Home Blog Page 5991

Empat Pemuda Wakili Medan

ISTIMEWA HADIR: Kabid Pemuda Dispora Kota Medan Suryadi, saat menghadiri seleksi serta pengiriman BPAP dan JPI Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, belum lama ini.
ISTIMEWA
HADIR: Kabid Pemuda Dispora Kota Medan Suryadi, saat menghadiri seleksi serta pengiriman BPAP dan JPI Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, belum lama ini.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 4 orang lulus pada seleksi serta pengiriman Bina Pemuda Antar Provinsi (BPAP) dan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) Kota Medan, yang digelar di Hotel Grand Kanaya pada 30-31 Agustus 2018 lalu. Keempat pemuda itu, akan mewakili Kota Medan ke tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Seleksi ini diikuti 40 peserta dari perguruan tinggi dan Kwarcab Pramuka Kota Medan. Setelah melalu seleksi ketat, 4 orang dipastikan lulus mewakili Kota Medan. Mereka adalah Muhammad Rizki dan Rilo Pambudi dari UIN Sumut, serta Siti Aisyah Siregar dan Nur Sehat asal Kwarcab Pramuka Kota Medan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, diwakili Kabid Pemuda, Suryadi mengatakan, ini merupakan program Dispora Kota Medan. Tujuan acara ini, untuk meningkatkan wawasan dan kreativitas kebangsaan, pemahaman keanekaragaman seni budaya, serta memupuk rasa kesatuan dan pesatuan bangsa. “Selain itu, juga meningkatkan keterampilan dan melatih kreativitas menuju kemandirian pemuda,” tutur Suryadi.

Suryadi juga menjelaskan, saat ini semangat nasionalisme, kesatuan dan persatuan di kalangan pemuda mulai memudar. Untuk itu, ia berharap, seleksi ini bisa meningkatkan semangat nasionalisme, serta kesatuan dan persatuan di kalangan pemuda. “Yang paling penting, mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya pemuda.

Kemudian mentransformasi nilai budaya, teknologi, pengembangan potensi, dan kemandirian pemuda,” harapnya.

Melalui BPAP dan JPI ini, pemerintah ingin mengajak pemuda untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya dari Pulau Sumatera sampai Papua. “Dan jangan lupa, peserta diminta untuk dapat menerapkan ilmunya di lingkungan masyarakat,” pesan Suryadi.

Sementara Ketua Panitia, Doni Fariq melaporkan, seleksi ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan Kwarcab Pramuka Kota Medan. Seleksi ini menghadirkan tim seleksi dari Pusat Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Unimed, serta Jurusan Seni Drama Tari dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Unimed. “Kami ingin pemuda memiliki kemampuan untuk mengenali masalah, perubahan, memaknai, dan mengambil sikap. Dan 4 orang yang lulus akan mewakili Medan di tingkat Sumut,” pungkasnya. (dek/saz)

Jadi Rujukan Sikapi Berbagai Hal Berkembang

RAKOR: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemko Medan Sulaiman Harahap saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Hotel Polonia Medan, Selasa (4/9).
RAKOR: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemko Medan Sulaiman Harahap saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Hotel Polonia Medan, Selasa (4/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sulaiman Harahap, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Hotel Polonia Medan, Selasa (4/9) lalu. Kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan kewaspadaan nasional menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Rakor dan sinergitas ini dibuka Dirjen Polpum Kemendagri Mayjen Purn Soedarmo, diwakili Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri Akbar Ali, dan dihadiri Kesbangpol linmas Provinsi Sumatera Utara (Sumut), unsur Forkopimda, dan camat se-Kota Medan.

Menurut Akbar, Indonesia sebagai bangsa yang kuat, harus mempunyai kewaspadaan nasional yang kuat pula, sehingga dapat mendeteksi, mengantisipasi sejak dini, dan melakukan aksi pencegahan terhadap bentuk dan potensi ancaman terhadap NKRI.

“Kegiatan ini mempunyai peranan penting dalam upaya mengantisipasi segala permasalahan yang timbul, terutama menghadapi tahapan agenda politik nasional, yakni pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang,” jelas Akbar.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sulaiman Harahap, menjadi seorang narasumber. Menurutnya, kegiatan ini menjadi rujukan, khususnya bagi Pemko Medan, agar dapat menyikapi dengan aktif berbagai hal yang berkembang, dan dapat mencapai sinkronisasi antara ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, guna diimplementasikan dengan baik oleh pemerintah daerah. (ris/saz)

Wushu Sanda Open Championship Piala Kapolda Sumut Digelar Akhir September

Wushu
Wushu

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Even wushu sanda bergengsi kembali bakal hadir di Medan. Kali ini, Pengprov WI Sumut bakal menggelar Wushu Sanda Open Championship Piala Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto di Lapangan Metal Medan, 27-30 September mendatang.

Ketua Umum Pengprov WI Sumut Darsen Song di Medan, Rabu (5/9) menjelaskan, pelaksanaan Wushu Sanda Open Championship Piala Kapolda Sumut ini bertujuan untuk terus menggali potensi atlet dari kota kabupaten di Sumut. Even ini cukup bergengsi karena merupakan kejuaraan sanda terbuka pertama yang digelar di Sumut.

Darsen menjelaskan, wushu adalah salah satu cabor andalan Sumut. Sejak PON XVI/2004 di Palembang, berlanjut PON XVII/2008 Kaltim, PON XVIII/2012 Pekanbaru dan PON XIX/2016 Jabar,cabor Wushu senantiasa memberi konstribusi maksimal bagi Kontingen Sumut, karena terus menjadi juara umum di cabor ini.

Hal inilah coba mereka pertahankan. Karenanya, pihaknya terus mencoba mencari formula terbaik untuk menjaring potensi atlet. Salah satunya dengan memperbanyak event, termasuk Wushu Sanda Open Championship.

“Kita memang berupaya, minimal dalam setahun ada dua even atau kejuaraan. Hal ini dimaksudkan agar talenta dan kemampuan atlet kitan terasah. Kami bersyukur, setelah Kejurda di Center Poin Januari lalu, kini digelar Piala Kapoldasu,” jelas Darsen.

”Kami berharap dari even ini nanti lahir calon-calon atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Kejurnas 2019 yang sekaligus Pra Kualifikasi PON XX,” tambahnya.

Darsen pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto dan seluruh jajarannya, atas perhatian du kungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan ini. Pengprov WI Sumut sudah membentuk kepanitiaan, dipimpin Ketua Panpel Harianto. “Kita terus melakukan persiapan demi suksesnya kejuaraan ini,” ujarnya.

Wushu Sanda Open Championship Piala Kapoldasu akan mempertandingkan kelompok pra junior, junior dan senior putra dan putri. Even ini terbuka bagi Pengcab WI se-Sumut dan sasana- sasana yang ada di provinsi ini.

Kelompok pra junior putri akan mempertandingkan kelas 36 kg, 39 kg, 42 kg dan 45 kg. Kelompok pra junior putra mempertandingan 36 kg, 39 kg, 42kg, 45 kg dan 48 kg. Sedangkan kelompok junior putri mempertandingkan kelas 45 kg, 48 kg, 52 kg, 56 kg dan 60 kg. Kelompok junior putra mempertandingna kelas 45 kg hingga 70 kg. Sementara senior putri mempertandingkan kelas 48 kg, 52 kg, 56 kg dan 60 kg. Serta, senior putra mulai kelas 48 kg hingga 75 kg.

“Undangan ke Pengcab-pengcab dan sasana wushu sudah dikirim. Kami berharap kejuaraan ini nantinya diikuti paling tidak 150 atlet. Kami berharap pengcab dan sasana mempersiapkan atletnya sebaik mungkin,” harapnya. (dek/don)

Sore Ini Hadapi USU Butler Puji Pemain Mudanya

PSMS
PSMS

PSMS akan beruji coba kontra PS Keluarga USU di Stadion Teladan, Kamis (6/9) sore. Duel uji coba ini menjadi kesempatan Butler untuk menguji para pemainnya. Terutama para pemain muda.

Pelatih PSMS, Peter Butler senang melihat perkembangan para pemain mudanya. Dia melihat beberapa pemain menunjukkan potensi yang membuatnya punya lebih banyak opsi saat bertanding.

Butler mengatakan para pemain muda mulai percaya diri menunjukkan kemampuannya. Hal ini berbeda ketika dia baru tiba di PSMS.”Itu saya lihat ketika saya bergabung di sini, sebelumnya pemain muda motivasi dan kepercayaan dirinya sedikit di bawah. Itu kerja saya dan saya coba bawa itu naik, tapi sekarang saya senang sekali,” ucap Butler.

Pelatih asal Inggris itu mengatakan dengan naiknya kepercayaan diri para pemain muda membuat persaingan di tim semakin kompetitif. “Saya senang sekali pemain seperti Dani, Alwi (Slamet), Gusti (Sandria), Suhandi, Erwin (Ramdani) dan ada banyak lagi. Mereka sangat kompetitif untuk dua posisi. Kami ciptakan lingkungan kompetitif dengan semangat tinggi dan kerjasama dalam tim cukup baik,” ucapnya.

Butler membandingkannya saat dia masih membesut Persipura. Lima bulan membesut tim berjuluk Mutiara Hitam, Butler juga punya proyek pemain muda. “Seperti saat saya kerja di Persipura. Saya juga selalu percaya dengan pemain muda. Tapi di sini kami punya banyak pemain muda yang lebih berkualitas. Mereka punya penhalaman, tapi kalau disuruh ganti pemain di sana dengan di sini, saya tidak mau. Yang terpenting para pemain muda harus dapar kesempatan,” ucapnya.

Namun bukan berarti Butler akan langsung mengubah komposisi pemainnya. Menurutnya dia harus menyiapkan komposisi yang matang melihat posisi PSMS yang saat ini berada di dasar klasemen.

“Itu sulit. Kalau kami bisa menang terus di sini (kandang) kami bisa survive. Jadi kami harus buat rencana game plan yang kondusif ketika kita main di sini, harus main ofensif karena kita punya banyak pemain seperti pemain yang anda sebut sangat berbahaya sangat ofensif kita harus meyakinkan kita gunakan mereka sebagai keuntungan kita,” tambahnya.

Namun pada laga ini Butler juga akan menguji komposisi lini belakangnya. Pasalnya Roni Fatahillah dipastikan absen saat bersua PSIS karena akumulasi kartu. Butler punya beberapa pilihan, termasuk menduetkan Tanidis dan Lobo di belakang. Selain itu juga ada Roby.

“Dani umur 22, saya senang sekali sama dia, dia tunjuk saya disipilin baik, tapi harus kasih dia motivasi dan untuk semua pemain muda,” ucapnya.

Sementara soal peluang poin di laga tandang, mantan pelatih Timnas Botswana itu mengatakan, tim pelatih harus bisa lebih jeli dalam menentukan pemain yang akan diturunkan. Itu juga yang membuatnya menyatakan sulit untuk merombak terlalu besar susunan pemain inti. (don)

Jaga Kestabilan Harga Beras

Logo Bulog
Bulog

ASAHAN,SUMUTPOS.CO -Perum Bulog Subdivre Kisaran menggelar Operasi Pasar di sejumlah pasar tradisional. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersedian dan kestabilan harga beras .

Kepala Bulog Divre III Kisaran, Marjoni Busjal menyebutkan, bahwa operasi pasar tersebut dilakukan sesuai dengan keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tanggal 27 Agustus 2018 dan surat Kementerian Perdagangan tanggal 32 Agustus 2018.

Dimana pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan intervensi pasar secara masif melalui operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP-CBP).

“Tentulah dengan melalui operasi pasar yang digelar Bulog Kisaran, sebagai langkah antisipasi dari harga beras yang merangkak naik,” kata Marjoni.

Dikatakan Marjoni, beras yang disebar oleh pihaknya memiliki kualitas yang baik dan sangat layak konsumsi dengan harga eceran tertinggi Rp 9.950/kg
“Bulog Kisaran berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menyumbang inflasi dan meredam kenaikan harga beras di pasar, sebab dilakukan secara serentak hari ini di seluruh wilayah Indonesia,”bilang Marjoni.

Perlu diketahui, kalau saat ini pergerakan harga beras masih cukup terkendali. Ketersedian pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) merupakan upaya preventif pemerintah untuk menyikapi harga beras yang mulai menunjukkan adanya kenaikan.

Selain menyebar beras medium ke sejumlah pasar, Bulog Divre Kisaran juga menyediakan minyak goreng dan gula pasir produksi Bulog.

Kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium tersebut juga dihadiri Witoyo, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan, Kodim 0208 Asahan dan Bagian Ekonomi Polres Asahan, Sofyan Manulang. (omi/han)

Terkait Harga Lapak dan Kios Pasar Marelan

Kisruh penetapan harga lapak dan kios bangunan baru Pasar Marelan oleh Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) terus menjadi sorotan Komisi C DPRD Medan. Karenanya, Komisi C meminta Dinas PD Pasar segera membubarkan P3TM Anggota Komisi C DPRD Medan Beston Sinaga meminta kepada Pemko Medan untuk membubarkan PT3M.

Sebab, keberadaan organisasi yang mengatasnamakan pedagang itu bukan membantu melainkan justru meresahkan pedagang.”Kehadiran P3TM justru merepotkan para pedagang, jadi sebaiknya pemerintah membubarkannya. Biarkan saja pedagang mandiri, kan sudah ada PD Pasar yang mengurusi mereka,” kata Beston kepada wartawan, kemarin.

Diutarakan dia, P3TM diduga melakukan pemerasan secara tidak langsung dengan mematok harga lapak dan kios yang terlalu mahal. Makanya, para pedagang keberatan dan menolak harga yang ditetapkan oleh P3TM.”Mereka (P3TM) bertindak semena-mena terhadap pedagang dan menetapkan harganya sesuka hati. Padahal, sudah jelas-jelas SK Sekda Kota Medan tentang acuan dari harga lapak dan kios di sana,” ungkapnya.

Beston berharap, Pemko Medan jangan tutup mata dan segera bertindak demi kepentingan pedagang. Sebab, pedagang Pasar Marelan juga merupakan warga Kota Medan.

Lain halnya yang disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Boydo Panjaitan. Kata Boydo, keberatan yang disampaikan para pedagang terkait harga lapak dan kios seharusnya dari awal kesepakatan.

”Organisasi (P3TM) ini kan terbentuk atas kesepakatan pedagang. Apabila ada yang protes dan keberatan soal harga, semestinya di awal bukan ketika sudah ditetapkan. Jadi, saya curiga apakah pedagang yang protes ini benar-benar anggota dari P3TM? Jangan-jangan pedagang yang protes tidak tergabung dalam organisasi tersebut,” cetusnya.

Namun demikian, Boydo mempertanyakan kenapa P3TM bisa membangun lapak dan kios di Pasar Marelan. Padahal, saat ini pengelolaannya merupakan kewenangan dari PD Pasar Kota Medan.”Kalau memang mau dibubarkan organisasi itu silahkan saja, tapi seharusnya dari awal. Untuk itu, kisruh penetapan harga lapak dan kios ini harus menjadi pelajaran Pemko Medan dalam hal ini PD Pasar. Makanya, ke depan jangan ada lagi pihak ketiga atau organisasi yang mengambil alih kewenangan,” ujarnya. (ris/ila)

Miss Internet Sumut Terpilih Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MODEL: Peserta berjalan di catwalk dalam acara Final Miss Internet Sumatera Utara 2018 di Santika Dyandra Hotel Medan, Rabu (5/9). Bagi pemenang pertama, akan diberangkat kan ke Jakarta untuk mengikuti acara serupa.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MODEL: Peserta berjalan di catwalk dalam acara Final miss Internet Sumatera Utara 2018 di Santika Dyandra Hotel Medan, Rabu (5/9). Bagi pemenang pertama, akan diberangkat kan ke Jakarta untuk mengikuti acara serupa.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Drs Eko Subowo MBA mengharapkan agar Miss Internet Sumatera Utara (Sumut) 2018 yang terpilih nanti bisa menjadi mitra pemerintah untuk mensosialisasikan pembangunan daerah. Apalagi saat ini internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Nouval Makhyar SH pada Acara Puncak Miss Internet Indonesia 2018 Sumut, Rabu (5/9), di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Medan.

“Selain menjadi Duta yang akan mensosialisasikan penggunaan internet yang baik dan bermanfaat di masyarakat, semoga Miss Internet Sumut juga bisa menjadi Duta yang mensosialisasikan program-program pembangunan daerah kita melalui internet atau sosial media,” katanya.

Menurut Eko, saat ini internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Hampir sebagian besar keseharian masyarakat dihabiskan di dunia maya. Untuk itu, sangat penting melakukan pendekatan melalui hal-hal yang sangat dekat dengan masayarakat, internet atau sosial media salah satunya.

“Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumut juga berharap Miss Internet dapat bersinergi, ikut terlibat dan berkolaborasi pada program-program pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Kolaborasi terdekat mungkin Miss Internet bisa membantu Pemprov Sumut untuk mensukseskan pelaksanaan MTQN XXVII tahun 2018,” harap Eko.

Eko mengingatkan agar pemilihan Miss Internet ini bukan hanya sekadar seremonial dan bermanfaat bagi para pemenang, serta asosiasi penyelenggara, tetapi juga untuk pembangunan Sumut. Selain itu, Miss Internet juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam usaha pemerataan informasi dan komunikasi di Sumut.

Dalam kesempatan itu, Eko juga mengapresiasi kepada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) selaku penyelenggara. Dirinya berharap agar para juri bisa memberikan penilaian yang adil dan mengirimkan Miss Internet Sumut yang unggul untuk berkompetisi lagi di tingkat nasional.

Diketahui, Miss Internet merupakan kompetisi yang digear oleh APJII sejak tahun 2017 untuk memilih Duta/Miss yang bertugas mengkampanyekan program-program APJII dan pemerintah. Kompetisi ini dibuka untuk perempuan Indonesia dengan usia 17-25 tahun dengan tinggi minimal 160 cm, mampu berbahasa inggris, dan berwawasan luas.

Untuk tahun 2018, pencarian finalis Miss Internet digelar di 12 kota termasuk Medan. Pada pemilihan di Medan terpilih Difa Putri Anriani dari Universitas Prima Indonesia Medan sebagai Miss Internet Sumut yang akan mewakili Sumut untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Turut hadir dalam Acara Puncak Miss Internet Indonesia 2018 Sumut Sekretaris Dinas Kominfo Provsu H M Ayub SE, Kadis Pariwisata Medan Agus Suryono, Sekjen APJII Henri Kasyfi, Ketua APJII Sumut Bambang Heru Wijaksono dan seluruh staf APJII Sumut. (prn)

Terbanyak Tenaga Guru dan Medis

PETUGAS MEDIS: Dua dokter muda berjalan di RSU dr Pirngadi Medan, belum lama ini. Besok, Kemenpan-RB akan mengedarkan formasi CASN 2018 ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia.

PETUGAS MEDIS: Dua dokter muda berjalan di RSU dr Pirngadi Medan, belum lama ini. Besok, Kemenpan-RB akan mengedarkan formasi CASN 2018 ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia.

Kabar gembira bagi masyarakat yang telah lama menanti untuk melamar menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Setelah sejak 2015 lalu pemerintah melakukan moratorium penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN), Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) kembali membuka penerimaan CASN.

BESOK, Kamis (6/9), Kemenpan-RB rencananya akan mengedarkan formasi penerimaan CASN 2018 ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia. Sementara untuk formasi CASN pada kementerian telah diserahkan seminggu sebelumnya.

“Dalam waktu dekat, saya akan membantu mempersiapkan rekrutmen CASN untuk kabupaten/kota dan provinsi Sumatera Utara. Penerimaan ini untuk anggaran 2018,” kata Kepala Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan, English Nainggolan kepada wartawan, Selasa (4/9).

Disebutkannya, dalam penerimaan CASN tahun ini, semuanya masih pakai sistem Computer Assisment Test (CAT). Dengan sistem tersebut, maka peluang untuk curang lebih sedikit, karena tidak ada sistem tatap muka. Semua tes termasuk pendaftaran juga dilakukan secara online.

“Jadi semua kalau mau belajar dan giat ada peluangnya. Jadi memang CASN dari tahun ke tahun lebih kompetitif,” sebutnya.

Saat ditanya jumlah formasi untuk Sumut, English belum bisa menyebutkan secara rinci. “Yang pasti ada kouta untuk provinsi (Sumut) dan kabupaten/kota. Karena semua ‘kan ada tahapannya, jadi nanti bisa diketahui setelah formasi tersebut diserahkan,” katanya.

Sementara yang paling banyak dibutuhkan pada formasi CASN kali ini, ungkap English, yakni tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Di samping itu ada juga untuk tenaga di bidang infrastruktur atau teknik sipil.

“Harapan kita dari CASN ini dapat kualitas-kualitas sumber daya manusia yang baikn
Dan ini juga dibuka karena banyak keluhan dari daerah kekurangan guru dan tenaga teknis lainnya,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengatakan, pihaknya masih akan menunggu secara resmi formasi CASN 2018 untuk Sumut. “Setelah nanti diketahui berapa formasi yang dibutuhkan, tentu kita akan umumkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara, DPRD Sumut sendiri mendukung Pemprovsu menerima CASN. Namun profesi guru harus dikedepankan. Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli mengatakan, kebutuhan akan tenaga ASN di Sumatera Utara sebaiknya segera dijawab dengan membuka seleksi CASN.

Hal ini untuk menambah jumlah tenaga ASN khususnya di lingkungan jajaran pemerintah provinsi. Mengingat jumlah pensiunan sejak beberapa tahun terakhir diberlakukan moratorium, juga sudah cukup banyak.

“Kalau kebutuhan, saya kira di Sumut membutuhkan tenaga ASN. Karena kan beberapa tahun ini sudah berapa banyak yang pensiun. Sedangkan penerimaan tidak ada,” ujar Nezar.

Dia juga mengatakan, antara kebutuhan yang biasanya diajukan pemerintah daerah dengan keputusan dari pusat tidak sama.

Dicontohkan Nezar seperti saat ini, jumlah yang dibutuhkan berkisar ratusan orang sampai tingkat kabupaten/kota. Namun yang dibuka hanya beberapa saja. “Sebenarnya banyak kebutuhan kita, tetapi katanya cuma 9 orang yang dibuka. Makanya yang diusulkan banyak, yang disetujui sedikit,” katanya.

Pun begitu lanjut Nezar, dirinya melihat bahwa kebutuhan yang prioritas bagi Sumut adalah keberadaan guru khususnya tingkat SMA yang menjadi kewenangan Pemprov. Sebab hingga kini, ribuan tenaga pengajar di daerah berstatus non-PNS atau honor, masih menyisakan tanda tanya perihal keberlanjutan status dan honor. “Tugas mereka (guru) itukan mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi profesi guru itu penting, seharusnya itu jadi prioritas pemerintah untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar kita,” sebutnya.

Karena itu katanya, pemerintah sebaiknya mengakomodir keberadaan para tenaga pengajar yang masih berstatus honor atau kontrak tersebut. Sehingga jika formasi CPNS dibuka, harusnya yang menjadi prioritas adalah guru. Dengan demikian, untuk honor kategori K2 lanjutnya, bisa dibuka. “Kalau yang belasan ribu guru honorer itu bisa diakomodir, tentu pemerintah tak perlu keluar biaya besar untuk membuka formasi lagi,” pungkasnya. (prn/bal)

7.000 Penari Gemu Famire Masuk MURI

TARI GEMU FAMIRE: Seorang instruktur memandu ribuan peserta menari Famire yang digelar dalam rangka HUT ke-73 TNI di Lanud Soewondo Medan, Selasa (4/9). Kegiatan ini sukses memecahkan rekor MURI Tari Gemu Famire dengan peserta terbanyak.
TARI GEMU FAMIRE: Seorang instruktur memandu ribuan peserta menari Famire yang digelar dalam rangka HUT ke-73 TNI di Lanud Soewondo Medan, Selasa (4/9). Kegiatan ini sukses memecahkan rekor MURI Tari Gemu Famire dengan peserta terbanyak.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 7.000-an penari Gemu Fa Mi Re memecahkan rekor MURI Tari Gemu Fa Mi Re dengan peserta terbanyak di Indonesia, di Lapangan Udara Soewondo, Medan, Selasa (4/9) kemarin.

Tari Gemu Famire yang digelar serentak oleh Kodam I/Bukit Barisan dan beberapa Kodam lain di Indonesia itu, digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 TNI RIBUAN penari Gemu Fa Mi Re dengan berbagai warna pakaian olahraga, tampak kompak mengenakan ikat kepala dengan pita bendera merah putih. Mereka berjejer dan siap menari serempak mengikuti lagu soundtrack senam pagi, sejak pukul 07.00 WIB di bekas bandara Polonia Medan. Para peserta terdiri dari kalangan TNI, Polri, instansi pemerintah, dan para pelajar.

Pangdam I/BB, Mayjend Muhammad Sabrar Fadhillah mengatakan, kagum dan bangga dengan antusiasme peserta yang luar biasa. “Peserta yang awalnya diprediksi 7.000 peserta, kenyataannya mungkin mencapai 8.000 lebih. Terimakasih pada semua peserta yang turut serta dalam kegiatan memperingati HUT ke-73 TNI ini,” ujar Mayjend Sabrar Fadhillah.

Menurutnya, selain memecahkan rekor MURI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menciptakan kebersamaan antar komponen bangsa. “Kita saling mendukung kekompakan, sinergitas, soliditas dengan mengajak semua komponen bangsa termasuk anak sekolah untuk memeriahkannya,” katanya.

Dalam pemecahan rekor MURI, TNI mencoba mengangkat budaya bangsa dengan memilih lagu Gemu Fa Mi Re ciptaan seniman asal Maumere, NTT, Nyong Franco, yang tengah populer di masyarakat.

“Peserta yang mengikuti di Indonesia ditargetkan 360.000 orang. Kemungkinan angkanya melebihi target semula. Di wilayah saya, ada 2 tempat yang menggelar selain di Lanud Soewondo. Yakni di Belawan di Pematangsiantar. Di sini, barangkali ada 7.000-an mungkin mencapai 8.000-an orang. Di Belawan kemungkinan 3.000-an orang,” ungkap Pangdam.

Tari Gemu Famire yang digelar serentak oleh Kodam I/Bukit Barisan dan beberapa Kodam lain di Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan semangat berolahraga, serta melestarikan seni dan budaya nusantara.

“Khususnya para pemuda, menumbuhkan semangat berolahraga dan untuk hidup sehat, sehingga olahraga menjadi kebutuhan kita semua. Kalau badan sehat dan bugar, pemikiran pastilah sehat,” ujar Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian, usai kegiatan tersebut.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bahar juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada TNI. “Semoga TNI semakin maju. Selain itu, semoga TNI dan Polri dalam hal ini juga semakin kompak, solid, dan terus bersinergi dalam mewujdukan Kamtibnas di Indonesia, khususnya Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain di Lapangan Udara Soewondo dan Belawan, di Sumatera Utara kegiatan ini juga diadakan di Kota Pematangsiantar.

Selain penghargaan MURI untuk Tarian Gemu Fa Mi Re terbanyak, juga diserahkan penghargaan MURI untuk menghiasi Pos Siskamling terbanyak di Indonesia. Penghargaan diterima oleh Pangdam I/BB sebagai pemrakarsa kegiatan tersebut. Pada acara yang sama, juga diluncurkan aplikasi E-Babinsa Kodim 020 / BS dan nada sambung pribadi mars Angkatan Darat.

Tampak hadir di acara tersebut, Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Komandan Kodim (Dandim) 0201/BS Medan Kodam I/BB Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Lili Arga Tjahjana, serta peserta Tari Gemu Famire yang berasal dari semua kalangan mulai dari pelajar hingga anggota TNI dan Polri. (dvs)

Orang Kepercayaan Tamin Menyerahkan Diri

Hadi Setiawan
Hadi Setiawan

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin Sukardi tersangka perantara suap terhadap hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Medan Merry Purba, akhirnya menyerahkan diri. Hadi sempat diburu petugas KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Medan.

Saat operasi tangkap tangan berlangsung, KPK mengamankan delapan orang. Namun, Hadi tak berada di wilayah Kota Medan.

“KPK dengan bantuan Polri telah melakukan penangkapan tersangka HS. Yang bersangkutan menyerahkan diri di Surabaya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (4/9).

Febri memaparkan, saat tangkap tangan berlangsung, Hadi diduga sedang berada di Bali. Setelah Hadi menjadi tersangka, KPK berkoordinasi dengan Polri untuk menemukan Hadi. KPK juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap yang bersangkutan untuk enam bulan ke depan Pada Jumat (31/8) lalu, KPK mendapatkan informasi bahwa Hadi akan menyerahkan diri ke penyidik KPK di lobi Hotel Sun City, Sidoarjo, Jawa Timur. “Selasa 4 September sekitar pukul 09.45 WIB. Tersangka HS diantar oleh Istri dan beberapa anggota keluarganya berada di lobi hotel,” ujar Febri.

Penyidik KPK secara resmi menangkap Hadi. Sebagai pemenuhan hak tersangka, penyidik memberikan turunan surat perintah penangkapan Hadi kepada istrinya. “Kemudian HS dibawa penyidik langsung ke Bandara Juanda dan diterbangkan ke Jakarta,” katanya.

Febri menuturkan, Hadi telah tiba di gedung KPK pukul 15.30 WIB, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, Merry Purba diduga menerima total 280.000 dollar Singapura dari Tamin. Uang suap itu untuk memengaruhi putusan perkara korupsi penjualan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2. Dalam perkara tersebut Tamim merupakan salah seorang terdakwa. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Merry dan panitera pengganti Helpandi sebagai tersangka. Selain itu, KPK menetapkan Tamin Sukardi dan orang kepercayaanya Hadi Setiawan sebagai tersangka pemberi suap. (bbs)