Home Blog Page 5958

Polres Tebingtinggi Ringkus 23 Pelaku Judi

PAPARAN: Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP TP Butar Butar didampingi Kasubbag Humas Ipda Lidya Gultom STrK dan KBO Reskrim Iptu Beringin Jaya, saat memaparkan para tersangka pelaku judi beserta barang bukti di Mapolres Tebingtinggi.
PAPARAN: Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP TP Butar Butar didampingi Kasubbag Humas Ipda Lidya Gultom STrK dan KBO Reskrim Iptu Beringin Jaya, saat memaparkan para tersangka pelaku judi beserta barang bukti di Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 23 orang pelaku berbagai jenis bentuk perjudian yang berada di wilayah hukum Polres Tebingtinggi berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi, untuk periode Agustus hingga September 2018.

Adapun 23 orang pelaku yang berhasil diamankan beserta barang buktinya ini adalah merupakan pelaku perjudian jenis permainan kartu Joker, Togel dan KIM beserta permainan judi mesin Jackpot.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi SIK melalui Kasat Reskrim AKP TP Butar Butar mengatakan, penangkapan terhadap pelaku permainan judi ini dilakukan untuk memberantas dan membersihkan segala bentuk penyakit masyarakat yang salah satunya permainan judi di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

“Sebelumnya sesuai dengan perintah pimpinan, Polres Tebingtinggi melalui Satreskrim telah melaksanakan operasi pekat, hingga akhirnya berhasil mengamankan 23 tersangka pelaku perjudian periode Agustus-September,” ujarnya didampingi Kasubbag Humas Ipda Lidya Gultom serta KBO Satreskrim Iptu Beringin Jaya, Sabtu (15/9).

Dari ke 23 orang pelaku judi Kartu Joker, Togel, KIM dan Jeckpot ini, Satreskrim Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 unit Handphone, 14 set kartu joker, 8 kotak kartu domino, 1 buah tas, 16 buku blok notes, 1 kertas karbon, 2 buah pulpen, 1 lembar kertas berisi nomor angka tebakan, dan 3 unit mesin jackpot serta uang sebesar Rp 5 juta.

Mantan Kasat Reskrim Polres Taput ini juga menjelaskan, dari 23 orang pelaku permainan judi tersebut, 13 orang telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan, sementara 10 orang pelaku lainnya masih diperiksa dan ditahan di Mapolres Tebingtinggi guna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (ian/ila)

Def, Penjaga Mesin Dingdong Diamankan Polisi

Tangkap-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Personel Unit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Langkat, mengamankan penjaga mesin dingdong, Def (44) warga Dusun Suka Maju Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, di Dusun Suka Maju Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Sabtu, (15/9) pukul 15.30 WIB.

Penangkapan terhadap tersangka Def dipimpin langsung Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting, bersama anggotanya. Kini tersangka sudah mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Langkat. Petugas juga menyita barang bukti, dua mesin dingdong, 200 koin dingdong dan uang sebesar Rp129.000.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Firdaus, didampingi Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting, ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (16/9) mengakui penangkapan tersebut berkat informasi dari masyarakat.”Tersangka yang kita amankan ini, berkat adanya informasi dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti dengan menangkapnya,” ujar Kasat.

Dijelaskannya, sebelum penangkapan tersebut, Kanit Pidum mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Suka Maju Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat ada permainan perjudian jenis dingdong.

Selanjutnya, Kanit beserta anggotanya menindaklanjuti informasi tersebut dengan menuju ke tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan, terkait laporan dari masyarakat yang resah adanya permainan judi didaerah mereka.”Setelah kita sampai di lokasi dimaksud, ternyata benar ada permainan judi jenis dindong. Kemudian penjaganya langsung diamankan sekaligus juga menyita barang buktinya dari tempat tersebut, “ kata Kasat.

Berdasarkan pengakuan penjaganya, mesin tersebut sudah dijaganya selama lebih kurang tiga bulan dan dia mendapat upah sekitar 30 persen dari hasil pendapatan permainan tersebut, sebut Kasat.”Tersangka ini mengatakan, mesin tersebut bukan miliknya, dan dia juga mengakui sekitar tiga bulan menjaga permainan itu, sedang upah yang diterima sekitar 30 persen,” ujar Kasat. (bam/ila)

Tingkatkan Kreativitas dan Bakat Siswa, Sekolah Pangeran Antasari Gelar Workshop ‘Share Your Passion With Darwin Wu’

istimewa BERSAMA: Sekolah Pangeran Antasari Gelar Workshop 'Share Your Passion With Darwin Wu'
istimewa
BERSAMA: Sekolah Pangeran Antasari Gelar Workshop ‘Share Your Passion With Darwin Wu’

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Yayasan Pendidikan (YP) Sekolah Pangeran Antasasri menggelar workshop dengan tema ‘Share Your Passion With Darwin Wu’ di aula sekolah baru-baru ini. Acara yang diselenggarakan atas kerja sama Canon Indonesia ini, bertujuan untuk lebih meningkatkan kreativitas, bakat dan kemampuan siswa Jurusan Multimedia SMK Pangeran Antasasri dalam dunia fotograf.,

Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Herli Leo Aritonang mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyalurkan bakat siswa Jurusan Multimedia yang terpendam. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk membekali siswa dan menumbuhkan semangat belajar.

“Tentu sangat mendukung kegiatan tersebut, agar siswa kelak mampu mengembangkan kreativitas, inovatif dan produksi dalam multimedia,” ungkap Leo Aritonang yang didampingi Kepala SMA/SMK Pangeran Antasari Suryani SPd.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala SMA/SMK Pangeran Antasari Suryani SPd. Ia menuturkan, bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa khususnya Jurusan Multimedia.

“Dengan workshop ini juga dapat mendekatkan siswa pada dunia kerja yang profesional dari narasumber yang meyakinkan,” kata Suryani.

Sementara itu, Ketua YP Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn menyambut positif workshop yang bekerj sama dengan Canon Indonesia. Pihaknya juga berterima kasih terhadap kepedulian Canon Indonesia untuk mendukung pendidikan dan kemajuan para siswa.

“Melalui kegiatan ekstrakurikuler fotografi, para siswa bisa menyalurkan serta mengembangkan bakat dan minat fotografinya di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Tommy menambahkan, saat ini fotografi sudah bukan menjadi sesuatu yang tidak asing lagi. Tidak hanya untuk kalangan profesional, fotografi juga diminati oleh berbagai kalangan, laki-laki dan perempuan, tua serta muda. Bahkan anak-anak yang masih di bangku tingkat sekolah dasar juga sudah banyak yang mengenal fotografi. (ris/azw)

Tiga Pengedar Sabu Diciduk Polisi

Ilustrasi

BINJAI,SUMUTPOS.CO – Tiga pengedar sabu ditangkap dari lokasi terpisah, Minggu (16/9). Masing-masing, AR (33) warga Dusun Veteran, Desa Kwala Air Hitam, Selesai, Langkat, kemudian, AS (37) warga Jalan Wahidin Gang Cendana, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara serta J (64) warga Jalan Tanjung Indah, Kelurahan Pekan Binjai, Binjai Kota. Dari ketiganya diamankan belasan gram sabu. Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan, tersangka yang pertama ditangkap adalah AR (33).

Polisi mengamankan AR saat akan menjual sabu kepada seorang pembeli di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kwala Begumit, Stabat, Langkat.”Sebelum bertemu pembeli, polisi sudah mengamankan pelaku, karena mendapat informasi, bahwa pelaku akan menjual narkoba,” kata Siswanto.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 6,85 gram sabu yang dibagi menjadi 7 paket. Selain itu, turut disita timbangan elektrik, plastik klip dan tempat penyimpan sabu serta handhone, sebagai alat komunikasi untuk transaksi.

Kemudian, kata Siswanto, polisi juga menangkap AS (37). Ketika diringkus tidak jauh dari rumahnya, AS berusaha melarikan diri. Beruntung, anggota Sat Narkoba sigap dan menangkapnya lagi.

“Pelaku AS meronta dan melawan saat menangkap pelaku yang saat itu membawa sabu sebanyak 1,12 gram,” ungkap Siswanto.

Selanjutnya, polisi juga meringkus J (64) warga Jalan Tanjung Indah, Kelurahan Pekan Binjai, Binjai Kota, ketika membawa sabu 3 paket sabu seberat 3,89 gram dan 20 plastik tempat penyimpan sabu.”Saat ini, semua pelaku sudah diamankan dan diperiksa penyidik Sat Narkoba,” ujar Siswanto. (ted/ila)

Kampus USU Terendam Air

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos BANJIR: Hujan deras yang melanda Kota Medan, menyebabkan kawasan Kampus USU banjir, Minggu (16/8/2018).
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
BANJIR: Hujan deras yang melanda Kota Medan, menyebabkan kawasan Kampus USU banjir, Minggu (16/8/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) di Jalan Dr Mansyur terendam banjir yang melanda kota Medan, Sumatera Utara sejak Sabtu (15/9) malam hingga Minggu (16/9). Tak tanggung tanggung, air melimpah ruah di seluruh jalanan di kampus.

Para mahasiswa yang tinggal dan berada di lokasi, ramai mengabadikan banjir tersebut. Mereka merekam momen air deras mengaliri kampus mereka. “Hujan deras mengguyur kota Medan pada malam 15/9/2018, USU terkena banjir, terlihat air menggenangi kampus sampai dengan hari ini,” tulis akun @anakusu.com di Instagram.

Video tersebut direkam oleh Abdullah Suz dan Adrianus_25. Sementara, anak pers kampus lewat akun @suarausu menjelaskan banjir terjadi mulai pukul 04.00 WIB, Minggu (16/9/2018). “Beberapa fakultas dan fasilitas umum juga tergenang banjir,” ungkapnya.

Mereka juga menyertakan foto seperti Fakultas Kedokteran Gigi yang tampak tergenang.

Selain itu, jalan raya Dr Mansyur juga terlihat tergenang air banjir hingga sebetis orang dewasa. Arus lalu lintas juga melambat karena hal tersebut.

“Tadinya mau main futsal di Total Futsal dekat USU, tapi jalan mau masuk futsalnya banjir, jadi enggak jadi,” ujar Jefri, pemuda yang melintas di kawasan USU, Minggu pagi. (nin)

Tambang Emas Martabe Gelar Pekan Informasi Katarak 2018

Foto: Corcomm Martabe Berfoto Bersama: Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono dan para kru Martabe foto bersama Dandim 0210/TU Tarutung Letkol Inf. Rico Siagian, seusai Pekan Informasi Katarak 2018.
Foto: Corcomm Martabe
Berfoto Bersama: Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono dan para kru Martabe foto bersama Dandim 0210/TU Tarutung Letkol Inf. Rico Siagian, seusai Pekan Informasi Katarak 2018.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe terus berupaya untuk menekan jumlah angka penderita katarak di Sumatera Utara. Salah satunya dengan mensosialisasikan cara mendeteksi dini katarak melalui Pekan Informasi Katarak 2018. Pada tahun ini, jumlah kota sosialisasi bertambah, yakni Medan, Batangtoru, Padangsidimpuan, Panyabungan, Sibolga dan Tarutung, pada 13-15 September 2018 dengan total peserta sebanyak 1.140 orang.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menjelaskan, Pekan Informasi Katarak 2018 sekaligus menjadi pembuka rangkaian Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis 2017 “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia”, hasil kerjasama Tambang Emas Martabe, A New Vision dan Kodam I Bukit Barisan. Kegiatan tahunan ini juga merupakan bagian dari dukungan Tambang Emas Martabe terhadap visi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia bebas buta katarak pada 2020, diharapkan setiap penduduk mempunyai hak untuk dapat melihat secara optimal.

Dia merinci, Pekan Informasi Katarak 2018, dilakukan di RS TNI Putri Hijau, Medan pada 13 September 2018, dilanjutkan di Sopo Daganak, Batangtoru, Makodim 0212/TS, Padangsidimpuan dan Makodim 0211/TT, Sibolga pada 14 September 2018, serta di Koramil 13 Panyabungan dan Makodim 0210/TU Tarutung pada 15 September 2018.

Para peserta Pekan Informasi Katarak merupakan pemuka masyarakat desa, tokoh adat, agama, guru, penggerak PKK, tenaga kesehatan, kader penyuluh, dan anggota TNI serta aparat pemerintahan setempat. Selama mengikuti sosialisasi, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai penyakit mata, khususnya katarak. Tak hanya itu, pengetahuan lainnya yang diberikan kepada para peserta sosialisasi adalah untuk melakukan pemeriksaan mata atau visus.

“Kami kembali mengadakan Pekan Informasi Katarak, dan nantinya diikuti oleh pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis sebagai bentuk konsistensi komitmen kami bahwa kami tidak hanya fokus pada perekonomian, namun kami juga peduli akan kesehatan yang menjadi salah satu penentu tingkat kesejahteraan masyarakat Sumut khususnya Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan sekitarnya. Penyelenggaraan Pekan Informasi Katarak ini kami yakini mampu menjadi langkah antisipasi yang efektif untuk mengurangi kebutaan akibat katarak. Pembiaran buta akibat katarak tidak hanya disebabkan kemiskinan, tapi telah menjadi penyebab kemiskinan itu sendiri,” jelas Katarina.

Foto: Corcomm Martabe
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Informasi Katarak 2018 di Rumah Sakit TNI Putri Hijau, Medan.

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata dan menyerang semua usia. Penyebabnya bermacam-macam di antaranya penuaan jaringan lensa mata, paparan sinar ultra violet matahari yang terlalu kuat, benturan yang mengenai lensa mata, peradangan lensa mata, diabetes, dan genetik atau bawaan lahir.

Saat ini, katarak masih menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan atau kebutaan, baik di Indonesia maupun di dunia. Di Sumut, diprediksi ada sekitar 170.000 hingga 200.000 orang penderita katarak. Setiap tahunnya, ada sekitar 17.000 orang penderita katarak baru.

Beberapa gejala katarak antara lain, penglihatan menurun tanpa ada rasa sakit pada mata, silau saat melihat matahari pada siang dan lampu pada malam, sering mengganti kacamata, dan ada penglihatan ganda. Pada sosialisasi ini disampaikan pula informasi agar para peserta mengetahui perbedaan katarak dengan penyakit mata lainnya seperti glaukoma, ptergyium, dan diabetic retinopathy.

“Satu-satunya pengobatan katarak adalah melalui operasi yakni mengeluarkan lensa mata yang keruh dan diganti dengan lensa baru. Operasi Katarak Gratis yang digelar oleh Tambang Emas Martabe menggunakan metode cepat dan aman milik dr. Sanduk Ruit dari Tilganga Institute of Ophthalmology di Nepal dengan tingkat keberhasilan 100%. Metodenya yakni dengan membuat sayatan kecil dan mengganti lensa mata dengan lensa intraokuler buatan,” tambah Katarina.

Tambang Emas Martabe telah menyelenggarakan rangkaian Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” sejak 2011. Lebih dari 5.500 orang telah memiliki pemahaman dasar mengenai katarak melalui Pekan Informasi Katarak, lebih dari 20.000 orang mengikuti pemeriksaan mata gratis, dan 6.289 orang telah berhasil mendapatkan penglihatan kembali melalui operasi ini. Secara total, telah lebih dari 25.000 orang memperoleh manfaat tidak langsung dari seluruh rangkaian program ini.

Setelah pelaksanaan Pekan Informasi Katarak 2018, rangkaian pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis akan dilakukan pada 10-11 Oktober 2018 di RS TNI Putri Hijau, Medan dan pada 12-15 Oktober 2018 di RS TNI Losung Batu, Padangsidimpuan.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa mendatangi Koramil terdekat atau menghubungi nomor telepon 081375739040. (rel/mea)

ICW: Selidiki Aliran Gaji PNS Koruptor

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dari 2.357 orang PNS koruptor di Indonesia yang dirilis Badan Kepegawaian Negara, Sumatera Utara tercatat di peringkat satu jumlah terbanyak PNS terjerat kasus korupsi. Yakni 298 orang. Jumlah itu tersebar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Para PNS koruptor tersebut saat ini sedang dalam proses pemecatan. Yang jadi pertanyaan, siapa yang selama ini mengambil gaji para PNS koruptor tersebut?

KOORDINATOR Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, meminta adanya penyelidikan lebih lanjut terkait aliran gaji 2.357 pegawai negeri sipil yang berstatus koruptor. Jika masih terdaftar sebagai PNS, maka mereka masih menerima upah kerja. Padahal, perkara mereka sudah berkekuatan hukum tetap. Donal melihat, ada potensi terjadinya kecurangan atau fraud terkait aliran gaji tersebut.

“Masih menjadi teka-teki apakah gaji tersebut benar-benar diterima PNS, atau dimanfaatkan oleh kelompok dan instansi tertentu,” tuturnya di Jakarta, Jumat (14/9).

Menurut dia, mungkin saja ada oknum yang memanfaatkan status PNS para koruptor tersebut untuk meraup keuntungan. “Bukan tidak mungkin, PNS mantan napi tersebut sesungguhnya tidak lagi bekerja dan menerima gaji. Namun, status PNS-nya tidak diputihkan agar pihak-pihak tertentu bisa mengumpulkan uang gaji tersebut,” terang dia.

“Jadi intinya, perlu diselidiki apakah ini cuma masalah administrasi saja, atau ada fraud di balik itu semua,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana meneken surat keputusan bersama, terkait pemecatan 2.357 PNS yang berstatus koruptor.

SKB tersebut secara umum mengatur pemberhentian tidak hormat para PNS yang terlibat korupsin
Saat itu, disebutkan ada 2.357 PNS koruptor yang vonisnya telah berkekuatan hukum tetapi masih aktif dan menerima gaji.

“Pelaksanaan keputusan bersama ini diselesaikan paling lama bulan Desember 2018,” ucap Tjahjo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, saat ini, jumlah PNS koruptor yang telah divonis inkrah masih terus diverifikasi dan divalidasi. “Ini sementara sudah berkurang, ada beberapa kabupaten atau kota yang secara proaktif langsung melakukan pemberhentian, sudah ada yang masuk (datanya) tapi belum kami hitung,” kata Bima.

“Tapi ada juga yang bertambah kalau misalnya ada tambahan-tambahan dari Kumham (Kementerian Hukum dan HAM), karena sampai saat ini masih banyak putusan yang belum inkrah, masih banding,” sambung Bima.

Sebagai informasi, pemberian sanksi kepada PNS yang telah divonis bersalah dan telah inkracht tersebut harus diberhentikan dengan tidak hormat. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 87 ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jo Pasal 251 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS.

Data PNS koruptor ini diperoleh BKN, setelah melakukan penelusuran di Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Jumlah koruptor yang masih berstatus PNS di tingkat pusat tercatat sebanyak 98 orang. Sedangkan jumlah di daerah mencapai 2.259 orang. BKN membagi data di daerah ke dalam tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota.

Berdasarkan daerah, Sumatera Utara tercatat memiliki jumlah terbanyak PNS yang terjerat kasus korupsi, yaitu 298 orang. Rinciannya, 33 orang dari pemerintah provinsi dan 265 orang dari kabupaten/kota. Kemudian, Jawa Barat menempati peringkat kedua terkait jumlah PNS yang terjerat korupsi. Di provinsi itu jumlahnya mencapai 193 orang, dengan rincian 24 orang dari pemerintah provinsi dan 169 orang dari pemerintah kabupaten/kota.

Di peringkat ketiga adalah Riau. PNS yang terjerat korupsi di Riau berjumlah 190 orang, yang terdiri dari 10 orang di tingkat provinsi dan 180 orang di tingkat pemerintah kabupaten/kota.

Di posisi selanjutnya ada NTT dengan 183 orang, Papua 146 orang, Lampung 97 orang, Aceh 89 orang, Sumatera Barat 84 orang, Jawa Timur 80 orang, NTB 72 orang, dan Banten 70 orang. Jika diurut berdasarkan daerah, maka DKI Jakarta menempati peringkat ke-18. Jumlah koruptor berstatus PNS di tingkat provinsi memang 52 orang, namun tidak ada koruptor berstatus PNS di tingkat kota, yang ada di daerah DKI Jakarta.

Untuk tingkat provinsi, Pemprov DKI Jakarta menempati peringkat teratas dengan jumlah 52 orang koruptor masih berstatus PNS. Sementara, Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat kedua dengan jumlah 33 orang. Di peringkat ketiga yakni Lampung dengan 26 orang. Di posisi selanjutnya ada Jawa Barat (24 orang), Maluku Utara (20 orang), Papua Barat (18 orang), Banten (17 orang), Jambi (15 orang), dan Aceh (13 orang).

Untuk jumlah yang paling sedikit selanjutnya, yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara (4 orang) dan Bangka Belitung (6 orang), dan Maluku (9 orang).

TNI AL Amankan 67,4 Kg Sabu

SABU Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari laut Aceh saat paparan di Mako Lantamal I, Jumat (14/9) .
SABU
Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari laut Aceh saat paparan di Mako Lantamal I, Jumat (14/9) .

BELAWAN,SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Lokseumawe berhasil mengamankan sebanyak 67, 4 kg sabu-sabu di Perairan Alur Kuala Peunaga Lama, Aceh Tamiang. Dalam pengungkapan narkoba yang dipasok dari Malaysia melalui perairan Aceh itu, petugas sempat melakukan tembakan dan gagal mengamankan 2 pelaku yang berhasil melarikan diri.

Selain mengamankan sabu-sabu senilai miliaran rupiah, petugas TNI AL turut mengamankan speed boat kayu berlapis viber glass dengan mesin tempel 200 PK dan 2 paspor.

Panglima Komando Armada (Pangarmada) I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono SE MM, dalam paparannya, Jumat (14/9) di Mako Lantamal I, mengatakan, pengungkapan penyelundupan narkoba, berawal informasi yang diterima intelejen Lantamal I melalui perairan Aceh pada Kamis (13/9) pagi.

Berbekal informasi itu, dilakukan kordinasi dengan Lanal Lokseumawe untuk melakukan penyelidikan di laut. Hasilnya, kapal yang menjadi terget sasaran, ditemukan di titik kordinat 04 43 99 U – 098 24 83 T.

Pada saat dilakukan pencegahan, awak kapal berjumlah dua orang melarikan diri. Lantas, petugas di lapangan melakukan pengejaran dengan meletuskan tembakan ke udara.

Speedboat akhirnya berhenti di tepi alur. Dua penumpang speedboat melompat dan melarikan diri ke dalam hutan. Petugas melakukan pemeriksaan, setelah di cek ada koper dan tas pinggang berisi narkoba jenis sabu.

“Setelah kita amankan, kita berkordinasi dengan BNN, setelah dilakukan pengecekan, ternyata sabu itu kualitas super dengan jumlah 67,4 kg. Dengan nominal total bila diuangkan mencapai Rp134 miliar,” jelas Yudo Margono didampingi, Danlantamal I, Laksama Pertama TNI, Ali Triswanto dan Kepala BNN Sumut, Brigjen Marsauli Siregar.

Dijelaskan Jenderal Bintang Dua ini, narkoba jenis sabu dengan jumlah cukup besar itu, mampu merusak puluhan ribu masyarakat. Untuk itu, kita terus melakukan pengamanan untuk memperketat penyelundupan narkoba dan barang berbahaya lainnya melalui jalur laut. “Ternyata, perairan Aceh Timur sangat rawan penyelundupan narkoba. Ini akan kita tingkatkan untuk mencegah masuknya narkoba yang kini menjadi musuh besar kita,” terang Yudo Margono didampingi sejumlah pejabat Lantamal I dan Polres Pelabuhan Belawan.

Disinggung mengenai kedua tersangka yang kabur, Yudo Margono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran dengan berkordinasi melalui pihak kepolisian setempat. “Kasus ini akan segera kita limpahkan ke BNN, untuk dilakukan tindaklanjut penyelidikan untuk melakukan pengembangan,” jelas Yudo Margono.

Selat Malaka Sasaran Penyelundupan

Panglima Komando Armada (Pangarmada) I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, SE, MM menjelaskan, kawasan perairan Selat Malaka menjadi sasaran kerawanan penyelundupan narkoba dan barang ilegal.

Upaya pencegahan terus dilakukan, dengan melibatkan seluruh intelejen dengan mengaktifkan operasi respon, dengan melakukan pengawasan di periran perbatasan hingga ke alur sungai.

“Ini sangat efektif, untuk menutup ruang gerak penyelundupan. Dengan memusatkan personil di wilayah masing – masing, akan lebih memudahkan melakukan pengecekan di wilayahnya, karena mereka lebih paham akan areal pengamanan yang dilakukan,” sebut Yudo Margono.

Sebelumnya, pihaknya juga ada mengamankan penyelundupan 5.000 ton BBM dengan nilai Rp40 miliar, selain itu mengamankan penyelundupan sebanyak 240 bal rokok dengan nilai Rp1,5miliar dari Singapura dan mengamankan penyelundupan miras dari Singapura sebanyak 1.100 botol.

“Dalam seminggu ini, kita terus mencegah penyelundupan barang ilegal yang masuk ke Indonesia. Selama ini, Selat Malaka rawan penyelundupan, kita terus melakukan pengawasan di perairan Selat Malaka,” jelas Yudo Margono.

Pengawasan secara efesien yang dilakukan, pihaknya juga melibatkan 5 KRI melakukan monitor di perairan perbatasan. “Dengan adanya kordinasi dari tingkat perbatasan hingga ke alur sungai, mampu mencegah penyelundupan yang berlangsung di perairan Selat Malaka,” jelas Yudo Margono dihadapan pejabat lainnya. (fac)

BKD: Infonya, Senin Sudah Turun

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Teka-teki soal formasi calon aparatur sipil negara (ASN) 2018 untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, mulai menunjukkan kejelasan. Selambatnya dua hari sebelum pendaftaran dibuka, formasi tersebut sudah dikirimkan ke pemerintah daerah setempat.

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Abdul Khoir Harahap mengatakan, Sumut diperkirakan kuat mendapat jatah formasi CASN tahun ini, meski hingga Jumat (14/9) belum menerima kuota resmi dari pemerintah pusat. “Memang sampai hari ini belum. Kita pun masih menunggu formasinya. Kabarnya Senin sudah ada,” ujarnya kepada Sumut Pos, Jumat (14/9).

Menurutnya masih tersedia waktu sebelum pendaftaran dibuka secara resmi pada 19 September 2018. Apalagi dalam rekrutmen CASN kali ini, pendaftaran dilakukan via online melalui situs Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Artinya bisa langsung mendaftar kapan saja begitu mendapat informasi formasi CASN Kami berharap masyarakat bersabar karena memang (formasi) belum kami terima,” katanya.

“Kepala BKD juga lagi di Jakarta. Semoga ada kabar soal formasi CASN 2018. Senin (17/9) besok mudah-mudahan sudah bisa kita publikasikan,” imbuh Khoir.

Pihaknya mengamini, informasi seputar CASN menjadi magnet positif bagi masyarakat untuk mengetahuinya. Sebab di satu sisi, moratorium pegawai negeri sipil di Indonesia sudah berjalan empat tahun. Terlebih untuk Sumut yang sudah lebih dari lima tahun belum melakukan perekrutan pegawai negeri.

“Kabarnya yang paling dibutuhkan itu seperti tenaga pengajar, medis/paramedis dan bidang teknik. Berapa banyak jumlah formasi ini yang memang penting disampaikan nanti ke publik. Kita juga mendengar masih ada lima kabupaten/kota di Sumut yang belum menerima formasi termasuk Kota Medan,” paparnya.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan yang dikonfirmasi soal formasi CASN mengaku hingga kini pihaknya belum menerima edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi maupun BKN Pusat. “Sampai sekarang belum ada kami terima,” katanya.

Meski demikian, ia mengungkapkan, pihaknya sudah membuka simulasi seleksi tes CASN dengan CAT secara gratis untuk 500 orang pertama. “Hingga kemarin (Kamis, Red) sore malam sudah penuh. Animo masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.

Simulasi tersebut diakuinya memang terbatas, namun terbuka untuk umum. Pendaftaran bagi calon peserta simulasi dilakukan melalui link atau online. Sementara untuk pelaksanaan kegiatannya dilakukan di Kantor BKN Regional VI Medan. “Batasnya cuma untuk 500 orang pendaftar. Kalau sudah mencapai 500, pendaftaran otomatis tertutup,” katanya.

Untuk diketahui, adapun prioritas pengadaan CASN 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita. Jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, guru madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Sementara peruntukkan instansi pemerintah daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Untuk Sumut, Kabupaten Deliserdang mendapat kuota paling banyak yakni 720 orang. Sementara Kabupaten Nias mendapat jatah 198 orang. Calon pelamar CASN hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. Sedangkan untuk persyaratan umum harus dipenuhi oleh setiap pelamar seperti yang sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Pelaksanaan seleksi akan dibuka pada pekan ketiga Oktober 2018. Ada tiga tahap seleksi yang harus dilalu pelamar. Pertama yakni seleksi administrasi, kemudian seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Pelaksanaan SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Formasi untuk Penyandang Disabilitas

Dalam rekrutmen pegawai sipil negara tahun ini, pemerintah juga menyiapkan kuota untuk penyandang disabilitas. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Permenpan) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018.

Kebijakan pemerintah yang memberikan kuota untuk penyandang disabilitas dalam rekrutmen CPNS pun diumumkan Badan Kepegawaian Negara, melalui akun Twitter @BKNgoid.

Saat dikonfirmasi, BKN membenarkan informasi dalam tweet itu. “BKN sebagai pelaksana panselnas, jadi tinggal melaksanakan saja sesuai Permenpan Nomor 36 dan 37 Tahun 2018,” ujar Kepala Biro Humas BKN Muhammad Ridwan, saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (14/9/2018).

Untuk penetapan formasi untuk penyandang disabilitas, baik untuk penempatan di instansi pusat dan daerah, disamakan. Berdasarkan Permenpan Nomor 36 Tahun 2018, ketentuan itu misalnya calon pelamar paling tidak berusia 18-35 tahun pada saat melamar. Kemudian, calon pelamar wajib melampirkan surat keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya. Jumlah jabatan yang dilamar untuk instansi pusat paling tidak sebesar 2 persen dari total formasi dengan jabatan. Kemudian, jumlah jabatan yang dapat dilamar untuk posisi di daerah paling sedikit 1 persen dari total formasi.

Selain untuk penyandang disabilitas, pemerintah juga memberikan kesempatan khusus untuk calon pelamar dari Papua/Papua Barat. Calon pelamar ini ditentukan berdasarkan garis keturunan orangtua asli Papua atau Papua Barat. Kemudian, pelamar harus melampirkan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan. Pelamar juga diminta melampirkan surat keterangan dari kepala desa/kepala suku. (prn/net)

PERSERU vs PSMS, Jangan Harap Keberuntungan di Marora

sutan siregar/sumut pos SURVIVE: Pemain PSMS Felipe Dos Santos dan kawan-kawan diharapkan tampil survive saat bertandang ke Serui, Minggu (16/9) besok.
sutan siregar/sumut pos
SURVIVE: Pemain PSMS Felipe Dos Santos dan kawan-kawan diharapkan tampil survive saat bertandang ke Serui, Minggu (16/9) besok.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – PSMS kembali melanjutkan perjuangannya untuk bertahan di Liga 1. Kali ini lawatan berat menanti kala harus bertandang ke markas Perseru, Stadion Marora, Minggu (16/9).

PSMS sudah tiba di Serui, Jumat (14/9). Mereka melalui perjalanan panjang sejak Kamis (13/9) dan beberapa kali harus transit di Jakarta, Makassar dan Biak.

Syukurnya PSMS punya waktu sehari untuk recovery dan akan berlatih kembali Sabtu sekaligus uji coba lapangan. Itu akan coba dimanfaatkan Legimin Raharjo dkk untuk lebih bugar.

Namun PSMS harus menghadapi keangkeran Stadion Marora. Banyak tim yang pulang dari Marora dengan kekalahan. Meskipun bukan berarti tanpa celah. Buktinya PSM, Persib dan Bali United berhasil menang dari sana.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan, timnya tak bisa berharap keberuntungan di Marora. Untuk itu harus berupaya dengan keras. “Setelah ini kami harus pergi ke Serui dan mengharapkan wasit membela kami? Itu sangat sulit,” ujar Butler.

Butler mengatakan, timnya akan coba terus survive demi bisa bertahan di Liga 1. Kekalahan dari PSIS tak dipungkiri meruntuhkan mentalitas pemain. Padahal, kepercayaan diri mulai timbul saat berhasil menahan imbang Persija di kandangnya.

“Mereka survive atau degradasi kita harus jujur bicara di situasi ini. Saya senang bekerjasama dengan mereka. Tapi kasih 100 persen bakal sulit. Saya bukan psikolog, kami kerja keras tapi situasi di (dalam dan luar) lapangan kadang-kadang tak kondusif untuk survive,” kata Butler.

Mengandalkan lebih dari separuh pemain dari musim lalu, Butler menilai PSMS butuh mentalitas yang lebih baik untuk bisa bertarung di Liga 1. “75 persen pemain dari musim lalu main di Liga 2.Tapi saya tahu mereka bekerja keras,” tambahnya.

Hanya saja PSMS tak diperkuat Rachmat Hidayat karena akumulasi kartu. Padahal selama ini Rachmat selalu menempati posisi inti penyerang sayap kanan. Namun PSMS masih punya Erwin Ramdani ataupun Antoni Nugroho. Shohei Matsunaga juga bisa bermain dari sektor itu.

Sementara di belakang kembalinya Roni Fatahillah dari akumulasi kartu membuat Butler punya lebih banyak pilihan. Roni bisa kembali berduet dengan Tanidis atau Reinaldo Lobo. PSMS juga tanpa Abdul Azis yang harus menjalani resepsi pernikahan.

Sementara itu Perseru Serui menelan kekalahan dari Bhayangkara pada laga sebelumnya. Mereka tentu tak mau kalah dua kali beruntun. Namun keuntungan bagi PSMS, Perseru tak diperkuat dua pemain pilarnya karena cedera. Adalah Silvio Escobar dan Osmar dos Santos Filho atau akrab disapa Mazinho, terpaksa ditarik keluar lapangan saat melawan Bhayangkara karena cedera.

Pelatih Perseru, Putu Gede, berharap cedera yang menimpa kedua pemain andalannya ini tidak terlalu parah. Escoba dan Osmar diharap bisa pulih pada laga ini. “Ini masih kami pantau kondisinya, baik Escobar maupun Mazinho, bersama dengan fisioterapis tim,” tutur Putu Gede.

Jikapun Escobar absen, Serui masih punya Arthur Bonai. Sementara posisi Mazinho digantikan Delvin Rumbino. “Semoga saja cedera mereka berdua tidak parah, sehingga bisa kembali memperkuat tim saat menghadapi PSMS, karena tenaga mereka berdua cukup dibutuhkan oleh tim Perseru,” ucap dia. (don)