Home Blog Page 5985

Dishub Kota Binjai Buka 5 Koridor Baru

Dalam waktu dekat Bus Trans Binjai beroperasi karena sudah tiba di Medan.
Bus Trans Binjai .

BINJAI,SUMUTPOS.CO -Dinas Perhubungan Kota Binjai menambah lima koridor, seiring adanya penambahan 10 unit Bus Trans Binjai yang baru. Kabid Prasarana Dishub Kota Binjai, M Fazar Kurniawan mengatakan, dari lima koridor yang baru tersebut, baru dua koridor yang dioperasikan.

Dimana dua koridor baru tersebut melintasi lima kecamatan yang ada di kota Binjai. “Total sementara ada 7 koridor (rute Bus Trans Binjai). Jumlah sebelumnya ada dua koridor,”terang Fazar, Kamis(6/9).

Dijelaskan Fazar, Dishub Kota Binjai masih sedang melakukan evaluasi. Dimungkinkan, rute Bus Trans Binjai akan lebih dari 7 koridor. “Mungkin masih menambah (rute). Ada beberapa rute pootensial,”sebutnya. Hanya saja, lanjut Fazar, rute potensial yang mau dilintasi Bus Trans Binjai masih terhalang oleh portal-portal. Dan pihaknya sedang melakukan penkajian untuk pembongkaran, serta jumlah penumpang yang ada. Selanjutnya, menetapkan sejumlah rute-rute pada Oktober mendatang.

Disebutkannya lagi, dari 14 unit Bus Trans Binjai, yang beroperasi ada 8 unit. “4 unit bus lagi itu pengadaan tahun 2017, dan saat ini sudah masuk jadwal Service tahunan. Dua unit lagi enggak beroperasi karena untuk cadangan,”pungkasnya. (ted/han)

Main dengan Disiplin

PSMS
sutan siregar/sumut pos
DUEL: Felipe Martins diadang pemain PS Keluarga USU pada laga uji coba di Stadion Teladan, Medan, Kamis (6/9). PSMS menang 8-0.

PSMS Medan punya modal positif jelang laga kontra PSIS Semarang. Tim besutan Peter Butler berpesta gol atas PS Keluarga USU dengan skor 8-0 di Stadion Teladan, Kamis (6/9).

Pada laga itu Butler langsung menurunkan kerangka utamanya sebagai starter dengan mengandalkan Felipe Martins di depan didampingi Frets Butuan dan Rachmat Hidayat di sisi kiri dan kanan.

PSMS unggul cepat lewat Shohei Matsunaga. Selanjutnya aksi Frets Butuan dari sisi kiri diteruskannya dengan tendangan ke sudut kiri bawah kiper lawan. Felipe Martins mencetak gol tambahan setelah memanfaatkan umpan Frets. Skor 3-0 hingga jeda.

Di babak kedua, Butler mengganti seluruh starternya kecuali Felipe Martins. Striker Brasil itu membawa PSMS unggul 4-0. Felipe nyaris mencetak hattrick, namun tendangan penaltinya ditepis kiper lawan. Selanjutnya Antoni Putro Nugroho menambah dua gol PSMS dan satu gol lagi lahir dari Legimin Raharjo dan Choiril Hidayat. Skor 8-0 bertahan hingga peluit panjang.

Usai laga, Pelatih PSMS, Peter Butler mengaku senang dengan performa yang ditunjukkan anak asuhnya. Meskipun dia tidak terlalu melihat jumlah gol yang dicetaknya.

“Hasil ini cukup bagus buat kami. Babak pertama saya senang mereka bermain disiplin. Apa yang saya instruksikan mereka mampu bekerja dengan baik. Di babak kedua ada sedikit masalah, tapi saya senang mereka kerja keras hari ini cukup baik,” kata usai laga.

Namun meski menang telak delapan gol tanpa balas, Butler tak terlalu mau sesumbar. Mengingat lawan yang mereka hadapi tak sepadan dengan tim Ayam Kinantan. Namun pelatih asal Inggris itu senang, melihat performa para pemain muda yang diturunkannya.

“Mungkin kita tidak seperti Persija, atau Bhayangkara, PSM yang main dengan lawan-lawan yang selevel. Tapi harus dimengerti menghadapi tim Divisi 2 atau 3 yang lebih penting bagaimana kami bisa mempersiapkan diri untuk kompetisi,” katanya.

“Dari awal saya memang akan memberikan kesempatan buat pemain untuk main. Karena kita banyak kompetisi buat pemain pada setiap posisi, jadi mereka bersaing untuk masuk dalam starting eleven. Kita juga banyak pemain muda yang bagus. Saya bukan pelatih yang hanya terpaku dengan susunan pemain yang itu saja tanpa memberi kesempatan untuk pemain muda,” katanya.

Selanjutnya PSMS akan menghadapi Medan Utama pada uji coba di Stadion Teladan, Sabtu (8/9). Ini menjadi uji coba pamungkas sebelum kontra PSIS. Laga uji coba itu kemungkinan akan menjadi kesempatan Butler menguji kerangka utamanya.

“Tapi kita masih ada satu uji coba lagi Hari Sabtu. Saya ingin coba kesempatan lagi buat semua pemain, itu yang lebih penting. Saya juga ingin mencoba kerangka pemain yang mungkin menjadi starter di laga itu,” pungkasnya. (don)

Dispar Medan Awasi Ketat Jam Operasional

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Meninggalnya seorang pengunjung wanita yang diduga overdosis di Diskotik New Zone Jalan Wajir Medan, membuat Dinas Pariwisata Medan mengawasi ketat lokasi itu. Namun untuk mencabut izin operasional atau menutup, tak bisa dilakukan.

Kepala Dinas Pariwisata Medan Agus Suriyono menyatakan, pihaknya akan memberikan pengawasan yang ketat terhadap Diskotik New Zone. Meskipun, diskotik itu sedang diawasi oleh pihak kepolisian.”Pengawasan yang ketat dilakukan terhadap jam operasionalnya. Selain itu, kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila ditemukan pelanggaran tindak kriminal,” ujar Agus.

Sedangkan pencabutan izin harus melalui proses administrasi cukup panjang. Sebelum dicabut, prosesnya diberikan teguran atau peringatan terlebih dahulu. Mekanisme ini sesuai dengan perda dan perwal yang ada. “Tidak bisa langsung ditutup atau dicabut izinnya,” kata Agus.

Meski begitu, sambungnya, pencabutan izin atau penutupan tempat hiburan malam bisa saja dilakukan pihaknya. Akan tetapi, ada pelanggaran berat yang dilakukan. “Terkecuali benar-benar terbukti nyata menjadi tempat peredaran gelap dan penggunaan narkoba.

Misalnya, tempat hiburan malam tertangkap langsung oleh petugas kita atau ada rekomendasi dari pihak kepolisian. Selanjutnya, kita koordinasikan dengan instansi yang menerbitkan izin dan Satpol PP untuk menutupnya,” kata Agus.

Ia mengaku, pengawasan yang dilakukan tidak hanya operasionalnya saja tetapi menyangkut izin mereka. Tak hanya itu, tempat-tempat hiburan malam lainnya juga termasuk.

“Ada tiga karaoke keluarga yang kita tutup sebelumnya (malam minggu lalu) karena melebihi jam operasional hingga pukul 01.00 WIB. Antara lain, Karaoke Happy Puppy Jalan Teuku Umar, Karaoke Naff Jalan Zainul Arifin dan Karaoke Inul Vista Jalan Palang Merah. Ketiga tempat hiburan malam itu kita berikan peringatan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, seorang pengunjug wanita berinsial D asal Tapanuli Utara (Taput) mendadak tewas di Diskotik New Zone beberapa waktu lalu. Disebut-sebut, wanita tersebut meregang nyawa akibat overdosis. Meski sudah sempat dibawa ke Rumah Sakit Advent Jalan Gatot Subroto, nyawa wanita itu tak dapat tertolong. (ris/ila)

Anggaran RS Pirngadi Diduga Defisit

PETUGAS MEDIS: Dua dokter muda berjalan di RSU dr Pirngadi Medan, belum lama ini. Besok, Kemenpan-RB akan mengedarkan formasi CASN 2018 ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia.
PETUGAS MEDIS: Dua dokter muda berjalan di RSU dr Pirngadi Medan, belum lama ini.

MEDAN,SUMUTPOS.CO  – Pembayaran gaji pegawai honorer/kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan hingga saat ini belum terselesaikan.Ironisnya, pembayaran gaji pegawai honor sebanyak 600-an orang ini kembali telat 3 bulan. “Bulan Juni, Juli dan Agustus belum dibayarkan. Untuk bulan Mei, gaji sudah diberikan ke kami,” kata seorang pegawai honorer/kontrak yang tidak mau namanya dikorankan.

Ia menduga dana rumah sakit untuk membayarkan gaji honorer tidak ada. Dan lebih mengecewakan sumber, pembayaran gaji pegawai honorer harus menunggu klaim dari BPJS Kesehatan. Alhasil, dia menduga keuangan rumahsakit defisit sehingga tak mampu membayarkan gaji mereka.

“Rumah sakit kami duga defisit. Ini buktinya 3 bulan gaji kami belum dibayar dan harus menunggu klaim dari BPJS Kesehatan. Sementara ini sudah awal bulan September. Mau sampai kapan kami sabar dan menunggu kalau seperti ini. Tidak ada yang kuat dilakukan seperti ini bang,” ujarnya.

Ia lantas membandingkan kinerja pimpinan yang sekarang dengan pimpinan terdahulu. Menurut sumber, beda kepemimpinan yang baru ini kepada tenaga honorer. “Manajemen lupa dengan pegawai honorer kali ya bang. Beda manajemen yang dipimpin direktur sekarang ini dengan manajemen yang dipimpin direktur sebelumnya,” ungkapnya.

Menjawab hal itu, Kasubag Humas & Hukum RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin SH MKes MH mengharapkan para pegawai honor bersabar, karena kejadian seperti ini bukan terjadi tahun ini saja. Dan, pembayaran gaji pegawai honor memang masih menunggu waktu dari pembayaran klaim BPJS Kesehatan. “Tahun-tahun sebelumnya juga sudah seperti ini, jadi tolong sabarlah,” jelasnya.

Ia mengakui pembayaran pegawai honor melalui pendapatan rumah sakit. Pendapatan terbesar itu dari BPJS Kesehatan, selebihnya dari pendapatan pasien umum. “Kalau pendapatan di luar BPJS hanya 5 persen yang diterima, itupun untuk operasional rumah sakit saja sudah habis,” ujarnya.

Saat disinggung rumah sakit diduga defisit, Edison mengatakan sudah mengkonfirmasi ke bagian keuangan, namun belum dapat penjelasan. “Belum ada penjelasan dari bagian keuangan rumah sakit,” ujarnya. (dvs/ila)

Uji Coba Kontra Mauritius, PSSI Panggil 20 Pemain

net DIPANGGIL: Boaz Solossa kembali dipanggil timnas.
net
DIPANGGIL: Boaz Solossa kembali dipanggil timnas.

Timnas Indonesia dipastikan menjalani uji coba melawan Timnas Mauritius dalam jadwal FIFA Match Day pada Selasa (11/9) sore nanti di Stadion Patriot, Bekasi.

PSSI sudah mengumumkan 20 nama yang dipanggil untuk tampil dalam uji coba ini. Dari rilis resmi PSSI, sebanyak 20 pemain yang dipanggil itu terlihat mayoritas di isi pemain yang akan tampil di Asian Games 2018.

Selain bermaterikan pemain Asian Games, tampak juga di daftar itu nama pemain senior seperti M Ridho (Borneo FC), Fachruddin Aryanto (Madura United), Rizki Pora (Barito Putera), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Boaz Solossa (Persipura), serta Stefano Lilipaly (Bali United).

“Kami memanggil dengan skuat kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu dengan para pemain senior. Uji coba melawan Mauritius kami rasa sangat bagus sebagai persiapan menuju Piala AFF 2018. Mauritius ini tim yang bagus,” ungkap Bima Sakti.

Sementara itu, untuk kursi pelatih karena sampai hari ini Luis Milla Aspas belum datang ke Indonesia, tim akan ditangani sementara oleh pelatih interim Danurwindo dan Bima Sakti. (dkk/jpnn/don)

Turun di Nomor 61 Kg Tantangan Eko Yuli

EMAS: Eko Yuli mengangkat beban saat beraksi di Asian Games 2018. Eko meraih emas di nomor 62 kg.
EMAS:
Eko Yuli mengangkat beban saat beraksi di Asian Games 2018. Eko meraih emas
di nomor 62 kg.

Atlet angkat berat putra Indonesia Eko Yuli Irawan sudah mulai mempersiapkan diri untuk SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020. Biasa bertanding di nomor 62 kg, Eko akan mulai berlatih di nomor 61 kg akhir tahun nanti.

Untuk diketahui, Eko yang baru saja meraih medali emas Asian Games 2018 terpaksa harus turun ke nomor 61 kg karena nomor 62 kg sudah tidak dipertandingkan lagi di SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Eko yang tak ingin perubahan nomor ini mempupus harapannya untuk bersinar di dua kejuaraan besar tersebut pun mengaku sudah siap berlatih di nomor baru. “Iya, turun jadi 61 kg di mulai dari 1 November 2018 ini sampai seterusnya, mulai dari SEA Games 2019 nanti sampai Olimpiade Tokyo 2020,” kata Eko.

Menurut Eko, perubahan nomor nantinya bukan hanya terjadi di nomornya saja. Nomor lain seperti 56 kg, 69 kg, dan 77 kg juga akan berubah menjadi 55 kg, 67 kg, serta 73 kg.

Eko sendiri tidak memusingkan perubahan tersebut. Menurut Eko, pola latihan yang dilakukannya kemungkinan akan terus berjalan seperti biasa. “ Paling kalau sudah turun kelas, dietnya sudah harus dimulai lebih awal. Latihannya juga tidak mesti di nomor 61 kg terus,” katanya.

Eko mengaku sama sekali tidak masalah ia harus turun kelas dari nomor 62 kg ke nomor 61 kg. Eko menilai, dengan sudah terbiasa di nomor yang lebih berat, nomor yang lebih ringan semestinya tidak jadi masalah.

“Kalau sudah terbiasa di bobot tersebut (62 kg, Red), seharusnya tidak ada masalah di performa nantinya (di nomor 61 kg, Red),” ujar Eko.

Meski demikian, Eko sendiri belum pernah menjajal latihan di nomor 61 kg. “Untuk latihan di nomor 61 kg baru mulai nanti bulan November untuk persiapan SEA Games 2019. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” ujarnya lagi.

Eko menuturkan, sembari menunggu bulan November, ia masih terus menghabiskan sisa program latihannya yang ada sekarang. “Karena program latihan yang sekarang itu untuk persiapan jangka panjang menuju Olimpiade 2020,” ujar Eko. (isa/jpc/don)

Memperindah dan Tertibkan Kota Medan

foto-foto pemko medan for sumut pos BONGKAR: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution memimpin pembongkaran reklame bermasalah di sejumlah lokasi Kota Medan, Rabu (5/9).
foto-foto pemko medan for sumut pos
BONGKAR: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution memimpin pembongkaran reklame bermasalah di sejumlah lokasi Kota Medan, Rabu (5/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pemko Medan tidak mentolerir lagi keberadaan papan reklame bermasalah di Kota Medan. Selama sepekan belakangan, satu per satu papan reklame bermasalah telah ditumbangkan. Rabu (5/9) petang hingga malam, pembongkaran kembali dilanjutkan. Kali ini sebanyak 7 papan reklame diratakan dengan tanah. Selain tidak memiliki izin, pembongkaran dilakukan karena lokasi bebera papan reklame berdiri di zona larangan.

Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, ikut serta dalam pembongkaran papan reklame yang dilaksanakan Satpol PP bersama tim gabungan. Kehadiran orang nomor 2 di Pemko Medan itu, untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para petugas, agar tidak ragu-ragu dalam membongkar papan reklame bermasalah tersebut.

Di samping itu, pembongkaran papan reklame bermasalah ini, juga mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto. Dalam pembongkaran papan reklame yang dimulai sekira pukul 17.00 WIB tersebut, Kapolda Sumut ikut serta saksikan prosesi pembongkaran papan reklame yang dilakukan.

Sebelum pembongkaran dilakukan, seluruh tim pembongkaran yang terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polrestabes Medan, Brimob Polda Sumut, dan PLN, menggelar apel di Lapangan Merdeka Medan. Setelah itu, tim bergerak menuju Jalan Gaharu, persisnya persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Di tempat itu telah menunggu Kapolda Sumut. Begitu tim tiba, ia langsung memerintahkan pembongkaran. Tim selanjutnya membongkar papan reklame yang didirikan di atas pos polisi lalu lintas. Sebelum pembongkaran dilakukan, petugas PLN lebih dulu memutuskan aliran listriknya.

Untuk membongkar papan reklame, tim dibantu 2 unit mobil crane. Begitu papan reklame diturunkan, kawasan itu pun ditutup dari kendaraan bermotor sekitar 5 menit, untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Setelah itu, papan reklame dipotong menjadi beberapa bagian, dan selanjutnya diangkut menggunakan truk.

Selain papan reklame, tim juga membongkar pos polisi lalu lintas sesuai instruksi Kapolda Sumut. Pembongkaran pos dilakukan dengan menggunakan martil besar. Namun sebelum pos dibongkar, tim lebih dulu menunggu kedatangan Dandenpom I/Medan Letkol CPM Sudarsono. Sebab pada dinding atas pos polisi dipasang logo Denpom I/5 Medan.

Setelah Dandenpom tiba, dan mengizinkan logo itu diturunkan, barulah tim menurunkannya. Usai penurunan logo Denpom I/5, tim pun memulai pembongkaran pos polisi yang diawali dengan membuka aluminium pembungkus dinding pos polisi tersebut. Tanpa kesulitan, tim pun berhasil meratakan pos yang dibangun di atas trotoar jalan itu.

Menurut Kapolda Sumut, pembongkaran pos polisi yang dilakukan sebagai simbol, Polda Sumut mendukung dilakukannya penertiban terhadap papan reklame bermasalah. Selain mengganggu estetika kota, pembongkaran yang dilakukan juga dalam upaya peningkatan pendapatan Pemko Medan dari sektor retribusi reklame.

“Bersama unsur TNI, kami mendukung langkah yang dilakukan Pemko Medan dalam menertibkan papan reklame bermasalah. Selain merusak pemandangan, juga mengganggu pengguna jalan. Artinya, dengan kita membongkar pos polisi yang ada di sini, merupakan simbol, Polda Sumut dan unsur TNI yang ada di Medan, mendukung langkah Pemko Medan dalam melakukan penertiban,” tutur Brigjen Pol Agus Andrianto.

Selain pos polisi persimpangan Jalan Gaharu-Perintis Kemerdekaan, pembongkaran juga dilakukan terhadap pos polisi yang berada di sudut persimpangan Jalan Wali Kota-Jalan Sudirman. Pembongkaran itu dilakukan atas perintah Kapolda Sumut, karena didirikan di atas trotoar, sehingga mengganggu pengguna jalan.

Sementara itu, menurut Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, seluruh papan reklame bermasalah, baik yang tidak memiliki izin mupun didirikan di 13 ruas zona larangan, dipastikan tidak ada pilih kasih. “Pokokya tinggal menunggu waktu saja, seluruh papan reklame bermasalah pasti ditertibkan tanpa pilih kasih!” tegasnya.

Lebih lanjut Akhyar mengatakan, sebelum dibongkar, para pengusaha advertising terlebih dulu diberi surat peringatan untuk membongkar sendiri papan reklamenya yang bermasalah. “Jika itu tidak dilakukan, barulah tim melakukan pembongkaran. Dan seluruh material hasil pembongkaran menjadi milik negara,” jelasnya.

Penertiban papan reklame ini dilakukan, lanjut Akhyar, sebagai langkah untuk melakukan penataan dalam rangka peningkatan keindahan dan ketertiban di Kota Medan. Dengan demikian, Kota Medan menjadi tempat hunian yang tertib, aman, dan nyaman. Guna mewujudkan hal itu, Akhyar mengatakan, perlu dukungan penuh dari semua pihak, termasuk unsur Polri dan TNI. “Jadi kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kapolda Sumut dan TNI, dalam penertiban papan reklame bermasalah ini,” ungkapnya.

Malam harinya, pembongkaran papan reklame bermasalah kembali dilanjutkan. Ada 6 papan reklame yang dibongkar, lokasi keenam papan reklame itu, masuk dalam 13 ruas zona larangan, yakni Jalan Suprapto simpang Jalan Samanhudi, Jalan Pulaupinang persis depan eks Bank Mandiri, Jalan Imam Bonjol simpang Jalan Slamet Riadi, serta Jalan Imam Bonjol.

Dari 6 papan reklame yang dibongkar tersebut, 2 di antaranya berukuran cukup besar berjenis bilbboard (8×8 meter), dan bando (6 x12 meter) di Jalan Imam Bonjol, persis pusat perbelanjaan Berastagi Supermarket. Selain didukung pululah petugas, pembongkaran juga dibantu 2 unit mobil crane, serta peralatan mesin las. (ris/saz)

Setahun Dilaporkan, Pelaku Belum Ditangkap

TERBAKAR: Rumah Sentosa Tarigan rata dengan tanah setelah dibakar orang tak dikenal pada tahun 2017 lalu.
TERBAKAR: Rumah Sentosa Tarigan rata dengan tanah setelah dibakar orang tak dikenal pada tahun 2017 lalu.

Rumah Sentosa Tarigan, seorang penggiat hutan lindung di kawasan Langkat-Deliserdang yang dibakar Orang Tak Dikenal (OTK) tahun 2017 lalu, belum terungkap.

Ironisnya, meski kasus pembakaran tersebut sudah dilaporkan, hingga kini pelakunya belum berhasil ditangkap. “Sudah satu tahun berlalu, laporan terkait pembakaran rumahku belum berhasil diungkap,”kata Sentosa, Kamis (6/9) saat ditemui di sebuah warung di Stabat.

Dikatakan Sentosa, dirinya tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menguak pelaku yang membakar rumahnya yang berada di Desa Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. Sebab, pihaknya sudah menyurati Poldasu, dan sampai saat ini tidak membuahkan hasil.

Diceritakannya, pada hari Raya Idul Fitri tahun 2017 lalu, rumahnya dibakar oleh OTK. Sebelum pembakaran terjadi, dirinya sempat melarang para pelaku illegal logging di daerahnya untuk tidak menebang kayu hutan.

“Saya tidak tahu percis, apakah rumah saya dibakar akibat melarang pelaku illegal loging atau ada maksud lain. Yang jelas, saya tidak ada masalah dengan pihak lain. Tapi kami menduga rumah kami dibakar akibat saya melarang pelaku illegal loging itu,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, lanjutnya, pihaknya membuat laporan ke Polsek Pancurbatu. Namun yang diherankan, belum ada juga membuahkan hasil dan kasus seolah jalan ditempat. “Tapi kami heran, sampai sekarang tidak ada hasilnya. Mau kemana lagi kami melapor. Ke Poldasu juga sudah, tapi tetap tidak ada realisasinya,” ucap ST.

Karena itu, sambungnya, diharapkan kepada pihak terkait, baik tingkat dua, provinsi dan pusat dapat menindaklanjuti persoalan ini.

Ditambahkannya, aksi illegal logging tersebut juga diketahui oleh Kades setempat. “Seharusnya Kades ikut melarang aktivitas illegal itu, agar warga tidak bebas menghabisi kayu hutan tersebut,” pintanya.

Sentosa juga berharap, agar penyidik Polsek Pancurbatu menuntaskan laporannya. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap polisi kembali tumbuh. “Tolong bantu kami, karena niat kami hanya menghentikan illegal loging,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir C, saat dikonfirmasi belum mengetahui laporan tersebut. “Saya baru dua bulan di Polsek ini. Nanti saya cek dan telusuri,” ucapnya via seluler. (bam/han)

Eldin Harapkan Peningkatan Sinergitas

HADIR: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dan istri Hj Rita Maharani, menghadiri penyambutan dan penepungtawaran Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (6/9).
HADIR: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dan istri Hj Rita Maharani, menghadiri penyambutan dan penepungtawaran Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (6/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, bersama Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani, menghadiri penyambutan dan penepungtawaran Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Periode 2018-2023 H Edy Rahmayadi-H Musa Rajeckshah di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (6/9).

Penyambutan dan acara tepung tawar Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang telah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (5/9) lalu ini, juga dihadiri seluruh kepala daerah se-Sumut, unsur Forkopimda, konjen negara sahabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga Sumut.

Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dari Bandara Internasional Kualanamu disambut dengan penampilan drum band dan tarian Melayu di Rumah Dinas Gubernur Sumut. Kemudian Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut beserta masing-masing istri, diarak berjalan menuju ruang prosesi acara tepung tawar.

Selanjutnya, Eldin dan Rita yang hadir dengan mengenakan Batik Medan, menepungtawari Edy dan Ijeck, sapaan akrab Musa Rajeckshah. Dilanjutkan dengan seluruh tamu undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Eldin mengucapkan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Periode 2018-2023 tersebut. Ia berharap, ke depannya sinergitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dengan Pemko Medan yang sudah terjalin dengan baik, dapat lebih ditingkatkan lagi. (ris/saz)

Sukseskan Kirab Pemuda 2018

PIMPIN RAPAT: Marah Husin Lubis saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Kirab Pemuda 2018 di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (5/9).
PIMPIN RAPAT: Marah Husin Lubis saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Kirab Pemuda 2018 di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (5/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Marah Husin Lubis, memimpin rapat persiapan pelaksanaan Kirab Pemuda 2018 di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (5/9) lalu.

Rapat yang diikuti Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Sumut Tohir, perwakilan OPD, kecamatan dan unsur pemuda ini, membahas mengenai pelaksanaan teknis dari Kirab Pemuda tersebut.

Marah menjelaskan, pelaksanaan Kirab Pemuda 2018 dibagi dalam 2 zona, zona pertama (Sabang-Bali), dan zona kedua (Merauke-Bali). Yang diikuti pemuda, unsur pemuda berusia 19-25 tahun, secara nasional berjumlah 68 orang. Mereka akan berkeliling Indonesia dengan rute perjalanan dimulai zona pertama pada 5 September, dan tiba di Kota Medan 9 September.

Menurut Marah, peserta Kirab Pemuda 2018 ini akan tiba di pintu Tol Bandar Selamat sekira pukul 15.00 WIB. Kemudian mereka akan dikawal dan diarak mengelilingi Kota Medan dengan komunitas sepeda motor, sampai ke tempat tujuan di Kantor Camat Medan Johor, dan selanjutnya peserta Kirab Pemuda 2018 itu, diserahkan kepada orangtua asuh.

Keesokan harinya, 10 September, peserta Kirab Pemuda 2018 akan melaksanakan kegiatan bakti sosial, penanaman pohon, dan melakukan dialog pemuda. Serta pada malam harinya, akan menghadiri jamuan makan malam oleh Wali Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan.

Pada 11 September, sekira pukul 06.00 WIB, para peserta Kirab Pemuda 2018 akan mengikuti gerak jalan santai dengan rute Jalan Pulaupinang-Jalan Ahmad Yani-Jalan Hindu-Jalan Perdana-Jalan Imam Bonjol-Jalan Palang Merah-Jalan Ahmad Yani, dan finish di Jalan Pulaupinang. Siang hari, peserta Kirab Pemuda mengikuti karnaval atau pawai pemuda. Dan di sore hari, menghadiri acara Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Pemuda di Hotel Putra Mulia Medan.

Kegiatan pada 12 September merupakan hari terkahir di Kota Medan. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya seminar IT, melakukan kunjungan ke media lokal (TVRI) dan city tour. Sedangkan pada malam harinya, akan mengikut Pentas Seni Budaya. Dan esok harinya, peserta Kirab Pemuda 2018 akan bertolak ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Untuk suksesnya acara ini, Marah meminta kepada masing-masing OPD, kecamatan, dan unsur pemuda, untuk melaksanakan tugas yang telah ditetapkan dengan sungguh-sungguh. “Mari kita saling bahu-membahu bekerja sama demi suksesnya acara Kirab Pemuda ini,” imbaunya. (ris/saz)