Home Blog Page 5993

13 Penumpang Luka-luka

solideo/sumut pos DIRAWAT:Seorang penumpang angkutan pedesaan Karya Transport saat mendapat perawatan di rumah sakit.
solideo/sumut pos
DIRAWAT:Seorang penumpang angkutan pedesaan Karya Transport saat mendapat perawatan di rumah sakit.

BERASTAGI,SUMUTPOS.CO – Mobil angkutan pedesaan Karya Transport BK 1742 SK terjun ke sungai di Desa Parbaji, Kecamatan Tiganderket, Selasa (4/9) pukul 00.15 WIB. Akibatnya, sebanyak 13 orang penumpangnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi.

Kasat Lantas Polres Karo, AKP Edward Simamora SH melalui Kanit Laka, Ipda Irwan Victor Barus mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi saat angkutan pedesaan tersebut melaju dari Kabanjahe menuju Desa Perbaji, Kecamatan Tigaanderket.

Namun sesampainya di lokasi kejadian, angkutan yang dikemudikan Supriadi Sembiring (30) warga Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe tersebut, tak sanggup di jalan yang mendaki. Kondisi itupun diperparah badan jalan berpasir, sehingga angkutan susah melaju yang akhirnya mundur dan jatuh ke aliran sungai.

Disebutkan Ipda Irwan, kecelakaan tunggal itupun kini sudah ditangani Satlantas Polres Karo. Untuk mengevakuasi angkutan tersebut, pihaknya menurunkan mobil derek. Sementara para penumpang yang mengalami luka-luka, sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Adapun ke-13 penumpang tersebut merupakan warga Desa Sumber Mupakat, Kecamatan Kabanjahe, yakni Kolam Beru Sinulingga(56), Nur Leni Beru Sembiring Pelawi(25), Devi Susanti Beru Ginting(25), Delima Beru Sinukaban(20),Guna Beru Karo (52), Gersang Tarigan (40), Marisa Beru Sembiring (32), Bantu Sembiring Pelawi(58), Yudi Armanto Sembiring Pelawi(27), Lusi Rahmawati beru Sembiring Pelawi(17), Andika Ginting(17), dan Dedy Sinukaban (23).(deo/han)

Tiba-tiba Atap Seng Beterbangan…

RUSAK: Salah satu kediaman warga yang rusak dihantam angin puting beling di Hamparanperak.
RUSAK:
Salah satu kediaman warga yang rusak dihantam angin puting beling di Hamparanperak.

HAMPARANPERAK,SUMUTPOS.CO – Warga di Dusun VII, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, tak pernah menduga kalau tempat hunian mereka diporak-porandakan angin puting beliung, Senin (3/9) pukul 20.30 WIB. Tercatat, 20 rumah menjadi korban terjangan angin tersebut.

Sebelum puting beliung datang, hujan deras disertai angin mengguyur wilayah tersebut. Tak berselang lama, angin kencang secara tiba – tiba menghantam sebahagian rumah warga. Akibatnya, atap rumah warga pora poranda diterbangkan angin. Warga menjadi panik, terlebih rumah yang dihantam angin putting beliung. Mereka langsung berhamburan menyelamatkan diri.

“Tadi malam hujan dan angin kencang. Tiba – tiba atap seng berterbangan diterjang angin. Bahkan, ada rumah kayu juga rusak karena tak kuat pondasi. Untung tak ada korban jiwa tidak ada,” kata OK Muhammad Hatta, warga sekitar.

Dalam peristiwa itu, tak ada korban jiwa dari musibah alam itu, hanya saja sebanyak 3 rumah milik Supri Purno, Suhendra dan Sunardi mengalami rusak berat. Sedangkan 17 rumah milik, Ponidi, Sugianto, Joko Priyono, Nurbayani, Jamiah, Asrianto, Saniman, Jeminah, Lianto, Parinah, Sudianto, Joko, Ponimin, Ponidi, Suroso dan Legiyah mengalami rusak ringan.

Musibah bencana alam itu, mengundang petugas tanggap bencana dari BPBD Kab. Deliserdang bersama pihak Kecamatan Hamparanperak turun ke lokasi.

Camat Hamparanperak, Supranoto mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi, untuk mendata seluruh korban bencana, petugas BPBD sudah turun untuk melakukan bantuan perbaikan rumah yang rusak. “Untuk korban jiwa tidak ada, tapi rumah yang rusak berat ada 3, kini sudah ditangani BPBD Deliserdang, untuk penanganan medis dan posko bantuan bencana sudah kita dirikan,” terang Supranoto. (fac/ila)

BNNK Langkat Ajak ASN Berantas Narkoba

LANGKAT,SUMUTPOS.CO-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat melaksanakan diseminasi informasi tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba, melalui sosialisasi di lingkungan instansi pemerintah terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Langkat, di Restoran Stabat Seafood, Selasa (4/9).

Kepala BNNK Langkat AKBP Dr H Ahmad Zaini SH MH pada sambutanya, menekankan tentang pentingnya peran aktif serta kepedulian ASN, untuk membantu BNN mau pun Polri dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba dengan melakukan penanggulangan permasalahan narkoba di lingkungan perkantoran agar tercipta perkantoran yang bersih dan bebas narkoba. “Untuk itu, sangat diharapkan sekali peran aktik dan bantuan ASN,”pintanya.

Caranya, lanjutAhmad Zaini, dengan menyebar luaskan ilmu yang didapat dari hasil sosialisasi, baik kepada rekan kerja di kantor maupun kepada keluarga dan masyarakat luas tentang bahaya dari penyalagunaan narkoba.

Selain itu juga, diharapkan kepada ASN untuk melaporkan bila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan perkantorannya, maupun di tempat tinggal masing-masing. “Jadi untuk para ASN, tidak perlu takut untuk melapor karena identitas dan keselamatannya terlindungi oleh undang-undang,” terangnya.

Kepala BNNK Langkat juga menyampaikan 6 perintah Presiden dan Surat Edaran Menpan RB tahun 2015 dan tahun 2017, tentang 3 poin yang seharusnya dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pentingnya peran serta seluruh element masyarakat sesuai perintah Presiden, untuk melawan peredaran narkoba.

“Kepada masyarakat yang mengikuti sosialisasi ini, juga diharapkan untuk dapat menyampaikan ilmu tentang bahaya narkoba kepada teman-teman, lingkungan dan keluarganya,” pungkasnya. (bam/han)

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak KA

kecelakaan
kecelakaan

BELAWAN,SUMUTPOS.CO – Seorang pejalan kaki, Kardo Simbolon (25) warga Jalan Iliyas, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, tewas ditabrak kereta api (KA) di perlintasan rel sekitar rumahnya, Senin (3/9) sore. Ceritanya, sore itu korban sedang berjalan kaki di sekitar rumahnya yang berada di pinggiran rel. Sambil berjalan, korban mengusir ternak ayamnya yang berkeliaran di sekitaran rumah.

Namun tiba – tiba, melintas kereta api dari Medan menuju Belawan. Namun, korban tak mendengar kereta api yang melintas itu, sehingga menabrak korban hingga kakinya putus. Peristiwa kecelakaan itu membuat warga sekitar heboh. Kondisi korban masih bernyawa dilarikan ke RSU dr Pirngadi Medan. Tak beberapa jam dirawat, akhirnya korban tewas.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu AW Nasution mengatakan, kasus kecelakaan kereta api itu sudah mereka tangani. Hanya saja warga tidak mengetahui nomor lokomotif kereta api yang menabrak. “Korban tewas dengan kedua kakinya putus, korban sudah divisum dan telah disemayamkan pihak keluarga ke rumah duka,” kata AW Nasution. (fac/ila)

Dihadiri 34 Provinsi, Sumut Siap Jadi Tuan Rumah

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) siap menjadi tuan rumah Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Nasional Tahun 2018. Bahkah, menjadi suatu kehormatan bagi Sumut menjadi tuan rumah event nasional tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat membuka Rakor Panitia Pusat dan Panitia Daerah Peringatan Bulan PRB Nasional, Selasa (4/9) di ruang rapat lantai 8 kantor Gubsu Jalan Dipenegoro Medan.

“Pengurangan risiko bencana (PRB) adalah rangkaian upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisa risiko-risiko dampak bencana terhadap kehidupan dan penghidupan manusia, seperti terjadi baru-baru ini di Danau Toba, tengelamnya kapal Sinar Bangun hingga letusan Gunung Sinabung di Karo,” ujar Sekdaprov Sumut Sabrina.

Kata Sabrina, badan PBB United Nation International Strategy For Disaster Reduction (UNISDR) telah menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai Hari Peringatan PRB menjadi pengingat bersama atas kemajuan, keberhasilan, capai-capaian dalam mempertahankan ketangguhan dari dampak bencana di Indonesia.

“Peringatan pengurangan risiko bencana telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2013. Dan penyelenggaraan peringatan bulan PRB nasional sebelumnya secara berturut-turut adalah provinsi NTB (2013), Kota Bengkulu (2014), Provinsi Jawa Tengah (2015), Provinsi Sulawesi Utara (2016) dan Provinsi Papua Barat (2017) dan untuk 2018 Sumut diberi kehormatan sebagai tuan rumah,” paparnya.

Menurut Sabrina, sebagai tuan rumah peringatan bulan PRB Nasional, akan melahirkan berbagai peluang prestasi bagi Sumut, antara lain event besar nasional yang merupakan bagian dari program prioritas dalam peningkatan kuantitas dan kualitas kampanye, serta kesadaran pengurangan risiko bencana dan melahirkan peluang dalam sharing informasi/pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana untuk masyarakat, pemerintah dan lembaga usaha.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provsu Dr Ir H Raidil Akhir Lubis MSi mengatakan, Peringatan Bulan PRB Nasional akan diselenggarakan mulai tanggal 17 – 25 Oktober 2018 dan diharapkan bisa dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Kita sangat berharap agar kegiatan berskala nasional ini bisa dibuka oleh Presiden Joko Widodo, sebagai motivasi kepada semua unsur dan sukarela BPBD di Sumut sigap menanggulangi bencana alam di daerah ini,”jelasnya.

Rencananya, kata Riadil, kegiatan ini akan dihadiri peserta dari 34 provinsi dan melibatkan 500 kabupaten/kota se-Indonesia. “Bila di Papua Barat diikuti 3.000 peserta dari seluruh elemen terkait termasuk pejabat, diharapkan peringatan bulan PRB Nasional 2018 di Sumut diikuti lebih kurang 5.000 peserta,” ujarnya.

Turut hadir Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi BNPB Ir Taufik Kartiko, Direktur Pengurangan Risiko Bencana Dr Raditya Jati, Direktur Pemberdayaan Masyarakat diwakili Kasubdit Peran Lembaga Usaha Firza Ghozalba ST. (prn/ila)

Dua Balita Alami Gizi Buruk

Ilustrasi

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO-Kesulitan ekonomi, memaksa pasangan suami istri Muhamad Efendi (37) dan Lusnawati (36) warga Dusun III, Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, ini harus pasra menyaksikan buah hati mereka, Ayub(1) mengalami gizi buruk.

Disebutkan Lusnawati, anaknya ketika lahir dalam kondisi normal. Seiring waktu, pertumbuhan Ayub menurun, kurus dan perut membesar. Melihat pertumbuhan anaknya tidak normal, Lusnawati pun membawa buah hatinya itu ke dokter yang belakangan disebutkan, bahwa anaknya mengidap kekurangan gizi serta gangguan di usus.

Meski sempat dilakukan pengobatan atau pemberian asupan gizi, namun karena keterbatasan perekomian mereka, asupan gizi terhadap anaknya terhenti. “Dari Dinas Kesehatan belum pernah menjenguk kemari atau memberikan bantuan gizi,”sebut Lusnawati.

Ketidakadaan biaya untuk makan selama berada di rumah sakit, menjadi alasan Lusnawati tidak membawa anaknya ke RSU di Lubukpakam.

“Meski biaya berobat gratis tetapi biaya makan selama di rumah kami tak punya. Suami saya hanya seorang nelayan dan kerja serabutan,”katanya.

Terkait temuan gizi buruk itu, Kepala Desa Rugemuk Sofyan Edrian mengatakan, bahwa Ayub memang sakit mal nutrisi yang diakibatkan kelainan usus, dan kondisi keluarga memang kurang mampu.”Ekonomi keluarganya memang lemah,”ucapnya.

Mendapat informasi adanya warga yang mengalami gizi buruk, Kapolsek Beringin AKP Bambang H Tarigan mendatangi keluarga yang mengalami gizi buruk tersebut. “Sebagai bentuk sosial kami saat ini hanya dapat membantu sembako dan sedikit uang untuk keluarga kurang mampu ini “bilang Bambang.

Sementara itu, balita lainnya bernama Ainayah Zanza (1) warga Desa Khalifah Kecamatan Percut Seituan mengalami gizi buruk, dan diantarkan petugas Puskesmas Bandar Khalifah dan Kepala Dusun Arifin untuk menjalani perawatan di IGD Rumah sakit Umum Daerah Deliserdang, Selasa (4/9). (btr/han)

P-APBD Langkat Tahun 2018 Capai 2,4 T

bambang/sumut pos SERAHKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menyerahkan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Langkat tahun 2018 kepada Ketua DPRD Langkat Surialam SE pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Senin (3/9).
bambang/sumut pos
SERAHKAN: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menyerahkan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Langkat tahun 2018 kepada Ketua DPRD Langkat Surialam SE pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Senin (3/9).

LANGKAT,SUMUTPOS.CO-Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH menyampaikan nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Langkat tahun 2018, di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Senin (3/9).

Pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Langkat dalam rangka menyampaikan
Penyampaian rancangan P-APBD Kabupaten Langkat tahun 2018 tersebut, dipimpin Ketua DPRD Langkat Surialam SE didampingi wakil Ketua DPRD H Sapta Bangun SE, Ralin Sinulingga SE dan Donny Setha ST SH MH.

Bupati Langkat pada nota keuangan tersebut, menyampaikan bahwa jumlah belanja seluruhnya semula sebesar Rp1.832.309.588.986,00 menjadi sebesar Rp2.390.615.544.062,92 maka pertambahannya sebesar Rp558.305.985.076,92.

“Jadi rancangan perubahan ABPD Langkat tahun 2018 menjadi sebesar Rp2.390.615.544.062,92,” paparnya.

Ngogesa juga menjelaskan, penyusunan perubahan APBD ini mengacu pada peraturan pemerintah No 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, yang dijabarkan dalam peraturan menteri dalam negeri no 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua, atas Permendagri no 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, dan peraturan mentri dalam negri no 33 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2018.

“Kami atas nama Pemkab Langkat mengucapkan terimakasih, kepada pimpinan Dewan dan anggota Dewan atas kerjasamanya berupa kritik dan saran yang membangun, serta kepada semua pihak yang telah ikut memberikan perhatian dan sumbangan pikiran bagi pelaksanaan pemerintah, pembangunan serta kemasyarakatan di Langkat,” sebutnya.

Ketua DPRD Langkat Surialam SE, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Langkat yang telah menyampaikan rancangan P-APBD 2018, dijelaskanya, rapat paripurna ini dilaksanakan berdasarkan SK Bupati Langkat No : 9903-1649/BPKAD/2018 tanngal 23 agustus 2018, perihal penyampaian buku rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Langkat tahun 2018.

Selanjutnya Surialam SE menyekoor rapat hingga tanggal 4 september 2018 pukul 10:00 wib, untuk mendengarkan jawabab Bupati Langkat atas pandangan umum dari masing-masing Fraksi.

“Kami menunggu sampai esok hari, untuk mendengarkan jawaban Bupati Langkat, atas seluruh pertanyaan masing-masig fraksi melalui pandangan umumnya,” ujarnya.

Rapat dihadiri oleh Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, para pimpinan SKPD Pemkab Langkat, unsur Forko Pimda Langkat, unsur pimpinan Parpol Langkat, para wartawan dan hadirin lainnya. (bam/han)

Nasib 4 Tersangka Ditentukan Pekan Depan

DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.
DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.

BERASTAGI,SUMUTPOS.CO – Nasib tersangka korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi ditentukan pekan depan. Penahanan keempat tersangka yang dua di antaranya berstatus ASN itu tergantung kebijakan
tim penyidik .

“Pekan depan para tersangka ini akan kita panggil untuk diperiksa. Soal mereka ditahan atau tidak merupakan kewenangan penyidik. Intinya kita melihat duu alasan subjektif dan objektifnya. Jadi kita lihat saja nanti,” kata Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapot Manurung SH, Selasa (4/9) siang.

Dipaparkan Dapot, pemeriksaan keempat tersangka dilakukan pasca pihaknya memintai keterangan saksi ahli, baik dari Teknik Sipil USU dan BPK RI.

“Pemeriksaan saksi ahli sudah selesai kemarin, jadi para tersangka ini akan kita panggil. Sampai saat ini tak ada kendala apapun dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Dapot juga menyangkal pihaknya belum memberitahukan perkembangan penyidikan kasus ini kepada para tersangka.

“Tak ada kewajiban kita memberitahukan perkembangan kasus ini. Meski begitu beberapa waktu lalu kita sudah memberitahukan perkembangan kasus ini pada para tersangka,” tandasnya.

seperti diketahui, penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi ini terkesan berjalan “di tempat”. Betapa tidak, meski telah menetapkan 4 orang tersangka, namun hingga kini para terduga pencuri uang rakyat Karo itu tak kunjung dijebloskan ke penjara.

Tersangka yang dua di antaranya berstatus Kepala Dinas dan Kabid itu masih bebas menghirup udara segar. Keduanya juga tetap bekerja dan menerima gaji. Tak kunjung ditahannya para tersangka ini jadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Karo.

Sebelumnya, Candra Tarigan, Kadis Perkim Karo yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui dirinya telah berstatus tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo atas kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah, Berastagi.

“Bagaimana saya menanggapi, saya sendiri belum tau soal status tersangka tersebut,” kata Candra saat dikonfirmasi kru koran ini, Selasa (29/8) siang. “Saya tak tau itu, belum ada pemberitahuan apa pun dari Kejari Karo. Jadi gimana saya menanggapinya,” elaknya enteng.

Sekda Kabupaten Karo, Terkelin Kamperas juga enggan saat dikonfirmasi terkait penetapan dua “anak buahnya” sebagai korupsi. “Maaf ya, saya lagi sibuk, lagi rapat ini,” tandasnya pada Sumut Pos seraya enggan berkomentar lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi masing-masing Candra Tarigan dan RT itu, masih bebas berkeliaran. Keduanya juga masih masuk kerja sebagai Kepala Dinas Perkim dan Kepala Bidang di Dinas Kebersihan Karo.

Candra dan RT adalah dua dari empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka lain masing-masing RHS dan EPS.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pihak Kejari Karo menerima hasil audit kerugian negara dari BPK RI kurang lebih Rp 605 juta.

Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara atau ekspose di kantor Kejari Karo pada tanggal 31 Juli 2018 lalu. Hasil audit BPK ditemukan dugaan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp650 juta.

Keempat tersangka itu mempunyai peran masing-masing, Candra selaku Pengguna Anggaran, RT selaku Pejabat Pembuat Komitmen, RHS selaku direktur perusahaan (rekanan) dan Ir EPS selaku pelaksan kegiatan.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo, dengan pagu anggaran Rp 679.573.000 yang ditampung dalam APBD Karo TA 2016.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2016 itu, BPK RI menemukan kekurangan volume yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp 571.720.387, jaminan pelaksanaan belum dibayar Rp 33.978.650 dan denda belum dibayar ke kas daerah Rp 33.978. 650. Pekerjaan pembangunan Tugu Mejuah-Juah dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016, dengan masa kerja 50 hari , terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016. (deo/han)

Unicef: Ini Angka yang Buruk

SUMUTPOS.CO – Sejak digelar Agustus kemarin, baru 28 persen anak di Sumut yang menerima Imunisasi Measles dan Rubella (MR). Padahal, Imunisasi MR digelar di sekolah-sekolah dengan menyasar anak usia di bawah 15 tahun. Kepala Seksi Imunisasi Dinkes Sumut Suhadi mengatakan, angka 28 persen hasil kumulatif dari 33 kabupaten kota di Sumut dengan jumlah anak sebesar 1.200.516 dari sasaran 4.291.857 anak.

“Setidaknya itu laporan hingga Senin 3 September kemarin. Kita akan terus melakukan sosialisasi-sosialisasi terus agar program ini bisa berjalan sesuai target,” ungkapnya, Selasa (4/9) Menyikapi kondisi ini, Konsultan Kampanye MR untuk Unicef Provinsi Sumut-Aceh, Aulia menyatakan laporan dari Dinkes Sumut itu merupakan angka perhitungan secara manual.

Ia mengatakan, dari sistem pendataan secara Rapid Pro Sistem Sms Gate Way yang tersebar di 33 kabupaten/kota, angka anak yang sudah menerima Imunisasi MR di Sumut jatuh di angka 34-35 persen. “Kalau pertanyaannya angka ini apakah sudah bagus atau tidak, bila merujuk ukuran nasional angka ini sangat-sangat buruk. Jauh di bawah rata-rata,” ungkapnya.

Sebab, bila mengacu dari awal pencanangan kampanye MR sejak di bulan Agustus yang menyasar usia 5 tahun sampai 15 tahun, proporsi anak yang menerima imunisasi tersebut harusnya lebih besar di bulan Agustus. “Dengan range umur yang lebih lebar proyeksi kami di Agustus, seharusnya, dinas terkait bisa memenuhi target capaian hingga 75 persen. Jadi memang masih sangat jauh dari targetnya,” terang Aulia.

Ia mengatakan, hal ini terjadi lantaran pro kontra masalah kehalalan vaksin MR itu sendiri. Dari data yang mereka miliki, daerah-daerah yang mayoritas penduduknya muslim cakupan anak yang harus menerima Imunisasi MR sangat jatuh. “Bahkan ada kabupaten/kota yang sama sekali belum melakukan Imunisasi MR, yakni Kabupaten Labuhanbatu. Namun, setelah keluarnya rekomendasi MUI, di sana akan mulai pada Kamis (6/9) nanti. Karena sudah ada kesepakatan antara Forkopimda dengan MUI,” ungkapnya.

Sementara, cakupan jumlah anak yang sudah diberikan Imunisasi MR rata-rata tertinggi di kabupaten/kota yang masyarakatnya mayoritas non muslim. “Seperti di Nias itu cukup tinggi,” sebutnya. Dia mengatakan, pihaknya bersama dinas terkait akan terus mengupayakan sejumlah upaya agar pelaksanaan Kampaye Imunisasi MR di Sumut bisa mencapai target.

“Tadi kami juga sudah ada berkomunikasi dengan Dinkes Medan dan Kadinkes Medan sudah setuju akan dibentuk komunitas ibu-ibu yang terkena Rubella. Wali Kota Medan akan bersedia untuk ikut mendukung kampanye Imunisasi MR di Medan,” pungkasnya.(dvs/ala)

8 Pegawai Puskesmas Semula Jadi Terjaring OTT

Saber Pungli-Ilustrasi.
Saber Pungli-Ilustrasi.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Tim Saber Pungli Polres Tanjungbalai menangkap tangan delapan Pegawai Puskesmas Kelurahan Semula Jadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, Sumut, Selasa (4/9).

Penangkapan ini terjadi pada pukul 08.00 WIB. Dari kedelapan pegawai tersebut, salah satu orang di antaranya Kepala Puskesmas Semula Jadi yaitu NP, dan bendaharanya yang ditangkap di salah satu ruangan.

Kasat Reserse Kriminal Polres Tanjungbalai AKP B. Siahaan didampingi Kasubbag Humas Iptu AD Panjaitan membenarkan adanya informasi tentang OTT Pegawai Puskesmas Semula Jadi terjaring.

“Masih dilakukan pemeriksaan di rungan unit Tipikor, nanti setelah selesai dilakukan pemeriksaan baru bisa kita sampaikan,” jelas Humas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai Burhanuddin Harahap enggan memberikan keterangan, saat dikonfirmasi, melalui telephon selulernya belum ada jawaban

Pasca-terjadinya OTT ini, suasana di Puskesmas Semula Jadi terlihat sunyi, Setiap pegawai yang ada di Puskesmas Semula Jadi saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu adanya OTT dari Tim Saber Pungli Polres Tanjungbalai.

Kini kedelapan oknum Pegawai Puskesmas Semula Jadi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) masih menjalani pemeriksaan di ruangan Tipikor Mapolres Tanjungbalai. (fir)