dipercepat. Dengan begitu dapat dibuktikan pemerintah komitmen atau tidak,” tegasnya.
Sementara Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli menyebutkan, jika memang status koruptor telah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan, maka sudah sepantasnya proses mencopot jabatan 33 ASN di lingkungan Pemprov Sumut dicepat dilakukan. (prn/bal)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Suasana kepulangan jamaah Kelompok Terbang (Kloter) 13/MES, berubah dari bahagia menjadi sedih. Empat jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, seorang jamaah haji asal Medan, meninggal di pesawat, Sabtu (15/9) soren
Jemaah tersebut, bernama Abdul Chalil Harahap (74) warga Jalan Beringin 8, Medan Helvetia. Ia meninggal akibat tersedak makanan.
Ketua Tim Kesehatan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, dr Ziad Batubara mengatakan, berdasarkan keterangan dokter yang menyertai jemaah haji, selama berada di tanah suci almarhum dalam keadaan sehat.
“Di pesawat, Abdul Chalil tersedak saat makan. Tidak lama kemudian beliau wafat. Almarhum didiagnosa mengalami Respiratory Failure (gagal nafas),” jelas Ziad Batubara.
Sesampainya di Bandara Kualanamu Deliserdang, jenazah almarhum Abdul Chalil dibawa ke Asrama Haji Medan. Selanjutnya, dilaksanakan serah terima jenazah dari PPIH Debarkasi Medan kepada keluarga jemaah.
Kemudian keluarga membawa jenazah almarhum ke rumah duka, di Jalan Beringin 8 Nomor 96-C Medan Helvetia.“Setelah sampai di Asrama Haji, Ketua PPIH memimpin dan memanjatkan doa untuk almarhum,” katanya.
Ketua PPIH Debarkasi Medan T Darmansah mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya almarhum Abdul Chalil. “Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta memperoleh haji yang mabrur,” katanya.
Darmansah juga mengharapkan kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan bisa tabah dan sabar menerima cobaan ini.
TPHI Kloter 13/MES Abdul Rahman Siregar dalam laporannya menyampaikan, jemaah haji Kloter 13/MES berjumlah 392 orang berasal dari Deliserdang 216 orang, Medan 166 orang, Labuhanbatu 1 orang, TPHD Deli Serdang 1 orang, TPHD Medan 2 orang dan 5 orang petugas yang menyertai jemaah haji.
Abdul Rahman juga menyampaikan, satu jemaah haji mutasi masuk pada kloter ini atas nama Kasta Miarji Arsamenawi bin Arsamenawi, 71 tahun, asal Dusun VI Ujung Rambung Pantai Kabupaten Serdang Bedagai dari Kloter 06/MES.
Turut menyambut jemaah haji di Asrama Haji Medan Ketua PPIH Debarkasi Medan T Darmansah, Kakankemenag Deliserdang Tolibuh Pohan, Kasubbag TU Deliserdang Syawaluddin Harahap, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kankemenag Kota Medan Ahmad Qosbi serta pejabat lainnya. (man)
SUMUTPOS.CO – Pelarian Ketua Pengurus Persatuan Pedagang Tradisional Marelan (P3TM), Aliswan (57), akhirnya terhenti, setelah Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap tersangka dari tempat persembuyiannya di Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara pada Sabtu (15/9) Tersangka sebelumnya lebih dari dua pekan menjadi buronan (DPO), terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) jual-beli lapak/kios di Pasar Marelan.
Kasubbdid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, penangkapan terhadap warga Lingkungan 6, Kelurahan Rengas Pulau, Marelan itu dilakukan oleh Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Leonardo Simatupang.
“Setelah kasus jual beli kios itu kita ungkap, tersangka langsung kabur dan bersembunyi di Batubara. Penangkapan Ketua P3TM itu sesuai Sp.kap/520/IX/2018/Ditreskrimum, tanggal 15 September 2018,” ungkapnya.
MP Nainggolan menjelaskan, sebagai Ketua P3TM, tersangka telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana.
Aliswan ditangkap berdasarkan pengakuan anggotanya yang telah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Sumut dan sudah mendekam dalam sel.
Kini, penyidik sedang melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga tersangka P3TM untuk dikirim ke Kejaksaan. “Masih kita lengkapi berkas ketiga tersangka. Kalau sudah siap segera kita kirim ke Jaksa,” jelasnya.
MP Nainggolan menerangkan, ketiganya adalah, Roni Mahera (47), warga Jalan Takenaka Gang Family, Lingkungan V Paya Pasir Marelan, Resty (49), warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan dan M Ali Arifin (50), warga Marelan Raya, Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan.
Seperti yang diterangkan sebelumnya, Aliswan disebut-sebut merupakan aktor utama terjadinya pungli yang dilakoni tiga pengurus P3TM. “Ya kan sudah tertangkap orangnya, tinggal nanti apa hasil pemeriksaan dari penyidik. Artinya masih terus didalami, apakah masih ada juga pihak lain terlibat. Kita tunggu saja nantikan dikabari apa hasil dari pemeriksaan,” pungkas Nainggolan.
Diberitakan sebelumnya, Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Leonardo mengatakan Ketua P3TM merupakan orang yang memerintahkan menerima pungli jual beli kios Pasar Marelan.
Ketiga tersangka yang sudah ditangkap pihaknya menyebut mereka diperintahkan Ketua P3TM, Aliswan. Sementara, mengenai bendahara P3TM yang diaebut-sebut sebagai kunci utama untuk membongkar keterlibatan pihak-pihak lain ternyata salah.
Sebelumnya, Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, menetapkan 3 pengurus P3TM yang terjaring OTT. Operasi kemarin dilakoni Subdit III Ditreskrimsus bersama Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumut, melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku pungutan liar (pungli) di Pasar Marelan, Jumat (24/8).
Keempat pelaku masing-masing bernama Roni Mahera (47) wiraswasta warga Jalan Takenaka Gang Family Lingkungan V Paya Pasir Marelan. Ia menjadi saksi. Sementara, Alim Syahputra (48) Kepala Pasar Marelan, warga Jalan Tempirai Martubung.
Kemudian, Rasty (49) anggota Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan, dan M Ali Arifin (50) Sekretaris P3TM warga Marelan Raya Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan ditetapkan menjadi tersangka. Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp2 juta, 1 buah tas ransel warna ungu berisikan berkas berkas dan kwitansi, dan 4 unit handphone.
Usut Keterlibatan yang Lain
Tertangkapnya Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), Aliswan alias Ali Geno, mendapat apresiasi dari Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS.
Menurut Hendra DS, diburunya Ali Geno yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Sumut, bukti kalau pihak kepolisian serius menuntaskan kasus pungutan liar (pungli) di Pasar Marelan.
Namun begitu, lanjut Hendra, diharapkan kasus ini tidak berhenti hanya di pengurus P3TM.”Supaya tuntas, kita minta juga polisi menyelidiki sampai dimana aliran dananya. Artinya, siapa saja yang menerima selain para tersangka yang sudah diproses hukum,” katanya, kemarin.
endra juga berharap kasus seperti ini yang diduga terjadi di sejumlah pasar-pasar tradisional lainnya di Medan bisa menjadi perhatian dari aparat kepolisian untuk diusut.”Ke depan, PD Pasar diminta untuk lebih profesional mengelola pasar tradisional. Sehingga, tidak ada lagi kasus-kasus serupa yang memberatkan pedagang,” tegasnya. (dvs/ris/ila)