Home Blog Page 5956

Kejatisu Belum Terima Limpahan Berkas Terkait 2 Pegawai BPPRD Terjaring OTT

OTT-Ilustrasi
OTT-Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), hingga kini belum menerima limpahan berkas 3 tersangka yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tipikor Polda Sumut, di Rumah Makan Ayam Penyet Ria, Sun Plaza, pada Sabtu (18/8) lalu.

Di mana, 2 dari 3 tersangka, merupakan oknum pegawai Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemko Medan, M Haris Hasibuan dan Daud Saringan. Sedangkan seorang tersangka lainnya, merupakan general manager (GM) berinisial RC.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (16/9), mengaku pihaknya belum menerima limpahan berkas ketiga tersangka dari Polda Sumut.”Kasus OTT yang melibatkan 2 oknum pegawai BPPRD kota Medan itu ya? Sepertinya kita (Kejatisu) belum ada menerima limpahan berkasnya dari Polda,” ujarnya.

Namun begitu, ke depannya dia akan mengecek setiap kasus yang akan masuk ke Kejatisu. “Coba WA (WhatsApp) kan nama-nama tersangkanya, Senin nanti saya kabari ya,” janji Sumanggar.

Sebagaimana diketahui, Subdit III/Tipikor mengamankan dua pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan, pada Sabtu (18/8) lalu. Dalam penangkapan yang dilakukan tersebut, selain dua pegawai UPT BP2RD Kota Medan DE dan MH, pihaknya juga mengamankan RC yang merupakan General Manager (GM) Ayam Penyet Ria.

“Keduanya merupakan pegawai honor. Dimana mereka melakukan pengutipan liar dengan mendatangi perusahaan Ayam Penyet Ria di Sun Plaza, kemudian melakukan negosiasi, supaya tidak melakukan wajib pajak yang seharusnya dibayarkan 10% dari pendapatannya,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan, Selasa (21/8).

Toga menjelaskan, perbuatan ini sudah dilakukan para tersangka untuk kali kedua dalam dua bulan. Harusnya dalam pembayaran tersebut, Negara dapat memperoleh pajak sebesar Rp31 juta, yang berasal dari setoran bulan Juni (dibayar Juli) Rp18 juta, dan kemudian bulan Juli (dibayar Agustus) sebesar Rp13 juta.

“Tapi tersangka tidak menyetornya ke Negara. Sehingga mendapat bagian Rp8 juta (pembayaran pertama) dan Rp6 juta (pembayaran kedua), dengan total Rp14 juta masuk ke kantong pribadi petugas,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut Toga, Polda Sumut hanya mengamankan uang Rp6 juta dari pembayaran di bulan kedua, beserta sejumlah dokumen administrasi pajak dan handphone. Sedangkan uang Rp8 juta lagi sudah diterima oleh kedua pegawai honor UPT BP2RD tersebut. (man/ila)

Soal Alat Tangkap Ikan, Nelayan Harap Gubsu Buat Diskresi

Ilustrasi nelayan
Ilustrasi nelayan

SUMUTPOS.CO –  Kalangan nelayan di Sumatera Utara berharap Gubernur Edy Rahmayadi membuat suatu diskresi tentang penggunaan alat tangkap ikan pada zona atau jarak tertentu di perairan laut Provinsi Sumut.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli mengatakan, diskresi yang nantinya dibuat gubernur tersebut diharapkan kembali menghidupkan mata pencaharian nelayan yang berujung pada tingkat kesejahteraan nelayan.

“Ya kan bisa saja Gubsu itu membuat pergub (peraturan gubernur), disamping yang kita tahu sudah ada Permen Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) No.71/2016 tentang
Larangan Penggunaan Alat Tangkap Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik. Artinya pada zonasi jarak sekian mil diperbolehkan mempergunakan trawl bagi nelayan tradisional seperti kami,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (16/9).

Pihaknya mengaku sudah menerima undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, ihwal membahas masalah alat tangkap yang diperbolehkan bagi nelayan menangkap ikan.

“Sudah kami terima. Besok (hari ini) akan dibahas bersama pemangku kebijakan di Sumut termasuk gubernur. Aliansi nelayan akan duduk bersama untuk menyatukan persepsi soal ini bersama kepala daerah terkait,” ujar Nazli.

HNSI kata dia sepakat bahwa Permen KKP No.71/2016 harus dijalankan dan ditegakkan. Cuma persoalannya, anggota mereka yang tinggal di perairan laut Sumut ikut keberatan atas peraturan pemerintah pusat tersebut. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan dari Gubsu agar permasalahan ini memiliki opsi jalan keluar yang baik.

“Hal ini yang sangat kami nantikan. Gubernur bisa membuat suatu kebijakan meski sudah ada peraturan yang mengatur soal alat tangkap supaya dicarikan jalan tengahnya. Kami harap melalui pergub nantinya ada pertimbangan dari pemerintah pusat sehingga semua nelayan di Sumut bisa melaut dengan nyaman,” paparnya.

Kepala DKP Sumut, Mulyadi Simatupang menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan undangan tersebut kepada aliansi nelayan dan pihak terkait lainnya. “Jumat kemarin semua undangan sudah kita sampaikan, bupati/kadis perikan kabupaten, perwakilan nelayan, Ditpoloair Poldasu dan DPRD Sumut. Rapat digelar di kantor gubernur Ruang Rapat Marahalim lantai 9, pukul 14.00 WIB,” katanya.

Sebelumnya ia mengungkapkan, hasil pertemuan nantinya akan disampaikan kepada gubernur untuk selanjutnya diteruskan ke kementerian terkait. Termasuk kemungkinan ada karakteristik bisa dimodifikasi alat tangkap ikan yang tidak dilarang dan tidak merugikan nelayan. “Selama ini sudah diusulkan dan sudah ada jawaban bahwa 873 alat penangkapan ikan tersebut dimana sedang proses verifikasi. Namun yang terpenting aturan tersebut tetap kita tegakkan, disamping mencari solusi agar nelayan kecil tidak menabrak aturan dan bisa melaut,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui, aliansi nelayan Sumut pada 27 Agustus 2018 dengan kekuatan massa 4 ribu orang berunjuk rasa di DPRD Sumut sudah menyampaikan aspirasi soal penggunaan trawl yang menyandera mereka. Akan tetapi menurut dia, di satu sisi ada kelompok nelayan yang tidak mendukung hal tersebut. “Makanya ini yang akan kita undang semua, kita buat surat dan membahas masalah tersebut bersama. Baik dari pendekatan hukum dan lainnya. Apapun ceritanya mereka ini nelayan kita. Kita harus mendengar semuanya,” katanya.

Diketahui, ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern (HNKM) Sumut, berunjukrasa di depan kantor Gubsu pada Kamis (13/9). Saat diterima dan berdialog di kantor Gubsu, salah satu koordinator aksi, Rahman Gapiki dihadapan Gubsu Edy Rahmayadi dan wakilnya, Musa Rajekshah, menyampaikan bahwa gejolak ditengah nelayan kecil terjadi setelah terbitnya Permen KP Nomor 71 tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara RI.

“Kalau memang penggunaan pukat trawl dilarang, harusnya ada solusi alat pengganti. Janji menteri, seluruh nelayan kecil di bawah 5 GT akan ada diberi ganti untuk alat tangkap. Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Untuk itu, kami mengharapkan solusi Pak, biar kami pun bisa melaut lagi dan tidak ada penangkapan korban Permen 71 ini,” bebernya.

Gubsu Edy Rahmayadi sendiri sudah menginstruksikan kepada kepala DKP Sumut untuk menggelar pertemuan dengan himpunan nelayan guna mengakomodir aspirasi mereka soal pencabutan atau revisi Permen KP No. 71/2016. Kesempatan itu Edy menekankan setiap persoalan pasti ada jalan keluar.

Semua aspirasi yang disampaikan massa nelayan yang berunjukrasa di kantor Gubsu, akan disampaikan Pemprovsu kepada kementerian terkait supaya cepat dicarikan solusi. Namun terlebih dahulu harus dilakukan duduk bersama. “Sekarang sudah kalian dengar kan? Senin besok kalian akan diundang untuk membahas hal ini. Oke ya,” katanya setelah mendapat jawaban dari Kepala DKP Mulyadi Simatupang kapan mengundang kaum nelayan.

Menurut Edy, sudah ada aturan soal wilayah tangkap ikan bagi nelayan di Indonesia termasuk Sumut. Dirinya mengaku akan lebih memelajari aturan dimaksud. “Tapi tak boleh memaksakan kehendak. Kalau yang ini diizinkan, nanti yang lain ribut. Nanti kita pelajari dan segera putuskan. Jadi siapa yang melanggar aturan itu, berarti melanggar hukum,” katanya.

Ditanya mengenai tuntutan massa yang menginginkan agar 16 orang sahabat mereka yang ditahan Direktorat Poloair Poldasu beserta 16 unit kapal 2-4 GT beberapa waktu lalu, Edy menegaskan kalau memang salah harus ditangkap. “Lha, kalau salah kan harus ditangkap masak dilepasi.

Polisi harus tegas, siapa salah tangkap! Kalau dia gak nangkap, berarti polisinya yang tidak menjalankan amanah,” sambungnya waktu menemui pengunjuk rasa. (prn/ila)

PERSERU vs PSMS, Satu Poin Berharga

liga-indonesia.id KANDANG PERSERU: PSMS melawat ke kandang Perseru Serui di Stadion Marora, Minggu (16/9).
liga-indonesia.id
KANDANG PERSERU: PSMS melawat ke kandang Perseru Serui di Stadion Marora, Minggu (16/9).

SUMUTPOS.CO – Satu poin berharga didapatkan PSMS dari lawatannya ke kandang Perseru Serui di Stadion Marora, Minggu (16/9). Hasil 1-1 membuat PSMS kembali percaya diri menatap laga sisa Liga 1n
Meski satu poin tersebut belum mampu mengangkat PSMS dari posisi juru kunci, namun PSMS sudah mulai rajin mencuri poin dari kandang lawan. Ini poin tandang kedua setelah menahan Persija Agustus lalu.

Selain itu satu poin dari Serui membuat PSMS menang head to head dari Perseru. Hal itu akan berguna bila nanti di akhir musim punya koleksi poin yang sama. Sebelumnya di Medan, PSMS menang 1-0.

Pada laga ini, PSMS Medan turun nyaris dengan kekuatan terbaik. Termasuk empat pemain asingnya yakni Alexandros Tanidis, Reinaldo Lobo, Felipe Martins dan juga Shohei Matsunaga. Bagitu pula di bawah mistar gawang ada kiper Abdul Rohim.

Di lini belakang, bek tengah Roni Fatahilah yang absen di laga lawan PSIS Semarang lalu kembali mengawal lini pertahanan timnya. Sedangkan di lini serang, Felipe Martins didampingi oleh Antoni Putro Nugroho dan Frets Butuan. Bisa dikatakan ini adalah komposisi terbaik tim PSMS saat ini.

Setelah mampu menahan imbang tanpa gol di babak pertama, PSMS sempat tertinggal lebih dulu di babak kedua. Tepatnya di menit ke-73 kala striker Perseru, Beto Paula menjebol gawang Abdul Rohim lewat tembakan titik penalti.

Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tampak akan bertahan hingga akhir laga. Namun kerja keras dan usaha pantang menyerah PSMS akhirnya berbuah manis di penghujung laga.

Berawal dari tendangan bebas Gusti Sandria bola sempat mengenai pemain lawan dan seakan mengenai Erwin Ramdani dan Frets yang coba menyongsong bola.

Skor 1-1 bertahan hingga akhir laga. “Ya tendangan bebas saya mengenai pemain lawan. Sepertinya tidak kena Erwin atau Frets. Tapi siapapun yang cetak gol yang penting kami dapat poin,” kata pemain PSMS, Gusti Sandria.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan sangat senang dengan hasil ini. Pasalnya satu poin ini sangat dibutuhkan.

“Mereka orang-orang yang sangat saya banggakan dari mereka. Mereka menunjukkan karakter hebat di bawah provokasi besar lawan,” kata Butler.

“Saya sangat optimis saya belajar sesuatu yang baru setiap hari tentang mereka, kami hanya dapat membawa 16 pemain karena terbatasnya finansial dari manajemen dan merupakan perjudian yang bepergian ke Serui sepanjang jalan. Tapi saya optimis selama pemain positif saya akan tinggal dan bertarung dengan mereka. Mereka adalah sekelompok pemain yang jujur, pekerja keras dan mereka harus didukung dengan lebih baik,” ujarnya.

Meskipun pelatih asal Inggris itu sedikit kecewa dengan keputusan wasit yang menghadiahi tuan rumah dengan penalti. Syukurnya para pemain tak patah semangat.

“Penalti adalah keputusan yang sangat tidak adil. Tapi mereka memainkan hati mereka yang berjuang dan menekan sampai akhir, saya berharap dukungan manajemen dan membantu memotivasi lebih baik,” ucap eks pelatih Persipura itu.

Hasil itu membuat Perseru tanpa kemenangan dalam 4 laga secara beruntun. Sebelumnya tim asuhan I Putu Gede tersebut ditahan imbang 2-2 oleh PSM Makassar, kalah 1-2 dari Bali United, kalah 0-1 dari Bhayangkara FC, dan kini bermain imbang 1-1 kontra PSMS. (don)

Tumbangkan Sriwijaya Dua Kali, Start Mulus PSMS U-16

istimewa MENANG: Skuad PSMS U-16 menang dua kali dari Sriwijaya U-16 pada pekan perdana Liga 1 U-16.
istimewa
MENANG: Skuad PSMS U-16 menang dua kali dari Sriwijaya U-16 pada pekan perdana Liga 1 U-16.

SUMUTPOS.CO – PSMS U-16 mengawali Liga 1 U-16 dengan capaian positif. Mereka menumbangkan Sriwijaya U-16 dengan skor 1-0 pada Sabtu (15/9) dan 3-0 pada Minggu (16/9).

Seperti diketahui untuk Liga 1 U-16 dua tim bersua lawannya dua kali dalam waktu dua hari. Sebelumnya anak asuhan Reswandi berhasil menang 1-0 lewat gol Sandi Arta Samosir. Minggu kemarin, PSMS mencetak skor lebih banyak lewat dua gol Sandi Arta menit ke-12 dan 15 serta gol Fahri Rozi menit ke-46.

Pelatih PSMS U-16, Reswandi mengatakan hasil di pekan pertama ini menjadi awal yang baik bagi timnya. Namun Reswandi tak mau langsung puas dengan performa anak asuhnya.

“Ini awal yang baik untuk menjadi modal kepercayaan diri anak-anak di laga home nanti. Tapi saya tidak mau cepat puas,” ujar Reswandi, Minggu (16/9).

Menyoroti kelemahan timnya yang masih terlihat, pelatih berlisensi B AFC itu melihat ada beberapa yang harus diperbaiki. “Ada beberapa pos posisi yang paling kami perbaiki. Fundamennya saja. Secara spesifik,” bebernya.

Selanjutnya PSMS akan menghadapi Persib U-16 di Stadion Teladan Medan pada Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9). Eks pelatih Kwarta itu melihat Maung Bandung Muda adalah salah satu tim yang harus diwaspadai.

“Persib saya nilai sebagai tim paling siap. Tapi ini Medan kan. Saya harap bisa meraih kemenangan di kandang sendiri,” ujar mantan pemain PSMS era 2000-an ini.

Persib di laga awal tumbang dari PS Tira dengan skor 0-1. Namun Reswandi tak mau menjadikan hal itu sebagai acuan timnya bisa menumbangkan lawan.

Selain Persib, PSMS akan menghadapi PSIS, PS Tira dan Bhayangkara FC. PSMS menargetkan lolos dari fase grup dan berbicara banyak di panggung Liga 1 U-16.

Seperti diketahui Liga 1 U-16 untuk kali pertama digulirkan PSSI tahun ini. Ini menjadi wadah kompetisi untuk para Elite Pro Academy Liga 1.

Bisa dibilang kompetisi U-16 ini merupakan tonggak awal yang penting untuk pembinaan usia muda sepakbola Indonesia. Karena sebelumnya kompetisi dari klub Liga 1 hanya sampai jenjang U-19. (don)

Terkait PNS Bonceng Selingkuhan dalam Mobilm, Lalu Menyeret Istri, Akhirnya Ditangkap

PERIKSA: Pelaku kekerasan dalam rumah tangga, Teja Adrian, saat menjalani pemeriksaan di Polres Tebingtinggi.
PERIKSA: Pelaku kekerasan dalam rumah tangga, Teja Adrian, saat menjalani pemeriksaan di Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Personel Satreskrim Polres Tebingtinggi akhirnya meringkus dan menahan Teja Adrian (36), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Pemko Tebingtinggi, setelah dirinya dilaporkan istrinya Fitri Rohani (33) ke Polres TebingtinggI dengan tuduhan telah melakukan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP TP Butar-Butar yang dikonfirmasi, Sabtu (15/9) sore di Mapolres Tebingtinggi membenarkan jika pihaknya telah melakukan penahanan terhadap TA, Warga Jalan Gunung Lauser, Komplek BP7 Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi pada Kamis (13/9) malam dari kediamannya.”Pelaku kita jemput dari kediamannya dan langsung menjalani pemeriksaan. Kini pelaku masih kita tahan diruang tahanan Polres Tebingtinggi,”terang Kasat Reskrim AKP T Butar-Butar.

Diungkapkan dia, dalam laporan pengaduannya pada Rabu (5/9) sekira pukul 17.00 WIB lalu, korban menceritakan jika sebelumnya korban Fitri Rohani dan teman-temannya berangkat dari kantornya untuk makan ke RM Bayu Lagon yang berada di Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi dengan mengendari mobil.

Setibanya di RM Bayu Lagon, korban tanpa sengaja melihat mobil milik TA suaminya melintas. Curiga, Fitri Rohani kemudian meminta temannya untuk mengikuti mobil suaminya tersebut.

Sesampainya di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, tepatnya di depan Istana Karoke, korban kemudian turun dari mobil temannya dan mendatangi mobil suaminya yang kebetulan juga sedang berhenti.

Namun saat korban membuka pintu mobil suaminnya, korban melihat ada seorang perempuan, Sari Narulita sedang berada di dalam mobil milik suaminya. Korban yang selama ini menduga jika sang suami memiliki hubungan khusus dengan Sari Narulita, akhirnya emosi dan menarik jilbab perempuan tersebut dan menyuruhnya keluar dari dalam mobil.

Namun Sari Narulita tidak mau keluar. Pelaku yang melihat kejadian tersebut kemudian memukul tangan korban, hingga korban merasa kesakitan dan melepaskan tangannya dari jilbab Sari Narulita. Seketika juga korban yang melihat ada Handphone di dekat Sari Narulita selanjutnya mengambil dan membuangnya keluar, namun Sari Narulita tak juga keluar dari dalam mobil. Korban lalu mengambil Handphone milik Sari Narulita yang sempat dibuangnya tersebut dan kembali lagi menuju mobil suaminya.

Saat itulah suami korban nekat dan langsung melajukan mobilnya sehingga korban sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya terjatuh ke aspal. Akibat jatuh tersebut, korban mengaku mengalami luka lecet pada tangan sebelah kanan dan luka memar pada lutut sebelah kiri serta terasa sakit pada pinggul sebelah kanannya.

“Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun,” tegas AKP TP Butar-Butar. (Ian/ila)

Sumut Galakkan Pertanian dan Pariwisata

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS BIBIT: Sejumlah petani menanam bibit padi di persawahan jalan Abdul Hakim Tanjung Sari Medan, beberapa waktu yang lalu. Dengan potensi yang ada, Pemprov Sumut akan menggalakkan pertanian dan pariwisata.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
BIBIT: Sejumlah petani menanam bibit padi di persawahan jalan Abdul Hakim Tanjung Sari Medan, beberapa waktu yang lalu. Dengan potensi yang ada, Pemprov Sumut akan menggalakkan pertanian dan pariwisata.

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tengah melakukan peningkatan perekonomian dalam bidang pertanian dan pariwisata di Sumut. Kedua objek tersebut, diyakini bisa mendorong laju perekonomian lebih baik lagi kedepan.

“Kita mau buat daerah agraris lah. Karena kita memang potensi suber daya alam kita agraris dengan pesona keindahannya,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sabrina kepada wartawan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Jum’at (14/9) siang.

Untuk pariwisata sendiri, Sumut memiliki objek wisata untuk menarik wisatawan berkunjung seperti Danau Toba, Bahorok, Tangkahan dan potensi pariwisata lainnya. Namun begitu, Sabrina mengatakan akan mengkolaberasi antara pertanian dan pariwisita.

“Itu bisa dijual antara Pertanian dan Pariwisata. Bisa agro wisat juga. Bagaimana kita dalam pertanian eksis kita sebagai daerah lumbung pangan,” jelas Sabrina.

Sabrina mengklaim Sumut sudah melakukan target-target pencapaian pertanian dengan target utama swasembada pangan.”Target-target pertanian kita, swasembada pangan. Kalau padi kita, sudah swasembada. Kalau jagung kita belum, kedele kita belum,” ungkapnya.

Namun, Sabrina mengakui untuk pertanian dengan komunitas cabai menjadi faktor inflasi bagi Sumut. Tapi, hal itu bukan menjadi hambatan. Malah sebaliknya menjadi tantangan untuk mengatasi faktor tersebut.

“Cabai tetap menjadi inflasi. Kalau cabai untuk hambatan tidak, tapi tantangan produk-produk cabai kita banyak dikirim keluar seperti ke Riau, Sumatera Barat dan Aceh. Nah itu, sah-sah saja selama menguntungkan petani. Jangan sampai kita mengimpor. Untuk itu, kita meningkatkan komunitas cabai,” tutur Sabrina.

Disinggung apa dilakukan Pemprov Sumut percepatan kedua objek itu. Sabrina mengungkapkan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Namun, dilakukan secara terprogram kedepannya.

“Pertanian kita meningkat dengan hal-hal ril. Misalnya, intensitas panen dengan lahan yang sama. Kita menanam tumpang sari, dengan lahan tanaman lainnya. Bisa produksi kita sekali satu, bagaimana dilakukan untuk peningkatkan setahun dua kali,” pungkasnya.(gus/ram)

Demi Tingkatkan Kualitas Layanan, PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Senin (9/1) Perbaikan tersebut guna mengantisipasi rusaknya aliran listrik disaat musim penghujan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKAN: Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Jalan Brigjen Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Senin (9/1) Perbaikan tersebut guna mengantisipasi rusaknya aliran listrik disaat musim penghujan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Area Medan kembali melakukan pemeliharaan selama sepekan, dimulai sejak Sabtu (15/9) hingga Kamis depan (20/9) Pemeliharan tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan dalam mensuplay listrik kepada konsumen.

Manager PT PLN (Persero) Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, dalam pemeliharaan jaringan listrik tersebut, akan berdampak pada pemadaman listrik selama sepekan. “Pemadaman listrik dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PLN dan mengantisipasi terjadinya gangguan yang lebih besar,” kata Lelan.

Adapun jadwal pemeliharaan sekaligus pemadaman, lanjut Lelan, pada hari ini, Senin (17/9), pemadaman terjadi di Rayon Labuhan, wilayah padam di Jalan Inspeksi, padam mulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 14.00 WIB. Kemudian di Rayon Sunggal, lokasi padam di Jalan Sunggal dan Jalan Pesantren. Pemadaman dimulai pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, di rayon Medan Timur, pemadaman di lokasi Jalan Kayu Putih, Jalan Kawat 1 s.d 8, Jalan Kol Bejo, Jalan Alfaka 1 s.d 7, Jalan Pesta serta Jalan Pematang Pasir. Lokasi ini padam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Kemudian, Rayon Johor, lokasi padam di Jalan Besar Namo Rambe Desa Batu Penjemuran, Jalan Karya Jaya Pasar IV dan Komplek Kowilhan. Di lokas ini pemadaman mulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 14.00 WIB.

Pada Selasa (18/9), pemadaman di Rayon Medan Baru, yakni di Jalan Abdullah Lubis, Jalan Sriwijaya, Jalan Patimura, Jalan D.I Panjaitan, Jalan Sei Putih dan Jalan Sei Batu Gingging. Di lokasi ini pemadaman mulai pukul 09.00 Wib hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian, di rayon Sunggal, pemadaman di Jalan Abadi, mulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, di rayon Johor, pemadaman di Jalan Karya Bakti, Jalan Karya Tani, Jalan Karyawisata, Asrama Haji dan Kantor Kejaksaan Tinggi. Di lokasi ini pemadaman mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Pada Rabu (19/9), di rayon Sunggal, pemadaman di Jalan Amal Luhur, Bakti Luhur, dan Budi Luhur. Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian, di rayon Belawan, pemadaman di Jalan Titi Pahlawan Paya Pasir, Jalan Simpang Kantor, Jalan Yong Panah Hijau, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pasar Impres, Jalan Jermal Raya, Jalan Kampung Besar. Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya, di rayon Medan Timur, pemadaman di Jalan Metrologi, Jalan Irian Barat Sampali, Sinar Gunung, Dwikora, Jalan Musyawarah-Sintis, Jalan Sudirman, Jalan Trunajaya, Bagan Percut, Jalan Diponogoro, Jalan Kali Serayu Cinta Damai Percut serta Jalan Perdamaian. Di lokasi ini padam mulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 14.00 WIB.

Pada Kamis (20/9), pemeliharaan di rayon Medan Kota, namun tidak ada pemadaman karena beban dimanuver. Lalu, di rayon Medan Baru, pemadaman dilakukan di Jalan Dr Mansyur, Jalan Jamin Ginting, Jalan Sei Padang, Jalan Iskandar Muda, Jalan Sei Bahdera dan Kampus USU. Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Kemudian, pemeliharaan di rayon Medan Kota, pemadaman dilakukan di Jalan Universitas Muhammadiyah, Jalan Bambu, Jalan Pelita, Jalan Tempuling, Jalan Rakyat, Jalan Perjuangan, Jalan Ibrahim Umar, Jalan M Yakup, Jalan Pancing, Unimed, UIN, UMA, RS Haji dan komplek MMTC. Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/9), pemeliharaan juga dilakukan di rayon Labuhan, Medan Selatan dan Johor, dengan lokasi pemadaman di Jalan Garu III, Jalan Karya Jaya, Jalan Adi Sucipto, Jalan Karang Sari dan Batalyon Paskas. Sedangkan pada Minggu (16/9), pemeliharaan di rayon Medan Baru, pemadamannya di Jalan Rumbia.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan atas pemadaman ini. Pemeliharaan yang kami lakukan demi untuk meningkatkan kualitas pelayanan suplay listrik kepada konsumen,” ucap Lelan Hasibuan. (ila)

Gardu Induk Paya Geli Meledak, Suplay Listrik Sempat Terganggu

PLN
PLN

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Gardu Induk Paya Geli Medan, meledak secara tiba-tiba pada Minggu dini hari (16/9) pukul sekitar pukul 03.31 WIB. Hal ini menyebabkan terganggunya pada kubikel 20.000 Voltn
dan Trafo Daya 150.000 Volt, sehingga terjadinya gangguan suplay energi listrik yang mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa kawasan Kota Medan.

Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab meledaknya gardu Induk Paya Geli Medan karena pihaknya lebih focus untuk memperbaiki jaringan listrik yang terganggu. “Penyebabnya kita gak tahu. Saya masih fokus menormalkan gangguan suply energi listriknya,” ujar Lelan yang berada di lokasi saat dikonfirmasi wartawan Koran ini.

Adapun kawasan Kota Medan yang padam akibat terkena dampak gangguan tersebut, lanjut Lelan, sekitaran Jalan Sunggal, Perumahan Kodam, Jalan Amal, Jalan Puskesmas, Jalan Pinang Baris, Jalan Balai Desa, Jalan Seroja, Jalan Bakul.

Kemudian, sekitaran Jalan Puskesmas, Jalan BLK, Jalan Perwira, Jalan Elang, Jalan Aluminium, Gang Resmi, Jalan Gatot Subroto, Serba Setia, Jalan Binjai, Kampung Lalang, Pasar V, Pasar V, Pasar III, Pasar I, Cinta Damai, Gang Harapan, Jalan Rajawali, Jalan Murai, Jalan Garuda , Jalan Cenderawasih.

Lalu, sekitaran Jalan Asrama, Jalan Ampera II, Jalan Ampera I, Jalan Gagak Hitam, Jalan Kakak Tua, Jalan Gelatik,  Jalan Pungguk, Jalan Bangau, Jalan Blibis, Jalan Merpati, Jalan Balam, Jalan Budi Luhur, Jalan Prona, Jalan Tempua, Jalan Ring Road.

Begitu juga padam di sekitaran Jalan Karya, Jalan Gereja, Jalan Danau Singkarak, Jalan Ayahanda, Jalan Notes, Jalan Sampul, Jalan Buku, Jalan Mistar, Jalan Ceret, Jalan Sendok, Jalan Priok, Jalan Gelas, Jalan Danau Marsabut, Jalan Danau Jempang.

Lalu, di sekitaran Jalan Kapten Muslim, Jalan T.Amir Hamzah, Jalan Perkutut, Jalan Gaperta, Jalan Melati Putih, Jalan Restu, Jalan Persatuan, Jalan Abdul Manaf Lubis.

Selanjutnya, sekitaran Bank BCA Jalan Krakarau, Jalan GB Josua, Jalan Thamrin, Jalan Sei Kera, Jalan Malaka, Jalan Madong lubis, Jalan Sumatera, Jalan Singa, Jalan Gajah, Jalan Parapat, Jalan Penyabungan.

Kemudian, sekitaran Jalan Metrologi, Jalan Irian Barat Sempali, Sinar Gunung, Dwikora, Jalan Musyawarah, Pasar 1 s/d Pasar 6 Sintis, Jalan Sudirman, Jalan Trunojoyo, Janji Martobu, Bagan Percut, Jalan Diponegoro, Jalan Kali Serayu, Cinta Damai Percut, Jalan Pardomuan.

Padam juga terjadi di sekitaran Jalan Setia Budi, Jalan Sumarsono, Jalan Pemasyarakatan, Jalan Gunung Sinembah, Jalan Pondok Surya, Jalan Karya 2, Jalan Karya 5, Jalan Karya 7, Jalan Baru, Jalan Tanjung Permai. Lalu di sekitaran Jalan Dame Jalan Helvetia Raya, Jalan Matahari Raya, seluruh Perumnas Helvetia.

Dan di sekitaran Jalan K.L. Yos Sudarso, Brayan, Jalan Pertempuran, Perumahan Brayan Bengkel, Jalan Aluminium 1, Jalan Kol. Bejo, Jalan Cemara. “Pada pukul 05.40 WIB, Gardu Induk Paya Geli mulai melakukan penyalaan secara bertahap. Pada pukul 11.59 WIB, dua per tiga lokasi yang padam sudah menyala kembali,” pungkasnya.

Padam karena Banjir

Sementara itu, akibat Kota Medan diguyur hujan pada Sabtu malam (15/9), menyebabkan sejumlah lokasi digenangi banjir yang tingginya hingga sepinggang orang dewasa.

Karenanya, untuk menjaga keamanan gardu listrik saat terendam banjir, pihak PLN memadamkan listrik.

Adapun sejumlah daerah yang padam listrik pada saat terjadinya banjir, yakni, Jalan Eeka warni, Jalan Katamso, Jalan Mantri, Jalan Pandu, Jalan Mangkubumi, Jalan Cakrawati, Jalan Sahija, Jalan Cinta Karya, Komplek Pamen, Jalan Bahagia, Pajak Pagi Jamin Ginting, Gang Pasir, Pasir Baru, Gang Sawo.

Kemudian, Gang Merdeka, Gang Pelita 2, Jalan AH Nasution, Jalan Karya Tani Dalam. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas pemadaman akibat terganggunya di GI Paya Geli Medan maupun pemadaman akibat banjir,” ucap Lelan. (ila)

Pedagang Petisah Mengeluh, Kanopi Pintu Masuk Rusak, Listrik Sering Padam

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS GELAP: Kondisi basement Pasar Petisah Medan gelap akibat lampu sering padam, Minggu (16/9).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
GELAP: Kondisi basement Pasar Petisah Medan gelap akibat lampu sering padam, Minggu (16/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sejumlah pedagang gedung pasar Petisah Kota Medan mengeluhkan soal rusaknya kanopi pintu masuk sebelah selatan menuju tempat pedagang ikan. Bahkan, listrik di tempat mereka menggelar dagangan sering padam.

Selain itu, kondisi lantainya selalu basah dan licin akibat akibat rembesan air dari kamar mandi di lantai II, serta tampak bersumber dari kebocoran-kebocoran lainnya. Akibatnya, bukan tidak mungkin kerusakan tersebut diduga yang menjadi penyebab peristiwa korsleting listrik di gedung Pasar Petisah beberapa waktu lalu.

“Ini masih mendingan, kalau saat hujan lebih parah kondisinya. Becek dan terlihat kumuh,” keluh Mester Harahap, salah seorang pedagang bumbu yang kios dagangannya tepat di lokasi pintu masuk tersebut, Sabtu (15/9).

Kondisi itu juga diakui pedagang lainnya sehingga membuat pembeli kerap kesulitan masukn
bahkan bisa menyebabkan orang yang melintas tergelincir. “Kami selama ini sudah melaporkan kerusakan tersebut, serta pada saat terjadinya korsleting listrik di lokasi itu,” timpal Kepala Divisi Humas DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B), Tekken Sinaga.

Namun, lanjutnya, pihak PD Pasar Kota Medan terkesan mengelak dengan menyatakan bahwa hal tersebut masih menjadi tanggung jawab PT. GKKS, selaku perusahaan yang mengelola Pasar Petisah Tahap II Medan. Dengan alasan karena korsleting listrik tersebut terjadi pada kabel listrik di lantai I.

Sementara itu, belum lama ini, dalam rapat P4B, ada beberapa poin yang diprioritaskan untuk diperjuangkan. Antara lain perawatan pasar, yang sejak berdiri 2014 tak pernah dilakukan pengecatan, kipas angin tidak pernah dirawat dan banyak yang rusak, blower tidak optimal dalam pengaktifannya, seringnya mesin pompa penghisap air rusak, hingga limbah pedagang ikan dan ayam menggenangi lapak para pedagang di basemant.

Lalu, kurangnya kesiapan pengelolaan listrik ketika terjadi pemadaman bergilir. Sementara kutipan-kutipan harian tetap harus dibayarkan pedagang.

Ketua DPP P4B, Suwarno mengatakan, pedagang setiap hari setidaknya harus menyisihkan uang untuk membayar retribusi harian, diantaranya retribusi PD Pasar yang sepaket dengan uang kebersihan, lalu uang jaga malam, setelah itu masih harus membayar uang lampu, uang bongkar muat serikat pekerja, ada juga sebahagian yang membayar izin masuk.

“Kami para pedagang sangat kecewa dengan pengelolaan lampu seperti ini. Ini uda sering kali terjadi mati lampu di basement. Mana tanggung jawab PD Pasar? Gengset pun tidak pernah berfungsi alasan batrainya sowak/habis minyak,” uangkapnya.

Pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya namun hingga kini belum ada respon dari yang bersangkutan. “Sudahlah lampu mati, banjir, lengkaplah penderitaan pedagang,” pungkas Suwarno. (prn)

Rayakan Tahun Baru Islam , FKMI Gelar Fun Walk Bersama Anak Yatim

istimewa/sumut pos fun walk: Seratusan anak yatim dan anak pengungsi Palestina senam bersama, usai fun walk, Minggu (16/19). Acara fun walk yang digelar ini dalam rangka memeriahkan tahun baru hijriyah, 1Muharram 1440H.
istimewa/sumut pos
fun walk: Seratusan anak yatim dan anak pengungsi Palestina senam bersama, usai fun walk, Minggu (16/19). Acara fun walk yang digelar ini dalam rangka memeriahkan tahun baru hijriyah, 1Muharram 1440H.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ratusan anak yatim dan pengungsi Palestina terlihat tersenyum dan ceria di Minggu pagi (16/9) kemarin. Seperti dunia anak pada umumnya, para anak pengungsi Palestina inipun terlihat sangat menikmati acara Fun Walk Bersama Anak –Anak yang diadakan oleh Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI) Bahkan, senyum bahagia terlihat jelas di wajah mungil mereka.

Ketua Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI), Hj Revita Lubis, Minggu (16/9) menyebutkan kegiatan yang digelar ini sebagai upaya mensosialisasikan tahun baru Islam, yang jatuh 1 Muharram.

“Muharram kali ini kami merayakannya bersama anak-anak yatim dan pengungsi Palestina. Ini juga untuk memberikan pemahamanan bahwa tahun tahun baru muslim dan muslimah itu tahun baru hijriah. Sehingga tidak terbiasa lagi merayakan tahun baru masehi,”ujarnya.

Acara fun walk dengan rute Medan Club- Jalan Cik Ditiro, Uskup Agung,Diponogoro –Medan Club ini diikuti sebanyak 100 orang anak yatim dan 40 orang anak pengungsi Palestina yang tinggal di lokasi penampungan sementara Jalan Dr Mansyur.

Setelah jalan santai, kegiatan dirangkai dengan senam serta sarapan bersama. Melalui kegiatan ini juga para peserta fun walk ini juga diedukasi bagaimana menjaga kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan.

“Tujuannya, agar mereka lebih memahami bagaimana cuci tangan yang benar, jadi ada nilai pendidikan, ada juga mendogeng.Dengan dongeng islami. Karena mereka ini jarang merasakan hal seperti itu, makanya kita undang pendongeng, yang memang dia juara nasional, ada juga games,”ujarnya.

Melalui games ini, sambungnya, FKMI ingin menanamkan nilai-nilai bersaing tapi secara sehat. Khusus bagi anak-anak Palestina yang mengikuti acara ini sambungnya, diharapkan bisa melupakan sejenak kesedihan mereka yang jauh dari tanah airnya.”Di sini diajak berbaur bersama, untuk  merasakan kegembiraan. Sekaligus memperkenalkan kebudayaan kita, seperti cara makan, jalan,”imbuhnya.

Sedangkan bagi pengurus FKMI, melalui kegiatan ini diharapkan bias menimbulkan dan memotivasi sifat lebih dermawan. “FKMI ingin memiliki acara yang  lebih bermanfaat dengan cara terus berinprovisasi,”imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, kegiatan yang digelar ini diharapkan diikuti komunitas lainnya, agar bisa bersama-sama menggalakkan tahun baru islam ini sebagai hari bersejarah. Sehingga, ke depannya, bukan hanya merayakan tahun baru Masehi saja. (ram/ila)