Home Blog Page 5959

Daftar Tunggu Calhaj Medan 15 Tahun

Sutan Siregar/Sumut Pos TIBA: Jamaah haji saat tiba di Komplek Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, beberapa hari lalu.
Sutan Siregar/Sumut Pos
TIBA: Jamaah haji saat tiba di Komplek Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, beberapa hari lalu.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Jamaah haji asal Kota Medan dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika dirata-ratakan, dalam sehari ada sekitar 50 orang yang mendaftar untuk berangkat ke Tanah Suci. Dengan begitu, saat ini waiting list atau daftar tunggu calon jamaah haji Kota medan sampai 15 tahun. Hal itu dikatakan Kasi Penyelenggaraan Haji Kemenag Medan, Ahmad Qosby SAg MM kepada wartawan, Jumat (14/9).

Menurutnya, terjadi peningkatan jumlah jamaah haji Kota Medan setiap tahun. Peningkatan itu diprediksinya karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelaksanaan ibadah haji. “Jadi setiap hari, kalau dirata-ratakan ada 50 orang yang mendaftar berangkat haji. Sehingga waiting list kita sampai 15 tahun. Terjadi peningkatan yang luar biasa setiap tahun sejak 2011,” sebutnya.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 Hijriah kali ini, jamaah dari Kota Medan berjumlah 2.407 jamaah yang terdiri dari 12 kloter. “Untuk tahun ini, jamaah haji Kota Medan ada di 12 kloter dan hampir semuanya ada di gelombang kedua, mulai kloter 8 sampai kloter 22. Namun yang utuh satu kloter dari Kota Medan ada 3 kloter, yaitu kloter 7, kloter 10 dan kloter 11 yang baru tiba Kamis (13/9) kemarin,” ungkap Qosby.

Dengan tibanya jamaah haji Kloter 11 asal Kota Medan kemarin, Qosby berharap, mereka bisa menjadi panutan baik di keluarga, lingkungan dan untuk Kota Medan. “Semoga membawa keberkahan, kedamaian dan kesejukan. Dan doakan Medan yang kondusif, baldatun toyyibun warrabbun ghofur,” harapnya. Namun disebutnya, hingga saat ini, ada tiga jamaah asal Kota Medan yang meninggal dunia di Tanah Suci.

Kabid Dokumen PPIH H Eri Nofa melalui kordinator Humas Imam Mukhair menyebutkan, kloter 11 berjumlah 393 jemaah haji. Sebanyak 379 orang dari Medan, Madina 2 orang dan Asahan 20 orang dan 9 petugas. “Semuanya 392 orang, saat berangkat 392 orang karena 1 jemaah haji mutasi di kloter ini,” kata Imam. Hingga kloter 11, lanjut Imam, total 17 jemaah haji yang wafat di Arab Saudi.

Sementara itu, Porlep atau pekerja yang turut membantu di Asrama Haji Medan tampak dengan sigap menurunkan koper jemaah dari truk yang membawa. Mereka juga menyusun setiap koper sesuai nomor manifest jamaah. Mereka juga membantu mengantarkan koper jemaah haji ke kenderaannya. (man)

Status Taksi Online Harus Jelas

Iswar Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut
Iswar
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara mengharapkan regulasi baru yang kembali diusulkan Kemenhub soal taksi online memiliki azas keadilan bagi semua pihak. Pun demikian, Dishub Sumut tetap mendukung apapun langkah dan upaya yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kami sifatnya menunggu dululah. Biarkan dulu kementerian bekerja. Apapun keputusan pemerintah harus kita dukung,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut, Iswar menjawab Sumut Pos, Jumat (14/9).

Apalagi, ia mengungkapkan, ada perbedaan sisi pandang atas putusan Mahkamah Agung terkait Permenhub 108/2017 tersebut. “Mereka (MA) memandangnya saya lihat dari sisi usah mikro, kecil dan menengah Artinya jatuhnya itu ke UU koperasi. Dan kalau memang nantinya mau dibawa ke sana, silahkan saja,” katanya.

Namun kata Iswar, muara dari setiap produk hukum yang dibuat pemerintah nantinya, memiliki azas keadilan dan baik untuk masyarakat umum. “Sebenarnya hal ini bukan porsi kita (provinsi). Kewenangan tersebut ada di pusat. Jadi kita menunggu dululah kebijakan dari atas dan siap mendukung,” katanya.

Termasuk untuk urusan nasib pelaku taksi online ke depan, pihaknya sejauh ini belum membuat langkah-langkah strategis paskakeputusan MA tersebut. “Kita tunggulah dulu apa instruksi pusat selanjutnya,” pungkas Iswar.

Hal senada juga disampaikan Kadishub Medan, Renward Parapat. Dia mengaku masih menunggu arahan dari Kemenhub terkait persoalan ini. “Kita tunggulah petunjuk dari pusat (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan Provinsi (Sumut) bagaimana, karena tidak mungkin kita mendahului. Pada intinya, kita tetap mengikuti yang disampaikan kementerian kepada provinsi,” ujarnya singkat.

Sementara, Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, aturan baru yang mungkin akan dibuat Kemenhub RI adalah demo kepastian hukum terkait keberadaan dan operasional taksi daring tersebut. Dengan begitu, status moda transportasi berbasis aplikasi ini apakah bisa dimasukkan ke dalam jenis umum atau pribadi.

“Pastinya mereka (Kemenhub) akan lakukan itu. Pertama, soal kepastian hukum. Apakah masuk transportasi umum atau pribadi. Kedua, perlakuan yang sama, dimana setiap moda transportasi yang digunakan untuk mencari keuntungan (mengangkut) sewa, maka memiliki kewajiban membayar pajak/retribusi,” ujar Sutrisno kepada wartawan, Jumat (14/9).

Ditanya, apakah pembuatan regulasi baru terkesan mubazir, Sutrisno mengatakan, justru harus segera dibuat aturan yang lebih tepat. Langkahnya seperti konsultasi dengan lembaga yudikatif sebelum melahirkan aturan sepeti Permenhub 108/2017. Antisipasinya adalah terkait poin-poin dalam aturan yang telah dan mungkin akan digugat kembali jika ada yang baru.

Karena itu pula, lanjut politisi PDIP ini, pemerintah daerah dalam hal implementasi aturan nantinya, harus punya peran dalam menentukan regulasi turunan yang mengatur secara khusus sesuai kondisi di daerahnya masing-masing. Apalagi saat ini, putusan MA dapat menimbulkan kesan adanya kekosongan hukum karena di satu sisi poin dalam Permenhub itu sudah digugurkan, namun juga perubahannya belum ditetapkan. “Ini juga untuk menghindari gesekan sosial diantara seluruh stakeholder,” katanya.

Sebelumnya Sutrisno juga berharap aturan atau regulasi apapun yang diturunkan dari pusat, membuka peluang kepada pemerintah daerah untuk mengatur secara khusus bagaimana keberadaan transportasi ini berdasarkan kondisi setempat. Seperti adanya kesepakatan bersama antara seluruh pihak penyelenggara transportasi, hingga memberikan batasan tertentu agar tidak terjadi saling membenarkan diri dan memicu konflik horizontal.

“Yang penting, Pemerintah harus menegaskan ‘jenis kelamin’ dari transportasi online ini sebagai sarana transportasi publik berbayar. Maka semua diberlakukan sama, baik plat kuning maupun plat hitam,” pungkasnya. (bal)

Desember 2018 bisa beroperasi, Jalur Layang KA Rampung 91 Persen

Triadi Wibowo/Sumut Pos Jalur layang: Jalur layang kereta api yang melintang di atas ruas jalan salah satu Kota Medan. Akhir Desember 2018 jalur layang kereta api Medan-Kualanamu sudah siap beroperasi.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Jalur layang: Jalur layang kereta api yang melintang di atas ruas jalan salah satu Kota Medan. Akhir Desember 2018 jalur layang kereta api Medan-Kualanamu sudah siap beroperasi.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Balai Teknik (Baltek) Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akhir Desember 2018 jalur layang kereta api Medan-Kualanamu sudah siap beroperasi. Saat ini pengerjaannya sudah mencapai 91 persen.

Baltek Perkeretaapian memang menargetkan pengerjaan bisa diselesaikan pada akhir tahun ini. Dan saat ini tengah melakukan penyelesaian box grider dan pemasangan bantal rel dari Stasiun Medan ke Mandala. “Selain penyelesaian pemasangan box grider dan PCI grider, saat ini rel, bantalan dan batu balas sudah mulai pengerjaan untuk diselesaikan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Baltek Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Fakhrul Rivai Hasibuan didampingi Humas Manageer PT KAI Divre I Sumut, Ilud Siregar, Kamis (13/9).

Menurutnya, saat ini yang belum selesai yaitu di Stasiun Medan, dan untuk pemasangan rel juga masih sekitar 5 kilometer lagi dan ada beberapa span atau tiang pemancang lagi yang belum diselesaikan.

Diungkapkannya, ada sekitar 213 tiang pancang yang akan dibangun dan saat ini lebih kurang tersisa 51 tiang pemancang lagi yang belum dibangun dan akan segera dibangun. “Untuk saat ini, kendala pengerjaan jalur layang tersebut tidak ada dan masih sesuai waktu yang telah ditentukan. Sisa pengerjaan sekitar 9 persen akan terus dikerjakan serta ditarget selesai dalam waktu empat bulan ke depan atau Desember semua pengerjaan sudah bisa selesai dan bisa digunakan,” terangnya.

Jalur kereta api yang ada saat ini, jelas Fakhrul, nantinya akan tetap digunakan. Hanya saja, dengan adanya jalur layang maka akan bisa meminimalisir kemacetan di inti Kota Medan karena kedua jalur sudah bisa digunakan.

Selain itu, Baltek Perkeretaapian juga tengah melakukan pengerjaan untuk pembangunan stasiun bagi kereta api layang atau kereta api Rallink Indonesia yang sering disebut dengan kereta api bandara. “Iya, termasuk juga melakukan pembangunan Depo yang ada di Pulo Brayan. Kita lagi kejar progres semua untuk penyelesaian pengerjaannya,” tegas Fakhrul.

Untuk Stasiun Bandara Kualanamu, disebutnya tidak ada pengerjaan. Karena sudah ada stasiun sebelum jalur layang kereta api itu dibangun. “Untuk Stasiun Kualanamu kan sudah selesai. Kita nggak ada pekerjaan di situ,” ungkap Fakhrul.

Dia menambahkan, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara juga melakukan in schedule untuk hal-hal menjadi kendala. Namun, Fakhrul enggan membeberkan apa kendala tersebut.

Untuk jalur layang kereta api Medan-Binjai. Fakhrul enggan memberikan penjelasan secara detail.”Anggaran belum ada. Jadi, belum bias mengasih penjelasan,” pungkasnya.(gus)

Tumbuhkan Kecintaan Adat Istiadat Pakpak

Sumut Pos/ Tamba Tinendung PESTA BUDAYA: Ekspresi seni dan budaya Pakpak yang menjadi puncak perayaan Pesta Budaya Oang-oang digelar di Lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (13/9).
Sumut Pos/ Tamba Tinendung
PESTA BUDAYA: Ekspresi seni dan budaya Pakpak yang menjadi puncak perayaan Pesta Budaya Oang-oang digelar di Lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (13/9).

Puncak perayaan Pesta Oang-oang 2018 Pakpak Bharat di Lapangan Napasengkut, Salak, berlangsung semarak, Kamis (13/9).

Kemeriahaan perayaan tersebut diawali dengan karnaval kendaraan hias, baik kendaraan roda empat, roda 3 dan roda 2, iring-iringan masyarakat yang membawa ‘luah’ (oleh-oleh/cenderamata) serta beragam atraksi seperti ‘moccak’ atau pencak silat khas Pakpak, dan atraksi seni serta hiburan lainnya.

Rombongan karnaval yang bergerak dari Gapura Kota Salak, disambut Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA, beserta rombongan, antara lain anggota DPRD Prov Sumut, Jenny Riani Lucia Berutu, SH, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA, Elisa Marbun, Ketua DPRD Sonni P Berutu, STh bersama para anggota DPRD Kab. Pakpak Bharat dan perwakilan Forkopimda, di Lapangan Napasengkut, Salak yang menjadi pusat kegiatan.

Bupati dan rombongan juga disambut dengan meriah sebagai tamu kehormatan di Lapangan Napasengkut dengan tradisi budaya ‘Era-era’, yang diawali dengan pengalungan bunga kepada Bupati beserta rombongan.

Dalam sambutannya, Remigo mengapresiasi pelaksanaan acara yang merupakan gelaran ketiga pada tahun ini dan bagian dari Calendar of Event Pariwisata Danau Toba karena banyak terobosan yang dilakukan untuk mensukseskan event tahunan ini. “Salut saya karena keberanian untuk menampilkan beragam kreasi seni yang keluar dari pakem yang kaku, dan tidak dihantui akan membuat kesalahan dalam menampilkan inovasi sebagai sesuatu yang berbeda”, tuturnya.

Menurutnya, terobosan yang dilakukan menjadi pijakan dalam penyelenggaraan Pesta Oang-oang berikutnya. “Jadikanlah apa yang ditampilkan sekarang sebagai referensi untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik lagi di masa mendatang”, sebutnya sembari mengingatkan, walaupun yang ditampilkan cukup membanggakan, tetapi tetap pada koridor dan rambu-rambu budaya Pakpak. Selain itu, Remigo juga berharap agar Pesta Budaya ini akan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap adat-istiadat Pakpak.

Ketua DPRD yang didampingi perwakilan Forkopimda mengutarakan, bahwa Pesta Oang-oang ini merupakan implementasi akan rasa syukur kita dengan segala anugerah Tuhan yang telah dilimpahkan, serta dijauhkan dari segala marabahaya untuk menuju kininduma (kesejahteraan).

Semangat yang ada dalam Pesta Budaya ini juga diapresiasi oleh beliau seraya berharap semangat dan gerak langkah yang sama antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga akan muncul partisipasi masyarakat secara lebih maksimal lagi.

Sementara itu, tokoh budaya Pakpak, Drs Erah Banurea, menghaturkan terima kasih kepada Bupati Remigo beserta jajarannya dalam menyelenggarakan pesta budaya, dan terlihat antusias masyarakat yang luar biasa. “Inilah wujud pelestarian budaya Pakpak dan Kabupaten Pakpak Bharat menjadi benteng terakhir dalam mempertahankan budaya Pakpak”, tukasnya.

Dalam kesempatan ini, Staf Ahli Gubsu menyampaikan Pesta Budaya Oang-oang ini merupakan wujud harmonisasi di Sumatera Utara yang tidak semu, dan siap berinteraksi positif dengan siapapun. “Pemprovsu menyambut baik penyelenggaraan event ini dan semoga tidak menjadi rutinitas, tetapi menjadi sarana pelestarian budaya di Sumatera Utara”, tandasnya.

Tak lupa Bupati Remigo yang didampingi Ibu Dewi menyerahkan cenderamata kepaa anggota DPRD-SU, Pemprovsu, dan perwakilan Kabupaten tetangga yang diterima oleh Ka. Dinas Pariwisata Kab. Samosir. Tak hanya hiburan yang bernuansa kedaerahan, panitia juga menghadirkan komika nasional asal Sumut, Lolox, dan mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam gelaran tahun ini.

Puncak acara yang merupakan rangkaian terakhir pesta Oang-oang, adalah penyerahan piala bergilir kepada para Juara Umum seluruh perlombaan, dan berhasil diraih oleh Kecamatan Kerajaan, setelah dilakukan akumulasi penilaian oleh Dewan Juri terhadap seluruh kategori lomba.

Piala bergilir Pesta Budaya Oang-oang diserahkan langsung oleh Bupati Remigo kepada Camat Kerajaan, Mesra Sinamo, yang diiringi oleh seluruh masyarakat Kecamatan Kerajaan yang hadir.

Acara juga diisi dengan penyerahan piala dan hadiah untuk seluruh kategori pemenang perlombaan.

Selain itu, hadir berbagai artis ibukota yang memeriahkan acara ini, termasuk tari persembahan oleh siswi-siswi SMP Negeri 1 STTU Julu, sendra tari Pakpak yang membawakan cerita berjudul ‘Nantampuk Mas’, serta tari kolosal oleh para pelajar SMP se-Kecamatan Kerajaan. (tam/han)

Korupsi Pembangunan Rigid Beton di Sibolga, 13 Terdakwa Divonis 1 Tahun

Korupsi-Ilustrasi.
Korupsi-Ilustrasi.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Majelis hakim Tipikor telah menjatuhkan vonis masing-masing 1 tahun penjara terhadap 13 terdakwa korupsi dana pembangunan Rigid Beton di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2015.

Ketua Majelis Hakim, Saryana dan dua hakim anggota, Janverson Sinaga dan Denny L Tobing, telah memutus perkara ini sejak tanggal 30 Agustus 2018.

“Sudah divonis semuanya, sejak 30 Agustus yang lalu itu,” ucap Humas PN Medan, Erintuah Damanik kepada Sumut Pos, Jumat (14/9).

Dalam kasus korupsi ini, Erintuah menjelaskan, tuntutan terhadap ke-13 terdakwa lebih ringan, yakni hanya 1 tahun 6 bulan.

“Berikut denda yang harus dibayarkan oleh terdakwa yang jumlahnya bervariasi sesuai perannya dalam kasus ini. Apabila tidak dibayar, maka sebagai pengganti akan digantikan dengan kurungan selama 2 bulan,” ungkapnya.

Sementara, bagi Jamaluddin Tanjung selaku direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza selaku direktur PT Enim Resco Utama, terangnya, divonis 4 tahun penjara dalam 4 perkara dalam kasus ini.

“Jamaluddin sendiri divonis 4 tahun penjara yang terlibat 4 perkara dalam kasus ini. Lebih ringan sebelumnya dalam tuntutan 1 tahun 6 bulan,” sebutnya.

Adapun ke-13 terdakwa tersebut masing-masing, Marwan Pasaribu selaku Kepala Dinas (Kadis) PU Sibolga, Rahman Siregar selaku Ketua Pokja, Safaruddin Nasution selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PKK), Jamaluddin Tanjung selaku Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza selaku Direktur PT Enim Resco Utama dan Yusrilsyah selaku Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri. Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Saryana.

Sedangkan 7 terdakwa lainnya, yakni Pier Ferdinan Siregar selaku Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu selaku Direktur PT Andhika Putra Perdana, Erwin Daniel Hutagalung selaku Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang selaku Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora selaku Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang selaku Wakil Direktur (Wadir) CV Pandan Indah dan Batahansyah Sinaga selaku Direktur VIII CV Pandan Indah. Persidangan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Akhmad Sayuti.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi dengan 13 tersangka ini, dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan berjumlah 16 berkas.

Hal itu didasari adanya seorang tersangka bernama Jamaluddin Tanjung selaku direktur PT Barus Raya Putra Sejati, yang terjerat 4 perkara dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan dilakukan di Dinas PU Sibolga.

Sementara, proyek yang diduga terindikasi korupsi tersebut anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 senilai Rp65 miliar dan diketahui merugikan keuangan negara sebesar Rp10 miliar. (man/han)

Galian Proyek Underpass Titi Kuning Longsor

Parlaungan Simangunsong
Parlaungan Simangunsong

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Galian proyek Underpass Titi Kuning yang mengalami longsor kemarin dinilai akibat tidak profesionalnya pengerjaan proyek tersebut. Bahkan, proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya tersebut dinilai asal jadi.

Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong mengatakan, pengerjaan proyek underpass yang seharusnya selesaiOktober mendatang ternyata mengalami longsor.

Akibatnya, pengerjaan proyek tersebut kemungkinan akan semakin lama selesai dan berimbas kepada arus lalu lintas menjadi semakin macet. Oleh karena itu, pengerjaan yang dilakukan harus dikebut dan jangan asal-asalan.

“Pelaksana proyek itu harusnya bekerja profesional dengan mempelajari kontur tanah dan lainnya, sehingga tidak terjadi masalah. Sepertinya, para pekerja dan tim ahlinya kurang memperhatikan sehingga terjadi longsor,” kata Parlaungan, kemarin.

Diutarakan dia, perusahaan kontraktor tersebut diminta segera memperbaiki kondisi yang longsor agar tidak lagi berdampak terhadap jaringan PLN yang mengakibatkan pemadaman bergilir. Selain itu, diharapkan proyek ini bisa selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik.”Bagaimanapun underpass itu akan digunakan masyarakat Medan atau Sumut bila kualitasnya tidak baik, maka warga juga yang akan merasakannya dan pasti banyak keluhan nantinya,” sebut Parlaungan.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi A, Proklamasi K Naibaho. Proyek underpass itu memang dibiayai APBN namun penerima hasilnya adalah warga Medan.”Pengerjaan underpass itu tidak banyak yang tahu seberapa jauh tahapan atau progresnya bagaimana. Hal ini karena kurang transparannya pelaksana proyek,” ketusnya.

Untuk itu, lanjut Proklamasi, diminta kepada PT Hutama Karya agar memberikan informasi bagaimana perkembangan pengerjaan proyek itu. “Belum selesai saja sudah ada masalah. Namun begitu, diharapkan pekerjaan selanjutnya dilakukan secara profesional sehingga hasilnya bisa maksimal dan berkualitas,” tegasnya.

Sementara, Wakil Pelaksana proyek tersebut, Dony, terkesan menutup diri. Berkali-kali dihubungi nomor ponselnya dalam beberapa hari terakhir tak kunjung merespon. Sempat dikirimkan pesan singkat dan juga melalui whatsapp, akan tetapi tak kunjung memberikan jawaban terkait perkembangan proyek itu dan kenapa bisa terjadi longsor. (ris/ila)

Miliki Sabu, Mantan Anggota Kampak Merah Diciduk

sopian/sumut pos DIAMANKAN: Bambang Kurniawan, tampak punggung saat diamankan di kantor BNNK Tebingtinggi.
sopian/sumut pos
DIAMANKAN: Bambang Kurniawan, tampak punggung saat diamankan di kantor BNNK Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – BNN Kota Tebingtinggi berhasil meringkus satu tersangka kepemilikan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari seorang mantan anggota Kapak Merah, Bam bang Kurniawan (44) warga Jalan KF Tandean, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi, Kamis (6/9) sekira pukul 22.00 WIB.

Kepala BNN Kota Tebingtinggi Bambang Rubianto melalui Kasi Brantas Kompol Janter Sinaga di kantornya Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Jumat (14/9) membenarkan ada diamankannya Bambang Kurniawan dari sebuah Perumahan Sudirman Bisnis Center, di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi.

“Tersangka Bambang Kurniawan yang juga mantan anggota kampak merah bersama barang bukti diamankan di BBN Kota Tebingtinggi,”terangnya.

Dalam penggerebekan tersebut, BNN Kota Tebingtinggi berhasil mengamankannya sejumlah barang bukti yaitu 3 paket narkotika golongan satu jenis sabu yang ditemukan di atas lemari hias lantai bawah rumah, 6 paket narkotika golongan 1 jenis sabu yang ditemukan di lemari kamar lantai yang ditaksir seberat 44,68 gram dan 19 butir pil ekstasi siap edar dan satu alat hisap bong.

Sementara itu, Bambang Kurniawan mengaku bahwa dirinya dahulu saat berada di Jakarta adalah anggota jaringan Kampak Merah. Dia mendapatkan barang haram tersebut dari temannya bernama Azis warga Kota Medan. Barang tersebut di belinya dimana rencananya akan dipakai sendiri.

Sedangkan untuk harganya, Bambang Kurniawan mengaku membeli narkotika jenis sabu dengan harga Rp 700 ribu untuk ukuran satu jie, sedangkan untuk pil ekstasi dibelinya dengan harga Rp 120 ribu berbutir. (ian/han)

Pemko Tebingtinggi Peringati Haornas ke-35

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan foto bersama pelatih olahraga di Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan foto bersama pelatih olahraga di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35 bertemakan, “Ayo Olahraga, Bangun Indonesia” di Lapangan Bola kaki Ramlan Yatim, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Jumat (14/9).

Upacara yang dipimpin langsung Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan juga dihadiri unsur Forkopimda, para OPD, Camat dan Lurah se Kota Tebingtinggi serta para pelajar.

Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya yang dibacakan Wali Kota Tebingtinggi, mengatakan tahun ini merupakan tahun olahraga dengan peristiwa-peristiwa penting mulai dari Asian Games dan beberapa event nasional dan internasional.

Dalam tahun ini juga, lanjut Umar Zunaidi, bangsa Indonesia mendapat kado istimewa dengan suksesnya penyelenggaraan Asian Games dan mendapat prestasi.”Prestasi lahir karena dipersiapkan secara matang dan tidak muncul tiba-tiba, serta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia,”kata Wali Kota.

Dikatakan Umar Zunaidi, bahwa pembangunan di dalam olahraga tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani.

Dalam hal ini, Pemko Tebingtinggi juga berterimakasih kepada KONI, para atlet, pelatih, pembina yang telah menorehkan prestasi yang luar biasa di Asian Games 2018.”Mari kita doakan untuk suksesnya perhelatan Asian para Games 2018 beberapa minggu ke depan,”katanya.

Diakhir upacara, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan olahraga kepada unsur pelatih serta Ketua Pengcab yang telah berhasil membina atlit yang meraih prestasi. (ian/han)

RS Adam Malik Rawat 3 Pasien Tanpa Keluarga

Rumah sakit Adam Malik
Rumah sakit Adam Malik

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik kembali merawat tiga orang pasien tanpa keluarga. Ketiga pasien masih berada di ruang rawat inap Rindu B, dua orang dian taranya sudah dalam keadaan yang membaik dan satu orang masih memerlukan perawatan.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIkom menyebutkan, ketiga pasien tersebut adalah Andri (28), Tumpak Ambarita (55) dan Adil Bangun (40). Pasien bernama Andri (28) diantar oleh orang yang mengaku sebagai LSM pada tanggal 28 Agustus 2018.

“Sejak tanggal 31 Agustus 2018, pasien telah diizinkan dokter untuk Pulang Berobat Jalan (PBJ), namun terkendala karena tidak memiliki keluarga,” kata Rosario kepada wartawan, Jumat (14/9).

Pasien kedua bernama Tumpak Ambarita (55) masuk melalui IGD tanggal 29 Agustus 2018 dengan membawa surat kelengkapan BPJS dan KTP, tetapi tidak ada keluarga yang mendampingi. Saat ini pasien juga sudah dalam kondisi baik dan sudah diperbolehkan pulang.

Selanjutnya, pasien berikutnya bernama Adil Bangun (40),masuk melalui IGD pada tanggal 26 Agustus 2018 tanpa didampingi keluarga dan tidak membawa identitas apapun. Pasien saat ini masih dalam perawatan dan penanganan medis.

Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenal ketiga pasien tersebut untuk menghubungi Sub Bagian Humas RSUP H Adam Malik di Nomor 0618364581ext.153 atau datang langsung ke ruangan Sub Bagian Humas Gedung Administrasi Lantai 3 RSUP H Adam Malik, Jalan Bunga Lau Nomor 17 Medan Tuntungan.

Rosa menyebut, pihaknya akan merawat terus pasien tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Pada dasarnya kami jadi kekurangan tempat. Karena kan seharusnya tempat tidur yang mereka pakai bisa buat pasien baru lain. Makanya sebelum ada keluarga yang mengambil ya kami akan terus merawat,” pungkasnya. (dvs/ila)

Karo Dukung Survei Akreditas Puskesmas

SOLIDEO/SUMUT POS AKREDITASI:Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat membuka Survei Akreditasi Puskesmas, di Puskesmas Singa, Kecamatan Tiga Panah.
SOLIDEO/SUMUT POS
AKREDITASI:Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat membuka Survei Akreditasi Puskesmas, di Puskesmas Singa, Kecamatan Tiga Panah.

SUMUTPOS.CO – Pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Karo. Sebab, Pemkab Karo berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan kesehatan melalui perluasan jangkauan kesehatan, dan peningkatan mutu kesehatan secara berkesinambungan, yang dapat dicapai melalui Akreditasi Puskesmas.

Demikian disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, saat membuka Survei Akreditasi Puskesmas yang digelar di halaman Puskesmas Singa, Kecamatan Tiga Panah, Kamis (13/9).

Akreditasi Puskesmas diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, dan Pe raturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2015 tentang akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktek mandiri dokter dan dokter gigi.

Berhasilnya pembangunan kesehatan, lanjut Terkelin, pada hakikatnya menuntut kerja sama yang lebih sinergis antara Pemkab Karo, stakeholder dan seluruh masyarakat.

Diharapkan dengan adanya Tim dari Surveior Akreditasi FKTP ini, lanjut Terkelin, dapat memberikan pembinaan dan arahan untuk puskesmas yang akan menjalani proses survei akreditasi. Dengan harapan, Puskesmas yang ada di Kabupaten Karo dapat terakreditasi.

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, kami siap dan berkomitmen untuk melaksanakan dan memenuhi syarat yang wajib dipenuhi untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan,”katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo drg Irna Safrina Sembiring Meliala, Kepala Bappeda Ir Nasip Sianturi, Kepala Dinas Pendayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr Hartawaty, Direktur Rumah Sakit Umum dr Arjuna Wijaya SpP, Camat Tiga Panah Data Martina Br Gintin, AP ASi, Danramil Tiga Panah, serta Kapolsek Tiga Panah. (deo/han)