Home Blog Page 5975

Wali Kota Diminta Evaluasi

FILE/SUMUT POS Rajudin Sagala
FILE/SUMUT POS
Rajudin Sagala

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pelayanan medis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Kota Medan dikeluhkan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan medis. Sebab, petugas medis di Puskemas mulai dari dokter hingga perawat kurang profesional dalam melayani masyarakat yang terdaftar sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Ketua Komisi B DPRD Medan Rajudin Sagala mengungkapkan, pihaknya banyak menerima pengaduan masyarakat peserta BPJS Kesehatan terkait buruknya pelayanan petugas puskesmas. Untuk itu, diminta melakukan perbaikan pelayanan dan upaya peningkatan disiplin kerja bagi petugas puskesmas ke depannya.

“Kami ada menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait buruknya pelayanan di Puskesmas Simalingkar, Sei Agul, Teladan dan Polonia. Pengaduan itu seperti, petugas dokter tidak di tempat sehingga memperlambat rujukan. Kemudian, dokter belum datang dan sudah pulang, yang selalu dikeluhkan peserta BPJS hingga membayar obat serta petugas tidak bersahabat,” ungkap Rajuddin dalam rapat dengar pendapat dengan para kepala puskesmas, Dinas Kesehatan Medan dan BPJS Kesehatan di ruang banggar gedung dewan akhir pekan lalu.

Diutarakan dia, apabila tidak ada perubahan pelayanan medis yang dilakukan pihak puskemas, maka diminta kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk mengevaluasi. “Petugas di puskemas harus mampu meningkatkan pelayanan bagi pasien BPJS. Sebab, selain petugas menerima gaji dan tunjangan, mereka juga menerima dana kapitasi (pembayaran jasa pelayanan) dari pihak BPJS Kesehatan yang cukup besar,” sebut Rajuddin.

Sementara, menanggapi keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan, Kepala Puskesmas Teladan Medan dr Kus Fuji Astuti mengaku akan menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk perbaikan. Untuk itu, akan memperbaiki kinerja seluruh petugas untuk meningkatkan pelayanan.”Masukan dari masyarakat yang disampaikan ke DPRD Medan akan menjadi bahan pembinaan kami kepada seluruh petugas untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya akan terus berbenah melakukan perbaikan pelayanan. Sebab, puskesmas mempunyai kewajiban untuk melayani pasien sesuai kompetensinya. “Rujukan pasien BPJS ke rumah sakit (RS) diberikan atas indikasi medis bukan karena permintaan pasien. Jadi, pasien harus datang ke puskesmas dan diperiksa terlebih dulu,” ujarnya.

Disebutkan Astuti, jika pasien BPJS yang seharusnya dapat ditangani di puskesmas namun dirujuk ke rumah sakit maka akan terjadi peningkatan biaya dan penumpukan pasien. Sehingga, terjadi antrian yang membludak di rumah sakit.”Kepada masyarakat sangat diharapkan dapat lebih memahami bahwa rujukan yang diberikan atas indikasi medis. Sedangkan terkait rujukan online saat ini ada perubahan rayon rumah sakit yang perlu disosialisasikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kepesertaan dan Keluhan BPJS Kesehatan Kota Medan, Suprianto menyebutkan, pihaknya memberikan dana kapitasi sebesar Rp7 miliar kepada 39 puskesmas yang ada di Kota Medan. Dana tersebut ditransfer ke rekening masing-masing puskesmas sebelum tanggal 15 setiap bulannya. Jumlah Rp7 miliar yang diberikan ke puskesmas yakni pembayaran penyediaan layanan kesehatan terhadap jumlah pasien BPJS Kesehatan warga Medan sebanyak 1.207.449 jiwa.

“Sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi (besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka kepada FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan,” pungkasnya. (ris)

Rumah dan Dua Mobil Ludes Terbakar

TEDDY AKBARI/SUMUT POS PEMADAMAN:Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap rumah dan dua mobil di Jalan Rukam.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
PEMADAMAN:Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap rumah dan dua mobil di Jalan Rukam.

BINJAI,SUMUTPOS.CO -Satu rumah dan dua mobil masing-masing Pikup L-300 dan Toyota Avanza ludes terbakar dilalap si jago merah, di Jalan Rukam Lingkungan III, Keluranan Bandarsenembah, Binjai Barat, Minggu (9/9) siang).

Informasi yang diperoleh, api mulai melalap rumah semi permanen tersebut sekitar pukul 14.45 WIB. “Menurut keterangan dari warga sekitar, ada suara ledakan dari arah belakang rumah A Chaw,”ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani.

Ledakan tersebut membuat warga heboh. Tak lama berselang, ledakan tersebut menimbulkan asap dan api, hingga melalap rumah  yang di dalamnya mobil pickup dan Avanza.

Yani menduga, api berasal dari ledakan tabung gas persisnya di dapur rumah A Chaw. “Saat kejadian, A Chaw si pemilik rumah tidak berada di rumah,” ujarnya.

BPBD Kota Binjai yang mendapat informasi dari warga langsung terjun ke lokasi kebakaran. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Akibat kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, dua mobil ludes dilahap si jago merah. “Api berhasil dipadamkan pukul 15.05 WIB,” pungkasnya. (ted/han)

Wabup:Tingkatkan Kebersihan Lingkungan dan Tatanan Keluarga

TOMMY/SUMUT POS SAMBUTAN: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc memberikan sambutan ketika menerima kunjungan Tim Pengerak (TP) PKK Sumatera Utara, dalam acara Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Aula Kelurahan Tebing Kisaran, Jalan Sei Silau, Kecamatan Kisaran Barat, Minggu (9/9).
TOMMY/SUMUT POS
SAMBUTAN: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc memberikan sambutan ketika menerima kunjungan Tim Pengerak (TP) PKK Sumatera Utara, dalam acara Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Aula Kelurahan Tebing Kisaran, Jalan Sei Silau, Kecamatan Kisaran Barat, Minggu (9/9).saha

ASAHAN,SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc  menerima kunjungan Tim Pengerak (TP) PKK Sumatera Utara, dalam acara  lomba  pola asuh anak dan remaja di Aula Kelurahan Tebing Kisaran, Jalan Sei Silau, Kecamatan Kisaran Barat, Minggu (9/9).

Wakul Bupati (Wabup) mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan perbaikan – perbaikan kebersihan lingkungan dan tatanan kehidupan keluarga.

“Tentulah sangat diperlukan perbaikan kebersihan lingkungan dan tatanan keluarga, dan bukan hanya pada momen seperti ini,”kata Surya.

Dikatakan Surya, kebersihan lingkungan harus tetap terjaga, begitu juga pembinaan asuh anak dan tatanan keluarga yang menjadi harapan bangsa, khususnya di kabupaten Asaha

“Dengan bekerjasama, pastilah masyarakat bisa menjaga lingkungan hingga terwujudlah lingkungan yang bersih,”tuturnya.

Wabup pun berharap dengan kunjungan tim monitoring TPP PKK Sumut, dapat menambah motivasi bagi masyarakat hingga penerapan pola asuh anak dan remaja semakin baik.

Sementara itu, Ketua Lomba Asuh Anak, Herawati Halim menyebutkan, pelaksanaan monitoring terkait 10 program pokok PKK  yang terkait dengan  5 kegiatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG)PKK  Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) dan 4 kegiatan dalam rangka hari keluarga 2018.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam bekerja, hingga kegiatan yang dilaksanakan di dalam tim penggerak PKK dapat benar-benar bermanfaat bagi kita, terutama keluarga yang ada di sekitar kita,” ujar Herawati.(omi/han)

Disdukcapil Karo Layani Warga Dor to Dor

KABANJAHE,SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo untuk melayani masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan turun langsung ke desa-desa.

Hal itu ditegaskan Terkelin saat membuka Sosialisasi Kebijakan Kependudukan tahun 2018 di Sinabung Hotel, Jalan Kolam Renang Berastagi,Kamis  (6/9).

Adapun maksud dan tujuan sosialisasi tersebut dilaksanakan, tidak lain memberikan pemahaman yang baik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada aparatur yang melayani dan menangani administrasi kependudukan di Kabupaten Karo. Adapun materi sosialisasi ini meliputi kebijakan bidang pendaftaran penduduk, pelayanan penerbitan dokumen identitas penduduk dan kebijakan teknis pencatatan sipil.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengatakan, sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan hari ini merupakan momentum yang cukup penting, mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum paham arti pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

“Melalui upaya ini diharapkan semakin memperkuat kesadaran kita dalam pentingnya memiliki dokumen kependudukan dan pemahaman aparatur yang baik dalam pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dan mampu melayani kebutuhan dokumen administrasi kependudukan dalam menyediakan informasi yang benar dan akurat, ”ujarnya.

”Agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo terjun langsung ke Desa Desa untuk melakukan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat, karena identitas warga adalah tanggung jawab dan kewajiban pemerintah,” tandas Bupati Karo.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Ibu Ati Kadarwati, SH, MH,yang mana sekaligus sebagai nara sumber, Anggota DPRD Kab. Karo Thomas Joverson Ginting, dan Mewakili  Moderamen GBKP Pdt Amos Ginting, dan dihadiri seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Karo. (deo/han)

Tekan Buta Aksara Hingga 0,18 Persen

BATARA/SUMUT POS TERIMA : Bupati H Ashari Tambunan dan Kepala Daerah lainnya serta para penggiat literasi dari berbagai daerah dipusatkan di Lapangan Alun-alun Komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).
BATARA/SUMUT POS
TERIMA : Bupati H Ashari Tambunan dan Kepala Daerah lainnya serta para penggiat literasi dari berbagai daerah dipusatkan di Lapangan Alun-alun Komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy memberikan penghargaan Anugerah Aksara kepada empat kabupaten/kota yang telah berhasil dalam penuntasan buta aksara. Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53 tingkat Nasional tahun 2018, di Lapangan alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).

Keempat kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara yang langsung diterima Bupati Ashari Tambunan, dengan capaian penuntasan buta aksara tinggal hanya 0,18 persen atau sekitar 900 penyandang buta aksara.

Kemudian, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan Pemko Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia patut bersyukur karena berhasil meningkatkan keaksaraan masyarakat secara signifikan. Menurut data BPS, Indonesia telah membuktikan keberhasilannya dan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang dideklarasikan di Dakar. Untuk itu, kita layak beri penghargaan kepada daerah yang berhasil menurunkan angka buta huruf,”ungkap Muhadjir dalam keterangan persnya.

Dikemukakannya, sampai saat ini tercatat terdapat 11 provinsi yang persentase buta aksaranya masih di atas rata-rata nasional (2,07 persen –red). “Tugas untuk mengentaskan buta aksara dan membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan terbebasnya bangsa ini dari buta aksara, maka kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat”tuturnya.

Dalam pengembangan masyarakat, lanjut Muhadjir, pemerintah memberikan layanan program pendidikan keaksaraan dasar dan keaksaraan lanjutan di daerah terdapat buta aksara, daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan komunitas adat terpencil. Selain itu juga, pemerintah memberikan layanan melalui program “Kampung Literasi” dan “Desa Vokasi”.

“Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa inisiator pengembangan budaya baca masyarakat dan terbentuknya kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan budaya lokal, lebih khusus di daerah-daerah 3T,” harap Muhadjir.

Untuk menumbuhkan kesungguhan dan komitmen pemerintah, pemda dan dukungan masyarakat, peringatan HAI tahun 2018 mengangkat thema “Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya. “Tema ini merupakan inspirasi kepada kita tentang kesungguhan dan komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekedar penuntasan buta aksara semata tetapi juga untuk menumbuhkembangkan keaksaraan dalam arti yang lebih luas,” jelas Mendikbud.

Sementara Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam kunjungan pertamanya ke Kabupaten Deliserdang yang turut hadir mengatakan, bahwa ada 134.000 jiwa lagi yang buta aksara di Sumatera Utara, dan terbesar berada di Kabupaten Nias.

“Saya berjanji selama jabatan saya terutama dalam waktu satu tahun ke depan akan menyelesaikan persoalan buta aksara di Sumut, minimal tercapai 50 persen penurunan buta aksara. Hal itu sesuai cita-cita nasional bahwa semua rakyat Indonesia harus tau baca, bagaimana bisa maju suatu daerah kalo masih ada warganya yang tak tau baca,” janji Edy kepada Mendikbud dan para peserta undangan HAI.

Bupati Ashari dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Deliserdang sebagai tuan rumah HAI dan merupakan kebanggaan bagi masyarakat. “Semua ini berkat kerja sama seluruh pegiat pendidikan, penggiat literasi dan masyarakat Deliserdang,” ujarnya.

Ashari melaporkan kepada Menteri bahwa secara bersama telah menyaksikan tarian yang syairnya dinamakan “Mekarsari Dalu Dendang”, akronim dari Melayu, Karo, Simalungun dan etnis lain yang ada di Deliserdang. Tarian itu, tuturnya, secara khusus diciptakan oleh penggiat seni untuk menggambarkan keanekaragaman suku dan budaya di Deliserdang, namun tetap menyatu dalam ikatan visi bersatu dalam kebhinekaan.

Usai kegiatan, Mendikbud, Gubsu, Bupati dan Wabup Deliserdang dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman serta rombongan meninjau stand-stand pameran, dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peresmian museum Deliserdang di Jalan Lintas Sumatera depan Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam.(btr/han)

Harus Lebih Kreatif

DUEL: Alexandros Tanidis saat berduel dengan Medan Utama di Stadion Teladan, Sabtu (8/9).
DUEL: Alexandros Tanidis
saat berduel dengan Medan Utama di Stadion Teladan, Sabtu (8/9).

SUMUTPOS.CO – Dua uji coba telah dijalani PSMS Medan jelang laga kontra PSIS Semarang di Stadion Teladan Medan. Mencetak 13 gol dari dua laga menandakan PSMS cukup produktif.

Teranyar Ayam Kinantan membungkam Medan Utama dengan skor 5-0 di Stadion Teladan, Sabtu (8/9). Namun Butler tak lantas puas dengan produktivitas timnya. Apalagi lawannya beda kasta dengan PSMS.

Butler mengatakan walaupun mencetak banyak gol bukan menjadi patokan bagi timnya bisa dengan mudah menghadapi PSMS. “Saya tidak pernah lihat hasil. Seperti yang saya bilang sebelumnya pertandingan ke depan (lawan PSIS) lebih penting. Pasti akan berbeda,” ujar Butler.

Pelatih asal Inggris itu juga sudah tahu kerangka tim utama yang akan menghadapi PSIS. Namun Butler masih menguji beberapa pemain untuk menjadi alternatif.

“Saya sudah tahu tim saya untuk Minggu depan (lawan PSIS). Tapi saya sengaja campur untuk memberi kesempatan agar kompetitif. Sedikit kecewa babak pertama, mungkin lapangan bergelombang dan panas tapi kalau main dengan saya mereka harus kerja keras. Tidak bisa kalau tidak memberi 100 persen,”ujar eks pelatih Persipura itu.

Meski kualitas lawan di bawah dia meminta skuadnya tak menurunkan intensitas serangan. “Sangat sulit melawan tim seperti ini. Mereka kompetitif. Mereka kerja keras. Tidak apa-apa mereka datang dari divisi (Liga) 3. Saya sudah kerja di Indonesia lama. Kita harus tetap hormati mereka. Mungkkn mereka tidak bisa menang tapi mereka bikin masalah untuk anda,” beber nya.

Butler tak menyoroti gol-gol.yang mereka ciptakan. Meski menguasai bola sangat dominan namun dia meminta skuadnya lebih kreatif. Terutama dalam membongkar pertahanan lawan.

“Mungkin ada 90 persen possession. Tapi lebih penting apa yang anda buat saat pegang possession seperti itu. Kehilangan bola itu biasa. Apalagi dalam.kondisi lapangan seperti ini,”ucapnya.

Pemain menurutnya harus berani menciptakan peluang tanpa takut kehilangan bola. “Seperti Rahmat dia punya kualitas. Tapi beberapa kali dia hilang bola. Tapi saya tidak kritik itu, karena saya mau dia lari kepada lawan tunjuk kualitas. Bantu pemain main kreatif dann imajinatif,” pungkasnya.

Sementara itu uji coba ini juga berarti penting bagi Medan Utama. Meski tidak mencetak gol dan kalah namun menguji kekuatan mereka menghadapi tim sekelas PSMS. “Ya saya pikir walaupun kalah kami bermain cukup baik. Hanya saja memang level PSMS di atas. Ini menjaid persiapan kita hadapi Liga 3 regional,” kata Ketua Umum Medan Utama, Ahmad Untung Lubis.

Seperti diketahui Medan utama finish sebagai runner up Liga 3 zona Sumut. Mereka berhak bertarung di zona regional Sumatera bersama sang juara PSDS. “Persiapan sudah cukup baik. Targetnya kami bisa lolos ke zona nasional,” ujarnya turut diamini pelatih Jefrizal. (don)

Pemkab Deliserdang Terima 720 CASN

Ilustrasi
Ilustrasi

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Deliserdang akan membuka penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2018 , sebanyak 720 orang.

“Kabupaten Deliserdang menerima 720 CASN. Angka itu belum digabungkan dengan eks tenaga honorer kategori II (K-2). Saya lupa secara terperincinya, tetapi kita yang terbanyak di Sumut. Untuk Formasi pada tenaga pendidik dan medis yang mendominasi,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein, ketika dihubungi Sumut Pos, Minggu (9/9).

Disebutkannya, Pemkab Deliserang akan mengumumkan penerimaan CASN tersebut secara resmimbaik melalui media cetak maupun online. Oleh karena itu, masyarakat yang berminat mendaftar, agar mempersiapkan diri.

“Silakan lihat persyaratannya di portal nasional via http://sscn.bkn.go.id. Tidak ada pendaftaran melalui portal madiri,”terangnya.

Berdasarkan Permen PANRB, instansi pemerintah pusat wajib mengalokasikan minimal 10 persen untuk sarjana lulusan terbaik (cumlaude).Instansi daerah, persentasenya minimal 5 persen dari total alokasi yang ditetapkan.

Pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi maupun program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan. Adapun untuk penyandang disabilitas, setiap instansi wajib mengalokasikan formasi jabatan, persyaratan, jumlah, dan unit penempatan yang dapat dilamar oleh penyandang disabilitas.

Adapun formasi khusus pendaftaran CPNS 2018 adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat.Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Persyaratan lain soal formasi bagi honorer K2 diatur dalam ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan. Tercatat ada 13.347 orang di dalam database BKN.

Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Persyaratan lain soal formasi bagi honorer K2 diatur dalam ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan. (btr/prn/esy/jpnn)

Sumut Belum Terima Formasi

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Di pihak lain, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan meminta masyarakat bersabar menunggu informasi perihal formasi CASN 2018 untuk wilayah Sumut. Sebab sejauh ini, pihaknya belum menerima formasi CASN secara resmi dari BKN Pusat.

“Kami belum ada menerima surat formasi CASN. Masyarakat diminta bersabar dan tetap waspadai berbagai modus penipuan terkait hal ini,” kata Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (9/9).

Senada, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengatakan, hingga Minggu pihaknya belum menerima surat edaran terkait formasi CASN 2018. “Kabarnya masih di Jakarta (Kemenpan RB dan BKN). Kalau sudah, akan kita infokan,” katanya.

Untuk diketahui, prioritas pengadaan CASN tahun 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur, sesuai dengan program Nawacita. Jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, guru madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Sementara peruntukan instansi pemerintah daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CASN 2018 terdiri dari putra/putri lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Pendaftaran CASN resmi dibuka pada 19 September 2018 mendatang. Pendaftaran akan dipusatkan pada situs Badan Kepegawaian Negara. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. (btr/prn/esy/jpnn)

Gelar Festival U-11 dan U-13

ISTIMEWA BERSAMA: Siswa Generasi, pengurus dan alumni.
ISTIMEWA
BERSAMA: Siswa Generasi, pengurus dan alumni.

Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi Medan terkenal menjadi sekolah yang selalu melahirkan pemain-pemain besar kota Medan. Kini SSB tertua di kota Medan itu memasuki usia ke-28 tahun.

Perayaan digelar dengan sederhana di Lapangan Brigif Marindal, Minggu (9/9). Sejumlah alumni Generasi seperti Hasbi, Rudi Helmiawan, Fityan Hamdy dan lainnya menghadiri latihan SSB Generasi pada Minggu pagi dan turut melakukan tiup lilin bersama para pengurus yang diwakili Pembina Generasi, Nasrul Saleh Rangkuti, Mahadi Surya ST dan pelatih, Yudhi Ramanda.

“SSB Generasi adalah SSB pertama di Sumatera Utara dan sudah banyak melahirkan pemain-pemain profesional seperti Edu Juanda, Saktiawan Sinaga, Yudhi Ramanda, Herman Batak, Jecky Pasarella dan lainnya. Kami berharap di usia yang semakin tua ini, generasi tetap eksis dan tetap konsisten melahirkan pemain-pemain berbakat untuk Sumatera Utara dan kancah nasional,” ucap Pemilik dan Pembina Generasi Medan, Nasrul Saleh Rangkuti.

Sampai saat ini Generasi Medan terus melakukan latihan rutin di bawah asuhan Yudhi Ramanda. Latihan digelar empat kali sepekan, setiap Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu di Lapangan Brigif, Marindal.

Pelatih Generasi, Yudhi Ramanda mengatakan anniversary ke-28 nantinya akan dimeriahkan dengan festival sepak bola U-11 dan U-13. “Festival U-11 untuk kelahiran 2007 digelar 16 September. Sementara U-13 untuk kelahiran 2005 digelar 23 September. Festival ini dibuka untuk umum dengan hadiah trofi serta uang pembinaan,” tambah Rama, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut eks pemain PSDS, PSMS dan Persikota itu menambahkan Generasi Medan juga aktif mengikuti berbagai turnamen dan festival di Sumatera Utara. “Kami beberapa kali menjadi juara di turnamen lokal di Medan. Ini menambah jam terbang pemain,” katanya.

Selain itu salah seorang pengurus Generasi, Mahadi Surya Putra ST menambahkan digelarnya festival ini dihbarapkan bisa menciptakan pemain andal yang bisa mengharumkan kota Medan. “Dari festival ini harapannya ditemukan bakat-bakat pemain, tidak hanya dari Generasi tapi SSB-SSB di kota Medan untuk bisa kelak mengikuti para senior yang berkecimpung di kompetisi Liga Indonesia,” katanya. (don)

Pelamar Diperkirakan Capai 6 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan, siap menghadapi pendaftaran CPNS secara online mulai 19 September mendatang. Dia mengklaim, walaupun diperkirakan ada 6 juta pelamar yang akan mengunjungi portal sscn.bkn.go.id, tapi BKN sudah menyiapkan berbagai antisipasi.

“Kemampuan servernya sudah ditambah insyallah tidak akan down. Selain itu kami menyiapkan tim help desk yang akan membantu para pelamar,” ujar Bima, Minggu (9/9).

Bima yang juga ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) itu meminta bagi para pelamar yang belum ingin mendaftar pada 19 September sebaiknya tidak mengunjungi portal SSCN. Ini untuk mengurangi beban server. Pelamar juga diimbau tidak melamar pada hari-hari terakhir karena beban server tinggi sehingga bisa menyulitkan proses pendaftaran.

“Waktunya kan dua minggu, jadi bisa daftar pada hari ketiga dan seterusnya. Kalau awal atau akhir biasanya pengunjungnya padat,” ujar Bima.

Hingga saat ini tes CPNS direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pembda).

Bima mengimbau pemda memberikan persyaratan seleksi CPNS 2018 yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat. “Persyaratan seperti Akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan Indeks Prestasi di wilayah masing-masing,” jelasnya.

176 lokasi itu menurut Bima akan terus bertambah. Sebab, ada instansi yang ingin melaksanakan tes CPNS juga. BKN tinggal menyiapkan sistem CAT (computer assisted test).

Diketahui, formasi CPNS 2018 terdiri dari umum dan khusus dengan total 238.015. Rinciannnya 51.271 formasi instansi pusat di 76 K/L dan 186.744 formasi di 525 daerah. (btr/prn/esy/jpnn)